Rencana Pengembangan MI KH.A.Sidiq
Rencana Pengembangan MI KH.A.Sidiq
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh berbagai komponen yang saling
berkaitan. Komponen-komponen tersebut antara lain, pendidik, peserta didik, kurikulum,
sumber belajar, media pembelajaran, sarana prasarana. Komponen-komponen tersebut
merupakan suatu sistem, artinya antara komponen yang satu dengan komponen lainnya
saling mendukung, saling ketergantungan. Jika komponen yang satu terpenuhi tetapi
komponen yang lainnya tidak, maka keberhasilan pendidikan tidak akan tercapai.
Kondisi pendidikan saat ini masih jauh dari yang diharapkan karena komponen
pendukungnya masih kekurangan. Oleh karena itu harus ada upaya konkrit dari berbagai
pihak untuk mengatasinya. Pihak-pihak yang terkait dan bertanggung jawab terhadap
pendidikan menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan
nasional meliputi pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Ketiga pihak penanggung jawab
pendidikan tersebut harus mampu membuat inovasi pendidikan yang saat ini cenderung
masih banyak kekurangan mwenjadi sekolah maju dan ideal.
Pemerintah sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab terhadap pendidikan
sedang berusaha membuat inovasi pendidikan dengan lahirnya Peraturan Pemerintah
Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lingkup standar nasional
pendidikan mencakup (1) stndar isi, (2) standar proses, (3) standar kompetensi lulusan, (4)
standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana prasarana, (6) standar
pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.
Sekolah sebagai bagian dari pemerintah berkewajiban untuk mendukung dan
merealisasikan PP Nomor 19 tahun 2005 tersebut. Untuk mewujudkan harapan tersebut
kini MI [Link] menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) sebagai upaya nyata
menuju sekolah masa mendatang yang ideal sebagaimana yang diharapkan.
B. Landasan Hukum
1. UU RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional.
2. PPRI Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
3. Permendiknas Nomor 13 tentang Tugas pokok dan fungsi Kepala Sekolah.
4. Keputusan Rapat Komite Sekolah.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah ini antara lain senagai berikut:
1. Sebagai upaya untuk mendeskripsikan keadaan MI [Link] saat ini
2. Sebagai upaya untuk mendeskripsikan sekolah masa mendatang yang ideal.
3. Sebagai pedoman untuk mengembangkan sekolah sesuai dengan visi dan misi.
4. Sebagai pemberi arah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
D. Tahapan Penyusunan
1. Bersama-sama dengan tim pengembang sekolah,menganalisis strategi sekolah
yang ideal
2. Bersama-sama dengan tim pengembang sekolah, menganalisis situasi sekolah
yang ada saat ini dari berbagai komponen
3. Bersama-sama dengan tim pengembang sekolah, membuat formulasi sekolah
yang diharapkan yang ideal.
4. Menentukan kesenjangan antara sekolah saat ini dengan situasi sekolah
yang diharapkan.
5. Menyusun rencana pengembangan sekolah mulai dari visi dan misi sekolah.
BAB II
TUJUAN SEKOLAH
A. Visi
Visi MI [Link] :
” Terwujudnya peserta didik yang berakhlakul karimah dan unggul dalam
prestasi ”
B. Misi
Misi MI [Link] :
1. Menumbuhkan kesadaran dan penghayatan terhadap pengamalan Agama
2. Mendorong dan menumbuhkembangkan semangat berprestasi
3. Optimalisasi pembelajaran yang aktif, inopatif, kreatif, efektif dan
menyenangkan
4. Optimalisasi kegiatan ekstarkurikuler sesuai minat dan bakat siswa
5. Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif sebagai komunitas pembelajaran
6. Menciptakan managemen sekolah yang terbuka dan demokratis
C. Tujuan
Tujuan MI [Link] :
1. Semua warga sekolah bertanggung jawab atas tugas pokok dan fungsinya.
2. Kualitas akademis menunjukkan prestasi yang memuaskan.
3. Kualitas non akademis dimiliki siswa sebagai life skill.
4. Kualitas keimanan warga sekolah dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Lingkungan sekolah tertata rapih, sehingga warga sekolah merasa aman dan nyaman.
D. Sasaran
1. Meningkatnya kesadaran rasa tanggung jawab warga sekolah sesuai dengan tugas pokok
dan fungsinya.
2. Meningkatnya profesionalisme guru sehingga kualitas akademik menunjukkan prestasi yang
memuaskan.
3. Meningkatnya prestasi nonakademis selaras dengan minat dan bakat siswa.
4. Meningkatnya pembentukan karakter siswa sehingga memiliki budi pekerti, sikap dan
prilaku yang terpuji.
5. Meningkatnya penataan lingkungan sekolah yang asri, nyaman serta bermanfaat multi
fungsi bagi warga sekolah.
E. Program Strategis
1. Seluruh warga sekolah wajib melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
2. Peningkatan profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran.
3. Pengembangan bakat minat siswa dijadikan life skill dan prestasi.
4. Membudayakan nuansa Islami selama di sekolah, keluarga dan masyarakat.
5. Menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan asri
d. Tahun ke-4
1). Minimal 90 % Seluruh warga sekolah wajib melaksanakan tugas pokok dan fungsi
masing-masing.
2). Minimal 90 % Peningkatan profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran.
3). Minimal 90 % Pengembangan bakat minat siswa dijadikan life skill dan prestasi.
4). Minimal 90 % Membudayakan nuansa Islami selama di sekolah, keluarga dan
masyarakat.
5). Minimal 90 % Menciptakan suasana lingkungan yang nyaman dan asri
2. Analisis SWOT dan Pemecahan Masalah
Sasaran 1:
Kepala Sekolah, Guru, dan siswa menyadari penuh akan tanggung jawabnya sesuai dengan
tugas pokok dan fungsinya.
a. Analisis SWOT
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan faktornya Kriteria kesiapan Kondisi nyata
Faktor
Siap Tidak
1 2 3 4 5
a. Fungsi frogram
1) Faktor internal
a) Inovasi manajemen a) tinggi a) cukup tinggi
berbasis sekolah
b) Panduan penyusunan b) ada b) ada
rencana operasional
sekolah
2) Faktor eksternal
a) pemahaman stakeholder
tentang rencana strategis a) difahami secara a)belum difahami
dan rencana operasional utuh secara utuh
sekolah
b. Fungsi Kelembagaan
1) Faktor Internal a) Ada a) Ada
a) Team sekolah b) Dibuat b) Ada
b) Job Description c) Dilaksanakan c) Dilaksanakan
c) Sosialisasi d) Dilaksanakan d)Belum Periodik
d) Pertemuan stakeholder periodik e) Dijadwalkan
e) Penyusunan Renta dan Renop e) Dilaksanakan f) terlaksana
f) Pengendalian program f) Terlaksana g) Dibuat periodic
a. Pelaporan periodik
g) Dibuat periodik a) siap
2) Faktor Eksternal
a) Kesiapan Komite Sekolah dan a) siap
stakeholder a) Tersedia
c. Fungsi Sarana dan Prasarana b) Belum
memadai
1) Faktor Internal : a) Tersedia
a) Tempat pertemuan b) Tersedia a) Belum memadai
b) ATK b) Belum memadai
d. Fungsi Keuangan a) Tidak memadai
1) Faktor Internal : a) ada dan b) Tidak
a) dana memadai
b) Alokasi anggaran b) tersedia dan
memadai
2) Faktor Eksternal
a) Dukungan dari orang tua siswa a) Ada dan
b) Dukungan dari pemerintah memadai
b) Ada dan
memadai
b. Pemecahan masalah:
Hasil analisis SWOT pada sasaran 1 didapat beberapa masalah sesuai dengan kondisi nyata
tingkat kesiapan faktor, maka alternatif pemecahan masalah untuk sasaran 1 adalah:
1) Penyampaian informasi kepada guru, siswa, dan orang tua siswa tentang rencana
pengembangan sekolah
2) Pengkajian Panduan Penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Operasional
3) Menganalisa Rencana Strategis dan Rencana Operasional yang sesuai dengan
kebutuhan yang perlu dikembangkan
4) Inovasi manajemen sekolah dengan berorientasi secara menyeluruh kepada manajemen
berbasis sekolah
5) Pembuatan dan penyusunan monitoring dan evaluasi program
6) Sosialisasi pada seluruh warga sekolah dan orang tua siswa
Sasaran 2 :
Melalui Profesionalitas, kualitas Akademis seluruh mata pelajaran menunjukkan prestasi
yang memuaskan
a. Analisis SWOT
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan faktornya Kriteria kesiapan Kondisi nyata
Faktor
Siap Tidak
1 2 3 4 5
Pendukung PBM
1. Faktor Internal
a. Penggunaan metoda Bervariasi Cukup Siap
pembelajaran bervariasi
Guru mampu
b. Pemberdayaan siswa memberdayakan Guru cukup
siswa mampu
b. Pemecahan masalah:
Agar fakor-faktor yang tidak siap sesuai kondisi nyata maka alternatif pemecahan persoalan
pada sasaran 2 adalah sebagai berikut :
1) Pengadaan fasilitas pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013
2) Peningkatan metoda pembelajaran yang mengarah pada kompetensi
3) Penataan ruang belajar sesuai standar kelayakan
4) Pemberdayaan perpustakaan sekolah
5) Pengadaan sarana prasarana
6) Monitoring dan evaluasi
Sasaran 3 :
Prestasi di bidang non akademis meningkat selaras dengan minat dan bakat siswa
a. Analisis SWOT
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan faktornya Kriteria kesiapan Kondisi nyata
Faktor
Siap Tidak
1 2 3 4 5
a. Fungsi Siswa
1) Faktor Internal
a) Jumlah siswa tiap a) merata a) Kurang
ekstrakulikuler b) Tinggi b) Tinggi
b) Motivasi siswa c) Tinggi c) Kurang
c) Latar belakang/ minat siswa tiap
ekstrakulikuler d) Sesuai d) Kurang
d) Bakat e) Sesuai e) Kurang
e) Postur tubuh
2) Faktor Eksternal a) Tinggi a) Cukup tinggi
a) Dukungan orang tua b) Tinggi b) Kurang
b) Dukungan Lingkungan c) Tinggi c) Kurang
c) Dukungan instansi terkait
b. Fungsi Pendukung :
Ketenagaan a) Memadai a) cukup
1) Faktor Internal memadai
a. Jumlah pelatih b) 80 % dan b) 50 %
sesuai c) ada/ kurang
b. Kualifikasi pelatih c) ada dan kurang
c. Relepansi pelatih a) Pengalaman
2) Faktor Eksternal a) Pengalaman > >5 th
a. Pengalaman pelatih 3 th b) Tinggi
d. Fungsi Pendukung
Sarana Prasarana
1) Faktor Internal
a. Alat Olahraga a) Cukup & a) cukup
b. Alat Kesenian lengkap b) Kurang
c. [Link] olahraga b) Cukup & c) Cukup
d. [Link] kesenian lengkap d) Kurang
2) Faktor Eksternal c) Cukup &
a. Dukungan orang tua dlm lengkap a) Kurang
melengkapi kebutuhan d) Cukup &
lengkap
b. Pemecahan masalah:
Dari hasil analisis yang telah dilakukan ada beberapa factor yang belum siap. Untuk
mengatasi factor yang belum siap maka dilaksanakan alternatif pemecahan masalah
1) Penjaringan siswa yang tepat dalam memilih ekstrakulikuler selain menurut bakat dan minat
siswa, juga disesuaikan dengan kebutuhan dari cabang ekstrakulikuler yang dipilih
2) Sosialisasi dengan orang tua tentang Ekstrakulikuler yang ada di Sekolah Dasar Negeri
Margamulya pada waktu tahun ajaran baru dan pembagian raport
3) Mengirimkan pembina pada pelatihan sesuai bidangnya
4) Jadwal latihan diperbanyak disesuaikan dengan kebutuhan tiapekstrakulikuler
5) Try out dengan lingkungan luar sekolah untuk mengevaluasi hasil dari latihan
6) Melengkapi sarana Prasarana yang dibutuhkan oleh tiap ekstrakulikuler
7) Mengikuti even-even yang ada didalam dan luar kecamatan sebagai ajang prestasi
Sasaran 4:
Meningkatnya pembentukan karakter siswa sehingga memiliki budi pekerti, sikap dan prilaku
yang terpuji.
a. Analisis SWOT
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan faktornya Kriteria kesiapan Kondisi nyata
Faktor
Siap Tidak
1 2 3 4 5
a. Fungsi Ketenagaan
1) Faktor Internal
a. Guru agama a) 1 orang a) 1 orang
b. Jenis guru PAI b) 100% layak b) 100% layak
c. Pengalamanmengajar c) > 5 thn. c) > 5 thn.
2) Faktor Eksternal
a. Kepedulian guru lain 100 % mendukung
b. Kepedulian DKM mendukung mendukung
c. Kepedulian guru BK 100 % mendukung
d. Partisipasi masyarakat sekitar mendukung mendukung
sekolah 100 %
mendukung
Aktif
b. Fungsi Kurikulum
1. Faktor internal:
a) Jumlah jampel PAI a) 3 jam/minggu 3 jam/minggu
b) Kurikulum yang digunakan b) KTSP KTSP
c) KKG PAI c) 2x/bulan 1 kali/bulan
d) Evaluasi d. dilaksanakan dilaksanakan
2. Faktor eksternal:
a) Kegiatan eskul BTQ a) Ada belum
b) Tadarusan sebelum PBM b) dilaksanakan belum
c) Sholat berjamaan di sekolah c) Istirahat ke-2 belum
d) Solat Jumat di sekolah d) dilaksanakan tidak mungkin
e) PHBI e) 3 kali /tahun 3 kali/tahun
f) Pesantren f) 1 kali/tahun 1 kali/tahun
c. Fungsi Kesiswaan
1. Faktor internal
a) kesiapan siswa a) 100 % siap siap
b) antusias siswa b) 100% antusias siap
c) status keagamaan siswa c) 100% Islam 100% Islam
d) tatatertib siswa d) dibuat dibuat
e) buku masalah siswa e) dibuat dibuat
f) buku kendali siswa f) dibuat dibuat
2. Faktor eksternal
a) keterlibatan guru a) 100% dilibatkan dilibatkan
b) keterlibatan komite b) 100% dilibatkan dilibatkan
c) dukungan orang tua c) mendukung mendukung
d) keterlibatan petugas kantin d) mendukung mendukung
d. Fungsi sarana Prasarana
1. Faktor Internal
a) ada mesjid a) ada 1 tidak ada
b) kamar kecil siswa/guru b) ada 8 kamar 3 kamar
c) lokasi tempat wudu c) memadai tidak ada
d) ukuran mesjid d) 20 x 20 cm tidak ada
e) Ada Alquran e) 1 alquran: kurang
2. Faktor eksternal 1siswa
a) perangkat soalt belum ada
b) sound system mesjid a) mukena
c) alas solat 30, sarung 30 tidak ada
d) tenda penggabung mesjid b) 1 set lengkap tidak ada
e) kipas angin c) 40 lb. (0,6 x1m) tidak ada
f) pengurus mesjid d) 11 x 12m tidak ada
g) rak sandal /sepatu e) 4 buah tidak ada
f) ada tidak ada
e. Fungsi Humas g) 4 buah
1. Faktor Internal:
a) adanya pembiasaan a) terprogram
b) sosialisasi kepada orang tua a) terprogram b) dilaksanakan
c) zakat di sekolah b) dilaksanakan 3 x c) dilaksanakan
2. Faktor eksternal: c) dilaksanakan 1 x
a) dukungan orang tua a) mendukung
b) dukungan masyarakat a) mendukung b) mendukung
b) mendukung
b. Pemecahan masalah:
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama, maka ada beberapa
factor yang tidak siap. Untuk mengatasi factor-faktor yang tidak siap maka dilaksanakan
alternatif pemecahan masalah sebagai berikut :
1) Untuk pemenuhan kekurangan guru pembimbing yang professional, dengan kebijakan kepala
sekolah menugaskan guru matapelajaran yang senior untuk bertugas menjadi guru
pembimbing dengan syarat minimal harus atau pernah ikut pelatihan dan penataran tentang
pengembangan potensi anak
2) Untuk memfasilitasi terlaksanakannya tadarusan harus ditunjang oleh jumlah Al-Quran yang
cukup memadai dan guru jam pertama atau wali kelas sebagai pengawas kegiatan tersebut
agar lebih ditingkatkan (setiap anak satu Al-Quran)
3) Untuk memfasilitasi terlaksananya sholat jumatan di sekolah antara lain perlu dibangun
mesjid yang memenuhi syarat
4) Pembinaan terhadap anak dan guru-guru dalam rangka kaitan dengan program
pembiasaan dalam waktu 1 x 1 semester
5) Untuk pemenuhan kesiapan dan antusias siswa terhadap program sekolah
pada umumnya kesiswaan berupaya untuk :
a) Mengadakan pembinaan secara langsung 2 kali dalam satu tahun
b) Siswa diberi buku acuan tentang program sekolah
c) Adanya pembagian tugas yang jelas bagi siswa yang menjadi pengurus kelas
d) Memotivasi siswa agar tumbuh pada dirinya rasa memiliki apa yang ada di sekolah
e) Memotivasi siswa pentingnya kesadaran dalam pelaksanaan pembiasaan di sekolah
6) Untuk memfasilitasi kantin-kantin yang ada di sekolah agar tempatnya terbuka dan sehat
antara lain :
a) Penyediaan lokasi untuk kantin disediakan oleh sekolah secara Cuma-Cuma dan bisa
ditambah ayu diperbaiki oleh pengguna
b) Memotivasi pengguna kantin agar bisa mendukung kepada program sekolah dengan
penuh tanggung jawab
7) Memotivasi siswa dan warga sekolah untuk menumbuhkan antusias terhadap sodakoh
atau infak untuk perbaikan mesjid. Dan memotivasi para mantan atau alumni agar
bisa menyisihkan dari penghasilan melalui kotak amal yang disediakan ditempat tertentu
8) Memotivasi siswa tentang pentingnya membaca Al-Quran serta pelaksanaan sholat yang
dilaksanakan disekolah minimal setiap siswa memiliki satu Al-Quran, mukena dan sarung.
Sasaran 5 :
Penataan lingkungan yang asri dan nyaman serta bermanfaat multi fungsi bagi warga sekolah
a. Analisis SWOT
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan faktornya Kriteria kesiapan Kondisi nyata
Faktor
Siap Tidak
1 2 3 4 5
1. Fungsi Ketenagaan
a. Faktor Internal
Kesiapan guru pengajar 100% guru 100% guru
memeriksa memeriksa
kebersihan kelas kebersihan kelas
Jumlah pesuruh 1 orang 1 orang
b. Faktor Eksternal
Kerja sama dengan siswa 100 % 60 % mendukung
Kerja sama dengan mendukung 60 % mendukung
kantin sekolah 100 %
2. Fungsi Kurikulum mendukung
a. Faktor Internal 80%dimanfaatkan
Pemanfaatan taman untuk
Pembelajaran 100%
Pembelajaran di luar kelas dimanfaatkan 50%
IPA dilaksanakan
Matematika
Seni 50%
IPS dilaksanakan
b. Faktor Eksternal
Kurikulum yangmendukung
pembelajaran
3. Fungsi kesiswaan Ada tidak lengkap
a. Faktor Internal
Pembuatan jadwal piket harian dan
mingguan Ada lengkap
Melaksanakan jumat Bersih
c. Faktor Eksternal Ada
Dukungan orang tua terhadap
kebersihan Setiap Jumat
Dukungan masyarakat sekitar Ada
sekolah
4. Fungsi sarana Setiap Jumat 50 % mendukung
a. Faktor Internal
Sarana kebersihan 50 % mendukung
o Tempat sampah 100 %
o Sapu lidi dan sapu ijuk mendukung
o Mesin rumput
o Instalasi air untuk 100 % Tersedia blm.
Tanaman mendukung Lengkap
Sarana kenyamanan ruang
Pembelajaran
Memiliki pentilasi udara
Tersedia lengkap Ada belum
lengkap
Ada lengkap
5. Fungsi
Humas
3. Rencana Kerja 3
a. Membentuk Struktur Organisasi:
1) Membentuk koordinator Ekstrakurikuler
2) Membentuk Pengurus setiap jenis ekstrakurikuler
b. Membuat Tatatertib:
1) Menyusun tatib ekstrakurikuler
2) Mensosialisasikan tatatertibib ekstrakurikuler
c. Sosialisasi ekstrakurikuler
1) Sosialisasi saat PSB
2) Sosialisasi saat upacara
3) Sosialisasi saat rapat dengan komite
4) Soaialisasi pada kenaikan kelas
d. Menginventarisasi siswa:
1) Perngumuman kegiatan Ekstrakurikuler
2) Mendaftar peserta ekstrakurikuler
3) Klasifikasi bakat minat siswa
e. Jadwal pelaksanaan ekstrakurikuler:
1) Rapat pembimbing
2) Sosialisasi dengan warga
3) Menyusun jadwal kegiatan
f. Evaluasi dan pelaporan:
1) Porseni tingkat sekolah
2) Mengadakan kegiatan persahabatan
3) Laporan daftar hadir
4. Rencana Kerja 4
a. Membuat Struktur organisasi peningkatan Imtaq:
1) Sosialisasi terhadap warga & orang tua
2) Menyusun struktur organisasi
3) Menyusun tugas dan fungsi
b. Membuat acuan nuansa Islami:
1) Membuat buku pembiasaan
2) Pengisian biodata peserta
3) Menganalisis buku pembinaan
c. Melaksanakan nuansa Islami:
1) Membudayakan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun)
2) Tadarusan sebelum PBM
3) Kuliah tujuh menit
4) Sholat dhuhur berjamaah
5) Sholat Jumatan
6) Santapan rohani bagi guru
7) Melaksanakan PHBI
8) Melaks pesantren bulan Romadon
9) Kegiatan keputrian
10) Berbusana muslim
d. Monitoring dan Evaluasi
1) Pelaporan dan evaluasi
2) Monitoring dan evaluasi
5. Rencana Kerja 5
2) Membuat absensi
1) Monitoring
2) Evaluasi
C. Pelaksanaan Program
Pelaksanaan Program dapat dilihat pada Rencana Pelaksanaan Kegiatan Program
Pengembangan Sekolah Tahun Pelajaran 2011/2012. (Terlampir)
BAB IV
A. Alokasi Program
1. Program Strategis
1. Seluruh warga sekolah wajib melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
a. Prioritas Program
1 Kinerja Personal 4 4 4 12
2 Kualitas pembelajaran 5 5 5 15
4 Budaya Sekolah 3 2 3 8
5 Basis lingkungan 2 2 2 6
Jumlah 50
Berdasarkan analisis USG tersebut maka diperoleh prioritas program dengan urutan
sebagai berikut:
1) Kualiatas pembelajaran
2) Kinerja personal
4) Budaya sekolah
5) Basis lingkungan.
b. Prioritas Anggaran
Berdasarkan analisis USG seperti tampak pada tabel di atas maka Rasio anggaran
dapat kita buat sekala prioritasnya sebagai berikut:
4) Budaya sekolah 8: 50
5) Basis lingkungan 6 : 50
RN = P x R
P = nilai prioritas
N= kumulatif rentang
RN = 100%.
Anggaran MI [Link] untuk tahun pelajaran 2023/2020 sebesar Rp
…………......... dari BOS, Rp ………………… dari BOS Buku, dan Rp ……………… dari
biaya rutin; total Rp …………………….. Maka besaran biaya untuk masing-masing variable
adalah:
Total anggaran =
Rp ………………
PENUTUP
Kita semua berharap agar satuan pendidikan yang kita kelola dapat mencapai
sekolah yang diharapkan yaitu sekolah yang ideal. Sekolah yang terpenuhinya berbagai
komponen yang diperlukan antara lain personal, sarana prasarana, dan proses
pendidikannya itu sendiri. Tentu saja hal ini tidak akan tercapai sekaligus dan tanpa upaya
nyata, tetapi harus bertahap untuk meraihnya.
Kehadiran Rencana Pengembangan Sekolah ini, tentu saja diharapkan agar semua
cita-cita dan harapan menuju sekolah masa depan yang ideal dapat tercapai. Hal ini
diperlukan adanya kekompakkan berbagai komponen yang bertanggung jawab terhadap
pendidikan, yakni pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Tidak mungkin proses pendidikan
akan berhasil dengan baik kalau hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa ada peran
serta orang tua dan masyarakat.
Akhirnya semoga visi, misi, tujuan, dan program-program yang tertuang dan tidak
tertuang dalam RPS MI [Link] ini dapat tercapai dengan baik.
Kepala Sekolah,