0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan9 halaman

Modul Ajar Barisan Aritmetika Deep Learning

Modul ajar ini membahas barisan aritmetika dalam konteks pendidikan matematika untuk siswa kelas X SMA dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Tujuan pembelajaran mencakup identifikasi pola, pemodelan masalah, dan pemecahan masalah kontekstual terkait barisan aritmetika. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mendorong kolaborasi, berpikir kritis, dan pemahaman konseptual yang mendalam.

Diunggah oleh

Firni Nuraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
233 tayangan9 halaman

Modul Ajar Barisan Aritmetika Deep Learning

Modul ajar ini membahas barisan aritmetika dalam konteks pendidikan matematika untuk siswa kelas X SMA dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL). Tujuan pembelajaran mencakup identifikasi pola, pemodelan masalah, dan pemecahan masalah kontekstual terkait barisan aritmetika. Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mendorong kolaborasi, berpikir kritis, dan pemahaman konseptual yang mendalam.

Diunggah oleh

Firni Nuraini
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JURNAL PEMBELAJARANKU

MODUL 3
FILSAFAT PANCASILA DAN PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA

SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN NASIONAL

“Modul Ajar Kurikulum Merdeka Belajar Jenjang SMA Kelas X Pelajaran Matematika Materi Barisan
Aritmetika Dengan Dengan Pendekatan Deep Learning”.

Disusun Oleh:

Nama : Andra Ginanjar, S. Pd.


No. UKG : 202000585955
NIM : 2525040023
LPTK : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
B. Studi Sertifikasi : Pendidikan Matematika

UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI (UNP) KEDIRI


PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) TERTENTU
2025
MODUL AJAR BARISAN ARITMETIKA
Kurikulum Merdeka - Problem Based Learning (PBL)
A. INFORMASI UMUM
Nama Penyusun Andra Ginanjar, [Link].

Institusi SMA Negeri 1 Nyalindung

Tahun Penyusunan 2025

Jenjang Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA)

Fase / Kelas E / X (Sepuluh)

Mata Pelajaran Matematika

Alokasi Waktu 1 Pertemuan (2 Jam Pelajaran x 45 Menit)

Kompetensi Awal Murid telah mampu mengenali pola bilangan sederhana dan
melakukan operasi aljabar dasar (penjumlahan, pengurangan,
perkalian).

Profil Pelajar Pancasila 1. Bernalar Kritis: Memperoleh dan memproses informasi dan
gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, serta
merefleksikan pemikiran dalam memecahkan masalah
kontekstual.
2. Gotong Royong: Melakukan kolaborasi dalam kelompok
untuk menemukan solusi atas permasalahan yang diberikan.
3. Kreatif: Menghasilkan gagasan atau karya untuk
menyelesaikan masalah, termasuk menemukan cara atau
model matematika yang berbeda.

Sarana dan Prasarana • Papan tulis & spidol


• Proyektor & Laptop
• Jaringan internet
• Lembar Kerja Murid (LKM)
• Buku Teks Matematika Kelas X
• Gawai (smartphone) murid

Target Murid Murid reguler/tipikal di kelas X.

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep Learning.
Pendekatan deep learning di sini diartikan sebagai proses
pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konseptual yang
mendalam, kemampuan transfer pengetahuan, dan pengembangan
keterampilan berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar hafalan rumus.
B. KOMPONEN INTI
1. Tujuan Pembelajaran
Melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan diskusi kelompok, murid
diharapkan mampu:
a. Mengidentifikasi pola dari suatu masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan
aritmetika.
b. Memodelkan masalah kontekstual ke dalam konsep barisan aritmetika.
c. Menemukan rumus suku ke-n (𝑈𝑛 ) barisan aritmetika melalui investigasi pola.
d. Memecahkan masalah kontekstual yang berkaitan dengan barisan aritmetika dengan tepat.
2. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Murid dianggap telah mencapai tujuan pembelajaran jika mampu menyelesaikan minimal 75% soal
pada Lembar Kerja Murid (LKM), khususnya dalam menentukan suku ke-n dari masalah kontekstual
yang diberikan dengan menunjukkan langkah-langkah penemuan polanya.
3. Asesmen
Jenis Asesmen Bentuk Instrumen Keterangan

Asesmen Diagnostik Pertanyaan lisan (pada Untuk mengetahui kesiapan dan


kegiatan pendahuluan) pengetahuan awal murid.

Asesmen Formatif 1. Observasi (sikap) Menilai partisipasi aktif, kemampuan


2. Penilaian Kinerja bernalar kritis, dan gotong royong
(LKM & Presentasi) selama proses pembelajaran. (Rubrik
terlampir)

Asesmen Sumatif Tes tulis pada akhir bab Dilakukan pada pertemuan-
pertemuan selanjutnya untuk
mengukur pemahaman keseluruhan
bab barisan dan deret.
4. Pemahaman Bermakna
Banyak situasi dalam kehidupan nyata yang mengikuti pola pertumbuhan atau penyusutan yang
tetap. Dengan memahami barisan aritmetika, kita dapat membuat prediksi yang akurat tentang
masa depan, misalnya menghitung jumlah tabungan di bank dengan setoran tetap,
memperkirakan ketinggian tumpukan barang, atau merencanakan cicilan pembayaran.
5. Pertanyaan Pemantik
1. Perhatikan susunan kursi di bioskop atau gedung pertunjukan. Apakah jumlah kursi di setiap
barisnya selalu sama? Pola apa yang bisa kalian amati?
2. Jika kamu menabung di celengan setiap hari, dimulai dari Rp2.000 pada hari pertama, lalu
setiap hari berikutnya kamu menambah Rp500 dari hari sebelumnya. Berapa uang yang kamu
masukkan pada hari ke-15? Bagaimana cara cepat menghitungnya tanpa menjumlahkan satu
per satu?
6. Kegiatan Pembelajaran
a. Pendahuluan (15 Menit)
1) Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran.
2) Apersepsi: Guru menanyakan kembali tentang pola bilangan yang pernah dipelajari di
SMP (contoh: pola bilangan ganjil, genap).
3) Motivasi & Pemahaman Bermakna: Guru mengaitkan materi dengan pertanyaan
pemantik tentang susunan kursi atau pola menabung menabung untuk menunjukkan
manfaat belajar barisan aritmetika.
4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, kriteria ketercapaian, dan skenario kegiatan
pembelajaran hari ini (akan bekerja dalam kelompok untuk memecahkan sebuah
masalah).
b. Kegiatan Inti (60 Menit)
Sintaks 1: Orientasi Murid pada Masalah
Guru menyajikan sebuah masalah kontekstual melalui slide presentasi atau papan tulis:
"Sebuah gedung pertunjukan yang baru dibangun memiliki 15 baris kursi. Pola penyusunannya
adalah: baris paling depan (baris 1) terdapat 20 kursi, baris kedua 24 kursi, baris ketiga 28
kursi, dan seterusnya dengan pertambahan jumlah kursi yang tetap untuk setiap baris
berikutnya. Pemilik gedung ingin mengetahui berapa jumlah kursi pada baris paling belakang
(baris ke-15) tanpa harus menghitungnya secara manual satu per satu. Bagaimana kita bisa
membantunya?"
Sintaks 2: Mengorganisasikan Murid untuk Belajar
1) Guru membagi murid ke dalam kelompok-kelompok kecil (4-5 orang).
2) Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) yang berisi masalah tersebut dan langkah-
langkah investigasi.
3) Guru menjelaskan tugas kelompok: "Diskusikan masalah ini dalam kelompokmu, ikuti
petunjuk di LKM untuk menemukan polanya, dan temukan solusi untuk pemilik gedung."
Sintaks 3: Penyelidikan Individu/Kelompok (Deep Learning)
1) Murid berdiskusi dalam kelompok untuk memahami dan menganalisis masalah pada
LKM.
2) Murid, dibimbing oleh LKM, mengumpulkan data (mencatat jumlah kursi per baris),
mengidentifikasi suku pertama (a) dan beda (b).
3) Murid mencoba menemukan pola umum atau rumus untuk menentukan jumlah kursi
pada baris ke-n. Ini adalah inti dari pendekatan deep learning, di mana mereka
membangun konsep, bukan hanya diberi rumus.
4) Guru berkeliling, memfasilitasi, dan memberikan pertanyaan pancingan jika ada
kelompok yang kesulitan, tanpa memberikan jawaban langsung.
Sintaks 4: Pengembangan dan Penyajian Hasil
1) Setelah selesai, beberapa kelompok (dipilih secara acak atau sukarela) mempresentasikan
hasil diskusi dan solusi mereka di depan kelas.
2) Kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya atau memberikan tanggapan.
Sintaks 5: Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
1) Guru bersama murid menganalisis dan membandingkan hasil kerja setiap kelompok.
2) Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep. Di sinilah guru secara eksplisit
meresmikan penemuan siswa menjadi rumus umum barisan aritmetika: Un=a+(n−1)b
3) Guru dan murid mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan,
membahas kesulitan yang dihadapi, dan cara mengatasinya.

c. Kegiatan penutup (15 Menit)

1) Kesimpulan: Guru bersama murid menyimpulkan materi yang telah dipelajari: pengertian
barisan aritmetika, suku pertama (a), beda (b), dan rumus suku ke -n.
2) Refleksi: Guru meminta murid untuk melakukan refleksi (pertanyaan refleksi terlampir).
3) Tindak Lanjut: Guru memberikan informasi tentang materi pertemuan selanjutnya, yaitu
deret [Link] menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

7. Refleksi Murid dan Guru


Refleksi Murid:
● Bagian mana dari materi ini yang paling kamu pahami?
● Bagian mana yang masih membuatmu bingung?
● Apa manfaat yang kamu rasakan setelah belajar dengan cara memecahkan masalah dalam
kelompok?
● Menurutmu, apakah kamu sudah bisa menggunakan konsep ini untuk masalah lain?
Refleksi Guru:
● Apakah alokasi waktu untuk setiap tahapan sudah sesuai?
● Apakah semua murid aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok?
● Kesulitan apa yang paling banyak ditemui murid selama proses pembelajaran?
● Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk pertemuan selanjutnya?
C. LAMPIRAN
1. Lembar Kerja Murid (LKM)
Judul: Menemukan Konsep Barisan Aritmetika melalui Pola Susunan Kursi Gedung Pertunjukan

Identitas Murid Tujuan LKM

Kelompok: ............................ Melalui investigasi masalah, murid dapat


Kelas: X - ...... menemukan rumus suku ke-n barisan
Anggota: aritmetika dan menggunakannya untuk
1. .................................... memecahkan masalah.
2. ....................................
3. ....................................
4. ....................................
5. ....................................

Petunjuk Belajar:
1. Bacalah setiap petunjuk dengan teliti dan cermat.
2. Diskusikan setiap langkah dengan anggota kelompokmu.
3. Tuliskan hasil diskusimu pada tempat yang telah disediakan.
4. Jika mengalami kesulitan, bertanyalah kepada guru.

Komponen Dasar/Materi Pokok: Barisan Aritmetika

Informasi Pendukung (Materi Ajar):


Barisan bilangan adalah susunan bilangan yang memiliki pola atau aturan tertentu. Barisan
Aritmetika adalah barisan bilangan yang selisih antara dua suku yang berurutan selalu tetap
(konstan). Selisih tetap ini disebut beda (b). Suku pertama dalam barisan dilambangkan dengan a
atau 𝑈1 .
Alat dan Bahan: Alat tulis, Kalkulator (jika diperlukan)
Tugas/Langkah Kerja:
Perhatikan kembali masalah berikut:
Sebuah gedung pertunjukan yang baru dibangun memiliki 15 baris kursi. Pola penyusunannya
adalah: baris paling depan (baris 1) terdapat 20 kursi, baris kedua 24 kursi, baris ketiga 28 kursi,
dan seterusnya dengan pertambahan jumlah kursi yang tetap untuk setiap baris berikutnya.
Pemilik gedung ingin mengetahui berapa jumlah kursi pada baris paling belakang ( baris ke-15).
Langkah Kegiatan & Pertanyaan:
1. Berdasarkan masalah di atas, tuliskan jumlah kursi pada 4 baris pertama!
Baris 1 (𝑈1 ): ....... kursi
Baris 2 (𝑈2 ): ....... kursi
Baris 3 (𝑈3 ): ....... kursi
Baris 4 (𝑈4 ): ....... kursi
2. Apakah selisih (pengurangan) jumlah kursi antara dua baris yang berdekatan selalu sama?
Hitunglah!
𝑈2 − 𝑈1 = … − … = …
𝑈3 − 𝑈2 = … − … = …
𝑈4 − 𝑈3 = … − … = …
Karena selisihnya selalu tetap, maka pola ini disebut Barisan Aritmetika.
Suku pertamanya (a) adalah: .......
Bedanya (b) adalah: .......
3. Sekarang, mari kita temukan polanya untuk mencari suku ke-n (𝑈𝑛 )!
𝑈1 = 20 = 𝑎
𝑈2 = 24 = 20 + 4 = 𝑎 + 1𝑏
𝑈3 = 28 = 20 + 4 + 4 = 20 + 2.4 = 𝑎 + 2𝑏
𝑈4 = 32 = 20 + 4 + 4 + 4 = 20 + 3.4 = 𝑎 + … 𝑏
Perhatikan pola pengali dari beda (b). Untuk 𝑈3 , pengalinya 2. Untuk 𝑈4 , pengalinya 3.
Maka untuk 𝑈10 , pengalinya adalah .......
Dan untuk 𝑈𝑛 pengalinya adalah (𝑛 − … )
Dari pola di atas, lengkapi rumus untuk mencari Suku ke-n (𝑈𝑛 ):
𝑈𝑛 = 𝑎 + ( … ) × 𝑏
Penyelesaian Masalah: Sekarang, gunakan rumus yang telah kalian temukan untuk
membantu pemilik gedung. Berapakah jumlah kursi pada baris ke-15 (𝑈15 )?
𝑎 = ⋯….
𝑏 = ⋯….
𝑛 = ⋯….
𝑈15 = 𝑎 + (15 − 1)𝑏
𝑈15 = ⋯ … . +(14) … ….
𝑈15 = ⋯ … . + ⋯ ….
𝑈15 = ⋯ ….

Kesimpulan:
Jadi, rumus umum untuk mencari suku ke-n dari sebuah barisan aritmetika
adalah ........................................................................
Berdasarkan perhitungan, jumlah kursi pada baris ke-15 adalah ............... kursi.
Kunci Jawaban (Untuk Guru):
1. 𝑈1 = 20, 𝑈2 = 24, 𝑈3 = 28, 𝑈4 = 32
2. Selisihnya selalu 4. 𝑎 = 20, 𝑏 = 4.
3. 𝑈4 = 𝑎 + 3𝑏. 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑙𝑖 𝑈10 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 9. 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑙𝑖 𝑈𝑛 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ (𝑛 − 1).
4. 𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏
5. 𝑎 = 20 ,𝑏 = 4 ,𝑛 = 15 . 𝑈15 = 20 + (14)4 = 20 + 56 = 76.
Kesimpulan: Rumus umum: 𝑈𝑛 = 𝑎 + (𝑛 − 1)𝑏. Jumlah kursi baris ke-15 adalah 76.
Rubrik Penilaian (Untuk Guru):
● Aspek Penilaian Formatif (Kinerja LKM & Diskusi)
No Aspek yang Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4
Dinilai (Kurang) (Cukup) (Baik) (Sangat Baik)

1 Kemampuan Tidak mampu Mampu Mampu Mampu


Identifikasi mengidentifik mengidentifik mengidentifik mengidentifikasi
Masalah asi nilai a dan asi nilai a atau asi nilai a dan nilai a dan b
b. b saja. b dengan serta
benar. menjelaskan
maknanya.

2 Proses Tidak mampu Menemukan Menemukan Menemukan


Penemuan menemukan pola dengan pola dan pola dan
Rumus pola. bantuan rumus menurunkan
penuh dari dengan rumus secara
guru. sedikit mandiri dalam
bimbingan. kelompok.

3 Aplikasi Tidak mampu Mampu Mampu Mampu


Rumus & menyelesaika menyelesaika menyelesaika menyelesaikan
Solusi n masalah. n masalah n masalah masalah dan
namun hasil dengan hasil memeriksa
akhir salah. akhir yang kembali
benar. kebenarannya.

4 Kerja Sama Pasif dan tidak Ikut serta Berpartisipas Berpartisipasi


Kelompok berkontribusi. namun i aktif dalam aktif dan mampu
(Gotong sesekali. diskusi. memotivasi
Royong) anggota lain.

Nilai Akhir = (Total Skor / 16) x 100


2. Pengayaan dan Remedial
● Pengayaan: Diberikan kepada murid yang telah mencapai KKTP.
○ Soal: "Jumlah bakteri dalam sebuah cawan petri adalah 500 pada pengamatan awal.
Setiap 10 menit, jumlah bakteri berkurang sebanyak 30. Pada menit ke berapakah
jumlah bakteri tersisa 230?" (Ini melatih mencari nilai 'n').
● Remedial: Diberikan kepada murid yang belum mencapai KKTP.
○ Kegiatan: Guru memberikan penjelasan ulang konsep dasar (a, b, U_n) dengan contoh
yang lebih sederhana (misal: 2, 4, 6, 8, ...). Kemudian siswa diberikan soal terstruktur:
"Diketahui barisan 5, 9, 13, 17, ...
a. Tentukan suku pertamanya (a)!
b. Tentukan bedanya (b)!
c. Tentukan suku ke-20 (𝑈20 )!"
○ Dapat juga dilakukan tutor sebaya.
3. Bahan Bacaan Pendidik dan Murid
● Simangunsong, Wilson. (2016). Matematika Peminatan Kelas XI SMA. Jakarta: Gematama.
(Meskipun buku kelas XI, konsep dasarnya relevan dan seringkali dibahas mendalam).
● Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Matematika untuk
SMA/SMK Kelas X. Jakarta: Kemendikbudristek. (Bab mengenai Barisan dan Deret).

4. Media Pembelajaran
Video YouTube: "Konsep Dasar Barisan Aritmetika - Belajar dari Awal" oleh M4th-Lab.

Link: [Link]

(Catatan: Link ini sebagai contoh. Guru dapat memilih video lain yang dianggap lebih sesuai dengan
karakteristik muridnya)
5. Glosarium
Barisan Aritmetika: Suatu barisan bilangan di mana selisih (beda) antara dua suku yang berurutan
adalah konstan (tetap).
Suku (U_n): Setiap bilangan dalam sebuah barisan. U_n adalah suku pada urutan ke -n.
Suku Pertama (a atau U_1): Bilangan pertama dalam barisan.
Beda (b): Selisih tetap antara suku sesudah dengan suku sebelum dalam barisan aritmetika
(b=U_n−U_n−1).
Kontekstual: Berkaitan dengan situasi atau kejadian dalam kehidupan nyata.
6. Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021).
Matematika untuk SMA/SMK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Noormandiri, B.K. (2022). Matematika untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga.
M4th-Lab. (2020, 24 Agustus). BARISAN ARITMATIKA | Un | Rumus Suku ke n Barisan Aritmatika
Kelas 8 dan 10. [Video]. YouTube. Diakses pada 4 Juli 2025, dari
[Link]

Anda mungkin juga menyukai