SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
PENYAKIT HPERTENSI
Disusun dalam rangka memenuhi tugas
Praktek keperawatan komunitas
Disusun oleh :
POSKO 2
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
GUNUNG SARI MAKASSAR
2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN HIPERTENSI
Topik : Penyuluhan Kesehatan Hipertensi
Pokok Bahasan : Penyakit Hipertensi,
Sub pokok bahasan :
Pengertian tentang penyakit hipertensi
Faktor resiko hipertensi
Pengaturan pola makan
Tips mengontrol hipertensi
Komplikasi hipertensi
Pengendalian hipertensi
Pencegahan hipertensi
Hari/Tanggal : -
Waktu :-
Tempat :-
Sasaran :-
Metode : Ceramah,diskusi
Media : Leaflet
Penyuluh : posko 2
Tujuan :
1. Tujuan Umum
Setelah di berikan penyuluhan, masyarakat dapat mengetahui tentang
penyakit hipertensi, Asma, dan Pruritus (gatal-gatal)
2. Tujuan Khusus
Pada akhir pertemuan masyarakat dapat:
Mengerti tentang pengertian penyakit hipertensi
Memahami cara pola makan yang baik dan benar
Memahami tips mengontrol hipertensi sendiri
Mengetahui komplikasi hipertensi
Mengetahui cara pengendalian hipertensi dengan patuh
Mengetahui tentang pencegahan hipertensi
Materi : Terlampir
Tahap Kegiatan Penyuluhan
KEGIATAN PENYULUHAN
NO TAHAP WAKTU METODE MEDIA
MAHASISWA PESERTA
1. Pembukaan 3 menit 1. Membuka 1. Menjawab salam Ceramah Leaflet
pertemuan dengan 2. Memperhatikan
mengucapkan salam
pembuka
2. Memperkenalkan
diri
3. Menjelaskan tujuan
pertemuan kali ini
4. Menyampaikan
waktu/kontrak waktu
yang akan
digunakan dan
mendiskusikannya
dengan keluarga Tn.
A pada pertemuan
kali ini
2. Proses 15 menit Isi Materi Penyuluhan: 1. Mendengarkan Ceramah Leafled
penyajian 2. Memperhatikan
penjelasan
1. Pengertian tentang
penyakit hipertensi
Penyebab penyakit
hipertensi
2. Tanda dan gejala
hipertensi
3. Cara mengatasi
penyakit hipertensi
4. Makanan yang di
hindari
5. Obat tradisional
untuk mengatasi
hipertensi
3 Evaluasi 5 menit 1. Memberikan 1. Mengajukan Tanya Leaflead
kesempatan kepada pertanyaan Jawab
masyarakat untuk
2. Menjawab pertanyaan
bertanya
2. Memberikan
pertanyaan secara
lisan kepada
masyarakat secara
Bergantian
3. Penutup 2 menit 1. Mahasiswa 1. Menjawab ucapan Leafled
memberikan leaflet terima kasih
ke masyarakat
2. Menjawab salam
2. Mahasiswa
mengucapkan
terimakasih atas
segala perhatian
masyarakat
3. Mengucapkan salam
penutup
Setting Tempat Penyuluhan
Penyaji
Peserta Peserta
Evaluasi
Evaluasi kegiatan di nilai dari dukungan masyarakat Serta Ci Institusi
yang turut serta dalam menyukseskan kegiatan penyuluhan ,dalam membantu
merencanakan serta memberi masukan selama persiapan hingga hari pelaksanaan
penyuluhan masyarakat
Apa yang dimaksud dengan penyakit hipertensi ?
Sebutkan rentang normal nilai tekanan darah !
Sebutkan komplikasi hipertensi!
Sebutkan pola makan yang baik untuk mencegah hipertensi !
Lampiran Materi
HIPERTENSI
A. Pengertian Hipertensi
Tekanan darah tinggi atau banyak orang menyebutnya sebagai
hipertensi merupakan suatu keadaan tubuh dari tekanan darah yang meningkat
akibat dari adanya peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka
waktu yang cukup lama). Hipertensi juga dapat diartikan sebagai suatu
keadaan tekanan darah dimana sistoliknya diatas 140 mmHg dan diastoliknya
diatas 90 mmHg. Tekanan darah yang selalu meningkat atau tinggi menjadi
salah satu dari timbulnya faktor risiko pada suatu penyakit seperti stroke,
serangan jantung, gagal jantung dan aneurisma arterial dan merupakan
penyebab utama dari gagal jantung kronis.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit tekanan darah
tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih besar atau sama
dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95
mmHg. Adapun klasifikasi dari tekanan darah tinggi pada orang dewasa
adalah :
Tabel 2.1 Klasifikasi Tekanan Darah Berdasarkan JNC VII
Tekanan Darah Tekanan Darah
Kategori
Sistol Diastol
Normal <120 mmHg <80 mmHg
Prehypertension 120-139 mmHg 80-89 mmHg
Hypertension stage 1 140-159 90-99 mmHg
Hypertension stage 2 ≥ 160 mmHg ≥ 100 𝑚𝑚𝐻𝑔
Hipertensi ringan atau sedang umumnya tiddak menimbulkan gejala
yang terlihat. Gejala hipertensi akan timbul dan terlihat apabila tekanan darah
tinggi dirasakan semakin berat atau pada suatu keadaan yang krisis dari
tekanan darah itu sendiri
B. Penyebab Hipertensi
Beberapa penyebab dari banyaknya kasus hipertensi ini tidak diketahui
secara pasti dan cenderung hipertensi tersebut datang secara tiba-tiba tanpa
gejala sebelumnya. Berikut ini ada beberapa hal yang menyebabkan hipertensi
atau tekanan darah tinggi, antara lain :
1. Faktor genetik atau keturunan
Faktor keturunan memang selalu memainkan peranan penting dari
timbulnya suatu penyakit yang dibawa oleh gen keluarga. Bila salah satu
anggota keluarga atau orang tua memiliki tekanan darah tinggi, maka anak
pun memiliki resiko yang sama dan bahkan resiko tersebut lebih besar
dibanding yang diturunkan oleh gen orang tua.
2. Usia
Usia juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, semakin bertambahnya
usia maka tekanan darah pun akan semakin meningkat. Namun usia yang
semakin tua pun tekanan darah dapat dikendalikan dengan tetap menjaga
pola asupan makan, rajin berolahraga dan melakukan pemeriksaan rutin
tekanan darah.
3. Garam
Garam mempunyai peluang yang sangat besar dalam meningkatan tekanan
darah secara cepat. Ditambah pada mereka yang sebelumnya memiliki
riwayat terhadap penyakit diabetes, hipertensi ringan dan mereka yang
berusia diataas 45 tahun.
4. Kolesterol
Kolesterol yang identik dengan lemak berlebih yang tertimbun pada
dinding pembuluh darah. Pembuluh darah yang dipenuhi dengan
kolesterol ini akan mengalami penyempitan dan mengakibatkan tekanan
darah pun meningkat.
5. Obesitas/kegemukan
Seseorang yang memiliki berat tubuh berlebih atau kegemukan merupakan
peluang besar terserang penyakit hipertensi.
6. Stress
Stress dapat memicu suatu homron dalam tubuh yang mengendalikan
pikirang seserang. Jika mengalami stress hal tersebut dapat mengakibatkan
tekanan darah semakin tinggi dan meningkat, tak hanya itu mampu
mempengaruhi mood atau perasaan seseorang terhadap suatu emosi jiwa.
7. Rokok
Kandungan nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang
terdapat pada rokok juga memberikan peluang besar seseorang menderita
hipertensi terutama pada mereka yang termasuk dalam perokok aktif. Tak
hanya mengkibatkan hipertensi, zat rokok yang terhirup dan masuk ke
dalam tubuh akan meningkatkan resiko pada penyakit diabetes mellitus,
serangan jantung dan stroke.
8. Kafein
Kafein banyak terdapat pada kopi,teh dan minuman bersoda. Kopi dan teh
jika dikonsumsi melebihi batasan normal dalam penyajian akan
mengakibatkan hipertensi. sebenarnya kopi memiliki manfaat yang baik
bagi tubuh terutama bagi pria dewasa dalam hormon seksualnya, begitu
pula dengan teh mengandung antioksidan yang sangat baik dan diperlukan
oleh tubuh. Untuk itu batasi asupan minum kopi dan teh minimal 1 cangkir
= 100ml.
9. Minuman beralkohol
Minuman beralkohol seperti bir, wiski, minuman yang dibuat dari ragi,
tuak dsb. Minuman alkohol ini juga dapat menyebabkan tekanan darah
tinggi.
10. Kurang olahraga
Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga membuat organ tubuh dan
pasokan darah maupun oksigen menjadi tersendat sehingga meningkatkan
tekanan darah. Dengan melakukan olahraga teratur sesuai dengan
kemampuan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.
C. Tanda dan Gejala Hipertensi
Gejala penyakit hipertensi bervariasi pada masing-masing individu dan
hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala-gejalanya itu adalah :
Sakit kepala
Jantung berdebar-debar
Sulit bernapas setelah berkerja keras atau mengangkat beban berat
Mudah lelah.
Penglihatan kabur
Wajah memerah
Sering buang air kecil, terutama di malam hari
Vertigo
Cara terbaik memastikan gejala penyakit hipertensi adalah dengan
melakukan pengukuran tekanan darah. Tekanan darah adalah kekuatan darah
mengalir di dinding pembuluh darah yang keluar dari jantung (pembuluh
arteri) dan yang akan kembali ke jantung (pembuluh balik).
Bacaan yang pertama, berupa angka yang lebih tinggi, adalah tekanan
sistolik, tekanan yang terjadi bila otot jantung berdenyut memompa untuk
mendorong darah keluar melalui arteri. Angka itu menunjukkan seberapa kuat
jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembluh darah.
Sedangkan bacaan yang kedua, berupa angka yang lebih rendah atau diastolik,
saat otot jantung berisitirahat membiarkan darah kembali masuk ke jantung.
Angka itu menunjukkan berapa besar hambatan dari pembuluh darah terhadap
aliran darah balik ke jantung.
D. Cara Mengatasi Hipertensi
Menerapkan gaya hidup sehat bagi setiap orang sangat penting untuk
mencegah tekanan darah tinggi dan merupakan bagian yang penting dalam
penanganan hipertensi. Semua pasien dengan prehipertensi dan hipertensi
harus melakukan perubahan gaya hidup.
Modifikasi gaya hidup yang penting yang terlihat menurunkan tekanan
darah adalah mengurangi berat badan untuk individu yang obes atau gemuk;
mengadopsi pola makan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension)
yang kaya akan kalium dan kalsium; diet rendah natrium; aktifitas fisik; dan
mengurangi konsumsi rokok dan alkohol
E. Pengobatan
Pengobatan hipertensi untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih
lanjut:
a) Pengobatan farmakologis yaitu dengan menggunakan obat-obatan atas ijin
dokter
b) Pengobatan non farmakologis yaitu dengan
1. Mengurangi asupan garam dan lemak
2. Mengurangi atau menghilangkan kebiasaan minum alkohol
3. Berhenti merokok bagi yang merokok
4. Menurunkan berta badan bagi yang kegemukan
5. Olah raga teratur seperti joging, jalan cepat, bersepeda, berenang
6. Menghindari ketegangan
7. Istirahat cukup
8. Hidup tenang
c) Pencegahan agar tidak terjadi komplikasi dari hipertensi
1. Kontrol teratur
2. Minum obat teratu
3. Diit rendah garam dan lemak
F. Makanan yang Dihindari
Zat terburuk dari makanan yang bisa mengakibatkan meningkatnya
tekanan darah dengan cepat adalah natrium atau sodium. Bagi penderita
tekanan darah tinggi, kuota harian natrium adalah tak boleh lebih dari 1500
miligram perhari.
Natrium atau sodium ini paling banyak adalah diperoleh dari garam,
dan kebanyakan terdapat dalam makanan kalengan dan makanan siap saji
direstoran. Berikut makanan-makanan yang harus dihindari, terutama bagi
penderita hipertensi untuk mencegah meningkatnya tekanan darah dengan
cepat.
1. Daging olahan
Daging yang diawetkan dengan cara diasap, pengasinan atau dengan
penambahan bahan pengawet kimia masuk dalam kategori daging olahan.
Hal ini termasuk ham, sosis, hot dog dan dendeng. Satu porsi tiga ons
daging diatas sebagian besar sudah memberikan 1200mg natrium. Bagi
penderita hipertensi, jumlah tersebut sudah hampir memenuhi kuota
harian.
2. Buah kalengan atau makanan kalengan lainnya
Air garam biasanya digunakan untuk mengawetkan sayuran. Jadi pastikan
untuk membilas makanan kalengan secara menyeluruh sebelum
dikonsumsi untuk menghilangkan garam ekstra. Bisa juga sayuran
didihkan selama setidaknya 10 menit sebelum dikonsumsi, untuk
membantu mengurangi kadar sodium. Termasuk buah-buahan kalengan
bisa menjadi sumber sodium yang tersembunyi. Jadi sebaiknya periksa
label kemasan, dan cari tahu berapa kadar sodium yang tertera.
3. Saus tomat
Saus tomat kalengan dan jus tomat sarat dengan natrium. Satu cangkir jus
tomat bisa mengandung 680 miligram sodium. Satu porsi spaghetti dengan
saus bisa mengandung lebih dari 1.300 miligram sodium.
4. Chinesse Food
Chinesse Food sudah dikenal diseluruh dunia menggunakan saus yang
sarat dengan natrium. Menurut The Nutrition Twins, daging sapi dengan
brokoli bisa mengandung 3.752 mg sodium. Hal ini karena yang
digunakan dalam memasak, seperti kecap dan saus Teriyaki yang bisa
mengandung sekitar 1.000 mg natrium dalam hanya satu sendok makan.
5. Makanan mengandung lemak
Kelebihan mengkonsumsi lemak dapat menyebabkan obesitas, yang pada
akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Mengkonsumsi lemak
jenuh dan lemak trans dalam makanan juga harus dihindari. Semua
makanan yang digoreng menggunakan mentega, margarin, minyak kelapa
harus dibatasi.
6. Kafein
Kafein bisa terdapat pada produk kakao, kopi atau minuman ringan, yang
merupakan stimulan untuk meningkatnya tekanan darah. Kafein bertindak
sebagai vasokonstriktor, yakni mempersempit arteri dan meningkatkan
tekanan aliran darah. Batasi asupan kopi maksimal dua cangkir dalam
sehari
G. Obat Tradisional untuk Mengatasi Hipertensi
1. Mentimun
Penelitian menunjukkan bahwa makanan tinggi kalium,
magnesium dan serat dapat mengurangi tekanan darah. Dengan
dikombinasikan dengan diet yang sehat, makanan tersebut akan mampu
menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 5 poin, serta tekanan darah
diastolik sebesar 3,5 poin. Mentimun tidak hanya mengandung tinggi tiga
nutrisi yang disebutkan diatas, ia juga merupakan sumber Vitamin A dan
K, folat, asam caffeic, dan silika. Selain itu juga mengandung vitamin C,
yaitu antioksidan kuat yang juga dapat membantu untuk menurunkan
tekanan darah.
2. Labu Siam
Buah labu siam mengandung zat saponin, alkaloid, dan tannin.
Selain bersifat diuretic, kandungan alkaloid juga bisa membuka pembuluh
darah yang tersumbat. Oleh sebab itu, labu siam dapat menurunkan
tekanan darah tinggi. Seperti diketahui, melalui air seni yang banyak
terbuang akibat sifat diuretic dari labu siam, kandungan garam didalam
darah pun akan berkurang. Berkurangnya kadar garam yang bersifat
menyerap atau menahan air ini akan meringankan kerja jantung dalam
memompa darah sehingga tekanan darah akan menurun. Khasiat labu siam
baru akan tampak setelah dikonsumsi paling sedikit selama tiga bulan
secara terus menerus.
3. Belimbing
Belimbing manis merupakan buah yang kaya vitamin A dan C
yang bersifat antioksidan dan kalium. Yang patut diperhitungkan juga
adalah seratnya, terutama serat pektin yang berguna bagi kesehatan
pembuluh darah. Bagi penderita penyakit ginjal, sangat tidak disarankan
untuk mengkonsumsi jus belimbing karena kandungan asam oxalat yang
dimiliki oleh buah belimbing dapat menyebabkan kondisi negatif bagi
pasien penderita penyakit ginjal tersebut.
4. Wortel
Wortel banyak mengandung beta-karoten serta kalium yang dapat
memberikan manfaat terhadap fungsi ginjal dan membantu mengendalikan
denyut jantung. Mengonsumsi wortel secara rutin diyakini dapat
mengontrol tekanan darah.
5. Seledri
Selain mengandung kalium, seledri juga mengandung phthalide,
yakni suatu senyawa yang dapat meningkatkan aliran darah dan
melemaskan dinding arteri. Senyawa tersebut juga dapat mengurangi
hormon stres yang diakibatkan oleh tekanan darah tinggi. Selain itu,
seledri juga bisa membantu mengelola tekanan darah saat sedang tinggi.
6. Bayam
Magnesium yang terkandung di dalam bayam dinilai dapat
mengontrol dan bahkan menurunkan tekanan darah saat sedang tinggi.
Apabila dikonsumsi secara rutin, bayam dapat membantu menjaga
pembuluh arteri dan meningkatkan aliran darah. Pada akhirnya, bayam
diyakini dapat membantu mengatur dan mengelola hipertensi seseorang.
H. Terapi Jus Penurun Tekanan Darah Hipertensi
Berikut beberapa contoh terapi jus untuk menurunkan tekanan darah
tinggi
1. Bahan :
200 gram labu siam
200 gram ketimun
Cara membuat : kedua bahan dicuci dan dipotong-potong, dimasukkan
ke dalam juicer, airnya/sarinya diminum.
2. Bahan :
100 gram Seledri jenis kecil
100 gram selada air
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan dicuci dan dimasukkan ke dalam juicer
atau diblender dan disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari, pagi
dan sore hari.
1. Bahan :
250 gram belimbing manis yang matang
250 gram semangka
Cara membuat : semua bahan dijus, airnya diminum. lakukan secara
teratur 2 kali sehari.
2. Bahan :
250 gram wortel
50 gram seledri
2 siung bawang putih
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan dijus atau diblender dan disaring,
airnya/sarinya diminum.
3. Bahan :
100 gram pisang ambon
150 gram tomat
150 gram jeruk mandarin
100 cc air dingin
Cara membuat : semua bahan diblender, diminum.
4. Bahan :
2 buah mengkudu matang
Cara membuat : mengkudu dijus, sarinya diminum.
5. Bahan :
60 gram pegagan segar
100 cc air matang
Cara membuat : pegagan dicuci bersih, diblender hingga halus, disaring.
Diminum airnya.
Catatan : pilih salah satu resep/terapi jus dan lakukan setiap hari secara teratur.
resep dapat diganti-ganti.
I. Cara Merawat Lansia dengan Hipertensi di Rumah
1. Batasi jumlah asupan garam
Untuk mencegah kenaikan tekanan darah,lansia disarankan untuk
membatasi jumlah asupan sodium atau garam [Link] garam
bagi lansia idealnya tidak melebihi 1500 miligram perhari atau sekitar
½ sendok the perhari
2. Perbanyak makanan tinggi serat dan rendah lemak
Dari pada mengkonsumsi makanan tinggio garam lansia perlu
memperbanyak konsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi,
beberapa penelitian menyatakan bahwa serat bisa menurunkan tekanan
darah, suber serat diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayuran,biji-
bijian dan kacang-kacangan,selain itu lansia penderita hipertensi juga
perlu menghindari makanan yang digoreng atau tinggi lemak jenuh,
seperti mentega,osis, santan dan daging sapi.
3. Periksa tekanan darah secara rutin
Cara merawat lansia dengan hipertensi lainnya adalah rutin
memeriksakan tekanan darahnya sesuai anjuran dokter,wakalupun
tidak ada gejala khusus,pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan
agar dapat memantau perkembangan maupun potensi komplikaasi, bila
perlu, keluarga merawat lansia juga bisa menyediakan alat pengukur
tekanan darah atau tensimeter digital dirumah
4. Olaraga rutin dan cukup
Berolahraga secara rutin dapat mengatasi stress sekaligus menurunkan
tekanan darah tinggi. Oleh karna itu,lansia juga perlu melakukan
olahraga secara rutin, minimal 30 m3nit sehari. Beberapa pilihan
olahraga yang yang bisa lansia lakukan adalah jalan santai,dan melihat
´pemandangan atau olahraga sesuai dengan kondisi yangdialami lansia
skarang
5. Memahami penggunaan obat hipertensi bagi lansia
Dalam penggunaan obat antihipertensi bagi lansia,keluarga dirumah
memiliki peran penting dalam mengingatkan lansia agar
mengkonsumsi obat dengan teratur dan tepat waktu, selain itu,
keluarga juga perlu mengikuti tata cara pemberian obat sesuai anjuran
dokter, jangan pula mengehntikan konsumsi atau mengubah jenis obat-
obatan yang telah diberikan dokter tanpa berkonsultasi lebih dahulu.
J. Peran Keluarga dalam perawatan Lansia dengan Hipertensi
Dengan tekanan darah yang terkendali, lansia tidak perlu terlalu sering
berkunjung ke dokter atau sampai dirawat dirumah [Link] hipertensi
umumnya tidak menyadari akan bahaya dari penyakit yang diderita atau bisa
juga mengalami kehilangan ingatan sebagai salah satu dampak hipertensi yang
dialami. sehingga keluarga agar dapat memberikan informasi mengenai
penyakit hipertensi dan berbagai dampak bila tidak diatasi akan berakibat fatal
bagi sipenderita.
Daftar Pustaka
Bangun A.P . [Link] Tanaman Obat Untuk Hipertensi . Jakarta : Sarana
Pustaka Prima
Gunawan, Lany. 2001. Hipertensi (Tekanana Darah Tinggi). Jakarta : Kaniskus
Marliani, Lili. 2007. 100 Question And Answer Hipertensi. Jakarta : Flex. Media
Computindo
Peter, Wolf Hanns. 2008. Hipertensi cara mendeteksi dan mencegah tekanan
darah tinggi sejak dini. Jakarta : BIP
. 2013. Makanan yang Harus Dihindari ketika Hipertensi. Diunduh dari
[Link]
[Link]
. 2013. Sayuran Penurun Hipertensi. Diunduh dari
[Link]
. 2013. Khasiat Mentimun untuk Menurunkan Tekanan Darah. Diunduh
dari [Link]
[Link]
. 2012. Obati Hipertensi dengan Labu Siam. Diunduh
dari[Link]