0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan20 halaman

Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi

Dokumen ini membahas konsep dasar sistem informasi akuntansi, termasuk definisi sistem, informasi, dan akuntansi, serta jenis-jenis sistem informasi seperti Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Selain itu, dokumen ini menjelaskan metode dan teknik pengembangan sistem, termasuk SDLC dan prototyping, serta pentingnya database dalam pengelolaan data. Manfaat SIA dan pihak-pihak yang memanfaatkan informasi dari SIA juga diuraikan dalam dokumen ini.

Diunggah oleh

melvi novika sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan20 halaman

Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi

Dokumen ini membahas konsep dasar sistem informasi akuntansi, termasuk definisi sistem, informasi, dan akuntansi, serta jenis-jenis sistem informasi seperti Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). Selain itu, dokumen ini menjelaskan metode dan teknik pengembangan sistem, termasuk SDLC dan prototyping, serta pentingnya database dalam pengelolaan data. Manfaat SIA dan pihak-pihak yang memanfaatkan informasi dari SIA juga diuraikan dalam dokumen ini.

Diunggah oleh

melvi novika sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 1 KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI AKT

Deskripsi Umum Sistem, Informasi, Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi

A. Sistem
Romney (2006)
Sistem adalah kumpulan dari dua atau lebih komponen yang saling bekerja dan berhubungan
untuk mencapai tujuan tertentu.
Kamus Teknologi dan Informasi (2009)
Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama- sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu
sasaran tertentu

B. Informasi
Informasi adalah hasil pengolahan dari data dan fakta yang berhubungan, yang diolah
sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yang dapat membantu pengguna
dalam pengambilan keputusan.
C. Akuntansi
Komite Terminologi dari American Institute of Certified Public Accountant Akuntansi adalah
suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran dalam cara yang signifikan dan
satuan mata uang mengenai transaksi-transaksi yang sebagian besar memiliki sifat keuangan,
yang kemudian diinterpretasikan hasilnya.
Kieso, et al (2010)
Akuntansi adalah sebuah proses yang terdiri dari tiga aktivitas, yaitu identifikasi, pencatatan,
dan pengomunikasian. Dalam proses identifikasi ini terjadi proses pengumpulan dan
pemilahan bukti- bukti dari aktivitas ekonomi yang relevan.
D. Jenis-jenis Sistem Informasi
Sistem informasi terbagi menjadi dua yaitu Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Sistem
Informasi Manajemen (SIM). Perbedaan antara SIA dan SIM terletak pada konsep transaksi.
Transaksi terbagi menjadi dua yaitu:
1. Transaksi Financial
2. Transaksi Non-Financial

Sistem Informasi Manajemen (SIM)


SIM memproses transaksi non- finansial yang tidak diproses oleh Accounting Information
System. Manajemen seringkali membutuhkan informasi yang tidak diproses oleh
kapasistas AIS.
Contohnya adalah pembaruan data mengenai perubahan data konsumen ataupun
karyawan.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA)


Subsistem SIA memproses transaksi finansial dan nonfinansial, yang memiliki efek
langsung pada proses transaksi finansial.
Contoh aktivitas yang dilakukan MIS adalah portfolio management systems, capital
budgeting systems, market analysis, dll.
E. Sistem Informasi Akuntansi
Bodnar dan Hopwood (2014)
Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumber daya yang didesain untuk
mentransformasikan data keuangan dan data-data lainnya menjadi informasi. Informasi
yang dihasilkan akan digunakan dalam berbagai bentuk untuk kepentingan pengambilan
keputusan.

Wilkinson (2000)
Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang mencakup semua fungsi dan
aktivitas akuntansi, yang memperhatikan akibat yang akan ditimbulkan pada sumber
daya ekonomi dari kejadian eksternal maupun operasi di internal organisasi.

F. Substansi/siklus utama SIA


1. Sistem Informasi Pendapatan.
2. Sistem Informasi Pengeluaran.
3. Sistem Informasi Produksi.
4. Sistem Informasi Penggajian
5. Sistem Informasi Pelaporan.

[Link] pengaplikasikan SIA

1. Menyediaan informasi yang akurat dan tepat waktu.


2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi
3. Meningkatkan efisiensi.
biaya produk dan jasa yang dihasilkan.
4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
5. Meningkatkan sharing knowledge.
6. Menambah efisiensi kerja pada bagian keuangan.

[Link] yang memanfaatkan informasi yang SIA

Pihak eksternal

1. Pelanggan

2. Supplier

3. Pemegang Saham

4. Instansi Pemerintah

5. Auditor

Pihak internal

[Link]

[Link]

H. Informasi Akuntansi yang Dihasilkan SIA

1. Informasi akuntansi keuangan

2. Informasi akuntansi manajemen

[Link]-ciri Sistem

[Link] Mempunyai Komponen


Komponen-komponen sistem biasanya berupa subsistem, baik berupa fisik maupun abstrak.
Subsistem sebenarnya adalah sebuah sistem, biasanya merupakan sebuah sistem yang lebih kecil
dari sistem yang menjadi lingkungannya. Namun, tidak menutup kemungkinan subsistem dapat lebih
kompleks atau lebih besar dari pada sistem yang menjadi lingkungannya, atau dapat juga disebut
supersistem bagi lingkungannya yang lebih kecil.

-Pada sebuah sistem pembelian subsistem-subsistemnya adalah processor, memory, monitor, dan
keyboard. Di mana processor juga merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat beberapa
subsistem lagi seperti ALU (Aritmetic and Logic Unit), CU (Control Unit), dan lain-lain, dengan kata
lain processor merupakan supersistem dari ALU, CU, dan lain-lain. Begitu juga dengan memory,
monitor, dan keyboard.

-Pada sebuah sistem penjualan subsistem-subsistemnya adalah entri pesanan penjualan, pengiriman,
penagihan, dan penerimaan kas. Di mana entri pesanan penjualan juga merupakan sebuah sistem
yang di dalamnya terdapat beberapa subsistem lagi seperti pengambilan pesanan, pengecekan stok
barang, dan lain-lain, dengan kata lain entri pesanan penjualan merupakan supersistem dari
pengambilan pesanan, pengecekan stok barang, dan lain-lain.

B. Komponen Sistem Harus Terintegrasi

Dalam melakukan pekerjaannya, komponen-komponen dalam sistem harus saling terintegrasi satu
sama lain.

Dari ilustrasi di atas, dapat dilihat bahwa subsistem 1 saling berhubungan dengan subsistem 2 dan 3,
sedangkan subsistem 2 berhubungan dengan subsistem 1 dan 3, dan subsistem 3 berhubungan
dengan subsistem 1 dan 2.

C. Sistem Mempunyai Batasan Sistem

Dengan batasan sistem inilah, seseorang dapat menilai kompleksitas suatu sistem. Semakin sedikit
batas sistem maka semakin kompleks sistem tersebut, dan sebaliknya semakin luas batas sistem
maka kompleksitas sistem tersebut akan semakin sempit.

Dari ilustrasi di samping dapat dilihat bahwa sistem X mempunyai batasan-batasan sistem di mana
batasan tersebut terlihat dari batas di mana komponen- komponen (subsistem) di dalamnya saling
berintegrasi.

D. Sistem Mempunyai Tujuan Sistem yang Jelas

Tujuan sistem merupakan target atau hasil akhir yang sudah dirancang oleh pembuat sistem, di mana
tujuan ini menjadi titik koordinat komponen-komponen sistem dalam bekerja sehingga tujuan dari
sistem tersebut dapat dicapai.

Tujuan sistem harus fokus, karena tujuan sistem akan mempengaruhi batasan, komponen-komponen
sistem, dan hubungan kerja dari sistem tersebut.

E. Sistem Mempunyai Lingkungan

Lingkungan sistem dapat dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan luar sistem (external) dan lingkungan
dalam sistem (internal). Di mana lingkungan luar sistem adalah lingkungan di luar batas-batas sistem,
sedangkan lingkungan dalam sistem adalah lingkungan yang mewadahi komponen-komponen
(subsistem) yang ada dalam sistem.

Sistem Memiliki Input, Proses, Output


Untuk mencapai tujuannya, sistem memerlukan inputan dari pengguna sistem. Inputan tersebut
akan dijadikan parameter sebagai bahan baku untuk pengolahan data. Proses peng-input-an
parameter oleh pengguna sistem biasanya disebut sebagai triggering (pemicu sistem). Pemicu sistem
dapat berupa orang (manusia), mesin, ataupun sistem lain yang tereintegrasi.

Setelah sistem menerima inputan dari user, maka sistem akan memproses data tersebut sesuai
dengan perintah ataupun program yang sudah ditanamkan dalam sistem. Kemudian sistem akan
memberikan output dari hasil pengolahan data yang sudah di-input-kan user tersebut

BAB 2 METODE DAN TEKNIK PENGEMBANGAN SISTEM

A. Metode Pengembangan Sistem

Sistem yang sedang berjalan atau sedang digunakan oleh organisasi atau perusahaan, akan terus
dikembangkan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut. Untuk melakukan
pengembangan sistem, metode yang digunakan adalah SDLC (System Development Life Cycle).

Metode adalah tahap-tahap ataupun aturan untuk melakukan sesuatu. McLeod dan Schell (2007)
mengatakan metode adalah cara untuk melakukan sesuatu.

SDLC adalah sebuah proses logika yang digunakan oleh seorang system analyst untuk
mengembangkan sebuah sistem informasi yang melibatkan kebutuhan, validasi, pelatihan, dan
pemilik sistem.

Tahapan Utama Dari SDLC

[Link] sistem (systems planning).

[Link] sistem (systems analysis)

[Link] sistem (systems design)

[Link] sistem (systems selection).

[Link] sistem (systems implementation).

[Link] sistem (systems maintenance)

Tahapan Pengembangan Sistem SDLCWaterfall

Seperti contoh di atas, yang memberikan gambaran sebanyak 10 tahapan dalam melakukan
pengembangan sistem, namun pada kondisi-kondisi tertentu ada tahapan-tahapan yang tidak perlu
dilakukan atau ada tahapan yang harus ditambahkan.

1. Initation/Planning
2. Requirement Gathering and Analysis
3. Design
4. Build or Coding
5. Testing
B. Teknik Pengembangan Sistem
1. Prototyping
McLeod dan Schell (2007) mendefinisikan 2 (dua) tipe dari prototype, yaitu sebagai
berikut.
A. Evolutionary Prototype.
Prototype yang secara terus-menerus dikembangkan hingga prototype
tersebut memenuhi fungsi dan prosedur yang dibutuhkan oleh sistem.
B. Requirements Prototype.
Prototype yang dibuat oleh pengembang dengan mendefinisikan fungsi
dan prosedur sistem, di mana pengguna atau pemilik sistem tidak dapat
mendefinisikan sistem
tersebut.

Kelebihan Prototyping

1. Menghemat waktu pengembangan.

2. Menghemat biaya pengembangan.

3. Pengguna atau pemilik sistem ikut terlibat dalam pengembangan

4. Implementasi akan menjadi mudah

5. Kualitas sistem yang dihasilkan baik.

6. Memungkinkan tim pengembang sistem memprediksi dan memper- kirakan pengembangan-


pengembangan sistem selanjutnya.

Kelemahan Prototyping

Sedangkan kelemahannya adalah pengguna atau pemilik sistem dapat terus-menerus menambah
kompleksitas sistem hingga sistem menjadi sangat kompleks, hal ini dapat menyebabkan
pengembang meninggalkan pekerjaannya sehingga sistem yang dikerjakan tidak akan pernah
terselesaikan.

[Link] Application Development (RAD)

McLeod dan Schell (2007) berpendapat bahwa RAD merupakan metode yang memfokuskan pada
kecepatan dalam pengembangan sistem, untuk memenuhi kebutuhan pengguna atau pemilik sistem
seperti prototyping, namun mempunyai cangkupan yang lebih luas.

Komponen Pada RAD

Menurut McLeod dan Schell (2007):

[Link].

Orang-orang (dari sisi user) yang berada pada level manajemen puncak yang dapat beradaptasi
dengan cepat untuk menggunakan metode baru.

[Link]

>Tim pengembang sistem yang profesional dalam menggunakan metode- metode pengembangan
sistem dan tools yang dibutuhkan.

[Link].
>Metode RAD yang dikenal dengan RAD Life Cycle.

[Link].

Computer-Aided Software Engineering (CASE) dan 4th Generation Language yang dapat memfasilitasi
untuk pembuatan prototype dan pembuatan kode program. Sedangkan CASE tools lebih kepada
dokumentasi dan perancangan database.

KETIK MANUAL LIAT PPT

Kelebihan dari teknik pengembangan JAD, teknik ini akan menghasilkan kualitas sistem yang tinggi,
karena dalam masa pengembangan pengguna atau pemilik sistem ikut berpartisipasi, sehingga
mereka akan lebih mudah dalam memahami sistem ketika di implementasikan, selain itu semua
bisnis proses yang dibutuhkan dapat digambarkan dengan baik oleh pengguna atau pemilik sistem.

Sedangkan kelemahan dari teknik JAD, yaitu memungkinkan terjadinya berbagai perbedaan
pendapat ketika dalam masa pengembangan, karena teknik ini menggunakan meeting sebagai media
diskusi dalam pembahasan sistem.

Unified Modeling Language (UML)

Unified Modeling Language selanjutnya disebut UML, adalah sebuah teknik pengembangan sistem
yang menggunakan bahasa grafis sebagai alat untuk pendokumentasian, dan melakukan spesifikasi
pada sistem

UML memiliki banyak diagram yang digunakan untuk melakukan pemodelan data maupun sistem:

A. Use Case Model

Sekumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan sistem ke dalam notasi grafis. Use Case
Model lebih terfokus pada penggambaran tujuan dari suatu sistem.

Use Case Model terdiri dari tiga notasi:

1. Use Case Diagram.


2. Use Case Narrative.
3. Use Case Scenario.

[Link] Case Diagram

Diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan aktor. Diagram ini
hanya menggambarkan secara global. Karena use case diagram hanya menggambarkan sistem secara
global maka elemen-elemen yang digunakan pun sangat sedikit

Contoh use case diagram

Penjelasan

[Link] gudang melakukan pembelian barang


[Link] barang akan selalu meng-update stok barang.

[Link] barang dapat saja dilakukan secara kredit atau tunai, jika pembelian barang tunai maka
akan melakukan pengurangan kas.

[Link] case narative

Berikut ini elemen-elemen yang. Digunakan pada use case narrative:

1. Assumptions.
2. Pre-conditions.
3. Use case initiation
4. Process or dialog.
5. Use case termination.
6. Post-conditions.

[Link] case scenario

Diagram yang menggambarkan logika-logika (kemungkinan skenario) dari use case narrative.

Di sini akan dipecah beberapa kemungkinan kejadian (skenario) pada use case narrative menjadi
beberapa skenario.

Skenario – 1

a. User menginput id barang.


b. Id barang yang di-input-kan benar.
c. Stok barang di bawah atau sama dengan jumlah minimum.
d. Pengajuan pembelian disetujui.
e. Menghubungi supplier dan melakukan pembelian barang secara
tunai.
f. Sistem akan melakukan pengurangan kas dan melakukan
penambahan stok barang.

Skenario -2

a. User menginput id barang.


b. Id barang yang di-input-kan benar.
c. Stok barang di bawah atau sama dengan jumlah minimum.
d. Pengajuan pembelian barang disetujui.
e. Menghubungi supplier dan melakukan pembelian barang secara kredit.
f. Sistem akan melakukan penambahan utang perusahaan dan penambahan stok barang.

Skenario -3

a. User menginput id barang


b. Id barang yang di-input-kan benar.
c. Stok barang di bawah atau sama dengan jumlah minimum.
d. Pengajuan pembelian barang di tolak (tidak disetujui).

Skenario – 4

a. User meng-input id barang.


b. Id barang yang di-input-kan benar.
c. Stock barang lebih dari jumlah minimum.

Skenario -5

1) User menginput id barang. 2) Id barang yang di-input-kan salah.


2) Menampilkan pesan error (kesalahan peng-input-an id barang).
B. Activity Diagram

Activity Diagram, yaitu diagram yang digunakan untuk menggambarkan alur kerja (aktivitas) pada use
case (proses), logika, proses bisnis dan hubungan antara aktor dengan alur-alur kerja use cose.

Berikut ini dijelaskan elemen-elemen dari activity diagram.

[Link].

[Link].

KURANG GAMBAR

BAB 3 DATABASE MANAGEMENT SISTEM

Database adalah kumpulan data yang terhubung secara logis, gambaran dari data, dan dibuat untuk
menemukan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi (Connoly & Begg, 2002).

[Link] Data

Hierarki data merupakan pengorganisasian data menjadi hierarki- hierarki atau tingkatan tertentu.

Pengorganisasian ini ditujukan agar data dapat diatur dengan baik sehingga dapat menghasilkan
suatu informasi yang baik pula.

Tingkatan Data

1. Bit
2. Byte
3. Field
4. Record
5. File
6. Database

[Link]

Spreadsheet dapat diilustrasikan sebagai database, dan tabel-tabel yang ada di dalamnya adalah file,
sedangkan baris mewakili record dan kolom mewakili field.

[Link] files

Selain dalam bentuk spreadsheet, database juga dapat direpresentasikan dalam bentuk sebuah flat
file. McLeod dar Schell (2007) mengatakan flat files merupakan representasi database dengan syarat
sebagai berikut.

1. Tidak adanya pengulangan kolom,


2. Mempunyai urutan pembacaan yang sequential (berurutan).

[Link] fieled
Key field ini berfungsi untuk memberikan identitas yang berbeda (unique) untuk setiap record pada
database. Syarat dari Ayid adalah unique yaitu setiap record tidak boleh memiliki field yang sama.

[Link] tabel

Relasi tabel merupakan hubungan atau ketergantungan satu tabel dengan tabel lainnya.

Sebagai contoh dapat dilihat pada tabel siswa, mata pelajaran dan nilai pada gambar di atas, di mana
tabel nilai mempunyai ketergantungan terhadap tabel siswa dan mata pelajaran. Key fields dari tabel
siswa dan mata pelajaran terdapat juga pada tabel nilai, key fields untuk tabel siswa dan mata
pelajaran yang ada pada tabel nilai disebut sebagai fareign key. Hubungan relasi antartabel
dihubungkan dengan key fields nya.

Struktur Database

McLeod dan Schell (2007) mengatakan DBMS adalah software aplikasi yang digunakan untuk
menyimpan struktur database, data, relasi database dan tabel, form dan report. Sedangkan Romney
dan Steinbart (2015) berpendapat bahwa DBMS merupakan interface yang menghubungkan
database dengan program lainnya.

McLeod dan Schell (2007) mengatakan ada 3 (tiga) struktur database yang sering digunakan, yaitu
sebagai berikut.

a. Hierarchical Database Structures.


b. Network Database Structures.
c. Relational Database Structures.
A. Hierarchical Database Structure

Seperti namanya hierarchical database structure, struktur database ini menggunakan metode parent-
children di mana setiap satu parent mempunyai beberapa children, sebagai contoh sebuah organisasi
yang mempunyai beberapa divisi

McLeod dan Schell (2007) mengatakan bahwa hierarchical database structure dibentuk dengan data
group, subgroup dan terus ke bawah. Jika dilustrasikan struktur database ini seperti percabangan
tree.

[Link] Database Structures.

Struktur database ini dikembangkan untuk mengambil data pada record tertentu dari sekian banyak
data. Dengan menggunakan Network Database Structure, sistem dapat langsung menunjuk pada
record tertentu. Namun, pada prakteknya struktur ini masih mempunyai banyak kelemahan dan
kesalahan ketika menunjuk pada satu record tertentu.

Relation databese structure

Relational Database Structure merupakan penemuan dari C.J Date and E.F Codd yang melakukan
penelitian menggunakan aljabar relasional. Struktur ini menutup kelemahan dari kedua struktur yang
sudah dibahas di atas.

Keuntungan Menggunakan DBMS:

1. Data Integration
2. Data Shoring
3. Reporting Flexibility
4. Minimal Data Redundancy And Data Inconsistencies
5. Data independence
6. Central Management of Dato
7. Cross-functional analysis

Kelemahan DBMS:

1. Obtain Expensive Software


2. Obtain Lorge Hardware Configuration
3. Hire and Maintenance DBA Staff

Relational DBMS

[Link] DBMS dan File

Pada awalnya data disimpan dengan menggunakan file, namun metode ini banyak memberikan
kelemahan dan kekurangan.

Untuk mengatasi masalah ini dikembangkanlah DBMS sebuah metode yang menggunakan
pendekatan Relational Database Structure.

DBMS merupakan software aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, memelihara dan mengolah
database. Selain itu, DBMS juga sebagai interface antara databose dengan program lain.

[Link] System Concept

Database menggunakan konsep pemisahan antara penyimpanan dan penggunaan elemen data.

Romney dan Steinbart (2006) berpendapat bahwa database menggunakan 2 (dua) pendekatan
dalam melakukan pengolahan data,

1. Logical Views.
2. Physical Views

Logical Views, merupakan konsep yang digunakan agar user atau programmer dapat mengerti dan
memahami struktur dan organisasi data, sedangkan physical views merupakan konsep dan cara
bagaimana suatu data disimpan dan diubah dalam komputer

Schema

Romney dan Steinbart (2015) mengatakan Schema merupakan logical structure dari sebuah
database.

Ada 3 (tiga) level schema, adalah sebagai berikut.

[Link] Level

[Link] Level.

[Link] Level.

External Level, merupakan skema yang menggambarkan database dalam bentuk informasi yang
dapat dicerna oleh user atau programmers, sedangkan conceptual database menggambarkan
seluruh struktur database yang terdiri dari elemen database dan relasinya, dan internal level
merupakan pendeskripsian database yang lebih berfungsi pada low level DBMS. Database akan
diambil dari physical storage melalui internal level.
[Link] dictionary

Hoffer (2008) berpendapat Data Dictionary merupakan deskripsi dari elemen sebuah database yang
berisi informasi mengenai struktur dari database.

Pada umumnya DBMS mengolah database dengan menggunakan data dictionary, misalnya untuk
melakukan perubahan tipe data, mengubah panjang data, dan lain sebagainya.

E. Type of Attributes

Tabel dalam relational database mempunyai beberapa type attributes, yaitu sebagai berikut:

1. Primary key.

[Link] key.

Primary key merupakan key fields (key fields ada pada pembahasan organisasi data), yang menjadi
kunci (identitas) untuk setiap baris (record) pada suatu tabel. Primary key dapat terdiri dari 1 (satu)
atau lebih fields yang dikombinasikan, sehingga dapat membedakan setiap record pada tabel.
Foreign key, merupakan field kunci pada suatu tabel yang digunakan pada tabel yang lain sebagai
penghubung (relasi) antartabel.

[Link] relation database

Terdapat 4 (empat) kriteria dasar untuk membangun sebuah relational database:

1. Setiap kolom pada sebuah baris tidak boleh duplikat


2. Primary Key tidak boleh NULL (kosong)
3. Jika foreign key tidak NULL, maka harus mempunyai isi sesuai dengan tabel yang dirujuk
4. Semua attribute yang bukan key pada suatu tabel harus memberikan gambaran tentang
primary key

[Link] pendekatan dalam perancangan database

Hoffer (2008) mengatakan ada 2 pendekatan yang digunakan dalam melakukan perancangan
database, yaitu

1. Normalization merupakan teknik perancangan database dengan menempatkan semua field


pada sebuah tabel, kemudian beberapa aturan-aturan normalisasi memecah tabel tersebut
untuk menjadi beberapa tabel, proses pemecahan tabel disebut dengan istilah third normal
farm (3NF).
2. Semantic Data Modeling menggunakan beberapa diagram untuk menggambarkan model-
model dari struktur database dan bisnis proses. Has dari pendekatan ini dapat digunakan
untuk melakukan normalization.

[Link] relation database

Terdapat 3 (tiga) langkah utama dalam membuat database, yaitu:

1. Menentukan kebutuhan data;


2. Mendeskripsikan data;
3. Memasukan data ke dalam database (menggunakan DBMS).

Untuk menentukan kebutuhan data, ada 2 (dua) pendekatan yang digunakan, yaitu:

1. Process oriented
2. Enterprise modeling
1. Process Oriented
menggunakan pendekatan pada pendefinisian permasalahan serta mencoba untuk mencari
solusi untuk pemecahan permasalahan tersebut.
Ada beberapa langkah yang biasa digunakan untuk menggunakan pendekatan process
oriented:
1. Mendefinisikan permasalahan.

2. Mengidentifikasikan kebutuhan keputusan.

3. Mendefinisikan informasi yang dibutuhkan.


4. Menentukan proses untuk yang akan digunakan.
5. Menspesifikasikan kebutuhan data

[Link] Modelling

Enterprise Modeling, menggunakan model-model untuk mendeskripsikan dan menggambarkan data


serta proses dari permasalahan. Konsep yang digunakan oleh pendekatan ini adalah dengan
menentukan semua permasalahan dan menyimpannya ke dalam database.

Modeling data merupakan proses atau cara bagaimana permasalahan-permasalahan dikumpulkan


dan disimpan dalam sebuah tabel beserta relasi dari tabel-tabel tersebut.

Teknik Untuk Melakukan Modeling Data

1. Entity-Relationship Diagram (ERD)

ERD merupakan pemodelan data menggunakan entity can relasi di antara entity tersebut. Bentley
dan Whatten (2007) mengatakan entity adalah segala sesuatu baik yang bersifat abstrak maupun
yang ri yang ingin [Link] menentukan entity, selanjutnya adalah menentukan relasi antara
entity tersebut, relasi merupakan hubungan keterkaitan antara satu entity dengan entity
[Link], yaitu menentukan jumlah record pada satu entity akan berhubungan dengan
entity lain.

2. Class Diagram

Class diagram merupakan salah satu diagram yang digunakan pengembangan berorientasi abject
(OOP).

Class diagram merupakan kumpulan dari beberapa class dan relasinya. Class identik dengan entity
yang direpresentasikan dalam bentuk persegi di mana pada bagian atas ditulis nama class, kemudian
ke bawah ditulis attribute yang terdapat pada class, kemudian ke bawah lagi ditulis method method
yang ada pada class

Setelah menentukan class, akan ditentukan relasi antarclass, tidak jauh berbeda dengan ERD relasi
antarclass, akan menghubungkan antara satu class dengan satu class lainnya, dan ditambah dengan
hubungan jumlah record untuk masing masing class yang biasa disebut dengan istilah multiplicity.

BAB 4 SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER

[Link] (Perangkat KerasKomputer)


Perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan
data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat
lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

1. Peralatan input.
2. Peralatan Pemroses.
3. Peralatan Output.
4. Media Penyimpanan.

[Link] (Sumber Daya Pengoperasi Komputer)

Brainware merupakan orang (sumber daya manusia) yang mengoperasikan komputer. Brainware lah
yang memanfaatkan dan mengolaborasikan ketujuh komponen sistem informasi lainnya untuk dapat
menghasilkan sebuah sistem informasi yang sesuai harapan.

[Link]

Setiap rangkaian aktivitas yang dilakukan oleh setiap karyawan secara berulang-ulang disebut
prosedur, prosedur dapat juga disebut sebagai [Link] adanya prosedur seorang
supervisor dapat dengan mudah mengawasi segala aktivitas yang perlu dan tidak perlu dilakukan.

[Link] Base

McLeod dan Schell (2007) mengatakan bahwa database adalah kumpulan file-file (arti sempit) dan
secara umum pengertian database adalah kumpulan dari data-data pada satu perusahaan.
Sedangkan Bentley dan Whitten (2015) mengatakan bahwa database adalah kumpulan dari file-file
yang saling berhubungan. Para ahli sistem informasi merancang dan mengembangkan sebuah
software yang digunakan khusus untuk melakukan pengolahan database yang disebut Database
Management (DBMS). Dengan menggunakan DBMS, pengolahan data jauh lebih cepat dan duplikat
data dapat diminimalisir, sehingga menjamin kebenaran dan keakuratan data.

[Link] (Perangkat Lunak Komputer)

Software adalah istilah umum yang digunakan untuk mendeskripsikan kumpulan program-program
komputer yang terdiri dari prosedur-prosedur dan dokumentasi untuk melakukan tugas tertentu.

McLeod dan Schell (2007) mengatakan secara umum ada 2 (dua) jenis software, yaitu:

1. System Software (Operating System)


Software yang menjembatani antara user dengan hardware komputer melalui software
aplikasi. Hardware hanya mengerti bahasa mesin, oleh karena itu system software adalah
sebagai media agar user mudah berinteraksi dengan hardware komputer.
Contoh system software adalah sebagai berikut.
1. Microsoft Windows Family (Keluarga Windows).
2. Linux.
3. Unix.
4. Mac OS.

2. Application Software

Software yang langsung berhubungan dengan user.

Software jenis ini biasanya dirancang untuk mengolah data yang langsung
digunakan oleh pengguna:

a. Aplikasi MS. Word yang digunakan untuk mengolah kata.

b. Aplikasi Ms. Excel yang digunakan untuk spreadsheet.

c. Aplikasi Bisnis yang digunakan di perkantoran, seperti SAP.

d. Aplikasi Nero yang digunakan untuk melakukan burning data ke dalam CD.

[Link] Teknologi Informasi

Laudon dan Laudon (2015) mendefinisikan Infrastruktur Teknologi Informasi melalui dua pendekatan
yaitu pendekatan Technology dan Service Cluster.

Berdasarkan pendekatan technology, infrastruktur teknologi informasi adalah sekumpulan hardware


dan software yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem perusahaan, sedangkan pengertian
infrastruktur teknologi informasi berdasarkan service cluster adalah layanan yang dapat diberikan
oleh hardware ataupun software tersebut.

Layanan infrastruktur teknologi internal

1. Computing Platforms
2. Telecommunication Services
3. Application Software Services
4. Physical Facilities Management Services
5. IT Management Service
6. IT Standard Service
7. IT Education Service
8. IT Research And Development Service

[Link] Internal dan Security Measure

Wilkinson, et al (2000) mengatakan bahwa pengendalian internal adalah suatu status bahwa
manajemen bekerja keras untuk mencapai dan menyediakan jaminan yang beralasan agar tujuan
perusahaan dapat tercapai.

Tujuan pengendalian internal

1. Menjamin manajemen perusahaan agar tujuan perusahaan dapat tercapai.


2. Menjamin manajemen perusahaan agar laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat
dipercaya.
3. Menjamin manajemen perusahaan agar kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan
kegiatan yang berlaku.
4. Sasaran Pengendalian Internal
1. Mendukung operasi perusahaan yang efektif dan efisien.
2. Laporan keuangan yang handal dan akuntabel.
3. Perlindungan aset.
4. Memeriksa keakuratan dan kehandalan akuntansi.
5. Membantu dalam kebijakan-kebijakan manajerial.

Komponen-komponen Pengendalian Internal.

Committee of Sponsoring Organizations of the Treatway Commission (COSO)


Memperkenalkan adanya lima komponen pengendalian intern yang antara lain adalah sebagai
berikut:

1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)


2. Penilaian Risiko (Risk Assesment)
3. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
4. Pemantauan (Monitoring)
5. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Ke-10 domain tersebut meliputi

1. Access Control Systems and Methodology.


2. Applications and Systems Development.
3. Business Continuity Planning
4. Cryptography,
5. Low, investigation and Ethics.
6. Operations Security
7. Physical Security
8. Security Architecture and Models.

9. Security Management practices

10. Telecommunications, Network and internet Security.

Association of Certified fraud Examinations menkategorikan fraud dalam tiga kelompok:

1. Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Fraud).


2. Penyalahgunaan aset (Asset Misappropriation).
3. Korupsi (Corruption).

[Link] Pengembang Sistem Informasi

Sri Mulyani NS (2007) menambahkan bahwa ada sebuah komponen sistem informasi yang turut
mendukung dan mempengaruhi kelancaran pengembangan atau pembangunan sistem informasi di
sebuah organisasi atau perusahaan, komponen tersebut adalah kinerja pengembang sistem
informasi.

Komponen ini turut mempengaruhi apabila organisasi atau perusahaan tersebut mengembangkan
atau membangun sistem informasi menggunakan pihak ketiga atau konsultan.

Faktor Kinerja Pengembang Sistem Informasi

[Link] dan Pengalaman Pengembang dalam Mengembangkan Sistem Informasi

[Link] Jawab Pengembang dalam Melakukan Pengembangan Sistem Informasi

Model Sistem Informasi Berbasis Komputer

[Link] Informasi Akuntansi Sistem Informasi Akuntansi memiliki tujuan:

1. Memenuhi kebutuhan pelaporan yang diatur organisasi;


2. Menyediakan informasi akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi;
3. Untuk membantu organisasi dalam meminimalisasi risiko kecurangan yang mungkin akan
ditemui dari penyalahgunaan data akuntansi.
Sebelumnya sistem informasi akuntansi didesain hanya untuk menghasilkan laporan keuangan dan
informasi untuk pihak eksternal saja. Tapi sekarang selain fungsi tersebut, sistem informasi akuntansi
sudah dapat memproses data untuk keperluan manajemen di segala lini, bahkan untuk membantu
dalam pengambilan keputusan.

Menurut Romney & Steinbart (2015) ada enam komponen Sistem Informasi Akuntansic

[Link].

[Link] atau Instructions.

[Link]

[Link].

[Link] Technology infrastructure [Link] Control and Security Measures.

B. Sistem Informasi Manajemen

McLeod dan Schell (2007) mengatakan Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem yang
sudah terkomputerisasi yang melakukan pengolahan data agar dapat digunakan oleh orang yang
membutuhkannya.

Sistem informasi manajemen mencakup tugas-tugas yang sangat luas termasuk analisis keputusan
dan sebagai alat untuk membuat keputusan.

Beberapa subsistem Sistem Informasi Manajemen adalah sebagai berikut.

1. Sistem Informasi Akuntansi.


2. Sistem Informasi Pemasaran.
3. Sistem Informasi Kepegawaian.
4. Sistem Informasi Produksi.

Untuk mengakses sistem informasi, pengguna sistem informasi manajemen melakukan pembagian
tugas terhadap sumber daya sistem informasi manajemen tersebut, seperti misalnya DBMS yang
digunakan sebagai media penyimpan data, model-model sebagai alát pendukung untuk
menginterpretasikan data-data yang tersimpan dalam database dan lain- lain.

Sistem informasi manajemen akan menghasilkan output Berupa informasi yang dapat dijadikan
sebagai pertimbangan (alat) untuk mengambil atau membuat keputusan.

[Link] Support System (DSS)

DSS merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses
pengambilan keputusan.

Keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana
penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan
keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu- ilmu, seperti operation research dan management
science.

Sprague dan Carlson (1993) mendefinisikan DSS memiliki 5 (lima) karakteristik utama sebagai berikut:

1. Sistem yang berbasis komputer.


2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan.
3. Untuk memecahkan masalah- masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi
manual.
4. Melalui cara simulasi yang interaktif. 5. Di mana data dan model analisis sebagai komponen
utama.

Secara garis besar, DSS dibangun oleh 3 (tiga) komponen besar, yaitu sebagai berikut.

1. Database.
2. Model Base.
3. Software System.

[Link] Office System

Virtual Office System merupakan pengembangan dari Office Automation System yaitu mesin
komputer (hardware) dan software yang digunakan untuk membuat, mengumpulkan, menyimpan,
memanipulasi dan menyebarkan informasi untuk kebutuhan perkantoran (perusahaan) secara digital
untuk mengerjakan tugas-tugas perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

E. Enterprise Resource Planning (ERP)

McLeod dan Schell (2007) mengatakan bahwa ERP System merupakan sistem yang terkomputerisasi
melibatkan seluruh resource manajemen dalam sebuah perusahaan.

ERP merupakan integrasi dari semua subsistem pada sebuah perusahaan, misalnya Human Resource
Management (HRM) akan berhubungan dengan Project Management Sistem, Payroll, inventory,
hingga Sistem Informasi Akuntansi (AIS) yang akan menghasilkan suatu reporting yang dibutuhkan
oleh semua departemen dan integrasi di antara departemen tersebut.

BAB 5 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Pengertian teknik pendokumemtasi

Salah satu alat yang sering digunakan untuk mendokumentasikan sistem adalah

Diagram arus data dan bagan alir (flowchart dokumen, flowchart sistem, flowchart program). Alat ini
dilengkapi dengan deskripsi naratif sistem, yaitu penjelasan per tahap mengenai komponen dan
interaksi sistem.

Teknik pendokumentasian memiliki peranan penting dalam hal berikut.

1. Sebuah sistem beroperasi dapat terbaca dari dokumentasi yang tersedia.


2. Dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dokumentasi sistem pengendalian internal
dan dapat menetapkan apakah sistem tersebut memenuhi kebutuhan perusahaan.
3. Sebuah sistem berfungsi secara optimal, apabila sistem tersebut dapat secara

Mudah dimengerti prosedurnya oleh orang lain dan dalam pengembangan Sistem baru harus
menunjukkan sistem pengendalian internalnya.

DIAGRAM ARUS DATA (DATA FLOW DIAGRAM)

→ Menggunakan simbol untuk menandakan sebuah proses, sumber data dan entitas dalam sebuah
sistem. Pemakai utamanya adalah analis sistem dan perancang sistem. Diagram ini digunakan oleh
analis sistem untuk mendokumentasikan perancangan logis sistem guna membantu pengguna
memahami proses kerja sistem. Penggunaan diagram ini bertujuan untuk memisahkan secara jelas
proses logis dari sistem analis dari proses fisik perancangan sistem.
Alat dokumentasi akuntansi

1. DIAGRAM ARUS DATA (DATA FLOW DIAGRAM)


[Link]-elemen dalam diagram arus data

Disusun berdasarkan 5 indikator dasar yaitu sumber dan tujuan data, arus data (data flow), proses,
tempat penyimpanan data dan kamus data. Kelima elemen ini dikombinasikan guna memperlihatkan
bagaimana data diproses. Pembuatannya selalu menggunakan simbol-simbol yang mudah
dimengerti oleh pengguna sistem, diantaranya:

Elemen-elemen dalam diagram arus data

1) Sumber dan tujuan data; gambaran suatu institusi perusahaan maupun orang
personal yang menggunakan informasi dari sistem tersebut. Disebut sebagai entitas
dengan bentuk persegi empat.
2) Arus data (data flow); aliran data melalui pemrosesan, file data dan entitas data.
Pergerakan data melalui file data dan entitas data akan mengalir melalui tahapan
pemrosesan data sesuai dengan modul yang tersedia. Bentuknya garis lurus atau
melengkung dengan tanda panah.
3) Proses; kegiatan mentransformasikan data yang ada.
4) Tempat penyimpanan data (data store); berfungsi menyimpan data yang bersifat
sementara dan harus diberi label yang jelas. Bentuknya bisa soft file dan bisa juga
hard copy.
5) Kamus data (data dictionary); menggambarkan deskripsi semua elemen data,
penyimpanan, dan arus data pada sebuah sistem.

Diagram arus data ke dalam subsistem

→ Untuk memudahkan penafsiran diagram arus data, terutama pada gambaran yang lebih detil dan
rinci, biasanya diagram arus ini dipecah-pecah ke dalam subbagian yang lebih kecil, ini dilakukan
untuk mengantisipasi jika gambar membutuhkan tingkatan yang lebih rinci.

Sistem diagram arus data diawali dengan menampilkan diagram konteks (contex diagram) yang
bertujuan menjelaskan sistem pemroses data dan entitas eksternal yang menjelaskan arah dan
tujuan sebuah proses sistem.

Menggambar diagram arus data

→ Perancang sistem harus memahami telebih dahulu sistemnya sebelum membuat

Bagan alir.

1) Tentukan sub-sub yang akan menjadi entitas, awali dengan membuat diagram konteks,

2)Lakukan pengidentifikasian arus data, apa saja yang menjadi kelompok arus data, identifikasi
kegiatan transformasinya, pelajari seluruh dokumen atau tempat penyimpanan data dan pelajari
sumber dan tujuan data,

3)Tandai setiap langkah proses kerja dan lengkapi dengan notasi yang jelas (terutama pada sub-sub
bagian) guna memudahkan penelusuran kejadian.

Langkah-langkah mempersipakan bagan alir (flowchart)

1)Perhatikan karakteristik setiap bagian dalam organisasi maupun pihak-pihak luar yang terkait.
2)Cantumkan nama tiap-tiap departmen pada kolom yang sudah disediakan.

3)Buatlah desain bagan alir secara vertikal dan horizontal, dengan memulai dari atas diteruskan ke
arah bawah dan dari kiri ke kanan.

4)Beri awalan dan akhiran yang jelas untuk bagan alir.

5)Gunakan software komputer untuk menggambar simbol-simbol yang digunakan serta lengkapi
dengan nama yang jelas.

6)Gunakan tanda-tanda yang jelas, mislanya nomor file, garis lurus diakhiri dengan kepala panah,
konektor untuk garis yang bersimpang.

KURANG BAB Dampak teknologi bagi akuntansi tulis manual

Anda mungkin juga menyukai