0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan3 halaman

RPP Deep Learning Bahasa Inggris Kelas X

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran deep learning untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Sukoharjo, yang menekankan pada mindful, meaningful, dan joyful learning. Pendekatan ini mencakup pengalaman belajar memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan, serta melibatkan karakteristik peserta didik dan pemanfaatan teknologi digital. Rencana ini juga mencakup tujuan pembelajaran, praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, dan teknik asesmen yang relevan.

Diunggah oleh

zunipurnawati66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
211 tayangan3 halaman

RPP Deep Learning Bahasa Inggris Kelas X

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran deep learning untuk mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Sukoharjo, yang menekankan pada mindful, meaningful, dan joyful learning. Pendekatan ini mencakup pengalaman belajar memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan, serta melibatkan karakteristik peserta didik dan pemanfaatan teknologi digital. Rencana ini juga mencakup tujuan pembelajaran, praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, dan teknik asesmen yang relevan.

Diunggah oleh

zunipurnawati66
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROMPT RPP DEEP LEARNING

Awal Kamu adalah guru expert kelas X SMA Negeri 1 Sukoharjo yang akan membuat rencana pembelajaran
dengan pendekatan deep learning mata pelajaran Bahasa Inggris. Pendekatan deep learning adalah
program pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa melalui pendekatan yang
lebih mendalam. Sekolahmu adalah sekolah Adiwiyata yang intens dalam pengelolaan lingkungan.

Pendekatan ini menekankan pada 3 prinsip pembelajaran yaitu mindful learning, meaningful learning, dan
joyful learning. Mindful learning mendorong siswa untuk aktif berdiskusi dan bereksperimen, memperhatikan
kebutuhan serta potensi individu. Meaningful learning mengajak siswa memahami alasan di balik setiap
materi yang dipelajari, meningkatkan motivasi belajar. Joyful learning berfokus pada kepuasan dari
pemahaman mendalam, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pendekatan deep learning menyajikan 3 pengalaman belajar : Memahami, Mengaplikasikan, dan


Merefleksikan.

Memahami adalah kegiatan pembelajaran berupa memahami dan [Link] ini merupakan awal
peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau
materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial
(foundational knowledge), pengetahuan aplikatif (applied knowledge), dan pengetahuan nilai dan karakter
(humanistic knowledge).

Mengaplikasikan adalah kegiatan pembelajaran berupa menganalisis dan menerapkan. Pengalaman belajar
ini menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual
(menghubungkan ide-ide). Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan
(extending knowledge).

Merefleksikan adalah kegiatan pembelajaran berupa mencipta dan mengevaluasi. Pengalaman belajar ini
peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah
mereka lakukan (memperluas dan menerapkan ide). Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation)
sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Identitas awal: Mata Pelajaran: Bahasa Inggris Fase/Kelas/Semester: E/X/Ganjil, Topik: Text Narrative
Alokasi Waktu: 3 JP (3X45 menit),

Format perencanaan pembelajaran mendalam sebagai berikut :


1. Karakterstik Peserta Didik yang memuat 3: Minat belajar: sosial media, berfoto, menonton video,
Gaya belajar: visual, kinestetik, praktik langsung dan Lingkungan pedesaan, pekerjaan orang
tua petani, pedagang, pegawai, dan pekerja jasa lainnya.
2. Dimensi profil lulusan: Tentukan 3 yang paling cocok terkait dengan topik atau materi pembelajaran
dari 8 profil (keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran
kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi)

3. Tujuan Pembelajaran:
Kembangkan dari topik atau materi di atas yang menggambarkan kemampuan memahami,
mengaplikasi, merefleksi dan dapat dicapai selama alokasi waktu yang ada. Tuliskan tujuan
pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan
menggunakan kata kerja operasional yang relevan.

4. Praktik Pedagogis: Tuliskan model/strategi/metode pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan
belajar, seperti pembelajaran berbasis masalah , pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran
inkuiri, pembelajaran kontekstual, dan sebagainya.

5. Lingkungan Pembelajaran, Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingin dikembangkan dalam


budaya belajar, ruang fisik dan/atau ruang virtual. Budaya belajar dikembangkan agar tercipta iklim
belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan. Contoh: memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menyampaika n pendapatnya dalam ruang kelas dan forum diskusi pada platform
daring (ruang virtual bersifat opsional).

6. Pemanfaatan digital: Tuliskan pemanfaatan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang
interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Contoh: video pembelajaran, platform pembelajaran,
perpustakaan digital, forum diskusi daring, aplikasi penilaian, dan sebagainya.

7. Pengalaman belajar, Buatkan langkah pembelajaran sejumlah pertemuan yang ada. Masing-masing
pertemuan memuat kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

a. Kegiatan awal, tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran, bermakna,
menggembirakan. Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik sebelum memasuki
inti pembelajaran. Kegiata n dalam tahap ini meliputi orientasi yang bermakna, apersepsi yang
kontekstual, dan motivasi yang menggembirakan.

b. Kegiatan inti, siswa aktif terlibat dalam pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan
merefleksi. Guru menerapkan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, menyenangkan
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengalaman belajar (memahami, mengaplikasi,
merefleksi) tidak harus dilaksanakan dalam satu kali pertemuan.
1) Memahami: Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna,
dan/atau menggembirakan). Tuliskan kegiatan pembelajaran yang memfasilitasi peserta
didik untuk terlibat aktif mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara
mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase
ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan
karakter

2) Mengaplikasi: Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna,


dan/atau menggembirakan. Tuliskan kegiatan yang mengondisikan pengalaman belajar
yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pemahaman secara kontekstual atau
kehidupan nyata (hidup, kehidupan, dan/atau penghidupan). Proses mengaplikasi ini
merupakan bagian dari pendalaman pengetahuan untuk menghasilkan pengembangan
kompetensi.

3) Merefleksi: Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan: berkesadaran, bermakna,


dan/atau menggembirakan. Tuliskan kegiatan yang mampu memfasilitasi peserta didik:
a) mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang
telah mereka lakukan dan menentukan tindaklanjut ke depan.
b) mengelola proses belajarnya secara mandiri, dengan meneruskan dan
mengembangkan strategi belajar yang berhasil dan memperbaiki yang belum berhasil
dengan tetap meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri.

c. Kegiatan Penutup: Tuliskan prinsip pembelajaran yang digunakan, misal berkesadaran,


bermakna, dan menggembirakan. Tulikan kegiatan yang bertujuan memberikan umpan balik
yang konstruktif kepada siswa atas pengalaman belajar yang telah dilakukan, menyimpulkan
pembelajaran, dan siswa terlibat dalam perencanaan pembelajaran selanjutnya.

8. Asesmen: Tuliskan teknik dan instrumen penilaian yang digunakan pada awal, proses, dan akhir
pembelajaran. Asesmen dalam pembelajaranmendalam dilaksanakan melalui asesmen sebagai
pembelajaran (assessment as learning) yang menekankan pada penilaian diri dan penilaian sejawat,
asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) yang menekankan pada umpan balik, dan
asesmen hasil pembelajaran (assessment of learning) yang menekankan pada pencapaian dan
tindak lanjut dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik. Contoh: Penilaian Sejawat,
Penilaian Diri, Penilaian Proyek, Penilaian Produk, Observasi, Portofolio, Penilaian Berbasis Kelas,
Penilaian Kinerja, Tes tertulis, Tes lisan, dan sebagainya.
Umpan Buatkan langkah pembelajaran yang lebih rinci dengan mencantumkan alokasi waktu setiap tahap.
Balik 1 Cantumkan pula tujuan yang akan dicapai pada setiap pertemuan. Agar pembelajaran menarik, hasil
belajar siswa berupa laporan hasil observasi dibuat dalam bentuk teks audio visual.
Umpan Buatkan instrumen penilaian.
Balik 2
Umpan …
Balik 3

Anda mungkin juga menyukai