0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan10 halaman

Motivasi dan Tantangan Menjadi Guru

Penulis termotivasi menjadi guru karena harapan orang tua dan inspirasi dari kakak yang juga seorang guru. Meskipun menghadapi tantangan seperti pembelajaran daring selama pandemi dan kurangnya kegiatan kemahasiswaan, penulis berhasil lulus dengan IPK 3.7 dan berkomitmen untuk terus mengembangkan diri. Penulis juga menekankan pentingnya kejujuran dan etika dalam pendidikan, serta pengalaman mengajar yang melibatkan keragaman karakter siswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan10 halaman

Motivasi dan Tantangan Menjadi Guru

Penulis termotivasi menjadi guru karena harapan orang tua dan inspirasi dari kakak yang juga seorang guru. Meskipun menghadapi tantangan seperti pembelajaran daring selama pandemi dan kurangnya kegiatan kemahasiswaan, penulis berhasil lulus dengan IPK 3.7 dan berkomitmen untuk terus mengembangkan diri. Penulis juga menekankan pentingnya kejujuran dan etika dalam pendidikan, serta pengalaman mengajar yang melibatkan keragaman karakter siswa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ESSAY

A. Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru? Apa yang Anda lakukan untuk
mewujudkan motivasi tersebut ?
A.1 Tantangan apa yang anda hadapi dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Bagaimana anda mengatasinya?
Saya merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Lahir dari kedua orang tua yang
bukan lah memiliki latar belakang Pendidikan tinggi, hanya tamatan SLTA/sederajat.
Tetapi mereka percaya anak-anak nya dapat sekolah tinggi. Begitulah orang tua suku
batak pada umumnya. mereka ingin anak-anaknya dapat sekolah tinggi, sekalipun
mereka tidak memiliki banyak uang. Harapan dan keinginan besar orang tua saya
yang ingin saya menjadi seorang guru. Saya juga termotivasi menjadi seorang guru
dikarenakan saya memiliki kakak saudara yang menjadi guru bahkan saat ini ia sudah
menjadi PNS di usia muda nya. Selain karena keinginan orang tua saya yang menjadi
guru, Saya terinspirasi seperti kakak saudara saya yang memberikan dirinya dengan
kerendahan hati menjadi guru, dan tulus mendidik dan mengajarkan anak-anak
bangsa, sehingga saya melihat bahwa profesi guru adalah profesi yang sungguh mulia.
Menjadi seorang guru kita bisa menumbuhkan serta mengembangkan potensi peserta
didik, membuat peserta didik yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Seorang
guru mampu mencetak generasi-generasi penerus bangsa Indonesia karena dengan
guru orang bisa menjadi dokter, professor, insiyur, dan lainnya itu semua karena
berkat seorang guru.

Dalam mewujudkan impian dan motivasi tersebut, saya melajutkan kuliah pada strata
1 (S1) di Universitas Prima Indonesia. Terdapat beberapa tantangan yang saya hadapi
dalam mewujudkan motivasi tersebut, yaitu ketika proses perkuliahan. Tantangan saya
dalam proses perkuliahan adalah ketika masa pandemi covid-19 dimana membuat
cara belajar yang berubah. Perkuliahan yang yang biasa dilakukan secara luring atau
tatap muka kini berubah menjadi sistem pembelajaran dalam jaringan (daring). Sistem
pembelajaran dalam jaringan (daring) merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap
muka secara langsung antara dosen dan mahasiswa/i tetapi dilakukan melalui online
yang menggunakan jaringan. Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat
personal computer (PC) atau Laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan
internet. Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan
internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi pada proses perkuliahan. Kalaupun
ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang masalah jaringan yang tidak stabil.
Terlepas dari berbagai kendala tersebut, akan selalu ada solusi kendala pembelajaran
daring yang bisa dilakukan. Saya harus mengikuti pembelajaran tersebut dengan
optimal. Tantangan tersebut menjadikan saya untuk lebih maju dalam aspek
Pendidikan yang memanfaatkan teknologi berupa aplikasi seperti zoom, google meet,
dsb.
Kemudian tantangan lainnya, masih pada permasalahan pandemi covid-19 dimana
segala bentuk kegiatan kemahasiswaan maupun organisasi yang ada di kampus
dinonaktifkan sehingga selama perkuliahan kami tidak ada mengikuti kegiatan
organisasi apapun. Adapun kegiatan yang saya ikuti berupa seminar yang dilakukan
melalui via daring. jadi bagi saya hal tersebut kurang efisien dalam kegiatan
Pendidikan, keagamaan, serta proses pembelajaran yang telah dilakukan selama lebih
kurang dua atau tiga tahun. namun hal tersebut dapat diatasi dengan ikut dalam
workshop online dan seminar online yang diseleggarakan oleh pihak kampus maupun
yang lainnya.

A.2 Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru? Jelaskan
alasannya dan berikan contohnya!
Kelebihan yang mendukung peran saya menjadi seorang guru adalah saya orang yang
ceria dan suka belajar hal-hal baru untuk diajarkan kepada peserta didik. Hal ini nyata
pernah saya lakukan ketika saya mengajar anak-anak TK dan SD. Tentunya anak-anak
memiliki beraneka ragam karakter yang sudah pasti berbeda-beda. Sehingga, saya
mencari tahu hal-hal yang mereka sukai, proses pembelajaran yang menyenangkan
seperti apa, yang tidak membuat mereka bosan dan bagaimana supaya mereka dapat
menyukai pelajaran. Adapun proses pembelajaran yang saya lakukan yaitu dengan
melakukan ice breaking atau memberikan mereka permainan/games yang dilakukan
didalam kelas agar membangkitkan semangat mereka dalam belajar dan metode
pembelajaran lainnya yang saya lakukan yaitu menggunakan media pembelajaran.
Selain itu, saya juga memiliki komunikasi yang baik yang dapat membantu saya
berbicara kepada murid-murid dengan baik, mengajar anak-anak TK dan kelas SD,
saya rasa tidak lah muda, Dimana kita harus mengenal mereka satu sama lain,
mempelajari pribadi mereka satu-persatu dan mengenali watak masing-masing
mereka, hal yang lain membuat saya diuji juga kesabaran atau emosional, selayaknya
saya ketika kecil, saya merasa melihat mereka seperti saya melihat diri saya kecil.
oleh sebab itu saya belajar banyak dalam mengajari dan mendidik mereka, hal ini juga
mendukung peran saya menjadi seorang guru. Ada rasa kepuasan dalam diri sendiri
ketika saya mampu mengajarkan mereka baik pengetahuan maupun etika yang baik.
Untuk menjadi seorang dibutuhkan passion dan keinginan kuat yang supaya bisa
menjadi seorang guru yang baik. Sebab itu saya melakukan sebisa mungkin dari diri
saya yang terbaik yang dapat saya lakukan, dengan mengajari mereka dari yang
belum pandai membaca sehingga dapat membaca, kemudian mengajari mereka bisa
menulis dan yang terakhir mengajari mereka supaya pandai berhitung, jika mereka
pandai saya merasa bangga jika saya ternyata berhasil mengajarkan kepada mereka
pengetahuan yang saya tempuh selama di perkuliahan. Hal ini suatu kehormatan saya
bisa menjadi guru sehingga menjadi bekal saya yang berguna buat saya di masa
depan.

A.3 Bagaimana hasilnya?


Setelah saya berhasil mewujudkan motivasi tersebut melalui step by step dan
melewati tantangan yang ada di hadapan saya sehingga puji Tuhan saya berhasil lulus
cumlaude dan memperoleh IPK 3.7. Selama menempuh kuliah saya mendapatkan
banyak pengetahuan, pengalaman mengenai proses pembelajaran yang baik, materi,
media, metode pembelajaran dan evaluasi dalam pembelajaran. saya percaya usaha
yang saya lakukan selama ini tidak akan sia-sia serta dapat menjadi guru yang
berkualitas bagi anak-anak bangsa di kemudian hari, semoga Tuhan selalu
memberkati Langkah saya, dan semoga saya dapat membanggakan kedua orangtua
yang besar harapan dan keinginan mereka kepada saya yang ingin saya menjadi
seorang guru. Adanya motivasi dan keinginan untuk terus mempelajari hal-hal yang
baru untuk diajarkan kepada peserta didik ini merupakan cikal bakal saya dalam
mendidik dan sebagai menambah ilmu saya buat kedepannya, dan memiliki
kemampuan berkomunikasi yang baik guna sebagai salah satu pendekatan saya
kepada peserta didik hal ini lah juga suatu kelebihan saya miliki. Saya sangat yakin
dengan hal ini, saya akan menjadi seorang guru yang professional.
B. Ceritakan pengalaman ketika Anda perlu mengajari hal-hal baru untuk
meningkatkan perfoma. Hal-hal baru apa yang anda pelajari?
B.1 Bagaimana cara anda mengidentifikasi area yang perlu di
tingkatkan/dikembangkan? Mengapa anda perlu meningkatkan dan
mengembangkan area tersebut?
Cara yang saya lakukan dalam mengidentifikasi area yang perlu dikembangkan, yaitu
dengan cara saya melakukan refleksi diri. Menurut saya, refleksi diri sangat penting
dilakukan oleh pendidik. Dalam proses refleksi diri, pendidik dapat mengevaluasi proses
pembelajaran, menentukan bagian yang perlu dikembangkan, atau perlu dimodifikasi
hingga pendidik memiliki wawasan yang lebih luas dan proses refleksi diri mendorong
pendidik untuk berlatih berpikir kritis tentang hasil pembelajaran yang telah disiapkan
sehingga si pendidik menjadi lebih kreatif. Selain itu saya juga meminta saran kepada
rekan sejawat atau guru yang lebih berpengalaman. Dengan saya meminta saran dari
mereka, dapat membantu saya juga dalam mengevaluasi diri saya sehingga dapat
menemukan potensi yang perlu dikembangkan dalam area tersebut. Dengan melakukan
Evaluasi diri melalui rekan sejawat, Saya dapat mengetahui penilaian tentang diri saya
sehingga saya dapat mengupgrade diri saya dalam Upaya meningkatkan perfoma
tersebut.
B.2 Tindakan apa yang anda lakukan untuk mengembangkan diri anda? Adakah
cara-cara yang anda lakukan diluar kebiasaan atau berbeda yag anda lakukan
dalam proses pengembangan era tersebut? Berikan contoh yang spesifik.
Dalam meningkatkan atau mengembangkan potensi diri tentunya diperlukan tindakan
supaya proses perubahan tersebut bisa berjalan ke arah yang lebih baik. Tindakan yang
dilakukan oleh saya dalam mengembangkan diri yaitu hal utama mengenali potensi
dalam diri sendiri, dengan kenali diri sendiri dapat mengetahui setiap kekurangan dan
kelebihan yang ada pada diri kita sendiri, selanjutnya mengikuti pelatihan atau sharing
pengetahuan dengan orang-orang yang sudah berpengalaman di bidang Pendidikan baik
dalam seminar/webinar/workshop ataupun forum sharing atau diskusi dalam bidang
Pendidikan lainnya. Selain itu, Adapun cara-cara yang saya lakukan diluar kebiasaan
saya, ketika pada masa praktik pengalaman lapangan (PPL) yang mana saya sering
mencari tahu di internet mengenai pengetahuan dan inovasi baru dalam pembelajaran,
sumber internet yang sering saya gunakan atau pakai yaitu seperti youtoube, tiktok,
google, dimana media internet tersebut sangat membantu saya dalam proses
pengembangan belajar mengajar
B.3 Apa tantangan atau kesulitan yang anda hadapi dalam proses pengembangan
diri tersebut? Bagaimana cara mengatasinya?
Tantangan atau kesulitan terberat yang saya hadapi dalam proses pengembangan diri
yaitu, adanya rasa kurang percaya diri dimana takut melakukan kesalahan. Pada saat masa
praktik pengalaman lapangan (PPL), guru pamong saya selalu masuk di kelas kelas
tempat saya mengajar, guru saya selalu berada di kelas untuk mengawasi dan memantau
saya mengajar di depan kelas. Tentunya hal yang saya lakukan dalam mengatasi rasa
kurang percaya diri ataupun gugup yaitu dengan memaksimalkan pengetahuan saya
sehingga saya tidak akan merasa kurang percay lagi jika saya sudah mempelajari semua
materi dengan baik di depan kelas. Tantangan lainnya adalah kurangnya manajemen
waktu, untuk mengatasi kesulitan yangsaya hadapi dalam manage waktu saya sendiri.
maka cara yang saya lakukan dengan membuat catatan-catatan di kertas maupun
handphone dan juga buku catatan (notes). dengan membuat list pembelajaran/pekerjaan
yang akan dilaksanakan setiap harinya dan mengatur waktu lainnya seperti istirahat,
makan, belajar, saya rasa hal ini dapat menjadi proses pengembangan diri yang baik
kedepannya buat saya kelak dan ketika saya masuk menjadi Pendidikan profesi guru
(PPG) ataupun menjadi seorang guru yang professional.
B.4 Apa hasil yang Anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku
tersebut? Bagaimana Anda menerapkannya dalam peran Anda?
Hasil yang saya peroleh dan rasakan, sekarang saya menjadi orang yang lebih percaya diri
ketika saya berbicara di depan kelas dan di depan umum. Saya juga menjadi lebih inovatif
dan dapat menguasai kelas. Dimana jika saya diberi tugas untuk menggantikan guru di
kelas yang tidak masuk, saya akan siap dan bersedia, saya menjadi memiliki rasa percaya
diri, sehingga hal ini dapat membangun komunikasi yang baik dengan peserta didik di
kelas tersebut.
C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai
dengan nilai, etika, pedoman kerja, ataupun aturan yang berlaku.
C.1 Ceritakan satu pengalaman Anda terkait situasi tersebut. Jelaskan secara
detail!
Pengalaman yang pernah saya alami, yang saya rasa tidak sesuai dengan nilai, etika,
pedoman kerja ataupun aturan berlaku yakni pada saat proses perkuliahan. Pada
perkuliahan sebelum munculnya corona atau pandemi covid-19, kami saat itu masih
melakukan pembelajaran secara tatap muka. Adapun bentuk kecurangan akedemik yang
saat itu terjadi yaitu dimana teman saya yang tidak masuk kelas di hari itu tiba-tiba chat
saya melalui via Whatsapp (WA) Ia meminta tolong titip absen kepada saya. Ia
menyampaikan pesan kepada saya bahwa dia tidak masuk kelas dikarenakan dia sedang
ada urusan ataupun halangan oleh sebab itu teman kuliah saya ini meminta saya untuk
mengisi preferensi dengan memalsukan tanda tangan nya. Menurut saya saat itu sebagai
seorang mahasiswa hal ini merupakan salah satu kecurangan akademik. Kecurangan
fraud merupakan suatu bentuk penipuan yang dilakukan oleh orang yang tidak
bertanggung jawab. Seorang peserta didik yang sering berbuat curang akan menjadi
sebuah kebiasaan sehingga kelak menjadi peserta didik yang tumbuh menjadi orang
dewasa yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab. Salah satu bentuk kecurangan
apapun yang terjadi merupakan pelanggaran etika sebagai masyarakat akademis. Jika
dalam perkuliahaan saja seorang mahasiswa sudah melakukan kecurangan bagaimana lagi
jika ia kelak menjadi seorang guru. Pendidikan pada perguruan tinggi menempah semua
mahasiswa kelaknya menghasilkan lulusan yang bermoral dan berkualitas.

C.2 Tindakan apa yang Anda lakukan dan mengapa hal tersebut Anda Lakukan?
Tindakan yang saya lakukan saat itu, saya menolak dengan baik permintaan teman untuk
mengabsenkan teman saya, jika saya saat itu membantu ia mengisi preferensi kehadiran,
saya merupakan termasuk salah satu mahasiswa yang melakukan pelanggaran yang tidak
sesuai dengan nilai, etika maupun aturan berlaku. Adapun Tindakan lain saya lakukan saat
itu juga ialah saya bertanya pendapat dan saran dari teman-teman kuliah terdekat, yang
mana mereka pun juga memberikan respon positif terhadap Tindakan yang saya lakukan
dengan menolak teman kami tersebut untuk titip absen (TA) yang pada hari itu dia tidak
dapat hadir. Menurut saya titip absen adalah suatu Tindakan yang salah. Mereka yang
menitip absen mendapat keuntungan, sedangkan mereka yang menandatangani daftar
preferensi juga tidak rugi (selama tidak ketahuan) dengan membantu aksi titip absen
teman, sama saja saya menjerumuskan teman saya ke dalam hal negatif. dengan saya
menolak untuk tidak mengisi preferensi kehadirannya kiranya dapat memberikan
koreksi diri untuk dia dalam hal beretika dengan baik. Saya yakin bahwa jika saya
menjadi orang jujur, saya akan dapat dipercaya oleh siapapun, dan dengan kita menjadi
jujur ini menunjukkan saya memiliki iman yang baik kepada Tuhan, sebab orang beriman
sudah pasti jujur.
C.3 Bagaimana hasilnya?
Hasil yang saya dapatkan dengan saya memilih Jujur, puji Tuhan Kejujuran itu
membuahkan kebaikan dalam diri saya. Dimana saya dapat di percaya di lingkungan
akademis perkuliahan, yang mana salah satu teman saya ada yang tertangkap basah
membantu teman saya menitip absen, perilaku titip absen itu memang salah satu bentuk
tolong menolong tetapi tolong menolong dalam hal keburukan, alangkah baiknya jika kita
tolong menolong dalam hal kebaikan. Dosen kami pun menasihati kepada kami semua
untuk tidak melakukan hal tidak terpuji tersebut sejak ketahuan ada nya mahasiswa dari
kami yang titip absen ia melarang kami untuk tidak ada yang melakukan hal yang tidak
baik tersebut. Hasil yang saya dapatkan disitu merupakan kebaikan dan kejujuran dalam
diri saja, selain tidak menambah dosa, saya juga menjadi orang yang dapat di percaya
dosen maupun teman-teman kuliah.
D. Ceritakan secara spesifik situasi pengalaman Anda saat bekerja sama dengan orang
lain yang memiliki beragam perbedaan, seperti budaya, cara pandang, latar belakang,
pendidikan, cara berpikir, dll.
D.1 Ceritakan situasi secara spesifik? Apa tujuan dari kerja sama tersebut?
Keberagaman seperti apa yang anda hadapi?
Saya memiliki pengalaman ketika saya mengajar di salah satu sekolah swasta, dimana
murid-murid nya memiliki beraneka ragam sifat dan karakter. Karena beraneka ragama
sifat dan watak dari murid- murid tersebut membuat saya harus memahami karakter
setiap murid. Namun pada saat saya mengajar saya mendapati salah seorang murid yang
memiliki kekerasan mental (mental health) Namanya Athaya, anak murid ini sudah
melakukan Bullying sejak dari kecil, ia selalu ringan tangan terhadap teman sekelas nya,
selain itu dia juga suka menjambak rambut teman sesamanya perempuan, tidak hanya itu
kepada teman nya laki-laki pun ia suka menendang/ menunjang temannya. Bahkan saya
saja sebagai guru yang mengajar nya hampir ia tampar dengan tangan nya. Hal ini pun
saya sampaikan kepada pihak sekolah, bahkan kepada ketua Yayasan, namun tanggapan
dari pihak sekolah menuntut saya agar Athaya tidak boleh dipukul ataupun dimarahin
sekalipun ia melakukan Bullying baik terhadap teman nya sendiri maupun guru nya. Saya
rasa kebijakan yang di lakukan pihak sekolah kurang tepat, karena jika anak suka
melakukan bullying sejak sedari kecil lalu tetap di biarkan dan ditindak lajutin bagaimana
ia dapat berubah dan dapat menerima Pelajaran. Anak tersebut juga menjadi merajalela
dan akan semakin menjadi jika dibiarkan melakukan bullying terus-menerus.
D.2 Langkah-langkah apa yang anda lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama?
Bagaimana anda memastikan langkah-langkah tersebut sesuai dengan kebutuhan
semua pihak?
Adapun tanggapan dan respon dari teman-teman sekelas nya atas perilaku Bullying yang
dilakukan terhadap anak perempuan yang bernama Athaya, kemudian saya menerima
keluhan dari murid-murid dan tanggapan dari orang tua mereka. Maka saya
menyampaikan kepada ketua Yayasan sekolah supaya di lakukan nya rapat pihak sekolah
dengan dihadirkan semua orang tua murid atas tindak lanjut dari permasalahan ini. Disitu
juga orang tua dari murid bullying ini pun ikut hadir dan memberikan respon baik atas
forum rapat yang sedang berlangsung, yang mana siswa bullying tersebut diberikan
keputusan untuk di sekolahkan orang tua nya secara pribadi di rumah dikarenakan ia
memiliki Kesehatan mental (mental health) yang kurang baik sehingga anak murid ini
tidak lagi sekolah namun ia belajar di rumah dan sedang mengalami terapi di psikologi
mengenai kesehatan psikis anak tersebut. Dengan adanya Rapat tersebut sehingga
permasalahan bullying ini pun kelar sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan dari murid-
murid lagi, sehingga saya tidak mulai merasa khawatir dan resah terhadap situasi kelas.
Belajar mengajar pun jadi semakin kondusif
D.3 Apa hasil yang anda capai saat itu? Adakah komentar atau respon lingkungan
(misal rekan sejawat atau pihak lain) terhadap tindakan anda? Bagaimana
dampaknya terhadap kerja sama tersebut?
Puji Tuhan hasil yang saya rasakan, Orang tua murid bullying tersebut meminta naaf
kepada pihak sekolah, guru, maupun teman-teman sekelasnya atas perilaku anak nya yang
tidak baik. Selain itu, Kegiatan belajar mengajar di kelas pun menjadi lebih baik, lebih
kondusif dan murid-murid di kelas jadi semakin semangat belajar dan dapat mengikuti
pembelajaran dengan baik. Siswa pun menjadi mudah memahami pembelajaran tanpa ada
gangguan apapun dari teman nya. Hal ini pun dapat membuat anak-anak tersebut belajar
menyikapi sedari kecil bahwasanya kita tidak boleh melakukan bullying kepada teman-
teman. Mereka jadi mengerti bahwa hal-hal yang berbentuk kekerasan itu tidak lah baik
bagi mereka. Jadi saat itu saya menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada murid-murid itu
atas apa yang telah terjadi, setiap apapun yang terjadi, baik kejadian apapun itu selalu ada
hikmah yang baik yang dapat kita petik. Oleh sebab itu saya belajar melakukan yang
terbaik terhadap diri sendiri, sekolah, murid-murid maupun sesama orang.
E. Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat mengembangkan kemampuan dan
keterampilan dari orang lain (contoh:anak didik, rekan sejawat, anggota
komunitas/organisasi).
E.1. Seperti apa situasinya pada saat itu? Siapa yang anda kembanngkan?
Mengapa pengembangan itu diperlukan?
Saya memiliki pengalaman dengan anak didik di sekolah tempat saya mengajar. Ada
salah satu anak didik saya ketika ia datang ke sekolah setiap paginya selalu Menangis,
anak perempuan ini namanya Kesya, jadi Kesya setiap hari diantar oleh abang nya ke
sekolah tidak pernah tidak menangis pasti ia selalu menangis. Lalu saya pun
konsultasi kepada pihak sekolah tentang Kesya. Lalu pihak sekolah pun
menyampaikan bahwa anak ini memiliki rasa kurang percaya diri yang tinggi
terhadap lingkungan sekitarnya begitu pun juga di lingkungan rumah nya. Menurut
saya hal itu benar yang saya lihat dan yang saya amati terhadap diri anak ini. Anak ini
hanya merasa nyaman ketika dia berada di rumah nya saja setelah saya datang dan
mengunjungi rumah nya. Maka pihak sekolah menyampaikan pesan kepada saya,
coba miss lebih mendekatkan diri kepada kesya dan mengajak dia mengobrol setiap
waktu kosong di kelas maupun saat waktu jam pelajaran renggang. Akhirnya saya pun
mengikuti pesan yang disampaikan, kemudian saya mulai melakukan pendekatan
terhadap anak itu yang merasa kurang, saya juga sering memberi perhatian
kepadanya, saya selalu memperhatikan dia saat pelajaran dan selalu melakukan sesi
tanya jawab kepada kesya ini guna menumbuhkan rasa kepercayaan diri. Hal lain yg
saya lakukan dalam menumbuhkan rasa percaya dirinya dengan menunjukkan kasih
sayang,dan rasa peduli kepadanya sehingga ia merasa nyaman dimanapun dia berada.
E.2 Apa yang menjadi fokus pada pengembangan? Bagaimana cara Anda
membangun kesepakatan untuk mencapai hasil yang diharapkan?
Fokus pengembangan yang saya lakukan terhadap anak tersebut yaitu menumbuhkan
rasa percaya diri dalam dirinya. Anak tersebut merasa bahwa jika ia berada di
lingkungan yang baru ia merasa langsung tidak percaya diri. Sehingga, fokus saya
terhadap rasa ketidak percayaan diri anak ini perlu dikembangkan. Besar harapan saya
anak ini berhasil menghilangkan rasa tidak percaya dirinya sebab jika sampai anak ini
besar rasa kurang percaya dirinya tetap kuat kelak dia menjadi anak yang pemalu, dan
suka menjauhkan diri dari lingkungan dan teman-teman nya, hal yang lain juga
menjadikan dia seorang yang tertutup saja ataupun tidak memiliki pergaulan dimana
pun. Amanah dari pihak sekolah dan orang tua nya kepada saya supaya anak ini
menjadi anak nya percaya diri merupakan kesepakatan yang baik. Seorang guru
haruslah memiliki hati yang tulus, oleh sebab itu guru merupakan profesi yang mulia,
guru dituntut supaya anak didik tidak hanya menjadi pandai melainkan juga
menciptakan generasi yang memiliki akhlak baik dan jiwa yang baik. Pendekatan
demi pendekatan sudah saya lakukan kepada anak tersebut seperti menunjukkan rasa
peduli kepada nya, kasih sayang seperti menyapa dan menanyakan kabar nya setiap
hari bahkan juga dengan bantuan teman-teman nya yang perhatian kepada nya ini
dapat membantu nya lebih lagi dalam pengembangan rasa percaya dirinya.
E.3 Langkah-Langkah apa yang Anda ambil untuk pengembangan tersebut?
Apa hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara mengatasinya? Apa yang
Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi dari orang tersebut?
Langkah-langkah yang saya lakukan dalam pengembangan tersebut adalah, Pertama
melakukan pendekatan kepada anak tersebut. Kemudian selanjutnya langkah kedua
yaitu menciptakan lingkungan yang menyenangkan baginya supaya ia merasa nyaman
sehingga menimbulkan rasa percaya diri terhadapnya untuk memulai kegiatan di
sekolah. Lalu kemudian sering berkomunikasi baik dan berkonsultasi kepada orang
tuanya tentang perkembangan anak tersebut, apakah sudah mulai ada perubahan yang
terjadi terhadap diri anak tersebut. Tentu saja akan ada selalu hambatan yang di temui,
Adapun hambatan yang saya rasakan ketika melakukan pengembangan kepada anak,
yaitu ketika anak itu menangis saya mendekatinya dan membujuk nya supaya masuk
kelas walau rambut saya ditariknyaa dan saya di pukul-pukulnya, walau tidak terlalu
sakit ataupun kuat tetapi dalam membujuk anak supaya tetap sekolah hambatan itu
harus saya hadapi dan lalui. Sekalipun saya dipukul-pukulnya lalu kemudian rambut
saya juga ditariknya namun saya tidak pantang menyerah dalam pengembangan anak
tersebut.
F. Ceritakan salah satu keputusan penting dalam suatu kegiatan baik di
pekerjaan/organisasi/komunitas/perkuliahan yang pernah di ambil.
F.1. Apa yang menyebabkan anda harus mengambil keputusan tersebut? Apa
peran anda saat itu?
Keputusan yang pernah saya buat setelah saya lulus dari dunia perkuliahan adalah,
saya pernah menolak tawaran untuk mengajar di sekolah. Saat itu saya diterima di
salah satu sekolah di daerah Samosir. Kebetulan sekali sekolah itu sedang
membutuhkan guru sesuai dengan jurusan saya. Saya diterima di sekolah SMAN 1
Harian Boho, singkat cerita saya sudah ketemu dan berbicara langsung dengan kepala
sekolah disana, Saat itu saya ditawarkan oleh kepala sekolah tersebut supaya mulai
mengajar besok dan masuk menjadi menjadi bagian dari sekolah tersebut. Awalnya
saya berniat untuk menerima lamaran guru di Sma Negeri 1 Harian Boho, namun saat
itu saya bertanya kepada kepada sekolah itu, salah satu pertanyaan yang saya
lontarkan yaitu jika saya diterima masuk dan mengajar di sekolah ini, apakah nama
saya akan dimasukkan ke dapodik? Lalu kepala sekolah tersebut menjawab “YA”. Hal
ini tentunya menjadi pertimbangan bagi saya dikarenakan saya sudah berencana ingin
mendaftar ppg prajabatan yang salah satu syaratnya yaitu tidak boleh terdaftar di
dapodik. Lalu saat itu saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran yang
diberikan kepala sekolah tersebut, sehingga saya memohon maaf kepada pihak kepala
sekolah tersebut. Akhirnya saya memilih untuk menolak tawaran menjadi guru disana,
dikarenakan tujuan saya ingin mengikuti dan masuk dalam ppg prajabatan 2024.
Menurut saya, itu adalah keputusan yang baik yang saya ambil, Saya salah satu orang
berpegang teguh pada prinsip saya, jika ya saya katakan ya dan jika tidak saya
katakana tidak. Oleh sebab itu saya sedang persiapkan diri supaya saya lulus dan
menjadi bagian dalam ppg prajabatan supaya saya menjadi guru yang professional
kelaknya dan dapat membahagiakan orang tua saya juga, karena orang tua saya juga
memiliki harapan dan keinginan saya menjadi guru professional yang berguna bagi
sumber daya manusia (SDM).
F.2. Bagaimana anda mengidentifikasi dan memperoleh pemahaman yang lebih
baik tentang permasalahan yang ada?
Saya Mengidentifikasi dari permasalahan itu, jika saya menerima tawaran menjadi
guru di sekolah tersebut, Maka nama saya akan dimasukkan ke dalam dapodik dan
nama saya pun terdaftar sebagai pengajar. Hal ini membuat saya tidak akan bisa ikut
mendaftar ppg prajabatan. Selain kemauan dan keinginan saya yang ingin masuk ppg
prajabatan, ada pun juga arahan dari kedua orang tua saya. Orang tua saya
berkeinginan supaya saya menjadi seperti saudara-saudara saya yang lulus pns
melalui ppg prajabatan. Menurut saya, itu adalah keputusan yang terbaik bagi saya
dan langkah yang baik untuk memulai karier saya untuk mengikuti ppg prajabatan,
kelak menjadi guru yang berkualitas dan saya menjadi guru profesional.
F.3. Apa saja yang menjadi pertimbangan Anda? Mengapa? Jelaskan proses
atau langkah-langkah dalam mengambil keputusan tersebut.
Yang menjadi pertimbangan saya sehingga saya menolak tawaran untuk mengajar
adalah saya tidak dapat ikut mendaftar ppg prajabatan, Adapun hal lain karena dari
orang tua saya, saya bertanya kepada mereka mengenai sekolah yang sedang
membutuhkan guru bidang studi Bahasa Indonesia sehingga menawarkan saya untuk
mengajar di sekolah tersebut, jika saya tidak mendengarkan kata-kata mereka,
menurut saya, kesempatan saya untuk mengikuti program PPG Prajabatan 2024 gagal.
Selain itu, puji Tuhan walau saya menolak tawaran mengajar di sekolah tersebut, saya
juga diterima di sekolah lain di Medan yang sedang merintis menjadi guru honorer.
saya tetap bersyukur walaupun saya tidak jadi mengajar ketika mendapatkan tawaran
mengajar di sekolah saat itu, namun saya juga diterima di sekolah lain walaupun
menjadi guru honorer, namun meskipun saya menjadi guru honorer di sekolah
tersebut, tetapi sekolah ini memberikan izin saya untuk mengajar dan menyetujui saya
jika nama saya tidak dimasukkan ke dalam dapodik. Walaupun sekolah TK/SD yang
tidak sesuai dengan tingkatan saya tetapi saya ingin mencoba pengalaman baru saya
menjadi guru TK/SD. Ternyata setelah saya jalani ternyata menyenangkan juga
menjadi guru TK/SD.
F.4 Bagaimana hasil dari keputusan yang anda ambil?
Hasil dari keputusan yang saya ambil adalah saya dapat mengikuti seleksi PPG
Prajabatan tahun 2024. Menurut saya keputusan yang saya pilih adalah keputusan
tepat. Selain itu, saya juga mendapatkan pengalaman mengajar baru menjadi guru
TK/SD. Adapun juga s aya mendapatkan tawaran mengajar di sekolah lain yang
sesuai tingkatan saya, di salah satu sekolah swasta tingkatan SMP & SMA di daerah
Medan, Namun sama hal nya dengan tawaran saya di sekolah daerah Samosir, yaitu
pihak sekolah meminta saya jika saya masuk di sekolah swasta tersebut, nama saya
dimasukkan ke dalam dapodik. saya tidak patah semangat dan kecewa walau saya
tidak harus jadi mengajar di sekolah yang sesuai dengan tingkatan saya, tetapi saya
bersyukur saya dapat mencoba PPG Prajabatan 2024.
G. Ceritakan secara spesifik saat anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam
waktu yang bersamaan.
G.1. Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi?

G.2. Apa yang anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana
anda mengatasi tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan?

G.3. Sumber daya apa yang anda butuhkan dalam membantu penyelesaian
tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang anda temui dan bagaimana cara
mengatasinya?

G.4 Bagaimana hasilnya?

Anda mungkin juga menyukai