Mengenal Boiler Lebih Jauh Beserta Fungsi, Prinsip Kerja,
dan Jenisnya
Boiler adalah jenis bejana tertutup pengubah air menjadi uap energi.
Bejana ini terdiri dari berbagai komponen utama dengan fungsi masing-
masing serta digunakan dalam berbagai industri dari kelapa sawit hingga
permen.
Daftar Isi
1. Apa Itu Boiler
2. Fungsi Boiler
3. Komponen Utama Boiler
4. Prinsip Kerja Boiler
5. Jenis-Jenis Boiler
Pernahkah Anda melihat uap yang berasal dari proses pemanasan air? Jika
ya, mungkin Anda pernah melihat salah satu jenis bejana yang satu
[Link] panas telah terbukti dapat digunakan di berbagai kegiatan,
terutama proses produksi dan pengolahan di pabrik. Oleh karena itu,
bejana sebagai alat penghasil uap banyak digunakan pada pabrik
produksi minyak.
Dalam artikel ini kita akan membahas definisi, fungsi, komponen, prinsip
kerja, hingga jenis dari Boiler.
Apa Itu Boiler
Boiler adalah salah satu jenis bejana yang tertutup dan memiliki fungsi
utama sebagai alat konversi energi dari air menjadi uap. Bejana ini
mampu membentuk uap dengan tekanan lebih dari 1 atmosfir dengan
cara memanaskan air yang ada di dalamnya menggunakan gas-gas steam
hasil dari hasil pembakaran.
Singkatnya, alat ini mengubah energi kimia menjadi energi lain
menghasilkan tenaga untuk kerja dan dirancang untuk melakukan atau
mentransfer panas dari sumber bahan bakar, yang biasanya berupa
bahan bakar yang terbakar.
Fungsi Boiler
Boiler memiliki fungsi utama yaitu menghasilkan uap, namun prakteknya
hasil uap tersebut mampu dimanfaatkan di berbagai industri. Berikut
adalah beberapa industri yang menggunakan boiler:
Industri kelapa sawit
Pabrik makanan dan minuman
Pabrik gula
Pabrik karet
Pabrik farmasi
Kapal
Komponen Utama Boiler
Dalam menjalankan fungsinya, boiler didukung oleh beberapa komponen
yang memiliki fungsinya masing-masing.
1. Drum Ketel
Drum ketel berfungsi sebagai reservoir air panas dan sebagai tempat
pembangkit uap. Di dalamnya berisi steam dan air jenuh dengan
perbandingan 50% air dan 50% steam.
Drum ketel dibagi sedemikian rupa sehingga air tidak bergerak bersama
uap. Air bersuhu rendah tenggelam ke dasar dan air bersuhu tinggi naik
ke atas lalu menguap.
2. Furnace (Tungku Pengapian)
Pada bagian ini dibakar bahan bakar yang merupakan sumber panas,
proses penyerapan panas dengan media air terjadi melalui tabung yang
dialiri air, tabung tersebut ditempelkan pada dinding tungku.
Di dalam tungku, ruang bakar terbagi lagi menjadi dua bagian, terdiri dari
ruang pertama dan ruang kedua. Pada chamber pertama, pemanasan
langsung disediakan oleh sumber panas yang diserap oleh pipa,
sedangkan pada chamber kedua, panas yang diserap di bagian atas
berasal dari udara panas hasil proses pembakaran di chamber pertama.
Tugas dari ruang pemanas kedua ini adalah menyerap limbah dari ruang
pemanas pertama, sehingga energi panas yang terbuang percuma tidak
menjadi terlalu besar, dan mengatur suhu cairan yang dipanaskan di
ruang pertama. ke dalam ruangan agar tidak mengalami kehilangan
panas yang berlebihan.
3. Superheater
Komponen ini memiliki tempat pengeringan steam, karena steam yang
keluar dari badan boiler masih basah sehingga tidak dapat digunakan.
Pemanas tubular digunakan pada preheater, yang dipanaskan hingga
suhu 260-350°C. Pada suhu ini, uap mengering dan dapat digunakan
untuk menggerakkan turbin dan peralatan lainnya.
4. Airheater
Selanjutnya, adalah airheater yang merupakan alat yang memanaskan
udara yang digunakan untuk meniup/menghembuskan bahan bakar
sehingga terbakar sempurna.
Sebelum melewati pemanas udara, udara yang dihembuskan memiliki
suhu yang sama dengan suhu udara normal (suhu luar), yaitu 38 °C.
Namun setelah melewati pemanas udara, suhu udara naik menjadi 230 °C
untuk menghilangkan kandungan air yang dikandungnya, karena uap air
dapat mengganggu proses pembakaran.
5. Economizer
Fungsi economizer adalah untuk menyerap panas dari gas hasil
pembakaran setelah melewati superheater. Pemanasan air ini
berlangsung sedemikian rupa sehingga perbedaan temperatur antara air
pengisi dan air di dalam drum boiler tidak terlalu besar, sehingga tidak
terjadi thermal stress (tegangan akibat pemanasan) di dalam drum
utama.
Selain itu, dengan menggunakan sisa bahan bakar gas, efisiensi boiler
meningkat dan proses pembangkitan uap dipercepat.
6. Sight Glass (Gelas Penduga)
Gelas penduga ini dipasang pada drum bagian atas. Sight glass digunakan
agar kita dapat mengetahui ketinggian air yang berada di dalam drum.
Tujuannya adalah untuk memudahkan kita dalam mengontrol ketinggian
air dari dalam ketel selama boiler sedang beroperasi. Untuk
menggunakannya, gelas ini wajib dicuci secara berkala untuk menghindari
terjadinya penyumbatan yang dapat membuat level air tidak dapat
dibaca.
7. Safety Valve (Katup Pengaman)
Komponen yang satu ini digunakan untuk membuang uap apabila tekanan
uap telah melebihi batas maksimal atau batas yang ditetapkan. Safety
valve ini bisa diatur sesuai dengan aspek maksimum yang telah
ditentukan.
Katup ini terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah katup pengaman uap
basah, biasanya diatur pada tekanan 21 kg per cm kuadrat.
Yang kedua adalah katup pengaman uap kering, umumnya diatur pada
tekanan 20,5 kg per cm kuadrat. Safety valve ini bisa diatur sesuai
dengan aspek maksimum yang telah ditentukan.
8. Pengatur Pembuangan Gas Bekas
IDF (Induced Draft Fan) menarik asap dari ruang bakar melalui pengumpul
debu dan kemudian keluar melalui cerobong asap. Katup kontrol gas
buang disesuaikan sesuai kebutuhan sebelum menyalakan IDF, karena
semakin banyak katup terbuka, semakin kuat hisap dari bagian dalam
tungku.
Prinsip Kerja Boiler
Pada umumnya prinsip kerja boiler cukup sederhana dan sama seperti
pada saat kita sedang mendidihkan air menggunakan panci. Proses
pendidihan air ini akan selalu diiringi proses perpindahan panas serta
melibatkan bahan bakar, udara, material wadah air, serta air itu sendiri.
Dalam tahapannya terbagi lagi menjaditiga jenis perpindahan panas yang
sudah sangat familiar dengan kita yakni konduksi, konveksi, dan radiasi.
Proses pertama adalah konduksi, di mana ini terjadi saat boiler
mendapatkan energi panas untuk mengubah air menjadi uap dari
penghantar panas.
Lalu dilanjutkan dengan distribusi antar molekul air dalam aliran yang
terjadi secara konveksi. Perpindahan panas konvektif antar molekul air,
seolah-olah menciptakan aliran fluida yang terpisah dari aliran air di pipa-
pipa boiler.
Selanjutnya, Bahan bakar gas yang mengandung energi panas terus
mengalir ke sisi knalpot mengikuti bentuk boiler. Panas yang terkandung
dalam gas buang diserap oleh permukaan tabung ketel dan dipindahkan
ke air di dalam tabung.
Air secara bertahap mengubah fase menjadi uap basah (jenuh) dan
selanjutnya dapat bertransisi menjadi uap kering (super panas).
Jenis-Jenis Boiler
Terdapat jenis boiler berdasarkan bahan bakar yang digunakan yaitu
menggunakan gas, minyak, LPG dan biomassa. Selain itu, berikut ini akan
dijelaskan jenis boiler.
1. Water Tube Boiler
Dalam water tube boiler atau ketel tabung air, air umpan ketel mengalir
melalui tabung ke dalam drum. Gas bahan bakar memanaskan air yang
bersirkulasi, menyebabkan uap terbentuk di area uap drum.
Ketel ini dipilih pada saat kebutuhan uap dan tekanan uap sangat tinggi,
seperti pada ketel listrik. Ketel tabung air canggih dirancang untuk
produksi uap 4.500-12.000 kg/jam pada tekanan sangat tinggi.
Banyak boiler tabung air dibangun dalam bundel ketika bahan bakar
minyak dan gas digunakan. Bukan kebiasaan merancang paket untuk
boiler pipa air yang menggunakan bahan bakar padat.
2. Fire Tube Boiler
Dalam fire tube boiler, gas panas mengalir melalui tabung dan air
umpan ketel berada di dalam selubung untuk diubah menjadi uap. Boiler
ini umumnya digunakan untuk kapasitas steam yang relatif kecil pada
tekanan steam rendah atau sedang.
Sebagai panduan, boiler tabung api dengan laju uap hingga 12.000 kg/jam
dan tekanan hingga 18 kg/cm2 adalah kompetitif.
Jenis ini dapat menggunakan bahan bakar minyak, gas atau bahan bakar
padat untuk pengoperasiannya. Untuk alasan ekonomi, sebagian besar
boiler tabung api dibangun sebagai boiler “paket” (dipasang pabrik) untuk
semua bahan bakar.
3. Paket Boiler
Boiler yang satu ini disebut paket lengkap, karena dalam isinya sudah
tersedia berbagai pilihan. Sehingga saat alat ini dikirim ke pabrik, hanya
perlu menyiapkan saluran uap, saluran air, pasokan bahan bakar, dan
sambungan listrik. Selanjutnya, bejana tertutup ini siap beroperasi.
Paket boiler biasanya struktur header tipe shell dan tube dengan
perpindahan panas yang tinggi baik secara radiasi maupun konveksi.
Ruang pembakaran yang kecil dan pelepasan panas yang tinggi menjamin
penguapan yang lebih cepat. Dan sejumlah besar tabung berdiameter
kecil berfungsi memastikan perpindahan panas konvektif yang baik.