Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi
Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi
A. Sistem
Romney (2006)
Sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling bekerja dan berhubungan
untuk mencapai tujuan tertentu.
Kamus Teknologi dan Informasi (2009)
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama- sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran tertentu
B. Informasi
Informasi adalah hasil pengolahan dari data dan fakta yang berhubungan, yang diolah
sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yang dapat membantu pengguna
dalam pengambilan keputusan.
C. Akuntansi
Komite Terminologi dari American Institute of Certified Public Accountant Akuntansi adalah
suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dalam cara yang signifikan dan
satuan mata uang mengenai transaksi-transaksi yang sebagian besar memiliki sifat keuangan,
yang kemudian diinterpretasikan hasilnya.
Kieso, et al (2010)
Akuntansi adalah sebuah proses yang terdiri dari tiga aktivitas, yaitu identifikasi, pencatatan,
dan pengomunikasian. Dalam proses identifikasi ini terjadi proses pengumpulan dan
pemilahan bukti- bukti dari aktivitas ekonomi yang relevan.
D. Jenis-jenis Sistem Informasi
Sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Sistem
Informasi Manajemen (SIM). Perbedaan antara SIA dan SIM terletak pada konsep transaksi.
Transaksi terbagi menjadi dua yaitu:
1. Transaksi Financial
2. Transaksi Non-Financial
Wilkinson (2000)
Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang mencakup semua fungsi dan
aktivitas akuntansi, yang memperhatikan akibat yang akan ditimbulkan pada sumber
daya ekonomi dari kejadian eksternal maupun operasi di internal organisasi.
Pihak eksternal
1. Pelanggan
2. Supplier
3. Pemegang Saham
4. Instansi Pemerintah
5. Auditor
Pihak internal
[Link]
[Link]
[Link]-ciri Sistem
-Pada sebuah sistem pembelian subsistem-subsistemnya adalah processor, memory, monitor, dan
keyboard. Di mana processor juga merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat beberapa
subsistem lagi seperti ALU (Aritmetic and Logic Unit), CU (Control Unit), dan lain-lain, dengan kata
lain processor merupakan supersistem dari ALU, CU, dan lain-lain. Begitu juga dengan memory,
monitor, dan keyboard.
-Pada sebuah sistem penjualan subsistem-subsistemnya adalah entri pesanan penjualan, pengiriman,
penagihan, dan penerimaan kas. Di mana entri pesanan penjualan juga merupakan sebuah sistem
yang di dalamnya terdapat beberapa subsistem lagi seperti pengambilan pesanan, pengecekan stok
barang, dan lain-lain, dengan kata lain entri pesanan penjualan merupakan supersistem dari
pengambilan pesanan, pengecekan stok barang, dan lain-lain.
Dalam melakukan pekerjaannya, komponen-komponen dalam sistem harus saling terintegrasi satu
sama lain.
Dari ilustrasi di atas, dapat dilihat bahwa subsistem 1 saling berhubungan dengan subsistem 2 dan 3,
sedangkan subsistem 2 berhubungan dengan subsistem 1 dan 3, dan subsistem 3 berhubungan
dengan subsistem 1 dan 2.
Dengan batasan sistem inilah, seseorang dapat menilai kompleksitas suatu sistem. Semakin sedikit
batas sistem maka semakin kompleks sistem tersebut, dan sebaliknya semakin luas batas sistem
maka kompleksitas sistem tersebut akan semakin sempit.
Dari ilustrasi di samping dapat dilihat bahwa sistem X mempunyai batasan-batasan sistem di mana
batasan tersebut terlihat dari batas di mana komponen- komponen (subsistem) di dalamnya saling
berintegrasi.
Tujuan sistem merupakan target atau hasil akhir yang sudah dirancang oleh pembuat sistem, di mana
tujuan ini menjadi titik koordinat komponen-komponen sistem dalam bekerja sehingga tujuan dari
sistem tersebut dapat dicapai.
Tujuan sistem harus fokus, karena tujuan sistem akan mempengaruhi batasan, komponen-komponen
sistem, dan hubungan kerja dari sistem tersebut.
Lingkungan sistem dapat dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan luar sistem (external) dan lingkungan
dalam sistem (internal). Di mana lingkungan luar sistem adalah lingkungan di luar batas-batas sistem,
sedangkan lingkungan dalam sistem adalah lingkungan yang mewadahi komponen-komponen
(subsistem) yang ada dalam sistem.
Setelah sistem menerima inputan dari user, maka sistem akan memproses data tersebut sesuai
dengan perintah ataupun program yang sudah ditanamkan dalam sistem. Kemudian sistem akan
memberikan output dari hasil pengolahan data yang sudah di-input-kan user tersebut
Sistem yang sedang berjalan atau sedang digunakan oleh organisasi atau perusahaan, akan terus
dikembangkan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut. Untuk melakukan
pengembangan sistem, metode yang digunakan adalah SDLC (System Development Life Cycle).
Metode adalah tahap-tahap ataupun aturan untuk melakukan sesuatu. McLeod dan Schell (2007)
mengatakan metode adalah cara untuk melakukan sesuatu.
SDLC adalah sebuah proses logika yang digunakan oleh seorang system analyst untuk
mengembangkan sebuah sistem informasi yang melibatkan kebutuhan, validasi, pelatihan, dan
pemilik sistem.
Seperti contoh di atas, yang memberikan gambaran sebanyak 10 tahapan dalam melakukan
pengembangan sistem, namun pada kondisi-kondisi tertentu ada tahapan-tahapan yang tidak perlu
dilakukan atau ada tahapan yang harus ditambahkan.
1. Initation/Planning
2. Requirement Gathering and Analysis
3. Design
4. Build or Coding
5. Testing
B. Teknik Pengembangan Sistem
1. Prototyping
McLeod dan Schell (2007) mendefinisikan 2 (dua) tipe dari prototype, yaitu sebagai
berikut.
A. Evolutionary Prototype.
Prototype yang secara terus-menerus dikembangkan hingga prototype
tersebut memenuhi fungsi dan prosedur yang dibutuhkan oleh sistem.
B. Requirements Prototype.
Prototype yang dibuat oleh pengembang dengan mendefinisikan fungsi
dan prosedur sistem, di mana pengguna atau pemilik sistem tidak dapat
mendefinisikan sistem
tersebut.
Kelebihan Prototyping
Kelemahan Prototyping
Sedangkan kelemahannya adalah pengguna atau pemilik sistem dapat terus-menerus menambah
kompleksitas sistem hingga sistem menjadi sangat kompleks, hal ini dapat menyebabkan
pengembang meninggalkan pekerjaannya sehingga sistem yang dikerjakan tidak akan pernah
terselesaikan.
McLeod dan Schell (2007) berpendapat bahwa RAD merupakan metode yang memfokuskan pada
kecepatan dalam pengembangan sistem, untuk memenuhi kebutuhan pengguna atau pemilik sistem
seperti prototyping, namun mempunyai cangkupan yang lebih luas.
[Link].
Orang-orang (dari sisi user) yang berada pada level manajemen puncak yang dapat beradaptasi
dengan cepat untuk menggunakan metode baru.
[Link]
>Tim pengembang sistem yang profesional dalam menggunakan metode- metode pengembangan
sistem dan tools yang dibutuhkan.
[Link].
>Metode RAD yang dikenal dengan RAD Life Cycle.
[Link].
Computer-Aided Software Engineering (CASE) dan 4th Generation Language yang dapat memfasilitasi
untuk pembuatan prototype dan pembuatan kode program. Sedangkan CASE tools lebih kepada
dokumentasi dan perancangan database.
Kelebihan dari teknik pengembangan JAD, teknik ini akan menghasilkan kualitas sistem yang tinggi,
karena dalam masa pengembangan pengguna atau pemilik sistem ikut berpartisipasi, sehingga
mereka akan lebih mudah dalam memahami sistem ketika di implementasikan, selain itu semua
bisnis proses yang dibutuhkan dapat digambarkan dengan baik oleh pengguna atau pemilik sistem.
Sedangkan kelemahan dari teknik JAD, yaitu memungkinkan terjadinya berbagai perbedaan
pendapat ketika dalam masa pengembangan, karena teknik ini menggunakan meeting sebagai media
diskusi dalam pembahasan sistem.
Unified Modeling Language selanjutnya disebut UML, adalah sebuah teknik pengembangan sistem
yang menggunakan bahasa grafis sebagai alat untuk pendokumentasian, dan melakukan spesifikasi
pada sistem
UML memiliki banyak diagram yang digunakan untuk melakukan pemodelan data maupun sistem:
Sekumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan sistem ke dalam notasi grafis. Use Case
Model lebih terfokus pada penggambaran tujuan dari suatu sistem.
Diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan aktor. Diagram ini
hanya menggambarkan secara global. Karena use case diagram hanya menggambarkan sistem secara
global maka elemen-elemen yang digunakan pun sangat sedikit
Penjelasan
[Link] barang dapat saja dilakukan secara kredit atau tunai, jika pembelian barang tunai maka
akan melakukan pengurangan kas.
1. Assumptions.
2. Pre-conditions.
3. Use case initiation
4. Process or dialog.
5. Use case termination.
6. Post-conditions.
Diagram yang menggambarkan logika-logika (kemungkinan skenario) dari use case narrative.
Di sini akan dipecah beberapa kemungkinan kejadian (skenario) pada use case narrative menjadi
beberapa skenario.
Skenario – 1
Skenario -2
Skenario -3
Skenario – 4
Skenario -5
Activity Diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktivitas) pada use
case (proses), logika, proses bisnis dan hubungan antara aktor dengan alur-alur kerja use cose.
[Link].
[Link].
KURANG GAMBAR
Database adalah kumpulan data yang terhubung secara logis, gambaran dari data, dan dibuat untuk
menemukan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi (Connoly & Begg, 2002).
[Link] Data
Hierarki data merupakan pengorganisasian data menjadi hierarki- hierarki atau tingkatan tertentu.
Pengorganisasian ini ditujukan agar data dapat diatur dengan baik sehingga dapat menghasilkan
suatu informasi yang baik pula.
Tingkatan Data
1. Bit
2. Byte
3. Field
4. Record
5. File
6. Database
[Link]
Spreadsheet dapat diilustrasikan sebagai database, dan tabel-tabel yang ada di dalamnya adalah file,
sedangkan baris mewakili record dan kolom mewakili field.
[Link] files
Selain dalam bentuk spreadsheet, database juga dapat direpresentasikan dalam bentuk sebuah flat
file. McLeod dar Schell (2007) mengatakan flat files merupakan representasi database dengan syarat
sebagai berikut.
[Link] fieled
Key field ini berfungsi untuk memberikan identitas yang berbeda (unique) untuk setiap record pada
database. Syarat dari Ayid adalah unique yaitu setiap record tidak boleh memiliki field yang sama.
[Link] tabel
Relasi tabel merupakan hubungan atau ketergantungan satu tabel dengan tabel lainnya.
Sebagai contoh dapat dilihat pada tabel siswa, mata pelajaran dan nilai pada gambar di atas, di mana
tabel nilai mempunyai ketergantungan terhadap tabel siswa dan mata pelajaran. Key fields dari tabel
siswa dan mata pelajaran terdapat juga pada tabel nilai, key fields untuk tabel siswa dan mata
pelajaran yang ada pada tabel nilai disebut sebagai fareign key. Hubungan relasi antartabel
dihubungkan dengan key fields nya.
Struktur Database
McLeod dan Schell (2007) mengatakan DBMS adalah software aplikasi yang digunakan untuk
menyimpan struktur database, data, relasi database dan tabel, form dan report. Sedangkan Romney
dan Steinbart (2015) berpendapat bahwa DBMS merupakan interface yang menghubungkan
database dengan program lainnya.
McLeod dan Schell (2007) mengatakan ada 3 (tiga) struktur database yang sering digunakan, yaitu
sebagai berikut.
Seperti namanya hierarchical database structure, struktur database ini menggunakan metode parent-
children di mana setiap satu parent mempunyai beberapa children, sebagai contoh sebuah organisasi
yang mempunyai beberapa divisi
McLeod dan Schell (2007) mengatakan bahwa hierarchical database structure dibentuk dengan data
group, subgroup dan terus ke bawah. Jika dilustrasikan struktur database ini seperti percabangan
tree.
Struktur database ini dikembangkan untuk mengambil data pada record tertentu dari sekian banyak
data. Dengan menggunakan Network Database Structure, sistem dapat langsung menunjuk pada
record tertentu. Namun, pada prakteknya struktur ini masih mempunyai banyak kelemahan dan
kesalahan ketika menunjuk pada satu record tertentu.
Relational Database Structure merupakan penemuan dari C.J Date and E.F Codd yang melakukan
penelitian menggunakan aljabar relasional. Struktur ini menutup kelemahan dari kedua struktur yang
sudah dibahas di atas.
1. Data Integration
2. Data Shoring
3. Reporting Flexibility
4. Minimal Data Redundancy And Data Inconsistencies
5. Data independence
6. Central Management of Dato
7. Cross-functional analysis
Kelemahan DBMS:
Relational DBMS
Pada awalnya data disimpan dengan menggunakan file, namun metode ini banyak memberikan
kelemahan dan kekurangan.
Untuk mengatasi masalah ini dikembangkanlah DBMS sebuah metode yang menggunakan
pendekatan Relational Database Structure.
DBMS merupakan software aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, memelihara dan mengolah
database. Selain itu, DBMS juga sebagai interface antara databose dengan program lain.
Database menggunakan konsep pemisahan antara penyimpanan dan penggunaan elemen data.
Romney dan Steinbart (2006) berpendapat bahwa database menggunakan 2 (dua) pendekatan
dalam melakukan pengolahan data,
1. Logical Views.
2. Physical Views
Logical Views, merupakan konsep yang digunakan agar user atau programmer dapat mengerti dan
memahami struktur dan organisasi data, sedangkan physical views merupakan konsep dan cara
bagaimana suatu data disimpan dan diubah dalam komputer
Schema
Romney dan Steinbart (2015) mengatakan Schema merupakan logical structure dari sebuah
database.
[Link] Level
[Link] Level.
[Link] Level.
External Level, merupakan skema yang menggambarkan database dalam bentuk informasi yang
dapat dicerna oleh user atau programmers, sedangkan conceptual database menggambarkan
seluruh struktur database yang terdiri dari elemen database dan relasinya, dan internal level
merupakan pendeskripsian database yang lebih berfungsi pada low level DBMS. Database akan
diambil dari physical storage melalui internal level.
[Link] dictionary
Hoffer (2008) berpendapat Data Dictionary merupakan deskripsi dari elemen sebuah database yang
berisi informasi mengenai struktur dari database.
Pada umumnya DBMS mengolah database dengan menggunakan data dictionary, misalnya untuk
melakukan perubahan tipe data, mengubah panjang data, dan lain sebagainya.
E. Type of Attributes
Tabel dalam relational database mempunyai beberapa type attributes, yaitu sebagai berikut:
1. Primary key.
[Link] key.
Primary key merupakan key fields (key fields ada pada pembahasan organisasi data), yang menjadi
kunci (identitas) untuk setiap baris (record) pada suatu tabel. Primary key dapat terdiri dari 1 (satu)
atau lebih fields yang dikombinasikan, sehingga dapat membedakan setiap record pada tabel.
Foreign key, merupakan field kunci pada suatu tabel yang digunakan pada tabel yang lain sebagai
penghubung (relasi) antartabel.
Hoffer (2008) mengatakan ada 2 pendekatan yang digunakan dalam melakukan perancangan
database, yaitu
Untuk menentukan kebutuhan data, ada 2 (dua) pendekatan yang digunakan, yaitu:
1. Process oriented
2. Enterprise modeling
1. Process Oriented
menggunakan pendekatan pada pendefinisian permasalahan serta mencoba untuk mencari
solusi untuk pemecahan permasalahan tersebut.
Ada beberapa langkah yang biasa digunakan untuk menggunakan pendekatan process
oriented:
1. Mendefinisikan permasalahan.
[Link] Modelling
ERD merupakan pemodelan data menggunakan entity can relasi di antara entity tersebut. Bentley
dan Whatten (2007) mengatakan entity adalah segala sesuatu baik yang bersifat abstrak maupun
yang ri yang ingin [Link] menentukan entity, selanjutnya adalah menentukan relasi antara
entity tersebut, relasi merupakan hubungan keterkaitan antara satu entity dengan entity
[Link], yaitu menentukan jumlah record pada satu entity akan berhubungan dengan
entity lain.
2. Class Diagram
Class diagram merupakan salah satu diagram yang digunakan pengembangan berorientasi abject
(OOP).
Class diagram merupakan kumpulan dari beberapa class dan relasinya. Class identik dengan entity
yang direpresentasikan dalam bentuk persegi di mana pada bagian atas ditulis nama class, kemudian
ke bawah ditulis attribute yang terdapat pada class, kemudian ke bawah lagi ditulis method method
yang ada pada class
Setelah menentukan class, akan ditentukan relasi antarclass, tidak jauh berbeda dengan ERD relasi
antarclass, akan menghubungkan antara satu class dengan satu class lainnya, dan ditambah dengan
hubungan jumlah record untuk masing masing class yang biasa disebut dengan istilah multiplicity.
1. Peralatan input.
2. Peralatan Pemroses.
3. Peralatan Output.
4. Media Penyimpanan.
Brainware merupakan orang (sumber daya manusia) yang mengoperasikan komputer. Brainware lah
yang memanfaatkan dan mengolaborasikan ketujuh komponen sistem informasi lainnya untuk dapat
menghasilkan sebuah sistem informasi yang sesuai harapan.
[Link]
Setiap rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh setiap karyawan secara berulang-ulang disebut
prosedur, prosedur dapat juga disebut sebagai [Link] adanya prosedur seorang
supervisor dapat dengan mudah mengawasi segala aktivitas yang perlu dan tidak perlu dilakukan.
[Link] Base
McLeod dan Schell (2007) mengatakan bahwa database adalah kumpulan file-file (arti sempit) dan
secara umum pengertian database adalah kumpulan dari data-data pada satu perusahaan.
Sedangkan Bentley dan Whitten (2015) mengatakan bahwa database adalah kumpulan dari file-file
yang saling berhubungan. Para ahli sistem informasi merancang dan mengembangkan sebuah
software yang digunakan khusus untuk melakukan pengolahan database yang disebut Database
Management (DBMS). Dengan menggunakan DBMS, pengolahan data jauh lebih cepat dan duplikat
data dapat diminimalisir, sehingga menjamin kebenaran dan keakuratan data.
Software adalah istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan kumpulan program-program
komputer yang terdiri dari prosedur-prosedur dan dokumentasi untuk melakukan tugas tertentu.
McLeod dan Schell (2007) mengatakan secara umum ada 2 (dua) jenis software, yaitu:
2. Application Software
Software jenis ini biasanya dirancang untuk mengolah data yang langsung
digunakan oleh pengguna:
d. Aplikasi Nero yang digunakan untuk melakukan burning data ke dalam CD.
Laudon dan Laudon (2015) mendefinisikan Infrastruktur Teknologi Informasi melalui dua pendekatan
yaitu pendekatan Technology dan Service Cluster.
1. Computing Platforms
2. Telecommunication Services
3. Application Software Services
4. Physical Facilities Management Services
5. IT Management Service
6. IT Standard Service
7. IT Education Service
8. IT Research And Development Service
Wilkinson, et al (2000) mengatakan bahwa pengendalian internal adalah suatu status bahwa
manajemen bekerja keras untuk mencapai dan menyediakan jaminan yang beralasan agar tujuan
perusahaan dapat tercapai.
Sri Mulyani NS (2007) menambahkan bahwa ada sebuah komponen sistem informasi yang turut
mendukung dan mempengaruhi kelancaran pengembangan atau pembangunan sistem informasi di
sebuah organisasi atau perusahaan, komponen tersebut adalah kinerja pengembang sistem
informasi.
Komponen ini turut mempengaruhi apabila organisasi atau perusahaan tersebut mengembangkan
atau membangun sistem informasi menggunakan pihak ketiga atau konsultan.
Menurut Romney & Steinbart (2015) ada enam komponen Sistem Informasi Akuntansic
[Link].
[Link]
[Link].
McLeod dan Schell (2007) mengatakan Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang
sudah terkomputerisasi yang melakukan pengolahan data agar dapat digunakan oleh orang yang
membutuhkannya.
Sistem informasi manajemen mencakup tugas-tugas yang sangat luas termasuk analisis keputusan
dan sebagai alat untuk membuat keputusan.
Untuk mengakses sistem informasi, pengguna sistem informasi manajemen melakukan pembagian
tugas terhadap sumber daya sistem informasi manajemen tersebut, seperti misalnya DBMS yang
digunakan sebagai media penyimpan data, model-model sebagai alát pendukung untuk
menginterpretasikan data-data yang tersimpan dalam database dan lain- lain.
Sistem informasi manajemen akan menghasilkan output Berupa informasi yang dapat dijadikan
sebagai pertimbangan (alat) untuk mengambil atau membuat keputusan.
DSS merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses
pengambilan keputusan.
Keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana
penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan
keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu- ilmu, seperti operation research dan management
science.
Sprague dan Carlson (1993) mendefinisikan DSS memiliki 5 (lima) karakteristik utama sebagai berikut:
Secara garis besar, DSS dibangun oleh 3 (tiga) komponen besar, yaitu sebagai berikut.
1. Database.
2. Model Base.
3. Software System.
Virtual Office System merupakan pengembangan dari Office Automation System yaitu mesin
komputer (hardware) dan software yang digunakan untuk membuat, mengumpulkan, menyimpan,
memanipulasi dan menyebarkan informasi untuk kebutuhan perkantoran (perusahaan) secara digital
untuk mengerjakan tugas-tugas perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
McLeod dan Schell (2007) mengatakan bahwa ERP System merupakan sistem yang terkomputerisasi
melibatkan seluruh resource manajemen dalam sebuah perusahaan.
ERP merupakan integrasi dari semua subsistem pada sebuah perusahaan, misalnya Human Resource
Management (HRM) akan berhubungan dengan Project Management Sistem, Payroll, inventory,
hingga Sistem Informasi Akuntansi (AIS) yang akan menghasilkan suatu reporting yang dibutuhkan
oleh semua departemen dan integrasi di antara departemen tersebut.
Salah satu alat yang sering digunakan untuk mendokumentasikan sistem adalah
Diagram arus data dan bagan alir (flowchart dokumen, flowchart sistem, flowchart program). Alat ini
dilengkapi dengan deskripsi naratif sistem, yaitu penjelasan per tahap mengenai komponen dan
interaksi sistem.
Mudah dimengerti prosedurnya oleh orang lain dan dalam pengembangan Sistem baru harus
menunjukkan sistem pengendalian internalnya.
→ Menggunakan simbol untuk menandakan sebuah proses, sumber data dan entitas dalam sebuah
sistem. Pemakai utamanya adalah analis sistem dan perancang sistem. Diagram ini digunakan oleh
analis sistem untuk mendokumentasikan perancangan logis sistem guna membantu pengguna
memahami proses kerja sistem. Penggunaan diagram ini bertujuan untuk memisahkan secara jelas
proses logis dari sistem analis dari proses fisik perancangan sistem.
Alat dokumentasi akuntansi
Disusun berdasarkan 5 indikator dasar yaitu sumber dan tujuan data, arus data (data flow), proses,
tempat penyimpanan data dan kamus data. Kelima elemen ini dikombinasikan guna memperlihatkan
bagaimana data diproses. Pembuatannya selalu menggunakan simbol-simbol yang mudah
dimengerti oleh pengguna sistem, diantaranya:
1) Sumber dan tujuan data; gambaran suatu institusi perusahaan maupun orang
personal yang menggunakan informasi dari sistem tersebut. Disebut sebagai entitas
dengan bentuk persegi empat.
2) Arus data (data flow); aliran data melalui pemrosesan, file data dan entitas data.
Pergerakan data melalui file data dan entitas data akan mengalir melalui tahapan
pemrosesan data sesuai dengan modul yang tersedia. Bentuknya garis lurus atau
melengkung dengan tanda panah.
3) Proses; kegiatan mentransformasikan data yang ada.
4) Tempat penyimpanan data (data store); berfungsi menyimpan data yang bersifat
sementara dan harus diberi label yang jelas. Bentuknya bisa soft file dan bisa juga
hard copy.
5) Kamus data (data dictionary); menggambarkan deskripsi semua elemen data,
penyimpanan, dan arus data pada sebuah sistem.
→ Untuk memudahkan penafsiran diagram arus data, terutama pada gambaran yang lebih detil dan
rinci, biasanya diagram arus ini dipecah-pecah ke dalam subbagian yang lebih kecil, ini dilakukan
untuk mengantisipasi jika gambar membutuhkan tingkatan yang lebih rinci.
Sistem diagram arus data diawali dengan menampilkan diagram konteks (contex diagram) yang
bertujuan menjelaskan sistem pemroses data dan entitas eksternal yang menjelaskan arah dan
tujuan sebuah proses sistem.
Bagan alir.
1) Tentukan sub-sub yang akan menjadi entitas, awali dengan membuat diagram konteks,
2)Lakukan pengidentifikasian arus data, apa saja yang menjadi kelompok arus data, identifikasi
kegiatan transformasinya, pelajari seluruh dokumen atau tempat penyimpanan data dan pelajari
sumber dan tujuan data,
3)Tandai setiap langkah proses kerja dan lengkapi dengan notasi yang jelas (terutama pada sub-sub
bagian) guna memudahkan penelusuran kejadian.
1)Perhatikan karakteristik setiap bagian dalam organisasi maupun pihak-pihak luar yang terkait.
2)Cantumkan nama tiap-tiap departmen pada kolom yang sudah disediakan.
3)Buatlah desain bagan alir secara vertikal dan horizontal, dengan memulai dari atas diteruskan ke
arah bawah dan dari kiri ke kanan.
5)Gunakan software komputer untuk menggambar simbol-simbol yang digunakan serta lengkapi
dengan nama yang jelas.
6)Gunakan tanda-tanda yang jelas, mislanya nomor file, garis lurus diakhiri dengan kepala panah,
konektor untuk garis yang bersimpang.