Pengenalan Autodesk Inventor 2012
Pengenalan Autodesk Inventor 2012
DAFTAR ISI
BAB 1
Autodesk Inventor 2012 merupakan program yang dirancang khusus untuk keperluan
bidang teknik seperti desain produk, desain mesin, desain mold, desain konstruksi,
atau keperluan teknik lainnya. Program ini merupakan rangkaian program
penyempurnaan dari Autodesk Autocad dan Autodesk Mechanical Desktop. Lebih
lanjut, program ini sangat cocok bagi pengguna Autodesk Autocad yang ingin
meningkatkan kemampuannya karena memiliki konsep hampir sama dalam
menggambar 3D. Autodesk Inventor 2012 adalah program pemodelan solid berbasis
fitur parametrik, artinya semua objek dan hubungan antargeometri dapat dimodifikasi
kembali meski geometrinya sudah jadi tanpa perlu mengulang lagi dari awal. Hal ini
sangat memudahkan kita ketika sedang dalam proses desain suatu produk atau
rancangan. Untuk membuat suatu model 3D yang solid ataupun surface, kita harus
membuat sketch-nya terlebih dahulu atau mengimpor gambar 2D dari Autodesk
Autocad. Setelah gambar atau model 3D tersebut jadi, kita dapat membuat gambar
kerjanya menggunakan fasilitas drawing. Tidak hanya sampai pada menampilkan
gambar kerja, Autodesk Inventor 2012 juga mampu memberikan simulasi pergerakan
dari produk yang kita desain serta mempunyai alat untuk menganalisis kekuatan. Alat
ini cukup mudah digunakan dan dapat membantu kita untuk mengurangi kesalahan
dalam membuat desain. Dengan demikian, selain biaya yang harus kita keluarkan
akan berkurang, time to market dari benda yang kita desain pun dapat dipercepat
karena kita sudah mensimulasikan terlebih dahulu benda yang kita desain di komputer
sebelum masuk ke proses produksi.
3. Klik Autodesk lalu pilih Autodesk Inventor Professional 2012 dan akan tampil
seperti berikut:
Kliklah New>New Single User Project>Next lalu akan muncul kotak dialog sebagai
berikut:
Kita bisa mengubah nama Project dan lokasi penyimpanan sesuai yang kita inginkan.
Lalu klik Finish kemudian Done.
5. Setelah selesai membuat pengaturan Project, selanjutnya kita akan membuat file
baru. Pada tampilan berikut klilklah New pada Quick Lunch.
[Link]
Pada tahap ini kita akan memilih salah satu template. Berikut adalah penjelasan pada
masing-masing template, yaitu: Sheet [Link]
Membuat bidang kerja baru untuk part atau komponen berjenis metal seperti benda-
benda yang terbuat dari plat besi yang ditekuk-tekuk. [Link]
Membuat bidang kerja baru untuk gambar kerja atau 2D (Autocad Version).
[Link]
Membuat bidang kerja baru untuk gambar assembly yang terdiri atas beberapa part
atau komponen. [Link]
Membuat bidang kerja baru untuk gambar kerja atau 2D. [Link]
Membuat bidang kerja baru untuk animasi urutan perakitan dari gambar assembly
yang telah dirakit. Kita dapat memanfaatkannya untuk membuat gambar Explode
View. [Link]
Membuat bidang kerja baru untuk part atau komponen secara umum tanpa spesifikasi
khusus seperti dalam pembuatan part pada Sheet Metal. [Link]
Membuat bidang kerja baru untuk assembly yang memiliki tool untuk teknik
pengelasan.
7. Kita akan memulai dengan memilih salah satu template. Karena kita terbiasa
dengan satuan metric maka klik pada metric dan pilihlah Standard(mm).ipt, lalu akan
terbuka bidang kerja baru untuk memulai menggambar part.
[Link]
Browser Bar
Panel Bar
Menu Bar
Bidang Kerja
[Link]
Bidang Kerja adalah tempat menggambar. Menu Bar berisi semua perintah yang
terdapat di Autodesk Inventor 2012 Inventor Standard Toolbar berisi perintah yang
digunakan selama proses menggambar. Panel Bar berisi perintah khusus untuk
menunjang proses yang sedang berangsung. Misalnya, kita membuat gambar dengan
template “Sheet [Link]” maka pada Panel Bar secara otomatis akan muncul
perintah khusus untuk Sheet Metal. Browser Bar berisi langkah-langkah kerja.
Misalnya, kita membuat objek dengan Extrude dan Revolve, semua akan tercatat di
Browser Bar untuk memudahkan kita melakukan edit ulang.
Pada Autodesk Inventor 2012 terdapat tool-tool navigasi yang membantu mobilitas
saat menggambar di dalam bidang kerja. Kita dapat menemui tools tersebut seperti
zoom, rotate, pan, dan lainnya pada Inventor Standard Toolbar. Zoom
Fungsinya untuk memperbesar gambar pada tampilan bidang kerja. Klik zoom lalu
klik pada bidang kerja dan geser kursor ke atas atas ke bawah. Kemudian, kliklah
untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan. Kita dapat menggunakan zoom ketika
tools lain sedang aktif. Pan
Fungsinya untuk menggeser tampilan bidang kerja. Kliklah pan lalu klik pada bidang
kerja. Selanjutnya, geserlah kursor pada tempat yang dinginkan.
[Link]
8
View Face
Fungsinya untuk memperbesar tampilan dengan referensi face. Face hanya berlaku
untuk permukaan datar. Kliklah view face, lalu klik pada face yang kita pilih maka
akan diperbesar. Free Orbit
Fungsinya untuk memutar objek pada bidang kerja. Kliklah free orbit, lalu klik pada
bidang kerja. Selanjutnya, putar objek sampai memperoleh tampilan yang diinginkan.
View Cube
Fungisnya untuk memutar objek berdasarkan arah yang telah ditentukan seperti fornt,
top, left dan lain-lain. Kliklah view cube untuk menampilkan sistem navigasi pada
sudut kanan atas. Untuk memilih arah, cukup klik salah satu sis view cube.
Fungsinya untuk melakukan kombinasi perintah navigasi seperti zoom, orbit, pan, dan
lain-lain. Kliklah full navigation wheel sehingga akan keluar menu dan pilihlan salah
satu perintah yang akan dipakai.
[Link]
Berikut ini adalah daftar beberapa tombol shortcut beserta perintah yang sering
digunakan. Apabila kita telah terbiasa menggunakannya makan akan sangat
menghemat waktu.
Tombol
Hasil
F1=Menampilkan bantuan (help) sesuai dengan perintah atau dialog box yang sedang
aktif.
F4=Melakukan rotate pada tampilan model dengan bantuan klik-geser dari kiri mouse.
C=Menambah constraint pada assembly atau bisa juga perintah membuat sebuah
lingkaran ketika model sketch sedang aktif.
P=Menempatkan (places) sebuah komponen (bisa part atau assembly) pada suatu
assembly.
[Link]
10
[Link]
11
BAB 2
SKETCH
Sketch memiliki peranan penting karena merupakan cikal bakal dalam membuat
gambar 3D Model atau Part. Sketch hanya terdiri dari gambar geometri. Sketch dibuat
sesederhana mungkin karena akan mempermudah proses desain. Untuk finishing
detail, gunakan seperti Fillet, Chamfers, & Face Draft pada 3D model atau part. Untuk
membuat gambar solid, pastikan sketch dalam keadaan tertutup atau tersambung
dengan menggunakan Coincident Constraint atau Trim, Extend Curve. Setelah Sketch
selesai, terlebih dahulu lakukan Constraint sebelum dimension. Apabila langkah
membuka Autodesk Inventor 2012 pada BAB 1 telah selesai dilakukan maka kita bisa
langsung melakukan Sketch yang kita inginkan sesuai tampilan berikut ini.
[Link]
12
Selanjutnya pada bidang kerja kita bisa langsung membuat Sketch seperti Line,
Circle, Arc, dan lain-lain. Untuk Sketch Default, sketch terdapat pada bidang XY
Plane. Kita dapat membuat sketch di Work Plane dan Planar Face (permukaan datar).
Setelah selesai Sketch kiklah tombol Finish Sketch. Sketch di Autodesk Inventor 2012
dibagi 2 jenis, yaitu 2D sketch dan 3D sketch.
2.1. 2D Sketch
2D Sketch pada Autodesk Inventor 2012 hampir mirip saat kita menggambar 2D pada
Autodesk Autocad. Oleh karena itu, seseorang yang telah menguasai Autodesk
Autocad tidak akan kesulitan dalam mempelajarinya. Berikut alat-alat Draw pada
Sketch 2D.
Line berfungsi membuat garis lurus, sedangkan Spline untuk membuat garis kurva
dengan titik Point tertentu. Selain Spline terdapat pula Bridge Curve. Circle
Fungsinya untuk membuat garis busur. Di sini terdapat tiga cara dalam membuat Arc,
yaitu: Three Point Arc, Tangent Arc, dan Center Point Arc.
[Link]
13
Rectangle
Fungsinya untuk membuat kotak persegi panjang atau bujur sangkar Di sini terdapat 2
cara dalam membuat Rectangle, yaitu: Two Point Rectangle dan Three Point
rectangle. Fillet dan Chamfer
Fillet berfungsi untuk membuat pertemuan antara 2 garis (line) atau busur (arc)
menjadi cembung atau cekung. Kemudian, Chamfer berfungsi untuk membuat
pertemuan antara 2 garis menjadi miring dengan spesifikasi tertentu. Point
Fungsinya untuk membuat titik lubang dan untuk sekedar membuat Point referensi
pada Sketch. Polygon
Fungsinya untuk membuat bangun segi N beraturan. Text
Project Geometry dapat pula disebut objek bantuan atau sebagai referensi dalam
membuat sketch. Referensi bisa berupa Edges atau Face. Selain alat-alat Draw
terdapat pula alat untuk membuat Patern tertentu dan memodifikasi Draw sebagai
berikut.
Mirror
Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan referensi garis cermin. Hasil objek
Mirror simetris terhadap objek aslinya.
[Link]
14
Rectangular Patern
Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan pola lurus. Dengan Rectangular
Patern kita akan lebih menghemat waktu tanpa membuat objek satu persatu. Circular
Patern
Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan pola melingkar. Circular Patern
biasanya digunakan untuk membuat lubang baut. Offset
Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan hasil lebih besar atau lebih kecil
dari objek asli dengan jarak sama pada semua sisi. Extend
Fungsinya untuk menutup dan menyambung Line, Arc, Spline, pada sketch yang
terbuka. Trim
Fungsinya untuk memotong Line, Arc, dan Spline pada objek yang saling
berpotongan. Split
Fungsinya untuk membagi Line, Arc, dan Spline menjadi 2 bagian dengan bantuan
objek potong. Move
15
Scale
Fungsinya untuk membuat skala objek lebih besar atau lebih kecil. Rotate
Perpendicular
Fungsinya untuk membuat garis dan garis busur (Arc) menjadi bersinggungan.
Coincident
Fungsinya untuk membuat 2 lingkaran atau Arc menjadi 1 titik pusat. Collinear
[Link]
16
Equal
Fungsinya untuk membuat garis menjadi horizontal atau sejajar dengan sumbu X.
Vertical
Fungsinya untuk membuat garis menjadi vertikal atau sejajar dengan sumbu Y. Fix
Fungsinya untuk membuat objek dalam Sketch akan ter-constraint secara otomatis
terhadap Coordinate System. Show Constraint
Fungsinya untuk menampilkan Constraint pada geometri yang kita pilih. General
Dimension
Fungsinya untuk membuat ukuran pada Sketch. Ukuran akan mengendalikan dan
mempermudah dalam mengubah bentuk Sketch. Auto Dimension
2.2. 3D Sketch
Fungsinya untuk membat sketch pada 3 sumbu (X,Y,Z), sedangkan 2D sketch hanya
pada 2 sumbu (X,Y). Dengan 3D sketch kita dapat membat sketch yang tidak hanya 2
sumbu, misalnya jalur pipa yang berkelok-kelok, membuat desain sudu turbin, dll.
Pada Autodesk Inventor Professional 2012, 2D sketch merupakan Default Sketch.
Untuk mengaktifkan 3D sketch kita harus Finish Sketch pada 2D sketch lalu kliklah
3D Sketch. Beberapa alat pada 3D sketch yaitu:
[Link]
17
Line digunakan untuk membuat garis lurus. Spline digunakan untuk membuat garis
kurva dengn titik Point tertentu. Bend
Fungsinya untuk membuat pertemuan antara 2 garis (line) menjadi cembung atau
cekung. 3D Intersection Curve
Fngsinya untuk membuat kurva 3D dengan hasil perpotongan 2 Face, Surface, dan 2D
Sketch. Project Curve to Surface
Fungsinya untuk membuat kurva 3D dengan perpaduan 2D Curve Sketch dan Surface.
Helical Curve
[Link]
18
BAB 3
PART
Setelah memahami Sketch yang merupakan dasar pembuatan Part, kita akan mengulas
Part. Pada Autodesk Inventor 2012 gambar Part dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:
Tidak semua proses dalam membuat Part dapat menggunakan bentuk Solid. Beberapa
kasus Part yang rumit akan membutuhkan bantuan bentuk Surface. Tahapan setelah
Sketch hingga Assembly sesuai diagram di bawah ini.
Kita akan langsung mulai membuat Part atau objek 3D. Part masih merupakan
kelanjutan Sketch. Oleh karena itu, setelah selesai membuat Sketch, kita akan
otomatis berpindah ke sesi Part. Semua Toolbar seperti Panel Bar akan berubah
menjadi Toolbar untuk membuat Part. Beberapa alat untuk membuat Part adalah
sebagai berikut. Extrude
Dengan Extrude dari sebuah profil, kita memberikan tinggi, tebal atau kedalaman dari
sebuah profil dengan ukuran
[Link]
19
tertentu. Untuk memberikan fitur Extrude kita harus menentukan Profil, Output, dan
Operation. Selain itu, yang penting juga pada fitur ini adalah Distance, To Next, To,
From-To, dan All. Akan tetapi, pada tingkat dasar fitur pada extrude yang paling
sering digunakan yaitu fitur Distance dan fitur All. Extrude dapat dibentuk dengan
Sketch tertutup maupun terbuka dan dapat pula dibuat memotong part lain pada
Assembly. Revolve
Fungsinya untuk memotong material sisi dalam, sisi luar, dan kedua sisi dengan
ketebalan tertentu.
[Link]
20
Ribs
Fungsinya untuk membuat objek dengan perpaduan beberapa bentuk atau potongan
yang berbeda. Sweep
Fungsinya untuk membuat objek yang terbentuk dari Sketch atau Profile melalui garis
edar (Path). Coil
Fungsinya untuk membuat ulir pada lubang atau silinder seperti poros dan mur-baut.
Fillet
Fungsinya untuk membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi cembung atau
cekung sehingga ujung tidak tajm. Chamfer
Fungsinya untuk membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi miring sehingga
ujung tidak tajam. Move Face
Fungsinya untuk memindah satu atau lebih dari satu Face di dalam Part. Draft
Fungsinya untuk membelah atau memotong Part atau Face menjadi beberapa bagian.
Bend Part
[Link]
21
Fungsinya untuk membuat bidang kerja baru. Dalam prakteknya kita mungkin
memerlukan bidang baru yang tidak sejajar dengan bidang kerja lainnya. Work Axis
Fungsinya sebagai referensi saat kita akan membuat Sketch ataupun saat Assemby
Part. Work Point
Fungsinya sebagai referensi saat kita akan membuat Sketch ataupun saat Assemby
Part.
Dalam latihan ini, kita akan membuat dua buah part dari sketch yang sederhana. Hasil
dari latihan ini akan kita Assembly pada Bab selanjutnya. Langkah-langkanya yaitu:
[Link]
22
1. Pertama kali yang dilakukan yaitu menyiapkan lingkungan kerja dalam mode
Sketch 2D. Klik New>Metric>Standard(mm).ipt
2. Klik Line Tool atau tekan huruf “L” dan buatlah Sketch sebagai berikut:
[Link]
23
3. Jika sudah terbentuk, pastikan Dimension dan Constrain sesuai dengan yang
diinginkan. Lalu klik Finish Sketch.
4. Klik Revolve atau tekan huruf R, tentukan Profile pada bagian dalam Sketch yang
kita bentuk, Axis yaitu sisi luar yang searah sumbu Y. Pilih Mode Revolve yaitu Full.
5. Pada browser bar, Klik kanan pada Sketch (Revolution) lalu klik Share Sketch
sehingga kita mempunyai sketch yang baru dan sama dengan sketch sebelumnya.
[Link]
24
6. Lalu tambahkan pada sketch yang telah di share menjadi seperti di bawah ini,
kemudian klik Finish Sketch.
7. Dikarenakan sketch yang kita modifikasi telah di-share sehingga kita bisa
menggunakannya untuk membuat dua buh fitur baru. Kita akan menggunakannya
untuk extrude dari bidang tengah dan extrude-cut pada hasil extrusi tadi.
[Link]
25
9. Klik pada sketch yang lainnya dan klik Finish Sketch kemudian lakukan Cut-
Extrude sepanjang 12mm(midplane).
11. Selanjutnya Fillet pada sudut hasil extrusi dengan radius 2mm.
[Link]
26
13. Selanjutnya kita Chamfer ujung bawah dengan metode Two Distance yaitu 4mm
dan 2mm.
15. Kita akan membuat lubang pada sisi atas, untuk itu kita butuh titik referensi
lubang tersebut. Untuk membuat titik tersebut kita
[Link]
27
ke menu sketch kembali atau tekan huruf S dan pilih sisi atas sebagai bidang
kemudian buatlah Point dengan koordinat (0,35).
16. Selanjutnya Finish Sketch dan gunakan lubang tersebut sebagai acuan untuk
membuat Hole dengan tipe counterbore (form sketch).
17. Setelah terbentuk satu lubang maka membuat kedua lubang lainnya menggunakan
Circular Patern. Pilih lubang tersebut sebagai Features dan selubang luar sebagai
Rotation Axis.
[Link]
28
18. Hasil akhir seperti di bawah ini dan jangan lupa Save: [Link]
3. Seperti pada komponen Male, buatlah 3 lubang dengan titik referensi (0,35). Tipe
lubang Drilled dengan kedalaman 8mm dan diameter 5mm dan Save: [Link]
[Link]
29
Dalam latihan ini kita akan membuat fitur yaitu Revolve, Sweep, dan Extrude.
[Link]
30
5. Buat sketch pada bidang YZ sebuah ellips 34x10 dengan titik pusat (10,0)
6. Finish Sketch, kemudian lakukan Sweep dengan profil Ellips dan path garis
melengkung yang telah kita buat.
7. Terakhir untuk memberi lubang, sketch lingkaran dengan radius 15mm pada sisi
paling atas dan lakukan Extrude-cut 40mm.
[Link]
31
Dalam latihan ini kita akan membuat sebuah part yang terdiri dari dua buah fitur Loft.
3. Membuat Plane baru sejajar XY dengan offset -15mm. Bisa dilakukan dengan klik
Work Plane Tool atau tekan “]” kemudian klik & drag pada XY plane lalu isikan -
15mm.
[Link]
32
4. Dengan cara yang sama buatlah ketiga bidang selanjutnya dengan jarak antar
bidang berturut-turut -10mm, -10mm, -80mm
5. Buatlah sketch pada bidang kedua sebuah lingkaran radius 20mm, bidang ketiga
sebuah lingkaran radius 10mm, bidang keempat sebuah persegi dengan sisi 24mm,
dan bidang kelima sebuah persegi panjang 40mmx5mm.
6. Selanjutnya gunakan fitur Loft dan pilih sketch dari bidang 1 hingga 4 sebagai
profilnya.
8. Mengapa harus 2 kali Loft, coba saja pada loft pertama gunakan bidang 1 hingga 5,
maka hasilnya akan berbeda.
Dalam latihan ini, kita akan membuat sebuah part yang terdiri dari fitur Extrude, Coil,
Rectangular Patern, dan Circular Patern.
[Link]
33
Langkah-langkahnya:
[Link]
34
5. Klik Coil Tool dan pilihlah segiempat sebagai profil dan sumbu silinder sebagai
axis. Gunakan operasi Cut dan pada Coil Size isikan Height=210 dan Revolution=3.
Seperti tampilan di bawah ini.
[Link]
35
8. Untuk membuat beberapa profile dalam satu garis gunakan Rectangular Patern.
Pilih pofile lubang hasil Cut Extrude dan Gunakan sumbu Z sebagai axis. Isikan
parameter sebagai berikut.
9. Lalu gunakan Circular Patern dengan Profil hasil Circular Patern dan selubung
silinder sebagai rotation axis dengan para meter sebagai berikut.
[Link]
36
BAB 4
ASSEMBLY
Dalam mendesain sebuah mesin atau produk yang terdiri atas berbagai macam Part
kita akan membutuhkan Assembly sebagai tema untuk merakit. Di dalam Assembly,
kita dapat melakukan berbagai macam pekerjaan, seperti melakukan modifikasi Part,
simulasi fungsi alat, sampai berbagai macam analisis lainnya. Dengan demikian,
pekerjaan kita dalam mendesain akan lebih mudah. Assembly sendiri terdiri atas
Single Part dan Sub Assembly yang semuanya ada di dalam File Assembly. Di dalam
Assembly yang besar dan memiliki banyak Part buatlah beberapa Assembly kecil atau
Sub Assembly. Adanya Sub Assembly akan mempercepat proses modifikasi Part dan
memudahkan pensarian karena akan membentuk kelompok-kelompok kecil. Beberapa
Tool penting di dalam Assembly adalah sebagai berikut. Place Component
Fungsinya untuk memasukkan File komponen ke dalam File Assembly. Kita dapat
memasukkan beberapa komponen sekaligus ke dalam Assembly. Komponen pertama
yang diletakan dalam linkungan assembly secara otomatis akan ditempatkan pada
origin point(0,0,0) dalam keaadan grounded. Kita dapat menaruh lebih dari satu
komponen yang sama dengan mengklik dilokasi yang berbeda dalam graphic window.
Disamping kita dapat menggunakan geometri part dari aplikasi Autodesk Inventor,
kita dapat menggunakan geometry dari aplikasi lain sebagai part di dalam assembly
[Link]
37
yang kita buat. Di bawah ini terdapat daftar list tipe file yang dapat anda gunakan
dalam Autodesk Inventor:
Autodesk Inventor parts and assemblies (*.ipt, *.iam)
Mate/Flush Constraint
Digunakan untuk meluruskan part feature seperti permukaan rusuk atau sumbu suatu
part ke part yang lain.
[Link]
38
Angle Constraint
Digunakan untuk memberikan sudut antara dua buah part bisa diaplikasikan ke
permukaan datar, garis rusuk yang datar atau sumbu-sumbu.
Tangent Constraint
Digunakan untuk membuat sebuah hubungan tangensial antara permukaan dari dua
buah part. Salah satu part tersebut harus merupakan permukaan lengkung.
Tangent Constrain dengan Solusi Inside
[Link]
39
Insert Constraint
Pada latihan ini kita akan mencoba Assemly part yang telah kita buat sebelunya di
BAB 3 yaitu Male dan Female.
[Link]
40
Langkah-langkahnya yaitu:
1. Bukalah Standard(mm).iam
3. Gunakan Mate Constraint lalu pilihlah lubang Female kemudian Silinder kecil dari
Male.
[Link]
41
4. Lakukan sekali lagi Mate Constraint lalu pilihlah sisi atas Female dan sisi bawah
Male.
5. Jika ketiga lubang belum pas maka lakukan Mate Constrain kembali pada lubang
tersebut.
Menambahkan part strandard pada hasil Assembly Male and Female berupa Fastener
yaitu Bolt dan Pin. Langkah-langkahnya yaitu:
1. Pada hasil Assembly latihan sebelumnya klik Place From Content Center.
2. Maka akan muncul kotak library, carilah Bolt yang sesuai keinginan pada Fastener
untuk ketiga lubang pada Assembly Male and Female.
[Link]
42
3. Pada latihan ini kita akan memilih Bolt tipe Round Head dengan nama Screw GB/T
2672-2004, setelah dipilih lalu klik OK.
4. Lalu pasangkan dengan lubang yang akan kita pasang kemudian klik jika sudah pas
dengan lubang dan klik lagi jika sudah pas ukuran kepalanya yang pada latihan ini
ukurannya yaitu M4 x 5.
5. Muncul jendela Auto Drop, pada jendela ini kita bisa mengatur patern, edit size dan
yang terpenting jika sudah sesuai tekan tombol “centang” atau apply.
7. Jika ternyata ukuran Bolt belum sesuai maka kita bisa mengeditnya melalui
Browser Bar dengan cara klik kanan pada jenis Elemen lalu pilih Change Size.
8. Selanjutnya kita akan menambahkan Pin, seperti sebelumnya klik Place From
Content Center.
[Link]
43
12. Gunakan Constrain tipe Insert dengan Solutions Aligned dan pilihlah Pin tersebut
sebagai Selections 1.
13. Kemudian pilihlah lubang pada part Male sebagai Selections 2 dan berilah offset -
3mm.
[Link]
44
BAB 5
GAMBAR KERJA
Setelah membuat gambar 3D, kita akan membuat gambar kerja berupa 2D. Gambar
kerja merupakan perantara yang tidak dapat dipisahkan antara perancang dengan
pelaksana. Oleh karena itu, gambar kerja harus mampu memberi gambaran yang jelas
dan lengkap meliputi bentuk dan ukuran benda yang akan dibuat. Autodesk Inventor
2012 menerapkan beberapa standard gambar kerja, seperti ISO, JIS, DIN, dan ANSI.
Kemudian, teknik gambar kerja seperti tebal tipis garis, proyeksi, dan satuan, akan
diatur secara otomatis setelah kita memilih salah satu jenis standard gambar kerja
yang akan dipakai. Kita masih dapat mengubah beberapa hasil setting otomatis untuk
disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa tool yang digunakan untuk membuat gambar
kerja yaitu:
Base View
Verfungsi mengambil view dari atas, bawah, dan samping. Syaratnya, harus memiliki
Base View terlebih dahulu. Auxiliary View
Fungsinya untuk mengambil view dengan bantuan salah satu garis pada view yang
telah kita ambil. Section View
[Link]
45
Fungsinya untuk membuat gambar potongan agar dapat memperjelas bagian-bagian
yang tersembunyi. Detail View
Fungsinya untuk memperbesar bagian tertentu yang kelihatan kecil dan rumit agar
menjadi lebih besar. Break
Berfungsi memotong view yang terlalu panjang dan konstan. Setelah bisa
menampilkan bentuk 2D dari berbagai pandangan maka kita membutuhkan beberapa
Tool pada Menu Bar Annotate untuk memperlengkap dan memperjelas apa yang akan
kita tampilkan. Beberapa Tool pada Annotate yaitu: Dimension
Fungsinya untuk membuat ukuran dengan sistem koordinat secara berkelompok. Hole
/ Thread Notes
Berfungsi membuat catatan tekukan pada pengerjaan Sheet Metal. Chamfer Notes
[Link]
46
Berfungsi membuat simbol untuk jenis pengerjaan dan hasil pengerjaan pada suatu
permukaan. Welding Symbol
Berfungsi membuat tulisan ata catatan tambahan untuk menambah keterangan dalam
gambar kerja. Leader Text
Berfungsi membuat daftar Part berdasarkan Balloon yang telah kita buat sebelumnya.
Pada latihan ini kita akan mencoba menampilkan beberapa part yang telah kita buat
menggunakan beberapa tool dasar. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu:
[Link]
47
2. Setelah muncul tampilan seperti di atas maka kita siap untuk menampilkan bentuk
3D ke dalam 2D.
3. Pertama kali yaitu klik Base maka akan muncul jendela sebagai berikut.
4. Gunakan tombol yang diberi lingkaran merah pada gambar di atas untuk memilih
part yang akan kita tampilkan. Pada jendela ini pula kita bisa mengatur skala dan
Orientation tampilan.
5. Pilihlah [Link] yang telah kita buat sebelumnya lalu klik Open.
6. Maka dibelakang jendela Drawing View muncul lilin tersebut tetapi sangat besar
maka kita ubah skala pada jendela Drawing View menjadi 1:4
7. Untuk meletakkan posisi sesuai keinginan maka pinggirkan jendela Drawing View
lalu arahkan tempat lilin tersebut pada posisi yang diinginkan. Jika sudah pas lalu klik
kemudian klik kanan lalu Done.
[Link]
48
9. Membuat Gambar Potongan, gunakan Section View lalu pilih gambar yang akan
kita potong. Pada latihan ini kita akan mencoba memotong gambar Projected (kanan
bawah) tepat di tengahnya kita potong atas dari bawah.
10. Setelah klik Section View lalu klik gambar Projected (kanan bawah) kemudian
buatlah garis potong sesuai gambar di bawah ini kemudian klik kanan lalu klik
Continue.
Base
Projected
[Link]
49
11. Kemudian muncul kotak dialog Section View, kita bisa mengatur jenis potongan
dan simbol huruf potongan di sini. Arahkan tampilan potongan ke kanan kemudian
klik OK.
13. Masukkan part Bushing yang telah kita buat sebelumnya dengan skala 1:4
letakkan pada kanan atas bidang gambar lalu proyeksikan ke bawah, kiri dan serong
ke tengah.
Base
Projected
[Link]
50
14. Kita bisa membuat coakkan untuk memperjelas sis dalam dari Bushing. Caranya
yaitu klik Bushing proyeksi di kiri bawah, kemudian klik Create Sketch. Buatlah
sketch tertutup (loop) seperti coakkan yang akan kita inginkan.
15. Setelah Finish Sketch kemudian gunakan tool Break Out lalu pilih gambar
Bushing yang akan kita coak sehingga muncul jendela sebagai berikut.
16. Pilih profile pada sketch yang kita buat dan pilihlah point batas coakkan yang
akan kita buat sehingga hasilnya sebagai berikut.
17. Setelah selesai kita bisa memberi Dimension, pindahkan menu bar ke Annotate.
[Link]
51
Pada latihan ini kita akan mencoba menampilkan assembly yang telah kita buat
menggunakan beberapa tool dasar. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu:
2. Base View gunakan skala 1:1 dengan Front Orientation, letakkan pada kanan atas
bidang gambar.
5. Gunakan Balloon untuk memberi nomor part. Caranya klik Ballon kemudian klik
part yang akan diberi nomor kemudian tarik garisnya kemudian klik kiri dan klik
kanan kemudian klik Continue. Demikian pula untuk setiap part yang lain.
6. Jika Balloon sudah diaktifkan maka membuat Part List sangat gampang. Klik Part
list kemudian klik gambar yang telah kita beri Balloon kemudian OK. Arahkan tabel
sesuai posisi yang diinginkan.
[Link]
52
7. Jika kita ingin mengisi ataupun merubah Kepala Gambar maka bisa saja dilakukan.
Yaitu dengan double klik Field Text di bawah ISO pada Browser Bar kemudian klik
iProperties untuk mengedit setiap isiannya.
8. Jika bentuk ukuran kepala gambar atau ukuran kolom kurang sesuai maka bisa kita
edit dengan cara klik kanan ISO kemudian klik Edit Definitions pada Browser Bar.
Dengan cara ini pula kita bisa mengedit ukuran Font bisa juga menambahkan logo
perusahaan. Saat Edit Definitios aktif maka akan berubah ke mode Sketch, untuk
mengedit setiap teks tinggal klik kanan teks lalu klik edit teks.
[Link]
53
BAB 6
ANALISIS STRUKTUR
Stress Analysis merupakan sebuah alat yang disediakan bagi pengguna Autodesk
Inventor 2012 yang berfungsi untuk menganalisis kekuatan. Alat ini cukup mudah
digunakan dan dapat membantu kita untuk mengurangi kesalahan dalam membuat
desain. Dengan demikian, selain biaya yang harus kita keluarkan akan berkurang, time
to market dari benda yang kita desain pun dapat dipercepat karena kita sudah
mensimulasikan terlebih dahulu benda yang kita desain di komputer sebelum masuk
ke proses produksi. Keakuratan hasil analisis tergantung dari Material, Restraint
(bagian yang diam), dan loads (beban) yang kta berikan. Jadi, untuk mendapatkan
hasil yang valid kita harus memastikan bahwa properti dari material yang kita berikan
benar-benar mewakili material yang akan kita gunakan. Demikian pula restraints,
loads, kedua hal tersebut harus mewakili kondisi kerja dari benda. Stress (ketegangan)
atau statik analisis menghitung displacement, strains dan stresses berdasarkan
material, restraint, dan loads yang diberikan. Sebuah material akan mengalami patah,
atau berubah bentuk ketika stress-nya mencapai level tertentu. Setiap material
memiliki tingkatan stress yang berbeda. Stress Analysis pada Autodesk Inventor
menggunakan linear static analysis berdasarkan Finite Element Method (FEM), untuk
menghitung stress. Linear static analysis membuat beberapa asumsi untuk menghitung
stress.
FEM adalah suatu metode analis yang terpercaya untuk desain teknik. Metode ini
menggantikan masalah yang kompleks dengan beberapa masalah yang sederhana.
Metode ini membagi model menjadi beberapa bagian kecil dengan bentuk sederhana
yang disebut elemen. Setiap elemen dibagi lagi menjadi poin-poin yang disebut nodes.
Metode analisis menggunakan FEM disebut Finite Element Analysis (FEA).
[Link]
54
Agar lebih mudah maka langsung saja praktek. Kita akan menganalis kekuatan tempat
lilin yang telah kita buat. Berikut langkahnya.
Pada Design Objective kita bisa memilih Single Point jika kita ingin menganalisis
desain yang sudah fix kita buat. Jika kita ingin mempertimbangkan berbagai ukuran
desain yang lain maka gunakan Parametric Dimension. Static Analysis digunakan
untuk mengetahui regangan yang pada akhirnya bisa didapatkan Safety Factor dari
desain yang kita buat. Safety Factor haruslah lebih dari satu. Desan gagal apabila
Safety Factor lebih kecil atau sama dengan satu.
Modal Analysis digunakan analisis stuktur yang rawan terhadap getaran, misalnya
rangka jembatan, body dan sayap pesawat terbang, dll. Apabila salah satu dari lima
frekuensi natural (paling banyak sampai sepuluh pertama) sama atau sangat dekat
dengan frekuensi eksitasi beban (misal getaran pompa, blower, angin, dll) maka
defleksi / deformasi yang terjadi akan diperbesar sehingga
[Link]
55
4. Kita pilih Static Analisys dengan settingan default saja kemudian klik OK maka
kita telah siap menentukan restraint, material hingga tegangan maupun tekan yang
terjadi.
6. Jika kita belum tahu propertie dari material-material tersebut maka klik Styles
Editor di kiri bawah kotak dialog tersebut.
7. Klik pada setiap jenis material maka di sebelah kanan akan menampilkan properties
dari material tersebut. Setelah tahu properties maka tentukan Override Material. Pada
latihan ini digunakan Alloy Steel.
[Link]
56
9. Berikan Force 10N pada sisi bawah lubang lilin dengan arah ke bawah.
10. Jangan lupa setting gravitasi ke arah –Y sebesar 9,8m/s^2
11. Karena hanya satu part maka kita tidak perlu mengatur contact antar part,
langsung saja Mesh dan Run Simulate.
12. Jika sudah kita bisa merubah apa yang akan kita tampilkan dengan mengaturnya di
Browser Bar. Double Click saja apa yang akan kita tampilkan misalkan Diplacement,
atau Safety Factor.
[Link]
57
13. Pada Display kita bisa mengatur tampilan Undeformed, Actual atau Adjusted
selain itu bisa menampilkan pula titik maksimal atau minimal.
14. Setelah semua lengkap maka tinggal kita publish hasilnya bisa bertipe .rtf
atau .html dengan cara klik Report.
15. Kita bisa mengatur apa saja yang perlu ditampilkan dan format outputnya.
[Link]
58