0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan31 halaman

Pengenalan Autodesk Inventor 2012

Dokumen ini adalah panduan penggunaan Autodesk Inventor 2012, yang mencakup pengenalan program, cara membuka aplikasi, serta fitur-fitur penting seperti sketching, part, assembly, dan gambar kerja. Autodesk Inventor 2012 dirancang untuk mendukung desain teknik dengan kemampuan pemodelan solid berbasis fitur parametrik. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan berbagai alat dan shortcut yang mempermudah pengguna dalam proses desain.

Diunggah oleh

Faizal Fiqri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan31 halaman

Pengenalan Autodesk Inventor 2012

Dokumen ini adalah panduan penggunaan Autodesk Inventor 2012, yang mencakup pengenalan program, cara membuka aplikasi, serta fitur-fitur penting seperti sketching, part, assembly, dan gambar kerja. Autodesk Inventor 2012 dirancang untuk mendukung desain teknik dengan kemampuan pemodelan solid berbasis fitur parametrik. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan berbagai alat dan shortcut yang mempermudah pengguna dalam proses desain.

Diunggah oleh

Faizal Fiqri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

nventor

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB 1 PENGENALAN AUTODESK INVENTOR 2012 .............................. 1

1.1. Membuka Autodesk Inventor 2012 ........................................................... 2

1.2. Mengenal Menu dan Toolbar Autodesk Inventor 2012 ............................... 6

1.3. Sistem Navigasi ......................................................................................... 7

1.4. Menggunakan Tombol Shortcut .................................................................. 9

BAB 2 SKETCH ............................................................................................ 11

2.1. 2D Sketch ................................................................................................ 12

2.2. 3D Sketch ............................................................................................... 16

BAB 3 PART ................................................................................................ 18

3.1. Latihan Male and Female ........................................................................ 21

3.2. Latihan Tempat Lilin ............................................................................... 29

3.3. Latihan Chisel ......................................................................................... 31

3.4. Latihan Bushing Berulir dan Berongga ..................................................... 32

BAB 4 ASSEMBLY ..................................................................................... 36

4.1. Latihan Assembly Male & Female .......................................................... 39

4.2. Latihan Menambahkan Part Standard ..................................................... 41

BAB 5 GAMBAR KERJA ........................................................................... 44

5.1. Latihan Membuat Gambar Kerja 1 ......................................................... 46

5.2. Latihan Membuat Gambar Kerja 2 ......................................................... 51


BAB 6 ANALISIS STRUKTUR ................................................................. 53

BAB 1

PENGENALAN AUTODESK INVENTOR 2012

Autodesk Inventor 2012 merupakan program yang dirancang khusus untuk keperluan
bidang teknik seperti desain produk, desain mesin, desain mold, desain konstruksi,
atau keperluan teknik lainnya. Program ini merupakan rangkaian program
penyempurnaan dari Autodesk Autocad dan Autodesk Mechanical Desktop. Lebih
lanjut, program ini sangat cocok bagi pengguna Autodesk Autocad yang ingin
meningkatkan kemampuannya karena memiliki konsep hampir sama dalam
menggambar 3D. Autodesk Inventor 2012 adalah program pemodelan solid berbasis
fitur parametrik, artinya semua objek dan hubungan antargeometri dapat dimodifikasi
kembali meski geometrinya sudah jadi tanpa perlu mengulang lagi dari awal. Hal ini
sangat memudahkan kita ketika sedang dalam proses desain suatu produk atau
rancangan. Untuk membuat suatu model 3D yang solid ataupun surface, kita harus
membuat sketch-nya terlebih dahulu atau mengimpor gambar 2D dari Autodesk
Autocad. Setelah gambar atau model 3D tersebut jadi, kita dapat membuat gambar
kerjanya menggunakan fasilitas drawing. Tidak hanya sampai pada menampilkan
gambar kerja, Autodesk Inventor 2012 juga mampu memberikan simulasi pergerakan
dari produk yang kita desain serta mempunyai alat untuk menganalisis kekuatan. Alat
ini cukup mudah digunakan dan dapat membantu kita untuk mengurangi kesalahan
dalam membuat desain. Dengan demikian, selain biaya yang harus kita keluarkan
akan berkurang, time to market dari benda yang kita desain pun dapat dipercepat
karena kita sudah mensimulasikan terlebih dahulu benda yang kita desain di komputer
sebelum masuk ke proses produksi.

1.1. Membuka Autodesk Inventor 2012

Untuk memulai Autodesk Inventor 2012 ikutilah langkah berikut ini:

1. Klik Start pada menu Windows

2. Pilih All Program

3. Klik Autodesk lalu pilih Autodesk Inventor Professional 2012 dan akan tampil
seperti berikut:

Tunggu sampai keluar kotak dialog Open, lalu kliklah Project.

4. Kemudian, kotak dialog seperti berikut akan muncul.

Kliklah New>New Single User Project>Next lalu akan muncul kotak dialog sebagai
berikut:

Kita bisa mengubah nama Project dan lokasi penyimpanan sesuai yang kita inginkan.
Lalu klik Finish kemudian Done.
5. Setelah selesai membuat pengaturan Project, selanjutnya kita akan membuat file
baru. Pada tampilan berikut klilklah New pada Quick Lunch.

6. Selanjutnya akan muncul kotak dialog sebagai berikut.

[Link]

Pada tahap ini kita akan memilih salah satu template. Berikut adalah penjelasan pada
masing-masing template, yaitu: Sheet [Link]

Membuat bidang kerja baru untuk part atau komponen berjenis metal seperti benda-
benda yang terbuat dari plat besi yang ditekuk-tekuk. [Link]

Membuat bidang kerja baru untuk gambar kerja atau 2D (Autocad Version).
[Link]

Membuat bidang kerja baru untuk gambar assembly yang terdiri atas beberapa part
atau komponen. [Link]

Membuat bidang kerja baru untuk gambar kerja atau 2D. [Link]

Membuat bidang kerja baru untuk animasi urutan perakitan dari gambar assembly
yang telah dirakit. Kita dapat memanfaatkannya untuk membuat gambar Explode
View. [Link]

Membuat bidang kerja baru untuk part atau komponen secara umum tanpa spesifikasi
khusus seperti dalam pembuatan part pada Sheet Metal. [Link]

Membuat bidang kerja baru untuk assembly yang memiliki tool untuk teknik
pengelasan.

7. Kita akan memulai dengan memilih salah satu template. Karena kita terbiasa
dengan satuan metric maka klik pada metric dan pilihlah Standard(mm).ipt, lalu akan
terbuka bidang kerja baru untuk memulai menggambar part.

[Link]

1.2. Mengenal Menu dan Toolbar Autodesk Inventor 2012


Seperti halnya program lain, Autodesk Inventor 2012 memiliki pula bidang kerja,
yaitu Menu Bar, Inventor Standard Toolbar, Panel Bar, dan Browser Bar.

Browser Bar

Panel Bar

Inventor Standard Toolbar

Menu Bar

Bidang Kerja

[Link]

Bidang Kerja adalah tempat menggambar. Menu Bar berisi semua perintah yang
terdapat di Autodesk Inventor 2012 Inventor Standard Toolbar berisi perintah yang
digunakan selama proses menggambar. Panel Bar berisi perintah khusus untuk
menunjang proses yang sedang berangsung. Misalnya, kita membuat gambar dengan
template “Sheet [Link]” maka pada Panel Bar secara otomatis akan muncul
perintah khusus untuk Sheet Metal. Browser Bar berisi langkah-langkah kerja.
Misalnya, kita membuat objek dengan Extrude dan Revolve, semua akan tercatat di
Browser Bar untuk memudahkan kita melakukan edit ulang.

1.3. Sistem Navigasi

Pada Autodesk Inventor 2012 terdapat tool-tool navigasi yang membantu mobilitas
saat menggambar di dalam bidang kerja. Kita dapat menemui tools tersebut seperti
zoom, rotate, pan, dan lainnya pada Inventor Standard Toolbar. Zoom

Fungsinya untuk memperbesar gambar pada tampilan bidang kerja. Klik zoom lalu
klik pada bidang kerja dan geser kursor ke atas atas ke bawah. Kemudian, kliklah
untuk mendapatkan tampilan yang diinginkan. Kita dapat menggunakan zoom ketika
tools lain sedang aktif. Pan

Fungsinya untuk menggeser tampilan bidang kerja. Kliklah pan lalu klik pada bidang
kerja. Selanjutnya, geserlah kursor pada tempat yang dinginkan.

[Link]

8
View Face

Fungsinya untuk memperbesar tampilan dengan referensi face. Face hanya berlaku
untuk permukaan datar. Kliklah view face, lalu klik pada face yang kita pilih maka
akan diperbesar. Free Orbit

Fungsinya untuk memutar objek pada bidang kerja. Kliklah free orbit, lalu klik pada
bidang kerja. Selanjutnya, putar objek sampai memperoleh tampilan yang diinginkan.
View Cube

Fungisnya untuk memutar objek berdasarkan arah yang telah ditentukan seperti fornt,
top, left dan lain-lain. Kliklah view cube untuk menampilkan sistem navigasi pada
sudut kanan atas. Untuk memilih arah, cukup klik salah satu sis view cube.

View Cube Full Navigation Wheel

Fungsinya untuk melakukan kombinasi perintah navigasi seperti zoom, orbit, pan, dan
lain-lain. Kliklah full navigation wheel sehingga akan keluar menu dan pilihlan salah
satu perintah yang akan dipakai.

Full Navigation Wheel

[Link]

1.4. Menggunakan Tombol Shortcut

Berikut ini adalah daftar beberapa tombol shortcut beserta perintah yang sering
digunakan. Apabila kita telah terbiasa menggunakannya makan akan sangat
menghemat waktu.

Tombol

Hasil

F1=Menampilkan bantuan (help) sesuai dengan perintah atau dialog box yang sedang
aktif.

F2=Melakukan pan (menggeser-geser tampilan model) dengan bantuan klik-geser dari


kiri mouse. Bisa juga dengan langsung klik-geser dari tengah mouse tanpa harus
menekan F2.
F3=Melakukan zoom-in atau zoom-out pada tampilan model dengan bantuan klik-
geser dari kiri mouse. Bisa juga dengan langsung meng-scroll mouse tanpa harus
menekan F3.

F4=Melakukan rotate pada tampilan model dengan bantuan klik-geser dari kiri mouse.

F5=Kembali ke tampilan model sebelumnya.

F6=Kembali ke tampilan isometrik.

]=Membuat Plane baru.

Menambah balloon pada drawing.

C=Menambah constraint pada assembly atau bisa juga perintah membuat sebuah
lingkaran ketika model sketch sedang aktif.

D=Menambahkan dimensi pada sketch atau pada drawing.

DO=Menambahkan dimensi ordinat pada drawing.

E=Melakukan extrude pada profil (hasil sketching).

FC=Menambahkan feature control frame pada drawing.

H=Menambahkan fitur lubang.

L=Membuat garis (line) atau lengkungan (arc).

P=Menempatkan (places) sebuah komponen (bisa part atau assembly) pada suatu
assembly.

R=Membuat fitur revolver.

S=Membuat 2D sketch pada sebuah permukaan datar ata bidang (plane).

T=Melakukan tweak sebuah part dalam file persentasi.

X=Melakukan trim saat mode sketch sedang aktif.

Esc=Membatalkan / menghentikan suatu perintah.

Del=Menghapus (delete) objek yang dipilih.


Backspace=Pada tool garis (line) yang sedang aktif, menghilangkan segmen terakhir.

Alt + drag mouse=Pada assembly, melakukan mate constraint. Pada sketch,


memindahkan titik pembentuk spline.

Shift +=Otomatis me-rotate tampilan model. Shift + klik saat

[Link]

10

rotate tol=mode rotate sedang aktif. Klik lagi untuk menghentikannya.

Ctrl + Enter=Kembali (return) ke keadaan edit sebelumnya.

Ctrl + Y=Melakukan redo (menarik kembali undo terakhir).

Ctrl + Z=Melakukan undo (menarik kembali aksi terakhir).

Spacebar=Ketika 3D rotate aktif, mengaktifkan switch (pergantian) antara dynamic


rotation dan pandangan isometrik standar serta pandangan tegak lurus bidang.

[Link]

11

BAB 2

SKETCH

Sketch memiliki peranan penting karena merupakan cikal bakal dalam membuat
gambar 3D Model atau Part. Sketch hanya terdiri dari gambar geometri. Sketch dibuat
sesederhana mungkin karena akan mempermudah proses desain. Untuk finishing
detail, gunakan seperti Fillet, Chamfers, & Face Draft pada 3D model atau part. Untuk
membuat gambar solid, pastikan sketch dalam keadaan tertutup atau tersambung
dengan menggunakan Coincident Constraint atau Trim, Extend Curve. Setelah Sketch
selesai, terlebih dahulu lakukan Constraint sebelum dimension. Apabila langkah
membuka Autodesk Inventor 2012 pada BAB 1 telah selesai dilakukan maka kita bisa
langsung melakukan Sketch yang kita inginkan sesuai tampilan berikut ini.

[Link]
12

Selanjutnya pada bidang kerja kita bisa langsung membuat Sketch seperti Line,
Circle, Arc, dan lain-lain. Untuk Sketch Default, sketch terdapat pada bidang XY
Plane. Kita dapat membuat sketch di Work Plane dan Planar Face (permukaan datar).
Setelah selesai Sketch kiklah tombol Finish Sketch. Sketch di Autodesk Inventor 2012
dibagi 2 jenis, yaitu 2D sketch dan 3D sketch.

2.1. 2D Sketch

2D Sketch pada Autodesk Inventor 2012 hampir mirip saat kita menggambar 2D pada
Autodesk Autocad. Oleh karena itu, seseorang yang telah menguasai Autodesk
Autocad tidak akan kesulitan dalam mempelajarinya. Berikut alat-alat Draw pada
Sketch 2D.

Line dan Spline

Line berfungsi membuat garis lurus, sedangkan Spline untuk membuat garis kurva
dengan titik Point tertentu. Selain Spline terdapat pula Bridge Curve. Circle

Fungsinya untuk membuat lingkaran. Di sini terdapat 3 cara dalam membuat


lingkaran, yaitu Center Point Circle, Tangent Circle, dan Ellipse. Arc

Fungsinya untuk membuat garis busur. Di sini terdapat tiga cara dalam membuat Arc,
yaitu: Three Point Arc, Tangent Arc, dan Center Point Arc.

[Link]

13

Rectangle

Fungsinya untuk membuat kotak persegi panjang atau bujur sangkar Di sini terdapat 2
cara dalam membuat Rectangle, yaitu: Two Point Rectangle dan Three Point
rectangle. Fillet dan Chamfer

Fillet berfungsi untuk membuat pertemuan antara 2 garis (line) atau busur (arc)
menjadi cembung atau cekung. Kemudian, Chamfer berfungsi untuk membuat
pertemuan antara 2 garis menjadi miring dengan spesifikasi tertentu. Point

Fungsinya untuk membuat titik lubang dan untuk sekedar membuat Point referensi
pada Sketch. Polygon
Fungsinya untuk membuat bangun segi N beraturan. Text

Fungsinya untuk membuat Sketch berupa tulisan Project Geometry

Project Geometry dapat pula disebut objek bantuan atau sebagai referensi dalam
membuat sketch. Referensi bisa berupa Edges atau Face. Selain alat-alat Draw
terdapat pula alat untuk membuat Patern tertentu dan memodifikasi Draw sebagai
berikut.

Mirror

Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan referensi garis cermin. Hasil objek
Mirror simetris terhadap objek aslinya.

[Link]

14

Rectangular Patern

Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan pola lurus. Dengan Rectangular
Patern kita akan lebih menghemat waktu tanpa membuat objek satu persatu. Circular
Patern

Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan pola melingkar. Circular Patern
biasanya digunakan untuk membuat lubang baut. Offset

Fungsinya untuk membuat duplikat objek dengan hasil lebih besar atau lebih kecil
dari objek asli dengan jarak sama pada semua sisi. Extend

Fungsinya untuk menutup dan menyambung Line, Arc, Spline, pada sketch yang
terbuka. Trim

Fungsinya untuk memotong Line, Arc, dan Spline pada objek yang saling
berpotongan. Split

Fungsinya untuk membagi Line, Arc, dan Spline menjadi 2 bagian dengan bantuan
objek potong. Move

Fungsinya untuk memindahkan objek ke posisi yang diinginkan. Copy

Fungsinya untuk menduplikat objek


[Link]

15

Scale

Fungsinya untuk membuat skala objek lebih besar atau lebih kecil. Rotate

Fungsinya untuk memutar objek ke posisi yang diinginkan. Stretch

Fungsinya untuk menarik bentuk objek ke posisi yang diinginkan. Untuk


mendapatkan hasil sketch yang valid maka perlu dilakukan pengecekan menggunakan
Dimension dan Costraint.

Perpendicular

Fungsinya untuk membuat 2 garis menjadi saling tegak lurus. Paralel

Fungsinya untuk membuat 2 garis menjadi sejajar. Tangent

Fungsinya untuk membuat garis dan garis busur (Arc) menjadi bersinggungan.
Coincident

Fungsinya untuk membuat 2 point bersinggungan. Concentric

Fungsinya untuk membuat 2 lingkaran atau Arc menjadi 1 titik pusat. Collinear

Fungsinya untuk membuat 2 garis menjadi saling berhimpit.

[Link]

16

Equal

Fungsinya untuk menyamakan ukuran objek. Horizontal

Fungsinya untuk membuat garis menjadi horizontal atau sejajar dengan sumbu X.
Vertical

Fungsinya untuk membuat garis menjadi vertikal atau sejajar dengan sumbu Y. Fix
Fungsinya untuk membuat objek dalam Sketch akan ter-constraint secara otomatis
terhadap Coordinate System. Show Constraint

Fungsinya untuk menampilkan Constraint pada geometri yang kita pilih. General
Dimension

Fungsinya untuk membuat ukuran pada Sketch. Ukuran akan mengendalikan dan
mempermudah dalam mengubah bentuk Sketch. Auto Dimension

Fungsinya untuk membuat garis ukur secara otomatis.

2.2. 3D Sketch

Fungsinya untuk membat sketch pada 3 sumbu (X,Y,Z), sedangkan 2D sketch hanya
pada 2 sumbu (X,Y). Dengan 3D sketch kita dapat membat sketch yang tidak hanya 2
sumbu, misalnya jalur pipa yang berkelok-kelok, membuat desain sudu turbin, dll.
Pada Autodesk Inventor Professional 2012, 2D sketch merupakan Default Sketch.
Untuk mengaktifkan 3D sketch kita harus Finish Sketch pada 2D sketch lalu kliklah
3D Sketch. Beberapa alat pada 3D sketch yaitu:

[Link]

17

Line dan Spline

Line digunakan untuk membuat garis lurus. Spline digunakan untuk membuat garis
kurva dengn titik Point tertentu. Bend

Fungsinya untuk membuat pertemuan antara 2 garis (line) menjadi cembung atau
cekung. 3D Intersection Curve

Fngsinya untuk membuat kurva 3D dengan hasil perpotongan 2 Face, Surface, dan 2D
Sketch. Project Curve to Surface

Fungsinya untuk membuat kurva 3D dengan perpaduan 2D Curve Sketch dan Surface.
Helical Curve

Fungsinya untuk membuat kurva spiral.

[Link]

18
BAB 3

PART

Setelah memahami Sketch yang merupakan dasar pembuatan Part, kita akan mengulas
Part. Pada Autodesk Inventor 2012 gambar Part dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Solid, yaitu objek yang padat

2. Surface, yaitu objek yang tidak padat, hanya berupa kulit.

Tidak semua proses dalam membuat Part dapat menggunakan bentuk Solid. Beberapa
kasus Part yang rumit akan membutuhkan bantuan bentuk Surface. Tahapan setelah
Sketch hingga Assembly sesuai diagram di bawah ini.

Kita akan langsung mulai membuat Part atau objek 3D. Part masih merupakan
kelanjutan Sketch. Oleh karena itu, setelah selesai membuat Sketch, kita akan
otomatis berpindah ke sesi Part. Semua Toolbar seperti Panel Bar akan berubah
menjadi Toolbar untuk membuat Part. Beberapa alat untuk membuat Part adalah
sebagai berikut. Extrude

Dengan Extrude dari sebuah profil, kita memberikan tinggi, tebal atau kedalaman dari
sebuah profil dengan ukuran

[Link]

19

tertentu. Untuk memberikan fitur Extrude kita harus menentukan Profil, Output, dan
Operation. Selain itu, yang penting juga pada fitur ini adalah Distance, To Next, To,
From-To, dan All. Akan tetapi, pada tingkat dasar fitur pada extrude yang paling
sering digunakan yaitu fitur Distance dan fitur All. Extrude dapat dibentuk dengan
Sketch tertutup maupun terbuka dan dapat pula dibuat memotong part lain pada
Assembly. Revolve

Revolve (putaran) digunakan untuk membuat bentuk-bentuk silindris dengan cara


memutar suatu bentuk profil terhadap sumbu yang ditentukan. Untuk membentuk part
dengan dengan fitur ini perlu ditentukan dahulu Profile, Axis, Output dan Operation.
Axis atau sumbu dapat berupa garis pada profil, garis bantu, atau garis sumbu Origin.
Adapun yang perlu diperhatikan adalah sumbu dan profil harus terdapat dalam satu
bidang yang sama. Sudut perputaran untuk fitur Revolve menyesuaikan dengan
metode ekstensinya. Hole
Pada dasarnya, fitur Hole didapat dari Sketch Panel Bar yang berupa Point Hole
Center. Fitur ini digunakan untuk membuat fitur lubang yang parametrik berbentuk
lubang bor, counterbore, countersink atau lubang ulir. Sebuah fitur Hole dapat
memuat beberapa lubang sekaligus dengan konfigurasi yang identik (diameter dan
metode pemberhentian). Pada Hole ada 4 macam cara untuk membuat lubang, yaitu:
From Sketch, Linear, Concentric, dan On Point. Shell

Fungsinya untuk memotong material sisi dalam, sisi luar, dan kedua sisi dengan
ketebalan tertentu.

[Link]

20

Ribs

Berfungsi untuk membuat sirip sebagai penguat Part. Loft

Fungsinya untuk membuat objek dengan perpaduan beberapa bentuk atau potongan
yang berbeda. Sweep

Fungsinya untuk membuat objek yang terbentuk dari Sketch atau Profile melalui garis
edar (Path). Coil

Fungsinya untuk membuat objek melingkar seperti pegas. Thread

Fungsinya untuk membuat ulir pada lubang atau silinder seperti poros dan mur-baut.
Fillet

Fungsinya untuk membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi cembung atau
cekung sehingga ujung tidak tajm. Chamfer

Fungsinya untuk membuat sudut atau ujung sebuah objek menjadi miring sehingga
ujung tidak tajam. Move Face

Fungsinya untuk memindah satu atau lebih dari satu Face di dalam Part. Draft

Fungsinya untuk memiringkan Face (permukaan) terhadap permukaan lain. Split

Fungsinya untuk membelah atau memotong Part atau Face menjadi beberapa bagian.
Bend Part

[Link]
21

Fungsinya untuk menekuk Part menjadi 2 bagian dengan referensi garis

Fungsinya untuk membuat bidang kerja baru. Dalam prakteknya kita mungkin
memerlukan bidang baru yang tidak sejajar dengan bidang kerja lainnya. Work Axis

Fungsinya sebagai referensi saat kita akan membuat Sketch ataupun saat Assemby
Part. Work Point

Fungsinya sebagai referensi saat kita akan membuat Sketch ataupun saat Assemby
Part.

3.1. Latihan Male and Female

Dalam latihan ini, kita akan membuat dua buah part dari sketch yang sederhana. Hasil
dari latihan ini akan kita Assembly pada Bab selanjutnya. Langkah-langkanya yaitu:

[Link]

22

Membuat komponen Male:

1. Pertama kali yang dilakukan yaitu menyiapkan lingkungan kerja dalam mode
Sketch 2D. Klik New>Metric>Standard(mm).ipt

2. Klik Line Tool atau tekan huruf “L” dan buatlah Sketch sebagai berikut:

[Link]

23

3. Jika sudah terbentuk, pastikan Dimension dan Constrain sesuai dengan yang
diinginkan. Lalu klik Finish Sketch.

4. Klik Revolve atau tekan huruf R, tentukan Profile pada bagian dalam Sketch yang
kita bentuk, Axis yaitu sisi luar yang searah sumbu Y. Pilih Mode Revolve yaitu Full.
5. Pada browser bar, Klik kanan pada Sketch (Revolution) lalu klik Share Sketch
sehingga kita mempunyai sketch yang baru dan sama dengan sketch sebelumnya.

[Link]

24

6. Lalu tambahkan pada sketch yang telah di share menjadi seperti di bawah ini,
kemudian klik Finish Sketch.

7. Dikarenakan sketch yang kita modifikasi telah di-share sehingga kita bisa
menggunakannya untuk membuat dua buh fitur baru. Kita akan menggunakannya
untuk extrude dari bidang tengah dan extrude-cut pada hasil extrusi tadi.

8. Tekan huruf E lalu extrusi sepanjang 24mm(midplane).

[Link]

25

9. Klik pada sketch yang lainnya dan klik Finish Sketch kemudian lakukan Cut-
Extrude sepanjang 12mm(midplane).

10. Maka hasilnya menjadi bentuk sebagai berikut.

11. Selanjutnya Fillet pada sudut hasil extrusi dengan radius 2mm.

[Link]

26

12. Ulangi pada bagian bawah dengan radius 1,5mm

13. Selanjutnya kita Chamfer ujung bawah dengan metode Two Distance yaitu 4mm
dan 2mm.

14. Kita buat lubang dengan Hole berdiameter 8mm (concentric).

15. Kita akan membuat lubang pada sisi atas, untuk itu kita butuh titik referensi
lubang tersebut. Untuk membuat titik tersebut kita

[Link]
27

ke menu sketch kembali atau tekan huruf S dan pilih sisi atas sebagai bidang
kemudian buatlah Point dengan koordinat (0,35).

16. Selanjutnya Finish Sketch dan gunakan lubang tersebut sebagai acuan untuk
membuat Hole dengan tipe counterbore (form sketch).

17. Setelah terbentuk satu lubang maka membuat kedua lubang lainnya menggunakan
Circular Patern. Pilih lubang tersebut sebagai Features dan selubang luar sebagai
Rotation Axis.

[Link]

28

18. Hasil akhir seperti di bawah ini dan jangan lupa Save: [Link]

Membuat komponen Female:

1. Buat kembali New Standar(mm).ipt kemudian buat 2 lingkaran konsentrik dengan


pusat (0,0) dengan radius 50mm dan 6mm.

2. Klik Finish Sketch dan lakukan Extrusi sepanjang 10mm.

3. Seperti pada komponen Male, buatlah 3 lubang dengan titik referensi (0,35). Tipe
lubang Drilled dengan kedalaman 8mm dan diameter 5mm dan Save: [Link]

[Link]

29

3.2. Latihan Tempat Lilin

Dalam latihan ini kita akan membuat fitur yaitu Revolve, Sweep, dan Extrude.

Langkah-langkah untuk membuat tempat lilin seperti di atas:

1. Siapkan bidang kerja baru Standard(mm).ipt

2. Sketch sesuai gambar di bawah ini.

[Link]
30

3. Revolve (R) dengan garis vertikal sebagai axis (360O)

4. Buat sketch baru pada bidang XY seperti gambar di bawah ini.

5. Buat sketch pada bidang YZ sebuah ellips 34x10 dengan titik pusat (10,0)

6. Finish Sketch, kemudian lakukan Sweep dengan profil Ellips dan path garis
melengkung yang telah kita buat.

7. Terakhir untuk memberi lubang, sketch lingkaran dengan radius 15mm pada sisi
paling atas dan lakukan Extrude-cut 40mm.

[Link]

31

3.3. Latihan Chisel

Dalam latihan ini kita akan membuat sebuah part yang terdiri dari dua buah fitur Loft.

Untuk membuat part di atas, langkah-langkahnya:

1. Siapkan bidang kerja baru Standard(mm).ipt

2. Buat lingkaran dengan radius 15mm.

3. Membuat Plane baru sejajar XY dengan offset -15mm. Bisa dilakukan dengan klik
Work Plane Tool atau tekan “]” kemudian klik & drag pada XY plane lalu isikan -
15mm.

[Link]

32

4. Dengan cara yang sama buatlah ketiga bidang selanjutnya dengan jarak antar
bidang berturut-turut -10mm, -10mm, -80mm

5. Buatlah sketch pada bidang kedua sebuah lingkaran radius 20mm, bidang ketiga
sebuah lingkaran radius 10mm, bidang keempat sebuah persegi dengan sisi 24mm,
dan bidang kelima sebuah persegi panjang 40mmx5mm.
6. Selanjutnya gunakan fitur Loft dan pilih sketch dari bidang 1 hingga 4 sebagai
profilnya.

7. Ulangi lagi Loft untuk bidang 4 hingga bidang 5.

8. Mengapa harus 2 kali Loft, coba saja pada loft pertama gunakan bidang 1 hingga 5,
maka hasilnya akan berbeda.

3.4. Latihan Bushing Berulir dan Berongga

Dalam latihan ini, kita akan membuat sebuah part yang terdiri dari fitur Extrude, Coil,
Rectangular Patern, dan Circular Patern.

[Link]

33

Langkah-langkahnya:

1. Siapkan bidang kerja baru Standard(mm).ipt

2. Buat sketch 2 lingkaran konsentrik dengan radius 50mm dan 75mm.

3. Lalu Extrude profil annulus dengan distance 200mm

4. Kemudian buat sketch baru pada bidang YZ seperti di bawah ini.

[Link]

34

5. Klik Coil Tool dan pilihlah segiempat sebagai profil dan sumbu silinder sebagai
axis. Gunakan operasi Cut dan pada Coil Size isikan Height=210 dan Revolution=3.
Seperti tampilan di bawah ini.

6. Buat Sketch kembali pada bidang YZ sebagai berikut.

7. Cut Extrude sketch tersebut dengan Extent All.

[Link]

35
8. Untuk membuat beberapa profile dalam satu garis gunakan Rectangular Patern.
Pilih pofile lubang hasil Cut Extrude dan Gunakan sumbu Z sebagai axis. Isikan
parameter sebagai berikut.

9. Lalu gunakan Circular Patern dengan Profil hasil Circular Patern dan selubung
silinder sebagai rotation axis dengan para meter sebagai berikut.

[Link]

36

BAB 4

ASSEMBLY

Dalam mendesain sebuah mesin atau produk yang terdiri atas berbagai macam Part
kita akan membutuhkan Assembly sebagai tema untuk merakit. Di dalam Assembly,
kita dapat melakukan berbagai macam pekerjaan, seperti melakukan modifikasi Part,
simulasi fungsi alat, sampai berbagai macam analisis lainnya. Dengan demikian,
pekerjaan kita dalam mendesain akan lebih mudah. Assembly sendiri terdiri atas
Single Part dan Sub Assembly yang semuanya ada di dalam File Assembly. Di dalam
Assembly yang besar dan memiliki banyak Part buatlah beberapa Assembly kecil atau
Sub Assembly. Adanya Sub Assembly akan mempercepat proses modifikasi Part dan
memudahkan pensarian karena akan membentuk kelompok-kelompok kecil. Beberapa
Tool penting di dalam Assembly adalah sebagai berikut. Place Component

Fungsinya untuk memasukkan File komponen ke dalam File Assembly. Kita dapat
memasukkan beberapa komponen sekaligus ke dalam Assembly. Komponen pertama
yang diletakan dalam linkungan assembly secara otomatis akan ditempatkan pada
origin point(0,0,0) dalam keaadan grounded. Kita dapat menaruh lebih dari satu
komponen yang sama dengan mengklik dilokasi yang berbeda dalam graphic window.

Disamping kita dapat menggunakan geometri part dari aplikasi Autodesk Inventor,
kita dapat menggunakan geometry dari aplikasi lain sebagai part di dalam assembly

[Link]

37

yang kita buat. Di bawah ini terdapat daftar list tipe file yang dapat anda gunakan
dalam Autodesk Inventor:
 Autodesk Inventor parts and assemblies (*.ipt, *.iam)

 Autedesk Mechanical Desktop (*.dwg)

 Autodesk Autocad (*.dwg)

 file SAT(ACIS/ShapeManager) (*.sat)

 file IGES (*.igs, *ige, *.iges)

 file STEP (*.stp, *.ste, *.step)

 Pro Enginer (*.prt, *.afm) Assembly Constraint

Kita menggunakan assembly constraints untuk menciptakan hubungan parametris


antara tiap komponen dalam tiap assembly. Sebagaimana anda menggunakan 2D
konstrain untuk mengontrol geometri 2D, menggunakan 3D assembly constrain dalam
sebuah assembly untuk mengatur posisi sebuah komponen dalam hubungannya
dengan komponen yang lain. Basic assembly constrain terdiri dari empat macam yang
akan dijelaskan sebagai berikut:

 Mate/Flush Constraint

Digunakan untuk meluruskan part feature seperti permukaan rusuk atau sumbu suatu
part ke part yang lain.

Sebelum Mate Constraint Sesudah Mate Constraint

[Link]

38

Sebelum Flush Constraint Sesudah Flush Constraint

 Angle Constraint

Digunakan untuk memberikan sudut antara dua buah part bisa diaplikasikan ke
permukaan datar, garis rusuk yang datar atau sumbu-sumbu.

 Tangent Constraint

Digunakan untuk membuat sebuah hubungan tangensial antara permukaan dari dua
buah part. Salah satu part tersebut harus merupakan permukaan lengkung.
Tangent Constrain dengan Solusi Inside

[Link]

39

Tangent Constrain dengan Solusi Outside

 Insert Constraint

Digunakan untuk memasukkan sebuah komponen ke komponen lain seperti baut


poros dan lain–lain kedalam lubang pasangannya pada komponen lain. Konstrain ini
mengkombinasikan sebuah mate constraint antara dua sumbu dan sebuah mate
constraint antara dua permukaan datar. Konstrain ini diterapkan dengan memilih edge
circular pada tiap part.

Sebelum Insert Constraint Sesudah Insert Constraint

4.1. Latihan Assembly Male & Female

Pada latihan ini kita akan mencoba Assemly part yang telah kita buat sebelunya di
BAB 3 yaitu Male dan Female.

[Link]

40

Langkah-langkahnya yaitu:

1. Bukalah Standard(mm).iam

2. Klik Place Component dan masukkan file [Link] lalu [Link]

3. Gunakan Mate Constraint lalu pilihlah lubang Female kemudian Silinder kecil dari
Male.

[Link]

41

4. Lakukan sekali lagi Mate Constraint lalu pilihlah sisi atas Female dan sisi bawah
Male.
5. Jika ketiga lubang belum pas maka lakukan Mate Constrain kembali pada lubang
tersebut.

4.2. Latihan Menambahkan Part Standard

Menambahkan part strandard pada hasil Assembly Male and Female berupa Fastener
yaitu Bolt dan Pin. Langkah-langkahnya yaitu:

1. Pada hasil Assembly latihan sebelumnya klik Place From Content Center.

2. Maka akan muncul kotak library, carilah Bolt yang sesuai keinginan pada Fastener
untuk ketiga lubang pada Assembly Male and Female.

[Link]

42

3. Pada latihan ini kita akan memilih Bolt tipe Round Head dengan nama Screw GB/T
2672-2004, setelah dipilih lalu klik OK.

4. Lalu pasangkan dengan lubang yang akan kita pasang kemudian klik jika sudah pas
dengan lubang dan klik lagi jika sudah pas ukuran kepalanya yang pada latihan ini
ukurannya yaitu M4 x 5.

5. Muncul jendela Auto Drop, pada jendela ini kita bisa mengatur patern, edit size dan
yang terpenting jika sudah sesuai tekan tombol “centang” atau apply.

6. Maka hasilnya sebagai berikut.

7. Jika ternyata ukuran Bolt belum sesuai maka kita bisa mengeditnya melalui
Browser Bar dengan cara klik kanan pada jenis Elemen lalu pilih Change Size.

8. Selanjutnya kita akan menambahkan Pin, seperti sebelumnya klik Place From
Content Center.

9. Pilihlah jenis Cyilindrical Pins ISO 2338

[Link]

43

10. Gunakan diameter 8mm dan panjang 30mm.


11. Setelah kita masukkan pin tersebut ke halaman Assembly lalu kita akan
memberikan Constrain.

12. Gunakan Constrain tipe Insert dengan Solutions Aligned dan pilihlah Pin tersebut
sebagai Selections 1.

13. Kemudian pilihlah lubang pada part Male sebagai Selections 2 dan berilah offset -
3mm.

14. Maka hasilnya akan sebagai berikut.

[Link]

44

BAB 5

GAMBAR KERJA

Setelah membuat gambar 3D, kita akan membuat gambar kerja berupa 2D. Gambar
kerja merupakan perantara yang tidak dapat dipisahkan antara perancang dengan
pelaksana. Oleh karena itu, gambar kerja harus mampu memberi gambaran yang jelas
dan lengkap meliputi bentuk dan ukuran benda yang akan dibuat. Autodesk Inventor
2012 menerapkan beberapa standard gambar kerja, seperti ISO, JIS, DIN, dan ANSI.
Kemudian, teknik gambar kerja seperti tebal tipis garis, proyeksi, dan satuan, akan
diatur secara otomatis setelah kita memilih salah satu jenis standard gambar kerja
yang akan dipakai. Kita masih dapat mengubah beberapa hasil setting otomatis untuk
disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa tool yang digunakan untuk membuat gambar
kerja yaitu:

Base View

Berfungsi untuk mengambil pandangan dasar. Projected View

Verfungsi mengambil view dari atas, bawah, dan samping. Syaratnya, harus memiliki
Base View terlebih dahulu. Auxiliary View

Fungsinya untuk mengambil view dengan bantuan salah satu garis pada view yang
telah kita ambil. Section View

[Link]

45
Fungsinya untuk membuat gambar potongan agar dapat memperjelas bagian-bagian
yang tersembunyi. Detail View

Fungsinya untuk memperbesar bagian tertentu yang kelihatan kecil dan rumit agar
menjadi lebih besar. Break

Berfungsi memotong view yang terlalu panjang dan konstan. Setelah bisa
menampilkan bentuk 2D dari berbagai pandangan maka kita membutuhkan beberapa
Tool pada Menu Bar Annotate untuk memperlengkap dan memperjelas apa yang akan
kita tampilkan. Beberapa Tool pada Annotate yaitu: Dimension

Fungsinya untuk membuat berbagai macam ukuran seperti Horizontal, Vertical,


Radius, Diameter, dan Angle. Baseline Dimension

Berfungsi untuk membuat ukuran bertingkat secara berkelompok. Ordinate


Dimension

Fungsinya untuk membuat ukuran dengan sistem koordinat secara berkelompok. Hole
/ Thread Notes

Berfungsi untuk membuat catatan lubang dan ulir. Bend Notes

Berfungsi membuat catatan tekukan pada pengerjaan Sheet Metal. Chamfer Notes

Berfungsi membuat catatan Chamfer. Center Mark

Berfungsi membuat tanda titik pusat lingkaran.

[Link]

46

Surface Texture Symbol

Berfungsi membuat simbol untuk jenis pengerjaan dan hasil pengerjaan pada suatu
permukaan. Welding Symbol

Berfungsi untuk membuat simbol pengelasan. Text

Berfungsi membuat tulisan ata catatan tambahan untuk menambah keterangan dalam
gambar kerja. Leader Text

Berfungsi membuat catatan dengan garis panah sebagai penunjuk. Balloon


Berfungsi untuk membuat penunjukkan Part berupa nomor urut yang akan terhubung
dengan nomor di Part List. Part List

Berfungsi membuat daftar Part berdasarkan Balloon yang telah kita buat sebelumnya.

5.1. Latihan Membuat Gambar Kerja 1

Pada latihan ini kita akan mencoba menampilkan beberapa part yang telah kita buat
menggunakan beberapa tool dasar. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu:

1. Seperti biasa, klik New dan pilihlah template [Link]

[Link]

47

2. Setelah muncul tampilan seperti di atas maka kita siap untuk menampilkan bentuk
3D ke dalam 2D.

3. Pertama kali yaitu klik Base maka akan muncul jendela sebagai berikut.

4. Gunakan tombol yang diberi lingkaran merah pada gambar di atas untuk memilih
part yang akan kita tampilkan. Pada jendela ini pula kita bisa mengatur skala dan
Orientation tampilan.

5. Pilihlah [Link] yang telah kita buat sebelumnya lalu klik Open.

6. Maka dibelakang jendela Drawing View muncul lilin tersebut tetapi sangat besar
maka kita ubah skala pada jendela Drawing View menjadi 1:4

7. Untuk meletakkan posisi sesuai keinginan maka pinggirkan jendela Drawing View
lalu arahkan tempat lilin tersebut pada posisi yang diinginkan. Jika sudah pas lalu klik
kemudian klik kanan lalu Done.

8. Untuk menambahkan tampilan gunakan Projected View, caranya yaitu klik


Projected View kemudian klik tampilan dasar yang telah dibuat lalu arahkan ke
proyeksi yang lain kemudian klik dan ulangi lagi jika ingin menambah proyeksi yang
lainnya juga. Jika sudah maka klik kanan lalu klik Create.

[Link]

48
9. Membuat Gambar Potongan, gunakan Section View lalu pilih gambar yang akan
kita potong. Pada latihan ini kita akan mencoba memotong gambar Projected (kanan
bawah) tepat di tengahnya kita potong atas dari bawah.

10. Setelah klik Section View lalu klik gambar Projected (kanan bawah) kemudian
buatlah garis potong sesuai gambar di bawah ini kemudian klik kanan lalu klik
Continue.

Base

Projected

[Link]

49

11. Kemudian muncul kotak dialog Section View, kita bisa mengatur jenis potongan
dan simbol huruf potongan di sini. Arahkan tampilan potongan ke kanan kemudian
klik OK.

12. Maka hasil potongannya adalah sebagai berikut.

13. Masukkan part Bushing yang telah kita buat sebelumnya dengan skala 1:4
letakkan pada kanan atas bidang gambar lalu proyeksikan ke bawah, kiri dan serong
ke tengah.

Base

Projected

[Link]

50

14. Kita bisa membuat coakkan untuk memperjelas sis dalam dari Bushing. Caranya
yaitu klik Bushing proyeksi di kiri bawah, kemudian klik Create Sketch. Buatlah
sketch tertutup (loop) seperti coakkan yang akan kita inginkan.

15. Setelah Finish Sketch kemudian gunakan tool Break Out lalu pilih gambar
Bushing yang akan kita coak sehingga muncul jendela sebagai berikut.

16. Pilih profile pada sketch yang kita buat dan pilihlah point batas coakkan yang
akan kita buat sehingga hasilnya sebagai berikut.
17. Setelah selesai kita bisa memberi Dimension, pindahkan menu bar ke Annotate.

[Link]

51

5.2. Latihan Membuat Gambar Kerja 2

Pada latihan ini kita akan mencoba menampilkan assembly yang telah kita buat
menggunakan beberapa tool dasar. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu:

1. Bukalah template [Link]

2. Base View gunakan skala 1:1 dengan Front Orientation, letakkan pada kanan atas
bidang gambar.

3. Projected View sesuai keinginan.

4. Pada Annotate berikan dimensi dan keterangan lainnya sesuai keinginan.

5. Gunakan Balloon untuk memberi nomor part. Caranya klik Ballon kemudian klik
part yang akan diberi nomor kemudian tarik garisnya kemudian klik kiri dan klik
kanan kemudian klik Continue. Demikian pula untuk setiap part yang lain.

6. Jika Balloon sudah diaktifkan maka membuat Part List sangat gampang. Klik Part
list kemudian klik gambar yang telah kita beri Balloon kemudian OK. Arahkan tabel
sesuai posisi yang diinginkan.

[Link]

52

7. Jika kita ingin mengisi ataupun merubah Kepala Gambar maka bisa saja dilakukan.
Yaitu dengan double klik Field Text di bawah ISO pada Browser Bar kemudian klik
iProperties untuk mengedit setiap isiannya.

8. Jika bentuk ukuran kepala gambar atau ukuran kolom kurang sesuai maka bisa kita
edit dengan cara klik kanan ISO kemudian klik Edit Definitions pada Browser Bar.
Dengan cara ini pula kita bisa mengedit ukuran Font bisa juga menambahkan logo
perusahaan. Saat Edit Definitios aktif maka akan berubah ke mode Sketch, untuk
mengedit setiap teks tinggal klik kanan teks lalu klik edit teks.

[Link]
53

BAB 6

ANALISIS STRUKTUR

Stress Analysis merupakan sebuah alat yang disediakan bagi pengguna Autodesk
Inventor 2012 yang berfungsi untuk menganalisis kekuatan. Alat ini cukup mudah
digunakan dan dapat membantu kita untuk mengurangi kesalahan dalam membuat
desain. Dengan demikian, selain biaya yang harus kita keluarkan akan berkurang, time
to market dari benda yang kita desain pun dapat dipercepat karena kita sudah
mensimulasikan terlebih dahulu benda yang kita desain di komputer sebelum masuk
ke proses produksi. Keakuratan hasil analisis tergantung dari Material, Restraint
(bagian yang diam), dan loads (beban) yang kta berikan. Jadi, untuk mendapatkan
hasil yang valid kita harus memastikan bahwa properti dari material yang kita berikan
benar-benar mewakili material yang akan kita gunakan. Demikian pula restraints,
loads, kedua hal tersebut harus mewakili kondisi kerja dari benda. Stress (ketegangan)
atau statik analisis menghitung displacement, strains dan stresses berdasarkan
material, restraint, dan loads yang diberikan. Sebuah material akan mengalami patah,
atau berubah bentuk ketika stress-nya mencapai level tertentu. Setiap material
memiliki tingkatan stress yang berbeda. Stress Analysis pada Autodesk Inventor
menggunakan linear static analysis berdasarkan Finite Element Method (FEM), untuk
menghitung stress. Linear static analysis membuat beberapa asumsi untuk menghitung
stress.

FEM adalah suatu metode analis yang terpercaya untuk desain teknik. Metode ini
menggantikan masalah yang kompleks dengan beberapa masalah yang sederhana.
Metode ini membagi model menjadi beberapa bagian kecil dengan bentuk sederhana
yang disebut elemen. Setiap elemen dibagi lagi menjadi poin-poin yang disebut nodes.
Metode analisis menggunakan FEM disebut Finite Element Analysis (FEA).

[Link]

54

Agar lebih mudah maka langsung saja praktek. Kita akan menganalis kekuatan tempat
lilin yang telah kita buat. Berikut langkahnya.

1. Buka part [Link]

2. Pada menu bar klik Environments kemudian klik Stress Analysis.


3. Klik Create Simulations maka akan muncul kota dialog sebagai berikut.

Pada Design Objective kita bisa memilih Single Point jika kita ingin menganalisis
desain yang sudah fix kita buat. Jika kita ingin mempertimbangkan berbagai ukuran
desain yang lain maka gunakan Parametric Dimension. Static Analysis digunakan
untuk mengetahui regangan yang pada akhirnya bisa didapatkan Safety Factor dari
desain yang kita buat. Safety Factor haruslah lebih dari satu. Desan gagal apabila
Safety Factor lebih kecil atau sama dengan satu.

Modal Analysis digunakan analisis stuktur yang rawan terhadap getaran, misalnya
rangka jembatan, body dan sayap pesawat terbang, dll. Apabila salah satu dari lima
frekuensi natural (paling banyak sampai sepuluh pertama) sama atau sangat dekat
dengan frekuensi eksitasi beban (misal getaran pompa, blower, angin, dll) maka
defleksi / deformasi yang terjadi akan diperbesar sehingga

[Link]

55

tegangannya juga menjadi diperbesar yang akan mengakibatkan kerusakan pada


struktur atau desain kita.

4. Kita pilih Static Analisys dengan settingan default saja kemudian klik OK maka
kita telah siap menentukan restraint, material hingga tegangan maupun tekan yang
terjadi.

5. Tentukan material dengan klik Assign.

6. Jika kita belum tahu propertie dari material-material tersebut maka klik Styles
Editor di kiri bawah kotak dialog tersebut.

7. Klik pada setiap jenis material maka di sebelah kanan akan menampilkan properties
dari material tersebut. Setelah tahu properties maka tentukan Override Material. Pada
latihan ini digunakan Alloy Steel.

8. Selanjutnya gunakan constrain Fix pada gagang tempat lilin.

[Link]

56

9. Berikan Force 10N pada sisi bawah lubang lilin dengan arah ke bawah.
10. Jangan lupa setting gravitasi ke arah –Y sebesar 9,8m/s^2

11. Karena hanya satu part maka kita tidak perlu mengatur contact antar part,
langsung saja Mesh dan Run Simulate.

12. Jika sudah kita bisa merubah apa yang akan kita tampilkan dengan mengaturnya di
Browser Bar. Double Click saja apa yang akan kita tampilkan misalkan Diplacement,
atau Safety Factor.

[Link]

57

13. Pada Display kita bisa mengatur tampilan Undeformed, Actual atau Adjusted
selain itu bisa menampilkan pula titik maksimal atau minimal.

14. Setelah semua lengkap maka tinggal kita publish hasilnya bisa bertipe .rtf
atau .html dengan cara klik Report.

15. Kita bisa mengatur apa saja yang perlu ditampilkan dan format outputnya.

Berikut hasil perhitungan Displacement:

[Link]

58

Anda mungkin juga menyukai