PROFIL GAYA BELAJAR SISWA KELAS II
SD NEGERI 26 SUNGAI PINYUH
PROPOSAL PENELITIAN
OLEH:
SAMSUL ARIFIN
NIM: D0120143
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NAHDATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT
APRIL 2025
PROFIL GAYA BELAJAR SISWA KELAS II
SD NEGERI 26 SUNGAI PINYUH
“Proposal penelitian diajukan kepada UNU Kalbar sebagai syarat
dalam menyelesaikan program sarjana pada program studi pendidikan
guru sekolah dasar”
OLEH:
SAMSUL ARIFIN
NIM: D0120143
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NAHDATUL ULAMA KALIMANTAN BARAT
APRIL 2025
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Proposal penelitian atas nama Samsul Arifin telah disetujui untuk
diseminarkan.
Kubu Raya, …….
Pembimbing 1 Pembimbing II
…………………. …………………..
NIDN NIDN
PRAKATA
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena atas izin dan
rahmat-Nya proposal penelitian dengan judul “Profil Gaya Belajar Siswa Kelas II SD
Negeri 26 Sungai Pinyuh” ini dapat terselesaikan sesuai dengan harapan.
Penyelesaian proposal ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, masukan dan
motivasi dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Rektor Universitas Nahdatul Ulama Kalimantan Barat yang telah memfasilitasi
proses pembelajaran pembelajaran dan penyelesaian proposal penelitian pada
program studi SI PGSD.
2. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul Ulama Kalimantan Barat
yang telah memfasilitasi proses pembelajaran dan penyelesaian proposal
penelitian pada program studi SI PGSD.
3. Ketua Program Studi SI PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Nahdatul
Ulama Kalimantan Barat yang telah memfasilitasi proses pembelajaran dan
penyelesaian proposal penelitian pada program studi SI PGSD.
4. Dosen Pembimbing I, yang telah memberikan bimbingan, masukan dan
pembelajaran dalam proses pembuatan proposal penelitian.
5. Dosen Pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan, masukan dan
pembelajaran dalam proses pembuatan proposal penelitian.
6. Khairullikam, S. Pd. I. Kepala Sekolah SD Negeri 26 Sungai Pinyuh, yang telah
memberi izin untuk melaksanakan observasi penelitian di SD Negeri 26 Sungai
Pinyuh.
7. Hamidia, S. Pd Guru Kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh, yang telah memberi
izin untuk melaksanakan observasi penelitian di Kelas II SD Negeri 26 Sungai
Pinyuh.
8. Orang tua yang selalu memberikan semangat dalam penyelesaian proposal ini.
Penulis menyadari dalam penulisan proposal ini belum sempurna, oleh karena
itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun sebagai bekal
untuk melanjutkan ke penelitian.
Penulis
Samsul Arifin
DAFTAR ISI
Halaman
Prakata
Daftar isi
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Fokus Penelitian
1.3 Manfaat Penelitian
1.4 Definisi Operasional
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Profil Gaya Belajar
2.2 Karakteristik Siswa Kelas II SD
BAB III METODE PENELIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
3.2 Rencana dan Lokasi Penelitian
3.3 Data dan Sumber Data
3.4 Teknik dan Instrumen Penelitian
3.5 Analisis Data
3.6 Pengecekan Keabsahan Temuan Data
3.7 Tahap-Tahap Penelitian
DAFTAR RUJUKAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan sesuai dengan
kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin berkembang.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini secara tidak langsung menuntut
pengajaran dan pendidikan di sekolah untuk selalu ditingkatkan kualitasnya. Kualitas
yang dimaksud adalah kualitas guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik.
Kualitas siswa dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan kreatifitas guru dalam
menyampaikan materi pembelajaran. Untuk mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan
Pembelajaran (KKTP) guru hendaknya dapat memahami gaya belajar siswa agar
pembelajaran yang berlangsung dapat sesuai dengan kebutuhan belajar siswa seperti
gaya belajar gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Pemberian pembelajaran di
sekolah kepada siswa dengan memperhatikan kebutuhan gaya belajar siswa akan
berdampak baik kepada siswa karena siswa dapat mengembangkan potensi yang ada
dalam dirinya dengan rasa penuh percaya diri. Ketika siswa percaya diri saat belajar,
maka pembelajaran akan terasa menyenangkan dan dapat memberikan dampak yang
baik bagi hasil belajar siswa. Gaya belajar sendiri menurut Riadi (2020) adalah cara
yang dipakai dan lebih disukai sehingga menjadi kebiasaan dalam proses belajar,
yaitu bagaimana menangkap, mengatur, serta mengolah informasi yang diterima
sehingga pembelajaran menjadi efektif.
Dasar dan alasan peneliti memilih mendeskripsikan profil gaya belajar pada siswa
kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh adalah karena latar belakang siswa yang
berbeda-beda tentang cara belajar yang diminati dan disenangi siswa. Berdasarkan
hasil observasi awal pada hari Senin, Tanggal 17 Februari 2025 sampai hari Jumat 21
Februari 2015 diperoleh data gaya belajar siswa kelas II SD Negeri 26 Sui Pinyuh
tidak sama semua. Ada siswa yang senang belajar secara visual, auditori, dan
kinestetik sesuai dengan pendapat t DePorter dan Hernacki (dalam Klein 2015), yang
mengemukakan pada awal pengalaman belajar, salah satu langkah pertama adalah
mengenali dominasi modalitas visual, auditorial, atau kinestetik (V-A-K). Orang
visual belajar melalui apa yang mereka lihat, auditorial melakukan melalui apa yang
mereka dengar, dan tipe kinestetik belajar lewat gerak dan sentuhan.
Berdasarkan pada hasil pengamatan tersebut, maka peneliti merumuskan
fokus penelitian ini menjadi “Profil Gaya Belajar Siswa Kelas II SD Negeri 26
Sungai Pinyuh”.
1.2 Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana siswa belajar,
meliputi profil gaya belajar yang sering digunakan baik secara visual, auditori, dan
kinestetik, faktor-faktor yang mempengaruhi, dampaknya pada proses pembelajaran
serta hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh.
1.3 Manfaat Penelitian
Berdasarkan pada fokus penelitian yang telah dijelaskan pada pemaparan
sebelumnya, manfaat penelitian ini adalah manfaat secara teoritis dan manfaat praktis
yaitu sebagai berikut.
1.3.1 Manfaat Teoritis
Manfaat praktis dalam penelitian ini adalah menambah referensi atau teori-
teori tentang gaya belajar siswa sehingga dapat dijadikan acuan dalam penelitian
berikutnya yang sejenis.
1.3.2 Manfaat Praktis
1) Bagi Universitas Nahdatul Ulama Kalimantan Barat
Diharapkan dapat memberi bahan kajian untuk terus meningkatkan kualitas
penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dan menjadi acuan mahasiswa lainnya
dalam kegiatan penelitian.
2) Bagi Sekolah
Memberikan informasi baru mengenai gaya belajar siswa dan dapat menjadi
gambaran bagaimana cara memahami gaya belajar siswa di kelas dan
mempraktikkan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan baik di kelas.
3) Bagi Penulis dan Pembaca
Diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan pemahaman tentang
gaya belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
1.4 Definisi Operasional
Sebagai upaya untuk menghindari kesalahan dalam mengartikan judul
penelitian ini maka peneliti memberikan penjelasan judul penelitian “Profil Gaya
Belajar Siswa Kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh” ke dalam definisi operasional
yang terukur dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut.
1.4.1 Profil Gaya Belajar
Profil gaya belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gambaran yang
memberikan informasi tentang cara dan ciri siswa dalam menerima pelajaran
sehingga siswa dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP)
dengan baik.
1.4.2 Gaya Belajar Visual
Gaya belajar visual yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya belajar
siswa yang cenderung mudah menerima pelajaran dengan penyajian pembelajaran
secara visual seperti menggunakan gambar, peta konsep atau diagram.
1.4.3 Gaya Belajar Auditori
Gaya belajar auditori yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya belajar
siswa yang cenderung mudah menerima pelajaran dengan mendengarkan penjelasan
guru secara baik, jelas, mendalam, dan detail tanpa perlu menggunakan visual. Pada
gaya belajar auditori ini siswa juga akan menjadi mudah menerima pembelajaran
dengan mendengarkan lagu yang sesuai materi pelajaran.
1.4.4 Gaya Belajar Kinestetik
Gaya belajar kinestetik yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya
belajar siswa yang cenderung mudah menerima pelajaran dengan melibatkan dan
sentuhan atau siswa langsung terlibat dalam kegiatan praktik.
1.4.5
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Hakikat Profil Gaya Belajar
2.1.1 Pengertian Gaya Belajar
Gaya belajar merupakan kecenderungan untuk mengadaptasi suatu strategi belajar
tertentu dengan mencari dan mencoba secara aktif, sehingga pada akhirnya individu
mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar (Entwistle,
Gibbs, Mogran, & Taylor; Wright, dalam Klein 2015). DePorter dan Hernacki (dalam
Klein, 2015) menjelaskan bahwa gaya belajar adalah kombinasi dari cara seseorang
menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi. Selanjutnya menurut
Nasution (dalam Riadi, 2015), gaya belajar adalah cara yang konsisten yang
dilakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara
mengingat, berfikir dan memecahkan soal. Menurut Ina (2022) pengarahan gaya
belajar yang sesuai dengan kemampuan dominan, dapat membawa manfaat agar
penyerapan pengetahuan menjadi lebih cepat dan efektif.
Berdasarkan pendapat ahli tersebut, maka dapat disimpulkan gaya belajar
merupakan pendekatan atau cara yang disenangi dalam pembelajaran yang terdapat
pada diri siswa dalam menangkap pelajaran atau informasi, berfikir dan
menyelesaikan permasalahan.
2.1.2 Jenis-Jenis Gaya Belajar
Menurut Witkin dkk, terdapat dua jenis gaya belajar yaitu Gaya Belajar Field
Dependence dan Gaya Belajar Field Independence (dalam Riadi, 2021). Penjelasan
kedua gaya belajar tersebut adalah Field Dependence adalah ketika individu
mempersepsikan diri dikuasai oleh lingkungan. Contoh sederhana individu yang
mempunyai Gaya Belajar Field Dependence adalah ketika individu tersebut naik bus
dan ingin membaca buku, individu dengan gaya ini akan merasa terganggu dan
kurang konsentrasi dengan suasana berisik dan gaduh dalam bus tersebut. Selanjutnya
gaya belajar Field Independence adalah apabila individu mempersepsikan diri bahwa
bahwa sebagian besar perilaku tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Contoh sederhana
individu yang mempunyai Gaya Belajar Field Independence adalah ketika individu
tersebut naik bus dan ingin membaca buku , individu dengan gaya ini bisa
berkonsentrasi dalam dan tidak merasa terganggu dengan suasana bus yang berisik
dan gaduh.
Menurut Tsani (2022), gaya belajar secara umum terbagi menjadi tiga jenis
yakni gaya belajar visual, gaya belajar auditori, dan gaya belajar kinestetik. Saat
belajar, penggabungan beberapa gaya belajar memang bisa terjadi. Namun, dari
ketiganya, setiap orang akan memiliki salah satu gaya belajar yang dominan.
Selanjutnya Tsani (2022) menjelaskan orang dengan gaya belajar visual
cenderung lebih mudah menyerap, mengatur, dan mengolah suatu informasi
lewat indera penglihatan (melihat). Orang dengan gaya belajar auditori,
cenderung lebih mudah menyerap, mengatur, dan mengolah suatu informasi
melalui indra pendengaran (mendengar). Orang dengan gaya belajar
kinestetik lebih mudah menyerap, mengatur, dan mengolah suatu informasi
lewat sentuhan dan gerakan tubuh.
Menurut Nesia (2025), terdapat tiga jenis gaya belajar yaitu visual, auditori,
dan kinestetik. Style visual atau disebut juga visual learner menitikberatkan
penglihatan atau ketajaman mata. Umumnya, visual learner akan melihat atau
menangkap informasi menggunakan visual sebelum memahaminya. Orang-orang
yang masuk kategori visual learner lebih mudah mengingat hal-hal yang ditangkap
mata, seperti bahasa tubuh, ekspresi, diagram, gambar, dan video. Orang-orang
dengan style auditori memiliki kemampuan menyerap informasi melalui indra
pendengaran mereka. Siswa auditori dapat belajar lebih cepat dengan metode diskusi
verbal serta menyimak penjelasan guru. Mereka memiliki kepekaan tinggi terhadap
musik dan unggul dalam aktivitas lisan. Mereka dapat berbicara menggunakan irama
yang terpola, fasih, dan gemar menjelaskan sesuatu secara panjang lebar.
Style belajar kinestetik adalah kegiatan mempelajari ilmu dengan cara bekerja,
bergerak, dan menyentuh. Orang-orang dengan tipe kinestetik memiliki keunikan,
karena mereka sulit duduk diam dan memiliki keinginan eksplorasi tinggi. Mereka
merasa dapat lebih mudah memahami pelajaran disertai aktivitas fisik. Umumnya,
siswa dengan style kinestetik kurang rapi dan lemah dalam aktivitas jenis verbal.
Berdasarkan dari beberapa pendapat ahli di atas, disimpulkan bahwa terdapat
3 jenis gaya belajar siswa yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Ketiga
gaya belajar ini akan dibahas secara terperinci dalam penelitian ini mengacu pada
ciri-ciri dari masing-masing gaya belajar baik visual, auditori, dan kinestetik.
2.1.3 Ciri-Ciri Gaya Belajar
DePorter & Hernacki (dalam Klein, 2015) menjelaskan ciri-ciri orang visual,
auditori dan kinestetik.
1. Orang-orang Visual, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Rapi dan teratur
b. Berbicara dengan cepat
c. Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
d. Teliti terhadap detail
e. Mementingkan penampilan, baik dalam hal pakaian maupun presentasi
f. Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalm pikiran
mereka
g. Mengingat apa yang dilihat ketimbang yang didengar
h. Mengingat dengan asosiasi visual
i. Biasanya tidak terganggu oleh keributan
j. Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan
sering kali minta bantuan orang lain untuk mengulanginya.
k. Pembaca cepat dan tekun
l. Lebih suka membaca daripada dibacakan
m. Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada
sebelum secara mental merasa pasti tentang suatu masalah atau proyek
n. Mencoret-coret tanpa arti selama berbicara di telepon dan dalam rapat
o. Lupa menyampaikan pesan verbal kepada orang lain sering menjawab
pertanyaan dengan jawaban singkat ya atau tidak
p. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato, lebih suka seni rupa
daripada musik
q. Sering kali mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih
kata-kata
r. Kadang-kadang kehilangan konsentrasi ketika mereka ingin memerhatikan
sesuatu yang menarik
2. Orang-orang Auditorial, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja
b. Mudah terganggu oleh keributan
c. Menggerakan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
d. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
e. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, birama, dan warna suara
f. Merasa kesulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
g. Berbicara dalam irama yang terpola
h. Biasanya pembicara yang fasih
i. Lebih suka music
j. daripada seni
k. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada
yang dilihat
l. Suka berbicara, suka berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu panjang lebar
m. Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan visualisasi,
seperti memotong bagian-bagian hingga sesuai satu sama lain
n. Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
o. Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik
3. Orang-orang Kinestetik, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Berbicara dengan perlahan
b. Menanggapi perhatian fisik
c. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
d. Berdiri dekat ketika berbicara dengan orang lain
e. Selalu berorientasi pada fisik dan banyak bergerak
f. Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
g. Belajar melalui manipulasi dan praktik
h. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
i. Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca
j. Banyak menggunakan isyarat tubuh
k. Tidak dapat duduk diam untuk waktu lama
l. Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang telah pernah
berada di tempat itu
m. Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi
n. Menyukai buku-buku yang berorientasi pada suatu rancang yang mencerminkan
aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
o. Kemungkinan tulisannya jelek
p. Ingin melakukan segala sesuatu
q. Menyukai permainan yang menyibukkan
Tsani (2022) menjelaskan ciri-ciri gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik
dalam rangkuman sebagai berikut:
1. Ciri-Ciri Gaya Belajar Visual
a. Lebih suka membaca daripada dibacakan oleh orang lain
b. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada harus pidato
c. Lebih mudah mengingat apa yang dilihat daripada apa yang didengar
d. Sulit mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis
e. Sering lupa menyampaikan pesan yang sifatnya verbal kepada orang lain,
kecuali pesan tertulis
f. Perencana dan pengatur jangka panjang yang baik
g. Teliti terhadap detail
h. Lebih suka seni lukisan atau patung daripada musik
i. Membutuhkan pandangan dan tujuan yang menyeluruh dan bersikap waspada
sebelum yakin tentang suatu masalah atau proyek
j. Memperhatikan penampilan dalam berpakaian
k. Mempelajari materi dengan membaca catatan dan membuat ringkasan
2. Ciri-Ciri Gaya Belajar Auditori
a. Mudah terganggu oleh keributan
b. Senang mendengarkan dan membaca dengan suara keras
c. Pembicara atau orator yang fasih
d. Sulit untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
e. Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar
f. Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik
g. Lebih suka musik daripada seni lukis atau patung
h. Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada
yang dilihat
3. Ciri-Ciri Gaya Belajar Kinestetik
a. Suka menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian
b. Belajar lewat praktik atau simulasi
c. Menghafal dengan cara berjalan-jalan
d. Berdiri dekat dengan orang yang diajak bicara
e. Tidak mudah terganggu dengan situasi berisik
f. Memakai jari sebagai penunjuk saat membaca
g. Banyak menggunakan isyarat tubuh saat bicara atau menjelaskan sesuatu
h. Sulit mengingat tempat kecuali jika pernah ke tempat tersebut
i. Suka permainan yang menyibukkan
j. Suka belajar memakai objek tertentu sebagai alat bantu
Berdasarkan pada ciri-ciri pada setiap gaya belajar menurut pendapat ahli,
maka dapat disimpulkan ciri-ciri gaya belajar yang akan diamati dalam penelitian ini
yaitu tergambar dalam tabel 2.1 berikut:
Tabel 2.1
Gaya Belajar Siswa
No Gaya Belajar Aspek Gaya Belajar
1 Visual Suka belajar menggunakan media gambar, grafik,
dan diagram
Suka membaca tulisan yang ada gambarnya
Rapi dan teratur dalam mengerjakan tugas
Lebih mudah mengingat apa yang dilihat
Berbicara dengan cepat
2 Auditori Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan
panjang lebar
Senang belajar menggunakan media musik dan
bernyanyi
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada,
birama, dan warna suara
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
Suka belajar dengan cara bercerita
3 Kinestetik Belajar lewat praktik atau stimulasi
Suka belajar memakai objek tertentu sebagai alat
bantu
Suka belajar dengan permainan
Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
Tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lama
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian
3.1.1 Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang
memberikan penjelasan-penjelasan secara mendalam mengenai data penelitian.
Bogden dan Taylor (dalam Suwendra, 2018: 4) menjelaskan bahwa penelitian
kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-
kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati.
3.1.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriftif kualitatif. Menurut Sanjaya (2015: 47) adalah metode penelitian yang
bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentang realitas sosial
dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat yang menjadi subjek penelitian
sehingga tergambarkan ciri, karakter, sifat, dan model dari fenomena tersebut. Pada
penelitian ini yang akan dideskripsikan adalah tentang gaya belajar siswa kelas II SD
Negeri 26 Sungai Pinyuh.
3.2 Rencana dan Lokasi Penelitian
3.2.1 Rencana Penelitian
Rencana penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti dalam penelitian ini,
akan dijelaskan dengan table 3.1 sebagai berikut:
Tabel 3.1 Rencana Penelitian
No Jenis Kegiatan Waktu Pelaksanaan
Juli 2025 Agustus 2025 September 2025
1 Menyusun Instrumen
2 Koordinasi Sekolah
3 Observasi
4 Menyusun Hasil Observasi
5 Mengolah Data
6 Menganalisis Data
Tabel 3.1 di atas menjelaskan rencana penelitian dan waktu pelaksanaannya di
mulai dari bulan Juli 2025 sampai bulan Agustus 2025.
3.2.2 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian deskriftif mengenai profil gaya belajar ini akan dilaksanakan
di kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh yang beralamat di Sungai Pinyuh, Kecamatan
Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.
3.3 Data dan Sumber Data
3.3.1 Data
Menurut John J. Longkutoy dalam Zakky (2020) data adalah suatu istilah
majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang
dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka, huruf-
huruf, atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek, kondisi atau situasi,
dan lain-lain. Adapun data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Data hasil lembar observasi langsung mengenai profil gaya belajar pada siswa
kelas II di SD Negeri 26 Sungai Pinyuh.
2) Data hasil lembar wawancara dengan guru mengenai profil gaya belajar pada
siswa kelas II di SD Negeri 26 Sungai Pinyuh.
3.3.2 Sumber Data
Sumber data merupakan di mana data diperoleh. Menurut Zakky (2020) yang
dimaksud sumber data adalah subjek dari mana data itu diperoleh. Sumber data bisa
didapatkan dari mana saja yang ada di lingkungan sekitar kita. Sumber data dalam
penelitian ini adalah Guru dan Siswa kelas II yang berjumlah 35 orang siswa, dengan
jumlah siswa laki-laki 20 orang dan jumlah siswa perempuan 15 orang di SD Negeri
26 Sungai Pinyuh. Peneliti akan melaksanakan observasi langsung terhadap guru
kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh pada proses pembelajaran yang terjadi pada
siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh menggunakan lembar observasi dan
pedoman wawancara untuk melihat profil gaya belajar yang sering digunakan baik
secara visual, auditori, dan kinestetik, faktor-faktor yang mempengaruhi, dampaknya
pada proses pembelajaran serta hasil belajar siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai
Pinyuh.
3.4 Teknik dan Instrumen Penelitian
Teknik dan instrumen penelitian sangat penting dalam proses analisis data
penelitian. Berikut ini adalah penjelasan teknik dan instrumen penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini.
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data
1. Observasi
Satu diantara teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik observasi. Menurut Zakky (2020) pengamatan atau observasi
adalah sebuah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud
merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena
berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk
mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu
penelitian.
Observasi atau pengamatan ini dilaksanakan pada siswa kelas II SD Negeri 26
Sungai Pinyuh mengenai profil gaya belajarnya.
2. Wawancara
Penelitian ini juga menggunakan wawancara. Menurut Gumilang (2025)
wawancara adalah salah satu teknik yang sering digunakan untuk mengumpulkan
informasi atau data dari seseorang atau kelompok orang. Wawancara dapat
dilakukan secara lisan atau tertulis, dan dapat dilakukan oleh seorang atau
sekelompok orang yang disebut interviewer.
3.4.2 Instrumen pengumpulan Data
1. Lembar Observasi
Berikut ini adalah lembar observasi yang akan digunakan dalam penelitian profil
gaya belajar siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh.
Tabel 3.1
Lembar Observasi Gaya Belajar Siswa
No Gaya Belajar Aspek Gaya Belajar
1 Visual Suka belajar menggunakan media gambar, grafik,
dan diagram
Suka membaca tulisan yang ada gambarnya
Rapi dan teratur dalam mengerjakan tugas
Lebih mudah mengingat apa yang dilihat
Berbicara dengan cepat
2 Auditori Suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan
panjang lebar
Senang belajar menggunakan media musik dan
bernyanyi
Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada,
birama, dan warna suara
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
Suka belajar dengan cara bercerita
3 Kinestetik Belajar lewat praktik atau stimulasi
Suka belajar memakai objek tertentu sebagai alat
bantu
Suka belajar dengan permainan
Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
Tidak dapat duduk diam dalam waktu yang lama
2. Angket Siswa
Berikut ini adalah alat pengumpul data wawancara yang akan diberikan pada
siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh.
Tabel 3.2
Angket Gaya Belajar Siswa
Nama Siswa :
Nama Sekolah :
Kelas :
No Pernyataan Setuju Tidak Setuju
1 Saya suka belajar menggunakan gambar
2 Saya suka membaca jika ada gambarnya
3 Saya menulis dengan rapi
4 Saya suka belajar menggunakan music
5 Saya suka membaca nyaring
6 Saya suka belajar dengan nyanyian
7 Saya suka belajar dengan barang-barang
8 Saya suka dengan percobaan saat belajar
9 Saya suka belajar dengan permainan
3. Dokumentasi
Dokumentasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengambilan gambar-
gambar proses observasi dan pengisian angket selama penelitian yang dianggap
penting.
3.5 Analisis Data
Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data
kualitatif. Menurut Pusparini (2025) Analisis data merupakan pengolahan data
mentah menjadi informasi yang bermakna. Dalamn prosesnya melibatkan
pengumpulan, pembersihan, dan pengolahan informasi dengan tujuan menemukan
pola, hubungan hingga tren untuk pengambilan keputusan. Analisis data dalam
penelitian kualitatif ini menggunakan model Miles dan Huberman (dalam Sugiono,
2019: 321) yang terdiri dari proses pengumpulan datareduksi data, dan penerikan
kesimpulan. Berikut ini adalah penjelasannya dari ketiga proses yang telah
dijelaskan di atas.
1. Pengumpulan Data
Dalam peenelitian kualitatif pengumpulan data dengan wawancara, observasi,
dan dokumentasi atau gabungan ketiganya (triangulasi). Pengumpulan data
dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan sehingga data yang diperoleh
akan banyak. Pada tahap awal peneliti melakukan penjelajahan secara umum
terhadap situasi/ objek yang diteliti, semua yang dilihat dan didengar direkam
semua. Dengan demikian peneliti akan memperoleh data yang sangat banyak dan
sangat bervariasi.
2. Reduksi Data
Mereduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan
pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah
direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah
peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila
diperlukan.
3. Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah untuk menjawab rumusan masalah
yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin tidak, karena masalah dan rumusan
masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan
berkembang setelah penelitian berada di lapangan.
3.6 Pengecekan Keabsahan Temuan Data
Pengecekan keabsahan data perlu dilakukan untuk apakah penelitian yang
dilakukan benar-benar penelitian ilmiahdan untuk menguji data yang telah
diperoleh selama penelitian. Berdasarkan pada pendapat Sugiono (2019: 368)
terdiri dari triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber pada penelitian ini adalah memeriksa validitas data
berupa data observasi yang berupa lembar observasi dan data wawancara
berupa angket yang diberikan kepada siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai
Pinyuh.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik pada penelitian ini adalah memeriksa valititas data
menggunakan lembar observasi dan angket apabila untuk mendapatkan
jawaban penelitian yang beragam. memperoleh hasil yang berbeda maka
peneliti harus melakukan komunikasi dan diskusi lagi kepada sumber data
yaitu siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh untuk mendapatkan data
yang lebih valid sampai ditemukan data yang pasti. Hal ini sesuai dengan
pendapat Sugiono (2019: 369) bila dengan tiga teknik pengujian
kredibilitasdata tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda maka
peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang
bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap
benar atau mungkin semuanya benar, karena sudut pandangnya berbeda-
beda.
3. Triangulasi Waktu
Data angket diisi oleh siswa kelas II SD Negeri 26 Sui Pinyuh pada pagi hari
guna mendapatkan hasil data pada saat keadaan siswa tersebut masih fres
dan kondisi bersemangat. Untuk menguji kreadibilitas data maka angket juga
diberikan pada saat siang hari menjelang siswa kelas II SD Negeri akan
pulang sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiono (2019: 369) yaitu
bila hasil ujian menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara
berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya
3.7 Tahap-Tahap Penelitian
Tahap-tahap penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini aterdiri
dari 4 tahapan yaitu pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan, tahap
penyusunan laporan. Tahapan penelitian ini berpedoman pada pendapat Sugiono
(2019: 29) yang menyatakan tahap-tahap penelitian secara utuh mencakup kegiata
yang dilakukan antara lain yaitu pengumpulan data, pelaksanaan analisis data,
pengecekan keabsahan temuan data, dan pelaporan. Berikut ini adalah tahap-tahap
pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan menggunakan cara observasi dan wawancara tidak
langsung menggunakan angket
2. Analisis Data
Analisis data diperoleh melalui hasil dokumen atau data observasi dan
wawancara. Pada tahap ini peneliti mengorganisasikan data secara terstruktur dan
sistematis agar dapat memberikan informasi secara detail dan mudah dipahami.
3. Pengecekan Keabsahan
Pengecekan keabsahan dilakukan dengan memvaliditas data hasil penelitian ini
dalam pengujian data yang diperoleh. Pengecekan keabsahan data ini
membuktikan apakah penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian
ilmiah yang benar.
4. Tahap Penyusunan Laporan
Penyusunan laporan pada penelitian ini merupakan tahap akhir yang peneliti
lakukan. Peneliti membuat lapolan secara tertulis dari awal penelitian mulai dari
membuat laporan hasil onservasi proses pembelajaran siswa kelas II SD Negeri
26 Sungai Pinyuh, selanjutnya membuat laporan tertulis hasil angket yang telah
diisi oleh siswa kelas II SD Negeri 26 Sungai Pinyuh. Setetah laporan selesai di
rancang, peneliti akan menyerahkan laporan untuk diperiksa dan diperbaiki
sampai siap untuk diujikan.
DAFTAR RUJUKAN
Ina. (2022). 5 Macam Gaya Belajar dan Ciri-Cirinya, (Online),
([Link] diakses 18 Maret
2025.
Gumilang, Nanda Akbar. (2023). Pengertian Wawancara: Jenis, Teknik, dan
Fungsinya. (Online), ([Link]
diakses pada 18 Maret 2025.
Klein, Melanie. (2015). Pengertian Gaya Belajar dan Teori Gaya Belajar, (Online),
([Link]
[Link]), diakses 25 Februari 2025.
Nesia. (2021). Gaya Belajar Siswa (Pengertian, Jenis dan Faktor yang
Mempengaruhi), (Online), ([Link]
siswa#google_vignette), diakses 10 Maret 2025.
Pusparini, Esti Tri. (2025). Analisis Data: Pengertian, Jenis dan Proses Analisisnya,
(Online), ([Link] diakses 20 April 2025.
Riadi, Muchlisin. (2021). Pengertian, Jenis dan Implikasi Gaya Belajar, (Online),
([Link] diakses 25 Februari 2025.
Sanjaya, Wina. (2015). Penelitian Pendidikan, Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta:
Kencana.
Sugiono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. (Edisi 2).
Bandung: Alfabeta.
Suwendra. I Wayan. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial
Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan. Badung: Nila Cakra.
Tsani, Tisyrin Naufalty. (2022). Cara Optimalkan Gaya Belajar Agar Prestasi Kian
Melesat, (Online),
([Link]
optimalkan-macam-macam-gaya-belajar/), diakses 6 Maret 2025.
Zakky. (2020). Pengertian Data, Definisi, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Sumbernya,
(Online), ([Link] diakses 15
Maret 2025.
Zakky, (2020). Pengertian Observasi Menurut Para Ahli dan Secara Umum, (Online),
([Link] diakses 15 April
2025.