100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
210 tayangan12 halaman

Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan di Kelas

Modul ajar ini membahas mitigasi dan adaptasi kebencanaan dalam konteks IPS (Geografi) untuk siswa kelas XI. Materi mencakup jenis bencana, faktor penyebab, serta strategi mitigasi dan adaptasi, dengan penekanan pada keterampilan analisis dan kolaborasi. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan proyek dan diskusi kelompok untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko bencana.

Diunggah oleh

Mayana Mayana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
210 tayangan12 halaman

Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan di Kelas

Modul ajar ini membahas mitigasi dan adaptasi kebencanaan dalam konteks IPS (Geografi) untuk siswa kelas XI. Materi mencakup jenis bencana, faktor penyebab, serta strategi mitigasi dan adaptasi, dengan penekanan pada keterampilan analisis dan kolaborasi. Pembelajaran dirancang dengan pendekatan proyek dan diskusi kelompok untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa terhadap risiko bencana.

Diunggah oleh

Mayana Mayana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : IPS (GEOGRAFI)


BAB 4: MITIGASI DAN ADAPTASI KEBENCANAAN

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : .....................................................................................
Nama Penyusun : .....................................................................................
Mata Pelajaran : IPS (Geografi)
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diharapkan sudah memiliki pengetahuan dasar tentang konsep geosfer
(litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, antroposfer) dan karakteristik wilayah Indonesia
sebagai negara kepulauan yang rawan bencana. Mereka juga diharapkan telah memahami
berbagai fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi dari bab-bab sebelumnya.
Keterampilan yang sudah dimiliki meliputi kemampuan membaca peta sederhana,
mengidentifikasi informasi dari teks, dan berdiskusi dalam kelompok. Pemahaman
mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesadaran akan potensi ancaman di
sekitar lingkungan mereka juga akan menjadi prasyarat. Asesmen awal akan digunakan
untuk memetakan sejauh mana pemahaman ini dan mengidentifikasi kesenjangan
pengetahuan, terutama terkait respons terhadap bencana.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi "Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan" adalah jenis pengetahuan konseptual,
prosedural, dan faktual yang sangat relevan dengan kehidupan nyata peserta didik,
terutama mengingat Indonesia adalah negara yang rawan bencana. Materi ini akan
membahas berbagai jenis bencana alam dan non-alam, faktor penyebabnya, serta strategi
mitigasi (struktural dan non-struktural) dan adaptasi bencana. Tingkat kesulitan materi ini
sedang hingga tinggi, karena melibatkan pemahaman konsep ilmiah (misalnya, lempeng
tektonik, siklon tropis), analisis risiko, serta keterampilan merencanakan tindakan
konkret. Struktur materi meliputi: jenis dan karakteristik bencana, siklus bencana,
mitigasi bencana (pra-bencana, saat bencana, pasca-bencana), serta adaptasi terhadap
perubahan iklim. Integrasi nilai dan karakter akan ditekankan pada kepedulian sosial,
tanggung jawab, kemandirian dalam menghadapi situasi darurat, kolaborasi dalam upaya
mitigasi, dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari
adaptasi bencana.

D. DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


Dalam pembelajaran Bab IV ini, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
● Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Membangun kesadaran akan
kebesaran Tuhan melalui fenomena alam dan pentingnya berserah diri serta berusaha
dalam menghadapi bencana.
● Kewargaan: Mendorong rasa tanggung jawab sebagai warga negara untuk aktif
dalam upaya mitigasi dan adaptasi bencana di lingkungan sekitar.
● Penalaran Kritis: Melatih peserta didik untuk menganalisis faktor penyebab
bencana, mengevaluasi efektivitas kebijakan mitigasi, dan merumuskan strategi
adaptasi yang tepat.
● Kolaborasi: Peserta didik akan bekerja sama dalam kelompok untuk merancang
simulasi evakuasi bencana atau menyusun rencana kontingensi.
● Komunikasi: Peserta didik akan berlatih mengkomunikasikan informasi
kebencanaan, rencana mitigasi, dan hasil analisis mereka melalui presentasi dan
kampanye.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis jenis dan karakteristik bencana
alam dan non-alam, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merancang strategi
mitigasi bencana (struktural dan non-struktural) dan adaptasi terhadap perubahan iklim
sebagai upaya pengurangan risiko bencana.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Sosiologi: Dampak sosial bencana, peran komunitas dalam kesiapsiagaan bencana,
pembangunan kembali masyarakat pasca-bencana.
● Fisika/Ilmu Pengetahuan Alam: Konsep gempa bumi, tsunami, gunung api,
dinamika atmosfer (untuk siklon), hidrologi (untuk banjir).
● Biologi: Dampak bencana terhadap ekosistem, konservasi lingkungan sebagai bagian
dari adaptasi.
● Teknologi Informasi dan Komunikasi: Pemanfaatan sistem informasi geografis
(SIG), aplikasi kebencanaan, media sosial untuk penyebaran informasi.
● Pendidikan Agama: Konsep bencana sebagai ujian, pentingnya doa dan ikhtiar,
kepedulian terhadap sesama korban bencana.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Mengidentifikasi Jenis dan Karakteristik Bencana
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian bencana alam dan non-alam dengan
benar.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai jenis bencana alam (geologis,
klimatologis, ekstraterestrial) dan non-alam (epidemi, gagal teknologi) beserta
karakteristiknya.
● Peserta didik mampu menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya berbagai jenis
bencana.
Pertemuan 2: Memahami Siklus Bencana dan Konsep Mitigasi
● Peserta didik mampu menjelaskan siklus bencana (pra-bencana, saat bencana, pasca-
bencana).
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian mitigasi bencana dan tujuannya.
● Peserta didik mampu mengklasifikasikan mitigasi bencana berdasarkan sifatnya
(struktural dan non-struktural).
Pertemuan 3: Merancang Mitigasi Bencana Geologis (Gempa Bumi, Tsunami,
Gunung Meletus)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko bencana geologis di
wilayah Indonesia.
● Peserta didik mampu merumuskan strategi mitigasi struktural dan non-struktural
untuk bencana gempa bumi, tsunami, dan gunung meletus.
● Peserta didik mampu membuat poster/infografis tentang langkah-langkah mitigasi
bencana geologis.
Pertemuan 4: Merancang Mitigasi Bencana Klimatologis (Banjir, Tanah Longsor,
Kekeringan, Angin Puting Beliung)
● Peserta didik mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko bencana
klimatologis di wilayah Indonesia.
● Peserta didik mampu merumuskan strategi mitigasi struktural dan non-struktural
untuk bencana banjir, tanah longsor, kekeringan, dan angin puting beliung.
● Peserta didik mampu menyusun narasi simulasi evakuasi untuk salah satu bencana
klimatologis.
Pertemuan 5: Memahami Adaptasi Perubahan Iklim dan Bencana Non-Alam
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian adaptasi perubahan iklim dan
urgensinya.
● Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh-contoh upaya adaptasi terhadap
dampak perubahan iklim.
● Peserta didik mampu menjelaskan karakteristik dan mitigasi bencana non-alam
(epidemi/pandemi, kebakaran hutan, gagal teknologi).
Pertemuan 6: Proyek Lingkungan Berbasis Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan
● Peserta didik mampu menganalisis risiko bencana di lingkungan sekitar sekolah atau
tempat tinggalnya.
● Peserta didik mampu merancang sebuah proyek sederhana (misalnya, peta evakuasi,
kampanye kesiapsiagaan, simulasi) sebagai bentuk mitigasi atau adaptasi
kebencanaan.
● Peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil proyeknya secara efektif.

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


Topik pembelajaran akan berfokus pada pengalaman nyata dan isu-isu aktual terkait
kebencanaan, seperti:
● "Mengapa Indonesia sering terjadi gempa bumi dan tsunami?"
● "Apa yang harus kita lakukan jika terjadi gempa di sekolah atau rumah?"
● "Bagaimana cara mengetahui daerah rawan banjir di sekitar kita?"
● "Apa hubungan antara penebangan hutan dan tanah longsor?"
● "Mengapa suhu bumi semakin panas dan bagaimana dampaknya terhadap kita?"
● "Bagaimana peran masyarakat dalam mengurangi risiko bencana?"

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK:
● Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Peserta didik
dapat membuat peta risiko bencana lokal, merancang poster/infografis kampanye
kesiapsiagaan bencana, membuat video simulasi evakuasi, atau mengembangkan
modul sederhana edukasi bencana untuk komunitas.
● Diskusi Kelompok: Melalui diskusi kelompok, peserta didik akan menganalisis studi
kasus bencana, memecahkan masalah mitigasi, dan merumuskan rencana adaptasi.
● Eksplorasi Lapangan (Virtual/Studi Kasus): Mengunjungi situs web BNPB
(Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi,
Klimatologi, dan Geofisika), PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi) secara virtual untuk mengakses data dan informasi kebencanaan.
Menganalisis berita atau video dokumenter bencana.
● Wawancara (Opsional): Jika memungkinkan, peserta didik dapat mewawancarai
anggota BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat, relawan bencana,
atau warga yang pernah menjadi korban bencana untuk mendapatkan perspektif
langsung.
● Presentasi: Peserta didik akan mempresentasikan hasil proyek, analisis studi kasus,
atau temuan dari diskusi kelompok.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru Geografi, Guru IPA (untuk konsep ilmiah bencana),
Guru Pendidikan Agama (untuk nilai-nilai kebencanaan), Tim Kesiswaan (untuk
simulasi evakuasi).
● Lingkungan Luar Sekolah: BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),
BMKG, PVMBG, PMI (Palang Merah Indonesia), komunitas peduli bencana, warga
lokal yang tinggal di daerah rawan bencana.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas dengan akses internet dan proyektor, papan tulis interaktif, ruang
diskusi kelompok yang fleksibel. Jika memungkinkan, kunjungan ke kantor BPBD
atau lokasi yang pernah terdampak bencana (dengan pengawasan ketat).
● Ruang Virtual: Pemanfaatan situs resmi BNPB, BMKG, PVMBG, YouTube (untuk
video dokumenter bencana dan edukasi), platform LMS (Google Classroom) untuk
berbagi materi, pengumpulan tugas, dan forum diskusi. Penggunaan aplikasi peta
(Google Maps, ArcGIS Online) untuk analisis risiko.
● Budaya Belajar: Mendorong budaya belajar yang responsif terhadap isu-isu
kebencanaan. Membangun rasa empati terhadap korban bencana dan semangat
gotong royong dalam kesiapsiagaan. Mendorong partisipasi aktif, kolaborasi, dan
kemandirian dalam mencari dan menganalisis informasi geospasial terkait bencana.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital/Sumber Online: Mengarahkan peserta didik untuk
mengakses laporan bencana dari BNPB, artikel ilmiah tentang mitigasi, dan berita
terkini tentang bencana.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan fitur forum di Google Classroom atau
platform lain untuk diskusi, tanya jawab tentang risiko bencana di daerah mereka,
atau berbagi pengalaman terkait kesiapsiagaan.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms untuk kuis, asesmen awal, atau
kuesioner refleksi. Penggunaan rubrik digital untuk penilaian proyek.
● Kahoot!/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif tentang jenis-jenis bencana
atau langkah-langkah mitigasi.
● Google Classroom: Sebagai pusat manajemen pembelajaran (mengunggah materi,
mengumpulkan tugas, pengumuman, penjadwalan).
● Aplikasi Peta Digital: Google Maps, Google Earth, atau aplikasi SIG sederhana
untuk mengidentifikasi daerah rawan bencana dan merancang jalur evakuasi.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


PERTEMUAN 1: MENGIDENTIFIKASI JENIS DAN KARAKTERISTIK
BENCANA
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembukaan dan Pengkondisian Kelas (Berkesadaran): Guru menyapa peserta
didik, memeriksa kehadiran, dan menciptakan suasana positif.
● Pemicu dan Motivasi (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat
tentang berbagai fenomena bencana alam (gempa, tsunami, banjir, gunung meletus)
yang dramatis namun edukatif. "Apa yang kalian rasakan saat melihat video tadi?
Apakah itu menakutkan? Mengapa hal itu bisa terjadi?"
● Apersepsi (Bermakna): "Di Indonesia, kita sering mendengar berita tentang
bencana. Menurut kalian, apa itu bencana? Apakah semua kejadian alam disebut
bencana?" Guru mengaitkan dengan pengalaman atau pengetahuan awal peserta
didik.
● Tujuan Pembelajaran (Berkesadaran): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
hari ini tentang jenis dan karakteristik bencana, serta relevansinya dalam kehidupan.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Jenis-jenis Bencana (Memahami, Bermakna):
● Guru menjelaskan pengertian bencana alam (geologis, klimatologis, ekstraterestrial)
dan non-alam (epidemi, gagal teknologi) dengan contoh konkret yang terjadi di
Indonesia.
● Peserta didik secara berkelompok ditugaskan untuk mencari informasi dari buku teks
atau sumber digital tentang satu jenis bencana dan karakteristiknya.
Diskusi Faktor Penyebab Bencana (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Setiap kelompok mempresentasikan jenis bencana yang mereka eksplorasi, termasuk
faktor penyebabnya (misalnya, gempa bumi karena pergerakan lempeng tektonik,
banjir karena curah hujan tinggi dan tata ruang buruk).
● Diskusi kelas tentang bagaimana faktor alam dan faktor manusia berkontribusi
terhadap terjadinya bencana. (Diferensiasi konten: Guru menyediakan kartu
bergambar bencana dan faktor penyebabnya untuk dicocokkan).
Mapping Risiko Lokal (Merefleksi, Berkesadaran):
● Peserta didik diminta untuk memikirkan potensi bencana yang mungkin terjadi di
lingkungan tempat tinggal atau sekolah mereka, berdasarkan karakteristik geografi
lokal.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan tiga jenis bencana yang paling
berisiko terjadi di Indonesia dan satu faktor utama penyebabnya.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum terhadap
pemahaman konsep dan partisipasi diskusi.
● Kesimpulan: Guru bersama peserta didik menyimpulkan berbagai jenis bencana dan
pentingnya memahami penyebabnya.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk pertemuan
berikutnya tentang siklus bencana dan mitigasi.

PERTEMUAN 2: MEMAHAMI SIKLUS BENCANA DAN KONSEP MITIGASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru menampilkan gambar-gambar sebelum, saat,
dan sesudah bencana. "Apa yang harus kita lakukan di setiap fase ini?"
● Pemicu (Bermakna): "Mengapa kita tidak bisa mencegah semua bencana, tetapi kita
bisa mengurangi dampaknya?"
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang siklus
bencana dan konsep mitigasi.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Siklus Bencana (Memahami, Bermakna):
● Guru menjelaskan siklus bencana (pra-bencana, saat bencana, pasca-bencana) dengan
menggunakan diagram alir.
● Peserta didik menganalisis kegiatan atau tindakan yang dilakukan pada setiap fase
siklus bencana.
Diskusi Konsep Mitigasi (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Guru menjelaskan pengertian mitigasi bencana dan tujuannya.
● Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan perbedaan antara mitigasi struktural
(misalnya, pembangunan tanggul) dan mitigasi non-struktural (misalnya, edukasi
bencana).
Studi Kasus Mitigasi (Merefleksi, Berkesadaran):
● Guru memberikan contoh nyata upaya mitigasi yang pernah dilakukan di suatu daerah
(misalnya, sistem peringatan dini tsunami di Aceh) dan meminta peserta didik
menganalisis efektivitasnya.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan satu contoh mitigasi struktural
dan satu contoh mitigasi non-struktural yang paling mereka pahami.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas pemahaman
konsep dan partisipasi diskusi.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan siklus bencana dan pentingnya upaya mitigasi
untuk mengurangi risiko.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk materi mitigasi
bencana geologis.

PERTEMUAN 3: MERANCANG MITIGASI BENCANA GEOLOGIS


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru menampilkan berita tentang gempa bumi
terkini atau aktivitas gunung berapi. "Bagaimana kita bisa lebih aman jika kita tinggal
di daerah rawan gempa atau dekat gunung berapi?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep mitigasi.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang mitigasi
bencana geologis.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Potensi Bencana Geologis (Memahami, Penalaran Kritis):
● Guru menjelaskan karakteristik gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi,
serta daerah-daerah rawan di Indonesia.
● Peserta didik mengamati peta kerawanan bencana geologis di Indonesia (dari buku
atau sumber digital).
Perencanaan Mitigasi (Mengaplikasi, Kolaborasi, Kreativitas):
● Dalam kelompok, peserta didik merancang rencana mitigasi bencana geologis
(misalnya, persiapan gempa di rumah/sekolah, jalur evakuasi tsunami, langkah
menghadapi erupsi gunung berapi). Mereka bisa membuat mind map atau flowchart.
Pembuatan Poster/Infografis (Mengaplikasi, Kreativitas, Komunikasi):
● Peserta didik membuat poster atau infografis sederhana yang berisi informasi penting
tentang mitigasi salah satu bencana geologis. (Diferensiasi produk: Peserta didik
dapat memilih format presentasi infografis, video, atau poster manual).

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan tiga hal penting yang harus
disiapkan sebelum terjadi gempa bumi.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas desain
poster/infografis dan kelengkapan informasinya.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan langkah-langkah mitigasi bencana geologis dan
pentingnya kesiapsiagaan.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk materi mitigasi
bencana klimatologis.

PERTEMUAN 4: MERANCANG MITIGASI BENCANA KLIMATOLOGIS


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemanasan (Menggembirakan): Guru menampilkan video tentang banjir bandang
atau tanah longsor. "Apa yang menyebabkan bencana ini sering terjadi di musim
hujan?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep mitigasi.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang mitigasi
bencana klimatologis.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Potensi Bencana Klimatologis (Memahami, Penalaran Kritis):
● Guru menjelaskan karakteristik banjir, tanah longsor, kekeringan, dan angin puting
beliung, serta daerah-daerah rawan di Indonesia.
● Peserta didik mengamati contoh kasus bencana klimatologis dari berita atau studi
kasus.
Perencanaan Mitigasi (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Dalam kelompok, peserta didik merancang rencana mitigasi bencana klimatologis
(misalnya, pencegahan banjir di lingkungan sekolah, penanaman pohon untuk
mencegah longsor, konservasi air untuk kekeringan).
Simulasi Evakuasi (Mengaplikasi, Kreativitas, Komunikasi):
● Peserta didik menyusun narasi skenario simulasi evakuasi untuk salah satu bencana
klimatologis yang relevan dengan lingkungan sekolah atau tempat tinggal mereka.
Mereka bisa membuat storyboard sederhana atau daftar langkah-langkah evakuasi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan dua tindakan pencegahan yang
paling efektif untuk mengurangi risiko banjir di perkotaan.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas rencana mitigasi
dan skenario simulasi.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan pentingnya mitigasi bencana klimatologis dan
peran aktif masyarakat.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk materi adaptasi
perubahan iklim dan bencana non-alam.

PERTEMUAN 5: MEMAHAMI ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DAN


BENCANA NON-ALAM
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemicu (Menggembirakan): Guru menampilkan video singkat tentang dampak
perubahan iklim global atau berita tentang wabah penyakit. "Bagaimana perubahan
iklim memengaruhi kehidupan kita? Apa itu pandemi?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali konsep bencana dan mitigasi.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang adaptasi
perubahan iklim dan bencana non-alam.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Eksplorasi Adaptasi Perubahan Iklim (Memahami, Bermakna, Penalaran Kritis):
● Guru menjelaskan pengertian adaptasi perubahan iklim, urgensinya, dan contoh-
contoh upaya adaptasi (misalnya, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan
sampah, penanaman mangrove).
● Peserta didik mendiskusikan mengapa adaptasi perubahan iklim penting bagi masa
depan.
Diskusi Bencana Non-Alam (Mengaplikasi, Kolaborasi):
● Guru menjelaskan karakteristik bencana non-alam (epidemi/pandemi, kebakaran
hutan karena ulah manusia, gagal teknologi).
● Peserta didik dalam kelompok menganalisis studi kasus bencana non-alam (misalnya,
pandemi COVID-19) dan mendiskusikan strategi mitigasinya.
● Wawancara (Opsional): Jika memungkinkan, melakukan wawancara singkat secara
virtual dengan petugas kesehatan atau relawan terkait penanganan bencana non-alam.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan satu contoh tindakan adaptasi
perubahan iklim yang bisa mereka lakukan di lingkungan sekolah atau rumah.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik umum atas pemahaman
konsep dan diskusi.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim dan
kesiapsiagaan menghadapi bencana non-alam.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan pengantar untuk proyek akhir.

PERTEMUAN 6: PROYEK LINGKUNGAN BERBASIS MITIGASI DAN


ADAPTASI KEBENCANAAN
KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pemicu (Menggembirakan): Guru mengajak peserta didik menonton kembali video
singkat tentang mitigasi bencana yang berhasil. "Apa yang bisa kita lakukan untuk
membuat lingkungan kita lebih aman dari bencana?"
● Review (Bermakna): Mengingat kembali semua konsep mitigasi dan adaptasi.
● Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini untuk
merancang dan mengkomunikasikan proyek.

KEGIATAN INTI (60 MENIT)


Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek (Mengaplikasi, Penalaran Kritis, Kolaborasi,
Kreativitas, Kemandirian):
● Peserta didik dalam kelompok kecil (atau individu jika proyeknya sederhana)
merancang sebuah proyek sederhana yang relevan dengan mitigasi atau adaptasi
kebencanaan di lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggal mereka. Contoh:
 Membuat peta risiko bencana di sekolah.
 Merancang jalur evakuasi di lingkungan rumah/sekolah.
 Membuat video kampanye edukasi kesiapsiagaan bencana.
 Menyusun daftar perlengkapan darurat (tas siaga bencana).
 Merancang program menanam pohon di area rawan longsor (skala kecil).
 Membuat infografis tips menghadapi kebakaran (jika di lingkungan perumahan
padat).
● Setiap kelompok mengumpulkan data, merencanakan langkah-langkah, dan mulai
mengimplementasikan proyeknya.
● Wawancara (Opsional): Jika proyeknya berupa wawancara dengan tokoh
masyarakat atau BPBD setempat, mereka melakukan wawancara tersebut.
Presentasi Hasil Proyek (Komunikasi):
● Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka. Presentasi bisa dalam
bentuk pameran mini, video presentasi, atau demonstrasi.
● Sesi tanya jawab dan umpan balik antar kelompok.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Refleksi (Berkesadaran): Peserta didik menuliskan tantangan yang mereka hadapi
dalam merancang dan melaksanakan proyek, serta pelajaran berharga yang mereka
dapatkan dari pengalaman tersebut.
● Umpan Balik (Konstruktif): Guru memberikan umpan balik atas kualitas proyek,
presentasi, dan kerja sama kelompok.
● Kesimpulan: Guru menyimpulkan pentingnya tindakan nyata dalam mitigasi dan
adaptasi bencana, serta peran setiap individu dalam menciptakan lingkungan yang
lebih aman.
● Perencanaan Selanjutnya: Guru memberikan apresiasi dan menutup kegiatan
pembelajaran.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN:
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN:
● Observasi: Guru mengamati ekspresi dan reaksi peserta didik saat menyaksikan
video pemicu, serta antusiasme mereka dalam diskusi awal.
● Wawancara (Singkat): Guru mengajukan beberapa pertanyaan terbuka kepada
peserta didik:
 "Apakah kalian pernah merasakan dampak bencana di daerah kalian atau melihat
beritanya?"
 "Menurut kalian, apa yang paling penting untuk dilakukan saat terjadi gempa?"
 "Apa itu ' mitigasi bencana' menurut pemahaman kalian?"
● Kuesioner: Kuesioner singkat (Google Forms) berisi pertanyaan tentang tingkat
kesiapsiagaan peserta didik di rumah/sekolah dan pemahaman mereka tentang jenis-
jenis bencana.
● SOAL ASESMEN AWAL:
1. Sebutkan dua jenis bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia.
2. Menurut Anda, mengapa daerah pegunungan sering mengalami tanah longsor?
3. Apa yang akan Anda lakukan pertama kali jika terjadi gempa bumi saat Anda
berada di kelas?
4. Pernahkah Anda mendengar istilah "mitigasi bencana"? Jika ya, apa yang Anda
pahami tentangnya?
5. Siapa yang bertanggung jawab dalam penanganan bencana di Indonesia?

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN:


● Tugas Harian: Observasi dan penilaian terhadap partisipasi aktif dalam diskusi
kelompok, kualitas argumen yang disampaikan, dan kontribusi dalam perencanaan
mitigasi.
● Diskusi Kelompok: Penilaian rubrik terhadap kemampuan kolaborasi, menganalisis
studi kasus bencana, merumuskan ide-ide mitigasi, dan menyajikan hasil diskusi.
● Presentasi/Produk Antara: Penilaian rubrik terhadap poster/infografis mitigasi atau
skenario simulasi evakuasi (kreativitas, kelengkapan informasi, kejelasan).
● SOAL ASESMEN PROSES (CONTOH TUGAS/DISKUSI):
1. Dalam kelompok, diskusikan perbedaan utama antara mitigasi struktural dan
mitigasi non-struktural dalam konteks bencana banjir. Berikan masing-masing
dua contoh.
2. Jika daerah tempat tinggal Anda sering mengalami gempa bumi, sebutkan tiga
persiapan yang harus Anda dan keluarga lakukan sebelum gempa terjadi.
3. Buatlah sebuah mind map yang menggambarkan siklus bencana, mulai dari pra-
bencana hingga pasca-bencana, beserta kegiatan yang dilakukan pada setiap
tahap.
4. Analisis satu berita terkini tentang bencana alam di Indonesia. Identifikasi jenis
bencananya, faktor penyebabnya, dan dampak awal yang terlihat.
5. Bagaimana peran masyarakat dalam upaya adaptasi terhadap perubahan iklim di
lingkungan sekitar Anda? Berikan contoh konkret.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN:


● Jurnal Reflektif: Peserta didik menulis refleksi pribadi tentang pemahaman mereka
terhadap mitigasi dan adaptasi kebencanaan, perubahan sikap dan kepedulian mereka,
serta bagaimana pengetahuan ini akan mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
● Tugas Akhir/Proyek:
● Proyek "Rencana Kesiapsiagaan Bencana Lingkungan Sekolah/Rumah": Setiap
kelompok atau individu membuat rencana kesiapsiagaan bencana yang spesifik untuk
lingkungan sekolah atau rumah mereka. Ini bisa berupa:
 Peta evakuasi lengkap dengan titik kumpul dan jalur aman.
 Daftar barang kebutuhan darurat (tas siaga bencana) beserta alasannya.
 Prosedur standar operasional (SOP) saat terjadi bencana tertentu.
 Kampanye singkat (video/infografis) untuk edukasi teman/keluarga tentang
kesiapsiagaan.
● Tes Tertulis (Pilihan Ganda dan Esai Singkat):
● SOAL ASESMEN AKHIR:
1. Jelaskan perbedaan antara bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability), dan risiko
bencana (risk) dalam konteks geografi kebencanaan.
2. Indonesia dikenal sebagai "Ring of Fire". Jelaskan mengapa kondisi geologis ini
menyebabkan Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi dan gunung
meletus, serta sebutkan dua upaya mitigasi yang paling efektif untuk mengurangi
risiko bencana tersebut.
3. Sebuah desa yang berada di lereng bukit sering mengalami tanah longsor saat
musim hujan. Analisislah penyebab utama tanah longsor di daerah tersebut dan
rancanglah dua strategi mitigasi (satu struktural, satu non-struktural) yang dapat
diterapkan oleh masyarakat desa.
4. Mengapa adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi sangat penting di era
modern ini? Berikan dua contoh konkret upaya adaptasi yang dapat dilakukan
oleh masyarakat perkotaan.
5. Sebagai generasi muda, bagaimana peran Anda dalam meningkatkan kesadaran
dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah atau komunitas Anda? (Jawab
dengan argumen yang jelas dan rencana aksi).

Anda mungkin juga menyukai