0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Tingkatan Kematangan UX dalam Organisasi

Model Kematangan UX menggambarkan tingkatan pemahaman dan penerapan pengalaman pengguna dalam organisasi, mulai dari penolakan terhadap usability hingga menjadi perusahaan yang sepenuhnya berfokus pada kebutuhan pengguna. Terdapat delapan tingkat kematangan, mulai dari 'Hostility Towards Usability' hingga 'User-Driven Corporation', yang menunjukkan evolusi dalam perhatian terhadap kenyamanan pengguna. Semakin tinggi tingkat kematangan, semakin baik perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penggunanya.

Diunggah oleh

skrib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Tingkatan Kematangan UX dalam Organisasi

Model Kematangan UX menggambarkan tingkatan pemahaman dan penerapan pengalaman pengguna dalam organisasi, mulai dari penolakan terhadap usability hingga menjadi perusahaan yang sepenuhnya berfokus pada kebutuhan pengguna. Terdapat delapan tingkat kematangan, mulai dari 'Hostility Towards Usability' hingga 'User-Driven Corporation', yang menunjukkan evolusi dalam perhatian terhadap kenyamanan pengguna. Semakin tinggi tingkat kematangan, semakin baik perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penggunanya.

Diunggah oleh

skrib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Matius Stephen Saputera

NPM : 2226240034
Kelas : SI5A

Level Of UX Maturity

UX Maturity model merupakan model yang menyediakan framework untuk mengakses kekuatan dan
kelemahan UX yang berhubungan dari sebuah organisasi. UX Maturity menggambarkan tingkatan
kematangan sebuah perusahaan atau organisasi dalam memahami dan menerapkan pengalaman
pengguna (UX) atau kegunaan (usability) dalam produk mereka. Semakin tinggi tingkatan ini,
semakin baik perusahaan tersebut dalam memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan penggunanya.

1. Hostility Towards Usability


Pada tingkat ini, perusahaan tidak peduli atau bahkan menolak konsep usability. Mereka
merasa bahwa kenyamanan pengguna tidak penting dan lebih mementingkan hal lain,
seperti teknologi atau fitur.

2. Developer-Centered Usability
Di sini, produk dibuat lebih berdasarkan pandangan para pengembang atau teknisi, bukan
berdasarkan apa yang pengguna inginkan. Jadi, yang penting bagi perusahaan ini adalah
bagaimana produk bisa bekerja secara teknis, bukan apakah mudah digunakan atau tidak.

3. Skunkworks Usability
Pada tahap ini, beberapa tim mulai melakukan penelitian UX kecil-kecilan secara informal.
Usaha-usaha ini tidak diakui secara resmi, namun tetap membawa peningkatan besar bagi
kegunaan produk.

4. Dedicated Usability Budget


Pada tahap ini, perusahaan mulai menyadari pentingnya usability dan mengalokasikan dana
khusus untuk itu. Namun, meski sudah ada dana, usability masih belum sepenuhnya menjadi
fokus utama perusahaan.

5. Managed Usability
Usability sudah mulai dikelola dengan lebih serius. Perusahaan melakukan riset untuk
mencari tahu apa yang disukai pengguna, namun mungkin belum sepenuhnya diterapkan di
semua produk atau tahap pengembangan.

6. Systematic Usability Process


Usability sudah jadi bagian dari proses kerja sehari-hari di perusahaan. Ada langkah-langkah
khusus yang selalu diikuti untuk memastikan produk nyaman digunakan, termasuk pengujian
oleh pengguna dan perbaikan berdasarkan umpan balik mereka.

7. Integrated User-Centered Design


Pada tahap ini, perusahaan selalu menempatkan pengguna sebagai prioritas utama. Semua
keputusan tentang produk didasarkan pada kebutuhan dan kenyamanan pengguna. Jadi,
produk benar-benar dirancang untuk mereka.

8. User-Driven Corporation
Ini adalah tingkatan tertinggi. Di sini, seluruh strategi perusahaan mulai dari pengembangan
produk hingga penjualan berdasarkan pada kebutuhan pengguna. Pengalaman pengguna
bukan hanya dipertimbangkan, tetapi menjadi inti dari semua keputusan yang dibuat
perusahaan.

Anda mungkin juga menyukai