Rencana Pembangunan Pariwisata Ambon 2021-2026
Rencana Pembangunan Pariwisata Ambon 2021-2026
Tabel 5.1 Data Pelaku Usaha Pariwisata Kota Ambon Bidang Usaha Jasa
Perjalanan
Tabel 5.2 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota
(Restoran)
Tabel 5.3 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota Ambon
(Rumah Makan)
Tabel Tabel 5.4 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di
Kota Ambon ( Cafe)
Tabel 5.5 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota Ambon
(Rumah Kopi)
Tabel 5.7 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota Ambon
(Hotel)
Keterangan
No Nama Usaha Alamat
Bintang/ Kelas
I KECAMATAN SIRIMAU
1 AMANS Hotel Jl. Pantai Mardika No 53 MELATI
2 AMARIS Hotel Jl. Diponegoro No 82 - 84 * *
3 AMBOINA Hotel Jl. Kapitan Ulupaha No 5 A MELATI
4 AMBON Hotel Jl. Dr, Setia Budi MELATI
5 ATLANTIC Hotel Jl. Anthonie Rebook MELATI
6 BETA Hotel Jl. Wem Reawaruw MELATI
7 BIZ Hotel Jl. Said Perintah No : 37 MELATI
8 BUDGET SENTOSA Hotel Jl. Sirimau - Batu Meja MELATI
9 CITY HUB HERO Hotel Jl. Wem Reawaruw MELATI
10 ELIZABETH Hotel Jl. Imam Bonjol * *
11 EVERBRIGHT Hotel Jl. Cendrawasih No 20 MELATI
12 GOLDEN PALACE Hotel Jl. Cendrawasih MELATI
13 IMPERIAL INN Hotel Jl. W. R. Supratman MELATI
14 MANDARIN Hotel Jl. Cempaka MELATI
15 MANISE Hotel Jl. W.R. Supratman No 1 * * *
16 MARINA Hotel Jl. Yan Pays No 16 * *
17 MUTIARA Hotel Jl. Raya Pattimura No 12 MELATI
18 PACIFIK Hotel Jl. Cendrawasih * *
19 PENGINAPAN GOLDEN INN Jl. Fuli No 48
20 SAHABAT Hotel Jl. Said Perintah MELATI
21 SANTIKA Premiere Hotel Jl. Jend Sudirman No : 88 ****
22 SEA Hotel Jl. Jend Sudirman MELATI
23 STORI Hotel Jl. Cendrawasih No 21 MELATI
24 SUMBER ASIA Hotel Jl. P a l a MELATI
25 swiss-belhotel Jl. Benteng Kapaha No 88 ****
26 THE CITY Hotel Jl. Tulukabessy MELATI
27 THE ORCHID Hotel Jl. Raya Pattimura MELATI
28 TO DAY Hotel Jl. Kopra MELATI
29 WIJAYA 1 Hotel Jl. Said Perintah * *
30 WIJAYA II Hotel Jl. Pantai Mardika MELATI
31 WISATA Hotel Jl. Mutiara MELATI
II KECAMATAN NUSANIWE
1 ABDULLALIE Hotel Jl. Sultan Babullah MELATI
Tabel 5.8 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota Ambon
(Guest House)
Kecamatan
Jenis Wisata Leitimur Teluk
Nusaniwe Sirimau Baguala
Selatan Ambon
Wisata
19 2 9 4 9
Alam
Wisata
- 1 5 - 1
Budaya
Wisata
2 12 5 2 5
Sejarah
Sumber. Kota Ambon dalam Angka 2021, BPS
Pada tahun 2017, Kota Ambon telah ditetapkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF RI) sebagai
Kota Musik dan Kota Kuliner berdasarkan uji publik “Program Penilaian Mandiri
Kota/Kabupaten Kreatif Seluruh Indonesia. Penetapan selanjutnya sebagai Kota Kreatif
Indonesia dikukuhkan pada tahun 2021 melalui “Program Kota Kreatif”
Kemenparekraf/Baparekraf. Penetapan tersebut tidaklah tanpa dasar yang kuat, karena
disadari bahwa masyarakat Kota Ambon memiliki DNA dan intuisi bermusik yang tinggi.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penyanyi-penyanyi berkelas nasional dan
internasional seperti Broery Pesolima, Bob Tutupoly sampai dengan Glenn Fredly dan
beberapa komposer lagu terkenal seperti Minggus Tahitoe sampai dengan Melly
Goeslaw keturunan Ambon. Setelah ditetapkan sebagai Kota Musik, Kota Ambon
memiliki event nasional dan internasional yang sangat banyak dan sangat signifikan
dalam meningkatkan jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara yakni sebesar
kurang lebih 22,86 persen.
Selanjutnya kapasitas bermusik dan ekosistem bermusik ini diakui oleh UNESCO
pada tanggal 31 Oktober 2019 dengan menetapkan Ambon sebagai UNESCO Creative
City of Music. Dimana Musik sudah menjadi budaya masyarakat Ambon yang
keberlanjutannya tak dapat disangkal lagi dan menjadi pusat perencanaan dan identitas
dari sebuah kota. Di sisi lain, kehidupan masyarakat Ambon sudah terpapar musik sejak
berbentuk janin sampai dengan kematian (circle of life) dan memiliki lanskap pantai
sampai pegunungan (music place driven making) yang sangat memengaruhi musikalitas
1.2.2. Tujuan
1.2.3. Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam penyusunan Rencana Induk
Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon adalah sebagai berikut:
a. Terkajinya kebijakan dan rencana tingkat nasional, provinsi dan kota dalam
kaitannya dengan pembangunan pariwisata Kota Ambon.
b. Teranalisanya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pembangunan
kepariwisataan di Kota Ambon.
c. Terumuskannya pedoman dan arah pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
dalam bentuk visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon.
d. Terumuskannya kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
terkait destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan
kelembagaan pariwisata.
e. Terumuskannya rencana pengembangan perwilayahan kepariwisataan Kota
Ambon yang terintegrasi dan sinergi dengan rencana pengembangan perwilayahan
provinsi
f. Terumuskannya program kegiatan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
g. Tersusunnya naskah akademik dan rancangan peraturan daerah tentang Rencana
Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon.
1.3. Keluaran
Melalui penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota
Ambon ini diharapkan dapat menghasilkan keluaran sebagai berikut:
1.6. Metodologi
1.6.1. Kerangka Pendekatan
a) Pendekatan Komprehensif
Pendekatan ini bersifat integral dan holistik yang mengedepankan pembangunan
yang bersifat intersektoral, keterpaduan antar sektor pembangunan yang selaras dan
seimbang. Perencanaan ini dilaksanakan secara terpadu antar seluruh stakeholders
pembangunan daerah Kota Ambon dan didasarkan pada tahapan perencanaan
pembangunan jangka panjang, menengah dan jangka pendek yang jelas. Pendekatan
ini secara teknis dilaksanakan melalui perencanaan top-down dan bottom-up.
Perencanaan pengembangan yang bersifat top-down yakni perencanaan
pengembangan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah Kota Ambon melalui berbagai
rencana program pengembangan, hal ini juga dijabarkan dari kebijakan pengembangan
pariwisata dan ekonomi kreatif baik secara nasional maupun provinsi.
Pasa sisi lain, pendekatan yang bersifat bottom-up dimana perencanaan
dilakukan dengan mengakomodir aspirasi dari masyarakat melalui penggalian berbagai
potensi, peluang, permasalahan, solusi, hambatan, tantangan, ancaman dan
memaksimalkan peran seluruh stakeholders dan masyarakat lokal dalam perencanaan
pengembangan.
Pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilepaskan dari pembangunan
sektor-sektor lainnya baik sektor primer maupun sekunder. Pendekatan holistik pada
seluruh sektor di tingkat lokal dan regional merupakan kunci keberhasilan pembangunan
kepariwisataan. Perencanaan ini meliputi kegiatan menyinergikan kebijakan
pembangunan antar sektor dimulai dengan mengkaji perencanaan umum dan
perencanaan di wilayah-wilayah pengembangan, dengan melibatkan seluruh SKPD dan
instansi terkait. Dengan demikian akan terjadi sinkronisasi, koordinasi dan integrasi
kebijakan pengembangan.
Selanjutnya, perencanaan pengembangan investasi kepariwisataan juga
disinergikan dengan perencanaan investasi sektor lainnya. Kajian permintaan dan
penawaran serta pangsa pasar potensial juga dilakukan sehingga strategi dan program
yang dibuat dapat direalisasikan. Demikian pula kajian makro komprehensif sangat
penting untuk dapat menghasilkan strategi antisipasi yang efektif.
b) Data sekunder diperoleh melalui survei sekunder ke berbagai instansi sumber data
di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota Kegiatan yang dilakukan pada tahapan
ini, antara lain:
1) Pengumpulan data dan informasi tentang kebijakan pariwisata yang terkait, berupa
peraturan perundangan di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, serta
data yang berasal dari dokumen perencanaan atau dokumen kebijakan
terkait lainnya;
2) Pengumpulan data dan informasi tentang kondisi kepariwisataan Kota Ambon
yang terdiri dari kondisi destinasi pariwisata, kondisi industri pariwisata, kondisi
pemasaran pariwisata, serta keberadaan kelembagaan kepariwisataan;
3) Pengolahan data berupa entri data, kompilasi dan tabulasi data
Metode yang digunakan pada tahapan ini adalah kajian pustaka (desk study), diskusi,
wawancara, penyebaran kuesioner, observasi lapangan, survei instansi, analisis deskripsi,
tabulasi, frekuensi dan tabulasi silang.
Tahap ini merupakan proses perumusan dan penyepakatan muatan materi rencana
induk tentang kepariwisataan Kota Ambon berupa perumusan visi, misi, kebijakan, dan
strategi, rencana, hingga perumusan indikasi program kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dan sasaran yang harus dicapai adalah:
a) Perumusan prinsip-prinsip pembangunan kepariwisataan Kota Ambon;
b) Perumusan dan penyepakatan visi, misi, dan tujuan pembangunan kepariwisataan
Kota Ambon;
c) Perumusan kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
d) Perumusan rencana pengembangan perwilayahan pariwisata Kota Ambon, terdiri dari
rencana struktur perwilayahan pariwisata, destinasi pariwisata provinsi, rencana
kawasan strategis pariwisata provinsi, dan rencana kawasan pengembangan pariwisata
provinsi;
e) Perumusan program dan indikasi kegiatan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon;
f) Perumusan mekanisme pengendalian berupa pemantauan dan evaluasi;
Bab 1. Pendahuluan
Merupakan pendahuluan tentang RIPPAR Kota Ambon, yang menjelaskan tentang
Latar Belakang pentingnya RIPPAR sebagai pedoman dalam pembangunan
kepariwisataan kota Ambon. Bab ini juga menjelaskan tentang maksud, tujuan, sasaran,
keluaran, ruang lingkup, jangka waktu perencanaan RIPPAR, metodologi serta sistematika
pelaporan yang digunakan dalam penyusunan RIPPAR;
2.1.3. Undang-undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil.
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah suatu bentuk
pengkoordinasian perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian sumber
daya pesisir dan pulau-pulau kecil yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 7
Daerah, antar sektor, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan
dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berdasarkan definisi sesuai
UU tersebut maka wilayah pesisir sebagai daerah peralihan antara ekosistem darat dan
laut yang dipengaruhi oleh perubahan iklim di darat dan laut harus ditata dan dikelola
dengan baik.
Kota Ambon merupakan kota yang terletak pulau kecil yang hanya seluas 359,45
km2. Sesuai definisi perundangan bahwa pulau Kecil adalah pulau dengan luas lebih
kecil atau sama dengan 2.000 km 2 (dua ribu kilo meter persegi) beserta kesatuan
ekosistemnya dengan sumber daya pesisir yang terdiri dari sumber daya hayati, sumber
daya non hayati; sumber daya buatan, dan jasa - jasa lingkungan ; berupa keindahan
bentang alam laut (seascape) dari permukaan, dasar laut, sampai kepada badan air.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Pengelolaan
Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib
menyusun RZWP3K sesuai dengan kewenangan masing-masing. Kemudian, dalam UU
No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pada pasal 14 disebutkan bahwa
penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kehutanan, kelautan, serta energi dan
sumber daya mineral dibagi antara pemerintah pusat dan provinsi. Dengan adanya
pembagian kerja, maka kewenangan pengelolaan perairan untuk 0 sampai 12 mil dari
bibir pantai, itu juga akan terkena dampaknya termasuk pada kawasan pulau-pulau kecil
seperti Kota Ambon. Untuk bentang alam laut dari pesisir dan pulau-pulau kecil tersebut,
pengelolaan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dengan kebijakan-kebijakan yang
didasarkan kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Berdasarkan
kepada hal tersebut maka perlu sekali pelibatan pemerintahan pada kabupaten dan kota
yang telah direduksi kewenangan pengelolaannya.
Pada regulasi tersebut juga mengakomodir masyarakat adat yang dalam
pengertian diartikan sebagai sekelompok orang yang secara turun-temurun bermukim
di wilayah geografis tertentu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya
ikatan pada asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan tanah, wilayah, sumber daya
alam, memiliki pranata pemerintahan adat, dan tatanan hukum adat di wilayah adatnya
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2.1.6. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional (RTRWN) Tahun 2008-2027.
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) merupakan arahan kebijakan
dan strategi pemanfaatan ruang wilayah negara untuk periode perencanaan 2008 -
2027. Penataan ruang mencakup proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang,
dan pengendalian pemanfaatan ruang. Kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang
wilayah di tingkat nasional mengatur tentang struktur ruang dan pola ruang nasional.
Dalam penataan ruang, kawasan pariwisata merupakan bagian dari kawasan budidaya.
Kriteria yang digunakan untuk menetapkan kawasan peruntukan pariwisata
adalah : a) memiliki daya tarik wisata; dan/atau b) mendukung upaya pelestarian
budaya, keindahan alam, dan lingkungan. RTRWN mengatur bahwa peraturan zonasi
untuk kawasan peruntukan pariwisata disusun dengan memperhatikan:
1. Pemanfaatan potensi alam dan budaya masyarakat sesuai daya dukung dan daya
Tampung Lingkungan;
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 12
2. Perlindungan terhadap situs peninggalan kebudayaan masa lampau;
3. Pembatasan pendirian bangunan hanya untuk menunjang kegiatan pariwisata; dan
4. Ketentuan pelarangan pendirian bangunan selain yang dimaksud pada huruf c.
Selain dikembangkan di kawasan budidaya, RTRWN juga telah mengatur
kawasan-kawasan lindung yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata.
Kawasan-kawasan tersebut antara lain :
1. Kawasan warisan dunia;
2. Kawasan taman nasional dan taman nasional laut;
3. Kawasan taman hutan raya;
4. Kawasan taman wisata dan taman wisata laut;
5. Kawasan cagar biosfer;
6. Kawasan terumbu karang;
7. Kawasan keunikan batuan dan fosil;
8. Kawasan keunikan bentang alam;
9. Kawasan keunikan proses geologi.
Gambar 2.3 terlihat bahwa sektor pariwisata sangat bergantung kepada sektor-
sektor yang lain, pariwisata hanya memiliki hospitality sehingga terkait dengan sumber
daya yang menunjang aspek 4A kepariwisataan. Misalnya aspek atraksi wisata
dukungan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan lainnya sangat diperlukan.
Sedangkan yang berkaitan dengan Amenitas dan Aksesibilitas maka dinas
Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sangat penting. Berkaitan
dengan ansilari maka penguatan elemen pentahelix pariwisata selain pemerintah yang
berkaitan dengan unsur kelembagaan dan SDM juga Akademisi untuk peningkatan
kapasitas pelaku usaha, pemuda dan masyarakat. Demikian pula upaya
mempromosikan Pariwisata dengan melibatkan Media Massa baik media elektronik
maupun non elektronik.
Kota Ambon dalam kebijakan pengembangan kawasan strategis berbasis
Struktur ruang dan Pola ruang, seperti dimaksud dalam Peraturan Daerah Kota Ambon,
pasal 5, meliputi :
a. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan
perekonomian Kota Ambon yang produktif, efisien, dan mampu bersaing dalam
perekonomian nasional, maupun internasional dengan memanfaatkan teknologi
tinggi maupun tepat guna ;
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 22
b. Pelestarian dan peningkatan kehidupan sosial dan budaya;'
c. Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk
mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan ekosistem, melestarikan
keanekaragaman hayati, mempertahankan dan meningkatkan fungsi
perlindungan kawasan, dan melestarikan keunikan bentang alam, serta
pengembangan kawasan riset dan wisata ilmiah.
Strategi pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan
perekonomian Kota Ambon, meliputi Rencana struktur ruang wilayah Kota Ambon
meliputi : a) Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) ; b. Sistem Pusat Pelayanan
Kegiatan Kota; dan c). Sistem Jaringan Prasarana.
Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) direncanakan meliputi :
a. SWP I, seluas 4.259,67 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Sirimau, dan
sebagian Kecamatan Nusaniwe dengan arahan penyebaran penduduk sebesar
25% (dua puluh lima persen) ;
b. SWP II, seluas 7.164,83 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Teluk Ambon-
Baguala dengan arahan penyebaran penduduk sebesar 30% (tiga puluh persen);
c. SWP III, seluas 7.051, 76 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Teluk Ambon
dengan arahan penyebaran penduduk sebesar20% (dua puluh persen);
d. SWP IV, seluas 6.513.10 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Leitimur Selatan
dengan arahan penyebaran penduduk sebesar 12% (dua belas persen);
e. SWP V, seluas 4.042,92 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Nusaniwe dengan
arahan penyebaran penduduk sebesar 11% (sebelas persen); dan
f. Kawasan khusus pengamanan bandar udara seluas 6.912,72 ha, yang meliputi
wilayah Negeri Tawiri dan Negeri Laha dengan arahan penyebaran penduduk
2% (dua persen).
Untuk Strategi pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya, sesuai RTRW
Kota Ambon, meliputi :
a. Melestarikan situs warisan budaya Ambon;
b. Mendorong pengembangan kawasan wisata dan sejarah; dan
c. Mengembangkan kegiatan pariwisata budaya dan sejarah.
Sedangkan Strategi pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup, meliputi :
a. Penetapan kawasan strategis berfungsi lindung;
b. Mengembangkan kegiatan budidaya tidak terbangun disekitar kawasan Kota
Ambon yang dapat berfungsi sebagai penyangga yang memisahkan kawasan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 23
lindung dengan kawasan budidaya terbangun; dan
c. Merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan
ruang yang berkembang di dalam dan disekitar kawasan.
d. Melestarikan keaslian fisik serta mempertahankan keseimbangan ekosistemnya;
e. Meningkatkan jasa lingkungan (kepariwisataan ilmiah dan bahari);
f. Melestarikan keberlanjutan lingkungan hidup.
KEPALA
DINAS
SEKRETARIAT
KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL SUB BAGIAN SUB BAGIAN
PERENCANAAN, KEUANGAN DAN
KEPEGAWAIAN DAN UMUM ASET
SEKSI
PENGEMBANGAN
SEKSI PENGEMBANGAN
DESTINASI SEKSI CAGAR BUDAYA
EKONOMI KREATIF
PARIWISATA
SEKSI PENINGKATAN
SEKSI PROMOSI KAPASITAS SDM SEKSI SEJARAH DAN
DAN PEMASARAN PARIWISATA DAN TRADISI
PARIWISATA EKONOMI KREATIF
SEKSI KERJASAMA
SEKSI KESENIAN
PARIWISATA
UPT
Gambar 2.4. Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon
3.1.2. Topografi
Kondisi topografi Kota Ambon pada umumnya terdiri dari daerah
bergelombang sampai terjal dengan luas ± 280 Km² atau 87%, sementara daerah
datar seluas ± 42 Km2 atau 13% dari total wilayah daratan, sebagaimana terlihat
pada Gambar 3.2.
Pengelompokan kondisi topografi Kota Ambon sebagai berikut:
a. Topografi relatif datar dengan ketinggian 0 -100 meter dan kemiringan 0-8%
terdapat di kawasan sepanjang pantai dengan radius antara 0-300 meter
dari garis pantai.
d. Topografi terjal dengan ketinggian lebih dari 100 meter dan kemiringan lebih
dari 30% terdapat pada kawasan pegunungan.
Sementara itu, ketersediaan air tanah di kota Ambon dapat dikelompokkan atas:
Luas Lahan
Kecamatan Penutup Lahan
Ha %
Belukar 1,183.49 3.68%
Hutan Lahan Kering Primer 90.51 0.28%
Hutan Lahan Kering
1,886.18 5.86%
Leitimur Sekunder
Selatan Pemukiman 135.60 0.42%
Pertanian Lahan Kering 408.43 1.27%
Pertanian Lahan Kering
1,051.34 3.27%
Campuran
Leitimur Selatan Total 4,755.54 14.77%
Belukar 3,092.82 9.61%
Hutan Lahan Kering
79.35 0.25%
Sekunder
Lahan Terbuka 42.17 0.13%
Nusaniwe
Pemukiman 902.80 2.80%
Pertanian Lahan Kering 163.01 0.51%
Pertanian Lahan Kering
389.79 1.21%
Campuran
Nusaniwe Total 4,669.95 14.51%
Belukar 949.38 2.95%
Hutan Lahan Kering Primer 270.71 0.84%
Hutan Lahan Kering
887.87 2.76%
Sekunder
Sirimau
Lahan Terbuka 9.39 0.03%
Pemukiman 1,333.54 4.14%
Pertanian Lahan Kering
226.13 0.70%
Campuran
Sirimau Total 3,677.02 11.42%
Bandara 92.66 0.29%
Teluk Ambon Belukar 1,761.97 5.47%
Hutan Lahan Kering Primer 189.72 0.59%
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 16
Luas Lahan
Kecamatan Penutup Lahan
Ha %
Hutan Lahan Kering
5,083.30 15.79%
Teluk Ambon Sekunder
Lahan Terbuka 2.26 0.01%
Pemukiman 745.55 2.32%
Pertanian Lahan Kering 504.90 1.57%
Pertanian Lahan Kering
4,516.37 14.03%
Campuran
Savana/Padang Rumput 215.21 0.67%
Teluk Ambon Total 13,111.96 40.73%
Belukar 622.04 1.93%
Hutan Lahan Kering
1,935.63 6.01%
Sekunder
Hutan Mangrove Sekunder 44.20 0.14%
Teluk Ambon
Lahan Terbuka 43.96 0.14%
Baguala
Pemukiman 954.95 2.97%
Pertanian Lahan Kering 8.38 0.03%
Pertanian Lahan Kering
2,367.99 7.36%
Campuran
Teluk Ambon Baguala Total 5,977.16 18.57%
TOTAL 32,191.62 100%
Sumber : Bappeda Litbang Kota Ambon, 2021
Berdasarkan tabel 3.2., tergambar bahwa Kota Ambon memiliki tutupan
lahan sebesar 32,191 Ha, dimana Kecamatan Teluk Ambon memiliki tutupan
lahan yang tinggi yakni 13,111 Ha atau 40,73% sedangkan tutupan lahan terkecil
berada pada Kecamatan Sirimau 3. 677 Ha atau 11, 42%.
b. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan laju pertumbuhan nilai tambah yang
dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon
selama kurun waktu 2016 - 2018 berdasarkan PDRB ADHK tahun dasar 2010
bertumbuh cukup konstan yaitu 6,15 % di tahun 2016, 6,17 % di tahun 2017 dan
6,21 % di tahun 2018. Pada Tahun 2019 terjadi penurunan menjadi 5,81 % dan
di tahun 2020, terjadi penurunan yang signifikan menjadi -1,95%, kondisi ini tidak
terlepas dari dampak Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap
perekonomian dunia maupun nasional dan di Kota Ambon sebagaimana terlihat
pada Gambar 3.13.
d) Laju Inflasi
Tabel 3.5 Perkembangan Inflasi Kota Ambon Dirinci Per Bulan (month to month)
Tahun 2015 – 2020
Ancilliary adalah sesuatu yang berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau
manusia yang mengurus destinasi tersebut. Hal ini menjadi penting karena
walaupun destinasi sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas dan amenitas yang baik,
tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus maka kedepannya pasti akan
terbengkalai. Organisasi sebuah destinasi akan melakukan tugasnya seperti
sebuah perusahaan, mengelola destinasi sehingga bisa memberikan keuntungan
kepada pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat sekitar, wisatawan, lingkungan
dan para stakeholder lainnya.
Pada umumnya, daya tarik suatu daerah tujuan wisata didasarkan pada
beberapa aspek berikut.
1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang, nyaman, aman,
indah dan bersih.
2. Ada akses untuk mengunjungi objek wisata (mudah dicapai).
3. Tersedia sarana/prasarana pengunjung pariwisata.
4. Memiliki ciri khusus/spesifikasi yang bersifat langka.
5. Memiliki tujuan wisata alam, budaya, dan buatan manusia.
Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku memiliki potensi wisata terutama wisata
kepulauan dan memiliki beragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan
baik objek wisata alam, budaya, sejarah maupun minat khusus yang memiliki
karakteristik berbeda-beda untuk dijadikan kawasan destinasi wisata terpadu,
diantaranya wisata alam atau bahari dan wisata musik.
Ambon sebagai kota musik ini pun berangkat dari hasil studi Objek Pemajuan
Kebudayaan (OPK) Seni tertinggi, disumbang oleh seni musik (alat musik dan nyanyian
rakyat) sebesar 30,3% dari 600 objek pemajuan kebudayaan sebesar 182 (PPKD Kota
Ambon 2018) yang terkait dengan musikalitas orang Ambon yang menonjol dan atas
Beragamnya potensi daya tarik wisata yang ada sehingga kita perlu membuat
konsep keterpaduan antara destinasi agar dapat menunjang kota Ambon sebagai kota
wisata. Metodologi yang digunakan adalah rasionalisasi dengan pendekatan kualitatif
deskriptif dan metode purposive sampling (yang ditekankan untuk menjadi sampel
adalah karena adanya pertimbangan karakteristik atau ciri-ciri tertentu). Sehingga
menghasilkan pembagian zona dalam pengembangan kawasan destinasi wisata di kota
Ambon.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai dan budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat tampak dari
keterlibatan mereka dalam menyewakan speedboat untuk wisatawan yang
ingin memancing, diving dan pergi ke Pantai Lubang Lima
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN:
Milik Pemerintah Desa Hutumuri
Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Hunilai ini adalah Pantai ini memiliki potensi
yang sangat baik dari segi panorama alam yang ditawarkan serta nilai sejarahnya
sehingga sangat menarik untuk wisatawan, namun banyak wisatawan yang belum
mengetahui mengenai tempat ini sehingga perlu dilakukan promosi yang baik serta
perlunya penyediaan sarana seperti tempat duduk dan toilet untuk wisatawan
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmis)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
4. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 40 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai dan tebing
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat tampak dari
keterlibatan mereka dalam membuat spot-spot foto yang bagus disekitar
destinasi untuk menarik minat wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Hutumuri
Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Lubang Lima adalah tidak adanya petunjuk jalan
menuju ke lokasi sehingga untuk menuju ke pantai perlu bertanya kepada warga sekitar,
tidak tersedianya tempat parkir yang memadai, banyak tempat duduk untuk berfoto di
sekitar lokasi sudah mulai rusak karena tidak dirawat dengan baik.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 120 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 165 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Snorkling, Spot Foto, Wisata Budaya (Tradisi Antar Sotong)
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 120 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 165 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam, Kuliner, Spot Foto, Snorkling, Wisata Budaya (Tradisi Antar
Sotong)
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Banyak Long Boat yang berlabuh di pinggir pantai sehingga mencemarkan air laut,
mengganggu aktifitas rekreasi pantai.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 130 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 175 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata pantai, Berenang
VIII. KELEMBAGAAN
3. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
4. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah : Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 80 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 90 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tidak tampak karena tidak adanya usaha-usaha disekitar objek wisata
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 120 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 165 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 140 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 180 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Pancing
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
VI. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
VII. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 140 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 180 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VIII. ATRAKSI
Wisata Budaya dan Rekreasi Pantai
IX. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 140 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 180 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Pantai ini perlu pengembangan juga selain objek wisata lain di Negeri Hukurila. Seperti
akses jalan yang perlu diperbaiki. Perlu menjaga kelestarian budaya seperti ada ritual
adat sebelum masuk ke objek destinasi budaya itu.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 135 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 175 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia Atraksi baik Musik / Budaya pada saat latihan dan persiapan pentas
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Bpk. Carolis. Elias Horhoruw
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
sanggar musik ini.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Bpk. Carolis Elias Horhoruw
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan Lapen)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Lapen)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Panorama Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Tempat ini perlu dikembangkan
oleh Pemerintah Negeri
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 135 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 175 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini: Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Tanah)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :Tidak Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 70 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Perlu dijaga kelestarian dan
peruntukkan dari hutan mangrove tersebut.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan tanah)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 70 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 31 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkling,diving dan memancing.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pemerintah negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik pemerintah negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : TIdak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Religi
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Protestan Maluku di Negeri
Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Ema
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Ema
XI. ASPEK CHSE
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Ema
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Ema
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia,
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata sejarah dari Dr. J. Leimena
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Ema
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Ema
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pemerintah negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto barang-barang tua.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Naku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Naku
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto barang-barang tua.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Naku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Naku
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto barang-barang tua.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Naku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Naku
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
VII. ATRAKSI
Tersedia spot diving dan snorkling.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia tapi tidak memadai
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik pribadi
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
VII. ATRAKSI
Tersedia spot diving dan snorkling.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 100
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Hukurila
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 101
A.35. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Lawena
2. Lokasi : Negeri Hutumuri
3. Koordinat : -3.687514, 128.299
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 102
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia (rusak)
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia (rusak)
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tidak Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Atraksi Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 103
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Tidak Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 104
A.36. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pohon Durian, Langsa, dan Nanas
2. Lokasi : Kecamatan Leitimur Selatan
Negeri Hutumuri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tidak tersedia
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 105
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 106
A.37. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Tua Baitlehem
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Desa Hutumuri
3. Koordinat : -3.697, 128.285
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 107
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia,Tapi kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia,
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia,
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 39 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 55 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai dan bangunan Gereja
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja dan Pemerintah Desa
Hutumuri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Sangat Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 108
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai, terletak dipinggir
pantai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 109
A.38. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Rutong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wisata Musik Pengiring Dansa Tali
2. Lokasi : Negeri Rotung
3. Koordinat : -3.704, 128.269
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 110
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 50 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Musik dan tari-tarian
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat sekitar dapat
dilihat dari dukungan yang diberikan dalam menyelenggarakan acara
tersebut
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 111
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 112
A.39. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Homestay dan Dive Center Hukurila
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.739, 128.239
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 113
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Hukurila
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 114
A.40. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Antar Sontong Hukurila
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.738, 128.242
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 115
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Hukurila
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri Hukurila
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 116
[Link] : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Amahusu
2. Lokasi : Kecamatan Nusaniwe
Negeri Amahusu
3. Koordinat : -3.723, 128.145
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 117
terlihat menarik untuk wisatawan. Penataan Ruang tertata dengan rapi,
sudah dilakukan pengembangan dan kurang terawat.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia dan Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Tersedia moda transportasi umum ( angkot )
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia atraksi untuk musik dan tari-tarian namun hanya temporer,. Juga
disediakan ruang terbuka publik untuk masyarakat gunakan.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut sebagai sarana pendukung
bagi sanggar-sanggar di sekitar wilayah tersebut.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 118
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5 – 10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Daerah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 119
B.2. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Pintu Kota
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.770, 128.152
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 120
Ruang kurang tertata dengan rapih , sudah dilakukan pengembangan namun
tidak dirawat dengan baik.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia namun Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak, beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Moda Transportasi : Tersedia transportasi umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia Spot foto
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi dan Gereja
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik, namun perlu adanya
perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 121
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi dan Gereja
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 122
B.3. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Ronawiska
2. Lokasi : Negri Latuhalat
3. Koordinat : -3.7787590 / 128.1233690
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia dan Memadai
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 123
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia Jalan (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Beton dan Pavin Block)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain : Tersedia Jalan (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu)Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : masyarakat sekitar mengharapkan
objek destinasi ini dapat dikembangkan lagi sehingga dapat menciptakan
lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Dan bagi pengunjung kiranya
dapat tetap menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 124
4. Environment (Lingkungan ) : Sangat Memadai (Memiliki Toilet
dengan tersedianya IPAL)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 125
B.4. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kolam Blanda
2. Lokasi : Negeri Latuhalat
3. Koordinat : -3.776384 / 128.1293955
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 126
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
Penginapan dengan 3 kamar
6. Tempat Parkir : Tersedia tapi kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Tanah)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 127
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 128
B.5. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tanjung Batu Konde
2. Lokasi : Negri Latuhalat
3. Koordinat : - 3.7927466 / 128.0902876
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 129
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia namun tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia namun tidak memadai
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 140 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 130
VII. ATRAKSI
Tersedia Spot Diving, Snorkling dan sunset
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 131
B.6. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Batu Capeo
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa Amahusu
3. Koordinat : -3.712, 128.150
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 132
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia penginapan
dengan klasifikasi melati
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
6. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 140 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Tidak Ada
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Kiranya objek ini dapat dikelola
dengan baik oleh Pemerintah Negeri
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Daerah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 133
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 134
B.7. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tebing Oxana
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe Negeri Nusaniwe,
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.771, 128.149
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 135
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Ada, Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : (Dalam
proses pembangunan)
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Dalam Proses)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia Spot Foto yang instagramable
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 136
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 137
B.8. KECAMATAN : Nusaniwe
Negeri : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Bukit Paralayang
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Nusaniwe,
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.761, 128.147
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 138
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan yang terlihat tidak ada pepohonan (gersang), Penataan
Ruang masih perlu dikembangkan, sarana dan prasarana juga belum ada,
hanya ada 1 Gasebo untuk tempat berteduh.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Hotmix)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 139
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : harapan terbesar objek ini dapat
dikembangkan menjadi objek wisata olahraga paralayang.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi dan Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 140
B.9. KECAMATAN : Nusaniwe
Negeri : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Goa Santa Maria
2. Lokasi : Kecamatan Nusaniwe
Negeri Nusaniwe
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.767, 128.129
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Religi)
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 142
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Keuskupan Amboina
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 143
B.10. KECAMATAN : Nusaniwe
DESA : Desa Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Museum Siwalima
2. Lokasi : Kecamatan Nusaniwe
Desa Amahusu
3. Koordinat : -3.713, 128.153
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 144
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Hotmix)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Provinsi Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian , kebersihan dan fasilitas museum
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Provinsi Maluku
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 145
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 146
B.11. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Airlouw
2. Lokasi : Dusun Airlouw
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 147
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving dan snorkeling
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 148
B.12. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Seilale
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Seilale
2. Lokasi : Negeri Seilale
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 149
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 150
B.13. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Amahusu
2. Lokasi : Negeri Amahusu
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 151
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN :
Milik negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 152
B.14. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat, Dusun Eri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Eri
2. Lokasi : Dusun Eri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 153
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik desa
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 154
B.15. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Kudamati
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Doolan
2. Lokasi : Kelurahan Kudamati
3. Koordinat : -3.706,128.174
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Sejarah)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 155
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan tempat tugu tertata rapih dan terlindung pagar, penataan ruang
baik hanya terletak di tepi jalan menanjak. dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (pavin block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 26 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 42 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Propinsi Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 156
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 157
B.16. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Rumah Blanda
2. Lokasi : Desa Airlouw
3. Koordinat : -3.771,128.145
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 158
semi modern minimalist memberikan anda pengalaman inap pribadi bahkan
bersama keluarga yang tak terlupakan.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan baik, dalam gedung dekat pantai dan berpotensi untuk
dimasukkan dalam paket wisata.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia dan memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : TidakTersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak dari beton
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 52 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 68 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Panorama pantai
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 159
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan mancanegara
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 160
B.17. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Sanggar Boyrataan
2. Lokasi : Negeri Amahusu
3. Koordinat : -3.727,128.142
4. Jenis DTW : Wisata buatan (musik)
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 161
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak dari beton
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 37 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 53 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia atraksi musik
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 162
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 163
B.18. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Amboina Ukulele Kids Community (AUKC)
2. Lokasi : Negeri Nusaniwe
Desa Amahusu
3. Koordinat : -3.723,128.145
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 164
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia dan memadai
6. Tempat Parkir : Tersedia (untuk kendaraan roda 2)
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia, mini bioskop
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia dan Memadai
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 35 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 51 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto berlatar pantai Amahusu
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
kebersihan tempat wisata tersebut
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 165
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 166
B.19. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Musisi Legendaris Zeth Lekatompessy
2. Lokasi : Negeri Amahusu
3. Koordinat : -3.728,128.146
4. Jenis DTW : Wisata buatan (musik)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 167
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tidak Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 40 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 57 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 168
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 169
A.20. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Collin Beach
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Latuhalat
3. Koordinat : -3.779, 128.120
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 170
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tidak Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 33 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 171
B.20. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Silale
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Studio Rekaman (FS Record)
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Kel. Silale
3. Koordinat : -3.679, 128.175
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 172
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Sejarah
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 173
B.21. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Urimessing, Dusun Tuni
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Molluca Bamboowind Orchestra
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kel. Urimessing, Dusun Tuni
3. Koordinat : -3.726, 128.204
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 174
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Musik atau Buatan
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 175
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 176
B.23. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Namalatu
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa Latuhalat
3. Koordinat : -3.780376, 128.118256
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 177
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Dinas Pariwisata Provinsi
Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 178
B.24. KECAMATAN : Nusaniwe
DESA : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Pintu Kota
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa. Latuhalat
3. Koordinat : -3.770514, 128.152442
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 179
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Desa
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 180
B. 25. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Seilale
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Pantai Nama
6. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa. Seilale
7. Koordinat :
8. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 181
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 182
B.26. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Urimessing
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Keluar Kusu-Kusu
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Urimessing
3. Koordinat : -3.722034, 128.186361
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 183
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Desa
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 184
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 185
B.27. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Urimesing
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Spot Diving Mahia
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Urimesing
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 186
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 187
B.28. KECAMATAN : Nusaniwe
DESA : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tradisi Timba Laor
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa. Latuhalat
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 188
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Desa
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 189
B.29. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Taman Laut Latuhalat
6. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa Latuhalat
7. Koordinat : -3.780376, 128.118256
8. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 190
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 191
B. 25. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Nusaniwe
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Batu Capeu
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Kel. Nusaniwe
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 192
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintahh Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 193
B.30. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Nusaniwe
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Patung Pattimura Pertama
6. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Kel. Nusaniwe
7. Koordinat : -3.712, 128.151
8. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 194
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Provinsi Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Provinsi Maluku
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 195
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 196
KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Nusaniwe, Desa Seri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Seri
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Nusaniwe
3. Koordinat : -3.752, 128.155
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 197
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tidak Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) : Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 198
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 199
C.1. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Honipopu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Masjid Jamee
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Honipopu
3. Koordinat : -3.697247, 128.177378
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Religi)
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 200
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia (tergabung dengan Masjid Al-
Fatah)
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : masjid ini dikelola oleh pengurus
mesjid
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : masjid ini harus terus dijaga dan
dilindungi karena masjid ini adalah masjid tertua di Kota Ambon.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Yayasan Masjid
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 201
XI. ASPEK CHSE
5. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
6. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
7. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
8. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 202
C.2. KECAMATAN : SIRIMAU
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
[Link] DTW : Benteng Victoria
[Link] : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
[Link] : -3.692519, 128.182359
[Link] DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 203
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi lingkungan yang bersih, rapi dan terjaga ketat karena berada di
tengah – tengah kantor militer
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Hotmix)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 204
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : KODAM XVI PATTIMURA
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Sangat Baik, hanya akses untuk
masuk ke objek sangat terbatas
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Provinsi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 205
C.3. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Amantelu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Cristina Martha Tiahahu
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Amantelu
3. Koordinat : -3.687365, 128.192297
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 206
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan
Pengembangan: Tugu ini terletak di lingkungan yang tenang dan asri
serta tertata dengan rapi
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmis)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi :Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih :Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi :Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM :Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pain Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 75 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya (pengecualian kalau ada event)
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Tugu ini merupakan salah satu
monument bersejarah bagi masyarakat Kota Maluku, hanya saja perlu
ditertibkan pasangan muda mudi yang sering berpacaran di sekitar tugu
tersebut
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 207
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20 - 50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Provinsi Maluku
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 208
C.4. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Rijali
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Makam Joseph Kham
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Rijali
3. Koordinat : -3.694553,128.188620
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 209
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan
Pengembangan: Makam ini berada di lingkungan yang strategis
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia (dari Gereja)
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia (dari Gereja)
10. Air Bersih : Tersedia (dari Gereja)
11. Tempat Sampah : Tersedia di beberapa titik lokasi
gereja
12. Sarana Wifi : Tersedia (dari Gereja)
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
6. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 210
Jarak tempuh dari Bandara : 75 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : makam ini dikelola oleh Pihak Gereja
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Makam ini memberikan aspirasi
baik dan menambah pengetahuan tentang ajaran agama bagi masyarakat
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 211
C.5. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Ahusen
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Trikora
2. Lokasi : Kecamatan Sirimau
Kelurahan Ahusen
3. Koordinat : -3.698441,128.180124
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan :Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi :Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 212
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek :Tidak tersedia
3. .Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi:
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Lokasi ini dikelola oleh Pemerintah
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sangat menyambut
baik perubahan tugu trikora yang telah diberi aksen air mancur untuk
memperindah lokasi tersebut
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 213
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai
5. PERMASALAHAN/ CATATAN
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 214
C.6. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Kelurahan Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW :Tugu Pattimura
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
3. Koordinat :-3.693074,128.183681
4. Jenis DTW :Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 215
IV. DAYA TARIK WISATA
1. Daya Tarik Utama : patung yang berdiri dilokasi yang ramai aktifitas
masyarakat
2. keunikan/ Kelangkaan : Patung yang dilengkapi dengan parang dan
salawaku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Letak yang stategis sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia dan Memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
[Link] Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
[Link] Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
[Link] Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
[Link] Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia Atraksi baik Musik Budaya (bila ada event)
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Kota Ambon
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sangat Mengapresiasi
Tugu Pattimura ini karena akan selalu dikenang jasa Pattimura
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 216
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Kota Ambon
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 217
C.7. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tempayang Soya
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negri Soya
3. Koordinat : -3.712006,128.221042
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 218
IV. DAYA TARIK WISATA
1. Daya Tarik Utama : Satu – satunya objek wisata yang berjenis
Porselin yang dibuat dari tanah liat dan hanya berada di negeri soya, dan Air
dari dalam Tempayang ini dipercaya bias menjadi air obat
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tempayang ini tidak pernah kering airnya.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Tempayang Soya ini terletak tidak jauh dari lokasi gereja Tua soya, dengan
kondisi lingkungan yang rimbun tumbuhan.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Jalan setapak)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Tidak bisa terjangkau dengan semua jenis kendaraan (berjalan kaki)
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 70 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 219
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sekitar sangat
menjaga, menghargai dan melestarikan keberadaan tempayang tersebut
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 220
C.8. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Pandan Kasturi
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Makam Australia
2. Lokasi : Kecamatan Sirimau
Kelurahan Pandan Kasturi
3. Koordinat : -3.674947,128.191940
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 221
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 222
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Inggris
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Asumsi masyarakat bahwa lokasi
ini sangat baik dan sangat indah.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Inggris
5. PERMASALAHAN/ CATATAN
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 223
C.9. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Pandan Kasturi
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Makam Pahlawan
2. Lokasi : Kecamatan Sirimau
Kelurahan Pandan Kasturi
3. Koordinat : -3. 675513,128.190432
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 224
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021
VI. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia ( di kantor ) / Tidak
5. TersediaHotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VII. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 225
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VIII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
IX. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Provinsi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Lokasi ini sangat baik dan menjadi
kebanggan bagi masyarakat maluku
X. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : tidak bisa diprediksi
dikarenakan tidak terbuka untuk umum
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 226
C.10. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Kelurahan Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DT : Gong Perdamaian Dunia
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
3. Koordinat : -3.693067,128.181182
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 227
2. Keunikan/ Kelangkaan : Gong Perdamaian Dunia hanya terdapat di
beberapa Kota saja di dunia.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lokasi Gong ini berada di tengah kota dan cukup tertata dengan baik.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu – Rambu
Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
6. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya (kecuali ada event)
7. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Provinsi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sangat menghargai
dan menjaga salah satu icon kota ambon ini dan masyarakat juga bangga
memilikinya
8. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tercatat
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 228
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing
9. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Provinsi
5. PERMASALAHAN/ CATATAN
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 229
C.11. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Tua Soya
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negri Soya
3. Koordinat :-3.710292,128.213864
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 230
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek: Tersedia (Paving Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Gereja
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 231
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat tetap menjaga
keaslian bentuk dan tidak boleh merubah bentuk gereja.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 232
C.12. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Batu Merah
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Sanggar Hatukau
2. Lokasi : Kecamatan
Negeri Batu Merah
3. Koordinat : -3.687296,128.189709
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 233
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu – Rambu
Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia Atraksi baik Musik / Budaya pada saat latihan dan persiapan pentas
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Bpk. Usman Ipaenin
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
sanggar music dan tarian ini.
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Komunitas Budaya Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 234
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 235
C.13. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pattimura Park (Air Mancur)
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
3. Koordinat : -3.693074,128.183681
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 236
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu – Rambu
Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya (pengecualian kalau ada event)
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Kota Ambon
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
Pattimura Park yang dilengkapi dengan air mancur menari. Asset ini harus
dijaga dan dirawat
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Kota Ambon
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 237
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 238
C.14. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Studio RR
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negeri Soya
3. Koordinat : -3.705472,128.
4. Jenis DTW : Wisata Musik
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Warung makan di sekitar lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 239
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Musik
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 240
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Memerlukan Petunjuk Arah atau rambu-rambu jalan untuk masuk ke RR Studio.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 241
C.15. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Rijali
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Les Moluccans cafe and bar
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kel. Rijali
3. Koordinat : -3.688,128.187
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 242
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Musik
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 243
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) :-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 244
C.16. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Rumphius
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.697, 128.185
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 245
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau dengan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Katholik
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja Katholik
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 246
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 247
C.17. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Perpustakaan Rumphius
6. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
7. Koordinat : -3.697915,128.185
8. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 248
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Keuskupan Amboina
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 249
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 250
C.18. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kuliner Nasi Kuning Bagadang
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.697141,128.178
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 251
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Kuliner
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 252
C.19. KECAMATAN : Sirimau
DESA : Batu Merah
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Besar
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Desa Batu Merah
3. Koordinat : -3.690,128.222
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 253
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Warung makan di sekitar lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia namun tidak memadai
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Batu
Merah
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 254
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 255
C.20. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tradisi Cuci Negeri Soya
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negeri Soya
3. Koordinat : -3,710/128.213
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 256
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Prosesi Cuci Negeri Soya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Soya
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Soya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 257
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 258
C.21. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Slamet Riyadi
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.692658,128.182
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 259
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah di
tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan lebih
lanjut.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Kodam 16 Pattimura
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 260
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara Wisatawan Asing
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Kodam 16 Pattimura
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 261
C.22. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Patung Fransiskus Xaverius I
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.696912,128.185
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 262
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 263
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Keuskupan Amboina
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 264
C.23. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.697714,128.185
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 265
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Katolik St. Fransiskus
Xaverius
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat tampak dari
keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar objek
wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 266
C.24. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Maranatha
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.693820,128.183
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 267
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Protestan Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Gereja Protestan Maluku
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 268
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 269
C.25. KECAMATAN : Sirimau
DESA : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gunung Sirimau
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Desa Soya
3. Koordinat : -3.711,128.220
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Warung makan di sekitar lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 270
11. Tempat Sampah : Tersedia namun tidak memadai
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Soya
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Soya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 271
C.25. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Batu Merah
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Siliwangi
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Negeri Batu Merah
3. Koordinat : -3.684,128.187
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 272
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 273
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 274
D.1. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pohon Beringin Tokai
2. Lokasi : Kecamatan
Negeri Tawiri
3. Koordinat : -3.691150,128.110208
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
Sebelum pohon beringin di tanam terlebih dahulu ditanam dokumen berisi nama-
nama tentara jepang yang gugur di tempat tersebut, baru diatasnya ditanam
beringin tokai. Alasan lain mengapa pohon beringin tokai ini ditanam adalah pohon
beringin merupakan lambang pemerintahan Jepang yang sekarang berkuasa saat
itu yaitu Partai Demokrsi Liberal (LPD). Lokasi pohon beringin dahulua dalah tempat
tinggal seorang ahli perikanan Jepang Prof. Dr. Gohara yang datang ke Ambon
pada tahun 1927 yang mengadakan penelitian di sekitarPulau Ambon dan
membangun sebuah pabrik pengalengan ikan terbesar di Asia Tenggara pada saat
itu dan terletak di ujung tanjung pantaiLaha. Pabrik itu telah dihancurkan oleh sekutu
pada perang Dunia ke [Link]. Gohara meninggal di lokasi dimana pohon beringin
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 275
ditanam dan mayatnya dikremasi pada bukit desaTawiri yang lebih dikenal oleh
masyarakat di sekitarnya dengan sebutan bukit gohara. Pada lokasi tersebut
terdapat juga monument gohara.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia dibeberapa titik
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 276
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
objek yang adalah salah satu tempat wisata. Lokasi ini harus dijaga dan
dipelihara
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 277
D.2. KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Desa Poka
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tanjung Marthafons
2. Lokasi : [Link] Ambon
Desa Poka
3. Koordinat : -3.658, 128.201
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 278
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Tedapat Moda Transportasi Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah : Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Daerah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 279
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Daerah
Permasalahan yang dimiliki oleh Tanjung Marthafons adalah tidak terurus dengan baik
sehingga banyak sampah yang berserakan.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 280
D.3. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Negeri Rumah Tiga, Dusun Telaga Pange
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Talaga Pange (Air Terjun Maspait)
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Dusun Talaga Pange
3. Koordinat : -3.637, 128.170
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 281
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia namun tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 70 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Panorama Alam.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Berharap adanya promosi agar
lebih banyak pengunjung
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 282
XI. ASPEK CHSE
13. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
14. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
15. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
16. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 283
D.4. KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Wayame
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wisata Industri Kreatif (Innovator Branckly Egbert)
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Desa Wayame
3. Koordinat : -3.662013, 128.167931
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 284
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 25 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 15 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Musik
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Berharap adanya promosi agar
lebih banyak pengunjung
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 285
D.5. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Spice Island Dive Resort –Negeri laha
2. Lokasi : Negeri Laha
3. Koordinat : -3.715, 128.093
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 286
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu kerikil)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving, snorkling dan underwater photography
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 287
D. 6. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Dive Center – Laha Divepacker
2. Lokasi : Desa Laha
3. Koordinat : -3.7061, 128.103
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 288
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia namun tidak memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 5 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 289
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 290
D.7. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Pantai Air Manis
6. Lokasi : Negeri Laha
7. Koordinat : -3.719, 128.089
8. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 291
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berkerikil)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 10 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
3. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
4. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 292
2. Health ( Kesehatan ) : Tidak memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Tidak memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 293
D.8. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Air Manis (Rhino City)
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Laha
3. Koordinat : -3.719999, 128.089533
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia, 500 meter dari
lokasi
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 294
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 15 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
5. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
6. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 295
D.9. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Hative Besar
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Hative Besar
2. Lokasi : Desa Hative Besar
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan pavin block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 296
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkling dan diving.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 297
D.10 KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Wayame
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Wreck Diving SS Aquilla
6. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Desa Wayame
7. Koordinat :
8. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 298
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 299
D.11. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Hative Besar
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Fransiscus Xaverius II
2. Lokasi : Hative Besar
3. Koordinat : -3.666, 128.153
4. Jenis DTW : Wisata Sejarah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 300
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto.
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Keuskupan Amboina
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 301
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 302
D.12 KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Australia
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Tawiri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 303
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 304
D.13. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Rumah Tiga
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pelantikan Raja Rumah Tiga
2. Lokasi : Teluk Ambon
Negeri Rumah Tiga
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 305
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
V. ATRAKSI
Tersedia adanya Tarian penyambutan untuk para tamu dan totobuang
VI. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Negeri Rumah Tiga
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 306
D.14. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Hutan Mangrove Negeri Tawiri
2. Lokasi : Teluk Ambon
Negeri Tawiri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 307
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Tawiri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri Tawiri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 308
D.15 KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Rumah Tiga
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Prof. Dr. G. A. Siwabessy
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Rumah Tiga
3. Koordinat : -3.656, 128.187
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 309
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 310
D.16. KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Poka
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Dr. J. Leimena
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Desa Poka
3. Koordinat : -3.649, 128.193
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 311
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Budaya
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 312
D.17. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Critter Junkies
2. Lokasi : Negeri Laha
3. Koordinat : -3.706, 128.103
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu kerikil)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 313
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving, snorkling dan underwater photography
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 314
D.18. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Ambon Blue Rose Divers
2. Lokasi : Negeri Laha
3. Koordinat : -3.708, 128.101
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu kerikil)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 315
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 15 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving, snorkling dan underwater photography
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 316
D.19. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Hative Besar
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Ambon City of Music
2. Lokasi : Negeri Hative Besar
3. Koordinat : -3.675, 128.141
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 317
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan pavin block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 318
D.20. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Negeri Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kali Air Besar
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Laha
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 319
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifii : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 35 Menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tidak tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata
disekitar objek wisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 320
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Belum dilakukan
pencatatan
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 321
E.1. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pusat Dokumentasi Musik Nasional
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,619/128.255
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 322
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 25 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Sejarah
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Kota Ambon
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Kota Ambon
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 323
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Lokasi ini perlu perbaiki lagi agar dapat dijadikan salah satu destinasi untuk di
kunjungi wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 324
E.2. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Menara Iman
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,630/128.253
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Religi)
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 325
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 24 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 36 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Sejarah Religi
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Protestan Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja Protestan Maluku
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 326
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 327
E.3. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Larier
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,621/128.258
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 328
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 25 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Rekreasi Pantai
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Desa
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 329
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 330
E.4. KECAMATAN :Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Halong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pante Halong
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Halong
3. Koordinat : -3,658/128.209
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 331
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan berrumput
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 50m dari Pante Halong
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Berumput)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 31 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Halong
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 332
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 333
E.5. KECAMATAN : Ambon Baguala
NEGERI : Halong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wae Hongi
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Halong
3. Koordinat : -3,656/128.225
4. Jenis DTW : Wisata Alam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 334
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia tetapi tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 36 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 25 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Halong
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 335
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Kurang Memadai
Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar memancing
kunjungan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 336
E. 6. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
KELURAHAN : Lateri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Musisi Legendaris Bing Leiwakabessy
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Kelurahan Lateri
3. Koordinat : -3.647, 128.237
4. Jenis DTW : Wisata Buatan
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 337
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 35 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Buatan
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 338
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 339
E.7. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Benteng Blok Huis Middelburg
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,630/128.253
4. Jenis DTW : Wisata Budaya
VI. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 340
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VII. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 26 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VIII. ATRAKSI
Wisata Sejarah
IX. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik
X. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Nusantara dan
Wisatawan Asing
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 341
E.8. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
DESA : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Hutan Mangrove, Mata Passo
2. Lokasi : Teluk Ambon Baguala
Desa Passo
3. Koordinat : -3.636, 128.246
4. Jenis DTW : Wisata Alam
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 342
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi:
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 26 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia
VII. ATRAKSI
Wisata Alam
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Desa Passo
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Desa Passo
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 343
Rekapitulasi jumlah Daya Tarik Wisata di Kota Ambon berdasarkan jenis Daya
Tarik Wisata Alam, Budaya dan Buatan dapat dilihat pada table dibawah ini:
Tabel 4.2 Sebaran Daya Tarik Wisata Kota Ambon
Kecamatan Budaya Alam Buatan
Leitimur Selatan 8 28 4
Nusaniwe 5 21 6
Sirimau 17 2 7
Baguala 2 4 2
Teluk Ambon 6 8 6
Jumlah 38 63 25
Jumlah Daya Tarik Wisata Kota Ambon 126 buah
Sumber : Hasil Kajian Tim Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021
Kecamatan
Nusaniwe
Objek
Baguala
Leitimur
Sirimao
Selatan
Ambon
Informasi
Teluk
Tour Operator √ √ √ √ √
Travel Agent √ √ √ √
Tourist Information
√ √ √ √
Centre
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 344
Badan atau organisasi yang memberikan penerangan, penjelasan, promosi dan
propaganda transportasi disuatu daerah tujuan wisata. Misalnya: yang terdapat
di airport, terminal, pelabuhan, atau suatu resort.
Kecamatan
Nusaniwe
Objek
Baguala
Leitimur
Sirimao
Selatan
Ambon
Transportasi
Teluk
Pelabuhan Laut √
Pelabuhan Udara
Terminal Angkot √ √ √ √ √
Rental Card
Nama Lokasi Wisata
Jarak menuju objek wisata
…..(km, mil)
Alat angkut yang eksis √ √ √ √ √
Perkiraan tarif… (rp)
Reguler / carter √ √ √ √ √
Kecamatan
Nusaniwe
Objek
Baguala
Leitimur
Sirimao
Selatan
Ambon
Akomodasi
Teluk
Resort
Hotel
Motor Hotel (motel)
Wisma
Homestay √
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 345
Cottages
Rumah makan
Restoran
Cafetaria
Coffee shop
Bar
Objek Kesehatan √ √ √ √ √
dan lain-lain
Kecamatan
Nusaniwe
Objek
Baguala
Leitimur
Sirimao
Selatan
Ambon
Rekreasi
Teluk
Golf
Kolam Renang
Boating
Fishing
Tennis Court
Fasilitas Lainnya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 346
Kecamatan
Nusaniwe
Objek
Baguala
Leitimur
Sirimao
Selatan
Ambon
Penunjang
Teluk
Night club
Casino
Steambaths
Salon kecantikan
Spa
Dan lain-lain
Adanya sarana pelengkap dan penunjang pariwisata seperti yang telah diuraikan di
atas akan mendukung sarana-sarana pokok. Hal ini berarti bahwa ketiga sarana
pariwisata tersebut, satu sama lainnya harus saling mengisi dan melengkapi.
Tahun 2021
GUEST HOUSE 14
WISMA 6
PENGINAPAN 43
HOTEL 40
0 10 20 30 40 50
Gambar 4.3 dibawah ini adalah beberapa contoh hotel berbintang yang
mendukung pariwisata di kota Ambon
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 347
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 348
Gambar 4.3 Beberapa Hotel Berbintang Dikota Ambon
2. Rumah Makan
Di Kota Ambon saat ini fasilitas restoran, rumah makan, café, rumah kopi dan
catering sebagai salah satu pendukung daerah tujuan wisata pada tahun 2021 dengan
jumlahnya sebagaimana nampak pada 4.4 dibawah ini.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 349
Tahun 2021
CATERING 8
RUMAH KOPI 56
CAFE 40
RESTORAN 49
0 50 100 150 200 250
Gambar 4.4 Jumlah Restoran dan lainnya Pendukung Pariwisata Kota Ambon
Tahun 2021
FITNESS 5
SPA 5
SALON 67
TRAVEL 106
0 20 40 60 80 100 120
Gambar 4.5 Jumlah Travel, Salon, Spa, Fitness dan lainnya Pendukung Pariwisata
Kota Ambon
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 350
4.4. AKSESIBILITAS PENDUKUNG PARIWISATA KOTA AMBON
Gambar 4.6 Jembatan merah putih sebagai ikon pariwisata kota Ambon
Ketersediaan jalan raya dengan permukaan hot mix dan dalam kondisi yang baik
serta menjangkau tiap desa yang ada di Kota Ambon akan sangat membantu proses
pergerakan orang di darat, dari segi kenyamanan maupun waktu tempuhnya. Apalagi
jika hal tersebut didukung oleh ketersediaan moda transportasi umum yang memadai.
Selain angkot, tersedia juga taksi, angkutan rental dan ojek yang dapat
digunakan oleh para wisatawan. Taksi yang berada di Kota Ambon tidak seperti yang
terdapat di kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Makasar, Jakarta, Surabaya,
maupun Jogjakarta. Taksi ini adalah mobil-mobil ber plat hitam tanpa argo yang
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 351
pembayarannya berdasarkan negosiasi antara penyewa dengan sopir.
2. Perhubungan Laut
Kota Ambon sebagai ibu kota provinsi Maluku, dengan demikian ketersediaan
fasilitas perhubungan laut yang menghubungkan tiap pulau menjadi penting dan
strategis. pelabuhan yang khusus untuk menangani perpindahan orang dan barang
orang dalam skala besar, yakni Pelabuhan Yos Sudarso sebagai pelabuhan utama.
Pelabuhan (Dermaga) Nusantara Yos Soedarso tipe kelas 4, difungsikan
sebagai pelabuhan utama untuk kegiatan ekspor dan Impor serta penumpang,
sedangkan untuk mendukung kegiatan pelayaran antar pulau tersedia Pelabuhan
Gudang Arang dan Pelabuhan Slamet Riyadi yang berfungsi sebagai pelabuhan lokal
yang dikelola oleh PT. PELINDO.
Di Ambon juga tersedia pelabuhan penyeberangan Galala yang berfungsi
melayani kapal-kapal feri untuk tujuan Namlea Pulau Buru dan seputarnya.
Gambar 4.7 Gerbang pelabuhan ambon sebagai ikon pariwisata kota Ambon
Pelabuhan Yos Sudarso Ambon disinggahi beberapa Kapal Motor (KM) dari PT
PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) dan pelayaran nasional lainnya termasuk BUMD
Panca Karya Maluku yang dapat digunakan dari dan ke Kota Ambon, yakni KM. Leuser,
KM. Tidar, KM Tatamailau dan KM Ngapulu serta KM Sabuk Nusantara 91 dan 103 juga
kapal Bahtera Nusantara. Rute pelayaran dari tiap kapal, yaitu:
a. KM. Leuser melayani rute Surabaya – Ambon – Tual – Saumlaki – Tual – Dobo –
Timika – Merauke beroperasi sekali dalam dua minggu.
b. KM. Tidar melayani rute Jakarta – Surabaya – Ambon – Tual – Dobo – Kaimana - Fak
Fak - Sorong – Manokwari, beroperasi sekali dalam dua minggu
c. KM. Tatamailau melayani rute: Merauke, Agats, Timika, Tual, Kaimana, Fakfak,
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 352
Sorong, Babang (Bacan), Bitung, Morotai. Selain itu, terdapat juga kapal feri, kapal
cepat, maupun kapal kayu yang melayani rute Pulau Kei Besar, Pulau Aru, Pulau
Tanimbar Kei, dan lainnya.
d. KM Ngapulu melayani rute : Surabaya – Makassar – Ambon – Banda – Tual – Dobo
–Kaimana – Fak Fak – Ambon
e. KM Sabuk Nusantara 91 dan 103 memiliki rute pelayaran dari Ambon menyasar
Pulaupulau di kabupaten Maluku Tengah, kabupaten Maluku Barat Daya, kabupaten
Kepulauan Tanimbar, kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru, sedangkan
f. KM Bahtera Nusantara mengarungi rute Ambon – Banda – Tual pulang pergi.
Gambar 4.8 Salah Satu Kapal Pelni KM. Umsini Yang Melakukan Pelayaran
Reguler di Kota Ambon.
Gambar 4.9 Salah Satu Kapal Pelni KM. Umsini Yang Melakukan Pelayaran
Reguler di Kota Ambon.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 353
3. Perhubungan Udara.
Bandara Udara di Kota Ambon yaitu Bandara Udara Pattimura dengan fungsi
sebagai Bandara Internasional, telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai dengan
peruntukannya sebagai Bandara Internasional, berlokasi di Desa Laha Kecamatan Teluk
Ambon.
Bandara ini juga melayani perjalanan dalam negeri dan luar negeri. Bandara ini
berjarak 35 kilometer di luar Kota Ambon dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih
30—45 menit. Pada bandara ini terdapat fasilitas imigrasi, karantina, bea cukai, gedung
kargo, restoran, telepon umum, dan kantor pos. Bandar Udara Pattimura Ambon
merupakan daerah yang sangat strategis di Kepulauan Maluku yang terbagi menjadi
dua provinsi yaitu, Maluku Utara dan Maluku.
Bandar Udara Pattimura Ambon berada di Pulau Ambon yang terletak di Provinsi
Maluku. Secara astronomis, bandara terletak pada posisi koordinat 03° 42’ 25’’ S dan
128° 05’ 23’’ T yang dikelilingi oleh Laut Seram di sebelah utara, Laut Banda di sebelah
selatan, dan Laut Arafura di sebelah timur.
Sejarah Bandar Udara Pattimura yang dahulu bernama Lapangan Terbang Laha
Ambon dibangun pada tahun 1939 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada tahun 1942,
Lapangan Terbang Laha dikuasai oleh Jepang untuk melawan
pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II. Setelah kemerdekaan Indonesia pada
tahun 1945, Lapangan Terbang Laha dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Pada tahun 1975, berdasarkan surat keputusan Bersama Menhankam/
Pangab, Menteri Perhubungan, dan Menteri Keuangan Pelabuhan Udara Pattimura
ditetapkan sebagai lapangan terbang militer Milik TNI AU Lanud Pattimura kemudian
dijadikan sebagai Enclave Sipil milik Pangkalan Udara Pattimura atas dasar Sertifikat
Hak Pakai Nomor 06 Tahun 2010 Cq. TNI AU dan MOU antara TNI AU dengan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, PT. AP I (Persero) Nomor: KB/4/I/2011,
Nomor: AU/833/KUM.18/I/2011, Nomor: SP.06/HK.09.01/2011/DU, Nomor:
PJJ.04.07.01/00/01/2011/010, tentang Pengaturan Penggunaan Bersama Pangkalan
Udara dan Bandara Udara. Sejak tahun 1975, Pelabuhan Udara Pattimura telah didarati
pesawat asing seperti Airnorth dari Darwin sampai tahun 1998.
Pada tanggal 11 Oktober 1995, Pengelolaan Bandar Udara Pattimura Ambon
dikelola oleh PT Angkasa Pura (Persero) dan berstatus sebagai bandar udara kelas I
dengan sistem pemanfaatan sebagian Aset Pangkalan TNI AU Pattimura. Pada
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 354
tanggal 3 Maret 2004, proyek pengembangan Bandar Udara Pattimura diresmikan
oleh Presiden Republik Indonesia.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 355
halnya objek-objek wisata yang di ambil sebagai objek penelitian yaitu: Pantai Hunimua,
Pantai Namalatu, dan Pantai Natsepa. Mengapa diambil ketiga objek wisata karena
ketiganya dikelola oleh Pemerintah sedangkan yang lainnya dikelola secara swakelola
oleh masyarakat. Dalam pengembangannya objek wisata ini ada yang mengalami
peningkatan maupun penurunan pendapatan. Adapun objek wisata yang mengalami
penurunan daya tariknya. Hal ini yang menjadikan permasalahan, mengapa objek
wisata yang dekat memiliki daya tarik yang sedikit sedangkan objek wisata yang
mempunyai jarak jauh memiliki daya tarik yang banyak. Infrastruktur pula juga
mempengaruhi potensi dari objek-objek wisata tersebut dengan meningkatkan atau
menurunnya kunjungan objek wisata. Oleh karena itu, maka tujuan dari penelitian ini
adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi objek- objek wisata yang berpotensi
serta menganalisa dan mengklasifikasikan kunjungan terhadap potensi objek wisata di
Pulau Ambon.
Pengembangan di dalam sektor pariwisata akan berhasil dengan baik, apabila
masyarakat luas dapat lebih berperan atau ikut serta secara aktif. Agar masyarakat luas
dapat lebih berperan serta dalam pembangunan
kepariwisataan, maka masyarakat perlu diberi pemahaman tentang apa yang dimaksud
dengan pariwisata serta manfaat dan keuntungan-keuntungan apa yang diperoleh. Di
samping itu, masyarakat juga harus mengetahui hal-hal yang dapat merugikan yang
diakibatkan oleh adanya pariwisata tersebut.
Pembangunan Ekonomi, Pembangunan ekonomi pada umumnya didefinisikan
sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk
suatu Negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.
Pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan
per kapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Dari definisi
ini mengandung tiga unsur :
Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses berarti perubahan yang
terus menerus yang di dalamnya telah mengandung unsur-unsur kekuatan sendiri
untuk investasi baru.
Usaha meningkatkan pendapatan per kapita.
Kenaikan pendapatan per kapita harus berlangsung dalam jangka panjang.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses peralihan dari suatu tingkat
tertentu yang masih bercorak sederhana menuju tingkat ekonomi yang lebih maju dan
mencakup kegiatan yang beraneka ragam. Dalam transformasi tersebut terlaksana
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 356
suatu penjelmaan (transformasi) dalam arti perubahan pada pembangunan dan
keadaan yang berkisar pada tata susunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang
biasa disebut perubahan struktural rencana dianggap sebagai alat pembangunan
karena perencana memang mempunyai alat strategis dalam menuntun jalannya
pembangunan. Suatu perencanaan yang disusun secara tidak sistematis dan tidak
menghasillkan aspirasi sasaran, maka pembangunan yang dihasillkan juga tidak seperti
yang diharapkan. Di sisi lain perencanaan dipakai sebagai tolak ukur dari keberhasilan
dan kegagalan dari pembangunan yang mengandung arti bahwa kegiatan
pembangunan yang gagal bisa jadi karena perencanaan yang tidak baik dan begitu pula
sebaliknya. Perencanaan pada dasarnya berkisar pada dua hal,
pertama adalah penentuan pilihan secara sadar mengenai tujuan konkrit yang hendak
dicapai dalam jangka waktu tertentu atas dasar nilai yang dimiliki masyarakat yang
bersangkutan. Yang kedua adalah pilihan-pilihan diantara
cara-cara alternatif yang efisien serta rasional guna mencapai tujuan tersebut.
Untuk melakukan pemetaan terhadap Objek wisata di Kota Ambon, dilakukan
dengan pendekatan Analisis SWOT dan kemudian dilakukan analisis dengan Matriks
Internal Factor Evaluation (IFE) yang digunakan
untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.
Data faktor internal dicari untuk menganalisis hal-hal yang berkaitan dengan beberapa
fungsional Objek Wisata.
Fasilitas dan prasarana umum di Kota Ambon dalam mendukung pariwisata
adalah:
1. Listrik
Permintaan energi listrik, jaringan jalan, moda transportasi dan bahan bakar
(bensin dan solar) tersedia dengan baik di beberapa wilayah Kota Ambon, sehingga
transportasi dapat dijadikan andalan pendukung sektor pariwisata.
Produksi listrik PLN di Kota Ambon terus mengalami peningkatan. Produksi listrik untuk
tahun 2020 sebesar 373.609.166 KWh, dengan jumlah pelanggan sebanyak 101.970
pelanggan.
Ketersediaan listrik dalam konteks pembangunan pariwisata di Kota Ambon
sangat penting. Jika dicermati ketersediaan listrik di kawasan-kawasan wisata unggulan
sudah tersambung listrik dengan baik.
Sebaran pelanggan listrik di Kota Ambon dapat dilihat pada gambar diagram 4.9
di bawah ini.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 357
Gambar 4.11 Diagram Pertumbuhan Bank Periode 2016-2019 Kota Ambon
2. Air Bersih
Akses terhadap air minum bersih masih menjadi masalah di Kota Ambon
disebabkan letak geografis yang menyulitkan jangkauan pelayanan PDAM. Hanya
di daerah di sekitar Kota Ambon saja yang menikmati PDAM, dan lainnya. sebagian
besar masih mengkonsumsi air dari sumur terlindung dan mata air terlindung. Pada
tahun 2020, PDAM Kota Ambon mampu memproduksi air minum sebanyak
1.781.780 m3 dengan jumlah pelanggan 12.331. untuk kebutuhan niaga sebesar
780 pelanggan komersial atau kurang lebih 6,32%
3. Perbankan
Terdapat beberapa bank yang beroperasi di Kota Ambon, yaitu Bank Rakyat
Indonesia, Bank Nasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Perkreditan Rakyat
Modern Exspress dan Bank Maluku. Selain bank, terdapat juga Lembaga keuangan
Koperasi Kredit (Credit Union) yang melayani simpan-pinjam bagi masyarakat,
khususnya bagi yang berada di desa-desa yang tidak terjangkau oleh layanan bank,
CU Hati Amboina. Bank dan Lembaga Keuangan di Kota Ambon dapat dilihat pada
gambar diagran 4.32 selama empat tahun terakhir ini mengalami penurunan hingga
mencapai jumlah 171 bank pada tahun 2019.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 358
Jumlah Bank Di Kota Ambon
2019 171
2018 173
2017 176
2016 174
168 169 170 171 172 173 174 175 176 177
4. Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan di Kota Ambon tergolong cukup memadai, dimana
terdapat 11 buah rumah sakit, 22 puskesmas, 36 puskesmas pembantu dengan
120 dokter spesialis dan 83 dokter umum, 19 dokter gigi. Untuk destinasi dengan
kegiatan selam dan luar ruang lainnya yang mempunyai resiko kecelakaan,
fasilitas kesehatan sangat penting. Kota Ambon hingga kini belum terdapat
decompression chamber yang sangat penting untuk pertolongan bagi wisatawan.
Fasilitas umum di Ambon sebagian besar terletak di ibu kota, antara lain: fasilitas
keamanan, fasilitas keuangan, fasilitas bisnis (toko kelontong, apotek), fasilitas
kesehatan, fasilitas sanitasi dan kebersihan, dan fasilitas rekreasi.
5. Jaringan Telekomunikasi
Mengingat keadaan geografisnya sebagai ibu kota Provinsi Maluku,
komunikasi merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan oleh
pemerintah Kota Ambon. Sinyal telepon seluler telah diterima di lima kecamatan
dengan baik, dan juga telah menjangkau semua desa. Semakin majunya bidang
teknologi, komunikasi dan informasi saat ini beberapa operator telepon seluler
dapat masuk dan beroperasi di Kota Ambon. Walaupun tidak semua daerah
dapat menjangkau sinyal (jaringan) dari operator-operator tersebut, hal ini cukup
membantu untuk mempermudah penyampaian informasi. Masuknya beberapa
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 359
provider internet yang tentunya lebih memudahkan penduduk, khususnya
wisatawan untuk berkomunikasi dengan dunia luar dan mengakses segala
sesuatunya.
Dalam konteks pembangunan pariwisata di Kota Ambon Kota Ambon
keberadaan jaringan telekomunikasi, khususnya operator seluler sangat penting
bagi wisatawan.
6. Pusat Perbelanjaan
Pusat perbelanjaan di Kota Ambon mulai dari mall yang terbilang cukup
moderen sampai ke supermarket-supermarket yang menyediakan berbagai
kebutuhan masyarakat seperti: pakaian, makanan, elektronik dan hiburan bagi
masyarakat. Ada juga pasar tradisional yang menyiapkan makanan kuliner,
rumah makan, warung kopi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga
para wisatawan yang berkunkung di Kota Ambon
0.00% 5.00%10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%45.00%
Gambar 4.11 Diagram Sebaran Penduduk Kota Ambon Per Kecamatan di Kota
Ambon
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 360
Penduduk juga merupakan salah satu potensi yang sangat penting dalam
pembangunan sebuah wilayah, dimana kualitas penduduk berkaitan erat dengan
kemampuan penduduk suatu wilayah untuk mengolah sekaligus memanfaatkan
sumber daya alamnya, guna memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan
kesejahteraannya sendiri. Indikator kualitas/mutu sumber daya manusia (SDM)
dapat dilihat dari beberapa aspek seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan
tingkat kesehatan. Indikator dari tingkat kesehatan penduduk dapat kita lihat dari
angka kematian dan angka harapan hidupnya. Tingginya angka
kematian menggambarkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah dan
tingginya angka harapan hidup menggambarkan tingkat kesehatan penduduk
yang baik. Tingkat kesehatan penduduk juga selalu berhubungan dengan
pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk suatu bangsa, maka
pengeluaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga akan semakin tinggi.
Penduduk yang memiliki pendapatan tinggi dapat menikmati makanan
yang berkualitas dan memenuhi standar kesehatan. Sementara penduduk yang
tinggi tingkat pendidikannya diharapkan akan memiliki produktivitas yang tinggi
pula bila jika dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah. Ada
beberapa hal yang berpengaruh terhadap kualitas penduduk suatu wilayah, antara
lain tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, dan tingkat pendapatan. Tingkat
pendidikan merupakan potensi sumber daya manusia yang unggul. Sementara
tingkat kesehatan mencerminkan kesejahteraan suatu wilayah. Sedangkan
pendapatan yang tinggi sangat berpengaruh terhadap upaya pemenuhan
kebutuhan masyarakat. Ketiga indikator tersebut saling mempengaruhi satu sama
lain.
Tinggi rendahnya tingkat pendidikan suatu masyarakat ikut menentukan
tinggi rendahnya kualitas dari sumber daya masyarakat. Pendidikan yang baik
adalah pendidikan yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, untuk
kota Ambon sebagai ibukota provinsi Maluku yang dikenal sebagai provinsi
kepulauan tentunya diperlukan pendidikan kemaritiman, untuk masyarakat wisata
diperlukan sekolah pariwisata, dan sebagainya.
Daya tarik wisata Kota Ambon pada umumnya dikelola oleh pemerintah
negeri dan masyarakat setempat (masyarakat desa). Keterlibatan penduduk
setempat (desa) terwujud dalam usaha warung makan, sewa tempat
peristirahatan, sewa ban berenang, sewa perahu, toilet-kamar mandi dan lainnya.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 361
Selain itu, ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang mengkreasikan
panganan lokal dalam bentuk kemasan dengan daya tahan yang cukup lama dan
dijual ke masyarakat maupun wisatawan. Keterlibatan
penduduk setempat di objek wisata menunjukkan adanya upaya mereka untuk
memberdayakan diri-keluarga maupun kelompok. Keterlibatan di objek wisata
dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan hidup. Pengembangan pariwisata
Kota Ambon berbasis pada masyarakat lokal, dengan demikian usaha-usaha
pariwisata di kawasan/daya tarik wisata lahir dari penduduk setempat.
Dengan demikian kualitas penduduk memiliki pengaruh yang siknifikan
terhadap pembangunan suatu wilayah. Perjuangan untuk membangun suatu
wilayah terutama pembangunan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas
penduduknya. Penduduk yang berkualitas tentu akan dapat melahirkan pemimpin
yang cakap dan berkualitas. Pemimpin yang berkualitas diharapkan akan mampu
membawa wilayahnya menuju gerbang kemakmuran dan kejayaan.
4.6.2. Penduduk Sebagai Potensi Sumber Daya Manusia Pariwisata Kota Ambon
Pertumbuhan Kunjungan wisatawan Kota Ambon untuk beberapa tahun
belakangan menggambarkan peningkatan aktifitas sosial ekonomi masyarakat di
bidang pariwisata. Peningkatan aktifitas sosial-ekonomi ini menjadi salah satu
faktor pemicu mobilitas sosial penduduk dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat Kota Ambon. mobilitas penduduk melalui aktifitas yang berbasis
industri pariwisata dapat meningkatkan status sosial ekonomi masyarakatnya;
serta bagaimana mobilitas sosial penduduk dalam meningkatkan status sosial-
ekonomi yang berbasis pariwisata. Landasan teori dalam kajian ini adalah
mobilitas sosial dalam kepariwisataan yang diimplementasikan oleh sebagian
anggota masyarakat yang telah memiliki tingkat pergerakan (aksesibilitas) yang
tinggi. Bekerjanya mobilitas sosial dan aksesibilitas tersebut dapat meningkatkan
status sosial ekonomi para anggota masyarakat melalui aktifitas sosial. kajian ini
menggunakan metode gabungan yang merupakan kombinasi metode penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Penarikan sampel dilakukan secara acak (sampling of
random) dengan analisis data menggunakan data penduduk sebagai sebuah
teknik distribusi frekuensi aktivitas penduduk dalam mendukung pariwisata
(butuh riset singkat melihat pola pergerakan masyarakat sebagai potensi dasar
kepariwisatan di kota Ambon). Hasil penelitian menjelaskan mobilitas sosial
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 362
penduduk dengan beberapa jenis pergerakan sosial, diantara pergerakan
tersebut yaitu mobilitas sosial horizontal, mobilitas sosial vertikal naik, mobilitas
vertikal turun, mobilitas sosial antar generasi, dan mobilitas sosial intra generasi
yang berdampak pada tingkat aksesibilitas para anggota masyarakat untuk
berwisata.
John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox, pariwisata dapat
dikategorikan sebagai industri terbesar dunia (the world's largest industry)
dijelaskan bahwa sekitar 8 persen dari ekspor barang dan jasa, pada umumnya,
berasal dari pariwisata. Di Asia Tenggara, berdasarkan catatan WTO, pariwisata
menyumbang devisa Negara sebesar 10-12 persen dari GDP dan 7-8 persen
dari total employment (Etyanto dalam Muallidin, 2007:1). Indonesia sendiri,
sebagai Negara urutan kedelapan, dikunjungi 5,064 juta orang dengan perolehan
devisa 5,7 miliar dolar Amerika pada tahun 2000 (Muallidin, 2007: 5).
Saat ini kontribusi sektor parekraf kepada PDB sekitar 4,3 persen.
Kontribusi sektor parekraf terhadap PDB bisa menembus 10-12 persen dalam
waktu 5-10 tahun ke depan. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) pada 2020 diperkirakan berada pada angka 4,1 persen.
Sementara itu, pada 2019 lalu, kontribusi sektor pariwisata sebesar 4,7 persen
(Artikel ini telah tayang di [Link] dengan judul "Menparekraf: Kontribusi
Pariwisata Ditargetkan 12 Persen dari PDB",
[Link]
kontribusi-pariwisata-ditargetkan-12-persen-dari-pdb, Tim Publikasi Katadata
Maret 2020).
Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi penting. Di
samping sebagai mesin penggerak ekonomi, pariwisata adalah wahana yang
menarik untuk mengurangi angka pengangguran karena pengembangan
pariwisata secara menyeluruh diharapkan akan dapat menciptakan lapangan
pekerjaan yang cukup besar di daerah-daerah yang menjadi destinasi wisata.
Di Maluku salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata menarik
adalah Kota Ambon, dengan geografis kota kepulauan Kontribusi Pariwisata
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Maluku Berdasarkan data BPS tahun 2018,
tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku relatif tinggi (rata-rata 25,92%) berada di
atas rata-rata tingkat kemiskinan nasional (rata-rata 13,71%), demikian pula
dengan tingkat pengangguran di Provinsi Maluku dengan rata rata 10,8% yang
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 363
lebih tinggi dari rerata nasional (rata-rata 7,98%). Maka dengan adanya
pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata dapat menyerap banyak
tenaga kerja dan memberikan peningkatan ekonomi masyarakatnya dan daerah.
(Aponno, 2020).
Tabel 4.3 Tanggapan Responden Terhadap Apakah Jenis Pekerjaan ini yang yang
anda inginkan (kuesioner no 2)
Jumlah Presentasi
No Kategori
(orang) (%)
1 Tidak setuju 1 4
2 Kurang setuju 3 12
3 Setuju 7 28
4 Sangat setuju 14 56
Jumlah 25 100
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 364
5.1 Pengertian Industri Pariwisata
Industri pariwisata merupakan kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait
dalam rangka menghasilkan barang atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan
dalam penyelenggaraan pariwisata (UU Pariwisata No. 10 tahun 2009). Industri
pariwisata adalah kumpulan bermacam-macam perusahaan yang secara bersama
menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan wisatawan pada umumnya dan
traveler pada khususnya. Industri pariwisata juga merupakan rangkuman dari berbagai
bidang usaha yang secara bersama menghasilkan produk-produk maupun jasa atau
pelayanan secara langsung maupun tidak langsung yang dibutuhkan wisatawan.
2. Kawasan Wisata
Kawasan wisata dapat diartikan sebagai Daerah tertentu yang mempunyai ciri
sebagai tempat tujuan berpergian bersama-sama, baik untuk memperluas
pengetahuan ataupun bersenang-senang dan lain sebagainya.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 3
Daerah tujuan wisata dapat berupa penelitian pasar dan pangsa, kelayakan
kawasan wisatawan, arsitektur bangunan, dan engineering, serta lembaga
keuangan.
6. Penyediaan akomodasi
Merupakan tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa
hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, dan sebagainya.
Saat ini telah berkembang lebih jauh kearah tuntutan pemenuhan kebutuhan
manusia lainnya seperti makan, minum rekreasi, olah raga, konvensi, pertemuan-
pertemuan profesi dan asosiasi perjamuan-perjamuan pernikahan dan lainnya. Oleh
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 4
karena itu dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman juga dapat
mempengaruhi jenis, macam dan banyaknya fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan
harus disediakan oleh pengusaha pada bidang akomodasi.
Penginapan atau homestay yang terdiri dari hotel, resort, wisma-wisma yang
merupakan aspek-aspek yang dapat diakses dalam pengembangan bidang
kepariwisataan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penginapan ini dapat
berupa; strategi pemasaran, pelayanan saat penginapan, integrasi dan restoran atau
biro perjalanan, dan sebagainya. Adapun Data Pelaku usaha Pariwisata Bidang
Penyediaan Akomodasi dapat dilihat pada pada Tabel 5.7 - 5.10 dalam lampiran
tabel.
7. Fasilitas Hiburan dan Rekreasi
Fasilitas hiburan dan rekreasi adalah penyediaan peralatan atau
perlengkapan untuk berekreasi yang dikelola secara komersial. Fasiltas ini meliputi
pengembangan dan pemanfaatan taman, tempat perkemahan (camping ground),
ruang konser, teater, dan lain-lain.
Jumlah
No Jenis Usaha
Pelaku Usaha
1 Restoran 49
2 Rumah Makan 222
3 Cafe 40
4 Rumah Kopi 56
5 Catering 8
6 Hotel 40
7 Penginapan 43
8 Wisma 6
9 Guest House 14
10 Travel 106
11 Salon 67
12 Spa 5
13 Fitness 5
14 Ole-ole 11
15 Karaoke 24
16 Pub 4
17 Diskotik 1
18 Bilyard 10
19 Wahana Air 1
20 Permainan Ketangkasan 5
21 Bioskop 2
22 Kerajinan Tangan 19
23 Balai Pertemuan 6
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 8
Jumlah
No Jenis Usaha
Pelaku Usaha
24 Dive Centre 6
Sumber: Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon. 2021
Sumber: The Educational Institute of the American Hotel and Motel Association
Cara lain untuk dapat memahami keterkaitan dan saling
ketergantungan antar berbagai unsur/sektor dalam industri pariwisata dapat
pula dijelaskan dengan menggunakan peta pikiran (mind map) seperti terlihat
pada Gambar 5.1.
Kelemahan (Weakness):
1. Belum semua fasilitas akomodasi dilengkapi ruang pertemuan
2. Masih kurangnya Tourist Information Center (TIC)
3. Paket wisata masih kurang
4. Pengelolaan Tiket wisata belum terintegrasi dengan Pemerintah Kota
5. Fasilitas pelayanan administrasi bagi wisatawan asing masih terbatas di
Bandara
6. Pelayanan transportasi pariwisata masih kurang memadai
7. Pelayanan Money Changer masih terbatas hanya pada beberapa Bank dan
Western Union
8. Pengolahan sampah masih sederhana dan manual
9. Industri seni dan musik kurang berkembang pada skala Restoran, Café
10. Sarana wisata tirta masih sederhana dan belum lengkap
11. Masih kurangnya bus-bus pariwisata standard
12. Jalan berkualitas belum menjangkau seluruh lokasi wisata pada masing-
masing SKW
13. Sistem penanganan limbah pada lokasi wisata belum sempurna
14. Tambatan perahu/Jetty masih sedikit dan belum memenuhi kebutuhan
wisata tirta
15. Belum ada sekolah/kursus musik standard
Peluang (Opportunities)
1. Adanya regulasi terkait kondisi pandemi Covid-19 menuju New Era
2. Adanya regulasi terkait penanaman modal dan kemudahan investasi
3. Penggunaan teknologi digital dalam transaksi barang dan jasa
Ancaman (Threats)
1. Wisata tirta terkendala dengan pola musim (cuaca)
2. Industri pariwisata daerah lain di luar Kota Ambon berkembang pesat
Supply
(faktor-faktor penarik)
E= Sensational Experienced
Demand
(faktor-faktor pendukung)
120,000
100,000
80,000
60,000
Wisman Wisnus
Supply
down
Demand
2. Strategi Pemasaran
Agar pemasaran dapat dilakukan dengan efisien dan memperoleh hasil capaian
pemasaran yang maksimal maka perlu upaya pemasaran berikut .
Segmentation: Suatu upaya untuk mengelompokkan pasar yang sangat heterogen ke
dalam pasar yang relatif homogen. Posisi wilayah yang memiliki keanekaragaman
produk yang sangat tinggi mempunyai peluang yang sangat besar dalam memperoleh
sasaran pasar yang sangat beraneka ragam pula. Oleh karenanya perlu melakukan
kajian terhadap pasar untuk mengelompokkannya. Pasar wisatawan saat ini dapat
dibagi kedalam beberapa kelompok. Kelompok ini sangat dipengaruhi oleh
sosiodemografi dan psikografi.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 12
[Link] Pembangunan Pariwisata
Dalam mengimplementasikan perencanaan pariwisata maka diperlukan strategi
pembangunan pariwisata yang konstruktif untuk mengakomodasikan peranan dan tugas
dari kepariwisataan tersebut. Adapun strategi pembangunan pariwisata sebagai upaya
pemberdayaan potensi wisata adalah sebagai berikut:
• Strategi pemasaran
Kegiatan promosi dalam jangka pendek lebih menekankan pada informasi
mengenai kegiatan kepariwisataan di Kota Ambon untuk Wisatawan nusantara dan
pemulihan citra kepariwisataan untuk wisatawan mancanegara. Media untuk promosi
dapat melalui :
a. Crisis centre (press conference, press release dan layanan website)
b. Media centre ( personal service, korespondensi sektor informal, TV coverage)
c. Pelayanan informasi ( promosi cetak, promosi audio visual)
• Strategi pengembangan produk
1. Pariwisata Berbasis Ekonomi Kerakyatan
Pembangunan pariwisata harus mampu untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat terutama masyarakat kecil/kurang mampu sehingga mereka dapat ikut
menikmati perbaikan tingkat hidup. Konsep keberpihakan pada ekonomi rakyat,
dapat dilakukan melalui :
• Kemitraan dan kesetaraan antara usaha pariwisata besar, menengah, kecil dan
produksi.
• Mengembangkan produk wisata yang berbasis pedesaan seperti : desa wisata,
ekowisata, agrowisata dan sebagainya.
• Pengembangan perwilayahan khususnya kawasan-kawasan prioritas.
2. Pengembangan produk wisata yang dititkberatkan pada keaslian wilayah
Keunikan dan kekhasan seni budaya dan keadaan alam merupakan keunggulan
dan keandalan pariwisata yang harus dijaga kelestariannya karena hal tersebut
merupakan sumber daya wisata yang saat ini merupakan trend untuk wisatawan.
Dalam rangka implementasi strategi pemasaran, maka arahan program yang
dilakukan meliputi :
1. Digital Marketing: IG, FB, dan Youtube harus berisi konten-konten baru. Mobile
Apps berisi informasi destinasi, event, dan promosi harga.
2. Iklan (Majalah, Billboard, Videotron).
3. Fam Trip (juga untuk Celebgram, Youtuber, dll).
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 13
4. Trade shows (di wilayah tertentu sesuai Target Market)
5. Sales mission dan Table Tops (di wilayah tertentu sesuai Target Market).
Jumlah komunitas kreatif yang mendukung aktor yang terlibat dan teridentifikasi
dari elemen ini bersama-sama aktor-aktor pentahelix lainnya menjadi dasar
berkembangnya industri kreatif dengan peran sebagai berikut:
Peran media sebagai penghubung atau corong antara semua aktor lainnya dan
masyarakat, memiliki peran penting dalam proses pengambilan kebijakan publik untuk
memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat dalam memahami masalah
kepariwisataan. Aktor yang terlibat dan teridentifikasi ini adalah sebagai berikut:
Tabel 7.7 Organisasi Pemerintah Daerah, Tugas dan Fungsinya di Kota Ambon
No Nama Negeri
1 Negeri Latuhalat
2 Negeri Seilale
3 Negeri Nusaniwe
4 Negeri Amahusu
5 Negeri Urimessing
6 Negeri Soya
7 Negeri Halong
8 Negeri Batu Merah
9 Negeri Hative Kecil
10 Negeri Hatalai
11 Negeri Naku
12 Negeri Kilang
13 Negeri Hukurila
14 Negeri Ema
15 Negeri Leahari
16 Negeri Rutong
17 Negeri Hutumuri
18 Negeri Passo
19 Negeri Rumah Tiga
20 Negeri Hative Besar
21 Negeri Tawiri
22 Negeri Laha
10
9
11 5 8
6
4
12 7
3
5
6
2
1
1
1 7
2
2 G
3
3 8
4
A M 4
PENTA-
HELIX
6 5
5
B C
1 4
6 3
2
1 2
7
5 3
4
Ket:
------- :Garis koordinasi
:stakeholders terkait
Keterangan Gambar 8.1 di atas untuk masing-masing aktor pentahelix (ABCGM) dapat
dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut:
Tabel 8.1 Aktor Akademisi
No. Aktor
1 UNPATTI
2 Politeknik Negeri Ambon
3 IAKN
4 IAIN
5 UKIM
6 STIEPARI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata)
7 HILDIKTIPARI (Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia
Beberapa isu kepariwisataan global yang perlu dicermati dalam kaitannya dengan
pembangunan pariwisata lokal sebagai dampak dari ancaman Covid-19 yang dikenal
dengan new tourism economy adalah sebagai berikut:
1. Protokol kesehatan menjadi prioritas dan preferensi utama wisatawan. Penerapan
Cleanliness, Healthiness, Safety dan Environment (CHSE) menjadi penting untuk
pemulihan industri pariwisata. Hygiene economy, disiplin protokol kesehatan
menjadi alat branding yang paling ampuh.
2. Industri pariwisata berubah dari high-touch menuju low-touch
3. Kerumunan akan dihindari dan menuju wilayah yang terpencil (less-crowd)
4. Pengurangan mobiitas (low mobility) dari wisatawan
5. Nature Eco Wellness Adventure (NEWA)
Sosial
Ekonomi
Wisata Wisata Wisata
Alternatif Pariwisata
Konvensional Musik
Berkelanjutan
Kultur
Lingkungan
Implementasi SDGs tujuan ke-8 dengan 4 aspek (sosial, ekonomi, kultur dan
lingkungan) penting diatas akan menciptakan pengelolaan pariwisata yang memiliki
keberlanjutan (sustainable tourism).
Strategi promosi storynomics tourism dikembangkan sebagai alternatif
pendekatan promosi baru pada saat pandemic covid-19, dimana pariwisata
mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture dan menggunakan kekuatan
budaya musik sebagai DNA destinasi. Warisan historis, geologis dan geografis yang
berbeda-beda untuk masing-masing destinasi dapat menjadi nilai tambah daya tarik
wisata. Promosi secara dijital sangat menguntungkan terutama selama dan sesudah
masa pandemi Covid-19. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8.3.
Selanjutnya potensi sumber daya wisata Kota Ambon sebagai potensi pasar
wisatawan yang tersebar tidak merata, kondisi lingkungan fisik, sosial, budaya,
maupun ekonomi yang beragam menyebabkan pengembangan pariwisata yang
berkelanjutan menjadi kewajiban dalam pengembangan pariwisata. Dimana
pengembangan kepariwisataan berkelanjutan perlu disesuaikan dengan daya dukung
spesifik untuk masing-masing wilayahnya. Demikian juga dengan pembangunan
pariwisata Kota Ambon yang berkelanjutan perlu dilakukan dengan mengikuti prinsip-
prinsip sebagai berikut:
1) Terjaminnya keberlanjutan sumber daya wisata dan sumber daya pendukung
pembangunan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat kota Ambon;
2) Terintegrasinya pembangunan kepariwisataan dengan lingkungan alam, budaya,
dan manusia, serta menjamin perubahan yang terjadi akibat pembangunan
pariwisata dapat diterima oleh lingkungan;
3) Terpadunya perencanaan dan pengembangan pariwisata yang disusun
pemerintah dan otoritas yang berwenang dengan seluruh stakeholders pariwisata;
4) Terkelolanya pariwisata yang bersumber kepada budaya masyarakat yang
melekat dengan musik;
5) Teradaptasinya pengelolaan pariwisata dengan new normal tourism yang dapat
meningkatkan ketahanan ekonomi Kota Ambon selama dan setelah pandemi
Covid-19;
6) Teririsnya subsektor unggulan ekonomi kreatif menuju industri kreatif.
Foto- Seni
grafi Pertun-
jukkan
Music
Tourism
Forest
City
1. Dusun Tuni
Dusun Tuni terletak di Negeri Urimessing dan berada pada wilayah pegunungan
di Kota Ambon yang sangat indah dinikmati karena pada dapat memperlihatkan pusat
kota Ambon dari puncak gunung di dusun tersebut. Dusun ini memiliki komunitas
musik “Molucca Bamboowind Orchestra (MBO)” yang terdiri dari kurang lebih 160
pemain alat musik bambu dari semua kelompok umur dan berbagai jenis pekerjaan.
MBO terbentuk terbentuk pada tahun 2006 dengan tujuan untuk mempertahankan dan
mengembangkan musik tradisional suling bambu di Kota Ambon.
Beberapa pertunjukan nasional yang dilakukan oleh MBO antara lain: bersama
DeltaDua perform Kraut di delapan kota di Negeri Belanda (2011); berkolaborsi
dengan Glenn Fredly untuk pementasan Beta Maluku di Taman Ismail Marzuki Jakarta
(2011); tampil di Jakarta Convention Centre pada acara Natal Nasional (2011) dan
tampil di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta dengan tajuk Sound of the East yang
difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata RI (2012).
Pada tahun 2020 MBO melakukan kerja sama dengan Ambon Music Office
(AMO) dan mendapatkan penghargaan sebagai salah satu komunitas musik yang
sangat mendukung Ambon untuk menjadi Kota Musik Dunia.
Di tahun 2016, sang manajer MBO membangun workshop atau bengkel kerja
untuk memproduksi suling bambu. Peralatan yang dipakai sangat sederhana namun
menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat dusun tuni maupun di desa-desa
sekitarnya.
Daya tarik wisata unggulan ini sangat menarik untuk dikunjungi karena dapat
merasakan berbagai aktifitas dan pengalaman baru untuk menikmati musik dan
kreativitas lainnya serta berbagai produk lokal berupa kerajinan tangan, kuliner,
oksigen dari objek wisata tersebut.
2. Negeri Amahusu
Negeri Amahusu adalah nama negeri lama yang terletak di sebuah bukit atau
gunung kecil antara Gunung Nona dan Gunung Tola. Amahusu terdiri dari kata ‘’ama’’
dan ‘’husu’’ atau ‘’usu’’. Ama berarti ‘’bapak’’ dan Usu berarti ‘’berjalan menyusur’’
atau ‘’mencari’. Amahusu dapat diartikan sebagai tempat yang ditemui atau dimukim.
Pada waktu negeri lama ini turun ke dekat pantai maka, namanya tetap Amahusu.
Nama Teun dari Amahusu adalah Harmalakabessy.
Amahusu pada zaman Belanda (VOC) di perintah oleh “Orang Kaya’’ dan yang
terkenal bernama Dominggus da Costa dan berada di bawah pengaruh raja Nusaniwe.
Menurut cerita rakyat setempat, datuk-datuk orang Amahusu berasal dari Seram,
Jawa, dan Banda ([Link]/maluku/kerajaan-amahusu/).
Memiliki komunitas musik yang atraktif masing-masing Sanggar Booyratan (SBR) yang
dipimpin oleh Jonas Silooy dan Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) dibawah
pimpinan Nico Tulalessy.
3. Desa Wayame
Desa Wayame terletak di pinggiran pantai, sebelah Utara dari pusat Kota
Ambon. Memiliki jarak tempuh dari pusat Kota Ambon 29 km dan sekitar 7 km dari
Bandara Internasional Pattimura. Jumlah penduduk Desa Wayame kurang lebih 5.792
KK (data profil Desa Wayame, 2014).
DTW unggulan dengan mengangkat wisata musik berupa inovator dan workshop
di Desa Wayame ini akan sangat kaya untuk menghasilkan sebuah narasi wisata yang
akan mengundang banyak orang untuk datang ke lokasi tersebut. Berbagai informasi
dan pengalaman bermusik
tradisional yang didapatkan
dari alam dan pendidikan
musik terutama beberapa
literatur yang ditulis oleh
inovator akan menjadi sesuatu
untuk dibawa pulang oleh
wisatawan.
Photo by: Branckly E. Picanussa dan AMO
Gambar 8.10 Inovator alat musik tradisional
Ambon
4. Negeri Hutumuri
Secara geografis negeri Hutumuri berbatasan sebelah utara dengan Batu Merah
dan Negeri Halong; sebelah selatan dengan Laut Banda; sebelah barat dengan Negeri
Rutong dan sebelah timur dengan Negeri Passo. Kesebelah utara dari pesisir
pantainya terdapat tanjung Hutumuri. Bibir pantainya langsung menurun ke Laut
Banda. Ke sebelah utara pada Teluk Baguala di pesisir tanjung terdapat sebuah
kampung kecil yaitu dusun Toisapu. Arah ke daratan ditemukan bukit-bukit dan
pegunungan yang terjal ditutupi hutan yang lebat, di sebelah Selatan Jazirah Leitimur
pada sebuah bukit atau gunung yang terjal bernama Gunung Maut (Maot) dengan
sebuah sumber air di dekatnya (S. Tiwery, Brisit E. Borolla dan [Link], 2016).
Tahuri atau kuli bia merupakan alat komunikasi adat di masyarakat Maluku khususnya
Maluku Tengah. Orang di Negeri Hutumuri menyebutnya sebagai Uper, sedangkan di
negeri lain seperti di Pulau Marsela menyebutnya Worwonna. Tahuri biasanya dipakai
pada berbagai kegiatan seperti upacara bangun baileo, upacara panas pela dan
gandong, upacara sasi hasil laut dan darat. Bunyi tahuri memberi tanda akan ada
suatu peristiwa dalam masyarakat dan itu hal ini berlangsung secara terus menerus
dalam budaya orang Maluku.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 19
Sejarah Uper yang akhirnya disebut dengan Tahuri berawal dari kunjungan
Bapak Latumahina (wakil gubernur} mengunjungi negeri Tua Hutumuri-Lounusa Besi
yang berkedudukan di gunung Maot. Dari kunjungan tersebut beliau memintakan
kesediaan bapak Carolis Elias Horhoruw selaku anak negeri Hutumuri yang mengerti
seni musik untuk menjadikan Uper sebagai musik yang berbeda dalam menyatukan
nada-nada harmoni dalam bentuk kelompok suling kuli bia.
Sejarah kelompok musik tahuri Negeri Hutumuri ini berawal dari pembentukan
kelompok musik Pela Gandong Negeri Hutumuri yang dibentuk pada tahun 1958-1963.
Setelah vakum beberapa tahun kemudian pada tanggal 26 Februari 2015, kelompok ini
dikembangkan menjadi Sanggar Seni Tahuri Kakoya sampai dengan saat ini. Sebagai
penghargaan kepada pendiri sanggar ini, maka pada tahun 2021 oleh Kemendikbud-
ristek diberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kepada Carolis Elias
Horhoruw (Opa Loli) sebagai Maestro Seni Tradisi khususnya tahuri (warisan budaya
tak benda).
Daya tarik wisata unggulan wisata musik Negeri Hutumuri sebagai musik tradisi
memiliki nilai-nilai penting yang terkandung didalamnya antara lain: nilai-nilai religius,
sejarah, persatuan, pendidikan, estetika, nilai lingkungan dan nilai ekonomi.
5. Kelurahan Lateri
KelurahanLateri atau Inabala Amalatu terletak di Kecamatan Teluk Ambon
Baguala. Berbatasan di bagian utara dengan Negeri Passo; selatan dengan Negeri
Halong; timur dengan Negeri Hutumuri; dan sebelah barat dengan perairan teluk
Ambon.
Di kelurahan Lateri bertempat tinggal seorang maestro musik Hawaiian bernama: Johannis
“Bing” Leiwakabessy yang dilahirkan di Ambon pada tanggal 10 Pebruari 1923
berpendidikan HIS (Hollandsch Inlandsche School atau Sekolah Dasar) dan satu tahun
mengenyam pendidikan pada MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau Sekolah
Menengah Pertama pada zaman pemerintah kolonial Belanda di Indonesia)
di tahun 1939.
Salah satu grup yang pernah dipimpin oleh Bing Leiwakabessy adalah The
Leiheles yang terdiri dari Zeth Lekatompessy, Rina Hetharia dan Syul Lewakabessy.
Grup ini terbentuk pada tahun 1973 dengan salah satu lagunya yang terkenal
“Tanase”.
6. Negeri Soya
Negeri Soya termasuk Negeri yang tertua di Jasirah Leitimur. Berdasarkan
penuturan dan cerita-cerita tua, Leluhur yang mendiami negeri Soya berasal dari Nusa
Ina (Pulau Seram) yaitu dari Seram Utara, kurang lebih tempatnya dekat Sawai suatu
wilayah yang bernama “Soya”, serta dari Seram Barat (sekitar daerah Tala). Dari
sumber cerita yang ada, perpindahan para leluhur orang Soya datang secara
bergelombang yang kemudian menetap di Negeri Soya. Mereka membentuk clan baru
yang kemudian menjadi nama pada tempat kediamanya yang baru. Nama ini sama
dengan nama di tempat asalnya. Hal mana dimaksudkan sebagai kenang-kenangan
atau peringatan. Negeri Soya kemudian berkembang menjadi satu kerajaan dengan
sembilan Negeri Kecil yang dikuasai Raja Soya.
Karena letaknya diketinggian, Negeri di Kaki Gunung Sirimau ini amat sejuk,
karena berhembusnya angin barat. Suasana ini benar-benar membawa kita dalam
suasana rileks. Negeri ini pula memiliki cukup banyak flora yang tumbuh secara liar di
hutan dan dapat dikoleksi. Bukan hanya itu, Negeri Soya kaya dengan buah-buahan
seperti, Durian, Manggis, Lachi, serta Salak. Bahkan buah-buahan ini telah menjadi
trade mark, bagi buah-buahan yang ada di Kota Ambon karena kelezatannya dan
selalu segar.
Selanjutnya di Negeri Soya terdapat pula seorang maestro musik yang memiliki
keturunan yang juga memiliki musik sebagai DNA musik yang turun temurun.
Almarhum Rene Rehatta seorang musisi dimana masa mudanya lebih banyak
diluangkan untuk belajar musik dan bermain musik. Ilmu musiknya sempat diperdalam
lagi saat belajar di Bandung dan di Universitas Singapura. Almarhum Rene Rehatta
sempat membentuk sebuah sanggar bernama Sanggar Mutiara yang khusus
membawakan dan memperkenalkan lagu-lagu Maluku malahan sempat memasuki
dunia rekaman di Singapura. Memiliki rencana perjalanan saat itu ke negara-negara
lain, namun dibatalkan karena bertepatan dengan G-30S/PKI di tahun 1965, sehingga
perjalanan ke negara-negara lain tersebut dibatalkan.
Daya tarik wisata unggulan ini sangat variatif dan kaya akan budaya musik dan
bangunan budaya yang sudah terbentuk sejak lama dan menunjukkan ekosistim
masyarakat lokal yang sangat terinspirasi oleh musik dan bergelut dengan musik
7. Negeri Rutong
Negeri Rutong terletak di kawasan Teluk Ambon Baguala dan merupakan salah
satu negeri dalam wilayah Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Negeri Rutong
berbatasan dengan Negeri Hutumuri dan Leahari sebagai ibukota kecamatan. Negeri
Rutong terletak di daerah pesisir pantai yang berdataran rendah, agak berbukit hingga
bergunung dengan jarak kurang lebih dari 24 km dari pusat kota dengan waktu tempuh
kurang lebih 2 jam. Penduduknya bervariasi terdiri dari penduduk asli dan pendatang.
Mata pencaharian masyarakatnya beragam antara lain nelayan, petani, tukang ojek,
sopir angkot, pedagang, PNS, TNI/POLRI. Hasil-hasil alam dari sektor perikanan
berupa ikan, cumi-cumi, dan lain-lain, sedangkan dari sektor pertanian berupa umbi-
umbian, sayur-sayuran, kelapa, cengkih, dan lain-lain.
Nama Rutong diambil dari kata “rutui” yang berarti “kumpulan batu tempat
berkumpul (musyawarah)”. Kata rutui menunjukkan sebuah peristiwa musyawarah
antara datuk-datuk negeri dengan para pendatang dari Amakele Lorimalahitu (Pulau
Seram). Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai cikal bakal terbentuknya hubungan
gandong antara Rutung dengan Rumahkay. Dahulu Negeri Rutong terletak jauh di
bagian gunung Horil, berbatasan dengan Soya dan Ema. Negeri ini dikenal sebagai
negeri tua dengan nama “Nuru Aman Mena Muri” (negeri yang aman di bagian depan
dan belakang). Bekas negeri di negeri Rutong masih ada sampai sekarang dengan
sebutan Batu Minong Aer (BPNB, 2016).
Salah satu tarian terkenal dari negeri Rutong adalah Tarian Dansa Tali. Tarian ini
merupakan tarian kreasi baru hasil akulturasi budaya Eropa dengan budaya lokal
dimana gerakan-gerakannya adalah perpaduan antara gerak kombinasi tarian Eropa
yang berirama gembira dan penuh semangat. Nama dansa tali merujuk kepada kata
dansa dan tali. Musik pengiring dari tarian ini adalah musik mars. Musik mars
merupakan komposisi musik yang teratur dan kuatnya suatu irama didalam sebuah
lagu. Mars disebut juga Marcia adalah bentuk lagu yang umumnya dipakai untuk
mengiringi suatu parade atau prosesi. Birama 2/4, 4/4, dan atau 6/8 dengan aksen
pada setiap ketukan. Irama ini cenderung memberi semangat, riang dan menghentak-
hentak.
Dahulu, tarian dansa tali ini diiringi oleh suling bambu yang dimainkan oleh
paduan suling namun sekarang musik pengiring telah diganti dengan menggunakan
alat musik keyboard atau rekaman musik yang telah diprogram terlebih dahulu agar
lebih efektif dan mudah dalam segala kondisi. Tarian dansa tali ini bertemakan
suasana gembira dan penuh semangat yang nampak dalam gerak tubuh, gerak
tangan, gerak kaki dan ekspresi wajah. Gerak penari bertumpu pada sebuah tali yang
diikat di atas pada sebuah tiang yang telah disiapkan. Para penari berkoordinasi dan
saling memperhatikan pasangan lainnya agar tidak salah dalam membuat simpul tali.
Jika penari salah dalam mengikuti petunjuk pemandu serta tidak memperhatikan
pasangan lainnya maka simpul bisa salah. Jika salah maka dalam proses membuka
tali tentu akan salah pula, tali tidak dapat terbuka sampai ke atas (Kemendikbud,
2016).
Sumber: Kemendikbud,2016
Gambar 8.16 Dansa Tali dari Negeri Rutong
Selain dansa tali, ada pula tarian polka dan waltz yang sangat terkenal dari
Negeri Rutong. Polka merupakan gerakan dansa yang dilakukan secara berpasangan
antara laki-laki dan perempuan. Irama tarian polka 2/4 dan tempo yang agak cepat.
Polka merupakan salah satu tarian rakyat dari Cekoslowakia, sekitar pertengahan
abad-19 menyebar masuk ke seluruh Eropa dan Amerika dalam berbagai versi.
Sampai dengan abad ke-20 tarian polka masih populer sebagai tarian rakyat maupun
tarian dansa. Gerakan walts merupakan tarian yang sangat populer di kalangan
bangsawan Eropa. Irama 3/4 namun dapat disesuaikan dengan lantunan musik
pengiringnya. Gerakan waltz hampir mirip dengan gerakan polka (sumber: Wikipedia).
DTW Unggulan Dansa Tali dengan iringan musik yang merupakan pencampuran
antara budaya Eropa dan tradisi Ambon akan sangat memberikan daya tarik kepada
wisatawan terutama wisatawan dari Eropa yang memiliki nilai-nilai musik yang mirip
dengan musik yang dibunyikan di Negeri Rutong. Salah festival musik dan tari yang
sangat fenomenal adalah adalah pada pelaksanaan panas gandong antara Negeri
Rutong dan Negeri Rumahkay dari Pulau Seram seperti yang ditunjukkan gambar
dibawah ini.
Selanjutnya dampak dari hubungan pela gandong antara negeri Passo dan
Negeri Batumerah, maka dapat ditemukan nyanyian yang menceritakan kisah
hubungan Batumerah-Passo berupa kora-kora versi Batumerah-Passo. Hubungan
Datang Perintah oo
Perintah ke Ternate ee
Kora Hululima bawa upete ee
Tengah-tengah laut dapat ombak besar ee
Kora Hululima dapat tenggelam ee
Sio Kora-kora Pata siwa tolong ee
Lai tanda ee
Patasiwa Hululima mendarat
Di Pantai makan ee
Satu satu lempeng la berpatah dua ee
Ikan satu ekor la berpata dua ee
Angkat perjanjian dua negeri
Patasiwa jadi pela kaka ee
Sioo Hululima jadi pela adik ee
Sio sampe sekarang erat persaudaraan
Tempat terjadinya peristiwa 500 tahun yang silam yang telah dilakukan oleh
datuk-datuk Batumerah dan Passo sampai sekarang masih ada dan tanjung tersebut
oleh masyarakat di pulau Buru dinamakan tanjung Pela begitupun dengan desa tempat
mereka beristirahat untuk makan di sebut desa pela sampai dengan sekarang
([Link]
negeri-batu-merah-dan-negeri-passo/).
Untuk tujuan wisata musik unggulan maka terdapat sebuah sanggar yang
sampai saat ini tetap melestarikan musik Islami dan kolaborasinya. Sanggar Hatukau
yang didirikan sejak tahun 2014 di Negeri Batu merah aktif membina anggota-anggota
sanggarnya untuk melestarikas tari sawat, tari hadrat dan tari sawat lenso dengan
iringan musik tradisi yang Islami. Istilah Hatukau diambil dari kata Hatu artinya “batu”
dan Kau yang artinya “merah”. Sehingga nama lain dari Batumerah adalah Hatukau.
Gambar 8.19 Partisipasi Sanggar Hatukau pada karnaval Ambon pono deng
musik
Pemilik sanggar Usman Ipaenin yang dilahirkan di Desa Sawai, Maluku Tengah
pada tanggal 12 Juni 1963 memiliki kemampuan bermusik yang autodidak. Belajar dari
lingkungan yang Islami dan budaya musik Islami yang sudah mendarah daging dalam
hidup kesehariannya menyebabkan ia sangat terpanggil untuk menurunkan
kemampuan bermusiknya kepada generasi muda dari waktu ke waktu.
Kolaborasi antar sanggar pada dari masing-masing destinasi akan sangat baik
bagi promosi keunikan masing-masing destinasi guna memberikan dampak pada
peningkatan kualitas bermusik dan toleransi seperti yang ditunjukkan oleh sanggar
booyratan (Negeri Amahusu) dan sanggar hatukau (Negeri Batu Merah) pada gambar
dibawah ini. Wisatawan akan membawa pulang sensasi baru dari kolaborasi musik
tradisi (Kristen dan Islam) dan rasa damai (music is an instrument of peace).
Pemilik studio: Jefri Banama dilahirkan di Jakarta pada tanggal 5 Maret 1971,
memiliki bakat bermusik autodidak sejak duduk di bangku SMP. Sempat menjadi PNS
selama 15 tahun yang kemudian ditinggalkannya di tahun 2012 dan memilih musik
sebagai satu-satunya jalan hidup. Beristrikan Afiah Bahasoan dan tiga orang anak
membuat Jefri terus menggeluti industri musik sampai saat ini dan telah menghasilkan
kurang lebih 200 album Pop Ambon yang melibatkan hampir 60 orang penyanyi lokal.
Beberapa penyanyi terkenal yang pernah merekam di studio ini antara lain: Jopie
Latul, Hamdan ATT, Muchsin dan Titiek Sandhora. Tahun 2019, FS Studio Record
mulai memperluas usahanya dengan memasuki dunia dijital lewat channel youtube FS
Record Ambon.
8.4 Visi
8.5 Misi
Misi merupakan upaya-upaya dan penjabaran lanjutan dalam mewujudkan visi
yang telah ditetapkan sebelumnya. Perumusan misi yang akurat akan menentukan
capaian terhadap visi. Berdasarkan visi yang telah ditetapkan di atas dan diselaraskan
8.6. Tujuan
Ditetapkan beberapa tujuan pengembangan pariwisata Kota Ambon adalah
sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas destinasi pariwisata Kota Ambon;
2. Menjadikan Kota Ambon sebagai tujuan wisata terkenal di dunia berbasis musik;
3. Mewujudkan industri kreatif yang kompetitif di kawasan destinasi;
4. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas pariwisata Kota Ambon;
5. Memberikan peluang dan kesempatan kerja baru bagi masyarakat di kawasan
destinasi;
6. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi bagi pembangunan pariwisata
berkelanjutan.
Tujuan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon dijabarkan kedalam sasaran
pembangunan, yaitu meningkatkan:
1. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara;
2. Jumlah pergerakan wisatawan nusantara;
3. Jumlah penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara;
4. Jumlah pengeluaran wisatawan nusantara;
5. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di bidang kepariwisataan.
Tabel 9.4. Rencana Strategi Sistem Jaringan Transportasi Internal dan Eksternal
Kebijakan 1:
Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang menghubungkan destinasi
pariwisata di Kota Ambon
1. Mengembangkan prasarana moda transportasi laut
2. Mengembangkan sarana moda transportasi darat
3. Mengembangkan sarana penunjang antar moda transportasi
Kebijakan 2:
Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang menghubungkan KPP dan KSP
Kota Ambon
1. Mengembangkan prasarana transportasi laut dan darat
Berbagai kebijakan di atas (Tabel 9.9; 9.10 dan 9.11) dalam penerapannya pada
selama dan pasca covid-19 maka industri pariwisata Kota Ambon diarahkan kepada
pembangunan pariwisata yang dapat beradaptasi dengan pandemik di era new
normal.
Maka strategi utama yang dikembangkan dapat dilakukan dengan memilahnya
kedalam 3 (tiga) durasi waktu pengembangan masing-masing melalui strategi jangka
pendek, strategi jangka menengah dan strategi jangka panjang yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:.
KSP adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki
potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam
satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya,
pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan
dan keamanan (UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan).
Wisata alam yang ada di KSP-01 adalah Tanjung Riki Negeri Rutong; Batu
palungku, Batu Anging, Kolam Yarden, Tanjung Ha’or, Batu Ayam di Negeri Hukurila;
Liang Piring, Goa kelelawar, terumbu karang dan Bakau di Negeri Leahari; Air Terjun
Majapahit, Batu warna, air terjun Erung Ewan di negeri Ema; Sumur Tua, Air Kendi,
Lokasi Diving, Batu Tongka di Negeri Kilang; dan Air Terjun Erang Hukung, Lokasi
Penyelaman di Negeri Naku. Wisata alam ini termasuk wisata pantai yang di Kota
Ambon sangat diminati untuk dikunjungi oleh para wisatawan, terutama yang ada pada
KSP-01. Wisata pantai yang bisa ditemukan adalah Pantai Hunilai Toisapu, Pantai
Lawena, Pantai Waiputih di Negeri Hutumuri; Pantai mangrove-Pohon Kuli Lawan-
Terumbu Karang di Megeri Rutong; Pantai Hukurila, Goa bawa laut. Pantai Wailaring,
Pantai Seu di Negeri Hukurila; Pantai Waesarissa di Negeri Leahari; Pantai Kilang,
Pantaui Namseri, Pantai Haitilia di Negeri Kilang; Pantai Namsua di Negeri Naku.
Belum semua wisata pantai pada KSP-01 berada pada proses pengembangan dan
menjadi perhatian wisatawan, hanya 7 DTW yaitu Pantai Toisapu, Pantai Waiputih,
pantai mangrove, pantai Hukurila, Pantai Wailaring, Pantai Seu, dan Pantai
Waiserissa, namun demikian masih banyak permasalahan yang dihadapi dan perlu
mendapat perhatian pemerintah yaitu terkait: promosi DTW, ketersediaan infrastruktur
yang belum memadai, sarana aksesbilitas jalan, rambu evakuasi bencana yang belum
tersedia, penataan ruang pantai yang belum memadai dan terfokus, dan masalah
kepemilikan lahan yang harus di clear sebelum pengembangan DTW lebih jauh
dilakukan.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 10
Asosiasi dari pantai adalah Taman Laut yang ditemukan dan dikembangkan di
KSP-01 sebagai DTW alam seperti Taman laut Toisapu di Negeri Hutumuri; Taman
laut Hukurila di Negeri Hukurila; Taman laut Leahari di Negeri Leahari; Taman Laut
Kilang di Negeri Kilang; dan Taman Laut Naku di Negeri Naku.
Selain pantai dan taman laut maka yang menjadi DTW alam, juga Agrowisata
yang terkait dengan wisata pertanian buah buahan seperti DTW Kebun buah, hutan
Sagu, Pohon buah (Langsat, Durian, Manggis, Nanas) di Negeri Hutumuri; Kebun
buah/rempah di Negeri Hukurila; Hutan Daman dan Burung Maleo, Hutan buah dan
rempah di Negeri Ema.
Pemerintah sementara melakukan pengembangan untuk agrowisata hutan
mangrove dan kebun buah-buahan di Negeri Rutong. Kelemahan yang masih dihadapi
dalam proses pengembangan adalah kurangnya promosi wisata dan aksesbilitas jalan
masuk yang belum memadai, sehingga tidak mampu menarik kunjungan wisatawan
untuk menikmati buah-buahan maupun sebagai pelajar dan mahasiswa untuk belajar
tentang tanaman buah-buahan endemik Maluku.
Dengan demikian untuk membangun kemajuan wisata alam di Kota Ambon,
maka perlu dukungan berbagai pihak tidak hanya Dinas Parawisata, tapi juga pimpinan
wilayah Kecamatan dan Negeri, serta pemilik lahan atau dengan kata lain peran
pentaheliks menjadi penting.
Wisata Budaya yang termasuk wisata sejarah dan religi pada KSP-01 adalah
Gereja Tua, Benteng Raja, Kuburan Mesang, Goa Goram, dan Benteng Nona di
Negeri Hutumuri; Budaya Kata-Kata Bijak di Negeri Ema; Gereja Tua juga ada di
Negeri Kilang, disampung memiliki Negeri Lama; Barang-barang tua, Kuburan
Sembilan Depa, Batu saniri, Teung dan Parigi, Rumah Tua Kapitan Lebelesoinerssy,
Bekas Negeri Ema, Bekan Negeri Amanlaring yang berada di Negeri Ema. Dari sekian
banyak wisata budaya yang ada di KSP-01, yang sementara ini berada dalam proses
pengembangan adalah wisata budaya Benteng Nona di Negeri Hutumuri.
Permasalahan yang dihadapi oleh DTW ini adalah kurangnya promosi, dan perawatan
dan pengamanan yang tidak memadai. Benteng ini berada di wilayah yang paling
tinggi di Negeri Hutumuri dan disekitar itu dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat
evakuasi jika terjadi bencana gempabumi. DTW ini juga dapat dijadikan sebagai wisata
pendidikan bagi para pelajar ataupun mahasiswa dalam mempelajari fenomena alam
terbentuknya gundukan-gundukan yang dikenal sebagai Benteng Nona.
Wisata alam yang ada pada KSP-02 adalah Pantai Amahusu Pantai Batu
Capeu di Negeri Amahusu; Pantai Pintu Kota, Pantai Felawatu di Negeri Nusaniwe;
Pantai Leilisa, Santai, Collin Beach dan Pantai Rona Wiska di Negeri Latuhalat; Pantai
Seri di Negeri Urimessing. Dari pantai pantai yang ada pada KSP-02, ada beberapa
pantai yang sudah dikembangkan sebagai destinasi wisata sejak dulu seperti Pantai
Amahusu, Pintu Kota yang telah dijadikan pemerintah sebagai paket Kunjungan
Wisata, bahkan kunjungan wisata dari wisatawan mancanegara. Pantai Amahusu
sering digunakan sebagai tempat berlabuhnya perahu layar Darwin-Ambon dan sering
juga dimanfaatkan untuk diving, namun demikian disaat Pendemi Covid-19 lokasi ini
menjadi menurun kunjungan wisatawannya. Untuk Pantai Pintu Kota sangat menarik
DTWnya, namun kondisi sarana penunjang bagi wisatawan sudah banyak mengalami
kerusakan dan tidak seimbang dengan harga masuk yang dipatok sangat tinggi oleh
pengelolanya. Untuk benar-benar menjadi paket wisata Kota Ambon tentunya perlu
mengevaluasi keberaan DTW ini untuk pengembangan yang lebih baik. Untuk DTW
Batu Capeu yang sejak dulu terkenal, harus kembali disentuh keberadaannya untuk
dikelola dengan baik oleh pemerintah kota untuk menjadikannya sebagai salah satu
Paket kunjungan wisata alam di KSP-02 untuk memberi ciri beraneka batu yang
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 14
memiliki nilai estetika dan ketertarikan tersendiri, dan banyak ditemukan di
Kota Ambon.
Asosiasi dengan pantai maka wisata alam yang ada juga di KSP-02 ini adalah
Taman laut yaitu: Taman Laut Amahusu, Taman Laut Batu Capeu di Negeri Amahusu;
Taman laut Eri, Air Louw di Negeri Air Louw; Taman Laut namalatu di Negeri
Latuhalat; dan Taman Laut Seilale di Negeri Seilale. Taman lait yang dijadikan paket
kunjungan wisata adalah taman laut Amahusu, dan yang me iliki potensi untuk
dikembangkan adalah di Eri, Airlouw dan Negeri Seilale. Namun demikian untuk taman
laut di Negeri Amahusu dan Negeri Seilale jika musim penghujan arus laut dan
gelombang kadang cukup besar sehingga menghambat aktivitas menyelam di sini, dan
tentunya berdampak pada menurunya pengunjung DTW tersebut. Sarana prasarana
yang ada juga belum memadai. Sehingga sentuhan pemerintah harus terjadi pada
DTW yang menjanjikan kedepan.
Wisata Alam lain yang di KSP-02 adalah Tebing Oxana di Negeri Nusaniwe, dan
Goa Liang Ekang Negeri Urimessing. Tebing Oxana dalam proses pengembangannya.
Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui mengenai
Tebing Oxana padahal tempat ini sangat dekat dengan Pintu Kota sehingga sangat
berpotensi untuk dikunjungi oleh wisatawan. Akses jalan masuk yang belum di aspal
dengan baik sehingga kendaraan belum bisa masuk sampai kedalam objek wisata.
Untuk destinasi Tebing, objek ini belum aman untuk pengunjung karena belum
memiliki pembatas-pembatas di sepanjang tebing. Sementara Liang Ekang yang
harusnya menjadi geopark atau wisata geologi sekaligus pendidikan ditinggalkan dan
bahkan tidak diperhitungkan untuk perkembangannya selama beberapa waktu ini,
sehingga perlu dibangun lagi dan berproses untuk menjadi wisata geopark yang
unggul dan menarik untuk dikunjungi di Kota Ambon.
Wisata Budaya yang terkenal di KSP-02 Nusaniwe adalah Museum Siwalima di
kelurahan Nusaniwe dan Tugu Dolan di Kelurahan Kudamati. Kedua DTW ini perlu
dikembangkan terutama gedung Siwalima yang merupakan tempat dokumentasi
segala hal yang terkait berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Maluku, dan sebagai
museum yang selalu dikunjungi para siswa untuk menikmati peninggalan sejarah yang
menjadi warisan kekayaan Maluku. Termasuk dalam wisata budaya adala religi, yaitu
DTW yang ada di Kota Ambon dan bernuansa keagamaan yaitu Goa Santa Maria di
Negeri Nusaniwe, dan memiliki potensi untuk menjadi paket kunjungan wisatawan baik
domestik maupun luar negeri.
Wisata Buatan, yang ada yaitu Musik melalui Musisi legendary Zeth
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 15
Lekatompessy, Sanggar Boyratan, sanggar Amboina Ukulele Kids Community (AUKC)
di Negeri Amahusu. Selain musik, maka Kolam Belanda di Negeri Latuhalat juga
merupakan Daya Tarik Wisata jenis buatan yang menarik untuk dikunjungi. Keempat
Daya Tarik Wisata ini memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa
mendatangkan wisatawan domestik ataupun mancanegara untuk mempelajari alat
musik atau musik yang ada di Ambon lewat Ambon City of Music. Wisata buatan yang
lain adalah bukit paralayang, Daya Tarik Wisata ini merupakan Daya Tarik Wisata
yang baru terkenal dan menarik minat wisatawan berkunjung ke situ, lokasi ini sangat
menantang dan memicu adrenalin para pengunjung wisata.
Perlu adanya pengembangan lebih lanjut pada Bukit Paralayang yaitu
pembangunan fasilitas yang diperlukan seperti toilet, listrik, wifii, tambahan beberapa
gasebo dan tersedianya tempat makan. Perlu adanya investor untuk mengembangkan
Bukit Paralayang menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik, contohnya dapat
dijadikan camping ground untuk wisatawan. Secara spasial disajikan pada
Gambar 10.7.
KSP-03 merupakan KSP dengan DTW jenis wisata budaya yang cukup banyak,
hal ini disebabkan KSP ini berada di pusat Kota Ambon yang memang memiliki latar
belakang budaya sejak jaman kolonial, dan sampai saat ini tetap dilestarikan. DTW
budaya yang ada adalah: Tampayan Soya, Gereja Tua yang berada di Negeri Soya;
Masjid Jamme yang berada di Kelurahan Honipopu; Tugu Christinan Martha Tiahahu
yang berada di Kelurahan Amantelu, Makam Joseph Kam yang berada di Kelurahan
Karpan; Benteng Victoria, Tugu Pattimura dan Pattimura Park yang berada di satu
lokasi Lapangan Merdeka, Tugu Slamet Riyadi, Gong Perdamaian Dunia yang berada
di Kelurahan Uritetu; Makam Australia, makam perang di Kelurahan Pandan Kasturi.
Masjid Jamee merupakan salah satu masjid tertua di Kota Ambon, sehingga
terkadang yang menjadi kebutuhan mendasar untuk pengembangannya adalah
pendanaan untuk merenovasi masjid tersebut. Untuk Tempayan Soya perlu
diperhatikan akses jalannya sehingga tidak mengganggu kunjungan wisatawan saat
musim hujan. Terkait pengembangan Benteng Victoria atau yang dikenal sebagai
Benteng New Victoria sejak tahun 2017 telah ditetapkan oleh kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan sebagai Situs Budaya Nasional. Oleh karena itu Relokasi Kodam XVI
Pattimura yang saat ini menempati Benteng tersebut sudah menjadi kesepakatan
Pemerintah Kota dan Kodam XVI Pattimura untuk ditindaklanjuti, sehingga Benteng
New Victoria akan benar-benar menjadi DTW yang dapat dikembangkan secara baik
1. Zona Intensif
Zona ini dirancang untuk menerima wisatawan lebih banyak dengan
menyediakan ruang untuk kegiatan dan dilengkapi fasilitas wisata yang memadai,
seperti hotel, resort. Wisatawan dapat melakukan kegiatan rekreasi seperti berenang,
menyelam, berperahu, dan aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari atraksi-
atraksi bahari dalam konteks skala yang lebih besar, termasuk pembangunan daya
tarik buatan.
Sebagai implikasi, beberapa daerah di zona intensif pada masing-masing KSP
akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata, yang akan menarik
kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri yang cukup banyak. Untuk menunjang itu
perlu dilengkapi berbagai fasiltas pada DTW tersebut seperti rumah makan, fasilitas
wisata seperti toko serba ada, fasilitas komunikasi, listrik, air bersih, fasilitas kesehatan
(UGD), fasilitas olahraga, area atraksi budaya, kios cindera mata, fasilitas penyewaan
alat menyelam, jalur evakuasi bencana dan lainnya.
Zona Intensif itu kawasan ya menganut Tourism massal yang terkontrol yaitu :
a). KSP 01 : Wisata Pantai di Pesisir Selatan (Pantai-pantai di Hutumuri, Hukurila,
Kilang, Naku; b). KSP 02 ; Wisata Pantai Nusaniwe dari Pantai Seri, Pintu Kota, Santai
Beach, Ronawiska, Namalatu, Nama dan Amahusu. Wisata budaya Pela Gandong
Rutong-Rumakay; c). KSP 03, Wisata Buatan dan Budaya, seperti Pattimura Park,
Gong Perdamaian dan Adat cuci Negeri Soya; d). KPP 04, Pantai Larier, dan Passo.
Budaya Gandong Batu Merah Passo; dan e). KPP 05, Pantai Air Manis Laha.
3. Zona Ekstensif
Zona yang dirancang untuk menerima kunjungan wisatawan dalam skala
terbatas dan terkontrol dengan pertimbangan tingkat kerentanan lingkungan sudah
semakin meninggi sehingga perlu manajemen pengelolaan yang sangat
bertanggungjawab. Pada kawasan ini pendirian dan pengaturan bangunan dan fasilitas
wisata memerlukan aturan yang ketat dan sangat terbatas. Segala aktivitas wisata
perlu diikuti dengan petunjuk yang jelas dan lengkap. Zona Ekstensif : Zona yg bersifat
special Tourism sebagai berikut: a). KSP 01, Keseluruhan Wisata Selam dan Air
Terjun di Leitisel ( Hutumuri, Rutong Lehari, Hukurila, Kilang, Naku) ; Wisata Budaya
di Ema, Kilang dan Naku; b). KSP 02 : Keseluruhan Wisata Selam, Snorkeling di
Nusaniwe. (Seri, Pintu Kota, Santai Beach, Namalatu, Tanjung Latuhlat, Amahusu,
Tapal Kùda dan lain-lain; c). KSP 03. Wisata Alam, Budaya dan Buatan yg memiliki
Luas kawasan yg sempit/terbatas, seperti Tempayan Sirimau, Museum. Perpustakaan,
Gereja Tua, dan lain-lain; d). KPP 04 : Kawasan Mangrove dari Lateri, Passo, Negeri
Lama, Waiheru.; e). KPP 05 ; Keseluruhan Wisata Selam, Snorkling, Air Terjun, dari
Wayame, Hative Besar, Tawiri dan Laha ; Wisata Mangrove.
KSP-01 meliputi: Benteng Nona, rentan terhadap kerusakan akibat ulah manusia
atau degradasi lahan karena masih di biarkjan secara alamiah keberadaannya. KSP-
02 meliputi: Pintu Kota, terkait ketersediaan rambu evakuasi yang belum ada dan
larakteristik wilayah yang terjal dan bebatuan; Bukit Paralayang, harus ditata
sedemikian sehingga tidak berdampak terjadinya longsor lahan.
Keberadaan flora dan fauna endemic perlu dijaga demi kelangsungan kehidupan
seperti terumbu karang, penyu (tabob, sisik dll), paus maupun lumba-lumba.
Wisatawan yang terbatas dalam jumlah tetapi juga memiliki perilaku yang baik dalam
berwisata sehingga pengembangannya berkaitan dengan Ekowisata Bahari. Pada
kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil ini perlu juga memperhatikan kedatangan dari
Liver Board (LoB) terutama ketika mereka memiliki trip pelayaran yang tidak terdapat
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 22
pengawasan oleh pemerintah maupun masyarakat. Kajian Daya Dukung Pariwisata
baik pada bentang alam daratan (landscape) maupun bentang alam lautan (seascape)
untuk mengkaji jumlah wisatawan yang diperbolehkan mengunjungi destinasi perlu
dilakukan sehingga Lingkungan alam tetap terjaga dan lestari demi anak cucu generasi
masyarakat Kota Ambon. Idealnya, kedua zona ini diimplementasikan pada setiap
kawasan strategis pariwisata, artinya di setiap KSP akan terdapat dua zona tersebut.
Pada zona ini harus diperhitungkan lokasi rentan atau berisiko bencana yang
ada di Kota Ambon baik berdasarkan kondisi wilayah maupun karena bencana yang
pernah terjadi. Di Kota Ambon sendiri dari pada KPP 01 Leitimur Selatan yang berada
dan berhadapan lautan lepas Laut Banda, memiliki risiko tinggi terhadap gempabumi
dan tsunami; pada KPP 02 selain risiko tinggi untuk tsunami di beberapa DTW alam
yaitu wisata pantai, juga berisiko tinggi untuk kejadian longsor yang sewaktu-waktu
mengganggu uransportasi menuju DTW wisata pantai di KPP 02; KPP 03 memiliki
potensi atau risiko tinggi untuk banjir dan longsor, karena memang di kawasan ini
dilalui 5 DAS besar di Kota Ambon; KPP 04 merupakan kawasan dengan risiko
bencana banjir dan gempabumi; dan risiko bencana tinggi di KPP 5 adalah gempa
dan tsunami, longsor dan bajir. Oleh larena itu bagi semua DTW yang ada di masing-
masing KPP sudah saatnya untuk melakukan sosialisasi dan menyiapkan jalur
evakuasi bencana dan akses disabilitas jika perlu.
3. Touring Base
Lokasi yang dikembangkan untuk menyandang fungsi sebagai titik-titik
perhentian wisatawan dalam melakukan kunjungan wisata dimana pada lokasi tersebut
dikembangkan fasilitas akomodasi untuk menginap (stay over night) dan fasilitas
wisata lain untuk mendukung kebutuhan perjalanan wisata. Lokasi-lokasi itu berada
pada DTW yang memiliki Resort.
5. Titik Transit
Area ini menyandang fungsi sebagai titik simpul pergerakan untuk kegiatan
transfer antar moda seperti terminal di Mardika dan Transit Passo, pelabuhan bandara
Pattimura dan pelabuhan Yos udarso. Titik ini sangat penting agar wisatawan sebagai
quest dan masyarakat yang mengerjakakn jasa wisata memiliki pergerakan yang cepat
ke destinasi wisata dan lokasi berusahanya.
Kebijakan 1 :
Pemantapan dan pengembangan pusat pelayanan pariwisata yang terdiri dari pusat pelayanan primer,sekunder dan tersier.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan fungsi Kota • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Akademisi
Ambon sebagai pusat induk Kebudayaan, Badan
pelayanan pembangunan Perencanaan Pembangunan
primer,sekunder dan pusat pelayanan dan Penelitian Pengembangan,
tersier pariwisata primer, sekunder Dinas Pekerjaan Umum dan
dan tersier Penataan Ruang
pariwisata.
XI - 3
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 2 :
Kebijakan 2 :
Pelayanan Terpadu
Satu Pintu, Ambon
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 2 :
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Kawasan Strategis • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum
Pariwisata Letisel. induk Kebudayaan, Badan dan Penataan Ruang,
pengembangan Perencanaan Pembangunan dan Dinas Perhubungan,
pariwisata beserta Penelitian Pengembangan Dinas Koperasi dan
zonasinya. Usaha Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu
Satu Pintu, Ambon
Music Office, Ambon
Tourism Board dan
Akademisi
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
destinasi pariwisata Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Kota Ambon kepada Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
pemerintah Koperasi dan Usaha
kecamatan dan Mikro Kecil
masyarakat. Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Menyusun RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
pada kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
strategis Leitisel Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
XI - 8
Penanaman Modal
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
2 Kawasan Strategis • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
Pariwisata Nusaniwe. induk Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
pengembangan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
pariwisata beserta Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
zonasinya. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Inventarisasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa,
identifikasi kawasan Kebudayaan, Badan Pemerintah
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan dan Kecamatan
prioritas di masing- Penelitian Pengembangan
masing kluster
XI - 9
kawasan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
pengembangan
pariwisata.
• Penyusunan RIPPO Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
/ DED obyek wisata Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
pada masing-masing Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
kawasan. Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
XI - 10
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Penyusunan RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
pada obyek wisata Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
prioritas yang akan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
dikembangkan. Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Sosialisasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
srategis pariwisata Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Kota Ambon kepada Penelitian Pengembangan, Perhubungan, Dinas
pemerintah Dinas Pekerjaan Umum dan Koperasi dan Usaha
kecamatan dan Penataan Ruang Mikro Kecil Menengah,
masyarakat Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
XI - 11
Persampahan, Dinas
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
3 Kawasan Strategis • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
Pariwisata Sirimau induk Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
pengembangan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
pariwisata beserta Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
zonasinya. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Inventarisasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa,
identifikasi kawasan Kebudayaan, Badan Pemerintah
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan dan Kecamatan
prioritas di masing- Penelitian Pengembangan
XI - 12
masing kluster
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
kawasan
pengembangan
pariwisata.
• Penyusunan RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
pada obyek wisata Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
prioritas yang akan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
dikembangkan. Penelitian Pengembangan, Perhubungan, Dinas
Dinas Pekerjaan Umum dan Koperasi dan Usaha
Penataan Ruang Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
XI - 13
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3:
Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Sosialisasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
srategis pariwisata Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Kota Ambon kepada Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
pemerintah Koperasi dan Usaha
kecamatan dan Mikro Kecil Menengah,
masyarakat Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
XI - 14
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 4 :
Pengembangan pembangunan keterkaitan antar KPP dan KSP (Albubu).
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merencanakan paket • Penyusunan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
wisata alam aktivitas wisata, Kebudayaan Pembangunan dan
antara lain : bird Penelitian
watching, berburu, Pengembangan,
penelusuran Dinas Pertanian dan
lembah,tracking, Ketahanan Pangan,
camping ground, Dinas Perikanan,
penelitian flora dan Akademisi,
fauna, diving, Pemerintah Desa
psikografis berbasis dan Pemerintah
ekowisata. Kecamatan
Kebijakan 4 :
Pengembangan pembangunan keterkaitan antar KPP dan KSP (Albubu).
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Merencanakan paket • Penyusunan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
wisata buatan. aktivitas wisata Kebudayaan Pembangunan dan
alam,antara lain: Penelitian
pemandangan Pengembangan,
pantai,mandi dan Dinas Pertanian dan
berenang, olahraga Ketahanan Pangan,
pantai,snorkling, Dinas Perikanan,
kuliner tradisional, Dinas Perindustrian
psikografis,outbond, dan Perdagangan,
musik, Ambon Music Office,
instagrammable, Pemerintah Desa
MICE. dan Pemerintah
Kecamatan
Kebijakan 5 :
Kebijakan 5 :
Kebijakan 6 :
Kebijakan 1 :
Pemantapan dan Pengembangan kawasan daya tarik wisata Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan DP • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa
Letisel sebagai Kawasan kawasan wisata Kebudayaan, Dinas Pekerjaan dan Pemerintah
wisata alam. alam Umum dan Perumahan Kecamatan
Rakyat, Badan Perencanaan
Pembangunan dan Penelitian
Pengembangan, Dinas
Perhubungan, Dinas Koperasi
dan Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perdagangan dan
Perindustrian, Dinas
Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu
Pintu, Dinas Lingkungan
Hidup dan Persampahan,
Ambon Music Office, Ambon
Tourism Board dan Akademisi
2 Mengembangkan DP • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa
Nusaniwe sebagai kawasan kawasan wisata Kebudayaan, PUPR, Badan dan Pemerintah
wisata budaya budaya Perencanaan Pembangunan Kecamatan
dan Penelitian
Pengembangan, Dishub,
Koperasi dan UMKM, Indag,
PTSP, Ambon Music Office,
ATB, Akademisi dan Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan
XI - 19
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Pemantapan dan Pengembangan kawasan daya tarik wisata Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Mengembangkan DP • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa
Sirimau sebagai kawasan kawasan wisata Kebudayaan, PUPR, Badan dan Pemerintah
wisata buatan. buatan Perencanaan Pembangunan Kecamatan
dan Penelitian
Pengembangan, Dishub,
Koperasi dan UMKM, Indag,
PTSP, Ambon Music Office,
ATB, Akademisi dan Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan
XI - 20
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Perintisan konsep pengembangan daya tarik wisata Kota Ambon dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan pariwisata yang akan ditetapkan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan daya tarik • Penguatan inovasi Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,
wisata prioritas di setiap produk wisata dalam Kebudayaan, Badan Dinas Pendidikan,
kawasan strategis upaya meningkatkan Perencanaan Pembangunan Dinas Koperasi dan
pariwisata. kualitas daya tarik, dan Penelitian Usaha Mikro Kecil
keunggulan Pengembangan Menengah, Dinas
kompetitif dan Perindustrian dan
komparatif serta Perdagangan
daya saing daya
tarik wisata prioritas.
• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,
kualitas dan Kebudayaan, Badan Dinas Pekerjaan
kapasitas sarana Perencanaan Pembangunan Umum dan
prasarana dasar dan Penelitian Perumahan Rakyat,
untuk Pengembangan Dinas Koperasi dan
meningakatkan Usaha Mikro Kecil
kualitas kegiatan Menengah, Dinas
kepariwisataan di Perindustrian dan
lokasi daya tarik Perdagangan
wisata prioritas.
XI - 21
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Perintisan konsep pengembangan daya tarik wisata Kota Ambon dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan pariwisata yang akan ditetapkan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
2 Memperkuat upaya • Konservasi Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,
pengelolaan daya tarik sumberdaya Kebudayaan, Badan Dinas Pekerjaan
wisata dengan kepariwisataan dan Perencanaan Pembangunan Umum dan
memperhatikan faktor lingkungan spesifik. dan Penelitian Perumahan Rakyat,
lingkungan. Pengembangan Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup
dan Persampahan
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.
Kebijakan 4 :
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Maluku
yang sama atau saling mendukung.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merencanakan paket wisata • Penguatan inovasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan
alam. paket wisata alam Kebudayaan, Badan Kebudayaan, Badan
dalam upaya Perencanaan Pembangunan Perencanaan
meningkatkan dan Penelitian Pembangunan dan
kualitas daya tarik, Pengembangan Penelitian
keunggulan Pengembangan,
kompetitif dan Dinas Koperasi dan
komperatif serta Usaha Mikro Kecil
daya saing daya tarik Menengah, Dinas
wisata Kota Ambon Perindustrian dan
dan kabupaten/kota Perdagangan, Dinas
yang diunggulkan. Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
Kebijakan 4 :
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Maluku
yang sama atau saling mendukung.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
2 Merencanakan paket wisata • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
budaya. paket wisata budaya Kebudayaan, Badan Provinsi, Dinas
Kota Ambon Perencanaan Pembangunan Koperasi dan Usaha
berbasis musik dan Penelitian Mikro Kecil
sebagai kekuatan Pengembangan Menengah, Dinas
budaya. Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Pekerjaan Umum
dan Perumahan
Rakyat
Kebijakan 4 :
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Maluku
yang sama atau saling mendukung.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Merencanakan paket wisata • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Koperasi dan
buatan paket kolaborasi Kebudayaan, Badan Usaha Mikro Kecil
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan Menengah, Dinas
buatan yang menarik dan Penelitian Perindustrian dan
wisatawan sesuai Pengembangan Perdagangan, Dinas
karakter objek Pekerjaan Umum
masing-masing dan Perumahan
wisata Rakyat
kabupaten/kota.
Kebijakan 1 :
dan Penelitian
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Perumahan Rakyat
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 2 :
Pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merintis pengembangan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
pusat informasi pariwisata sarana dan Kebudayaan Pembangunan dan
(PIP) prasarana analog Penelitian
maupun dijital PIP Pengembangan,
Kota Ambon. Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah
di Kabupaten/Kota Penelitian
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Pengembangan fasilitasi transfortasi wisata yang menghubungkan destinasi pariwisata Kota Ambon.
Kebijakan 2 :
Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang menghubungkan KPP dan KSP Kota Ambon.
Kebijakan 1 :
Optimalisasi koordinasi antar OPD terkait.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merencanakan partisipasi • Koordinasi Dinas Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
dan koordinasi lintas OPD Pariwisata dengan Kebudayaan Umum dan
[Link] Stakeholders OPD terkait secara Perumahan Rakyat,
berkala Dinas Perhubungan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
XI - 40
Dinas Lingkungan
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Hidup dan
Persampahan,
Pemerintah Desa,
Pemerintah
Kecamatan, Ambon
Music Office, Ambon
Tourism Board dan
Akademisi
Kebijakan 2 :
Pemantauan lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan kawasan pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melakukan monitoring dan • Pelaksanaan monev Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
evaluasi lingkungan hidup Lingkungan hidup Kebudayaan Hidup dan
kawasan pariwisata. terkait CHSE dan Persampahan,
Daya Dukung dan Pemerintah
Daya Tampung Kecamatan dan
Lingkungan Hidup Pemerintah Desa
2 Mengembangkan aturan • Pembuatan dan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
ramah lingkungan bagi Penetapan SOP Kebudayaan Hidup dan
wisatawan. tentang Ramah Persampahan,
Lingkungan bagi Pemerintah
wisatawan Kecamatan,
Pemerintah Desa dan
Akademisi
XI - 43
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3 :
Pengendalian pembangunan fasilitas kepariwisataan untuk kawasan pariwisata yang sudah melampaui batas daya dukung
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan regulasi • Penetapan regulasi Dinas Pariwisata dan Dewan Perwakilan
pembatasan perijinan untuk dalam pembatasan Kebudayaan, Dinas Rakyat Daerah,
menjaga daya dukung perijinan yang Penanaman Modal dan Bagian Hukum dan
lingkungan. berbasis daya Pelayanan Terpadu Satu Akademisi
dukung lingkungan Pintu, Dinas Lingkungan
Hidup dan Persampahan
2 Menerapkan insentif dan • Penerapan insentif Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
disinsentif untuk dan disinsentif untuk Kebudayaan Hidup dan
pembangunan fasilitas pembangunan Persampahan
pariwista. fasilitas pariwisata
XI - 44
Kebijakan 4 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environtment (CHSE) pada kawasan pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menerapkan CHSE pada • Penerapan CHSE Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
kawasan pariwisata. pada Kawasan Kebudayaan Hidup dan
Pariwisata Persampahan, Dinas
Kesehatan,
Pemerintah
Kecamatan dan
Pemerintah Desa
2 Sertifikasi CHSE pada • Pelaksanaan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
setiap jasa usaha sertifikasi CHSE Kebudayaan Hidup dan
pariwisata. pada setiap jasa Persampahan, Dinas
usaha pariwisata Kesehatan,
Pemerintah
Kecamatan dan
Pemerintah Desa
XI - 45
11.1.7. Rencana Strategis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata .
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat dalam pembangunan bidang kepariwisataan
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melibatkan masyarakat • Pemetaan potensi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
dalam pengembangan dan kebutuhan Kebudayaan Pembangunan dan
kepariwisataan. penguatan Penelitian
masyarakat lokal Pengembangan, Dinas
dalam Sosial, Dinas Tenaga
pembangunan Kerja dan Transmigrasi,
kepariwisataan Pemerintah Desa,
Pemerintah Kecamatan
dan Akademisi
Kebijakan 3 :
Penguatan kesadaran wisata masyarakat
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan partisipasi • Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Pemerintah
masyarakat dalam masyarakat dalam Kebudayaan Kecamatan dan
mewujudkan Sadar Wisata mewujudkan Sadar Pemerintah Desa
dan Sapta Pesona. Wisata dan Sapta
Pesona
2 Meningkatkan persepsi • Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Pemerintah
masyarakat dalam tentang persepsi Kebudayaan Kecamatan dan
mengenal dan mencintai masyarakat dalam Pemerintah Desa
alam dan budaya daerah. mengenal dan
mencintai alam dan
budaya daerah
XI - 48
11.1.8. Rencana Strategis Pengembangan Investasi Pariwisata .
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
asing.
Perindustrian dan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Kebijakan 1 :
Pengembangan struktur industri pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memfasilitasi organisasi • Pemberian fasilitas Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
industri pariwisata. kepada industri Kebudayaan Pembangunan dan
pariwisata Kota Penelitian
Ambon sebagai Pengembangan, Dinas
wadah koordinasi Perindustrian dan
kerjasama antar Perdagangan, Dinas
usaha pariwisata. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
2 Memperkuat mata rantai • Optimalisasi peran Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
penciptaan nilai produk. badan promosi Kebudayaan Pembangunan dan
sebagai wahana Penelitian
promosi pariwisata Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
XI - 52
11.2.2. Rencana Strategis Pengembangan Kemitraan Usaha Kepariwisataan.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Penguatan kemitraan usaha pariwisata dan UMKM.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan pola • Fasilitasi komunikasi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
kemitraan industri lintas antara Kebudayaan Pembangunan dan
sektor. pemerintah,usaha Penelitian
Pariwisata, dan Pengembangan, Dinas
masyarakat dengan Perindustrian dan
menyelenggarakan Perdagangan, Dinas
forum koordinasi dan Koperasi dan Usaha
komunikasi secara Mikro Kecil Menengah,
reguler. Ambon Tourism Board
dan Ambon Music
Office
Kebijakan 1 :
Peningkatan fasilitas dan regulasi Usaha Pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan sistem dan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
skema fasilitas untuk usaha insentif perijinan Kebudayaan, Dinas Pembangunan dan
pariwisata. untuk melindungi Penanaman Modal dan Penelitian
industri pariwisata. Pelayanan Terpadu Satu Pengembangan, Dinas
Pintu Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
• Memfasilitasi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
komunikasi antara Kebudayaan Pembangunan dan
pemerintah, pelaku Penelitian
usaha pariwisata,dan Pengembangan, Dinas
masyarakat dengan Perindustrian dan
menyelenggarakan Perdagangan, Dinas
forum koordinasi dan Koperasi dan Usaha
komunikasi secara Mikro Kecil Menengah
reguler.
XI - 56
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Peningkatan fasilitas dan regulasi Usaha Pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Pemberian Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
penghargaan Kebudayaan Pembangunan dan
kepada pelaku Penelitian
usaha pariwisata Pengembangan, Dinas
yang menggunakan Perindustrian dan
produk UMKM Lokal. Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
2 Meningkatkan sistem dan • Peninjauan ulang Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
skema regulasi untuk produser dan Kebudayaan Pembangunan dan
usaha pariwisata. persyaratan Penelitian
pemberian ijin pada Pengembangan, Dinas
perusahaan asing Perindustrian dan
agar tidak Perdagangan, Dinas
merugikan usaha Koperasi dan Usaha
pariwisata lokal. Mikro Kecil Menengah
XI - 57
11.3. Program dan Indikasi Pembangunan Pemasaran Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melakukan analisis peluang • Pemetaan potensi Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
pasar nusantara dan pasar, pemetaan pola Kebudayaan, Badan
mancanegara. perjalanan dan Perencanaan Pembangunan
preferensi dan Penelitian
produk,perencanaan Pengembangan
pengembangan
produk yang
kompetitif untuk target
pasar khususnya di
kawasan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Below The Line (BTL) Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
yaitu pemasaran dan Kebudayaan, Badan
promosi dalam bentuk Perencanaan Pembangunan
penyelenggaraan dan Penelitian
event yang ditunjukan Pengembangan
langsung terhadap
segmen pasar yang
disasar.
• Above The Line Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism
(ATL) yaitu Kebudayaan, Badan Board, Dinas
pemasaran dan Perencanaan Pembangunan Komunikasi
promosi yang dan Penelitian Informatika dan
dilakukan dengan Pengembangan Persandian
menggunakan
media,baik cetak
maupun elektronik
seperti pemasangan
iklan,pemuatan
artikel di majalah
atau surat
kabar,iklan di
televisi,dsb.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
industri dan antar kawasan. kerjasama terpadu Perencanaan Pembangunan Perindustrian dan
pemasaran antar dan Penelitian Perdagangan, Dinas
kawasan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha
stekholders Mikro Kecil Menengah,
Pariwisata terkait Dinas Perhubungan
(co-marketing)
seperti Badan
Promosi, asosiasi
industri Pariwisata,
PT Taman Wisata,
maskapai
penerbangan.
4 Memberikan target pasar • Penentuan target Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
lokal atau domestik sebagai pasar lokal atau Kebudayaan, Badan Board, Dinas
modal pemulihan kembali domestik untuk Perencanaan Pembangunan Perindustrian dan
(recovery) pemulihan ekonomi dan Penelitian Perdagangan, Dinas
lokal pasca pandemik Pengembangan Koperasi dan Usaha
covid-19 Mikro Kecil Menengah
Kebijakan 2 :
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar.
Kebijakan 2 :
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar.
Kebijakan 2 :
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar.
Kebijakan 1 :
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Kebijakan 1 :
Peningkatan peran media komunikasi pemasaran.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan media • Pengembangan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
penjualan online. pemasaran dan Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
promosi online Pengembangan,Dinas Persandian, Dinas
diarahkan kepada Pariwisata dan Kebudayaan, Perindustrian dan
point of purchase Perdagangan, Dinas
seperti produk- Koperasi dan Usaha
produk lokal, Mikro Kecil Menengah,
merchandise dan Ambon Tourism Board
lain-lain
• Mengoptimalkan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
penggunaan social Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
media marketing Pengembangan,Dinas Persandian
(Facebook,Twitter, Pariwisata dan Kebudayaan,
Youtube) sebagai
media pemasaran.
• Pemanfaatan dan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
optimalisasi Indonesia Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
Tourism Cyber Pengembangan,Dinas Persandian
Campaign, melalui : Pariwisata dan Kebudayaan,
E-Magazine,E-
Brochure E-Tourism
Guide, interactive
tools, Social
networking machines.
XI - 66
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 2 :
Mengembangkan kemitraan pemasaran.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengsinergitaskan promosi • Promosi pemasaran Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
antar pemangku antar kemitraan Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
kepantingan Pengembangan,Dinas Persandian, Ambon
Pariwisata dan Kebudayaan, Tourism Board, Ambon
Music Office, Himpunan
Penerjemah Indonesia
(HPI), Association of the
Indonesian Tour and
Travel Agencies
(ASITA), Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
XI - 68
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3 :
Mendukung Kebijakan Promosi.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memberdayakan influencer ● Bekerjasama Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
sebagai duta pariwisata. dengan influencer Kebudayaan Informatika dan
untuk Persandian, Ambon
mempromosikan Tourism Board,
pariwisata Ambon Music Office,
Himpunan Penerjemah
Indonesia (HPI),
Association of the
Indonesian Tour and
Travel Agencies
(ASITA) Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
2 Meningkatkan publikasi ● Pelibatan media Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
promosi pariwisata. dijital dan aggregator Kebudayaan Informatika dan
untuk publikasi Persandian, Ambon
promosi pariwisata Tourism Board,
Ambon Music Office,
Himpunan
Penerjemah Indonesia
(HPI), Association of
the Indonesian Tour
and Travel Agencies
(ASITA) Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
XI - 69
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 3 :
Mendukung Kebijakan Promosi.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Mengoptimalkan fungsi ● Pelibatan Ambon Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
Badan Promosi Pariwisata Tourism Board Kebudayaan Informatika dan
Daerah sebagai lembaga dalam kegiatan Persandian, Ambon
promosi dan pemasaran. promosi dan Tourism Board,
pemasaran Ambon Music Office,
Himpunan Penerjemah
Indonesia (HPI),
Association of the
Indonesian Tour and
Travel Agencies
(ASITA) Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
XI - 70
11.4. Program dan Indikasi Kelembagaan Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 1 :
Koordinasi antar OPD dan stakeholders.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan koordinasi • Revitalisasi unit Badan Perencanaan Seluruh OPD dan
dan kolaborasi lintas OPD kerja yang berfungsi Pembangunan dan Penelitian Stakeholders terkait
dan stakeholders. mengkoordinasikan Pengembangan,
dengan
menggerakan sinergi
lintas OPD dan
stakeholders.
• Intensifikasi Badan Perencanaan Seluruh OPD dan
komunikasi antar Pembangunan dan Penelitian Stakeholders terkait
OPD dan Pengembangan,
stakeholders.
• Monitoring dan Badan Perencanaan Seluruh OPD dan
evaluasi Pembangunan dan Penelitian Stakeholders terkait
performance unit Pengembangan,
kerja koordinasi
lintas OPD dan
stakeholders.
XI - 71
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 2 :
Optimalisasi organisasi kepariwisataan swasta dan masyarakat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memperkuat peran serta • Pembentukan dan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
swasta sebagai pendukung operasionalisasi Kebudayaan , Badan Provinsi
pemerintah dalam Gabungan Industri Perencanaan Pembangunan
meningkatkan akselerasi Pariwisata Indonesia dan Penelitian
pembangunan di tingkat Kota Pengembangan
kepariwisataan. Ambon.
2 Mengembangkan dan • Fasilitasi peningkatan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
revitalisasi organisasi peran organisasi Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
masyarakat di bidang masyarakat Perencanaan Pembangunan
pariwisata. (pokdarwis: kelompok dan Penelitian
sadar wisata) Pengembangan
• Pengeloaan dana Dinas Pariwisata dan Badan Usaha Milik
masyarakat di Kebudayaan , Badan Negara/Badan Usaha
perusahaan- Perencanaan Pembangunan Milik Daerah
perusahaan swasta dan Penelitian
(CSR) untuk Pengembangan
pembinaan
organisasi
masyarakat di
bidang pariwisata.
• Pembentukan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
organisasi diaspora Kebudayaan , Badan Provinsi
Maluku nasional dan Perencanaan Pembangunan
internasional untuk dan Penelitian
mendukung Pengembangan
pengembangan
kepariwisataan.
XI - 72
Kebijakan 3:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 4:
Optimalisasi koordinasi kelembagaan adat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melestarikan keberadaan • Identifikasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
kelembagaan adat inventarisasi Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
kelembagaan/sistem Perencanaan Pembangunan
adat dan pranata dan Penelitian
sosial budaya Pengembangan
lainnya.
• Pembentukan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
jaringan kerjasama Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
antar Perencanaan Pembangunan
kelembagaan/sistem dan Penelitian
adat dan pranata Pengembangan
sosial budaya
lainnya.
• Identifikasi nilai-nilai Dinas Pariwisata dan Pemerintah
budaya yang masih Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
hidup dan potensial Perencanaan Pembangunan
untuk dilestarikan dan Penelitian
dan dikembangkan. Pengembangan
2 Meningkatkan fungsi • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
kelembagaan adat. kapasitas aparatur Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
negeri dalam Perencanaan Pembangunan
menyusun program dan Penelitian
dan kebijakan Pengembangan
berbasis budaya
masyarakat.
XI - 74
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |
Kebijakan 4:
Optimalisasi koordinasi kelembagaan adat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Pemerintah
SDM terkait nilai-nilai Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
adat dan budaya Perencanaan Pembangunan
masyarakat. dan Penelitian
Pengembangan
Kebijakan 1:
Kebijakan 2 :
Akselerasi pendidikan kepariwisataan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Meningkatkan sertifikasi • Sertifikasi tenaga Dinas Pariwisata dan Ambon Music Office
profesi tenaga pendidik pendidik kurikulum Kebudayaan, Dinas
pariwisata. pendidikan Pendidikan
pariwisata (wisata
musik) pada satuan
pendidikan dasar