0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan34 halaman

Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

Dokumen ini menjelaskan tentang penyusunan program penyuluhan pertanian yang mencakup pengertian, tujuan, dan prinsip-prinsipnya. Peserta pelatihan diharapkan mampu menyusun program yang terukur dan partisipatif, serta mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penyuluhan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup tahapan penyusunan program dan pentingnya keterlibatan pelaku utama dalam proses tersebut.

Diunggah oleh

nancysam1221
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan34 halaman

Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian

Dokumen ini menjelaskan tentang penyusunan program penyuluhan pertanian yang mencakup pengertian, tujuan, dan prinsip-prinsipnya. Peserta pelatihan diharapkan mampu menyusun program yang terukur dan partisipatif, serta mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penyuluhan. Selain itu, dokumen ini juga mencakup tahapan penyusunan program dan pentingnya keterlibatan pelaku utama dalam proses tersebut.

Diunggah oleh

nancysam1221
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OLEH

M. ISSAC MAULANA, ST, [Link]

BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBENGAN SDM PERTANIAN


BALAI BESAR PELATIHAN PERTANIAN BATANGKALUKU
2022
HASIL Peserta mampu menyusun programa
penyuluhan pertanian sesuai dengan
BELAJA pedoman penyusunan programa.
R

Setelah selesai pelatihan peserta mampu :


 Pengertian, tujuan dan prinsip programa penyuluhan pertanian
 Menjelaskan unsur-unsur programa penyuluhan pertanian.
 Menjelaskan mekanisme penyususnan programa
disetiap tingkatan
 Menjelaskan tahapan penyusunan programa
penyuluhan pertanian.
 Merumuskankeadaan, menetapkan tujuan, masalah
dan rencana kegiatan
 Menyusun programa penyuluhan pertanian dalam bentuk matriks
UU Nomor 16 Tahun 2006

 Programa dimaksudkan untuk memberikan arah,


Pa.23 a 1 pedoman, dan alat pengendali penyel luhtan
-5
Pa.24 a 1  Disusun di setiap tingkatan
-2  Memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya
 Harus terukur, realistis, bermanfaat dan dapat
dilaksanakan secara partisipatif
 Disusun memperhatikan KETERPADUAN
dan KESINERGIAN

Program disusun dng memperhatikan


programa setiap tingkatan, dan
mempunyai hub saling mendukung

3
MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN PROGRAMA

1 Belum tertib menyusun di setiap tingkatan

2 Belum Dijadikan Acuan Dalam Penyelenggaraan Luhtan

3 Keberadaan Penyuluh Tersebar

4 Kurang Mendapat Dukungan

5 Belum Partisipatif
1 Menyediakan acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan
pertanian bagi para penyelenggara

Memberikan acuan bagi penyuluh pertanian


2 dalam menyusun rencana kegiatan penyuluhan pertanian

3 Menyediakan bahan penyusunan perencanaan penyuluhan


3 untuk disampaikan dalam forum
musrenbangtan tahun berikutnya.
Program Penyelenggaraan penyuluhan yang disusun
secara sistematis dengan memperhatikan aspirasi
pelaku utama dan pelaku usaha, serta pemangku
kepentingan lainnya sebagai arah dan pengendali
dalam pencapaian penyelenggaraan Penyuluhan
Pertanian.
1
Tim Penyusun
Ketua :
Ketua Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes).
HASIL
ANALISI Sekretaris :
EVALUASI Penyuluh Pertanian yang bertugas di
S PROGRAMA
KEADAA desa/kelurahan.
DESA (T-1) Anggota :
N 1) Kepala Urusan Pembangunan
Desa/Kelurahan;
REMB 2) Perwakilan kelembagaan Pelaku Utama
Bahan UK dan Pelaku Usaha di desa/kelurahan.
Penyusun TANI
an
Programa PENYUSUNAN
MUSRENBA HASIL DAN
NG MUSRENBANG PENGESAHAN
DESA PROGRAMA
DESA
DESA (T+1)
Januari -
Februari
PENYUSUNAN
RKTPP
(T+1)
Tim Penyusun
Ketua : Pimpinan Unit Kerja yang melaksanakan
tugas Penyuluhan Pertanian di
Kecamatan. Sekretaris : Penyuluh
Urusan Programa (Programmer).
Anggota :
1) Kelompok Penyuluh Pertanian pada Unit
Kerja yang melaksanakan tugas Penyuluhan
Pertanian di Kecamatan;
HASIL EVALUASI 2) Kepala Seksi Pembangunan Kecamatan;
ANALISIS KEADAAN PROTAN
GRAMA KECAMA 3) Perwakilan kelembagaan Pelaku Utama
(T-1) dan Pelaku Usaha di kecamatan..

han Penyusunan Programa PENYUSUNAN


HASIL MUSRENBANG KECAMATAN DAN
MUSRENBANG PENGESAHAN
KECAMATAN ROGRAMA
KECAMATAN
Februari- (T+1)
Maret

PENYUSUNAN RKTPP
(T+1)
Tim Penyusun
Ketua : Pejabat struktural yang melaksanakan
tugas Penyuluhan Pertanian di Kecamatan.
Sekretaris : Koordinator Penyuluh
Anggota :
1) Pejabat struktural yang melaksanakan
tugas bidang kelembagaan, ketenagaan
dan penyelenggaraan penyuluhan
pertanian.
HASIL EVALUASI 2) Kelompok Penyuluh Pertanian pada unit
ANALISIS KEADAAN PROGRAMA KABUPATEN kerja lingkup pertanian kabupaten/kota;
(T-1) 3) Perwakilan kelembagaan Pelaku Utama
dan Pelaku Usaha di Kab./kota

han Penyusunan Programa


HASIL MUSRENBANG KABUPATENPENYUSUNAN
MUSRENBANG DAN
KABUPATEN PENGESAHAN
ROGRAMA
Februari- KABUPATEN
(T+1)
Maret

PENYUSUNAN RKTPP
(T+1)
2
Menggambarkan fakta-fakta berupa data dan informasi
mengenai :

a. Potensi, produktivitas dan produksi Komoditas Pertanian


Strategis Nasional dan Komoditas Unggulan lain;
b. Perilaku dan Non Perilaku Pelaku Utama dan Pelaku
Usaha dalam usaha tani; dan
c. dukungan Sistem Penyelenggaraan
Penyuluhan Pertanian dan Lingkungan
Usaha Tani.
Lahan sawah didesa x seluas 300 Ha, 200 Ha berigasi teknis (IP 200) dan sisanya 100 Ha
Tadah hujan (IP 100) . Jumlah petani padi sebanyak 600 orang yang tergabung kedalam
30 kelompktani. Produksi tahun 2016 untuk lahan irigasi sebesar 3900 ton atau rerata
provitas 4,87 ton /Ha, dan untuk lahan sawah tadah hujan produksinya sebesar 290 ton
atau rerata provitas 2,9 ton/ha.
Secara Teknis, penerapan teknologi budidaya yang dilakukan oleh petani masih belum
optimal. Keragaan penerpan inovasi teknologi sebagai berikut:

No TEKNOLOGI Sudah Belum


menerapkan menerapkan
orang Cakupan orang Cakupan
(ha) (ha)
1 Penggunaan beih unggul
2 Perlakuan benih
3 Penanaman system Jarwo
4 Pemupukan Berimbang
Dst
Tujuan memuat pernyataan mengenai perubahan perilaku
dan kondisi pelaku utama dan pelaku usaha yang hendak
dicapai

PRINSIP DALAM
MERUMUSKAN TUJUAN YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM MERUMUSKAN TUJUAN

= SPESIFIK (KHAS) = AUDIENCE (KHALAYAK SASARAN)


= MEASURABLE (TERUKUR) = BEHAVIOR (PERUBAHAN PERILAKU)
= ACTIONARY (DAPAT = CONDITION (KONDISI YANG AKAN DICAPAI)
DIKERJAKAN)
= DEGREE (DERAJAT KONDISI YANG AKAN
= REALISTIS (MASUK AKAL) DICAPAI)
= TIME FRAME (BATAS
WAKTU)
10 ORANG PETANI MELAKUKAN PEMUPUKAN BERIMBANG SPESIFIK
LOKASI
PADA TANAMAN Padi SAWAH DI TAHUN 2020

10 ORANG PETANI MELAKUKAN PEMUPUKAN BERIMBANG SPESIFIK


LOKASI PADA TANAMAN PADI SAWAH DI AKHIR TAHUN 2018
Masalah adalah faktor-faktor yang dinilai
dapat menyebabkan tidak tercapainya
tujuan.

Faktor yang berkaitan dengan tingkat adopsi pelaku utama dan pelaku
usaha terhadap penerapan suatu inovasi, misalnya belum yakin,
belum tahu, belum mampu.

Faktor yang berkaitan dengan ketersediaan dan kondisi sarana dan


prasarana, misalya ketersediaan pupuk, benih/bibit atau modal
Dari sekian banyak permasalahan yang diidentifikasi, perlu
dibuat pemeringkatan sesuai dengan prioritas pembangunan
pertanian di suatu wilayah, berdasarkan pertimbangan sebagai
berikut:

a. Apakah masalah tersebut menyangkut mayoritas pelaku utama


dan
pelaku usaha
b. Apakah erat kaitannya dengan potensi usaha, produktivitas,
lingkungan
usaha, perilaku, kebutuhan, efektivitas dan efisiensi usaha.
c. Apakah tersedia kemudahan : biaya, tenaga, teknologi untuk
pemecahan masalah
MATRIK PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN
TAHUN :………
Sasaran
Pelaku Petugas KEGIATAN PENYULUHAN
Pelaku utama usaha
No Keadaan Tuju an Masa lah Ket
Petani
Wanita Taruna Keg / Sumber Penanggung Pelak-
dewas L P L P Materi Vol Lokasi Waktu
tani tani Metode Biaya Jawab sana
a
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Ket :
Disahkan oleh pimpinan unit kerja sesuai tingkat administrasi pemerintah
Kegiatan-kegiatan yang bersifat non perilaku yang berkaitan dengan
aspek kebijakan, sarana/prasarana, pembiayaan, pengaturan dan
pelayanan.

RENCANA KEGIATAN UNTUK MENGUPAYAKAN KEMUDAHAN


PELAYANAN DAN PENGATURAN DISAJIKAN DALAM BENTUK
MATRIKS SEBAGAI BERIKUT

Upaya/Kegiata
Sumber Penanggung
No Tujuan Masalah n Lokasi Waktu Biaya Pelaksana Keterangan
Biaya Jawab
Yang dilakukan

Ket :
Disahkan oleh pimpinan unit kerja sesuai tingkat administrasi pemerintah
Rencana kegiatan menggambarkan apa yang dilakukan untuk
mencapai tujuan, bagaimana caranya, siapa yang melakukan,
siapa sasarannya, dimana, kapan, berapa biayanya, dan apa hasil
yang akan dicapai untuk memecahkan masalah yang dihadapi dan
merespon peluang yang ada

YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MERUMUSKAN


RENCANA KEGITAN:

1. Tingkat kemampuan (pengetahuan, sikap


dan keterampilan) pelaku utama dan pelaku
usaha

2. Ketersediaan teknologi/inovasi,sarana dan prasarana, serta


sumberdaya lain yang mendukung kegiatan penyuluhan
pertanian
3. Tingkat kemampuan (Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap)
penyuluh pertanian

4. Situasi lingkungan fisik, sosial dan budaya yang ada

5. Alokasi pembiayaan yang tersedia

Rencana kegiatan harus memuat unsur-unsur


“SIADIBIBA”
• SIapa yang akan melaksanakan
• Apa tujuan yang hendak dicapai
• DImana dilaksanakan
• BIlamana dilaksanakan
• BA (berapa) hasil, korbanan/biaya yang diperlukan, serta
bagaimana melaksanakan [melalui kegiatan apa]
3
BAGAIMANA TAHAPAN PENYUSUNAN
PROGRAMA?

Perumusa
n
Keadaan

Penetapan
Tujuan

Penetapan
Masaiah

Rencana Kegiatan
Pengesahan
Programa
Keadaan dirumuskan dari hasil pengumpulan, pengolahan dan
analisis data pada masing-masing tingkat administrasi
pemerintahan, mulai dari nasional, provinsi, kabupaten/kota,
kecamatan dan desa/kelurahan.

N KEADAA
o N
1. • 80 dari 400 orang petani yang melakukan sistem tanam jajar
legowo
• 90 dari 400 orang petani yang menggunakan varietas unggul.
• 100 dari 400 orang petani yang melakukan pemupukan
berimbang
Penetapan tujuan adalah perumusan keadaan yang hendak
dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) tahun

Tujuan dirumuskan dengan kalimat-kalimat perubahan perilaku


pelaku utama dan pelaku usaha yang hendak dicapai.

N KEADAA TUJUAN
o N
1. • meningkatan jumlah petani yang melakukan
• 80 dari 400 orang petani yang melakukan Penanaman sistem jajar legowo 2:1 dari 80
sistem tanam jajar legowo 2:1. menjadi 120 orang petani di akhir tahun
2018
• 90 dari 400 orang petani yang
menggunakan varietas unggul. • meningkatan jumlah petani yang
menggunakan VUB padi sawah dari 90
• 100 dari 400 petani yang menjadi 120 orang petani di akhir tahun
melakukan pemupukan berimbang 2018

• meningkatan jumlah petani yang melakukan


pemupukan berimbang dari 100 menjadi 140
orang petani di akhir tahun 2018
Penetapan masalah adalah perumusan faktor-faktor yang
dapat menyebabkan tidak tercapainya tujuan.

Faktor-faktor tersebut terutama dicari dari


kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha dan
kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha
No KEADAAN TUJUA MASALA
N H
1. • meningkatan jumlah petani yang • Minimnya pengetahan petani tentang
• 80 orang petani yang melakukan Penanaman sistem jajar sistem tanam jajar legowo 2:1
melakukan sistem legowo 2:1 dari 80 menjadi 120 orang
tanam jajar legowo. petani di akhir tahun 2018 • Minimnya pengetahuan petani tentang
VUB padi sawah
• 90 yang menggunakan • meningkatan jumlah petani yang
varietas unggul. menggunakan VUB padi sawah dari 90 • Minimnya pengetahuan pemupukan
menjadi 120 orang petani di akhir berimbang padi sawah .
• 100 petani yang tahun 2018
melakukan pemupukan
berimbang • meningkatan jumlah petani yang • Kurangnya keyakinan petani tentang
melakukan pemupukan berimbang dari manfaat sistem tanam jajar legowo 2:1,
100 menjadi 140 orang petani di akhir penggunaan varietas unggu baru, dan
tahun 2018 pemupukan berimbang
Sasaran
Pelaku Petugas KEGIATAN PENYULUHAN
Pelaku utama usaha Ket
Wanita Taruna Petani Pelak-
tani tani dewasa L P L P Materi Keg / Metode Vol Lokasi Waktu Sumber Biaya Penanggung Jawab sana
5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Melakuka
Sistem tanam Penyuluhan/ Swaday
320
Ceramah, tanya
90 X Desa X Penyuluh Pokatan
jajar legowo, 2:1 (1.000.000)
jaab demcar

varietas Melakuka
310 unggul, Padi Penyuluhan/ Swadaya
Ceramah, tanya
50 x Desa X Penyuluh Pokatan
Sawah dan (1.000,000)
jaab demcar
pemupukan
berimbang
Pemupukan Melakuka
Penyuluhan/ Swaday
300 berimbang Padi Ceramah, tanya
100 x Desa X Penyuluh Poktan
(1.000.000)
Sawah jaab demcar

Aplikasi Sistem Membuat petak


30 tanam jajar percontohan/De 10 x
legowo, varietas mplot, Lahan
APBD
unggul, Poktan Penyuluh Poktan
(7.000.000)
pemupukan X
Farm Field Day
290 berimbang pada (FFD)
2x
tanaman padi
Revisi programa penyuluhan dilakukan karena adanya
perubahan- perubahan keadaan yang mengakibatkan
berubahnya tujuan, masalah dan rencana kegiatan, yang
disebabkan antara lain:

1. kesalahan analisa data dan informasi yang digali melalui PRA;


3. kesalahan dalam perumusan keadaan;
4. kesalahan dalam penetapan tujuan;
5. kesalahan dalam penetapan masalah;
6. kesalahan dalam penetapan kegiatan; dan
7. perubahan dalam dukungan pembiayaan.
COVER
LEMBAR
PENGESAHAN KATA
PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR
GAMBAR
DAFTAR
LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
[Link]
Belakang
[Link]
[Link]
[Link] Hukum
BAB II KEADAAN UMUM
A. Data Dan Informasi Potensi
B. Data Dan Informasi Produktifitas Usaha
C. Data Dan Informasi Lingkungan Usaha
D. Data Dan Informasi Perilaku Pelaku Utama Dan Pelaku Usaha
E. Data Dan Informasi Kebutuhan Pelaku Utama Dan
Pelaku Usaha
BAB III TUJUAN
A. Tujuan Umum
B. Tujuan Khusus
BAB IV MASALAH
A. Perilaku
B. Non Perilaku
BAB V RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN
A. Matriks Programa Penyuluhan Pertanian (form 3)
B. Rencana kegiatan untuk mengupayakan kemudahan (form 2)

BAB VI PENUTUP

LAMPIRAN-

LAMPIRAN
1. Setiap kelompok memilih 5 perioritas masalah yang telah
dikaji pada Kegiatan identifikasi potensi wilayah atau
memilik masalah lain berdasarkan komoditas yang ada
pada saat simulasi IPW yang berkaitan dengan PRILAKU
(Pengetahuan, keterampilan dan Sikap)
2. Rumuskan Keadaan yang melatar belakangi masalah tersebut
dengan benar
3. Tetapkan tujuan yang ingin dicapai dari masing-masing keadaan
tersebut dengan benar (berdasarkan kaidah SMART dan ABCD)
4. Tetapkan Masalahnya.
5. Tetapkan Rencana Kegiatannya
6. Buat Programa dalam bentuk matriks Programa
Penyuluhan Pertanian

Anda mungkin juga menyukai