0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan3 halaman

SOP Skrining Diabetes di Puskesmas

Dokumen ini adalah SOP untuk skrining Diabetes Mellitus di Posyandu Keluarga yang ditujukan bagi penduduk usia ≥40 tahun dan usia 15-40 tahun dengan faktor risiko. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu layanan Puskesmas Wagir melalui pengukuran kadar gula darah dan edukasi kesehatan. Prosedur mencakup pendaftaran, pengukuran, interpretasi hasil, dan tindak lanjut bagi pasien dengan hasil normal, prediabetes, atau diabetes.

Diunggah oleh

fenny noviana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
120 tayangan3 halaman

SOP Skrining Diabetes di Puskesmas

Dokumen ini adalah SOP untuk skrining Diabetes Mellitus di Posyandu Keluarga yang ditujukan bagi penduduk usia ≥40 tahun dan usia 15-40 tahun dengan faktor risiko. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu layanan Puskesmas Wagir melalui pengukuran kadar gula darah dan edukasi kesehatan. Prosedur mencakup pendaftaran, pengukuran, interpretasi hasil, dan tindak lanjut bagi pasien dengan hasil normal, prediabetes, atau diabetes.

Diunggah oleh

fenny noviana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKRINING DIABETES MELLITUS DI

POSYANDU KELUARGA
: 440/000/ADMEN/35.07.
No. Dokumen
103.108/2017
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : tanggal 2 Mei 2024

Halaman : 1/2

UPT PUSKESMAS Prima Puspito Rini


WAGIR NIP.19710513200642024

1. Pengertian Skrining Diabetes Mellitus adalah pengukuran kadar gula darah


pada sasaran seluruh penduduk usia ≥40 tahun dan usia 15-40
tahun dengan factor risiko PTM (obesitas dan atau obesitas sentral,
dan atau tekanan darah tinggi), serta seluruh penderita TBC,
dengen frekuensi minimal 1 kali setiap bulan yang dilaksanakan oleh
petugas di Posyandu Keluarga dengan menggunakan Glukometer.
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan Langkah-langkah skrining diabetes
mellitus di Puskesmas dalam rangka peningkatan mutu dan kinerja
Puskesmas wagir.
3. Kebijakan Keputusan Kepala UPT Puskesmas Wagir Kabupaten Malang
Nomor : 400.7/03/SK/[Link]/2024 tanggal 2 Mei 2024
tentang Penyelenggaran Integrasi Layanan Primer di UPT
Puskesmas Wagir Kabupaten Malang.
4. Referensi 4.1 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.01.07/MENKES/2015/2023 tentang Petunjuk Teknis
Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer
4.2 Indonesia Care Pathway Direktorat Pelayanan Kesehatan
Primer Ditjen Kemenkes Tahun 2023
4.3 Panduan Praktik Klinik (PPK) bagi Dokter di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) oleh
Kementerian Kesehatan RI Tahun 2022.
5. Prosedur 5.1 Petugas meja 1 memanggil pasien sesuai nomor urut pasien
dan melakukan pendaftaran, identifikasi awal, bila terdapat
pasien kebutuhan khusus maka didahulukan
5.2 Petugas meja 1 memastikan bahwa pasien layak untuk
dilakukan skrining diabetes mellitus.
5.3 Petugas meja 2 melakukan penimbangan berat badan,
pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar perut dan
pengukuran gula darah dengan menggunakan glucometer
5.4 Petugas meja 3 mencatat hasil pengukuran dan melakukan
interpretasi :

1
SKRINING DIABETES MELLITUS DI
POSYANDU KELUARGA
: 440/000/ADMEN/35.07.
No. Dokumen
103.108/2017
No. Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : tanggal 2 Mei 2024

Halaman : 1/2

UPT PUSKESMAS Prima Puspito Rini


WAGIR NIP.19710513200642024

5.5 Petugas meja 4 melakukan penyuluhan sebagai berikut :


 Normal : melakukan edukasi gaya hidup sehat dan
intervensi serta koordinasi dengan kader untuk
pemantauan
 Prediabetes : Edukasi dan konseling untuk melakukan
gaya hidup sehat (gizi seimbang, aktivitas fisik,
layanan Upaya berhenti merokok) dan pemantauan
selama 3 bulan sekali.
 Diabetes : monitoring kadar gula darah secara berkala
(minimal 1 bulan sekali) dan melanjutkan pemberian
obat sesuai Panduan Praktik Klinis pada pasien DM
terkontrol. Pemeriksaan deteksi dini komplikasi DM
minimal dilakukan 1 tahun sekali dengan melakukan
pemeriksaan fungsi jantung dengan EKG, profil lipid
(kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida).
Jika ditemukan peningkatan kadar gula darah atau
adanya tanda gula darah yang tidak terkontrol maka rujuk
ke Puskesmas.
5.6 Petugas meja 5 melakukan validasi dan sinkronisasi data hasil
interpretasi dari pengukuran skrining Diabetes Mellitus tersebut
untuk Menyusun rencana tindak lanjut seperti kunjungan rumah.
6. Diagram Alir

7. Unit Terkait Klaster 2, Klaster 3, Klaster 4, Lintas Klaster

8. Dokumen
Terkait

9. Rekaman Historis Perubahan

2
Daftar Tilik Standar Operasional Prosedur

Nama Pelayanan :
Nama Petugas :
Judul SOP :

No. Prosedur/ Langkah-langkah Ya Tidak Tidak Berlaku

Apakah :

1. Berisi prosedur SOP

2.

3.

dst

Jumlah

Tingkat Kepatuhan
CR (Compliance Rate)

Anda mungkin juga menyukai