0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
536 tayangan668 halaman

Rencana Pembangunan Pariwisata Ambon 2021-2026

Dokumen ini adalah Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon untuk periode 2021-2026, yang mencakup tim pelaksana, pengawas, dan persiapan yang terdiri dari berbagai tenaga ahli dan akademisi. Rencana ini mencakup berbagai aspek seperti kebijakan, kondisi wilayah, daya tarik wisata, industri pariwisata, serta strategi pemasaran dan pengembangan kelembagaan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pariwisata di Kota Ambon secara terencana dan berkelanjutan.

Diunggah oleh

diiifain muri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
536 tayangan668 halaman

Rencana Pembangunan Pariwisata Ambon 2021-2026

Dokumen ini adalah Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon untuk periode 2021-2026, yang mencakup tim pelaksana, pengawas, dan persiapan yang terdiri dari berbagai tenaga ahli dan akademisi. Rencana ini mencakup berbagai aspek seperti kebijakan, kondisi wilayah, daya tarik wisata, industri pariwisata, serta strategi pemasaran dan pengembangan kelembagaan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pariwisata di Kota Ambon secara terencana dan berkelanjutan.

Diunggah oleh

diiifain muri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TIM PELAKSANA

Dr. Ir. Renoldy L. Papilaya, MP ............................................... Tenaga Ahli / Akademisi


Ir. Ronny Loppies, [Link].F ........................................................ Tenaga Ahli / Akademisi
Gilbert Alvin Rumalatu, [Link], [Link] ............................... Tenaga Ahli / Akademisi
Dr. Debby V. Pattimahu, [Link], [Link] ........................................ Tenaga Ahli / Akademisi
Prof. Dr. Ir. Marcus Tukan, BSE, MT ........................................ Tenaga Ahli / Akademisi
Dr. Jemmy J. Pietersz, SH, MH ................................................ Tenaga Ahli / Akademisi
Dr. Ferad Puturuhu, S.P, [Link] .................................................. Tenaga Ahli / Akademisi
Dr. Ir. Andrias Izaac Latupapua, MS ........................................ Tenaga Ahli / Akademisi

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | i


TIM PENGAWAS

Richard Louhenapessy, SH ................................................. Pengarah


A.G. Latuheru, SH, [Link], MH ............................................... Penanggung Jawab
Enrico Rudolf Matitaputty, ST, [Link] ................................ Ketua
M. S. S. Rustam Hayat, SE, [Link] ........................................ Wakil Ketua
Jacob Silanno, SE, [Link] ....................................................... Anggota
Apries B. Gaspersz, [Link], [Link] ........................................ Anggota
Melianus Latuihamallo, ST, MT ........................................... Anggota
Robert Sapulette, ST, MT .................................................... Anggota
Sirjohn Slarmanat, SH, MH .................................................. Anggota
Christian Tukloy, [Link] ........................................................... Anggota
Oldrin Parinussa, SE ............................................................ Anggota

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | ii


TIM PERSIAPAN
B. C. Tity M. Oratmangun, SE ............................................ Ketua
Dra. Selly S.P Kalahatu, [Link] .............................................. Anggota
Esaf Malioy, [Link], [Link] ......................................................... Angota
P. J. Latupeirissa, [Link] ...................................................... Anggota
Sandra G. Berhitu, SE .......................................................... Anggota
Hellen M. Tulalessy, SE, [Link] .............................................. Anggota
Irene Alexander, [Link] ........................................................ Anggota
Nadrah Rumonin, SH ........................................................... Anggota
Olivia Syaranamual, [Link], [Link] ................................... Anggota
Gizella Heady Miranda Gaspersz, [Link] ............................. Anggota
Patmawati, SS ...................................................................... Anggota
Denny Latumeten ................................................................. Anggota
Anggrina Grace Riry, ST ...................................................... Anggota
Nurul Fatha Toisuta .............................................................. Anggota
Chairan Rizkisyah, [Link], [Link] ............................................ Pembantu Peneliti
D. Sahusilawane, ST, [Link] .................................................. Pembantu Peneliti

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | iii


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI v
DAFTAR TABEL x
DAFTAR GAMBAR xii
LAMPIRAN TABEL xiv
BAB I PENDAHULUAN I-1
1.1 Latar Belakang I-1
1.2 Maksud, Tujuan, Sasaran I-4
1.2.1 Maksud I-4
1.2.2 Tujuan I-4
1.2.3 Sasaran I-5
1.3 Keluaran I-5
1.4 Ruang Lingkup I-5
1.4.1 Ruang Lingkup Wilayah I-5
1.4.2 Lingkup Materi I-8
1.4.3 Lingkup Kegiatan I-9
1.5 Jangka Waktu Pekerjaan I-9
1.6 Metodologi I-9
1.6.1 Kerangka Pendekatan I-9
1.6.2 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan I-14
1.7 Sistematika Pelaporan I-20

BAB II KEPARIWISATAAN KOTA AMBON DALAM KEBIJAKAN PEMBANGUNAN II-1


KEPARIWISATAAN
2.1 Kepariwisataan Kota Ambon dalam Kebijakan dan Pembangunan Wilayah II-1
Kota Ambon
2.1.1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan II-1
Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005- 2025.
2.1.2 Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan II-4
2.1.3 Undang-undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir II-7
dan Pulau-Pulau Kecil.
2.1.4 Undang-Undang No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan II-8
2.1.5 Undang-Undang No. 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif. II-11
2.1.6 Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang II-12
Wilayah Nasional (RTRWN) Tahun 2008-2027.
2.1.7 Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk II-13

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | v


Pembangunan Pariwisata Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010-2025.
2.2 Kepariwisataan Kota Ambon dalam Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan II-17
Provinsi Maluku.
2.3 Kepariwisataan Kota Ambon dalam Kebijakan dan Pembangunan Wilayah II-20
Kota Ambon.

BAB III KONDISI WILAYAH KOTA AMBON DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN


KEPARIWISATAAN III-1
3.1 Kondisi Fisik III-1
3.1.1 Letak Geografis III-1
3.1.2 Topografi III-1
3.1.3 Iklim III-4
3.1.4 Hubungan kondisi Fisik dengan Pariwisata III-4
3.2 Sejarah Kota Ambon Sebagai Potensi Pariwisata III-5
3.2.1 Kota Ambon Pada Zaman Portugis III-5
3.2.2 Kota Ambon Pada Zaman VOC dan Inggris III-7
3.2.3 Kota Ambon pada Zaman Jepang III-9
3.2.4 Kota Ambon di Era Kemerdekaan III-9
3.3 Kekayaan Ekologis Kota Ambon Sebagai Potensi Pariwisata III-11
3.3.1 Kondisi Ekologis Perairan III-11
3.3.2 Kondisi Ekologis Daratan III-14
3.4 Kondisi Sosial Budaya Kota Ambon Sebagai Potensi Pariwisata III-19
3.4.1 Asal Usul Masyarakat Kota Ambon III-19
3.4.2 Kehidupan Sosial Kemasyarakatan III-23
3.4.3 Sistem Kekerabatan III-25
3.4.4 Mata Pencaharian III-25
3.4.5 Agama III-27
3.4.6 Sistem Perkawinan III-27
3.5 Perekonomian Kota Ambon III-28

BAB IV KOTA AMBON SEBAGAI DESTINASI PARIWISATA IV-1


4.1 Daya Tarik dan Sumber Daya Wisata IV-1
4.1.1 Daya Tarik dan Sumber Daya Wisata Kota Ambon IV-3
4.1.2 Daya Tarik Wisata Kota Ambon IV-6
4.2 Fasilitas Pariwisata Kota Ambon IV-344
4.3 Fasilitas Umum Pendukung Pariwisata IV-347
4.4 Aksesibilitas Pendukung Pariwisata Kota Ambon IV-351
4.5 Prasarana Umum Pendukung Pariwisata IV-355
4.6 Penduduk Sebagai Potensi Sumber Daya Manusia Pariwisata IV-360

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | vi


4.6.1 Penduduk Sebagai Potensi Pembangunan Wilayah IV-360
4.6.2. Penduduk Sebagai Potensi Sumber Daya Manusia Pariwisata Kota Ambon IV-362
[Link] Mobilitas Sosial Penduduk dan Motivasi Kerja IV-364

BAB V INDUSTRI PARIWISATA V-1


5.1 Pengertian Industri Pariwisata V-1
5.2 Industri Pariwisata V-1
5.3 Klasifikasi Industri Pariwisata V-2
5.4 Sektor Usaha Pariwisata V-3
5.5 Produk Pariwisata V-7
5.6 Tanda Daftar Usaha Pariwisata V-8
5.7 Skema Industri Jasa Pariwisata V-9
5.8 SWOT Aspek Industri Pariwisata Kota Ambon V-10

BAB VI PASAR PARIWISATA DAN UPAYA PEMASARAN VI-1


6.1 Konsep Pemasaran Pariwisata VI-1
6.2 Pendekatan Pemasaran Pariwisata VI-3
6.3 Tujuan Industri MICE VI-4
6.4 Pemasaran Industri MICE VI-5
6.5 Analisis Pasar VI-6
6.6 Strategi Pemasaran Pariwisata VI-12
6.7 Strategi Pembangunan Pariwisata VI-13

BAB VII KELEMBAGAAN KEPARIWISATAAN VII-1


7.1 Sumber Daya Manusia Pariwisata VII-1
7.2 Asosiasi Pariwisata VII-3
7.3 Kelembagaan Pemerintah Terkait Pariwisata VII-8
7.4 Kelembagaan Lain Terkait Pariwisata VII-15
7.5 Kelembagaan Adat VII-15

BAB VIII PRINSIP DAN KONSEP PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN VIII-1


8.1 Tantangan dan Isu Strategis Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon VIII-1
8.2 Prinsip Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon VIII-5
8.3 Konsep Pembangunan kepariwisataan Kota Ambon VIII-7
8.4 Visi VIII-34
8.5 Misi VIII-34
8.6 Tujuan VIII-35

BAB IX KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN IX-1

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | vii


9.1 Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan IX-1
9.1.1 Arah Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata IX-1
9.1.2 Arah Kebijakan Pembangunan Industri Pariwisata IX-3
9.1.3 Arah Kebijakan Pembangunan Pemasaran Pariwisata IX-4
9.1.4 Arah Kebijakan Pembangunan Kelembagaan Pariwisata IX-4
9.2 Strategi Pembangunan Kepariwisataan IX-5
9.2.1 Strategi Pembangunan Destinasi Pariwisata IX-5
9.2.2 Strategi Pembangunan Industri Pariwisata IX-10
9.2.3 Strategi Pembangunan Pemasaran Pariwisata IX-12
9.2.4 Strategi Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan IX-14

BAB X RENCANA PENGAMBANGAN PERWILAYAHAN PARIWISATA X-1


10.1. Rencana Struktur Perwilayahan Kepariwisataan Kota Ambon X-1
10.2. Rencana Kawasan Pengembangan Pariwisata dan Kawasan Strategis X-5
Pariwisata
10.2.1 Mengembangkan Kepariwisataan Kota Ambon dalam Struktur X-7
Tata Ruang Pariwisata Terpadu
10.2.2 Pengembangan Sistem Keruangan Wisata Terpadu Melalui X-7
Pembentukan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD)
Kota Ambon
10.2.3 Pembagian Kawasan Strategis Pariwisata dalam Zonasi X-21
10.2.4 Mengembangkan Sistem Jaringan Fungsional Pariwisata X-23

BAB XI PROGRAM DAN INDIKASI KEGIATAN PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN XI-1


11.1 Program dan Indikasi Kegiatan Pariwisata XI-3
11.1.1 Rencana Strategis Pengembangan Perwilayahan Pariwisata XI-3
11.1.2 Rencana Strategis Daya Tarik Wisata XI-19
11.1.3 Rencana Strategis Pengembangan Fasilitas Pariwisata XI-30
11.1.4 Rencana Strategis Sistem Jaringan Transportasi Internal dan Eksternal. XI-39
11.1.5 Rencana Strategi Koordinasi Lintas Sektor dan Stakeholders XI-41
11.1.6. Rencana Strategis Lingkungan Terkait Pariwisata XI-41
11.1.7 Rencana Strategis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan XI-46
Pariwisata
11.1.8 Rencana Strategis Pengembangan Investasi Pariwisata XI-49
11.2 Program dan Indikasi Industri Pariwisata XI-52
11.2.1 Rencana Strategis Pengembangan Sistem Struktur Usaha Kepariwisataan XI-52
11.2.2 Rencana Strategis Pengembangan Kemitraan Usaha Kepariwisataan XI-53
11.2.3. Rencana Strategis Pengembangan Fasilitas, Regulasi dan Insentif Untuk XI-56
Usaha Pariwisata

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | viii


11.3. Program dan Indikasi Pembangunan Pemasaran Pariwisata XI-58
11.3.1 Rencana Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan XI-58
11.3.2 Rencana Strategi Pengembangan Citra (Branding) Pariwisata XI-64
11.3.3 Rencana Strategi Pengembangan Promosi Pariwisata XI-66
11.4. Program dan Indikasi Kelembagaan Pariwisata XI-71
11.4.1 Rencana Strategi Pengembangan Kelembagaan Pariwisata XI-71
11.4.2 Rencana Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata XI-76

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | ix


Daftar Tabel
Tabel 1.1 Sebaran Objek Wisata per Kecamatan di Kota Ambon I-3
Tabel 3.1 Daerah Aliran Sungai di Kota Ambon III-14
Tabel 3.2 Penutupan Lahan Per Kecamatan III-16
Tabel 3.3 Kontribusi Setiap kategori Lapangan Usaha terhadap PDRB ADHB III-30
Tahun 2019 dan 2020
Tabel 3.4 Kontribusi Setiap kategori Lapangan Usaha terhadap PDRB ADHK III-31
Tahun 2019 dan 2020
Tabel 3.5 Perkembangan Inflasi Kota Ambon Dirinci Per Bulan (month to month) III-34
Tahun 2015 – 2020
Tabel 4.1 Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Kota Ambon IV-4
Tabel 4.2 Sebaran Daya Tarik Wisata Kota Ambon IV-344
Tabel 4.3 Tanggapan Responden Terhadap Apakah Jenis Pekerjaan ini yang IV-364
yang anda inginkan (kuesioner no 2)
Tabel 5.1 Data Pelaku Usaha Pariwisata Kota Ambon Bidang Usaha Jasa xiv
Perjalanan
Tabel 5.2 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota xvi
(Restoran)
Tabel 5.3 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota xvii
Ambon (Rumah Makan)
Tabel 5.4 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota xxi
Ambon ( Cafe)
Tabel 5.5 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota xxii
Ambon (Rumah Kopi)
Tabel 5.6 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota xxiv
Ambon ( Catering)
Tabel 5.7 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota xxiv
Ambon (Hotel)
Tabel 5.8 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota Ambon xxv
(Guest House)
Tabel 5.9 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi di Kota xxv
Ambon (Wisma)
Tabel 5.10 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota xxvi
Ambon (Penginapan)
Tabel 5.11 Jenis Usaha Bidang Pariwisata di Kota Ambon V-7
Tabel 5.12 Skema Industri Pariwisata V-9
Tabel 6.1 Data Kunjungan Wisatawan di Kota Ambon 2015-2020 VI-7
Tabel 6.2 Kunjungan Kapal Pesiar di Kota Ambon Tahun 2014-2018 VI-11

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | x


Tabel 6.3 Alat Pemasaran Strategi Marketing Mix VI-12
Tabel 7.1 Daftar Asosiasi Lembaga Pariwisata dan Budaya di Indonesia VII-3
Tabel 7.2 Aktor Akademisi VII-5
Tabel 7.3 Aktor Bisnis VII-6
Tabel 7.4 Aktor Komunitas VII-7
Tabel 7.5 Aktor Media VII-7
Tabel 7.6 Kelembagaan Pemerintah Kota Ambon yang Terkait dengan VII-9
Pariwisata
Tabel 7.7 Organisasi Pemerintah Daerah, Tugas dan Fungsinya di Kota Ambon VII-9
Tabel 7.8 Negeri-Negeri Adat di Kota Ambon VII-16
Tabel 8.1 Aktor Akademisi VIII-3
Tabel 8.2 Aktor Bisnis VIII-4
Tabel 8.3 Aktor Komunitas VIII-4
Tabel 8.4 Aktor Media VIII-4
Tabel 8.5 Lokasi, Koordinat, Tema Atraksi dan Daya Tarik Wisata Musik VIII-12
Tabel 8.6 Alat Musik dan Jenis Bahan Baku VIII-18
Tabel 9.1 Rencana Strategi Pengembangan Perwilayahan Pariwisata IX-6
Tabel 9.2 Rencana Strategi Daya Tarik Wisata IX-7
Tabel 9.3 Rencana Strategi Pengembangan Fasilitas Pariwisata IX-8
Tabel 9.4 Rencana Strategi Sistem Jaringan Transportasi Internal dan Eksternal IX-8
Tabel 9.5 Rencana Strategi Koordinasi Lintas Sektoral IX-9
Tabel 9.6 Rencana Strategi Lingkungan Terkait Kepariwisataan IX-9
Tabel 9.7 Rencana Strategi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata IX-9
Tabel 9.8 Rencana Strategi Investasi Pariwisata IX-10
Tabel 9.9 Rencana Strategi Pengembangan Sistem Struktur Usaha IX-11
Kepariwisataan
Tabel 9.10 Rencana Strategi Pengembangan Kemitraan Usaha Kepariwisataan IX-11
Tabel 9.11 Rencana Strategi Pengembangan Fasilitas, Regulasi dan Insentif IX-11
untuk Usaha Kepariwisataan
Tabel 9.12 Rencana Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan IX-13
Tabel 9.13 Rencana Strategi Pengembangan Citra (branding) Pariwisata IX-14
Tabel 9.14 Rencana Strategi Pengembangan Promosi Pariwisata IX-14
Tabel 9.15 Rencana Strategi Pengembangan Organisasi Kepariwisataan IX-15
Tabel 9.16 Rencana Strategi Pengembangan Sumberdaya Manusia Pariwisata IX-16

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xi


Daftar Gambar
Gambar 1.1 Peta Administrasi Kelurahan, Negeri dan Desa di Kota Ambon I-7
Gambar 2.1 Kawasan DPN ; KSPN dan KPPN yang terdapat di Provinsi Maluku II-16
Gambar 2.2 Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi Maluku II-19
Gambar 2.3 Sinergitas Antar Organisasi Perangkat Daerah Dengan Dinas II-22
Pariwisata dan Kebudayaan
Gambar 2.4 Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon II-25
Gambar 3.1 Lokasi Kota Ambon pada Pulau Ambon III-2
Gambar 3.2 Peta Topografi Kota Ambon III-3
Gambar 3.3 Curah Hujan di Kota Ambon Tahun 2020 III-4
Gambar 3.4 Benteng Nieuw Victoria pada zaman Belanda III-8
Gambar 3.5 Suasana Nelayan di Kota Ambon pada zaman Belanda III-8
Gambar 3.6 Pillbox pada zaman Jepang di desa Eri dan Negeri Laha III-9
Gambar 3.7 Salah satu Kapal Pengangkut 12.500 Orang tentara KNIL asal III-11
Maluku ke Belanda tahun 1951
Gambar 3.8 Terumbu Karang, Sponge pada Hukurila Cave, kota Ambon III-12
Gambar 3.9 Terumbu Karang Sebelum (1990) dan Sesudah Pembangunan di III-13
Teluk Ambon 2015
Gambar 3.10 Tutupan Lahan Kota Ambon III-18
Gambar 3.11 Seni dan Budaya adalah Akar Kehidupan Masyarakat III-22
Gambar 3.12 PDRB ADHB Menurut Lapangan Usaha Kota Ambon Tahun 2016- III-29
2020
Gambar 3.13 Pertumbuhan Ekonomi Kota Ambon Tahun 2016 – 2020 (%) III-32
Gambar 3.14 PDRB Per Kapita Kota Ambon Tahun 2015-2019 III-33
Gambar 3.15 Laju Inflasi Kota Ambon Tahun 2015 – 2020 (%) III-34
Gambar 4.1 Grafik Objek Pemajuan Pembudayaan PPKD Kota Ambon IV-5
Gambar 4.2 Jumlah Akomodasi Pendukung Pariwisata Kota Ambon Data Tahun IV-347
2021
Gambar 4.3 Beberapa Hotel Berbintang Dikota Ambon IV-349
Gambar 4.4 Jumlah Restoran dan lainnya Pendukung Pariwisata Kota Ambon IV-350
Gambar 4.5 Jumlah Travel, Salon, Spa, Fitness dan lainnya Pendukung IV-350
Pariwisata Kota Ambon
Gambar 4.6 Jembatan merah putih sebagai ikon pariwisata kota Ambon IV-351
Gambar 4.7 Gerbang pelabuhan ambon sebagai ikon pariwisata kota Ambon IV-352
Gambar 4.8 Salah Satu Kapal Pelni KM. Umsini Yang Melakukan Pelayaran IV-353
Reguler di Kota Ambon.
Gambar 4.9 Salah Satu Kapal Pelni KM. Umsini Yang Melakukan Pelayaran IV-353
Reguler di Kota Ambon.
Gambar 4.10 Bandara Pattimura Laha Ambon IV-355
Gambar 4.11 Diagram Pertumbuhan Bank Periode 2016-2019 Kota Ambon IV-358
Gambar 4.12 Diagram pertumbuhan bank periode 2016-2019 kota Ambon IV-359
Gambar 4.11 Diagram Sebaran Penduduk Kota Ambon Per Kecamatan di Kota IV-360
Ambon
Gambar 5.1 Peta Pikiran (Mind Map) V-10
Gambar 6.1 Supply dan Demand Pariwisata Nasional dan Internasional Kota VI-8
Ambon
Gambar 6.2 Data Kunjungan Wisatawan di Kota Ambon 2015-2019 VI-9
Gambar 6.3 Pergeseran Negatif Supply dan Demand Pariwisata Kota Ambon VI-10
Gambar 7.1 Kolaborasi Tourism Pentahelix VII-5
Gambar 7.2 Peta Negeri-Negeri Adat di Kota Ambon VII-17
Gambar 8.1 Model dan Peran Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (Model VIII-3
Pentahelix)
Gambar 8.2 Skema Pengembangan Pariwisata Musik Kota Ambon Menuju VIII-5
Pariwisata Berkelanjutan (Ronny Loppies,2020)
Gambar 8.3 Promosi dan Branding Dijital (Digital Promotion) Daya Tarik Wisata VIII-6
Gambar 8.4 Irisan Musik (Wisata Musik) dengan Subsektor Unggulan Ekonomi VIII-10
Kreatif lainnya dalam Mendukung Industri Kreatif Pariwisata Musik
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xii
di Kota Ambon
Gambar 8.5 Integrasi Pariwisata Musik dan Hutan Kota (SoG) dalam Mendukung VIII-11
Kota Kreatif menjawab SDG’s 2030
Gambar 8.6 Peta Daya Tarik Wisata (DTW) Musik Unggulan di Kota Ambon VIII-13
Gambar 8.7 Pertunjukkan musik Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) dan VIII-14
Founder dan Konduktor Rence Alfons
Gambar 8.8 Ruang Kreatif Sanggar Booyratan dan AUKC VIII-16
Gambar 8.9 Sang Legendaris dan Pemenang Rekor MURI “Zeth Lekatompessy” VIII-16
Gambar 8.10 Inovator alat musik tradisional Ambon VIII-19
Gambar 8.11 Konser Kolaborasi Musik Tahuri dengan Musik Klasik Vinculos VIII-20
Spanyol
Gambar 8.12 Pemberian Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kepada VIII-21
Carolis Elias Horhoruw oleh Ketua Tim Ahli WBTB tahun 2021.
Gambar 8.13 Maestro Hawaiian Bing Leiwakabessy VIII-22
Gambar 8.14 Musik Tifa Gong Acara Adat Cuci Negeri VIII-24
Gambar 8.15 Piringan hitam Grup Kapanya dan Trio Aleyo VIII-25
Gambar 8.16 Dansa Tali dari Negeri Rutong VIII-27
Gambar 8.17 Aktifitas musik tradisi di Negeri Rutong VIII-28
Gambar 8.18 Prosesi Panas Gandong Negeri Rutong dan Negeri Rumahkay VIII-28
Gambar 8.19 Partisipasi Sanggar Hatukau pada karnaval Ambon pono deng VIII-31
musik
Gambar 8.20 Kolaborasi musik Kristiani dan Muslim VIII-31
Gambar 8.21 Aktifitas Les Moluccans cafe and bar VIII-33
Gambar 8.22 FS Studio Record dan Jefri Banama VIII-33
Gambar 8.23 Produk Rekaman FS Studio Record VIII-34
Gambar 10.1 Peta Struktur Ruang RTRW Kota Ambon Tahun 2011-2031 X-4
Gambar 10.2 Jumlah DTW pada KPPD Kota Ambon X-5
Gambar 10.3 Peta Kawasan Strategi Pariwisata Kota Ambon X-6
Gambar 10.4. Jumlah Destinasi KSP-01 Leitimur Selatan berdasarkan DTW X-10
Gambar 10.5 Peta Penyebaran DTW pada KSP-01 “Leitimur Selatan” X-13
Gambar 10.6. Jumlah Destinasi KSP-02 Nusaniwe berdasarkan DTW X-14
Gambar 10.7 Peta Penyebaran DTW pada KSP-02 “Nusaniwe” X-17
Gambar 10.8. Jumlah Destinasi KSP-03 Sirimau berdasarkan DTW X-18
Gambar 10.9 Peta Penyebaran DTW pada KSP-03 “Sirimau” X-20
Gambar 10.10 Peta Jalur Transportasi Wisata di Kota Ambon X-26

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xiii


LAMPIRAN TABEL

Tabel 5.1 Data Pelaku Usaha Pariwisata Kota Ambon Bidang Usaha Jasa
Perjalanan

No Nama Usaha Alamat


I Kecamatan Sirimau
1 CV. ENGELIE CAB AMBON BTN Manusela RT 001 - 18
2 CV. MITHA ABADI Travel Jl. Jend Sudirman
3 ELLY NATALIA BUGIS Jl. Jend Sudirman
4 PT. ALYSA Travel Jl. Pantai Mardika
5 PT. AQSA Travel Ruko Batu Merah
6 PT. ADVENTURE Trevel Jl. Listrik Negara - Batu Gaja
7 PT. ALAM BERILAN Tour & Travel Ruko Batu Merah
8 PT. ALIF AFDAL BERSATU Travel Jl. Rijali RT 001 - RW 002
9 PT. AMSA NUR INDAH Travel Ruko Batu Merah
10 PT. ANGKASA JAYA Travel Jl. Imam Bonjol
11 PT. ANGSANA SENTOSA Travel Jl. Terminal Mardika
12 PT. ANUELKEREN Tour & Travel Jl. Skip Tengah
13 PT. AULIA Travel Jl. A. M. Sangaji N0. 5
14 PT. AYU MIRELA Travel Jl. Cendrawasih
15 PT. BAROKAH Travel Jl. A. M. Sangaji
16 PT. BERKAH JOSEF VALYODA Jl. Pitu Ina RT 001 - RW 005
17 PT. BETA MANISE T & T Jl. Cendrawasih RT 003 - RW 03
18 PT. BINA RAYA BTN Kebun Cengkeh
19 PT. BPW ZOELHA UTAMA Jl. A. Y. Patty - Ruko ATC
20 PT. BUANA SURIALA Tour & Travel Jl. A. M. Sangaji N0. 5
21 PT. CAHAYA FAJAR Tour & Travel Jl. Yan Paays
22 PT. CIBAS ANGKASA SEMESTA Jl. Sultan Hasanudin
23 PT. DAYA PATAL Travel Jl. Said Perintah
24 PT. DIAN PESONA Travel Jl. Said Perintah
25 PT. DUTA TRANS NUSA Travel BTN Kebun Cengkeh Blok 11
26 PT. EMERALD Travel Jl. Dr. Setia Budhi No. 37
27 PT. EN ANUGRAH SEHATI Jl. Rijali No.45b
28 PT. EVAGIO Tour & Travel Jl. Asparaga - Htive Kecil
29 PT. G A N D O N G Jl. Said Perintah No.49
30 PT. GOLDEN EFATA Jl. Yan Paays
30 PT. GOLDEN EFATA Jl. Yan Paays
31 PT. GRACIA PERMATA T & T Jl. Philip Latumahina No : 17
32 PT. GRATIA SAMAI ALAM Jl. Ina Tuni
33 PT. GRAZINIA EILIF Travel Hative Kecil RT 005 - 005
34 PT. ISTANA KASIH Travel Desa Galala RT 002 - 001
35 PT. ISTANA MANISE - TX Travel Jl. A. Y. Patty No 44
36 PT. ISTANA MANISE - TX Travel Jl. Sam Ratulangi No 61
37 PT. KOLE - KOLE Tour & Travel Jl. Rijali
38 PT. MULIA Tour & Travel Jl. W. R. Supratman
39 PT. MARDIKA MAJU LESTARI Jl. Rijali
40 PT. MATRAS ABADI Jl. A. Y. Patty
41 PT. MEJER ABADI Tour & Travel Jl. Yan Pays No 38
42 PT. MIRDAS PERSADA UTAMA Jl. Jend Sudirman
43 PT. MITRA GAVAH ABADI T & T Jl. Sam Ratulangi
44 PT. NETRAL JAYA Jl. Sam Ratulangi
45 PT. NOERIFFA PERDANA Travel Ruko Batu Merah Blok A - 4
46 PT. NOV PRIMA UTAMA Batu Merah
47 PT. PEDOMAN PRATAMA Jl. Imam Bonjol
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xiv
No Nama Usaha Alamat
48 PT. PELANGI AMBOINA WIASATA Jl. Yan Paays
49 PT. PUTRA LEGUM WISATA Jl. P a l a
50 PT. RAINDO ANUGERAH Tour & Travel Jl. Dr, Setia Budhi RT 003 - RW 003
51 PT. RAMPA-RAMPA Travel Jl. Batu Karbau SK 5 - No 1 - 48
52 PT. REANDY AMBOINA Travel Jl. Said Perintah
53 PT. REJEKI MINA UTAMA Travel Jl. M. Chr. Tiahahu
54 PT. RIFANSA WISATA Travel Jl. Sam Ratulangi
55 PT. SABURO Tour & Travel Pertokoan Mardika
56 PT. SAFARAS Tour & Travel Ruko Batu Merah Blok F. No 126
57 PT. SAFIRA Travel Jl. A. M. Sangaji N0. 5
58 PT. SALSABILA JAYA BTN Kanawa Blok 63, No 9
59 PT. SANDY DELIMA Travel Jl. Cendrawasih No 7
60 PT. SANGKAKALA Travel Lorong duku - Gang Pos
61 PT. SILTA INTI TIMUR Travel Jl. Sam Ratulangi
62 PT. TEKAD PRATAMA Lorong Kolonel Pietersz
63 PT. THABOR PRATAMA Tour & Travel Jl. Dr. Setia Budhi
64 PT. TIFA MANISE Tour & Travel Jl. Mutiara No 71
65 PT. TROPIS Tour & Travel Jl. Raya Pattimura
66 PT. VANRA ABADI Jl. A. Y. Patty No 49 - Ruko ATC
67 PT. VASELA ABADI Travel Batu Meja
68 PT. WAI PALAPA Tour & Travel Jl. Imam Bonjol No 34
69 PT. WAI PALAPA Tour & Travel Jl. Sultan Hasanudin - Komp MCM
70 PT. WILLY ALIF UTAMA Jl. Sam Ratulangi
71 PT. WISATA MALUKU MANISE Jl. Tulukabessy
72 PT. YENISSI PRIMA Jl. Dr. Setia Budhi
73 PT. YEYEN UTAMA Biro Perj Wisata Ruko Batu Merah Blok K - 11
74 PT. ZAMRAH JAYA Travel Ruko Batu Merah
75 PT..GLORIA HARMONI PRIMA T & T Jl. Rijali No 23, Belso
76 PT..URRIMESING MULIA UTAMA [Link] Perintah
II KECAMATAN NUSANIWE
1 CV. ANUGERAH LIBERS BAHARI Jl. Dr, Kayadoe
2 CV. GAMARA UTAMA Travel Jl. Hative - Silale
3 PT. NANURU Tour & Travel Jl. DR. J. B. Sitanala RT 003 - 01
4 PT. AMBOINA WORLD Travel Jl. Dr, Malaihollo
5 PT. DAMARA SURYA UTAMA MAKMUR Jl. Hative - Silale
6 PT. DEVI MULIA PRATAMA Talaga Raja
7 PT. GOSEPA Tour & Travel Jl. Raya Amahusu
8 PT. INA Tour & Travel Jl. Sultan Babullah
9 PT. IVANIA JAYA PRATAMA Jl. Dr, Kayadoe - Farmasi Atas
10 PT. JAMILAH Tour & Travel Jl. Soabali
11 PT. MUTIARA MALUKU Travel Kusu - kusu Sereh
12 PT. NUSANIWE INDAH PRATAMA Jl. Dr, Malaihollo/Benteng Kapaha
13 PT. RAHAYU LATIF Tour & Travel Waihaong RT 003 - RW 004
14 PT. TRI JAYA MANDIRI Travel Jl. Sultan Babullah
15 PT. VEYCAN Travel Jl. Dr, Tamaela
16 PT. WISATA AMBOINA Jl. Sultan Babullah
17 PT. Green Gosyen Tour & Travel -
KECAMATAN TELUK AMBON
III BAGUALA
1 CV. G A N D O N G BTN Lateri Indah Blk C V. A No 4
2 PT. ADINDA JOSH Tour & Travel Desa Halong
3 PT. AMBON PAS Tour & Travel Negeri Passo
4 PT. ARLIASAFA Tour & Travel Perumnas Waiheru Blok 1
5 PT. CV LIKES Tour & Travel Jl. Wolter Mongonsidi

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xv


No Nama Usaha Alamat
6 PT. MANGGUREBE Tour & Travel Citra Land GW 03. RT 001 - RW 03
7 PT. YESSA ABADI Travel Jl. Sisingamangaraja
8 [Link] Diving Tourism [Link] Atas
IV KECAMATAN TELUK AMBON
1 PT. APRILLIO SEJAHTRA Travel Jl. Ir. M, Putuhena No : 10
2 PT. MENORA Travel BTN Wayame
3 PT. TIVADAR KARYA MALUKU Jl. Pantai Pasar Rumah Tiga
4 PT. WANU JAYA Tour & Travel Jl. Laks, Leo Wattimena
5 PT. WAYAME Travel BTN Wayame Blok : B, No, 69

Tabel 5.2 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota
(Restoran)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 12 BAKUL Restoran Jl. Diponegoro
2 AMANS Restoran Jl. Pantai Mardika
3 AMARIS Restoran Jl. Diponegoro No. 82
4 AMBOINA Restoran Jl. Benteng Kapaha
5 ATLANTIC Restoran Jl. Anthony Rebook
6 C A F Restoran Jl. Raya Pattimura
7 CILI PADI Restoran Jl. Said Perintah
8 ELIZABETH Restorant Jl. Imam Bonjol
9 EVERBRIGHT Restoran Jl. Cendrawasih
10 FONRO'S Restoran Jl. W.R. Supratman
11 GOLDEN PALACE Restoran Jl. Cendrawasih No 32
12 IMPERIAL Restoran Jl. Diponegoro
13 JOGA Resto & café Jl. Dr. Setia Budi
14 K F C AMBON BARU Restoran Jl. Diponegoro
15 K F C KAKIALY Restoran Jl. Kakialy
16 K F C MCM Restoran Jl. Jend Sudirman - MCM
17 KENTUCKY FRIED CHICKEN Restoran Ambon Plaza Lt II
18 MAMA Resto Jl. Cendrawasih No 63 A
19 MARINA Restoran Jl. Yan Pays No.16
20 MISTER KOPITIAM Café Jl. Diponegoro
21 MUTIARA Restoran Jl. Raya Pattimura
22 NEW MULIA Restoran Jl. Rijali N0 19
23 NIFIA Restoran Jl. A. Y. Patty
24 PACIFIC Restoran Jl. Cendrawasi No 8
25 PATTIMURA FRIED CHICKEN Restoran Jl. Dr. Setia Budi No 22
26 PIZZA HUT Restoran Jl. Rijali
27 PLANET Restoran Jl. A. Y. Patty
28 PUTI BUNGSU Restoran Jl. Said Perintah
29 RATU GURIH Restoran Jl. Diponegoro No.26
30 SALAWAKU Restoran & Café Jl. Diponegoro No 49
31 SARI GURIH Restoran Jl. Dana Kopra
32 Solaria Restoran - MCM Jl. Jend Sudirman - MCM
33 swiss-bell Restoran Jl. Benteng kapaha
34 TANTUI SEA FOOD Restoran Jl. Tantui
35 THE STREET Restoran Jl. A. Y. Patty
36 WIJAYA I Restoran Jl. Said Perintah
II KECAMATAN NUSANIWE
1 AGNIYA Restoran Jl. Dr. Malaihollo No *

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xvi


No Nama Usaha Alamat
2 C ' Bezt Friedchicken Restoran Jl. Dr, Siwabessy
3 COLLIN Restoran Jl. Amalanite
4 TIRTA KENCANA Restoran Jl. Raya Amahusu
KECAMATAN TELUK AMBON
III BAGUALA
1 DUA IKAN Restoran Jl. Wolter Monginsidi
2 KFC ALFA LATTA Restoran Jl. Wolter Monginsidi
3 LATERI BEACH Restorant Apung Jl. Wolter Monginsidi
4 MIE HOTPLET SINGAPORE Restoran Ambon City Center
5 MISTER BASO Restoran Ambon City Center
6 RICE BOWL Restoran Ambon City Center
7 SOLARIA Restoran- ACC Ambon City Center
IV KECAMATAN TELUK AMBON
1 KFC Restoran ( Rumah Tiga ) Jl. Ir. M. Putuhena
2 WAILELA Café & Restoran Jl. Ir. M. Putuhena
3 SARI RASA Restoran Jl. Ir. M. Putuhena
4 PUTRI ANGKASA Restoran Airport Laha
5 EKSPRESS Restoran Airport Laha
6 HARVEST Café & Restoran Airport Laha
7 EXELLSO Restoran Airport Laha
8 MALUKU DIVERS Restoran Jl. Raya Air Manis - Laha
9 RESTORAN APONG Desa Wayame

Tabel 5.3 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota Ambon
(Rumah Makan)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 HE'BRING BAKSO SOLO RM Jl. Anthoni Rebook
2 A Y U RM Jl. Anthoni Rebook
3 AFIRIA RM Ruko Batu Merah Blok A
4 ALFA RM Jl. A.M. Sangaji
5 AMBON RM Jl. Benteng Kapahaha
6 AMBON BARU RM Jl. Kapitan Ulupaha/Dana Kopra
7 AMBON RM Jl. Cempaka / IKIP
8 AMPERA RM Jl. Jend. Achmad Yani
9 ANADANSARI RM Jl. Yos Sudarso
10 ANDA COTO RM Jl. A. Y. Patty
11 ANDA I (TRM LIN III) RM Pertokoan Mardika
12 ANDA II (TRM KUSU-KUSU) RM Pertokoan Mardika
13 ANEKA RM Soto Madura Jl. A. Y. Patty
14 ANUGERAH RM Jl. Dukuh - gang Pos
15 AREMA RM Jl. P a l a
16 AREMA RM Pertokoan Mardika
17 ARIFA RM Pertokoan Mardika
18 ARUMBAI RM Jl. Jend. Achmad Yani
19 AYAH (CAB TRIKORA) RM Jl. Philip Latumahina
20 AYAH 4 SUDARA RM Pertokoan Mardika - Tantui
21 AYAH RM Pertokoan Mardika
22 AYAH RM Pertokoan Mardika - Wijaya 2
23 AYAH RM Ruko Batu Merah Blk. M
24 AYAH RM Jl. Jend Sudirman
25 AYAH (CAB TRIKORA) RM Jl. Sam Ratulangi
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xvii
No Nama Usaha Alamat
26 AYAH (CAB. MARDIKA) RM Jl. Kopi
27 AYAH (TRM LIN III) RM Pertokoan Mardika
28 AYAH Cab Trikora RM Jl. Coklat - lrg Ciwangi
29 AYAH FAMILI RM Jl. Yan Pays
30 AYAH FAMILI RM Jl. Wem Reawaruw
31 AYAH FAMILY RM Pertokoan Mardika
32 AYAH RESTU IBU RM Pertokoan Mardika - Karpan
33 AYAH RESTU IBU RM Ruko Batu Merah Blok A
34 AYAH RM / EKS UDA UNCU RM Pertokoan Mardika
35 AYAH TRIKORA RM Jl. A.M. Sangaji
36 AYAH UTAMA RM Jl. Sam Ratulangi
37 AYAH UTAMA RM Jl. Kesatrian - Bt Merah
38 BARCELONA RM Jl. Said Perintah
39 BETA RUMA RM Jl. Said Perintah
40 BLITZ RM Jl. Diponegoro
41 BUNGA CENGKEH Kantin Jl. Cengkeh
42 C M C RM Jl. Jend. Achmad Yani
43 CAHAYA PANGKEP RM Jl. Anthoni Rebook
44 CEMERLANG INDAH RM Jl. Tulukabessy
45 CEMPAKA RM Jl. Cempaka / IKIP
46 CITRA AYAH RM Jl. Kesatrian - Bt Merah
47 COTO KU RM Pertokoan Mardika
48 D' LEKKER Kuliner Jl. W. R. Supratman No 18
49 DAENG COTO RM Jl. Kopi
50 DAMAI RM Jl. Sultan Hairun
51 DAPUR KOLE - KOLE RM Jl. Dana Kopra
52 DEDES II RM Jl. Diponegoro/Said Perintah
53 DEPOT ' 18 RM Jl. Jend. Achmad Yani
54 DEPOT CITRA RM Jl. A. Y. Patty
55 DEPOT PANGKEP RM Ambon Plaza Lt 2
56 DEVAN Warung Pertokoan Mardik - Karpan
57 DEWI LOMBE RM Jl. Jos Sudarso
58 DUA SAUDARA RM Jl. Cempaka / IKIP
59 DUA SAUDARA COTO RM Jl. Diponegoro
60 ELLY Warung Jl. Mutiara - Halong Mardika
61 GANESYA RM Jl. Diponegoro
62 GEMBIRA COTO RM Jl. Yos sudarso
63 HILYAH Istana Roti & Es Jl. St, Hasanudin - Bt Merah
64 I J A RM Jl. Said Perintah
65 IBU NANIK Warung Jl. A.M. Sangaji
66 IDOLA RM Jl. Tulukabessy
67 IMANUEL RM Jl. Sultan Hairun
68 ISTANA BERKAT RM Jl. Diponegoro
69 JAWA TIMUR MADURA RM Jl. Mutiara
70 KING RM Jl. A. Y. Patty
71 KULUD TUBAN RM Jl. Yos sudarso
72 LARRIS Food & Drink Jl. Anthoni Rebook
73 LELA RM Jl. B a r u
74 LESTARI RM Jl. Diponegoro
75 LIMA JAYA COTO RM Jl. Diponegoro
76 MAMA UTAMA RM Jl. Sirimau - Bt Meja
77 MARDIKA Warung Pertokoan Mardika
78 MARLIN RM Jl. Raya Pattimura
79 MAROS COTO RM Jl. Sam Ratulangi

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xviii


No Nama Usaha Alamat
80 MAT MADURA RM Jl. Anthoni Rebook
81 MATH 2000 Warung Pertokoan Mardika
82 MEIDY RM Pangsit Jl. Tulukabessy
83 MELIN RM Pertokoan Mardika
84 MIE AYAM JAKARTA RM Jl. Coklat - lrg Ciwangi
85 MULYANTI RM Pertokoan Mardika
86 N N N Kedai Ambon Plaza Lt 2
87 NEW CITRA RM Jl. Tulukabessy
88 NEW TINDOI RM Jl. Fuli
89 NIFI RM Pertokoan Mardika - Wijaya 2
90 NIRMALA RM Ambon Plaza Lt 2
91 NIRWANA RM Jl. Yan Pays
92 NOEL DEPOT RM Jl. Tulukabessy
93 NUH RM Pertokoan Mardika
94 NURYANTI RM Pertokoan Mardika
95 NUSANTARA Warung Jl. Kamboja No : 6A
96 NYUK NYAK SOLATA RM Jl. Yan Pays
97 PA KUMIS RM Jl. Wem Reawaruw
98 PANGKALAN ANUGRAH RM Jl. Said Perintah
99 PANGKALAN LAWAMENA Wrng Jl. Kesatrian - Bt Merah
100 PANGKEP RM Jl. P a l a
101 PEMUDA PISANG IJO Kedai Jl. Dr. Setia Budi No 22
102 PLANET RM Pujasera Jl. Diponegoro
103 POLARIS RM Jl. Said Perintah
104 PUKAT RM Jl. Fuli
105 RAMAYANA 2 RM Jl. Sam Ratulangi
106 RAME - RAME RM Jl. Anthoni Rebook, No 15
107 RASA GURIH RM Ikan Bakar Jl. Anthoni Rebook
108 RASYA Kedai Ambon Plaza Lt 3
109 REYHAN RM Jl. Diponegoro
110 RIA DEPOT RM Pertokoan Mardika
111 RIFDA RM Pertokoan Mardika
112 RUDY LOMBE 1 RM Jl. Fuli
113 RUDY LOMBE 2 RM Jl. Fuli
114 RUMAH TAHOE RM Jl. Kakiali
115 SALSA Warung Jl. A.M. Sangaji
116 SARI RASA RM Jl. Anthoni Rebook
117 SATE BATU MEJA Warung Jl. Sirimau - Bt Meja
118 SEDAP RM Jl. P a l a
119 SEDAP RM Jl. Sam Ratulangi No 47
120 SEMARANG RM Jl. A.M. Sangaji
121 SEMARANG RM Pertokoan Mardika - Wijaya 2
122 SIMON RM Jl. Said Perintah
123 SIMPANG JAYA RM Jl. Jend Sudirman No : 88
124 SIMPANG TIGA RM Jl. A.M. Sangaji
125 SINAR CAHAYA RM Jl. Dr. Setia Budi
126 SINAR MINANG RM Ruko Batu Merah
127 SUPIRA RM Jl. Kopi
128 SUPIRA RM Jl. Diponegoro
129 THALIA RM Jl. Jend. Achmad Yani
130 TIGA SAUDARA COTO RM Jl. A. Y. Patty
131 UJUNG PANDANG RM Jl. Lorong Sagu
132 UMI RM Jl. Tulukabessy
133 UMI 2 RM Jl. Dukuh - gang Pos

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xix


No Nama Usaha Alamat
134 VINELA RM Jl. A.M. Sangaji
135 WANGI-WANGI RM Jl. Fuli
136 YUSARA RM Jl. Sultan Babullah
II KECAMATAN NUSANIWE
1 AGNYA RM Jl. Dr. Malaihollo
2 AKBAR RM Jl. Sultan Babullah
3 ANAK RANTAU RM Jl. Dr. Malaihollo
4 AYAH TRIKORA Cab RM Jl. Dr. Siwabessy
5 BETE - BETE RM Jl. Dr. J. B. Sitanala - Dpn Telkom
6 DEDES RM Jl. Sultan Babullah
7 DEPOT JUMBO RM Jl. Dr. Siwabessy
8 DEPOT NISMA RM Jl. Sultan Babullah
9 HIDAYAH RM Jl. Dr. Malaihollo
10 LADO HUTABULU RM Jl. Dr. Latumeten - Bt Gantung
11 MADURA AN RM Jl. Sultan Babullah
12 MAMA UTAMA RM Jl. Sultan Babullah
13 MAMA UTAMA RM Jl. Dr. J. B. Sitanala
14 MAMA UTAMA RM Jl. Nn. Saar Sopacua - OSM
15 MAWAR RM Jl. Nn. Saar Sopacua
16 NUSANTARA COTO RM Jl. Dr. J. B. Sitanala - Waringin
17 PANTAI INDAH RM Jl. Dr. Malaihollo
18 SELERA NUSANTARA RM Jl. Sultan Babullah
KECAMATAN TELUK AMBON
III BAGUALA
1 RAHMAT RM Jl. Wolter Monginsidi
2 " R T E " RM Ambon City Center
3 BAKSO LAPANGAN TEMBAK RM Ambon City Center
4 BILVIN RM Jl. Sisingamangaraja
5 BUNDA Warung Jl. Wolter Monginsidi
6 COLO - COLO RM Desa Passo
7 D' COST FEAD RM Ambon City Center
8 DAPUR MAMA Jl. Sisingamangaraja
9 DUA IKAN RM Jl. W. Mongensidi - Lateri
10 ES TELLER 77 Ambon City Center
11 GANDARIA Kantin Desa Passo
12 IKAN GORENG CIANJUR RM Ambon City Center
13 IMADE WAYAN RM Jl. Sisingamangaraja
14 INDI RM Desa Passo
15 ISTANA MINANG RM Jl. Sisingamangaraja
16 KAWANUA RM Jl. W. Mongensidi - Latta
17 NAIRA RM Jl. Wolter Monginsidi
18 NIKMAT Warung Desa Passo
19 NUSANTARA RM Jl. Sisingamangaraja
20 NUSANTARA RM Desa Passo
21 PADANG AYAH RM Jl. Wolter Monginsidi
22 PADANG RM Desa Passo
23 PADANG RM Desa Passo
24 PUTRA ANUGERAH RM Desa Passo
25 READY TO EAT Ambon City Center
26 SARI GURIH RM Jl. Sisingamangaraja
27 SARI MINANG RM Jl. Wolter Monginsidi
28 SARI MURNI BLITAR RM Jl. Sisingamangaraja
29 SURYA BARU RM Jl. W. Mongensidi - Lateri
30 TORAJA 88 RM Jl. Sisingamangaraja

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xx


No Nama Usaha Alamat
31 TORAJA 88 RM Jl. Wolter Monginsidi
IV KECAMATAN TELUK AMBON
1 88 RM Batu Koneng
2 AEDIL Warung Jl. Ir, M. Puttuhena
3 ALAM HIJAU RM Jl. Dr, J. Leimena
4 ANDIKA RM Jl. Dr, J. Leimena
5 AROMA COTO RM Jl. Ir, M. Puttuhena
6 BANDUNG Warung Jl. Ir, M. Puttuhena
7 BAROKAH RM Perumnas Air Sakula
8 CAK EKO Bakso Malang RM Airport Laha
9 DUA SAUDARA RM Jl. Ir, M. Puttuhena
10 ELTERL'S RM Jl. Sisingamangaja
11 GEBY RM Jl. Dr, J. Leimena - Wailawa
12 HAYATI RM Jl. Dr, J. Leimena
13 ILHAM Warung Jl. Dr, J. Leimena
14 INDAH RM Jl. Dr, J. Leimena
15 ISTANA LAUT RM Jl. Ir, M. Puttuhena
16 MANOE KANDUANG RM Jl. Ir, M. Puttuhena
17 MAS NO SATE RM Jl. Ir, M. Puttuhena
18 MIE KOK RM Jl. Ir, M. Puttuhena
19 MINANG SAIYO V RM Jl. Ir, M. Puttuhena
20 NIFIA RM Jl. Ir, M. Puttuhena
21 NURLELA RM Jl. Leo Wattimena
22 NUSANTARA RM Jl. Leo Wattimena
23 NUSANTARA RM Jl. Ir, M. Puttuhena
24 POJOK SALERO RM Batu Koneng - LIPI
25 POLE ONRO RM Perumnas Air Sakula
26 PUTI BUNGSU RM Jl. Dr, J. Leimena
27 PUTRI ANGKASA Warung Jl. Dr, J. Leimena
28 RATIH RM Jl. Dr, J. Leimena
29 RINJANI RM Jl. Dr, J. Leimena
30 RIZKY RM Perumnas Air Sakula
31 SABAR RM Jl. Dr, J. Leimena
32 SALERO Pondok Jl. Dr, J. Leimena
33 SELERA NUSANTARA Jl. Ir, M. Puttuhena
34 SEROJA Warung Perumnas Air Sakula
35 SUMBER MULIA RM
36 TEGAR RM Airport Laha
37 UMI RM Jl. Dr, J. Leimena

Tabel Tabel 5.4 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di
Kota Ambon ( Cafe)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 ALDA Café Ambon Plaza Lt II
2 BOUGENVILLE Café Ambon Plaza Lt 2
3 CANGKIR Café Jl. Said Perintah
4 CINDERELLA Café Jl. A. M. Sangaji
5 CROWN Café Jl. A. M. Sangaji
6 DIALOG Café Jl. Yan Paays No, 16
7 ELIZABETH Café Jl. Imam Bonjol
8 EXCELSO Café Jl. A.M. Sangaji No 116
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xxi
No Nama Usaha Alamat
9 FLAMBOYAN Cafe Ambon Plaza Lt 2
10 GOLDEN Café & Bistro W. R. Soepratman
11 HANG OUT Cafe Jl. Dana Kopra
12 JET'Z Café Pertokoan Mardika
13 KAMPOENG RADJA Café Jl. Diponegoro No : 24
14 Kedai Es Pisang Ijo Pemuda [Link] Budi
15 LES MOLLUCANS Café Jl. Mutiara No. 15
16 LISA Café Ambon Plaza Lt II
17 MAPLES Cafe Jl. Diponegoro
18 NEO Caffe & Bistro Jl. Sam Ratulangi
19 OCEAN Café Jl. Anthonie Reebok No. 8
20 PANORAMA Café Jl. Christina M, Tiahahu
21 PENZION Café Jl. A. M. Sangaji
22 SEROJA Café Ambon Plaza Lt 2
23 TANLEN Café Jl. Imam Bonjol
24 TIFA HATUKAU Cafe Pantai Batu Merah
25 WIJAYA 1 Café Jl. Said Perintah
26 BASNUP Jl. Sudirman
II KECAMATAN NUSANIWE
1 BLESSING Café Jl. Ot Pattimaipauw
2 PELANGI Café Jl. Kapitan Yongker
3 TIRTA MANDIRI Café Jl. Sultan Babullah
4 WORSHOP Café Jl. Dr. J. B. Sitanala
5 PRANA Café Amahusu
KECAMATAN TELUK AMBON
III BAGUALA
1 55 Caffe Jl. Leo Wattimena
2 ENGLIE Café & Resto Jl. Wolter Monginsidi
3 PAS VAN BAGUALA Cafe Jl. Raya Passo
4 SINGGAH Café Jl. Wolter Monginsidi
III KECAMATAN TELUK AMBON
1 CAHAYA BERKAT Café Airport Laha
2 PARADISO Café Airport Laha
3 RIZAL Café Airport Laha
4 RR JAYA Cafe Airport Laha
5 SURABAYA Café Perumnas Air Sakula
6 TOM'S Café Airport Laha

Tabel 5.5 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota Ambon
(Rumah Kopi)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 ANUGERAH Rumah Kopi Jl. Sultan Hairun
2 ANUGERAH Rumah Kopi Jl. Yan Pays
3 BALABU Rumah Kopi Jl. Kenanga No 4
4 BARISTA Rumah Kopi Jl. L o l a
5 BINTANG Café / Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
6 D'NYONG Warung Kopi Jl. A. Y. Patty
7 ELSHADAI Rumah Kopi Jl. Tulukabessy
8 INFO CAFÉ Rumah Kopi Jl. Yan Pays

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xxii


No Nama Usaha Alamat
9 JOAS PERMIUM Rumah Kopi Jl. Said Perintah No : 37
10 JOAS URIMESING Rumah Kopi Jl. Diponegoro
11 KENZO Rumah Kopi Jl. A. Y. Patty
12 LELA Rumah Kopi Jl. A. M. Sangaji
13 LELA BARU Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
14 M A C Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
15 MANISE Coffe Jl. Jend. A. Yanny
16 MEGA Rumah Kopi Jl. Philip Latumahina
17 MEKAR Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
18 MORO Rumah Kopi Jl. Yos sudarso
19 NABILA Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
20 NENGSI Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
21 NEW CINDERELLA Roti & Kopi Jl. Dr, Setia Budi No. 17
22 NICE Rumah Tea Jl. A. M. Sangaji
23 PANGKALAN RAYA Rumah Kopi Jl. Said Perintah
24 PARADISE Rumah Kopi Jl. Philip Latumahina
25 PASIR PUTIH Kedai Jl. Sam Ratulangi
26 PELANGI Rumah Kopi Pertokoan Mardika
27 PILKADA Rumah Kopi Ruko Batu Merah
28 RENO Rumah Kopi Jl. Yos sudarso No 40
29 RENOVI Rumah Kopi Ruko Batu Merah
30 ROTI' O Café Pertokoan Mardika
31 SANTAI Rumah Kopi Jl. Yos sudarso
32 SARINDA Oven Fresh & Tasty Jl. Sam Ratulangi
33 SARIWANGI Rumah Kopi Jl. A. M. Sangaji
34 SARIWANGI Rumah Kopi Jl. Dr, Setia Budi
35 SARIWANGI Rumah Kopi Pertokoan Mardika
36 SARIWANGI BARU Rumah Kopi Jl. Diponegoro
37 SEKAWAN Rumah Kopi Jl. Sekawan
38 SENANG HATI Rumah Kopi Jl. Sultan Hairun
39 SIBU - SIBU Rumah Kopi Jl. Said Perintah
40 STORY Rumah Kopi Jl. Said Perintah
41 TAGAE Rumah Kopi Jl. Sam Ratulangi
42 TEMPO BARU Rumah Kopi Jl. Diponegoro
43 TEMPO DOELOE Rumah Kopi Jl. Anthoni Rebook
44 TIFA HATUKAU - MAENUSU RK Pantai Batu Merah
45 TRIKORA Rumah Kopi Jl. A. M. Sangaji
46 YOAS Rumah Kopi Jl. Said Perintah
KECAMATAN TELUK AMBON
II
BAGUALA
1 AYAH RM Jl. Pier Tendean
2 BERKAT RM Jl. Pier Tendean No 5
3 CUPPACOFFEE Ambon City Center
4 J. CO Donuts & Coffee Jl. Jend Sudirman - MCM
5 J. CO Donuts & Coffee Ambon City Center
6 NESCAFE RK Ambon City Center
7 PAWELA Rumah Kopi Jl. Wolter Monginsidi
8 YOAS Rumah Kopi Jl. Wolter Monginsidi
III KECAMATAN TELUK AMBON
1 KOPITIAM Sir Ley's Airport Laha
2 KEMBAR Kedai Kopi Jl. Dr, J. Leimena

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xxiii


Tabel 5.6 Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di Kota Ambon
( Catering)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 EROL Catering Jl. Pattimura - Pulu Gangsa
2 LINEX Catering Jl. Kakialy No 16
3 MANDA FRIDA Carering Jl. A. Y. Patty / Coto 3 Saudara
4 MUNIR Catering Jl. Sultan Babullah
5 NEW RATU GURIH Catering Jl. Diponegoro
6 RORINO Catering Jl. Rijali
7 SARI GURIH Catering Jl. Dana Kopra No 14 A
II KECAMATAN TELUK AMBON
1 PUTRI ANGKASA Catering Airport Laha

Tabel 5.7 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota Ambon
(Hotel)
Keterangan
No Nama Usaha Alamat
Bintang/ Kelas
I KECAMATAN SIRIMAU
1 AMANS Hotel Jl. Pantai Mardika No 53 MELATI
2 AMARIS Hotel Jl. Diponegoro No 82 - 84 * *
3 AMBOINA Hotel Jl. Kapitan Ulupaha No 5 A MELATI
4 AMBON Hotel Jl. Dr, Setia Budi MELATI
5 ATLANTIC Hotel Jl. Anthonie Rebook MELATI
6 BETA Hotel Jl. Wem Reawaruw MELATI
7 BIZ Hotel Jl. Said Perintah No : 37 MELATI
8 BUDGET SENTOSA Hotel Jl. Sirimau - Batu Meja MELATI
9 CITY HUB HERO Hotel Jl. Wem Reawaruw MELATI
10 ELIZABETH Hotel Jl. Imam Bonjol * *
11 EVERBRIGHT Hotel Jl. Cendrawasih No 20 MELATI
12 GOLDEN PALACE Hotel Jl. Cendrawasih MELATI
13 IMPERIAL INN Hotel Jl. W. R. Supratman MELATI
14 MANDARIN Hotel Jl. Cempaka MELATI
15 MANISE Hotel Jl. W.R. Supratman No 1 * * *
16 MARINA Hotel Jl. Yan Pays No 16 * *
17 MUTIARA Hotel Jl. Raya Pattimura No 12 MELATI
18 PACIFIK Hotel Jl. Cendrawasih * *
19 PENGINAPAN GOLDEN INN Jl. Fuli No 48
20 SAHABAT Hotel Jl. Said Perintah MELATI
21 SANTIKA Premiere Hotel Jl. Jend Sudirman No : 88 ****
22 SEA Hotel Jl. Jend Sudirman MELATI
23 STORI Hotel Jl. Cendrawasih No 21 MELATI
24 SUMBER ASIA Hotel Jl. P a l a MELATI
25 swiss-belhotel Jl. Benteng Kapaha No 88 ****
26 THE CITY Hotel Jl. Tulukabessy MELATI
27 THE ORCHID Hotel Jl. Raya Pattimura MELATI
28 TO DAY Hotel Jl. Kopra MELATI
29 WIJAYA 1 Hotel Jl. Said Perintah * *
30 WIJAYA II Hotel Jl. Pantai Mardika MELATI
31 WISATA Hotel Jl. Mutiara MELATI
II KECAMATAN NUSANIWE
1 ABDULLALIE Hotel Jl. Sultan Babullah MELATI

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xxiv


Keterangan
No Nama Usaha Alamat
Bintang/ Kelas
2 COLLIN BEACH Hotel Jl. Amalanite MELATI
3 NISMA Hotel Jl. Sultan Babullah MELATI
4 SAKINAH GRAND SOABALI Hotel Jl. Dr. G. A. Apituley MELATI
5 TIRTA KENCANA Hotel Jl. Raya Amahusu MELATI
KECAMATAN TELUK AMBON
III BAGUALA
1 ASTIKA Hotel Jl. Wolter Monginsidi MELATI
IV KECAMATAN TELUK AMBON
1 CEMERLANG Hotel Jl. Ir. M. Putuhena MELATI
2 MALUKU TRANSIT Hotel Jl. Dr. J. Leimena MELATI
3 WAYAME BAY HOTEL [Link]. [Link] MELATI

Tabel 5.8 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota Ambon
(Guest House)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 REJEKI 3 Guest House Jl. Sam Ratulangi
2 AVEMA LESTARI Pondok Wisata Jl. W. R. Supratman No 18
3 CLEAN & COMFORT Home Stay Jl. Mutiara
4 COKLAT Guest House Jl. Kopra
5 GRAND AVIRA Guest House Jl. Rijali. No 86
6 HILIA Guest House Jl. Kesatrian
7 NEW MULIA Guest House Jl. Rijali, No 19
8 NYAMAN Guest House Jl. Kopra
9 SENTOSA Guest House Jl. Kopi
10 THE MALEO Guest House Jl. A. M. Sangaji
11 VICTORIA Guest House Jl. Slamet Riady No 2
II KECAMATAN NUSANIWE
1 88 Guest House Jl. Mr. J. Latuharhary
III KECAMATAN TELUK AMBON
1 GRECIA Guest House Jl. J. Leimena
2 SARI RASA Guest House Jl. Ir, M. Puttuhena

Tabel 5.9 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota


Ambon (Wisma)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 GAME Wisma Jl. Jend Achmad Yanny
2 GONZALO VELOSO Wisma Jl. Tabea Jou - Kopertis
3 GRACE Wisma Jl. Mutiara
4 PARAGON Wisma Jl. Baru
5 SILIWANGI Wisma Jl. Tanah Rata
6 Wisma IMPERIAL INN [Link]

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xxv


Tabel 5.10 Pelaku usaha Pariwisata Bidang Penyediaan Akomodasi Kota
Ambon (Penginapan)

No Nama Usaha Alamat


I KECAMATAN SIRIMAU
1 A.M SANGAJI Penginapan Jl. A. M. Sangaji
2 AINS PUNCAK ASMARA Penginapan Jl. Kebun Cengkih
3 AMANS INN Penginapan Pantai Mardika
4 ASRI Penginapan Jl. Baru - Gang Buah
5 BIDADARI Penginapan Jl. Jos Sudarso
7 CAHAYA Penginapan Jl. Sam Ratulangi
8 CAPE DEH Penginapan Jl. Sam Ratulangi
9 FULI INDAH Penginapan Jl. Fuli
10 GARUDA Penginapan Jl. Melati No : 18
11 GOLDEN INN Penginapan Jl. Fuli No 8 - 9
12 ICAL Penginapan Jl. Kopi
13 JOS SUDARSO Penginapan Jl. Jos Sudarso
14 LE GREEN SUITE Penginapan Jl. Sam Ratulangi No 93
15 MUTIARA INN Penginapan Jl. Mutiara
16 OLYMPIC Penginapan Jl. Sam Ratulangi
17 RAHMAT Penginapan Jl. Jos Sudarso
18 REJEKI I Penginapan Jl. Sam Ratulangi
19 REJEKI II Penginapan Jl. Sam Ratulangi
20 REJEKI III Penginapan Jl. Sam Ratulangi
21 REZFANNY Penginapan Jl. Wem Reawaruw
22 RIVAL Penginapan Jl. Fuli
23 RYBEN Penginapan Pertokoan Mardika
24 SEJUK Penginapan Pertokoan Mardika
25 SETIA Penginapan Ruko Batu Merah Blk J, No 223
26 STAR Penginapan Jl. A. M. Sangaji
27 SUMBER ASIA II Penginapan Ruko Batu Merah
28 THE ROYAL Penginapan Jl. Anthoni Rebook
29 TIARA Penginapan Jl. Sam Ratulangi No 109
30 VIOLET Penginapan Jl. Dr. Sutomo - Jl. Baru
II KECAMATAN NUSANIWE
1 B - 29 Penginapan Jl. Dr. Siwabessy No 1
2 DANITA Penginapan Jl. Dr. Malaihollo
3 FILIAN Penginapan Jl. Farmasi Atas
4 Le Green Suite Jl. Sultan Babullah
7 SILALE INN Penginapan Jl. Sultan Babullah
8 SOABALI INN Penginapan Jl. Soabali No 115
KECAMATAN TELUK AMBON
III BAGUALA
1 DAHLIA Penginapan Jl. Dr. J. Leimena
2 PARADISO Penginapan Jl. Dr. J. Leimena
3 PATRA Penginapan Jl. Sultan Hairun
4 S Y I F A Penginapan Jl. Sultan Hairun
5 TRIPLE - T Penginapan Jl. Dr. J Leimena - Desa Tawiri

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | xxvi


1.1. Latar Belakang
Pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah harus direncanakan
secara matang, terstruktur dan sistematis sehingga arah pembangunan menjadi jelas
serta sejalan dengan pembangunan daerah secara menyeluruh. Pembangunan
kepariwisataan daerah menjadi sektor prioritas dan diharapkan menjadi leading sector
pembangunan daerah yang akan menjadi pengungkit (leverage) bagi sektor-sektor
lainnya. Rencana pembangunan dibedakan berdasarkan durasi waktu pelaksanaannya
yaitu rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Dalam Undang- undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
mengamanatkan kepada Kepala Daerah untuk menyusun pembangunan daerah
sebagai kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional dan menyusun
perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan kewenangannya. Pada saat ini,
kinerja pemerintah dituntut agar lebih dioptimalkan guna meringankan beban
masyarakat dari imbas pandemi Covid-19 yang berkepanjangan saat ini. Untuk itu
diperlukan perubahan paradigma terutama bagaimana menyiapkan strategi dalam
menghadapi krisis multidimensi, terutama pada institusi pemerintahan sebagai regulator.
Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan
sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah. Dalam upaya meningkatkan
pendapatan asli daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber
daya dan potensi pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangsih yang
signifikan bagi perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat
pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi
maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi baik
barang dan jasa.
Pembangunan pariwisata menjadi sangat mendesak mengingat kontribusi yang
sangat besar dari sektor ini, terlebih lagi bagi Kota Ambon yang merupakan Ibu Kota
dengan sektor jasa menjadi sumber pendapatan utama daerah, termasuk dari sektor
pariwisata. Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah, maka pembangunan sektor ini
pun harus selaras dan terintegrasi dengan sektor lainnya. Dalam rangka penerapan
otonomi pariwisata di daerah, perlu ditetapkan kebijakan dan strategi: "Pariwisata
sebagai Paradigma Baru Pembangunan", dimana seluruh perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan daerah harus berwawasan pariwisata sehingga
pengembangan pariwisata dilaksanakan secara pararel dan terintegrasi dengan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 1


pembangunan sektor lainnya, melalui suatu aplikasi sistemik "Pola Pemberdayaan
Pariwisata", untuk menciptakan produk-produk unggulan (Muwardi, 2000).
Pariwisata telah menjadi sektor prioritas dalam pembangunan perekonomian
Indonesia. Pariwisata diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak utama dalam
mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui penciptaan lapangan
pekerjaan dan kesempatan berusaha, penerimaan devisa, serta pembangunan
infrastruktur. Selain itu, pariwisata juga dapat digunakan untuk memperkenalkan
identitas dan kebudayaan nasional. Oleh karena itu, pengembangan pariwisata akan
terus dilanjutkan dan ditingkatkan melalui perluasan dan pemanfaatan sumber serta
potensi pariwisata nasional.
Dalam mengembangkan pariwisata nasional, pandangan hidup dan kualitas
lingkungan harus tetap dijaga. Pengembangan pariwisata dilakukan sejalan dengan
program pengembangan dari berbagai industri pariwisata. Tidak hanya industri
pariwisata dalam skala menengah dan besar, melainkan juga industri pariwisata dalam
skala kecil dapat memperoleh manfaat. Sebagai salah satu komoditi ekspor yang tidak
dapat dilihat secara nyata, peran pariwisata semakin meningkat dalam perekonomian
Indonesia. Dalam mengembangkan pariwisata internasional sangat diperlukan program
yang terarah dan tepat dalam rangka meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan
mancanegara (wisman). Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan
pemasaran dan perbaikan dari berbagai fasilitas yang diperlukan wisman, seperti
pelayanan imigrasi, fasilitas angkutan, perbankan, akomodasi, restoran, biro perjalanan,
dan sebagainya.
Untuk meningkatkan kegiatan pemasaran, diperlukan perencanaan yang sesuai
berdasarkan informasi kuantitatif dan kualitatif tentang wisman pada masa-masa
sebelumnya. Dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal
tahun 2020, informasi tentang wisman semakin diperlukan sebagai bahan evaluasi dan
perencanaan pembangunan di masa yang akan datang. Tidak tersedianya data pada
masa lalu akan menyulitkan dalam membuat rencana yang cermat dan terarah. Data
statistik yang disajikan dalam publikasi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu
kebutuhan tersebut.
Kota Ambon atau biasa disebut Ambon Manise merupakan ibukota Provinsi
Maluku, Secara geografis, Kota Ambon terletak pada posisi 3°34’4,80”- 3°47’38,4”
Lintang Selatan dan 128°1’33,6” - 128°18’7,20” Bujur Timur, dimana secara keseluruhan
Kota Ambon berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah. Kota Ambon memiliki
beragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan baik objek wisata alam,
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 2
budaya, sejarah maupun minat khusus. Salah satu objek wisata alam terkenal di Kota
Ambon adalah Pintu Kota yang semenjak lama sudah menjadi salah satu objek wisata
andalan di Kota Ambon namun perkembangan jaman menuntut banyak perubahan tidak
terkecuali terhadap objek wisata di Kota Ambon.
Tabel [Link] Objek Wisata per Kecamatan di Kota Ambon

Kecamatan
Jenis Wisata Leitimur Teluk
Nusaniwe Sirimau Baguala
Selatan Ambon

Wisata
19 2 9 4 9
Alam

Wisata
- 1 5 - 1
Budaya
Wisata
2 12 5 2 5
Sejarah
Sumber. Kota Ambon dalam Angka 2021, BPS
Pada tahun 2017, Kota Ambon telah ditetapkan oleh Pemerintah Republik
Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (BEKRAF RI) sebagai
Kota Musik dan Kota Kuliner berdasarkan uji publik “Program Penilaian Mandiri
Kota/Kabupaten Kreatif Seluruh Indonesia. Penetapan selanjutnya sebagai Kota Kreatif
Indonesia dikukuhkan pada tahun 2021 melalui “Program Kota Kreatif”
Kemenparekraf/Baparekraf. Penetapan tersebut tidaklah tanpa dasar yang kuat, karena
disadari bahwa masyarakat Kota Ambon memiliki DNA dan intuisi bermusik yang tinggi.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penyanyi-penyanyi berkelas nasional dan
internasional seperti Broery Pesolima, Bob Tutupoly sampai dengan Glenn Fredly dan
beberapa komposer lagu terkenal seperti Minggus Tahitoe sampai dengan Melly
Goeslaw keturunan Ambon. Setelah ditetapkan sebagai Kota Musik, Kota Ambon
memiliki event nasional dan internasional yang sangat banyak dan sangat signifikan
dalam meningkatkan jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara yakni sebesar
kurang lebih 22,86 persen.
Selanjutnya kapasitas bermusik dan ekosistem bermusik ini diakui oleh UNESCO
pada tanggal 31 Oktober 2019 dengan menetapkan Ambon sebagai UNESCO Creative
City of Music. Dimana Musik sudah menjadi budaya masyarakat Ambon yang
keberlanjutannya tak dapat disangkal lagi dan menjadi pusat perencanaan dan identitas
dari sebuah kota. Di sisi lain, kehidupan masyarakat Ambon sudah terpapar musik sejak
berbentuk janin sampai dengan kematian (circle of life) dan memiliki lanskap pantai
sampai pegunungan (music place driven making) yang sangat memengaruhi musikalitas

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 3


masyarakat Ambon, maka musik telah menjadi ikon utama dalam setiap aktivitas kota
(DSRA Ambon Kota Musik, 2020).
Melihat berbagai prospek yang begitu menjanjikan pada sektor pariwisata ini,
maka diperlukan upaya berbagai pihak terutama stakeholders pariwisata dan pelaku
industri pariwisata yang terlibat langsung di dalam prosesnya. Diperlukan usaha-usaha
untuk memperkuat daya saing produk pariwisata lokal agar dapat bersaing secara
nasional maupun internasional termasuk dengan pembuatan beragam paket wisata
yang unik, menarik, spesifik dan berbeda dengan produk paket wisata yang ditawarkan
daerah lain serta disesuaikan dengan kekhasan dari Kota Ambon sebagai City of Music,
City of Fish dan City of Peace. Untuk mencapai kemampuan dan daya saing itu,
pengembangan sumber daya manusia menjadi wajib dan mutlak diperlukan selain
tentunya perencanaan dan penetapan skala prioritas dalam pembangunan pariwisata di
Kota Ambon.
Berdasarkan berbagai nilai tambah di atas maka Rencana Induk Pembangunan
Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon sebagai pedoman bagi seluruh stakeholders daerah
dalam mewujudkan dan mengembangkan pembangunan kepariwisataan wajib disusun
berdasarkan potensi kepariwisataan daerah dengan mengangkat keunikan dan
kekhasan otentik daerah sebagai prioritas dan dalam proses pembangunan tetap
dengan kaidah sustainable tourism sehingga pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon berdampak positif bagi alam. Sebagai pedoman pembangunan kepariwisataan
daerah, melalui RIPPAR bisa mengakomodir berbagai isu strategis dan perkembangan
baru (current issues) dalam bidang kepariwisataan dan dampak ekonomi kreatif dapat
menjadi acuan bagi pemerintah daerah sebagai regulator dan sekaligus eksekutor
pembangunan daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

1.2. Maksud, Tujuan Dan Sasaran


1.2.1. Maksud
Maksud pelaksanaan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata
(RIPPAR) Kota Ambon adalah untuk melakukan pembaruan data di bidang pariwisata
serta penyesuaian dengan kondisi aktual selama dan pasca Pandemi Covid-19 yang
telah berlangsung pada awal tahun 2020 di Kota Ambon.

1.2.2. Tujuan

Tujuan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) adalah


untuk menghasilkan dokumen RIPPAR sebagai landasan, pedoman dan acuan dalam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 4
pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.

1.2.3. Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam penyusunan Rencana Induk
Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon adalah sebagai berikut:
a. Terkajinya kebijakan dan rencana tingkat nasional, provinsi dan kota dalam
kaitannya dengan pembangunan pariwisata Kota Ambon.
b. Teranalisanya kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pembangunan
kepariwisataan di Kota Ambon.
c. Terumuskannya pedoman dan arah pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
dalam bentuk visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon.
d. Terumuskannya kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
terkait destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan
kelembagaan pariwisata.
e. Terumuskannya rencana pengembangan perwilayahan kepariwisataan Kota
Ambon yang terintegrasi dan sinergi dengan rencana pengembangan perwilayahan
provinsi
f. Terumuskannya program kegiatan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
g. Tersusunnya naskah akademik dan rancangan peraturan daerah tentang Rencana
Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon.

1.3. Keluaran
Melalui penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota
Ambon ini diharapkan dapat menghasilkan keluaran sebagai berikut:

a. Dokumen Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon.


b. Nasakah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Kota Ambon tentang Rencana
Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon.
c. Rancangan Peraturan daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata
(RIPPAR) Kota Ambon.

1.4. Ruang Lingkup


1.4.1. Lingkup Wilayah
Secara geografis, Kota Ambon terletak pada posisi 3°34’4,80”- 3°47’38,4”
Lintang Selatan dan 128°1’33,6”- 128°18’7,20” Bujur Timur, dimana secara keseluruhan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 5
Kota Ambon berbatasan dengan Kabupaten Maluku Tengah. Sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 13 Tahun 1979 luas wilayah Kota Ambon seluruhnya 377 Km² dan
berdasarkan hasil Survei Tata Guna Tanah tahun 1980 luas daratan Kota Ambon
tercatat 359,45 km² .
Sesuai Perda Kota Ambon Nomor 2 Tahun 2006, Kota Ambon memiliki lima
kecamatan dengan luas masing-masing: Kecamatan Nusaniwe 88,35 km², Kecamatan
Sirimau 86,81 km², Kecamatan Teluk Ambon 93,68 km², Kecamatan Teluk Ambon
Baguala 40,11 km² dan Kecamatan Leitimur Selatan dengan luas 50,50 km².
Lingkup wilayah Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota
Ambon merupakan wilayah administratif Kota Ambon yang terdiri dari 5 Kecamatan, 19
Kelurahan, 22 Negeri dan 8 Desa. Lingkup wilayah RIPPAR Kota Ambon dapat dilihat
pada Gambar 1.1:

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 6


Gambar 1.1 Peta Administrasi Kelurahan, Negeri dan Desa di Kota
Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 7


1.4.2. Lingkup Materi
a. Potensi dan permasalahan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
b. Isu-isu strategis pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
c. Arah pembangunan kepariwisataan Kota Ambon, meliputi Visi, Misi, Tujuan
dan Sasaran pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
d. Kebijakan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
e. Strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
f. Rencana pengembangan perwilayahan kepariwisataan Kota Ambon.
g. Program dan indikasi kegiatan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.
Berdasarkan Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan dan
Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan
Pariwisata Nasional Tahun 2010-2025, maka aspek-aspek yang perlu diatur dalam
pembangunan kepariwisataan daerah meliputi:
a) Pembangunan destinasi pariwisata, meliputi:
1) Pembangunan perwilayahan destinasi pariwisata.
2) Pembangunan Daya Tarik Wisata.
3) Pembangunan Aksesibilitas.
4) Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Pariwisata
5) Pemberdayaan Masyarakat
6) Pengembangan Investasi
b) Pembangunan industri pariwisata, meliputi:
1) Penguatan struktur industri pariwisata.
2) Peningkatan daya saing produk wisata.
3) Pengembangan kemitraan usaha pariwisata.
4) Penciptaan kredibilitas usaha.
5) Pengembangan tanggung jawab pada lingkungan.
c) Pembangunan pemasaran pariwisata, meliputi:
1) Pengembangan pasar wisata
2) Pengembangan citra pariwisata
3) Pengembangan mitra pemasaran pariwisata
4) Pengembangan promosi pariwisata
d) Pembangunan kelembagaan pariwisata, meliputi:
1) Penguatan organisasi kepariwisataan.
2) Pembangunan SDM pariwisata
3) Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 8
1.4.3. Lingkup Kegiatan
1. Tahap persiapan, mencakup penyamaan persepsi terhadap tujuan, lingkup
materi, metodologi penyusunan RIPPAR Kota Ambon, serta kajian awal
terhadap kebijakan dan perkembangan kepariwisataan Kota Ambon;
2. Survei pengumpulan data dan informasi, baik data primer maupun data sekunder
terkait destinasi pariwisata, Industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan
kelembagaan pariwisata.
3. Pengolahan dan analisis data primer dan sekunder yang diperoleh.
4. Seminar dan diskusi sebagai sarana untuk melakukan konsultasi dan komunikasi
dengan berbagai pemangku kepentingan (pemerintah, swasta, masyarakat,
akademisi).
5. Penyusunan laporan, mencakup laporan pendahuluan, laporan antara, laporan
draf akhir, dan laporan akhir, termasuk Naskah Akademik Rancangan
Peraturan Daerah tentang RIPPAR Kota Ambon.

1.5. Jangka Waktu Perencanaan


Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan disebutkan
bahwa Rencana Induk Pembangunan Pariwisata merupakan bagian integral dari Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN). RPJPN tersebut akan berakhir pada tahun
2025. Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon memiliki periode perencanaan
selama 5 (lima) tahun, yaitu tahun 2021-2026.

1.6. Metodologi
1.6.1. Kerangka Pendekatan

Pengembangan sektor pariwisata Kota Ambon diarahkan pada pembangunan


berkelanjutan (sustainable development) dengan pendekatan pariwisata berbasis
masyarakat (community based tourism). Kota Ambon memiliki ragam potensi wisata
alam, budaya, sejarah dan ekonomi kreatif yang luar biasa. Pembangunan
kepariwisataan Kota Ambon haruslah merefleksikan konten lokal (local content) serta
kearifan lokal. Pengembangan kepariwisataan di Kota Ambon harus menjadi pendorong
utama dan memberikan daya ungkit (leveraging) pertumbuhan daerah di Kota Ambon
dalam lingkup lokal dan secara regional.
Pada lingkup lokal, keberhasilan pembangunan kepariwisataan dapat dikenali
dengan munculnya objek daya tarik wisata baru di wilayah geografis Kota Ambon,
meningkatnya kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas manusia, peningkatan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 9


Pendapatan Asli Daerah, keserasian wilayah, dan indikator pembangunan daerah
lainnya.
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam penyusunan RIPPAR Kota Ambon
ini diantaranya ialah:

a) Pendekatan Komprehensif
Pendekatan ini bersifat integral dan holistik yang mengedepankan pembangunan
yang bersifat intersektoral, keterpaduan antar sektor pembangunan yang selaras dan
seimbang. Perencanaan ini dilaksanakan secara terpadu antar seluruh stakeholders
pembangunan daerah Kota Ambon dan didasarkan pada tahapan perencanaan
pembangunan jangka panjang, menengah dan jangka pendek yang jelas. Pendekatan
ini secara teknis dilaksanakan melalui perencanaan top-down dan bottom-up.
Perencanaan pengembangan yang bersifat top-down yakni perencanaan
pengembangan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah Kota Ambon melalui berbagai
rencana program pengembangan, hal ini juga dijabarkan dari kebijakan pengembangan
pariwisata dan ekonomi kreatif baik secara nasional maupun provinsi.
Pasa sisi lain, pendekatan yang bersifat bottom-up dimana perencanaan
dilakukan dengan mengakomodir aspirasi dari masyarakat melalui penggalian berbagai
potensi, peluang, permasalahan, solusi, hambatan, tantangan, ancaman dan
memaksimalkan peran seluruh stakeholders dan masyarakat lokal dalam perencanaan
pengembangan.
Pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dilepaskan dari pembangunan
sektor-sektor lainnya baik sektor primer maupun sekunder. Pendekatan holistik pada
seluruh sektor di tingkat lokal dan regional merupakan kunci keberhasilan pembangunan
kepariwisataan. Perencanaan ini meliputi kegiatan menyinergikan kebijakan
pembangunan antar sektor dimulai dengan mengkaji perencanaan umum dan
perencanaan di wilayah-wilayah pengembangan, dengan melibatkan seluruh SKPD dan
instansi terkait. Dengan demikian akan terjadi sinkronisasi, koordinasi dan integrasi
kebijakan pengembangan.
Selanjutnya, perencanaan pengembangan investasi kepariwisataan juga
disinergikan dengan perencanaan investasi sektor lainnya. Kajian permintaan dan
penawaran serta pangsa pasar potensial juga dilakukan sehingga strategi dan program
yang dibuat dapat direalisasikan. Demikian pula kajian makro komprehensif sangat
penting untuk dapat menghasilkan strategi antisipasi yang efektif.

Langkah selanjutnya yaitu melakukan analisis kebijakan pengembangan lintas

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 10


sektor secara komprehensif pula, karena hal ini sangat penting untuk mengetahui
keunggulan dan daya saing (comptetitive advantage) sektor kepariwisataan dan
ekonomi kreatif di Kota Ambon.

b) Pendekatan Pengembangan Berkelanjutan (Sustainable Development)

Pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Ambon didasarkan pada


pendekatan bahwa pengembangan kepariwisataan, kebudayaan dan ekonomi kreatif
harus mendorong terciptanya kemandirian daerah yang memiliki karakteristik dan jati diri
bangsa dalam mewujudkan ketahanan nasional untuk menghadapi tentangan global
dengan memperhatikan aspek keberlanjutan sumber daya alam, sosial budaya, nilai-
nilai dan karakteristik kedaerahan untuk generasi yang akan datang.
Beberapa prinsip yang harus dianut dalam perencanaan pengembangan
kepariwisataan, kebudayaan dan ekonomi kreatif di Kota Ambon diantaranya:
a. Pengembangan kebudayaan, kepariwisataan, dan ekonomi kreatif harus
berlandaskan pada sumber daya alam, sosial, budaya, nilai- nilai dan karakteristik
kedaerahan yang lestari dan berkelanjutan.
b. Prinsip tidak melakukan ekploitasi terhadap segala potensi dan kekayaan daerah
baik yang bersifat fisik maupun non fisik.
c. Prinsip manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat
d. Prinsip sinkronisasi kebijakan pengembangan antar lembaga pemerintah di tingkat
daerah dan nasional
e. Prinsip penguatan potensi lokal dan peningkatan kompetensi SDM lokal dan
melibatkan masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan, kebudayaan dan
ekonomi kreatif
f. Prinsip pelestarian kebudayaan dan sejarah (konservasi dan preservasi)
g. Prinsip pengendalian dan antisipasi dampak akibat pengembangan
kepariwisataan, kebudayaan dan ekonomi kreatif
h. Prinsip harmonisasi antara wisatawan, masyarakat lokal, pemerintah, pelaku
usaha serta stakeholders lainnya.
i. Prinsip pengaturan ruang (spatial arrangement), stabilitas nilai tanah dan
kapasitas daya dukung.
Pengembangan koordinasi, integrasi dan sinergi dalam pembangunan
kepariwisataan daerah antara wisatawan, masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah
serta pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan akselerasi pembangunan
kepariwisataan. Pengembangan destinasi berdasarkan konsep DMO (Destination
Management Organization) untuk mencapai kepariwisataan berkelanjutan (sustainable

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 11


tourism development); dan fasilitasi penguatan kapasitas (capacity building) pelaksana
DMO di destinasi pariwisata, yang meliputi partisipasi masyarakat, manajerial,
kelembagaan, SDM, pengembangan produk, pemasaran dan promosi.

c) Pendekatan Pengembangan Kewilayahan


Pengembangan kepariwisataan di suatu wilayah tentu akan memberikan
pengaruh terhadap wilayah yang berada di sekitarnya. Pengembangan kepariwisataan
pada daerah inti pengembangan (nukleus) akan menjadi jantung pertumbuhan sehingga
mendorong daerah penyangga (sabuk penyangga dan plasma), daerah yang dilalui dan
daerah pendukung lainnya juga berkembang.
Pengembangan kebudayaan, kepariwisataan dan ekonomi kreatif di suatu
wilayah inti pengembangan akan menjadi penarik dan pendorong berkembangnya
masyarakat sekitar. Peningkatan kualitas SDM dan kualitas hidup masyarakat secara
keseluruhan pun akan terwujud, serta pengembangan ini akan menjadi stimulan positif
kemajuan daerah secara keseluruhan sehingga menciptakan keunggulan bersaing
(competitive advantage) daerah.
Pendekatan kewilayahan ini dapat memberikan gambaran yang komprehensif
mengenai potensi, kondisi wilayah, kendala/hambatan pada wilayah-wilayah yang
berdekatan, yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi kegiatan pengembangan
kepariwisataan di wilayah tersebut. Keterkaitan antar wilayah inti pengembangan
kepariwisataan dan daerah sekitarnya menyangkut arus pergerakan manusia, barang
jasa, informasi dari dan ke wilayah pengembangan, jejaring hubungan antar wilayah,
sebaran daya tarik, jenis, serta lokasi dan fasilitas penunjang kepariwisataan, sistem
sarana dan prasarana wilayah, struktur tata ruang serta jumlah ketersediaan SDM dan
kompetensinya.

d) Pendekatan Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia


Pendekatan ini digunakan dalam kerangka perencanaan pengembangan dan
pembangunan kualitas SDM dan kompetensi bidang kepariwisataan. Penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan serta pembangunan lembaga pendidikan kepariwisataan
menjadi kunci utama pengembangan kompetensi SDM kepariwisataan di Kota Ambon.
Hal ini juga perlu menyinergikan kebijakan rencana pengembangan pendidikan pada
tingkat menengah dan tinggi. Selain itu, perencanaan pengembangan juga diarahkan
pada optimalisasi lembaga-lembaga pelatihan kepariwisataan, asosiasi dan pendidikan
profesi serta lembaga sertifikasi. Terkait dengan sertifikasi profesi perencanaan juga
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 12
harus melihat pada kebijakan sertifikasi nasional khususnya bidang kepariwisataan.

e) Pendekatan Pengembangan Kelembagaan dan Kemitraan


Perencanaan pengembangan kelembagaan difokuskan pada penguatan
kelembagaan masyarakat dan pemerintah di tingkat lokal guna mendorong kapasitas
dan peran masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan. Peningkatan kapasitas
dan peran organisasi kemasyarakatan di tingkat lokal (seperti lembaga swadaya
masyarakat, kelompok sadar wisata) dalam mendukung pengembangan kepariwisataan
daerah dan penanggulangan dampaknya. Peningkatan kapasitas dan peran organisasi/
lembaga pemerintahan di tingkat desa/ kecamatan dalam mendukung pengembangan
kepariwisataan Kota Ambon.
Selain itu juga perlu perencanaan penguatan struktur dan tata kelola organisasi
kepariwisataan, penyesuaian organisasi internal dinas pariwisata dalam rangka
pembangunan destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan kepariwisataan.
Selanjutnya penguatan kemampuan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan
program pembangunan kepariwisataan melalui akselerasi pendidikan dan pelatihan di
bidang perencanaan dan penyusunan program pembangunan kepariwisataan,
akselerasi pendidikan dan pelatihan di bidang pengawasan program pembangunan
kepariwisataan, penguatan mekanisme sinkronisasi dan harmonisasi baik secara
internal dinas kebudayaan dan pariwisata maupun lintas sektor.
Peningkatan koordinasi pelayanan antar lembaga terkait dengan kunjungan
wisatawan ke Kota Ambon (yaitu terkait dengan keimigrasian, perhubungan, industri,
perdagangan, keamanan, komunikasi dan informasi). Peningkatan koordinasi antar
mata rantai usaha kepariwisataan dalam memperkuat sistem pengelolaan destinasi
pariwisata. Perencanaan lainnya terkait dengan koordinasi antar lembaga pariwisata
dalam pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata secara sinergis, peningkatan
fasilitasi operasionalisasi Badan Promosi Pariwisata Kota Ambon secara sinergis dan
berkelanjutan. Pengembangan mekanisme dan regulasi koordinasi kewenangan antara
Badan Promosi Pariwisata Daerah (BAPROMPARDA) dan Pemerintah dalam program
promosi pemasaran pariwisata Kota Ambon juga sangat penting.

f) Pendekatan Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community


Based Tourism)

Pendekatan perencanaan Pengembangan Kepariwisataan Berbasis Masyarakat


(Community Based Tourism) sangat penting di Kota Ambon. Pengembangan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 13


kepariwisataan harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat. Masyarakat
menjadi pusat pengembangan (center for development) kepariwisataan, sehingga
semua sektor dapat berinteraksi secara sinergis dan harmonis untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Dengan pendekatan ini, masyarakat akan lebih merasa
memiliki dan bertanggungjawab atas pembangunan kepariwisataan karena mereka
sendiri yang terlibat sebagai perencana, pelaksana, sekaligus pengendalinya.

Proses pengembangan kebudayaan, kepariwisataan dan ekonomi kreatif Kota


Ambon merupakan penjabaran dari perencanaan umum pembangunan di Kota Ambon
yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD).
Kemudian diturunkan dalam bentuk perencanaan strategis, rencana tindakan dan
proyek percontohan pengembangan kepariwisataan daerah Kota Ambon. Nantinya,
proses pengembangan akan diwujudkan dalam proyek percontohan yang akan menjadi
model pengembangan. Percontohan ini meliputi pembangunan inkubator bisnis dan
pengembangan investasi pada bidang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.
Semua program akan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dimulai dari
membangun kesadaran wisata (awareness), pemberdayaan (empowerment),
pelaksanaan, hingga pengawasan. Masyarakat sebagai aktor utama menjadi tulang
punggung keberhasilan pembangunan pariwisata di Kota Ambon, segala aktivitas
sehari hari, kearifan lokal, budaya dan adat istiadat menjadi komoditi pariwisata yang
dapat mendatangkan keuntungan. Akan tetapi tentunya hal ini harus sudah
direncanakan dengan sebaik mungkin agar pengembangan pariwisata berbasis
masyarakat tersebut tidak menjadi bumerang yang justru menghancurkan segala
potensi adat istiadat dan kearifan lokal tersebut. Pembangunan kesadaran dimasyarakat
serta pemberian pelatihan keterampilan dapat menjadi titik awal pengembangan
kepariwisataan berbasis masyarakat.

1.6.2. Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan


Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) Kota Ambon dilakukan
melalui 4 (empat) tahap, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pengumpulan data dan
informasi, (3) tahap identifikasi dan analisis, serta (4) tahap perumusan. Masing-masing
tahapan kegiatan dilakukan dengan melalui diskusi dan penyepakatan dengan berbagai
elemen pemangku kepentingan melalui seminar atau diskusi kelompok terfokus (Focus
Group Discussion/FGD).
1. Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan tahapan awal pelaksanaan kegiatan. Pada tahap ini
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 14
dilakukan kegiatan sebagai berikut:
a) Persiapan anggota tim yang akan dilibatkan dalam pekerjaan penyusunan
RIPPAR Kota Ambon;
b) Pemahaman terhadap kerangka acuan kerja, meliputi tujuan dan sasaran,
lingkup kegiatan, keluaran, hingga waktu pelaksanaan, dan lainnya;
c) Pengayaan substansi pekerjaan, meliputi pemahaman teori-teori, pengembangan
ide/gagasan, pengenalan awal kondisi kepariwisataan Kota Ambon, serta
pemahaman terhadap kebijakan kepariwisataan baik nasional dan provinsi;
d) Identifikasi kebutuhan penyusunan RIPPAR, meliputi penyusunan metodologi dan
rencana kerja rinci, perumusan rancangan survei, daftar kebutuhan data dan
informasi, serta alat survei (kuesioner, pedoman wawancara).

Adapun sasaran yang harus dicapai, adalah


a) Kesiapan para personil yang akan terlibat dalam pekerjaan, termasuk kejelasan
pembagian tugas dan lingkup pekerjaan tenaga ahli dalam tim;
b) Maksud, tujuan, sasaran, keluaran, ruang lingkup, jangka waktu perencanaan
RIPPAR
c) Teori-teori pembangunan pariwisata dan penyusunan RIPPAR, profil
kepariwisataan Kota Ambon, serta terkajinya kebijakan terkait kepariwisataan baik
di tingkat nasional, provinsi maupun kota;
d) Tersusunnya metodologi, jadwal pelaksanaan, rencana survei, serta tersedianya alat
analisis dan alat survei pengumpulan data dan informasi.
Metode yang digunakan pada tahapan ini adalah kajian pustaka (desk study),
diskusi, penilaian kebutuhan (need assessment) dan analisis isi (content analysis)

2. Tahap Pengumpulan Data dan Informasi


Kegiatan pengumpulan data dan informasi dilakukan melalui survei primer dan survei
sekunder. Hasil pengumpulan data dan informasi kemudian akan dianalisis untuk
mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan isu-isu strategis yang dihadapi dalam
pembangunan kepariwisataan Kota Ambon. Data primer meliputi data-data yang diperoleh
langsung dari hasil pengamatan lapangan, sedangkan data sekunder meliputi semua data
yang diperoleh dari hasil-hasil pengolahan yang sudah dilakukan oleh pihak lain, misalnya
pemerintah, asosiasi, dan lainnya.
a) Data primer diperoleh melalui survei primer dengan melakukan observasi terhadap daya
tarik wisata, fasilitas penunjang pariwisata, sarana dan prasarana transportasi, serta
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 15
infrastruktur; wawancara dengan pemangku kepentingan baik dari pihak
pemerintah, swasta/lembaga, maupun masyarakat; penyebaran kuesioner wisatawan;
serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data terkait karakteristik wisatawan
(nusantara dan mancanegara) dilakukan dengan menggunakan menyebarkan
kuesioner melalui teknik sampling;

b) Data sekunder diperoleh melalui survei sekunder ke berbagai instansi sumber data
di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota Kegiatan yang dilakukan pada tahapan
ini, antara lain:
1) Pengumpulan data dan informasi tentang kebijakan pariwisata yang terkait, berupa
peraturan perundangan di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten, serta
data yang berasal dari dokumen perencanaan atau dokumen kebijakan
terkait lainnya;
2) Pengumpulan data dan informasi tentang kondisi kepariwisataan Kota Ambon
yang terdiri dari kondisi destinasi pariwisata, kondisi industri pariwisata, kondisi
pemasaran pariwisata, serta keberadaan kelembagaan kepariwisataan;
3) Pengolahan data berupa entri data, kompilasi dan tabulasi data

Adapun sasaran yang harus dicapai adalah sebagai berikut.


a) Tersedianya data dan informasi yang valid dan akurat tentang arahan dan
kebijakan pengembangan kepariwisataan Kota Ambon;
b) Tersedianya data terkait profil atau gambaran umum wilayah, daya tarik wisata, jenis-
jenis usaha pariwisata, gambaran program pemasaran pariwisata dan data
karakteristik wisatawan, hingga bentuk-bentuk kelembagaan kepariwisataan di Kota
Ambon;
c) Tersedianya data hasil entri data, kompilasi, dan tabulasi data yang siap digunakan
untuk proses identifikasi, analisis, proyeksi, prediksi, dan lainnya.

Metode yang digunakan pada tahapan ini adalah kajian pustaka (desk study), diskusi,
wawancara, penyebaran kuesioner, observasi lapangan, survei instansi, analisis deskripsi,
tabulasi, frekuensi dan tabulasi silang.

3. Tahap Identifikasi dan Analisis


Pada tahap ini dilakukan analisis, prediksi, proyeksi, dan sintesis terkait
perkembangan kepariwisataan provinsi sebagai bahan masukan bagi perumusan kebijakan,
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 16
strategi, dan rencana pembangunan kepariwisataan Kota Ambon. Dalam tahap ini, kegiatan
yang dilakukan adalah sebagai berikut.
a) Identifikasi posisi, fungsi dan peran kepariwisataan Kota Ambon dalam lingkup
pembangunan daerah di tingkat regional dan nasional, melalui identifikasi dan analisis
terhadap kebijakan di tingkat regional dan nasional;
b) Analisis kebijakan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon;
c) Tinjauan terhadap Rencana Induk Pembangunan Pariwisata yang sudah disusun pada
tahun sebelumnya;
d) Identifikasi potensi, permasalahan, peluang, dan tantangan pembangunan
kepariwisataan Kota Ambon;
e) Analisis kecenderungan perkembangan kepariwisataan Kota Ambon, antara lain
perkembangan daya tarik wisata, perkembangan fasilitas pariwisata dan fasilitas
umum, perkembangan usaha pariwisata dan lainnya;
f) Identifikasi isu-isu strategis pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
g) Analisis penilaian daya tarik wisata unggulan
h) Analisis perwilayahan pariwisata
i) Analisis bentuk dan tingkat keterlibatan masyarakat
j) Analisis perkembangan jumlah wisatawan, karakteristik segmen pasar wisatawan,
hingga penghitungan target jumlah kunjungan wisatawan;
k) Analisis keterkaitan antar usaha pariwisata;

Analisis pemangku kepentingan sasaran yang harus dicapai adalah


a) Terkajinya arah dan kebijakan pengembangan kepariwisataan Kota Ambon;
b) Terevaluasinya RIPPAR Kota Ambon periode sebelumnya;
c) Teridentifikasinya potensi, permasalahan, dan kecenderungan perkembangan
kepariwisataan Kota Ambon;
d) Teridentifikasinya kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam
pembangunan kepariwisataan saat ini dan pada masa yang akan datang;
e) Terumuskannya isu-isu strategis pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
f) Tersedianya hasil analisis, prediksi, proyeksi terhadap kondisi lingkungan fisik, ekonomi,
sosial, dan budaya yang dapat mempengaruhi pencapaian visi, misi, dan tujuan
pembangunan kepariwisataan;
g) Tersedianya hasil analisis penilaian daya tarik wisata, perwilayahan pariwisata, bentuk
keterlibatan masyarakat, target jumlah wisatawan, hingga keterkaitan antar usaha

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 17


pariwisata, dan analisis pemangku kepentingan sebagai bahan penetapan strategi
dan rencana kepariwisataan.
Metode yang digunakan pada tahap ini adalah desk study, diskusi, analisis
deskripsi, analisis komparasi, tabulasi frekuensi, tabulasi silang, gap analisis, analisis isi,
penilaian daya tarik wisata dan analisis SWOT.

4. Tahap Perumusan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Provinsi

Tahap ini merupakan proses perumusan dan penyepakatan muatan materi rencana
induk tentang kepariwisataan Kota Ambon berupa perumusan visi, misi, kebijakan, dan
strategi, rencana, hingga perumusan indikasi program kegiatan. Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan dan sasaran yang harus dicapai adalah:
a) Perumusan prinsip-prinsip pembangunan kepariwisataan Kota Ambon;
b) Perumusan dan penyepakatan visi, misi, dan tujuan pembangunan kepariwisataan
Kota Ambon;
c) Perumusan kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
d) Perumusan rencana pengembangan perwilayahan pariwisata Kota Ambon, terdiri dari
rencana struktur perwilayahan pariwisata, destinasi pariwisata provinsi, rencana
kawasan strategis pariwisata provinsi, dan rencana kawasan pengembangan pariwisata
provinsi;
e) Perumusan program dan indikasi kegiatan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon;
f) Perumusan mekanisme pengendalian berupa pemantauan dan evaluasi;

Adapun sasaran yang harus dicapai yaitu:


a) Terumuskannya prinsip-prinsip pembangunan kepariwisataan Kota Ambon;
b) Terumuskannya dan tersepakatinya visi, misi, dan tujuan pembangunan
kepariwisataan Kota Ambon;
c) Terumuskannya kebijakan umum dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
meliputi strategi aspek destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan
kelembagaan pariwisata;
d) Terumuskannya rencana perwilayahan pariwisata Kota Ambon;
e) Terumuskannya program dan indikasi kegiatan pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon, meliputi program pembangunan destinasi pariwisata, industri pariwisata,
pemasaran, dan kelembagaan kepariwisataan;
f) Terumuskannya mekanisme pemantauan dan evaluasi program pembangunan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 18


kepariwisataan Kota Ambon, meliputi alat pemantauan dan evaluasi, waktu
pelaksanaan pemantauan dan evaluasi, hingga aktor/pihak pemantau dan
evaluator.
Metode yang digunakan pada tahap ini adalah stakeholders mapping, focus group
discussion, gap analysis dan analisis komparasi.

Hasil dari perumusan dan penyepakatan Rencana Induk Pembangunan


Pariwisata Kota Ambon menghasilkan dokumen RIPPAR yang dapat ditindaklanjuti
menjadi peraturan daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon
sehingga memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaannya. Perumusan rancangan
peraturan daerah provinsi tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata (RIPPAR) diawali
dengan penyusunan naskah akademik. Keluaran dari naskah akademik ini adalah dasar-
dasar pemikiran, landasan, serta muatan materi yang akan dijabarkan dalam peraturan
daerah tentang RIPPAR Kota Ambon. Kegiatan yang dilakukan adalah:
a) Identifikasi posisi Perda RIPPAR Kota Ambon terhadap peraturan perundangan
lain di tingkat nasional dan provinsi;
b) Analisis keterkaitan fungsi Perda RIPPAR Kota Ambon terhadap peraturan
perundangan lain di tingkat nasional dan provinsi;
c) Analisis dampak penetapan Perda RIPPAR Kota Ambon terhadap peraturan
perundangan lain sebagai penjabaran dari Perda RIPPAR Kota Ambon;
d) Kajian terhadap landasan penyusunan Perda RIPPAR Kota Ambon, mencakup
landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis;
e) Penetapan jangkauan Perda RIPPAR Kota Ambon, arah pengaturan, dan ruang
lingkupnya;
f) Perumusan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan
Pariwisata (RIPPAR) RIPPAR Kota Ambon dilengkapi penjelasannya.
Adapun sasaran yang harus dicapai, adalah
a) Terkajinya keterkaitan peraturan perundangan yang berlaku dalam penyusunan
peraturan daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon;
b) Terkajinya landasan filosofis, sosiologis, dan yuridis penyusunan peraturan daerah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon;
c) Terumuskannya arah pengaturan, jangkauan, dan lingkup materi penyusunan
peraturan daerah Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon;
d) Tersusunnya draf Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan
Pariwisata Kota Ambon yang antara lain terdiri dari pembukaan, batang tubuh,
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 19
penutup, penjelasan, serta lampiran peraturan daerah.
Metode yang digunakan pada tahap ini adalah analisis deskripsi, analisis isi, analisis
gap, dan analisis komparasi.

1.7. Sistematika Laporan


Sistematika Laporan Akhir Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon
adalah sebagai berikut.

Bab 1. Pendahuluan
Merupakan pendahuluan tentang RIPPAR Kota Ambon, yang menjelaskan tentang
Latar Belakang pentingnya RIPPAR sebagai pedoman dalam pembangunan
kepariwisataan kota Ambon. Bab ini juga menjelaskan tentang maksud, tujuan, sasaran,
keluaran, ruang lingkup, jangka waktu perencanaan RIPPAR, metodologi serta sistematika
pelaporan yang digunakan dalam penyusunan RIPPAR;

Bab 2. Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan


Merupakan analisis kajian kebijakan yang terkait pembangunan Kepariwisataan Kota
Ambon, ditingkat Nasional, Provinsi dan Kota;

Bab 3. Kondisi Wilayah


Merupakan gambaran atau kondisi umum wilayah Kota Ambon yang meliputi aspek
fisik, sejarah, ekologis, sosial budaya dan keanekaragaman hayati sebagai potensi wisata serta
perekonomian;

Bab 4. Destinasi Pariwisata


Merupakan hasil analisis potensi kepariwisataan Kota Ambon, meliputi aspek daya tarik
dan sumber daya wisata, fasilitas pariwisata, fasilitas umum pendukung pariwisata,
aksesibilitas pariwisata, prasarana pendukung pariwisata dan masyarakat sebagai
potensi sumber daya manusia pariwisata;

Bab 5. Industri Pariwisata


Menjelaskan tentang jenis usaha pendukung kepariwisataan di Kota Ambon, meliputi
usaha dibidang pariwisata dan UMKM pendukung pariwisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 20


Bab 6. Pasar Pariwisata dan Upaya Pemasaran
Menjelaskan tentang wisatawan dan upaya pemasaran kepariwisataan di Kota
Ambon, yang meliputi jumlah dan perkembangan wisatawan, karakteristik pasar wisatawan
dan upaya pemasaran yang dilakukan pemerintah Kota Ambon;

Bab 7. Kelembagaan Kepariwisataan


Menjelaskan rencana kelembagaan kepariwisataan Kota Ambon, meliputi sumber daya
manusia pariwisata, asosiasi pariwisata, kelembagaan pemerintah terkait pariwisata dan
kelembagaan lain terkait pariwisata di Kota Ambon;

Bab 8. Prinsip dan Konsep Pembangunan Kepariwisataan


Menjelaskan prinsip dan konsep pembangunan kepariwisataan di Kota Ambon,
meliputi tantangan dan isu strategis, prinsip, konsep, visi, misi, dan tujuan pembangunan
kepariwisataan di Kota Ambon.

Bab 9. Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kepariwisataan


Menjelaskan tentang kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon, meliputi kebijakan dan strategi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon.

Bab 10. Rencana Pengembangan Perwilayahan Pariwisata


Menjelaskan tentang rencana pengembangan perwilayahan pariwisata di Kota
Ambon, meliputi rencana struktur perwilayahan pariwisata dan rencana kawasan
pengembangan pariwisata dan kawasan strategis pariwisata di Kota Ambon.

Bab 11. Program dan Indikasi Kegiatan Pembangunan Kepariwisataan


Menjelaskan tentang program dan indikasi kegiatan pembangunan
kepariwisataan di Kota Ambon, meliputi rangkaian program dan indikasi kegiatan terkait
pembangunan kepariwisataan di Kota Ambon.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | I - 21


2.1 Kepariwisataan Kota Ambon dalam Kebijakan Pembangunan
Kepariwisataan Nasional

Pembangunan kepariwisataan Kota Ambon mengacu pada kebijakan


pembangunan kepariwisataan yang sudah ditetapkan di tingkat nasional dan bersinergi
dengan kebijakan pembangunan sektor lain yang berkaitan secara langsung maupun
tidak langsung. Kebijakan pembangunan kepariwisataan nasional juga sektor terkait
diatur dalam beberapa peraturan perundangan, yaitu:
1. Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 ;
2. Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
3. Undang-Undang No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau - Pulau Kecil.
4. Undang-Undang No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan;
5. Undang-Undang No. 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif;
6. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
7. Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan
Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 - 2025.

2.1.1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan


Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005- 2025.
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025
merupakan kebijakan pembangunan Indonesia yang mengarahkan secara umum
pembangunan seluruh sektor dalam jangka waktu 20 tahun. Visi pembangunan ekonomi
nasional dalam RPJPN 2005-2025 adalah “Terwujudnya perekonomian yang maju,
mandiri, dan mampu secara nyata memperluas peningkatan kesejahteraan
masyarakat berlandaskan pada prinsip-prinsip ekonomi yang menjunjung
persaingan sehat dan keadilan, serta berperan aktif dalam perekonomian global
dan regional dengan bertumpu pada kemampuan serta potensi bangsa”. Upaya
mewujudkan visi bernegara untuk pembangunan bangsa dan karakter bangsa
membutuhkan keserasian antara pembangunan ekonomi yang mampu meningkatkan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 1
tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan karakter dan budaya
yang mampu meningkatkan kematangan masyarakat. Kesejahteraan ekonomi yang
dibarengi dengan kematangan individu (maturity) akan melahirkan ketangguhan
masyarakat sehingga mampu melahirkan masyarakat yang maju, kompetitif dan
bermartabat. Upaya untuk mewujudkan masyarakat yang maju kompetitif dan
bermartabat tersebut akan lebih cepat dicapai bila didukung tidak hanya oleh
pembangunan bidang ekonomi tetapi juga didukung oleh bidang-bidang pembangunan
lainnya

Pembangunan kepariwisataan merupakan salah satu sektor yang diatur dalam


RPJPN. Arahan pembangunan kepariwisataan yang ditetapkan dalam RPJPN Tahun
2005-2025 mengatur bahwa kepariwisataan dikembangkan agar mampu mendorong
kegiatan ekonomi dan meningkatkan citra Indonesia, meningkatkan kesejahteraan
masyarakat lokal, serta memberikan perluasan kesempatan kerja. RPJPN juga
mengarahkan bahwa pengembangan kepariwisataan dilakukan dengan memanfaatkan
keragaman pesona keindahan alam dan potensi nasional sebagai wilayah pariwisata
bahari terluas di dunia secara arif dan berkelanjutan, serta mendorong kegiatan ekonomi
yang terkait dengan pengembangan budaya bangsa.
Selanjutnya RPJPN 2005 – 2025 diimplementasikan ke dalam tahapan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah di tingkat nasional maupun penjabarannya pada
pemerintahan Provinsi, Kabupaten dan kota. Berdasarkan arahan Presiden Republik
Indonesia, maka Kementerian/Lembaga hanya memiliki 1 (satu) Visi, yaitu Visi Presiden
Republik Indonesia. Hal ini berarti bahwa Visi Kemenparekraf/Baparekraf harus selaras
dengan Visi Presiden Republik Indonesia. Sehingga visi Kemenparekraf/Baparekraf
tahun 2020-2024 adalah : “Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang Maju,
Berdaya Saing, Berkelanjutan serta Mengedepankan Kearifan Lokal dalam
Mewujudkan Indonesia Maju Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan
Gotong Royong”.
Visi Kemenparekraf/Baparekraf ini mengandung 4 (empat) kata kunci utama,
yaitu (i) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang maju; (ii) Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Indonesia yang berdaya saing; (iii) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Indonesia yang berkelanjutan ; serta (iv) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia yang
mengedepankan kearifan lokal.
Misi Kemenparekraf/Baparekraf juga harus selaras dengan Misi Presiden
Republik Indonesia, sehingga Misi Kemenparekraf/Baparekraf yaitu: (1) Peningkatan
kualitas manusia Indonesia; (2) Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 2
saing; (3) Pembangunan yang merata dan berkeadilan; (4) Mencapai lingkungan hidup
yang berkelanjutan ; (5) Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa ;
(6) Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya ; (7)
Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga;
(8) Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya ; dan (9) Sinergi
pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.
Dalam konteks pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,
Kemenparekraf/Baparekraf berkontribusi secara langsung terhadap misi nomor 2, yaitu
struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing. Selain itu,
Kemenparekraf/Baparekraf juga berkontribusi tidak langsung terhadap misi Presiden RI
nomor 1 dan 8. Pada misi nomor 1 yaitu Peningkatan kualitas manusia Indonesia melalui
peningkatan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam mewujudkan SDM yang
Unggul dan Berdaya Saing. Sedangkan misi nomor 8, yaitu Pengelolaan pemerintahan
yang bersih, efektif, dan terpercaya melalui pelaksanaan Reformasi Birokrasi dengan
Mengoptimalkan pelaksanaan 8 (delapan) area perubahan Reformasi Birokrasi
Kemenparekraf/Baparekraf. Berdasarkan visi dan misi Presiden Republik Indonesia
yang secara otomatis menjadi visi dan misi Kemenparekraf/Baparekraf khususnya
bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, maka ditentukan tujuan strategis (strategic goals)
Kemenparekraf/Baparekraf. Tujuan Kemenparekraf/Baparekraf tahun 2020-2024
adalah “Meningkatnya kontribusi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap ketahanan
ekonomi nasional”. Pencapaian tujuan ini diukur melalui 3 (tiga) indikator, yaitu:
(1) Nilai devisa pariwisata ; (2) Kontribusi PDB Pariwisata; (3) Nilai ekspor produk
ekonomi kreatif.
Sasaran strategis Kemenparekraf/Baparekraf merupakan uraian dari tujuan
strategis yang sekaligus merupakan pemetaan dari strategi Kemenparekraf/Baparekraf
dalam melaksanakan Misi nomor 2 untuk mewujudkan Visi Presiden tahun 2020-2024.
Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 11 sasaran strategis yang dipetakan kedalam 4
(empat) perspektif BSC sebagai berikut :
1. Perspektif Stakeholders, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 1 (satu) sasaran
strategis yaitu: “Meningkatnya kontribusi pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap
ketahanan ekonomi”.
2. Perspektif Customer, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 6 (enam) sasaran
strategis yaitu: (1) “Meningkatnya nilai tambah ekonomi kreatif nasional”; (2)
“Meningkatnya kualitas dan jumlah wisatawan”; (3) “Meningkatnya daya saing
destinasi dan industri pariwisata nasional”; (4) “Tersedianya produk pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 3
sesuai kebutuhan”; (5) “Bertumbuhnya investasi dan akses pembiayaan serta
meningkatnya kemampuan industri sektor pariwisata dan ekonomi kreatif
nasional”; dan (6) “Terlindunginya kekayaan intelektual bidang pariwisata dan
ekonomi kreatif”.
3. Perspektif Internal Process, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 3 (tiga) sasaran
strategis yaitu : (1) “Terselenggaranya regulasi pariwisata dan ekonomi kreatif
berbasis kajian”; (2) “Tersedianya data dan informasi hasil kajian sesuai kebutuhan
pariwisata dan ekonomi kreatif” ; dan (3) “Meningkatnya kualitas dan kuantitas
SDM kepariwisataan dan ekonomi kreatif”.
4. Perspektif Learn and Growth, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki 1 (satu)
sasaran strategis yaitu “Terwujudnya reformasi birokrasi Kementerian Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif menuju birokrasi yang profesional”

2.1.2. Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan


Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan merupakan
landasan hukum utama pembangunan kepariwisataan di Indonesia. Dalam undang-
undang ini, pembangunan kepariwisataan dinyatakan sebagai bagian integral dari
pembangunan nasional yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu,
berkelanjutan, dan bertanggung jawab dengan tetap memberikan perlindungan
terhadap nilai-nilai agama, budaya yang hidup dalam masyarakat, kelestarian dan mutu
lingkungan hidup, serta kepentingan nasional.

Tujuan penyelenggaraan kepariwisataan di Indonesia juga diatur dalam Pasal 4


adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi;
2. Meningkatkan kesejahteraan rakyat;
3. Menghapus kemiskinan;
4. Mengatasi pengangguran;
5. Melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya;
6. Memajukan kebudayaan;
7. Mengangkat citra bangsa;
8. Memupuk rasa cinta tanah air;
9. Memperkukuh jati diri dan kesatuan bangsa; dan
10. Mempererat persahabatan antar bangsa.
Masih menurut undang-undang yang sama, pembangunan kepariwisataan di
Indonesia harus dilakukan berdasarkan asas dan prinsip-prinsip penyelenggaraan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 4
kepariwisataan yang diwujudkan melalui pelaksanaan rencana pembangunan
kepariwisataan dengan memperhatikan keanekaragaman, keunikan, dan kekhasan
budaya dan alam, serta kebutuhan manusia untuk berwisata. Asas pembangunan
kepariwisataan termuat pada Pasal 2, yaitu a) asas manfaat, b) kekeluargaan, c) adil
dan merata, d) keseimbangan, e) kemandirian, f) kelestarian, g) partisipatif, h)
berkelanjutan, i) demokratis, j) kesetaraan, dan k) kesatuan. Sementara itu, prinsip-
prinsip penyelenggaraan kepariwisataan termuat pada Pasal 5, yaitu:
1. Menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dari
konsep hidup dalam keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan Yang
Maha Esa, hubungan antara manusia dan sesama manusia, dan hubungan antara
manusia dan lingkungan;
2. Menjunjung tinggi hak asasi manusia, keragaman budaya, dan kearifan lokal;
3. Memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat, keadilan, kesetaraan, dan
proporsionalitas;
4. Memelihara kelestarian alam dan lingkungan hidup;
5. Memberdayakan masyarakat setempat;
6. Menjamin keterpaduan antarsektor, antardaerah, antara pusat dan daerah yang
merupakan satu kesatuan sistemik dalam kerangka otonomi daerah, serta
keterpaduan antarpemangku kepentingan;
7. Mematuhi kode etik kepariwisataan dunia dan kesepakatan internasional dalam
bidang pariwisata;
8. Memperkukuh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pasal 8 Ayat (1) menegaskan bahwa pembangunan kepariwisataan dilakukan
berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan, yang terdiri atas Rencana
Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Rencana Induk Pembangunan
Kepariwisataan Provinsi, dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan
Kabupaten/Kota. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan kepariwisataan yang
dilakukan berdasarkan rencana induk pembangunan kepariwisataan merupakan bagian
integral dari rencana pembangunan jangka panjang nasional. Ayat (2) pada pasal 9
menjelaskan bahwa Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi diatur
dengan Peraturan Daerah Provinsi. Penyusunan Rencana Induk Pembangunan
Kepariwisataan harus dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan (Pasal
9 Ayat 4).
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan harus memuat arahan bagi empat
aspek pembangunan kepariwisataan, yaitu industri pariwisata, destinasi pariwisata,
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 5
pemasaran pariwisata, dan kelembagaan kepariwisataan. Aspek industri pariwisata
menjelaskan bahwa usaha pariwisata di Indonesia saat ini dikelompokkan menjadi 13
(tiga belas), yaitu usaha daya tarik wisata, usaha kawasan pariwisata, usaha jasa
transportasi wisata, usaha jasa perjalanan wisata, usaha jasa makanan dan minuman,
usaha penyediaan akomodasi, usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi,
usaha penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), usaha jasa
informasi pariwisata, usaha jasa konsultan pariwisata, usaha jasa pramuwisata, usaha
jasa wisata tirta, dan usaha spa.
Aspek-aspek yang terkait dengan destinasi pariwisata yang diatur dalam
Undang-Undang adalah penetapan kawasan strategis pariwisata (pasal 12), baik di
tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Kawasan strategis pariwisata adalah
kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk
pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih
aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, pemberdayaan sumber daya alam,
daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan. Penetapan kawasan
strategis pariwisata dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
1. Sumber daya pariwisata alam dan budaya yang potensial menjadi daya tarik
pariwisata.
2. Potensi pasar
3. Lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan bangsa dan keutuhan wilayah.
4. Perlindungan terhadap lokasi tertentu yang mempunyai peran strategis dalam
menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.
5. Lokasi strategis yang mempunyai peran dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan
aset budaya.
6. Kesiapan dan dukungan masyarakat.
7. Kekhususan dari wilayah.
Kawasan strategis pariwisata dikembangkan dengan tujuan berpartisipasi dalam
terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa, keutuhan Negara Kesatuan Republik
Indonesia, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam pengembangannya,
kawasan strategis pariwisata harus memperhatikan aspek budaya, sosial, dan agama
masyarakat setempat. Selain penetapan kawasan strategis pariwisata, aspek destinasi
pariwisata yang juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 adalah
tentang penanaman modal dalam negeri dan modal asing di bidang kepariwisataan.
Pada pasal 10 Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa rencana induk
pembangunan kepariwisataan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota harus mampu
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 6
mendorong penanaman modal di bidang kepariwisataan.
Pembangunan aspek pemasaran pariwisata yang diatur dalam Undang-Undang
Nomor 10 tahun 2009 hanyalah yang terkait dengan pembentukan Badan Promosi
Pariwisata Indonesia maupun daerah. Badan Promosi Pariwisata merupakan lembaga
swasta yang bersifat mandiri, tetapi pembentukannya ditetapkan oleh Pemerintah
maupun Pemerintah Daerah. Badan Promosi Pariwisata berfungsi sebagai: 1)
koordinator promosi pariwisata yang dilakukan dunia usaha di pusat dan daerah; dan 2)
mitra kerja Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Menghadapi era kemajuan teknologi
dan informasi maka Badan Promosi tidak dapat berjalan sendiri, elemen Pentahelix
Pariwisata harus di ikutsertakan sesuai dengan Program Prioritas Pemerintahan.
Pembangunan kelembagaan kepariwisataan dalam Undang-Undang Nomor 10
tahun 2009 menekankan pada koordinasi strategis lintas sektor pada tataran kebijakan,
program, dan kebijakan kepariwisataan (Pasal 33). Strategis Kebijakan Lintas sektor ini
telah diakomodasikan dalam Peraturan Presiden Nomor 64 tahun 2014 tentang
Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan Nasional yang kemudian
mengalami Perubahan Kedua sesuai Peraturan Presiden Nomor 14 tahun 2018. Hal ini
dilandasi oleh pandangan bahwa yang dimiliki oleh Sektor Pariwisata hanyalah
“Hospitality” sedangkan tanggung jawab pembangunan dengan sumber daya yang ada
dan itu dimiliki oleh Kementerian atau OPD terkait seperti Dinas PUPR, Perhubungan,
Kehutanan, Kelautan dll. Sesuai lampirannya menetapkan Kementerian yang berkaitan
dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selalu bersinergi untuk bidang-
bidang sebagai berikut :
1. Bidang pelayanan kepabeanan, keimigrasian, dan karantina.
2. Bidang keamanan dan ketertiban.
3. Bidang prasarana umum yang mencakup jalan, air bersih, listrik, telekomunikasi,
dan kesehatan
4. Bidang lingkungan (perikanan, kelautan dan kehutanan).
5. Bidang transportasi darat, laut, dan udara.
6. Bidang promosi pariwisata dan kerja sama luar negeri.

2.1.3. Undang-undang No. 1 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil.
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah suatu bentuk
pengkoordinasian perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian sumber
daya pesisir dan pulau-pulau kecil yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 7
Daerah, antar sektor, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan
dan manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Berdasarkan definisi sesuai
UU tersebut maka wilayah pesisir sebagai daerah peralihan antara ekosistem darat dan
laut yang dipengaruhi oleh perubahan iklim di darat dan laut harus ditata dan dikelola
dengan baik.
Kota Ambon merupakan kota yang terletak pulau kecil yang hanya seluas 359,45
km2. Sesuai definisi perundangan bahwa pulau Kecil adalah pulau dengan luas lebih
kecil atau sama dengan 2.000 km 2 (dua ribu kilo meter persegi) beserta kesatuan
ekosistemnya dengan sumber daya pesisir yang terdiri dari sumber daya hayati, sumber
daya non hayati; sumber daya buatan, dan jasa - jasa lingkungan ; berupa keindahan
bentang alam laut (seascape) dari permukaan, dasar laut, sampai kepada badan air.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 2014 tentang Pengelolaan
Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, disebutkan bahwa pemerintah daerah wajib
menyusun RZWP3K sesuai dengan kewenangan masing-masing. Kemudian, dalam UU
No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pada pasal 14 disebutkan bahwa
penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang kehutanan, kelautan, serta energi dan
sumber daya mineral dibagi antara pemerintah pusat dan provinsi. Dengan adanya
pembagian kerja, maka kewenangan pengelolaan perairan untuk 0 sampai 12 mil dari
bibir pantai, itu juga akan terkena dampaknya termasuk pada kawasan pulau-pulau kecil
seperti Kota Ambon. Untuk bentang alam laut dari pesisir dan pulau-pulau kecil tersebut,
pengelolaan dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dengan kebijakan-kebijakan yang
didasarkan kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Berdasarkan
kepada hal tersebut maka perlu sekali pelibatan pemerintahan pada kabupaten dan kota
yang telah direduksi kewenangan pengelolaannya.
Pada regulasi tersebut juga mengakomodir masyarakat adat yang dalam
pengertian diartikan sebagai sekelompok orang yang secara turun-temurun bermukim
di wilayah geografis tertentu di Negara Kesatuan Republik Indonesia karena adanya
ikatan pada asal usul leluhur, hubungan yang kuat dengan tanah, wilayah, sumber daya
alam, memiliki pranata pemerintahan adat, dan tatanan hukum adat di wilayah adatnya
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2.1.4. Undang-Undang No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan


Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki undang-undang tentang kebudayaan
nasional. Pada 27 April 2017, Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan
Kebudayaan disahkan oleh Pemerintah sebagai acuan legal - formal pertama untuk
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 8
mengelola kekayaan budaya di Indonesia. Istilah “pemajuan kebudayaan” tidak muncul
tiba-tiba. Istilah tersebut sudah digunakan para pendiri bangsa pada UUD 1945 dalam
Pasal 32, yaitu “Pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”, untuk
menegaskan bahwa kebudayaan merupakan pilar kehidupan bangsa. Saat terjadi
perubahan UUD 1945 pada awal masa reformasi melalui proses amandemen, pemajuan
kebudayaan tetap menjadi prioritas bahkan makin ditegaskan. Pasal 32 UUD 1945
dikembangkan menjadi, “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah
peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan
mengembangkan nilai-nilai budayanya.”
Dengan kehadiran UU Pemajuan Kebudayaan, cita-cita pendiri bangsa agar
Indonesia menjadi bangsa dengan masyarakat berkepribadian secara budaya, berdikari
secara ekonomi, serta berdaulat secara politik, kini siap diwujudkan. Undang-Undang ini
mengakui dan menghargai keragaman budaya masyarakat Indonesia. Ada lebih dari
700 suku bangsa dan bahasa beserta adat istiadatnya yang membentuk masyarakat
Indonesia. Keragaman inilah yang mendasari kebudayaan nasional kita. Oleh
karenanya, dibutuhkan perspektif yang adil dan tidak mengkotak-kotakkan dalam
melihat budaya masyarakat kita. Setiap unsur kebudayaan perlu dipertimbangkan untuk
dilindungi, dikelola, dan diperkuat. Itulah sebabnya undang-undang ini menggunakan
pengertian kebudayaan yang paling netral, ramah, dan terbuka, yakni “segala sesuatu
yang berkaitan dengan cipta, rasa, karsa, dan hasil karya masyarakat”. Sehingga,
kebudayaan nasional diartikan sebagai “keseluruhan proses dan hasil interaksi
antarkebudayaan yang hidup dan berkembang di Indonesia.”
Perhatikan bagaimana kata “proses” dan “hasil” berada dalam satu kalimat.
Artinya, UU Pemajuan Kebudayaan tidak hanya membahas wujud-wujud yang tampak
dari kebudayaan—seperti alat maupun bangunan—tapi turut memperhitungkan proses
hidup masyarakat yang melatari lahirnya setiap produk dan praktik kebudayaan. Selama
ini, masyarakat saling berhubungan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya,
kelompoknya, juga lingkungannya. Ketika kebutuhan masyarakat berubah, berubah pula
corak hubungannya, begitu juga dengan produk dan praktik kebudayaannya.
Kebudayaan tak pernah berhenti menghasilkan sesuatu. Ia selalu berada dalam proses.
Perkembangan Kebudayaan tak bisa dipisahkan dari perkembangan
masyarakatnya. UU Pemajuan Kebudayaan menempatkan masyarakat sebagai pemilik
dan penggerak kebudayaan nasional. Masyarakat sebagai pelaku aktif kebudayaan, dari
tingkat komunitas sampai industri, adalah pihak yang paling akrab dan paling paham
tentang kebutuhan dan tantangan untuk memajukan ekosistem kebudayaan. Oleh
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 9
karena itu, pelaksanaan UU Pemajuan Kebudayaan wajib melibatkan masyarakat.
Sebagai dasar bagi perancangan arah pemajuan kebudayaan nasional, UU Pemajuan
Kebudayaan mensyaratkan penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan dimana dokumen
berisi kondisi dan permasalahan nyata yang dihadapi di daerah masing-masing beserta
tawaran solusinya. Pokok Pikiran Kebudayaan itu disusun oleh masyarakat. Jika tidak,
dokumen tersebut akan dianggap tidak sah oleh negara. Pokok Pikiran Kebudayaan
pertama-tama disusun pada tingkat kabupaten/kota, lalu diolah pada tingkat Provinsi.
Hasil dari setiap Provinsi kemudian dihimpun pada tingkat nasional sebagai bahan untuk
merumuskan Strategi Kebudayaan dan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan oleh
pemerintah pusat.
Dalam semua proses itu, negara lebih berperan sebagai pendamping
masyarakat. Negara hadir sebagai regulator yang mewadahi partisipasi dan aspirasi
seluruh pemangku kepentingan. Berdasarkan rancangan-rancangan tersebut, negara
bersama masyarakat bersama-sama mengupayakan pemajuan kebudayaan, dari
tingkat lokal hingga nasional.
Perundangan Pemajuan Kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai
haluan pembangunan nasional. Karena mencakup segenap sistem kehidupan sosial di
Indonesia, kebudayaan sepantasnya ditempatkan sebagai garda terdepan dalam
kehidupan berbangsa. Kebudayaan semestinya tidak dipandang sebagai salah satu
sektor pembangunan, tapi justru sebagai tujuan dari semua sektor pembangunan.
Selain sebagai tujuan, kebudayaan adalah fondasi pembangunan. Kebudayaan
mendorong pembangunan dengan cara membentuk mentalitas dan wawasan
masyarakat yang diperlukan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kebudayaan juga
memberdayakan pembangunan, karena menghadirkan sikap dan perspektif yang
mengutamakan keselarasan antara manusia dan lingkungannya. Sikap dan perspektif
berlandaskan kesadaran budaya akan menjaga pembangunan, sehingga tidak
menguras habis kekayaan alam ataupun meminggirkan kaum lemah demi akumulasi
ekonomi bagi segelintir orang.
Pemajuan kebudayaan nasional berdampak terhadap banyak sektor kehidupan
termasuk Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Pada Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif, Kebudayaan menjadi salah satu bagian Daya Tarik Wisata baik
kebendaan (Tangible) maupun non benda (Intangible) yang menjadi primadona
pariwisata di Indonesia. Pada Indeks Daya Saing Pariwisata yang dirilis World Economic
Forum 2019, Indeks Kebudayaan yang dimasukkan dalam pada Pilar 14 (Cultural
Resources and Business Travel) Indonesia berada pada peringkat ke-24 dari 150
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 10
negara, yang mengartikan bahwa upaya memajukan kebudayaan dengan
menjadikannya sebagai daya Tarik wisata berpotensi akan menaikkan Tour Travel
Competitivenss Inde (TTCI) Indonesia tahun 2021. Pemajuan kebudayaan bila
diperhatikan dengan bingkai Kebinekaan Tunggal Ika, akan juga berpengaruh terhadap
kepribadian bangsa, ketahanan, kerukunan, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Oleh
karenanya, proses perumusan undang-undang menyepakati sepuluh prinsip sebagai
panduan, yang terangkum pada Pasal 4 UU Pemajuan Kebudayaan, supaya upaya
pemajuan kebudayaan tidak memicu pertikaian dan penindasan yang mengancam
keragaman masyarakat, yang merupakan identitas bangsa Indonesia. 10 (sepuluh)
Pemajuan Kebudayaan bangsa Indonesia tersebut adalah: 1). Tradisi Lisan; 2).
Manuskrip; 3). Adat Istiadat; 4). Ritus; 5). Pengetahuan Tradisional; 6). Teknologi
Tradisional; 7). Seni; Bahasa; 8). Permainan Rakyat, dan 9). Olahraga Tradisional.

2.1.5. Undang-Undang No. 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif.


Konsep ekonomi kreatif dalam perspektif Orange Economy adalah upaya
mewujudkan penyatuan antara aspek kreativitas dan informasi yang ada dengan
mengandalkan pengetahuan dan empati dari sumber daya manusia yang menjadi faktor
produksi dan didukung dengan adanya industri kreatif (Restrepo and Marques, 2013).
Artinya, yang meramaikan industri ini nantinya adalah manusia, bukan mesin karena ide
- ide kreatif terlahir dari empati dan kreativitas yang dimiliki oleh manusia. Dengan
adanya industri ini, maka diharapkan banyak masyarakat di usia produktif bisa
berkontribusi dengan menjadi sumber daya manusia industri kreatif. Nantinya, output
dari industri kreatif dapat berwujud sebagai barang maupun jasa.
Banyak pengamat dan praktisi yang menilai bahwa industri kreatif mampu
mengangkat banyak sektor perekonomian di Indonesia, sebab produk dan jasa yang
dikembangkan harus selalu relevan dengan tren maupun fenomena yang terjadi dalam
masyarakat. Maka dari itu, pelaku industri kreatif dituntut untuk bersedia cepat dan
tanggap dan mampu beradaptasi di tengah derasnya arus informasi yang mengalir
setiap saat. Sesuai dengan dengan Peraturan Presiden Nomor 69 tahun 2019 tentang
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maka pengalihan bidang ekonomi kreatif
kembali ke dalam Kementerian Pariwisata menunjukkan bahwa sebagai Badan yang
berdiri sendiri pada periode tahun 2014–2019 belum terlalu kelihatan sinergitas
pelaksanaan bidang ekonomi kreatif dengan pengembangan kepariwisataan. Adanya
Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) yang berada di dalam kementerian Pariwisata
dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai kepala Baparekraf sesuai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 11
Perpres nomor 70 tahun 2019 akan lebih mempercepat proses sinergitas dimaksud ke
dalam Bidang-bidang yang telah ada di dalam Kementerian Pariwisata. Pasal 33 ayat
(4) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan
bahwa “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi
dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan
ekonomi nasional”. Dalam mencapai masyarakat adil dan makmur yang mampu
memajukan kesejahteraan umum, negara Indonesia harus mengoptimalkan seluruh
sumber daya ekonomi, terutama mengoptimalkan kreativitas sumber daya manusia
yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. Untuk
mengoptimalkan sumber daya manusia tersebut, diperlukan pengelolaan potensi
Ekonomi Kreatif secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu,
diperlukan pengarusutamaan Ekonomi Kreatif dalam rencana pembangunan nasional
melalui pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang memberikan nilai tambah pada
produk Ekonomi Kreatif yang berdaya saing tinggi, mudah diakses, dan terlindungi
secara hukum. Dalam pelaksanaannya, pengembangan Ekonomi Kreatif mengalami
beberapa kendala, seperti keterbatasan akses perbankan, promosi, infrastruktur,
pengembangan kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif, dan sinergitas di antara pemangku
kepentingan. Untuk itu, diperlukan suatu pengaturan Ekonomi Kreatif secara
komprehensif.

2.1.6. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional (RTRWN) Tahun 2008-2027.
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) merupakan arahan kebijakan
dan strategi pemanfaatan ruang wilayah negara untuk periode perencanaan 2008 -
2027. Penataan ruang mencakup proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang,
dan pengendalian pemanfaatan ruang. Kebijakan dan strategi pemanfaatan ruang
wilayah di tingkat nasional mengatur tentang struktur ruang dan pola ruang nasional.
Dalam penataan ruang, kawasan pariwisata merupakan bagian dari kawasan budidaya.
Kriteria yang digunakan untuk menetapkan kawasan peruntukan pariwisata
adalah : a) memiliki daya tarik wisata; dan/atau b) mendukung upaya pelestarian
budaya, keindahan alam, dan lingkungan. RTRWN mengatur bahwa peraturan zonasi
untuk kawasan peruntukan pariwisata disusun dengan memperhatikan:
1. Pemanfaatan potensi alam dan budaya masyarakat sesuai daya dukung dan daya
Tampung Lingkungan;
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 12
2. Perlindungan terhadap situs peninggalan kebudayaan masa lampau;
3. Pembatasan pendirian bangunan hanya untuk menunjang kegiatan pariwisata; dan
4. Ketentuan pelarangan pendirian bangunan selain yang dimaksud pada huruf c.
Selain dikembangkan di kawasan budidaya, RTRWN juga telah mengatur
kawasan-kawasan lindung yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pariwisata.
Kawasan-kawasan tersebut antara lain :
1. Kawasan warisan dunia;
2. Kawasan taman nasional dan taman nasional laut;
3. Kawasan taman hutan raya;
4. Kawasan taman wisata dan taman wisata laut;
5. Kawasan cagar biosfer;
6. Kawasan terumbu karang;
7. Kawasan keunikan batuan dan fosil;
8. Kawasan keunikan bentang alam;
9. Kawasan keunikan proses geologi.

2.1.7 Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 Tentang Rencana Induk


Pembangunan Pariwisata Nasional (RIPPARNAS) Tahun 2010-2025.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) adalah


dokumen perencanaan pembangunan nasional yang menjadi pedoman bagi
pembangunan kepariwisataan tingkat nasional dalam jangka panjang, yaitu 15 tahun.
Pembangunan kepariwisataan Kota Ambon, harus diarahkan untuk mendukung
terwujudnya visi pembangunan kepariwisataan nasional, yaitu “Terwujudnya Indonesia
sebagai negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, mampu
mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat”. Untuk mewujudkan visi
tersebut, RIPPARNAS juga telah menetapkan misi pembangunan kepariwisataan
nasional, yaitu:
1. Destinasi pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan
lingkungan, meningkatkan pendapatan nasional, daerah dan masyarakat;
2. Pemasaran pariwisata yang sinergis, unggul, dan bertanggung jawab untuk
meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara;
3. Industri pariwisata yang berdaya saing, kredibel, menggerakkan kemitraan usaha,
dan bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial budaya; dan
4. Organisasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, swasta, dan masyarakat, sumber
daya manusia, regulasi, dan mekanisme operasional yang efektif dan efisien
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 13
dalam rangka mendorong terwujudnya pembangunan kepariwisataan yang
berkelanjutan.
Selain visi dan misi, RIPPARNAS juga menetapkan tujuan, sasaran, arah
pembangunan, kebijakan, dan strategi pembangunan kepariwisataan nasional. Sesuai
dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009, kebijakan dan strategi pembangunan
kepariwisataan yang diatur dalam RIPPARNAS mencakup pembangunan destinasi
pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata, dan kelembagaan
kepariwisataan.
Dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS),
Provinsi Maluku termasuk dalam 6 (enam) Kawasan Pengembangan Pariwisata
Nasional (KPPN), yaitu
a. KPPN Bandanaira dan sekitarnya ;
b. KPPN Ambon dan sekitarnya ;
c. KPPN Buru dan sekitarnya ;
d. KPPN Manusela-Masohi dan sekitarnya ;
e. KPPN Tanimbar dan sekitarnya ; dan
f. KPPN Kei dan sekitarnya.
Enam KPPN ini disatukan dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Ambon–
Bandanaira dan sekitarnya. sebagaimana terlihat dalam peta yang diambil dari
Lampiran 2 Peraturan pemerintah No 50 tahun 2011 tentang RIPPARNAS. Pada
gambar terlihat konektivitas segitiga (Triangle Connectivity) dan Linier Connectivity
antara Kota Ambon sebagai Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) dengan Kepulauan
Banda dan sekitarnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bersama
dengan Maluku Tenggara, Kota Tual dengan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai
Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional selain P. Buru, Seram Barat dan Maluku
Tengah.
Sebagai ibukota Provinsi maka kota Ambon menjadi sentra utama jalur
transportasi udara dan laut menuju ke kabupaten dan kota lain di Maluku. Dalam Sistem
Kepariwisataan sesuai RIPPARNAS, kota Ambon dikategorikan sebagai Daerah Transit
Pariwisata sehingga perjalanan wisatawan mancangera maupun nusantara ke
destinasi-destinasi yang ada di kabupaten lain di Maluku, sehingga ditetapkan sebagai
DPN. Oleh sebab itu maka ketersediaan komponen 4A (Aksesibilitas, Amenitas, Atraksi
dan Ansilari) pariwisata di kota Ambon sudah seharusnya disiapkan dengan baik.
Menjadi penting bagi kota Ambon bukan saja sebagai Daerah Transit tapi bagaimana
pemerintah dapat mempengaruhi image wisatawan dengan mempromosikan destinasi
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 14
pariwisata yang potensial sehingga lama tinggal (length of stay) wisatawan meningkat
di kota Ambon.
Pembangunan DPN dan KSPN sesuai amanat Peraturan Pemerintah sudah
seharusnya diimplementasikan dengan baik.
1. Perwilayahan Pembangunan DPN.
Perwilayahan Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) sebagaimana
dimaksud pada pasal 9 huruf a meliputi DPN dan KSPN. DPN ditentukan dengan kriteria:
a. merupakan kawasan geografis dengan cakupan wilayah provinsi dan/atau lintas
provinsi yang didalamnya terdapat kawasan-kawasan pengembangan pariwisata
nasional, yang diantaranya merupakan KSPN ;
b. memiliki Daya Tarik Wisata yang berkualitas dan dikenal secara luas secara
nasional dan internasional, serta membentuk jejaring produk wisata dalam
bentuk pola pemaketan produk dan pola kunjungan wisatawan ;
c. memiliki kesesuaian tema daya tarik wisata yang mendukung penguatan daya
saing dan daya ungkit pariwisata ;
d. memiliki dukungan jejaring aksesibilitas dan infrastruktur yang mendukung
pergerakan wisatawan dan kegiatan Kepariwisataan ; dan
e. memiliki keterpaduan dengan rencana sektor terkait.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 15


Gambar 2.1 Kawasan DPN ; KSPN dan KPPN yang terdapat di Provinsi Maluku

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 16


Pada pasal 35 Undang - Undang RIPPARNAS bersama penjelasan lampiran
dinyatakan bahwa dari 50 Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) masing-masing memiliki
Citra Pariwisata Nasional tersendiri dan kota Ambon–Bandaneira dan sekitarnya
sebagai DPN-KSPN ditetapkan dengan Citra Pariwisata (branding) “Ambon - Banda :
Dutch Heritage Site dan Ambon-Banda dan sekitarnya sebagai “Hidden Island Life and
Musical Culture”.
KSPN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b ditentukan dengan kriteria:
a. memiliki fungsi utama pariwisata atau potensi pengembangan pariwisata;
b. memiliki sumber daya pariwisata potensial untuk menjadi Daya Tarik Wisata
unggulan dan memiliki citra yang sudah dikenal secara luas;
c. memiliki potensi pasar, baik skala nasional maupun khususnya internasional;
d. memiliki posisi dan peran potensial sebagai penggerak investasi;
e. memiliki lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan dan keutuhan
wilayah;
f. memiliki fungsi dan peran strategis dalam menjaga fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup;
g. memiliki fungsi dan peran strategis dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan
aset budaya, termasuk di dalamnya aspek sejarah dan kepurbakalaan;
h. memiliki kesiapan dan dukungan masyarakat ;
i. memiliki kekhususan dari wilayah lain ;
j. berada di wilayah tujuan kunjungan pasar wisatawan utama dan pasar
wisatawan potensial nasional ; dan
k. memiliki potensi kecenderungan produk wisata masa depan.
Sebagai pulau kecil yang ditetapkan sebagai KSPN, Kepulauan Banda sangat
bergantung dengan Kota Ambon yang letaknya tidak terlalu jauh, sehinga proses
pengembangan kota Ambon sebagai ibukota Provinsi akan berimbas langsung dengan
kawasan strategis ini.

2.2 Kepariwisataan Kota Ambon dalam Kebijakan Pembangunan


Kepariwisataan Provinsi Maluku.

Seperti halnya RIPPARPROV Maluku yang mengacu pada RIPPARNAS,


demikian pula pada Ranperda RIPPARPROV Maluku sesuai pasal 10 ayat 1 dan 3 yang
menyatakan bahwa RIPPARDA Provinsi Maluku diselenggarakan secara terpadu oleh
elemen Pentahelix Pariwisata yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 17
Daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media massa dan menjadi Pedoman
bagi Penyusunan RIPPARDA Kabupaten/Kota.
Dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan (RIPPAR) Provinsi Maluku
tahun 2018 - 2030 posisi wilayah kota Ambon Bersama dengan pulau-pulau Lease
berada dalam struktur Kawasan Destinasi pariwisata 6 pada penetapan GP VII Ambon
dan Lease sesuai regulasi pemerintah provinsi Maluku, seperti terlihat pada gambar 2.2.
Sesuai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (RIPPARPROV)
Maluku tahun 2018 – 2025 terdapat 67% daya tarik wisata alam seperti panorama alam
bawah laut (diving, snorkelling), panorama pantai (berjemur, berenang, berperahu, dll),
wisata tirta (air terjun, gua, dll). Selain daya tarik wisata alam, kota Ambon sebagai
ibukota provinsi Maluku juga menyimpan potensi wisata budaya, sejarah dan religi (23%)
seperti Desa/Negeri adat dan Desa/Negeri budaya, situs sejarah/budaya seperti
benteng dan negeri lama. Sedangkan 10% Daya Tarik Wisata adalah wisata buatan
(Man Made) yang bila didistribusikan pada Kabupaten dan Kota maka terbanyak (85%
atau 10 DTW) dapat dilihat di kota Ambon.
Penetapan Ambon sebagai Kota Kreatif berbasis musik yang masuk dalam
UCCN (UNESCO Creative Cities Network) akan juga meningkatkan daya tarik wisata
buatan yang dimiliki kota Ambon. Perlu juga dilakukan pengkajian nyanyian serta tari-
tarian adat lokal masyarakat sehingga teridentifikasi kondisi eksisitingnya. Hal lain yang
perlu diperhatikan dan dikembangkan adalah Ekonomi Kreatif yang berasal dari tradisi
lokal seperti kerajinan tangan yang menjadi oleh-oleh khas daerah, yaitu Mutiara,
kerang-kerangan, kuliner tradisional dan lainnya. Tentunya masih banyak objek dan
daya Tarik wisata yang belum diobservasi kondisi eksistingnya sehingga secara fleksibel
RIPPARKOT Ambon ini perlu mengakomodir adanya ODTW yang baru dan berpotensi
untuk dikembangkan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 18


(Sumber: RIPPAR Provinsi Maluku 2018-2030

Gambar 2.2. Kawasan Pengembangan Pariwisata Provinsi Maluku

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 19


2.3 Kepariwisataan Kota Ambon dalam Kebijakan dan Pembangunan Wilayah
Kota Ambon.
Keberhasilan penyelenggaraan program-program pembangunan daerah tidak
terlepas dari perencanaan pembangunan daerah yang telah dilakukan dan ditetapkan
sebelumnya. Perencanaan pembangunan daerah adalah suatu proses penyusunan
tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di
dalamnya, guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada dalam rangka
meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/daerah dalam
jangka waktu tertentu.
Terdapat beberapa regulasi pemerintah kota juga bersama DPRD Kota Ambon
yang ditetapkan menjadi acuan dasar pengembangan Pariwisata, Kebudayaan dan
Ekonomi Kreatif antara lain :
1. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan
Usaha Pariwisata.
2. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 24 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kota Ambon Tahun 2011 – 2031.
3. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 21 Tahun [Link] Rencana Detail Tata
Ruang Pusat Kota Ambon.
4. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 8 Tahun 2017 Tentang NEGERI
5. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 25 Tahun 2017 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon tahun 2017 –
2022.
6. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pembentukan Dan
Susunan Perangkat Daerah Kota Ambon.
7. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 2 Tahun 2019 tentang Ambon Kreatif
Berbasis Musik.
8. Peraturan Walikota Ambon Nomor 45 Tahun 2016 tentang Tanda Daftar Usaha
Pariwisata.
9. Keputusan Walikota Ambon Nomor 471 Tahun 2018 tentang Penetapan Negeri dan
Kelurahan Wisata di Kota Ambon
10. Keputusan Walikota Ambon Nomor 560 Tahun 2021 tentang Daya Tarik Wisata
Musik di Kota Ambon
Sesuai Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2017 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Ambon tahun 2017 - 2022,
penentuan strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah kota Ambon ke depan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 20
selain mempertimbangkan hasil analisis lingkungan strategis, juga memperhatikan
kebijakan daerah yang berfokus pada upaya-upaya peningkatan dan penguatan sektor-
sektor yang memiliki prospek untuk dikembangkan dalam rangka percepatan
pembangunan di kota Ambon.
Untuk itu, pemerintah Kota Ambon perlu menetapkan sektor prioritas, yang
sangat memberikan pengaruh dan menjadi motor penggerak perekonomian daerah
serta diharapkan dapat meningkatkan derajat hidup masyarakat Kota Ambon. Kajian
data dari Badan Pusat Statistik Kota Ambon tentang sektor - sektor yang memberikan
kontribusi besar terhadap pembangunan di kota Ambon terutama Produk Domestik
Regional Bruto. 5 (lima) sektor yang memberikan kontribusi terhadap PDRB Kota Ambon
(adhb) 2020 berturut turut adalah sektor Adminsitrasi Pemerintahan, Pertanahan dan
Jaminan Sosial; Perdagangan, Reparasi Mobil dan sepeda motor ; Sektor Transportasi
dan Pergudangan ; Jasa Keuangan dan Asuransi (BPS, 2021) dan Informasi dan
Komunikasi. Berdasarkan gambaran kontribusi sektor tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa sebagai ibukota Provinsi kota Ambon terfokus pada industri Jasa dan
Perdagangan sehingga arahan kebijakan sektor Pariwisata adalah menyinergikan setiap
kegiatannya dengan sektor-sektor unggulan tersebut. Misalnya, hubungan antara usaja
jasa wisata seperti hotel, penginapan, resort dan restoran dll, semuanya telah memiliki
Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).
Berdasarkan kepada RPJMD Kota Ambon maka peningkatan kesejahteraan
masyarakat dengan adanya sektor unggul (leading sector) seperti sektor Perdagangan
dan Jasa, maka sangat perlu untuk ditunjang oleh Organsiasi Perangkat Daerah (OPD)
yang lain dan memiliki irisan yang dalam dengan sektor unggulan tersebut. Irisan
(Disnaker)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 21


Dinas
Pendidikan
Dinas PUPR ;
Dinas Dinas LH &
Perhubungan Persampahan

Dinas Pariwisata Dinas


Dinas dan Kebudayaan Pemberdayaan
Pemuda & Kota Ambon Masya rakat,
Olahraga Desa & PA
Dinas
Dinas
PMPTSP;
Perikanan;
Dinas
Dinas
Koperasi
Indag
UMKM

Gambar 2.3. Sinergitas Antar Organisasi Perangkat Daerah Dengan Dinas


Pariwisata dan Kebudayaan

Gambar 2.3 terlihat bahwa sektor pariwisata sangat bergantung kepada sektor-
sektor yang lain, pariwisata hanya memiliki hospitality sehingga terkait dengan sumber
daya yang menunjang aspek 4A kepariwisataan. Misalnya aspek atraksi wisata
dukungan Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, dan lainnya sangat diperlukan.
Sedangkan yang berkaitan dengan Amenitas dan Aksesibilitas maka dinas
Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang sangat penting. Berkaitan
dengan ansilari maka penguatan elemen pentahelix pariwisata selain pemerintah yang
berkaitan dengan unsur kelembagaan dan SDM juga Akademisi untuk peningkatan
kapasitas pelaku usaha, pemuda dan masyarakat. Demikian pula upaya
mempromosikan Pariwisata dengan melibatkan Media Massa baik media elektronik
maupun non elektronik.
Kota Ambon dalam kebijakan pengembangan kawasan strategis berbasis
Struktur ruang dan Pola ruang, seperti dimaksud dalam Peraturan Daerah Kota Ambon,
pasal 5, meliputi :
a. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan
perekonomian Kota Ambon yang produktif, efisien, dan mampu bersaing dalam
perekonomian nasional, maupun internasional dengan memanfaatkan teknologi
tinggi maupun tepat guna ;
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 22
b. Pelestarian dan peningkatan kehidupan sosial dan budaya;'
c. Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk
mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan ekosistem, melestarikan
keanekaragaman hayati, mempertahankan dan meningkatkan fungsi
perlindungan kawasan, dan melestarikan keunikan bentang alam, serta
pengembangan kawasan riset dan wisata ilmiah.
Strategi pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan
perekonomian Kota Ambon, meliputi Rencana struktur ruang wilayah Kota Ambon
meliputi : a) Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) ; b. Sistem Pusat Pelayanan
Kegiatan Kota; dan c). Sistem Jaringan Prasarana.
Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) direncanakan meliputi :
a. SWP I, seluas 4.259,67 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Sirimau, dan
sebagian Kecamatan Nusaniwe dengan arahan penyebaran penduduk sebesar
25% (dua puluh lima persen) ;
b. SWP II, seluas 7.164,83 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Teluk Ambon-
Baguala dengan arahan penyebaran penduduk sebesar 30% (tiga puluh persen);
c. SWP III, seluas 7.051, 76 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Teluk Ambon
dengan arahan penyebaran penduduk sebesar20% (dua puluh persen);
d. SWP IV, seluas 6.513.10 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Leitimur Selatan
dengan arahan penyebaran penduduk sebesar 12% (dua belas persen);
e. SWP V, seluas 4.042,92 ha yang meliputi wilayah Kecamatan Nusaniwe dengan
arahan penyebaran penduduk sebesar 11% (sebelas persen); dan
f. Kawasan khusus pengamanan bandar udara seluas 6.912,72 ha, yang meliputi
wilayah Negeri Tawiri dan Negeri Laha dengan arahan penyebaran penduduk
2% (dua persen).
Untuk Strategi pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya, sesuai RTRW
Kota Ambon, meliputi :
a. Melestarikan situs warisan budaya Ambon;
b. Mendorong pengembangan kawasan wisata dan sejarah; dan
c. Mengembangkan kegiatan pariwisata budaya dan sejarah.
Sedangkan Strategi pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup, meliputi :
a. Penetapan kawasan strategis berfungsi lindung;
b. Mengembangkan kegiatan budidaya tidak terbangun disekitar kawasan Kota
Ambon yang dapat berfungsi sebagai penyangga yang memisahkan kawasan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 23
lindung dengan kawasan budidaya terbangun; dan
c. Merehabilitasi fungsi lindung kawasan yang menurun akibat dampak pemanfaatan
ruang yang berkembang di dalam dan disekitar kawasan.
d. Melestarikan keaslian fisik serta mempertahankan keseimbangan ekosistemnya;
e. Meningkatkan jasa lingkungan (kepariwisataan ilmiah dan bahari);
f. Melestarikan keberlanjutan lingkungan hidup.

Dalam penjabarannya di kota Ambon seperti dikemukakan oleh Walikota Ambon


Richard Louhenapessy yang mendapat kehormatan untuk memaparkan potensi dan
keunggulan yang ada di kota Ambon dalam Indonesian-Australian Bussiness Summitt
(IABS) 2017 di Adelaide Convention Center, kota Adelaide, menjabarkan 3 (tiga)
karakteristik kota Ambon sebagai City of Fish ; City of Peace dan City of Music
([Link] Proses implementatif sesuai kebijakan pengembangan kota
Ambon sebagai City of Music, City of Fish dan Ambon City of Peace sebagai bagian
ekonomi kreatif menjadi sangat penting dan bukan hanya slogan semata. Saat ini, total
jaringan Kota Kreatif UNESCO didunia sebanyak 246 Kota. Anggota-anggota jaringan
tersebut berasal dari seluruh benua dan wilayah dengan level pendapatan dan populasi
yang berbeda. Kota-kota tersebut akan bekerja sama dengan misi menempatkan
kreativitas dan ekonomi kreatif sebagai inti dari rencana pembangunan kota dalam
menjadikan kota tangguh, aman, inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda PBB
2030 tentang Sustainable Development Goals (SDGSs) atau Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (TPB) periode 2015 - 2030. Sesuai amanat secara hierakhi yaitu
Peraturan Presiden No. 59 tahun 2017 meminta daerah menyusun RAD TPB/SDGs 12
bulan setelah Perpres berlaku dimulai pada 10 Juli 2018. RAD TPB/SDGs adalah
dokumen rencana kerja 5 (lima) tahunan di tingkat provinsi dan Kabupaten Kota untuk
melaksanakan berbagai kegiatan yang secara langsung dan tidak langsung mendukung
pencapaian TPB sesuai dengan sasaran pembangunan daerah dari setiap OPD.
Demikian pula dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon.
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 4 Tahun 2016 Tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Ambon, maka Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan dalam klasifikasi digolongkan sebagai OPD Tipe B yang mengartikan
bahwa lingkup beban kerja OPD dalam kategori sedang dengan kriteria Umum 20% dan
Kriteria Teknis 80%. Pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sesuai Peraturan
Pemerintah Nomor 2016 tentang Perangkat Daerah. Misalnya untuk Dinas Pariwisata
dan Kebudayaan ditetapkan Jumlah Usaha Pariwisata yang memiliki TDUP, bila di atas
70 memiliki skor 200 ; Jumlah zona Kreatif yang ditetapkan pemerintah kota di atas 60
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 24
lokasi memperoleh nilai 100 ; Jumlah Objek daya Tarik, Kawasan strategis dan Destinasi
pariwisata yang ditetapkan Menteri sebagai kewenangan kota di atas 40 mendapat skor
500. Begitu pula dengan Bidang Kebudayaan dengan Indikator : Jumlah suku Bangsa ;
Jumlah Kesenian; Jumlah Museum yang dikelola dan Jumlah Cagar Budaya. Kriteria
yang disebut itu merupakan Indikator untuk memberikan Penilaian apakah beban kerja
OPD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk penetapan Tipe OPD nya. Selanjutnya
Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan kebudayaan seperti terlihat pada gambar 2.4.

KEPALA
DINAS

SEKRETARIAT

KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL SUB BAGIAN SUB BAGIAN
PERENCANAAN, KEUANGAN DAN
KEPEGAWAIAN DAN UMUM ASET

BIDANG DESTINASI BIDANG PENGEMBANGAN


DAN PEMASARAN SUMBER DAYA EKONOMI
BIDANG KEBUDAYAAN
PARIWISATA KREATIF DAN PARIWISATA

SEKSI
PENGEMBANGAN
SEKSI PENGEMBANGAN
DESTINASI SEKSI CAGAR BUDAYA
EKONOMI KREATIF
PARIWISATA

SEKSI PENINGKATAN
SEKSI PROMOSI KAPASITAS SDM SEKSI SEJARAH DAN
DAN PEMASARAN PARIWISATA DAN TRADISI
PARIWISATA EKONOMI KREATIF

SEKSI KERJASAMA
SEKSI KESENIAN
PARIWISATA

UPT

Gambar 2.4. Struktur Organisasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | II - 25


3.1 Kondisi Fisik
3.1.1. Letak Geografis
Kota Ambon terletak sebagian besar dalam wilayah Pulau Ambon
sebagai pulau kecil, yang secara geografis berada pada posisi: 3 º - 4º Lintang
Selatan dan 128º - 129º Bujur Timur, dengan batas-batas wilayah :
Utara : Negeri Hila, Negeri Hitu, Negeri Kaitetu di Kecamatan Leihitu,
Kabupaten Maluku Tengah
Selatan : Laut Banda
Timur : Negeri Suli, Kecamatan Salahutu, Kab. Maluku Tengah
Barat : Negeri Hatu, Kecamatan Leihitu, Kab. Maluku Tengah.

3.1.2. Topografi
Kondisi topografi Kota Ambon pada umumnya terdiri dari daerah
bergelombang sampai terjal dengan luas ± 280 Km² atau 87%, sementara daerah
datar seluas ± 42 Km2 atau 13% dari total wilayah daratan, sebagaimana terlihat
pada Gambar 3.2.
Pengelompokan kondisi topografi Kota Ambon sebagai berikut:

a. Topografi relatif datar dengan ketinggian 0 -100 meter dan kemiringan 0-8%
terdapat di kawasan sepanjang pantai dengan radius antara 0-300 meter
dari garis pantai.

b. Topografi landai sampai miring dengan ketinggian 0 - 100 meter dan


kemiringan 8-15% terdapat pada kawasan yang lebih jauh dari garis pantai
(100 meter ke arah daratan).

c. Topografi bergelombang dan berbukit terjal dengan ketinggian 0 - 100 meter


dan kemiringan 15-30% terdapat pada kawasan perbukitan.

d. Topografi terjal dengan ketinggian lebih dari 100 meter dan kemiringan lebih
dari 30% terdapat pada kawasan pegunungan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 1


Gambar 3.1. Lokasi Kota Ambon pada Pulau Ambon
Pulau Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 2


(Sumber: Bappeda Litbang Kota Ambon, 2021)

Gambar 3.2. Peta Topografi Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 3


3.1.3. Iklim
Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon, merilis keadaan curah hujan di Kota
Ambon tahun 2020 berada pada rentang curah hujan 25 – 199 mm per tahun.
Curah hujan tertinggi di Kota Ambon terjadi di bulan Oktober yaitu 199 mm
dengan 20 hari hujan, sedangkan curah hujan terendah adalah di bulan April
yaitu 25 mm dengan 22 hari hujan, dengan rata-rata hari hujan tahun 2020 adalah
21 hari.
Untuk penyinaran matahari, presentasi penyinaran tertinggi terjadi di bulan
Januari yaitu 76%, sementara penyinaran terendah adalah di bulan Agustus yaitu
13%, dengan rata-rata penyinaran matahari adalah 49%. Adapun temperatur di
Kota Ambon tahun 2020 rata-rata 29,5 ºC dengan kisaran suhu maksimum rata-
rata 31,15 ºC dan suhu minimum 23,9 ºC. Tekanan udara tertinggi terjadi di bulan
Maret sekitar 1010,9 (mb) dan terendah di bulan Februari yaitu 1000,0 (mb).
Kondisi Curah Hujan di Kota Ambon selama tahun 2020 seperti disajikan
pada Gambar 3.3. berikut:

(Sumber :BMKG Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon Tahun 2020)


Gambar 3.3. Curah Hujan di Kota Ambon Tahun 2020

3.1.4. Hubungan kondisi Fisik dengan Pariwisata


Berdasarkan kondisi fisik kota Ambon yang terletak di pulau kecil berkaitan
dengan aktivitas pariwisata maka akan sangat memberikan pengaruh. Informasi
kepada wisatawan yang berhubungan dengan keadaan iklim dengan waktu
musim penghujan, kondisi topografi Kawasan akan dapat membuat wisatawan
dapat memilih waktu yang tepat untuk mengunjungi objek dan daya tarik wisata
yang terdapat di kota Ambon.
Pariwisata di Kawasan perairan pesisir dan pulau- pulau kecil tentunya
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 4
sangat bergantung dengan karakteristik kawasan tersebut. Meskipun kadang
kondisi cuaca mengalami perubahan karena kondisi Iklim global namun informasi
ini harus disampaikan kepada wisatawan sebagai. Misalnya kondisi perairan
yang disebabkan oleh musim Barat atau Musim Timur. Kenyamanan dalam
berwisata dan upaya wisatawan memperoleh “Quality Seeking” dari daya tarik
wisata pulau kecil akan menyebabkan wisatawan sangat memperhatikan kondisi
alam daratan maupun lautan.

3.2 Sejarah Kota Ambon Sebagai Potensi Pariwisata

3.2.1 Sejarah Kota Ambon pada zaman Portugis

Sejarah kota Ambon dimulai pada saat kedatangan orang-orang Portugis


membangun benteng di pulau ini sebagai tempat beraktivitas dalam
perdagangan dan penyebaran agama. Pendirian kota Ambon berawal dari orang-
orang Portugis, yang saat itu sedang berada dalam konflik politik dengan para
penguasa kesultanan Ternate dan umat Islam di pantai utara Hitu. Orang-orang
Portugis pertama yang pernah mendarat di Ambon adalah Francisco Serrao
bersama delapan orang anak buah kapalnya pada tahun 1512. Kapal mereka
karam di celah Nusa Penyu; dan terdampar di Nusa Telu (pulau tiga) di depan
negeri Asilulu ujung barat Hitu. Mereka diterima oleh Raja Negeri Hitu Messing.
Menurut Rumphius dan Valentijn, mereka diberikan tempat tinggal di dekat
sungai Pikapoli yang berada di selatan negeri Mamala. Selama beberapa tahun
mereka tinggal ditempat itu, namun penduduk Hitu yang beragama Islam
menolak menerima orang Portugis karena dua alasan yaitu : pertama tindakan
mereka yang tidak sopan dan kasar terhadap penduduk. Kedua adalah karena
keterikatan mereka dengan agama Kristen yang berbarengan dengan agama
Islam yang telah dianut oleh penduduk di daerah Hitu dan sekitarnya.
Benteng pertama Portugis mulai didirikan di Hila Kaitetu pantai utara Hitu
pada tanggal 20 Mei 1569 oleh Laksamana Goencalo Peirera Maramaque
setelah menaklukan jazirah Leihitu. Benteng kedua Portugis didirikan di antara
negeri Galala dan Hatiwe kecil di muara Wai Tua. Kedudukan benteng itu di
depan Tanjung Martafons dan desa Rumahtiga, dahulu disebut Hukunalu.
Setelah benteng Hila di pantai utara Hitu dibakar, maka orang Portugis
membangun benteng ketiga dekat Halong di wilayah teluk Ambon.
Benteng keempat Portugis dibangun oleh Sancho de Vasconcelos.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 5


Selama pembangunan benteng dilaksanakan, ada kejadian yang tidak diduga
sebelumnya karena tiba-tiba beberapa desa yang tadinya setia kepada Portugis,
balik mengancam menyerang bahkan membangkang terhadap Portugis. Negeri-
negeri tersebut adalah Nusaniwe, Kilang, Soya, Hutumuri, Puta, dan Ahusen.
Kejadian ini menyebabkan pembangunan berjalan tidak terlalu mulus, namun
dapat diselesaikan juga pada tahun 1576. Setelah benteng tersebut selesai
“semua rakyat” pindah dari benteng lama ke benteng baru. Jadi bukan hanya
garnisun tetapi juga pemukiman mereka yang terletak di luar benteng, yang
berasal dari Hatiwe, Tawiri, Halong dan juga orang- orang Mardijker dan
sekelompok orang Portugis yang disebut casados yang menikah dengan para
wanita pribumi. Semuanya ikut berangkat menuju tempat baru dan membangun
rumah mereka di sekitar kastil atau benteng “Kota Laha”. Jadi sejak 1567 sudah
ada sebuah pemukiman kota kecil di samping benteng. Dengan demikian dapat
dipastikan bahwa bulan Juli 1576 sebagai awal peresmian benteng dan kota
Ambon.
Di sekitar pemukiman penduduk, para misionaris mengusahakan
perkebunan untuk memproduksi bahan makanan. Fasilitas kota yang ada saat
itu hanya terdiri dari empat buah gedung gereja, sebuah rumah sakit, sebuah
balai pertemuan, dan pelabuhan laut yang terletak di sebelah utara benteng.
Luas fungsional kota pada masa Portugis berada dalam batas-batas wilayah
yang membentang dari barat ke timur yaitu dari Wai Batu Gajah sampai Wai
Tomu dengan batas selatan melalui jalan-jalan yang kini bernama jalan Said
Perintah, jalan Kapitan Ulupaha, dan jalan Benteng Kapaha (Leirissa dkk, 2004:
19-28).
Pada tahun 1602 Laksamana Andre Furtado de Mendosa tiba di Ambon
untuk menggantikan Laksamana Sanco de Vasconsalo. Ia memanfaatkan
benteng Kota Laha sebagai pusat pertahanan bahkan pemerinthaan Portugis di
pulau Ambon dan sekitarnya. Pemimpin Portugis selanjutnya setelah de
Mendosa adalah (1) Gonsallo Pereiro, (2) Johan Caijadoe, (3) Steven Texeira,
(4) Gaspar de Mello. Pada masa kepemimpinan Gaspar de Mello, ia
menyerahkan kastil = benteng Kota Laha kepada Laksamana Belanda Steven
van der Haghen tanggal 23 Pebruari 1605 bersama pasukannya melalui suatu
kesepakatan antara kedua pimpinan tanpa melalui suatu peperangan. Setelah
orang-orang Belanda di bawah Steven van der Haghen menaklukkan pangkalan
ini dari tangan Gaspar de Mello, mereka merubah nama benteng Kota Laha
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 6
menjadi Kasteel Victoria = Benteng Kemenangan.

3.2.2. Kota Ambon Pada Zaman VOC dan Inggris


Penaklukan pulau Ambon dari tangan Portugis dipimpin oleh Laksamana
Steven Van der Haghen pada tanggal 23 Pebruari 1605 dibantu oleh kekuatan
tempur Ternate, Luhu di pulau Seram, Hitu maupun pasukan bantuan dari Jawa,
dan Goa (Makasar) menyebabkan kastel Portugis jatuh ke tangan VOC. Benteng
Portugis diserahkan oleh Gaspar de Melo pimpinan Portugis di Ambon tanpa
melalui peperangan. Setelah benteng ditaklukkan oleh VOC, beberapa waktu
kemudian dilanjutkan dengan mengadakan beberapa perjanjian penting dengan
pihak Portugis dan membuat kontrak khusus dengan penguasa pribumi
menyangkut perdagangan rempah-rempah. Steven Vander Hagen mengangkat
Frederik de Hotman sebagai Gubernur pertama di Ambon tahun 1505-1511 dan
ia mulai melakukan perjanjian dengan pemimpin-pemimpin lokal di pulau Ambon
dan beberapa daerah lain di Maluku. Pengganti de Hotman adalah Jansz Japer
yang memerintah selama empat tahun tetapi tidak ditemukan kemajuan yang
penting selama masa kepemimpinannya. Pada bulan Maret tahun 1515 Adrian
Martensz Block dari Alkmaar tampil memerintah sebagai gubernur dengan gaya
kepemimpinan otoriter yang memaksakan rakyat untuk kerja paksa
memperluas/memperbesar Benteng Victoria. Tindakan Gubernur ini
menyebabkan penduduk Negeri Soya dan Ema yang terletak di pedalaman
jazirah Leitimur melakukan perlawanan bersenjata menentang tindakan
gubernur Adrian yang semena-mena terhadap rakyat di Pulau Ambon. Ini adalah
awal dari permusuhan antara orang-orang Ambon dengan Belanda (VOC).
Tahun 1518 Herman van Speult diangkat menjadi Gubernur ke 4 di Ambon
menggantikan Adriaans Martensz Block setelah tiga tahun ia menjabat Letnan
Gubernur. Pada masa pemerintahan Speult banyak terjadi perubahan besar-
besaran terutama dalam hal monopoli perdagangan rempah-rempah. Hal ini
mengakibatkan masyarakat menderita karena harga barang meningkat 2-3 kali.
Kondisi ini tidak banyak berubah dalam kepemimpinan Gubernur-Gubernur
Ambon berikutnya, yakni Gregorius Cornelizen atau Gorcum (1626-1628), Phillip
Lucaszoon van Middleburg (1628-1631), Artus Gijssels (1631-1634), Anthonij
van den Heuvel (1634-1635), Artus Gijssels (1635), Jocum Roelofs van
Deutecom (1635-1637), Johan Ottens (1637-1642), dll. Masyarakat Maluku terus
ditekan, pohon-pohon cengkih ditebang di berbagai daerah, praktek monopoli
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 7
perdagangan rempah-rempah terus dilestarikan membuat masyarakat
memberontak. Tetapi karena kalah dalam persenjataan dan strategi, semua
upaya melawan Belanda selalu dapat dipatahkan.
Gambar 3.4. Benteng Nieuw Victoria pada zaman Belanda

Pada 17 Pebruari 1796 Belanda menyerah kepada laksamana Inggris


Pieter Ramier. Sejak itu wilayah Maluku untuk sementara dikuasai oleh Inggris
sampai tahun 1803. Inggris menguasai Maluku secara umumnya dan kota
Ambon secara khusus selama enam tahun. Setelah itu terjadi penyerahan
kembali kepada pihak Belanda dan bukan lagi kepada VOC karena pada rentang
waktu tersebut VOC mengalami kerugian dan tidak melangsungkan usahanya di
Maluku.

Gambar 3.5. Suasana nelayan di Kota Ambon pada zaman Belanda.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 8


3.2.3. Kota Ambon pada zaman Jepang
Tentara Jepang mendarat di Indonesia melalui Ambon pada 1 Januari 1942
dari Kendari. Meskipun dahulu senasib sebagai budak VOC dan Belanda,
Jepang berhasil menaklukkan Belanda dan sekutunya dalam Pertempuran
Ambon untuk merebut Kota Ambon yang merupakan markas angkatan laut..
Dalam pendudukan dan penjajahan Jepang, Ambon digunakan sebagai
pangkalan udara utama. Selain itu, warga Ambon mengalami kemiskinan dan
kelaparan sebagai dampak dari perang.
Peninggalan masa pendudukan ini masih bisa ditemukan. Pemakaman
Perang Ambonlah yang paling terkenal sebagai pemakaman tentara-tentara
Sekutu yang gugur dalam Pertempuran Ambon. Selain itu, penyelaman yang
dilaksanakan di Teluk Ambon oleh para penyelam, pernah menemukan dua
torpedo peninggalan Jepang di dasar Teluk Ambon Luar ketika sehingga perlu
dinonaktifkan karena masih memiliki bahan mesiu yang bisa meledak.

(Sumber : PDA dan Balai Arkeologi Ambon, 2017)


Gambar [Link] pada zaman Jepang di desa Eri dan Negeri Laha

3.2.4 Kota Ambon di Era Kemerdekaan


Kota Ambon dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Negara Indonesia
Timur tanggal 14 Februari 1948 No. 1/Pr.V/48 (Staatsblad Indonesia Timur No.
15 tahun 1948). Wilayah kota Ambon yang dibentuk merupakan bekas
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 9
“Gemeente Amboina” yang pada masa pemerintahan Hindia Belanda dibentuk
dengan Staatsblad 1921 No. 524, sebagai suatu badan hukum yang sederajat
dengan “stadsgemeente” berdasarkan pasal 2 ayat 1 dari ordonansi tertanggal
13 Februari 1946 (staatsblad 1946 No. 17) yang ditetapkan oleh Residen di
Ambon pada bulan April 1948. Pembentukan ini kemudian hanya bersifat
sementara karena berdasarkan pasal 4 dari peraturan presiden Negara
Indonesia Timur diatas, menyatakan bahwa peraturan itu akan dihapus oleh
Menteri Dalam Negeri Indonesia Timur selambat-lambatnya dua tahun setelah
pembentukannya Dua tahun kemudian keluarlah Peraturan Presiden Negara
Indonesia Timur tertanggal 23 Agustus 1948 No. 3 Pr.V/48 (Staatsblad Indonesia
Timur No. 30 tahun 1948), yang disebut “Daerah Maluku Selatan” ditetapkan,
bahwa “Groopsgemeenschap Maluku Selatan” (Staatsblad 1946 No. 86)
dihapuskan dan dibentuk sebagai suatu badan hukum setingkat dengan
“Landschap”, berdasarkan pasal 1 ayat (1) Staatsblad 1946 No. 17. Pasal 1 ayat
(1) Peraturan Presiden Negara Indonesia Timur (Staatsblad Indonesia Timur No.
30 Tahun 1948) tersebut di atas menyatakan, bahwa Landschap tidak sejati
Maluku Selatan itu terdiri dari beberapa “Landschap tidak sejati yang rendahan”,
antara lain “Landschap Kota Ambon tidak sejati yang rendahan" (pasal 2 ayat
(1). Maka oleh sebab itu Daerah Maluku Selatan dulu berhak campur tangan
terhadap stadsgemeente Ambon yang dulu.
Dalam perkembangannya daerah Kota Ambon kembali dibentuk
berdasarkan surat Gubernur Provinsi Maluku tertanggal 1 Mei 1951 No.
2056/1/Bg segala alat-alat pemerintahan Daerah Maluku Selatan dulu ditarik ke
atas, sambil menunggu pembentukan daerah daerah otonom di dalam daerah
itu. Dengan Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 1952 tertanggal 12 Agustus
1952 dibentuklah Daerah Maluku Tengah dan Daerah Maluku Tenggara dan
wilayah Kota Ambon tidak dimasukkan dalam Daerah Maluku Tengah, karena
wilayah Kota Ambon itu akan dibentuk sebagai suatu daerah otonom sama
tingkatnya dengan kedua Daerah tersebut. Sambil menunggu pembentukan itu,
dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri tertanggal 10 Januari 1952 No. UP
15/2/44 telah diangkat Wali Kota Ambon.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 10


Gambar [Link] satu Kapal Pengangkut 12.500 Orang tentara KNIL asal Maluku
ke Belanda tahun 1951

Dengan berlakunya Undang-undang Negara Indonesia Timur No. 44


tahun 1950 pada tanggal 24 Juni 1950, yang mengatur pemerintahan Daerah
daerah di bekas Negara Indonesia Timur, maka menurut pasal 1 ayat (2) undang-
undang tersebut, Daerah-daerah adalah sama sebagaimana ditetapkan di dalam
"Peraturan Pembentukan Negara Indonesia Timur", Staatsblaad 1946 No. 143
(pasal 14 ayat (1). Daerah daerah tersebut dapat diubah dengan atau
berdasarkan peraturan Negara, sambil mengingat jiwa pasal 5 Staatsblad
tersebut. Mengingat ketentuan tersebut serta dengan memperhatikan keinginan
rakyat dan perkembangan politik di daerah serta untuk melancarkan jalannya
pemerintahan, maka dengan Peraturan Pemerintah ini Kota Ambon dibentuk,
sebagai suatu daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumahtangganya
sendiri setingkat dengan Kota Besar sebagaimana dimaksud dalam Undang-
undang No. 22 tahun 1948. Perlu ditegaskan, bahwa sampai tahun 1950
pemerintahan Daerah di kota Ambon dijalankan menurut ketentuan-ketentuan
dalam Undang-undang Negara Indonesia Timur No. 44 tahun 1950.

3.3. Kekayaan Ekologis Kota Ambon Sebagai Potensi Pariwisata

3.3.1. Kondisi Ekologis Perairan


Memiliki pesisir pantai, dan kelautan dengan keanekaragaman hayati yang
khas berpeluang dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata bahari
termasuk potensi wisata bawah laut. Dengan memiliki 5 (lima) wilayah ekologis
yaitu; (1).Teluk Ambon Dalam (TAD); (2).Teluk Ambon Luar (TAL); (3).Teluk

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 11


Baguala (TB); (4). Pesisir Selatan Kota Ambon (PSKA); dan (5). Pulau Tujuh
(Lucipara). Dari Ke 5 (lima) wilayah ekologis ini, masing-masing memiliki
karakteristik potensi keanekaragaman hayati yang beragam. Kota Ambon
memiliki latar belakang wilayah laut yang luas dengan total luasnya adalah
658.294,69 Km2, dengan panjang garis pantainya 8.2872 m. Sedangkan luas
wilayah kelola laut (12 mil) adalah sebesar 152.570 Km2, dengan kondisi
dominan wilayahnya adalah perairan (92,4%), dengan potensi sumber daya
perikanan terdiri dari Ikan Pelagis, Demersal dan Biota laut lainnya yang bernilai
ekonomis tinggi. Pada wilayah Maluku juga terdapat 969 jenis kerang-kerangan
yaitu 665 jenis siput dengan 13 jenis yang bernilai ekonomis dan 274 jenis kerang
dengan 21 jenis yang bernilai ekonomis.

Gambar [Link] Karang, Sponge pada Hukurila Cave, kota Ambon


Terumbu karang merupakan ekosistem yang khas terdapat di daerah tropis
seperti di pulau Ambon. Ekosistem ini mempunyai produktivitas organik yang
sangat tinggi. Demikian pula dengan keanekaragaman biota yang ada di
dalamnya. Komponen biota tersebut meliputi hewan karang batu (stony coral),
hewan yang tergolong ractinia yang kerangnya terbuat dari bahan kapur.
Disamping itu adanya berbagai jenis biota lainnya yang hidupnya mempunyai
kaitan erat dengan karang batu ini, seperti misalnya ikan, plankton, alga, lamun,
moluska dan yang lainnya. Kesemuanya terjalin dalam hubungan fungsional
yang harmonis dalam satu ekosistem terumbu karang.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 12


Selain keanekaragaman terumbu karang yang di jumpai di pantai-pantai di
kota Ambon, juga ditemukan adanya berbagai jenis Spong (sponge). Sponge ini
sendiri telah diteliti karena banyak menghasilkan bahan aktif yang potensial
untuk dikembangkan menjadi berbagai jenis obat-obatan.
Hasil Kajian Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) LIPI, 2020 menyatakan
bahwa selama kurun waktu 32 tahun menunjukkan persentase penutupan
karang hidup di kota Ambon bervariasi antara 10,5 hingga 86,14 % atau berada
pada kategori ‘Jelek ‘sampai dengan ‘Sangat Baik’ dari tahun 1987 hingga 2019.
Hasil penelitian runtun waktu beberapa peneliti (FPIK, 2003, Sahetapy, 2010,
LIPI, 2013 dan Papilaya, 2014) menunjukkan sedikitnya ada 11 lokasi yang
berada di Teluk Ambon (TAD dan TAL), Teluk Baguala (TB) dan Pesisir Selatan
Kota Ambon (PSKA) yang diteliti dan ditemukan hanya lokasi Leitimur Selatan
dan Nusaniwe (Desa Hutumury, Hukurila, dan Latuhalat) yang kondisi terumbu
karang yang masih Baik dan Sangat Baik. Untuk wilayah ekologis TAL hanya
pada lokasi desa Eri dan Seilale kondisi terumbu karang masih baik dan sangat
baik.
Sedangkan pada Kawasan Teluk Ambon Dalam terjadi degradasi secara
besar-besaran terhadap ekosistem terumbu karang khususnya di Negeri Halong
yang hanya memiliki nilai 10,5 %.

Sebelum (1990) Sesudah (20


Gambar 3.9. Terumbu Karang Sebelum (1990) dan Sesudah
Pembangunan di Teluk Ambon 2015

Pembukaan lahan atas di Pulau Ambon turut memberikan kontribusi bagi


proses sedimentasi di daerah pesisir teluk yang juga berdampak pada
keberlangsungan terumbu karang di Teluk Ambon. Selain itu pula adanya 7
sungai kecil yang bermuara di TAD (Pelasula, 2021). Substrat dasar di TAD
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 13
berupa pasir berlumpur juga disebabkan oleh lumpur yang dibawa oleh sungai
yang bermuara ke perairan tersebut. Tarigan dan Edward (2010) menyatakan
terdapat enam sungai yang bermuara ke TAD di antaranya Wai Tala, Wai Heru,
Wai Nania, Wai Tonahitu, Wai Rekan, dan Wai Laniet. Hal ini yang menyebabkan
susah bertumbuhnya Terumbu Karang pada wilayah TAD selain adanya Aktivitas
masyarakat yang merusak (antrophogenik).
Pada bagian Selatan dari Kota Ambon khususnya di semenanjung Leitimur
Selatan terdapat beberapa pantai seperti; (a). Pantai Tihulessy - Hukurila, (b).
Namalatu - Latuhalat, (c). Pantai Namsua - Naku, (d). Pintu Kota, (e). Pantai
Leilisa - Airlouw, (f). Pantai Nanseri - Kilang, dan (g). Pantai Santai - Latuhalat.
merupakan sebagaian kecil dari pantai - pantai yang berada di Pulau Ambon
yang memiliki karakteristik dan potensi yang besar dalam menarik wisatawan
untuk melakukan kegiatan berenang, menyelam, memancing dan piknik
bersama keluarga. Obyek wisata pantai ini turut memberikan peluang terbukanya
lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Salah satu yang Kembali digalakkan
adalah aktivitas berwisata pada Ekosistem Hutan Mangrove. Meskipun juga
terjadi degradasi hutan Mangrove akibat pembangunan pada kawasan pesisir
dan reklamasi areal pantai untuk pertokoan dan pemukiman masyarakat.

3.3.2. Kondisi Ekologis Daratan


1. Sungai di kota Ambon
Sesuai dengan kondisi topografi Kota Ambon di pulau kecil, maka sungai-sungai di
Kota Ambon memiliki karakter khusus yang terdiri dari banyak sungai kecil dengan
Daerah Aliran Sungai (DAS) yang tidak luas dan sempit (Tabel 3.. 1).

Tabel 3.1. Daerah Aliran Sungai di Kota Ambon


Nama DAS Luas (Ha)

Wilayah DAS Wae Batu Merah 7.940,27


a. DAS Way Tomu 564,00
b. DAS Way Batu Gajah 545,75
c. DAS Way Batu Gantung 1.729,32
d. DAS Way Ruhu 1.080,00
e. Area Penggunaan Lain (APL) 4.021,20
Sumber: Program Studi Ilmu Tanah Universitas Pattimura, 2019

Sungai-sungai yang mengalir umumnya tidak panjang. Sungai terpanjang


adalah Way Sikula di Desa Laha dengan panjang mencapai 15,5 km, sedangkan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 14
sungai terpendek adalah Way Tomu dan Way Batu Gajah dengan panjang 1,5
km yang mengalir di pusat Kota Ambon. Di Kota Ambon terdapat 2 wilayah
DAS, yaitu DAS Way Batu Merah di jazirah selatan Kota Ambon, dan DAS Way
Pia Besar di jazirah utara Kota Ambon. Pada Wilayah DAS Way Batu Merah
(Tabel 3.1), yang meliputi sungai-sungai di kawasan Pusat Kota Ambon, saat ini
telah mengalami penurunan fungsi, menjadi Area Penggunaan Lain (APL) untuk
budidaya, khususnya permukiman, jalan, atau kebun campuran. Luas APL pada
Wilayah DAS Way Batu Merah mencapai 4.021,20 Ha atau 50,64%. Hal ini telah
memberikan dampak pada penurunan debit air baku pada sungai- sungai utama,
yang jika tidak diantisipasi, dapat berdampak buruk di kemudian hari.

Selain penurunan fungsi DAS menjadi APL, sungai-sungai utama di Wilayah


DAS Way Batu Merah, seperti Way Batu Gantung, Way Batu Gajah, Way Tomu,
Way Batu Merah, dan Way Ruhu berada pada permukiman perkotaan yang
padat, sehingga sering memiliki sanitasi lingkungan yang tidak sehat, seperti
sampah, dan limbah domestik yang tidak terkelola.

Sementara itu, ketersediaan air tanah di kota Ambon dapat dikelompokkan atas:

1) ketersediaan rendah yang umumnya berada di perbukitan;

2) ketersediaan sedang di dataran rendah dan pesisir; serta

3) ketersediaan tinggi di beberapa tempat tertentu seperti di Negeri Tawiri,


Desa Waiheru, pesisir Negeri Hutumuri, Negeri Rutong, dan Negeri Urimesing.

Sepanjang pesisir merupakan daerah dengan akuifer berproduksi baik,


namun bukan merupakan daerah resapan yang potensial, sehingga ketersediaan
air tanahnya adalah sedang.

2. Penutup dan Penggunaan Lahan

Penutup lahan dengan perubahannya sangat berpengaruh terhadap


perubahan iklim yang terjadi. Kota Ambon sebagai kota yang selalu berkembang
tentunya mengalami perubahan dalam penutupan lahan. Penutup lahan Kota
Ambon sesuai hasil interpretasi citra Landsat ada sekitar 6 (enam) yaitu: hutan,
kebun campuran, permukiman, tegalan, alang-alang dan semak belukar. Hutan
dan kebun campuran ditemukan terutama di daerah perbukitan hingga
pegunungan. Kebun campuran umumnya terdiri atas tanaman umur panjang
seperti: cengkih, pala, kepala dan tanaman buah-buahan, seperti: durian.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 15
Tegalan, semak belukar, alang-alang pada umumnya ditemukan di daerah datar
dan bergelombang. Permukiman menyebar dari daerah datar (wilayah pesisir)
sampai daerah berbukit dan bergunung. Selanjutnya perlu dijelaskan bahwa
Kota Ambon dengan karakteristik Pegunungan dan perbukitan menyebabkan
wilayah ini rentan terhadap permasalahan lingkungan, sehingga peran hutan
sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pada karakter lahan
tersebut. Daerah pegunungan dan perbukitan pada umumnya terbentuk
punggung bukit yang menyebabkan cekungan dan menjadi daerah pengaliran
air dari daerah pegunungan/perbukitan ke daratan pantai.

Tabel 3.2. Penutupan Lahan Per Kecamatan

Luas Lahan
Kecamatan Penutup Lahan
Ha %
Belukar 1,183.49 3.68%
Hutan Lahan Kering Primer 90.51 0.28%
Hutan Lahan Kering
1,886.18 5.86%
Leitimur Sekunder
Selatan Pemukiman 135.60 0.42%
Pertanian Lahan Kering 408.43 1.27%
Pertanian Lahan Kering
1,051.34 3.27%
Campuran
Leitimur Selatan Total 4,755.54 14.77%
Belukar 3,092.82 9.61%
Hutan Lahan Kering
79.35 0.25%
Sekunder
Lahan Terbuka 42.17 0.13%
Nusaniwe
Pemukiman 902.80 2.80%
Pertanian Lahan Kering 163.01 0.51%
Pertanian Lahan Kering
389.79 1.21%
Campuran
Nusaniwe Total 4,669.95 14.51%
Belukar 949.38 2.95%
Hutan Lahan Kering Primer 270.71 0.84%
Hutan Lahan Kering
887.87 2.76%
Sekunder
Sirimau
Lahan Terbuka 9.39 0.03%
Pemukiman 1,333.54 4.14%
Pertanian Lahan Kering
226.13 0.70%
Campuran
Sirimau Total 3,677.02 11.42%
Bandara 92.66 0.29%
Teluk Ambon Belukar 1,761.97 5.47%
Hutan Lahan Kering Primer 189.72 0.59%
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 16
Luas Lahan
Kecamatan Penutup Lahan
Ha %
Hutan Lahan Kering
5,083.30 15.79%
Teluk Ambon Sekunder
Lahan Terbuka 2.26 0.01%
Pemukiman 745.55 2.32%
Pertanian Lahan Kering 504.90 1.57%
Pertanian Lahan Kering
4,516.37 14.03%
Campuran
Savana/Padang Rumput 215.21 0.67%
Teluk Ambon Total 13,111.96 40.73%
Belukar 622.04 1.93%
Hutan Lahan Kering
1,935.63 6.01%
Sekunder
Hutan Mangrove Sekunder 44.20 0.14%
Teluk Ambon
Lahan Terbuka 43.96 0.14%
Baguala
Pemukiman 954.95 2.97%
Pertanian Lahan Kering 8.38 0.03%
Pertanian Lahan Kering
2,367.99 7.36%
Campuran
Teluk Ambon Baguala Total 5,977.16 18.57%
TOTAL 32,191.62 100%
Sumber : Bappeda Litbang Kota Ambon, 2021
Berdasarkan tabel 3.2., tergambar bahwa Kota Ambon memiliki tutupan
lahan sebesar 32,191 Ha, dimana Kecamatan Teluk Ambon memiliki tutupan
lahan yang tinggi yakni 13,111 Ha atau 40,73% sedangkan tutupan lahan terkecil
berada pada Kecamatan Sirimau 3. 677 Ha atau 11, 42%.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 17


(Sumber: P3E SUMA, Kemen LHK & DLHP Kota Ambon, 2019)

Gambar 3.10 Tutupan Lahan Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 18


3.4. Kondisi Sosial Budaya Kota Ambon Sebagai Potensi Pariwisata
3.4.1 Asal Usul Masyarakat Kota Ambon
Penduduk kota dan pulau Ambon adalah para pendatang yang berasal dari
berbagai suku atau daerah di luar Maluku. Dalam kalangan masyarakat kota
Ambon dikenal istilah ”penduduk asli”, dan ”penduduk pendatang”. Penyebutan
”asli” digunakan bagi mereka yang pertama-tama datang dan mendiami pulau
Ambon, sedangkan ”pendatang” ditujukan untuk mereka yang datang kemudian.
Dalam pengertian seperti ini, maka dalam cerita-cerita rakyat, asal-usul
penduduk asli digambarkan sebagai manusia yang paling mulia dan suci,
memiliki kekuatan-kekuatan tertentu dan diturunkan dari langit oleh penguasa
alam semesta.
Frank L. Cooley menyebut kaum pendatang dengan sebutan ”pendatang
lama”. Untuk membedakan dengan ”pendatang baru” yang oleh pertimbangan
tertentu tidak memiliki hak yang sama dengan penduduk lama, umpamanya tidak
memiliki hak atas tanah, kedudukan atau pergantian kekuasaan, dan dalam
batas tertentu mereka adalah ”orang-orang asing” dan tetap demikian hingga
saat ini. Pendatang baru mungkin saja bisa berasal dari wilayah yang sama
dengan penduduk asli dan oleh sebab itu mereka memiliki latar belakang
kesukuan dan kebudayaan yang sama. Namun karena watak tradisional
masyarakat desa, mereka tidak dianggap sebagai anggota penuh.
Bertnard Vlekke mengemukakan teori kehadiran imigran Melayu ke
kepulauan nusantara yang terdiri dari dua gelombang, yaitu gelombang pertama
yang disebut Proto Melayu dan gelombang kedua yang disebut Doutro Melayu.
Akibat persaingan memperebutkan hegemoni atas wilayah-wilayah tertentu
maka kelompok Proto Melayu merasa terdesak lalu membentuk kelompok
terkecil dan terpisah di daerah pedalaman, seperti orang Gayo dan Alas di
Sumatera Utara dan Toraja di Sulawesi Selatan. Di pulau Ambon kelompok
masyarakat yang terpencil dan terpisah seperti ini disebut Huul atau Alifuru.
Effendi, 2005 mengatakan bahwa sebagian besar penduduk Kota Ambon
berasal dari pulau Seram yang disebut juga sebagai Nusa Ina atau Pulau Ibu.
Mereka yang leluhurnya berasal dari pulau Seram kebanyakan datang dari
daerah selatan bagian tengah dan barat, yaitu daerah tiga buah aliran sungai,
Eti, Tala, dan Sapa-lewa. Sungai-sungai tersebut berhulu atau bersumber pada
sebuah pohon beringin besar yang dikenal dengan sebutan Nunusaku. Menurut
Valentijn, terdapat empat kelompok pendatang yang mendiami daerah tertentu
di bagian utara pulau Ambon. yang kemudian memainkan peran penting sampai
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 19
datangnya bangsa Eropa di Ambon. Mereka adalah kelompok Totohatu,
Tanahitumeseng, Nusatapi dan Pati Tuban.[6] Menurut Manusama, keempat
kelompok masyarakat ini kemudian membangun persekutuan bersama
masyarakat Alifuru (Tomu, Hunut dan Mosapal) dengan nama Uli Halawan
(golden gespanschap) atau Persekutuan Emas, yang sangat ditakuti oleh bangsa
Eropa, terutama perserikatan dagang Belanda, VOC. Imam Rijali adalah Tokoh
dan Ulama Ambon yang berasal dari Tanahitu (pulau Ambon) dan hidup antara
tahun 1590-1653 dalam tulisannya berjudul Hikayat Tanahitu menguraikan
kedatangan kelompok awal masyarakat Ambon.
Selain orang Jawa, Imam Rijali dalam kisah-kisah selanjunya
menjelaskan pula tiga kelompok imigran lain yang datang dari berbagai wilayah
dan mendiami daerah bagian Utara pulau Ambon, membuat koloni baru dan
bahkan membentuk persekutuan besar yang dalam lintasan sejarah tercatat
sangat berperan melawan ekspansi orang-orang Eropa, seperti Portugis dan
Belanda, selama kurang lebih tiga abad. Keunikan menyebutkan bahwa
pemimpin-pemimpin imigran ini dipandang sebagai nenek moyang bagi
masyarakat Ambon dan mereka diberi gelar Totohatu untuk pemimpin imigran
pertama yang datang dari Selang Binaur, pesisir Tenggara pulau Seram,
Tanahitumesseng untuk pemimpin imigran yang datang dari Jawa (Tuban),
Nusatapi untuk pemimpin imigran yang datang dari Jailolo dan Ki Pati bagi
pemimpin imigran yang datang dari Gorom, daerah Seram bagian Timur.
Kehadiran orang-orang Eropa pertama dan kemudian menjadi penduduk
Ambon tidak dapat dipisahkankan dari kehadiran orang-orang Portugis dan
Belanda pada abad ke 16. Hasrat untuk membangun benteng Victoria atau
masyarakat setempat menyebutnya dengan Kotalaha bagi pertahanan
kekuasaan portugis di Kota Ambon menyebabkan mereka mendatangkan bekas
budak-budak mereka yang disebut orang Mardika (Merdeka). Negeri asal adalah
India bagian Selatan atau Keling yang berkulit lebih hitam dari masyarakat Asia
Tenggara yang berkulit sawo matang.
Ketika Belanda menguasai Ambon maka Belanda mengambil alih orang-
orang Mardika dan menjuluki mereka sebagai de growne geuzen yang berarti
perintis atau penunjuk jalan dengaan membawa panji berwarna hijau, Gelar ini
diberikan oleh persekutuan dagang Belanda VOC, karena pada setiap pelayaran
hongi, kora-kora orang-orang Mardika berada paling depan dengan panji-panji
berwarna hijau, dengan tugas sebagai perintis atau penunjuk jalan. Sampai saat
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 20
ini kampung yang mereka tempati secara turun-temurun masih disebut kampung
Mardika. Orang-orang Buton juga merupakan pendatang yang telah lama
mendiami setiap pelosok kota atau pulau Ambon. Kebanyakan dari mereka
berasal dari pulau Binongko, salah satu pulau dari pulau-pulau Tukang besi di
selatan pulau Buton dan karena itu mereka dikenal atau disebut dengan orang
Binongko.
Pendatang lain yang sudah lama berada dan menjadi penduduk Ambon
adalah orang-orang Bugis Makassar. Bahkan pada abad ke 17 mereka telah
berada di pulau Ambon khususnya di Tanahitu, bagian Utara pulau Ambon dalam
kaitannya dengan ekspedisi militer di bawah pimpinan Karaeng Jipang untuk
membantu masyarakat muslim Tanahitu melawan penjajah Belanda. Orang-
orang dari Minangkabau atau Sumatera Barat yang oleh orang Ambon lebih
populer dengan nama ”orang Padang” juga menjadi bagian dari penduduk
Ambon. Umumnya mereka adalah pedagang atau pengusaha rumah makan
yang terkenal dengan nama ”Rumah makan Padang”. Ziwar Effendi
menyebutkan bahwa kebanyakan mereka berasal dari kampung di sekitar Bukit
Tinggi di lereng Gunung Merapi dan Singgalang, dikenal dengan nama Sungai
Puar dan Banuhampu
Penduduk lain Kota Ambon yang jumlahnya tidak terlalu banyak adalah
golongan bangsa Arab dan Cina. Golongan pertama boleh jadi datang ke Ambon
dan Maluku umumnya sangat terkait dengan perdagangan dan penyiaran agama
Islam, sedangkan golongan kedua dapat dipastikan erat kaitannya dengan
perdagangan yang sampai sangat ini masih digelutinya.
Orang-orang yang merupakan penduduk asli sekitar pulau Ambon, seperti
pulau-pulau Lease, Seram, Buru, Manipa, dan lain-lain kemudian dengan alasan
masing-masing memasuki pulau dan Kota Ambon sehingga menjadi penduduk
Kota Ambon, yang selanjutnya disebut pula sebagai orang Ambon.
Para imigran yang memasuki pulau Ambon sejak abad XV sampai saat
ini, mengindikasikan betapa heterogennya masyarakat Ambon, yang ternyata
memiliki adat-istiadat tertentu yang terkadang tidak dapat diikuti oleh kelompok
pendatang lain, menyebabkan tumbuh suburnya beraneka ragam suku dan
budaya (termasuk agama) yang terkadang mudah menimbulkan
pertentangan bahkan permusuhan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 21


Gambar 3.11. Seni dan Budaya adalah Akar Kehidupan Masyarakat
Ambon adalah sebuah suku yang mendiami daerah kepulauan yang
sekarang terletak di Provinsi Maluku. Nama Maluku sendiri sebenarnya berasal
dari bahasa Arab, yakni al-muluk. Penamaan tersebut dikarenakan yang
membuat peta daerah Maluku adalah para sarjana geografi Arab. Tetapi setelah
Belanda masuk, kata tersebut dirubah menjadi Maluku. Maluku didominasi oleh
ras suku bangsa Melania Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan
beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudera Pasifik.
Sementara itu suku pendatang kebanyakan berasal dari daerah Buton,
Makassar, Bugis, Cina dan Arab. Maluku juga memiliki ikatan tradisi dengan
bangsa-angsa kepulauan pasifik seperti bahasa, lagu daerah, makanan,
perangkat peralatan rumah tangga dan alat musik.
Orang-orang suku Ambon umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal,
kerangka tulang besar dan kuat. Profil tubuh mereka lebih atletis dibandingkan
dengan suku lain di Indonesia dikarenakan aktivitas utama mereka merupakan
aktivitas laut seperti berlayar dan berenenang. Pendukung kebudayaan di
Maluku terdiri dari ratusan sub suku, yang dapat diindikasikan dari pengguna
bahasa lokal yang diketahui masih aktif dipergunakan sebanyak 117 dari jumlah
bahasa lokal yang pernah ada. Meskipun masyarakat di daerah ini
mencerminkan karakteristik yang multikultur, tetapi pada dasarnya mempunyai
kesamaan nilai budaya sebagai representasi kolektif. Salah satunya adalah
filosofi Siwalima yang selama ini telah melembaga sebagai cara pandang
masyarakat tentang kehidupan bersama dalam kepelbagaian. Di dalam filosofi
ini, terkandung berbagai pranata yang memiliki nliai umum dan dapat ditemukan
di seluruh wilayah Maluku.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 22
3.4.2. Kehidupan Sosial Kemasyarakatan
Desa adat suku Ambon dibangun sepanjang jalan utama antara satu desa
dengan desa yang lain saling berdekatan, atau bisa juga dalam bentuk kelompok
yang terdiri dari rumah-rumah yang dipisahkan oleh tanah pertanian. Bentuk
kelompok kecil rumah-rumah itu disebut ”Soa”. Rumah asli Ambon, sama seperti
di Nias, Mentawai, Bugis Toraja, dan suku lainnya di Indonesia, dibangun dengan
tiang kayu yang tinggi. Beberapa “Soa” yang letaknya berdekatan satu dengan
yang lain dalam sebuah kampung yang disebut dengan ”Aman”. Kumpulan dari
beberapa ”Aman” disebut dengan ”Desa” yang juga disebut dengan ”Negari” dan
dipimpin oleh seorang ”Raja” yang diangkat dari klen-klen tertentu yang
memerintah secara turun-temurun, dan kekuasaan di dalam negari dibagi-bagi
untuk seluruh klen dalam komunitas negeri. Pusat dari sebuah Negari dapat
dilihat dengan adanya balai pertemuan, rumah raja, gereja, masjid, rumah alim
ulama, toko, dan kandang berbagai hewan peliharaan.
Dalam proses sosio-historis, ”negari-negari” ini mengelompok dalam
komunitas agama tertentu, sehingga timbul dua kelompok masyarakat yang
berbasis agama, yang kemudian dikenal dengan sebutan Ambon Sarani dan
Ambon Salam. Pembentukan negeri seperti in memperlihatkan adanya suatu
totalitas kosmos yang mengentalkan solidaritas kelompok, namun pada
dasarnya rentan terhadap kemungkinan konflik. Oleh sebab itu,
dikembangkanlah suatu pola manajemen konflik tradisional sebagai
pencerminan kearifan pengetahuan lokal guna mengatasi kerentanan konflik
seperti Pela, Gandong; yang diyakini mempunyai kekuatan supranatural yang
sangat mempengaruhi perilaku sosial kedua kelompok masyarakat ini; dan
hubungan kekerabatan lainnya.
Dalam kehidupan masyarakat Maluku pada umumnya dan Ambon pada
khususnya, hubungan persaudaraan atau kekeluargaan terjalin atau terbina
sangat akrab dan kuat antara satu desa atau kampung dengan desa atau
kampung yang lain. Hubungan kekeluargaan atau persaudaraan yang terbentuk
secara adat dan merupakan budaya orang Maluku atau Ambon yang sangat
dikenal oleh orang luar itu dinamakan dengan istilah “PELA”.
Hubungan pela ini dibentuk oleh para datuk atau para leluhur dalam ikatan
yang begitu kuat. Ikatan pela ini hanya terjadi antara desa kristen dengan desa
kristen dan juga desa kristen dengan desa islam. Sedangkan antara desa Islam
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 23
dengan desa Islam tidak terlihat (Frank L. Cooley, Mimbar dan Takhta, Jakarta:
PSH, 1987, hlm 183). Dengan demikian, walaupun ada dua agama besar di
Maluku (Ambon), akan tetapi hubungan mereka memperlihatkan hubungan
persaudaraan ataupun kekeluargaan yang begitu kuat. Namun seperti ungkapan
memakan si buah malakama atau seperti tertimpa durian runtuh, hubungan
kekeluargaan atau persaudaraan yang begitu kuatpun mendapat cobaan yang
sangat besar, sehingga tidak dapat disangkali bahwa hubungan yang begitu kuat
dan erat, ternyata pada akhirnya bisa diruntuhkan oleh kekuatan politik yang
menjadikan agama sebagai alat pemicu kerusuhan yang sementara bergejolak
di Maluku (Ambon), yang sampai sekarang sulit untuk dicari jalan keluarnya.
Hubungan persaudaraan dan kekeluargaan yang begitu kuat dipatahkan
dengan kekuatan agama yang dilegitimasi oleh kekuatan politik hanya karena
kepentingan-kepentingan big bos atau orang-orang tertentu. Apakah budaya
“Pela (Gandong)” bisa menjadi jembatan lagi untuk mewujudkan rekonsiliasi di
Maluku (Ambon)? Inilah yang masih merupakan pergumulan.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap ”Soa” dipimpin oleh
seorang kepala ”Soa”, yang bertugas mengerjakan urusan administrasi harian,
baik itu urusan tradisional, maupun untuk urusan pemerintahan Indonesia.
Sedangkan beberapa kesatuan ”Soa” yang disebut dengan ”Negari”, dipimpin
oleh seorang ”raja” yang diangkat berdasarkan keturunan. Tetapi walaupun ”raja”
diangkat berdasarkan keturunan, aturan adat suku Ambon dalam memilih suatu
pemimpin, pada umumnya dilakukan dengan cara pemilihan dengan cara
pemungutan suara. Berikut adalah beberapa ”Saniri” atau pejabat tradisional
dalam kehidupan sosial masyarakat Suku Ambon :
i. Tuan tanah, Seseorang yang ahli dalam bidang pertanahan dan
kependudukan
ii. Kapitan, Seseorang yang ahli dalam peperangan
iii. Kewang, Seseorang yang bertugas untuk menjaga hutan dan laut
iv. Marinyo, Seseorang yang bertugas memberikan berita dan pengumuman.
Dalam kemasyarakatan Suku Ambon, banyak dijumpai Organisasi
kemasyarakatan yang memiliki berbagi macam visi dan misi. Berikut beberapa
contoh organisasi kemasyarakatan Suku Ambon :
i. Patalima atau Lima bagian, merupakan orang-orang yang tinggal di sebelah
timur. Namun dilihat dari sejarah di mana Suku Ambon pernah dikuasai oleh
Ternate dan Tidore, organisasi ini nampaknya dibentuk untuk menunjukkan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 24
pengaruh kerajaan Ternate dan Tidore, dan juga untuk membantu
pertahanan dari serangan musuh.
ii. Patasiwa atau Sembilan bagian, merupakan kelompok orang-orang Alifuru
yang bertempat tinggal di sebelah barat sungai mala sampai ke Teluk upa
putih di sebelah selatan. Patasiwa dibagi menjadi dua kelompok yaitu
patasiwa hitam dan patasiwa putih. Patasiwa hitam warga-warganya di tato,
sedangkan patasiwa putih tidak.
iii. Pela Keras, Organisasi antar Soa yang fokus pada kegiatan kerja sama
suatu proyek antar Soa, peperangan, dan lain-lain.
iv. Pela Minum Darah. Hampir sama dengan Pela Keras. Organisasi ini
mengikat persatuan mereka dengan cara meminum, darah mereka masing-
masing yang dicampur menjadi satu.
v. Pela Makan Sirih
Pela berasal dari kata “Pila” yang berarti “buatlah sesuatu untuk bersama”.
Sedangkan jika ditambah dengan akhiran -tu, menjadi “pilatu”, artinya adalah
menguatkan, usaha agar tidak mudah rusuh atau pecah. Tetapi juga ada yang
menghubungkan kata pela ini dengan pela-pela yang berarti saling membantu
atau menolong. Dengan beberapa pengertian ini, maka dapat dikatakana bahwa
PELA adalah suatu ikatan persaudaraan atau kekeluargaan antara dua desa
atau lebih dengan tujuan saling membantu atau menolong satu dengan yang lain
dan saling merasakan senasib penderitaan. Dalam arti bahwa senang dirasakan
bersama begitupun susah dirasakan bersama (Adat dan Upacara Perkawinan
Daerah Maluku, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977/1978, hlm 27).
Ikatan pela ini diikat dengan suatu sumpah dan dilakukan dengan cara minum
darah yang diambil dari jari-jari tangan yang dicampur dengan minuman keras
lokal maupun dengan cara memakan sirih pinang. Hubungan pela ini biasanya
terjadi karena ada peristiwa yang melibatkan kedua kepala kampung atau desa,
dalam rangka saling membantu dan menolong satu sama lain. Dalam ikatan pela
ini memiliki serangkaian nilai dan aturan yang mengikat masing-masing pribadi
yang tergabung dalam persekutuan persaudaraan atau kekeluargaan itu. Aturan
itu antara lain adalah: tidak boleh menikah sesama pela atau saudara sekandung
dalam pela. Jika hal ini dilakukan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
atau terjadi hukuman bagi yang melanggarnya ([Link]., Cooley, hlm 184).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 25


3.4.3. Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan orang Ambon berdasarkan hubungan patrilineal yang
diiringi pola menetap patrilokal. Kesatuan kekerabatan amat penting yang lebih
besar dari keluarga batih adalah mata rumah atau fam yaitu suatu kelompok
kekerabatan yang bersifat patrilinal.
Mata rumah penting dalam hal mengatur perkawinan warganya secara
exogami dan dalam hal mengatur penggunaan tanah-tanah deti yaitu tanah milik
kerabat patrilineal. Disamping kesatuan kekerabatan yang bersifat unilateral itu
ada juga kesatuan lain yang lebih besar dan bersifat bilateral yaitu famili atau
kindred. Famili merupakan kesatuan kekerabatan di sekeliling individu yang
terdiri dari warga-warga yang masih hidup dari mata rumah asli yaitu semua
keturunan keempat nenek moyang.

3.4.4. Mata Pencaharian


Mata pencaharian orang Ambon pada umumnya adalah pertanian di ladang.
Dalam hal ini orang membuka sebidang tanah di hutan dengan menebang
pohon-pohon dan membakar batang-batang serta dahan-dahan yang telah
kering. Ladang-ladang yang telah dibuka dengan cara demikian hanya diolah
sedikit dengan tongkat kemudian ditanami tanpa irigasi. Umumnya tanaman
yang mereka tanam adalah kentang, kopi, tembakau, cengkih, dan buah-buahan.
Selain itu, orang Ambon juga sudah menanam padi dengan teknik persawahan
Jawa.
Sagu adalah makanan pokok orang Ambon pada umumnya, walaupun
sekarang beras sudah biasa mereka makan. Akan tetapi belum menggantikan
sagu seluruhnya. Tepung sagu dicetak menjadi blok-blok empat persegi dengan
daun sagu dan dinamakan tuman. Cara orang Ambon makan sagu dengan
membakar tuman atau dengan memasaknya menjadi bubur kental (pepedu).
Disamping pertanian, orang Ambon kadang-kadang juga memburu babi
hutan, rusa dan burung kasuari. Mereka menggunakan jerat dan lembing yang
dilontarkan dengan jebakan. Hampir semua penduduk pantai menangkap ikan.
Orang menangkap ikan dengan berbagai cara, yaitu dengan kail, kait, harpun
dan juga jaring. Perahu-perahu mereka dibuat dari satu batang kayu dan
dilengkapi dengan cadik yang dinamakan perahu semah. Perahu yang lebih baik
adalah perahu yang dibuat orang-orang ternate yang dinamakan pakatora.
Perahu-perahu besar untuk berdagang di Amboina dinamakan jungku atau
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 26
orambi.
3.4.5. Agama
Mayoritas penduduk di Maluku memeluk agama Kristen dan Islam. Hal ini
dikarenakan pengaruh penjajahan Portugis dan Spanyol sebelum Belanda yang
telah menyebarkan kekristenan dan pengaruh kesultanan Ternate dan Tidore
yang menyebarkan Islam di wilayah Maluku.
Pemantapan kerukunan hidup beragama dan antar umat beragama masih
mengalami gangguan khususnya selama pertikaian sosial di daerah ini.
Redefinisi dalam rangka reposisi agama sebagai landasan dan kekuatan moral,
spiritual serta etika dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh melalui pendidikan
agama agar dapat mendorong munculnya kesadaran masyarakat bahwa
perbedaan suku, agama ras dan golongan, pada hakekatnya merupakan
anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Terkait dengan itu, maka peran para
pemuka agama dan institusi-institusi keagamaan dalam mendukung terciptanya
keserasian dan keselarasan hidup berdasarkan saling menghormati diantara
sesama dan antar sesama umat beragama.

3.4.6 Sistem Perkawinan


Orang Ambon mengenal tiga macam cara perkawinan yaitu kawin lari, kawin
minta dan kawin masuk. Kawin Lari atau Lari Bini adalah sistem perkawinan yang
paling lazim. Hal ini terutama disebabkan karena orang Ambon umumnya lebih
suka menempuh jarak pendek untuk menghindari prosedur perundingan dan
upacara. Kawin lari sebenarnya tidak diinginkan dan dipandang kurang baik oleh
kaum kerabat wanita namun disukai oleh pihak pemuda. Terutama karena
pemuda hendak menghindari kekecewaan mereka bila ditolak dan menghindari
malu dari keluarga pemuda karena rencana perkawinan anaknya ditolak oleh
keluarga wanita. Bisa juga karena takut keluarga wanita menunggu sampai
mereka bisa memenuhi segala persyaratan adat.
Bentuk perkawinan yang kedua adalah Kawin Minta yang terjadi apabila
seorang pemuda telah menemukan seorang gadis yang hendak dijadikan istri,
maka ia akan memberitahukan hal itu kepada orang tuanya. Kemudian mereka
mengumpulkan anggota famili untuk membicarakan masalah itu dan membuat
rencana perkawinan. Disini diperbincangkan pula pengumpulan kekayaan untuk
membayar mas kawin, perayaan perkawinan dan sebagainya. Akan tetapi cara
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 27
perkawinan semacam ini umumnya kurang diminati terutama bagi keluarga yang
kurang mampu karena membutuhkan biaya yang besar.
Bentuk perkawinan yang ketiga adalah Kawin Masuk atau Kawin Manua.
Pada perkawinan ini, pengantin pria tinggal dengan keluarga wanita. Ada tiga
sebab utama terjadinya perkawinan ini. Karena kaum kerabat si pria tidak mampu
membayar mas kawin secara adat. Karena keluarga si gadis hanya memiliki
anak tunggal dan tidak punya anak laki-laki sehingga si gadis harus memasukkan
suaminya ke dalam klen ayahnya untuk menjamin kelangsungan klen. Karena
ayah si pemuda tidak bersedia menerima menantu perempuannya yang
disebabkan karena perbedaan status atau karena alasan lainnya.
Orang-orang yang beragama Islam pada umumnya menikah sesuai
dengan hukum Islam. Namun disini juga terjadi hal yang sama, yaitu apabila sang
suami belum mampu membayar mas kawin menurut adat maka wanita itu tidak
perlu ikut bersama suaminya. Selain wajib membayar mahar (mas kawin menurut
hukum Islam), pengantin laki-laki juga harus membayar harta adat yang berupa
sisir mas, gong dan madanolam. Secara umum, poligini diijinkan, kecuali bagi
mereka yang beragama Nasrani.

3.5. Perekonomian Kota Ambon


a. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kondisi perekonomian daerah dapat digambarkan dengan nilai pertambahan


barang dan jasa di daerah dan pertumbuhan ekonomi. Pertambahan barang dan
jasa ditunjukkan dari perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
sedangkan pertumbuhan ekonomi dapat dihitung menggunakan pertumbuhan
nilai PDRB atas dasar harga konstan. PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB)
menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan
harga pada tahun berjalan, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK)
menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan
harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 28


(Sumber : Kota Dalam Angka Tahun 2021)
Gambar 3.12. PDRB ADHB Menurut Lapangan Usaha Kota Ambon
Tahun 2016-2020

Pandemik covid-19 yang berkepanjangan cukup mempengaruhi terhadap


kondisi ekonomi di Kota Ambon Tahun 2020. Hal ini terlihat dari Nilai PDRB Kota
Ambon Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Tahun 2010 (dalam miliar rupiah)
pada tahun 2020 adalah sebesar Rp.10.192,38 mengalami penurunan
dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp.10.394,97,-. Pada sisi lain PDRB Kota
Ambon Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) pada tahun 2020 (dalam miliar rupiah)
adalah Rp.14.706,63, lebih kecil dibandingkan tahun 2019 yaitu Rp.14.808,72.
Selama rentang waktu tahun 2016–2020, PDRB Kota Ambon baik ADHK
maupun ADHB mengalami kenaikan secara konsisten, terkecuali pada tahun
2020 yang mengalami penurunan sebagaimana terlihat pada Gambar II.6 .
Nilai PDRB ADHB Kota Ambon tahun 2020 (dalam miliar rupiah) didominasi
oleh sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
sebesar Rp.3.955,53 atau 26,90%; disusul sektor Perdagangan Besar dan
Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar Rp.2.936,84 atau 19,97%;
dan Sektor Transportasi dan Pergudangan sebesar Rp.1.327,38 atau 9,03%.
Kontribusi setiap kategori lapangan usaha terhadap PDRB ADHB Kota Ambon
pada tahun 2019 dan 2020 bisa dilihat pada tabel 3.3.
PDRB ADHK tahun dasar 2010 untuk tahun 2020 diketahui bahwa ada 3
sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap struktur perekonomian
Kota Ambon yaitu sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 29
Sosial Wajib; sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor; serta sektor Informasi dan Komunikasi. Pada tahun 2020, nilai
PDRB terbesar ada pada sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib mencapai (miliar rupiah) Rp.2.381.62 atau sebesar 23,37%
dari total PDRB Kota Ambon. Sektor kedua kontribusi terbesar yaitu sektor
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan total
PDRB sebesar Rp.2.234.30 atau 21,92% dan yang ketiga yaitu sektor Informasi
dan Komunikasi sebeser Rp.969,94 atau 9,52%. Secara rinci kontribusi setiap
kategori lapangan usaha terhadap PDRB ADHK Kota Ambon pada tahun 2019
dan 2020 bisa dilihat pada tabel 3.4.
Tabel 3.3 Kontribusi Setiap kategori Lapangan Usaha terhadap PDRB ADHB
Tahun 2019 dan 2020
PDRB /adhb Peringkat
Kontribusi (%)
Uraian (miliar rupiah) Kontribusi
2019* 2020** 2019 2020 PDRB 2020
A. Pertanian 692.61 713.66 4.68 4.85 8
B. Pertambangan dan 46.21 46.70 0.31 0.32 15
Penggalian
C. Industri Pengolahan 534.58 524.20 3.61 3.56 9
D. Pengadaan Listrik 25.61 27.90 0.17 0.19 17
dan Gas
E. Pengadaan Air , 113.40 115.90 0.77 0.79 14
Pengelolaan
Sampah, Limbah
dan Daur Ulang
F. Konstruksi 746.25 747.25 5.03 5.08 7
G. Perdagangan Besar 3,030.04 2,936.84 20.62 19.97 2
dan Eceran
Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor
H. Transportasi dan 1,554.33 1,327.38 10.50 9.03 3
Pergudangan
I. Penyediaan 442.41 404.01 2.99 2.75 10
Akomodasi dan
Makan Minum
J. Informasi dan 1,024.29 1,049.28 6.92 7.13 5
Komunikasi
K. Jasa Keuangan dan 1,074.27 1,169.33 7.25 7.95 4
Asuransi
L. Real Estate 39.74 39.79 0.27 0.27 16
MN. Jasa Perusahaan 297.30 296.30 2.00 2.01 11
O Administrasi 3,857.35 3,955.35 26.05 26.90 1
Pemerintah,
Pertahanan dan
Jaminan Sosial

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 30


PDRB /adhb Peringkat
Kontribusi (%)
Uraian (miliar rupiah) Kontribusi
2019* 2020** 2019 2020 PDRB 2020
P. Jasa Pendidikan 879.62 890.62 5.94 6.06 6
Q. Jasa Kesehatan 159.64 175.64 1.08 1.19 13
dan Kegiatan
RST. Jasa Lainnya 291.08 286.48 1.97 1.95 12
Produk Domestik 14,808.72 14,706.63 100.00 100.00
Regional Bruto
Sumber: Kota Ambon Dalam Angka 2021
Keterangan: *) angka diperbaiki
**) angka sementara

Tabel 3.4 Kontribusi Setiap kategori Lapangan Usaha terhadap PDRB


ADHK Tahun 2019 dan 2020
PDRB ADHK
Kontribusi (%) Peringkat
(miliar rupiah)
Uraian Kontribusi
2019* 2020** 2019 2020 PDRB 2020
A. Pertanian 519.82 526.07 5.00 5.16 7
B. Pertambangan dan 28.31 27.81 0.27 0.27 16
Penggalian
C. Industri Pengolahan 375.97 362.60 3.62 3.56 9
D. Pengadaan Listrik dan 18.47 20.00 0.18 0.20 17
Gas
E. Pengadaan Air , 87.73 88.73 0.84 0.87 14
Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang
F. Konstruksi 499.28 499.18 4.80 4.90 8
G. Perdagangan Besar 2,337.90 2,234.30 22.49 21.92 2
dan Eceran Reparasi
Mobil dan Sepeda
Motor
H. Transportasi dan 1,043.66 900.59 10.04 8.84 4
Pergudangan
I. Penyediaan Akomodasi 305.21 278.01 2.94 2.73 10
dan Makan Minum
J. Informasi dan 960.44 969.94 9.24 9.52 3
Komunikasi
K. Jasa Keuangan dan 719.33 782.95 6.92 7.68 5
Asuransi
L. Real Estate 29.47 29.42 0.28 0.29 15
MN. Jasa Perusahaan 195.93 194.23 1.88 1.91 12
O Administrasi 2,381.83 22.91 23.37 1
Pemerintah, 2,381.62
Pertahanan dan
Jaminan Sosial
P. Jasa Pendidikan 580.02 578.02 5.58 5.67 6
Q. Jasa Kesehatan dan 106.61 116.61 1.03 1.14 13

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 31


PDRB ADHK
Kontribusi (%) Peringkat
(miliar rupiah)
Uraian Kontribusi
2019* 2020** 2019 2020 PDRB 2020
Kegiatan
RST. Jasa Lainnya 204.99 201.29 1.97 1.97 11
Produk Domestik Regional
10,394.97 100.00 100.00
Bruto 0,192.38
Sumber: Kota Ambon Dalam Angka 2021
Keterangan: *) angka diperbaiki
**) angka sementara

b. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan laju pertumbuhan nilai tambah yang
dihasilkan oleh sektor-sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon
selama kurun waktu 2016 - 2018 berdasarkan PDRB ADHK tahun dasar 2010
bertumbuh cukup konstan yaitu 6,15 % di tahun 2016, 6,17 % di tahun 2017 dan
6,21 % di tahun 2018. Pada Tahun 2019 terjadi penurunan menjadi 5,81 % dan
di tahun 2020, terjadi penurunan yang signifikan menjadi -1,95%, kondisi ini tidak
terlepas dari dampak Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap
perekonomian dunia maupun nasional dan di Kota Ambon sebagaimana terlihat
pada Gambar 3.13.

Sumber: Kota Ambon Dalam Angka Tahun 2021


Gambar 3.13 Pertumbuhan Ekonomi Kota Ambon Tahun 2016 – 2020 (%)
c. Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Per kapita

PDRB per kapita merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui


pendapatan riil per kapita suatu wilayah. Pendapatan per kapita ini juga dapat
digunakan sebagai indikator penentu kemajuan wilayah karena menggambarkan
perkembangan ekonomi wilayah sekaligus menunjukkan kinerja pembangunan.
PDRB per kapita Kota Ambon tahun 2019 Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)
adalah sebesar Rp.31.000.000,- yang meningkat sebesar Rp.1.070.000,- atau
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 32
3,58 % dari tahun 2018 yang sebesar Rp.29.930.000,-. Sedangkan PDRB per
kapita Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Kota Ambon Tahun 2019 adalah
sebesar Rp.21.730.000,- yang berarti terjadi peningkatan sebesar Rp. 450.000,-
atau 2,11 % dari tahun 2018 yang sebesar Rp. 21.280.000,- sebagaimana pada
Gambar 3.14

(Sumber : Kota Ambon Dalam Angka 2021)


Gambar 3.14 PDRB Per Kapita Kota Ambon Tahun 2015-2019

d) Laju Inflasi

Inflasi merupakan suatu keadaan yang mengindikasikan semakin lemahnya


daya beli masyarakat yang diikuti dengan semakin lemahnya/ merosotnya nilai
riil mata uang suatu negara. Inflasi memberikan indikasi adanya kenaikan harga-
harga secara umum dan terus menerus selama periode tertentu, meskipun
kenaikan harga-harga tersebut tidak secara bersamaan.
Pada tahun 2020 Kota Ambon mengalami inflasi sebesar 0,06 % dan lebih
rendah dari tahun 2019 di mana terjadi inflasi sebesar 2,06 % sebagaimana
terlihat pada Gambar 3.5. Pada Tahun 2020, Inflasi tertinggi terjadi di bulan
Januari yaitu sebesar 0,65 % dan deflasi tertinggi terjadi pada Bulan Maret
sebesar -0,71 %.
Selama tahun 2020, Kelompok Barang yang memberikan kontribusi terbesar
terhadap Inflasi di Kota Ambon adalah Kelompok Perawatan Pribadi (4,6),
Kelompok Pakaian dan Alas Kaki (3,14), dan Kelompok Pendidikan (2,79).
Sedangkan Kelompok Barang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
Deflasi di Kota Ambon sepanjang tahun 2020 adalah Kelompok Transportasi (-
8,93), Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan (-1,51) serta
Kelompok Kesehatan (-0,13). Perkembangan Inflasi Kota Ambon yang Dirinci per
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 33
bulan tersaji pada Tabel 3.5 dan Gambar 3.15.

Tabel 3.5 Perkembangan Inflasi Kota Ambon Dirinci Per Bulan (month to month)
Tahun 2015 – 2020

Laju Inflasi Indeks Umum (%)


No Bulan
2015 2016 2017 2018 2019 2020
1 Januari 2,37 0,28 0,28 0,63 0,48 0,65
2 Pebruari 1,03 0,18 -0,74 0,67 0,15 0,21
3 Maret 0,44 -0,36 1,13 0,14 0,86 -0,71
4 April 0,33 -1,07 -0,76 -0,53 -0,16 -0,11
5 Mei 1,06 1,64 0,20 1,19 1,46 0,21
6 Juni -0,25 0,23 2,91 0,94 0,42 0,43
7 Juli 1,03 0,50 0,86 -1,45 -0,03 0,06
8 Agustus -1,77 0,43 -2,08 0,15 -0,18 0,43
9 September 0,38 -0,11 -0,23 -0,45 -0,05 -0,21
10 Oktober 1,02 0,53 -1,28 0,45 0,28 -0,59
11 November -0,44 0,48 -0,59 0,85 -0,83 -0,18
12 Desember 0,62 0,53 0,34 1,20 -0,33 -0,07
Laju Inflasi Kumulatif 5,92 3,28 -0,05 3,53 2,06 0,06
Sumber : Kota Ambon Dalam Angka 2021 dan Berita Resmi Statistik Januari 2021

Sumber : Kota Ambon Dalam Angka 2021


Gambar 3.15 Laju Inflasi Kota Ambon Tahun 2015 – 2020 (%)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | III - 34


4.1. DAYA TARIK DAN SUMBER DAYA WISATA

Bertolak dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang


Kepariwisataan, sebagaimana dijelaskan bahwa Daya Tarik Wisata (DTW) adalah
segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berwujud
keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil rekayasa manusia yang kemudian
menjadi tujuan kunjungan para wisatawan.
Pariwisata dapat digambarkan sebagai sesuatu produk yang dapat dijual sebagai
komoditas pariwisata. Bagian penting dari Produk pariwisata yang mencakup 4 (empat)
aspek utama dan dikenal dengan Quadraple A (Attraction, Amenity, Accesibility dan
Ancilary) yang dapat didefenisikan sebagai berikut:
Attraction atau atraksi adalah produk utama sebuah destinasi. Atraksi berkaitan
dengan what to see dan what to do. Apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh
wisatawan di destinasi tersebut. Atraksi bisa berupa keindahan dan keunikan alam,
budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, serta atraksi
buatan seperti sarana permainan dan hiburan. Seharusnya sebuah atrakasi harus
mempunyai nilai diferensiasi yang tinggi. Unik dan berbeda dari daerah atau wilayah
lain yang pernah dan atau belum pernah dikunjungi.
Accessibility atau aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi.
Akses jalan raya, ketersediaan sarana transportasi dan rambu-rambu penunjuk
jalan merupakan aspek penting bagi sebuah destinasi. Banyak sekali wilayah di kota
Ambon yang mempunyai keindahan alam dan budaya yang layak untuk dijual
kepada wisatawan, tetapi tidak mempunyai aksesibilitas yang baik, sehingga ketika
diperkenalkan dan dijual, tak banyak wisatawan yang tertarik untuk
mengunjunginya. Perlu juga diperhatikan bahwa akses jalan yang baik saja tidak
cukup tanpa diiringi dengan ketersediaan sarana transportasi. Bagi individual
tourist, transportasi umum sangat penting karena kebanyakan mereka mengatur
perjalanannya sendiri tanpa bantuan travel agent, sehingga sangat bergantung
kepada sarana dan fasilitas publik yang dipunyai kota Ambon.
Amenity atau amenitas adalah segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi
kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di destinasi. Amenitas

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IV - 1


berkaitan dengan ketersediaan sarana akomodasi untuk menginap serta restoran
atau warung untuk makan dan minum. Kebutuhan lain yang mungkin juga diinginkan
dan diperlukan oleh wisatawan, seperti toilet umum, rest area, tempat parkir, klinik
kesehatan, dan sarana ibadah sebaiknya juga tersedia di sebuah destinasi. Tentu
saja fasilitas-fasilitas tersebut juga perlu melihat dan mengkaji situasi dan kondisi
dari destinasi sendiri dan kebutuhan wisatawan. Tidak semua amenitas harus
berdekatan dan berada di daerah utama destinasi. Destinasi alam dan peninggalan
bersejarah sebaiknya agak berjauhan dari amenitas yang bersifat komersial, seperti
hotel, restoran dan rest area.

Ancilliary adalah sesuatu yang berkaitan dengan ketersediaan sebuah organisasi atau
manusia yang mengurus destinasi tersebut. Hal ini menjadi penting karena
walaupun destinasi sudah mempunyai atraksi, aksesibilitas dan amenitas yang baik,
tapi jika tidak ada yang mengatur dan mengurus maka kedepannya pasti akan
terbengkalai. Organisasi sebuah destinasi akan melakukan tugasnya seperti
sebuah perusahaan, mengelola destinasi sehingga bisa memberikan keuntungan
kepada pihak terkait seperti pemerintah, masyarakat sekitar, wisatawan, lingkungan
dan para stakeholder lainnya.

Pada umumnya, daya tarik suatu daerah tujuan wisata didasarkan pada
beberapa aspek berikut.
1. Adanya sumber daya yang dapat menimbulkan rasa senang, nyaman, aman,
indah dan bersih.
2. Ada akses untuk mengunjungi objek wisata (mudah dicapai).
3. Tersedia sarana/prasarana pengunjung pariwisata.
4. Memiliki ciri khusus/spesifikasi yang bersifat langka.
5. Memiliki tujuan wisata alam, budaya, dan buatan manusia.
Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku memiliki potensi wisata terutama wisata
kepulauan dan memiliki beragam objek wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan
baik objek wisata alam, budaya, sejarah maupun minat khusus yang memiliki
karakteristik berbeda-beda untuk dijadikan kawasan destinasi wisata terpadu,
diantaranya wisata alam atau bahari dan wisata musik.
Ambon sebagai kota musik ini pun berangkat dari hasil studi Objek Pemajuan
Kebudayaan (OPK) Seni tertinggi, disumbang oleh seni musik (alat musik dan nyanyian
rakyat) sebesar 30,3% dari 600 objek pemajuan kebudayaan sebesar 182 (PPKD Kota
Ambon 2018) yang terkait dengan musikalitas orang Ambon yang menonjol dan atas

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 2


dasar itu, Pemerintah Kota Ambon telah melakukan upaya-upaya untuk menjadikan
Kota Ambon sebagai City of Music.
Rekapitulasi borang OPK di Kota Ambon dapat dilihat pada Grafik berikut dibawah ini:

Sumber : Dokumen PPKD Kota Ambon 2018


Gambar 4.1 Grafik Objek Pemajuan Pembudayaan PPKD Kota Ambon

Beragamnya potensi daya tarik wisata yang ada sehingga kita perlu membuat
konsep keterpaduan antara destinasi agar dapat menunjang kota Ambon sebagai kota
wisata. Metodologi yang digunakan adalah rasionalisasi dengan pendekatan kualitatif
deskriptif dan metode purposive sampling (yang ditekankan untuk menjadi sampel
adalah karena adanya pertimbangan karakteristik atau ciri-ciri tertentu). Sehingga
menghasilkan pembagian zona dalam pengembangan kawasan destinasi wisata di kota
Ambon.

4.1.1 DAYA TARIK DAN SUMBER DAYA WISATA KOTA AMBON


Secara Geografis Wilayah Administrasi Kota Ambon terletak pada garis lintang
3ᵒ – 4ᵒ LS dan garis bujur 128ᵒ – 129ᵒ BT dengan Luas Wilayah administratif kota Ambon
adalah 377 km² atau 2/5 dari luas Wilayah Pulau Ambon yang terdiri dari luas daratan
359,45 km² dan lautan seluas 17,55 km² dengan panjang garis pantai 98 Km (PP No.
13 Tahun 1979). Adapun batas administrasi Kota Ambon sebagai berikut : Utara :
Petuanan Desa Hitu, Hila dan Kaitetu, Kecamatan Leihutu Kabupaten Maluku Tengah,
Selatan : Laut Banda, Timur : Petuanan Desa Suli dari Kecamatan Salahutu Kabupaten
Maluku Tengah dan Barat : Petuanan Desa Hatu dari Kecamatan Leihitu Barat
Kabupaten Maluku Tengah. Berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 3


Nomor 2 Tahun 2006, Wilayah Administrasi Kota Ambon yang sebelumnya 3 kecamatan
dimekarkan menjadi 5 Kecamatan, yang terdiri dari 20 Kelurahan dan 30 desa/negeri
dapat dilihat pada Tabel 4.1. dan peta sebaran Kecamatan pada gambar 4.1
Tabel 4.1 Jumlah Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Kota Ambon
Jumlah Desa/Kelurahan Luasa
Ibukota
No Kecamatan Daratan
Kecamatan Desa/Negeri Kelurahan
(km²)
1 Nusaniwe Amahusu 5 8 88.3
2 Sirimau Karang 4 10 86.83
Panjang
3 T.A. Baguala Passo 6 1 40.11
4 Leitimur Selatan Leahari 8 - 50.50
5 Teluk Ambon Wayame 7 1 93.67
Total 30 20 359.45
Sumber: Bappekot Ambon, 2015

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 4


Ambon Gambar 4.1 Peta Sebaran Kecamatan di Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IV - 5


4.1.2 Daya Tarik Wisata Kota Ambon
Daya Tarik Wisata di kota Ambon memiliki beberapa destinasi pariwisata dengan
berbagai daya tarik, seperti wisata alam (bahari, pantai, tirta, hutan), wisata religi/
budaya / sejarah dan wisata buatan (taman, museum, dll). Selanjutnya destinasi
pariwisata kecamatan pada lima kecamatan dapat dijelaskan sebagai berikut :

[Link] : Leitimur Selatan


NEGERI : Hutumuri, Dusun Toisapu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Hunilai
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Dusun Toisapu
3. Koordinat : -3.655, 128.287
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Selain memiliki pemandangan yang indah ternyata pantai ini juga menyimpan
banyak sejarah sebagai tempat penyiksaan seorang perempuan Bernama Tiana
Matutan Souhuwat oleh penjajah Portugis karena menolak berkhianat kepada
Bangsanya. Karena itu pantai ini dinamakan Pantai Hunilai yang artinya “Pukul-
Celup” karena penjajah telah memukul dan menyiksa dengan cara menyelup ke
laut, Tempat ini juga merupakan tempat diadakannya ikatan janji persaudaraan
“Panas Gandong” antara tiga negeri yaitu Hutumuri, Tamilouw dan Siri-Sori.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IV - 6


IV. DAYA TARIK WISATA
1. Daya Tarik Utama : Memiliki pantai yang indah, sebagai tempat untuk
memancing dan wisata diving
2. Keunikan/ Kelangkaan : Merupakan pertemuan antara air tawar dan air
asin, memiliki daya tarik lain yaitu batu yang bernama Batu Lekahatu
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih cukup alami dan asri, pantai yang
berkerikil serta berpotensi untuk dilakukan pengembangan.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 7


Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai dan budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat tampak dari
keterlibatan mereka dalam menyewakan speedboat untuk wisatawan yang
ingin memancing, diving dan pergi ke Pantai Lubang Lima

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN:
Milik Pemerintah Desa Hutumuri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Hunilai ini adalah Pantai ini memiliki potensi
yang sangat baik dari segi panorama alam yang ditawarkan serta nilai sejarahnya
sehingga sangat menarik untuk wisatawan, namun banyak wisatawan yang belum
mengetahui mengenai tempat ini sehingga perlu dilakukan promosi yang baik serta
perlunya penyediaan sarana seperti tempat duduk dan toilet untuk wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 8


A.2. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Waiputi (Lubang Lima)
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hutumuri
3. Koordinat : -3.673, 128.299
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Waiputi merupakan sebuah pantai yang terdapat tebing yang membentuk
5 lubang sehingga oleh warga sekitar pantai ini juga dinamakan Pantai Labuang
Lima (Lubang Lima), Pantai Lubang Lima terletak di Desa Hutumuri Kecamatan
Leitimur Selatan Kota Ambon. Pantai Lubang Lima merupakan destinasi yang
tepat untuk wisatawan yang suka sekedar berfoto karena selain menyediakan
pemandangan yang indah pantai ini jua menyediakan spot-spot foto yang
instagramable untuk wisatawan.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Memiliki pemandangan yang indah dan spot-spot
foto yang instagramable
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki tebing yang membentuk 5 lubang dan air
laut yang berwarna kehijauan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih cukup alami dan asri, dan sangat
berpotensi untuk dilakukan pengembangan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 9


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenisdi lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmis)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
4. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 40 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai dan tebing

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat tampak dari
keterlibatan mereka dalam membuat spot-spot foto yang bagus disekitar
destinasi untuk menarik minat wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Hutumuri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 10


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Lubang Lima adalah tidak adanya petunjuk jalan
menuju ke lokasi sehingga untuk menuju ke pantai perlu bertanya kepada warga sekitar,
tidak tersedianya tempat parkir yang memadai, banyak tempat duduk untuk berfoto di
sekitar lokasi sudah mulai rusak karena tidak dirawat dengan baik.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 11


A.3. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Welaring
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.736, 128.249
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Welaring memiliki panorama yang indah dengan pemandangan terbuka
ke Laut Banda serta dikelilingi oleh pantai pasir putih dan bebatuan yang
terbentuk alami sehingga memberikan nilai tambah untuk daya tarik pantai ini.
Selain memiliki pantai yang indah pantai Welaring ini juga menawarkan
pemandangan bahwa laut yang indah, hamparan terumbu karang nan cantik dan
masih terjaga ini menjadi daya tarik tersendiri untuk pecinta snorkeling. Pantai
Welaring ini juga terkenal dengan tradisi “Antar Sotong” sebelum masuk musim
Timur (April-Mei).

III. STATUS PENGEMBANGAN : Masih dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Memiliki pantai yang indah dan wisata snorkeling
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki banyak spot-spot untuk snorkeling dan
pada musim tertentu dilaksanakan tradisi “Antar Sotong”.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 12


3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih cukup alami, Penataan Ruang di sekitar
belum di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan
pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 120 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 165 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Snorkling, Spot Foto, Wisata Budaya (Tradisi Antar Sotong)

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 13


IX. ASPEK PASAR
4. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
5. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
6. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


5. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
6. Health ( Kesehatan ) :-
7. Safety ( Keamanan ) :-
8. Environment ( Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Welaring ini adalah Pantai ini memiliki
potensi yang sangat baik dari segi panorama alam dan pemandangan bawah
laut, namun banyak wisatawan yang belum mengetahui mengenai tempat ini
sehingga perlu dilakukan promosi yang baik serta perlunya penyediaan sarana
seperti tempat duduk dan toilet untuk wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 14


A.4. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Tihulesy (Pantai Hukurila)
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.737, 128.240
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Hukurila merupakan salah satu pantai yang membatasi Pulau Ambon
dengan Laut Banda. Pantai ini membentang menghadap ke arah Timur dengan
pasir berwarna putih kehitaman dan dipenuhi batu karang yang mempesona
serta air yang berwarna kehijau-hijauan seperti kristal yang terkena pantulan
sinar matahari. Terdapat gunung api tua yang sudah mati di sekitar pantai, tetapi
masih menyisakan endapan material vulkanik dalam bentuk pasir hitam. Lautnya
memiliki kedalaman lebih dari 20 meter. Pantai ini menghadap ke timur, sehingga
cocok untuk melihat matahari terbit.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam proses pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pemandangan pantai, spot snorkling
2. Keunikan/ Kelangkaan : pantainya berkerikil, gradasi warna air laut yang
sangat memukau
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 15


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 120 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 165 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam, Kuliner, Spot Foto, Snorkling, Wisata Budaya (Tradisi Antar
Sotong)

Photo by Renoldy L. Papilaya, 2021

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 16


VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Banyak Long Boat yang berlabuh di pinggir pantai sehingga mencemarkan air laut,
mengganggu aktifitas rekreasi pantai.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 17


A.5. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Seu
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3,7425/128.2404
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Seu memiliki pasir putih berkerikil dengan berbagai vegetasi yang berada
disepanjang pesisir pantai. pantai yang masih alami ini memiliki biota-biota laut
yang sudah jarang ditemui di pantai lainnya.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Pantai
2. Keunikan/ Kelangkaan : Pasir putih berkerikil dengan biota laut yang unik
di pesisir pantai
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 18


5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 130 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 175 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata pantai, Berenang

VIII. KELEMBAGAAN
3. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
4. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


4. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Ada Pencatatan
5. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
6. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


5. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
6. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 19


7. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
8. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pantai ini perlu pengembangan juga selain objek wisata lain di Negeri Hukurila.
Seperti akses jalan yang perlu diperbaiki.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 20


A.6. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Leahari
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Waiserissa, Tanjung Riki
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Leahari
3. Koordinat : -3.711, 128.271
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Waiserissa ini memiliki pemandangan yang indah dengan batu karangnya
dan tebing yang indah. Pantai Waiserissa ini juga terletak dekat dengan Tanjung
Riki yang terkenal dengan tebingnya yang indah, pantai ini juga sering dikunjungi
oleh wisatawan yang ingin memancing ikan karena memliki banyak spot-spot
untuk memancing serta snorkling di area sekitar pantai.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Memiliki pantai yang indah, sebagai tempat untuk
memancing dan wisata snorkling
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki banyak spot-spot untuk memancing ikan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih cukup alami dan asri, serta sangat
berpotensi untuk dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 21


4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah : Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 80 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 90 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tidak tampak karena tidak adanya usaha-usaha disekitar objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN: Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 22


XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Waiserissa ini adalah Pantai ini memiliki
potensi yang sangat baik dari segi panorama alam dan memiliki spot-spot untuk
memancing serta snorkling namun banyak wisatawan yang belum mengetahui
mengenai tempat ini sehingga perlu dilakukan promosi yang baik serta perlunya
penyediaan sarana seperti tempat duduk dan toilet untuk wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 23


A.7. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kolam Yarden
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.742, 128.240
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Kolam Yarden berada di pesisir pantai Negeri Hukurila yang berjarak sekitar 600
meter dari pusat Negeri Hukurila. Kolam Yarden merupakan gugusan karang
yang menjorok kelaut dan merupakan lokasi yang sangat ideal untuk memancing
dari atas gugusan batu karangnya, Dibagian belakang lokasi tersebut terdapat
ikan-ikan yang terjerat dalam cekukan atau rongga batu karang ketika air laut
surut.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Pancing Pantai
2. Keunikan/ Kelangkaan : Batu Karang yang indah sehingga dijadikan spot
foto dan terdapat beberapa pohon mangrove
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 24


di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 120 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 165 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 25


VII. ATRAKSI
Wisata Pancing, Spot Foto

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Permasalahan yang dimiliki oleh Pantai Hukurila ini adalah terjadi perebutan
tanah oleh masyarakat pemilik lahan, Kemudian banyak jalan setapak yang
dibuat rusak akibat abrasi air laut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 26


A.8. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tanjung Ha’or
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.742, 128.240
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tanjung ini tersusun dari bebatuan hitam di pinggir pantai. terletak di antara
Kolam Yarden dan Pantai Seu di Hukurila.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Pancing
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tumpukan Batu Pantai berwarna hitam di ujung
Negeri Hukurila dengan pemandangan Gunung Tersili
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 27


Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 140 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 180 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Pancing

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 28


VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pantai ini perlu pengembangan juga selain objek wisata lain di Negeri Hukurila.
Seperti akses jalan yang perlu diperbaiki.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 29


A.9. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Batu Palungku
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3,744/128.2387
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Renoldy L. Papilaya 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


III. Batu palungku berjarak 400 meter dari Kolam Yarden. Batu Palungku yang
dalam bahasa Ambon berarti Kepalan Tangan adalah bongkahan batu besar
yang terletak di pinggir garis pantai Hukurila. Batu palungku ini menjadi objek
foto maupun selfie karena keunikan bentuknya itu. Batu ini juga memiliki sejarah
yang diketahui warga sekitar memiliki kekuatan magis.

IV. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

V. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tumpukan Batu Pantai yang berbentuk kepalan
tangan secara alami.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

VI. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 30


2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VII. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 140 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 180 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VIII. ATRAKSI
Wisata Budaya dan Rekreasi Pantai

IX. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

X. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

XI. INVESTASI / KEPEMILIKAN


Milik Pemerintah Negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 31


XII. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XIII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pantai ini perlu pengembangan juga selain objek wisata lain di Negeri Hukurila.
Seperti akses jalan yang perlu diperbaiki. Perlu menjaga kelestarian budaya
seperti ada ritual adat sebelum masuk ke objek destinasi budaya itu.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 32


A.10. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Batu Angin
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3,744/128.2387
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Menurut penduduk setempat, Batu Anging apabila air sedang surut dan orang
sedang turun ke pantai untuk mencari kerang dan ikan maka mereka dilarang
mendekati Batu Anging itu. tetapi apabila ada yang mendekati batu itu maka
semua orang yang berada di pantai itu harus segera kembali ke [Link]
pernah terjadi peristiwa angina topan dan gelombang laut yang sangat besar
melanda Negeri Hukurila.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tumpukan Batu Pantai berwarna hitam di ujung
Negeri Hukurila
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 33


3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 140 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 180 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 34


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Pantai ini perlu pengembangan juga selain objek wisata lain di Negeri Hukurila. Seperti
akses jalan yang perlu diperbaiki. Perlu menjaga kelestarian budaya seperti ada ritual
adat sebelum masuk ke objek destinasi budaya itu.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 35


A.11. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Terjun Hukurila
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3,805/128.2402778
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Renoldy L. Papilaya 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Di Hukurila terdapat 2 buah air terjun. Yang pertama setinggi 3 meter dan lainnya
kurang lebih 15 meter. Air terjun ini berlokasi di perbatasan Negeri Hukurila dan
Negeri Ema

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : -
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 36


Photo by Renoldy L. Papilaya 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan setapak)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 135 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 175 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 37


VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif lagi agar memancing kunjungan
wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 38


A.12. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Sanggar Kakoya Tahuri
2. Lokasi : Kecamatan Leitimu Selatan
Negeri Hutumuri
3. Koordinat :- 3.695485,128.283832
4. Jenis DTW : Wisata Buatan (Musik)

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Sanggar Kakoya Tahuri Berdiri sejak tahun 1958 oleh Opa Dominggus Horhoruw,
yang kemudian dialihkan kepada generasi berikutnya yaitu Bpk. Carolis Elias
Horhoruw pada tahun 1968. Kakoya diartikan sebagai Pelindung Hujan atau Panas.
Sejak sanggar ini dikelola oleh generasi kedua, sudah 9 generasi komunitas yang
bergabung dengan sanggar ini. Salah satu alat tiup Tahuri yang pertama kali
ditemukan pada tahun 1958 dan dipergunakan dalam acara pembukaan GANEVO
pada tahun 1962 di Jakarta pada zaman Gubernur ke 3 Maluku yaitu Bpk.
Latumahina. Sanggar ini memiliki kurang lebih 83 buah Tahuri, 4 buah bamboo Air.
Tapi disamping itu, sanggar ini memiliki juga Bambu gesek, bamboo Rumba, Tifa,
Clever dan Suling.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sanggar ini memiliki daya tarik utama yaitu tahuri
2. Keunikan/ Kelangkaan : Sanggar Kakoya Tahuri ini melibatkan anak –
anak sampai orang tua
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisinya baik dan berada di tengah – tengah hunian masyarakat serta
mudah dijangkau dan masih cukup asri.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 39


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia Atraksi baik Musik / Budaya pada saat latihan dan persiapan pentas

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Bpk. Carolis. Elias Horhoruw
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
sanggar musik ini.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Bpk. Carolis Elias Horhoruw

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 40


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 41


A.13. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Benteng Nona
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hutumuri
3. Koordinat : -3.692, 128.285
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Benteng Nona atau Raja merupakan salah satu peninggalan sejarah yang
berfungsi sebagai tempat pertemuan dari tua-tua adat dan suku alifuru pada
zaman dulu, ditempat inilah tarian alifuru yang kita kenal terbentuk. Benteng ini
dinamakan Benteng Raja karena bentuknya seperti bukit dari tumpukan pasir
yang berbentuk alat kelamin laki-laki namun seiring berjalannya waktu Benteng
Raja ini semakin rendah sehingga bentuknya berubah mirip dengan bagian tubuh
perempuan. Uniknya pada Benteng Nona tidak ada satu tumbuhan pun yang
tumbuh padahal sekelilingnya banyak tumbuhan yang tumbuh.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tidak adanya vegetasi diatas benteng ini padahal
sekitar benteng ditumbuhi oleh tumbuhan lainnya
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik bahkan sekitar benteng pun tidak di tutupi dengan pagar
atau tidak adanya tanda larangan untuk menaiki benteng tersebut sehingga

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 42


kedepannya dapat dirusak dengan mudah oleh orang yang tidak
bertanggung jawab, dan belum dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan Lapen)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Lapen)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Tempat ini perlu dikembangkan
oleh Pemerintah Negeri

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek :-
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 43


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Permasalahan yang dimiliki oleh Benteng Nona atau Benteng Raja adalah tidak
dikembangkan dengan baik sehingga banyak yang belum mengetahui tentang
keberadaan benteng ini sehingga perlunya dilakukan promosi, di sekeliling
benteng tidak dipagari atau dibuat tanda “dilarang naik” sehingga sedikit
berpotensi untuk di rusak oleh wisatawan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 44


B.14. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Spot Swafoto Porwayla
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.7378/128.2460
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Spot foto yang sangat ramai dikunjungi karena memiliki view bentangan alam
yang sangat indah, yakni Laut Banda, Pantai Tihulesy dengan gradasi warna air
laut yang indah.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Spot Swafoto
2. Keunikan/ Kelangkaan : view Laut Banda
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 45


Photo by Renoldy L. Papilaya 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia, Jaraknya 50m
dari Pantai Hukurila
6. Tempat Parkir : Tersedia,namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 135 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 175 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 46


VII. ATRAKSI
Spot Foto yang instagramable

Photo by Renoldy L. Papilaya 2021

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini: Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif lagi agar memancing kunjungan
wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 47


B.15. KECAMATAN :Leitimur Selatan
NEGERI : Rutong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Hutan Sagu
2. Lokasi : Kecamatan Leitimur Selatan
Negeri Rutong
3. Koordinat : -3.7054 / 128.2688
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Menurut Sejarah mengatakan bahwa nenek moyang pertama Mata Waruhu
datang dari Negeri Rumah Kay ke Negeri Rutong abad ke-9 atau di Tahun 800
dengan membawa pohon mange-mange dan pohon sagu yang kemudian
ditanam dan hingga saat ini tumbuh subur di negeri Rutong, dimana sagu juga
merupakan makanan pokok orang Maluku yang diolah menjadi papeda dan sagu
lempeng. Saat ini hasil dari sagu oleh Masyarakat Rutong masuk dalam lembaga
Pemberdayaan Masyarakat Rutong. Sagu telah berinovasi menjadi bahan dasar
dari berbagai makanan khas dari negeri diantaranya: mei sagu,kukis sagu, bubur
sagu, dll.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pohon –Pohon Sagu (Hutan sagu) yang berwarna
hijau dan agrowisata
2. Keunikan/ Kelangkaan : Langkah karena pada saat ini pohon sagu hampir
punah.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan masih alami dan asri dan berpotensi untuk
dikembangkan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 48


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi

2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Harus tetap menjaga kelestarian


alam di lokasi hutan sagu agar tidak habis ditebang untuk diambil sagunya.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 49


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
adanya Hutan sagu karena belum tertata dengan rapi. sehingga sangat
berpotensi untuk dikunjungi oleh wisatawan. Akses jalan masuk yang belum di
aspal dengan baik sehingga kendaraan belum bisa masuk sampai kedalam objek
wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 50


A.16. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Negeri Rutong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Hutan Mangrove
2. Lokasi : Negeri Rutong
3. Koordinat : -3.7059 / 128.2694
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Hutan Magrove adalah salah satu objek wisata yang ada di Negeri Rutong
sebagai aset kawasan hutan bakau yang ada di tepi pantai yang dilindungi
karena tumbuh didaerah pasang surut (terutama dipantai yang terlindung ,muara
kaki air waula).

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Hutan Bakau
2. Keunikan/ Kelangkaan : susunan pohon tembakau di tepi pantai
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi masih asri dan alami, potensial untuk dikembangkan.
.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 51


12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Tanah)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :Tidak Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 70 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Perlu dijaga kelestarian dan
peruntukkan dari hutan mangrove tersebut.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
mengenai Hutan Magrove (Hutan Bakau) sehingga sangat berpotensi untuk
dikunjungi oleh wisatawan. Akses jalan masuk di aspal dengan baik sehingga
kendaraan bisa masuk sampai kedalam objek wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 52


A.17. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Rutong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pohon Durian, Langsa, Manggis dan Nanas
2. Lokasi : Kecamatan Leitimur Selatan
Negeri Rutong
3. Koordinat : -3.7052 / 128.2645 & -3.6933 / 128.2881
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Daerah Agrowisata di Rutong ini memiliki beberapa jenis buah seperti Durian,
Langsa, Manggis dan Nenas yang merupakan daya Tarik bagi wisatawan yang
berkunjung. Tak hanya itu, hamparan kebun nanas yang asri juga memberi
pemandangan yang indah bagi para wisatawan yang berkunjung di Rutong.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Agrowisata Buah-buahan
2. Keunikan/ Kelangkaan : memiliki vegetasi beberapa jenis buah-buahan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lingkungan yang asri di kebun buah yang masih alami ini berpotensi untuk
dikembangkan lagi agar lebih menarik perhatian pengunjung.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 53


9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan tanah)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 70 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
destinasi tersebut. Kondisi jalan menuju ke Pohon durian,manggis,langsa dan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 54


nanas masih jalan tanah (asli) pada saat musim hujan sangat licin dan terjal
sehingga perlu adanya bantuan dari pemerintah untuk pembangunan jalan
tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 55


A.18. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGRI : Kilang
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Nanseri-Kilang
2. Lokasi : Negeri Kilang
3. Koordinat : -3.746, 128.222
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Nanseri terletak di Desa Kilang kecamatan Leitimur Selatan, pantai ini
memiliki pasir pantai dengan warna kecoklatan. Penampakan airnya beda
dengan penampakan di pantai lain pada umumnya, dimana airnya kehijauan
mirip air sungai. Perpaduan warna pasir pantai dengan pemandangan sekitar
yang dikelilingi pepohonan hijau memberikan pemandangan eksotis. Ada juga
batu-batu karang yang tersembul dari permukaan laut, bahkan ada yang
berbentuk seperti buah nenas sehingga dinamakan “ Batu Ananas”. Disini juga
banyak terdapat ikan karang “Akaru”. Di pantai ini wisatawan dapat berjemur,
berenang, menyelam serta memancing.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pemandangan Laut Banda serta warna warni
terumbu karang dan ikan-ikan hias menjadikan lokasi ini memilki daya tarik
yang besar.
2. Keunikan/ Kelangkaan : Pada musim timur penduduk negeri Kilang
biasanya memanen hasil laut berupa “Bunga Karang” dan “Sayur Lao”.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
lingkungan baik, perlu ada tanggul karna rawan longsor di bibir gunung dekat
pantai, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 56


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 31 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkling,diving dan memancing.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pemerintah negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik pemerintah negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 57


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi. Pelindung pantai perlu diperbaiki karena rawan longsor di bibir gunung dekat
pantai jika hujan deras berhari-hari.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 58


A.19. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Kilang
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Tua
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Kilang
3. Koordinat : -3.741, 128.226
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Gereja tua negeri Kilang merupakan objek wisata budaya yang perlu dilestarikan,
Gereja Tua di Desa Kilang telah menjadi suatu jemaat yang besar dan kokoh.
Menurut sejarah Gereja Tua ada sejak masuknya injil dikilang. Tongka-tongka
mengindikasikan bahwa gedung tersebut sudah dibangun sejak abad ke-18
ketika VOC menjajah Maluku, secara Khusus di Ambon pada tahun 1605 yang
berkuasa didaerah sekitar leitimur, terdapat kesatuan yaitu : Hative Besar,
Kilang, Soya, Ema, Halong dan Baguala

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sejarah gereja tua di Negeri Kilang
2. Keunikan/ Kelangkaan : Gereja ini sudah dibangun sejak abad ke-18
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar baik, Penataan Ruang di sekitar tertata dengan
baik, dan sedang dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 59


7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : TIdak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Religi

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Protestan Maluku di Negeri
Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek: Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 60


XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Gereja Imanuel di Negeri Kilang ini sudah mulai banyak yang rusak sehingga
dilakukan renovasi tetapi renovasi yang dilakukan dengan tidak merubah struktur
bangun asli Gereja Imanuel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 61


A.20 .KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Kilang
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wai Ihu (Sumur Tua)
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Kilang
3. Koordinat : -3.741, 128.225
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Di Negeri Kilang terdapat sebuah sumur tua yang dinamakan Wai Ihu dan telah
digunakan sejak zaman dahulu kala, konon katanya sumur ini memiliki jalur air
bawah tanah sampai kedekat pantai Negeri Kilang. Air sumur ini sering
digunakan oleh warga sekitar dan dipercaya hanya satu “mata ruma” yang dapat
“mencuci” sumur tersebut.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sumur tua yang masih dapat digunakan hingga
sekarang
2. Keunikan/ Kelangkaan : Sumur yang sudah ada sejak zaman dahulu
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami dan asri. Penataan Ruang di
sekitar cukup baik, dan belum dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 62


8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ): Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya dilakukan pengembangan di area sekitar objek wisata dan promosi
untuk menarik minat wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 63


A.21. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Kilang
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Kendi
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Kilang
3. Koordinat : -3.742, 128.224
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Di Negeri Kilang terdapat sebuah air yang berasal dari kendi yang tertumpuk di
bawah bebatuan, air kendi ini biasanya digunakan oleh masyarakat sekitar untuk
kebutuhan sehari-hari. Untuk mencapai ke air kendi ini wisatawan perlu berjalan
menuruni anak tangga sekitar 10-15 menit, Kondisi alam di sekitar air kendi ini
masih sangat asri dan alami sehingga membuat udara menjadi sejuk.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Air yang mengalir dari dalam kendi dan kondisi
sekitar yang masih alami
2. Keunikan/ Kelangkaan : Air yang mengalir dari dalam kendi
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan di sekitar masih alami dan asri, Penataan Ruang di
sekitar cukup baik, dan belum dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 64


8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ): Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya dilakukan pengembangan di area sekitar objek wisata dan promosi
untuk menarik minat wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 65


A.22. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Ema
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Majapahit
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Ema
3. Koordinat : -3.730,128.231
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021


II. DESKRIPSI DESTINASI
Negeri Ema Makareama yang berada di kaki Gunung Horil sekitar tahun 1330,
saat Kerajaan Majapahit yang ada di Pulau Jawa Dwipa mengalami keruntuhan.
Putri bernama Nyi Mas Kenang Eks Sutarmi dari Kerajaan Majapahit pernah
datang ke Negeri Ema, meminta bantuan saat kerajaannya goyah.
Ia bermaksud menemui pimpinan Negeri Ema saat itu yakni, Kapitan Ading
Adang Tanihatu’ila untuk meminta bantuannya mencegah runtuhnya Kerajaan
Majapahit sekaligus mempersatukan Nusantara. Namun ditolak oleh Kapitan,
Putri yang kecewa kemudian memberikan malesi tombaknya, sepasang tempat
sirih pinang, gamelan dan kendi yang ia bawa dari kerajaannya.
Konon, setelah itu Putri dan rombongannya pun menghilang di lokasi tempat ia
menaruh kendi tersebut, Dari tempat kendi yang ditaruh Putri itulah, mengalir air
jernih yang hingga kini disebut Air Majapahit oleh masyarakat setempat.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sejarah Air Majapahit
2. Keunikan/ Kelangkaan : Sejarah sumber Air Majapahit yang berasal dari
kendi yang di tinggalkan oleh putri
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan
Pengembangan:Lingkungan yang asri dan masih alami ini berpotensi untuk
dikembangkan lagi agar lebih menarik perhatian pengunjung.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 66


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia,tapi tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. arana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Ema
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Ema
XI. ASPEK CHSE

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 67


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
destinasi tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 68


A.23. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Ema
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Barang Peninggalan Majapahit
2. Lokasi : Kec. Leitimur
Selatan
Negeri Ema
3. Koordinat : -3.731,128.232
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Selain Air Majapahit peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di Negeri Ema
adalah sebuah tombak, sepasang tempat sirih pinang, dan gamelan yang
disimpan di Mata Rumah Keluarga Maitimu yang merupakan turunan dari
Kapitan Ading Adang Tanihatu’ila.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Barang Peninggalan Kerajaan Majapahit
2. Keunikan/ Kelangkaan : Sejarah barang peninggalan Kerajaan Majapahit
yang di tinggalkan oleh Sang Putri
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lingkungan yang asri dan masih alami ini berpotensi untuk dikembangkan
lagi agar lebih menarik perhatian pengunjung.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia,tapi tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 69


8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Ema
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Ema

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 70


XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
destinasi tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 71


A.24. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Ema
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Rumah Dr. J. Leimena
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Ema
3. Koordinat : -3.731,128.233
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Desa Ema, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, yang hanya berjarak lebih
kurang 10 kilometer dari pusat Kota Ambon ini terdapat rumah masa kecil dari
salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yaitu Dr. Johanes. Leimena. Di dalam
rumah ini berisi banyak foto-foto semasa hidup dari Dr. J. Leimena begitu pula
dengan silsilah keluarganya

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sejarah Dr. Johanes Leimena
2. Keunikan/ Kelangkaan : Foto-foto semasa hidup dari Dr. J. Leimena
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lingkungan yang asri dan masih alami ini berpotensi untuk dikembangkan
lagi agar lebih menarik perhatian pengunjung.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia,
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 72


7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 90 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata sejarah dari Dr. J. Leimena

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Ema
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Belum Tercatat
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Ema

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 73


XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
destinasi tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 74


A.25. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Naku
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Namsua-Naku
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Naku
3. Koordinat : -3.744, 128.216
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Naku yang juga disebut pantai Namsua terletak di negeri Naku
Kecamatan Leitimur Selatan, bentuk pantainya sepeti huruf “U” berdekatan
dengan Pantai Nanseri Kilang. Pantai berpasir putih dikelilingi pohon kelapa
sangat indah di pinggiran laut Banda, air yang jernih dengan kondisi alam yang
masih sangat alami serta sangat ideal untuk melakukan meditasi.
Keanekaragaman terumbu karang bayak terdapat di sini, sangat tepat untuk
berenang, snorkling, menyelam serta memancing. Keunikan di tempat setiap
tahun berlangsung tradisi “antar Sotong” oleh para nelayan. Dengan kano dan
lentera minyak tanah pergi ke laut pada malam hari dan “membangkitkan” cumi-
cumi.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama: berdekatan dengan pantai Nanseri- Kilang, memiliki
taman laut yang indah dengan keanekaragaman terumbu karang dan
spesies ikan.
2. Keunikan/ Kelangkaan: Pantai ini biasanya digunakan sebagai tempat
persinggahan para pemancing ketika menghindar dari gelombang pada
musim angin barat yang dikenal dengan gelombang yang sangat besar dan
tinggi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 75


3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
lingkungan baik, perlu ada tanggul karna rawan longsor di bibir gunung dekat
pantai, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pemerintah negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 76


X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik pemerintah negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi. Pelindung pantai perlu diperbaiki karena rawan longsor di bibir gunung dekat
pantai jika hujan deras berhari-hari.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 77


A.26. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Naku
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Rumah Tua Kapitan Lebelesounerssy
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Naku
3. Koordinat : -3.736, 128.220
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Salah satu bangunan yang memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat
Negeri Naku adalah Rumah Tua atau Rumah Kapitan. Rumah ini telah berdiri
sejak abad ke-14 dan berusia sekitar 600 tahun. Rumah tua Negeri Naku saat ini
telah melewati tahap renovasi yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Maluku karena dianggap sebagai salah satu bangunan
yang masuk kategori cagar budaya. Yang unik dari rumah tua ini adalah
bentuknya yang menyerupai limas dengan daun pintunya yang merupakan daun
ganda, dilengkapi beberapa kamar di dalamnya serta sebuah lemari untuk
menyimpan perlengkapan Tuan Bori (Kapitan) dan Malessi.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama: Rumah tua ini biasanya digunakan sebagai tempat
tinggal kapitan dan tempat untuk berkumpul dalam melakukan ritual adat.
2. Keunikan/ Kelangkaan: Barang-barang tua ini ada yang ini berusia kurang
lebih 600 tahun.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lingkungan baik, sangat bersih dan rapih, dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 78


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto barang-barang tua.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Naku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Naku

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 79


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness (Kebersihan) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan media elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi. anak negeri Naku dapat mempertahankan nilai-
nilai budaya di Negeri Naku yang nampak dari tingalan arkeologi yang ada.
Berbagai peninggalan arkeologi tersebut dapat dijadikan modal dasar untuk
kegiatan pariwisata, sehingga dapat dikatakan memiliki manfaat ekonomi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 80


A.27. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Naku
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Barang-barang Tua di Naku
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Naku
3. Koordinat : -3.736, 128.220
4. Jenis DTW : Wisata budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Dalam rumah Kapitan Naku terdapat peninggalan arkeologi berupa barang-
barang tua di Negeri Naku antara lain ; Tempat sisih Soa Pessy,4 buah tombak,2
buah Kapseti (topi perang) utuk Kapitan dan Malesi, 2 buah Salawaku (perisai),1
buah parang, 1 buah kompor (tungku), 1 buah kapak, 1 buah kulibia, 1 buah
kendi (ceret) yang berisi air, 1 buah piring makan, Tali Kain, jimat (pakatang).
Ada juga peninggalan dari Jaman Portugis Belanda yang masih ada sampai
sekarang antara lain ; Lampu gantung, meja rias marmer, meja marmer,
peralatan makan, piring tua susun (piring tua), gelas sloki berwarna, baki, kinci
rumah raja dan tegel rumah raja.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Banyak nilai kehidupan yang dapat digali dari
setiap benda-benda peninggalan arkeologi tersebut
2. Keunikan/ Kelangkaan : barang-barang tua ini ada yang ini berusia kurang
lebih 600 tahun.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
lingkungan baik, sangat bersih dan rapih, dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 81


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto barang-barang tua.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Naku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Naku

XI. ASPEK CHSE

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 82


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan media elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi. Tinggalan arkeologi tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai daya tarik utama bagi wisatawan dan secara tidak
langsung dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,
sebagai pemandu wisata dalam memperkenalkan tinggalan arkeologi.
Disamping itu, peninggalan arkeologi dapat dijadikan sebagai sarana dalam
penguatan karakter dan jati diri bangsa serta motivasi dalam peningkatan
pendidikan masyarakat.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 83


A.28. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Naku
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Batu Teung dan Batu Saniri
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Naku
3. Koordinat : -3.735, 128.223
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021


II. DESKRIPSI DESTINASI
Didalam Adat Negeri Naku terdapat 3 Soa yang masing-masing memiliki satu
batu teung yang merupakan bukti kedatangan mereka di negeri Naku, Batu
Teung sendiri merupakan “Mata Rumah”. 3 Soa yang memiliki batu teung adalah
Soa Pessi dengan Teung Souwasa Siri Lahui, Soa Patti dengan Teung Halalutu
Palemahu dan Soa Huwae dengan Teung Toma Hua Soulisa.
Di Negeri Naku terdapat sebuah batu yang dinamakan batu “Saniri” yang berarti
pertemuan maka, batu saniri ini digunakan sebagai tempat pertemuan untuk
musyawarah oleh para leluhur seiring terbentuknya sistem pemerintahan di
Negeri Naku.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Banyak nilai kehidupan yang dapat digali dari
setiap benda-benda peninggalan arkeologi tersebut
2. Keunikan/ Kelangkaan : barang-barang tua ini ada yang ini berusia kurang
lebih 600 tahun.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan baik, sangat bersih dan rapih, dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 84


V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto barang-barang tua.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri Naku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Naku

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 85


XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan media elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi. Tinggalan arkeologi tersebut dapat
dimanfaatkan sebagai daya tarik utama bagi wisatawan dan secara tidak
langsung dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,
sebagai pemandu wisata dalam memperkenalkan tinggalan arkeologi.
Disamping itu tinggalan arkeologi dapat dijadikan sebagai sarana dalam
penguatan karakter dan jati diri bangsa serta motivasi dalam peningkatan
pendidikan masyarakat.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 86


A.29. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Kilang
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Kilang
2. Lokasi : Negeri Kilang
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman Laut Kilang memiliki terumbu karang dan ikan-ikan berneka ragam dan
kondisi alam yang masih sangat alami dengan air jernih, penyelam akan
menemukan keunikan dunia bawah laut Kilang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : terdapat pemndangan bawah laut Kilang yang
indah dengan terumbu karangnya serta ikan-ikan beragam spesies serta
cocok untuk snorkling dan diving.
2. Keunikan/ Kelangkaan : disini banyak terdapat ikan karang “Akaru”, serta
pada musim timur penduduk negeri Kilang biasanya memanen hasil laut
berupa “Bunga Karang” dan “Sayur Lao”.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 87


4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot diving dan snorkling.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Kilang
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Kilang

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 88


A.30. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Hutumuri
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hutumuri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Pangdam XVI Pattimura

II. DESKRIPSI DESTINASI


Kekhasan lokasi ini karena bintang laut dan kerang-kerang kecil bisa ditemukan
dalam jumlah banyak, mereka hidup subur menghiasi pantai dan bawah laut
lokasi ini.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : ini merupakan tempat yang tepat untuk melihat
terumbu karang dan berbagai jenis spesies ikan serta cocok untuk spot
diving.
2. Keunikan/ Kelangkaan : yang unik dan menarik, di bulan Maret sampai
Desember seringkali muncul ikan Tatu berkulit hitam keras yang dikenal
sebagai ikan “ Akaru”. Ikan ini muncul dalam jumlah yang sangat banyak.
Bahkan saking banyaknya, nelayan menangkap hanya dengan umpan
kelapa parut.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia tapi tidak memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 89


4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia tapi tidak terawat
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal / Wisatawan
Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Kurang Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 90


4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Untuk masuk kawasan ini kita harus melewati beberapa kepemilikantanah yang
diklaim oleh beberapa keluarga. Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata
perlu dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 91


A.31. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Leahari
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Leahari
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Leahari
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Pangdam XVI Pattimura

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman Laut Leahari selain memiliki panorama alam yang indah juga merupakan
pantai yang kaya akan mangrove nya. Pantai ini dikenal sebagai pantai yang
sejuk. Pengunjung dapat bersantai baik siang maupun sore sambil menikmati
kesejukan pantai. Memancing dan berenang bisa jadi aktivitas tambahan yang
tepat yang anda lakukan di lokasi ini.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : terdapat pemandangan bawah laut leahari yang
indah dengan terumbu karangnya.
2. Keunikan/ Kelangkaan : terdapat sekelompok ikan dengan nama VW
Beetle Sized dan juga ikan Big Moray.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, terdapat talud pembatas di sepanjang pantai lokasi pantai,
dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 92


6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 93


XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 94


A.32. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Naku
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Naku
2. Lokasi : Negeri Naku
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman Laut Naku memiliki terumbu karang dan ikan-ikan berneka ragam dan
kondisi alam yang masih sangat alami dengan air jernih, penyelam akan
menemukan keunikan dunia bawah laut Naku.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : terdapat pemandangan bawah laut Naku yang
indah dengan terumbu karangnya serta ikan-ikan beragam spesies.
2. Keunikan/ Kelangkaan : setiap tahun berlangsung acara tradisional “Antar
Sotong” oleh para nelayan. Mereka menggunakan kano dan lentera minyak
tanah pergi ke laut pada malam hari dan “membangkitkan sotong”, dan
diarahkan ke darat menunggu orang menimba-bersama-sama dan hasil
tangkapan tersebut dibersihkan secara tradisional.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 95


3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot diving dan snorkling.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal / Wisatawan
Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 96


A.33. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Hukurila
2. Lokasi : Negeri Hukurila
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Pangdam XVI Pattimura

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman laut Hukurila menawarkan pemandangan ikan-ikan dan terumbu karang
yang indah dan namanya sudah tersohor sampai mancanegara. Keindahan
dunia bawah lautnya belum terkontaminasi dengan pencemaran dan merupakan
obyek wisata bahari yang sangat indah.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Jenis ikan dan terumbu karang di goa ini
membuat para penyelam takjub, serta letak lokasi yang berdekatan dengan
pemukiman penduduk menyebabkan aktivitas penyelam maupun wisatawan
berbaur dengan penduduk dan nelayan di teluk Hukurila.
2. Keunikan/ Kelangkaan : di lokasi ini terdapat goa bawah laut yang
namanya sudah tersohor di telinga para penyelam [Link]
spesies jenis ikan langka sekelas Dart Goby, Spanish Dancer dan
Nudibranch juga Clown Fish.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, terawat,dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket
wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 97


4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 10-20 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal / Wisatawan
Nusantara/wisatawan mancanegara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN : Milik negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 98


4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pada musim hujan taman laut ini jarang dikunjungi karena dipengaruhi arus laut
dan gelombang yang tinggi. Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 99


A.34. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Negeri Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wisata Pancing Pantai Hukurila
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.737, 128.240
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Wisata Pancing Pantai Hukurila ini terletak di Negeri Hukurila, Kecamatan
Leitimur Selatan, Selain memiliki pantai yang indah di pantai ini juga memiliki
spot-spot untuk memancing terbaik di Kota Ambon. Karena letaknya yang
langsung berhadapan dengan lautan luas tidak seperti tempat lainnya yang
berada di dalam Teluk sehingga memudahkan para pemancing untuk
mendapatkan ikan.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Selain menjadi spot untuk memancing juga
memiliki pantai dan taman laut yang indah dengan keanekaragaman
terumbu karang dan spesies ikan.
2. Keunikan/ Kelangkaan : Karena letaknya yang langsung berhadapan
dengan lautan lepas sehingga memudahkan para pemancing untuk
mendapatkan ikan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan baik, Penataan ruang juga cukup baik dan kemungkinan
pengembangan sangat berpotensi untuk dikembangkan

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 100
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Hukurila
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN : Pemerintah Negeri Hukurila

XI. ASPEK CHSE


5. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
6. Health ( Kesehatan ) : memadai
7. Safety ( Keamanan ) : memadai
8. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Adanya konflik internal antara 2 keluarga dan jalan di sekitar pantai yang mulai
rusak akibat abrasi air laut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 101
A.35. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Lawena
2. Lokasi : Negeri Hutumuri
3. Koordinat : -3.687514, 128.299
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Lawena adalah wisata yang terletak di kecamatan Leitimur Selatan,
Negeri Hutumuri ini memiliki pantai berpasir yang berkarang dan menjadi tujuan
wisata yang khas. Wisatawan dapat menikmati panorama laut Banda di lokasi
ini. Dan apabila air surut, wisatawan dapat berjalan ke arah laut sambil
mengumpulkan kerang-kerang kecil. Ada 4 marga yang mengklaim sebagai
pemilik objek wisata ini yaitu : Marga Harmusial, Marga Lewaherila, Marga
Thenu, Marga Kailuhu dan Marga Horhorouw.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : kekhasan lokasi ini karena bintang laut dan
kerang-kerang kecil bisa ditemukan dalam jumlah banyak.
2. Keunikan/ Kelangkaan : di bulan Maret sampai Desember sering kali
muncul ikan Tatu berkulit keras yang dikenal sebagai ikan ‘ Akaru”. Ikan ini
muncul dalam jumlah yang sangat banyak, bahkan saking banyaknya,
nelayan menangkapnya hanya dengan umpan kelapa parut.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan sudah tidak terawat, dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 102
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia (rusak)
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia (rusak)
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tidak Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Atraksi Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Tidak Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Tidak Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 103
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Tidak Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlu adanya pengelolaan yang baik dari pemilik yang mengklaim hak milik objek
wisata tersebut. Fasilitas yang dibangun oleh Pemkot sudah banyak yang tidak
terawat, adanya sengketa kepemilikan hak atas tanah objek wisata menjadi
kendala terhadap pembangunan objek wisata ke depan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 104
A.36. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pohon Durian, Langsa, dan Nanas
2. Lokasi : Kecamatan Leitimur Selatan
Negeri Hutumuri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Potensi agrowisata di Negeri Hutumuri yang telah dikembangkan lebih dari 15
tahun lalu, Pengembangannya memanfaatkan potensi lahan pertanian yang
cukup tersedia di Hutumuri. Beberapa jenis komoditas yang berpotensi
dikembangkan untuk mendukung pengembangan agrowisata, antara lain:
nanas, langsat, durian dan lain-lain. Bulan Agustus dan Desember merupakan
bulan-bulan dimana panen komoditas buah-buahan ini dapat dilakukan dalam
jumlah besar, sekaligus menjadi waktu dimana kegiatan agrowisata dapat
difokuskan

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Agrowisata Buah-buahan
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki vegetasi beberapa jenis buah-buahan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lingkungan yang asri di kebun buah yang masih alami ini berpotensi untuk
dikembangkan lagi agar lebih menarik perhatian pengunjung.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tidak tersedia
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 105
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Tidak Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Tidak Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Tidak Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlu untuk meningkatkan promosi dan infrastruktur untuk meningkatkan minat
wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 106
A.37. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hutumuri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Tua Baitlehem
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Desa Hutumuri
3. Koordinat : -3.697, 128.285
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Gereja tua di Desa Hutumuri yang dibangun sekitar tahun 1832 oleh seorang
misionaris Belanda dengan konstruksi bangunan yang unik, Gereja Baitlehem
sudah dilakukan renovasi sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1993 dan tahun
2019. Gereja Baitlehem ini masih digunakan oleh jemaat di Desa Hutumuri
sampai sekarang, Gereja Baitlehem memiliki kapasitas jemaat sebanyak 400
orang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata sejarah religi pada zaman Belanda
2. Keunikan/ Kelangkaan : Merupakan salah satu peninggalan sejarah
zaman Belanda, serta posisi Gereja yang berada di samping pantai
menambah keunikan tersendiri
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik sehingga sering dijadikan spot foto oleh wisatawan dan
sudah dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 107
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia,Tapi kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia,
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia,
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 39 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 55 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama alam pantai dan bangunan Gereja

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja dan Pemerintah Desa
Hutumuri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Sangat Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 108
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai, terletak dipinggir
pantai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Permasalahan yang dimiliki oleh Gereja Tua Baitlehem adalah gereja telah
dipugar dan beberapa bagian telah diganti dengan bahan baru tanpa prinsip-
prinsip pemugaran.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 109
A.38. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Rutong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wisata Musik Pengiring Dansa Tali
2. Lokasi : Negeri Rotung
3. Koordinat : -3.704, 128.269
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Pemerintah Negeri Rutong

II. DESKRIPSI DESTINASI


Salah satu tarian terkenal dari negeri Rutong adalah Tarian Dansa Tali. Tarian
ini merupakan tarian kreasi baru hasil akulturasi budaya Eropa dengan budaya
lokal dimana gerakan-gerakannya adalah perpaduan antara gerak kombinasi
tarian Eropa yang berirama gembira dan penuh semangat. Nama dansa tali
merujuk kepada kata dansa dan tali. Musik pengiring dari tarian ini adalah musik
mars. Pementasan tarian dansa tali dipimpin oleh seorang pemandu dengan
menggunakan lefrit sebagai alat bantu dalam memberi komando kepada para
penari. Pemandu ini sebagai wasit yang menjaga para penari agar tidak salah
dalam gerakan. Dalam setiap pergantian gerakan dan formasi ditandai dengan
bunyi lefrit oleh pemimpin. Selain lefrit, irama musik juga berfungsi dalam
pergantian gerakan.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Tarian Dansa Tali
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tarian Dansa Tali hanya dapat ditemukan di
Negeri Rutong
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi masih asri dan alami, potensial untuk dikembangkan.
.
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 110
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 50 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Musik dan tari-tarian

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat sekitar dapat
dilihat dari dukungan yang diberikan dalam menyelenggarakan acara
tersebut

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 111
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
destinasi tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 112
A.39. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Homestay dan Dive Center Hukurila
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.739, 128.239
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pemerintah Kota Ambon telah meluncurkan program Desa Wisata bahari
Berkelanjutan (Dewi Bulan) di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan.
Apalagi setelah melihat langsung realisasi di lapangan Negeri Hukurila benar-
benar berubah menjadi salah satu negeri wisata unggulan yang menjanjikan
sekaligus menjadi sektor unggulan peningkatan kesejahteraan di masa
mendatang. Pengadaan Homestay dan Dive Center di lokasi ini dikarenakan
Hukurila memiliki pantai berpasir putih dan berbagai terumbu karang maupun
biota laut. Homestay yang terdiri atas 2 (dua) kamar dilengkapi dengan pendingin
udara (AC) menambah kenyamanan bagi pengunjung yang ingin menyewanya.
Fasilitas diving meliputi kompressor, tabung selam, wetsuit,masker,fins,booties,
BCD dan regulator tersedia di tempat ini.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Menjadi spot untuk diving dan memiliki pantai
dan taman laut yang indah dengan keanekaragaman terumbu karang dan
spesies ikan.
2. Keunikan/ Kelangkaan : Karena letaknya yang langsung berhadapan
dengan lautan lepas sehingga memudahkan wisatawan untuk menuju lokasi
diving
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan baik, Penataan ruang juga cukup baik dan kemungkinan
pengembangan sangat berpotensi untuk dikembangkan

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 113
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Hukurila
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN : Pemerintah Negeri Hukurila

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 114
A.40. KECAMATAN : Leitimur Selatan
NEGERI : Hukurila
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Antar Sontong Hukurila
2. Lokasi : Kec. Leitimur Selatan
Negeri Hukurila
3. Koordinat : -3.738, 128.242
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Acara adat antar sotong yaitu tradisi dimana para nelayan berkumpul
menggunakan perahu/kano dan lentera minyak tanah pada malam hari untuk
mengundang sotong dari dasar laut mengikuti cahaya lentera menuju tepi pantai
dimana masyarakat sudah menunggu untuk menimbanya secara bersama-
sama, kemudian sotong hasil tangkapan tersebut dibersihkan dengan acara
tradisional.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Menjadi spot untuk diving dan memiliki pantai
dan taman laut yang indah dengan keanekaragaman terumbu karang dan
spesies ikan.
2. Keunikan/ Kelangkaan : Karena letaknya yang langsung berhadapan
dengan lautan lepas sehingga memudahkan wisatawan untuk menuju lokasi
diving
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan baik, Penataan ruang juga cukup baik dan kemungkinan
pengembangan sangat berpotensi untuk dikembangkan

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 115
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Hukurila
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri Hukurila

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 116
[Link] : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Amahusu
2. Lokasi : Kecamatan Nusaniwe
Negeri Amahusu
3. Koordinat : -3.723, 128.145
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Amahusu terletak di Kecamatan Nusaniwe di Desa Amahusu, Pantai
Amahusu merupakan Ruang Terbuka Publik yang dibangun oleh Pemerintah
Kota Ambon pada tahun 2020, Pantai Amahusu sendiri sudah terkenal sebagai
tempat bersandarnya peserta Darwin-Ambon Yacht Race atau Lomba Perahu
Darwin-Ambon. Pantai Amahusu sendiri dijadikan tempat untuk menikmati
sunset di sore hari oleh warga sekitar dan wisatawan. Jika beruntung, wisatawan
dapat menyaksikan latihan dari Amboina Ukulele Kids Community yang
melalukan latihan pada sore hari di pantai amahusu.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan dan potensial


menjadi paket kunjungan wisata

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pemandangan Pantai Amahusu yang indah
ditambah dengan pemandangan sunset pada sore hari
2. Keunikan/ Kelangkaan : Menjadi tempat untuk menikmati sunset pada
sore hari didaerah sekitaran Amahusu, Tempat Latihan untuk Amboina
Ukulele Kids Community
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar Pantai Amahusu cukup terawat sehingga

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 117
terlihat menarik untuk wisatawan. Penataan Ruang tertata dengan rapi,
sudah dilakukan pengembangan dan kurang terawat.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia dan Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Tersedia moda transportasi umum ( angkot )
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia atraksi untuk musik dan tari-tarian namun hanya temporer,. Juga
disediakan ruang terbuka publik untuk masyarakat gunakan.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut sebagai sarana pendukung
bagi sanggar-sanggar di sekitar wilayah tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 118
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5 – 10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Daerah

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai ada toilet yang
bergantung pada acara event
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang memadai namun memiliki
rambu petunjuk evakuasi
4. Environment (Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pengelola dari Pantai Amahusu cukup baik terlihat tempat yang cukup terawat,
Hanya saja karena masih ditutup akibat corona sehingga belum dipergunakan
kembali. Tidak adanya petugas keamanan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 119
B.2. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Pintu Kota
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.770, 128.152
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Pintu Kota merupakan salah satu destinasi wisata yang popular untuk
wisatawan. Pantai Pintu Kota ini terkenal karena terkikis oleh deburan ombak
selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan tebing berlubang dan
membentuk seperti lubang besar yang menerobos tebing karang sampai tembus
di kedua sisinya. Pantai Pintu Kota terletak kurang lebih 15km atau sekitar 30-45
menit dari pusat Kota, untuk menuju ke pantai Pintu Kota dapat menggunakan
kendaraan roda empat, roda dua dan angkutan umum.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan yang potensial


untuk menjadi paket kunjungan wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Tebing yang terkikis oleh deburan ombak dan
lubang besar yang membentuk “pintu” serta deburan ombak yang indah
2. Keunikan/ Kelangkaan : Lubang besar yang menerobos tebing karang
sampai tembus di kedua sisinya sehingga membentuk seperti “pintu”.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar Pantai Pintu Kota kurang terawat sehingga
terlihat kurang menarik, banyak fasilitas yang disediakan namun tidak dirawat
dengan baik sehingga rusak parah sampai tidak bisa dipakai. Penataan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 120
Ruang kurang tertata dengan rapih , sudah dilakukan pengembangan namun
tidak dirawat dengan baik.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia namun Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak, beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Moda Transportasi : Tersedia transportasi umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia Spot foto

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi dan Gereja
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik, namun perlu adanya
perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara / Wisatawan asing

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 121
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi dan Gereja

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Kurang memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Kurang memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pengelola dari Pantai Pintu Kota kurang memperhatikan sarana prasarana yang
ada di sekitar pantai pintu kota sehingga banyak sarana yang ada rusak total
sehingga tidak dapat digunakan contohnya seperti toilet, Kemudian banyaknya
komplen dari wisatawan karena biaya masuk yang cukup besar namun tidak
diikuti dengan sarana yang baik. Selain itu, status kepemilikan dari objek ini
diklaim oleh 3 pihak sehingga sulit untuk pemerintah maupun pihak investor
untuk bekerja sama.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 122
B.3. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Ronawiska
2. Lokasi : Negri Latuhalat
3. Koordinat : -3.7787590 / 128.1233690
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Merupakan destinasi wisata pantai yang sering digunakan untuk berbagai acara
seperti pernikahan, arisan dan ibadah. Pantai yang terletak di Latuhalat ini
merupakan salah satu dari destinasi pantai baru yang ada di sana. Pantai ini
dapat juga digunakan untuk berenang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pantai
2. Keunikan/ Kelangkaan : MICE Outdoor
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan yang masih alami dengan penataan ruang sesuai
peruntukan MICE Outdoornya dan berpotensi untuk dikembangkan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia dan Memadai
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 123
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia Jalan (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Beton dan Pavin Block)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain : Tersedia Jalan (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu)Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : masyarakat sekitar mengharapkan
objek destinasi ini dapat dikembangkan lagi sehingga dapat menciptakan
lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Dan bagi pengunjung kiranya
dapat tetap menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal dan
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai (Tersedianya
tempat sampah yang cukup)
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai (Tersedianya
tempat cuci tangan dan Toilet)
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai (Memiliki
petugas keamanan dan memiliki jalur evakuasi)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 124
4. Environment (Lingkungan ) : Sangat Memadai (Memiliki Toilet
dengan tersedianya IPAL)

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Objek destinasi ini belum dilengkapi dengan sirine peringatan dini terhadap
bencana. Kedepan akan dikembangkan lagi dengan membangun Cottage di
sepanjang pantai Ronawiska

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 125
B.4. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kolam Blanda
2. Lokasi : Negeri Latuhalat
3. Koordinat : -3.776384 / 128.1293955
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Merupakan destinasi wisata pantai yang memiliki keunikan berupa kolam yang
berbentuk kotak di pinggir pantai sehingga dikenal dengan nama Kolam Blanda.
Pada objek wisata ini juga terdapat homestay yang dikelola oleh pemilik.

III. STATUS PENGEMBANGAN : potensial dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Berhadapan dengan Laut Banda
2. Keunikan/ Kelangkaan : Kolam berbentuk kotak yang terdapat di
tepi pantai, dapat digunakan sebagai tempat untuk melangsungkan acara-
acara pernikahan dan lain-lain.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Tempat wisata ini memiliki lingkungan yang asri, penataan ruang bisa
dikembangkan lebih baik lagi sesuai dengan luasan objek.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 126
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
Penginapan dengan 3 kamar
6. Tempat Parkir : Tersedia tapi kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Tanah)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 127
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara / Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Objek wisata ini belum terdaftar dalam Online Single Submission (OSS), baik
objek wisata maupun penginapannya.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 128
B.5. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tanjung Batu Konde
2. Lokasi : Negri Latuhalat
3. Koordinat : - 3.7927466 / 128.0902876
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Destinasi wisata alam bahari ini terletak di Latuhalat dan memiliki keunikan yaitu
sekumpulan batu yang terdapat di tanjung tersebut memiliki warna hitam yang
pekat. Tanjung ini juga dikenal dengan nama Tanjung Nusaniwe atau Tanjung
Latuhalatat. Semakin ke arah laut, batu tersebut semakin hitam seperti arang.
Destinasi ini sering digunakan untuk snorkling dan juga sebagai tempat untuk
melihat matahari terbenam.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pantai dan spot diving
2. Keunikan/ Kelangkaan : formasi bebatuan yang berwarna hitam
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan masih asri dan dilengkapi dengan beberapa gazebo.
Tempat perlu dikembangkan lebih baik lagi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 129
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia namun tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia namun tidak memadai
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 140 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 130
VII. ATRAKSI
Tersedia Spot Diving, Snorkling dan sunset

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal / Wisatawan
Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Kurang Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlu adanya pengelolaan yang baik dari pemilik. Destinasi ini telah mendapat
bantuan berupa gazebo dan kamar mandi. Perlu diperhatikan kebersihan di
lokasi karena kurang bersih dan tidak adanya karyawan untuk membersihkan
lokasi tersebut. Sebagai objek yang potensial untuk spot diving maka perlu
dibangun dive center.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 131
B.6. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Batu Capeo
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa Amahusu
3. Koordinat : -3.712, 128.150
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Batu Capeo adalah sebuah batu karang yang berbentuk topi. Tempat ini
mempunyai kaitan erat dengan legenda rakyat tentang seorang putri yang
melakukan perjalanan ke gununng nona. Selain itu tempat ini adalah suatu
tempat bersejarah karena jenazah dari Thomas Matulessy (Pattimura) Pahlawan
Nasional Ambon dibuang kelaut sekitar Batu Capeo. Setelah Pattimura dihukum
gantung maka jenazah itu membusuk lalu dibuang ke laut disekitar Batu Capeo.
Tempat ini ideal bagi orang yang senang menikmati panorama matahari, sekedar
bersantai di pantai atau snorkling. Letaknya tidak jauh dari Taman makmur.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Tidak Dilakukan Pengembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Batu yang berbentuk Topi atau Capeu
2. Keunikan/ Kelangkaan : Batu karang
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kurang memadai karena objek tersebut berada pada kawasan pemukiman
yang padat

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 132
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia penginapan
dengan klasifikasi melati
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
6. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 140 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Tidak Ada
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Kiranya objek ini dapat dikelola
dengan baik oleh Pemerintah Negeri

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Daerah

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 133
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Objek ini tidak dikelola oleh pihak manapun sehingga tidak terawat dan tidak
dimanfaatkan sebagaimana destinasi atau daya tarik wisata pada umumnya

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 134
B.7. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tebing Oxana
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe Negeri Nusaniwe,
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.771, 128.149
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tebing Oxana merupakan tempat yang cocok dikunjungi untuk wisatawan yang
ingin menikmati indahnya pemandangan laut dengan view dari tebing yang
indah. Perpaduan tebing yang berwarna putih serta air laut yang berwarna
kehijauan membuat wisatawan seperti berada di “Yunani”. Tebing Oxana juga
menyediakan banyak spot-spot foto untuk wisatawan sehingga tempat ini juga
cocok untuk berkumpul bersama keluarga atau teman-teman.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Spot-Spot foto instagramable yang indah juga
pemandangan pantai dari atas tebing
2. Keunikan/ Kelangkaan : Perpaduan dari tebing yang berwarna putih dan
air laut yang berwana hijau sehingga menghasilkan perpaduan yang indah
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar baik, Penataan Ruang di sekitar tertata dengan
baik, dan sedang dilakukan pengembangan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 135
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Ada, Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : (Dalam
proses pembangunan)
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Dalam Proses)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 120 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia Spot Foto yang instagramable

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi

2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik, namun perlu adanya


perbaikan terhadap sarana dan prasarana yang ada

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 136
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
mengenai Tebing Oxana padahal tempat ini sangat dekat dengan Pintu Kota
sehingga sangat berpotensi untuk dikunjungi oleh wisatawan. Akses jalan masuk
yang belum di aspal dengan baik sehingga kendaraan belum bisa masuk sampai
kedalam objek wisata. Untuk destinasi Tebing, objek ini belum aman untuk
pengunjung karena belum memiliki pembatas-pembatas di sepanjang tebing.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 137
B.8. KECAMATAN : Nusaniwe
Negeri : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Bukit Paralayang
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Nusaniwe,
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.761, 128.147
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Bukit Paralayang merupakan bukit yang terletak di desa nusaniwe dan memiliki
ketinggian kurang lebih sekitar 100 meter di atas permukaan laut yang
menghadap langsung ke laut seri, Bukit Paralayang merupakan destinasi wisata
yang sangat cocok untuk dikunjungi oleh wisatawan untuk wisata olahraga
Paralayang dan berfoto dengan pemandangan ke laut seri, Jarak tempuh untuk
menuju ke Bukit Paralayang sekitar 30-45 menit dari pusat Kota Ambon dan
pelabuhan, 1 jam dari Bandara Pattimura dan dapat ditempuh menggunakan
kendaraan roda dua dan roda empat.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Bukit Paralayang masih dalam proses


pengembangan oleh Pemerintah Negeri Nusaniwe

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Tempat melakukan olahraga Paralayang dan
pemandangan alam pegunungan dan pemandangan laut yang mengarah ke
Pantai Seri
2. Keunikan/ Kelangkaan : Keunikannya karena terletak di dataran tinggi
sehingga menyajikan view pegunungan dan laut yang indah. Bukit
Paralayang ini juga merupakan tempat Olahraga Paralayang pertama di Kota
Ambon dan saat ini masih menjadi tempat satu-satunya untuk Olahraga
Paralayang di Maluku.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 138
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan yang terlihat tidak ada pepohonan (gersang), Penataan
Ruang masih perlu dikembangkan, sarana dan prasarana juga belum ada,
hanya ada 1 Gasebo untuk tempat berteduh.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Hotmix)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 139
VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : harapan terbesar objek ini dapat
dikembangkan menjadi objek wisata olahraga paralayang.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : tidak ada pencatatan
oleh pengelola
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : tidak ada pencatatan oleh
pengelola
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi dan Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Kurang Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment (Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlu adanya pengembangan lebih lanjut pada Bukit Paralayang yaitu
pembangunan fasilitas yang diperlukan seperti toilet, listrik, wifi, tambahan
beberapa gasebo dan tersedianya tempat makan. Perlu adanya investor untuk
mengembangkan Bukit Paralayang menjadi salah satu destinasi wisata yang
menarik, contohnya dapat dijadikan camping ground untuk wisatawan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 140
B.9. KECAMATAN : Nusaniwe
Negeri : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Goa Santa Maria
2. Lokasi : Kecamatan Nusaniwe
Negeri Nusaniwe
Dusun Airlouw
3. Koordinat : -3.767, 128.129
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Religi)

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Goa Santa Maria merupakan tempat ziarah dengan makna historis untuk
perkembangan Gereja Katholik di Maluku, Goa Santa Maria terletak di dusun
Airlouw, Kecamatan Nusaniwe. Selain sebagai tempat untuk ziarah umat
Katholik pada Goa Santa Maria juga terdapat patung-patung yang menceritakan
perjalanan Tuhan Yesus menuju hari sengsara-Nya, Didalam kawasan tersebut
terdapat taman yang sangat nyaman dan asri dikelilingi oleh pohon-pohon yang
rindang sehingga menjadikan tempat disekitarnya menjadi sejuk. Pada Goa
Santa Maria juga terdapat gereja yang dibangun menggunakan batu yang
terbuat dari limbah kertas sehingga membuat gereja tersebut menjadi unik.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021


Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 141
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan dan Potensial


Menjadi paket kunjungan wisata religi

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Goa Santa Maria sebagai tempat ziarah umat
Katholik, Pemandangan di taman yang indah dikelilingi pohon yang rindang
membuat suasana menjadi sejuk
2. Keunikan/ Kelangkaan : Bangunan gereja yang dibangun dari batu yang
terbuat limbah kertas
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar Goa Santa Maria Pemandangan di taman yang
indah dikelilingi pohon yang rindang membuat suasana menjadi sejuk,
Penataan Ruang di sekitar Goa Santa Maria tertata dengan baik, Sudah
dilakukan pengembangan oleh Gereja Katholik.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 142
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian dan kebersihan tempat wisata tersebut

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 10-30 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara , Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Keuskupan Amboina

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Goa Santa Maria di Airlouw sudah memiliki penataan yang sangat baik, Untuk
pengembangan kedepannya jika dibangun penginapan disekitar Goa Santa
Maria maka akan memudahkan wisatawan yang datang untuk berziarah di Goa
Santa Maria.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 143
B.10. KECAMATAN : Nusaniwe
DESA : Desa Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Museum Siwalima
2. Lokasi : Kecamatan Nusaniwe
Desa Amahusu
3. Koordinat : -3.713, 128.153
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Museum Siwalima terletak dikawasan Taman Makmur, desa amahusu,
kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Provinsi Maluku. Didirikan pada tanggal 8
November 1973 diresmikan pada tanggal 26 Maret 1977. Objek wisata yang satu
ini merupakan tempat peninggalan benda-benda bersejarah dan berada diatas
bukit yang menghadap Teluk Ambon dengan keeksotisannya yang akan
membuat pengunjung terpesona.
Kata Siwalima merupakan bentukan dari 2 kata, kata siwa berarti Sembilan dari
kata Ulisiwa yang merupakan 9 Kerajaan diwilayah selatan Maluku,dan kata
Lima yang berarti Patalima yang merupakan kumpulan 5 Kerajaan di wilayah
utara Maluku.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Museum Siwalima merupakan destinasi wisata
budaya yang menyimpan warisan budaya dan sejarah di Kota Ambon
2. Keunikan/ Kelangkaan : Terdapat barang-barang peninggalan sejarah,
budaya dan kelautan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Memiliki kondisi lingkungan yang masih asri dengan penataan ruang yang
baik dan diklasifikasikan tiap gedung dalam kawasan Museum dengan
kemungkinan pengembangan sesuai kebutuhan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 144
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Hotmix)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Provinsi Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjungan dapat tetap
menjaga keasrian , kebersihan dan fasilitas museum

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 10-25 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Provinsi Maluku

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 145
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kebanyakan bangunan yang sudah lapuk, banyaknya kerusakan pada
bangunan,harus segera di renovasi. Selain itu juga perlu adanya mitigasi
bencana.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 146
B.11. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Nusaniwe, Dusun Airlouw
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Airlouw
2. Lokasi : Dusun Airlouw
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman Laut yang indah dan eksotik ini diberi nama Taman Laut Airlouw. Di lokasi
ini anda penyuka diving atau snorkling bisa dengan mudah menemukan beragam
jenis ikan karang dan Coral yang indah.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : terdapat pemndangan bawah laut Airlouw yang
indah dengan terumbu karangnya.
2. Keunikan/ Kelangkaan : terdapat gerombolan ikan Humphead Parrots dan
Baracuda
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 147
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving dan snorkeling

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 148
B.12. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Seilale
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Seilale
2. Lokasi : Negeri Seilale
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Sama seperti taman laut lainnya, di taman laut ini anda bisa menjumpai berbagai
jenis ikan dan terumbu karang. Kebanyakan wisatawan yang mengunjungi lokasi
ini cukup takjub akan keindahannya. Anda bisa menikmati panorama sore nan
indah saat matahari terbenam. Sunset dan gradasi warna di garis laut dijamin
membuat anda terpana.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : terdapat pemndangan bawah laut seilale
yang indah dengan terumbu karangnya.
2. Keunikan/ Kelangkaan : terdapat spesies ikan seperti Nudybranc,
Signal Goby, Anemon, Frog Fish dan Clown Fish.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 149
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pada musim hujan taman laut ini jarang dikunjungi kerena dipengaruhi arus laut
dan gelombang yang tinggi. Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 150
B.13. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Amahusu
2. Lokasi : Negeri Amahusu
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman laut ini terletak di sebelah utara Jazirah Leitimur atau di kecamatan
Nusaniwe. Terdapat coral yang indah dengan ikan-ikan yang beraneka warna
berenang bebas.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Cahaya matahari yang menembus sampai
kedalaman laut mrnimbulkan efek pencahayaan yang sangat menarik bagi
ikan-ikan dan terumbu karang.
2. Keunikan/ Kelangkaan : terdapat spesies ikan seperti Nudybranc, Signal
Goby, Anemon, Frog Fish dan Clown Fish.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan sekitar taman laut bersih, hanya saja banyak rumah yang
berdempetan tidak teratur membuat pemandangan sekitar objek kurang
menarik.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 151
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkeling dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN :
Milik negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Jika musim penghujan arus laut dan gelombang kadang cukup besar dan
menghambat aktivitas menyelam di sini. Promosi dan Perawatan terhadap objek
wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 152
B.14. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat, Dusun Eri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Eri
2. Lokasi : Dusun Eri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Namanya taman laut Eri, tapi jangan salah, di tembok bibir pantai ini warga
sengaja menulis secara besar tulisan Holywood sebagai penanda. Alhasil
banyak yang menyebut taman laut ini sebagai pantai Holywood.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : terdapat ikan-ikan karang yang jinak yang
akan membuat mata anda tidak akan berhenti memandangnya.
2. Keunikan/ Kelangkaan : bentuk bawah lautnya cukup unik, hanya
di kedalaman 5-10 meter anda sudah bisa menemukan pemandangan
bawah laut yang menakjubkan.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan baik, terdapat talud pembatas di sepanjang pantai lokasi taman
laut, dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berpasir di sepanjang
pantai)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 153
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik desa

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan atau
ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 154
B.15. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Kudamati
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Doolan
2. Lokasi : Kelurahan Kudamati
3. Koordinat : -3.706,128.174
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Sejarah)

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Monumen Australia berlokasi di Kudamati didirikan oleh pemerintah Australia
pada tahun 1967 untuk mengenang pertempuran antara tentara Australia
melawan Jepang di lokasi tersebut. Doolan adalah seorang tentara Australia
yang ikut berjasa dalam menahan serangan pasukan jepang yang berusaha
mengejar pasukan Australia yang sedang bergerak mundur ke arah selatan
pulau Ambon tahun 1941. Usahanya cukup berhasil sehingga menyelamatkan
sebagian besar pasukan Australia yang berhasil lolos dan kembali ke Australia.
namun sial baginya, pasukan Jepang berhasil mengetahui jalan ke tempat
persembunyiannya dan menewaskannya. Penduduk dilarang menguburkan
mayatnya. Salah seorang penduduk setempat tidak tahan melihat tubuh Doolan
terletak membusuk begitu saja dan pada malam hari ia berhasil mengambil tubuh
Doolan dan menguburkannya di tempat yang kini tugu Australia itu didirikan.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : catatan sejarah hidupnya yang dramatis
dan mengharukan di tengah perang dunia ke -2, terkhusus di kota Ambon.
2. Keunikan/ Kelangkaan : ia merupakan satu-satunya tentara
Australia yang tugu dan namanya didirikan secara khusus untuk
menghormati jasa dan pengorbanannya.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 155
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan tempat tugu tertata rapih dan terlindung pagar, penataan ruang
baik hanya terletak di tepi jalan menanjak. dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (pavin block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 26 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 42 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Propinsi Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 156
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 157
B.16. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Rumah Blanda
2. Lokasi : Desa Airlouw
3. Koordinat : -3.771,128.145
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Rumah Belanda adalah salah satu destinasi wisata yang menarik dan patut
disinggahi wisatawan. Ruang terbuka yang menghadap ke arah laut, dikelilingi
pebukitan dengan hamparan pohon-pohon hijau menyajikan pesona khas dari
rumah tingkat berdinding "Orantje" tersebut. Mata anda akan tertuju pada
berbagai ornamen menarik khas negeri kincir angin seperti sepatu kayu dari
berbagai ukuran, lukisan dinding dengan pemandangan berlatar khas Belanda,
box telephone unik, dan lain-lain. Tersedia 2 (dua) kamar di lantai atas dan untuk
menginap disini. Anda harus memesan satu minggu sebelumnya karena banyak
yang antri memesan. Kamar yang disewakan dikenakan tarif IDR 1.300.000 /hari.
Isi kamar yang mirip mini apartement berukuran medium luxury memberikan
anda kepuasan tersendiri.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : pengunjung diajak menyusuri fasilitas hunian
khas negeri Kincir Angin, Belanda serta view menghadap ke laut dikelilingi
perbukitan hijau. Anda akan merasakan atmosfir Belanda saat menetap
disini.
2. Keunikan/ Kelangkaan : semua ornamen bahkan fasilitas rumah dan inap
didesain mirip dengan rumah Belanda yang asli di negeri asalnya, Rumah

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 158
semi modern minimalist memberikan anda pengalaman inap pribadi bahkan
bersama keluarga yang tak terlupakan.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan baik, dalam gedung dekat pantai dan berpotensi untuk
dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia dan memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : TidakTersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak dari beton
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 52 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 68 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama pantai

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 159
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan mancanegara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 160
B.17. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Sanggar Boyrataan
2. Lokasi : Negeri Amahusu
3. Koordinat : -3.727,128.142
4. Jenis DTW : Wisata buatan (musik)

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Sanggar Boyrataan milik Jonas Silooy sudah berdiri sejak lama dan merupakan
tradisi turun-temurun tifa totobuang yang merupakan warisan budaya di
kecamatan Nusaniwe dan masih bertahan hingga saat ini. Sanggar Boyrataan
sudah banyak mengukir prestasi dalam kiprahnya membawa musik tradisional
tifa totobuang di berbagai pentas musik dalam dan luar negeri.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : bangunan sanggar dekat pantai, tersedia
tempat bakar atau pengolahan pangan sagu lempeng.
2. Keunikan/ Kelangkaan : alat musik tifa totobuang dibuat sendiri
dengan serangkaian proses yang cukup rumit, butuh ketelitian dan
kesabaran serta bahan pembuatannya dari alam .
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan baik, dalam gedung dekat pantai dan berpotensi untuk
dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 161
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak dari beton
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 37 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 53 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia atraksi musik

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi

2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus


dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 162
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata perlu dikembangkan atau ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 163
B.18. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Amboina Ukulele Kids Community (AUKC)
2. Lokasi : Negeri Nusaniwe
Desa Amahusu
3. Koordinat : -3.723,128.145
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Amboina Okulele Kids Community (AUKC) yang home base nya di desa
Amahusu merupakan bentukan dari Nico Tulalessy yang merupakan pelatih
sekaligus koordinator bagi ± 137 anak-anak yang terampil membawakan
berbagai lagu mulai lagu nasional, lagu barat dan sebagainya. Tujuan utamanya
adalah mengalihkan perhatian anak-anak yang awalnya kecanduan gadget
beralih ke musik. Awalnya hanya beranggotakan sedikit orang dan kian hari
semakin bertambah anggotanya. Prestasi yang diukir AUKC antara lain tampil
dalam berbagai event nasional dan internasional seperti Spice islands Darwin
Ambon Yacht Race (SIDAYR) yang tiap tahunnya diselenggarakan di kota
Ambon.

III. STATUS PENGEMBANGAN : potensial dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Tempat latihan lepas pantai di lokasi pantai
Amahusu
2. Keunikan/ Kelangkaan : Jarang ditemukan anak-anak yang mahir bermain
Okulele di usia yang masih sangat muda
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Tempat wisata ini memiliki lingkungan yang bersih di alam terbuka, penataan
ruang bisa dikembangkan lebih baik lagi sesuai dengan luasan objek.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 164
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia dan memadai
6. Tempat Parkir : Tersedia (untuk kendaraan roda 2)
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia, mini bioskop
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia dan Memadai
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 35 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 51 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto berlatar pantai Amahusu

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Pengunjung dapat tetap menjaga
kebersihan tempat wisata tersebut

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak ada
Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara , Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 165
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Objek wisata (sanggar Ukulele) ini belum belum memiliki tempat latihan yang
layak, dikerenakan hingga saat ini dengan bertambahnya keanggotaan, masih
menggunakan pantai Amahusu sebagai tempat latihan, serta keterbatasan alat
musik petik Ukulele.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 166
B.19. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Amahusu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Musisi Legendaris Zeth Lekatompessy
2. Lokasi : Negeri Amahusu
3. Koordinat : -3.728,128.146
4. Jenis DTW : Wisata buatan (musik)

Photo by Tim Unpatti

II. DESKRIPSI DESTINASI


Zeth Lekatompessy kelahiran 4 Juni 1940 adalah penyanyi Indonesia yang
dikenal menyanyikan lagu-lagu Maluku. Totalitas dan dedikasinya di bidang
musik terbukti dari banyaknya penghargaan yang diperoleh. Zeth pernah
memecahkan rekor MURI sebagai penyanyi tertua yang mampu menyanyikan
35 lagu tanpa henti dan tanpa partitur pada Mei 2007 dan kala itu usianya
menginjak 66 tahun. Jenis lagu yang dinyanyikan antara lain beraliran pop,blues,
reggae, samba, rock, dangdut, dan lagu daerah. Ia sering mewakili Indonesia di
pentas musik internasional antara lain Amerika Serikat, Papua Nugini, serta
Belanda. Zeth adalah seorang maestro atau lebih tepatnya The Legendary
Musician.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : peluang bagi para musisi muda untuk
belajar dan mengasah kemampuan bermusik.
2. Keunikan/ Kelangkaan : belajar musik langsung dari sang maestro
berkelas.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi lingkungan berimpitan rumah satu dengan lainnya, perlu tempat
latihan yang layak dan memadai serta objek perlu dikembangkan lebih baik
lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 167
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tidak Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 40 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 57 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 168
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlu adanya pengelolaan yang baik dari pemilik dengan membangun satu
tempat latihan yang memadai, karena masih menggunakan rumah pribadi.
Lokasi objek terletak di atas bukit yang tinggi dan berhimpitan dengan
pemukiman penduduk yang memiliki banyak hewan peliharaan serta kotoran
hewan yang menyebar di sekitar lokasi menuju objek.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 169
A.20. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Collin Beach
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Latuhalat
3. Koordinat : -3.779, 128.120
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Bagi wisatawan yang penat dengan hiruk pikuk perkotaan yang membosankan
maka Collin Beach bisa menjadi lokasi yang tepat untuk melepas penat,
Terdapat 24 Kamar yang terbagi atas kamar standar dan deluxe juga memiliki
fasilitas yang memadai. Selain itu Collin Beach memiliki akses yang sangat dekat
dengan beberapa tempat wisata lainnya.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pemandangan Pantai disekitar Collin Beach
2. Keunikan/ Kelangkaan : Perpaduan antara pantai yang indah dan hotel
yang nyaman
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
tertata dengan baik, dan sudah dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 170
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tidak Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 33 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 10-20 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara / Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 171
B.20. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Silale
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Studio Rekaman (FS Record)
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Kel. Silale
3. Koordinat : -3.679, 128.175
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Kelurahan Waihaong atau Seilale terletak di Kecamatan Nusaniwe tepat berada
di pusat kota Ambon. Di kawasan ini memiliki sebuah studio rekaman monu-
mental yang telah berdiri sejak tahun 2003 dan mulai dikenal secara komersil
pada tahun 2005 sampai dengan saat ini. Pemiliknya Jefri Banama memiliki
bakat bermusik autodidak sejak duduk di bangku SMP, Jefri terus menggeluti
industry musik sampai saat ini dan telah menghasilkan kurang lebih 200 album
Pop Ambon yang melibatkan 60 orang penyanyi lokal.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Salah satu studio rekaman pertama di Kota
Ambon sehingga memiliki sejarah dari musik
2. Keunikan/ Kelangkaan : Beberapa artis besar Maluku memulai karir dari
studio rekaman FS Record
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar tertata dengan baik

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 172
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Sejarah

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal dan
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 173
B.21. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Urimessing, Dusun Tuni
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Molluca Bamboowind Orchestra
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kel. Urimessing, Dusun Tuni
3. Koordinat : -3.726, 128.204
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) adalah orkestra unik, yang terdiri dari
100 seruling bambu, perkusi tradisional dari Maluku (tifa, totobuang, dll).
Orkestra ini terutama memiliki fokus pada batas-batas musik klasik, pop dan
musik tradisional. Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) ada sejak 2005 dan
didirikan oleh komposer dan konduktor Maynart Rence Alfons, seorang alumni
dari Institut Seni Indonesia di Yogyakarta.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Buatan
2. Keunikan/ Kelangkaan : Orkerstra unik yang terdiri dari alat music
tradisional seperti suling bambu, tifa dan totobuang
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 174
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Musik atau Buatan

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 175
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 176
B.23. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Namalatu
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa Latuhalat
3. Koordinat : -3.780376, 128.118256
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Terletak di Latuhalat, di bagian tenggara Semenanjung Leitimor, pantai Namalatu
juga menjadi spot diving di Ambon terbaik. Pantai Namalatu memiliki kedalaman
laut antara 20 hingga 25 meter, dengan suhu minimum 24° C dan maksimum 30°
C; tentunya sangat ideal untuk menyelam. Mata kamu akan dimanjakan dengan
keindahan aneka koral dan terumbu karang yang menjadi tempat tinggal
berbagai spesiesikan, seperti barakuda, jack, trvallies, snappers, fussilier,
sweetlip, butterfly fish, surgeon, ikan kakatua (parrotfish), ikan pipih (flounders),
dan sebagainya

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki aneka koral dan terumbu karang serta
beberapa spesies seperti barakuda, jack dan parrotfish
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 177
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Dinas Pariwisata Provinsi
Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Dinas Pariwisata Provinsi Maluku

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 178
B.24. KECAMATAN : Nusaniwe
DESA : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Pintu Kota
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa. Latuhalat
3. Koordinat : -3.770514, 128.152442
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pintu Kota terletak di selatan Ambon, tepatnya di Desa Latuhalat, Kecamatan
Nusaniwe. Nama Pintu Kota juga cukup terkenal bagi para wisatawan sebab
menjadi lokasi wisata yang paling dicari di Ambon karena memiliki salah satu
spot diving terbaik. Formasi karang yang berbentuk seperti pintu sejak dulu
sudah dikenal dengan sebutan Pintu Kota. Menariknya, di kedalaman 15 meter
juga akan ditemui pintu serupa. Namun, para penyelam harus lebih hati-hati
untuk melakukan penyelaman di sini, karena datarannya yang mengarah ke laut
dalam.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki formasi karang yang berbentuk seperti
Pintu.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 179
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Desa

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 180
B. 25. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Seilale
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Pantai Nama
6. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa. Seilale
7. Koordinat :
8. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Nama merupakan pantai yang terletak di Kecamatan Nusaniwe, Desa
Seilale. Pantai yang terkenal dengan panoramanya yang indah serta dikelilingi
oleh pasir putih sering menjadi tempat untuk berwisata oleh warga sekitar
ataupun wisatawan.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki panorama yang indah
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 181
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Disekitaran pantai banyak sampah-sampah yang berserakan, sampah tersebut
dari lautan karena terbawa oleh arus sehingga perlu untuk dibersihkan kemudian
perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 182
B.26. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Urimessing
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Keluar Kusu-Kusu
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Urimessing
3. Koordinat : -3.722034, 128.186361
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Renoldy Papilaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Air keluar kusu-kusu ini terletak di Negeri Urimessing di Kecamatan Nusaniwe,
Untuk mencapai ketempat ini wisatawan harus melewati anak tangga untuk turun
yang relatif aman, Ketika sampai wisatawan akan disuguhkan dengan
pemandangan kolam besar yang sangat bersih dan jernih. Tempat wisata ini
awalnya hanya diketahui oleh warga sekitar namun seiring waktu tempat wisata
ini mulai diketahui serta dikunjungi wisatawan luar

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki kolam air yang sangat besar dan jernih
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 183
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Desa

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 184
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 185
B.27. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Urimesing
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Spot Diving Mahia
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Urimesing
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Spot Diving Mahia terletak di Negeri Urimesing Kecamatan Nusaniwe juga
memiliki pesona bawah laut yang tidak kalah dengan sejumlah lokasi spot diving
di Kota Ambon, hamparan terumbu karang yang masih terjaga dengan
keindahaannya menjadi daya tarik sendiri bagi para pecinta diving.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


wisata.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Memiliki hamparan terumbu karang yang masih
terjaga
2. Keunikan/ Kelangkaan : Terumbu karangnya menjadi daya Tarik tersendiri
bagi para wisatawan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan dan penataan ruang di sekitar lokasi masih alami dan sangat
berpotensi untuk dikembangkan

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak, berpasir)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 186
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 65 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 45 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlu dilakukan promosi dan pembangunan infrastruktur disekitar lokasi wisata
untuk mendatangkan wisatawan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 187
B.28. KECAMATAN : Nusaniwe
DESA : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tradisi Timba Laor
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa. Latuhalat
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tradisi Timba Laor merupakan tradisi tahunan yang dilakukan di beberapa desa
di Kota Ambon salah satunya di Desa Latuhalat, Laor sendiri merupakan cacing
laut yang dalam bahasa ilmiahnya Lycde Oele dan memiliki kandungan protein
kurang lebih 3x dibanding protein ikan dan mengandung vitamin tertentu,
misalnya B 12, sehingga laor sangat baik untuk dikonsumsi.
Laor muncul dipengaruhi siklus bulan dan matahari pada bulan Maret atau April,
dan muncul hanya setahun sekali. Sehingga tradisi di Ambon, laor muncul setiap
bulan Maret atau April tetapi semua dipengaruhi cuaca dan kondisi air laut. Jika
air pasang dan berwarna keruh maka laor akan muncul. Tradisi 'timba laor'
merupakan tradisi tahunan, tradisi ini tidak hanya dari proses menimba laor tetapi
hingga proses memasak dan disantap bersama-sama dengan warga yang
datang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki tradisi proses timba Laor, yang hanya
dimiliki di Kota Ambon dan Provinsi NTT
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 188
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Desa

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Disekitaran pantai banyak sampah-sampah yang berserakan, sampah tersebut
dari lautan karena terbawa oleh arus sehingga perlu untuk dibersihkan kemudian
perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 189
B.29. KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Latuhalat
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Taman Laut Latuhalat
6. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Desa Latuhalat
7. Koordinat : -3.780376, 128.118256
8. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tempat wisata taman Laut Latuhalat adalah salah satu taman laut yang
berhadapan langsung dengan laut Banda. Hamparan batu karang yang tersebar
di seluruh kawasan taman laut ini serta pasir putih yang mengelilingi bibir pantai
menambah keindahan dan pesona dari taman laut Latuhalat. Sebagai sebuah
tempat konservasi eksosistem bawah laut, penyelam harus berhati-hati agar
tidak merusak terumbu karang yang sedang dijaga kelestariannya oleh
pemerintah setempat. Dilarang menangkap ikan atau menyantapnya di kawasan
tersebut karena kawasan ini diperuntukkan bagi flora dan fauna yang dilindungi.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki aneka koral dan terumbu karang serta
beberapa spesies seperti barakuda, jack dan parrotfish
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 190
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 191
B. 25. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Nusaniwe
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Batu Capeu
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Kel. Nusaniwe
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman laut batu Capeu berdekatan dengan taman laut Amahusu. Lokasi ini
terletak di sebelah utara Jazirah Leitimur atau di kecamatan Nusaniwe. Lokasi
ini berdekatan dengan pusat kota Ambon dan hanya membutuhkan waktu sekitar
5-10 menit untuk mencapai lokasi ini. Aktivitas menyelam di lokasi ini sebaiknya
dilakukan pada musim panas. Cahaya matahari yang menembus sampai
kedalaman laut menimbulkan efek pencahayaan yang sangat menarik bagi ikan-
ikan dan terumbu karang. Jika musim penghujan arus laut dan gelombang
kadang cukup besar dan menghambat aktivitas menyelam di sini.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki aneka koral dan terumbu karang serta
beberapa spesies ikan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia,
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 192
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 40 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintahh Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 193
B.30. KECAMATAN : Nusaniwe
KELURAHAN : Nusaniwe
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Patung Pattimura Pertama
6. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Kel. Nusaniwe
7. Koordinat : -3.712, 128.151
8. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Thomas Matulessy adalah salah satu pahlawan asal Maluku yang namanya
diabadikan dengan didirikannya sebuah Tugu ( Monumen ) untuk mengenang
jasa kepahlawanannya. Pada awalnya Tugu ini bertempat di Lapangan Merdeka
tetapi sekarang di pindahkan di Kelurahan Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe di
depan Museum Kelautan Siwalima.

III. STATUS PENGEMBANGAN : sudah dikembangkan.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Patung Pattimura
2. Keunikan/ Kelangkaan : Patung Pattimura ini awalnya terletak di
Lapangan Merdeka kemudian dipindahkan Museum Siwalima
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan baik, penataan ruang baik dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 194
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Provinsi Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Provinsi Maluku

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 195
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 196
KECAMATAN : Nusaniwe
NEGERI : Negeri Nusaniwe, Desa Seri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Seri
2. Lokasi : Kec. Nusaniwe
Negeri Nusaniwe
3. Koordinat : -3.752, 128.155
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Seri terletak di Kecamatan Nusaniwe di Desa Seri, Pantai Seri memiliki
air laut yang jernih dan dihiasi oleh bebatuan yang indah disekitar pantai
sehingga menjadikan perpaduan yang indah. Pantai Seri merupakan tempat
yang tepat untuk wisatawan yang ingin melihat pemandangan yang indah serta
mengabadikan foto-foto yang bagus. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari
Pantai Pintu Kota maka Pantai Seri wajib dikunjungi oleh wisatawan yang
datang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan / Potensial /


Menjadi paket kunjungan wisata

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pemandangan Pantai Seri yang indah ditambah
bebatuan disekitar pantai yang membuatnya berbeda dengan pantai-pantai
lainnya

2. Keunikan/ Kelangkaan : Perpaduan antara air laut yang jernih dan


bebatuan yang indah disekitar pantai

3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:


Kondisi Lingkungan disekitar Pantai Seri cukup baik, Penataan Ruang di
sekitar Pantai Seri belum tertata dengan baik, Belum dilakukan
pengembangan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 197
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tidak Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) : Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara / Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 198
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Pantai Seri memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, hanya saja
belum ada sarana fasilitas yang mendukung disekitar lokasi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 199
C.1. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Honipopu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Masjid Jamee
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Honipopu
3. Koordinat : -3.697247, 128.177378
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Religi)

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Mesjid Jame merupakan masjid yang tertua di Kota Ambon yang dibangun
pada tahun 1860 di atas sebidang tanah wakaf (pemberian) dari keluarga
Khoril. Mesjid Jame merupakan tempat berkumpulnya umat Islam yang
sedang melakukan ibadah. Pada masa penjajahan jepang dan
pemberontakan RMS, bangunan tersebut lolos dari kehancuran, maka
bangunan masjid ini sudah temasuk bangunan bersejarah dan purbakala.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Bangunan Mesjid
2. Keunikan/ Kelangkaan : dikatakan unik karena masjid ini merupakan
masjid tertua di Kota Ambon dengan gaya arsitektur tradisional
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
mesjid ini berada di lingkungan yang strategis di pusat kota dilengkapi
dengan penataan yang memadai.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 200
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia (tergabung dengan Masjid Al-
Fatah)
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : masjid ini dikelola oleh pengurus
mesjid
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : masjid ini harus terus dijaga dan
dilindungi karena masjid ini adalah masjid tertua di Kota Ambon.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 100 orang perhari
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Yayasan Masjid

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 201
XI. ASPEK CHSE
5. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
6. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
7. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
8. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Mesjid jamee ini adalah salah satu masjid tertua di Kota Ambon, sehingga
terkadang yang menjadi permasalahan yang mendasar adalah pendanaan
untuk merenovasi masjid tersebut

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 202
C.2. KECAMATAN : SIRIMAU
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
[Link] DTW : Benteng Victoria
[Link] : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
[Link] : -3.692519, 128.182359
[Link] DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Benteng ini di bangun pada tahun 1575 oleh Portugis. Batu pertama dari benteng
di pantai Honipopu diletakan oleh seorang panglima armada Portugis di perairan
Maluku. Sancho de Vasconcalos pada tanggal 23 Maret 1575 dan dalam waktu
3 bulan tembok dan menara menaranya telah dibangun lengkap dengan
sejumlah rumah di dalamnya. Benteng ini di kuasai Portugis selama sekitar 30
Tahun hingga pada tanggal 23 Maret 1605 benteng ini jatuh ke tangan VOC
tanpa pertempuran namun baru pada tahun 1614 bentang tersebut berganti
nama menjadi “Victoria” (kemenangan) sebagai peringatan atas kemenangan
Belanda atas Portugis.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA

1. Daya Tarik Utama : Daya tariknya adalah dari bangunan yang


berarsitektur jaman belanda dan berada di dalam kantor militer
(Detasemen Kavaleri)
2. Keunikan/ Kelangkaan : keunikannya adalah bentuk bangunan Tua yang
kokoh

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 203
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi lingkungan yang bersih, rapi dan terjaga ketat karena berada di
tengah – tengah kantor militer

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Hotmix)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 204
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : KODAM XVI PATTIMURA
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Sangat Baik, hanya akses untuk
masuk ke objek sangat terbatas

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 25 0rang perhari
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Provinsi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Tidak ada permasalahan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 205
C.3. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Amantelu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Cristina Martha Tiahahu
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Amantelu
3. Koordinat : -3.687365, 128.192297
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Martha Christina Tiahahu adalah salah seorang Pahlawan Wanita
[Link] membantu ayahnya didalam pertempuran melawan Belanda
pada awal abad ke-18 Martha Christina menyaksikan ayahnya ditangkap
Belanda dan dihukum mati di pulau kecil Nusalaut. Ia kemudian dititipkan
oleh Belanda kepada seorang guru sekolah tetapi ia melarikan diri dan
bergabung dengan pejuang-pejuang teman ayahnya. Ia kemudian ditangkap
oleh Belanda dan di bawa kepulau Jawa untuk dipekerjakan di perkebunan
teh dan kopi. Di atas kapal dia menolak semua pemberian makanan dan
minuman hingga akhirnya pada tanggal 2 Januari 1818 Martha Christina
Tiahahu meninggal dunia dalam usia 18 tahun, jasadnya di lepas dilaut
Banda. Setiap tahun pada tanggal tersebut dilaksanakan upacara tabur
bunga dilaut Banda untuk mengenang jasa kepahlawanan Martha Christina
Tiahahu.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Patung Martha Christina Tiahahu
2. Keunikan/ Kelangkaan : Pemandangan Kota Ambon dari daerah
Monumen yang indah

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 206
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan
Pengembangan: Tugu ini terletak di lingkungan yang tenang dan asri
serta tertata dengan rapi

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmis)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi :Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih :Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi :Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM :Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pain Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 75 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya (pengecualian kalau ada event)

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : dikelola oleh Pemerintah Daerah Provinsi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Tugu ini merupakan salah satu
monument bersejarah bagi masyarakat Kota Maluku, hanya saja perlu
ditertibkan pasangan muda mudi yang sering berpacaran di sekitar tugu
tersebut

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 207
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20 - 50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Provinsi Maluku

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 208
C.4. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Rijali
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Makam Joseph Kham
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Rijali
3. Koordinat : -3.694553,128.188620
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Makam Joseph Kam terletak di halaman gereja Josep Kam di bekas
pekuburan Belakang Soya. Josep Kam dikenal sebagai julukan Rasul
[Link] tahun 1815 Josep Kam tiba di Ambon sebagai salah seorang
Rohaniawan yang diutus oleh Belanda ke Ambon. Pada saat itu ia berumur
45 tahun dan ia merupakan salah satu pendeta di wilayah Maluku bahkan
di seluruh Indonesia Timur. Pada Tahun 1815-1816 ia mengadakan
perjalanan pemberitahuan firman dan mengadakan perjalanan rohani serta
membuka perkumpulan-perkumpulan doa sehingga orang-orang yang
sudah beragama Kristen dapat berkumpul. Ini merupakan salah satu alat
baginya untuk membangun kembali gereja di Maluku.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Makam bersejarah
2. Keunikan/ Kelangkaan : Kesamaan nama dari makam Joseph
Kam dengan Gereja Joseph kam dimana makam tersebut berada

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 209
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan
Pengembangan: Makam ini berada di lingkungan yang strategis

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia (dari Gereja)
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia (dari Gereja)
10. Air Bersih : Tersedia (dari Gereja)
11. Tempat Sampah : Tersedia di beberapa titik lokasi
gereja
12. Sarana Wifi : Tersedia (dari Gereja)
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
6. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 210
Jarak tempuh dari Bandara : 75 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : makam ini dikelola oleh Pihak Gereja
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Makam ini memberikan aspirasi
baik dan menambah pengetahuan tentang ajaran agama bagi masyarakat

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20 orang perhari
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal / Wisatawan
Nusantara / Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XIII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 211
C.5. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Ahusen
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Trikora
2. Lokasi : Kecamatan Sirimau
Kelurahan Ahusen
3. Koordinat : -3.698441,128.180124
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tugu Trikora merupakan salah satu ikon Kota Ambon yang terletak persis di
jantung kota. Tugu ini didirikan pada tahun 1962 dalam rangka memperingati
keberhasilan Indonesia merebut kembali Irian Barat dari cengkeraman kolonial
Belanda ke pangkuan ibu pertiwi. Trikora adalah singkatan nama dari Tri Komando
Rakyat.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Tugu Trikora
2. Keunikan/ Kelangkaan : Berada di tengah kota
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Tugu Trikora yang berlokasi di tengah jalan raya dan berada di perempatan
ini harus diperhatikan lagi apabila akan dikembangkan lagi.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan :Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi :Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 212
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek :Tidak tersedia
3. .Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi:
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum

5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –


Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Lokasi ini dikelola oleh Pemerintah
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sangat menyambut
baik perubahan tugu trikora yang telah diberi aksen air mancur untuk
memperindah lokasi tersebut

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 2-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 213
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

5. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 214
C.6. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Kelurahan Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW :Tugu Pattimura
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
3. Koordinat :-3.693074,128.183681
4. Jenis DTW :Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tugu Pattimura didirikan untuk mengenang Pahlawan Nasional Thomas
Matulessy yang bergelar Pattimura letaknya dipersimpangan jalan Slamet
Riayadi jalan Imam Bonjol dan jalan Pattimura.
Pattimura berasal dari pulau Saparua. Ia bangkit melawan penjajah Belanda
pada tahun [Link] berhasil menggempur Benteng Pertahanan
Belanda Duurstede yang kuat di pulau Saparua dan kemudian mengambil alih
benteng tersebut dengan membunuh semua pasukan serta masyarakat
Belanda yang berada di dalamnya, kecuali dibiarkan hidup putra Residen van
Den Berg yang masih kanak kanak.
Pattimura kemudian dikhianati oleh salah seorang Raja di Saparua dan
bersama beberapa anggota pasukannya dia serahkan kepada penguasa
Belanda dan dibawa ke Ambon untuk diadili dan dihukum gantung. Tugu
Pattimura didirikan di atas tempat dimana dia bersama beberapa orang
temannya di hukum gantung.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 215
IV. DAYA TARIK WISATA
1. Daya Tarik Utama : patung yang berdiri dilokasi yang ramai aktifitas
masyarakat
2. keunikan/ Kelangkaan : Patung yang dilengkapi dengan parang dan
salawaku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Letak yang stategis sehingga mudah dijangkau oleh pengunjung

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia dan Memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
[Link] Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
[Link] Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
[Link] Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
[Link] Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia Atraksi baik Musik Budaya (bila ada event)

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Kota Ambon
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sangat Mengapresiasi
Tugu Pattimura ini karena akan selalu dikenang jasa Pattimura

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 216
IX. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Kota Ambon

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Ada 2 Patung Pattimura di Kota Ambon (Pattimura park dan Museum
Siwalima)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 217
C.7. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tempayang Soya
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negri Soya
3. Koordinat : -3.712006,128.221042
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Desa Soya merupakan salah satu desa di Kota Ambon yang terletak di ketinggian
400 meter di atas permukaan laut pada lereng gunung Sirimau. Desa ini indah dan
penuh tumbuhan yang hijau dan udara pegunungan yang sejuk dan di penuhi
aroma cengkeh, pala dan buah-buahan lainnya.
Di desa ini juga ada cerita misterius bercampur legenda dan mitos tentang cerita
Putri Raja Soya yang bernama Luhu cerita tentang “Nenek Luhu” itu masih tetap
diceritakan secara turun temurun. Mitos ini ini berawal pada zaman penjajahan
putri raja Soya yang bernama Luhu jatuh cinta pada seorang Perwira Belanda,
namun pernikahan mereka tidak disetujui sang ayah. Akibatnya putri luhu
membunuh dirinya. Arwahnya tidak pernah menemukan kedamaian dan kerap
kembali ke Soya untuk menculik laki laki sebagai suami yang tidak pernah ia kawini
atau anak anak yang tidak pernah ia peroleh, setelah beberapa hari barulah korban
penculikan di temukan kadang masih hidup atau sudah mati.
Bila masih hidup maka korban itu berada dalam alam bawah sadar dan untuk
menyembuhkannya, maka Raja Soya memberikan segelas air minum, setelah
sadar korban sudah lupa pada apa yang menimpanya.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 218
IV. DAYA TARIK WISATA
1. Daya Tarik Utama : Satu – satunya objek wisata yang berjenis
Porselin yang dibuat dari tanah liat dan hanya berada di negeri soya, dan Air
dari dalam Tempayang ini dipercaya bias menjadi air obat
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tempayang ini tidak pernah kering airnya.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Tempayang Soya ini terletak tidak jauh dari lokasi gereja Tua soya, dengan
kondisi lingkungan yang rimbun tumbuhan.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Jalan setapak)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Tidak bisa terjangkau dengan semua jenis kendaraan (berjalan kaki)
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 70 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 219
VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sekitar sangat
menjaga, menghargai dan melestarikan keberadaan tempayang tersebut

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Kurang Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Saat hujan akses jalan menuju ke situs Tempayang Soya ini sangat tidak
memadai.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 220
C.8. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Pandan Kasturi
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Makam Australia
2. Lokasi : Kecamatan Sirimau
Kelurahan Pandan Kasturi
3. Koordinat : -3.674947,128.191940
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pekuburan ini adalah sebuah taman indah dengan rerumputan yang hijau dan
tumbuhan berwarna-warni serta pohon pohon hijau yang rindang. Lebih dari 2000
serdadu Australia, Holland, India dan New Zealand dimakamkan di tempat
peristirahatan mereka yang terakhir di sini. Mereka gugur semasa perang dunia
Ke II di Maluku dan Sulawesi. Ke 30 serdadu India yang beragama Muslim dan
Hindu di makamkan secara terpisah. Hampir seluruhnya gugur dalam usia yang
masih mudah ( 20 tahun ).

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam proses pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata budaya dan sejarah (makam)

2. Keunikan/ Kelangkaan : Lokasi makam yang tertata rapih dan memiliki


hamparan padang rumput yang indah.

3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:


Makam Australia ini terletak di lokasi yang stategis dengan penataan ruang
yang baik sehingga menarik banyak perhatian pengunjung.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 221
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 222
VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Inggris
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Asumsi masyarakat bahwa lokasi
ini sangat baik dan sangat indah.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 10-20 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Inggris

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

5. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 223
C.9. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Pandan Kasturi
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Makam Pahlawan
2. Lokasi : Kecamatan Sirimau
Kelurahan Pandan Kasturi
3. Koordinat : -3. 675513,128.190432
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


III. Monumen pahlawan Kapahaha tempat pemakaman para pahlawan yang gugur di
medan [Link] 707 makam yang ada di lokasi ini, diantaranya pahlawan
nasional dan Pahlawan Daerah yang turut serta dalam pertempuran di berbagai
lokasi.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 224
Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

IV. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

V. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Makam bersejarah
2. Keunikan/ Kelangkaan : Lokasi ini unik karena hanya berstatus
pahlawanlah yang bias dimakamkan di tempat ini
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lokasi ini di dukung oleh lingkungan yang memadai dan tenang dengan
penataan ruang yang strategis.

VI. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia ( di kantor ) / Tidak
5. TersediaHotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VII. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 225
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VIII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

IX. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Provinsi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Lokasi ini sangat baik dan menjadi
kebanggan bagi masyarakat maluku

X. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : tidak bisa diprediksi
dikarenakan tidak terbuka untuk umum
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

XI. INVESTASI / KEPEMILIKAN


Milik Pemerintah Provinsi

XII. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memada
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XIII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 226
C.10. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Kelurahan Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DT : Gong Perdamaian Dunia
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
3. Koordinat : -3.693067,128.181182
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Gong Perdamaian Dunia( world Peace Gong ) merupakan satu- satunya sarana
persaudaraan dan pemersatu umat manusia di seluruh planet bumi. Maluku
merupakan daerah yang pernah dilanda konflik kemanusiaan yang terprovokasi
agama dan selama kurang lebih 4 Tahun tidak aman, namun setelah konflik,
keadaan Maluku langsung damai sehingga Dewan Senator The Word peace
Commite menempatkan Indonesia Khususnya daerah Maluku Dan lebih khususnya
Kota Ambon sebagai tempat “Gong Perdamaian Dunia “ke 35. Alasan
ditetapkannya Maluku khususnya Kota Ambon sebagai salah satu daerah
ditempatkannya “ World Peace Gong “ adalah karena
1. Maluku merupakan salah satu daerah yang pernah dilanda konflik
2. Keadaan Maluku setelah konflik cepat aman dan damai
3. Dalam segala aspek, Maluku pada umumnya dan secara khusus Kota Ambon
berkembang cukup pesat , baik secara ekonomi, politik, olah raga, kebudayaan,
serta pergaulan internasional
4. Sebagai pemersatu umat manusia.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Daya Tarik Gong Perdamaian ini berada pada
gongnya yang terdapat gambar bendera seluruh Negara.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 227
2. Keunikan/ Kelangkaan : Gong Perdamaian Dunia hanya terdapat di
beberapa Kota saja di dunia.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Lokasi Gong ini berada di tengah kota dan cukup tertata dengan baik.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu – Rambu
Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

6. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya (kecuali ada event)

7. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Provinsi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat sangat menghargai
dan menjaga salah satu icon kota ambon ini dan masyarakat juga bangga
memilikinya

8. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tercatat

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 228
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

9. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Provinsi

10. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

5. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 229
C.11. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Tua Soya
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negri Soya
3. Koordinat :-3.710292,128.213864
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021


II. DESKRIPSI DESTINASI
Gereja Tua di Negeri Soya diperkirakan dibangun pada tahun 1546. Gereja ini
pernah diperluas dan direnovasi menjadi bangunan permanen oleh
[Link] Rehatta di tahun 1876. Renovasi kedua dilakukan oleh Leonardo
Lodiwijk Rehatta pada tahun 1927 dan pemerintah Indonesia yang memugarnya
pada tahun 1966. Gereja ini kemudian direnovasi kembali pada tahun 2002.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Gereja tua yang termasuk salah satu peninggalan
Portugis
2. Keunikan/ Kelangkaan : Desain Gedung gereja yang masih asli.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisinya baik dan berada di tengah – tengah hunian masyarakat dan tidak ada
kemungkinan untuk dikembangkan lagi karena dijadikan benda cagar budaya.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 230
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek: Tersedia (Paving Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Gereja

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 231
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat tetap menjaga
keaslian bentuk dan tidak boleh merubah bentuk gereja.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-30 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN

Milik Gereja

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


1. Belum adanya Restorant dan café
2. Belum ada Toko souvenir
3. Belum ada tersedia Homestay

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 232
C.12. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Batu Merah
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Sanggar Hatukau
2. Lokasi : Kecamatan
Negeri Batu Merah
3. Koordinat : -3.687296,128.189709
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Sanggar Hatukau

II. DESKRIPSI DESTINASI


Sanggar Hatukau ini didirikan tahun 2014 dengan jumlah personil sebanyak 34
orang, dan jumlah personil ini merupakan personil tetap hingga saat ini. Sanggar
Hatukau ini meliputi Sawat sebanyak 12 orang, hadrat sebanyak 16 orang dan
tarian sawat sebanyak 8 orang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangannya sanggar


Hatukau ini hadir dengan memberikan warna yang berbeda bagi pecinta musik
daerah.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Atraksi Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Atraksi Budaya Islami yang dilestarikan.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisinya baik dan berada di tengah – tengah hunian masyarakat serta mudah
dijangkau

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 233
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu – Rambu
Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia Atraksi baik Musik / Budaya pada saat latihan dan persiapan pentas

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Bpk. Usman Ipaenin
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
sanggar music dan tarian ini.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-15 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Komunitas Budaya Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 234
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 235
C.13. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pattimura Park (Air Mancur)
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kelurahan Uritetu
3. Koordinat : -3.693074,128.183681
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman Pattimura Kota Ambon diresmikan oleh Walikota Ambon, Bpk. Richard
Louhenapessy setelah melalui tahapan revitalisasi beberapa waktu lalu. Taman
Pattimura ini di dalamnya ada air mancur menari dengan hiasan gitar. Peresmian
taman ini bertepatan dengan HUT ke-444 Kota Ambon, 7 September 2019. Taman
pattimura ini dijadikan salah satu ikon Kota Ambon dalam menjemput tahun
kunjungan Ambon 2020 dan juga merupakan Ikon Ambon Kota Musik dunia.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Lokasi ini berada di pusat keramaian
2. Keunikan/ Kelangkaan : Taman ini dilengkapi dengan air mancur menari
dan bersuara yang bisa mengeluarkan musik.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisinya baik dan berada di tengah – tengah keramaian dan aktifitas
masyarakat serta mudah dijangkau.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 236
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Pavin Block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu – Rambu
Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya (pengecualian kalau ada event)

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Kota Ambon
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
Pattimura Park yang dilengkapi dengan air mancur menari. Asset ini harus
dijaga dan dirawat

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Ada Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 50 - 200 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Kota Ambon

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 237
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 238
C.14. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Studio RR
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negeri Soya
3. Koordinat : -3.705472,128.
4. Jenis DTW : Wisata Musik

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Studio adalah suatu tempat dimana seseorang seniman bekerja. Studio bisa
digunakan untuk banyak hal,seperti membuat foto,film,acara TV,atau [Link]
ini dari bahas Latin Studium yang berarti amat menginginkan sesuatu. RR Studio
ini beralamat di Soya. RR Studio memiliki alat musik yang sangat lengkap dan
menjadi salah satu studio yang mempunyai kualitas yang sangat baik.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Musik
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki perlengkapan Alat music yang lengkap
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Warung makan di sekitar lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 239
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Musik

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 240
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Memerlukan Petunjuk Arah atau rambu-rambu jalan untuk masuk ke RR Studio.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 241
C.15. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Rijali
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Les Moluccans cafe and bar
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kel. Rijali
3. Koordinat : -3.688,128.187
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Sumber: Les Moluccans cafe and bar

II. DESKRIPSI DESTINASI


Les Moluccans café and bar terletak di kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Kota
Ambon. Les Moluccans cafe and bar Ambon merupakan café yang membuka
ruang bagi musisi dan seniman di kota Ambon itu untuk berkarya atau
mengekspresikan kemampuan musikalitas terutama untuk genre hip-hop, Selain
itu Les Moluccans café and bar menyediakan makanan dan minuman tradisional
khas Maluku seperti papeda dan sopi.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


4. Daya Tarik Utama : Café yang menjadi ruang bagi musisi dan
seniman khususnya yang bergenre hip-hop
5. Keunikan/ Kelangkaan : Menyediakan makanan dan Minuman tradisional
khas Maluku
6. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 242
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Musik

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 243
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 244
C.16. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Rumphius
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.697, 128.185
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


George Everhard Rumphius, seorang peneliti keturunan Jerman, warga negara
Belanda di bidang fauna dan flora yang pernah tinggal di Ambon antara tahun
1660 - 1670. Ia mengadakan penelitian di desa Hila semenanjung Leihitu dan
tinggal di samping Benteng Amsterdam. Salah satu karyanya yang terbesar
adalah sebuah buku yang berjudul "Het Ambonsch Kruidboek" (Buku rempah-
rempah Ambon). Buku ini menguraikan secara ilmiah tentang tumbuh-tumbuhan
yang ada di Maluku.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sejarah mengenai George Everhard Rumphius
peneliti dari Belanda yang pernah tinggal di Ambon pada tahun 1660-1670
2. Keunikan/ Kelangkaan : George Everhard Rumphius memiliki kisah yang
menarik yaitu orang Eropa yang mempunyai ketertarikan untuk mempelajari
alam Nusantara dan menghasilkan kary di tengah keterbatasan
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar tertata
dengan baik, dan belum dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 245
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau dengan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Katholik
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja Katholik

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 246
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Karena berada di area sekolah sehingga Monumen Rumphius ini kurang dikenal
oleh masyarakat, padahal Rumphius sendiri memiliki kisah yang menarik untuk
di telusuri.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 247
C.17. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Perpustakaan Rumphius
6. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
7. Koordinat : -3.697915,128.185
8. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Nama Georgius Everhardus Rumphius tak banyak dikenal di Nusantara. Peletak
dasar ilmu taksonomi ini menyusun buku Herbarium Amboinense dengan kedua
mata dalam keadaan buta. Buku yang diselesaikan pada 1695 di Ambon itu
dirahasiakan selama 40 tahun. Rumphius lahir di Jerman pada 1627. Pada 1653,
ia tiba di Ambon, Maluku, sebagai serdadu Perserikatan Dagang Hindia Timur
(VOC). Pada era 1650-an kerap meletus pemberontakan orang-orang lokal
terhadap kolonial Belanda.
Cintanya pada dunia flora dan fauna Maluku kian menjadi-jadi. Rumphius terus
mengamati dan mencatat. Ia banyak dibantu istrinya yang bernama Susanna dan
anak-anak mereka. Kelak, Rumphius menamai salah satu anggrek di Maluku
dengan nama istrinya.
Tenggelamnya nama Rumphius di Ambon dan Maluku pada umumnya juga tidak
lepas dari minimnya publikasi. Pemerintah daerah hampir nyaris sama sekali
tidak mengangkat nama Rumphius. Kenangan Rumphius hanya dapat
ditemukan di sebuah prasasti usang di sudut halaman SMA Xaverius di Jalan
Pattimura, Kota Ambon.
Selain itu, ada perpustakaan Rumphius yang didirikan oleh mantan Uskup
Amboina, mendiang Mgr Andreas Sol MSC, di kompleks Katedral Ambon.
Prasasti ataupun perpustakaan merupakan inisiatif dari pihak Gereja Katolik
setempat.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki Perpustakaan mengenai Rumphius
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 248
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Keuskupan Amboina

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 249
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 250
C.18. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kuliner Nasi Kuning Bagadang
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.697141,128.178
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

II. DESKRIPSI DESTINASI


Bila sedang berkunjung ke Kota Ambon, maka sempatkanlah untuk mencicipi
nasi kuning bagadang khas Ambon yang banyak tersedia diseputaran Kota
Ambon. Nasi Kuning merupakan makanan yang sering dimakan pada saat
kuliner malam, lauknya sendiri terdiri dari ikan, ayam, telur, perkedel kentang
hingga dendeng rusa. Biasanya nasi kuning mulai dijual dari pukul 18.30 WIT
hingga tengah malam sehingga disebut nasi kuning bagadang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Buatan
2. Keunikan/ Kelangkaan : Wisata Kuliner pada saat malam yang dijual
sampai tengah malam sehingga disebut nasi kuning bagadang
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 251
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Kuliner

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 252
C.19. KECAMATAN : Sirimau
DESA : Batu Merah
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Air Besar
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Desa Batu Merah
3. Koordinat : -3.690,128.222
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pulau Ambon menyimpan berbagai keindahan yang tidak ada habisnya.
Ternyata selain destinasi pantai, ada air terjun eksotis yang tidak kalah cantik,
salah satunya yaitu Air Besar,tempat wisata yang berada ditengah kota ambon
yang sama warga sekitar biasanya disebut [Link] menempuh perjalanan
sekitar 20 menit menggunakan kendaraan bermotor dari Kota Ambon menuju
arah kebun cengkeh,kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri
sungai sekitar 10 menit,sepanjang perjalanan menuju air terjun, pengunjung
akan menjumpai dengan ibu –ibu yang sedang mencuci pakaian dan keceriaan
anak-anak sekitar yang sedang bermain dengan jernihnya air sungai. Rasa lelah
anda akan terbayarkan dengan pemandangan aie terjun yang alami serta jernih
suara gemercik air yang dipadukan dengan suara burung-burung disekitar.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki 7 (Tujuh) tingkat air terjun
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 253
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Warung makan di sekitar lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia namun tidak memadai
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Batu
Merah
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 254
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Tempat pemandian di Arbes ini perlu adanya tempat sampah yang memadai,
karena aktifitas mencuci di warga sekitar tidak membuang sampah ke tempat
sampah melainkan membuangnya di sekitar kali dan juga toilet disekitar Arbes
harus diperbaiki.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 255
C.20. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tradisi Cuci Negeri Soya
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Negeri Soya
3. Koordinat : -3,710/128.213
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Cuci Negeri Soya setiap tahunnya dilaksanakan pada minggu kedua bulan
Desember, dengan serangkaian acara adat lainnya, diantaranya Pembersihan
Negeri, Naik ke Gunung Sirimau, Upacara Adat Cuci Negeri, Cuci Air (Wai
Werhalouw dan Unuwei) dan Masuk Kain Gandong.
Upulatu Soya dalam petuahnya menyampaikan, Adat Cuci Negeri merupakan
Tradisi Masyarakat Negeri Soya yang harus terus dilestarikan. Merupakan tradisi
yang sudah berlangsung dari tempo dulu hingga kini dan kepada generasi
berikutnya.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Tradisi cuci negeri yang dilaksanakan setiap
tahun
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tradisi cuci negeri hanya bisa di dapati di Maluku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami dan asri, Penataan Ruang di
sekitar sudah di tata dengan baik dan Sudah dilakukan pengembangan lebih
lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 256
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 50 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Prosesi Cuci Negeri Soya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Soya
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara dan Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Soya

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 257
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dilakukan promosi lagi agar memancing kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 258
C.21. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Slamet Riyadi
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.692658,128.182
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi merupakan pahlawan nasional yang
lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 26 Juli 1927 dan gugur di Ambon pada 4
November 1950 pada usia 23 tahun. Setelah Jepang menggantikan Belanda,
Riyadi menempuh pendidikan di Sekolah Pelaut yang dikelola oleh Jepang dan
bekerja untuk mereka setelah lulus. Riyadi kemudian meninggalkan tentara
Jepang menjelang akhir Perang Dunia II dan membantu mengobarkan
perlawanan. Pada tahun 1950, setelah berakhirnya revolusi Slamet Riyadi dikirim
ke Maluku untuk memerangi RMS. Setibanya di Ambon tepatnya di depan
Benteng New Victoria, pasukan Riyadi diserang oleh pasukan RMS. Pada 4
November, Slamet Riyadi tertembak dan mengalami luka serius. Setelah
dilarikan ke rumah sakit kapal, Riyadi gugur diatas kapal dimakamkan di Tulehu.
selanjutnya menjelang beberapa tahun kemudian makamnya dipindahkan di
Taman Makan Pahlawan Kapaha.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sejarah mengenai Brigadir Jenderal Ignatius
Slamet Riyadi
2. Keunikan/ Kelangkaan : Berada dekat dengan Benteng Victoria sehingga
wisatawan dapat mengunjungi kedua objek wisata secara bersamaan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 259
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah di
tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan lebih
lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Kodam 16 Pattimura
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : -

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 260
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Kodam 16 Pattimura

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 261
C.22. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Patung Fransiskus Xaverius I
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.696912,128.185
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pada tanggal 1 Januari 1546, seorang misionaris Katolik yang berasal dari
Spanyol tiba di Ambon, kawasan Hindia Portugis pada masa itu. Sosok dengan
perawakan tinggi kurus ini baru saja melakukan perjalanan jauh dari misinya di
Srilanka. Meskipun hanya tinggal sebentar di kota Ambon namun ia banyak
meninggalkan kesan baik di Ambon. Ia dikenal begitu dekat dengan masyarakat
setempat dan mengenalkan kasih Tuhan yang tidak berkesudahan kepada para
penduduk lokal, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk dibaptis dengan
iman Katolik layaknya sang Misionaris. Kisah ini adalah salah satu tonggak
sejarah awal Gereja Katolik di Indonesia dan pria Misionaris ini adalah seorang
Santo yang hingga kini kita kenal sebagai Santo Fransiskus Xaverius.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki Patung Fransiskus Xaverius
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 262
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 263
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Keuskupan Amboina

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 264
C.23. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.697714,128.185
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Memasuki Katedral kita akan melihat bangunan kokoh dengan pilar-pilar yang
menjulang tinggi, mengabadikan nama seorang misionaris legendaris. Santo
Fransiskus Xaverius adalah seorang misionaris yang datang tahun 1546 dan
membawa agama Katolik masuk ke Maluku.
memasuki pintu gerbang Katedral yang tidak terlalu tinggi, pandangan langsung
tertuju dengan arsitektur bagunan utama gereja yang bergaya Eropa dan
terdapat 12 patung para rasul, makna dari Katedral ini, dengan patung 12 rasul
terdapat pula patung Santo Fransiskus Xaverius yang berdiri di tengah.
Kemudian posisi paling atas dari 13 patung itu, ada patung Yesus, Raja dari
Segala Raja. Yang memiliki makna bahwa mereka yang sungguh berjasa dalam
pembangunan Gereja Universal tetapi juga untuk pembangunan Gereja Lokal.
Halaman Katedral Ambon disajikan dengan kemegahan bangunan utama Gereja
dan ketika melihat di samping halaman terdapat relief berwana emas beralaskan
marmer ini menceritakan sejarah Katolik di Maluku.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/Kelangkaan : Memiliki relief yang menceritakan sejarah
masuknya Agama Katolik di Maluku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 265
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Katolik St. Fransiskus
Xaverius
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat tampak dari
keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar objek
wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 266
C.24. KECAMATAN : Sirimau
KELURAHAN : Uritetu
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Maranatha
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Kel. Uritetu
3. Koordinat : -3.693820,128.183
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Gereja Maranatha merupakan salah satu gereja dan tempat ibadah terbesar di
Kota Ambon. Gereja ini menyediakan tempat ibadah umat kristiani, untuk
melakukan ibadah setiap hari minggu dan pada hari raya besar seperti Paskah
dan Natal. Gereja Maranatha memiliki ciri khas bangunan yang sejuk dengan
sejarah gereja di Kota Ambon yang kuat sehingga menjadi tempat ibadah bagi
umat Kristen di Kota Ambon.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Merupakan salah satu gereja terbesar di Kota
Ambon
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 10 meter dari lokasi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 267
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tersedia, 1km dari lokasi
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Protestan Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Gereja Protestan Maluku

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 268
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 269
C.25. KECAMATAN : Sirimau
DESA : Soya
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gunung Sirimau
2. Lokasi : Kec. Sirimau
Desa Soya
3. Koordinat : -3.711,128.220
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Gunung Sirimau terletak di desa Soya yang berada dalam wilayah kota Ambon,
letaknya cukup tinggi 600 m dari permukaan laut. Dari gunung ini kita bisa melihat
teluk Ambon yang indah karena pemandangan pantainya dengan pasir putih dan
nyiur melambai tertiup angin. Asal nama Sirimau bermula dari salah satu
keluarga yang bermukim di atas gunung menjamu tamu dengan ramah dan
menawarkan siri kepada tamu, katanya : “ Mau Siri? Jawab tamu : “Siri mau”.
Dari percakapan tanya jawab tersebut maka kata Sirimau digunakan sebagai
nama gunung di desa Soya. Gunung Sirimau mempunyai daya tarik tersendiri
karena hawa sejuk di pagi hari dirasakan sama dengan hawa di [Link]
terdapat pula tempat duduk Upu Latu Raja Soya berupa batu yang berbentuk
dolmen serta tempayan Soya yang memiliki nilai mistik. Konon air dari tempayan
tersebut tidak pernah kering meski diambil terus menerus meskipun pada saat
kemarau panjang

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sementara dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Dapat melihat pemandangan Teluk Ambon dari
ketinggian
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar sudah
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Warung makan di sekitar lokasi
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia dan cukup memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 270
11. Tempat Sampah : Tersedia namun tidak memadai
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri Soya
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 30-50 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Soya

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 271
C.25. KECAMATAN : Sirimau
NEGERI : Batu Merah
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tugu Siliwangi
2. Lokasi : Kec. SIrimau
Negeri Batu Merah
3. Koordinat : -3.684,128.187
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tugu siliwangi merupakan monumen peringatan dalam rangka penumpasan
RMS di Maluku khususnya di Ambon, Pada tanggal 29 Desember 1949 battalion
siliwangi 1513 yang dipimpin Komandan Batalion Mayor Lukas tiba di Batu
Merah, kemudian Pasukan TNI –AD dari arah Tulehu dan pasukan dari Kapal
Perang RI LST yang mendarat di Pantai Ongko Liong kurang lebih 300 meter
Utara Tuguini yang dipimpin oleh Panglima Operasi Ambon Kolonel Kaliwarang
.
Panglima operasi Kolonel Kaliwarang bersama pasukan di jemput di tempat
pendaratan oleh Nur Hatala dengan bendera merah putih dan mengantar mereka
kekediaman yang kemudian dipakai sebagai pusat komando operasi. Sementara
di kediaman Bapak Raja sekarang dijadikan staf operasi di bawah pimpinan
Letnan Kasiran di bantu beberapa perwira lain.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sejarah mengenai penumpasan RMS di Maluku
2. Keunikan/ Kelangkaan : Tugu yang menjadi saksi sejarah penumpasan
RMS di Maluku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Kondisi Lingkungan disekitar sangat baik, Penataan Ruang di sekitar sudah di
tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan lebih
lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 272
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 273
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 274
D.1. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pohon Beringin Tokai
2. Lokasi : Kecamatan
Negeri Tawiri
3. Koordinat : -3.691150,128.110208
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Sebuah Monumen di buat oleh tentara jepang sebagai tugu peringatan. Kata Tokai
berasal dari bahasa Jepang yang berarti timur, sehingga beringin tokai berarti
beringin timur atau biasa disebut Taman Baringin. Pohon beringin ini ditanam oleh
pemerintah Jepang melalui salah seorang pilot pesawat kamikaze veteran perang
dunia ke II dari Jepang bernama Mr Tokura yang juga mempunyai perusahan
konstruksi di Jakarta yakni Tokura Co. Pohon beringin Tokai di tanam pada tanggal
6 Juli 1945 selain untuk mengenang para tentara Jepang yang gugur di tempat
tersebut karena dibom sekutu,juga untuk mengenang dua kapal induk raksasa milik
angkatan laut kerajaan Jepang yang terjebak di kepulauan Mesopotania dan di
hancurkan oleh sekutu pada tanggal 6 Juli 1945.

Sebelum pohon beringin di tanam terlebih dahulu ditanam dokumen berisi nama-
nama tentara jepang yang gugur di tempat tersebut, baru diatasnya ditanam
beringin tokai. Alasan lain mengapa pohon beringin tokai ini ditanam adalah pohon
beringin merupakan lambang pemerintahan Jepang yang sekarang berkuasa saat
itu yaitu Partai Demokrsi Liberal (LPD). Lokasi pohon beringin dahulua dalah tempat
tinggal seorang ahli perikanan Jepang Prof. Dr. Gohara yang datang ke Ambon
pada tahun 1927 yang mengadakan penelitian di sekitarPulau Ambon dan
membangun sebuah pabrik pengalengan ikan terbesar di Asia Tenggara pada saat
itu dan terletak di ujung tanjung pantaiLaha. Pabrik itu telah dihancurkan oleh sekutu
pada perang Dunia ke [Link]. Gohara meninggal di lokasi dimana pohon beringin

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 275
ditanam dan mayatnya dikremasi pada bukit desaTawiri yang lebih dikenal oleh
masyarakat di sekitarnya dengan sebutan bukit gohara. Pada lokasi tersebut
terdapat juga monument gohara.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pohon Beringin Besar
2. Keunikan/ Kelangkaan : Pohon Beringin ini Masih tetap tegar berdiri
meskipun sudah dimakan usia dan sudah sangat tua umurnya
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisinya baik dan berada di tengah – tengah hunian masyarakat.

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia namun kurang memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia dibeberapa titik
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 276
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 5 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 60 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak tersedia atraksi Musik / Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Masyarakat bangga memiliki
objek yang adalah salah satu tempat wisata. Lokasi ini harus dijaga dan
dipelihara

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5 - 30 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Kurang memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang memadai
4. Environment ( Lingkungan ) : Kurang memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 277
D.2. KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Desa Poka
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Tanjung Marthafons
2. Lokasi : [Link] Ambon
Desa Poka
3. Koordinat : -3.658, 128.201
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tanjung Marthafons merupakan cerita mengenai Martha seorang penjual sagu
dan Alfons seorang tantara portugis, Alfons yang setiap hari melihat Martha
berjualan sagu pun jatuh hati pada Martha. Singkat cerita keduanya kemudian
menjalin hubungan dan memutuskan untuk menikah, namun pernikahan mereka
harus tertunda karena Portugis menarik semua tentara untuk kembali ke Batavia
(Jakarta). Martha yang merasa sedih kemudian membuang diri kel aut untuk
mengejar Alfons ke kapal, Alfons pun ikut membuang diri kelaut namun tiba-tiba
ombak besar datang menghadang sehingga mereka berdua terseret ombak.
Warga sekitar kemudian mencari mereka berdua namun tidak ditemukan, warga
kemudian menamakan tanjung tersebut Tanjung Marthafons gabungan dari
nama keduanya untuk mengenang kisah cinta mereka.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pemandangan Tanjung Marthafons yang indah
ditambah dengan Jembatan Merah Putih
2. Keunikan/ Kelangkaan : Karena memiliki unsur cerita rakyat
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar kurang terawatt namun terdapat sejumlah
pohon ,serta belum dilakukan pengembangan di wilayah tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 278
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan tanah)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Tedapat Moda Transportasi Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah : Tersedia
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tidak Tersedia

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Daerah

2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Perlu diperhatikan


pengembangan destinasi tersebut, selama ini kurang terawat dan tidak
tersekpos tentang destinasi tanjong Marthafons ini.

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 279
X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Daerah

XI. ASPEK CHSE


9. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
10. Health ( Kesehatan ) : Kurang Memadai
11. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
12. Environment ( Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Permasalahan yang dimiliki oleh Tanjung Marthafons adalah tidak terurus dengan baik
sehingga banyak sampah yang berserakan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 280
D.3. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Negeri Rumah Tiga, Dusun Telaga Pange
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Talaga Pange (Air Terjun Maspait)
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Dusun Talaga Pange
3. Koordinat : -3.637, 128.170
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Air terjun Talaga Pange menawarkan keindahan yang masih alami karena
lokasinya yang berada di tengah hutan belantara hijau nan asri. Bukan saja mata
yang dimanjakan dengan keindahan alam namun gemericik suara air sesekali
terdengar serta merduanya suara burung akan menemani perjalanan menuju air
terjun Talaga Pange, Medan tracking disini cukup curam dengan tanjakan dan
memiliki sekitar 215 anak tangga.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Air terjun dengan tebing bebatuan dan air yang
jernih yang terdapat didalam hutan yang asri
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki beberapa kolam yang jernih
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan di sekitar Talaga Pange cukup baik sehingga terlihat
menarik untuk wisatawan serta sedang dilakukan pengembangan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 281
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Telepon/HP : Tidak Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia namun tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 70 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 80 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Panorama Alam.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Berharap adanya promosi agar
lebih banyak pengunjung

IX. ASPEK PASAR


4. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
5. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-30 orang
6. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 282
XI. ASPEK CHSE
13. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
14. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
15. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
16. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Jalanan menuju air terjun yang curam dan tidak adanya pegangan pada anak
tangga, tempat sekitar air terjun yang kotor karena sampah berserakan, Fasilitas
toilet yang sudah rusak dan kurangnya promosi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 283
D.4. KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Wayame
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wisata Industri Kreatif (Innovator Branckly Egbert)
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Desa Wayame
3. Koordinat : -3.662013, 128.167931
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Branckly E. Picanussa dan AMO

II. DESKRIPSI DESTINASI


Desa Wayame terletak di pinggiran pantai, sebelah utara dari pusat Kota Ambon.
Di desa ini terdapat seorang akademisi dengan potensi besar yaitu Dr. Branckly
Egbert Picanussa, [Link], [Link]. Dia adalah ahli penciptaan dan rekayasa alat
musik berbahan baku bambu, gaba-gaba (pelepah/tangkai pohon sagu) dan pipa
paralon dengan keunikan nama-nama lokal.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Rekayasa alat musik berbahan baku bamboo,
gaba-gaba dan pipa paralon
2. Keunikan/ Kelangkaan : Workshop pembuatan alat-alat musik tradisional
dari bambu, gaba-gaba dan pipa paralon
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik sehingga terlihat menarik untuk
wisatawan serta sedang dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 284
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 25 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 15 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Musik

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Berharap adanya promosi agar
lebih banyak pengunjung

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tercatat
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari :-
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN: Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) :-

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 285
D.5. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Spice Island Dive Resort –Negeri laha
2. Lokasi : Negeri Laha
3. Koordinat : -3.715, 128.093
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

II. DESKRIPSI DESTINASI


Lokasi ini cocok untuk peminat Underwater Macro Photo Contest atau muck.
Memiliki dive side, dive team dan dive guide yang berpengalaman dan ahli
dibidangnya. Ditambah dengan kenyamanan menginap di resortnya dan
bungalow di pinggir laut. Di lokasi diving ini penyelam akan menemukan “The
Twilight Zone” berbagai spesies bawah laut. Spesies biota laut di perairan ini
antara lain : Harlequin Shrimp, Mimic Octopus, Bumble Bee Shrimp, Wonderpus,
Ghost Pipe Fish, Pygmy Seahorses, Flambouyant Cuttlefish, Rhinopias dan
masih banyak lagi varietas lain. Ada juga Frog Fish dengan spesies tertentu di
dunia yang cuma ada di Ambon, Scorpion Fish, Nudibranch serta juga dijumpai
aneka terumbu karang yang habitat hidup mereka membentang dari kedalaman
beberapa meter hingga lebih dari puluhan meter. Waktu menyelam yang paling
baik di tempat ini adalah bulan Oktober, November, Maret hingga April dimana
tidak berombak dan tidak berangin, karena bulan Juni sampai Agustus cuaca
musim hujan, angin dan ombak besar.

III. STATUS PENGEMBANGAN : sudah dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


4. Daya Tarik Utama : cocok untuk lokasi diving kategori macro
ataupun underwater photography.
5. Keunikan/ Kelangkaan : memiliki berbagai spesies ikan dan
terumbu karang.
6. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Sangat baik sekali, serta berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 286
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu kerikil)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving, snorkling dan underwater photography

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara/ Wisatawan Mancanegara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN : Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Harga/tarif yang terlalu tinggi menjadi kendala untuk wisatawan berwisata di
tempat tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 287
D. 6. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Dive Center – Laha Divepacker
2. Lokasi : Desa Laha
3. Koordinat : -3.7061, 128.103
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Laha Divepacker terletak di lokasi jembatan Amerika, Negeri Laha dan telah
memiliki instruktur PSS (Professional Scuba School). Di tempat anda akan diberi
kursus selam bagi yang belum mahir agar anda bisa mengetahui semudah apa,
seindah apa, hingga seberbahaya apa memasuki dunia bawah laut. Dan bagi
yang sudah profesional diajak untuk menyusuri dunia bawah laut Laha. Karena
menyelam bukan hanya bisa tenggelam lalu keluar ke permukaan kapan saja
anda menginginkannya, teapi menyelam memiliki aturan tertentu. Seorang
Bapak penyelam bernama Jacques Cousteau pernah mengatakan : “The best
way to observe a fish is to become a fish”.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : menawarkan paket selam yang tergolong
murah dari 400 – 800 ribu rupiah per orang, dengan berbagai trip yang
ditawarkan, dan bagi yang sudah sering ke tempat ini /menjadi member akan
diberikan diskon. Adapun perlengkapan selamnya terdiri dari kompresor (1
bh), tabung selam (18 bh), wetsuit (6 bh), masker (3bh), fins (6bh), booties
(6 bh), BCD (6bh) serta regulator (5bh).
2. Keunikan/ Kelangkaan : sudah memiliki instruktur PSS
(Professional Scuba School).
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Bangunan dive center untuk sementara menggunakan lokasi tempat
pelelangan ikan akibat keterbatasan tempat dan bangunan, serta berpotensi
untuk dimasukkan dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 288
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia namun tidak memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 60 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 5 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara/wisatawanmancanegara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 289
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Pengembangan terhadap objek wisata perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 290
D.7. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Pantai Air Manis
6. Lokasi : Negeri Laha
7. Koordinat : -3.719, 128.089
8. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Tempat ini menjadi salah satu objek wisata favorit di kota Ambon. Setiap akhir
pekan, dari siang hingga sore tempat ini dikunjungi banyak wisatawan. Kontur
pantai disini berbatu karang halus. Perairannya cukup tenang karena pemerintah
membuat pemecah ombak tepat di depan jembatan landasan pacu. Banyak
fotografer yang mengabdikan sunset dengan Point Of Interest (POI) jembatan
tersebut. Di lokasi pantai Air Manis ini sedang dikembangkan sebagai tempat
wisata diving bahkan memancing.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan sebagai lokasi


diving.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : berdekatan dengan landasan pacu
bandara internasonal yang menambah indah lokasi tersebut.
2. Keunikan/ Kelangkaan : perairan ini memiliki jenis ikan Scorpiofish
yaitu jenis ikan yang jarang/bahkan tidak ada di seluruh dunia.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan tidak baik dan terdapat jembatan dengan lampu-lampu penanda
bandara, penataan ruang baik dan berpotensi untuk dimasukkan dalam
paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 291
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan berkerikil)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 10 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, lokasi pancing dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
3. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
4. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Tidak memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 292
2. Health ( Kesehatan ) : Tidak memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Tidak memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi dan Perawatan terhadap objek wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan
lagi. Pelindung pantai perlu diperbaiki karena rusak total, banyak sampah dan
kotoran hewan (sapi), perlu pembinaan terhadap masyarakat sekitar lokasi objek
wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 293
D.8. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Air Manis (Rhino City)
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Laha
3. Koordinat : -3.719999, 128.089533
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Taman Laut Air Manis terletak di Negeri Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Taman
Laut Air Manis juga dikenal dengan nama Rhino City karena banyaknya spesies
rhinopias yang hidup di lokasi ini. Dari 3 jenis rhinopias yang ada di dunia, di spot
di taman laut ini dapat dijumpai dua diantaranya, yaitu rhinopias eschmeyeri dan
rhinopias frondosa. Taman laut ini merupakan perpanjangan dari situs Laha yang
juga tak jauh dari Bandara Pattimura. Yang menarik dari spot ini, wisatawan tidak
perlu menyelam terlalu dalam untuk menikmati keindahan bawah laut. Dengan
hanya menyelam di laut dangkal, wisatawan sudah bisa melihat banyak biota laut
unik di spot ini.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki 2 spesies rhinopias dari 3 jenis yaitu
rhinopias eschmeyeri dan rhinopias frondosa
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tersedia, 500 meter dari
lokasi
6. Tempat Parkir : Tersedia dan sangat memadai
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 294
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 15 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
5. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
6. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


4. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
5. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : -
6. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Oleh Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


5. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
6. Health ( Kesehatan ) : Memadai
7. Safety ( Keamanan ) : Memadai
8. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 295
D.9. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Hative Besar
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Taman Laut Hative Besar
2. Lokasi : Desa Hative Besar
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Anda mungkin pernah melintasi monumen Ambon City of Music? Jika iya, tepat
di bawah monumen ini terdapat taman laut Hative Besar. Sama seperti taman
laut lainnya di kota Ambon, taman laut ii menyajikan pemandangan terumbu
karang yang indah. Di lokasi tempat taman laut berada sorenya pengunjung
dapat menikmati sunset dan malam hari pengunjung menikmati lampu-lampu
yang indah yang menghiasi teluk Ambon.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : selain spot bawah laut, lokasi ini juga dapat
digunakan untuk bersantai ria sekitar minumen Ambon City Of Music.
2. Keunikan/ Kelangkaan : spot ini kebanyakan disebut spot diving, kerena
keindahan bawah laut di taman ini, berada di kedalaman 10-20 meter.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan kurang terawat , dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket
wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan pavin block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 296
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, snorkling dan diving.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Di beberapa titik masih terlihat terumbu karang yang rusak akibat ulah orang-
orang yang tidak bertanggungjawab Promosi dan Perawatan terhadap objek
wisata perlu dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 297
D.10 KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Wayame
I. INFORMASI UMUM
5. Nama DTW : Wreck Diving SS Aquilla
6. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Desa Wayame
7. Koordinat :
8. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Wreck Diving SS Aquilla ini terletak di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon,
Di lokasi diving ini wisatawan memiliki kesempatan untuk melakukan wisata
selam Wreck SS Aquila, yaitu bekas kapal yang karam sekitar tahun 1958 dan
merupakan kepemilikan dari warga Inggris.
Saat ini kondisi Wreck SS Aquila telah menyatu dengan kehidupan alam bawah
laut. Objek ini telah ditumbuhi karang lunak dan juga kerang raksasa. Banyak
fotografer yang tertarik untuk mengabadikan spot bersejarah bawah laut yang
satu ini. Tak hanya itu, ada juga peneliti situs sejarah bidang arkeologi maritim
yang berkunjung ke spot ini untuk melakukan penelitian.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Wisata Selam di bekas kapal Wreck SS Aquila
yang karam dari tahun 1958
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar cukup baik, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi :Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 298
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


4. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
5. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : -
6. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal, Wisatawan
Nusantara Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut dan perbaikan infrastruktur untuk mendatangkan
lebih banyak wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 299
D.11. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Hative Besar
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Fransiscus Xaverius II
2. Lokasi : Hative Besar
3. Koordinat : -3.666, 128.153
4. Jenis DTW : Wisata Sejarah

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Santo Fransiscus Xaverius terlahir sebagi putera bangsawan dengan nama
Fransisco de Jaso y Azpilicueta di Navarro Spanyol tahun 1512. Ia tiba di Ambon
tahun 1547 dan di Ambon inilah menjadi awal sejarah Gereja Katolik Indonesia.
Menurut kisah ketika [Link] berkunjung ke Seram menggunakan perahu
kora-kora, di hari ketiga badai mengamuk lalu ia mencelupkan salibnya ke laut.
Sayang talinya putus dan salibnya jatuh ke laut. Badai terus mengamuk kepalnya
kemudian terhempas ke pulau Seram. Fransiscus lalu turun dari kapal menyusur
pantai menuju desa. Di perjalanan, ia terheran-heran melihat seekor kepiting
besar membawa salib datang ke arahnya. Setelah ia mengambil salib itu,
kepiting pun lantas bergegas balik ke laut.

III. STATUS PENGEMBANGAN : sudah dikembangkan.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : patung terbuat dari marmer putih setinggi
dua meter dengan batu landasan dua meter, di atasnya ada patung kepiting
menjepit salib.
2. Keunikan/ Kelangkaan : Monumen ini diresmikan oleh Duta Besar
Vatikan, [Link] Guido Filipazzi.
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan baik, penataan ruang baik dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 300
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto.

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik Keuskupan Amboina
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Keuskupan Amboina

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 301
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 302
D.12 KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Australia
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Tawiri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Di Desa Laha terdapat Monumen Australia yang di bangun oleh Pemerintah
Australia dalam rangka memperingati pertempuran tentara Australia dan
Tentara sekutu di Ambon ketika berlangsung invasi jepang pada perang dunia
ke II. Pada Prasastinya tertulis “Didirikan untuk mengenang anggota pasukan
Australia dan Sekutu yang gugur di Ambon pada bulan Januari – Februari 1942”.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah Dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Sebagai bukti sejarah saat pertempuran tentara
Australia dan tentara Sekutu
2. Keunikan/ Kelangkaan : Monumen untuk memperingati pertempuran
tentara Australia dan tentara Sekutu
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan baik, penataan ruang baik dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 303
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 304
D.13. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Rumah Tiga
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pelantikan Raja Rumah Tiga
2. Lokasi : Teluk Ambon
Negeri Rumah Tiga
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pelantikan Raja Rumah Tiga merupakan Objek Wisata Budaya terletak di Negeri
Rumah Tiga (Poka) Kecamatan Teluk Ambon Baguala. Merupakan salah satu
daya tarik Wisata budaya yang perlu dikembangkan, unik, menarik yang hanya
ada di Propinsi [Link] Raja harus dari Mata Rumah (Rumah Tua), Raja
ini dingkat dan diberhentikan olah Wali Kota. Proses pelantikan Raja secara Adat
dan Ritual dari para Leluhur diturunkan secara turun menurun ke anak cucu
sampai sekarang adat ini dilestarikan

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Melihat proses Pelantikan Raja secara ritual dan
adat Rumah Tiga
2. Keunikan/ Kelangkaan : Perpaduan dari Proeses secara Ritual,adat dan
moderen (secara Pemerintahan)
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar baik, Penataan Ruang di sekitar tertata dengan
baik, dan sedang dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 305
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

V. ATRAKSI
Tersedia adanya Tarian penyambutan untuk para tamu dan totobuang

VI. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Negeri Rumah Tiga
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
mengenai objek wisata budaya ini,akses jalan untuk menuju Baileo ini bisa
dijangkau dengan kendaraan roda 2 dan roda 4.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 306
D.14. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Hutan Mangrove Negeri Tawiri
2. Lokasi : Teluk Ambon
Negeri Tawiri
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Hutan Mangrove (bakau) Negeri Tawiri dengan luas mangrove 56 ha, panjang
garis pantai ekosistem hutannya seluas 694 m, memiliki vegetasi dengan
kategori 3 (tiga) famili, 4 (empat) genus dan 5 (lima) spesies. Manfaat langsung
hutan mangrove di negeri ini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat antara lain
produksi penangkapan ikan (63,68%), aktivitas produksi kerang (16,69%),
produksi kayu bakar (11,26%), kepiting (7,50%) dan terendah adalah aktivitas
produksi sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) / sebagai obat-obatan
(0,87%). Manfaat tidak langsung berupa manfaat fisik dan biologis misalnya
Mangrove sebagai peredam gelombang laut yang diestimasi melalui pembuatan
breakwater.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Dalam Proses Pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Hutan Mangrove
2. Keunikan/ Kelangkaan : Hutan Mangrove
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar baik, Penataan Ruang di sekitar tertata dengan
baik, dan sedang dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 307
VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat kota dan pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Negeri Tawiri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri Tawiri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
mengenai objek wisata ini

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 308
D.15 KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Rumah Tiga
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Prof. Dr. G. A. Siwabessy
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Rumah Tiga
3. Koordinat : -3.656, 128.187
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Dr. G.A. Siwabessy lahir di Ullath, Saparua, Maluku Tengah pada 19 Agustus
1914, Dr. G.A. Siwabessy berhasil menyelesaikan pendidikannya di MULO di
kota Ambon pada 1931. Di tahun 1949, Dr. G.A. Siwabessy melanjutkan
pendidikan di bidang radiologi setelah sebelumnya mendapat brevet sebagai ahli
radiologi. Pada 1966 Dr. G.A. Siwabessy diangkat Presiden Soekarno menjadi
Menteri Kesehatan. Tugas ini diembannya hingga 29 Maret 1978 semasa
pemerintahan Presiden Soeharto. Selama masa jabatannya itu, Siwabessy
merangkap sebagai Ketua Tim Dokter Pribadi Presiden. Pada masa itu banyak
sekali program yang telah Siwabessy lakukan dalam lingkup kesehatan. Mulai
dari program Keluarga Berencana (KB), Puskesmas, Askes, Balai Kesehatan Ibu
dan Anak (BKIA), penanggulangan penyakit menular seperti malaria, TBC,
cacingan, kolera, tifus, disentri, sampai dengan upaya penanggulangan penyakit
kanker. Monumen Dr. G.A. Siwabessy ini diresmikan langsung oleh Presiden
Joko Widodo dan terletak di Universitas Pattimura, Fakultas Kedokteran.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dikembangkan.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Monumen ini diresmikan oleh Presiden
Joko Widodo
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan baik, penataan ruang baik dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 309
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 20 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 310
D.16. KECAMATAN : Teluk Ambon
DESA : Poka
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Monumen Dr. J. Leimena
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Desa Poka
3. Koordinat : -3.649, 128.193
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

II. DESKRIPSI DESTINASI


Dr. Johannes Leimena adalah tokoh asal Maluku yang ditetapkan sebagai
pahlawan nasional oleh presiden tahun 2010 lalu dan monumennya dibangun di
samping Universitas Pattimura, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku,
setelah diresmikan Jumat,19 Agustus 2011. Monumen ini menempati areal
seluas 704 meter persegi dan patungnya terbuat dari perunggu setinggi lima
meter. Patung ini didirikan di atas tugu sembilan sisi dan didukung lima bidang
lingkaran yang melambangkan budaya masyarakat Maluku “Pata Siwa dan Pata
Lima” . Dr. J .Leimena lahir di negeri Emma, Kecamatan Leitimur Selatan
(Letisel), kota Ambon pada tanggal 6 Maret 1905 dan meninggal dunia pada usia
72 tahun di Jakarta pada 29 Maret 1977. Ia adalah satu-satunya orang yang
berhasil menjadi menteri selama 21 tahun berturut-turut dan hebatnya dalam 18
kabinet yang berbeda-beda dalam orde lama.

III. STATUS PENGEMBANGAN : sudah dikembangkan.

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Budaya
2. Keunikan/ Kelangkaan : Terdapat 5 bidang lingkaran yang
melambangkan budaya masyarakat Maluku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
lingkungan baik, penataan ruang baik dan berpotensi untuk dimasukkan
dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 311
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (beton)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 15 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Budaya

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


4. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
5. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
6. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : memadai
2. Health ( Kesehatan ) : memadai
3. Safety ( Keamanan ) : memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Promosi terhadap objek wisata melalui media cetak dan elektronik perlu
dikembangkan/ditingkatkan lagi.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 312
D.17. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Critter Junkies
2. Lokasi : Negeri Laha
3. Koordinat : -3.706, 128.103
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

II. DESKRIPSI DESTINASI


Critter Junkies Ambon terletak di Teluk Ambon. Mungkin belum banyak yang
mengetahui, tapi di sini adalah lokasi yang sangat baik untuk Muckdiving. Di sini
wisatawan akan menemukan banyak spesies air khusus dan sangat langka di
tempat-tempat tersembunyi. Dive center ini terletak di Laha dan berhadapan
langsung dengan laut, dapat dicapai hanya dalam waktu 10 menit dari bandara,
Tiga dari lokasi penyelaman terbaik terletak tepat berhadapan dengan tempat
diving.

III. STATUS PENGEMBANGAN : sudah dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : cocok untuk lokasi diving kategori
Muckdiving
2. Keunikan/ Kelangkaan : memiliki berbagai spesies ikan seperti
Rhinopias, Angelfish, Nudibranches, Octopus, Wonderpus
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Sangat baik sekali, serta berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu kerikil)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 313
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : menit
Jarak tempuh dari Bandara : menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving, snorkling dan underwater photography

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : milik pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara/wisatawanmancanegara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 314
D.18. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Ambon Blue Rose Divers
2. Lokasi : Negeri Laha
3. Koordinat : -3.708, 128.101
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

II. DESKRIPSI DESTINASI


Ambon terkenal dengan muck diving dan makro photography dibawah laut Biota
laut yang paling terkenal di Ambon adalah Psychedelic Ambon Frogfish, yang
ditemukan pada tahun 2008 dan hanya dapat ditemukan di teluk Ambon. Spot
diving di laha juga dilengkapi dengan begitu banyak makhluk lainnya, rhinopias,
berbagai spesies frogfish, mandarin fish, ghost pipefish, harlequin shrimp,
flamboyant cuttlefish, blue ring octopus, seahorse, stonefish, berbagai macam
nudibranch dan udang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : sudah dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : cocok untuk lokasi diving kategori
Muckdiving
2. Keunikan/ Kelangkaan : memiliki berbagai spesies ikan seperti
Rhinopias, Nudibranches, Octopus
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Sangat baik sekali, serta berpotensi untuk dimasukkan dalam paket wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia namun tidak memadai
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan setapak berpasir dan
berbatu kerikil)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 315
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 45 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 15 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto, diving, snorkling dan underwater photography

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara/ Wisatawan Mancanegara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 316
D.19. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Hative Besar
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Ambon City of Music
2. Lokasi : Negeri Hative Besar
3. Koordinat : -3.675, 128.141
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

II. DESKRIPSI DESTINASI


Sejak ditetapkan sebagai kota musik oleh Gubernur Maluku Karel Albert
Ralahalu dan Wali kota Ambon Richard Louhenapessy saat pelaksanaan
kegiatan Ambon Jazz Plus Festival pada 8 Oktober 2011, pembangunan
monumen tersebut bertujuan mengingatkan warga kota dari waktu ke waktu
bahwa penetapan Ambon sebagai kota musik merupakan kerja sama
masyarakat dan pemerintah. Monumen Ambon City of Music ini terletak di Negeri
Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon, Di monumen ini selain sebagai spot foto
untuk wisatawan juga dapat menikmati sunset dan malam hari pengunjung
menikmati lampu-lampu yang indah yang menghiasi teluk Ambon.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Potensial untuk dikembangkan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Spot Foto Monumen Ambon City of Music
2. Keunikan/ Kelangkaan : Terletak di pinggir laut sehingga dapat
melihat pemandangan Teluk Ambon
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan :
Lingkungan kurang terawat , dan berpotensi untuk dimasukkan dalam paket
wisata.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia (Hotmix)
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 317
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (jalan pavin block)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 30 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Tersedia spot foto

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Objek ini perlu perhatian khusus
dari pemilik untuk pengembangan objek destinasi menjadi tujuan wisatawan

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum ada pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 5-10 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal /
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Negeri

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Perlunya promosi lebih lanjut untuk mendatangkan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 318
D.20. KECAMATAN : Teluk Ambon
NEGERI : Negeri Laha
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Kali Air Besar
2. Lokasi : Kec. Teluk Ambon
Negeri Laha
3. Koordinat :
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021


II. DESKRIPSI DESTINASI
Bendungan atau dam/empengan adalah konstruksi yang dibangun untuk
menahan laju air yang tidak terkontrol sehingga bisa digunakan untuk irigasi
persawahan,pembangkit listrik atau untuk mengatasi volume air yang bisa
mengakibatkan [Link] dan fungsi bendungan saat ini selain untuk
hal–hal diatas juga seringkali di manfaatkan sebagai objek wisata edukasi. Salah
satu bendungan yang cukup besar dan menjadi objek wisata adalah bendungan
Air besar negeri Laha Kota Ambon. Keberadaan bendungan ini untuk menahan
laju air dan melindungi tanah dari longsor dan banjir yang sering terjadi akibat
derasnya air besar negeri [Link] 15,3 km dari pusat kota Ambon,
bendungan ini juga memiliki air terjun buatan dari ketinggian tembok 5 meter
sehingga memiliki volume air yang cukup deras dan dimanfaatkan oleh warga
sekitar sebagai tempat rekreasi dan wisata edukasi. Tapi sayangnya air besar di
laha ini sudah tidak berfungsi lagi dan tidak ada pengunjung yang datang di
lokasi.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Wisata Alam
2. Keunikan/ Kelangkaan : Memiliki air terjun buatan yang cukup deras

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 319
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami, Penataan Ruang di sekitar belum
di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan pengembangan
lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifii : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota : 35 Menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tidak Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tidak tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata
disekitar objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum dilakukan
pencatatan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 320
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Belum dilakukan
pencatatan
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
-

XI. ASPEK CHSE


5. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
6. Health ( Kesehatan ) : Kurang Memadai
7. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
8. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Tidak ada penunjuk jalan menuju lokasi,tidak ada perawatan di sekitar lokasi

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 321
E.1. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pusat Dokumentasi Musik Nasional
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,619/128.255
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pusat Dokumentasi Musik Nasional dan Kantor Ambon Music Office ini terletak
di Passo, Kecamatan Teluk Ambon. Pada Pusat Dokumentasi Musik Nasional ini
bisa ditemui ratusan koleksi kaset, CD, Vinyl dan Piringan Hitam lagu-lagu
bernuansa Maluku dari penyanyi berdarah Kepulauan Maluku. Namun pada
gempa 2019 gedung Pusat Dokumentasi Musik Nasional rusak parah sehingga
kantor Ambon Music Office pindah ke Balai Kota Ambon.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Dokumentasi Musik Nasional
2. Keunikan/ Kelangkaan : Koleksi Kaset, CD, Vinyl dan Piringan Hitam lagu-
lagu bernuansa Maluku
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar tertata dengan baik, dan sudah dilakukan
pengembangan lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 322
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 25 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Sejarah

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Kota Ambon
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara, Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Kota Ambon

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 323
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Lokasi ini perlu perbaiki lagi agar dapat dijadikan salah satu destinasi untuk di
kunjungi wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 324
E.2. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Gereja Menara Iman
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,630/128.253
4. Jenis DTW : Wisata Budaya (Religi)

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pada zaman pemerintahan Raja Karel Riddof Simauw direncanakan pembuatan
sebuah gedung gereja yang representasi dan permanen direncanakan
pendiriannya pada tahun 1895 tetapi baru bisa terlaksana pada tahun 1904.
Peletakan batu pertama bangunan gereja baru dilakukan oleh Pdt. Leter Bour
Van Waay dan Raja R. K. Simauw pada tanggal 19 Mei 1964 dan yang menjadi
tukang dari bangunan ini adalah Bapak Benjamin Tanahitumesing anak negeri
Passo sendiri. Gereja ini direhab dan direnovasikan dan sekarang dinamai
“Gereja Menara Iman”.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Bangunan Gereja Menara Iman
2. Keunikan/ Kelangkaan : Bangunan Gereja Menara Iman masih
mempertahankan konstruksi bangunan zaman dulu
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami dan asri, Penataan Ruang di
sekitar sudah di tata dengan baik dan Sudah dilakukan pengembangan lebih
lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 325
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 24 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 36 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Sejarah Religi

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Gereja Protestan Maluku
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Nusantara,
Wisatawan Asing

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Gereja Protestan Maluku

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 326
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 327
E.3. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pantai Larier
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,621/128.258
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pantai Larier terletak di Negeri Passo Kecamatan Teluk Ambon. Pantai ini sering
digunakan oleh masyarakat sekitar untuk rekreasi pantai atau sekedar menikmati
indahnya sore hari sambil menikmati jajanan di sekitar pantai.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Pantai
2. Keunikan/ Kelangkaan :-
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar kurang tertata dengan baik, dan belum
dilakukan pengembangan lebih lanjut.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tidak Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 328
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian (Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 30 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 25 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Rekreasi Pantai

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Desa
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Desa

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 329
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 330
E.4. KECAMATAN :Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Halong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Pante Halong
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Halong
3. Koordinat : -3,658/128.209
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Pante Halong merupakan pantai yang menawarkan rekreasi pantai dengan
pemandangan Jembatan Merah Putih, pantai ini berlokasi di kawasan Lantamal
IX Ambon. Setiap sore pantai ini ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitar yang
ingin menikmati sunset di sore hari serta berenang di pantai, di sekitar pantai
juga terdapat 3 gasebo yang dapat digunakan untuk bersantai.

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Rekreasi Pantai
2. Keunikan/ Kelangkaan : Menikmati sunset dengan pemandangan
Jembatan Merah Putih
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan di sekitar baik dan sangat asri, Penataan Ruang di
sekitar sudah di tata dengan baik dan Sangat berpotensi untuk dilakukan
pengembangan lebih lanjut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 331
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan berrumput
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia, 50m dari Pante Halong
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Berumput)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 31 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 20 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat disekitar
tampak dari keterlibatan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata disekitar
objek wisata

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : 20-30 orang
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Halong

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 332
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Sangat Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Sangat Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Sangat Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 333
E.5. KECAMATAN : Ambon Baguala
NEGERI : Halong
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Wae Hongi
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Halong
3. Koordinat : -3,656/128.225
4. Jenis DTW : Wisata Alam

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


Asal usul Air Hongi yaitu dari perang Hongi Tokten yang terjadi zaman dahulu di
Pulau Seram, seluruh kapitan yang akan turun ke medan perang tersebut
diharuskan untuk datang ke Air Hongi untuk merendam seluruh tubuh agar
memiliki kekebalan ditubuhnya dan mengambil air untuk perbekalan. Wae Hongi
ini juga dikenal dengan nama Air Pala Nai dan Air Baribot,

III. STATUS PENGEMBANGAN : Sudah dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Air Beribot
2. Keunikan/ Kelangkaan : Wae Hongi ini jika airnya surut didalamnya
terdapat goa yang merupakan masuk keluar air
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar masih alami dan asri, Penataan Ruang di
sekitar sudah di tata dengan baik dan Sudah dilakukan pengembangan lebih
lanjut namun tidak dirawat dengan baik.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 334
V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia tetapi tidak memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tidak Tersedia
10. Air Bersih : Tidak Tersedia
11. Tempat Sampah : Tidak Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain: Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 36 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 25 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Oleh Pemerintah Negeri
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Tidak Tersedia

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pemerintah Negeri Halong

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 335
XI. ASPEK CHSE
1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Kurang Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Sangat Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Kurang Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Kurang Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN

Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar memancing
kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 336
E. 6. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
KELURAHAN : Lateri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Musisi Legendaris Bing Leiwakabessy
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Kelurahan Lateri
3. Koordinat : -3.647, 128.237
4. Jenis DTW : Wisata Buatan

Sumber: [Link] dan [Link]

II. DESKRIPSI DESTINASI


Desa Lateri di Kecamatan Teluk Ambon Baguala bertempat tinggal seorang
maestro music Hawaiian yang Bernama Johanis “Bing” Leiwakabessy atau yang
dikenal Opa Bing. Salah satu grup yang pernah dipimpin oleh Opa Bing adalah
The Leiheles yang terdiri dari Zeth Lekatompessy, Rina Hetharia dan Syul
Leiwakabessy, Grup ini terbentuk pada tahun 1973 dengan salah satu lagunya
yang terkenal yaitu “Tanase”. Opa Bing adalah musisi yang membawa
perubahan serta memberikan identitas bagi Musik Maluku dan mempengaruhi
karya-karya seniman bahkan setelah masa aktif musiknya, Opa Bing merupakan
saksi dan pelaku dari sejarah music modern Maluku dan Indonesia

III. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Rumah Alm. Opa Bing Leiwakabessy
2. Keunikan/ Kelangkaan : -
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar tertata dengan baik

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia,
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 337
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah ):
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 35 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Buatan

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Milik Pribadi
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal dan
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Milik Pribadi

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) :-
2. Health ( Kesehatan ) :-
3. Safety ( Keamanan ) :-
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) :-

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 338
XII. PERMASALAHAN/ CATATAN
Lokasi ini perlu dikembangkan lebih inovatif dan dilakukan promosi lagi agar
memancing kunjungan wisatawan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 339
E.7. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
NEGERI : Passo
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Benteng Blok Huis Middelburg
2. Lokasi : Kec. Ambon Baguala
Negeri Passo
3. Koordinat : -3,630/128.253
4. Jenis DTW : Wisata Budaya

Photo by Dinas Pariwisata Kota Ambon 2021

II. DESKRIPSI DESTINASI


III. Benteng Blok Huis Middelburg dibangun pada tahun 1686 oleh Robert
Padbruggge, Bagian tingkat atas dari benteng ini digunakan untuk tempat
tinggal para tentara Belanda sedangkan ruang bawahnya berfungsi sebagai
gudang dan tempat penempatan logistik yang berupa senjata, amunisi dan
perbekalan lainnya. Namun karena tidak dirawat dengan baik benteng Blok Huis
Middelburg ini rusak parah sehingga tinggal puing-puingnya saja dan saat ini
dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah bagi masyarakat setempat.

IV. STATUS PENGEMBANGAN : Belum dilakukan pengembangan

V. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Bangunan Benteng Blok Huis Middelburg
2. Keunikan/ Kelangkaan : -
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar dikelilingi oleh rumah penduduk, Penataan
Ruang di sekitar tidak tertata dengan baik dan belum dilakukan
pengembangan lebih lanjut.

VI. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia, berupa jalan setapak
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tidak Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Tersedia
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tidak Tersedia
6. Tempat Parkir : Tidak Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 340
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tidak Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VII. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia (Hotmix)
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia (Jalan Setapak)
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia (Hotmix)
4. Ketersediaan Moda Transportasi :
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
Bisa di jangkau menggunakan Angkutan Umum
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah) :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 26 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VIII. ATRAKSI
Wisata Sejarah

IX. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini :-
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Aspirasi masyarakat cukup baik

X. ASPEK PASAR
1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Belum Pencatatan
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Nusantara dan
Wisatawan Asing

XI. INVESTASI / KEPEMILIKAN


-

XII. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Tidak Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Tidak Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Tidak Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Tidak Memadai

XIII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Lokasi ini perlu dijaga dan dilestarikan karena merupakan bagian dari sejarah

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 341
E.8. KECAMATAN : Teluk Ambon Baguala
DESA : Tawiri
I. INFORMASI UMUM
1. Nama DTW : Hutan Mangrove, Mata Passo
2. Lokasi : Teluk Ambon Baguala
Desa Passo
3. Koordinat : -3.636, 128.246
4. Jenis DTW : Wisata Alam

II. DESKRIPSI DESTINASI


Hutan Mangrove Passo merupakan suatu ekosistem yang bernuansa pendidikan
dan laboratorium alam. Disana terdapat 60 jenis pohon bakau diatas areal seluas
40 ha, juga terdapat sebuah jembatan kayu yang dibuat diantara pepohonan
bakau dan juga rumah panggung terbuka di atas laut serta memiliki panorama
pemandangan teluk dalam yang menawan. Pengelolaan hutan bakau di tempat
ini membudidayakan anakan pohon bakau dan areal ini merupakan tempat
beberapa jenis ikan mencari makan bila air pasang dan tempat bertelurnya iakan
dan udang.

III. STATUS PENGEMBANGAN : -

IV. DAYA TARIK WISATA


1. Daya Tarik Utama : Hutan Mangrove
2. Keunikan/ Kelangkaan : Hutan Mangrove
3. Kondisi Lingkungan, Penataan Ruang dan Kemungkinan Pengembangan:
Kondisi Lingkungan disekitar baik, Penataan Ruang di sekitar tertata dengan
baik, dan sedang dilakukan pengembangan.

V. AMENITAS
1. Jalan : Tersedia
2. Telepon/HP : Tersedia Jaringan Telkomsel
3. Restoran/ Warung Makan : Tersedia
4. Toilet/Kamar Mandi : Cukup Memadai
5. Hotel/Penginapan/Sejenis di lokasi/ dekat Lokasi : Tersedia
6. Tempat Parkir : Tersedia
7. Toko Cinderamata : Tidak Tersedia
8. Tempat Hiburan : Tidak Tersedia
9. Listrik : Tersedia
10. Air Bersih : Tersedia
11. Tempat Sampah : Tersedia
12. Sarana Wifi : Tersedia
13. Sarana Perbankan/ ATM : Tidak Tersedia

VI. AKSESIBILITAS
1. Kualitas Jalan Menuju Objek : Tersedia
2. Kualitas Jalan di dalam Objek : Tersedia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 342
3. Kualitas Jalan ke Objek Lain : Tersedia
4. Ketersediaan Moda Transportasi:
Bisa di jangkau kendaraan Roda 2
Bisa di jangkau kendaraan Roda 4
5. Kemudahan Pencapaian ( Waktu Tempuh dan Ketersediaan Rambu –
Rambu Petunjuk Arah :
Jarak tempuh dari pusat Kota dan Pelabuhan : 26 menit
Jarak tempuh dari Bandara : 35 menit
Rambu-rambu petunjuk arah : Tersedia

VII. ATRAKSI
Wisata Alam

VIII. KELEMBAGAAN
1. Pengelolaan Objek Saat ini : Pemerintah Desa Passo
2. Aspirasi Masyarakat Sekitar Objek : Baik

IX. ASPEK PASAR


1. Besarnya Jumlah Wisatawan yang datang ke Objek : Tidak Tersedia
2. Rata – rata Jumlah Kunjungan perhari : Tidak Tersedia
3. Skala Jangkauan Pemasaran : Wisatawan Lokal,
Wisatawan Nusantara

X. INVESTASI / KEPEMILIKAN
Pemerintah Desa Passo

XI. ASPEK CHSE


1. Cleanliness ( Kebersihan ) : Cukup Memadai
2. Health ( Kesehatan ) : Cukup Memadai
3. Safety ( Keamanan ) : Cukup Memadai
4. Environment ( Ramah Lingkungan ) : Cukup Memadai

XII. PERMASALAHAN/ CATATAN


Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui
mengenai objek wisata ini

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 343
Rekapitulasi jumlah Daya Tarik Wisata di Kota Ambon berdasarkan jenis Daya
Tarik Wisata Alam, Budaya dan Buatan dapat dilihat pada table dibawah ini:
Tabel 4.2 Sebaran Daya Tarik Wisata Kota Ambon
Kecamatan Budaya Alam Buatan
Leitimur Selatan 8 28 4
Nusaniwe 5 21 6
Sirimau 17 2 7
Baguala 2 4 2
Teluk Ambon 6 8 6
Jumlah 38 63 25
Jumlah Daya Tarik Wisata Kota Ambon 126 buah
Sumber : Hasil Kajian Tim Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021

4.2. FASILITAS PARIWISATA KOTA AMBON


Prasarana Pariwisata adalah semua fasilitas yang memungkinkan proses
pariwisata berjalan dengan lancar sedemikian rupa, sehingga dapat memudahkan
wisatawan untuk dapat memenuhi kebutuhannya.
Beberapa prasarana dalam kepariwisataan yang menonjol di kota Ambon, antar lain:

1. Receptive Tourist Plan


Segala bentuk badan usaha atau organisasi yang kegiatannya khusus
untuk mempersiapkan kedatangan wisatawan pada suatu daerah tujuan wisata,
yaitu :

 Perusahaan yang kegiatannya adalah merencanakan dan menyelenggarakan


perjalanan bagi orang yang akan melakukan perjalanan wisata. Misalnya: tour
operator dan travel agent.

Kecamatan
Nusaniwe

Objek
Baguala

Leitimur
Sirimao

Selatan
Ambon

Informasi
Teluk

Tour Operator √ √ √ √ √
Travel Agent √ √ √ √
Tourist Information
√ √ √ √
Centre

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 344
 Badan atau organisasi yang memberikan penerangan, penjelasan, promosi dan
propaganda transportasi disuatu daerah tujuan wisata. Misalnya: yang terdapat
di airport, terminal, pelabuhan, atau suatu resort.

Kecamatan

Nusaniwe
Objek

Baguala

Leitimur
Sirimao

Selatan
Ambon
Transportasi

Teluk
Pelabuhan Laut √
Pelabuhan Udara
Terminal Angkot √ √ √ √ √
Rental Card
Nama Lokasi Wisata
Jarak menuju objek wisata
…..(km, mil)
Alat angkut yang eksis √ √ √ √ √
Perkiraan tarif… (rp)
Reguler / carter √ √ √ √ √

2. Residental Tourist Plan


Semua fasilitas yang dapat menampung kedatangan para wisatawan
untuk menginap dan tinggal untuk sementara waktu di daerah tujuan wisata.
Termasuk ke dalam kelompok ini adalah semua bentuk akomodasi yang
diperuntukkan bagi wisatawan dan juga segala bentuk rumah makan dan
restoran yang ada.
Misalnya: hotel, motor hotel (motel), wisma, homestay, cottages, camping, youth
hostel, serta rumah makan, restoran, self-services, cafetaria, coffee shop, grill
room, bar, tavern, objek kesehatan dan lain-lain.

Kecamatan
Nusaniwe

Objek
Baguala

Leitimur
Sirimao

Selatan
Ambon

Akomodasi
Teluk

Resort
Hotel
Motor Hotel (motel)
Wisma
Homestay √

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 345
Cottages
Rumah makan
Restoran
Cafetaria
Coffee shop
Bar
Objek Kesehatan √ √ √ √ √
dan lain-lain

3. Recreative and Sportive Plan


Semua Fasilitas yang dapat digunakan untuk tujuan rekreasi dan olah
raga. Termasuk ke dalam kelompok ini adalah fasilitas untuk bermain golf, kolam
renang, boating, surfing, fishing, tennis court, dan fasilitas lainnya.

Kecamatan
Nusaniwe

Objek

Baguala

Leitimur
Sirimao

Selatan
Ambon
Rekreasi

Teluk
Golf
Kolam Renang
Boating
Fishing
Tennis Court
Fasilitas Lainnya

4. Sarana Penunjang Pariwisata (Supporting Tourism Superstructures)

Sarana penunjang pariwisata adalah perusahaan yang menunjang


sarana pelengkap dan sarana pokok.
Selain berfungsi untuk membuat wisatawan lebih lama tinggal pada suatu
daerah tujuan wisata, sarana penunjang pariwisata memiliki fungsi yang jauh
lebih penting yaitu membuat wisatawan lebih banyak mengeluarkan atau
membelanjakan uangnya di tempat yang dikunjunginya, misalnya night club,
casinos, steambaths, dan lain-lain.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 346
Kecamatan

Nusaniwe
Objek

Baguala

Leitimur
Sirimao

Selatan
Ambon
Penunjang

Teluk
Night club
Casino
Steambaths
Salon kecantikan
Spa
Dan lain-lain

Adanya sarana pelengkap dan penunjang pariwisata seperti yang telah diuraikan di
atas akan mendukung sarana-sarana pokok. Hal ini berarti bahwa ketiga sarana
pariwisata tersebut, satu sama lainnya harus saling mengisi dan melengkapi.

4.3. Fasilitas Umum Pendukung Pariwisata


Fasilitas pariwisata di Kota Ambon diuraikan berdasarkan: akomodasi penginapan,
rumah makan, dan travel/biro perjalanan. Uraian tersebut adalah:
1. Akomodasi Hotel dan Penginapan
Akomodasi hotel di Kota Ambon secara umum dapat dibagi menjadi: (i) hotel, (ii)
penginapan, (iii) wisma dan (iv) guest house. Sebagai salah satu daerah tujuan
wisata pada tahun 2021 . Akomodasi Hotel dan Penginapan yang terdapat di
Kota Ambon dengan jumlahnya sebagaimana nampak pada 4.2 dibawah ini.

Tahun 2021
GUEST HOUSE 14
WISMA 6
PENGINAPAN 43
HOTEL 40
0 10 20 30 40 50

Gambar 4.2. Jumlah Akomodasi Pendukung Pariwisata Kota Ambon


Data Tahun 2021

Gambar 4.3 dibawah ini adalah beberapa contoh hotel berbintang yang
mendukung pariwisata di kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 347
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 348
Gambar 4.3 Beberapa Hotel Berbintang Dikota Ambon

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku manyatakan Tingkat Penghunian


Kamar (TPK) hotel berbintang maupun akomodasi lain di Provinsi Maluku pada Mei 2021
mencapai 37,33 persen, dan naik dibandingkan bulan Mei 2020 yang mencapai 20,95
persen saat periode awal pandemi COVID-19.

2. Rumah Makan
Di Kota Ambon saat ini fasilitas restoran, rumah makan, café, rumah kopi dan
catering sebagai salah satu pendukung daerah tujuan wisata pada tahun 2021 dengan
jumlahnya sebagaimana nampak pada 4.4 dibawah ini.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 349
Tahun 2021

CATERING 8

RUMAH KOPI 56

CAFE 40

RUMAH MAKAN 222

RESTORAN 49
0 50 100 150 200 250

Gambar 4.4 Jumlah Restoran dan lainnya Pendukung Pariwisata Kota Ambon

[Link]/Salon/SPA/Fitness Perjalanan Wisata


Biro perjalanan wisata di Kota Ambon masih sebatas pada usaha ticketing
(menjual tiket pesawat dan kapal laut) bukan travel / biro perjalanan paket wisata. Belum
ada travel agent lokal yang menjual paket wisata di Kota Ambon, sehingga kondisi ini
dimanfaatkan oleh travel agent online yang menjual paket wisata ke daerah ini. Telah
banyak travel agent online berasal dari pulau Jawa bahkan Papua Raja Ampat yang
menjual paket wisata ke Kota Ambon. Usaha travel ticketing, salon SPA dan Fitness
sebagai salah satu pendukung daerah tujuan wisata pada tahun 2021 dengan
jumlahnya sebagaimana nampak pada 4.5 dibawah ini.

Tahun 2021
FITNESS 5
SPA 5
SALON 67
TRAVEL 106

0 20 40 60 80 100 120
Gambar 4.5 Jumlah Travel, Salon, Spa, Fitness dan lainnya Pendukung Pariwisata
Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 350
4.4. AKSESIBILITAS PENDUKUNG PARIWISATA KOTA AMBON

Aksesibilitas pendukung pariwisata yang berada di Kota Ambon berupa


infrastruktur transportasi adalah:
1. Perhubungan Darat
Jalan di Kota Ambon, terdiri dari jalan Negara yaitu: ruas jalan Ambon-Laha
sepanjang 40 Km, jalan Provinsi yaitu ruas jalan Passo-Hutumuri, Ambon-Air Besar dan
Ambon-Soya serta Ambon-Latuhalat dengan panjang 46,31 Km, Sedangkan jalan Kota
Ambon sepanjang 169,992 Km.
Lapisan permukaan jalan terdiri dari jalan aspal 242,555 Km (95,38%) dan sisanya
jalan kerikil dan tanah, dengan kondisi 28,26% tergolong baik, 68,66% tergolong rusak
ringan dan 3,08% rusak berat, sedangkan jangkauan pelayanan telah menghubungkan
semua kelurahan dan desa di Kota Ambon. Sejak 2016 terdapat jembatan merah
putih yang memperpendek jarak dari kota Ambon ke Bandar Udara Pattimura.

Gambar 4.6 Jembatan merah putih sebagai ikon pariwisata kota Ambon

Ketersediaan jalan raya dengan permukaan hot mix dan dalam kondisi yang baik
serta menjangkau tiap desa yang ada di Kota Ambon akan sangat membantu proses
pergerakan orang di darat, dari segi kenyamanan maupun waktu tempuhnya. Apalagi
jika hal tersebut didukung oleh ketersediaan moda transportasi umum yang memadai.
Selain angkot, tersedia juga taksi, angkutan rental dan ojek yang dapat
digunakan oleh para wisatawan. Taksi yang berada di Kota Ambon tidak seperti yang
terdapat di kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Makasar, Jakarta, Surabaya,
maupun Jogjakarta. Taksi ini adalah mobil-mobil ber plat hitam tanpa argo yang

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 351
pembayarannya berdasarkan negosiasi antara penyewa dengan sopir.

2. Perhubungan Laut
Kota Ambon sebagai ibu kota provinsi Maluku, dengan demikian ketersediaan
fasilitas perhubungan laut yang menghubungkan tiap pulau menjadi penting dan
strategis. pelabuhan yang khusus untuk menangani perpindahan orang dan barang
orang dalam skala besar, yakni Pelabuhan Yos Sudarso sebagai pelabuhan utama.
Pelabuhan (Dermaga) Nusantara Yos Soedarso tipe kelas 4, difungsikan
sebagai pelabuhan utama untuk kegiatan ekspor dan Impor serta penumpang,
sedangkan untuk mendukung kegiatan pelayaran antar pulau tersedia Pelabuhan
Gudang Arang dan Pelabuhan Slamet Riyadi yang berfungsi sebagai pelabuhan lokal
yang dikelola oleh PT. PELINDO.
Di Ambon juga tersedia pelabuhan penyeberangan Galala yang berfungsi
melayani kapal-kapal feri untuk tujuan Namlea Pulau Buru dan seputarnya.

Gambar 4.7 Gerbang pelabuhan ambon sebagai ikon pariwisata kota Ambon

Pelabuhan Yos Sudarso Ambon disinggahi beberapa Kapal Motor (KM) dari PT
PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) dan pelayaran nasional lainnya termasuk BUMD
Panca Karya Maluku yang dapat digunakan dari dan ke Kota Ambon, yakni KM. Leuser,
KM. Tidar, KM Tatamailau dan KM Ngapulu serta KM Sabuk Nusantara 91 dan 103 juga
kapal Bahtera Nusantara. Rute pelayaran dari tiap kapal, yaitu:
a. KM. Leuser melayani rute Surabaya – Ambon – Tual – Saumlaki – Tual – Dobo –
Timika – Merauke beroperasi sekali dalam dua minggu.
b. KM. Tidar melayani rute Jakarta – Surabaya – Ambon – Tual – Dobo – Kaimana - Fak
Fak - Sorong – Manokwari, beroperasi sekali dalam dua minggu
c. KM. Tatamailau melayani rute: Merauke, Agats, Timika, Tual, Kaimana, Fakfak,

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 352
Sorong, Babang (Bacan), Bitung, Morotai. Selain itu, terdapat juga kapal feri, kapal
cepat, maupun kapal kayu yang melayani rute Pulau Kei Besar, Pulau Aru, Pulau
Tanimbar Kei, dan lainnya.
d. KM Ngapulu melayani rute : Surabaya – Makassar – Ambon – Banda – Tual – Dobo
–Kaimana – Fak Fak – Ambon
e. KM Sabuk Nusantara 91 dan 103 memiliki rute pelayaran dari Ambon menyasar
Pulaupulau di kabupaten Maluku Tengah, kabupaten Maluku Barat Daya, kabupaten
Kepulauan Tanimbar, kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru, sedangkan
f. KM Bahtera Nusantara mengarungi rute Ambon – Banda – Tual pulang pergi.

Gambar 4.8 Salah Satu Kapal Pelni KM. Umsini Yang Melakukan Pelayaran
Reguler di Kota Ambon.

Gambar 4.9 Salah Satu Kapal Pelni KM. Umsini Yang Melakukan Pelayaran
Reguler di Kota Ambon.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 353
3. Perhubungan Udara.
Bandara Udara di Kota Ambon yaitu Bandara Udara Pattimura dengan fungsi
sebagai Bandara Internasional, telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas sesuai dengan
peruntukannya sebagai Bandara Internasional, berlokasi di Desa Laha Kecamatan Teluk
Ambon.

Bandara ini juga melayani perjalanan dalam negeri dan luar negeri. Bandara ini
berjarak 35 kilometer di luar Kota Ambon dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih
30—45 menit. Pada bandara ini terdapat fasilitas imigrasi, karantina, bea cukai, gedung
kargo, restoran, telepon umum, dan kantor pos. Bandar Udara Pattimura Ambon
merupakan daerah yang sangat strategis di Kepulauan Maluku yang terbagi menjadi
dua provinsi yaitu, Maluku Utara dan Maluku.

Bandar Udara Pattimura Ambon berada di Pulau Ambon yang terletak di Provinsi
Maluku. Secara astronomis, bandara terletak pada posisi koordinat 03° 42’ 25’’ S dan
128° 05’ 23’’ T yang dikelilingi oleh Laut Seram di sebelah utara, Laut Banda di sebelah
selatan, dan Laut Arafura di sebelah timur.
Sejarah Bandar Udara Pattimura yang dahulu bernama Lapangan Terbang Laha
Ambon dibangun pada tahun 1939 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada tahun 1942,
Lapangan Terbang Laha dikuasai oleh Jepang untuk melawan
pasukan Sekutu dalam Perang Dunia II. Setelah kemerdekaan Indonesia pada
tahun 1945, Lapangan Terbang Laha dikuasai oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Pada tahun 1975, berdasarkan surat keputusan Bersama Menhankam/
Pangab, Menteri Perhubungan, dan Menteri Keuangan Pelabuhan Udara Pattimura
ditetapkan sebagai lapangan terbang militer Milik TNI AU Lanud Pattimura kemudian
dijadikan sebagai Enclave Sipil milik Pangkalan Udara Pattimura atas dasar Sertifikat
Hak Pakai Nomor 06 Tahun 2010 Cq. TNI AU dan MOU antara TNI AU dengan
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, PT. AP I (Persero) Nomor: KB/4/I/2011,
Nomor: AU/833/KUM.18/I/2011, Nomor: SP.06/HK.09.01/2011/DU, Nomor:
PJJ.04.07.01/00/01/2011/010, tentang Pengaturan Penggunaan Bersama Pangkalan
Udara dan Bandara Udara. Sejak tahun 1975, Pelabuhan Udara Pattimura telah didarati
pesawat asing seperti Airnorth dari Darwin sampai tahun 1998.
Pada tanggal 11 Oktober 1995, Pengelolaan Bandar Udara Pattimura Ambon
dikelola oleh PT Angkasa Pura (Persero) dan berstatus sebagai bandar udara kelas I
dengan sistem pemanfaatan sebagian Aset Pangkalan TNI AU Pattimura. Pada

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 354
tanggal 3 Maret 2004, proyek pengembangan Bandar Udara Pattimura diresmikan
oleh Presiden Republik Indonesia.

Gambar 4.10 Bandara Pattimura Laha Ambon

4.5 PRASARANA UMUM PENDUKUNG PARIWISATA


Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial untuk dikembangkan
sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Usaha memperbesar pendapatan asli
daerah, maka program pengembangan dan pendayagunaan sumber daya dan potensi
pariwisata daerah diharapkan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan
pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan
pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada
gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa.
Provinsi Maluku sebagai suatu daerah yang berada di wilayah Indonesia Bagian
Timur, dengan Ambon sebagai Ibukotanya memiliki potensi alam yang banyak
menawarkan keanekaragaman daya tarik wisatawan, bersifat (alam, pantai, air
terjun/pemandian, hutan termasuk flora dan fauna) maupun budaya yang dapat
dikembangkan menjadi tujuan pariwisata yang layak diperhitungkan untuk di kunjungi.
Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Maluku, Kota Ambon
merupakan salah satu kota yang memiliki banyak objek wisata yang cukup terkenal.
Kota Ambon juga mengandalkan obyek wisata pantai untuk menarik kunjungan
wisatawan, seperti Pantai Hunimua, Pantai Natsepa, dan Pantai Namalatu.
Perkembangan suatu lokasi wisata alam berkaitan dengan potensi dan daya tarik dari
objek wisata itu sendiri. Pulau Ambon memiliki akan hal tersebut, dimana sudah mulai
banyak wisatawan yang mengunjungi objek-objek wisata di Pulau Ambon. Seperti

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 355
halnya objek-objek wisata yang di ambil sebagai objek penelitian yaitu: Pantai Hunimua,
Pantai Namalatu, dan Pantai Natsepa. Mengapa diambil ketiga objek wisata karena
ketiganya dikelola oleh Pemerintah sedangkan yang lainnya dikelola secara swakelola
oleh masyarakat. Dalam pengembangannya objek wisata ini ada yang mengalami
peningkatan maupun penurunan pendapatan. Adapun objek wisata yang mengalami
penurunan daya tariknya. Hal ini yang menjadikan permasalahan, mengapa objek
wisata yang dekat memiliki daya tarik yang sedikit sedangkan objek wisata yang
mempunyai jarak jauh memiliki daya tarik yang banyak. Infrastruktur pula juga
mempengaruhi potensi dari objek-objek wisata tersebut dengan meningkatkan atau
menurunnya kunjungan objek wisata. Oleh karena itu, maka tujuan dari penelitian ini
adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi objek- objek wisata yang berpotensi
serta menganalisa dan mengklasifikasikan kunjungan terhadap potensi objek wisata di
Pulau Ambon.
Pengembangan di dalam sektor pariwisata akan berhasil dengan baik, apabila
masyarakat luas dapat lebih berperan atau ikut serta secara aktif. Agar masyarakat luas
dapat lebih berperan serta dalam pembangunan
kepariwisataan, maka masyarakat perlu diberi pemahaman tentang apa yang dimaksud
dengan pariwisata serta manfaat dan keuntungan-keuntungan apa yang diperoleh. Di
samping itu, masyarakat juga harus mengetahui hal-hal yang dapat merugikan yang
diakibatkan oleh adanya pariwisata tersebut.
Pembangunan Ekonomi, Pembangunan ekonomi pada umumnya didefinisikan
sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk
suatu Negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.
Pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan
per kapita penduduk suatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Dari definisi
ini mengandung tiga unsur :
 Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses berarti perubahan yang
terus menerus yang di dalamnya telah mengandung unsur-unsur kekuatan sendiri
untuk investasi baru.
 Usaha meningkatkan pendapatan per kapita.
 Kenaikan pendapatan per kapita harus berlangsung dalam jangka panjang.
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses peralihan dari suatu tingkat
tertentu yang masih bercorak sederhana menuju tingkat ekonomi yang lebih maju dan
mencakup kegiatan yang beraneka ragam. Dalam transformasi tersebut terlaksana

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 356
suatu penjelmaan (transformasi) dalam arti perubahan pada pembangunan dan
keadaan yang berkisar pada tata susunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang
biasa disebut perubahan struktural rencana dianggap sebagai alat pembangunan
karena perencana memang mempunyai alat strategis dalam menuntun jalannya
pembangunan. Suatu perencanaan yang disusun secara tidak sistematis dan tidak
menghasillkan aspirasi sasaran, maka pembangunan yang dihasillkan juga tidak seperti
yang diharapkan. Di sisi lain perencanaan dipakai sebagai tolak ukur dari keberhasilan
dan kegagalan dari pembangunan yang mengandung arti bahwa kegiatan
pembangunan yang gagal bisa jadi karena perencanaan yang tidak baik dan begitu pula
sebaliknya. Perencanaan pada dasarnya berkisar pada dua hal,
pertama adalah penentuan pilihan secara sadar mengenai tujuan konkrit yang hendak
dicapai dalam jangka waktu tertentu atas dasar nilai yang dimiliki masyarakat yang
bersangkutan. Yang kedua adalah pilihan-pilihan diantara
cara-cara alternatif yang efisien serta rasional guna mencapai tujuan tersebut.
Untuk melakukan pemetaan terhadap Objek wisata di Kota Ambon, dilakukan
dengan pendekatan Analisis SWOT dan kemudian dilakukan analisis dengan Matriks
Internal Factor Evaluation (IFE) yang digunakan
untuk menganalisis faktor-faktor yang berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.
Data faktor internal dicari untuk menganalisis hal-hal yang berkaitan dengan beberapa
fungsional Objek Wisata.
Fasilitas dan prasarana umum di Kota Ambon dalam mendukung pariwisata
adalah:
1. Listrik
Permintaan energi listrik, jaringan jalan, moda transportasi dan bahan bakar
(bensin dan solar) tersedia dengan baik di beberapa wilayah Kota Ambon, sehingga
transportasi dapat dijadikan andalan pendukung sektor pariwisata.
Produksi listrik PLN di Kota Ambon terus mengalami peningkatan. Produksi listrik untuk
tahun 2020 sebesar 373.609.166 KWh, dengan jumlah pelanggan sebanyak 101.970
pelanggan.
Ketersediaan listrik dalam konteks pembangunan pariwisata di Kota Ambon
sangat penting. Jika dicermati ketersediaan listrik di kawasan-kawasan wisata unggulan
sudah tersambung listrik dengan baik.
Sebaran pelanggan listrik di Kota Ambon dapat dilihat pada gambar diagram 4.9
di bawah ini.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 357
Gambar 4.11 Diagram Pertumbuhan Bank Periode 2016-2019 Kota Ambon

2. Air Bersih
Akses terhadap air minum bersih masih menjadi masalah di Kota Ambon
disebabkan letak geografis yang menyulitkan jangkauan pelayanan PDAM. Hanya
di daerah di sekitar Kota Ambon saja yang menikmati PDAM, dan lainnya. sebagian
besar masih mengkonsumsi air dari sumur terlindung dan mata air terlindung. Pada
tahun 2020, PDAM Kota Ambon mampu memproduksi air minum sebanyak
1.781.780 m3 dengan jumlah pelanggan 12.331. untuk kebutuhan niaga sebesar
780 pelanggan komersial atau kurang lebih 6,32%

3. Perbankan
Terdapat beberapa bank yang beroperasi di Kota Ambon, yaitu Bank Rakyat
Indonesia, Bank Nasional Indonesia, Bank Mandiri, Bank Perkreditan Rakyat
Modern Exspress dan Bank Maluku. Selain bank, terdapat juga Lembaga keuangan
Koperasi Kredit (Credit Union) yang melayani simpan-pinjam bagi masyarakat,
khususnya bagi yang berada di desa-desa yang tidak terjangkau oleh layanan bank,
CU Hati Amboina. Bank dan Lembaga Keuangan di Kota Ambon dapat dilihat pada
gambar diagran 4.32 selama empat tahun terakhir ini mengalami penurunan hingga
mencapai jumlah 171 bank pada tahun 2019.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 358
Jumlah Bank Di Kota Ambon
2019 171
2018 173
2017 176
2016 174
168 169 170 171 172 173 174 175 176 177

Gambar 4.12 Diagram pertumbuhan bank periode 2016-2019 kota Ambon

Hubungan perbankan dengan pariwisata adalah ketersediaan ATM di


pusat-pusat pertumbuhan dan kawasan wisata. Seringkali wisatawan tidak
membawa uang cash saat berwisata. Fasilitas ATM oleh bank-bank nasional
perlu diperbanyak dan tersebar pada kawasan-kawasan pusat keramaian.

4. Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan di Kota Ambon tergolong cukup memadai, dimana
terdapat 11 buah rumah sakit, 22 puskesmas, 36 puskesmas pembantu dengan
120 dokter spesialis dan 83 dokter umum, 19 dokter gigi. Untuk destinasi dengan
kegiatan selam dan luar ruang lainnya yang mempunyai resiko kecelakaan,
fasilitas kesehatan sangat penting. Kota Ambon hingga kini belum terdapat
decompression chamber yang sangat penting untuk pertolongan bagi wisatawan.
Fasilitas umum di Ambon sebagian besar terletak di ibu kota, antara lain: fasilitas
keamanan, fasilitas keuangan, fasilitas bisnis (toko kelontong, apotek), fasilitas
kesehatan, fasilitas sanitasi dan kebersihan, dan fasilitas rekreasi.

5. Jaringan Telekomunikasi
Mengingat keadaan geografisnya sebagai ibu kota Provinsi Maluku,
komunikasi merupakan masalah yang penting untuk diperhatikan oleh
pemerintah Kota Ambon. Sinyal telepon seluler telah diterima di lima kecamatan
dengan baik, dan juga telah menjangkau semua desa. Semakin majunya bidang
teknologi, komunikasi dan informasi saat ini beberapa operator telepon seluler
dapat masuk dan beroperasi di Kota Ambon. Walaupun tidak semua daerah
dapat menjangkau sinyal (jaringan) dari operator-operator tersebut, hal ini cukup
membantu untuk mempermudah penyampaian informasi. Masuknya beberapa

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 359
provider internet yang tentunya lebih memudahkan penduduk, khususnya
wisatawan untuk berkomunikasi dengan dunia luar dan mengakses segala
sesuatunya.
Dalam konteks pembangunan pariwisata di Kota Ambon Kota Ambon
keberadaan jaringan telekomunikasi, khususnya operator seluler sangat penting
bagi wisatawan.

6. Pusat Perbelanjaan
Pusat perbelanjaan di Kota Ambon mulai dari mall yang terbilang cukup
moderen sampai ke supermarket-supermarket yang menyediakan berbagai
kebutuhan masyarakat seperti: pakaian, makanan, elektronik dan hiburan bagi
masyarakat. Ada juga pasar tradisional yang menyiapkan makanan kuliner,
rumah makan, warung kopi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga
para wisatawan yang berkunkung di Kota Ambon

4.6 PENDUDUK SEBAGAI POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA PARIWISATA

4.6.1. Penduduk Sebagai Potensi Pembangunan Wilayah


Kota Ambon merupakan wilayah terpadat di Provinsi Maluku pada 2020.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kepadatan penduduk di Kota Ambon
sebesar 1.163,02 jiwa per kilometer persegi (km²). Artinya, Kota Ambon memiliki
luas 359,4 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 347,3 ribu jiwa.

Prosentase Sebaran Penduduk Kota


Ambon Perkecamatan
TELUK AMBON
12.49%
TELUK BAGUALA 16.58%
SIRIMAU
42.1…
NUSANIWE
25.99%
LEITIMUR SELATAN 2.78%

0.00% 5.00%10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%45.00%

Gambar 4.11 Diagram Sebaran Penduduk Kota Ambon Per Kecamatan di Kota
Ambon

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 360
Penduduk juga merupakan salah satu potensi yang sangat penting dalam
pembangunan sebuah wilayah, dimana kualitas penduduk berkaitan erat dengan
kemampuan penduduk suatu wilayah untuk mengolah sekaligus memanfaatkan
sumber daya alamnya, guna memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan
kesejahteraannya sendiri. Indikator kualitas/mutu sumber daya manusia (SDM)
dapat dilihat dari beberapa aspek seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan
tingkat kesehatan. Indikator dari tingkat kesehatan penduduk dapat kita lihat dari
angka kematian dan angka harapan hidupnya. Tingginya angka
kematian menggambarkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah dan
tingginya angka harapan hidup menggambarkan tingkat kesehatan penduduk
yang baik. Tingkat kesehatan penduduk juga selalu berhubungan dengan
pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk suatu bangsa, maka
pengeluaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan juga akan semakin tinggi.
Penduduk yang memiliki pendapatan tinggi dapat menikmati makanan
yang berkualitas dan memenuhi standar kesehatan. Sementara penduduk yang
tinggi tingkat pendidikannya diharapkan akan memiliki produktivitas yang tinggi
pula bila jika dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah. Ada
beberapa hal yang berpengaruh terhadap kualitas penduduk suatu wilayah, antara
lain tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, dan tingkat pendapatan. Tingkat
pendidikan merupakan potensi sumber daya manusia yang unggul. Sementara
tingkat kesehatan mencerminkan kesejahteraan suatu wilayah. Sedangkan
pendapatan yang tinggi sangat berpengaruh terhadap upaya pemenuhan
kebutuhan masyarakat. Ketiga indikator tersebut saling mempengaruhi satu sama
lain.
Tinggi rendahnya tingkat pendidikan suatu masyarakat ikut menentukan
tinggi rendahnya kualitas dari sumber daya masyarakat. Pendidikan yang baik
adalah pendidikan yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, untuk
kota Ambon sebagai ibukota provinsi Maluku yang dikenal sebagai provinsi
kepulauan tentunya diperlukan pendidikan kemaritiman, untuk masyarakat wisata
diperlukan sekolah pariwisata, dan sebagainya.
Daya tarik wisata Kota Ambon pada umumnya dikelola oleh pemerintah
negeri dan masyarakat setempat (masyarakat desa). Keterlibatan penduduk
setempat (desa) terwujud dalam usaha warung makan, sewa tempat
peristirahatan, sewa ban berenang, sewa perahu, toilet-kamar mandi dan lainnya.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 361
Selain itu, ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang mengkreasikan
panganan lokal dalam bentuk kemasan dengan daya tahan yang cukup lama dan
dijual ke masyarakat maupun wisatawan. Keterlibatan
penduduk setempat di objek wisata menunjukkan adanya upaya mereka untuk
memberdayakan diri-keluarga maupun kelompok. Keterlibatan di objek wisata
dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan hidup. Pengembangan pariwisata
Kota Ambon berbasis pada masyarakat lokal, dengan demikian usaha-usaha
pariwisata di kawasan/daya tarik wisata lahir dari penduduk setempat.
Dengan demikian kualitas penduduk memiliki pengaruh yang siknifikan
terhadap pembangunan suatu wilayah. Perjuangan untuk membangun suatu
wilayah terutama pembangunan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas
penduduknya. Penduduk yang berkualitas tentu akan dapat melahirkan pemimpin
yang cakap dan berkualitas. Pemimpin yang berkualitas diharapkan akan mampu
membawa wilayahnya menuju gerbang kemakmuran dan kejayaan.

4.6.2. Penduduk Sebagai Potensi Sumber Daya Manusia Pariwisata Kota Ambon
Pertumbuhan Kunjungan wisatawan Kota Ambon untuk beberapa tahun
belakangan menggambarkan peningkatan aktifitas sosial ekonomi masyarakat di
bidang pariwisata. Peningkatan aktifitas sosial-ekonomi ini menjadi salah satu
faktor pemicu mobilitas sosial penduduk dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat Kota Ambon. mobilitas penduduk melalui aktifitas yang berbasis
industri pariwisata dapat meningkatkan status sosial ekonomi masyarakatnya;
serta bagaimana mobilitas sosial penduduk dalam meningkatkan status sosial-
ekonomi yang berbasis pariwisata. Landasan teori dalam kajian ini adalah
mobilitas sosial dalam kepariwisataan yang diimplementasikan oleh sebagian
anggota masyarakat yang telah memiliki tingkat pergerakan (aksesibilitas) yang
tinggi. Bekerjanya mobilitas sosial dan aksesibilitas tersebut dapat meningkatkan
status sosial ekonomi para anggota masyarakat melalui aktifitas sosial. kajian ini
menggunakan metode gabungan yang merupakan kombinasi metode penelitian
kuantitatif dan kualitatif. Penarikan sampel dilakukan secara acak (sampling of
random) dengan analisis data menggunakan data penduduk sebagai sebuah
teknik distribusi frekuensi aktivitas penduduk dalam mendukung pariwisata
(butuh riset singkat melihat pola pergerakan masyarakat sebagai potensi dasar
kepariwisatan di kota Ambon). Hasil penelitian menjelaskan mobilitas sosial

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 362
penduduk dengan beberapa jenis pergerakan sosial, diantara pergerakan
tersebut yaitu mobilitas sosial horizontal, mobilitas sosial vertikal naik, mobilitas
vertikal turun, mobilitas sosial antar generasi, dan mobilitas sosial intra generasi
yang berdampak pada tingkat aksesibilitas para anggota masyarakat untuk
berwisata.
John Naisbitt dalam bukunya Global Paradox, pariwisata dapat
dikategorikan sebagai industri terbesar dunia (the world's largest industry)
dijelaskan bahwa sekitar 8 persen dari ekspor barang dan jasa, pada umumnya,
berasal dari pariwisata. Di Asia Tenggara, berdasarkan catatan WTO, pariwisata
menyumbang devisa Negara sebesar 10-12 persen dari GDP dan 7-8 persen
dari total employment (Etyanto dalam Muallidin, 2007:1). Indonesia sendiri,
sebagai Negara urutan kedelapan, dikunjungi 5,064 juta orang dengan perolehan
devisa 5,7 miliar dolar Amerika pada tahun 2000 (Muallidin, 2007: 5).
Saat ini kontribusi sektor parekraf kepada PDB sekitar 4,3 persen.
Kontribusi sektor parekraf terhadap PDB bisa menembus 10-12 persen dalam
waktu 5-10 tahun ke depan. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) pada 2020 diperkirakan berada pada angka 4,1 persen.
Sementara itu, pada 2019 lalu, kontribusi sektor pariwisata sebesar 4,7 persen
(Artikel ini telah tayang di [Link] dengan judul "Menparekraf: Kontribusi
Pariwisata Ditargetkan 12 Persen dari PDB",
[Link]
kontribusi-pariwisata-ditargetkan-12-persen-dari-pdb, Tim Publikasi Katadata
Maret 2020).
Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi penting. Di
samping sebagai mesin penggerak ekonomi, pariwisata adalah wahana yang
menarik untuk mengurangi angka pengangguran karena pengembangan
pariwisata secara menyeluruh diharapkan akan dapat menciptakan lapangan
pekerjaan yang cukup besar di daerah-daerah yang menjadi destinasi wisata.
Di Maluku salah satu daerah yang memiliki potensi pariwisata menarik
adalah Kota Ambon, dengan geografis kota kepulauan Kontribusi Pariwisata
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Maluku Berdasarkan data BPS tahun 2018,
tingkat kemiskinan di Provinsi Maluku relatif tinggi (rata-rata 25,92%) berada di
atas rata-rata tingkat kemiskinan nasional (rata-rata 13,71%), demikian pula
dengan tingkat pengangguran di Provinsi Maluku dengan rata rata 10,8% yang

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 363
lebih tinggi dari rerata nasional (rata-rata 7,98%). Maka dengan adanya
pengembangan ekonomi melalui sektor pariwisata dapat menyerap banyak
tenaga kerja dan memberikan peningkatan ekonomi masyarakatnya dan daerah.
(Aponno, 2020).

[Link] Mobilitas Sosial Penduduk dan Motivasi Kerja


Dari data Tabel dibawah ini menunjukan bahwa pekerja atau karyawan
yang bekerja disektor pariwisata mereka menyukai pekerjaan disektor tersebut.
Fakta ini dapat dilihat dari hasil data kualitatif yang menunjukkan bahwa para
pekerja menyukai bekerja disektor pariwisata karena mereka menekuni
pekerjaan yang mereka yang lakukan. Para pekerja juga merasa dengan
bekerja disektor pariwisata dapat meningkatkan pendapatan mereka. Apalagi
para pekerja atau karyawan yang bekerja di sektor pariwisata sebelumnya tidak
bekerja atau bekerja serabutan sehingga dengan bekerja disektor pariwisata
tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan.
Dari data Tabel tersebut juga menunjukan bahwa pekerja atau
karyawan yang bekerja disektor pariwisata mereka menyukai pekerjaan
disektor tersebut. Fakta ini dapat dilihat dari hasil data kualitatif yang
menunjukkan bahwa para pekerja menyukai bekerja disektor pariwisata karena
mereka menekuni pekerjaan yang mereka yang lakukan. Para pekerja juga
merasa dengan bekerja disektor pariwisata dapat meningkatkan pendapatan
mereka. Apalagi para pekerja atau karyawan yang bekerja di sektor pariwisata
sebelumnya tidak bekerja atau bekerja serabutan sehingga dengan bekerja
disektor pariwisata tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan.

Tabel 4.3 Tanggapan Responden Terhadap Apakah Jenis Pekerjaan ini yang yang
anda inginkan (kuesioner no 2)
Jumlah Presentasi
No Kategori
(orang) (%)
1 Tidak setuju 1 4
2 Kurang setuju 3 12
3 Setuju 7 28
4 Sangat setuju 14 56
Jumlah 25 100

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 |IV - 364
5.1 Pengertian Industri Pariwisata
Industri pariwisata merupakan kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait
dalam rangka menghasilkan barang atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan
dalam penyelenggaraan pariwisata (UU Pariwisata No. 10 tahun 2009). Industri
pariwisata adalah kumpulan bermacam-macam perusahaan yang secara bersama
menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan wisatawan pada umumnya dan
traveler pada khususnya. Industri pariwisata juga merupakan rangkuman dari berbagai
bidang usaha yang secara bersama menghasilkan produk-produk maupun jasa atau
pelayanan secara langsung maupun tidak langsung yang dibutuhkan wisatawan.

5.2. Industri Pariwisata


Industri pariwisata merupakan suatu proses kegiatan ekonomi di bidang
kepariwisataan yang produknya berupa jasa-jasa untuk memenuhi kebutuhan
wisatawan secara compartable, privacy dan security.
Industri pariwisata yang ada di kota Ambon, terbagi atas tiga macam sarana
yaitu:
1. Sarana Pokok (Main Tourism Supra Structure).
2. Sarana Pelengkap (Suplementing Tourism Supra Structure).
3. Sarana Penunjang (Supporting Tourism Supra Structure)
Sarana pokok ialah perusahaan-perusahaan yang kelangsungan hidupnya
tergantung pada ada atau tidaknya wisatawan, seperti : Travel Agencis, Tourist
Transportation, Accomodation/Hotel, Catering Trade, Tourist Objects dan Souvenir.
Sarana pelengkap adalah perusahaan-perusahaan yang melengkapi sarana
pokok, seperti : Swimming pool, Tennis Court, Golf Course, Recreation Centre dan
lain sebagainya.
Sarana penunjang ialah perusahaan-perusahaan yang melengkapi sarana
pokok dan pelengkap yang berfungsi tidak saja membuat wisatawan lebih lama
tinggal pada suatu daerah tetapi agar wisatawan yang bersangkutan lebih banyak
mengeluarkan uangnya di tempat yang mereka kunjungi tersebut. Berbagai sarana
penunjang, seperti : Night Club, Steam bath, dan Casino.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 1


5.3. Klasifikasi Industri Pariwisata
Klasifikasi dalam industri pariwisata, diantaranya :
1. Perusahaan Pariwisata Utama Langsung
Perusahaan utama langsung adalah semua perusahaan yang tujuan
pelayanannya khusus ditujukan bagi perkembangan kepariwisataan.
Klasifikasi perusahaan didasarkan pada objek sentra” dan “subjek sentra”.
Perusahaan-perusahaan tergolong dalam “Objek Sentra”.
a. Perusahaan akomodasi, termasuk hotel, penginapan, motel, losmen,
peristirahatan, bungalow, pemondokan dan lain sebagainya.
b. Tempat peristirahatan khusus, bagi pengunjung yang sakit beserta kliniknya,
termasuk pemandian khusus bagi orang sakit, sanatorium dan sebagainya.
c. Perusahaan angkutan pariwisata, yang biasanya digunakan untuk kegiatan
kepariwisataan.
d. Perusahaan pengrajin dan manufaktur, seperti perusahaan kerajinan tangan
dan barang-barang kesenian (souvenir) dan sebagainya.
e. Toko-toko penjual souvenir, benda-benda khusus untuk para wisatawan.
f. Usaha-usaha khusus menyediakan dan menyajikan tempat rekreasi dan
hiburan-hiburan lain khusus untuk para wisatawan.
g. Organisasi atau usaha yang menyediakan pramuwisata, penerjemah,
pemandu dan sebagainya.
h. Club atau lembaga yang khusus mempromosikan pariwisata dengan jalan
mengelola, mengatur perbaikan dan kebersihan objek-objek yang
dikunjungi wisatawan.
Perusahaan pariwisata yang termasuk kategori “Subjek Sentra” adalah
Perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha agar orang merasa tertarik akan
kebutuhan untuk mengadakan perjalanan atau memberi kesempatan kepada mereka
untuk menikmati perjalanan, antara lain:
a. Perusahaan-perusahaan penerbitan kepariwisataan yang memajukan
promosi pariwisata secara umum ataupun khusus.
b. Usaha-usaha yang membiayai kepariwisataan seperti bank pariwisata
(Travel Bank), usaha kredit pariwisata (Travel Credit), dan badan-badan
yang membiayai wisata sosial atau wisata remaja.
c. Perusahaan asuransi pariwisata seperti asuransi kecelakan, sakit, kematian
dan sebagainya.
Kategori ketiga adalah perusahaan pariwisata yang menyangkut subjek dan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 2
objek pariwisata. Kegiatan dalam kehidupan usahanya adalah terdiri dari bentuk
hubungannya dengan kedua kategori perusahaan tersebut. Prototipe bentuk
hubungan ini adalah biro perjalanan umum dan agen perjalanan yang mempunyai
fungsi sebagai keagenan pariwisata dan pengaturan perjalanan.

2. Perusahaan Pariwisata Sekunder Tak Langsung


Perusahaan pariwisata sekunder tak langsung ini adalah tidak sepenuhnya
tergantung pada wisatawan, tetapi sebagian besar diperuntukkan bagi masyarakat
setempat. Namun demikian perusahaan yang termasuk dalam kategori ini juga
memegang peranan yang penting, khususnya menyangkut usaha-usaha di bidang
pangan (Catering) yaitu perusahaan-perusahaan yang kegiatannya mengadakan dan
menyediakan makanan dan minuman seperti restoran, grill dan lainnya.
Klasifikasi perusahaan pariwisata sekunder tak langsung, seperti:
a. Perusahaan yang membuat kapal-kapal khusus untuk wisatawan seperti
kapal pesiar (Cruise Ship) mobil-mobil wisatawan dan lainnya.
b. Toko-toko pakaian, perhiasan wanita dan batu permata, alat-alat potret dan
film dan lainnya.
c. Toko binatu, tukang cukur, salon kecantikan dan sejenisnya

5.4. Sektor Usaha Pariwisata


Berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, yang
menyatakan ada 12 sektor usaha pariwisata sebagai berikut :
1. Daya tarik wisata
Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan
nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan
manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisata.
Atraksi wisata dapat berupa pertunjukan tari, musik, upacara adat dan lain-lain
sesuai dengan budaya setempat. Pertunjukan ini dapat dilaksanakan secara
tradisional maupun modern, melalui atraksi wisata ini dapat dilakukan salah satunya
mengangkat keunggulan lokal setempat .

2. Kawasan Wisata
Kawasan wisata dapat diartikan sebagai Daerah tertentu yang mempunyai ciri
sebagai tempat tujuan berpergian bersama-sama, baik untuk memperluas
pengetahuan ataupun bersenang-senang dan lain sebagainya.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 3
Daerah tujuan wisata dapat berupa penelitian pasar dan pangsa, kelayakan
kawasan wisatawan, arsitektur bangunan, dan engineering, serta lembaga
keuangan.

3. Jasa transportasi wisata


Bidang usaha jasa yang bergerak dalam bidang angkutan. Transportasi dapat
dilakukan melalui darat, laut dan udara. Pengelolaan dapat dilakukan oleh Swasta
maupun BUMN. Jasa angkutan dan transportasi ini juga sangat mempengaruhi
industri pariwisata, terjadinya kemudahan jasa transportasi terutama udara, yang
memberikan harga yang cukup terjangkau bagi seluruh kalangan membuat
meningkatnya kegiatan berwisata dari satu tempat ke tempat atau daerah lainnya.

4. Jasa perjalanan wisata


Suatu badan usaha dimana operasionalnya meliputi pelayanan semua proses
perjalanan dari seseorang sejak berangkat hingga kembali, sehingga mereka
merasa nyaman selama perjalanan. Biro perjalanan ini meliputi : paket perjalanan
(tour wholesalers), perusahaan incentive travel dan reception service. Adapun Data
pelaku usaha jasa Transportasi wisata di Kota Ambon dapat dilihat pada Tabel 5.1
dalam lampiran tabel.

5. Jasa Makanan dan minuman


Di dalam bidang restoran, perhatian antara lain dapat diarahkan pada kualitas
pelayanan, baik dari jenis makanan maupun teknik pelayanannya.
Di samping itu, dari segi kandungan gizi, kesehatan makanan dan lingkungan
restoran serta penemuan makanan-makanan baru dan tradisional baik resep, bahan
maupun penyajiannya yang bisa dikembangkan secara nasional, regional, bahkan
internasional. Adapun Data bidang usaha Akomodasi Makanan dan Minuman di
Kota Ambon dapat dilihat pada Tabel 5.2 - 5.6 dalam lampiran tabel.

6. Penyediaan akomodasi
Merupakan tempat bagi seseorang untuk tinggal sementara, dapat berupa
hotel, losmen, guest house, pondok, cottage inn, perkemahan, dan sebagainya.
Saat ini telah berkembang lebih jauh kearah tuntutan pemenuhan kebutuhan
manusia lainnya seperti makan, minum rekreasi, olah raga, konvensi, pertemuan-
pertemuan profesi dan asosiasi perjamuan-perjamuan pernikahan dan lainnya. Oleh
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 4
karena itu dengan kemajuan teknologi dan perkembangan jaman juga dapat
mempengaruhi jenis, macam dan banyaknya fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dan
harus disediakan oleh pengusaha pada bidang akomodasi.
Penginapan atau homestay yang terdiri dari hotel, resort, wisma-wisma yang
merupakan aspek-aspek yang dapat diakses dalam pengembangan bidang
kepariwisataan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penginapan ini dapat
berupa; strategi pemasaran, pelayanan saat penginapan, integrasi dan restoran atau
biro perjalanan, dan sebagainya. Adapun Data Pelaku usaha Pariwisata Bidang
Penyediaan Akomodasi dapat dilihat pada pada Tabel 5.7 - 5.10 dalam lampiran
tabel.
7. Fasilitas Hiburan dan Rekreasi
Fasilitas hiburan dan rekreasi adalah penyediaan peralatan atau
perlengkapan untuk berekreasi yang dikelola secara komersial. Fasiltas ini meliputi
pengembangan dan pemanfaatan taman, tempat perkemahan (camping ground),
ruang konser, teater, dan lain-lain.

8. Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi dan Pameran/MICE


(Meeting, Incentive, Convension and Exhibition)
Diartikan sebagai wisata konvensi, dengan batasan pada usaha jasa
konvensi, perjalanan insentif, dan pameran merupakan usaha dengan kegiatan
memberi jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang untuk membahas
masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Dalam
pelaksanaannya MICE atau wisata konvensi diselenggarakan bagi Kegiatan
pertemuan dan pameran dagang yang dikehendaki oleh asosiasi, organisasi atau
korporasi. Sebagai produk pariwisata MICE membutuhkan pengelolaan profesional
dalam menentukan lokasi, musim, waktu, hari, tanggal, bulan, ukuran, jenis, tema,
dan sebagainya sehingga menghasilkan kesimpulan yang sukses. Istilah MICE lahir
sebagai spesifikasi dari konsep convention tourist.
Terkait dengan MICE, pada Mei 2009 diterbitkan Peraturan Menteri
Kebudayaan dan Pariwisata Nomor 18/UM.001/MKP/2009 tentang Pedoman
Penggunaan Jasa dan Produk Usaha Mikro Kecil Menengah dalam Kegiatan
Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi dan Pameran. Diharapkan, kesempatan
terbuka lebar bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan jasa dan produknya dalam
kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran atau bisnis MICE.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 5
Kota Ambon sebagai destinasi yang mulai diperhitungkan oleh pasar
wisata MICE sebagai tujuan menarik. Sejumlah destinasi wisata alam, bahari dan
wisata musik yang dimiliki merupakan modal utama yang bisa menjadikan Ambon
sebagai wisata MICE dunia. Bisnis MICE sangat potensial dikembangkan di
Ambon karena kontribusinya yang semakin besar dalam menjaring jumlah
kunjungan wisatawan mancanegara. Beberapa kegiatan besar dunia terkait
dengan Ambon of Music city menjadi bukti kepercayaan masyarakat dunia untuk
melakukan aktivitas MICE di Ambon. Berbagai jenis produk ekonomi kreatif yang
dipamerkan diharapkan akan mendorong tumbuhnya pelaku kreatif sehingga
dapat mampu mendukung ekonomi daerah.

9. Jasa Informasi Pariwisata


Jasa informasi pariwisata adalah usaha penyediaan data, berita, feature, foto,
video dan hasil penelitian mengenai kepariwisataan yang disebarkan dalam bentuk
cetak dan atau elektronik. Kegiatan jasa informasi pariwisata meliputi:
a. Penyediaan informasi mengenai daya tarik wisata, sarana pariwisata, jasa
pariwisata, jasa transportasi dan informasi lain yang diperlukan oleh wisatawan;
b. Penyebaran informasi tentang usaha pariwisata atau informasi lain yang
diperlukan wisatawan melalui media cetak, media elektronik atau media
komunikasi lain;
c. Pemberian informasi mengenai layanan pemesanan, akomodasi, restoran,
penerbangan, angkutan darat dan angkutan laut.
Pelaku jasa informasi pariwisata bertanggungjawab atas kebenaran informasi yang
disediakan.

10. Jasa Konsultan pariwisata


Jasa konsultan pariwisata meliputi penyampaian pandangan, saran,
penyusunan studi kelayakan; perencanaan, pengawasan, manajemen dan penelitian di
bidang kepariwisataan. Pelaku jasa konsultan pariwisata bertanggung jawab atas
kualitas jasa konsultasi yang diberikan baik dibidang industri pariwisata, destinasi
pariwisata, pemasaran pariwisata dan bidang kelembagaan pariwisata.

11. Jasa Pramuwisata


Pramuwisata adalah usaha yang menyediakan dan/atau mengkoordinasikan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 6


tenaga pemandu wisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan/atau kebutuhan
biro perjalanan wisata. Pramuwisata bertugas memberikan bimbingan penerangan dan
petunjuk tentang objek wisata, serta membantu segala sesuatu yang diperlukan oleh
wisatawan di dalam perjalanan.

12. Wisata tirta


Wisata tirta mencakup kegiatan penyediaan pelayanan rekreasi wisata
menyelam untuk menikmati keindahan flora dan fauna di bawah air laut, penyediaan
sarana untuk rekreasi di pantai dan perairan laut; pembangunan dan penyediaan
sarana tempat tambat kapal pesiar untuk kegiatan wisata dan pelayanan jasa lain yang
berkaitan dengan kegiatan marina.

5.5. Produk Pariwisata


Produk pariwisata adalah segala sesuatu yang disajikan bagi kepentingan
wisatawan, baik berupa barang-barang objek, alat (sarana prasarana), tenaga
(manusia, teknologi), kegiatan (events), maupun pelayanan (service), yang sudah
dirangkum dipaketkan menjadi persediaan (supply) dan kebutuhan (demand)
wisatawan.
Produk wisata terbagi atas :
1. Benda-benda yang dapat diperoleh dengan jalan bebas, seperti udara, cuaca,
iklim, panorama, keindahan alam sekitar, keajaiban semesta dan sejenisnya.
2. Benda-benda pariwisata yang diciptakan, seperti monumen, tempat-tempat
bersejarah, benda-benda arkeologi, candi, masjid dan yang sejenisnya.
3. Benda-benda pelayanan (service) kepariwisataan lainnya, seperti alat
perlengkapan angkutan, pramuwisata dan sebagainya yang dapat digolongkan
dalam alat dan perlengkapan industri pariwisata.

Ciri-Ciri Produk pariwisata


Produk wisata mempunyai ciri yang berbeda dengan produk industri yang lain.
Ciri-ciri produk wisata adalah sebagai berikut :
1. Tak dapat dipindahkan, wisatawan harus datang sendiri untuk menikmati dan
mengalami produk tersebut.
2. Produk dan konsumsi terjadi pada saat yang sama, artinya produk itu terjadi
pada waktu langganan itu sedang menggunakan jasa-jasa tersebut.
3. Tidak ada suatu standar tertentu secara objektif, karena jasa pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 7
mempunyai berbagai ragam bentuk.
4. Langganan tidak dapat mencicipi atau mengetahui dan menguji produk itu
sebelumnya, kecuali hanya melihat gambar-gambar saja dengan
penjelasannya.
5. Produk wisata merupakan usaha yang mengandung resiko besar, bersifat
elastis, kalau terjadi perubahan situasi ekonomi, politik, sikap masyarakat yang
menurun maka dapat menggoyahkan sendi-sendi penanaman modal usaha
kepariwisataan, terjadinya kemunduran yang deras akan mempengaruhi pula
industri menunjang wisata.

5.6. Tanda daftar Usaha Pariwisata


Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) adalah bukti tanda daftar yang wajib
dimiliki oleh berbagai jenis usaha yang berkaitan dengan sektor pariwisata, seperti
usaha Jasa Perjalanan Wisata, Penyediaan Akomodasi, Jasa Penyediaan Makanan
dan Minuman, Jasa Pramuwisata, Penyelenggaraan Pertemuan, dan beberapa usaha
lainnya. Dokumen ini merupakan bukti resmi bahwa suatu usaha sudah terdaftar
dalam Daftar Usaha Pariwisata dan dapat menyelenggarakan usaha pariwisata.
Adapan berbagai jenis usaha yang ada di Kota Ambon adalah sebagai berikut :
Tabel 5.11 Jenis Usaha Bidang Pariwisata di Kota Ambon

Jumlah
No Jenis Usaha
Pelaku Usaha
1 Restoran 49
2 Rumah Makan 222
3 Cafe 40
4 Rumah Kopi 56
5 Catering 8
6 Hotel 40
7 Penginapan 43
8 Wisma 6
9 Guest House 14
10 Travel 106
11 Salon 67
12 Spa 5
13 Fitness 5
14 Ole-ole 11
15 Karaoke 24
16 Pub 4
17 Diskotik 1
18 Bilyard 10
19 Wahana Air 1
20 Permainan Ketangkasan 5
21 Bioskop 2
22 Kerajinan Tangan 19
23 Balai Pertemuan 6
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 8
Jumlah
No Jenis Usaha
Pelaku Usaha
24 Dive Centre 6
Sumber: Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon. 2021

5.7. Skema Industri Jasa Pariwisata


Menurut The Educational Institute of the American Hotel and Motel
Association (Endar Sugiarto & Sri Sulastiningrum, 1996) skema Industri
Pariwisata dapat dilihat pada Tabel 5.12 berikut.

Tabel 5.12 Skema Industri Pariwisata


Travel and Tourism Industry
Lodging Transportation Food and Retail Store Activities
Operation Service Beverage
Operations

Hotels Ships Restaurants Gift Shops Recreation


Motels Airlines Lodging Properties Souvenir Shops Business
Motor Hotels Autos Retails Stores Art/Crafts Shops Entertainment
Resorts Buses Vending Shopping Malls Meetings
Hotels
Camps Trains Catering Markets Study Trips
Parks Bikes Snack Bar Miscellaneous Stores Sporting Events
Pensions Limousines Cruise Ships Ethnic Festivals
Motor Bar/Taverns Art Festivals,
Homes Cultural Events,
Seasonal
Festivals

Sumber: The Educational Institute of the American Hotel and Motel Association
Cara lain untuk dapat memahami keterkaitan dan saling
ketergantungan antar berbagai unsur/sektor dalam industri pariwisata dapat
pula dijelaskan dengan menggunakan peta pikiran (mind map) seperti terlihat
pada Gambar 5.1.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 9


Gambar 5.1. Peta Pikiran (Mind Map)

5.8. SWOT Aspek Industri Pariwisata Kota Ambon


Kekuatan (Strenghth):
1. Terdapat Fasilitas Akomodasi yang memadai
2. Tersedia fasilitas pelayanan informasi dan telekomunikasi
3. Fasilitas pelayanan administrasi
4. Fasilitas pelayanan transportasi cukup tersedia dan menjangkau Sebagian
besar lokasi
5. Fasilitas penukaran uang pada beberapa bank
6. Fasilitas Loundry tersebar di pusat kota dan beberapa SKW
7. Fasilitas ibadah tersebar pada seluruh SKW
8. Fasilitas Kesehatan klinik, puskesmas, rumah sakit, Laboratorium, Dokter
Praktek
9. Pengolahan sampah pada masing-masing lokasi wisata
10. Pemadam kebakaran terpusat dengan armada lengkap serta adanya sistem
fire hidrant
11. Restoran dan Café, Kedai, Warung tersebar pada seluruh SKW
12. Sarana wisata tirta tersedia di beberapa SKW
13. Sarana Wisata Budaya tersedia di beberapa SKW
14. Sarana transportasi menjangkau hampir semua SKW
15. Adanya Toko/kios souvenir
16. Prasarana Jalan dan jembatan cukup memadai
17. Areal parkir cukup tersedia
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 10
18. Jaringan listrik, telepon, air bersih tersedia
19. Jaringan drainase kota cukup memadai
20. Sistem penanganan limbah sudah mulai berkembang
21. Kuaitas dermaga dan Jetty cukup memadai
22. Kota Ambon telah ditetapkan sebagai Kota Musik Dunia

Kelemahan (Weakness):
1. Belum semua fasilitas akomodasi dilengkapi ruang pertemuan
2. Masih kurangnya Tourist Information Center (TIC)
3. Paket wisata masih kurang
4. Pengelolaan Tiket wisata belum terintegrasi dengan Pemerintah Kota
5. Fasilitas pelayanan administrasi bagi wisatawan asing masih terbatas di
Bandara
6. Pelayanan transportasi pariwisata masih kurang memadai
7. Pelayanan Money Changer masih terbatas hanya pada beberapa Bank dan
Western Union
8. Pengolahan sampah masih sederhana dan manual
9. Industri seni dan musik kurang berkembang pada skala Restoran, Café
10. Sarana wisata tirta masih sederhana dan belum lengkap
11. Masih kurangnya bus-bus pariwisata standard
12. Jalan berkualitas belum menjangkau seluruh lokasi wisata pada masing-
masing SKW
13. Sistem penanganan limbah pada lokasi wisata belum sempurna
14. Tambatan perahu/Jetty masih sedikit dan belum memenuhi kebutuhan
wisata tirta
15. Belum ada sekolah/kursus musik standard

Peluang (Opportunities)
1. Adanya regulasi terkait kondisi pandemi Covid-19 menuju New Era
2. Adanya regulasi terkait penanaman modal dan kemudahan investasi
3. Penggunaan teknologi digital dalam transaksi barang dan jasa
Ancaman (Threats)
1. Wisata tirta terkendala dengan pola musim (cuaca)
2. Industri pariwisata daerah lain di luar Kota Ambon berkembang pesat

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 11


3. Kebijakan pemerintah pusat yang berdampak pada penurunan frekuensi
penerbangan
4. Berkurangnya kunjungan wisatawan asing dan domestik

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | V - 12


6.1. Konsep Pemasaran pariwisata
Pemasaran Pariwisata merupakan mencakup upaya melakukan identifikasi
keinginan/kebutuhan konsumen jasa pariwisata, penentuan produk yang ditawarkan,
penentuan harga, promosi dan penelitian pasar. Kegiatan pemasaran pariwisata
mencakup upaya melakukan identifikasi keinginan/kebutuhan konsumen jasa
pariwisata, penentuan produk yang ditawarkan, penentuan harga, promosi, dan
penelitian pasar.
Kepuasan langganan dapat ditingkatkan melalui marketing proses yang meliputi:
• Identifikasi keinginan (saat ini dan yang akan datang) untuk menganalisis
permintaan pasar
• Analisis SWOT produsen jasa pariwisata
• Penentuan target
• Perencanaan marketing mix
• Menciptakan produk yang tepat (product)
• Menentukan harga yang tepat (pricing) & Mendistribusikan secara efektif (place)
• Melakukan promosi (promotion)
• Evaluasi hasilnya.
Konsep pemasaran yang seperti di atas, mengandung beberapa pengertian yang
secara konsisten dilaksanakan yaitu :
1. Pemasaran sebagai suatu proses sosial harus dapat dilaksanakan oleh seluruh
lapisan masyarakat.
Pelaku pemasaran tidak hanya oleh industri pariwisata atau pihak-pihak yang
saat ini kompetensi dalam pemasaran pariwisata. Kebijakan pemasaran sudah
harus mendorong kemungkinan berperannya duta-duta daerah seperti
mahasiswa dan pelajar. Siapapun dalam kepentingan apapun
mereka diposisikan sebagai pemasar pariwisata. Langkah strategis yang perlu
dilakukan adalah menempatkan anjungan informasi
dan leaflet atau booklet tentang pariwisata di kantor-kantor imigrasi yang akan
mengurus paspor perjalanan ke luar negeri. Mereka diwajibkan membawa
informasi ini kepada mitra mereka di luar negeri tentang daerah.
2. Pemasaran sebagai suatu proses manajerial.
Pelaksanaan pemasaran harus direncanakan, dilaksanakan, dipantau dan yang
lebih penting adalah dilaksanakan evaluasi. Di dalam pemasaran pariwisata

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 1


tindakan evaluasi sangat penting sebab agak berbeda dengan pemasaran
barang yang mudah dikemas atau diperbaiki. Pariwisata adalah menjual image
dan pelayanan yang perbaikannya membutuhkan proses yang kompleks dan
panjang.
3. Pemasaran sebagai proses pertukaran produk dan nilai.
Menggagas strategi yang dilakukan, sehingga dapat memiliki produk yang
berkualitas, memiliki competitiveness yang tinggi seperti nilai-nilai budaya dan
alam yang memiliki lokal yang spesifik, memiliki nilai filosofi, kehidupan
masyarakat (living culture), nilai luhur/pemaknaan hidup manusia, pengetahuan
penduduk berkaitan dengan alam dan kearifan masyarakat lokal masyarakat
merupakan produk unggulan daerah yang perlu dipromosikan. Apalagi
untuk mature tourist sudah mulai mencari sesuatu yang baru dalam rangka
mendapatkan pengkayaan hidup dengan mencari new knowledge dan
expansion of life.

Mengingat pemasaran adalah sebuah proses manajemen, sehingga pemasaran


pariwisata harus ditata dengan baik. Terdapat 3 tahapan dalam proses pemasaran,
yakni :
1. Informasi.
Pemberian informasi dapat dilakukan oleh banyak pihak, utamanya adalah
informasi tentang apa yang diketahuinya. Bagi pemula tentu yang diketahui
yaitu daerah tempat tinggalnya, atau obyek-obyek wisata yang pernah
mereka kunjungi.
Tahapan pemberian informasi ini juga dapat dilakukan melalui
IT (Information Technology) dan exhibition atau pameran.
2. Negosiasi.
Proses pembelian atau purchasing ini dilakukan oleh negosiator yang
handal.
3. Pengemasan dan pelayanan terhadap wisatawan yang telah berkunjung ke
daerah tujuan wisata.
Pelayanan yang berkualitas akan memberikan evaluasi dan rekomendasi
untuk perjalanannya sebagai repeater atau rekomendasi terhadap orang lain
untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 2


6.2. Pendekatan Pemasaran Pariwisata
1. Konsep pemasaran produk pariwisata
Di dalam pemasaran pariwisata diperlukan adanya pemahaman yang
mendalam terhadap produk yang dimiliki dan dijual. Demikian pula persepsi dan
preferensi wisatawan atau calon wisatawan. Persepsi dan preferensi wisatawan ini
akan menimbulkan perilaku yang mendorong proses pembelian. Dikenal ada
beberapa konsep pemasaran, yang dapat dipergunakan untuk menjual produk
pariwisata sebagai berikut:
a. Konsep produksi
Konsep ini menempatkan pertimbangan bahwa konsumen hanya mau membeli
barang yang bisa dibeli dengan harga murah dan mudah didapat. Untuk pariwisata
yang memenuhi dua kriteria ini adalah produk pariwisata buatan atau kemasan
baru dan untuk mass production. Taman rekreasi, resort wisata buatan, souvenir
buatan pabrik dan event olahraga dan convention dapat menggunakan
pendekatan produksi ini.
b. Konsep produk
Konsep produk ini menggunakan asumsi bahwa konsumen hanya akan membeli
barang yang memiliki keunikan, inovatif dan superioritas. Produk pariwisata yang
dapat dijual dengan pendekatan ini adalah pariwisata minat khusus yang
bertemakan budaya (heritage dan living culture), alam (ekowisata, wisata
pendidikan dan penelitian) dan souvenir kerajinan tangan.
c. Konsep penjualan
Pemasaran yang yang bertujuan untuk menjual produk untuk mendapatkan laba
dari penjualan yang banyak volumenya dan dengan promosi yang agresif. Produk
pariwisata yang dapat dijual dengan pendekatan ini adalah bentuk pariwisata
profane misalnya taman rekreasi, souvenir produksi masal buatan pabrik, event
olah raga , exhibition dan convention.
d. Konsep pemasaran
Suatu konsep yang diterapkan dengan mempertimbangkan bahwa keuntungan
akan dicapai melalui upaya memberikan kepuasan pada konsumen yang terlebih
dahulu melakukan pengidentifikasian kebutuhan dan keinginan wisatawan.
Seluruh produk wisata seharusnya menggunakan pendekatan ini.
e. Konsep pelanggan
Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep pemasaran, dimana kepuasan
konsumen harus diusahakan tercapainya kepuasan setiap pelanggan secara
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 3
individual. Seluruh produk wisata hendaknya menggunakan konsep ini dalam
pemasaran pariwisata.
f. Konsep ekologikal dan humanistik
Konsep yang mempertimbangkan adanya profit dicapai melalui kepuasan
konsumen dengan cara pengidentifikasian kebutuhan wisatawan dengan
pengintegrasian kegiatan pemasaran dengan mempertimbangkan kesejahteraan
masyarakat dalam jangka panjang. Pemasaran yang demikian ini diperankan oleh
pemerintah untuk produk produk pariwisata kawasan yang dimiliki dan dikelola
oleh pemerintah seperti halnya kawasan taman nasional dan taman hutan raya.

2. Sistem Informasi Pemasaran


Di dalam pemasaran pariwisata peran dari sistem informasi
pariwisata (Marketing Information System atau MIS) sangat penting. Sebab perilaku
calon wisatawan sangat dinamis perkembangannya dari waktu ke waktu. Keputusan
harus dapat cepat diambil untuk menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.
Skema sistem informasi pemasaran komponennya disajikan oleh Kotler, et al (1999)
berikut.
1. Manajer Pemasaran
Manajer pemasaran melaksanakan analisis terhadap informasi yang didapat,
kemudian membuat perencanaan, pelaksanaan, pengorgansasian dan
melakukan kontrol terhadap pelaksanaan pemasaran.
2. Membuat keputusan untuk melakukan pemasaran dan mengkomunikasikan
keseluruh bagian terkait.
Keputusan ini ditinjau dari 2 aspek , yaitu :
a. Sistem Informasi Pemasaran
Sistem informasi dilakukan penapisan, kesesuaian informasi dengan informasi
yang dibutuhkan dan pendistribusian informasi.
b. Pengembangan informasi.
Pengembangan informasi ini terdiri atas: pencatatan informasi, membuat analisis
informasi, menyusun suatu strategi dan membuat penelitian untuk pemasaran.

6.3. Tujuan Pemasaran Pariwisata


1) Dalam jangka panjang terus meningkatkan keuntungan.
2) Mendorong pertumbuhan pariwisata yang serasi dan memperkokoh dampak
ekonomi bidang pariwisata.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 4


3) Membawa keamanan dan keseimbangan dalam perencanaan pengembangan
sosial dan ekonomi.
4) Memantapkan dan memacu porsi pasar dalam menghadapi persaingan
5) Memajukan citra pariwisata negeri

6.4. Pemasaran Industri MICE


Pasar dari industri MICE adalah pasar yang tidak mudah terpengaruh oleh
fluktuasi harga dibanding pasar leisure, dan multiplier effect pada bidang ekonomi tidak
diragukan lagi. Saat ini efek globalisasi juga telah mempengaruhi tren persaingan pada
industri ini yang sebelumnya persaingan antar-perusahaan, maupun persaingan antar-
destinasi. Suatu wilayah yang ingin mengembangkan destinasi MICE, harus
memperhatikan 4A (atraksi, aksesibilitas, amenitas dan anciliritas).
Untuk bisa mewujudkan 4A tadi, ada tujuh hal utama yang harus disiapkan, yaitu
fasilitas meeting dan konferensi; fasilitas pameran; dukungan fasilitas entertainment
termasuk daya tarik wisata alam dan budaya; aksesibilitas berupa bandara internasional
beserta layanannya; fasilitas akomodasi dengan banyak pilihan serta kualitas pelayanan
yang prima; lingkungan sekitar yang terdapat fasilitas umum, perbankan dengan
keamanan yang terjamin; serta citra destinasi yang baik, mempunyai reputasi, bersih
dan aman. Jika semua hal tersebut sudah dipenuhi, yang tak kalah penting adalah peran
pemerintah, yaitu dengan membuat event berkelas nasional dan internasional pada
destinasi tersebut serta membantu mempromosikannya.
Pemasaran industri MICE ditujukan kepada :
1) Client melalui bidding dan program promosi, seperti: sales call road show atau
penyampaian prospektif event kepada target pasar yang dituju).
2) Sponsor Melalui penyampaian proposal sponsorship.
3) Calon peserta/delegasi melalui berbagai media promosi.

Keinginan pasar faktor penentu dalam memilih Destinasi MICE


1. Keamanan
Semua konsumen MICE menginginkan adanya jaminan keamanan, baik dari
pemerintah maupun oleh penyelenggara. Dalam setiap event Internasional perlu
adanya fasilitas pengamanan yang ketat khususnya di venue dan akomodasi.
Selain itu tempat yang menjadi bagian pendukung kegiatan juga harus dijaga
keamanannya misalnya di bandara dan tempat hiburan malam selama acara
berlangsung.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 5
2. Harga
Harga yang bersaing dengan fasilitas yang lengkap menjadi salah satu kriteria
bagi para konsumen MICE dalam menentukan daerah tujuan kegiatannya.
Fasilitas hiburan yang yang memadai serta fasilitas pendukung diluar kegiatan
utama menjadi nilai tambah suatu daerah dalam menarik konsumen MICE.
3. Kemudahan Akses Daerah
Destinasi MICE membutuhkan fasilitas aksesibilitas dan transfer baik dari darat,
laut maupun udara. Transportasi yang mudah aman, efisien dan bebas
hambatan mempermudah para konsumen MICE dalam menjangkau kawasan
tersebut.
4. Fasilitas terpelihara
Fasilitas yang terjaga dengan baik pada venue pelaksanaan MICE akan
membuat konsumen MICE nyaman untuk tinggal lebih lama. Berbagai fasilitas
yang disediakan pada venue dengan standar Internasional, resort kelas dunia
dan tempat hiburan yang menarik.
5. Infrastruktur
Dalam penyelenggaraan event Internasional dibutuhkan fasilitas infrastruktur
langsung seperti venue meeting dan konvensi yang berstandar internasional
dengan jumlah kapasitas yang memadai serta terintegrasi dengan hotel dan
tempat hiburan. Infrastruktur pendukung bagi para konsumen untuk menuju ke
venue penyelenggaraan sangat penting. Selain mudah untuk di akses,
infrastruktur berstandar Internasional sangat diperlukan diantaranya, bandara
yang mampu menampung pesawat besar dan adanya jalur langsung ke kota
Internasional.
6. Atraksi
Waktu senggang Program hiburan selama penyelenggaraan kegiatan menjadi
daya tarik tersendiri bagi para konsumen MICE.

6.5. Analisis Pasar


Setiap pemasaran, termasuk pemasaran pariwisata pada awalnya dimulai
dengan membuat analisis pasar wisata. Analisis ini meliputi analisis persepsi dan
preferensi wisatawan. Pada umumnya calon wisatawan menginginkan suatu produk
wisata tertentu. Faktor sosiodemografi dan psikografi memiliki peran yang sangat
besar dalam memilih macam produk dan destinasi pariwisata. Pemasaran,
merupakan suatu proses sosial dan manajerial di mana individual maupun
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 6
kelompok mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui penciptaan dan
pertukaran produk dan nilai secara bebas dengan pihak lain. Dalam proses
pemasaran pihak pemilik produk harus bisa menyesuaikan dengan keinginan
wisatawan atau menyesuaikan dengan segmen wisatawan yang berminat pada
jenis produk yang dimilikinya.
Analisis pasar dimaksudkan untuk mengenali potensi dan karakteristik
calon pasar bagi wilayah perencanaan antara lain dari segi kuantitatif (jumlah
wisatawan yang ingin diraih) dan kualitatif yang meliputi asal wisatawan, lama
tinggal, karakteristik wisatawan. Analisis pasar ini akan menentukan arah
pengembangan atraksi dan produk wisata yang akan dikembangkan, kebutuhan
sarana transportasi serta kebutuhan akomodasi.
Analisis pasar juga memperhatikan pola kunjungan wisatawan baik
mancanegara dan domestik ke wilayah yang lebih luas dalam lingkup provinsi
atau wilayah tujuan wisata yang lebih luas. Analisis ini merupakan masukan
penting dalam perencanaan obyek dan daya tarik wisata, penentuan
pengembangan fasilitas pariwisata, pelayanan, transportasi dan prasarana
pendukung lainnya. Selain itu analisis pasar juga merupakan dasar untuk
merumuskan strategi pemasaran dan program promosi. Analisis pasar dilakukan
secara umum mengingat bahwa kunjungan wisatawan tidak dapat dibatasi oleh
batasan administrasi tetapi merupakan suatu bagian yang terintegrasi dengan
wilayah-wilayah di sekitarnya.
Arus kunjungan wisatawan di Kota Ambon sejak tahun 2015-2020 dapat
dilihat dalam tabel 6.1 berikut.
Tabel 6.1 Data Kunjungan Wisatawan di Kota Ambon 2015-2020

WISATAWAN 2015 2016 2017 2018 2019 2020


Mancanegara 24,572 25,457 12,322 4,304 4,390 1,016
Nusantara 7,345 7,436 131,671 31,723 32,349 11,014
Sumber : LKPJ Dinas Pariwisata Dan kebudayaan Kota Ambon Tahun 2021

Konektivitas antara tourism stakeolders dalam menikmati 4 A (atraksi,


aksesibilitas, amenitas dan anciliritas) akan dapat diukur dari kemauan wisatawan
untuk mengunjungi daya tarik wisata di suatu lokasi, membeli produk dan jasa pada
satuan harga tertentu dan kesepakatan dari wisatawan dan penyedia jasa terkait
harga yag ada pada lokasi daya tarik wisata di Kota Ambon. Gambarannya dapat
diilustrasikan pada grafik berikut ini:

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 7


USD/Rp

Supply
(faktor-faktor penarik)

E= Sensational Experienced

Demand
(faktor-faktor pendukung)

4A dan Jumlah wisatawan


Gambar 6. 1 Supply dan demand pariwisata Nasional dan internasional Kota
Ambon

Pertemuan antara kurva supply dan demand menunjukkan wisatawan


(wisman/wisnus) mau melakukan transaksi dan mengeluarkan sejumlah uang (USD
maupun Rp) untuk memperoleh pengalaman atau sensasi (E=sensational
experienced) yg ditawarkan pada 4A. Kurva Demand (kiri atas ke kanan bawah)
menunjukkan bahwa biaya-biaya yang dikeluarkan oleh wisatawan untuk menikmati
4A terjangkau (murah) menyebabkan keinginan datang berwisata juga semakin
tinggi. Kurva Supply (kiri bawah ke kanan atas) menunjukkan seberapa besar upaya
yang dilakukan oleh tujuan wisata untuk menjaring wisatawan sebanyak-banyaknya
melalui atribut 4A yang dapat memberikan nilai kepuasan kepada wisatawan. Makin
banyak sensasi yang memuaskan wisatawan akan meningkatkan secara signifikan
kunjungan wisatawan ke Kota Ambon. Hal ini sekaligus juga mendorong promosi
Ambon City of Music sebagai sensasi baru yang diberikan kepada wisatawan yang
bukan hanya to do, to see, to learn tetapi juga to feel something lewat musik (music
tourism).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 8


140,000 131,671

120,000

100,000

80,000

60,000

40,000 31,723 32,349


24,572 25,475
20,000 12,322 11,014
7,345 7,436 4,304 4,390
1,016
-
2015 2016 2017 2018 2019 2020

Wisman Wisnus

(Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon)


Gambar 6.2 Data Kunjungan Wisatawan di Kota Ambon 2015 – 2019

Data Disparbud kota Ambon Tahun 2015-2020 menunjukkan kunjungan


wisatawan berada pada trend menurun. Puncak tertinggi jumlah kunjungan Wisnus
pada tahun 2017 disebabkan oleh berbagai aktifitas event yang terpusat di Kota
Ambon. Pencanangan Ambon menuju kota musik dunia di tanggal 28 Oktober 2016
menyebabkan berbagai skema festival, konvensi, diskusi publik secara nasional
maupun internasional dilakukan secara besar-besaran di kota Ambon. Event
Amboina International Bamboo Music (Festival dan Konvensi) dan program
Indonesiana Kemendikbud berhasil meningkatkan arus kunjungan wisnus.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 9


USD/Rp

Supply

down

Demand

4A dan Jumlah wisatawan


down
Gambar 6.3 Pergeseran negatif supply dan demand Pariwisata Kota Ambon

Grafik diatas menunjukkan telah terjadi pergeseran kurva supply dan


demand (arah panah). Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa terjadi kejadian
luar biasa yang menimpa tujuan wisata yang dapat memengaruhi kondisi supply
dimana berbagai faktor yang ditawarkan mengalami penurunan pelayanan terkait
dengan keamanan dan kesehatan dari wisatawan (arah panah ke kiri supply).
Pandemik covid-19 menyebabkan menurunnya jumlah kunjungan wisatawan
(dikaitkan dengan gambar 6.2 di atas). Pergeseran diatas menunjukkan sebagai
akibat penurunan kurva supply dan demand menyebabkan titik keseimbangan
transaksi antara wisatawan dan destinasi tujuan wisata turut pula bergeser (atah
panah horizontal dan vertikal). Titik keseimbangan (ekuilibrium) yang baru
memperlihatkan jumlah devisa yang masuk ke Kota Ambon menurun karena jumlah
wisatawan yang datang mengalami penurunan - walaupun harga jual produk dan
jasa pariwisata diturunkan untuk menarik minat wisatawan .

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 10


Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon Tahun 2021,
maka jumlah kapal pesiar yang masuk di Kota Ambon dapat dilihat pada table 6.2.
Tabel 6.2 Kunjungan Kapal Pesiar di Kota Ambon tahun 2014-2018
Jumlah
No Nama Kapal Waktu Deskripsi Kapal Nahkoda
Wisatawan
1 MV. Seabourn Jumat, 07 Maret 2014 479 wisatawan Panjang: 198m Mark Dexter
Sojourn Jam: 07.30 – 18.00 WIT Bobot: 32.447 GT
Lama singgah: 10 jam,
30 menit
2 MV. Albatros Jumat, 27 Maret 2015 571 wisatawan Panjang: 2015m Hubert Flohr
Jam: 08.00 – 18.00 WIT 368 crew Bobot: 28.000 GT
Lama singgah: 10 jam
3 MV. L’Austral Du Jumat, 06 Maret 2015 340 wisatawan Panjang: 143.10m Michael A.
Ponant Jam: 17.00 – 19.00 WIT Bobot: 10.944 GT Roland
Lama singgah: 2 jam
4 MS. Artania Jumat, 28 Februari 2015 798 wisatawan Panjang: 230.6m Hansen Morten
Jam: 07.15 – 19.00 WIT 516 crew Bobot: 44.656 GT Ane
Lama singgah: 12 jam
5 MS. Asuka II Kamis, 02 Februari 2017 640 wisatawan Panjang: 247m Nasuyama
Jam: 08.00 – 17.00 WIT 497 crew Lebar: 29.6m
Lama singgah: 9 jam Bobot: 44.656 GT
6 MS. Artania Sabtu, 10 Februari 2018 1.021 wisatawan Panjang: 230.6m Robert
Jam: 12.00 – 18.00 WIT 516 crew Bobot: 44.656 GT Kronenbroek
Lama singgah: 6 jam
7 MV. ’Austral Du Jumat, 23 Maret 2018 230 wisatawan Panjang: 1431.0m Erwen Le
Ponant Jam: 06.00 – 12.00 WIT 142 crew Bobot: 10.944 GT Reozic
Lama singgah: 6 jam
8 MV. Seabourn Jumat, 13 April 2018 424 wisatawan Panjang: 198m Mark Dexter
Sojourn Jam: 07.00 – 18.00 WIT 352 crew Lebar: 6.40
Lama singgah: 11 jam, Tinggi: 25.40m
Bobot: 32.447 GT
9 MV. Boudicca Minggu, 19 Januari 2020 539 wisatawan Panjang: 206m Mikael Per dan
Jam: 07.00 – 16.00 WIT 363 crew Lebar: 25m Erik Dugerlund
Lama singgah: 8 jam Bobot: 28.551 GT

Berdasarkan tabel di atas, maka wisatawan mancanegara yang berkunjung ke


Kota Ambon dari tahun 2014-2018 rata-rata berkisar antara 230-1.021 wisatawan yang
berasal dari berbagai negara di dunia. Sektor pariwisata Kota Ambon memiliki peran
penting dalam sektor pariwisata Provinsi Maluku, sehingga upaya untuk
mempromosikan berbagai destinasi wisata kota harus ditingkatkan dalam menjawab
kebutuhan peningkatan jumlah wisatawan. Berkaitan dengan semakin meningkatnya
arus kunjungan wisatawan mancanegara yang datang dengan kapal pesiar di Kota
Ambon, maka pembangunan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan juga
perlu ditingkatkan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 11


6.6. Strategi Pemasaran Pariwisata
1. Alat-alat pemasaran
Pemasaran pariwisata baik yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat,
pemerintah daerah serta industri pariwisata harus dilaksanakan dengan strategi
pemasaran bauran (marketing mix). Strategi ini sangat diperlukan karena pariwisata
adalah industri yang sifatnya sangat komplek dan multi faset. Peralatan yang dapat
dipergunakan untuk pemasaran sangat banyak. Namun pariwisata juga sangat rentan
terhadap perubahan baik yang terjadi secara eksternal maupun yang terjadi secara
internal. Misalnya salah satu alat tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan maka
berakibat pada kedatangan wisatawan. Maka pemasaran harus dilaksanakan
dengan well organized.
Alat-alat pariwisata dapat yang dilaksanakan dengan strategi bauran pemasaran
( marketing mix ) dapat dilihat pada tabel 6.3.
Tabel 6.3 Alat Pemasaran Strategi Marketing Mix
Product Price Place Promotion
[Link] [Link] [Link] 1. Iklan
[Link] [Link] tercatat [Link] [Link] dan
3. ODTW [Link] slalu pemberhentian sekaligus
[Link] berubah [Link] penjualan
utilitas berlangsung [Link]
[Link]/ wisatawan personal
pengetahuan beraktifitas [Link]
6. Kreativitas [Link]
7. SDM langsung
[Link]

2. Strategi Pemasaran
Agar pemasaran dapat dilakukan dengan efisien dan memperoleh hasil capaian
pemasaran yang maksimal maka perlu upaya pemasaran berikut .
Segmentation: Suatu upaya untuk mengelompokkan pasar yang sangat heterogen ke
dalam pasar yang relatif homogen. Posisi wilayah yang memiliki keanekaragaman
produk yang sangat tinggi mempunyai peluang yang sangat besar dalam memperoleh
sasaran pasar yang sangat beraneka ragam pula. Oleh karenanya perlu melakukan
kajian terhadap pasar untuk mengelompokkannya. Pasar wisatawan saat ini dapat
dibagi kedalam beberapa kelompok. Kelompok ini sangat dipengaruhi oleh
sosiodemografi dan psikografi.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 12
[Link] Pembangunan Pariwisata
Dalam mengimplementasikan perencanaan pariwisata maka diperlukan strategi
pembangunan pariwisata yang konstruktif untuk mengakomodasikan peranan dan tugas
dari kepariwisataan tersebut. Adapun strategi pembangunan pariwisata sebagai upaya
pemberdayaan potensi wisata adalah sebagai berikut:
• Strategi pemasaran
Kegiatan promosi dalam jangka pendek lebih menekankan pada informasi
mengenai kegiatan kepariwisataan di Kota Ambon untuk Wisatawan nusantara dan
pemulihan citra kepariwisataan untuk wisatawan mancanegara. Media untuk promosi
dapat melalui :
a. Crisis centre (press conference, press release dan layanan website)
b. Media centre ( personal service, korespondensi sektor informal, TV coverage)
c. Pelayanan informasi ( promosi cetak, promosi audio visual)
• Strategi pengembangan produk
1. Pariwisata Berbasis Ekonomi Kerakyatan
Pembangunan pariwisata harus mampu untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat terutama masyarakat kecil/kurang mampu sehingga mereka dapat ikut
menikmati perbaikan tingkat hidup. Konsep keberpihakan pada ekonomi rakyat,
dapat dilakukan melalui :
• Kemitraan dan kesetaraan antara usaha pariwisata besar, menengah, kecil dan
produksi.
• Mengembangkan produk wisata yang berbasis pedesaan seperti : desa wisata,
ekowisata, agrowisata dan sebagainya.
• Pengembangan perwilayahan khususnya kawasan-kawasan prioritas.
2. Pengembangan produk wisata yang dititkberatkan pada keaslian wilayah
Keunikan dan kekhasan seni budaya dan keadaan alam merupakan keunggulan
dan keandalan pariwisata yang harus dijaga kelestariannya karena hal tersebut
merupakan sumber daya wisata yang saat ini merupakan trend untuk wisatawan.
Dalam rangka implementasi strategi pemasaran, maka arahan program yang
dilakukan meliputi :
1. Digital Marketing: IG, FB, dan Youtube harus berisi konten-konten baru. Mobile
Apps berisi informasi destinasi, event, dan promosi harga.
2. Iklan (Majalah, Billboard, Videotron).
3. Fam Trip (juga untuk Celebgram, Youtuber, dll).
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 13
4. Trade shows (di wilayah tertentu sesuai Target Market)
5. Sales mission dan Table Tops (di wilayah tertentu sesuai Target Market).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VI - 14


BAB VII
KELEMBAGAAN PARIWISATA

7.1. Sumber Daya Manusia Pariwisata

Pariwisata sebagai suatu sektor pembangunan dan strategis yang berkontribusi


dalam peningkatan pendapatan daerah, telah mengambil peran penting dalam
pembangunan perekonomian lokal, nasional maupun internasional yang ditunjukkan
dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan yang meningkat
telah menjadikan pariwisata sebagai bagian dari gaya hidup manusia, dan
menggerakkan manusia untuk memperkenalkan dan mempromosikan alam, budaya
dan buatan ke kawasan dunia lainnya. Pergerakan manusia selanjutnya mengerakkan
mata rantai ekonomi yang saling berkaitan menjadi industri jasa yang memberikan
kontribusi penting bagi perekonomian lokal, nasional maupun internasional.
Dalam perspektif pembangunan sumber daya manusia, pariwisata berpotensi
sebagai salah satu instrumen dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,
khususnya penduduk sekitar destinasi pariwisata.
Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, menjelaskan
definisi pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai
fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan
pemerintah daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk
Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010 - 2025 mendefinisikan Sumber
Daya Manusia Pariwisata yang selanjutnya disingkat SDM Pariwisata adalah tenaga
kerja yang pekerjaannya terkait secara langsung dan tidak langsung dengan kegiatan
Kepariwisataan. Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan sesuai Pasal 57
meliputi:
a. penguatan Organisasi Kepariwisataan;
b. pembangunan SDM Pariwisata; dan
c. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan.
Pembangunan SDM Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b,
meliputi:
a. SDM Pariwisata di tingkat Pemerintah; dan
b. SDM Pariwisata di dunia usaha dan masyarakat.
Sumber daya manusia pariwisata tingkat pemerintah berkaitan dengan:
a. kemampuan dan profesionalitas pegawai,

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 1


b. meningkatkan kualitas pegawai bidang Kepariwisataan; dan
c. kualitas pegawai dan sumber daya manusia pengelola Pendidikan dan Latihan
di bidang kepariwisataan.
Sumber daya manusia pariwisata ini dapat berupa kelembagaan berupa
pemerintah dan pemerintah daerah, dunia usaha (pihak swasta) dan masyarakat, guru
musik, pelaku musik, organisasi atau komunitas pariwisata.
Keberadaan objek wisata alam, budaya dan buatan di Kota Ambon memiliki daya
tarik bagi wisatawan, namun belum memberikan kepuasan kepada wisatawan. Hal ini
disebabkan keberadaan objek wisata ini kurang didukung dengan kapasitas sumber
daya manusia pariwisata, baik pengelola pariwisata dan masyarakat di sekitar objek
wisata tersebut. Kenyataannya, daya tarik objek wisata belum berbanding lurus
dengan daya tarik sumber daya manusia pariwisata. Terbatasnya kualitas sumber
daya manusia di Kota Ambon salah satunya disebabkan kurangnya tenaga pendidik
dan lembaga pendidik di bidang pariwisata untuk menjamin keberlanjutan pariwisata
dalam menunjang kualitas kepariwisataan daerah.
Sektor pariwisata bukan sekedar kegiatan dengan objek utama industri
pelayanan yang melibatkan manajemen produk dan pasar, tetapi merupakan proses
dialog antara wisatawan sebagai tamu dan masyarakat sebagai tuan rumah.
Masyarakat sebagai subjek kelola dalam kegiatan pengembangan kawasan wisata
berbasis pada keragaman karakter sosial, budaya dan ekonomi.
Sumber daya manusia pariwisata tingkat pemerintah berkaitan dengan : (1)
kemampuan dan profesionalitas pegawai, (2) kualitas pegawai dan sumber daya
manusia pengelola Pendidikan dan Latihan di bidang kepariwisataan. Sedangkan
sumber daya manusia pariwisata tingkat dunia usaha dan masyarakat berkaitan
dengan (1) kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang memiliki sertifikat
kompetensi bidang destinasi pariwisata; (2) kemampuan kewirausahaan di bidang
kepariwisataan; dan (3) kuantitas dan kualitas lembaga Pendidikan kepariwisataan.
Pendekatan ini perlu dijalankan karena masyarakat setempat adalah pihak yang
paling mengetahui kondisi kewilayahan dan sosial budaya di lingkungannya. Sehingga
setiap kegiatan pembangunan harus memperhatikan nilai-nilai sosial budaya yang
berkembang di sekitar wilayah perencanaan. Oleh karena itu setiap langkah keputusan
perencanaan harus mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal setempat.
Pelibatan masyarakat sejak awal akan lebih menjamin kesesuaian program
pengembangan dengan aspirasi masyarakat setempat, kesesuaian dengan kapasitas
sumber daya manusia yang tersedia, serta menjamin adanya komitmen masyarakat.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 2
7.2. Asosiasi Pariwisata
Industri pariwisata bisa disebut sebagai salah satu bagian yang berperan dalam
pengembangan suatu destinasi pariwisata dimana di dalam industri pariwisata terdapat
unsur organisasi pariwisata sebagai pendukung dalam pengelolaan kepariwisataan.
Sektor organisasi pariwisata terbagi menjadi 4 (empat) bagian yaitu:
1. National Tourist Office (NTOs),
2. Regional/State Tourist Offices,
3. Local Tourist Offices, dan
4. Tourist Associations.
Organisasi yang pertama National Tourist Office adalah Kementerian Pariwisata
Republik Indonesia beserta asosiasi/organisasi pariwisata yang bersifat nasional.
Kedua Regional/State Tourist Offices adalah organisasi kerjasama pariwisata yang
berada di lingkup kawasan regional antar negara yang dibentuk dalam rangka menjalin
interkoneksi pariwisata antar kawasan regional suatu negara. Ketiga Local Tourist
Office adalah kantor Dinas Pariwisata baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota
yang memiliki kewenangan secara lokal sesuai dengan wilayahnya. Keempat Tourist
Association adalah asosiasi-asosiasi di sektor pariwisata yang tumbuh dan
berkembang di Indonesia baik yang berhubungan secara langsung maupun tidak
langsung terhadap sektor pariwisata.
Tabel 7.1 Daftar Asosiasi Lembaga Paiwisata dan Budaya di Indonesia
No Nama Asosiasi
1. Perhimpunan Hotel an restoran Indonesia (PHRI)
2. Asosiasi Perusahan Perjalanan Indonesia (ASITA)
3. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA)/DPD DKI Jakarta
4. Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (GAHASWIRI)
5. Indonesia Congress And Conevention Association (INCCA)
6. Perhimpunan Usaha Taman Rekereasi Indonesia (PUTRI)
7. Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), (Indonesia Tourism Board)
8. Badan Promosi pariwisata Indonesia (BPPI)
9. Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI)
10. Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N)
11. Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI)
12. Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
13. Persatuan Artis Sinetron Indonesia (PARSI)
14. Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik rekaman Indonesia
(PAPPRI)
15. Himpunan Seniman Muda indonesia (HSMI)
16. Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI)
17. Ikatan Ahli Perhotelan Indonesia
18. Yayasan Patrapala
19. Badan Pariwisata Sumatera Utara
20. Lembaga Studi Pariwisata Indonesia
21. Badan Promosi Pariwisata Riau

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 3


No Nama Asosiasi
22. Badan Promosi Pariwisata Bali
23. Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4)
24. Lembaga Sertifikasi Hotel Dan Restoran
25. Indonesia National Air Carrier Association (INACA)
26. Society Of Indonesia Profesional Convention Organization (SPICO)
27. Himpunan Pendidikan Tinggi Pariwisata (HILDIKTIPARI)
28. Asosiasi Perusahaan Impresariat Indonesia (ASPINDO)
29. Jakarta Promotion Board (JAKPROM)
30. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBLI)
31. Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran Dan Konvensi Indonesia (ASPERAPI)
32. Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia
33. Asosiasi SPA Indonesia (ASPI)
34. Badan Pengurus Nasional Asosiasi Pertekstilan Indonesia
35. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI)
36. Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI)
37. Himpunan Desain Interior Indonesia (HDII)
38. Asosiasi Industri Rekaman Video Indonesia (ASIREVI)
39. Persatuan Perusahaan Film Keliling (PERFIKI)
40. Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (SENAKI)
41. Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia (JIFFEST Organizer)
42. Asosiasi Industri Animasi Dan Konten Indonesia (AINAIKI)
43. Asosiasi Industri Video Indonesia (AIVI)
44. Asosiasi Rekaman Video (ASIREVI)
45. Gabungan Artis Sinema Aksi (GASA)
46. Gabungan Studio Film Indonesia (GASFI)
47. Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI)
48. Ikatan Perusahaan Impor Film Indonesia (IKAPIFI)
49. Karyawan Film Dan Televisi (KFT)
50. Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI)
51. Indonesia Women IT Awareness (IWITA)
52. Asosiasi Industri Animasi Dan Konten Indonesia (AINAKI)
53. Indonesia Telematics Software Association (ASPILUKI)
54. Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII)
55. Asosiasi Seni Pertunjukan Pariwisata Indonesia (ASPPI)
56. Indonesia Mobile & Online Content Provider Association (IMOCA)
57. Jakarta International Hotel Association (JIHA)
58. Asosiasi Pengusaha hiburan Indonesia (ASPEHINDO)
59. Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI)
60. Jakarta Convention Bureau (JCB)
61. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO)
62. Dewan Pariwisata Indonesia
63. Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)
64. Indonesia Food & Beverage Executive (IEBEC)
65. Hotel Human Resources Manager Association (HHRMA)
66. Hotel Contromer Association (HCA)
67. Hotel Telecomunication User Group (HTUG)
68. Hotel Sale Management Association (HSMA)
69. MID Hotel Forom
70. [Link] Indonesia Airways
71. [Link] Mentari Airlines
72. [Link] Air
73. [Link] Asia
74. [Link] Airlines

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 4


Gambar 7.1 Kolaborasi Tourism Pentahelix

Tabel 7.2 Aktor Akademisi


No. Aktor Peran Realisasi
1 UNPATTI ➢ tim ahli penyusunan ➢ Buku RIPPAR
RIPPAR dan kajian Disparbud Kota
akademik. Ambon
➢ tim ahli penyusun ➢ DSRA Ambon
DSRA Ambon Kota kota Musik
Musik Dunia. Dunia
2 Politeknik Negeri ➢ tim ahli penyusunan ➢ Buku RIPPAR
Ambon RIPPAR dan kajian Disparbud
akademik. Kota Ambon

3 IAKN lembaga penelitian perlu ditingkatkan


4 IAIN lembaga penelitian perlu ditingkatkan
5 UKIM lembaga penelitian perlu ditingkatkan
6 STIEPARI (Sekolah menganalisis metode perlu dibangun
Tinggi Ilmu Ekonomi pengelolaan pariwisata
Pariwisata)
7 HILDIKTIPARI menjalin media Perlu dibangun
(Himpunan Lembaga komunikasi antara para
Pendidikan Tinggi penyelenggara lembaga
Pariwisata Indonesia pendidikan tinggi
pariwisata dengan
instansi pemerintah,
asosiasi lain terkait, dan
masyarakat

Pemanfaatan entrepreneur harus dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis


untuk mencapai tujuan bisnis yaitu: profit, people, planet, sustainability serta tumbuh
dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah, dan besar. Sudah saatnya
entrepreneur untuk memanfaatkan konsep yang dihasilkan oleh para akademisi
dengan seminar dan diskusi. Aktor yang terlibat dan teridentifikasi dari elemen
digambarkan sebagai berikut:

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 5


Tabel 7.3 Aktor Bisnis
No. Aktor Peran Realisasi
1 PHRI (Perhimpunan menciptakan iklim usaha Sesuai peran
Hotel dan Restoran menyangkut harkat dan
Indonesia) martabat pengusaha yang
bergerak dalam bidang jasa
pariwisata
2 ASITA (Association membangun citra pariwisata sesuai peran,
of The Indonesian Indonesia, menjadi penengah diharapkan
Tours and Travel antara para pengusaha travel mampu
Agencies) dan pihak-pihak lain membuat paket
wisata
3 KADIN (Kamar membuat peluang peluang sesuai peran
Dagang dan Industri) usaha kecil yang bernilai
ekonomi, dan memanfaatkan
kreatifitas masyarakat dengan
cost rendah (modal produksi
kecil
4 ASPPI (Asosiasi membuat peluang usaha lewat sesuai peran
Pelaku pariwisata hotel, agen perjalanan,
Indonesia maskapai penerbangan,
pramuwisata dan sertifikasi
usaha pariwisata
5 ASTINDO (Asosiasi memajukan dan melindungi sesuai peran
Travel Agent kepentingan perjalanan wisata
Indonesia) khususnya penjualan tiket
penerbangan dalam dan luar
negeri
6 MPI (Masyarakat menunjang aspirasi semua sesuai peran
Pariwisata Indonesia) pihak secara dinamis dalam
kerangka pembangunan
lingkungan yang berkelanjutan
7 AKPI (Asosiasi mewadahi pengelola kawasan
Kawasan Pariwisata pariwisata pada umumnya
Indonesia) mencakup lahan cukup luas
dan beragam
permasalahannya.

Komunitas sangat berperan dalam implementasi program kepariwisataan.


Sejalan dengan konsep kota kreatif berbasis musik maka komunitas merupakan aktor
penting dalam proses perencanaan (bottom-up planning).

Jumlah komunitas kreatif yang mendukung aktor yang terlibat dan teridentifikasi
dari elemen ini bersama-sama aktor-aktor pentahelix lainnya menjadi dasar
berkembangnya industri kreatif dengan peran sebagai berikut:

Tabel 7.4 Aktor Komunitas


No. Aktor Peran Realisasi
1 GenPI Mempromosikan konsep Sesuai peran
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 6
No. Aktor Peran Realisasi
(Generasi pariwisata
Pesona
Indonesia)
2 GenWI Promosi destinasi dan Sesuai peran
(Generasi event wisata
Wonderful
Indonesia)
3 MAPPAS menginventarisasi sesuai peran
(Masyarakat kekayaan destinasi
Peduli pariwisata, mengolah data,
Pariwisata dan mempromosikan
Indonesia) pariwisata
4 MTMA (My Trip mempromosikan indahnya sesuai peran
My Adventure) bentang alam Indonesia ke
masyarakat luas melalui
platform dijital

Peran media sebagai penghubung atau corong antara semua aktor lainnya dan
masyarakat, memiliki peran penting dalam proses pengambilan kebijakan publik untuk
memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat dalam memahami masalah
kepariwisataan. Aktor yang terlibat dan teridentifikasi ini adalah sebagai berikut:

Tabel 7.5 Aktor Media


No. Aktor Peran Realisasi
1 RRI Publikasi informasi kepariwisataan sesuai
Ambon melalui media radio peran
2 TVRI Publikasi informasi kepariwisataan sesuai
Maluku melalui media televisi peran
3 DMS Publikasi informasi kepariwisataan sesuai
melalui media radio peran
4 AMO Tv Publikasi dan informasi pariwisata sesuai
musik kota Ambon peran
5 Suara Publikasi dan informasi pariwisata sesuai
Maluku musik kota Ambon peran
6 Tribun Publikasi dan informasi pariwisata sesuai
Ambon musik kota Ambon peran
7 Antara Publikasi dan informasi pariwisata sesuai
musik kota Ambon peran
8 Ameks Publikasi dan informasi pariwisata sesuai
musik kota Ambon peran

Berjejaring dengan organisasi kepariwisataan di tingkat :

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 7


✓ Nasional (PHRI, ASITA, ASPINDO, PUTRI, GAHAWISRI, AKPI, MPI, IJUMPI,
HPI, HHRMA, HPP),
✓ Regional (ASEANTA, AACVB, ASEAN PCT, AHRA)
✓ Subregional (Indonesia, Malaysia and Thailand Growth Triangle/IMT-GT;
Indonesia, Malaysia and Singapore Growth Triangle/IMS-GT; Brunei,Indonesia,
Malaysia and The Philippines-East ASEAN Growth Area/BIMP-EAGE)
✓ Internasional (WTO, PATA, ICCA, UFTAA, IATA)
✓ UNESCO Creatitve Cities Network (UCCN) pada jejaring UNESCO City of Music.

7.3. Kelembagaan Pemerintah Terkait Pariwisata


Kelembagaan pemerintah, baik pemerintah maupun pemerintah daerah menjadi
faktor penentu pengembangan kepariwisataan di Kota Ambon melalui aktivitas
perencanaan kepariwisataan. Pengembangan kepariwisataan di Kota Ambon tidak
serta menjadi menjadi tugas dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saja, tetapi saling
terkait dengan kelembagaan dinas lainnya, maupun lembaga pendidikan dalam kaitan
dengan industri wisata musik di Kota Ambon. Perencanaan kepariwisataan dilakukan
secara terarah dan menyeluruh oleh berbagai kelembagaan pemerintah yang terkait
secara langsung dengan kepariwisataan.
Pemerintah sebagai ‘agen perubahan’ dapat menerapkan kebijakan
pemberdayaan masyarakat miskin dengan tiga arah tujuan, yaitu enabling,
empowering, dan protecting. Enabling maksudnya menciptakan suasana atau iklim
yang memungkinkan potensi masyarakat untuk berkembang. Sedangkan empowering,
bertujuan untuk memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh rakyat dengan
menerapkan langkah-langkah nyata, yakni dengan menampung berbagai masukan
dan menyediakan prasarana dan sarana yang diperlukan. Protecting, artinya
melindungi dan membela kepentingan masyarakat lemah. Pendekatan pemberdayaan
pada intinya memberikan tekanan pada otonomi pengambilan keputusan dari suatu
kelompok masyarakat yang berlandaskan pada sumberdaya pribadi, langsung (melalui
partisipasi) demokratis dan pembelajaran sosial melalui pengalaman langsung.

Tabel 7.6 Kelembagaan Pemerintah Kota Ambon


yang Terkait dengan Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 8
No Dinas
1 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian
Pengembangan Kota Ambon
2 Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
3 Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah
4 Dinas Pendidikan
5 Dinas Kesehatan
6 Dinas Sosial
7 Dinas Tenaga Kerja
8 Dinas Perhubungan
9 Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian
10 Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
11 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
12 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
13 Dinas Perindustrian dan Perdagangan
14 Dinas Perikanan
15 Dinas Pemuda dan Olahraga
16 Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan
17 Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
18 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
19 Satuan Polisi Pamong Praja

Tabel 7.7 Organisasi Pemerintah Daerah, Tugas dan Fungsinya di Kota Ambon

No OPD Tugas Fungsi


1. Badan Membantu Walikota • Penyusunan kebijakan teknis di
Perencanaan dalam melaksanakan bidang perencanaan pembangunan
Pembangunan penyusunan dan dan bidang penelitian
Daerah dan pelaksanaan kebijakan pengembangan daerah
Penelitian di bidang perencanaan • Pelaksanaan tugas dukungan teknis
Pengembangan dan bidang penelitian di bidang perencanaan
Kota Ambon pengembangan pembangunan dan bidang penelitian
pengembangan daerah.
• Pemantauan,evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas dukungan teknis
di bidang perencanaan
pembangunan dan bidang penelitian
pengembangan daerah.
• Pembinaan teknis penyelenggaraan
fungsi-fungsi penunjang urusan
pemerintahan daerah di bidang
perencanaan pembangunan dan
bidang penelitian pengembangan
daerah.
• Pelaksana fungsi lain yang diberikan
oleh Walikota Ambon sesuai dengan
tugas dan fungsinya
2. Badan Pengelola Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis
Keuangan dan Aset dalam melaksanakan perencanaan di bidang pengelolaan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 9
No OPD Tugas Fungsi
Daerah penyusunan dan keuangan, investasi, pinjaman
pelaksanaan kebijakan daerah dan aset daerah
di bidang pengelola • Pemberian dukungan atas
keuangan dan aset penyelenggaraan pemerintahan
daerah. daerah di bidang pengelolaan
keuangan, investasi, pinjaman
daerah dan aset daerah sesuai
dengan lingkup tugasnya.
• Pembinaan dan pelaksanaan tugas
di bidang pengelolaan keuangan,
investasi, pinjaman daerah dan aset
daerah sesuai dengan lingkup
tugasnya
• Pengkoordinasian pengendalian ,
pengawasan dan pelaporan di
bidang pengelolaan keuangan,
investasi, pinjaman daerah dan aset
daerah
• Penatausanaan keuangan daerah
dan aset daerah
• Pelaksanaan urusan tata usaha
rumah tangga badan
• Pelaksanaan tugas lain yang
diberikan oleh Wali Kota terkait
tugas dan fungsinya
3. Badan Pengelola Membantu Walikota • Perumusan kebijakan pengelolaan
Pajak dan Retribusi dalam melaksanakan pajak dan retribusi daerah
Daerah penyusunan dan • Pengkoordinasian pengelolaan
pelaksanaan kebijakan anggaran pendapatan pajak dan
di bidang pengelolaan retribusi
pajak dan retribusi • Pemverifikasian pengelolaan
daerah anggaran pendapatan pajak dan
retribusi
• Pengelolaan data dan informasi
wajib pajak, objek pajak dan subyek
pajak
• Penyiapan bahan penetapan pajak
daerah
• Pembukuan dan pelaporan pajak
dan retribusi daerah
• Pengkoordinasian perumusan
kebijakan tentang sistem dan
prosedur penagihan dan keberatan
pajak
• Pengkoordinasian perumusan
kebijakan pengembangan dan
evaluasi pendapatan daerah yang

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 10


No OPD Tugas Fungsi
bersumber dari pajak dan retribusi
• Pengkoordinasian perumusan
kebijakan teknis peningkatan
peneriamaan pendapatan daerah
pada sektor pajak dan retribusi serta
sumber pendapatan lainnya sesuai
ketentuan yang berlaku
• Pengkoordinasian pembinaan teknis
operasional kepada Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) yang
melaksanakan pemungutan retribusi
dan pendapatan daerah lainnya
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya
3. Dinas Pendidikan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dalam melaksanakan pemerintah di bidang pendidikan;
urusan pemerintah • Pelaksanaan kebijakan di bidang
daerah di bidang pendidikan;
pendidikan • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang pendidikan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
4. Dinas Kesehatan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dalam melaksanakan pemerintahan di bidang kesehatan;
urusan pemerintah • Pelaksanaan kebijakan di bidang
daerah di bidang kesehatan;
Kesehatan • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang pariwisata kesehatan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
5. Dinas Sosial Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dalam melaksanakan pemerintahan di bidang Sosial;
urusan pemerintah • Pelaksanaan kebijakan di bidang
daerah di bidang sosial;
Sosial • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang sosial;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
6. Dinas Tenaga Kerja Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dalam melaksanakan pemerintahan di bidang tenaga
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 11
No OPD Tugas Fungsi
urusan pemerintahan kerja;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
tenaga kerja. tenaga kerja;
• Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang tenaga kerja;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
7. Dinas Perhubungan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dalam melaksanakan pemerintahan di bidang
urusan pemerintah perhubungan;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
perhubungan. perhubungan;
• Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang perhubungan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
8. Dinas Komunikasi Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Informatika dan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang komunikasi
Persandian urusan pemerintah informatika dan persandian;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
komunikasi informatika komunikasi informatika dan
dan persandian . persandian;
• Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang komunikasi informatika dan
persandian;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
9. Dinas Pariwisata Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Dan Kebudayaan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang pariwisata
Kota Ambon urusan pemerintah dan kebudayaan;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
Parwisata dan pariwisata dan kebudayaan;
Kebudayaan • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang pariwisata dan
kebudayaan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksaan fungsi lain yang diberikan
oleh Walikota terkait dengan tugas
dan fungsinya.
10. Dinas Pekerjaan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Umum Dan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang pekerjaan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 12
No OPD Tugas Fungsi
Penataan Ruang urusan pemerintah umum dan penataan ruang;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
pekerjaan umum dan pekerjaan umum dan penataan
penataan ruang. ruang;
• Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang pekerjaan umum dan
penataan ruang;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
11. Dinas Koperasi Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Dan Usaha Mikro dalam melaksanakan pemerintahan di bidang koperasi dan
urusan pemerintahan usaha kecil mikro;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
koperasi dan usaha koperasi dan usaha kecil mikro;
mikro. • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang koperasi dan usaha kecil
mikro;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
12. Dinas Perindustrian Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Dan Perdagangan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang
urusan pemerintahan perindustrian dan perdagangan;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
Perindustrian dan perindustrian dan perdagangan;
perdagangan. • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang perindustrian dan
perdagangan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
13. Dinas Perikanan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dalam melaksanakan pemerintahan di bidang perikanan;
urusan pemerintah • Pelaksanaan kebijakan di bidang
daerah di bidang perikanan;
perikanan. • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang perikanan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
14. Dinas Pemuda Dan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Olahraga dalam melaksanakan pemerintahan di bidang
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 13
No OPD Tugas Fungsi
urusan pemerintah kepemudaan dan olahraga;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
Pemuda dan Olahraga kepemudaan dan olahraga;
• Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang kepemudaan dan
olahraga;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksaan fungsi lain yang diberikan
oleh Walikota terkait dengan tugas
dan fungsinya.
15. Dinas Lingkungan Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Hidup Dan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang lingkungan
Persampahan urusan pemerintah hidup dan persampahan;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
lingkungan hidup dan lingkungan hidup dan persampahan;
persampahan. • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang lingkugan hidip dan
persampahan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
16. Dinas Penanaman Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Modal dan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang penanaman
Pelayanan Terpadu urusan pemerintah modal dan pelayanan terpadu satu
Satu Pintu daerah di bidang pintu;
(DPMPTSP) penanaman modal dan • Pelaksanaan kebijakan di bidang
pelayanan terpadu penanaman modal dan layanan
satu pintu terpadu satu pintu
• Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang penanaman modal dan
pelayanan terpadu satu pintu;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.
17. Dinas Pertanian Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
dan Ketahanan dalam melaksanakan pemerintahan di bidang pertanian
Pangan urusan pemerintah dan ketahanan pangan;
daerah di bidang • Pelaksanaan kebijakan di bidang
pertanian dan pertanian dan ketahanan pangan;
ketahanan pangan. • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang pertanian dan ketahanan
pangan;
• Pelaksanaan administrasi dinas; dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 14
No OPD Tugas Fungsi
dengan tugas dan fungsinya.
18. Satuan Polisi Membantu Walikota • Perumusan kebijakan teknis urusan
Pamong Praja dalam melaksanakan pemerintahan di bidang ketentraman
urusan pemerintah dan ketertiban umum serta
daerah di bidang perlindungan masyarakat;
ketentraman dan • Pelaksanaan kebijakan di bidang
ketertiban umum serta ketentraman dan ketertiban umum
perlindungan serta perlindungan masyarakat ;
masyarakat • Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan
di bidang ketentraman dan
ketertiban umum serta perlindungan
masyarakat;
• Pelaksanaan administrasi satuan;
dan
• Pelaksanaan fungsi lain yang
diberikan oleh Walikota terkait
dengan tugas dan fungsinya.

7.4. Kelembagaan Lain Terkait Pariwisata


Selain dari kelembagaan pemerintah, kelembagaan lain yang terkait dengan
pariwisata yang dapat bekerjasama dalam proses pengembangan pariwisata di Kota
Ambon, antara lain: Perguruan Tinggi atau Lembaga Penelitian; Ambon Tourism Board
(ATB); LSM/NGO; Konsultan; Komunitas; dan masyarakat lainnya.
Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu usaha dalam mengajak
masyarakat untuk turut serta dalam suatu pembangunan pariwisata. Kerjasama
dengan masyarakat ini akan berdampak pada pembangunan serta masyarakat itu
sendiri, dimana masyarakat diajak untuk memiliki peran. Pemberdayaan masyarakat
dalam pembangunan ini sangat efektif, yang mana masyarakat dapat menerima
keuntungan dari pembangunan pariwisata tersebut. Dalam pengelolaan pariwisata,
masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kawasan wisata nantinya akan diajak
berperan dalam pembangunan pariwisata setempat.

7.5. Kelembagaan Adat


Kelembagaan adat di Kota Ambon merupakan komponen penunjang dalam
pengembangan kepariwisataan. Melalui Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 9
Tahun 2017 tentang Penetapan Desa Adat di Kota Ambon, telah ditetapkan 22 (dua
puluh dua) Negeri di Kota Ambon (Tabel 7.8 dan Gambar 7.2) dengan kelembagaan
adatnya. Negeri adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang bersifat teritorial
geneologis berwenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya berdasarkan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 15
hak asal usul dan adat istiadat setempat.
Kelembagaan adat yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Kota
Ambon dapat dilakukan oleh Raja (Kepala Pemerintah Negeri), Saniri Negeri, Kewang,
Jojaro dan Mungare. Lembaga-lembaga adat ini berfungsi mengatur dan menciptakan
keteraturan sosial dalam Negeri masing-masing yang diarahkan kepada masyarakat
dalam pengembangan kepariwisataan. Pengembangan kepariwisataan melalui
kelembagaan adat didasarkan pada nilai-nilai sosial budaya, kebiasaan, nilai moral
yang merupakan eksistensi dan jati diri masyarakat hukum adat di Kota Ambon.

Tabel 7.8 Negeri-Negeri Adat di Kota Ambon

No Nama Negeri
1 Negeri Latuhalat
2 Negeri Seilale
3 Negeri Nusaniwe
4 Negeri Amahusu
5 Negeri Urimessing
6 Negeri Soya
7 Negeri Halong
8 Negeri Batu Merah
9 Negeri Hative Kecil
10 Negeri Hatalai
11 Negeri Naku
12 Negeri Kilang
13 Negeri Hukurila
14 Negeri Ema
15 Negeri Leahari
16 Negeri Rutong
17 Negeri Hutumuri
18 Negeri Passo
19 Negeri Rumah Tiga
20 Negeri Hative Besar
21 Negeri Tawiri
22 Negeri Laha

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VII - 16


BAB VIII
PRINSIP DAN KONSEP PEMBANGUNAN
KEPARIWISATAAN KOTA AMBON

8.1 Tantangan dan Isu Strategis Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon


Tantangan utama yang dihadapi dalam pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon terletak pada tata kelola destinasi pariwisata (Destination Management
Organization/DMO) Kota Ambon yang mencakup: 1) pengelolaan destinasi;
2) manajemen; dan 3) organisasi yang terstruktur.
1. Pengelolaan destinasi
1) Perwilayahan
✓ Kepemilikan hak-hak adat/ulayat
2) Aksesisibilitas
✓ Akses jalan yang belum memadai
3) Daya tarik wisata
✓ Integrasi dengan wisata musik
✓ Meningkatnya polusi dan kebisingan di daya tarik wisata
✓ Maraknya cafe-cafe, diskotik dan tempat hiburan yang dapat
meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS
✓ Pandemic Covid-19
✓ Industri MICE mengalami kemunduran
4) Amenitas
✓ Ekosistem rapuh (fragile ecosystem) pulau-pulau kecil
✓ Penggunaan dan pengalihan sumber daya alam yang berlebihan, contoh:
dari lahan pertanian menjadi hotel dan kawasan wisata
5) Pemberdayaan Masyarakat
✓ Sinkronisasi dengan kultur masyarakat lokal
✓ Tingkat partisipasi masyarakat masih rendah
✓ Terjadinya penyimpangan sosial
✓ Terjadinya pergeseran nilai di masyarakat dari pekerja pertanian ke
pelayanan umum
6) Investasi
✓ Merubah pola pikir masyarakat lokal untuk berinvestasi

2. Manajemen (penganggaran, operasional, pemasaran, SDM dan inovasi)


✓ Sangat terbatasnya bahan promosi kepariwisataan Kota Ambon
✓ Kurangnya koordinasi dengan asosiasi pelaku usaha pariwisata,
khususnya biro-biro perjalanan wisata
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 1
3. Organisasi yang terstruktur dan berjejaring
1) Pelibatan aktor Pentahelix ABCGM
➢ Elemen pertama adalah pemerintah meliputi: Disparbud, Bappeda-
Litbang, Dishub, Disperindag, DinKopUM, Diskominfo, SatpolPP Bidang
Pariwisata, Dinrumkim, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan Ketahanan
Pangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Pokdarwis,
Kepolisian (SatPam ObVit).
➢ Elemen kedua adalah akademisi yang terdiri dari: UNPATTI, Poltek
Ambon, IAKN, IAIN, UKIM, STIEPARI, HILDIKTIPARI.
➢ Elemen ketiga business adalah, meliputi PHRI, ASITA, KADIN, ASPPI,
ASTINDO, MPI.
➢ Elemen keempat komunitas terdiri dari GenPI, GenWI, MAPPAS dan
MTMA.
➢ Elemen kelima adalah media yang terdiri dari RRI Ambon, Radio DMS,
TVRI Maluku, Suara Maluku, Tribune Ambon, Antara, Ameks dan lain-
lain.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 2


Model dan peran aktor dari berbagai elemen di atas dapat digambarkan dalam
model pentahelix pada Gambar 8.1.

10
9
11 5 8
6
4

12 7
3
5
6
2
1
1
1 7
2
2 G
3
3 8

4
A M 4

PENTA-
HELIX
6 5
5

B C
1 4

6 3
2
1 2
7
5 3
4

Ket:
------- :Garis koordinasi
:stakeholders terkait

Gambar 8.1 Model dan peran pengembangan pariwisata Kota Ambon


(model pentahelix)

Keterangan Gambar 8.1 di atas untuk masing-masing aktor pentahelix (ABCGM) dapat
dilihat pada tabel-tabel sebagai berikut:
Tabel 8.1 Aktor Akademisi
No. Aktor
1 UNPATTI
2 Politeknik Negeri Ambon
3 IAKN
4 IAIN
5 UKIM
6 STIEPARI (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata)
7 HILDIKTIPARI (Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 3


Tabel 8.2 Aktor Bisnis
No. Aktor
1 PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)
2 ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies)
3 KADIN (Kamar Dagang dan Industri)
4 ASPPI (Asosiasi Pelaku pariwisata Indonesia
5 ASTINDO (Asosiasi Travel Agent Indonesia)
6 MPI (Masyarakat Pariwisata Indonesia)
7 AKPI (Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia)

Tabel 8.3 Aktor Komunitas


No. Aktor
1 GenPI (Generasi Pesona Indonesia)
2 GenWI (Generasi Wonderful Indonesia)
3 MAPPAS (Masyarakat Peduli Pariwisata Indonesia)
4 MTMA (My Trip My Adventure)

Tabel 8.4 Aktor Media


No. Aktor
1 RRI Ambon
2 TVRI Maluku
3 DMS
4 AMO Tv
5 Suara Maluku
6 Tribun Ambon
7 Antara
8 Ameks

Beberapa isu kepariwisataan global yang perlu dicermati dalam kaitannya dengan
pembangunan pariwisata lokal sebagai dampak dari ancaman Covid-19 yang dikenal
dengan new tourism economy adalah sebagai berikut:
1. Protokol kesehatan menjadi prioritas dan preferensi utama wisatawan. Penerapan
Cleanliness, Healthiness, Safety dan Environment (CHSE) menjadi penting untuk
pemulihan industri pariwisata. Hygiene economy, disiplin protokol kesehatan
menjadi alat branding yang paling ampuh.
2. Industri pariwisata berubah dari high-touch menuju low-touch
3. Kerumunan akan dihindari dan menuju wilayah yang terpencil (less-crowd)
4. Pengurangan mobiitas (low mobility) dari wisatawan
5. Nature Eco Wellness Adventure (NEWA)

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 4


8.2 Prinsip Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon
Prinsip pembangunan kepariwisataan Kota Ambon diarahkan pada pariwisata
berkelanjutan (sustainable tourism) yang mengutamakan atraksi budaya musik sebagai
atraksi utama dan lokomotif penggerak ekonomi kreatif di setiap lokasi (music tourism).
Pembangunan pariwisata musik menjadi alternatif baru untuk bisa
mempertahankan kenampakan obyek wisata dan mendorong peningkatan
kesejahteraan masyarakat kota melalui event-event pertunjukan dan festival baik
secara offline maupun online (wisata tur dijital berbasis musik) serta upaya mendorong
kunjungan wisatawan baik nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman).
Efek berganda daripada pengembangan pariwisata musik terhadap sektor-sektor
lain dalam pembangunan kepariwisataan kota Ambon secara internasional menjawab
Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 pada tujuan ke-8 (pekerjaan yang layak
dan pertumbuhan ekonomi) yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat lokal.

Sosial

Ekonomi
Wisata Wisata Wisata
Alternatif Pariwisata
Konvensional Musik
Berkelanjutan
Kultur

Lingkungan

Gambar 8.2 Skema pengembangan pariwisata musik Kota Ambon menuju


pariwisata berkelanjutan (Ronny Loppies, 2020)

Implementasi SDGs tujuan ke-8 dengan 4 aspek (sosial, ekonomi, kultur dan
lingkungan) penting diatas akan menciptakan pengelolaan pariwisata yang memiliki
keberlanjutan (sustainable tourism).
Strategi promosi storynomics tourism dikembangkan sebagai alternatif
pendekatan promosi baru pada saat pandemic covid-19, dimana pariwisata
mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture dan menggunakan kekuatan
budaya musik sebagai DNA destinasi. Warisan historis, geologis dan geografis yang
berbeda-beda untuk masing-masing destinasi dapat menjadi nilai tambah daya tarik
wisata. Promosi secara dijital sangat menguntungkan terutama selama dan sesudah
masa pandemi Covid-19. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8.3.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 5


Gambar 8.3 Promosi dan branding dijital (digital Promotion) daya tarik wisata

Selanjutnya potensi sumber daya wisata Kota Ambon sebagai potensi pasar
wisatawan yang tersebar tidak merata, kondisi lingkungan fisik, sosial, budaya,
maupun ekonomi yang beragam menyebabkan pengembangan pariwisata yang
berkelanjutan menjadi kewajiban dalam pengembangan pariwisata. Dimana
pengembangan kepariwisataan berkelanjutan perlu disesuaikan dengan daya dukung
spesifik untuk masing-masing wilayahnya. Demikian juga dengan pembangunan
pariwisata Kota Ambon yang berkelanjutan perlu dilakukan dengan mengikuti prinsip-
prinsip sebagai berikut:
1) Terjaminnya keberlanjutan sumber daya wisata dan sumber daya pendukung
pembangunan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat kota Ambon;
2) Terintegrasinya pembangunan kepariwisataan dengan lingkungan alam, budaya,
dan manusia, serta menjamin perubahan yang terjadi akibat pembangunan
pariwisata dapat diterima oleh lingkungan;
3) Terpadunya perencanaan dan pengembangan pariwisata yang disusun
pemerintah dan otoritas yang berwenang dengan seluruh stakeholders pariwisata;
4) Terkelolanya pariwisata yang bersumber kepada budaya masyarakat yang
melekat dengan musik;
5) Teradaptasinya pengelolaan pariwisata dengan new normal tourism yang dapat
meningkatkan ketahanan ekonomi Kota Ambon selama dan setelah pandemi
Covid-19;
6) Teririsnya subsektor unggulan ekonomi kreatif menuju industri kreatif.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 6


8.3 Konsep Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon
Pengembangan konsep pembangunan kepariwisataan di Kota Ambon dapat
dimulai dari berbagai pendekatan dasar yang melihat pariwisata dari berbagai
perspektif:
a) perspektif sejarah, dengan cara memahami perkembangan pariwisata dari waktu
ke waktu;
b) perspektif ekonomi yang menemukan antara antara supply and demand yang
menggerakkan perekonomian kota seperti PDB, ketenagakerjaan, upah dan gaji dan
berbagai dampak ekonomi lainnya;
c) perspektif sosial atas dasar interaksi antara wisatawan dan masyarakat lokal;
d) perspektif produk kreatif dan jasa pariwisata yang dimulai dari rantai nilai
kreativitas sampai ke tangan wisatawan;
e) perspektif geografis, melihat pariwisata dari aspek spasial menyangkut jarak,
waktu, batas antar wilayah (lokal, regional, nasional dan internasional) atau terkait
asal dan tempat tujuan wisata termasuk didalamnya berbagai faktor politik dan
kebijakan, teknologi, lingkungan dan bencana atau wabah yang mengganggu
aktivitas wisatawan;
f) perspektif manajerial yang membicarakan pariwisata dari sisi kegiatan pengelolaan
industri pariwisata terutama industri kreatif;
g) perspektif kelembagaan yang membahas tentang lembaga penyelenggara
pariwisata baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan berbagai asosiasi yang
terkait secara langsung dengan kepariwisataan;
h) perspektif budaya yang mempertemukan silang budaya (cross culture) antar
wisatawan dan masyarakat lokal.
Bertolak dari pemahaman berbagai perspektif di atas maka strategi
pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan di Kota Ambon dapat disusun
secara multidisiplin untuk menghasilkan efek berganda (multiplier effect) dalam suatu
sistim kepariwisataan yang konkrit.
Pengembangan konsep diatas yang terimplementasikan kedalam konsep
pariwisata musik sebagai bagian dari kekayaan budaya diharapkan dapat menjawab
nilai-nilai sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable
tourism). Padanan dari sustainable tourism, yaitu sebuah konsep pembangunan
kepariwisataan yang memperhitung-kan dampak yang ditimbulkan terhadap aspek
lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi dengan tetap berupaya untuk dapat
memenuhi kebutuhan wisatawan sekaligus memperbaiki dan meningkatkan kualitas
hidup masyarakat setempat dan dapat diaplikasikan kedalam semua bentuk aktivitas

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 7


wisata pada semua jenis destinasi wisata, termasuk didalamnya wisata musik.
Pembangunan pariwisata berkelanjutan merupakan konsep alternatif yang
sangat berlawanan arahnya dengan konsep pembangunan konvensional, karena
mencakup usaha untuk mempertahankan integritas dan diversifikasi ekologis,
memenuhi kebutuhan dasar manusia, terbukanya pilihan bagi generasi mendatang,
pengurangan ketidakadilan, dan peningkatan penentuan nasib sendiri bagi masyarakat
setempat.
Terjadi pergeseran paradigma dari pariwisata massal (konvensional) menuju
pariwisata alternatif (mass tourism to alternative tourism) yang menitikberatkan pada
motivasi perjalanan berorientasi konsep pariwisata yang lebih kepada rekreasi dan
bersenang-senang. Pergeseran paradigma ini memiliki tujuan pengayaan wawasan,
pengembangan diri, interaksi, dan penghargaan terhadap lingkungan alam dan budaya
lokal termasuk musik didalamnya, dan upaya membangun semangat konservasi dan
kembali ke alam (back to nature).
Pembangunan pariwisata berkelanjutan diartikan pula sebagai ”form of tourism
that are consistent with natural, social, and community values and which allow both
hosts and guests to enjoy positive and worthwhile interaction and shared experiences”
(Smith, V. L., & Eadington, W. R. (1992).
Penekanan pembangunan pariwisata berkelanjutan tidak hanya pada ekologi
dan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan kebudayaan karena kebudayaan juga
merupakan sumber daya penting dalam pembangunan kepariwisataan (Wall, 1993).
Oleh karena itu kegiatan wisata musik dianggap berkelanjutan apabila memenuhi
syarat sebagai berikut:
1. Secara ekologis berkelanjutan, yaitu pembangunan pariwisata tidak menimbulkan
efek negatif bagi ekosistem setempat. Selain itu, konservasi merupakan
kebutuhan yang harus diupayakan untuk melindungi sumber daya alam dan
lingkungan dari efek negatif kegiatan wisata.
2. Secara sosial dapat dapat diterima, yaitu mengacu pada kemampuan penduduk
lokal untuk menyerap usaha pariwisata (industri dan wisatawan) tanpa
menimbulkan konflik sosial.
3. Secara kebudayaan dapat diterima, yaitu masyarakat lokal mampu beradaptasi
dengan budaya wisatawan yang cukup berbeda (different culture)
4. Secara ekonomis menguntungkan, yaitu keuntungan yang didapat dari kegiatan
pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 8


Konsep pembangunan berkelanjutan oleh Burns dan Holden (1997)
diadaptasikan untuk bidang pariwisata sebagai sebuah model yang mengintegrasikan
lingkungan fisik (place), lingkungan budaya (host community), dan wisatawan (visitors).
Tren tersebut mendorong perubahan pola konsumsi wisatawan (costumer behaviour
pattern) dari 3S (sea, sand, and sun) berkembang ke berbagai bentuk wisata alternatif.
Seperti wisata alam dengan yang berwawasan konservasi dan pemberdayaan
masyarakat lokal, yang dikenal dengan konsep go green tourism (ecotourism,
agrotourism, sustainable tourism, green tourism, village tourism) dan culture tourism
yang berkembang saat ini menjadi pariwisata musik (music tourism).
World Commission on Environment and Development (WCED, 1987)
menyebutkan bahwa: “sustainable development is development that meets the needs
of the present without compromising the ability of the future generation to meet their
own needs”.
Demikian pula WTO (1993), mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan
berkelanjutan mencakup: (1) ecological sustainability; (2) social and cultural
sustainability; dan (3) economic sustainability, baik untuk generasi yang sekarang
maupun generasi yang akan datang. “Tourism is a planned, developed and managed
in such a manner that its natural and cultural resources are not depleted or degraded,
but maintain as viable resources on a permanent basis for continuous future used”
(Inskeep, 1991).
Melalui pendekatan-pendekatan tersebut di atas, maka pariwisata di Kota Ambon
direncanakan, dikembangkan dan dikelola tanpa menyebabkan kerusakan dan
penurunan kualitas sumber daya alam dan budaya yang ada dan tetap memperhatikan
pemanfaatannya untuk penggunaan di masa yang akan datang. “Sustainable tourism
development meets the needs of present tourist and host regions while protecting and
enhancing opportunity for the future. It is envisaged as leading the management of all
resources in such way that economic, social and aesthetic needs can be fulfilled while
maintaining cultural integrity, essential ecological process, biological diversity, and life
support system” (John Wiley, 2002).
Upaya peningkatan PDRB dan mendongkrak PDB nasional dari sektor pariwisata
Kota Ambon adalah pada kemampuan pendapatan dari sisi ekonomi kreatif dari
sebuah kerja kreatif yang memengaruhi dan berdampak pada berbagai sektor dan
subsektor unggulan lainnya atau memiliki daya ungkit terhadap subsektor eknomi
kreatif lainnya. Berpatokan kepada pariwisata musik sebagai ikon dan lokomotif utama
penggerak ekonomi kota Ambon yang telah ditetapkan secara nasional dan
internasional sebagai kota kreatif yang mengutamakan kreatifitas dalam pembangunan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 9


kota, maka pariwisata musik dapat dijadikan lokus untuk menggerakan berbagai sektor
dan subsektor pembangunan di Kota Ambon.
Dalam konteks kota kreatif, misi pengembangan Kota Ambon dapat
diformulasikan sebagai kota yang mampu melakukan penguatan terhadap: ekosistim
dan wirausahawan industri kreatif, mendapatkan solusi permasalahan perkotaan
berbasis dijital; penguatan inovasi, komersialisasi inovasi dan teknologi, dan
pengoptimalan wadah kreativitas dan inovasi; dan penguatan terhadap potensi
ekonomi lokal, pewirausaha potensi tersebut, dan kemitraan dan kerjasama antar
daerah.
Pengembangan pariwisata musik sejalan dengan penetapan Ambon sebagai
Kota Kreatif melalui program KaTa Kreatif oleh Kemenparekraf/ Baparekraf di tahun
2021. Menjadikan musik lokomotif utama peningkatan ekonomi kreatif unggulan Kota
Ambon akan menggerakan gerbong-gerbong ekonomi kreatif lainnya (17 subsektor
unggulan ekonomi kreatif Kemenparekraf/Baparekraf). Irisan yang dilakukan terhadap
subsektor ekonomi kreatif lainnya akan mampu menarik secara bersama-sama upaya
peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di lokasi daya tarik wisata. Gambaran
konsep irisan secara sederhana dapat dilihat pada Gambar 8.4 di bawah ini.

Radio Musik Pener- Fesyen


Desain Film,
Kuliner (Wisata bitan
Produk dan TV Animasi
Musik)
& Video

Foto- Seni
grafi Pertun-
jukkan

(desain konsep: Ronny Loppies, 2021)


Gambar 8.4. Irisan musik (wisata musik) dengan subsektor unggulan ekonomi
Kreatif lainnya dalam mendukung industri kreatif pariwisata musik
di Kota Ambon

Untuk menjawab kebutuhan secara internasional, maka pengelolaan pariwisata


Kota Ambon diarahkan kepada kemampuan kolaborasi antara Culture, Innovative dan
Creativity (CIC) sebagai bagian dari penerapan program utama aktivasi kota kreatif
yang memiliki daya saing internasional melalui program unggulan “Sound of Green”
Ambon Music Office (AMO) yang menjawab Sustainable Development Goals (SDGs)
2030. Keterkaitan masing-masing program utama dan program SoG dapat dilihat pada
Gambar 8.5.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 10


Creative
City

Music
Tourism

Forest
City

(desain konsep: Ronny Loppies, 2021)


Gambar 8.5 Integrasi pariwisata musik dan hutan kota (SoG) dalam mendukung
Kota kreatif menjawab SDGs 2030

Dengan demikian pembangunan pariwisata Kota Ambon yang berkelanjutan


mempertemukan kebutuhan dari wisatawan saat ini dengan daerah setempat dan juga
melindungi/melestarikan dan meningkatkan kesempatan di masa yang akan datang.
Hal ini dipertimbangkan sebagai pedoman pengelolaan dari semua sumber daya.
Maka diharapkan bahwa kebutuhan perekonomian, sosial, dan kebutuhan estetika
dapat terpenuhi. Di lain pihak, paradigma pembangunan pariwisata musik dapat
memelihara integritas budaya, proses dasar ekologi, keanekaragaman biologi dan
sistem pendukung kehidupan.
Implementasi pariwisata musik Kota Ambon mendukung program SoG secara
luas adalah dengan menetapkan 10 daya tarik wisata musik di Kota Ambon sesuai
Perwali nomor: 560 tahun 2021.
Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan
nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia
yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan (UU Nomor: 10 tahun 2009).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 11


Tabel 8.5 Lokasi, Koordinat, Tema Atraksi dan Daya Tarik Wisata Musik
Lokasi Wisata Koordinat Tema Daya Tarik Wisata
No.
Musik (Lintang, Bujur) Atraksi Musik
1. Dusun Tuni -3.72694, Wisata Molucca Bamboowind
128.20485 Musik Orchestra (MBO),
Bambu Workshop Maynart
Rentje Alfons, Sekolah
Alam berbasis musik.
2. Negeri Amahusu -3.727820, Wisata Amboina Ukulele Kids
128.142265 Musik Community (AUKC),
Ukulele Sanggar Booyratan dan
Sang Legendaris Zeth
Lekatompessy.
3. Kelurahan -3.699531, Wisata FS Studio
Waihaong/Seilale 128.175652 Musik
Studio
Rekaman
4. Negeri Soya -3.710665, Wisata Lembaga Seni Budaya
128.215162 Musik dan Negeri Soya, Keluarga
Legenda Alm. Rene Rehatta
Musik
5. Negeri Batu -3.68438, Wisata Sanggar Hatukau
Merah 128.18564 Musik
Islami
6. Kelurahan Rijali -3.68793 Wisata Les Mollucans Cafe
128.18738 Musik Hip- and Bar
Hop
7. Desa Lateri -3.64711, Wisata Maestro Bing
128.23706 Musik Leiwakabessy
Hawaiian
8. Desa Wayame -3.662013, Wisata Inovator Branckly
128.167931 Industri Egbert Picanussa.
Kreatif
Musik
9. Negeri Hutumuri -3.696592, Wisata Sanggar Kakoya,
128.285763 Musik Maestro Seni Tradisi
Tahuri Carolus Horhoruw
10. Negeri Rutong -3.704230 Wisata Komunitas Dansa Tali
128.269954 Musik
Pengiring
Dansa Tali
Sumber: DSRA Ambon Kota Musik Dunia, 2020 dan Goggle Map

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 12


Sumber: DSRA Ambon Kota Musik Dunia, 2020

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 13


Gambar 8.6. Daya Tarik Wisata (DTW) Musik Unggulan di Kota Ambon
Berdasarkan Tabel 8.5 dan Gambar 8.6 di atas maka deskripsi masing-masing daya
tarik wisata musik adalah sebagai berikut:

1. Dusun Tuni
Dusun Tuni terletak di Negeri Urimessing dan berada pada wilayah pegunungan
di Kota Ambon yang sangat indah dinikmati karena pada dapat memperlihatkan pusat
kota Ambon dari puncak gunung di dusun tersebut. Dusun ini memiliki komunitas
musik “Molucca Bamboowind Orchestra (MBO)” yang terdiri dari kurang lebih 160
pemain alat musik bambu dari semua kelompok umur dan berbagai jenis pekerjaan.
MBO terbentuk terbentuk pada tahun 2006 dengan tujuan untuk mempertahankan dan
mengembangkan musik tradisional suling bambu di Kota Ambon.
Beberapa pertunjukan nasional yang dilakukan oleh MBO antara lain: bersama
DeltaDua perform Kraut di delapan kota di Negeri Belanda (2011); berkolaborsi
dengan Glenn Fredly untuk pementasan Beta Maluku di Taman Ismail Marzuki Jakarta
(2011); tampil di Jakarta Convention Centre pada acara Natal Nasional (2011) dan
tampil di Hotel Ritz Carlton Kuningan Jakarta dengan tajuk Sound of the East yang
difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata RI (2012).
Pada tahun 2020 MBO melakukan kerja sama dengan Ambon Music Office
(AMO) dan mendapatkan penghargaan sebagai salah satu komunitas musik yang
sangat mendukung Ambon untuk menjadi Kota Musik Dunia.

Gambar 8.7. Pertunjukkan musik Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) dan


Founder dan Konduktor Rence Alfons

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 14


Reynold Nathanael Alfons atau lebih dikenal
dengan Rence Alfons lahir di Ambon pada
tanggal 18 Januari 1966 adalah pendiri MBO dan
sampai sekarang masih berfungsi sebagai
konduktor orkestra. Selain seorang konduktor, Rence
juga dikenal sebagai gitaris, komponis, aranjer, dan
berprofesi sebagai PNS yang berkantor di Taman
Budaya Provinsi Maluku. Sarjana Seni Musikologi di
tahun 2019 pernah mengarap musik teater dengan
tajuk “from and to invinity”, yang dilaksanakan di
ampiteater Ihuroang Dusun Tuni.

Di tahun 2016, sang manajer MBO membangun workshop atau bengkel kerja
untuk memproduksi suling bambu. Peralatan yang dipakai sangat sederhana namun
menghasilkan manfaat yang besar bagi masyarakat dusun tuni maupun di desa-desa
sekitarnya.

Daya tarik wisata unggulan ini sangat menarik untuk dikunjungi karena dapat
merasakan berbagai aktifitas dan pengalaman baru untuk menikmati musik dan
kreativitas lainnya serta berbagai produk lokal berupa kerajinan tangan, kuliner,
oksigen dari objek wisata tersebut.

2. Negeri Amahusu

Negeri Amahusu adalah nama negeri lama yang terletak di sebuah bukit atau
gunung kecil antara Gunung Nona dan Gunung Tola. Amahusu terdiri dari kata ‘’ama’’
dan ‘’husu’’ atau ‘’usu’’. Ama berarti ‘’bapak’’ dan Usu berarti ‘’berjalan menyusur’’
atau ‘’mencari’. Amahusu dapat diartikan sebagai tempat yang ditemui atau dimukim.
Pada waktu negeri lama ini turun ke dekat pantai maka, namanya tetap Amahusu.
Nama Teun dari Amahusu adalah Harmalakabessy.
Amahusu pada zaman Belanda (VOC) di perintah oleh “Orang Kaya’’ dan yang
terkenal bernama Dominggus da Costa dan berada di bawah pengaruh raja Nusaniwe.
Menurut cerita rakyat setempat, datuk-datuk orang Amahusu berasal dari Seram,
Jawa, dan Banda ([Link]/maluku/kerajaan-amahusu/).
Memiliki komunitas musik yang atraktif masing-masing Sanggar Booyratan (SBR) yang
dipimpin oleh Jonas Silooy dan Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) dibawah
pimpinan Nico Tulalessy.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 15


Disamping AUKC dan Sanggar
Booyratan, Negeri Amahusu juga
memiliki seorang Zeth Lekatompessy
yang mulai bernyanyi sejak kelas 1
Sekolah Rakyat (SR) dan sering
bernyanyi solo di gereja Amahusu
dengan lagu yang diambil dari
Photo by: Nico Tulalessy
nyanyian Dua Sahabat Lama
berjudul “Tongkatlah Daku Tuhan”.
Selanjutnya setelah menyelesaikan
SR di Amahusu, Zeth melanjutkan ke
Sekolah Menengah Pertama
Negeri 2 Ambon. Sejak kelas 1

Gambar 8.8 Ruang Kreatif sampai kelas 3, Zeth selalu merajai


Sanggar Booyratan dan AUKC lomba-lomba nyanyi antar siswa di
lingkup sekolah maupun antar sekolah. Tahun 1963, Zeth menikahi Hendrine
Matitaputty (mama Onya) dan dikaruniai 8 orang
anak. Zeth sempat menjadi Pegawai di
Universitas Pattimura, namun tidak lama digeluti
karena Zeth Lekatompessy terlahir sebagai
seorang penyanyi dimana panggung merupakan
tempat mati hidupnya.
Di masa-masa aktifnya, Zeth
Lekatompessy memiliki warna suara yang
Photo by: Tim Unpatti
mendunia dan mengingatkan kita pada Oscar
Harris, Nat King Cole, Pat Boone dan Mat
Monroe. Zeth Lekatompessy memiliki suara
“laki-laki” dengan intensitas power yang
membahana dan tendangan suara sekaliber
Engelbert Humperdinck dan Tom Jones dan
memiliki ciri dan karakter suara yang tidak

dimiliki oleh penyanyi manapun di nusantara


Gambar 8.9 Sang Legendaris dan
ini. Karakter suaranya penuh energi pada Pemenang Rekor MURI
“Zeth Lekatompessy”
setiap frekuensi nada yang dinyanyikan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 16


Daya Tarik Wisata unggulan mengunjungi sang legendaris “Zeth Lekatompessy”
akan menghasilkan sensasi tersendiri dalam upaya melihat perjuangan seorang musisi
yang menggantungkan hidup sepenuhnya kepada musik. Hal ini akan menjadi cerita
panjang yang dapat menginspirasi wisatawan untuk datang dan melihat dan
mendengarkan sang legendaris bernyanyi.

3. Desa Wayame
Desa Wayame terletak di pinggiran pantai, sebelah Utara dari pusat Kota
Ambon. Memiliki jarak tempuh dari pusat Kota Ambon 29 km dan sekitar 7 km dari
Bandara Internasional Pattimura. Jumlah penduduk Desa Wayame kurang lebih 5.792
KK (data profil Desa Wayame, 2014).

Desa yang terkenal dahulu dengan lagu “Pantai Wayame” menyimpan


kemampuan personal seorang akademisi yang memiliki kemampuan musik dalam
penciptaan dan rekayasa alat musik. Sebuah rumah sederhana diubah menjadi
workshop pembuatan alat-alat musik tradisional. Workshop ini bisa dijadikan situs
budaya, museum dan materi pendidikan musik terutama pada rekayasa musik tradisi
dengan menggunakan berbagai bahan yang terdapat di alam. Bahan pembuatanpun
beragam dari alat-alat musik ini terdiri dari gaba-gaba (pelepah/tangkai daun sagu),
bambu dan pipa paralon dengan nama-nama lokal yang digabungkan sangat menarik
wisatawan untuk berkunjung dan mempelajari alat-alat musik yang diciptakan. Masih
banyak lagi alat-alat musik tradisional yang sementara dan akan dibuat oleh sang
inovator yang tidak pernah kehilangan ide.

Bernama lengkap Dr. Branckly Egbert Picanussa [Link],[Link], tamatan doktoral


dari Sekolah Tinggi Teologi Bidang Pendidikan Kristen dan Musik Gereja Jakarta ini
memiliki seorang istri Jacobat T.R. Pattiwael, [Link] dan seorang anak laki-laki Adventio
C. Picanussa. Menyukai musik semasa duduk di bangku Sekolah Dasar dan memiliki
orang tua yang senang memainkan alat musik orgen turut menurun kepada Branckly
atau yang akrab disapa dengan nama Eggy. Sang inovator yang pernah melanjutkan
studi masternya di Asian Institute for Liturgy and Music, Manila (AILM) Philippines ini
pernah mengikuti simposium musik dan peribadatan di Calvin Institute Michigan Grand
Rapid USA pada tahun 2014 dan sering menjadi juri paduan suara dan pembicara
musik di tingkat nasional maupun internasional. Pada saat ini sang inovator sementara
menjabat sebagai Dekan Fakultas Seni Keagamaan Institut Agama Kristen Ambon
(IAKN Ambon).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 17


Tabel 8.6. Alat Musik dan Jenis Bahan Baku
Bahan baku
No. Bahan Bambu Bahan Paralon
Pelepah/tangkai sagu
1 Tobugaba (totobuang Sanetfon Bambu Sanetfon
gaba-gaba)
2 Ukugaba (ukulele gaba- Suling kromatis Suling kromatis
gaba) horizontal horizontal
3 Sulgaba (Suling gaba-gaba Suling Kromatis Vertikal Suling Kromatis
6 lubang penjarian) Vertikal
Sulgaba Vertikal (6 lubang
penjarian)
4 Sulgaba Kromatis Suling Kromatis Suling Kromatis
(Horizontal, Vertikal, Horisverti (Horizontal- Horisverti
Horizverti) Vertikal) (Horizontal-
Vertikal)
5 Sulgabas Tahubam (Tahuri Suling 3 Alat Tiup
Bambu: 1 nada, lebih (1 horizontal, 2
dari 1 nada)) vertikal)
6 Tahugab (Tahuri Gaba- Ukubambu (1, 2, 3) Tromnapara
gaba: 1 nada, lebih dari 1
nada)
7 Gabepubu (1. melodi, 2. Viobam (1, 2, 3, 4) Shofar
ritme-harmoni, dan 1 bass)
8 Gapopubu (1. melodi, 2. Bagobunyi
ritme-harmoni, dan 1 bass)
9 Gatungpubu Palunada
10 Hagaba (Hawaiian Gaba- Bakulnada
gaba)
11 Tigaba Tibambu
12 Sanetfon Gaba-Gaba Patanada
13 Violin Gaba-Gaba Tobubambu
14 Kutagega Kutageba
15 Cogab Habam (Hawaiian
Bambu)
16 Gabatipu Ruas Bambu Gantung
17 Tromnagaba Bilah Bambu Gantung
18 Pugabedipa Trubam
19 Pugabudipa Cobam
20 Kecagaba Batipu
21 Kutasdigab Pukulpong
22 Tromnabam
23 Sultrom
24 Purubam
25 Pubibam
26 Banada
27 Gibam (Gitar Bambu)
28 Gibasbam (Gitar Bas
Bambu)
29 Sulbamsik
30 Bamtar
31 Bagesnada

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 18


Bahan baku
No. Bahan Bambu Bahan Paralon
Pelepah/tangkai sagu
32 Bilbamnada
33 Rubasuga
34 Pulodirubam
35 Bilbamkroma

DTW unggulan dengan mengangkat wisata musik berupa inovator dan workshop
di Desa Wayame ini akan sangat kaya untuk menghasilkan sebuah narasi wisata yang
akan mengundang banyak orang untuk datang ke lokasi tersebut. Berbagai informasi
dan pengalaman bermusik
tradisional yang didapatkan
dari alam dan pendidikan
musik terutama beberapa
literatur yang ditulis oleh
inovator akan menjadi sesuatu
untuk dibawa pulang oleh
wisatawan.
Photo by: Branckly E. Picanussa dan AMO
Gambar 8.10 Inovator alat musik tradisional
Ambon
4. Negeri Hutumuri
Secara geografis negeri Hutumuri berbatasan sebelah utara dengan Batu Merah
dan Negeri Halong; sebelah selatan dengan Laut Banda; sebelah barat dengan Negeri
Rutong dan sebelah timur dengan Negeri Passo. Kesebelah utara dari pesisir
pantainya terdapat tanjung Hutumuri. Bibir pantainya langsung menurun ke Laut
Banda. Ke sebelah utara pada Teluk Baguala di pesisir tanjung terdapat sebuah
kampung kecil yaitu dusun Toisapu. Arah ke daratan ditemukan bukit-bukit dan
pegunungan yang terjal ditutupi hutan yang lebat, di sebelah Selatan Jazirah Leitimur
pada sebuah bukit atau gunung yang terjal bernama Gunung Maut (Maot) dengan
sebuah sumber air di dekatnya (S. Tiwery, Brisit E. Borolla dan [Link], 2016).
Tahuri atau kuli bia merupakan alat komunikasi adat di masyarakat Maluku khususnya
Maluku Tengah. Orang di Negeri Hutumuri menyebutnya sebagai Uper, sedangkan di
negeri lain seperti di Pulau Marsela menyebutnya Worwonna. Tahuri biasanya dipakai
pada berbagai kegiatan seperti upacara bangun baileo, upacara panas pela dan
gandong, upacara sasi hasil laut dan darat. Bunyi tahuri memberi tanda akan ada
suatu peristiwa dalam masyarakat dan itu hal ini berlangsung secara terus menerus
dalam budaya orang Maluku.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 19
Sejarah Uper yang akhirnya disebut dengan Tahuri berawal dari kunjungan
Bapak Latumahina (wakil gubernur} mengunjungi negeri Tua Hutumuri-Lounusa Besi
yang berkedudukan di gunung Maot. Dari kunjungan tersebut beliau memintakan
kesediaan bapak Carolis Elias Horhoruw selaku anak negeri Hutumuri yang mengerti
seni musik untuk menjadikan Uper sebagai musik yang berbeda dalam menyatukan
nada-nada harmoni dalam bentuk kelompok suling kuli bia.

Photo by : Tiara Salampessy

Gambar 8.11. Konser Kolaborasi Musik Tahuri dengan Musik Klasik


Vinculos Spanyol

Sejarah kelompok musik tahuri Negeri Hutumuri ini berawal dari pembentukan
kelompok musik Pela Gandong Negeri Hutumuri yang dibentuk pada tahun 1958-1963.
Setelah vakum beberapa tahun kemudian pada tanggal 26 Februari 2015, kelompok ini
dikembangkan menjadi Sanggar Seni Tahuri Kakoya sampai dengan saat ini. Sebagai
penghargaan kepada pendiri sanggar ini, maka pada tahun 2021 oleh Kemendikbud-
ristek diberikan penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kepada Carolis Elias
Horhoruw (Opa Loli) sebagai Maestro Seni Tradisi khususnya tahuri (warisan budaya
tak benda).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 20


Foto : Dodie Tiwery

Gambar 8.12 Pemberian Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia kepada


Carolis Elias Horhoruw oleh Ketua Tim Ahli WBTB tahun 2021.

Daya tarik wisata unggulan wisata musik Negeri Hutumuri sebagai musik tradisi
memiliki nilai-nilai penting yang terkandung didalamnya antara lain: nilai-nilai religius,
sejarah, persatuan, pendidikan, estetika, nilai lingkungan dan nilai ekonomi.

Upaya-upaya kolaborasipun dilakukan dalam upaya mengembangkan alat musik


ini sejalan dengan perkembangan jaman yaitu dimainkan bersama-sama dengan
suling, bambu toke, bambu gesek, kleper, dan totobuang.

5. Kelurahan Lateri
KelurahanLateri atau Inabala Amalatu terletak di Kecamatan Teluk Ambon
Baguala. Berbatasan di bagian utara dengan Negeri Passo; selatan dengan Negeri
Halong; timur dengan Negeri Hutumuri; dan sebelah barat dengan perairan teluk
Ambon.

Di kelurahan Lateri bertempat tinggal seorang maestro musik Hawaiian bernama: Johannis
“Bing” Leiwakabessy yang dilahirkan di Ambon pada tanggal 10 Pebruari 1923
berpendidikan HIS (Hollandsch Inlandsche School atau Sekolah Dasar) dan satu tahun
mengenyam pendidikan pada MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs atau Sekolah
Menengah Pertama pada zaman pemerintah kolonial Belanda di Indonesia)
di tahun 1939.

Sang maestro menikah dengan Hermelien (Emmy) Manusama (almarhumah) dan


dikaruniai 11 orang anak. Musik hawaiian digeluti sejak tahun 1935 pada saat sang
maestro masih berusia 12 tahun. Awal ketertarikannya kepada alat musik ini karena
mendengar lagu-lagu hawaiian yang berasal dari luar negeri yang diputarkan dari
piringan hitam grup-grup terkenal seperti: Parlophone, Columbia, His Master Voice.
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 21
Dari dalam negeri yang sering didengarkan aalah karya-karya dari grup Syncopeiters
pimpinan TjoSinso, dan The Big Boys pimpinan Eto Latumeten, serta Royal Hawaiian
Minstrel pimpinan George de Fretes. Beberapa band lain yang ada di Kota Ambon pun
sering didengarkan seperti hawaiian band pimpinan Wim Kailola dan pimpinan Edo
Ayal. Lagu-lagu pada piringan hitam tersebut dibeli di sebuah toko di Kampung Cina
(sekarang Jl. A.Y. Patty). Bing Leiwakabessy, pertama kali mencoba memainkan alat
musik hawaiian dengan menggunakan gitar akustik yang dihubungkan ke amplifier.

Sumber: [Link] dan [Link]


Gambar 8.13 Maestro Hawaiian Bing Leiwakabessy

Salah satu grup yang pernah dipimpin oleh Bing Leiwakabessy adalah The
Leiheles yang terdiri dari Zeth Lekatompessy, Rina Hetharia dan Syul Lewakabessy.
Grup ini terbentuk pada tahun 1973 dengan salah satu lagunya yang terkenal
“Tanase”.

6. Negeri Soya
Negeri Soya termasuk Negeri yang tertua di Jasirah Leitimur. Berdasarkan
penuturan dan cerita-cerita tua, Leluhur yang mendiami negeri Soya berasal dari Nusa
Ina (Pulau Seram) yaitu dari Seram Utara, kurang lebih tempatnya dekat Sawai suatu
wilayah yang bernama “Soya”, serta dari Seram Barat (sekitar daerah Tala). Dari
sumber cerita yang ada, perpindahan para leluhur orang Soya datang secara
bergelombang yang kemudian menetap di Negeri Soya. Mereka membentuk clan baru
yang kemudian menjadi nama pada tempat kediamanya yang baru. Nama ini sama
dengan nama di tempat asalnya. Hal mana dimaksudkan sebagai kenang-kenangan
atau peringatan. Negeri Soya kemudian berkembang menjadi satu kerajaan dengan
sembilan Negeri Kecil yang dikuasai Raja Soya.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 22


Negeri Soya adalah Negeri Adat, terletak di pinggir Kota Ambon, dengan puncak
Gunung Sirimau sebagai icon-nya. Negeri ini berada di ketinggian  464 M dari
permukaan laut, berbatasan sebelah Timur dengan Negeri Hutumury dan Negeri
Leahary; sebelah Barat dengan Negeri Urimessing; Sebelah Barat Laut dengan Kota
Ambon sebelah selatan dengan Negeri Hatalai, Naku Kilang dan Ema; dan sebelah
Utara dengan Laut Teluk Ambon. Suhu udara pada umumnya berkisar antara 20 - 30
C. Untuk mencapai Negeri Soya dapat digunakan kendaraan jenis apapun dengan
kondisi jalan yang berliku-liku namun mulus, dengan jarak kurang lebih 6 Km dari
pusat Kota Ambon. Negeri Soya merupakan salah satu daerah tujuan wisata di
Maluku. Situs Gereja Tua Soya adalah salah satu tempat yang selama ini paling
banyak dikunjungi oleh wisatawan dalam maupun luar negeri, disamping tempat-
tempat lain seperti Tempayang yang selalu berisi air walaupun tidak hujan yang
berada di tengah puncak Gunung Sirimau.

Secara Topografis, Negeri Soya berbukit-bukit yang merupakan gejala morfologis.


Keadaan demikian menjanjikan kesuburan tanah yang dapat diusahakan dengan
tanaman buah-buahan dan tanaman umur panjang lainnya. Dengan Letaknya di
ketinggian daerah pegunungan serta curah hujan yang cukup tinggi, maka Negeri
Soya memiliki hutan yang subur, dengan ditumbuhi aneka ragam tanaman dan
tumbuh-tumbuhan liar. Semua sungai/kali yang bermuara di pantai Teluk Ambon mulai
dari Waihaong sampai ke pantai Passo, bersumber di lereng-lereng Gunung Sirimau
dari petuanan Negeri Soya.

Karena letaknya diketinggian, Negeri di Kaki Gunung Sirimau ini amat sejuk,
karena berhembusnya angin barat. Suasana ini benar-benar membawa kita dalam
suasana rileks. Negeri ini pula memiliki cukup banyak flora yang tumbuh secara liar di
hutan dan dapat dikoleksi. Bukan hanya itu, Negeri Soya kaya dengan buah-buahan
seperti, Durian, Manggis, Lachi, serta Salak. Bahkan buah-buahan ini telah menjadi
trade mark, bagi buah-buahan yang ada di Kota Ambon karena kelezatannya dan
selalu segar.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 23


Photo by: Jacky Manuputty

Gambar 8.14 Musik tifa gong acara adat cuci negeri

Selanjutnya di Negeri Soya terdapat pula seorang maestro musik yang memiliki
keturunan yang juga memiliki musik sebagai DNA musik yang turun temurun.
Almarhum Rene Rehatta seorang musisi dimana masa mudanya lebih banyak
diluangkan untuk belajar musik dan bermain musik. Ilmu musiknya sempat diperdalam
lagi saat belajar di Bandung dan di Universitas Singapura. Almarhum Rene Rehatta
sempat membentuk sebuah sanggar bernama Sanggar Mutiara yang khusus
membawakan dan memperkenalkan lagu-lagu Maluku malahan sempat memasuki
dunia rekaman di Singapura. Memiliki rencana perjalanan saat itu ke negara-negara
lain, namun dibatalkan karena bertepatan dengan G-30S/PKI di tahun 1965, sehingga
perjalanan ke negara-negara lain tersebut dibatalkan.

Sumber: Joan Pesolima

Gambar 8.15 Piringan hitam Grup Kapanya dan Trio Aleyo

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 24


Pada tahun 1959 almarhum Rene Rehatta pernah membentuk sebuah band
bocah dengan komposisi personil: Oghes Rehatta (gitar), Rido Rehatta (clarinet), Tosy
Souisa (tifa), Max Souisa (bass), Semmy Souisa (karakas), Harry Souisa (kerincing),
Jhony Pattikawa (hawaiian), Veky Mual ( Ukulele), Rita Rehatta, Meyke Mual, Neily
Latuheru, Elsye Tatipikalawan (penyanyi). Band Bocah selalu mendapatkan juara I di
setiap lomba Band Bocah yang diselenggarakan di Kota Ambon.

Di tahun 1964 Almarhum Rene membentuk Group Kapanya (kapata) yang


anggotanya diambil dari orang-orang pegunungan. Group Kapanya terdiri dari: Rene
Rehatta (Vibes Player, piano dan gitar), Piet Leiwakabessy (Gitar melody, Arrangers),
Bing Leiwakabessy (hawaian, gitar), Petrus Matulessy (gitar Rhythm, singers), Rido
Rehatta (bass), Everd Johanesz (tifa, bonggo), Jacob Pesulima (drummer), Simon
Paais (bonggo), Etak Lisapaly (perkusi), Henk Thenu (teknisi), sedangkan Aty Tisera,
dan Lenny Manuhutu (Trio ALEYO - vocalis).

CJ Thussens sebagai manajer Kapanja mengatakan bahwa anggota group ini


berasal dari pulau Ambon, pulau di bagian timur Indonesia yang terkenal dengan
warisan musik yang kaya. Oleh karena itu, orang Ambon dikenal sebagai orang yang
ekseptional berpikiran musik, dan memang tepat dikatakan bahwa keistimewaan orang
Ambon adalah bermain musik.

Dalam mengungkapkan perasaannya, orang Ambon beralih ke dua jenis musik:


sisi religious disebut 'Kapata' dan yang Gembira disebut 'Kapanya'. Musik indah dari
Ambon didasarkan pada berbagai beat musik yang disebut Tifa 'misalnya ada' 'Tifa
Chapalele', beat yang menginspirasi untuk dansa perang; 'Tifa Marinyo' yang
merupakan beat untuk reli kelompok bersama; 'Tifa Panggayo', beat yang digunakan
oleh tukang perahu dan pendayung; 'Tifa Potong', yang terbaik untuk menginspirasi
pekerja. Ketukan tarian Joyous - 'Tifa Bedongdang', dan lain-lain. Dari semua jenis
ketukan tersebut, grup ini menciptakan ketukan baru dan menyebutnya ketukan
Kapanya. Ada sentuhan ketukan Amerika Latin, menyerupai Bossanova dan
kegemaran 'Soul' saat ini, tetapi telah terbukti bahwa 'Kapanya' tidak hanya digunakan
secara maksimal pada lagu-lagu asli Ambon, namun juga bagus dan mudah
beradaptasi ke musik barat juga. Turunan Musik dari almarhum Rene Rehatta: Rene
Rehatta - Rido Rehatta (anak) - Ray Rehatta (cucu) - Kenneth Rehatta (Cece).

Daya tarik wisata unggulan ini sangat variatif dan kaya akan budaya musik dan
bangunan budaya yang sudah terbentuk sejak lama dan menunjukkan ekosistim
masyarakat lokal yang sangat terinspirasi oleh musik dan bergelut dengan musik

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 25


dalam kesehariannya. Musik dan budaya sudah melekat satu sama lain dan tidak
dapat dipisahkan oleh perkembangan global. Destinasi ini akan sangat menarik
wisatawan untuk datang berkunjung dan dimandikan oleh musik.

7. Negeri Rutong

Negeri Rutong terletak di kawasan Teluk Ambon Baguala dan merupakan salah
satu negeri dalam wilayah Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Negeri Rutong
berbatasan dengan Negeri Hutumuri dan Leahari sebagai ibukota kecamatan. Negeri
Rutong terletak di daerah pesisir pantai yang berdataran rendah, agak berbukit hingga
bergunung dengan jarak kurang lebih dari 24 km dari pusat kota dengan waktu tempuh
kurang lebih 2 jam. Penduduknya bervariasi terdiri dari penduduk asli dan pendatang.
Mata pencaharian masyarakatnya beragam antara lain nelayan, petani, tukang ojek,
sopir angkot, pedagang, PNS, TNI/POLRI. Hasil-hasil alam dari sektor perikanan
berupa ikan, cumi-cumi, dan lain-lain, sedangkan dari sektor pertanian berupa umbi-
umbian, sayur-sayuran, kelapa, cengkih, dan lain-lain.

Nama Rutong diambil dari kata “rutui” yang berarti “kumpulan batu tempat
berkumpul (musyawarah)”. Kata rutui menunjukkan sebuah peristiwa musyawarah
antara datuk-datuk negeri dengan para pendatang dari Amakele Lorimalahitu (Pulau
Seram). Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai cikal bakal terbentuknya hubungan
gandong antara Rutung dengan Rumahkay. Dahulu Negeri Rutong terletak jauh di
bagian gunung Horil, berbatasan dengan Soya dan Ema. Negeri ini dikenal sebagai
negeri tua dengan nama “Nuru Aman Mena Muri” (negeri yang aman di bagian depan
dan belakang). Bekas negeri di negeri Rutong masih ada sampai sekarang dengan
sebutan Batu Minong Aer (BPNB, 2016).

Salah satu tarian terkenal dari negeri Rutong adalah Tarian Dansa Tali. Tarian ini
merupakan tarian kreasi baru hasil akulturasi budaya Eropa dengan budaya lokal
dimana gerakan-gerakannya adalah perpaduan antara gerak kombinasi tarian Eropa
yang berirama gembira dan penuh semangat. Nama dansa tali merujuk kepada kata
dansa dan tali. Musik pengiring dari tarian ini adalah musik mars. Musik mars
merupakan komposisi musik yang teratur dan kuatnya suatu irama didalam sebuah
lagu. Mars disebut juga Marcia adalah bentuk lagu yang umumnya dipakai untuk
mengiringi suatu parade atau prosesi. Birama 2/4, 4/4, dan atau 6/8 dengan aksen
pada setiap ketukan. Irama ini cenderung memberi semangat, riang dan menghentak-
hentak.

Pementasan tarian dansa tali dipimpin oleh seorang pemandu dengan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 26


menggunakan lefrit sebagai alat bantu dalam memberi komando kepada para penari.
Pemandu ini sebagai wasit yang menjaga para penari agar tidak salah dalam gerakan.
Dalam setiap pergantian gerakan dan formasi ditandai dengan bunyi lefrit oleh
pemimpin. Selain lefrit, irama musik juga berfungsi dalam pergantian gerakan.

Dahulu, tarian dansa tali ini diiringi oleh suling bambu yang dimainkan oleh
paduan suling namun sekarang musik pengiring telah diganti dengan menggunakan
alat musik keyboard atau rekaman musik yang telah diprogram terlebih dahulu agar
lebih efektif dan mudah dalam segala kondisi. Tarian dansa tali ini bertemakan
suasana gembira dan penuh semangat yang nampak dalam gerak tubuh, gerak
tangan, gerak kaki dan ekspresi wajah. Gerak penari bertumpu pada sebuah tali yang
diikat di atas pada sebuah tiang yang telah disiapkan. Para penari berkoordinasi dan
saling memperhatikan pasangan lainnya agar tidak salah dalam membuat simpul tali.
Jika penari salah dalam mengikuti petunjuk pemandu serta tidak memperhatikan
pasangan lainnya maka simpul bisa salah. Jika salah maka dalam proses membuka
tali tentu akan salah pula, tali tidak dapat terbuka sampai ke atas (Kemendikbud,
2016).

Sumber: Kemendikbud,2016
Gambar 8.16 Dansa Tali dari Negeri Rutong

Selain dansa tali, ada pula tarian polka dan waltz yang sangat terkenal dari
Negeri Rutong. Polka merupakan gerakan dansa yang dilakukan secara berpasangan
antara laki-laki dan perempuan. Irama tarian polka 2/4 dan tempo yang agak cepat.
Polka merupakan salah satu tarian rakyat dari Cekoslowakia, sekitar pertengahan
abad-19 menyebar masuk ke seluruh Eropa dan Amerika dalam berbagai versi.
Sampai dengan abad ke-20 tarian polka masih populer sebagai tarian rakyat maupun
tarian dansa. Gerakan walts merupakan tarian yang sangat populer di kalangan
bangsawan Eropa. Irama 3/4 namun dapat disesuaikan dengan lantunan musik
pengiringnya. Gerakan waltz hampir mirip dengan gerakan polka (sumber: Wikipedia).

Pengaruh unsur musik sangat dominan dalam mengiringi tari-tarian di Negeri


Rutong antar lain: Tarian Cakalele Bulu Ayang, Tarian Round Pisang, Ritus Cakalele,
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 27
Tarian Dansa Tali. Tarian dansa tali merupakan salah satu ikon Negeri Rutong yang
masih ada sampai sekarang.

Foto: Jacky Manuputty

Gambar 8.17 Aktifitas musik tradisi di Negeri Rutong

DTW Unggulan Dansa Tali dengan iringan musik yang merupakan pencampuran
antara budaya Eropa dan tradisi Ambon akan sangat memberikan daya tarik kepada
wisatawan terutama wisatawan dari Eropa yang memiliki nilai-nilai musik yang mirip
dengan musik yang dibunyikan di Negeri Rutong. Salah festival musik dan tari yang
sangat fenomenal adalah adalah pada pelaksanaan panas gandong antara Negeri
Rutong dan Negeri Rumahkay dari Pulau Seram seperti yang ditunjukkan gambar
dibawah ini.

Photo by: Refie Loppies dan Jacky Manuputty


Gambar 8.18 Prosesi Panas Gandong Negeri Rutong dan Negeri Rumahkay

8. Negeri Batu Merah


Negeri Batu Merah terletak di kecamatan Sirimau. Merupakan pusat pemukiman
penduduk Muslim di kecamatan Sirimau, Ambon. Batu Merah atas/Batu Merah luar
dan Batu Merah bawah/batu merah dalam. Batu Merah memiliki luas 16,67 km 2
dengan jumlah penduduk 74.137 jiwa, memiliki tingkat kepadatan penduduk 4.447
jiwa/km2. Negeri Batu Merah memiliki batas-batas Utara dengan Halong/Hative Kecil;
sebelah Selatan dengan Hutan Lindung Sirimau/Kelurahan Waihoka; sebelah Barat
dengan Hutan Lindung Sirimau/Rutong dan sebelah Timur dengan Kelurahan
Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 28
Rijali/Kelurahan Amantelu ([Link]/2020).
Wisata musik yang dapat dinikmati di Negeri Batu Merah yaitu adanya Festival
Hadroh dan Karnaval Negeri Batu Merah. Biasanya dilaksanakan dalam rangka
perayaan Hari Raya Idul Adha. Biasanya Festival dan Karnaval ini diawali dengan
tarian Sawat Batu Merah dan dilanjutkan dengan tarian Perisai dari Negeri ema dan
Tari Lenso yang biasanya ditampilkan oleh Pela Negeri Batu Merah yaitu Negeri
Passo.
Salah satu ciri wisata musik yang dapat dinikmati di Negeri Batu Merah adalah
musik sawat. Musik sawat digunakan untuk mengiringi tarian sawat. Instrumen dari
musik sawat masing-masing terdiri dari 1 orang musisi suling bambu vertikal sebagai
pembawa melodi dan 6 - 7 orang musisi rebana/terban sebagai pola ritme, ditambah 1
orang musisi pemukul gong dan 1 orang pemukul tifa. Taarian sawat biasanya
digunakan untuk menyambut tamu-tamu khusus, juga dipakai untuk meramaikan
hajatan khitanan atau acara-acara keagamaan lainnya.
Wisata sawat di Negeri Batu Merah memiliki nilai historis yang berhubungan
dengan agama Islam. Kata Sawat berasal dari kata solawat yang artinya pujian kepada
Allah SWT dan Nabi Muhammad AS. Solawat menjadi sawat adalah fenomena gejala
bahasa verbal khas bahasa melayu Ambon yang lazim memendekan atau memotong
kata. Contoh: pergi menjadi pi; beta menjadi bet; sudah menjadi su dan solawat
menjadi sawat.
Musik Sawat adalah sebuah hasil akulturasi berbagai budaya di dunia dan telah
menjadi local genius bagi masyarakat Kota Ambon. Dari sisi perspektif organologi,
instrumen musik sawat terdiri dari:

1) Suling vertikal disinyalir berasal dari India


2) Gong berasal dari Burma kuno
3) Tifa berasal dari Indocina kuno
4) Rebana/terban berasal dari budaya musik Timur Tengah
5) Melodi musik sawat berasal dari tangga nada arabian yang lazim disebut maqam.

Kemampuan menggabungkan berbagai instrumen dan pemanfaatan maqam


adalah sebuah kemampuan kreativitas musisi moyang Ambon yang sangat jenius
sehingga musik sawat telah menjadi musik tradisional khas Ambon.

Selanjutnya dampak dari hubungan pela gandong antara negeri Passo dan
Negeri Batumerah, maka dapat ditemukan nyanyian yang menceritakan kisah
hubungan Batumerah-Passo berupa kora-kora versi Batumerah-Passo. Hubungan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 29


persaudaraan - pela gandong tersebut dinyanyikan oleh semua masyarakat dar kedua
negeri diiringi oleh musik tradisi Ambon seperti tifa dan tahuri.

Datang Perintah oo
Perintah ke Ternate ee
Kora Hululima bawa upete ee
Tengah-tengah laut dapat ombak besar ee
Kora Hululima dapat tenggelam ee
Sio Kora-kora Pata siwa tolong ee
Lai tanda ee
Patasiwa Hululima mendarat
Di Pantai makan ee
Satu satu lempeng la berpatah dua ee
Ikan satu ekor la berpata dua ee
Angkat perjanjian dua negeri
Patasiwa jadi pela kaka ee
Sioo Hululima jadi pela adik ee
Sio sampe sekarang erat persaudaraan
Tempat terjadinya peristiwa 500 tahun yang silam yang telah dilakukan oleh
datuk-datuk Batumerah dan Passo sampai sekarang masih ada dan tanjung tersebut
oleh masyarakat di pulau Buru dinamakan tanjung Pela begitupun dengan desa tempat
mereka beristirahat untuk makan di sebut desa pela sampai dengan sekarang
([Link]
negeri-batu-merah-dan-negeri-passo/).

Untuk tujuan wisata musik unggulan maka terdapat sebuah sanggar yang
sampai saat ini tetap melestarikan musik Islami dan kolaborasinya. Sanggar Hatukau
yang didirikan sejak tahun 2014 di Negeri Batu merah aktif membina anggota-anggota
sanggarnya untuk melestarikas tari sawat, tari hadrat dan tari sawat lenso dengan
iringan musik tradisi yang Islami. Istilah Hatukau diambil dari kata Hatu artinya “batu”
dan Kau yang artinya “merah”. Sehingga nama lain dari Batumerah adalah Hatukau.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 30


Sumber: Sanggar Hatukau

Gambar 8.19 Partisipasi Sanggar Hatukau pada karnaval Ambon pono deng
musik

Pemilik sanggar Usman Ipaenin yang dilahirkan di Desa Sawai, Maluku Tengah
pada tanggal 12 Juni 1963 memiliki kemampuan bermusik yang autodidak. Belajar dari
lingkungan yang Islami dan budaya musik Islami yang sudah mendarah daging dalam
hidup kesehariannya menyebabkan ia sangat terpanggil untuk menurunkan
kemampuan bermusiknya kepada generasi muda dari waktu ke waktu.

Kolaborasi antar sanggar pada dari masing-masing destinasi akan sangat baik
bagi promosi keunikan masing-masing destinasi guna memberikan dampak pada
peningkatan kualitas bermusik dan toleransi seperti yang ditunjukkan oleh sanggar
booyratan (Negeri Amahusu) dan sanggar hatukau (Negeri Batu Merah) pada gambar
dibawah ini. Wisatawan akan membawa pulang sensasi baru dari kolaborasi musik
tradisi (Kristen dan Islam) dan rasa damai (music is an instrument of peace).

Photo by: Jacky Manuputty

Gambar 8.20. Kolaborasi musik Kristiani dan Muslim

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 31


9. Kelurahan Rijali
Sesuatu yang spesifik dan menjadi daya tarik wisata musik di kelurahan Rijali
Kecamatan Sirimau Kota Ambon adalah Les Moluccans cafe and bar. Les Moluccans
cafe and bar Ambon membuka ruang bagi musisi dan seniman di ibu kota provinsi
Maluku itu untuk berkarya atau mengekspresikan kemampuan musikalitas terutama
untuk genre hip-hop. Sejumlah kegiatan telah dilakukan antara lain sopi war project,
Bakar” (bangsa kasta rap), bangsa karya yang menampilkan talenta komunitas hip-hop
di kota Ambon, reggae, band, DJ, fotografi, videografi, dance dan visual art. Les
Moluccans cafe and bar berlokasi di jalan Mutiara Rukan Nomor No.3A, Kel Rijali,
Sirimau, Kota Ambon, Maluku dengan Manajer Robert Sounawe.
Music Hip-Hop memiliki sejarah panjang di kota Ambon, diawali oleh Hanny
Wattimena di tahun 80-an akhir yang berkprah di tahun 90-an secara independen.
Musik Hip-Hop sempat vacum lama dan kembali hidup di tahun 2005 hingga
puncaknya di tahun 2011. Sebut saja Molukka HipHop Community dengan Album Beta
Maluku dengan Glenn Fredly sebagai produsernya di tahun 2010, GabagabaBeatz
dengan Agil & DJ Makatita sebagai motor penggerak, Tahury Kumpul Sudara yang
Terus berkarya dibawah pimpinan Mr.E Riry, HipHop Maluku Bersatu yang dibentuk
Alm. Aland Rico, K19 dan Big Zero yang kemudian bergabung bersama Tickang
Palungku membentuk Getthoside, TomaHomie Syndicate, dan Rapper-Rapper lainnya
yang selalu Produktif, dalam kreasi dan kolaborasi dari Home Studio mereka masing-
masing.
Dalam skema musik yang pasang surut Hip-Hop di kota Ambon tetap
menunjukkan denyutnya dengan event berskala kecil hingga besar, mini Gig, dan
berbagai kompetisi. Dari sekian banyak support system dari Hip-Hop Movement,
tidaklah asing jika disebut Les Moluccans cafe and bar sebagai rumah event Hip-Hop
yang telah merangkul banyak komunitas lewat berbagai Event sejak tahun 2016.
Café dengan tema Authentic Mollucans ini sering memfasilitasi pelaku musik Hip-
Hop di Kota Ambon dengan panggung serta sound system yang telah tersedia. Les
Moluccans cafe and bar menjadi tempat nongkrong anak-anak Hip-Hop terutama
ketika dilangsungkan event music, live DJ, battle dance, talkshow, hingga coaching
clinic.
DTW dengan musik kekinian ini akan mampu menarik wisatawan baik
mancanegara maupun nusantara terutama anak mudanya untuk menikmati sebuah
wisata musik yang bukan saja ada di USA tapi juga ada pada sebuah kota kecil
“Ambon City of Music”.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 32


Sumber: LM
Gambar 8.21 Aktifitas Les Moluccans cafe and bar

10. Kelurahan Waihaong/Seilale


Kelurahan Waihaong/Seilale terletak di Kecamatan Nusaniwe tepat berada di
pusat Kota Ambon dengan luas kawasan 0,15 km2. Di kawasan ini memiliki sebuah
studio rekaman monu-mental yang telah
berdiri sejak tahun 2003 dan mulai dikenal
secara komersil pada tahun 2005 sampai
dengan saat ini. FS Studio Record
merupakan nama studio rekaman dimaksud.
Inisial FS merupakan kepanjangan dari
nama anak pemilik studio Faiq Syahdan.
Photo by: Ronny Loppies
Gambar 8.22 FS Studio Record dan
Jefri Banama

Pemilik studio: Jefri Banama dilahirkan di Jakarta pada tanggal 5 Maret 1971,
memiliki bakat bermusik autodidak sejak duduk di bangku SMP. Sempat menjadi PNS
selama 15 tahun yang kemudian ditinggalkannya di tahun 2012 dan memilih musik
sebagai satu-satunya jalan hidup. Beristrikan Afiah Bahasoan dan tiga orang anak
membuat Jefri terus menggeluti industri musik sampai saat ini dan telah menghasilkan
kurang lebih 200 album Pop Ambon yang melibatkan hampir 60 orang penyanyi lokal.

Mengawali rekaman untuk tujuan komersil dengan mengorbitkan beberapa artis


Kota Ambon yang akhirnya dikenal secara nasional antara lain: Ongen M. Umasugi
dan Oncho A. Sopalauw (ujang kutu kutu,2002), Opi bin Sulaiman (cinta dikana
mansia, 2003), Endhoven (baku sayang, 2003), Bob Sister (mama, 2005), Mona
Latumahina (sampe hati lae, 2006) dan Mitha Talahatu (hati ini bukan kaca, 2006).

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 33


Photo by: Ronny Loppies
Gambar 8.23 Produk rekaman FS Studio Record

Beberapa penyanyi terkenal yang pernah merekam di studio ini antara lain: Jopie
Latul, Hamdan ATT, Muchsin dan Titiek Sandhora. Tahun 2019, FS Studio Record
mulai memperluas usahanya dengan memasuki dunia dijital lewat channel youtube FS
Record Ambon.

8.4 Visi

Visi pariwisata Kota Ambon 2021-2026 adalah: “Menjadi Destinasi Pariwisata


bertaraf Internasional”
Kata kunci pada visi yaitu Menjadi Destinasi Pariwisata bertaraf Internasional.
Definisi dari Destinasi Pariwisata bertaraf internasional yaitu destinasi wisata Kota
Ambon menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan
nusantara (wisnus) untuk berwisata.
Visi internasional ini dibangun sebagai integrasi daripada wisata musik yang
menjadi fokus utama destinasi yang didukung oleh atraksi musik yang menarik,
aksesibilitas yang mudah, dan amenitas yang memadai, aktifitas dan akomodasi yang
berkualitas dengan tidak meninggalkan kearifan lokal (local wisdom) masyarakat di
kawasan destinasi.
Di sisi lain, pengakuan UNESCO, Ambon City of Music menjelaskan bahwa
Ambon dapat menjadikan budaya musik sebagai pilar utama pembangunan kota
termasuk didalamnya pembangunan pariwisata dan memasarkan produk wisata ke
berbagai kota jejaring musik dunia.

8.5 Misi
Misi merupakan upaya-upaya dan penjabaran lanjutan dalam mewujudkan visi
yang telah ditetapkan sebelumnya. Perumusan misi yang akurat akan menentukan
capaian terhadap visi. Berdasarkan visi yang telah ditetapkan di atas dan diselaraskan

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 34


dengan dengan visi dan misi Kemenparekraf/Baparekraf, Dinas Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku, maka dirumuskan misi pariwisata Kota Ambon 2021-
2026 sebagai berikut:
1. Mengembangkan destinasi pariwisata Kota Ambon yang bertaraf internasional
sejalan dengan predikat Ambon City of Music versi UNESCO;
2. Mewujudkan produk destinasi yang berkualitas dan berorientasi kepada
wisatawan;
3. Meningkatkan ekonomi masyarakat pada kawasan destinasi dan kawasan-
kawasan sekitarnya berbasis ekonomi kreatif;
4. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan pariwisata Kota Ambon;
5. Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 khususnya pada
tujuan ke-8 (pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi) yang
mengejawantahkan pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

8.6. Tujuan
Ditetapkan beberapa tujuan pengembangan pariwisata Kota Ambon adalah
sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas destinasi pariwisata Kota Ambon;
2. Menjadikan Kota Ambon sebagai tujuan wisata terkenal di dunia berbasis musik;
3. Mewujudkan industri kreatif yang kompetitif di kawasan destinasi;
4. Peningkatan kapasitas dan kapabilitas pariwisata Kota Ambon;
5. Memberikan peluang dan kesempatan kerja baru bagi masyarakat di kawasan
destinasi;
6. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi bagi pembangunan pariwisata
berkelanjutan.
Tujuan pembangunan kepariwisataan Kota Ambon dijabarkan kedalam sasaran
pembangunan, yaitu meningkatkan:
1. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara;
2. Jumlah pergerakan wisatawan nusantara;
3. Jumlah penerimaan devisa dari wisatawan mancanegara;
4. Jumlah pengeluaran wisatawan nusantara;
5. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di bidang kepariwisataan.

Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kota Ambon Tahun 2021-2026 | VIII - 35


BAB IX
KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN
9.1 Kebijakan Pembangunan Kepariwisataan
Kebijakan pembangunan kepariwisataan merupakan arahan pembangunan yang
dirumuskan untuk mencapai tujuan pembangunan kepariwisataan di Kota Ambon.
Kebijakan pembangunan kepariwisataan harus mengintegrasikan aspek destinasi
pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan kelembagaan
kepariwisataan.
Kebijakan pembangunan kepariwisataan daerah merupakan arah tindakan
pembangunan kepariwisataan yang bersifat multidimensi dan lintas sektor.
Penyusunan kebijakan pembangunan kepariwisataan ini memiliki fungsi :
a. Menjadi dasar perumusan strategi pembangunan kepariwisataan;
b. Memberikan arah bagi perumusan rencana pembangunan perwilayahan pariwisata
yang terdiri dari rencana struktur perwilayahan pariwisata, rencana kawasan
pengembangan pariwisata dan rencana kawasan strategis pariwisata;
c. Memberikan arah bagi perumusan program pembangunan destinasi
kepariwisataan, industri pariwisata, pemasaran pariwisata dan kelembagaan
kepariwisataan
d. Menjadi dasar perumusan ketentuan pengendalian kepariwisataan.

Adapun kebijakan pembangunan kepariwisataan ini dirumuskan berdasarkan :


a. Visi dan misi pembangunan kepariwisataan;
b. Tujuan pembangunan kepariwisataan;
c. Peraturan perundang-undangan terkait.

9.1.1 Arah Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata


Muatan arah kebijakan terkait dengan pengembangan destinasi pariwisata, meliputi:
1. Pengembangan perwilayahan pariwisata;
2. Pengembangan daya tarik wisata;
3. Pengembangan fasilitas pariwisata;
4. Pengembangan sistem jaringan transportasi internal dan eksternal;
5. Pengembangan koordinasi lintas sektoral;
6. Pengembangan lingkungan terkait kepariwisataan;
7. Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata;
8. Pengembangan investasi pariwisata.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 1


Adapun kebijakan pengembangan destinasi pariwisata berdasarkan muatan arahan
kebijakan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan perwilayahan pariwisata;
Kebijakan 1: Pemantapan dan pengembangan pusat pelayanan pariwisata
yang terdiri dari pusat pelayanan primer, sekunder dan tersier
pariwisata.
Kebijakan 2: Pemantapan dan pengembangan Destinasi Pariwisata (DP) Kota
Ambon
Kebijakan 3: Pemantapan dan pengembangan Kawasan Pengembangan
Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata
(KSP) Kota Ambon;
Kebijakan 4: Pengembangan pembangunan keterkaitan antar KPP dan KSP
(Albubu)
Kebijakan 5: Penegakan regulasi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
Kebijakan 6: Pengendalian implementasi KPP dan KSP

2. Pengembangan daya tarik wisata;


Kebijakan 1: Pemantapan dan pengembangan kawasan daya tarik wisata Kota
Ambon
Kebijakan 2: Perintisan konsep pengembangan daya tarik wisata Kota Ambon
dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan pariwisata yang
akan ditetapkan
Kebijakan 3: Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang
diprioritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang
diunggulkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku
Kebijakan 4: Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang
diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata
kabupaten/kota lainnya di provinsi Maluku yang sama atau saling
mendukung

3. Pengembangan fasilitas pariwisata;


Kebijakan 1: Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung
pengembangan kawasan pariwisata
Kebijakan 2: Pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 2


4. Pengembangan sistem jaringan transportasi internal dan eksternal;
Kebijakan 1: Pengembangan fasilitasi transportasi wisata yang
menghubungkan destinasi pariwisata Kota Ambon
Kebijakan 2: Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang
menghubungkan KPP dan KSP Kota Ambon

5. Pengembangan koordinasi lintas sektoral;


Kebijakan 1: Optimalisasi koordinasi antar OPD dan stakeholders

6. Pengembangan lingkungan terkait kepariwisataan;


Kebijakan 1: Pengkajian lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan
kawasan pariwisata
Kebijakan 2: Pemantauan lingkungan hidup dalam mendukung
pengembangan kawasan pariwisata
Kebijakan 3: Pengendalian pembangunan fasilitas kepariwisataan untuk
kawasan berbasis daya dukung
Kebijakan 4: Pelaksanaan protokol CHSE pada kawasan pariwisata.

7. Pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata;


Kebijakan 1: Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat dalam
pembangunan bidang kepariwisataan
Kebijakan 2: Peningkatan usaha ekonomi masyarakat di bidang
kepariwisataan
Kebijakan 3: Penguatan kesadaran wisata masyarakat

8. Pengembangan investasi pariwisata.


Kebijakan 1: Peningkatan insentif di bidang pariwisata
Kebijakan 2: Peningkatan promosi investasi di bidang pariwisata

9.1.2. Arah Kebijakan Pembangunan Industri Pariwisata


Muatan arahan kebijakan terkait dengan pengembangan industri pariwisata meliputi:
1. Pengembangan sistem struktur usaha kepariwisataan;
2. Pengembangan kemitraan usaha kepariwisataan;
3. Pengembangan fasilitas,regulasi dan insentif untuk usaha pariwisata

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 3


Adapun kebijakan pengembangan industri pariwisata berdasarkan muatan arahan
kebijakan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan sistem struktur usaha kepariwisataan;
Kebijakan 1: Pengembangan struktur industri pariwisata
2. Pengembangan kemitraan usaha kepariwisataan;
Kebijakan 1: Penguatan kemitraan usaha pariwisata dan UMKM
3. Pengembangan fasilitas, regulasi dan insentif untuk usaha pariwisata;
Kebijakan 1: Peningkatan Fasilitas dan regulasi usaha pariwisata

9.1.3. Arah Kebijakan Pembangunan Pemasaran Pariwisata


Muatan arahan kebijakan terkait dengan pengembangan pemasaran pariwisata
meliputi :
1. Pengembangan pasar wisatawan;
2. Pengembangan citra (branding) pariwisata;
3. Pengembangan promosi pariwisata.
Adapun kebijakan pengembangan pemasaran pariwisata berdasarkan muatan arahan
kebijakan di atas adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan pasar wisatawan;
Kebijakan 1: Pemetaan peluang pasar nusantara dan mancanegara
Kebijakan 2: Pemantapan dan pengembangan segmen pasar

2. Pengembangan citra (branding) pariwisata ;


Kebijakan 1: Pengembangan dan pemantapan branding pariwisata Kota
Ambon
3. Pengembangan promosi pariwisata.
Kebijakan 1: Peningkatan peran media komunikasi pemasaran
Kebijakan 2: Pengembangan kemitraan pemasaran
Kebijakan 3: Pendukungan kebijakan promosi

9.1.4 Arah Kebijakan Pembangunan Kelembagaan pariwisata


Muatan arahan kebijakan terkait dengan pengembagan kelembagaan pariwisata
meliputi :
1. Pengembangan organisasi kepariwisataan;
2. Pengembangan sumberdaya manusia pariwisata;

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 4


Adapun kebijakan pengembangan kelembagaan pariwisata berdasarkan muatan
arahan kebijakan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1. Pengembangan organisasi kepariwisataan;

Kebijakan 1: Koordinasi antar OPD dan Stakeholders


Kebijakan 2: Optimalisasi organisasi kepariwisataan swasta dan
masyarakat
Kebijakan 3: Optimalisasi kemitraan usaha pariwisata antar pemerintah
Kota Ambon, swasta dan masyarakat.
Kebijakan 4: Optimalisasi koordinasi kelembagaan adat

2. Pengembangan sumber daya manusia pariwisata;

Kebijakan 1: Optimalisasi dan akselerasi kompetensi SDM Pemerintah.


Kebijakan 2: Akselerasi pendidikan kepariwisataan

9.2. Strategi Pembangunan Kepariwisataan


Strategi pembangunan kepariwisataan merupakan penjabaran kebijakan berupa
rumusan langkah-langkah pencapaian yang lebih nyata untuk mewujudkan tujuan
pembangunan kepariwisataan. Strategi pembangunan kepariwisataan terdiri dari
strategi pembangunan destinasi pariwisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata
dan kelembagaan kepariwisataan.

9.2.1 Strategi Pembangunan Destinasi Pariwisata


Strategi pembangunan destinasi kepariwisataan merupakan penjabaran
kebijakan pembangunan kepariwisataan yang terkait dengan destinasi kepariwisataan
berupa rumusan langkah-langkah yang ditetapkan untuk pengembangan destinasi
pariwisata dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan pembangunan kepariwisataan Kota
Ambon.
Strategi pembangunan destinasi pariwisata Kota Ambon memiliki fungsi:
1. Sebagai dasar dalam merumuskan rencana pembangunan perwilayahan
pariwisata kota Ambon yang terdiri dari rencana struktur perwilayahan
pariwisata, rencana kawasan pariwisata, dan rencana kawasan strategis
pariwisata;
2. Sebagai acuan dalam merumuskan indikasi program pembangunan
destinasi pariwisata;

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 5


3. Sebagai acuan dalam pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi
implementasi RIPPAR Kota Ambon 2021-2026 untuk aspek destinasi
pariwisata;

Strategi pembangunan destinasi pariwisata yang dikembangkan dalam RIPPAR Kota


Ambon 2021-2026 memuat :

Tabel 9.1. Rencana Strategi Pengembangan Perwilayahan Pariwisata


Kebijakan 1:
Pemantapan dan pengembangan pusat pelayanan pariwisata yang terdiri dari pusat
pelayanan primer , sekunder dan tersier.
1. Menetapkan fungsi Kota Ambon sebagai pusat pelayanan primer, sekunder
dan tersier Pariwisata
Kebijakan 2:
Pemantapan dan pengembangan Destinasi Pariwisata (DP) Kota Ambon
1. Menetapkan dan mengembangkan Destinasi Pariwisata Kota Ambon yang
terdiri dari :
1. DP Kawasan Letisel
2. DP Kawasan Nusaniwe
3. DP Kawasan Sirimau
4. DP Kawasan Baguala
5. DP Kawasan Teluk Ambon
Kebijakan 3:
Pemantapan dan pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon
(KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon;
1. Kawasan Strategis Pariwisata Letisel
2. Kawasan Strategis Pariwisata Nusaniwe
3. Kawasan Strategis Pariwisata Sirimau
Kebijakan 4:
Pengembangan pembangunan keterkaitan antar KPP dan KSP (Albubu)
1. Merencanakan paket wisata alam
2. Merencanakan paket wisata budaya

3. Merencanakan paket wisata buatan

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 6


Kebijakan 5:
Penegakan regulasi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
1. Menetapkan regulasi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon
Kebijakan 6 :
Pengendalian implementasi KPP dan KSP
1. Meningkatkan koordinasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat

Tabel 9.2. Rencana Strategi Daya Tarik Wisata


Kebijakan 1:
Pemantapan dan pengembangan kawasan daya tarik wisata Kota Ambon
1. Mengembangkan DP Letisel sebagai kawasan wisata alam
2. Mengembangkan DP Nusaniwe sebagai kawasan wisata budaya
3. Mengembangkan DP Sirimau sebagai kawasan wisata buatan
Kebijakan 2:
Perintisan konsep pengembangan daya tarik wisata Kota Ambon dalam rangka
mendorong pertumbuhan kawasan pariwisata yang akan ditetapkan.
1. Mengembangkan daya tarik wisata prioritas di setiap kawasan strategis
pariwisata
2. Memperkuat upaya pengelolaan daya tarik wisata dengan memperhatikan
faktor lingkungan
Kebijakan 3:
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diprioritaskan di Kota
Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi
Maluku
1. Menetapkan kawasan daya tarik wisata yang memiliki nilai strategis pada
masing-masing kawasan pariwisata
2. Mengembangkan kegiatan pariwisata prioritas untuk pengembangan
pembangunan pariwisata
3. Mengembangkan dan melestarikan kawasan pariwisata konservasi
4. Menjaga dan melestarikan karakteristik pulau-pulau kecil (small islands) untuk
pariwisata yang berkelanjutan

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 7


Kebijakan 4:
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon
dengan daya tarik wisata dengan kabupaten kota lainnya di Provinsi Maluku yang
sama atau saling mendukung
1. Merencanakan paket wisata alam
2. Merencakan paket wisata budaya
3. Merencanakan paket wisata buatan
4. Merencanakan pembangunan Tourism Hub “Albubu Hub”

Tabel 9.3. Rencana Strategi Pengembangan Fasilitas Pariwisata


Kebijakan 1:
Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan
pariwisata.
1. Meningkatkan pemberian insentif untuk pembangunan fasilitas pariwisata
dalam mendukung kawasan pariwisata
2. Peningkatan peran swasta dalam revitalisasi fasilitas pemerintah
3. Peningkatan fasilitas umum dan fasilitas fisik dasar (fasilitas infrastruktur)
4. Mengembangkan Pusat Dokumentasi Musik Nasional (PDMN)
Kebijakan 2:
Pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)
1. Merintis pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)
2. Merintis pengembangan Pusat Informasi Pariwisata di mancanegara

Tabel 9.4. Rencana Strategi Sistem Jaringan Transportasi Internal dan Eksternal
Kebijakan 1:
Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang menghubungkan destinasi
pariwisata di Kota Ambon
1. Mengembangkan prasarana moda transportasi laut
2. Mengembangkan sarana moda transportasi darat
3. Mengembangkan sarana penunjang antar moda transportasi
Kebijakan 2:
Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang menghubungkan KPP dan KSP
Kota Ambon
1. Mengembangkan prasarana transportasi laut dan darat

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 8


Tabel 9.5. Rencana Strategi Koordinasi Lintas Sektoral
Kebijakan 1:
Optimalisasi koordinasi antar OPD terkait dan stakeholders
1. Merencanakan partisipasi dan koordinasi lintas OPD terkait dan stakeholders

Tabel 9.6. Rencana Strategi Pengembangan Lingkungan Terkait Kepariwisataan


Kebijakan 1:
Pengkajian lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan kawasan pariwisata
1. Melakukan Amdal kawasan pariwisata
2. Mengembangkan konsep pariwisata ramah lingkungan “Sound of Green (SoG)
Kebijakan 2:
Pemantauan lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan kawasan
pariwisata
1. Melakukan monitoring dan evaluasi lingkungan hidup kawasan pariwisata
2. Mengembangkan aturan ramah lingkungan bagi wisatawan
Kebijakan 3:
Pengendalian pembangunan fasilitas kepariwisataan untuk kawasan pariwisata yang
sudah melampaui batas daya dukung
1. Menetapkan regulasi pembatasan perijinan untuk menjaga daya dukung
lingkungan
2. Menerapkan insentif dan disinsentif untuk pembangunan fasilitas pariwisata
Kebijakan 4:
Pelaksanaan CHSE (Cleanliness, Health, Sefety and Environment) pada kawasan
Pariwisata
1. Menerapkan CHSE pada kawasan pariwisata
2. Sertifikasi CHSE pada setiap jasa usaha pariwisata

Tabel 9.7. Rencana Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan


Pariwisata
Kebijakan 1:
Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat dalam pembangunan bidang
kepariwisataan
1. Melibatkan masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan
2. Menguatkan kelembagaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 9


Kebijakan 2:
Peningkatan usaha ekonomi masyarakat di bidang kepariwisataan
1. Meningkatkan kapasitas sumberdaya serta produk layanan usaha ekonomi
masyarakat di bidang pariwisata
Kebijakan 3:
Penguatan kesadaran wisata masyarakat
1. Meningkatkan partispasi masyarakat dalam mewujudkan Sadar Wisata dan
Sapta Pesona
2. Meningkatkan persepsi masyarakat dalam mengenal dan mencintai alam dan
budaya daerah

Tabel 9.8. Rencana Strategi Pengembangan Investasi Pariwisata


Kebijakan 1:
Peningkatan insentif di bidang pariwisata;
1. Meringankan beban pajak untuk investasi di sektor pariwisata
2. Meningkatkan jasa pelayanan pajak untuk investasi di sektor pariwisata
Kebijakan 2:
Peningkatan promosi investasi di bidang pariwisata
1. Menyediakan informasi peluang investasi di kawasan pariwisata
2. Meningkatkan promosi investasi Kota Ambon di bidang pariwisata

9.2.2 Strategi Pembangunan Industri Pariwisata


Strategi pembangunan industri pariwisata merupakan penjabaran kebijakan
pembangunan kepariwisataan. Rumusan langkah-langkah yang ditetapkan untuk
pengembangan industri pariwisata dibangun dalam kerangka mewujudkan visi, misi
dan tujuan pembangunan kepariwisataan.
Strategi pembangunan industri pariwisata Kota Ambon ini memilki fungsi:
1. sebagai dasar dalam merumuskan indikasi program pembangunan industri
pariwisata;
2. sebagai acuan dalam pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi
implementasi RIPPAR Kota Ambon untuk aspek industri pariwisata.

Pembangunan industri pariwisata, mencakup produk industri, investasi dan


regulasi usaha pariwisata yang diharapkan mendukung pengembangan
kepariwisataan di Kota Ambon.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 10


Solusi dan strategi pembangunan industri pariwisata Kota Ambon yang diusulkan
adalah sebagai berikut:

Tabel 9.9. Rencana Strategi Pengembangan Sistem Struktur Usaha


Kepariwisataan
Kebijakan 1 :
Pengembangan struktur industri pariwisata
1. Memfasilitasi organisasi industri pariwisata
2. Memperkuat mata rantai penciptaan nilai produk

Tabel 9.10. Rencana Strategi Pengembangan Kemitraan Usaha Kepariwisataan


Kebijakan 1 :
Penguatan kemitraan usaha pariwisata dan UMKM
1. Mengembangkan pola kemitraan industri lintas sektor
2. Membangun strategi pentahelix sebagai kolaborasi Akademisi, Badan Usaha,
Komunitas, Pemerintahan, dan Media (ABCGM)
3. Mengembangkan UMKM dalam mendukung usaha pariwisata
4. Bekerjasama dengan aggregator untuk membangun industri pariwisata dijital
(pentahelix menuju hexahelix)

Tabel 9.11. Rencana Strategi Pengembangan Fasilitas, Regulasi dan Insentif


untuk Usaha Kepariwisataan
Kebijakan 1 :
Peningkatan fasilitas dan regulasi usaha pariwisata
1. Meningkatkan sistem dan skema fasilitas untuk usaha pariwisata
2. Meningkatkan sistem dan skema regulasi untuk usaha pariwisata

Berbagai kebijakan di atas (Tabel 9.9; 9.10 dan 9.11) dalam penerapannya pada
selama dan pasca covid-19 maka industri pariwisata Kota Ambon diarahkan kepada
pembangunan pariwisata yang dapat beradaptasi dengan pandemik di era new
normal.
Maka strategi utama yang dikembangkan dapat dilakukan dengan memilahnya
kedalam 3 (tiga) durasi waktu pengembangan masing-masing melalui strategi jangka
pendek, strategi jangka menengah dan strategi jangka panjang yang dapat dijelaskan
sebagai berikut:.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 11


1. Strategi Jangka Pendek
1) Penetapan regulasi atau kebijakan yang memberikan dukungan kepada
industri pariwisata Kota Ambon untuk dukungan finansial dan stimulus
terhadap biaya operasional.
2) Menetapkan SOP (standard operasional procedure) mitigasi bencana
pariwisata terutama yang berhubungan dengan pandemik covid-19 ataupun
pandemik lainnya dengan protokol kesehatan (prokes).
3) Melaksanakan dan menguatkan informasi tentang CHSE secara konsekwen
desitinasi atau daya tarik wisata.
4) Penguatan DMO (destination management organization) terutama terhadap
desa wisata/ daya tarik wisata musik.
5) Memperbaiki proses operasi pengelolaan destinasi pariwisata yang dimulai
dari mengelola informasi sampai dengan umpan balik dari para wisatawan.
6) Membuat program pariwisata dijital (digital tourism) dan memperbaiki rantai
nilai dari mengelola pelanggan internal sehingga wisatawan merasa puas dan
menjadi loyal.

2. Strategi Jangka Menengah


1) Membangun strategi pentahelix sebagai kolaborasi ABCGM
2) Bekerjasama dengan aggregator untuk membangun industri pariwisata dijital
(pentahelix menuju hexahelix)

3. Strategi Jangka Panjang


1) Mendesain Sistem Manajemen Operasi industri pariwisata dengan
memperhatikan elemen penting yaitu input, process, output dan outcome.

9.2.3 Strategi Pembangunan Pemasaran Pariwisata


Strategi pembangunan pemasaran pariwisata merupakan penjabaran kebijakan
pembangunan kepariwisataan yang terkait dengan pemasaran pariwsata. Rumusan
langkah-langkah yang ditetapkan untuk pengembangan pemasaran pariwisata disusun
dalam kerangka mewujudkan visi, misi dan tujuan pembangunan kepariwisataan yang
telah ditetapkan.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 12


Strategi pembangunan pemasaran pariwisata Kota Ambon ini memiliki fungsi:
1. Sebagai dasar dalam merumuskan indikasi program pembangunan pemasaran
pariwisata;
2. Sebagai acuan dalam pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi
implementasi RIPPAR Kota Ambon untuk aspek pemasaran pariwisata

Pembangunan pemasaran pariwisata, mencakup pasar wisatawan, pengembangan


branding dan promosi yang merupakan hasil dari analisis pasar pariwisata dalam
menentukan segmentasi dan target pasar wisatawan Kota Ambon.
Solusi dan strategi pembangunan pemasaran kepariwisataan Kota Ambon yang
diusulkan adalah sebagai berikut :

Tabel 9.12. Rencana Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan


Kebijakan 1:
Pemetaan peluang pasar nusantara dan mancanegara
1. Melakukan analisis peluang pasar nusantara dan mancanegara
2. Merencanakan strategi terhadap pasar potensial
3. Melakukan perintisan pemasaran terpadu antar industri dan antar kawasan

4. Memberikan target pasar lokal atau domestik sebagai modal pemulihan


kembali (recovery)
Kebijakan 2:
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar
1. Mengembangkan program pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan
segmen
2. Mengembangkan segmentasi pasar berbasis komunitas
3. Segmentasi pasar psikografis untuk melakukan perjalanan
4. Segmentasi prilaku (behavior) menghindari high-contact
5. Merevitalisasi dan mendiverifikasi produk-produk wisata
6. Melakukan akselarasi program-program wisata secara lebih fokus
7. Mengembangkan promosi berbasis budaya (musik) dan kearifan lokal (adat
istiadat)

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 13


Tabel 9.13. Rencana Strategi Pengembangan Citra (branding) Pariwisata
Kebijakan 1:
Pengembangan dan pemantapan citra (branding) pariwisata Kota Ambon
1. Mengembangkan dan memantapkan konsep pariwisata
2. Mengembangkan akselerasi kemitraan yang kolaboratif
3. Menciptakan keunikan produk (musik) sebagai positioning dengan penerapan
CHSE
4. Menciptakan emotional value disamping functional value

Tabel 9.14. Rencana Strategi Pengembangan Promosi Pariwisata


Kebijakan 1:
Peningkatan peran media komunikasi pemasaran
1. Mengembangkan media penjualan online
2. Membangun portal atau hub berbasis web atau aplikasi untuk menjual produk

3. Mengoptimalkan literasi dijital kepada pemilik usaha jasa pariwisata


Kebijakan 2:
Pengembangan kemitraan pemasaran
1. Mensinergitaskan promosi antar pemangku kepentingan
2. Memfasilitasi pembentukan organisasi pengembang destinasi
Kebijakan 3:
Mendukungan kebijakan promosi
1. Memberdayakan influencer sebagai duta pariwisata
2. Meningkatkan publikasi promosi pariwisata
3. Mengoptimalkan fungsi Badan Promosi Pariwisata Daerah sebagai lembaga
promosi dan pemasaran

9.2.4 Strategi Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan


Strategi pembangunan kelembagaan kepariwisataan merupakan penjabaran
kebijakan pembangunan kepariwisataan. Rumusan langkah-langkah yang ditetapkan
untuk pengembangan kelembagaan kepariwisataan dalam upaya mewujudkan visi,
misi dan tujuan pembangunan kepariwisataan yang telah dirumuskan.
Strategi pembangunan kelembagaan kepariwisataan Kota Ambon ini memiliki fungsi:
1. Sebagai dasar dalam merumuskan indikasi program pembangunan
kelembagaan kepariwisataan; dan
2. Sebagai acuan dalam pengembangan sistem pemantauan dan evaluasi
implementasi RIPPAR Kota Ambon untuk aspek kelembagaan kepariwisataan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 14
Pembangunan kelembagaan kepariwisataan, mencakup pengembangan
organisasi pemerintah, swasta, dan masyarakat, pengembangan sumber daya
manusia, regulasi, serta mekanisme operasional di bidang kepariwisataan.
Pengembangan organisasi dan peraturan perundang-undangan dalam bidang
kepariwisataan merupakan perangkat penting dalam penyelenggaraan kepariwisataan.
Sumber daya manusia, tidak hanya penting, tetapi merupakan faktor kunci
keberhasilan pembangunan kepariwisataan.
Solusi dan strategi pembangunan kelembagaan kepariwisataan Kota Ambon
yang diusulkan adalah sebagai berikut:

Tabel 9.15. Rencana Strategi Pengembangan Organisasi Kepariwisataan


Kebijakan 1:
Koordinasi antar OPD dan stakeholders
1. Meningkatkan dan kolaborasi koordinasi lintas OPD dan stakeholders
Kebijakan 2:
Optimalisasi organisasi kepariwisataan swasta dan masyarakat
1. Memperkuat peran serta swasta sebagai pendukung pemerintah dalam
meningkatkan akselerasi pembangunan kepariwisataan
2. Mengembangkan dan revitalisasi organisasi masyarakat di bidang
pariwisata
Kebijakan 3:
Optimalisasi kemitraan usaha pariwisata antara pemerintah Kota Ambon, swasta
dan masyarakat
1. Memperbaiki layanan pemerintah kepada swasta dan masyarakat
Kebijakan 4:
Optimalisasi koordinasi kelembagaan adat.
1. Melestarikan keberadaan kelembagaan adat
2. Meningkatkan fungsi kelembagaan adat

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 15


Tabel 9.16. Rencana Strategi Pengembangan Sumberdaya Manusia Pariwisata
Kebijakan 1:
Optimalisasi dan akselerasi kompetensi SDM Pemerintah
1. Meningkatkan kapasitas SDM di pemerintah Kota Ambon
2. Memetakan kualifikasi kompetensi SDM pemerintah Kota Ambon
Kebijakan 2:
Akselerasi pendidikan kepariwisataan
1. Mengembangkan kurikulum pendidikan pariwisata
2. Mengembangkan kerjasama antar institusi pendidikan dan industri
pariwisata
3. Meningkatkan sertifikasi profesi tenaga pendidik pariwisata
4. Akselerasi kompetensi pendidik pariwisata

Disamping berbagai strategi pengembangan kelembagaan sangat erat kaitannya


dengan fasilitasi yang diberikan pemerintah Kota Ambon sebagai strategi penting
pembangunan kelembagaan kepariwisaaan yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1) Memberikan otoritas kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon
dalam mengelola destinasi/daya tarik wisata.
2) Pembentukan asosiasi-asosiasi industri pariwisata terkait dengan himpunan
pariwisata dan pengembangan wisata musik.
3) Memberikan peluang kepada masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam
pengelolaan pariwisata dalam upaya melakukan tindakan inovasi dan
kreativitas.
4) Menumbuhkan kolaborasi dan integrasi dalam pengelolaan kepariwisataan.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | IX - 16


BAB X
RENCANA PENGAMBANGAN
PERWILAYAHAN PARIWISATA

10.1. Rencana Struktur Perwilayahan Kepariwisataan Kota Ambon


Keberlangsungan kegiatan kepariwisataan di suatu kawasan tertentu sangat
terkait dengan kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya. Kegiatan pengembangan
kepariwisataan pada suatu daerah dapat menjadi daya tarik dan juga daya dorong
bagi berkembangnya masyarakat, daerah dan kawasan tersebut, dan akan
berpengaruh kepada sumber daya manusia serta sumber daya alam/lingkungan,
maupun kawasan di sekitarnya.
Pengembangan pariwisata bersifat lintas sektor, hal ini akan mempengaruhi
pergerakan manusia, barang, jasa dan informasi. Pertumbuhan pariwisata juga akan
mempengaruhi pertumbuhan kawasan dengan tingkatan besarannya, sebaran dan
jenis fasilitas penunjang serta jenis sarana prasarana kawasan, yang akan diikuti
dengan jumlah dan kemampuan sumber daya manusia. Prinsip kolaborasi antar
sektor yang terjadi untuk pengembangan pariwisata, kemudian ditetapkan dalam
keputusan presiden melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun
2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2014
tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Kepariwisataan. Pada
lampiran peraturan yang tidak terpisahkan itu, telah membagi secara baik tugas pokok
dan fungsi setiap kementerian yang selalu berkoordinasi dengan Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait Pembangunan Kepariwisataan di Indonesia.
Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang
mewajibkan Kementerian Pariwisata untuk menyusun Rencana Induk Pembangunan
Pariwisata Nasional (RIPPARNAS). Undang-undang tersebut lalu diturunkan dalam PP
50 tahun 2011 tentang RIPPARNAS, Kementerian Pariwisata menetapkan 88
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yang mana salah satunya adalah
KSPN Ambon, yang juga termasuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata
Nasional (KPPN). RIPPARNAS memberikan arahan agar pemerintah daerah (provinsi,
kabupaten/kota) juga menetapkan Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) agar
pembangunan pariwisata daerah lebih fokus dan terarah dalam penentuan lokasi
pengembangan.
Kawasan strategis pariwisata (KSP) daerah adalah kawasan yang memiliki
fungsi utama pariwisata atau memiliki potensi untuk pengembangan pariwisata yang
mempunyai pengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 1


ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung
lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan daerah. Penetapan KSP ini juga
harus mengacu pada RIPPAR Provinsi Maluku dan juga RIPPARNAS. Selain itu
Kawasan Strategis Pariwisata Daerah juga
harus mempertimbangkan keberadaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD).
Konsep keruangan melalui penetapan zonasi masih sangat relevan dan perlu
dipertahankan, namun penetapan zonasi pada revisi RIPPAR perlu
mempertimbangkan dan mengacu pada penetapan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir
dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Maluku sesuai Perda Nomor 1 tahun 2018 yang
didalamnya juga terdapat pemanfaatan ruang laut untuk KKLD. Perkembangan dan
pertumbuhan resort/cottage, kapal pesiar dan rumah inap (homestay), jembatan
berlabuh/Jetty, perlu segera diatur dan disesuaikan dengan zonasi-zonasi yang telah
ditetapkan dalam peraturan yang telah mengikat seperti RTRW, Kawasan Konservasi
Laut Daerah. Oleh karena itu Revisi RIPPAR Kota Ambon ini, diharapkan segera
ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Ambon, sehingga konsep keruangan
maupun penetapan daya tarik wisata setiap KSP menjadi mengikat bagi pemerintah,
pelaku usaha maupun masyarakat dan wisatawan sebagai pengguna langsung daya
tarik wisata. Zonasi perlu diterapkan setiap Kawasan Strategis Pariwisata Daerah.
Untuk mengetahui bagaimana perencanan keruangan Kota Ambon dapat dilihat pada
Gambar 10.1
Seperti yang diuraikan pada Bab sebelumnya bahwa Kota Ambon dalam
kebijakan pengembangan kawasan strategis berbasis Struktur ruang dan Pola ruang,
seperti dimaksud dalam Peraturan Daerah Kota Ambon, pasal 5, meliputi :
a. Pengembangan dan peningkatan fungsi kawasan dalam pengembangan
perekonomian Kota Ambon yang produktif, efisien, dan mampu bersaing dalam
perekonomian nasional, maupun internasional dengan memanfaatkan teknologi
tinggi maupun tepat guna. Strategi pengembangan dan peningkatan fungsi
kawasan dalam pengembangan perekonomian Kota Ambon, meliputi Rencana
struktur ruang wilayah Kota Ambon meliputi : a) Satuan Wilayah Pengembangan
(SWP) ; b. Sistem Pusat Pelayanan Kegiatan Kota; dan c). Sistem Jaringan
Prasarana.
b. Pelestarian dan peningkatan kehidupan sosial dan budaya. Untuk Strategi
pelestarian dan peningkatan sosial dan budaya, sesuai RTRW Kota Ambon,
meliputi : a). Melestarikan situs warisan budaya Ambon ; b). Mendorong
pengembangan kawasan wisata dan sejarah; dan c). Mengembangkan kegiatan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 2
pariwisata budaya dan sejarah.
c. Pelestarian dan peningkatan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk
mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan ekosistem, melestarikan
keanekaragaman hayati, mempertahankan dan meningkatkan fungsi perlindungan
kawasan, dan melestarikan keunikan bentang alam, serta pengembangan
kawasan riset dan wisata ilmiah.
Perencanaan kewilayahan pariwisata Kota Ambon perlu memperhatikan aspek
pokok sebagai yaitu Pengembangan keterkaitan ke dalam dan ke luar. Pengembangan
kepariwisataan Kota Ambon dilakukan secara spasial/keruangan agar memiliki
keterkaitan ke dalam dan ke luar. Hal ini dimaksudkan untuk memunculkan
pengembangan kawasan - kawasan wisata unggulan serta mendorong pengembangan
objek lainnya (backward), selain itu juga agar memiliki jaringan dengan wilayah di luar
Kota Ambon (outward linkages) sebagai Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional
(KPPN), terutama dengan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Kota Ambon, Kawasan
Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bandaneira serta 5 KPPN yang lain (Bandaneira
dan sekitarnya, Ambon dan sekitarnya, Taman Nasional Manusela – Masohi, Buru
dan Tanimbar dan sekitarnya).

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 3


Gambar 10.1. Peta Struktur Ruang RTRW Kota Ambon Tahun 2011-2031

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 4


10.2. Rencana Kawasan Pengembangan Pariwisata dan Kawasan Strategis
Pariwisata

Rencana kawasan pengembangan pariwisata dan kawasan strategis pariwisata


daerah Kota Ambon telah dilakukan sejak tahun 2012. Namun, seiring waktu terjadi
perkembangan yang sangat pesat dari sektor Pariwisata di Kota Ambon dengan
diinventarisasikannya potensi-potensi destinasi wisata yang baru. Sehingga dirasa
perlu melakukan klasifikasi Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah (KPPD) dan
Kawasan Strategi Pariwisata (KSP). Kawasan Pengembangan Pariwisata Daerah
(KPPD) Kota Ambon ada 5 kawasan yang berbasis Kecamatan secara eksisting
dengan jumlah 126 DTW,
yaitu: Kecamatan Leitimur
Selatan (40 DTW atau 32 %),
Nusaniwe (32 DTW atau 25
%), Sirimau (26 DTW atau
21%), [Link] (8 DTW
atau 6%) dan Kecamatan
Teluk Ambon (20 DTW atau
16%). Dapat dilihat pada
gambar 10.2.
Gambar 10.2 Jumlah DTW pada KPPD Kota
Ambon
Potensi-potensi destinasi wisata dalam Kawasan Strategi Pariwisata Kota
Ambon, saat ini terdapat pada 3 Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) yang berbasis 3
Kecamatan terpilih yaitu: Kecamatan Leitimur Selatan, Nusaniwe dan Sirimau
(LEINUSI). Seperti ditunjukkan secara spasial penyebarannya pada Gambar 10.3

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 5


Gambar 10.3 Peta Kawasan Strategi Pariwisata Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 6


10.2.1. Mengembangkan Kepariwisataan Kota Ambon dalam Struktur Tata Ruang
Pariwisata Terpadu

Kota Ambon memiliki daya tarik wisata yang beranekaragam, beberapa


diantaranya memiliki kualitas sebagai daya tarik unggulan. Setiap daya tarik wisata
berada pada wilayah dan kondisi elemen geografis, serta keterjangkauan/akses yang
berbeda. Dalam perkembangannya, masih ada daya tarik wisata yang belum
dikembangkan dan minim fasilitas serta akses yang rendah. Sebagian daya tarik
wisata yang ada masih bersifat potensial objek karena minim fasilitas, akses rendah
sehingga belum dikembangkan dan dikelola dengan baik. Agar sektor pariwisata
mampu memberdayakan ataupun mengoptimalkan pengembangan sumber daya
wisata yang ada serta menjembatani pengembangan wilayah di Kota Ambon maka
perlu disusun rencana pengembangan yang bersifat sinergis, komplementer dan
terpadu diantara daya tarik wisata maupun wilayah yang ada dan menekankan pada
pengembangan skala prioritas pada daya tarik unggulan.
Sebagai implikasinya, maka strategi pengembangan tersebut di atas dijabarkan
dalam bentuk perumusan rencana-rencana pengembangan kepariwisataan, yang
meliputi:
1. Pengembangan struktur perwilayahan pariwisata Kota Ambon yang terpadu.
2. Identifikasi serta penetapan lokasi bagi pusat-pusat pelayanan pada tingkat
perwilayahan pariwisata yang terbentuk. Pusat-pusat pelayanan dapat ditetapkan di
ibu kota kecamatan karena pembangunan infrastruktur (walaupun terbatas) masih
terpusat di ibukota kecamatan.
3. Identifikasi serta penetapan lokasi pengembangan fasilitas umum dan pariwisata.
Lokasi pengembangan fasilitas wisata sedapat mungkin dekat dengan daya tarik
wisata unggulan / berkembang, tidak terisolasi dan tidak sulit dijangkau.

10.2.2. Pengembangan Sistem Keruangan Wisata Terpadu Melalui Pembentukan


Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Kota Ambon

KSP adalah kawasan yang memiliki fungsi utama pariwisata atau memiliki
potensi untuk pengembangan pariwisata yang mempunyai pengaruh penting dalam
satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya,
pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan
dan keamanan (UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan).

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 7


Penetapan KSPD dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek sesuai UU
Kepariwisataan Nomor 10 tahun 2009:
1. Sumber daya pariwisata alam dan budaya yang potensial menjadi Daya Tarik
pariwisata
2. Potensi pasar wisatawan
3. Lokasi strategis yang berperan menjaga persatuan bangsa dan keutuhan wilayah
4. Perlindungan terhadap lokasi tertentu yang mempunyai peran strategis dalam
menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan hidup
5. Lokasi strategis yang mempunyai peran dalam usaha pelestarian dan pemanfaatan
aset budaya.
6. Kesiapan dan dukungan masyarakat; dan
7. Kekhususan dari wilayah.
KSP akan menjadi prioritas dalam pengembangan kepariwisataan, khususnya
aspek pengembangan destinasi. Mengingat pentingnya peran kawasan ini dalam
pengembangan destinasi pariwisata, maka penentuannya menggunakan kriteria
Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dalam RIPPARNAS 2011 dan
menyesuaikan dengan RIPPAR Provinsi Maluku dan disesuaikan dengan konteks lokal
sebagai berikut:
1. Memiliki sumber daya pariwisata yang unik dan dapat diunggulkan
2. Kawasan tersebut memiliki potensi sebagai penggerak pengembangan wilayah
pulau, guna pemerataan peningkatan perekonomian lokal.
3. Kawasan tersebut memiliki kesiapan dan dukungan dari masyarakat untuk
pengembangan pariwisata
4. Kawasan tersebut memiliki potensi pengembangan trend produk wisata ke depan.
5. Kawasan tersebut memiliki potensi menarik pasar baik nasional maupun
internasional
6. Kawasan tersebut memiliki fungsi dan peran strategis dalam menjaga fungsi dan
daya dukung lingkungan
7. Kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam usaha pelestarian dan
memanfaatkan aset budaya.
8. Kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan dan
keutuhan wilayah.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 8


Disamping itu, KSP dibentuk sesuai kriteria-kriteria pembentukan wilayah
pariwisata, terutama terkait dengan: (a) pertimbangan kesamaan tipologi dari tinjauan
jenis daya tarik wisata dominan yang ada di dalamnya, (b) pertimbangan
lokasi/sebaran secara geografis. Berdasarkan kriteria-kriteria di atas dan hasil
analisis, tahapan-tahapan pembentukan KSP dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Tahap I: identifikasi secara keruangan sebaran daya tarik wisata menyangkut
sebaran, aksesibilitas, serta karakter spesifik masing-masing daya tarik wisata.
2. Tahap II: analisis terhadap pola pengelompokan daya tarik wisata berdasarkan
kesamaan jenis dan karakter daya tarik, kesamaan arah dan cara
pencapaian/persiapan perjalanan, letak geografis/kedekatan jarak antar daya tarik
wisata serta kedekatan terhadap pusat pelayanan. Dari pengelompokan daya tarik
wisata terhadap parameter ini, didapat kelompok/kluster-kluster pengembangan di
beberapa wilayah.
3. Tahap III: analisis pengelompokan terhadap kelompok-kelompok/ kluster-kluster
KSP yang telah terbentuk sesuai masing-masing kriteria yang telah ditetapkan.
Sebagai bagian dari pengembangan pariwisata, tahapan pengembangan kawasan
merupakan landasan bagi perumusan/formulasi rencana lebih lanjut secara spasial.
Regionalisasi/perwilayahan merupakan salah satu metode yang ditujukan untuk
menentukan batas-batas homogenitas ruang khususnya berkaitan dengan atraksi,
amenitas dan aksesibilitas. Secara spesifik, pembagian KSP di Kota Ambon
didasarkan pada beberapa kondisi, antara lain:
1. Kedudukan dan sebaran DTW yang ada.
2. Sebaran aksesibilitas pendukung yang merata antar kecamatan.
3. Sebaran fasilitas pelayanan yang bervariasi antar wilayah kecamatan.
4. Posisi geografis dan potensi wilayah kecamatan yang dapat berfungsi sebagai hub
(gerbang) baik dari wilayah di sekitarnya.
KSP Kota Ambon dengan DTW yang diklasifikasikan dalam 3 (tiga) jenis DTW
yaitu Wisata alam (pantai, bahari,dll), Wisata Budaya (sejarah, religi), dan Wisata
Buatan (musik, ekraf, dll).

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 9


1) Kawasan Strategis Pariwisata 1 (KSP-01) “Leitimur Selatan”
KSP-01 adalah merupakan KSP dengan destinasi wisata terbanyak yaitu 40
DTW dan beragam jenis dibandingkan empat kecamatan lainnya di Kota Ambon. Pada
KSP-01 ini memiliki 7 desa (Negeri) yaitu Negeri Hutumuri, Negeri Rutong, Negeri
Hukurila, Negeri Leahari, Negeri Ema, Negeri Kilang dan Negeri Naku.
Dari 40 DTW yang ada
termasuk jenis wisata yang memiliki
presentase terbanyak adalah jenis
Wisata Alam yaitu 28 DTW atau 70%,
diikuti Wisata Budaya 8 DTW atau 20%
dan Wisata Buatan 4 DTW atau 10%
lihat Gambar 10.4.
Gambar 10.4. Jumlah Destinasi KSP-01 Leitimur
Selatan berdasarkan DTW

Wisata alam yang ada di KSP-01 adalah Tanjung Riki Negeri Rutong; Batu
palungku, Batu Anging, Kolam Yarden, Tanjung Ha’or, Batu Ayam di Negeri Hukurila;
Liang Piring, Goa kelelawar, terumbu karang dan Bakau di Negeri Leahari; Air Terjun
Majapahit, Batu warna, air terjun Erung Ewan di negeri Ema; Sumur Tua, Air Kendi,
Lokasi Diving, Batu Tongka di Negeri Kilang; dan Air Terjun Erang Hukung, Lokasi
Penyelaman di Negeri Naku. Wisata alam ini termasuk wisata pantai yang di Kota
Ambon sangat diminati untuk dikunjungi oleh para wisatawan, terutama yang ada pada
KSP-01. Wisata pantai yang bisa ditemukan adalah Pantai Hunilai Toisapu, Pantai
Lawena, Pantai Waiputih di Negeri Hutumuri; Pantai mangrove-Pohon Kuli Lawan-
Terumbu Karang di Megeri Rutong; Pantai Hukurila, Goa bawa laut. Pantai Wailaring,
Pantai Seu di Negeri Hukurila; Pantai Waesarissa di Negeri Leahari; Pantai Kilang,
Pantaui Namseri, Pantai Haitilia di Negeri Kilang; Pantai Namsua di Negeri Naku.
Belum semua wisata pantai pada KSP-01 berada pada proses pengembangan dan
menjadi perhatian wisatawan, hanya 7 DTW yaitu Pantai Toisapu, Pantai Waiputih,
pantai mangrove, pantai Hukurila, Pantai Wailaring, Pantai Seu, dan Pantai
Waiserissa, namun demikian masih banyak permasalahan yang dihadapi dan perlu
mendapat perhatian pemerintah yaitu terkait: promosi DTW, ketersediaan infrastruktur
yang belum memadai, sarana aksesbilitas jalan, rambu evakuasi bencana yang belum
tersedia, penataan ruang pantai yang belum memadai dan terfokus, dan masalah
kepemilikan lahan yang harus di clear sebelum pengembangan DTW lebih jauh
dilakukan.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 10
Asosiasi dari pantai adalah Taman Laut yang ditemukan dan dikembangkan di
KSP-01 sebagai DTW alam seperti Taman laut Toisapu di Negeri Hutumuri; Taman
laut Hukurila di Negeri Hukurila; Taman laut Leahari di Negeri Leahari; Taman Laut
Kilang di Negeri Kilang; dan Taman Laut Naku di Negeri Naku.
Selain pantai dan taman laut maka yang menjadi DTW alam, juga Agrowisata
yang terkait dengan wisata pertanian buah buahan seperti DTW Kebun buah, hutan
Sagu, Pohon buah (Langsat, Durian, Manggis, Nanas) di Negeri Hutumuri; Kebun
buah/rempah di Negeri Hukurila; Hutan Daman dan Burung Maleo, Hutan buah dan
rempah di Negeri Ema.
Pemerintah sementara melakukan pengembangan untuk agrowisata hutan
mangrove dan kebun buah-buahan di Negeri Rutong. Kelemahan yang masih dihadapi
dalam proses pengembangan adalah kurangnya promosi wisata dan aksesbilitas jalan
masuk yang belum memadai, sehingga tidak mampu menarik kunjungan wisatawan
untuk menikmati buah-buahan maupun sebagai pelajar dan mahasiswa untuk belajar
tentang tanaman buah-buahan endemik Maluku.
Dengan demikian untuk membangun kemajuan wisata alam di Kota Ambon,
maka perlu dukungan berbagai pihak tidak hanya Dinas Parawisata, tapi juga pimpinan
wilayah Kecamatan dan Negeri, serta pemilik lahan atau dengan kata lain peran
pentaheliks menjadi penting.
Wisata Budaya yang termasuk wisata sejarah dan religi pada KSP-01 adalah
Gereja Tua, Benteng Raja, Kuburan Mesang, Goa Goram, dan Benteng Nona di
Negeri Hutumuri; Budaya Kata-Kata Bijak di Negeri Ema; Gereja Tua juga ada di
Negeri Kilang, disampung memiliki Negeri Lama; Barang-barang tua, Kuburan
Sembilan Depa, Batu saniri, Teung dan Parigi, Rumah Tua Kapitan Lebelesoinerssy,
Bekas Negeri Ema, Bekan Negeri Amanlaring yang berada di Negeri Ema. Dari sekian
banyak wisata budaya yang ada di KSP-01, yang sementara ini berada dalam proses
pengembangan adalah wisata budaya Benteng Nona di Negeri Hutumuri.
Permasalahan yang dihadapi oleh DTW ini adalah kurangnya promosi, dan perawatan
dan pengamanan yang tidak memadai. Benteng ini berada di wilayah yang paling
tinggi di Negeri Hutumuri dan disekitar itu dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat
evakuasi jika terjadi bencana gempabumi. DTW ini juga dapat dijadikan sebagai wisata
pendidikan bagi para pelajar ataupun mahasiswa dalam mempelajari fenomena alam
terbentuknya gundukan-gundukan yang dikenal sebagai Benteng Nona.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 11


Wisata Buatan : Sanggar Kakoya Tahuri di Negeri Hutumuri. Kakoya diartikan
sebagai Pelindung Hujan atau Panas. Sejak sanggar ini dikelola oleh generasi kedua,
sudah 9 generasi komunitas yang bergabung dengan sanggar ini. Salah satu alat Tiup
Tahuri yang pertama kali ditemukan pada tahun 1958 dan dipergunakan dalam acara
pembukaan GANEVO pada tahun 1962 di jakrta pada zaman Gubernur ke 3 Maluku
yaitu Bpk. Latumahina. Sanggar ini memiliki kurang lebih 83 buah Tahuri, 4 buah
bamboo Air. Tapi disamping itu juga sanggar ini memiliki Bambu gesek, bamboo
Rumba, Tifa, Clever dan Suling. DTW ini sementara dikembangkan oleh
Dinas Parawisata, Ambon Music Office dan pemerintah Negeri. Secara spasial DTW
yang menyebar di KSP-01 ditunjukkan pada Gambar 10.5

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 12


Gambar 10.5. Peta Penyebaran DTW pada KSP-01 Leitimur Selatan”

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 13


2) Kawasan Strategis Pariwisata 2 (KSP-02) “Nusaniwe”
KSP-02 adalah merupakan KSP dengan destinasi wisata sebanyak 22 DTW dan
tersebar pada 7 desa (Negeri/Kelurahan) wisata yaitu Negeri Amahusu, Negeri
Nusaniwe, Negeri Latuhalat, Negeri Seilale, Negeri Urimessing (Kusu-Kusu),
Kelurahan Nusaniwe, dan Kelurahan Kudamati.
Dari 32 DTW yang ada termasuk jenis wisata yang memiliki presentase
terbanyak adalah jenis
wisata alam yaitu 21
DTW atau 66 %, Wisata
Buatan 6 DTW atau 19%
di dalamnya ada Wisata
Music dan Wisata
Budaya sebanyak 5
DTW atau 19 %, seperti
ditunjukkan pada
(Gambar 10.6).
Gambar 10.6. Jumlah Destinasi KSP-02
Nusaniwe berdasarkan DTW

Wisata alam yang ada pada KSP-02 adalah Pantai Amahusu Pantai Batu
Capeu di Negeri Amahusu; Pantai Pintu Kota, Pantai Felawatu di Negeri Nusaniwe;
Pantai Leilisa, Santai, Collin Beach dan Pantai Rona Wiska di Negeri Latuhalat; Pantai
Seri di Negeri Urimessing. Dari pantai pantai yang ada pada KSP-02, ada beberapa
pantai yang sudah dikembangkan sebagai destinasi wisata sejak dulu seperti Pantai
Amahusu, Pintu Kota yang telah dijadikan pemerintah sebagai paket Kunjungan
Wisata, bahkan kunjungan wisata dari wisatawan mancanegara. Pantai Amahusu
sering digunakan sebagai tempat berlabuhnya perahu layar Darwin-Ambon dan sering
juga dimanfaatkan untuk diving, namun demikian disaat Pendemi Covid-19 lokasi ini
menjadi menurun kunjungan wisatawannya. Untuk Pantai Pintu Kota sangat menarik
DTWnya, namun kondisi sarana penunjang bagi wisatawan sudah banyak mengalami
kerusakan dan tidak seimbang dengan harga masuk yang dipatok sangat tinggi oleh
pengelolanya. Untuk benar-benar menjadi paket wisata Kota Ambon tentunya perlu
mengevaluasi keberaan DTW ini untuk pengembangan yang lebih baik. Untuk DTW
Batu Capeu yang sejak dulu terkenal, harus kembali disentuh keberadaannya untuk
dikelola dengan baik oleh pemerintah kota untuk menjadikannya sebagai salah satu
Paket kunjungan wisata alam di KSP-02 untuk memberi ciri beraneka batu yang
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 14
memiliki nilai estetika dan ketertarikan tersendiri, dan banyak ditemukan di
Kota Ambon.
Asosiasi dengan pantai maka wisata alam yang ada juga di KSP-02 ini adalah
Taman laut yaitu: Taman Laut Amahusu, Taman Laut Batu Capeu di Negeri Amahusu;
Taman laut Eri, Air Louw di Negeri Air Louw; Taman Laut namalatu di Negeri
Latuhalat; dan Taman Laut Seilale di Negeri Seilale. Taman lait yang dijadikan paket
kunjungan wisata adalah taman laut Amahusu, dan yang me iliki potensi untuk
dikembangkan adalah di Eri, Airlouw dan Negeri Seilale. Namun demikian untuk taman
laut di Negeri Amahusu dan Negeri Seilale jika musim penghujan arus laut dan
gelombang kadang cukup besar sehingga menghambat aktivitas menyelam di sini, dan
tentunya berdampak pada menurunya pengunjung DTW tersebut. Sarana prasarana
yang ada juga belum memadai. Sehingga sentuhan pemerintah harus terjadi pada
DTW yang menjanjikan kedepan.
Wisata Alam lain yang di KSP-02 adalah Tebing Oxana di Negeri Nusaniwe, dan
Goa Liang Ekang Negeri Urimessing. Tebing Oxana dalam proses pengembangannya.
Kurangnya promosi sehingga banyak wisatawan yang belum mengetahui mengenai
Tebing Oxana padahal tempat ini sangat dekat dengan Pintu Kota sehingga sangat
berpotensi untuk dikunjungi oleh wisatawan. Akses jalan masuk yang belum di aspal
dengan baik sehingga kendaraan belum bisa masuk sampai kedalam objek wisata.
Untuk destinasi Tebing, objek ini belum aman untuk pengunjung karena belum
memiliki pembatas-pembatas di sepanjang tebing. Sementara Liang Ekang yang
harusnya menjadi geopark atau wisata geologi sekaligus pendidikan ditinggalkan dan
bahkan tidak diperhitungkan untuk perkembangannya selama beberapa waktu ini,
sehingga perlu dibangun lagi dan berproses untuk menjadi wisata geopark yang
unggul dan menarik untuk dikunjungi di Kota Ambon.
Wisata Budaya yang terkenal di KSP-02 Nusaniwe adalah Museum Siwalima di
kelurahan Nusaniwe dan Tugu Dolan di Kelurahan Kudamati. Kedua DTW ini perlu
dikembangkan terutama gedung Siwalima yang merupakan tempat dokumentasi
segala hal yang terkait berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di Maluku, dan sebagai
museum yang selalu dikunjungi para siswa untuk menikmati peninggalan sejarah yang
menjadi warisan kekayaan Maluku. Termasuk dalam wisata budaya adala religi, yaitu
DTW yang ada di Kota Ambon dan bernuansa keagamaan yaitu Goa Santa Maria di
Negeri Nusaniwe, dan memiliki potensi untuk menjadi paket kunjungan wisatawan baik
domestik maupun luar negeri.
Wisata Buatan, yang ada yaitu Musik melalui Musisi legendary Zeth
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 15
Lekatompessy, Sanggar Boyratan, sanggar Amboina Ukulele Kids Community (AUKC)
di Negeri Amahusu. Selain musik, maka Kolam Belanda di Negeri Latuhalat juga
merupakan Daya Tarik Wisata jenis buatan yang menarik untuk dikunjungi. Keempat
Daya Tarik Wisata ini memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa
mendatangkan wisatawan domestik ataupun mancanegara untuk mempelajari alat
musik atau musik yang ada di Ambon lewat Ambon City of Music. Wisata buatan yang
lain adalah bukit paralayang, Daya Tarik Wisata ini merupakan Daya Tarik Wisata
yang baru terkenal dan menarik minat wisatawan berkunjung ke situ, lokasi ini sangat
menantang dan memicu adrenalin para pengunjung wisata.
Perlu adanya pengembangan lebih lanjut pada Bukit Paralayang yaitu
pembangunan fasilitas yang diperlukan seperti toilet, listrik, wifii, tambahan beberapa
gasebo dan tersedianya tempat makan. Perlu adanya investor untuk mengembangkan
Bukit Paralayang menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik, contohnya dapat
dijadikan camping ground untuk wisatawan. Secara spasial disajikan pada
Gambar 10.7.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 16


Gambar 10.7. Peta Penyebaran DTW pada KSP-02 “ Nusaniwe”

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 17


3) Kawasan Strategis Pariwisata 3 (KSP-03) “Sirimau”
KSP-03 adalah merupakan KSP dengan destinasi wisata sebanyak 17 DTW dan
tersebar pada 6 desa (1 negeri dan 5 kelurahan) wisata yaitu Negeri Soya, Kelurahan
Honipopu, Karpan, Ahusen, Uritetu dan Pandan Kasturi.
Dari 26 DTW yang ada
termasuk jenis wisata yang
memiliki presentase terbanyak
adalah jenis wisata budaya
yaitu 17 DTW atau 65 %,
diikuti Wisata alam 2 DTW
atau 8%, dan Wisata Buatan
7 DTW atau 27%, seperti
ditunjukkan pada (Gambar
10.8).
Gambar 10.8. Jumlah Destinasi KSP-03
Sirimau berdasarkan DTW

KSP-03 merupakan KSP dengan DTW jenis wisata budaya yang cukup banyak,
hal ini disebabkan KSP ini berada di pusat Kota Ambon yang memang memiliki latar
belakang budaya sejak jaman kolonial, dan sampai saat ini tetap dilestarikan. DTW
budaya yang ada adalah: Tampayan Soya, Gereja Tua yang berada di Negeri Soya;
Masjid Jamme yang berada di Kelurahan Honipopu; Tugu Christinan Martha Tiahahu
yang berada di Kelurahan Amantelu, Makam Joseph Kam yang berada di Kelurahan
Karpan; Benteng Victoria, Tugu Pattimura dan Pattimura Park yang berada di satu
lokasi Lapangan Merdeka, Tugu Slamet Riyadi, Gong Perdamaian Dunia yang berada
di Kelurahan Uritetu; Makam Australia, makam perang di Kelurahan Pandan Kasturi.
Masjid Jamee merupakan salah satu masjid tertua di Kota Ambon, sehingga
terkadang yang menjadi kebutuhan mendasar untuk pengembangannya adalah
pendanaan untuk merenovasi masjid tersebut. Untuk Tempayan Soya perlu
diperhatikan akses jalannya sehingga tidak mengganggu kunjungan wisatawan saat
musim hujan. Terkait pengembangan Benteng Victoria atau yang dikenal sebagai
Benteng New Victoria sejak tahun 2017 telah ditetapkan oleh kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan sebagai Situs Budaya Nasional. Oleh karena itu Relokasi Kodam XVI
Pattimura yang saat ini menempati Benteng tersebut sudah menjadi kesepakatan
Pemerintah Kota dan Kodam XVI Pattimura untuk ditindaklanjuti, sehingga Benteng
New Victoria akan benar-benar menjadi DTW yang dapat dikembangkan secara baik

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 18


dan menjadi paket wisata yang menjanjikan dan menarik.
Wisata alam yang dimiliki adalah Gunung Sirimau dan Kali Air Besar di Negeri
Soya, yang harus mendapat perhatian pemerintah untuk pengembangannya dengan
memperhatikan aksesbilitas dan kelestarian lingkungan sekitarnya serta promosi
budaya.
Wisata buatan yang ada pada KSP-03 yaitu Pattimura Park. Pattimura Park
adalah DTW yang mendukung keberadaan Tugu Pattimura yang letaknya semua di
kawasan Lapangan Merdeka Ambon. Sehingga lokasi ini mempunyai daya tarik
tersendiri bagi oara wisatawan yang kalau menuju Kota Ambon maupun menuju
Bandara dari Puat Kota Ambon akan tetap melewatinya. Selain itu terdapat wisata
buatan lainnya yaitu RR Studio, Sanggar Hatukau, Les Mollucas Cafe and Bar,
Monumen Rumpius, Rumphius Library, dan wisata kuliner nasi kuning bagadang.
Penyebaran DTW pada KSP-03 ditunjukkan pada Gambar 10.9.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 19


Gambar 10.9. Peta Penyebaran DTW pada KSP-03 “ Sirimau”

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 20


10.2.3 Pembagian Kawasan Strategis Pariwisata dalam Zonasi
Pembentukan zonasi diperlukan baik untuk melindungi sumber-sumber daya
alam baik di daratan maupun bawah laut yang ada dan untuk memberikan keragaman
pengalaman bagi wisatawan berkunjung bagi para wisatawan. Berdasarkan tingkat
intervensi, maka zona-zona yang diusulkan adalah:

1. Zona Intensif
Zona ini dirancang untuk menerima wisatawan lebih banyak dengan
menyediakan ruang untuk kegiatan dan dilengkapi fasilitas wisata yang memadai,
seperti hotel, resort. Wisatawan dapat melakukan kegiatan rekreasi seperti berenang,
menyelam, berperahu, dan aktivitas lainnya yang merupakan bagian dari atraksi-
atraksi bahari dalam konteks skala yang lebih besar, termasuk pembangunan daya
tarik buatan.
Sebagai implikasi, beberapa daerah di zona intensif pada masing-masing KSP
akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata, yang akan menarik
kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri yang cukup banyak. Untuk menunjang itu
perlu dilengkapi berbagai fasiltas pada DTW tersebut seperti rumah makan, fasilitas
wisata seperti toko serba ada, fasilitas komunikasi, listrik, air bersih, fasilitas kesehatan
(UGD), fasilitas olahraga, area atraksi budaya, kios cindera mata, fasilitas penyewaan
alat menyelam, jalur evakuasi bencana dan lainnya.
Zona Intensif itu kawasan ya menganut Tourism massal yang terkontrol yaitu :
a). KSP 01 : Wisata Pantai di Pesisir Selatan (Pantai-pantai di Hutumuri, Hukurila,
Kilang, Naku; b). KSP 02 ; Wisata Pantai Nusaniwe dari Pantai Seri, Pintu Kota, Santai
Beach, Ronawiska, Namalatu, Nama dan Amahusu. Wisata budaya Pela Gandong
Rutong-Rumakay; c). KSP 03, Wisata Buatan dan Budaya, seperti Pattimura Park,
Gong Perdamaian dan Adat cuci Negeri Soya; d). KPP 04, Pantai Larier, dan Passo.
Budaya Gandong Batu Merah Passo; dan e). KPP 05, Pantai Air Manis Laha.

2. Zona Semi Intensif


Zona yang dirancang untuk menerima kunjungan tingkat medium dengan tujuan
kegiatan wisata yang bersifat lebih spesifik, dan menyediakan ruang yang cukup untuk
kegiatan dan kenyamanan pengunjung, serta dilengkapi fasilitas penunjang kegiatan
wisata yang terbatas.
Zona ini dikembangkan pada kawasan-kawasan wisata religi/Sjarah dan
beberapa kawasan pantai, seperti KSP sebagai berikut: a). KSP 01 : Keseluruhan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 21
Wisata Budaya dan Buatan di Letisal; b). KSP 02 : Pantai yg memiliki Luasan kecil di
Nusaniwe seperti : Rumah Blanda, Felawattu, Collin Beach, Kolam Belanda, Cliff; c).
KSP 03 : Wisata Buatan dan Budaya yang locusnya kecil seperti : Patung-patung,
Pante Wainitu, Tugu-tugu, Benteng dan Kuburan Australia; d). KPP 04 : Wisata Alam,
Buatan dan Budaya yg terbatas daya dukung karena sempit dan kecil seperti : Pantai
Halong, Gereja Tua; dan e). KPP 05 : Wisata Buatan dan Budaya di Teluk Ambon dari
Poka sampau dengan Laha.

3. Zona Ekstensif
Zona yang dirancang untuk menerima kunjungan wisatawan dalam skala
terbatas dan terkontrol dengan pertimbangan tingkat kerentanan lingkungan sudah
semakin meninggi sehingga perlu manajemen pengelolaan yang sangat
bertanggungjawab. Pada kawasan ini pendirian dan pengaturan bangunan dan fasilitas
wisata memerlukan aturan yang ketat dan sangat terbatas. Segala aktivitas wisata
perlu diikuti dengan petunjuk yang jelas dan lengkap. Zona Ekstensif : Zona yg bersifat
special Tourism sebagai berikut: a). KSP 01, Keseluruhan Wisata Selam dan Air
Terjun di Leitisel ( Hutumuri, Rutong Lehari, Hukurila, Kilang, Naku) ; Wisata Budaya
di Ema, Kilang dan Naku; b). KSP 02 : Keseluruhan Wisata Selam, Snorkeling di
Nusaniwe. (Seri, Pintu Kota, Santai Beach, Namalatu, Tanjung Latuhlat, Amahusu,
Tapal Kùda dan lain-lain; c). KSP 03. Wisata Alam, Budaya dan Buatan yg memiliki
Luas kawasan yg sempit/terbatas, seperti Tempayan Sirimau, Museum. Perpustakaan,
Gereja Tua, dan lain-lain; d). KPP 04 : Kawasan Mangrove dari Lateri, Passo, Negeri
Lama, Waiheru.; e). KPP 05 ; Keseluruhan Wisata Selam, Snorkling, Air Terjun, dari
Wayame, Hative Besar, Tawiri dan Laha ; Wisata Mangrove.
KSP-01 meliputi: Benteng Nona, rentan terhadap kerusakan akibat ulah manusia
atau degradasi lahan karena masih di biarkjan secara alamiah keberadaannya. KSP-
02 meliputi: Pintu Kota, terkait ketersediaan rambu evakuasi yang belum ada dan
larakteristik wilayah yang terjal dan bebatuan; Bukit Paralayang, harus ditata
sedemikian sehingga tidak berdampak terjadinya longsor lahan.
Keberadaan flora dan fauna endemic perlu dijaga demi kelangsungan kehidupan
seperti terumbu karang, penyu (tabob, sisik dll), paus maupun lumba-lumba.
Wisatawan yang terbatas dalam jumlah tetapi juga memiliki perilaku yang baik dalam
berwisata sehingga pengembangannya berkaitan dengan Ekowisata Bahari. Pada
kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil ini perlu juga memperhatikan kedatangan dari
Liver Board (LoB) terutama ketika mereka memiliki trip pelayaran yang tidak terdapat
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 22
pengawasan oleh pemerintah maupun masyarakat. Kajian Daya Dukung Pariwisata
baik pada bentang alam daratan (landscape) maupun bentang alam lautan (seascape)
untuk mengkaji jumlah wisatawan yang diperbolehkan mengunjungi destinasi perlu
dilakukan sehingga Lingkungan alam tetap terjaga dan lestari demi anak cucu generasi
masyarakat Kota Ambon. Idealnya, kedua zona ini diimplementasikan pada setiap
kawasan strategis pariwisata, artinya di setiap KSP akan terdapat dua zona tersebut.
Pada zona ini harus diperhitungkan lokasi rentan atau berisiko bencana yang
ada di Kota Ambon baik berdasarkan kondisi wilayah maupun karena bencana yang
pernah terjadi. Di Kota Ambon sendiri dari pada KPP 01 Leitimur Selatan yang berada
dan berhadapan lautan lepas Laut Banda, memiliki risiko tinggi terhadap gempabumi
dan tsunami; pada KPP 02 selain risiko tinggi untuk tsunami di beberapa DTW alam
yaitu wisata pantai, juga berisiko tinggi untuk kejadian longsor yang sewaktu-waktu
mengganggu uransportasi menuju DTW wisata pantai di KPP 02; KPP 03 memiliki
potensi atau risiko tinggi untuk banjir dan longsor, karena memang di kawasan ini
dilalui 5 DAS besar di Kota Ambon; KPP 04 merupakan kawasan dengan risiko
bencana banjir dan gempabumi; dan risiko bencana tinggi di KPP 5 adalah gempa
dan tsunami, longsor dan bajir. Oleh larena itu bagi semua DTW yang ada di masing-
masing KPP sudah saatnya untuk melakukan sosialisasi dan menyiapkan jalur
evakuasi bencana dan akses disabilitas jika perlu.

10.2.4 Mengembangkan Sistem Jaringan Fungsional Pariwisata


Sistem jaringan fungsional yang dimaksud adalah keterkaitan pengembangan
antar komponen fungsional dalam mendukung dan mengakomodasikan pergerakan
wisatawan dari memulai perjalanan, kunjungan ke lokasi daya tarik wisata,
pemanfaatan fasilitas-fasilitas wisata, hingga kembali pintu masuk. Komponen-
komponen fungsional yang dimaksud adalah:
[Link] (Entry Point)
Lokasi yang mempunyai fungsi dan kedudukan sebagai titik rangkap kedatangan
wisatawan sekaligus titik distribusi perjalanan wisatawan ke daya tarik wisata utama
adalah pada KPP dimana Bandara Pattimura berada. Dari Ambon wisatawan bisa
melakukan kunjungan wisata ke Pulau-Pulau lain di Maluku dengan menggunakan
transportasi pesawat terbang. Pada KSP-03 dimana Pelabuhan Laut Yos Sudarso
berada, parawisatawan dapat melakukan kunjungan wisata ke detinasi wisata lain di
Kota Ambon dengan menggunakan kapal.
2. Destinasi
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 23
Lokasi-lokasi yang dikembangkan sebagai titik tujuan wisata yang memiliki
berbagai daya tarik wisata sesuai Ripparnas yang berkaitan dengan wisata alam,
budaya (religi/sejarah) dan wisata buatan. Semua yang menjadi daya tarik wisata telah
tergambar secara lengkap pada Bab 4 tentang Kondisi eksisting Kota Ambon sebagai
Destinasi Pariwisata.

3. Touring Base
Lokasi yang dikembangkan untuk menyandang fungsi sebagai titik-titik
perhentian wisatawan dalam melakukan kunjungan wisata dimana pada lokasi tersebut
dikembangkan fasilitas akomodasi untuk menginap (stay over night) dan fasilitas
wisata lain untuk mendukung kebutuhan perjalanan wisata. Lokasi-lokasi itu berada
pada DTW yang memiliki Resort.

4. Lokasi Persinggahan (Rest Area)


Lokasi yang dikembangkan untuk menyandang fungsi sebagai titik persinggahan
(stop over) wisatawan dalam melakukan kunjungan wisatawan. Pada lokasi tersebut
tidak diprioritaskan pengembangan fasilitas akomodasi. Pengembangan fasilitas
wisata pendukung diprioritaskan pada fasilitas-fasilitas seperti: rumah makan, biro
perjalanan wisata, toko cinderamata, kios informasi wisata (TIC), area parkir, dermaga
dan fasilitas pelengkapnya. Seperti yang ada di sekitar Bandara Pattimura, dan di Kota
Ambon dekat Pelabuhan Laut Yos Sudarso.

5. Titik Transit
Area ini menyandang fungsi sebagai titik simpul pergerakan untuk kegiatan
transfer antar moda seperti terminal di Mardika dan Transit Passo, pelabuhan bandara
Pattimura dan pelabuhan Yos udarso. Titik ini sangat penting agar wisatawan sebagai
quest dan masyarakat yang mengerjakakn jasa wisata memiliki pergerakan yang cepat
ke destinasi wisata dan lokasi berusahanya.

6. Kawasan Wisata Terpadu (Integrated Resort)


Area yang cukup luas yang dikembangkan untuk fungsi peristirahatan dan
rekreasi. Kawasan ini belum ditemui di Kota Ambon. Jikakalaupun ada, maka dia
akan memiliki potensi untuk dikembangkan bila kondisi aspek 4A (Atraksi, Aksesbilitas
Amenitas, anselari) nya sudah memadai.
7. Jalur Wisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 24
Jalur-jalur yang dikembangkan untuk menghubungkan lokasi-lokasi tujuan wisata
dan mengakomodasikan rute pergerakan wisatawan adalah Ambon – Laha (KPPD
Teluk Ambon), Ambon – Hukurila (menghubungkan KPPD Letisel); Ambon – Hosu
(Kilang) (menghubungkan KPPD Letisel dan Sirimau), Ambon – Seri (menghubungkan
KPPD Nisaniwe), Ambon- Latuhalat (menghubungkan KPPD Nusaniwe), Ambon-
Waeheru (menghubungkan KPPD Baguala), jalur lingkar selatan (Nusaniwe – Letisel),
dan mobil angkutan dalam kota (menghubungkan KPPD Sirimau), seperti ditunjukkan
jalur tranportasi pada Peta 10.10

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 25


Gambar 10.10. Peta Jalur Transportasi Wisata di Kota Ambon

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | X - 26


BAB XI
PROGRAM DAN INDIKASI KEGIATAN
PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN
KOTA AMBON
Bab ini memuat rincian rencana indikasi program dan/ atau kegiatan
pembangunan kepariwisataan yang akan dilaksanakan di Kota Ambon, sesuai tujuan
pembangunan pariwisata Kota Ambon.
Berdasarkan Undang – Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
Pasal 8 disebutkan bahwa pembangunan kepariwisataan yang dilaksanakan
berdasarkan rencana induk pembangunan kepariwisataan yang merupakan bagian
integral dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional. Oleh karena itu,
jangka waktu perencanaan RIPPAR Kota Ambon juga menyesuaikan dengan periode
waktu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah ( RPJPD) Kota Ambon
tahun 2006 – 2026 yang sama dengan periode Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional ( RPJPN ) tahun 2006 – 2026. Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah ( RPJPD ) Kota Ambon dalam periode tahun 2006 – 2026, maka
revisi RIPPAR Kota Ambon ada dalam perencanaan jangka waktu tahun 2022 – 2026
yakni 5 ( lima ) tahun.
Dalam jangka waktu 5 ( lima ) tahun, rangkaian kegiatan pelaksanaan program
dan indikasi kegiatan terdiri dari aspek destinasi, industri, pemasaran dan
kelembagaan. Penjabaran dari keempat aspek tersebut dapat ditunjukkan dalam
program kegiatan dibawah ini.
1. Program Pembangunan Destinasi Pariwisata
Program dan indikasi kegiatan pembangunan destinasi pariwisata merupakan
tindakan – tindakan yang dirumuskan untuk dilaksanakan oleh pemerintah
daerah dan pihak terkait lainnya pada waktu yang telah ditentukan sebagai
bentuk pengejawantahan strategi pembangunan destinasi pariwisata dan
rencana pengembangan kawasan pariwisata prioritas yang telah ditetapkan
yakni Leitimur Selatan, Nusaniwe dan Sirimau (LENUSI).

2. Program Pembangunan Industri Pariwisata


Program pembangunan industri pariwisata merupakan tindakan-tindakan yang
dirumuskan untuk dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait
lainnya sesuai waktu yang telah ditetapkan sebagai bentuk penjabaran dari
strategi pembangunan industri pariwisata.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | XI - 1


3. Program Pembangunan Pemasaran Pariwisata
Program pembangunan pemasaran pariwisata merupakan Tindakan-tindakan
yang dirumuskan untuk dilaksanakan dengan pihak terkait lainnya pada waktu
yang telah ditetapkan secara bertahap sebagai bentuk penjabaran dari strategi
pemasaran pariwisata

4. Program Pembangunan Kelembagaan Kepariwisataan


Program pembangunan kelembagaan kepariwisataan merupakan tindakan-
tindakan yang dirumuskan untuk dilaksanakan oleh pemerintah pihak terkait
lainnya pada waktu yang telah ditetapkan sebagai bentuk penjabaran strategi
pembangunan kelembagaan kepariwisataan.

Pentahapan pembangunan ditentukan berdasarkan potensi dan masalah serta


kecenderungan perkembangan sektor-sektor tertentu dan sasaran yang ingin dicapai
dalam pengembangan atau pembangunan sektor tersebut. Lebih jelasnya mengenai
pentahapan pembangunan pariwisata Kota Ambon melalui indikasi program atau
kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut.

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 | XI - 2


11.1. Program dan Indikasi Kegiatan Destinasi Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

11.1.1 Rencana Strategis Pengembangan Perwilayahan Pariwisata

Kebijakan 1 :

Pemantapan dan pengembangan pusat pelayanan pariwisata yang terdiri dari pusat pelayanan primer,sekunder dan tersier.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan fungsi Kota • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Akademisi
Ambon sebagai pusat induk Kebudayaan, Badan
pelayanan pembangunan Perencanaan Pembangunan
primer,sekunder dan pusat pelayanan dan Penelitian Pengembangan,
tersier pariwisata primer, sekunder Dinas Pekerjaan Umum dan
dan tersier Penataan Ruang
pariwisata.
XI - 3
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :

Pemantapan dan pengembangan Destinasi Pariwisata (DP) Kota Ambon.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan dan • Menyusun Rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
mengembangkan Induk Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
destinasi pariwisata Pengembangan Perencanaan Pembangunan Ruang, Dinas
Kota Ambon yang terdiri Objek Wisata dan Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
dari: Koperasi dan Usaha
1. DP Kawasan Mikro Kecil Menengah,
Letisel Dinas Perindustrian
2. DP Kawasan dan Perdagangan,
Nusaniwe Dinas Lingkungan
3. DP Kawasan Hidup dan
Sirimau Persampahan, Dinas
4. DP Kawasan Penanaman Modal
Baguala dan Pelayanan
5. DP Kawasan Teluk Terpadu Satu Pintu,
Ambon Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Sosialisasi Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa,
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Pemerintah
destinasi pariwisata Perencanaan Pembangunan Kecamatan,
Kota Ambon kepada dan Penelitian Pengembangan
pemerintah
kecamatan dan
masyarakat.

• Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum


XI - 4
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :

Pemantapan dan pengembangan Destinasi Pariwisata (DP) Kota Ambon.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
induk dan DED pada Kebudayaan, Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang,
kawasan daya tarik Umum dan Penataan Ruang Dinas Perhubungan,
wisata . Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu
Satu Pintu, Ambon
Music Office, Ambon
Tourism Board dan
Akademisi
• Menyusun RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum
pada kawasan daya Kebudayaan, Dinas Pekerjaan dan Penataan Ruang,
tarik wisata. Umum dan Penataan Ruang Dinas Perhubungan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal dan
XI - 5

Pelayanan Terpadu
Satu Pintu, Ambon
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :

Pemantapan dan pengembangan Destinasi Pariwisata (DP) Kota Ambon.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Music Office, Ambon
Tourism Board dan
Akademisi
XI - 6
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Kawasan Strategis • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan Umum
Pariwisata Letisel. induk Kebudayaan, Badan dan Penataan Ruang,
pengembangan Perencanaan Pembangunan dan Dinas Perhubungan,
pariwisata beserta Penelitian Pengembangan Dinas Koperasi dan
zonasinya. Usaha Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu
Satu Pintu, Ambon
Music Office, Ambon
Tourism Board dan
Akademisi

• Inventarisasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa,


identifikasi kawasan Kebudayaan, Badan Pemerintah
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan dan Kecamatan,
prioritas di masing- Penelitian Pengembangan,
masing kluster Dinas Pendidikan
kawasan
pengembangan
pariwisata.
XI - 7

• Sosialisasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan


Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
destinasi pariwisata Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Kota Ambon kepada Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
pemerintah Koperasi dan Usaha
kecamatan dan Mikro Kecil
masyarakat. Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Menyusun RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
pada kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
strategis Leitisel Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
XI - 8

Penanaman Modal
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
2 Kawasan Strategis • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
Pariwisata Nusaniwe. induk Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
pengembangan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
pariwisata beserta Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
zonasinya. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Inventarisasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa,
identifikasi kawasan Kebudayaan, Badan Pemerintah
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan dan Kecamatan
prioritas di masing- Penelitian Pengembangan
masing kluster
XI - 9

kawasan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
pengembangan
pariwisata.
• Penyusunan RIPPO Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
/ DED obyek wisata Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
pada masing-masing Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
kawasan. Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
XI - 10
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Penyusunan RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
pada obyek wisata Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
prioritas yang akan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
dikembangkan. Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Sosialisasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
srategis pariwisata Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Kota Ambon kepada Penelitian Pengembangan, Perhubungan, Dinas
pemerintah Dinas Pekerjaan Umum dan Koperasi dan Usaha
kecamatan dan Penataan Ruang Mikro Kecil Menengah,
masyarakat Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
XI - 11

Persampahan, Dinas
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
3 Kawasan Strategis • Menyusun rencana Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
Pariwisata Sirimau induk Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
pengembangan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
pariwisata beserta Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
zonasinya. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil
Menengah,Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
• Inventarisasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa,
identifikasi kawasan Kebudayaan, Badan Pemerintah
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan dan Kecamatan
prioritas di masing- Penelitian Pengembangan
XI - 12

masing kluster
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
kawasan
pengembangan
pariwisata.
• Penyusunan RTBL Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
pada obyek wisata Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
prioritas yang akan Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
dikembangkan. Penelitian Pengembangan, Perhubungan, Dinas
Dinas Pekerjaan Umum dan Koperasi dan Usaha
Penataan Ruang Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
XI - 13
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3:

Pemantapan dan Pengembangan Kawasan Pengembangan Pariwisata Kota Ambon (KPP) dan Kawasan Strategis Pariwisata (KSP) Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Sosialisasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
penetapan kawasan Kebudayaan, Badan Umum dan Penataan
srategis pariwisata Perencanaan Pembangunan dan Ruang, Dinas
Kota Ambon kepada Penelitian Pengembangan Perhubungan, Dinas
pemerintah Koperasi dan Usaha
kecamatan dan Mikro Kecil Menengah,
masyarakat Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Lingkungan
Hidup dan
Persampahan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
Ambon Music Office,
Ambon Tourism Board
dan Akademisi
XI - 14
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4 :
Pengembangan pembangunan keterkaitan antar KPP dan KSP (Albubu).
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merencanakan paket • Penyusunan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
wisata alam aktivitas wisata, Kebudayaan Pembangunan dan
antara lain : bird Penelitian
watching, berburu, Pengembangan,
penelusuran Dinas Pertanian dan
lembah,tracking, Ketahanan Pangan,
camping ground, Dinas Perikanan,
penelitian flora dan Akademisi,
fauna, diving, Pemerintah Desa
psikografis berbasis dan Pemerintah
ekowisata. Kecamatan

2 Merencanakan paket • Penyusunan aktivitas Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


wisata budaya wisata, antara lain: Kebudayaan Pembangunan dan
homestay activity, Penelitian
pakaian adat,tari- Pengembangan,
tarian, menenun, Dinas Pertanian,
kerajinan, bercocok Dinas Perikanan,
tanam,bahasa Dinas Pendidikan,
daerah,peninggalan Ambon Music Office,
sejarah, cerita Pemerintah Desa
legenda,norma dan Pemerintah
hukum adat, Kecamatan
peninggalan sejarah
kolonialisme,
psikografis berbasis
ekowisata.
XI - 15
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4 :
Pengembangan pembangunan keterkaitan antar KPP dan KSP (Albubu).
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Merencanakan paket • Penyusunan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
wisata buatan. aktivitas wisata Kebudayaan Pembangunan dan
alam,antara lain: Penelitian
pemandangan Pengembangan,
pantai,mandi dan Dinas Pertanian dan
berenang, olahraga Ketahanan Pangan,
pantai,snorkling, Dinas Perikanan,
kuliner tradisional, Dinas Perindustrian
psikografis,outbond, dan Perdagangan,
musik, Ambon Music Office,
instagrammable, Pemerintah Desa
MICE. dan Pemerintah
Kecamatan

Kebijakan 5 :

Penegakan regulasi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan regulasi • Penyiapan dan Dinas Pariwisata dan Akademisi dan
pembangunan penetapan ranperda Kebudayaan, Bagian Hukum DPRD
Kepariwisataan Kota RIPPAR 2022 Kota
Ambon Ambon
XI - 16
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 5 :

Penegakan regulasi pembangunan kepariwisataan Kota Ambon


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Penyiapan dan Dinas Pariwisata dan Akademisi dan
penetapan Kebudayaan, Bagian Hukum DPRD
rancangan
peraturan tentang
rencana induk
Kawasan
Pariwisata.
• Penyiapan dan Dinas Pariwisata dan Akademisi dan
penetapan Kebudayaan, Bagian Hukum DPRD
rancangan
peraturan tentang
rencana detail
Kawasan Pariwisata
• Penyiapan dan Dinas Pariwisata dan Akademisi dan
penetapan Kebudayaan, Bagian Hukum DPRD
rancangan
peraturan tentang
tata bangunan dan
lingkungan pada
Daya Tarik Wisata
di Kawsan
Pariwisata.
XI - 17
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 6 :

Pengendalian implementasi KPP dan KSP


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan koordinasi • Penyebarluasan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
antara informasi dan Kebudayaan, Dinas Pembangunan dan
pemerintah,swasta,dan publikasi Peraturan Komunikasi Informatika dan Penelitian
masyarakat. tentang KPP dan Persandian Pengembangan,
KSP. Pemerintah Desa,
Pemerintah
Kecamatan, Ambon
Music Office dan
Ambon Tourism
Board
• Penyusunan SOP Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
penyebaran Kebudayaan, Dinas Pembangunan dan
informasi dan Komunikasi Informatika dan Penelitian
publikasi peraturan Persandian Pengembangan,
bidang Pemerintah Desa,
Kepariwisataan Pemerintah
tentang KPP dan Kecamatan, Ambon
KSP kepada Music Office dan
masyarakat dan Ambon Tourism
pelaku usaha Board
pariwisata.
XI - 18
11.1.2 Rencana Strategis Daya Tarik Wisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Pemantapan dan Pengembangan kawasan daya tarik wisata Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan DP • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa
Letisel sebagai Kawasan kawasan wisata Kebudayaan, Dinas Pekerjaan dan Pemerintah
wisata alam. alam Umum dan Perumahan Kecamatan
Rakyat, Badan Perencanaan
Pembangunan dan Penelitian
Pengembangan, Dinas
Perhubungan, Dinas Koperasi
dan Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perdagangan dan
Perindustrian, Dinas
Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu
Pintu, Dinas Lingkungan
Hidup dan Persampahan,
Ambon Music Office, Ambon
Tourism Board dan Akademisi
2 Mengembangkan DP • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa
Nusaniwe sebagai kawasan kawasan wisata Kebudayaan, PUPR, Badan dan Pemerintah
wisata budaya budaya Perencanaan Pembangunan Kecamatan
dan Penelitian
Pengembangan, Dishub,
Koperasi dan UMKM, Indag,
PTSP, Ambon Music Office,
ATB, Akademisi dan Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan
XI - 19
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Pemantapan dan Pengembangan kawasan daya tarik wisata Kota Ambon.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Mengembangkan DP • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Pemerintah Desa
Sirimau sebagai kawasan kawasan wisata Kebudayaan, PUPR, Badan dan Pemerintah
wisata buatan. buatan Perencanaan Pembangunan Kecamatan
dan Penelitian
Pengembangan, Dishub,
Koperasi dan UMKM, Indag,
PTSP, Ambon Music Office,
ATB, Akademisi dan Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan
XI - 20
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Perintisan konsep pengembangan daya tarik wisata Kota Ambon dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan pariwisata yang akan ditetapkan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan daya tarik • Penguatan inovasi Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,
wisata prioritas di setiap produk wisata dalam Kebudayaan, Badan Dinas Pendidikan,
kawasan strategis upaya meningkatkan Perencanaan Pembangunan Dinas Koperasi dan
pariwisata. kualitas daya tarik, dan Penelitian Usaha Mikro Kecil
keunggulan Pengembangan Menengah, Dinas
kompetitif dan Perindustrian dan
komparatif serta Perdagangan
daya saing daya
tarik wisata prioritas.
• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,
kualitas dan Kebudayaan, Badan Dinas Pekerjaan
kapasitas sarana Perencanaan Pembangunan Umum dan
prasarana dasar dan Penelitian Perumahan Rakyat,
untuk Pengembangan Dinas Koperasi dan
meningakatkan Usaha Mikro Kecil
kualitas kegiatan Menengah, Dinas
kepariwisataan di Perindustrian dan
lokasi daya tarik Perdagangan
wisata prioritas.
XI - 21
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Perintisan konsep pengembangan daya tarik wisata Kota Ambon dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan pariwisata yang akan ditetapkan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
2 Memperkuat upaya • Konservasi Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,
pengelolaan daya tarik sumberdaya Kebudayaan, Badan Dinas Pekerjaan
wisata dengan kepariwisataan dan Perencanaan Pembangunan Umum dan
memperhatikan faktor lingkungan spesifik. dan Penelitian Perumahan Rakyat,
lingkungan. Pengembangan Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Lingkungan Hidup
dan Persampahan

• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan,


kawasan sebagai Kebudayaan, Badan Dinas Pekerjaan
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan Umum dan
dengan dan Penelitian Perumahan Rakyat,
mempertahankan Pengembangan Dinas Lingkungan
wujud asli bangunan Hidup dan
dan cagar budaya. Persampahan
XI - 22
Kebijakan 3:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan kawasan daya • Penguatan Dinas Pariwisata dan Kemenpar
tarik wisata yang memiliki karakteristik dan Kebudayaan, Badan Ekraf/Baparekraf,
nilai strategis pada masing- produk wisata dalam Perencanaan Pembangunan Dinas Pariwisata
masing kawasan upaya meningkatkan dan Penelitian Provinsi, Badan
pariwisata. kualitas daya tarik, Pengembangan Perencanaan
keunggulan Pembangunan dan
kompetitif dan Penelitian
komparatif serta Pengembangan,
daya saing daya tarik Dinas Koperasi dan
wisata yang saling Usaha Mikro Kecil
terhubung dengan Menengah, Dinas
daya tarik wisata di Perindustrian dan
kabupaten/kota lain Perdagangan,
di Provinsi Maluku. Ambon Music Office
• Peningkatan kualitas Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
dan kapasitas Kebudayaan, Badan Provinsi, Badan
sarana prasarana Perencanaan Pembangunan Perencanaan
dasar untuk dan Penelitian Pembangunan dan
meningkatkan Pengembangan Penelitian
kualitas kegiatan Pengembangan,
kepariwisataan di Dinas Koperasi dan
lokasi daya tarik dan Usaha Mikro,
wisata . Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Pekerjaan
Umum dan
Perumahan Rakyat
XI - 23
Kebijakan 3:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
tema dan jenis-jenis Kebudayaan, Badan Provinsi, Badan
atraksi di sekitar Perencanaan Pembangunan Perencanaan
lokasi daya tarik dan Penelitian Pembangunan dan
wisata untuk Pengembangan Penelitian
meningkatkan arus Pengembangan,
kunjungan yang Dinas Koperasi dan
saling dan Usaha Mikro,
menguntungkan. Dinas Perindustrian
dan Perdagangan,
Dinas Pekerjaan
Umum dan
Perumahan Rakyat

2 Mengembangkan kegiatan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata


pariwisata prioritas untuk pariwisata prioritas di Kebudayaan, Badan Provinsi, Badan
mengembangkan daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan Perencanaan
pembangunan pariwisata. guna meningkatkan dan Penelitian Pembangunan dan
daya tarik wisata Pengembangan Penelitian
yang menjadi Pengembangan,
penghela geografis Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Pekerjaan Umum
dan Perumahan
Rakyat
XI - 24
Kebijakan 3:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kabupaten/Kota
kawasan sebagai Kebudayaan, Badan lainnya di Provinsi
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan Maluku, Dinas
yang berdampak dan Penelitian Koperasi dan Usaha
pada produk Pengembangan Mikro Kecil
ekonomi kreatif yang Menengah, Dinas
menarik subsektor Perindustrian dan
unggulan lainnya Perdagangan, Dinas
dari kabupaten/kota Pekerjaan Umum
terdekat. dan Perumahan
Rakyat
3 Mengembangkan dan • Peningkatan Dinas Pariwisata dan Kemenparekraf/Bapa
melestarikan kawasan konservasi sumber Kebudayaan, Badan rekraf, Dinas
pariwisata konservasi. daya alam dan Perencanaan Pembangunan Lingkungan Hidup
lingkungan dan Penelitian dan Persampahan,
kepariwisataan (eco- Pengembangan Ambon Music Office
tourism concept/SoG
Concept) untuk
mendukung
keberlanjutan
aktivitas pariwisata
dan lingkungan di
lokasi daya tarik
wisata.
XI - 25
Kebijakan 3:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diproritaskan di Kota Ambon dengan daya tarik wisata yang diunggulkan kabupaten/kota lainnya
di Provinsi Maluku.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
4 Menjaga dan melestarikan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian dan
karakteristik pulau-pulau daya tarik wisata Kebudayaan, Badan Ketahanan Pangan,
kecil (small islands) untuk yang berorientasi Perencanaan Pembangunan Dinas Perikanan,
pariwisata yang pada upaya menjaga dan Penelitian Akademisi atau LSM
berkelanjutan ekosistim rapuh Pengembangan
(fragile ecosystem)
pulau-pulau kecil.
XI - 26
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4 :
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Maluku
yang sama atau saling mendukung.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merencanakan paket wisata • Penguatan inovasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan
alam. paket wisata alam Kebudayaan, Badan Kebudayaan, Badan
dalam upaya Perencanaan Pembangunan Perencanaan
meningkatkan dan Penelitian Pembangunan dan
kualitas daya tarik, Pengembangan Penelitian
keunggulan Pengembangan,
kompetitif dan Dinas Koperasi dan
komperatif serta Usaha Mikro Kecil
daya saing daya tarik Menengah, Dinas
wisata Kota Ambon Perindustrian dan
dan kabupaten/kota Perdagangan, Dinas
yang diunggulkan. Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kab/Kota lain di


kualitas dan kapasitas Kebudayaan, Badan Prov. Maluku, Dinas
sarana prasarana Perencanaan Pembangunan Koperasi dan Usaha
dasar untuk dan Penelitian Mikro Kecil
meningakatkan Pengembangan Menengah, Dinas
kualitas kegiatan Perindustrian dan
kepariwisataan di Perdagangan, Dinas
lokasi daya tarik Pekerjaan Umum
wisata Kota Ambon dan Perumahan
yang melibatkan Rakyat
kabupaten/kota
lainnya.
XI - 27
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4 :
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Maluku
yang sama atau saling mendukung.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
2 Merencanakan paket wisata • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
budaya. paket wisata budaya Kebudayaan, Badan Provinsi, Dinas
Kota Ambon Perencanaan Pembangunan Koperasi dan Usaha
berbasis musik dan Penelitian Mikro Kecil
sebagai kekuatan Pengembangan Menengah, Dinas
budaya. Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Pekerjaan Umum
dan Perumahan
Rakyat

• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan


kawasan sebagai Kebudayaan, Badan Kebudayaan, Badan
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan Perencanaan
budaya yang dan Penelitian Pembangunan dan
melibatkan kekayaan Pengembangan Penelitian
budaya Kota Ambon Pengembangan,
dan kabupaten/kota Dinas Koperasi dan
lainnya di Provinsi Usaha Mikro Kecil
Maluku. Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Pekerjaan Umum
dan Perumahan
Rakyat
XI - 28
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4 :
Pengembangan keterkaitan antar daya tarik wisata yang diunggulkan Kota Ambon dengan daya tarik wisata Kabupaten Kota lainnya di Provinsi Maluku
yang sama atau saling mendukung.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Merencanakan paket wisata • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Koperasi dan
buatan paket kolaborasi Kebudayaan, Badan Usaha Mikro Kecil
daya tarik wisata Perencanaan Pembangunan Menengah, Dinas
buatan yang menarik dan Penelitian Perindustrian dan
wisatawan sesuai Pengembangan Perdagangan, Dinas
karakter objek Pekerjaan Umum
masing-masing dan Perumahan
wisata Rakyat
kabupaten/kota.

4 Merencanakan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kemenparekraf/Bapa


pembangunan Tourism Hub daya tarik wisata Kebudayaan, Badan rekraf, Kemendikbud,
"Albubu Hub" "Albubu Hub" Perencanaan Pembangunan Kemen PUPR,
sebagai ruang dan Penelitian Dinas Pariwisata
kreatifitas pariwisata Pengembangan Provinsi, Dinas
dan produk ekonomi Pariwisata kab/kota
kreatif Kota Ambon lain di Prov Maluku,
dan dari Dinas Koperas dan
kabupaten/kota Usaha Mikro, Dinas
lainnya di Provinsi Perindustrian dan
Maluku. Perdagangan
XI - 29
[Link] Strategis Pengembangan Fasilitas Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan pemberian • Pemberian fasilitas Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
insentif untuk pembangunan penyediaan lahan Kebudayaan, Badan Umum dan
fasilitas pariwisata dalam untuk Perencanaan Pembangunan Perumahan Rakyat
mendukung kawasan pengembangan dan Penelitian
pariwisata. sarana usaha Pengembangan
pariwisata dengan
nilai kompetitif.
• Pemberian fasilitas Dinas Pariwisata dan Dinas Penanaman
perijinan bagi swasta Kebudayaan, Badan Modal dan
dan masyarakat Perencanaan Pembangunan Pelayanan Terpadu
dalam dan Penelitian Pengembangan, Satu Pintu
pengembangan Dinas Pekerjaan Umum dan
sarana usaha Perumahan Rakyat, Dinas
pariwista. Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu

• Pemberian fasilitasi Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian


kemudahan pinjaman Kebudayaan, Badan dan Perdagangan,
bank dengan suku Perencanaan Pembangunan
bunga rendah bagi dan Penelitian
swasta dan Pengembangan, Dinas
masyarakat dalam Pekerjaan Umum dan
pengembangan Perumahan Rakyat
usaha pariwisata.
XI - 30
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
2 Peningkatan peran swasta • Peningkatan Dinas Pariwisata dan
dalam revitalisasi fasilitas penyiapan fasilitasi Kebudayaan, Badan
pemerintah. umum fisik dasar Perencanaan Pembangunan
(jaringan listrik dan dan Penelitian
penerangan, Pengembangan, Dinas
telekomunikasi,jaring Pekerjaan Umum dan
an air bersih,sistem Perumahan Rakyat
pembungan limbah)
yang dibutuhkan
calon investor.
• Peningkatan Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian
pembukaan lahan Kebudayaan, Badan dan Perdagangan
baru bagi investor Perencanaan Pembangunan
untuk pembangunan dan Penelitian
fasilitasi Pengembangan, Dinas
kepariwisataan. Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

3 Peningkatan fasilitas umum • Pemberian fasilitas Dinas Pariwisata dan


dan fasilitas fisik dasar perintisan Kebudayaan, Badan
(fasilitas insfratruktur). penyediaan jaringan Perencanaan Pembangunan
listrik dan lampu dan Penelitian
penerangan di Pengembangan, Dinas
kawasan pariwisata. Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
XI - 31
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
• Pemberian fasilitasi Dinas Pariwisata dan
perintisan Kebudayaan, Badan
pembangunan Perencanaan Pembangunan
jaringan air bersih di dan Penelitian
kawasan pariwisata. Pengembangan, Dinas
Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Pemberian fasilitasi Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi,


pembangunan Kebudayaan, Badan Informatika dan
jaringan Perencanaan Pembangunan Persandian
telekomunikasi di dan Penelitian
kawasan pariwisata. Pengembangan, Dinas
Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Pemberian fasilitasi Dinas Pariwisata dan


penyediaan dan Kebudayaan, Badan
pengembangan Perencanaan Pembangunan
pusat informasi dan Penelitian Pengembangan,
pariwisata di Dinas Pekerjaan Umum dan
kawasan pariwisata. Perumahan Rakyat

• Peningkatan kualitas Dinas Pariwisata dan Dinas Koperasi dan


penyediaan tempat Kebudayaan, Badan Usaha Mikro Kecil
display Perencanaan Pembangunan Menengah
XI - 32

dan Penelitian
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
produk/penjualan Pengembangan, Dinas
terkait produk Pekerjaan Umum dan
alam,sejarah,dan Perumahan Rakyat
budaya.
• Penyediaan kios dan Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan
apotik yang Kebudayaan, Badan
melayani selama 24 Perencanaan Pembangunan
jam di kawasan dan Penelitian Pengembangan,
pariwisata. Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Penyediaan rambu- Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan


rambu pariwisata di Kebudayaan, Badan
kawasan pariwisata. Perencanaan Pembangunan
dan Penelitian Pengembangan,
Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Penyediaan e-tourism Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi,


kiosk di kawasan Kebudayaan, Badan Informatika dan
pariwisata. Perencanaan Pembangunan Persandian
dan Penelitian Pengembangan,
Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat
XI - 33
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
• Penyediaan tempat Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan
penukaran uang Kebudayaan, Badan dan Perindustrian
(monay changer) di Perencanaan Pembangunan
kawasan pariwisata. dan Penelitian Pengembangan,
Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Penyediaan loker Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan


umum di kawasan Kebudayaan, Badan dan Perindustrian
pariwisata. Perencanaan Pembangunan
dan Penelitian Pengembangan,
Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Penyediaan sistem Dinas Pariwisata dan Badan


peringatan dini di Kebudayaan, Badan Penanggulangan
kawasan pariwisata Perencanaan Pembangunan Bencana
yang rawan dan Penelitian Pengembangan,
bencana. Dinas Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat

• Penyediaan fasilitas Dinas Pariwisata dan Dinas Pemuda dan


olahraga di kawasan Kebudayaan, Badan Olahraga
pariwisata. Perencanaan Pembangunan
dan Penelitian Pengembangan,
Dinas Pekerjaan Umum dan
XI - 34

Perumahan Rakyat
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
• Penyediaan fasilitas Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
tempat sampah di Kebudayaan, Badan Umum dan
kawasan pariwisata. Perencanaan Pembangunan Perumahan Rakyat
dan Penelitian Pengembangan

4 Mengembangkan pusat • Perencanaan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan,


Dokumentasi Musik masterplan (rencana Kebudayaan, Badan Dinas Kelautan
Nasional (PDMN). induk) pembangunan Perencanaan Pembangunan Perikanan, Ambon
PDMN bertema dan Penelitian Music Office
alam,sejarah dan Pengembangan, Dinas
budaya yang Pekerjaan Umum dan
menggambarkan Perumahan Rakyat
Kota Ambon.

• Perencanaan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan,


pembangunan PDMN Kebudayaan, Badan Dinas Perikanan dan
alam,sejarah dan Perencanaan Pembangunan Ambon Music Office
budaya berbasis dan Penelitian
teknoligi visual yang Pengembangan, Dinas
atraktif dan inofatif Pekerjaan Umum dan
dalam rangka Perumahan Rakyat
modernisasi museum

• Peningkatan kualitas Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan,


dan kapasitas Kebudayaan, Badan Dinas Perikanan dan
sarana prasarana Perencanaan Pembangunan Ambon Music Office
XI - 35

dasar PDSM untuk dan Penelitian


Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan fasilitas kepariwisataan untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
meningkatkan Pengembangan, Dinas
kualitas kegiatan Pekerjaan Umum dan
kepariwisataan Perumahan Rakyat
berbasis musik.

Kebijakan 2 :
Pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merintis pengembangan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
pusat informasi pariwisata sarana dan Kebudayaan Pembangunan dan
(PIP) prasarana analog Penelitian
maupun dijital PIP Pengembangan,
Kota Ambon. Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah

● Perintisan dan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


Pengembangan PIP Kebudayaan Pembangunan dan
XI - 36

di Kabupaten/Kota Penelitian
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Kreatif (ICCN) Pengembangan,
Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah

• Pengembangan PIP Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


di Kabupaten/Kota Kebudayaan Pembangunan dan
Kreatif Penelitian
Kemenparekraf/Bap Pengembangan,
arekraf RI Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah
2 Merintis dan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
pengembangan pusat Kebudayaan Pembangunan dan
informasi pariwisata (PIP) Penelitian
di mancanegara. Pengembangan,
Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah
XI - 37
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan Pusat Informasi Pariwisata (PIP)


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merintis pengembangan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
pusat informasi pariwisata sarana dan Kebudayaan Pembangunan dan
(PIP) prasarana analog Penelitian
maupun dijital PIP Pengembangan,
Kota Ambon. Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah
● Perintisan dan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
Pengembangan PIP Kebudayaan Pembangunan dan
di Kabupaten/Kota Penelitian
Kreatif (ICCN) Pengembangan,
Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah
• Pengembangan PIP Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
di Kabupaten/Kota Kebudayaan Pembangunan dan
Kreatif Penelitian
Kemenparekraf/Bap Pengembangan,
arekraf RI Dinas Perikanan,
Dinas Pendidikan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah
XI - 38
11.1.4. Rencana Strategis Sistem Jaringan Transportasi Internal dan Eksternal.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Pengembangan fasilitasi transfortasi wisata yang menghubungkan destinasi pariwisata Kota Ambon.

Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


No Strategi Indikasi Program
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan • Pengembangan Dinas Perhubungan Badan Perencanaan
prasarana moda restoran terapung Pembangunan dan
transportasi laut. untuk meningkatkan Penelitian
daya tarik wisata. Pengembangan dan
Akademisi
2 Mengembangkan sarana ● Pengadaan sarana Dinas Perhubungan, Dinas Badan Perencanaan
moda transportasi darat. moda transportasi Pekerjaan Umum dan Pembangunan dan
darat yang Perumahan Rakyat Penelitian
berwawasan kota Pengembangan dan
kecil Akademisi

3 Mengembangkan sarana • Pembangunan Dinas Perhubungan, Dinas Badan Perencanaan


penunjang antar moda shelter bus Pekerjaan Umum dan Pembangunan dan
transportasi pariwisata di ibukota Perumahan Rakyat Penelitian
Kecamatan Pengembangan dan
Akademisi
XI - 39
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Pengembangan fasilitas transportasi wisata yang menghubungkan KPP dan KSP Kota Ambon.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan • Pengembangan Dinas Perhubungan Badan Perencanaan
prasarana transportasi laut moda transportasi Pembangunan dan
dan darat. masyarakat di Kota Penelitian
Ambon Pengembangan,
Dinas Pekerjaan
Umum dan
Perumahan Rakyat

[Link] Strategi Koordinasi Lintas Sektor dan Stakeholders

Kebijakan 1 :
Optimalisasi koordinasi antar OPD terkait.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Merencanakan partisipasi • Koordinasi Dinas Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
dan koordinasi lintas OPD Pariwisata dengan Kebudayaan Umum dan
[Link] Stakeholders OPD terkait secara Perumahan Rakyat,
berkala Dinas Perhubungan,
Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Penanaman Modal
dan Pelayanan
Terpadu Satu Pintu,
XI - 40

Dinas Lingkungan
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Optimalisasi koordinasi antar OPD terkait.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Hidup dan
Persampahan,
Pemerintah Desa,
Pemerintah
Kecamatan, Ambon
Music Office, Ambon
Tourism Board dan
Akademisi

11.1.6. Rencana Strategis Lingkungan terkait Kepariwisataan


Kebijakan 1 :
Pengkajian lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan Kawasan Pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melakukan AMDAL • Menyusun dokumen Badan Perencanaan Dinas Pariwisata dan
kawasan pariwisata kajian lingkungan Pembangunan dan Penelitian Kebudayaan,
hidup disetiap Pengembangan, Dinas Akademisi
kawasan pariwisata. Lingkungan Hidup dan
Persampahan
• Menyusun kajian Badan Perencanaan Dinas Pariwisata dan
daya dukung dan Pembangunan dan Penelitian Kebudayaan,
jasa lingkungan Pengembangan, Dinas Akademisi
XI - 41

disetiap kawasan Lingkungan Hidup dan


Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengkajian lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan Kawasan Pariwisata.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
pariwisata. Persampahan
2 Mengembangkan konsep • Menyusun studi Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan
pariwisata ramah pariwisata ramah Kebudayaan, Badan Kebudayaan,
lingkungan "Sounds of lingkungan. Perencanaan Pembangunan Akademisi, Ambon
Green" (SoG) dan Penelitian Music Office
Pengembangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan

• Pengembangan eco Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata dan


resort. Kebudayaan, Badan Kebudayaan,
Perencanaan Pembangunan Akademisi, Ambon
dan Penelitian Music Office
Pengembangan, Dinas
Lingkungan Hidup dan
Persampahan
XI - 42
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Pemantauan lingkungan hidup dalam mendukung pengembangan kawasan pariwisata.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026

1 Melakukan monitoring dan • Pelaksanaan monev Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
evaluasi lingkungan hidup Lingkungan hidup Kebudayaan Hidup dan
kawasan pariwisata. terkait CHSE dan Persampahan,
Daya Dukung dan Pemerintah
Daya Tampung Kecamatan dan
Lingkungan Hidup Pemerintah Desa
2 Mengembangkan aturan • Pembuatan dan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
ramah lingkungan bagi Penetapan SOP Kebudayaan Hidup dan
wisatawan. tentang Ramah Persampahan,
Lingkungan bagi Pemerintah
wisatawan Kecamatan,
Pemerintah Desa dan
Akademisi
XI - 43
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3 :
Pengendalian pembangunan fasilitas kepariwisataan untuk kawasan pariwisata yang sudah melampaui batas daya dukung
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menetapkan regulasi • Penetapan regulasi Dinas Pariwisata dan Dewan Perwakilan
pembatasan perijinan untuk dalam pembatasan Kebudayaan, Dinas Rakyat Daerah,
menjaga daya dukung perijinan yang Penanaman Modal dan Bagian Hukum dan
lingkungan. berbasis daya Pelayanan Terpadu Satu Akademisi
dukung lingkungan Pintu, Dinas Lingkungan
Hidup dan Persampahan
2 Menerapkan insentif dan • Penerapan insentif Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
disinsentif untuk dan disinsentif untuk Kebudayaan Hidup dan
pembangunan fasilitas pembangunan Persampahan
pariwista. fasilitas pariwisata
XI - 44
Kebijakan 4 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety and Environtment (CHSE) pada kawasan pariwisata.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menerapkan CHSE pada • Penerapan CHSE Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
kawasan pariwisata. pada Kawasan Kebudayaan Hidup dan
Pariwisata Persampahan, Dinas
Kesehatan,
Pemerintah
Kecamatan dan
Pemerintah Desa
2 Sertifikasi CHSE pada • Pelaksanaan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
setiap jasa usaha sertifikasi CHSE Kebudayaan Hidup dan
pariwisata. pada setiap jasa Persampahan, Dinas
usaha pariwisata Kesehatan,
Pemerintah
Kecamatan dan
Pemerintah Desa
XI - 45
11.1.7. Rencana Strategis Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata .
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat dalam pembangunan bidang kepariwisataan
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melibatkan masyarakat • Pemetaan potensi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
dalam pengembangan dan kebutuhan Kebudayaan Pembangunan dan
kepariwisataan. penguatan Penelitian
masyarakat lokal Pengembangan, Dinas
dalam Sosial, Dinas Tenaga
pembangunan Kerja dan Transmigrasi,
kepariwisataan Pemerintah Desa,
Pemerintah Kecamatan
dan Akademisi

• Perintisan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


pemberdayaan Kebudayaan Pembangunan dan
potensi dan Penelitian
kapasitas Pengembangan, Dinas
masyarakat dalam Sosial, Dinas Tenaga
pembangunan Kerja dan
kepariwisataan. Transmigrasi,
Pemerintah Desa,
Pemerintah
Kecamatan dan
Akademisi
• Pelatihan dan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
pendidikan tentang Kebudayaan Pembangunan dan
kepariwisataan bagi Penelitian
masyarakat. Pengembangan, Dinas
Sosial, Dinas Tenaga
XI - 46

Kerja dan Transmigrasi,


Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat dalam pembangunan bidang kepariwisataan


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Pemerintah Desa,
Pemerintah Kecamatan
dan Akademisi
2 Menguatkan kelembagaan • Peningkatan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
masyarakat dalam kapasitas organisasi Kebudayaan Pembangunan dan
pengembangan pariwisata. masyarakat/lokalada Penelitian
t dalam Pengembangan, Dinas
pengembangan Sosial, Dinas Tenaga
kepariwisataan. Kerja dan Transmigrasi,
Pemerintah Desa,
Pemerintah Kecamatan
dan Akademisi
• Peningkatan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
kapasitas organisasi Kebudayaan Pembangunan dan
pemerintah adat Penelitian
desa (negara) dalam Pengembangan, Dinas
pembangunan Sosial, Dinas Tenaga
kepariwisataan. Kerja dan Transmigrasi,
Pemerintah Desa,
Pemerintah Kecamatan
dan Akademisi
XI - 47
Kebijakan 2 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Peningkatan usaha ekonomi masyarakat di bidang kepariwisataan.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan kapasitas • Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
sumberdaya serta produk pelaku usaha Kebudayaan Pembangunan dan
layanan usaha ekonomi ekonomi masyarakat Penelitian
masyarakat di bidang di bidang pariwisata Pengembangan, Dinas
pariwisata. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Dinas Perindustrian
dan Perdagangan

Kebijakan 3 :
Penguatan kesadaran wisata masyarakat
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan partisipasi • Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Pemerintah
masyarakat dalam masyarakat dalam Kebudayaan Kecamatan dan
mewujudkan Sadar Wisata mewujudkan Sadar Pemerintah Desa
dan Sapta Pesona. Wisata dan Sapta
Pesona
2 Meningkatkan persepsi • Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Pemerintah
masyarakat dalam tentang persepsi Kebudayaan Kecamatan dan
mengenal dan mencintai masyarakat dalam Pemerintah Desa
alam dan budaya daerah. mengenal dan
mencintai alam dan
budaya daerah
XI - 48
11.1.8. Rencana Strategis Pengembangan Investasi Pariwisata .
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :

Peningkatan insentif di bidang pariwisata.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meringankan beban pajak • Penetapan Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata dan
untuk investasi di sektor keringanan pajak Perdagangan Kebudayaan, Badan
pariwisata dalam periode waktu Perencanaan
tertentu bagi Pembangunan dan
pengembangan Penelitian
investasi. Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
• Menurunkan tarif Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata dan
pajak daerah yang Perdagangan Kebudayaan, Badan
berpotensi Perencanaan
menyebabkan Pembangunan dan
kenaikan harga/jasa. Penelitian
Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
2 Meningkatkan jasa • Kemudahan Dinas Penanaman Modal dan Dinas Pariwisata dan
pelayanan pajak untuk pengurusan dan Pelayanan Terpadu Satu Kebudayaan, Badan
investasi di sektor penurunan biaya Pintu Perencanaan
pariwisata. visa bagi Pembangunan dan
penanaman modal Penelitian
Pengembangan, Dinas
XI - 49

asing.
Perindustrian dan
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :

Peningkatan insentif di bidang pariwisata.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
• Perbaikan jasa Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata dan
pelayanan pajak Perdagangan Kebudayaan, Badan
untuk meningkatkan Perencanaan
kesadaran Pembangunan dan
penanaman modal Penelitian
asing. Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
• Penyusunan aturan- Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata dan
aturan operasional Perdagangan Kebudayaan, Badan
mengenai Perencanaan
penanaman modal Pembangunan dan
asing di sektor Penelitian
pariwisata. Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Bagian Hukum
XI - 50
Kebijakan 2:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Peningkatan promosi Investasi di Bidang Pariwisata.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Menyediakan informasi • Penyediaan Profil Dinas Pariwisata dan Akademisi
peluang investasi di Informasi Kebudayaan, Badan
kawasan pariwisata. Pariwisata Kota Perencanaan
Ambon Pembangunan dan
Penelitian
Pengembangan
2 Meningkatkan promosi • Penyediaan Dinas Pariwisata dan Dinas Pekerjaan
investasi Kota Ambon di sarana dan Kebudayaan Umum dan
bidang pariwisata. prasarana promosi Perumahan Rakyat,
pariwisata Kota Dinas Koperasi dan
Ambon Usaha Mikro Kecil
Menengah, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan,
Angkasa Pura dan
PELNI
XI - 51
11.2 Program dan Indikasi Industri Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

11.2.1 Rencana Strategis Pengembangan Sistem Struktur Usaha Kepariwisataan.

Kebijakan 1 :
Pengembangan struktur industri pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memfasilitasi organisasi • Pemberian fasilitas Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
industri pariwisata. kepada industri Kebudayaan Pembangunan dan
pariwisata Kota Penelitian
Ambon sebagai Pengembangan, Dinas
wadah koordinasi Perindustrian dan
kerjasama antar Perdagangan, Dinas
usaha pariwisata. Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
2 Memperkuat mata rantai • Optimalisasi peran Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
penciptaan nilai produk. badan promosi Kebudayaan Pembangunan dan
sebagai wahana Penelitian
promosi pariwisata Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
XI - 52
11.2.2. Rencana Strategis Pengembangan Kemitraan Usaha Kepariwisataan.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Penguatan kemitraan usaha pariwisata dan UMKM.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan pola • Fasilitasi komunikasi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
kemitraan industri lintas antara Kebudayaan Pembangunan dan
sektor. pemerintah,usaha Penelitian
Pariwisata, dan Pengembangan, Dinas
masyarakat dengan Perindustrian dan
menyelenggarakan Perdagangan, Dinas
forum koordinasi dan Koperasi dan Usaha
komunikasi secara Mikro Kecil Menengah,
reguler. Ambon Tourism Board
dan Ambon Music
Office

• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


jaringan Kerjasama Kebudayaan Pembangunan dan
secara dijital. Penelitian
Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Ambon Tourism Board
dan Ambon Music
Office
XI - 53
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Penguatan kemitraan usaha pariwisata dan UMKM.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
2 Membangun strategi • Pemberian insentif Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
pentahelix sebagai kepada industri Kebudayaan Pembangunan dan
kolaborasi Academis, Pariwisata yang Penelitian
Business, Community, menggunakan Pengembangan, Dinas
Government and Media produk UMKM Lokal. Perindustrian dan
(ABCGM). Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Ambon Tourism Board
dan Ambon Music
Office

• Fasilitasi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


pengembangan Kebudayaan Pembangunan dan
UMKM di bidang Penelitian
Pariwisata. Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Ambon Tourism Board
dan Ambon Music
Office

• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan


jejaring pemasaran Kebudayaan Pembangunan dan
hasil UMKM Penelitian
Pariwisata. Pengembangan, Dinas
XI - 54
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Penguatan kemitraan usaha pariwisata dan UMKM.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah,
Ambon Tourism Board
dan Ambon Music
Office
3 Mengembangkan UMKM • Promosi UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Badan Perencanaan
dalam mendukung usaha Lokal melalui media Mikro Kecil Menengah Pembangunan dan
pariwisata baik dijital maupun Penelitian
analog Pengembangan, Dinas
Perindustrian dan
Perdagangan, Ambon
Tourism Board dan
Ambon Music Office
4 Bekerjasama dengan • Melakukan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
aggregator untuk kerjasama dengan Kebudayaan Pembangunan dan
membangun industri stakeholders melalui Penelitian
pariwisata dijital (pentahelix program CSR Pengembangan, Dinas
menuju hexahelix). Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
Dinas Komunikasi
Informatika dan
Persandian, Ambon
Tourism Board dan
XI - 55

Ambon Music Office


[Link] Strategis Pengembangan Fasilitas, Regulasi dan Insentif Untuk Usaha Pariwisata.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Peningkatan fasilitas dan regulasi Usaha Pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan sistem dan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
skema fasilitas untuk usaha insentif perijinan Kebudayaan, Dinas Pembangunan dan
pariwisata. untuk melindungi Penanaman Modal dan Penelitian
industri pariwisata. Pelayanan Terpadu Satu Pengembangan, Dinas
Pintu Perindustrian dan
Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
• Memfasilitasi Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
komunikasi antara Kebudayaan Pembangunan dan
pemerintah, pelaku Penelitian
usaha pariwisata,dan Pengembangan, Dinas
masyarakat dengan Perindustrian dan
menyelenggarakan Perdagangan, Dinas
forum koordinasi dan Koperasi dan Usaha
komunikasi secara Mikro Kecil Menengah
reguler.
XI - 56
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Peningkatan fasilitas dan regulasi Usaha Pariwisata.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Pemberian Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
penghargaan Kebudayaan Pembangunan dan
kepada pelaku Penelitian
usaha pariwisata Pengembangan, Dinas
yang menggunakan Perindustrian dan
produk UMKM Lokal. Perdagangan, Dinas
Koperasi dan Usaha
Mikro Kecil Menengah
2 Meningkatkan sistem dan • Peninjauan ulang Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan
skema regulasi untuk produser dan Kebudayaan Pembangunan dan
usaha pariwisata. persyaratan Penelitian
pemberian ijin pada Pengembangan, Dinas
perusahaan asing Perindustrian dan
agar tidak Perdagangan, Dinas
merugikan usaha Koperasi dan Usaha
pariwisata lokal. Mikro Kecil Menengah
XI - 57
11.3. Program dan Indikasi Pembangunan Pemasaran Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

11.3.1 Rencana Strategi Pengembangan Pasar Wisatawan.


Kebijakan 1 :

Pemetaan peluang pasar nusantara dan mancanegara.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melakukan analisis peluang • Pemetaan potensi Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
pasar nusantara dan pasar, pemetaan pola Kebudayaan, Badan
mancanegara. perjalanan dan Perencanaan Pembangunan
preferensi dan Penelitian
produk,perencanaan Pengembangan
pengembangan
produk yang
kompetitif untuk target
pasar khususnya di
kawasan.

2 Merencanakan strategi • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board


terhadap pasar potensial. strategis promosi Kebudayaan, Badan
(ATL = above the Perencanaan Pembangunan
line dan BTL = below dan Penelitian
tha line) untuk Pengembangan
sasaran Pasar
potensial berbasis
prinsip -prinsip
responsible
marketing
XI - 58
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pemetaan peluang pasar nusantara dan mancanegara.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Below The Line (BTL) Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
yaitu pemasaran dan Kebudayaan, Badan
promosi dalam bentuk Perencanaan Pembangunan
penyelenggaraan dan Penelitian
event yang ditunjukan Pengembangan
langsung terhadap
segmen pasar yang
disasar.
• Above The Line Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism
(ATL) yaitu Kebudayaan, Badan Board, Dinas
pemasaran dan Perencanaan Pembangunan Komunikasi
promosi yang dan Penelitian Informatika dan
dilakukan dengan Pengembangan Persandian
menggunakan
media,baik cetak
maupun elektronik
seperti pemasangan
iklan,pemuatan
artikel di majalah
atau surat
kabar,iklan di
televisi,dsb.

3 Melakukan perintisan ● Perintisan dan Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism


XI - 59

pemasaran terpadu antar pengembangan Kebudayaan, Badan Board, Dinas


Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pemetaan peluang pasar nusantara dan mancanegara.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
industri dan antar kawasan. kerjasama terpadu Perencanaan Pembangunan Perindustrian dan
pemasaran antar dan Penelitian Perdagangan, Dinas
kawasan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha
stekholders Mikro Kecil Menengah,
Pariwisata terkait Dinas Perhubungan
(co-marketing)
seperti Badan
Promosi, asosiasi
industri Pariwisata,
PT Taman Wisata,
maskapai
penerbangan.

• Pemberian Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism


fasilitasi/ruang Kebudayaan Board, Dinas
display bagi para Perindustrian dan
pengusaha kecil di Perdagangan, Dinas
bidang pariwisata Koperasi dan Usaha
untuk memamerkan Mikro Kecil Menengah
produknya.
XI - 60

4 Memberikan target pasar • Penentuan target Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pemetaan peluang pasar nusantara dan mancanegara.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
lokal atau domestik sebagai pasar lokal atau Kebudayaan, Badan Board, Dinas
modal pemulihan kembali domestik untuk Perencanaan Pembangunan Perindustrian dan
(recovery) pemulihan ekonomi dan Penelitian Perdagangan, Dinas
lokal pasca pandemik Pengembangan Koperasi dan Usaha
covid-19 Mikro Kecil Menengah

Kebijakan 2 :
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan program • Perintisan dan Badan Perencanaan Ambon Tourism
pemasaran untuk pengembangan Pembangunan dan Penelitian Board, Dinas
meningkatkan pertumbuhan kerjasama terpadu Pengembangan, Perindustrian dan
segmen. pemasaran antar Dinas Pariwisata dan Perdagangan, Dinas
kawasan dan Kebudayaan, Koperasi dan Usaha
stekholders Mikro Kecil Menengah,
Pariwisata terkait (co- Dinas Perhubungan
marketing) seperti
Badan Promosi,
asosiasi industri
Pariwisata, PT Taman
Wisata, maskapai
penerbangan.
XI - 61
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
2 Mengembangkan • Memilah daya serap Badan Perencanaan Ambon Tourism
segmentasi pasar berbasis pasar wisatawan Pembangunan dan Penelitian Board, Dinas
komunitas. terhadap suatu Pengembangan, Perindustrian dan
produk wisata Dinas Pariwisata dan Perdagangan, Dinas
kedalam konsumen Kebudayaan, Koperasi dan Usaha
potensial dengan Mikro Kecil Menengah
karakteristik yang
sama berbasis
komunitas
3 Segmentasi pasar • Memilah pasar Badan Perencanaan Ambon Tourism
psikografis untuk melakukan wisatawan kedalam Pembangunan dan Penelitian Board, Dinas
perjalanan. kelompok-kelompok Pengembangan,Dinas Perindustrian dan
berdasarkan variabel Pariwisata dan Kebudayaan, Perdagangan, Dinas
psikologis: kelas Koperasi dan Usaha
sosial, gaya hidup, Mikro Kecil Menengah
dan karakteristik
pribadi/individu
4 Segmentasi prilaku • Memilah pasar Badan Perencanaan Ambon Tourism
(behavior) menghindari wisatawan kedalam Pembangunan dan Penelitian Board, Dinas
high-contact kelompok-elompok Pengembangan,Dinas Perindustrian dan
berdasarkan Pariwisata dan Kebudayaan, Perdagangan, Dinas
kebiasaan kontak Koperasi dan Usaha
langsung (prilaku Mikro Kecil Menengah
djital)
XI - 62
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Pemantapan dan pengembangan segmen pasar.

No Strategi Indikasi Program Tahun Penanggung Jawab Sektor Pendukung


2022 2023 2024 2025 2026
5 Merevitalisasi dan • Menghidupkan Badan Perencanaan Ambon Tourism
mendiversifikasi produk- kembali/menggiatkan Pembangunan dan Penelitian Board, Dinas
produk wisata. kembali produk wisata Pengembangan,Dinas Perindustrian dan
lokal sekaligus Pariwisata dan Kebudayaan, Perdagangan, Dinas
memperbanyak Koperasi dan Usaha
produk dalam Mikro Kecil Menengah
keragaman
6 Melakukan akselerasi • Mempercepat Badan Perencanaan Ambon Tourism
program-program wisata implementasi Pembangunan dan Penelitian Board, Association of
secara lebih fokus. program wisata Pengembangan,Dinas the Indonesian Tour
secara terfokus Pariwisata dan Kebudayaan, and Travel Agencies
setelah (ASITA), Himpunan
disegmentasi Penerjemah Indonesia
(HPI)

7 Mengembangkan promosi • Mempromosikan Badan Perencanaan Ambon Tourism


berbasis budaya (musik) budaya musik dengan Pembangunan dan Penelitian Board, Dinas
dan kearifan lokal (adat tidak meninggalkan Pengembangan,Dinas Pendidikan
istiadat). kearifan lokal Pariwisata dan Kebudayaan,
masyarakat lokal
berdasarkan
segmentasi pasar
atas variabel
demografis, geografis,
psikologis
XI - 63
11.3.2. Rencana Strategi Pengembangan Citra (Branding) Pariwisata.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :

Pengembangan dan pemantapan branding pariwisata Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026

1 Mengembangkan dan • Sosialisasi konsep Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan,


memanfaatkan konsep pariwisata Kota Kebudayaan, Badan Ambon Music Office
pariwisata. Ambon dari Perencanaan Pembangunan
perspektif budaya dan Penelitian
dan buatan(musik) Pengembangan
yang peduli alam
dan lingkungan
• Penilaian dan Dinas Pariwisata dan Dinas Lingkungan
penajaman kembali Kebudayaan, Badan Hidup dan
strategi positioning Perencanaan Pembangunan Persampahan
Pariwisata yang dan Penelitian
berfokus pada core Pengembangan
tourism produts :
Eco Living Culture
and Heritage.
• Pengembangan Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
social media sebagai Kebudayaan, Badan Informatika dan
media komunikasi Perencanaan Pembangunan Persandian, Ambon
utama dalam dan Penelitian Tourism Board,
menyebarluaskan Pengembangan Ambon Music Office
brand image daerah.
XI - 64
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Pengembangan dan pemantapan branding pariwisata Kota Ambon.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026

2 Mengembangkan • Sosialisasi dan Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi


akselerasi kemitraan yang percepatan Kebudayaan, Badan Informatika dan
kolaboratif. pemantapan Perencanaan Pembangunan Persandian, Ambon
branding dan/antar dan Penelitian Tourism Board,
mitra yang Pengembangan Ambon Music Office
kolaboratif
3 Menciptakan keunikan • Penerapan protokol Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian
produk (musik) sebagai CHSE dan branding Kebudayaan dan Perdagangan,
positioning dengan pada destinasi dan Dinas Koperasi dan
penerapan CHSE. produk lokal Usaha Mikro Kecil
Menengah
4 Menciptakan emotional • Mengembangkan Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism Board
value disamping functional kesamaan cita Kebudayaan
value. rasa/selera daya
tarik wisata
XI - 65
11.3.3. Rencana Strategi Pengembangan Promosi Pariwisata.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1 :
Peningkatan peran media komunikasi pemasaran.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengembangkan media • Pengembangan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
penjualan online. pemasaran dan Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
promosi online Pengembangan,Dinas Persandian, Dinas
diarahkan kepada Pariwisata dan Kebudayaan, Perindustrian dan
point of purchase Perdagangan, Dinas
seperti produk- Koperasi dan Usaha
produk lokal, Mikro Kecil Menengah,
merchandise dan Ambon Tourism Board
lain-lain
• Mengoptimalkan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
penggunaan social Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
media marketing Pengembangan,Dinas Persandian
(Facebook,Twitter, Pariwisata dan Kebudayaan,
Youtube) sebagai
media pemasaran.
• Pemanfaatan dan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
optimalisasi Indonesia Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
Tourism Cyber Pengembangan,Dinas Persandian
Campaign, melalui : Pariwisata dan Kebudayaan,
E-Magazine,E-
Brochure E-Tourism
Guide, interactive
tools, Social
networking machines.
XI - 66
Kebijakan 1 :
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Peningkatan peran media komunikasi pemasaran.


Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Mengaktifkan website Dinas Pariwisata dan Ambon Tourism
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Board, Generasi
Kebudayaan melalui Pesona Indonesia
peningkatan dan (GENPI)
pengkayaan fitur-fitur.
2 Membangun portal atau • Membangun Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
hub berbasis web atau AMBON TOURISM Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
aplikasi untuk menjual CALL CENTER Pengembangan,Dinas Persandian
produk. Pariwisata dan Kebudayaan,

• Pengembangan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi


jaringan informasi Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
Pariwisata di Pengembangan,Dinas Persandian, Ambon
berbagai lokasi Pariwisata dan Kebudayaan, Tourism Board
strategis (Find-it, E-
Kiosk, TIC)

3 Mengoptimalkan literasi • Mengembangkan Badan Perencanaan Dinas Komunikasi


dijital kepada pemilik usaha booking online untuk Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
jasa pariwisata. target pasar Pengembangan,Dinas Persandian, Ambon
domestik Pariwisata dan Kebudayaan, Tourism Board
XI - 67
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Mengembangkan kemitraan pemasaran.

Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Mengsinergitaskan promosi • Promosi pemasaran Badan Perencanaan Dinas Komunikasi
antar pemangku antar kemitraan Pembangunan dan Penelitian Informatika dan
kepantingan Pengembangan,Dinas Persandian, Ambon
Pariwisata dan Kebudayaan, Tourism Board, Ambon
Music Office, Himpunan
Penerjemah Indonesia
(HPI), Association of the
Indonesian Tour and
Travel Agencies
(ASITA), Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
XI - 68
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3 :
Mendukung Kebijakan Promosi.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memberdayakan influencer ● Bekerjasama Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
sebagai duta pariwisata. dengan influencer Kebudayaan Informatika dan
untuk Persandian, Ambon
mempromosikan Tourism Board,
pariwisata Ambon Music Office,
Himpunan Penerjemah
Indonesia (HPI),
Association of the
Indonesian Tour and
Travel Agencies
(ASITA) Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
2 Meningkatkan publikasi ● Pelibatan media Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
promosi pariwisata. dijital dan aggregator Kebudayaan Informatika dan
untuk publikasi Persandian, Ambon
promosi pariwisata Tourism Board,
Ambon Music Office,
Himpunan
Penerjemah Indonesia
(HPI), Association of
the Indonesian Tour
and Travel Agencies
(ASITA) Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
XI - 69
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 3 :
Mendukung Kebijakan Promosi.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
3 Mengoptimalkan fungsi ● Pelibatan Ambon Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi
Badan Promosi Pariwisata Tourism Board Kebudayaan Informatika dan
Daerah sebagai lembaga dalam kegiatan Persandian, Ambon
promosi dan pemasaran. promosi dan Tourism Board,
pemasaran Ambon Music Office,
Himpunan Penerjemah
Indonesia (HPI),
Association of the
Indonesian Tour and
Travel Agencies
(ASITA) Perhimpunan
Hotel dan Restoran
Indonesia (PHRI)
XI - 70
11.4. Program dan Indikasi Kelembagaan Pariwisata
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

11.4.1. Rencana Strategi Pengembangan Kelembagaan Pariwisata.

Kebijakan 1 :
Koordinasi antar OPD dan stakeholders.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Meningkatkan koordinasi • Revitalisasi unit Badan Perencanaan Seluruh OPD dan
dan kolaborasi lintas OPD kerja yang berfungsi Pembangunan dan Penelitian Stakeholders terkait
dan stakeholders. mengkoordinasikan Pengembangan,
dengan
menggerakan sinergi
lintas OPD dan
stakeholders.
• Intensifikasi Badan Perencanaan Seluruh OPD dan
komunikasi antar Pembangunan dan Penelitian Stakeholders terkait
OPD dan Pengembangan,
stakeholders.
• Monitoring dan Badan Perencanaan Seluruh OPD dan
evaluasi Pembangunan dan Penelitian Stakeholders terkait
performance unit Pengembangan,
kerja koordinasi
lintas OPD dan
stakeholders.
XI - 71
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Optimalisasi organisasi kepariwisataan swasta dan masyarakat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memperkuat peran serta • Pembentukan dan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
swasta sebagai pendukung operasionalisasi Kebudayaan , Badan Provinsi
pemerintah dalam Gabungan Industri Perencanaan Pembangunan
meningkatkan akselerasi Pariwisata Indonesia dan Penelitian
pembangunan di tingkat Kota Pengembangan
kepariwisataan. Ambon.
2 Mengembangkan dan • Fasilitasi peningkatan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
revitalisasi organisasi peran organisasi Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
masyarakat di bidang masyarakat Perencanaan Pembangunan
pariwisata. (pokdarwis: kelompok dan Penelitian
sadar wisata) Pengembangan
• Pengeloaan dana Dinas Pariwisata dan Badan Usaha Milik
masyarakat di Kebudayaan , Badan Negara/Badan Usaha
perusahaan- Perencanaan Pembangunan Milik Daerah
perusahaan swasta dan Penelitian
(CSR) untuk Pengembangan
pembinaan
organisasi
masyarakat di
bidang pariwisata.
• Pembentukan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata
organisasi diaspora Kebudayaan , Badan Provinsi
Maluku nasional dan Perencanaan Pembangunan
internasional untuk dan Penelitian
mendukung Pengembangan
pengembangan
kepariwisataan.
XI - 72
Kebijakan 3:
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Optimalisasi kemitraan usaha pariwisata antar pemerintah


Kota Ambon swasta dan masyarakat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Memperbaiki pelayanan • Deregulasi dan Dinas Pariwisata dan Bagian Hukum
pemerintah kepada swasta debirokratisasi Kebudayaan , Badan
dan masyarakat peraturan-peraturan Perencanaan Pembangunan
terkait dengan dan Penelitian
kepariwisataan. Pengembangan

• Pemanfaatan Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi


teknologi informasi Kebudayaan , Badan Informatika dan
dalam pelayanan Perencanaan Pembangunan Persandian
publik. dan Penelitian
Pengembangan

2 Memperkuat sinergi antara • Perencanaan Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata


pemerintah kota,swasta parsitipatif usaha Kebudayaan , Badan Provinsi
dan masyarakat. pariwisata melalui Perencanaan Pembangunan
skema kemitraan. dan Penelitian
Pengembangan

• Pembentukan forum- Dinas Pariwisata dan Dinas Pariwisata


forum koordinasi Kebudayaan , Badan Provinsi
usaha pariwisata Perencanaan Pembangunan
seperti Dewan dan Penelitian
Pariwisata Kota Pengembangan
Ambon.
XI - 73
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4:
Optimalisasi koordinasi kelembagaan adat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
1 Melestarikan keberadaan • Identifikasi dan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
kelembagaan adat inventarisasi Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
kelembagaan/sistem Perencanaan Pembangunan
adat dan pranata dan Penelitian
sosial budaya Pengembangan
lainnya.
• Pembentukan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
jaringan kerjasama Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
antar Perencanaan Pembangunan
kelembagaan/sistem dan Penelitian
adat dan pranata Pengembangan
sosial budaya
lainnya.
• Identifikasi nilai-nilai Dinas Pariwisata dan Pemerintah
budaya yang masih Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
hidup dan potensial Perencanaan Pembangunan
untuk dilestarikan dan Penelitian
dan dikembangkan. Pengembangan
2 Meningkatkan fungsi • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Pemerintah
kelembagaan adat. kapasitas aparatur Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
negeri dalam Perencanaan Pembangunan
menyusun program dan Penelitian
dan kebijakan Pengembangan
berbasis budaya
masyarakat.
XI - 74
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 4:
Optimalisasi koordinasi kelembagaan adat.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026
• Penguatan kapasitas Dinas Pariwisata dan Pemerintah
SDM terkait nilai-nilai Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
adat dan budaya Perencanaan Pembangunan
masyarakat. dan Penelitian
Pengembangan

• Internalisasi Dinas Pariwisata dan Pemerintah


kebijakan berbasis Kebudayaan , Badan Desa/Negeri
budaya masyarakat Perencanaan Pembangunan
kepada aparatur dan Penelitian
pemerintah Pengembangan
XI - 75
11.4.2. Rencana Strategi Pengembangan Sumberdaya Manusia Pariwisata.
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 1:

Optimalisasi dan akselerasi kompetensi SDM Pemerintah.


No Strategi Indikasi Program 2022 2023 2024 2025 2026 Penanggung Jawab Sektor Pendukung
1 Meningkatkan kapasitas • Program pendidikan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan
SDM di pemerintah Kota pengembangan Kebudayaan , Badan
Ambon. pariwisata. Perencanaan Pembangunan
dan Penelitian
Pengembangan

• Program studi Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan


banding dalam dan Kebudayaan , Badan
luar negeri Perencanaan Pembangunan
dan Penelitian
Pengembangan

2 Memetakan kualifikasi • Pemetaan Dinas Pariwisata dan Badan Kepegawaian


kompetisi SDM pemerintah kebutuhan kualifikasi Kebudayaan , Badan dan Pengembangan
Kota Ambon. pejabat dan staf Perencanaan Pembangunan Sumber Daya
(teknis dan non dan Penelitian Manusia, Dinas
teknis). Pengembangan Pendidikan, Lembaga
Sertifikasi Profesi
(LSP)
XI - 76
Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kota Ambon Tahun 2021-2026 |

Kebijakan 2 :
Akselerasi pendidikan kepariwisataan.
Tahun
No Strategi Indikasi Program Penanggung Jawab Sektor Pendukung
2022 2023 2024 2025 2026

1 Mengembangkan • Impelementasi Dinas Pariwisata dan Ambon Music Office


kurikulum pendidikan kurikulum Kebudayaan, Dinas
pariwisata. pendidikan Pendidikan
pariwisata (wisata
musik) pada satuan
pendidikan dasar
2 Mengembangkan • Pengembangan Dinas Pariwisata dan Ambon Music Office
kerjasama antar institusi kemitraan antar Kebudayaan, Dinas
pendidikan dan industri institusi pendidikan Pendidikan
pariwisata. dan industri

3 Meningkatkan sertifikasi • Sertifikasi tenaga Dinas Pariwisata dan Ambon Music Office
profesi tenaga pendidik pendidik kurikulum Kebudayaan, Dinas
pariwisata. pendidikan Pendidikan
pariwisata (wisata
musik) pada satuan
pendidikan dasar

4 Akselerasi kompetensi • Peningkatan Dinas Pariwisata dan Ambon Music Office


pendidik pariwisata. kompetensi pendidik Kebudayaan, Dinas
pariwisata (wisata Pendidikan
musik) pada satuan
pendidikan dasar
XI - 77

Anda mungkin juga menyukai