PENDAHULUAN
Pengetahuan akan adanya hubungan antara lambang atau satuan bahasa dengan
maknanya sangat diperlukan dalam berkomunikasi dengan bahasa itu (Chaer,1995). Selanjutnya,
makna sesungguhnya merupakan isi yang terkandung di dalam suatu bentuk atau lambang,
yaitu hubungan antara lambang atau satuan bahasa dengan dunia luar yang disepakati
bersama oleh para pemakai bahasa sehingga dapat saling dimengerti. Dengan kata lain,
mempelajari makna kata pada hakikatnya berarti mempelajari bagaimana para pemakai
bahasa dalam suatu masyarakat bahasa menafsirkan lambang-lambang bahasa untuk dapat
saling mengerti. Salah satu media untuk menyampaikan maksud adalah dengan
menggunakan tulisan. Bahasa terbagi dalam dua jenis, yakni bahasa tulis dan bahasa lisan.
Bahasa memiliki beragam makna yang dapat diinterpretasi oleh setiap orang yang
mendengar atau membacanya. Tulisan yang digunakan untuk menyampaikan maksud
tertentu dapat ditulis yang menarik dan mencolok seperti slogan.
Slogan merupakan tulisan yang digunakan untuk menyampaikan maksud yang ingin
disampaikan oleh pembuat slogan. Slogan di lingkungan Madrasah adalah kalimat ringkas
dan sederhana yang berisi peringatan, himbauan dan ajakan yang dibuat oleh Madrasah
yang mengandung makna tujuan agar mudah diingat para warga Madrasah. Slogan di
lingkungan Madrasah tersebut bertujuan untuk menambah kedisiplinan. Penulisan bahasa slogan
di lingkungan Madrasah dibuat secara tegas agar para warga Madrasah membudayakan tertib dan
taat pada peraturan Madrasah.
Hampir disetiap lingkungan Madrasah pastilah memiliki slogan-slogan yang tertempel
di dinding-dindingnya. Setiap slogan pastilah memiliki makna ataupun maksud yang berda-
beda. Akan tetapi tidak sedikit pula yang memahami makna maupun maksud dari
kandungan dari slogan-slogan yang ada. Tidak dapat dipungkiri, setiap makna yang terdapat
dalam slogan di lingkungan Madrasah melahirkan konsekuensi-konsekuensi tertentu berkaitan
dengan masalah ketertiban. Sebagai contoh ketika seorang siswa yang melanggar salah satu
tata tertib yang terdapat dalam sebuah slogan “Buang Sampah pada Tempatnya!”, tetapi siswa
tersebut membuang sampah sembarangan yang akhirnya akan menimbulkan terjadinya
permasalahan yang merugikan banyak pihak.
Pemahaman makna tujuan slogan di lingkungan Madrasah perlu dikuasai oleh warga
Madrasah, agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang
di sekitar Madrasah. Warga Madrasah harus mengindahkan membudidayakan tertib pada
peraturan dengan mengambil hikmah di setiap slogan di lingkungan Madrasah yang ada.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara.
Maka Peneliti berkeinginan menganalisis makna Slogan yang berada di lingkungan Madrasah.
Penelitian ini mengfokuskan permasalahan pada aspek makna tujuan pada slogan dilingkungan
Madrasah Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui jenis
slogan dan makna slogan.
METODE PENELITIAN
Menurut Neuman (1997) dalam buku Menulis Ilmiah Metode Penelitian Kualitatif
(Santana, 2007). metode yang digunakan dalam penelitian yang sesuai dengan tujuan
penelitian yaitu dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut Sumanto (2014)
kegiatan penelitian deksriptif melibatkan mengumpulan data untuk menguji hipotesis yang
berkaitan dengan status atau kondisi objek yang diteliti pada saat dilakukan penelitian.
Penelitian deskriptif berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasi data yang ada.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti memperoleh data mengenai slogan
yang diambil dari lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara. Tujuan dari
slogan adalah menghimbau serta memotivasi warga Madrasah, terutamam siswa-siswi.
Dari data yang dikumpulkan di bulan September 2022 terdapat 6 slogan dari 4 slogan
pendidikan dan 2 slogan motivasi/ nasehat.
Tabel Data Slogan
No Jenis Slogan Slogan
1 Slogan Pendidikan 1. Ilmu tidak akan habis jika dibagi, tidak
seperti harta.
2. Ilmu adalah investasi berharga untuk masa
depan.
3. Bagi pelajar, waktu adalah ilmu..
4. Orang yang berilmu terlihat besar, meskipun
ia masih remaja.
2 Slogan Motivasi/Nasehat 1. Mengoreksi diri sendiri adalah modal dari
tindakan.
2. When you know better, you do better.
B. Pembahasan
Data slogan Madrasah dianalisis dengan ragam makna semantik leksikal..
Adapun uraiannya sebagai berikut:
Makna Semantik Leksikal
Semantik leksikal adalah bentuk adjektif yang diturunkan dari bentuk nomina
leksikon (vokabuler, kosa kata, perbendaharaan kata).
a. Slogan Pendidikan
Slogan Pendidikan adalah slogan yang mengandung tentang dunia
pendidikan.
1). Ilmu tidak akan habis jika dibagi, tidak seperti harta.
Slogan tersebut terdiri atas kata ilmu, tidak, akan, habis, jika, dibagi, tidak,
seperti, harta.
Kata ilmu memiliki arti:
a). Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut
metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di
bidang (pengetahuan) itu.
b). Pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akhirat, lahir, batin,
dan sebagainya) (KBBI, 2007).
Kata tidak memiliki arti:
a). Partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dan
sebagainya (KBBI,2007).
Kata akan memiliki arti:
a). Untuk menyatakan sesuatu yang hendak terjadi, berarti hendak.
b). Sebagai kata perangkai untuk menghubungkan verba dan sebagainya
dengan pelengkapnya yang berarti (kepada).
c). Mengenai, tentang, tedrhadap (KBBI, 2007).
Kata habis memiliki arti:
a). Tidak ada yang tinggal lagi (karena sudah digunakan, dibagikan, dimakan, dan
sebagainya), tidak tersisa
b). Selesai. c). Tamat, d). Sudah sampai pada batas waktu yang ditentukan, e).
Keluar biaya, f). Sesudah, setelah, g). Kalau begitu, (tidak begitu), maka, h).
Akhir (KBBI, 2007).
Kata jika memiliki arti:
a). Kata penghubung untuk menandai syarat (janji), kalau (KBBI, 2007).
Kata dibagi memiliki arti:
a). Pecah (KBBI, 2007)
Kata tidak memiliki arti:
a). Partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dan
sebagainya (KBBI, 2007).
Kata sperti memiliki arti:
a). Serupa dengan, sebagai, semacam, b). Sama halnya dengan, tidak ubahnya,
c) Sebagaimana, sesuai dengan, menurut, d). Seakan-akan, seolah-olah.
e). Misalnya, f). Adapun yang sebagai (KBBI, 2007).
Kata harta memiliki arti:
a). Barang (uang dan sebagainya) yang menjadi kekayaan,
b). Kekayaan berwujud dan tidak berwujud yang bernilai dan yang menurut
hukum dimiliki perusahaan (KBBI, 2007).
Makna leksikal secara keseluruhan adalah pengetahuan yang dibagikan tidak
akan pernah ada habisnya.
2). Ilmu adalah investasi berharga untuk masa depan.
Slogan tersebut terdiri atas kata ilmu, adalah, investasi, berharga, untuk, masa,
depan.
Kata ilmu memiliki arti:
a). Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut
metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di
bidang (pengetahuan) itu.
b) pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akhirat, lahur, batin, dan
sebagainya) (KBBI, 2007).
Kata adalah memiliki arti:
a). Identik dengan, b). Sama maknanya dengan, c). Termasuk dalam kelompok
atau golongan (KBBI, 2007).
Kata investasi memiliki arti:
a). Penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk
tujuan memperoleh keuntungan (KBBI, 2007)
Kata berharga memiliki arti:
a). Nilai barang yang ditentukan atau dirupakan dengan uang (KBBI, 2007).
Kata untuk memiliki arti:
a). Kata depan untuk menyatakan bagi, b). Sebab atau alasan, c). Tujuan atau
maksud, d). Penggantian (sebagai ganti...), e). Selama, f). Sudah (KBBI, 2007).
Kata masa memiliki arti:
a). Waktu, ketika, saat, b). Jangka waktu yang agak lama terjadinya suatu
peristiwa penting, c). Jangka waktu tertentu yang ada permulaan dan batasnya
(KBBI, 2007).
Kata depan memiliki arti:
a). Hadapan, muka (KBBI, 2007).
Makna leksikal secara keseluruhan adalah tabungan yang paling berharga
untuk masa depan adalah ilmu.
3). Bagi pelajar, waktu adalah ilmu.
Slogan tersebut terdiri atas kata bagi, pelajar, waktu, adalah, ilmu.
Kata bagi memiliki arti:
a). Kata depan untuk menyatakan tujuan, untuk.
b). Kata depan untuk menyatakan perihal, akan (hal), tentang (hal), menurut
(pendapat)., c). Pecahan dari sesuatu yang utuh, penggal, pecah.
d). Suatu operasi aljabar yang biasanya dilambangkan dengan titik dua
(KBBI, 2007).
Kata pelajar memiliki arti:
a).murid, b). Orang yang belajar (KBBI, 2007).
Kata waktu memiliki arti:
a). Seluruh rangkaian ketika proses, perbuatan, atau berlangsung.
b). Lamanya (saat yang tertentu), c). Saat yang tertentu untuk melakukan
sesuatu, d). Kesempatan, tempo, peluang, e). Ketika, saat, f). Hari (keadaan hari)
(KBBI, 2007).
Kata adalah memiliki arti:
a). Identik dengan, b). Sama maknanya dengan, c). Termasuk dalam kelompok
atau golongan (KBBI, 2007).
Kata ilmu memiliki arti:
a). Pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut
metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di
bidang (pengetahuan) itu.
b) pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akhirat, lahur, batin, dan
sebagainya) (KBBI, 2007).
Makna leksikal secara keseluruhan adalah pelajar sangat menghargai waktu.
4). Orang yang berilmu terlihat besar, meskipun ia masih remaja.
Slogan tersebut terdiri atas kata orang, yang, berilmu, terlihat, besar, meskipun,ia, masih, remaja.
Kata orang memiliki arti:
a). Manusia (dulu arti khusus), b). Manusia (ganti diri ketiga yang tidak tentu), c). Dirinya
sendiri, manusianya sendiri, d). Kata penggolongan untuk manusia, e). Anak buah (bawahan), f).
Rakyat (dari suatu negara), warga negara, g). Manusia yang bersal dari atau tinggal disuatu
daerah, h). Suku bangsa, i). Karena (sebenarnya) (KBBI, 2007).
Kata yang memiliki arti:
a). Kata untuk menyatakan bahwa atau kalimat yang berikut diutamakan atau dibedakan dari
yang lain.
b). Kata yang menyatakan bahwa bagian kalimat yang berikutnya menjelaskan kata yang di
depan.
c). Kata yang dipakai sebagai kata pembeda, d). Adapun, akan, e). Bahwa (KBBI, 2007).
Kata berilmu memiliki arti:
a). Memiliki pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode
tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu.
b) Memiliki pengetahuan atau kepandaian (tentang soal duniawi, akhirat, lahur, batin, dan
sebagainya) (KBBI, 2007).
Kata terlihat memiliki arti:
a). Dapat dilihat, kelihatan, tampak, b). Tiba-tiba atau tidak sengaja dapat dilihat, c). Sudah
dilihat (diketahui) (KBBI, 2007).
Kata besar memiliki arti:
a). Lebih dari ukuran sedang, lawan dari kecil, b). Tinggi dan gemuk, c). Luas, tidak sempit.
d). Menjadi dewasa (KBBI, 2007).
Makna leksikal secara keseluruhan adalah orang yang memiliki ilmu tinggi derajatnya walau ia
masih kecil.
b. Slogan Motivasi/ Nasehat
Slogan motivasi atau nasehat adalah slogan yang mengandung makna memberikan imbauan,
nasehat dan inspirasi.
1). Mengoreksi diri sendiri adalah modal dari tindakan.
Slogan tersebut terdiri atas kata mengoreksi, diri, sendiri, adalah, modal, dari, tindakan.
Kata mengoreksi memiliki arti:
a). Pembetulan, perbaikan, pemeriksaan (KBBI, 2007).
Kata diri memiliki arti:
a). Orang seorang (terpisah dari yang lain), b). Tidak dengan yang lain (KBBI, 2007).
Kata sendiri memiliki arti:
a). Seorang diri, tidak dengan orang lain, b). Tidak dibantu (dipengaruhui) orang lain,
c). Tidak dibantu alat lain, otomatis (KBBI, 2007).
Kata adalah memiliki arti:
a). Identik dengan, b). Sama maknanya dengan, c). Termasuk dari kelompok atau golongan
(KBBI, 2007).
Kata modal memiliki arti:
a). Uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang.
b). Barang yang digunakan sebagai dasar atau bekal untuk bekerja (KBBI, 2007).
Kata dari memiliki arti:
a). Kata depan yang menyatakan tempat permulaan, b). Kata yang menyatakan asal kedatangan
(KBBI, 2007).
Kata tindakan memiliki arti:
a). Sesuatu yang dilakukan, perbuatan, b). Tindakan yang dilaksanakan untuk mengatasi sesuatu
(KBBI, 2007)
Makna leksikal secara keseluruhan adalah mengoreksi diri merupakan awal dari sebuah
tindakan.
SIMPULAN
Berdasarkan Hasil Penelitian dan pembahasan tentang analisis makna slogan di
lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara, memilki 2 jenis slogan yang berjumlah
6 buah slogan dengan 4 slogan pendidikan dan 2 slogan motivasi/nasehat. Slogan pendidikan
adalah slogan yang mengandung makna atau berhubungan dengan dunia pendidikan.
Sedangkan slogan motivasi/ nasehat adalah slogan yang mengandung makna memberikan
imbauan, ajakan, nasehat, inspirasi, dan motivasi. Makna semantik slogan-slogan di Madrasah
Aliyah Negeri 2 Halmahera Utara memiliki jenis semantik leksikal. Semantik leksikal adalah
bentuk adjektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon (kosa kata, perbendaharaan
kata) dan berbentuk kata dasar.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan dkk. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Aminuddin. 2001. Semantik (Pengantar Studi Tentang Makna). Malang: Penerbit Sinar Baru
Algensindo Bandung Bekerjasama dengan YA3 Malang.
Anshori, M. Isa. Kamus Lengkap 10 Milyard: Nur Ilmu.
Chaer, Abdul. 1995. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Http://[Link]/amp/s/[Link]/2014/12/09/mengenal-
pengertian-slogan-tujuan-serta-ciri-cirinya/amp/. Diakses pada Hari Senin, 7 Agustus 2017.
Http://[Link]/2015/12/pengertian-slogan-ciri-ciri-macam-contoh-
[Link]?m=1. Diakses pada Hari Senin, 7 Agustus 2017.
Santana, Septiawan. 2007. MenulisI ilmiah Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Yayasan
Obor Indonesia.
Sumanto. 2014. Teori Dan Aplikasi Metode Penelitian. Yogyakarta. Caps (Center of Academic
Publishing Service).