Pengaruh Kompetensi dan Pelatihan Karyawan
Pengaruh Kompetensi dan Pelatihan Karyawan
Abstract
This study discusses whether competence, training and physical work environment affect the
performance of employees of PT. Toyota Logistra Pingloka Indonesia. The purpose of this
study was to examine the effect of competence, training and physical work environment on
the performance of employees of PT. Toyota Logistra Pingloka [Link] sampling
technique uses the slovin formula and obtained as many as 122 people who are employees of
PT. Toyota Logistra Pingloka Indonesia. The data obtained were analyzed quantitatively using
analytical tools in the form of validity test tables, reliability tests, classical assumption tests,
model feasibility tests, hypothesis testing, testing to determine the effective and relative
contribution using the SPSS 24 for Windows application [Link] results of statistical
analysis partially show that competence, training and physical work environment have a
positive and significant effect on performance. Judging from the significance value of the
competency T test (X1) of 0.000 and training (X2) of 0.008, while the physical work environment
(X3) is 0.000. Simultaneous statistical analysis results show that competence, training and
physical work environment have a significant effect on performance simultaneously. Judging
from the significance value of the F test of 0.000 and the R Square value of 0.629 or 62.9% while
31.1% is influenced by other variables not examined in this study.
PENDAHULUAN
Dalam suatu organisasi, tenaga manusia atau sumber daya manusia adalah aset yang
berharga. Pada kemajuan teknologi era 4.0 membawa suatu perubahan yang signifikan baik
dari perilaku ataupun dari kemampuan yang harus dimiliki dengan cepat bisa menyesuaikan
dengan suatu perkembangan yang terjadi saat ini. Hal ini sangat diperlukan bagi setiap
organisasi/perusahaan yang efektif dan kondusif, sehingga dalam suatu organisasi dapat
memberikan kontribusi-kontribusi kepada perusahaan serta bisa mendapatkan atau
memaksimalkan keuntungan yang diperolehnya. Ketika berbicara tentang kompetensi,
bukanlah hal yang dapat diasah demi mendapatkan sumber daya manusia yang bisa
menyesuaikan diri dari perkembangan zaman saat ini. Perusahaan yang tidak bisa
menyesuaikan diri dengan suatu keadaan atau suatu perkembangan saat ini maka perusahaan
tersebut akan tereliminasi dengan sendirinya (Sunarsi et al, 2020).
Setiap industri bisa memberikan suatu kinerja yang efektif agar memberikan suatu target yang
akan dicapai oleh perusahaan. Dengan kinerja karyawan yang efektif maka akan menolong
sebuah industri untuk mencapai laba yang ingin dicapainya meski apabila hasil kerja
karyawan kurang bagus maka perusahaan tersebut mendapatkan kerugian oleh sebab itu
perusahaan harus mengontrol pekerja secara profesional dan bisa memberikan target sesuai
perusahaan (Aulia, 2021).
Istilah "kinerja" berasal dari istilah "kinerja kerja" dan "kinerja nyata" (Prestasi kerja atau
pencapaian aktual yang dicapai seseorang). Pencapaian suatu perusahaan atau organisasi dari
suatu tujuan terkait erat dengan kinerjanya dan kinerja setiap individu yang bekerja untuknya
(Fizal et., al, 2019). produktivitas diartikan sebagai sebuah pencapaian kerja karyawan,
seseorang pekerja harus dapat ditunjukan suatu bukti yang sangat valid serta dapat diukur
dan dapat dibandingkan dengan sebuah standar yang telah ditentukan (Aulia, 2021). Kinerja
karyawan juga merupakan suatu karakter individu, seorang pekerja mempunyai Skill dalam
melaksanakan perintahnya. Pihak perusahaan juga harus mengukur karyawannya atas
kemampuannya atau kinerjanya masing masing pada karyawan tersebut (Ainanur &
Tirtayasa, 2018)
Kinerja karyawan dapat dipengaruhi oleh kompetensi karena karyawan dengan kompetensi
akan selalu kompeten terhadap kinerja suatu perusahaan dan kondisi profesional mampu
melakukan peran yang berkualitas, kompetensi didefinisikan sebagai kemampuan individu
yang menunjukkan hasil kinerja yang baik. Oleh karena itu, sumber daya manusia sangat
penting dalam setiap organisasi. Organisasi dapat menciptakan dan memiliki pilihan untuk
bertahan dalam iklim kejam dan serius dengan asumsi bahwa mereka memiliki pekerja yang
profesional di bidangnya, sehingga mereka dapat memberikan eksekusi representatif yang
luar biasa (Fizal et,. al, 2019). Penelitian ini didukung oleh (Parashakti et., al, 2020)
menunjukan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan dari kompetensi terhadap kinerja
karyawan secara parsial. Dalam (Lengkey et., al, 2021). Menyatakan kompetensi bahwa
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan secara simultan.
Namun menurut Sholehatusya’diah, (2017) menyatakan bahwa kompetensi tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang di dukung oleh Rosmaini., (2019)
menyatakan bahwa kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.
Pelatihan dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam pelaksanaan yang representatif,
pelatihan yakni siklus instruktif sementara yang menggunakan teknik yang efisien dan
terkoordinasi, sehingga pekerja dapat dikendalikan seorang karyawan dalam mendapatkan
informasi dan kemampuan khusus. Persiapan atau pelatihan harus dilakukan di dalam
sebuah organisasi, para pekerja dalam sebuah organisasi sangat membutuhkan program
pelatihan untuk memberikan hasil pelaksanaan yang baik karena dalam melaksanakan
pekerjaan harus dimulai dengan pelatihan agar organisasi dapat mencapai tujuan yang
diinginkan. Oleh karena itu pelatihan sangat penting di dalam perusahaan tersebut (Husain
et., al, 2021). Pada penelitian Maruli, (2020) pelatihan menunjukan bahwa ada pengaruh positif
dan signifikan terhadap kinerja karyawan. penelitian ini didukung oleh Putu et., al, (2019)
bahwa pelatihan mempunyai pengaruh positif dan signifikan secara parsial dan simultan
terhadap kinerja karyawan. Namun menurut Putra, (2017) menyatakan bahwa pelatihan tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
Lingkungan kerja fisik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
karyawan dalam suatu organisasi, yakni seperti tempat kerja sangat penting untuk
melaksanakan pekerjaan bagi karyawan, jika tempat kerja di sekitar pekerja bagus, maka hasil
kerja yang disampaikan oleh perwakilan pasti akan meningkat, Namun kenyataannya jika
tempat kerja bagus Iklim di sekitar pekerja buruk, akan menyebabkan suasana yang tidak baik
sehingga para karyawan tidak nyaman untuk melaksanakan pekerjaan dan hasil kerja pun
terus berkurang. Oleh karena itu lingkungan kerja fisik sangat penting dan harus diperhatikan
bagi sebuah perusahaan (Besti Liliyana, 2021). Dalam I Made Sandi Rastana, et., al, (2021)
menunjukan bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan secara parsial. Penelitian ini didukung oleh Badrianto & Ekhsan, (2019)
bahwa lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, penelitian
ini didukung oleh Arianto & Septiani, (2021) menunjukan bahwa lingkungan kerja fisik
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun menurut penelitian
Stanley & Remiasa, (2022) menyatakan bahwa lingkungan kerja fisik tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan.
METODOLOGI
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah verifikatif dengan pendekatan
kuantitatif, pendekatan kuatitatif adalah metode penelitian dalam kaitannya dengan cara
berpikir positivisme, yang digunakan untuk memusatkan perhatian pada populasi atau
garis besar tertentu, secara kuantitatif/terukur, ditentukan untuk menguji spekulasi yang
telah dikemukakan (Sugiyono, 2020).
Oprasional variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel Kompetensi
(X1) terdiri dari indikotor pengalaman kerja, Pengetahuan. Variabel Pelatihan (X2)
keterampilan, instruktur atau pelatih, Peserta , Materi , Sasaran . Variabel Lingkungan
Kinerja Fisik (X3) terdiri dari indikator kebersihan, penerangan, kebisingan, suhu udara.
Variabel Kinerja (Y) terdiri dari indikator Kuantitas , Kualitas, Ketepatan , Waktu,
Efektivitas, dan kemandirian.
Populasi dalam penelitian ini menggunakan Karyawan PT Toyota Logistra Pingloka
indonesia sebanyak 175 karyawan. Unbtukb menetukan sampel penelitianb penbeliti
menggunakan rumus slovin dengan taraf kesalahan 5%. Dengan rumus slovin sebagai
berikut:
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda dengan uji
hipotesis uji simlultan dan uji parsial. Pengujian ini di bantu oleh software SPSS.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji data variabel independent (X) dan variabel
dependent (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan apakah berdistribusi normal
atau berdistribusi tidak normal. Pebgujian dapat dikatakan normal apablia nilai
signifikan >0,05
Tabel 2 Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan grafik P-P Plot pada Gambar 4.1 dapat dilihat bahwa sebaran
titik – titik mengikuti garis diagonal dan tidak terdapat penyimpangan jauh pada
distribusi titik – titik. Hal ini menunjukan data terdistribusi dengan normal.
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk melihat apakah pada model regresi linier
berganda ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. untuk menguji
multikolineritas pada penelitian ini dengan cara melihat nilai yang umum dipakai
untuk menunjukan adanya multikolinieritas adalah < 0,10 atau sama dengan nilai VIF
> 10. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Coefficientsa
Standar
dized
Unstandardize Coeffici Collinearity
d Coefficients ents Statistics
Std. Toler
Model B Error Beta T Sig. ance VIF
1 (Constant) 7.007 2.336 3.00 .003
0
KOMPETENS .353 .085 .367 4.14 .000 .400 2.502
I 0
PELATIHAN .229 .085 .236 2.70 .008 .413 2.423
1
LINGKUNG .447 .060 .433 7.47 .000 .936 1.069
AN KERJA 0
FISIK
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Berdasarkan tabel 4.14 diatas nilai tolerance dari semua variabel lebih dari
0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Maka dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi
pada penelitian ini terbebas dari multikolinearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Grafik Scatterplot diatas menunjukkan bahwa sebaran titik - titik menyebar secara
acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0. Hal ini dapat disimpulkan
bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi ini. Hasil tersebut juga
diperkuat oleh hasil uji heteroskedasitisitas spearman`s rho sebagai berikut :
Correlations
LINGK Unstan
UNGA dardize
PELA N d
KOMP TIHA KERJA Residua
ETENSI N FISIK l
Spearma KOMPETENS Correlation 1.000 .770** .195* .055
n's rho I Coefficient
Sig. (2- . .000 .031 .549
tailed)
N 122 122 122 122
PELATIHAN Correlation .770** 1.000 .112 .070
Coefficient
Sig. (2- .000 . .221 .444
tailed)
N 122 122 122 122
c. Uji Autokorelasi
Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Waston
Model Summaryb
Std. Error
Mod R Adjusted of the Durbin-
el R Square R Square Estimate Watson
1 .793a .629 .619 3.033 1.863
a. Predictors: (Constant), LINGKUNGAN KERJA FISIK,
PELATIHAN, KOMPETENSI
b. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber : Olah Data SPSS 24, 2022
N D DL DU 4 – DL 4 – DU
Hasil dari data tersebut D < DL = 1,863 < 2,3455 dan D < DU = 1,863 < 2,2448.
Artinya dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat autokorelasi antar residual. Maka
dari itu uji autokorelasi terpenuhi.
Coefficientsa
Standard
ized
Unstandardized Coefficie
Coefficients nts
Std.
Model B Error Beta t Sig.
1 (Constant) 7.007 2.336 3.000 .003
KOMPETENSI .353 .085 .367 4.140 .000
PELATIHAN .229 .085 .236 2.701 .008
LINGKUNGAN .447 .060 .433 7.470 .000
KERJA FISIK
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber : Olah Data SPSS 24, 2022
Keterangan :
1. Konstanta = 7,007
Nilai konstanta positif menunjukan pengaruh positif variabel independent
(Kompetensi, Pelatihan, Lingkungan Kerja Fisik). Bila variabel independent
naik atau berpengaruh dalam satu satuan, maka variabel kinerja karyawan
akan naik atau terpenuhi.
2. Kompetensi (X1) = 0,353
Merupakan nilai koefisien regresi variabel kompetensi (X1) terhadap
variabel kinerja karyawan (Y) artinya jika kompetensi (X1) mengalami
kenaikan satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami
peningkatan sebesar 0.353 koefisien bernilai positif artinya kompetensi (X1)
dan kinerja karyawan (Y) berhubungan positif. Terjadi kenaikan pada
kinerja karyawan (Y).
3. Pelatihan (X2) = 0,229
Merupakan nilai koefisien regresi variabel pelatihan (X2) terhadap variabel
kinerja karyawan (Y) artinya jika pelatihan (X2) mengalami kenaikan satu
satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan mengalami peningkatan sebesar
0.229 koefisien bernilai positif artinya pelatihan (X2) dan kinerja karyawan
(Y) berhubungan positif. Terjadi kenaikan pada kinerja karyawan (Y).
4. Lingkungan Kerja Fisik (X3) = 0,447
Merupakan nilai koefisien regresi variabel lingkungan kerja fisik (X3)
terhadap variabel kinerja karyawan (Y) artinya jika lingkungan kerja fisik
(X3) mengalami kenaikan satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
mengalami peningkatan sebesar 0.447 koefisien bernilai positif artinya
lingkungan kerja fisik (X3) dan kinerja karyawan (Y) berhubungan positif.
Terjadi kenaikan pada kinerja karyawan (Y).
ANOVAa
Sum of Mean
Model Squares Df Square F Sig.
1 Regressi 1837.733 3 612.578 66.597 .000b
on
Residual 1085.390 118 9.198
Total 2923.123 121
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Berdasarkan tabel output ANOVA diatas diketahui nilai Sig. sebesar 0,000,
karena nilai Sig 0,000 < 0,05, maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam Uji F
dapat disimpulkan bahwa Kompetensi (X1), Pelatihan (X2) dan Lingkungan Kerja Fisik
(X3) secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y).
Model Summary
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .793a .629 .619 3.03286
a. Predictors: (Constant), LINGKUNGAN KERJA FISIK,
PELATIHAN, KOMPETENSI
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai R Square sebesar 0,629, jika
dipersentasikan sebesar 62,9% sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Kompetensi,
Pelatihan, dan Lingkungan Kerja Fisik sebesar 62,9% terhadap Kinerja Karyawan,
sedangkan 37,1% dipengaruhi variabel lain yang tidak di teliti dalam penelitian ini.
Pembahasan
signifikan terhadap kinerja karyawan dan hasil penelitian Putu et al., (2019) yang
menunjukkan bahwa pelatihan memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel
kinerja karyawan, yang berarti kinerja karyawan dipengaruhi oleh pelaithan.
3. Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja Karyawan
Hasil pembahasan lingkungan kerja fisik memberikan pengaruh positif dan
signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan pengujian yang telah
dilakukan diatas mengenai pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja
karyawan pada uji thitung sebesar 7,470 dengan angka signifikansi 0,000 yang
berarti thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05. Artinya hipotesis yang diajukan
diterima, yakni semakin baik dan sesuai lingkungan kerja fisik yang diberikan
maka akan meningkatkan kinerja karyawan pada karyawan PT. Toyota Logistra
Pingloka Indonesia. Hal ini sejalan dengan penelitian I Made Sandi Rastana & I
Gede Aryana Mahayasa, (2021) yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik
berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan hasil penelitianI made
Ratna, et,. all (2021) yang menunjukkan bahwa lingkungan kerja fisik memiliki
pengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan, yang berarti kinerja
karyawan dipengaruhi oleh lingkungan kerja fisik.
4. Pengaruh Kompetensi, Pelatihan, Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Kinerja
Karyawan
Hasil pembahasan kompetensi, pelatihan, dan lingkungan kerja fisik secara
simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan pengujian yang
telah dilakukan diatas mengenai pengaruh kecerdasan emosional, rekrutmen, dan
komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai pada uji f, diperoleh nilai
signifikansi adalah sebesar 0,000 < 0,05. Artinya kompetensi, pelatihan, dan
lingkungan kerja fisik secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap
kinerja karyawan pada PT. Toyota Logistra Pingloka Indonesia.
SIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi, pelatihan,
dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja karyawan PT. Toyota Logistra Pingloka
Indonesia dengan responden sebanyak 122 karyawan yang bekerja di PT. Toyota
Logistra Pingloka Iindonesia dan di kelompokan berdasarkan jenis kelamin, usia,
pendidikan terakhir dan lama kerja. Berdasarkan pada data yang telah dikumpulkan
dan pengujian yang telah dilakukan terhadap permasalahan dengan menggunakan
model regresi, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kompetensi memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang memiliki nilai t
hitung 4.140. Artinya kompetensi yang ada pada perusahaan akan meningkatkan
kinerja karyawan pada PT. Toyota Logistra Pingloka [Link] memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan memiliki nilai t hitung
sebesar 2.701 Artinya pelatihan yang ada pada perusahaan akan meningkatkan kinerja
karyawan pada PT. Toyota Logistra Pingloka Indonesia. Lingkungan kerja fisik
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kariyawan danmemilikki
nilai t hitung sebesar 7.470 dimana lingkungan kerja fisik yang ada pada perusahaan
akan meningkatkan kinerja karyawan. Secara bersama-sama Kopentensi , pelatihan
dan lingkungankerja fisik memiliki pengaruh simultan terhadap kinerja karyawan.
Referensi
Ainanur, A., & Tirtayasa, S. (2018). Pengaruh Budaya Organisasi, Kompetensi dan Motivasi
Terhadap Kinerja Karyawan. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 1(1), 1–14.
[Link]
Arianto, N., & Septiani, R. (2021). Pengaruh Motivasi Dan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap
Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Pt Ajs.
Jurnal Arastirma, 1(2), 302. [Link]
Aulia, F. D. (2021). Kinerja Karyawan Pada Pt . Gunatronikatama Cipta Jakarta Selatan. 1.
Badrianto, Y., & Ekhsan, M. (2019). Effect of Work Environment and Job Satisfaction on
Employee Performance in Pt. Nesinak Industries. Management, and Accounting, 2(1), 85–
91.
Besti Liliyana (1)*, V. D. Y. (2) I. Y. (2021). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Dan Kompensasi Non
Finansial Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi Pada [Link] Maju Selaras. 05(3),
163–170.
Fizal, R., Sulaeman, M., & Yulizar, I. (2019). PENGARUH BUDAYA, MOTIVASI KERJA DAN
KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN. 47(1), 11–21.
Husain, A., Sepang, J. L., Uhing, Y., Sepang, J. L., Husain, A., Sepang, J. L., & Uhing, Y. (2021).
PT . BANK SULUTGO MANADO EFFECT OF TRAINING AND MOTIVATION ON
EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT . BANK Jurnal EMBA Vol . 9 No . 2 April 2021 , Hal .
359-368. 9(2), 359–368.
I Made Sandi Rastana, I Gede Aryana Mahayasa, N. W. W. P. (2021). Pengaruh Lingkungan
Kerja Fisik dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Keuangan Daerah
di Kabupaten Tabanan. Widya Amrita: Jurnal Manajemen, Kewirausahaan Dan Pariwisata,
1(3), 834–843.
Lengkey, S. J., Lengkong, V. P. K., Dotulong, L. O. H., & Lengkong, V. P. K. (2021). PENGARUH
KOMPETENSI , INOVASI , DAN KREATIVITAS TERHADAP KINERJA KARYAWAN (
STUDI PADA KANTOR PDAM DUA SUDARA KOTA BITUNG ) THE INFLUENCE OF
COMPETENCE , INNOVATION , AND CREATIVITY TOWARD EMPLOYEE
PERFORMANCE ( STUDY AT OFFICE OF PDAM DUA SUDARA IN BITUN. 9(1), 1242–
1251.
Maruli, R. A., & Dr. Bachruddin Saleh Luturlean, SE., M. M. (2020). PENGARUH PELATIHAN
TERHADAP KINERJA KARYAWAN (STUDI KASUS PADA PROGRAM MDP
ANGKATAN 2 PT PEGADAIAN PERSERO). 7(2), 4003–4014.
Parashakti, R. D., Fahlevi, M., Ekhsan, M., & Hadinata, A. (2020). The Influence of Work
Environment and Competence on Motivation and Its Impact on Employee Performance in Health
Sector. 135(Aicmbs 2019), 259–267. [Link]
Putra, I. P. W. S. . M. S. (2017). Pengaruh pelatihan, motivasi, lingkungan kerja dan motivasi
terhadap kinerja karya- wan pada rumah makan warung mina denpasar.
JAGADHITA:Jurnal Ekonomi & Bisnis,Vol. 4, No [Link] 2017,Hal 89-100, 4(2), 89–100.
[Link]
Putu, G., Jana, A., Suarmanayasa, I. N., & Parma, P. G. (2019). Global Conferences Series : Social
Sciences , Education and Humanities ( GCSSSEH ), Volume 3 , 2019 The 1 st International
Conference on Education , Social Sciences and Humanities The Effect of Training and Work
Motivation on Employee Performance. 3, 83–85.
Rosmaini, R., & Tanjung, H. (2019). Pengaruh Kompetensi, Motivasi Dan Kepuasan Kerja
Terhadap Kinerja Pegawai. Maneggio: Jurnal Ilmiah Magister Manajemen, 2(1), 1–15.
[Link]
Sholehatusya’diah. (2017). Pengaruh Kompetensi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Di.
EJournal Adminstrasi Negara, 5(2), 5789–5802.
Stanley, & Remiasa, M. (2022). Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Non Fisik terhadap Kinerja
Karyawan melalui Kreativitas Karyawan sebagai variabel mediasi Pada Toko Emas di Pasar Atom
Surabaya. 10(1).
Sudrajat, A. (2020). Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Kayrawan
di Arthindo Utama. Jurnal Akrab Juara, 5(1), 150–159.
Sugiyono, P. D. (2020). Metode penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, dan R&D (M. Dr. Ir. Sutopo.
[Link] (ed.); Ke 2). ALFABETA, cv Jl. Gegerkalong Hilir No. 84 Bandung Website : www.
[Link] Email : alfabetabdg@[Link].
Sunarsi, D., Akbar, I. R., Prasada, D., Kristianti, L. S., Muliani, H. S., Anjayani, N. S., & Hendra,
H. (2020). Pengaruh Kompetensi dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Karyawan
pada PT. Berkah Cemerlang di Jakarta. Jurnal Ilmu Komputer Dan Bisnis, 11(2), 2465–2472.
[Link]