0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan15 halaman

Muhafadhoh Mufrodat untuk Fathul Qorib

Proposal skripsi ini membahas implementasi metode Muhafadhoh Mufrodat untuk mempermudah pengertian kitab Fathul Qorib di Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode tersebut, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses pembelajaran. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, lembaga, dan peneliti dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab.

Diunggah oleh

Darul Gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan15 halaman

Muhafadhoh Mufrodat untuk Fathul Qorib

Proposal skripsi ini membahas implementasi metode Muhafadhoh Mufrodat untuk mempermudah pengertian kitab Fathul Qorib di Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan metode tersebut, serta mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung dalam proses pembelajaran. Diharapkan, penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, lembaga, dan peneliti dalam pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab.

Diunggah oleh

Darul Gunawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Proposal Skripsi

Implementasi Muhafadhoh Mufrodat Untuk Mempermudah


Mengartikan Kitab Fathul Qorib Di Lembaga Takhossus Kitab
Al-Wafiyah Wilayah Zaid Bin Tsabit (K) Putri

Nama Mahasiswa

NIM

PENDIDIKAN BAHASA ARAB

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS NURUL JADID

2023-2024

1
Implementasi Muhafadhoh Mufrodat untuk mempermudah
mengartikan kitab Fathul Qorib di Lembaga Takhossus Kitab Al-
Wafiyah

A. Latar Belakang

Pendidikan bagi umat manusia merupakan sistem dan cara untuk


meningkatkan kualitas hidup dalam segala bidang. Pendidikan merealisasikan
perannya dalam mencerdaskan kehidupan manusia tentunnya membutuhkan
jalan alternatif untuk mewujudkannya . Diantaranya yaitu dengan
menggunakan metode-metode pembelajaran. Seperti halnya dipondok
pesantren metode pembelajaran dipesantren merupakan hal yang setiap kali
mengalami perkembangan perubahan sesuai dengan penemu metode yang lebih
efektif dan efisien untuk mengajarkan masing-masing cabang ilmu
pengetahuan.
Pendidikan Islam di era modern ini, Pesantren memberikan kontribusi
yang sangat besar, karena pesantren dalam masyarakat telah memengaruhi
tatanan nilai-nilai masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman yang
dialami seluruh umat didunia. Pondok pesantren merupakan lembaga
pendidikan non formal yang telah diakui keberhasilannya dalam mecetak
kader-kader islam yang mempunyai ilmu dalam bidang keagamaan atau sering
disitilahkan dengan tafaqquh fiddin.1 Pada era sekarang ini, pesantren tetap
diharapkan mampu memecahkan tantangan zaman yang mempengaruh pada
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta informasi. Yang perlu dicatat
adalah pesantren harus mempertahankan khazanah luhur yang berupa kondisi
fisik sederhana , khususnya berupa tradisi keilmuan, budaya yang
dikembangkan dipesantren.
1
Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2003), hal. 7.

2
Pesantren juga memiliki ke khusussan tertentu dalam membekali siswa.
Ada yang mengkhususkan kajian kitab-kitab klasik tanpa menekankan ilmu-
ilmu umum yang sering kita kenal dengan (pesantren tradisional). Sedangkan
ada pula pesantren yang membekali santrinya dengan gabungan kitab kuning
dan ilmu umum yang sering kita kenal dengan nama (pesantren modern).
Bahkan ada juga pesantren yang mengkhususkan diri pada kajian Al-Qur’an
dan menugaskan santrinya untuk mengahafal al-Qur’[Link] dunia
pesantren, kedudukan kitab-kitab klasik sangat strategis karena kitab-kitab
klasik dijadikan sebagai acuan dan kurikulum dalam sistem pendidikan
pesantren.2
Kitab kuning sebagai salah satu unsur mutlak dari proses belajar mengajar
dipesantren sangat penting dalam membentuk kecerdasan intelektual dan
moralitas kesalehan (kualitas beragama) pada diri santri (Thalib). 3 Akan tetapi
pada kenyataannya pada era sekarang masih banyak santri yang masih
kesulitan dalam mengkaji kitab kuning , baik dari segi membaca, mengasaih
(menterjemahkan dengan bahsa arab pego), dan menafsirkannya. Bahkan tak
jarang pula seoarang santri yang beranggapan bahwa belajara kitab kuning
sangatlah sulit. Sehubung dengan hal itu seorang pendidik harus mempunyai
metode yang tepat dalam mengajar supaya materi pembelajaran dapat
tersampaikan sesuai dengan target yang telah ditentukan.
Tidak terlepas dari itu saja metode pembelajaran dipesantren bukan hanya
difokuskan dikitabiyah dan keal-Qur’anan saja , dalam pembelajaran Bahasa
Arab pun pastinya memimiliki metode – metode alternatif sebagai penyalur
ilmu. Untuk menguasai ilmu Bahasa Arab, peserta didik terlebih dahulu harus
mempelajari ilmu tata bahasa yang menjadi dasar ilmu ini. Diantara ilmu tata

2
Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajaranya, hal. 8

3
Abdul mu‟in, Analisis Kontrastif Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia
(Telaah Terhadap Fonetik dan Morfologi), (Jakarta: Pustaka Al Husna Baru,
2004), [Link].

3
bahasa arab yaitu seperti Ilmu Balaghah, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorrof, dan lain
sebagainya. Metode tradisional yang sudah lama diterapkan dan menjadi ciri
utama pembelajaran pondok pesantren. Yakni, metode sorogan, wetonan,
musyawaroh ( Bathsul Masa’il), pengajian pasaran, hafalan (Muhafadhoh), dan
demonstrasi (praktek ibadah).Dari sekian banyak metode tersebut, metode yang
paling banyak membutuhkan usaha dan pemikiran yaitu metode menghafal.
Mengahafal terkadang bukan suatu hal yang mudah bagi sebagian santri
atau peserta didik. Didalam pelaksanaannya, menghafal seringkali dianggap
oleh peserta didik sebagai tugas yang berat. Mereka harus berjuang keras,
mengucapkan atau membaca berulang-ulang sebuah teks agar cepat masuk
dimemori mereka. Kekreatifan peserta didik dalam mencari cara agar sebuah
teks lebih mudah diingat sangat berpengaruh dalam proses [Link]
uraian diatas menunjukan bahwa dalam proses menghafal mungkin ada
problem yang muncul, baik itu problem dari peserta didik maupun dari guru
pengajarnya. Problem-problem yang muncul tersebut, baik langsung maupun
tidak langsung bisa berpengaruh terhadap kecepatan menghafal, kualitas
menghafal, dan kemampuan mengingatkan hafalan tersebut.
Dari pemaparan metode diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
dengan metode menghafal dapat mempercepat daya ingat peserta didik dalam
mengingat pelajaran yang telah dihafal. Tetapi yang menarik dipondok
Pesantren Nurul Jadid tepatnya diwilayah Zaid bin Tsabit (K) Puteri lembaga
Takhossus Kitab Al-Wafiyah ini pada pembahasan kitab klasiknya bukan hanya
menggunakan metode bendongan atau sorogan melainkan menerapkan sistem
menghafal beebrapa mufrodat dari kitab tersebut. Hal tersebut diterapkan agar
supaya peserta didik tidak hanya sebatas tahu arti kitab tersebut saja bahkan
bisa menghafal beberapa mufrodat yang ada dalam kitab tersebut
Peneliti memilih Pondok pesantren Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit
(K) Puteri Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah dengan alasan pesantren ini
mempunyai sistem pemeblajaran yang cukup menarik. Dilembaga ini yang
ditugaskan mengajr untuk pembelajaran membaca kitab klasik adalam para
dewan pengajar atau asatidz yang telah memiliki kemampuan dibidangnya

4
masing-masing. Dimana peserta didik diwajibkan menghafal beberapa
mufrodat yang telah ditentukan oleh pengurus lembaga tersebut sebagai bekal
peserta didik untuk mengartikan kitab. Untuk mufrodat tersebut ditulis setiap
hari oleh pengurus lembaga tersebut kemudian disetorkan saat malam harinya.
Dan untuk kegiatan munaqosyah kitabiyahnya dilaksanakan pada ba’da
maghrib yang bertepatan pada malam ahad dan malam senin yang dibagi
beberapa kelompok dan didampingi oleh pengurus lembaga tersebut. Pemilihan
kitab klasiknya pun memilih kitab Fathul Qorib dikarenakan kitab tersebut
merupakan kitab fiqih yang sangat masyhur yang hampir seluruh pesantren
mengkajinya.
Hal tersebut bukanlah tanpa alasan. Jika Pondok pesantren Nurul Jadid
Wilayah Zaid Bin Tsabit (K) Puteri lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah ini
mengkaji kitab Fathul Qorib karena kitab tersebut merupakan kitab dasar yang
sederhana namun meringkas berbagai hukum-hukum Islam. Bahkan banyak
dari kalangan peserta didik, pengajar atau bahkan pengasuh pondok yang
percaya bahwa apabila seseorang bisa membaca kitab Fathul Qorib maka akan
bisa membaca kitab klasik lainnya. Jadi tidak heran jika Pondok pesantren
Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit (K) Puteri lembaga Takhossus Kitab Al-
Wafiyah ini memakai kitab klasik Fathul Qorib sebagai acuan peserta didik
bisa membaca kitab klasik. Berdasarkan konteks penelitian diatas, maka
peneliti melakukan penelitian dengan judul “Implementasi Muhafadhoh
Mufrodat untuk mempermudah mengartikan kitab Fathul Qorib Di
Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah Wilayah Zaid Bin Tsabit (K)
Putri”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas peneliti dapat
menemukan beberapa persoalan yang terindifikasi sebagai berikut:
1. Peserta didik merasa kesulitan dalam memahami dan
mengungkapkan makna yang terkandung dalam kitab tersebut

5
2. Kurangnya penguasaan peserta didik dalam kosa kata bahasa
Arab dan ilmu kaidah bahasa Arab.

3. Peserta didik kurang terlatih dalam pembiasaan mengartikan kitab


dengan metode muhafadhoh mufrodat.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang


diatas, penulis akan merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana penerapan Implementasi Muhafadhoh Mufrodat untuk
mempermudah mengartikan kitab Fathul Qorib di lembaga takhossus kitab
al-wafiyah?
2. Apa saja faktor penghambat dan pendukung dari penerapan
Implementasi Muhafadhoh Mufrodat dalam mempermudah mengartikan
kitab Fathul Qorib dilembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah ?
3. Bagaimana hasil dari penerapan Implementasi Muhafadhoh
Mufrodat dalam mempermudah mengartikan kitab Fathul Qorib dilembaga
Takhossus Kitab Al-Wafiyah ?

D. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka penelitian
ini memiliki tujuan sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui penerapan dan pembelajaran Implementasi


Muhafadhoh Mufrodat untuk mempermudah mengartikan kitab kuning di
Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah
2. Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dengan Implementasi
Muhafadhoh mufrodat untuk mempermudah mengartikan kitab Fathul
Qorib di Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah

6
3. Untuk mengetahui hasil dari penerapan Implementasi Muhafadhoh
Mufrodat dalam mempermudah mengartikan kitab Fathul Qorib dilembaga
Takhossus Kitab Al-Wafiyah ?

E. Manfaat Penelitian
Berikut manfaat penelitian yang diharapkan peneliti dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Teoritis
a. peneliti mengharapkan bertambahnya kajian-kajian materi dalam
bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan metode dan
media pembelajaran.
b. Adanya dampak positif dalam mengembangkan perkembangan respon
stimulus pada komunikasi harian, khususnya dalam pembahasan
metode pembelajaran.
c. Melatih pembiasaan peserta didik dalam mengelolah dan
menggunakan kajian-kajian materi pada pengembangan berbahasa dan
berkomuikasi
2. Secara Praktis
a. Bagi Peserta Didik
Dengan penerapan Muhafadhoh mufrodat peserta didik dapat terbantu
untuk lebih mudah mengartikan kitab Fathul Qorib dan dapat
meningkatkan kemampuan berbahasa arab bagi peserta didik. Melatih
respon stimulus dan keaktifan otak dalam mengelolah, memahami serta
menggunakan kosa kata dalam bahasa arab dalam menerjemahkan atau
mepelajari kitab kuning. Selain itu, dengan penerapan Muhafadhoh
Mufrodat , peserta didik diharapkan bisa menjadikan mufrodat yang
dihafal, menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan sejak bangun tidur
hingga esok paginya.
b. Bagi Guru
Muhafadhoh mufrodat ini dapat membantu guru dalam mengajarkan
bahasa arab, berbahasa arab dan menerjemah kitab kuning karena peserta

7
sudah mempunyai kosa kata bahasa arab dan bisa mengembangkan
kegiatan pembelajarannya di kelas agar siswa lebih aktif serta tidak jenuh
dalam mengartikan kitab dan belajar bahasa arab.
c. Bagi Lembaga
Penerapan Muhafadhoh mufrodat ini dapat dijadikan bahan pertimbangan
bagi lembaga sekaligus sebagai acuan dalam mengembangkan hal-hal
yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Arab yang lebih baik.
d. Bagi Peneliti
Dengan penggunaan Muhafadhoh mufrodat ini akan mempermudah
peneliti untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam
menerima pelajaran bahasa Arab dan penguasaan mufrodat dalam
mengartikan kitab Fathul Qorib.

[Link] Konsep

Untuk menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan serta


mempermudah pembaca dalam memahami judul skripsi diatas, maka
penulis perlu memberikan sebuah penjelasan dan gambaran yang insya
Allah dapat membantu para pembaca untuk lebih memahami istilah-istilah
yang berkenaan dengan “Implementasi Muhafadhoh Mufrodat untuk
mempermudah mengartikan kitab Fathul Qorib Di Lembaga Takhossus
Kitab Al-Wafiyah Wilayah Zaid Bin Tsabit (K) Putri”
Adapun istilah-istilah yang akan penulis jelaskan adalah sebagai berikut:
1. Implementasi
Implementasi adalah suatu tindakan atau rencana
pembelajaran yang direncanakan untuk mencapai sebuah tujuan
sehingga proses pembelajaran berjalan dengan efektif dan baik.
Implementasi dapat digunakan ketika rencana pembelajaran sudah
dibentuk secara matang dijauh-jauh hari sehingga pendidik dapat
mengetahui bagaimana proses pembelajaran akan diaplikasikan
kepada siswa.
2. Muhafadhoh Mufrodat

8
Metode adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan secara
efektif dan efisien . Muhafadhoh berasal dari kata Haafadho-Yuhafidhu-
Muhaafadhotan yang artinya memelihara,menjaga,dan menghafal. Dari
kesimpulan diatas secara sederhana makna menghafal adalah suatu usaha
menggunakan ingatan untuk menyimpan data atau memori dalam otak
melalui indra kemudian diucapkan kembali tanpa melihat buku atau subjek
hafalan yang berarti telah masuk dalam ingatan, dapat mengucapkan diluar
kepala. Sedangkan metode menghafal adalah suatu teknik yang digunakan
oleh seorang pendidik dengan menyerukan peserta didiknya untuk
menghafalkan sejumlah kata-kata atau kalimat atau kaidah-kaidah.4Jadi
Menurut Penulis bahwa metode menghafal adalah sebuah metode dengan
cara mengingat, yang mana peserta didik bisa mengingat suatu pelajaran
sampai luar kepala.
3. Kitab Fathul Qorib
Kitab Fathul Qorib adalah salah satu kitab dalam Bahasa Arab
tanpa harokat dan terjemahan. Kitab jenis ini dipesantren lebih dikenal
dengan kitab kuning atau kitab gundul. Kitab ini banyak dijumpai
dilembaga pendidikan Islam, Pesantren, Madrasah Diniyah, dan perguruan
tinggi Islam lainnya. Fathul Qorib ini merupakan sumber utama dan
pedoman wajib dimadrasah diniyah atau di lembaga Pendidikan Islam
yang salafi dengan pola pendidikan [Link] menurut penulis
bahwa kitab Fathul Qorib ini adalah suatu kitab yang aman didalamnya
membahas tentang ilmu fiqih yang lebih mendalam dan dijelaskan juga
hukumnya.

[Link] Terdahulu

Dari berbagai penelitian yang peneliti telusuri belum ada yang secara
khusus mengkaji tentang implementasi Muhafadhoh Mufrodat dalam
mempelajari kitab kuning di Lembaga Takhossus kitab al-wafiyah Wilayah
Zaid bin Tsabit K putri Paiton Probolinggo. Akan tetapi peneliti

4
Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta:Kencana, 2006), 209

9
menemukan beberapa karya ilmiyah yang membahas hal yang sama,
hanya saja focus kajian dan metode yang digunakan berbeda, diantaranya:
1. Faiqotul Chasanah, 2014; Efektifitas Penerapan Metode Pembelajaran
Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Kitab Kuning Pada Santri (Studi
Komparasi Antar Metode Sorogan Dengan Metode Wetonan) Di
Pesantren Putri Al-Misri Curah Malang Rambupuji Jember. Penelitian ini
memperoleh kesimpulan bahwa kedua metode tersebbut sama efektif.
Metode sorogan lebih efektif jiks diterapkan pada santri senior sedangkan
metode wetonan lebih efektif lagi bagi santri pemula.
2. Penelitian Uzlifatil Jannah (2015) dengan judul “Implementasi
pembelajaran kitab hidayatus Shibyan dalam meningkatkan kemampuan
membaca Al-Qur’an diMadasah Diniyah Taklimiyah Ar-Riyadh
Sidomulyo Kecamatan Semboro Kabupaten Jeeember tahun pelajaran
2014-2015”. Penelitian terdahulu lebih fokus kepada kemampuan baca al-
qur’an sedangkan penelitian ini peneliti lebih fokus kepada kemampuan
baca kitab kuning Fathul Qorib
3. Skripsi dengan judul“Penerapan dengan metode menghafal dalam
pembelajaran Kitab Fathul Mun’im diPondok pesantren Al-Bidayah Tegal
Besar Kaliwates Jember”(2017) karya Fajar Hidayat. Kesamaan penelitian
ini dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti sendiri adalah kesamaan
penggunaan metode dalam sebuah pembelajaran kitab, namun objek kitab
yang digunakan berbeda.
4. Skripsi dengan judul“Impelementasi Metode Pembelajaran Kitab Kuning
PP. Asy-Syuja’i Desa Curahmluwo Rowotamtu kec. Rambipuji Jember”
Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti oleh peneliti
sendiri adalah kesamaan penggunaan metode dalam sebuah pembelajaran
kitab, namun objek kitab yang digunakan berbeda.

10
\

[Link] Pustaka

1. Implementasi

Definisi Implementasi bermakna pelaksanaan.5 Sehingga jika


diaartikan bahwa implementasi merupakan pelaksanaan dari suatu
rencana. Atau juga dapat diartikan sebuah penerapan dari suatu rencana,
yang tentunya memiliki suatu [Link] Kamus Besar Bahsa
Indonesia (KBBI) Implementasi adalah penerapan atau pelaksanaan.
Secara Umum Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari
tersusunnya rencana dengan tepat, cermat dan terperinci sehingga ada
kepastian dan kejelasan. Menurut Sholichin Abdul Wahab menyatakan
bahwa implementasi adalah beberapa tindakan yang dilakukan baik oleh
individu-indivdu, para pejabat atau para kelompok pemerintahan atau
swasta yang mengarahkan pada tercapainya sebuah tujuan yang telah
digariskan dalam keputusan kebijakan.6

2. Muhafadhoh Mufrodat

Metode Muhafadhoh adalah sebuah metode pembelajaran yang


mengharuskan murid mampu menghafal naskah atau syair atau kata-kata
dengan tanpa melihar teks yang disaksikan oleh guru. Metode ini cukup
relavan untuk diberikan kepada murrid-murid usia anak-anak, tingkat
daasar dan tingkat menengah. Metode ini dilakukan dengan cara
mengulang-ulang materi yang telah dipelajari dan cara mengulang-
ulangnya pun tidak cukup hanya dengan tiga lima kali saja, tetapi
dilakukan terus-menerus hingga benar-benar melekat dalam ingatan.
5
W. J. S, Poerwadarwinya, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1985),
hlm.377
6
Agus Suhendriyo, Budi Setiawati, and Rahmi Hayati, “Implementasi E-Tilang Di Polres Tabalong
(Studi Proses Pembayaran Denda Tilang Dengan e-Tilang),” Ja[B 2, no. 2 (2019): 391–408.

11
Metode ini bertujuan untuk menguatkan ingatan dan pemahaman peseta
didik dalam mempelajarai materi yang dikaji.

[Link] Qorib

Kitab Fathul Qorib adalah sebuah kitab yang dikarangan ulama’


terdahulu, merupakan salah satu kitab fiqih yang wajib dipelajari kalangan
pesantren salaf diIndonesia. Pengarang kitab ini adalah Qosim AlGhozi,
nama lengkap beliau adalah Assyaikh AlImam Abi Abdilah Muhammad
bin Qosim Alghozi. Kitab Fiqih madzhab syafi’i ini berisi materi-materi
yang sangat ringkas, sederhana dan terbagi dalam bagian-bagian yang
banyak dan runtut agar mudah dipelajari. Kitab Fathul Qorib merupakan
salah satu kitab atau buku yang berisi tentang ilmu untuk mengetahui
hukum-hukum syara’ yang berhubungan dengan cara suatu amal dan
diambil dari dalil-dalil yang terperinci dan tertentu.7

[Link] Penelitian

Lokasi penelitian dilaksanakan di Wilayah Zaid Bin Tsabit (K)


Putri, Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Subyek
penelitian ini adalah Kelas Khusus atau peserta didik yang dipilih dari
kelas Ula dan Wustho Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah yang
kemampuannya melebihi dari peserta didik yang lain .
Dalam penelitian skripsi peneliti menemukan metodelogi sehingga
peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif yaitu
dalam penyajian datanya berupa kata-kata dan kalimat, sedangkan dalam
penelitiannya mencari studi kasus, mengambil data dengan cara observasi
dan wawancara.
Cara yang dilakukan oleh peneliti untuk memecahkan masalah
yang diselidiki yaitu dengan menggambarkan atau mendeskripsikan
keadaan subjek atau objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada,
yang mana dalam terlibatnya stusi terpencil dari suatu objek dan
7
Muhadjir Ambar, Kupas Fath Al Qorib penjelasan dan komentar (Kediri:Madrasah Diniyyah
Futuhiyyah Yayasan Fathul Ulum, 2008), 80

12
melakukan observasi langsung atau dengan terjun langsung ke tempat
yang akan diteliti, maka peneliti melakukan wawancara terhadap pihak
terkait dan melibatkan konsultasi dengan orang lain dan catatan pribadi
atau publik.
Oleh karena itu, studi kasus dengan pendekatan kualitatif bertujuan
untuk melakukan penelusuran ke tempat yang akan diteliti. Peneliti
melakukan observasi langsung di Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah
ketika kegiatan Munaqosah kitab Fathul Qorib yang dilaksanakan setiap
sabtu malam minggu dan minggu malam senin. Setiap kegiatan tersebut
ditunjuk satu atau dua orang sebagai pemimpin musyawaroh atau Batsul
Masail dengan bergantian sesuai dengan urutan . Kemudian dihari minggu
malam seninnya peserta didik mempresentasikan hasil musyawarohnya
kepada Asatidz sekaligus Direktur Lembaga Takhossus Kitab Al-Wafiyah .

[Link] Penelitian

Sistematika penelitian dalam penelitian ini akan dibagi melalui


beberapa tahapan sebagai berikut.
Bab I berisi pendahuluan tentang latar belakang suatu penelitian,
alasan pengangkatan tema penelitan, permasalahannya serta bentuk
penelitian. Selanjutnya adalah identifikasi masalah, berisi tentang
penemuan suatu masalah yang tercantum dalam latar belakang, selanjutnya
rumusan masalah, berisi rumusan permasalahan dalam bentuk pertanyaan
berdasarkan yang ada dilatar belakang, yang nantinya akan dijawab dalam
sebuah penelitian. Lalu tujuan penelitian serta kegunaannya, kemudian
definisi konsep, telaah pustaka, kerangka teori, lalu metode penelitian
yang berisi cara yang akan peneliti tempuh dalam melakukan penelitian
dan yang terakhir sistematika pembahasan.
Bab II, berisi tentang kajian pustaka yang berisi tentang deskripsi
teori objek yang diteliti.
Bab III, berisi tentang metode penelitian yang membahas tentang
jenis dan pendekatan penelitian, tahap-tahap penelitian, instrumen

13
penelitian, sumber data, teknik Pengumpulan data, analisis data, dan
pengecekan keabsahan data.
Bab IV, berisi tentang hasil penelitian yang membahas hasil dari
observasi, wawancara, dan tes.
Bab V, merupakan penutup dan berisi suatu kesimpulan yang disesuaikan
dengan sistematika pembahasan sehingga dengan mudah dapat ditemukan
suatu jawaban atas permasalahan tersebut. Akhir bab ini dilengkapi dengan
kritik dan saran yang diharapkan dapat menjadi pertimbangan pada
penelitian selanjutnya.

[Link] Pustaka

Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta:


Pustaka Pelajar, 2003), hal. 7.

Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajaranya, hal. 8


Abdul mu‟in, Analisis Kontrastif Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia
(Telaah Terhadap Fonetik dan Morfologi), (Jakarta: Pustaka Al Husna Baru,
2004), [Link].
Abdorrakhman Ginting, Esensi Praktis Belajar dan pembelajaran ,
(Bandung: Humaniora, 2010), 140

Nurdin Usman, Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum,Grasindo,


Jakarta, 2002, Hal. 70.
Tim Penyusun, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2005),
hlm. 604.
Rochayah Machali, Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi
Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional, (Bandung: Kaifa, 2009), hlm.
45.
M. Abdul Hamid, dkk., Pembelajaran Bahasa Arab (Pendekatan,
Metode, Strategi, Materi, dan Media), (Malang: UIN Malang Press, 2008), hlm.
60.

14
Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2003), hal. 7.

Azhar Arsyad, Bahasa Arab dan Metode Pengajaranya, hal. 8

Abdul mu‟in, Analisis Kontrastif Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia


(Telaah Terhadap Fonetik dan Morfologi), (Jakarta: Pustaka Al Husna Baru,
2004), [Link].
Abdul Mujib, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta:Kencana, 2006), 209

W. J. S, Poerwadarwinya, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai


Pustaka, 1985), hlm.377

Agus Suhendriyo, Budi Setiawati, and Rahmi Hayati, “Implementasi E-


Tilang Di Polres Tabalong (Studi Proses Pembayaran Denda Tilang Dengan e-
Tilang),” Ja[B 2, no. 2 (2019): 391–408.

15

Anda mungkin juga menyukai