Pengalaman Akseptor KB dalam Menggunakan Metode KB Suntik Depo
Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) di PMB Bidan “K”
Eka Mirah Apriyati1, Rita Ayu Yolandia2, Siti Rafika Putri3
Departemen Kebidanan, Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan
Email: miraeka104@gmail.com1
Abstrak Editor: YL
Introduction: 3-month injectable contraception, if there are Hak Cipta:
advantages, there must be disadvantages to using 3-month injectable ©2023 Artikel ini memiliki akses
contraceptives. Adverse effects that can occur with the use of 3-month terbuka dan dapat di distribusikan
injectable contraceptives are often found with complaints, including berdasarkan ketentuan Lisensi
Short and long menstrual cycles, Heavy or light bleeding, Irregular Atribusi Creative Commons, yang
bleeding or spotting, and No menstruation at all (amenorrhoea). memungkinkan penggunaan, distribusi
Objectives: This study aims to analyze the side effects, effectiveness dan reproduksi yang tidak dibatasi
and sexual intercourse on the experience of family planning acceptors dalam media apa pun, asalkan nama
in using the DMPA injection KB method at PMB Midwife K penulis dan sumber asli disertakan.
Klapanunggal in 2022. Karya ini dilisensikan dibawah Lisensi
Method: The population in this study was 10 people including the head Creative Commons Attribution
of PMB (1 person) and DMPA injecting family planning acceptors (9 Share Alike 4.0 Internasional.
people). This type of qualitative research used a case study approach.
PMB Midwife K. This study began with transcripts of the interview
results, after the interview transcripts were completed, the researcher
created a matrix to determine the ideas put forward by the informants
and group them according to their frame of mind. The resulting data is
processed using Microsoft Office software in reducing data, presenting
data, drawing conclusions and verifying data.
Result: The results showed that the experiences felt by informants were
different, including weight continued to increase, discharge of spots
constantly, headaches, emotions and spots that make it uncomfortable.
Pleasant experiences and feelings during sexual intercourse with a
partner affect women's sexual satisfaction and reduce sexual
dysfunction. Sexuality, sexual desire and sexual arousal are more
influenced by their partner’s mental health and feelings.
Conclusion: Family planning acceptors in using DMPA injections have
different experiences and side effects, but they are effective in
preventing pregnancy, and there is no difference in sexual intercourse.
Keywords: dmpa injection kb, effectiveness, experience, sexual
intercourse, side effects,
Pendahuluan
Jumlah penduduk suatu negara merupakan faktor penting dalam mencapai pembangunan.
Masyarakat adalah jantung dari semua kebijakan dan program pembangunan. Pembangunan
dikatakan berhasil apabila dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk, baik fisik maupun
immateriil.1 Indonesia merupakan negara berkembang dengan pertumbuhan jumlah penduduk
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 168
yang besar dengan persebaran yang tidak merata. Salah satu cara membantu mengatasi masalah
dibidang kependudukan dengan konsep kesehatan reproduksi. hal ini sejalan dengan pembangunan
kesehatan yang dipengaruhi oleh terkendalinya pertumbuhan penduduk, dapat dikendalikan
dengan program keluarga [Link] berperan membantu penurunan angka kematian ibu dan
bayi serta meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.2
Indonesia tentunya merupakan negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dengan
jumlah penduduk 259 juta jiwa yang mengendalikan dan merangkul gerakan Gerakan Keluarga
Berencana (KB) sebagai bentuk pembangunan keluarga yang lebih terkendali untuk mencapai
kesejahteraan.3 Tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia merupakan masalah utama
Indonesia. Keadaan penduduk membuat peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat
menjadi sulit. Semakin besar pertumbuhan penduduk maka semakin besar pula upaya yang
dilakukan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Program Keluarga Berencana (KB)
merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat melalui peningkatan
usia perkawinan, pengendalian kelahiran, membangun ketahanan keluarga, dan meningkatkan
kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera.4
World Health Organization (WHO) melaporkan data pengguna kontrasepsi suntik di
seluruh dunia sebesar 45%. Penggunaan keluarga berencana telah meningkat di banyak bagian
dunia, terutama di Asia dan Amerika Latin, dan terendah di Afrika sub-Sahara. Secara global,
jumlah pengguna kontrasepsi modern sedikit meningkat dari 54% pada tahun 1990 menjadi 57,4%
pada tahun 2015. Secara regional, proporsi pasangan usia subur antara usia 15 dan 49 tahun yang
dilaporkan menggunakan kontrasepsi modern meningkat pada tahun 2016. Di Afrika dari 23,6%
menjadi 8,5%, di Asia meningkat dari 60,9% menjadi 61,8%, sedangkan Amerika Latin dan
Karibia tetap stabil di 66,7%. Selain itu, keluarga berencana adalah tindakan yang membantu
pasangan suami istri menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mengatur jarak antar
kehamilan, mengontrol waktu kelahiran tergantung pada usia pasangan menikah, dan menentukan
jumlah anak dalam keluarga.3
Kontrasepsi yang digunakan secara nasional didominasi oleh suntik (62,77%), kemudian
pil (17,24%), IUD/IUD (7,15%), implan (6,99%), MOP (2,78%), kondom (1,22%), MOP
(0,58%).5 Data Dasar Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, penggunaan kontrasepsi di Indonesia
sebesar 78,56%. Sebagian besar menggunakan metode kontrasepsi dengan injeksi progestogen
(42,4%), diikuti dengan metode pil (8,5%), IUD (6,6%), injeksi kombinasi (6,1%). Implan 4,7%,
MOW (3,1%), kondom pria (1,1%), MOP (0,2%). Dilihat dari data tersebut, ternyata kontrasepsi
dengan injeksi progestogen merupakan metode kontrasepsi yang paling populer. Kontrasepsi
suntik progestin merupakan tren kontrasepsi di Indonesia, sehingga terdapat perbedaan tren
kontrasepsi di Indonesia dengan negara lain.6 Di Provinsi Jawa Barat Data PUS sebanyak
9.333.302, PUS tertinggi terdapat di Kab. Bogor yaitu 1.087,613, sedangkan PUS terendah di Kab.
Pangandaran 100.738, dengan cakupan KB di Jawa Barat sebesar 1.029.212. Di Jawa Barat
Pengguna tertinggi KB Suntik DMPA terdapat di Kab. Bekasi yaitu 104.297, sedangkan Kab.
Bogor sendiri pengguna suntik DMPA sebanyak 74.400 jiwa.7
Penelitian Lilik Indahwati menyatakan bahwa ibu yang belum pernah menggunakan KB,
lebih banyak menggunakan non metode kontrasepsi jangka panjang dengan jumlah 100 sedangkan
ibu yang sebelumnya pernah menggunakan KB lebih banyak menggunakan Metode Kontrasepsi
Jangka Panjang dengan jumlah 85. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000. Hal ini
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 169
menyatakan bahwa pengalaman KB mempunyai hubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi.8
Hasil penelitian Fitri menyatakan dari 51 responden yang mengalami efek samping gangguan haid
berupa amenorea yaitu sebesar 31 responden (60,8%), gangguan haid berupa spotting yaitu sebesar
17 responden (33,3%), tidak ada yang mengalami efek samping gangguan haid berupa menoragia
(100%), mengalami keputihan yaitu sebesar 18 responden (35,3%), mengalami kenaikan berat
badan yaitu sebesar 29 responden (56,9%), mengalami pusing/sakit kepala yaitu sebesar 18
responden (35,3%), mual/muntah yaitu sebesar 16 responden (31,4%).9
Sementara itu, penelitian Dewi Rakhmawati menunjukkan bahwa hasil penelitian
menunjukkan bahwa 22 akseptor (44%) mengalami efek samping yang serius dan mayoritas
mengalami efek samping setelah menggunakan kontrasepsi suntik DMPA > 3 bulan sampai 1
tahun (60%). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara lama penggunaan kontrasepsi
suntik DMPA dengan kejadian efek samping (ρ = 0,000 dan < 0,05). Dari sini dapat disimpulkan
bahwa terjadinya efek samping sangat dipengaruhi oleh lamanya penggunaan KB injeksi
DMPA.10 Hasil penelitian Tarsikah, menunjukkan dari 26 responden dengan lama penggunaan
kontrasepsi Depo Medroxyprogesterone ≥ 5 tahun semua (100%) mengalami gangguan seksual.
Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara lama penggunaan suntik DMPA dengan
gangguan seksual (p=0.038).11
Efek samping dari penggunaan kontrasepsi hormonal adalah penambahan berat badan. Hal
ini disebabkan oleh faktor hormonal, akibat dari respon kontrasepsi terjadi penurunan retensi air
dalam tubuh sehingga terjadi obesitas. Salah satu efek samping dari hormon progesteron adalah
meningkatkan nafsu makan untuk menambah berat badan. Sebagai kontrasepsi progesteron murni,
DMPA mencegah produksi estrogen di ovarium dan menurunkan kadar estradiol dalam darah.
Progesteron juga merangsang hormon nafsu makan di hipotalamus. Ketika nafsu makan lebih
besar dari biasanya, tubuh mengalami kelebihan nutrisi dari hormon progesteron, yang diubah
menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit. Wanita sering menyebut kenaikan berat badan
sebagai alasan untuk menghentikan suntikan KB DMPA.12
Keluarga Berencana berkembang menjadi sebuah gerakan yang membutuhkan partisipasi
masyarakat untuk menyelesaikan persoalan kependudukan, utamanya pengendalian penduduk.
Kontrasepsi suntik 3 bulan jika ada keuntungan pastilah ada kerugian dari pemakaian alat
kontrasepsi suntik 3 bulan. Dampak buruk yang dapat muncul pada penggunaan kontrasepsi suntik
3 bulan sering ditemukan keluhan, antara lain: Siklus haid yang memendek dan memanjang,
Perdarahan yang banyak atau sedikit, Perdarahan yang tidak teratur atau perdarahan bercak, Tidak
haid sama sekali (amenorea). Penelitian ini sangatlah penting dilakukan karena masih adanya
beberapa dampak dalam penggunaan KB tersebut. Berdasarkan data-data diatas maka penulis
tertarik melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis efek samping, efektivitas dan
hubungan seksual terhadap pengalaman akseptor KB dalam menggunakan metode KB suntik
DMPA di PMB Bidan X Klapanunggal tahun 2022.
Metode
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus, yaitu pengujian intensif
terhadap suatu entitas tunggal yang dibatasi ruang dan waktu dengan menggunakan berbagai
sumber bukti. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2022. Informan utama yang ditetapkan
dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Peneliti menetapkan 9 orang informan utama yaitu,
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 170
akseptor KB Suntik DMPA, sedangkan informan kunci yaitu Bidan pemilik BPM. Kesepuluh
informan tersebut diwawancarai dengan menggunakan wawancara semi struktur dengan teknik
wawancara mendalam dengan kelompok informan, dilakukan dengan keadaan sadar, sehat, dan
bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh penelitian tanpa ada paksaan.
Tujuan wawancara mendalam ini untuk mengetahui gambaran pengalaman akseptor KB dalam
menggunakan alat kontrasepsi suntik DMPA di PMB Bidan “K” Kelapanunggal. Penelitian ini
diawali dengan transkrip hasil wawancara, setelah proses transkrip wawancara selesai peneliti
membuat matriks untuk menentukan ide pemikiran yang dikemukakan oleh informan dan
mengelompokkannya sesuai dengan kerangka berpikir. Data yang dihasilkan diolah
menggunakan software Microsoft Office dalam mereduksi data, penyajian data, pengambilan
kesimpulan dan verifikasi data.
Hasil
Tabel 1. Karakteristik Informan Penelitian
Lama
Kode Pendidikan Jumlah
No. Nama Umur Pekerjaan Pengguna
Informan Terakhir Anak
KB
1 Ny. Juaili Astuti I1 41 SMP Ibu Rumah 7 Tahun 2
Tahun Tangga
2 Ny. Mini I2 33 SMP Pramuwisma 1 Tahun 2
Tahun
3 Ny. Rika Santi I3 25 SMK Ibu Rumah 4 Bulan 1
Tahun Tangga
4 Ny. Santi I4 26 SMP Ibu Rumah 4,5 Tahun 3
Nurfitrianingsih Tahun Tangga
5 Ny. Rika Nurhayati I5 20 SMP Ibu Rumah 2 Tahun 1
Tahun Tangga
6 Ny. Irma A. I6 38 SMK Karyawan 4 Tahun 2
Maryani Tahun Swasta
7 Ny. Santi Susanti I7 28 SD Ibu Rumah 1 Tahun 2
Tahun Tangga
8 Ny. Suratmi I8 28 SMP Ibu Rumah 6 Bulan 3
Tahun Tangga
9 Ny. Siti Nuraeni I9 35 SD Ibu Rumah 3 Tahun 3
Tahun Tangga
10 Ny. Komalasari I10 40 Profesi Bidan
Tahun Kebidanan
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait kendala ketika selama pemakaian
KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“kadang ga ada yang anter,krn malas berangkat jadi mutus ga kb telat deh..” (I 1)
“ga ada bu…..” (I2)
“ga ada sih..” (I3)
“kendala ga ada bu..” (I4)
“ga ada kendala bu aman…deket juga,,murah juga” (I5)
“ada juga…kadang uangnya belum ada ,suka mentingin buat yang lain dulu..tapi saya ga campur bu sama
suami…” (I6)
“alhamdulillah sih bu ga ada..” (I7)
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 171
“ga ibu alhamdulillah ibu ga ada kendala masih kejangkau bagi saya klo utk kb suntik 3 bulan, bapaknya juga
siap antar….” (I8)
“alhamdulillah aman bu ga ada kendala sama sekali…..” (I9)
“rata rata mereka ga ada kendala sih..datang ke bidan sesuai tanggal suntiknya ada juga yang telat telat dikit
sambil kita anamnesa ulang keterlambatan apakah mempengeruhi kerja [Link] aja…” (I 10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan tidak ada kendala yang berarti
selama pemakaian KB suntik DMPA.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait gejala-gejala lain yang dirasakan
informan selama pemakaian KB suntik DMPA seperti penambahan berat badan, gangguan haid,
berjerawat gangguan gairah sexual, dan lain-lain, dengan hasil wawancaranya:
“sakit badan ,males bergerak bu..” (I1)
“BB ajah bu nambah bengkak….” (I2)
“kebas bu.. dan bb juga pinginnya naik kepingin hingga 55 kg,saat ni 42 kg bu.” (I 3)
“gairah seksual menurun bu..sama jerawat..” (I4)
“ga ada bu…ga ada gejala apapun..” (I5)
“ada bu, muncul payudara sakit tapi ga selalu kadang kadang ajah keluhannya muncul….” (I6)
“ga ada sih bu…itu saja yg disebutkan tadi…” (I 7)
“ga ada sih bu…” (I8)
“ga ada sih bu…alhamdulillah…” (I9)
“ada berjerawat biasanya ada juga yang kearah kokoloteun.. teh apa ya ketuaan.. ya bahasanya cloasma ya
di wajah itu….” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan gejala-gejala yang dirasakan
informan selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya badan pada sakit, berat badan
meingkat, rasa kebas, gairah seksual menurun, muncul jerawat, dan rasa sakit di bagian payudara.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait gejala efek samping yang
mempengaruhi kemampuan informan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, dengan hasil
wawancaranya:
“kerjaan di tunda karena bawaannya merem mulu karena malas..” (I 1)
“males bu..tapi kerjaan numpuk abis siapa yg mau ngerjain klo bukan saya.” (I2)
“biasa ajah sih bu,,kegiatan sehari hari ga begitu keganggu…” (I 3)
“mempengaruhi bu..habis duduk pegal krn bb yang besar, tetep saya aktivitas seperti biasa ga di tunda tunda
kerjaanya…” (I4)
“biasa ajah bu…melakukan aktifitas seperti biasanya..” (I 5)
“ pengaruh bu,..paling saya istirahatin sehari besokny baru dikerjain…..” (I 6)
“ya kalo masalah bb ya kalo abis duduk cepet pegel,,klo jerawat mah ga apa-apa lah bukan hal yg penting
banget diatasin, tapi tetep aktivita sehari hari ga masalah saya jalani…” (I 7)
“ga ada sih bu tetep di jalani aktivitas sehari aman ajah bu seperti biasa…” (I 8)
“alhamdulillah bu,,ga ada paling klopun ngflek ga begitu ngeganggu paling setahun 2 x..” (I9)
“ga sih..paling biasanya ke efek pola makan yang tidak bisa dikendalikan jadi pengaruh ke kenaikan berat
badan, tergantung kita edukasinya ajah gimana kepada mereka bahwa semua penggunaan hormon dan alat
kontrasepsi itu pasti ada efeknya, salah satunya itu, terserah mereka kebanyakan mereka memilih suntik 3
bulan ini lebih nyaman apalagi di zaman covid seperti sekarang ini lebih jarang lagi ketemu bidan karena
suntik bisa dilakukan 3 bulan sekali….” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan gejala efek samping yang
mempengaruhi kemampuan informan dalam melakukan aktifitas sehari-hari diantaranya timbul
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 172
rasa malas sehingga pekerjaan tertunda, timbul rasa pegal setelah duduk, keluar flek, dan pola
makan yang tidak terkendali.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait kerutinan menggunakan KB suntik
DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“rutin bu..kadang terlewat dikit jadi bolong karena mau dapat haid saja.” (I 1)
“rutin bu.” (I2)
“rutin.” (I3)
“rutin bu..” (I4)
“rutin bu..kalo ga rutin ya takut kebobolan ntar…” (I5)
“telat kadang sekali sekali bu…ya kalo telat saya paling ga di pakai sih bu…samapi datang suntik.” (I 6)
“rutin…baru sekali ini bu saya telat 3 hari…karena dede sakit.” (I 7)
“rutin ibu…paling nanti saya februari suntik lagi…” (I8)
“rutin selama ini belum ganti ganti dan ga pernah telat…” (I 9)
“ya dari tingkat efektifitasnya mereka peminatnya lebih banyak,dari yang saya lihat sih akseptor lama masih
kembali lagi,kalo dari akseptor baru biasanya yang menggunakan yang sedang menyusui yang memerlukan
suntuk DMPA ini..” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh informan rutin
menggunakan KB suntik DMPA.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait perubahan-perubahan kerutinan
menggunakan KB suntik DMPA sehingga mempengaruhi kemampuan informan dalam melakukan
aktivitas sehari-hari, dengan hasil wawancaranya:
“pengaruh banget bu..,karena ga haid badan sy rasa sakit semua tapi klo dapat enak badannya..” (I 1)
“pengaruh lah…kayanya maleees gt bawaanya.” (I2)
“biasa ajah bu..krn kebasnya juga ga parah kadang kadang aja, ngflekny sih cukup mempengaruhi karean ga
bisa solat jadinya bu.” (I3)
“ngaruh bu, soalnya kan puyeng mual jadi ga semangat aja untuk beres-beres rumah..” (I4)
“ga pengaruh bu..nyaman saja saya….” (I5)
“pengaruh lah bu, ya kurang sehat ajah gitu kan aktivitas jadi berkurang males ngapa ngapain karena badan
pada sakit…” (I6)
“pengaruh bu, karena mual, pusing jadi males beres-beres…” (I7)
“biasa ajah sih bu ga pengaruh…” (I8)
“ga pengaruh sih bu, biasa ajah…” (I9)
“jika pasien sebenernya paham dari berbagai keluhan lebih kepada gangguan sexual atau libido
berkurang..tapi dari segi efektifitas dia menyusui anak 0-2 tahun itu lebih banyak pakai suntik DMPA karena
tidak mengganggu asi…” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan perubahan-perubahan yang terjadi
akibat kerutinan menggunakan KB suntik DMPA diantaranya badan terasa sakit bila tidak kunjung
haid, timbul rasa malas dalam berkegiatan, rasa kebas, keluar flek, timbul rasa pusing dan mual,
serta ganguan seksual atau libido berkurang.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait keuntungan dan kerugian yang
dirasakan informan selama pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“keuntungannya jangka suntiknya jauh, aman yakin ga bobol.., kerugiannya..bb naik badan sakit tensi
cenderung turun bu...” (I1)
“keuntungannya..emang biar nyaman aj klo pil takut lupa, ruginya badan nambah gede aja.” (I 2)
“keuntungannya asinya lancar bu,,.kerugiannya BB ga naik, saya pingin rada gemuk gt.” (I 3)
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 173
“keuntungannya ga terlalu sering di suntik, murah jadi ga sering kluar uang ruginya berat badan naik, haidnya
tidak lancar.. pinginnya bb turun.” (I4)
“untungnya enak lama bu…jangka suntiknya, ruginya karena ga haid, .katanya darahnya gumpal bahaya bu
klo ga haid..hehe.” (I5)
“untungnya ya karena tidak haid jadi bisa solat rutin, puasa bisa dilakoni, jaraknya lama ke jangka suntik,
ruginya keram perut dan badan teh suka pada sakit napah bu…” (I6)
“untungnya mungkin ga terlalu sering disuntik, murah ga sering keluar dana karena jangka 3 bulan
sekali…ruginya badan pada sakit aja, haid ga lancer tapi buat saya ga masalah bu” (I 7)
“asi nya jadi lancar, kalau, pil takut, kebobolan karena saya suka lupa, jarak suntiknya lama ruginya ga ada
sih bu…” (I8)
“kalo pake yang suntik 3 bulan ga takut kecolongan bu karena jangka suntiknya yang agak lama, ruginya sih
ga ada bu..saya cenderung cocok untuk kb 3 bulan bu…” (I 9)
“yaa sangat efektif untuk pencegahan kehamilan jangka panjang dan sedikit sih gangguannya, kalau
kelemahannya itu paling kenaikan bb sama gangguan haid.” (I 10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan keuntungan yang dirasakan
informan selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya jangka suntik yang panjang, ASI
lancar, harga murah, dan sangat efektif untuk pencegahan kehamilan jangka panjang. Sedangkan
untuk kerugian diantaranya berat badan menjadi meningkat, dan haid tidak lancar.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait perubahan intesitas dalam
berhubungan intim selama penggunaan KB suntik dibandingkan sebelum penggunaan KB suntik
DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“lebih berkurang intesitasnya cenderung malas…” (I 1)
“males bu.. tapi gimana ya , namanya juga kewajiban.” (I2)
“malas bu e..” (I3)
“males bu..” (I4)
“ga ada bu,biasa ajah heheh.” (I5)
“ada bu,,cenderung males bu…” (I6)
“males napah bu…ga tau tuh maunya tidur ajah tapi gimana tetep harus di lakuin uda kewajiban kan.” (I7)
“ga ada bu ..biasa ajah..seperti semula…” (I8)
“ga ada perubahan bu…biasa ajah…” (I9)
“Menurut yang saya temui pada pasen saya cenderung untuk rasa gairah atau keinginanya kurang kalo dilihat
dari isi DMPA ada pengaruh dari isi obat DMPA yang mengandung hormone progesterone yang salah satunya
mempengaruhi hormone sexual, tapi bisa jadi dr pasennya sendiri misalnya kesibukan si pasien itu sendiri…”
(I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan tidak ada perubahan intesitas dalam
berhubungan intim selama penggunaan KB suntik, tetapi terasa lebih malas.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait frekuensi dalam satu minggu untuk
melakukan hubungan intim dengan suami selama pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil
wawancaranya:
“paling semimggu kadang seminggu 1x bahkan bisa pernah dalam seminggu.” (I1)
“seminggu 2 kali..” (I2)
“sebulan sekali sih bu..” (I3)
“seminggu paling 1x..” (I4)
“seminggu sekali…” (I5)
“sebulan paling 2 x bu …hehe..” (I6)
“seminggu paling 2x…” (I7)
“paling sebulan 1 x bu,,karena mungkin sudah cape bu anaknya banyak kecil kecil lagih..hehe.…” (I 8)
“seminggu 3 kali bu hehe…” (I9)
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 174
“nah kalau itu mereka ga beritahu lebih detil dah hanya saja ada saja yang melaporkan bahwa setelah suntik
KB DMPA ini cukup mempengaruhi kuantitas sexual mereka jadi lebih jarang, ada juga yang melaporkan
bahwa tidak ada masalah untuk kuantitas sexual mereka, kembali lagi paling kita lakukan edukasi yang tepat
saja sesuai porsi permasalahannya…” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan dalam setiap bulannya informan
melakukan hubungan seksual, baik satu kali dalam sebulan maupun seminggu.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait keluhan ketika berhubungan intim
selama pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“moodnya berubah ..” (I1)
“ga ada…” (I2)
“kok keset gitu bu…jadi kaya perawan lagi” (I3)
“ga ada keluhan sih bu dari suami mah…kalo saya cenderung ga mood..” (I 4)
“ga ada bu nyaman ajah…” (I5)
“ga ada sih bu…biasa ajah…” (I6)
“ga ada sih kalo dr suami…kalo dari saya ya moodnya kurang saja saat melayani…” (I 7)
“aman-aman ajah bu…” (I8)
“ga ada keluhan apapun…bu..” (I9)
“ada saja suami yang mengeluh dampak dari si isteri yg menggunakan kb suntik DMPA yaitu tadi bisa dari
pengaruh hormone progesteron yang mendominasi atau dari efek spooting tadi yang dikira haidnya yang ga
kelar kelar…jadi mengganggu aktivitas sexual suami tapi kita sendiri sebagai bidan bisa menjelaskan bahwa
tidak masalah klopun masih terjadi spooting berhubungan sexual tidak akan mengganggu karena itu kan
perdarahan di luar haid ya kan gt, atau bisa saja kita kasih terapi untuk meringankan keluhan spootingnya itu
tadi agar nyaman saat hubungan sexual dan tinggal bagaimana edukasi kita saja ke pasien…” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan keluhan ketika berhubungan intim
selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya mood yang kadang berubah, terasa kesat di
vagina, aktivitas seksual yang tidak menentu yang dikarenakan haidnya tidak teratur.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait perasaan informan saat melakukan
hubungan seksual selama pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“ga nyaman.” (I1)
“agak males ajah bu karena berat badan besar heehe…” (I 2)
“enjoy ajah..cuma rasa kaya gadis lagi.” (I3)
“biasa ajah sih bu..” (I4)
“enjoy ajah bu…” (I5)
“biasa ajah sih bu suami mah ga pernah ngomong apa-apa kalo saya ya gitu cenderung hoream ibu…hehe
karena ada keram perut gt bu…” (I6)
“dinikmati aja bu..” (I7)
“biasa ajah bu saya sama suami nikmati ajah wong mikir apalagi sih ya bu kalo lagi begituan ya nikmati
ajah…hehehe.” (I8)
“enak ajah bu…nyaman.” (I9)
“memang ada beberapa pasangan yang mengeluhkan kok anyep-anyep gt ya rasanya, ya itu tadi bisa jadi
pengaruh dari hormone dari DMPA yang sedikit banyaknya mempengaruhi…” (I 10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan perasaan informan saat melakukan
hubungan seksual selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya merasa tidak nyaman, agak
males, terasa seperti gadis lagi dan merasa menikmati.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait pengalaman informan selama
pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 175
“bb naik, tidak dapat haid, ngflek - ngflek bu muncul biasanya seminggu sebelum suntik.” (I1)
“ga dapet haid, badan naik trus..” (I2)
“mens mulu bu sampe deres ada tuh 2 mnggu lebih sekarang mah tinggal ngflek-ngflek aja,” (I3)
“tidak haid , sakit kepala hingaa mual….bb naik.,badan pada pegal bu..” (I 4)
“tidak haid sama sekali, kadang sakit kepala tidak ngflek bu..tidak ada keluhan yang berat sih bu..saya
cenderung nyaman aja…” (I5)
“suka mual bu, emosi saya juga sering marah marah bu, bb saya turun terus bu dari pemakaian awal 10 kg,
sama itu bu suka keram perutnya jadi takut…” (I6)
“tidak haid bu,kadang berjerawat muncul seminggu mau suntik, hubungan intim sama suami suka males ajah
bu, badan suka pada pegel …” (I7)
“waktu pemakaian awal 1 minggu perdarahan banyak bu, selanjutnya ngflek-ngflek ajah paling sebulanan lah
bu, bb juga naik …” (I8)
“suka ngflek bu..,dan tidak haid bu…emosian kadang kadang aja…Lainnya sih dalam batas normal semua.”
(I9)
“kalo dilihat dari pengalamannya pasien lebih banyaknya memang pakainya pakai suntik yang DMPA karena
jangkanya 3 bulan dan pasien yang masih daerah sini lebih efektif jika diukur dengan jarak dan
waktu…keluhan mereka yang lain yang saya temui antara lain kenaikan berat badan, tidak haid, spooting
yang membuat pasien ga nyaman., kadang ada juga mereka amenore yang membuat mereka berniat minta
ganti.” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa pengalaman yang dirasakan
informan diantaranya berat badan terus meningkat, keluar flek terus, sakit kepala, emosian dan
spooting yang membuat tidak nyaman.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait perasaan informan selama
pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“nyaman sih nyaman,,tapi di BB yang ga nyaman,tiap bulan bisa naik 2 kg bu...” (I 1)
“ga nyaman...” (I2)
“bingung bu dan ga nyaman bu ,dikit - dikit hrs bolak balik ganti karena tembus belum lagi menyusui repot..”
(I3)
“nyaman ajah sih bu perasaannya..” (I4)
“enak bu kb 3 bulan..” (I5)
“nyaman ga nyaman sih bu..” (I6)
“bagi saya sih perasaannya nyaman ajah bu….” (I7)
“nyaman ajah saya mah mungkin karena jaraknya lama y…cenderung cocok saya mah untuk suntik 3 bulan
ini…” (I8)
“nyaman ajah sih bu..kalau suntik 3 bulan agak tenang saya bu..” (I9)
“kalo dilihat dari harga dan keefektifan 3 bulan sekali lebih banyak yang digunakan oleh pasen dari segi
waktu dan harga lebih praktis jadi lebih bnyak yang pakai.” (I 10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan perasaan informan selama
pemakaian KB suntik DMPA adalah ada yang menyebutkan nyaman dan ada pula yang
menyebutkan tidak nyaman.
Berikut terkait hasil wawancara dengan informan terkait rencana mengganti metode KB
jenis lain selama pemakaian KB suntik DMPA, dengan hasil wawancaranya:
“ada sih rencana ganti ..yang pil bu supaya lancer haidnya.” (I 1)
“ada pingin ganti pil.” (I2)
“ada bu..rencana ganti...” (I3)
“ada rencana ganti bu…supaya pingin rasain yg sebulan pegal dan haid lancar tidak.” (I4)
“ada bu..pingin pil aja bu pingin haid..” (I 5)
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 176
“ada rencana ganti yang sebulan karena takut ada penyakit lain …karena sering muncul kram di
perut…badanpun pada sakit.” (I6)
“ga ada rencana ganti bu tapi mau stop kerena pingin nambah anak bu..hehe.” (I 7)
“ngga bu untuk sementara…tapi kalau sudah tidak menyusui ya saya ganti biasanya bu…” (I 8)
“pingin ganti bu saya yang sebulan dulu palingan…” (I9)
“ada..biasanya kalo sudah selesai menyusui mereka minta kanti ke metode kb lain atau mmungkin dari segi
efek samping salah satunya kenaikan berat badan yang paling banyak di keluhkan mereka berniat ganti metode
kb lain.” (I10)
Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat disimpulkan ada informan yang tidak berencana
mengganti dan ada yang memiliki rencana mengganti metode KB jenis lain selama pemakaian KB
suntik DMPA.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti terhadap informan mengenai
pengalaman informan dalam menggunakan KB Suntik DMPA didapatkan hasil yang tidak jauh
berbeda dari semua informan, semua informan penelitian memiliki efek samping yang
menggambarkan bahwa adanya gejala efek samping yang mempengaruhi kemampuan informan
dalam melakukan aktifitas sehari-hari diantaranya timbul rasa malas sehingga pekerjaan tertunda,
timbul rasa pegal setelah duduk, keluar flek, dan pola makan yang tidak terkendali. Terkait gejala
yang timbul dirasakan informan selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya badan pada
sakit, berat badan meningkat, rasa kebas, gairah seksual menurun, muncul jerawat, dan rasa sakit
di bagian payudara.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan hasil penelitian terhadap 49
responden, menunjukkan responden yang kurang dari 3 kali penyuntikan DMPA yang mengalami
peningkatan berat badan sebanyak 7 orang (23,3%) dan tidak mengalami peningkatan berat badan
sebanyak 14 orang (73,7%). Sedangkan responden yang lebih dari 3 kali melakukan penyuntikan
DMPA yang mengalami peningkatan berat badan sebanyak 23 orang (76,7%) dan yang tidak
mengalami peningkatan berat badan sebanyak 5 orang (26,3%). Uji statistik menunjukkan
hubungan yang signifikan antara penggunaan KB suntik DMPA dengan peningkatan berat badan
dengan p-value 0,002.13
Berdasarkan penelitian lain efek samping lain pemakaian KB suntik DMPA setelah 2 tahun
pemakaian berupa peningkatan berat badan. Dari 74 responden diperoleh hasil responden
mengalami peningkatan berat badan setelah 2 tahun pemakaian KB suntik DMPA yaitu sebanyak
43 responden (58,1%). Sedangkan hasil penelitian Lilis Chandrayanti menunjukkan bahwa
terdapat efek samping dari lama pemakaian dengan gangguan siklus menstruasi akseptor KB
DMPA dengan nilai p = 0,036.14 Penelitian lain berkaitan dengan Efek samping dari kontrasepsi
suntik DMPA berupa perubahan menstruasi 100%, peningkatan berat badan 66,7%, depresi 40%,
sedangkan efek samping kontrasespsi suntik Cyclofem 41,2% terjadi rasa mual dan gelisah, 64,7%
sakit kepala dan 64,7% nyeri payudara ringan.15
Efek samping secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat dalam sesuatu
hal yang dikonsumsi/dipakai. Dalam setiap keputusan seseorang untuk mengkonsumsi/memakai
sesuatu yang diambil oleh seorang biasanya mempunyai efek samping tersendiri, baik itu positif
maupun negatif. Efek samping juga bisa merupakan proses lanjutan dari sebuah intervensi.16
Kontrasepsi hormonal DMPA mengandung hormon estrogen dan progesteron yang
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 177
memiliki efek samping jika terjadi ketidakseimbangan antara kedua hormon tersebut dapat
menyebabkan perubahan aktivitas seksual, karena hormon progesteron menekan hormon estrogen
sehingga kekeringan vagina dan menyebabkan perubahan aktivitas seksual.17 Penggunaan alat
kontrasepsi hormonal dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan berbagai efek samping
salah satunya adalah perubahan berat badan. Namun demikian, berat badan yang bertambah
umunya tidak terlalu besar, hal ini bervariasi antara kurang dari 1 kg sampai 5 kg dalam tahun
pertama. Sebagian besar wanita dari pasangan usia subur yang merupakan akseptor pengguna alat
kontrasepsi mengalami peningkatan berat badan. Walaupun tingkat kelahiran dapat ditekan dalam
mengatasi laju pertumbuhan penduduk, namun tidak dapat dihindari timbulnya dampak lain akibat
penggunaan alat kontrasepsi khususnya penggunaan alat kontrasepsi hormonal dalam jangka
waktu tertentu yang dapat menimbulkan berbagai efek samping, salah satunya adalah perubahan
berat badan.18 Penambahan berat badan yang terjadi merupakan efek samping pada kontrasepsi
suntik, efek samping ini merupakan penyesuaian tubuh terhadap perubahan hormone sehingga
kemungkinan penambahan berat badan yang terjadi tidak berlangsung lama.19
Peneliti Berasumsi bahwa semua informan akseptor KB di PMB Bidan K Kelapanunggal
memiliki efek samping yang berbeda-beda salah satunya peningkatan berat badan, rasa kebas,
gairah seksual menurun, muncul jerawat, pola makan tidak baik, gangguan haid dan rasa sakit di
bagian payudara. Akan tetapi penggunaan KB Suntik DMPA ini merupakan solusi tingkat
kelahiran dapat ditekan dalam mengatasi laju pertumbuhan penduduk, namun tidak dapat dihindari
timbulnya dampak lain akibat penggunaan alat kontrasepsi khususnya penggunaan alat kontrasepsi
hormonal dalam jangka waktu tertentu yang dapat menimbulkan berbagai efek samping.
Berdasarkan hasil penelitian, mengenai efektivitas akseptor KB dengan keuntungan yang
dirasakan informan selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya jangka suntik yang panjang,
ASI lancar, harga murah, dan sangat efektif untuk pencegahan kehamilan jangka panjang.
Sedangkan untuk kerugian diantaranya berat badan menjadi meningkat, dan haid tidak lancar.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lama kembalinya kesuburan setelah
pemakaian kontrasepsi suntikan kombinasi di Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir yang
≤ 3 bulan adalah 26 orang (86,7%) sedangkan yang >3 bulan adalah 4 orang (12,3%).20
Berdasarkan penelitian Agustin, tentang perbedaan pengembalian kesuburan pasca kb suntik 1
bulan dan kb suntik 3 bulan (DMPA) di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten
Semarang diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara pengembalian kesuburan pada ibu pasca
KB suntik 1 bulan dengan suntik 3 bulan. Rata-rata pengembalian kesuburan pada ibu pasca KB
suntik 1 bulan adalah selama 7,1 bulan sedangkan pada ibu pasca KB suntik 3 bulan lebih lama
yaitu 13,9 bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembalian kesuburan pada ibu pasca KB suntik
3 bulan secara signifikan lebih lama dibandingkan pada KB suntik 1 [Link] dari penelitian
tersebut, belum diketahui apakah ada hubungan lamanya penggunaan kontrasepsi suntikan dengan
kembalinya kesuburan pada post akseptor kontrasepsi suntikan tersebut.21
Kontrasepsi suntikan kombinasi merupakan metode suntikan yang pemberiannya tiap
bulan dengan jalan penyuntikan secara intramuscular sebagai usaha pencegahan kehamilan berupa
hormone progesterone dan estrogen pada Wanita usia subur. Kontrasepsi suntikan kombinasi
sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan. Namun,
selain memiliki keuntungan pemakaian kontrasepsi suntikan ini pun memiliki kerugian. Yaitu
terjadi perubahan pola haid seperti tidak teratur, perdarahan bercak atau spooting, perdarahan
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 178
selama sampai sepulu hari, mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini akan
hilang setelah suntikan kedua atau ketiga. Selain itu, pemulihan kesuburan kemungkinan terlambat
setelah penghentian pemakaian kontrasepsi suntikan kombinasi. Banyak sekali keuntungan yang
didapat dari penggunaan kontrasepsi ini diantaranya adalah selain tingkat efektifitas nya yang
tinggi, cara pemakaiannya sederhana dan cukup menyenangkan bagi akseptor (injeksi hanya 4 kali
dalam setahun), cocok untuk ibu-ibu yang menyusui anak, tidak berdampak serius terhadap
gangguan pembekuan darah dan jantung karena tidak mengandung hormon estrogen, dapat
mencegah kanker endometrium, kehamilan ektopik, serta beberapa penyebab penyakit akibat
radang panggul dan menurunkan krisis anemia bulan sabit.22
Kontrasepsi suntikan berdaya Kerjasama yang sekarang banyak dipakai adalah jenis
suntikan kombinasi dan jenis suntik DMPA (Depot Medroxy Progesterone Acecate). Kedua jenis
kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektivitas yang tinggi dengan 0,3 kehamilan per100.
Perempuan-perempuan, asal penyuntikannya dilakukan secara teratur. Namun, tidak dapat
dipungkiri selain memiliki banyak kelebihan kontrasepsi jenis suntikan juga mempunyai beberapa
kerugian salah-satunya adalah terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.23
Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan terlambatnya kembali kesuburan
bukan karena terjadinya kerusakan/kelainan pada organgenitalia melainkan karena belum
habisnya pelepasan obat suntikan dari deponyaa tau tempat suntikannya.24 Ada beberapa
keuntungan bila menggunakan kontrasepsi suntikan kombinasi, yaitu kontrasepsi ini aman,
mempunyai efek samping dan risiko yang kecil terhadap kesehatan, tidak berpengaruh pada
hubungan suami istri, dan dapat digunakan untuk Jangka panjang. Selain itu kontrasepsi suntikan
kombinasi iniefektif dan relative murah, pasien tidak perlu menyimpan obat suntik, serta tidak
diperlukan pemeriksaan.25
Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan semua informan akseptor KB di PMB Bidan
K, merasakan keefektifan jangka panjang dalam menggunakan KB Suntik DMPA, sedangkan
lamanya masa tidak subur tergantung pada kecepatan metabolisme DMPA dan juga berat badan
akseptor itu sendiri. Pada DMPA obat kontrasepsi yang disuntikkan akan tersimpan dalam jaringan
lemak tubuh dan dalam darahnya masih tersimpan hormon Progesteron, sehingga sebagian wanita
memerlukan waktu untuk mendapatkan kesuburan Rahim yang sebelumnya kondisi pada dinding
endometrium mengalami atrofi dengan kelenjar yang tidak aktif. Hasil penelitian ini menunjukan
terdapat perasaan informan saat melakukan hubungan seksual selama pemakaian KB suntik
DMPA diantaranya merasa tidak nyaman, agak terasa males seperti gadis lagi dan merasa
menikmati. Hal ini dipengaruhi beberapa informan merasakan keluhan ketika berhubungan intim
selama pemakaian KB suntik DMPA diantaranya mood yang kadang berubah, terasa kesat di
vagina, aktivitas seksual yang tidak menentu yang dikarenakan haidnya tidak teratur.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya, menunjukkan hasil uji
koefisien kontingensi dengan taraf kesalahan p<α =0,05 didapatkan p-value sebesar 0,02 yang
menunjukkan ada hubungan lama pemakaian KB suntik DMPA dengan penurunan libido, serta
didapatkan nilai r sebesar 0,418 yang berarti tingkat keeratan hubungan lama pemakaian KB suntik
DMPA dengan penurunan libido cukup kuat. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa
ada Hubungan Lama Pemakaian KB Suntik DMPA dengan Penurunan Libido akseptor KB
DMPA di Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.26
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 179
Hasil penelitian lain menunjukkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penggunaan
KB suntik DMPA dengan penurunan libido didapatkan sebanyak 40 (100%) responden, dan dari
40 responden didapatkan hasil setengah responden yang mengalami penurunan libido sedang
sebanyank 22 (55%) responden. Berdasarkan hasil uji lamda diperoleh nilai ρ < 0,047 dengan
tingkat kemaknaan α (0,05), berarti nilai ρ-value < dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha
diterima yang berarti ada hubungan lama penggunaan KB DMPA dengan penurunan libido di BPS
Siti Muzayyana Socah Bangkalan.27
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan KB hormonal
dengan gangguan fase seksual. Gambaran tersebut dilihat pada hasil uji Rank Spearman dengan p-
value sebesar 0,015 dan dapat diartikan bahwa ada hubungan antara penggunaan KB hormonal
dengan gangguan fase seksual pada penerima KB di Polindes Desa Poter Kabupaten Tanah Merah.
Sebagian besar responden mengatakan bahwa penggunaan KB hormonal sangat membantu dalam
mencegah kehamilan, namun ada beberapa efek samping yaitu penurunan keinginan, nyeri, dan
penurunan frekuensi hubungan seksual.28
Hasil ini sesuai dengan penelitian Intan, yang menemukan bahwa efek dari hormon
progesteron pada dari kontrasepsi hormonal lendir serviks dan kapasitas rahim pada berkurang sel
yang diperoleh yang dibuahi, jadi efek sampingnya adalah penurunan aktivitas seksual. ini
mengakibatkan penurunan minat/gairah seksual akseptor hormonal KB bahwa minat ini dalam
hubungan seksual dalam 4 minggu hanya kadang-kadang bahkan hanya mengatakannya beberapa
kali. Pengguna KB mengeluhkan gairah menurun 13 dan merasa malas saat berhubungan
menyebabkan penurunan frekuensi hubungan intim. Para akseptor juga mengeluh vagina kering
saat berhubungan (kekurangan lendir).29
Akseptor setelah memakai KB suntik DMPA selama 2 tahun atau lebih dari 2 tahun terjadi
penurunan libido. hal ini diakibatkan pemakaian KB suntik DMPA dalam jangka waktu yang lama
dapat menimbulkan kadar estrogen dan mempengaruhi metabolisme hormon dalam tubuh serta
dapat semakin banyak terjadi efek samping. Penurunan kadar estrogen pada akseptor KB suntik
DMPA akan terlihat menurun setelah 2 tahun pemakaian akan terus menururn sampai berhenti
memakai KB suntik DMPA efek ini akan menghilang setelah depot sehingga meskipun akseptor
telah berhenti memakai KB suntik DMPA, metabolisme tubuh butuh waktu kembali normal, Hal
ini semakin lama menggunakan kontrasepsi hormonal dapat mengakibatkan penumpukan
progesteron di dalam tubuh. Adanya progesteron yg berlebihan akan mengakibatkan penurunan
kadar estrogen sehingga hormon testosteron wanita tidak akan terbentuk yang akan mengakibatkan
gairah seksual wanita menurun.30
Salah satu masalah yang diakibatkan oleh penggunaan alat kontrasepsi adalah masalah
seksual. Hal ini tentu saja dapat berdampak secara hormonal pada kualitas hidup dan kesehatan
emosional wanita. Munculnya gangguan fase seksual pada perempuan secara tidak langsung
memiliki efek negatif terhadap kehidupan suami istri dan apabila fatal berujung pada perceraian.
Oleh karena itu, penggunaan alat kontrasepsi memerlukan perhatian khusus karena dapat
menyebabkan gangguan fungsi seksual.31
Menurut asumsi peneliti, Setiap jenis KB memiliki kelebihan, kelemahan dan efek
sampingnya masing-masing namun pada kebanyakan kasus penurunan gairah seksual
merupakan efek samping yang dapat dijumpai pada setiap penggunaan jenis KB
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 180
meskipun penurunan gairah seksual dapat terbentuk tidak hanya dari penggunaan KB,
namun juga ada banyak faktor lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku
dan juga keinginan yang nantinya akan memicu terjadinya penurunan gairah seksual. Hal ini
dikarenakan KB Suntik DMPA mengandung progesterone yang efek kerjanya adalah
antietrogenik, sehingga penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan defisiensi estrogen
sebagian. Efek dari progesterone sintetik (DMPA) adalah mengurangi sekret, peningkatan
viskositas dan menurunkan spinbarkeit. Sedangkan manfaat estrogen sendiri membantu adanya
sekresi pada organ reproduksi, sehingga hipoestrogen yang terjadi pada tubuh wanita dapat
menurunkan libido, nyeri saat bersenggama serta terjadinya penurunan densitas tulang. Masalah
seksual lain yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi hormonan berbeda antara satu
individu dengan kalian, bergantung pada respon fisiologis setiap orang., namun peran testosterone
dalam menumbuhkan gairah seksual pada wanita perlu dipertimbangkan. Wanita yang lebih
sensitive terhadap testosterone, memiliki perubahan masalah seksual yang lebih banyak. Akseptor
KB DMPA cenderung lebih sering memiliki mood negative. Oleh sebab itu, Efek samping dari
pemakaian KB hormonal berhubungan dengan libido seksual akan berdampak pada kualitas
kepuasan seksual bagi pasangan suami istri.
Menurut Asumsi, maka dapat disimpulkan ada informan yang tidak berencana mengganti
dan ada yang memiliki rencana mengganti metode KB jenis lain selama pemakaian KB suntik
DMPA. Perasaan informan selama pemakaian KB suntik DMPA adalah ada yang menebutkan
nyaman dan ada pula yang menyebutkan tidak nyaman. Pengalaman yang dirasakan informan
diantaranya berat badan terus meningkat, keluar flek terus, sakit kepala, emosian dan spooting
yang membuat tidak nyaman. Pengalaman dan perasaan yang menyenangkan selama berhubungan
seksual dengan pasangan mempengaruhi kepuasan seksual wanita dan mengurangi disfungsi
seksual. Seksualitas, hasrat seksual dan gairah seksual lebih banyak dipengaruhi oleh kesehatan
mental dan perasaan para pasangannya.
Kesimpulan
Akseptor KB dalam menggunakan KB suntik DMPA memiliki pengalaman dan efek
samping yang berbeda-beda, tetapi efektif dalam pencegahan kehamilan, serta tidak ada perbedaan
dalam berhubungan seksual. Diharapkan tenaga kesehatan di Bidan “K” Kelapanunggal lebih
meningkatkan konseling mengenai penggunaan dan efek samping dari alat kontrasepsi. Selain itu,
akseptor dapat menambah pengetahuan tentang efek samping dari penggunaan KB DMPA dengan
cara mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan, membaca buku, mencari di media informasi
internet dan media-media informasi lain sehingga dapat menanggulangi secara dini jika terjadi
efek samping pada penggunaan KB suntik DMPA.
Konflik Kepentingan
Peneliti menyatakan bahwa penelitian ini independen dari konflik kepentingan individu
dan organisasi
Ucapan Terima Kasih
Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu proses
penelitian ini.
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 181
Pendanaan
Sumber pendanaan diperoleh dari peneliti
Daftar Pustaka
1. Matahari, R., & Utami FP. Buku Ajar Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Yogyakarta: Pustaka Ilmu
Group; 2018.
2. Nugraheni Nazilla & Fifi. Gambaran Tingkat Pengetahuan Akseptor Kb Suntik Tentang Efek Samping Dmpa
(Depo Medroxy Progesteron Asetat) di Kelurahan Kalibeber Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo.
Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2020.
3. WHO. World Health Organization (WHO). World health statistics 2019: monitoring health for the SDGs,
sustainable development goals. Geneva: WHO. 2016.
4. BKKBN. Peraturan Kepala Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 2 Tahun 2017
tentang Standar Kompetensi Penyuluh Keluarga Berencana. Jakarta: BKKBN. 2018.
5. Kementerian Kesehatan RI. Hasil Utama Rikesdas 2018. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. 2018.
6. Kementerian Kesehatan RI. Laporan Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan Badan
Penelitian dan Pengembangan Republik Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. 2018.
7. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor. Provinsi Jawa Barat dalam Angka Tahun 2019. Bogor: BPS
Kabupaten Bogor. 2020.
8. Indahwati L, Wati LR, Wulandari DT. Usia dan Pengalaman KB Berhubungan dengan Pemilihan Metode
Kontrasepsi. J Issues Midwifery. 2017.
9. Setyoningsih FY. Efek Samping Akseptor KB Suntik Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) di BPM
Fitri Hayati. J Kebidanan Malahayati. 2020.
10. Rakhmawati D. Hubungan antara Lama Pemakaian KB Suntik DMPA dengan Timbulnya Efek Samping
pada Akseptor KB di PMB Henry WulandarI, [Link] Keb Desa Antirogo Kabupaten Jember. Indones J Health
Sci. 2018.
11. Tarsikah T. Gangguan Seksual pada Akseptor Suntik Depo Medroxyprogesteron Asetat. J Kesehat Metro Sai
Wawai. 2020.
12 Suharsimi A. Prosedur penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. 2016.
13. Ipaljri A. Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Terhadap Peningkatan Berat Badan pada Akseptor KB
di Puskesmas Baloi Permai Kota Batam Tahun 2019. Zo Kedokt Progr Stud Pendidik Dr Univ Batam. 2021.
14. Yanti LC, Lamaindi A. Pengaruh Pengaruh KB Suntik DMPA Terhadap Gangguan Siklus Menstruasi pada
Akseptor KB. J Ilm Kesehat Sandi Husada. 2021.
15. Rusminah Rusminah, Evy Tri Susanti DY. Efek Samping Kontrasepsi Suntik Depo Medroxy Progesterone
Asetat (DMPA) Dan Cyclofem Pada Akseptor KB Suntik. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti 4.1 (2018): 21-
24. 2018.
16. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online Defenisi Kata. (28
Pebruari 2019). KBBI. 2019.
17. Kumalasari I, Andhyantoro I. Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Kebidanan Dan Keperawatan
Jakarta: Selemba Medika. Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Kebidanan Dan Keperawatan. 2012
18. Wenang DC, Noviana AC. Perubahan Siklus Menstruasi Pada Akseptor KB Suntik Depo
Medroksiprogesteron Asetat (DMPA) Dan Implan Di Wilayah Kerja Puskesmas Karanan Kabupaten
Trenggalek. J Ilm Kedokt Wijaya Kusuma. 2018
19. Mega WH. Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana. Jakarta: CV. Trans Info Media; 2017
20. Aldriana N, Azmariza. Hubungan Lamanya Pemakaian Kontrasepsi Suntikan Dengan Kembalinya
Kesuburan Pada Post Akseptor Kontrasepsi Suntikan Di Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir. J
Martenity Neonatal. 2017
21. Agustin R. Perbedaan Pengembalian Kesuburan Pasca KB Suntik 1 Bulan dan KB Suntik 3 Bulan (DMPA)
di Desa Nyatnyo Kecamatan Unggaran Barat Kabupaten Semarang.
([Link] diaksestanggal4
Maret2017(2016). 2016.
22. Mulyani N. Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. In: Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. 2016.
23. Sibagariang Eva. Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: CV. Trans Info; 2013
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 182
24. Affandi B. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2013.
25. Anggraini Yetti M. Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta: Roh; 2016.
26. Damailia HT, Saadati K. Hubungan Lama Pemakaian Kb Suntik DMPA (Depo Medroxyprogesterone
Acetate) Dengan Penurunan Libido Pada Akseptor KB DMPA. Bhamada J Ilmu dan Teknol Kesehat. 2016.
27. Ningsih R. Hubungan Lama Penggunaan KB Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesteron Asetat) dengan
Penurunan Libido pada Akseptor KB DMPA di BPM Siti Muzayyana A. MD. Keb Socah Bangkalan. Diss.
STIKes Ngudia Husada Madura, 2021.
28. Ningsih MK. Hubungan Gangguan Fase Seksual dengan Penggunaan KB Hormonal pada Akseptor KB
(Studi di Polindes Desa Poter Tanah Merah Madura). Diss. STIKes Ngudia Husada Madura, 2021.
29. Karimah IN. Perbedaan Kontrasepsi Hormonal Suntik DMPA dan Pil Kombinasi dengan Penurunan Gairah
Seksual Akseptor KB di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2019. J Midwifery
Reprod. 2019.
30. Syaifudin. Ilmu Biomedik Dasar. Jakarta: Salemba Medika; 2016.
31. Sari. Karakteristik Ibu Hamil Berhubungan dengan Pengetahuan dalam Penggunaan Kontrasepsi Pasca
Persalinan. Jurnal Kesehatan Manarang, Vol 6 No 2. 2020.
IJMS pISSN:2798-4966 | pISSN:2798-4958 Nomor: 01 Volume: 02 Tahun 2023 183