Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
I. Tahap Prakonstruksi
1. Penentuan Perubahan Masyarakat sekitar Melakukan sosialisasi secara Kantor Sekali Melakukan Kantor Kepala 1 kali selama Instansi Pelaksana: -
lokasi dan persepsi tapak kegiatan transparan kepada Kepala Desa prakonstruksi pengamatan dan Desa tahap Bpk. Candra
perizinan masyarakat khususnya Desa masyarakat sekitar tapak Kedungrandu wawancara Kedungrandu prakonstruksi Hermawan
Kedungrandu kegiatan dengan melibatkan atau lainnya dengan atau lainnya Instansi Pengawas:
masyarakat terkena dampak, yang masyarakat. Data yang DLH Kab.
tokoh masyarakat, ditentukan. dianalisis secara ditentukan. Banyumas
pemerintah desa dan instansi deskriptif. Instansi Penerima
berwenang lainnya. Laporan: DLH Kab.
Melakukan perizinan dan Dinas/instansi Banyumas
rekomendasi teknis sesuai berwenang
dengan ketentuan peraturan
yang berlaku.
II. Tahap Konstruksi
1. Rekruitmen Terbukanya Peluang kerja Memprioritaskan kontraktor Kecamatan Selama Mendata jumlah Kantor 1 (satu) kali Instansi Pelaksana: -
tenaga kerja peluang kerja tenaga kerja lokal sekitar tapak kegiatan dan Patikraja dan rekruitmen tenaga kerja lokal lapangan di pada tahap Bpk. Candra
konstruksi sekitar tapak mewajibkan kontraktor masyarakat tenaga kerja yang terserap. tapak kegiatan konstruksi Hermawan
kegiatan sebesar memprioritaskan tenaga kerja sekitar tapak konstruksi. Instansi Pengawas:
60% atau 24 orang lokal sekitar tapak kegiatan kegiatan Disnakerkop & UKM
sesuai kompetensi dan khususnya Kab. Banyumas
kebutuhan. Apabila Desa Instansi Penerima
diperlukan berkoordinasi Kedungrandu Laporan: DLH Kab.
dengan pemerintah desa Banyumas
atau tokoh masyarakat di
sekitar lokasi kegiatan dalam
merekrut tenaga kerja lokal. Tapak
Membuat kesepakatan kerja kegiatan
sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
2. Mobilisasi Gangguan Tundaan lalu lintas Tidak memarkirkan Kendaraan Selama Pengamatan Tapak kegiatan Minimal 1 (satu) Instansi Pelaksana: -
material dan kelancaraan atau <1 menit terjadi di kendaraan di bahu jalan (Jl. pengangkut konstruksi langsung dan Jl. Gunung kali pada tahap Bpk. Candra
peralatan tundaan lalu Jl. Gunung tugel Gunung tugel) sekitar jalan dilapangan untuk tugel dan sekitar konstruksi Hermawan
lintas (sekitar jalan akses masuk tapak kegiatan. pembongkaran jalan akses Instansi Pengawas:
akses) pada saat Melaksanakan Tapak material, parkir tapak kegiatan Dinas Perhubungan
kendaraan keluar pembongkaran peralatan dan kegiatan. kendaraan dan Kab. Banyumas
masuk tapak material di dalam tapak pembersihan roda Instansi Penerima
kegiatan kegiatan. kendaraan di Laporan: DLH Kab.
26
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
Membersihkan roda Kendaraan tapak kegiatan Banyumas
kendaraan pengangkut dari pengangkut. serta di Jl. Gunung
material tanah sebelum tugel sekitar jalan
keluar tapak kegiatan. akses ke tapak
kegiatan. Data
dianasilis secara
deskriptif.
3. Mobilisasi Penurunan Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama Pemeriksaan atau Tapak 1 (satu) kali Instansi Pelaksana: -
peralatan kualitas udara konsentrasi pengangkut dan peralatan pengangkut. konstruksi uji kualitas udara kegiatan pada tahap Bpk. Candra
dan material, ambien paremeter kualitas yang laik jalan dan operasi, ambien dan data Permukiman konstruksi Hermawan
serta udara ambien: serta menutup bak truk dibandingkan penduduk Instansi Pengawas:
pekerjaan - SO2 <632 µg/Nm3 pengangkut material dengan Kep. DLH Kab. Banyumas
konstruksi - NO2 <316 µg/Nm3 bangunan dengan terpal atau Gubernur Jateng Instansi Penerima
bangunan - Ox <200 µg/Nm3 sejenisnya. No. 8 Tahun 2001 Laporan: DLH Kab.
- Debu (TSP) <230 Melakukan pembongkaran Dalam tapak tentang Baku Mutu Banyumas
µg/Nm3 material bangunan di dalam kegiatan Udara Ambien di
tapak kegiatan. Provinsi Jawa
Membatasi jam kerja Kendaraan Tengah.
mobilisasi peralatan dan pengangkut
material, serta pekerjaan dan di dalam
konstruksi bangunan dan tapak
apabila diperlukan menutup kegiatan
tapak kegiatan dengan seng
atau sejenisnya.
Peningkatan Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama Pengukuran Tapak 1 (satu) kali Instansi Pelaksana: -
kebisingan kebisingan di tapak pengangkut dan peralatan pengangkut konstruksi kebisingan dan kegiatan pada tahap Bpk. Candra
kegiatan <70 dBA yang laik jalan dan operasi. dan alat berat data dibandingkan Permukiman konstruksi Hermawan
dan permukiman Melakukan pembongkaran Dalam tapak dengan Kepmen penduduk Instansi Pengawas:
penduduk <55 dBA material bangunan di dalam kegiatan LH No. 48 Tahun DLH Kab. Banyumas
tapak kegiatan. 1996 tentang Baku Instansi Penerima
Membatasi jam kerja Kendaraan Tingkat Laporan: DLH Kab.
mobilisasi peralatan dan pengangkut Kebisingan Banyumas
material, serta pekerjaan dan di dalam
konstruksi bangunan dan tapak
apabila diperlukan menutup kegiatan.
tapak kegiatan dengan seng
atau sejenisnya.
4. Pekerjaan Peningkatan air Potensi Melaksanakan pembangunan Bangunan Sekali selama Pengamatan Bangunan dan 1 (satu) kali Instansi Pelaksana: -
konstruksi larian (run off) peningkatan air sesuai IMB dan/atau desain pabrik dan konstruksi langsung di saluran pada tahap Bpk. Candra
bangunan larian (run off) air yang telah mendapat gudang lapangan dan drainase konstruksi Hermawan
27
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
hujan seluas tanah rekomendasi dari instansi (tapak data dianasilis sekunder Instansi Pengawas:
yang tertutup oleh berwenang. kegiatan) secara deskriptif. dan/atau sumur DPU dan DLH Kab.
bangunan (682 Membuat ruang terbuka hijau Ruang resapan Banyumas
m2). sesuai dengan ketentuan terbuka hijau Instansi Penerima
peraturan. (taman) Laporan: DLH Kab.
Membuat sumur resapan Saluran Banyumas
sesuai dengan Peraturan drainase dan
Bupati Banyumas Nomor: 38 sumur
Tahun 2007 tentang resapan
Ketentuan Teknis Pembuatan
Peresapan Air Hujan dengan
volume 28 m3. Sumur
resapan dibuat pada
beberapa titik lokasi dengan
kedalaman menyesuaikan
tinggi muka air tanah.
Membuat saluran drainase
sekunder untuk mengalirkan
air hujan ke saluran drainase
umum dan/atau perlu
membuat sumur resapan air
hujan.
Berkurangnya Ruang Terbuka Membuat atau/atau Tapak kegiatan Selama operasi Pengamatan Tapak kegiatan Minimal 6 bulan Instansi pelaksana: -
Ruang Terbuka Hijau (RTH) <10% menambahkan RTH minimal langsung di sekali selama Bpk. Candra
Hijau (RTH) dari luas tanah 10% dari luas lahan, dimana lapangan dan operasi Hermawan
yaitu minimal 170 direncanakan seluas 1.701 data dianasilis Instansi Pengawas:
m2 . m2 berupa taman. secara deskriptif. DPU dan DLH Kab.
Mengusahakan menanam Banyumas
RTH dengan tanaman Instansi Penerima
peneduh yang dapat Laporan: DLH Kab.
sekaligus untuk keindahan Banyumas
tapak kegiatan secara
estitika.
Memelihara tanaman RTH
baik taman maupun tanaman
peneduh.
III. Tahap Operasi
1. Rekruitmen Terbukanya Peluang kerja Memprioritaskan tenaga kerja Masyarakat Selama Mendata jumlah Kantor (tapak 1 (satu) kali Instansi Pelaksana: -
tenaga kerja peluang kerja. tenaga kerja lokal lokal sekitar lokasi kegiatan sekitar tapak kegiatan tenaga kerja lokal kegiatan) pada tahap Bpk. Candra
28
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
operasi sekitar tapak sesuai kompetensi dan kegiatan rekruitmen yang terserap operasi Hermawan
kegiatan sebesar kebutuhan. Apabila khususnya tenaga kerja operasional pabrik Instansi Pengawas:
70% atau 35 diperlukan berkoordinasi Desa operasi. dan gudang. Disnakerkop & UKM
orang. dengan pemerintah desa Kedungrandu Kab. Banyumas
atau tokoh masyarakat di Instansi Penerima
sekitar lokasi kegiatan dalam Laporan: DLH Kab.
merekrut tenaga kerja lokal. Banyumas
Membuat kesepakatan kerja Tapak
sesuai peraturan perundang- kegiatan
undangan yang berlaku. (kantor)
2. Pengadaan Penurunan Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama Pemeriksaan Tapak Enam bulan Instansi Pelaksana: -
bahan baku, kualitas udara konsentrasi pengangkut yang laik jalan pengangkut operasional atau uji kualitas kegiatan sekali selama Bpk. Candra
operasional ambien. paremeter dan menutup bak truk bahan baku udara ambien Permukiman operasi Hermawan
pabrik dan kualitas udara pengangkut bahan baku maupun dan data penduduk Instansi Pengawas:
gudang, ambien: maupun produk yang akan produk yang dibandingkan DLH Kab. Banyumas
serta - SO2 <632 didistribusikan. akan di dengan Kep. Instansi Penerima
pengangkut- µg/Nm3 Melakukan pembongkaran distribusikan. Gubernur Laporan: DLH Kab.
an - NO2 <316 bahan baku di dalam tapak Gudang Jateng No. 8 Banyumas
(distribusi) µg/Nm3 kegiatan (gudang bahan bahan baku Tahun 2001
- Ox <200 baku). dan produk tentang Baku
µg/Nm3 Menerapkan prinsip FIFO Mutu Udara
- Debu (TSP) (First In First Out) dalam Ambien di
<230 µg/Nm3 pengelolaan gudang, dimana Provinsi Jawa
bahan baku maupun produk Tengah.
yang disimpan terlebih
dahulu di gudang akan
dikeluarkan terlebih dahulu.
Peningkatan Peningkatan Menggunakan kendaraan Kendaraan Selama Pengambilan Tapak Enam bulan Instansi Pelaksana: -
kebisingan kebisingan di tapak pengangkut bahan baku pengangkut. operasional sampel emisi kegiatan sekali selama Bpk. Candra
kegiatan <70 dBA maupun pupuk yang akan genset setiap Permukiman operasi Hermawan
dan permukiman didistribusikan yang laik jalan. 1.000 jam penduduk Instansi Pengawas:
penduduk <55 dBA Melakukan pembongkaran Gudang operasi dan DLH Kab. Banyumas
bahan baku di dalam tapak bahan baku dianalisis di Instansi Penerima
kegiatan atau gudang bahan laboratoium. Laporan: DLH Kab.
baku. Data Banyumas
Membatasi jam kerja pada Pabrik dan dibandingkan
umumnya khususnya malam gudang dengan baku
hari. mutu Kepgub
Jateng No. 10
Tahun 2010
29
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
tentang Emisi
Sumber Tidak
Bergerak di
Prov. Jateng.
Pengukuran
kebisingan
menggunakan
sound level
meter. Data
dibandingkan
dengan baku
mutu Kepmen
LH No. 48
Tahun 1996
tentang Baku
Tingkat
Kebisingan
3. Operasional Peningkatan Jumlah sampah Melakukan pengelolaan Tempat Selama Pengamatan Tempat Pengamatan Instansi Pelaksana: -
pabrik dan timbulan sampah yang dihasilkan sampah dengan menerapkan sampah. operasional sampah secara sampah dan dilakukan setiap Bpk. Candra
gudang sebanyak ±5 prinsip 3R (Reduse, Reuse (setiap hari) langsung TPS hari. Hermawan
Kg/hari dan Recycle). dilapangan Instansi Pengawas:
Menyediakan tempat sampah dengan DLH Kab. Banyumas
terpilah yang dilengkapi TPS. menghitung Instansi Penerima
dengan tutup supaya tidak jumlah atau Laporan: DLH Kab.
bau mencegah volume sampah di Banyumas
berkembangnya vektor TPS setiap hari.
penyakit. Pemilahan sampah Data jumlah
ini dilakukan sesuai dengan sampah dianasilis
sifat dan/atau jenisnya sesuai secara deskriptif.
Perda Kab. Banyumas No. 06
Tahun 2012 Tentang
Pengelolaan Sampah, yaitu :
- sampah yang
mengandung bahan
berbahaya dan beracun
- sampah mudah terurai,
- sampah yang dapat
digunakan kembali,
- sampah yang dapat didaur
ulang, dan
30
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
- sampah lainnya
Menyediakan tempat
penampungan sementara TPS.
sampah dan selanjutnya
dibuang ke tempat
pembuangan akhir dan/atau
bekerja sama dengan pihak
ketiga yang berizin.
Potensi Perkembangan Menjaga kebersihan area Pabrik, Selama Melakukan Seluruh area Enam bulan Instansi Pelaksana:
berkembangnya vektor di seluruh pabrik, gudang dan fasilitas gudang, operasional pengamatan tapak kegiatan sekali selama Bpk. Candra
vektor penyakit tapak kegiatan penunjang baik kantor, toilet kantor dan langsung operasi Hermawan
(pabrik, gudang maupun area kerja lainnya. toilet. dilapangan dan Instansi Pengawas:
dan fasilitas Melakukan pembongkaran Gudang data dianalisis Dinas Kesehatan
pendukungnya) bahan baku di dalam tapak secara deskritif. dan DLH Kab.
kegiatan atau gudang. Banyumas
Menerapkan prinsip FIFO Gudang. Instansi Penerima
(First In First Out) dalam Laporan: DLH Kab.
pengelolaan gudang, dimana Banyumas
produk yang disimpan
terlebih dahulu di gudang
akan dikeluarkan terlebih
dahulu.
Segera mungkin mengangkut TPS.
sampah yang ada di TPS ke
TPA.
Melakukan pemberantasan Seluruh area
vektor penyakit seperti pabrik dan
nyamuk dan lalat secara gudang.
berkala dengan cara foging.
Bahaya Seluruh bangunan, Menyediakan dan memasang Alat Pemadam Selama Pengamatan Alat Pemadam Minimal enam Instansi pelaksana: -
kebakaran bahan baku, pupuk Alat Pemadam Api Ringan Api Ringan operasional langsung Api Ringan bulan sekali Bpk. Candra
dan karyawan/ (APAR) sesuai dengan (APAR) dilapangan dan (APAR) selama operasi Hermawan
pekerja ketentuan yaitu: data dianasilis Instansi Pengawas:
Memasang APAR dengan secara deskriptif. Disnakerkop & UKM
ketinggian 1,25 m dari lantai Kab. Banyumas
dan jarak 15 m antar APAR. Instansi Penerima
APAR dipasangatau Laporan: DLH Kab.
ditempatkan di tempat yang Banyumas
terlihat jelas dan tidak
terhalang.
31
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL)
LOKASI PERIODE BENTUK UPAYA LOKASI PERIODE INSTITUSI PENGELOLA
SUMBER BESARAN BENTUK UPAYA
JENIS DAMPAK PENGELOLAAN PENGELOLAAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN PEMANTAUAN DAN PEMANTAUAN KET.
DAMPAK DAMPAK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN LINGKUNGAN HIDUP
HIDUP
HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP HIDUP
Segera mengganti atau isi
ulang pada APAR yang
kadaluarsa/expired.
4. Pengadaan Gangguan Tundaan lalu lintas Menyediakan area parkir Area parkir Selama Pengamatan Tapak kegiatan Enam bulan Instansi pelaksana: -
bahan baku kelancaraan atau <1 menit terjadi di dengan luasan sekurang- operasional langsung dan Jl. Gunung sekali selama Bpk. Candra
dan tundaan lalu Jl. Gunung tugel kurangnya 274 m2, mengacu dilapangan untuk tugel sekitar operasi Hermawan
pengangkut- lintas (sekitar jalan pada Keputusan Direktur pembongkaran jalan akses Instansi Pengawas:
an produk akses) pada saat Jenderal Perhubungan Darat bahan baku dan tapak kegiatan Dinas Perhubungan
(distribusi) kendaraan keluar Nomor: parkir kendaraan Kab. Banyumas
masuk tapak 272/HK.105/DRJD/1996 di tapak kegiatan, Instansi Penerima
kegiatan tentang Pedoman Teknis serta Jl. Gunung Laporan: DLH Kab.
Penyelenggaraan Fasilitas tugel sekitar jalan Banyumas
Parkir, melalui pendekatan akses ke tapak
kegiatan perdagangan Kendaraan kegiatan. Data
Tidak memarkirkan pengangkut dianasilis secara
kendaraan di bahu jalan (Jl. deskriptif.
Gunung tugel) sekitar jalan
akses masuk tapak kegiatan. Gudang.
Melaksanakan
pembongkaran bahan baku
dan pemuatan produk di
dalam tapak kegiatan
(gudang). Sekitar jalan
Apabila diperlukan akses tapak
memasang rambu lalu lintas kegiatan.
di Jl. gunungtugel sekitar
jalan akses tapak kegiatan.
Menempatkan petugas
pengatur lalu lintas pada saat
kendaraan keluar dari tapak
kegiatan.
32