Rencana Keselamatan Konstruksi Pagar Makam
Rencana Keselamatan Konstruksi Pagar Makam
( RKK )
Kegiatan
Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Makam Imam Bonjol
DAFTAR ISI
Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam pelaksanaan seluruh kegiatan
operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan menyediakan
tempat kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan melalui Sistem Manajeman
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Bertindak untuk CV. RANA PRATAMA JAYA dalam rangka penawaran Pembangunan Pagar Makam Imam
Bonjol pada Kelompok Kerja Pemilihan (POKJA Pemilihan) Pekerjaan Konstruksi I. T.A 2025 Alamat Jl. Dr. Susilo
no. 2 Kota Bandar Lampung
Kami berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan
bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi :
1 Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
2 Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3 Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4 Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5 Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6 Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7 Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK.
AHMAD SARPUDIN
Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Makam Imam Bonjol
1 Pekerjaan Persiapan 1 Terkena peralatan kerja, luka ringan Luka/Luka Ringan Mengunakan metode / cara kerja yang benar dan 1,00 1,00 1,00 Kecil Administratif Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
penggunaan APD sesuai [Link] rambu2
peringatan, Barikade, tali pembatas , Flagman ( Petugas
Traffic )
UU No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan
Kerja,
Permenakertrans No. 1
Tahun 1980 tentang
K3 pada Konstruksi
Bangunan, UU No. 18
Tahun 1999 tentang
Jasa Konstruksi,
Permenaker, UU No.
13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan,
Perpres 54/2010;
70/2012 Pengadaan
barang/Jasa
Pemerintah' Permen
PUPR02 - 2018
2 Pekerjaan Bongkaran 1 Terkena peralatan kerja, tertimpa material Luka/meninggal akibat Mengunakan metode / cara kerja yang benar dan 1,00 2,00 2,00 Kecil Administratif Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
bangunan, luka ringan kecelakaan penggunaan APD sesuai [Link] rambu2
peringatan, Barikade, tali pembatas , Flagman ( Petugas
Traffic )
UU No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan
Kerja,
Permenakertrans No. 1
Tahun 1980 tentang
K3 pada Konstruksi
Bangunan, UU No. 18
Tahun 1999 tentang
Jasa Konstruksi,
Permenaker, UU No.
13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan,
Perpres 54/2010;
70/2012 Pengadaan
barang/Jasa
Pemerintah' Permen
PUPR02 - 2018
URAIAN PEKERJAAN PENILAIAN TINGKAT RESIKO PENILAIAN SISA RESIKO
PERSYARATAN
NILAI TINGKAT PENGENDALIAN NILAI TINGKAT
NO. URAIAN PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA PEMENUHAN PENGENDALIAN AWAL KEMUNGKIN KEPARAHA KEMUNGK KEPARAHA KETERANGAN
RESIKO RESIKO LANJUTAN RESIKO RESIKO
PERATURAN AN ( F ) N(A) INAN ( F ) N(A)
( F X A) ( TR ) ( F X A) ( TR )
1 2 3 4 5 7 8 9 10 11 12 13 14 15
3 Pekerjaan Dinding Pagar 1 Terkena peralatan kerja, tertimpa material Luka/meninggal akibat Mengunakan metode / cara kerja yang benar dan 1,00 3,00 3,00 Kecil Administratif Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
bangunan, luka ringan kecelakaan penggunaan APD sesuai [Link] rambu2
peringatan, Barikade, tali pembatas , Flagman ( Petugas
Traffic )
UU No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan
Kerja,
Permenakertrans No. 1
Tahun 1980 tentang
K3 pada Konstruksi
Bangunan, UU No. 18
Tahun 1999 tentang
Jasa Konstruksi,
Permenaker, UU No.
13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan,
Perpres 54/2010;
70/2012 Pengadaan
barang/Jasa
Pemerintah' Permen
PUPR02 - 2018
4 Pekerjaan Gerbang 1 Terkena peralatan kerja, tertimpa material Luka/meninggal akibat Mengunakan metode / cara kerja yang benar dan 2,00 2,00 4,00 Sedang Administratif Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada
bangunan, luka ringan kecelakaan penggunaan APD sesuai [Link] rambu2
peringatan, Barikade, tali pembatas , Flagman ( Petugas
Traffic )
UU No 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan
Kerja,
Permenakertrans No. 1
Tahun 1980 tentang
K3 pada Konstruksi
Bangunan, UU No. 18
Tahun 1999 tentang
Jasa Konstruksi,
Permenaker, UU No.
13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan,
Perpres 54/2010;
70/2012 Pengadaan
barang/Jasa
Pemerintah' Permen
PUPR02 - 2018
Dibuat Oleh ;
Pekerjaan Bongkaran
2 Mengunakan metode / cara kerja yang benar dan penggunaan Melakukan Pengarahan Kerja ( Briefing ),Memberi Penjelasan
APD sesuai [Link] rambu2 peringatan, Barikade, tali kepada Pekerja agar berhati-hati dalam melaksanakan
Sepatu safety, sarung Tangan, helmet,
pembatas , Flagman ( Petugas Traffic ) Mencegah Kecelakaan kegiatan,Menyediakan APD Sesuai Kebutuhan SPMK
Nihil Kecelakaan Kerja checklist peralatan, Savety Monitoring Lapangan Zero Accident Petugas K3 Konstruksi
Kerja S.D Selesai
Vest,Masker,Kacamata Dll
Pekerjaan Gerbang
4 Mengunakan metode / cara kerja yang benar dan penggunaan Melakukan Pengarahan Kerja ( Briefing ),Memberi Penjelasan
APD sesuai [Link] rambu2 peringatan, Barikade, tali kepada Pekerja agar berhati-hati dalam melaksanakan
Sepatu safety, sarung Tangan, helmet,
pembatas , Flagman ( Petugas Traffic ) Mencegah Kecelakaan kegiatan,Menyediakan APD Sesuai Kebutuhan SPMK
Nihil Kecelakaan Kerja checklist peralatan, Savety Monitoring Lapangan Zero Accident Petugas K3 Konstruksi
Kerja S.D Selesai
Vest,Masker,Kacamata Dll
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar
Makam Imam Bonjol
Daftar Peraturan Perundang – undangan dan Persyaratan K3 yang digunakan sebagai acuan dalam
melaksanakan SMK3 Konstruksi Bidang PU antara lain sebagai berikut :
1 UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2 Permenakertrans No. 1 Tahun 1980 tentang K3 pada Konstruksi Bangunan
3 Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum KEP.174_MEN_1986
No.104_KPTS_1986 Tentang K3 di Tempat Kegiatan Konstruksi
4 UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi ;
5 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ;
6 Permen PU No. 9 Tahun 2008 tentang Pedoman SMK3
7 Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3 ;
8 Perpres 54/2010; 70/2012 Pengadaan barang/Jasa Pemerintah.
9 Permen PU No. 5 Tahun 2014 tentang Pedoman SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum
10 UU No.2 Tahun 2017 Tentang Jasa Konstruksi
11 Permen PUPR02 - 2018
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar
Makam Imam Bonjol
Dukungan Keselamatan Konstruksi dapat terwujud apabila Pihak manajemen memiliki kebijakan yang mendukung
pelaksanaan K3
Sehubungan dengan hal itu Kami menyadari bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah penting dalam
pelaksanaan seluruh kegiatan operasi perusahaan, oleh karena itu kami berkomitmen untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan dan menyediakan tempat kerja yang aman dan sehat dengan menerapkan perbaikan yang berkelanjutan
melalui Sistem Manajemam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
CV. RANA PRATAMA JAYA konsisten untuk melaksanakan pengelolaan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja
secara efektif dan efesien dengan cara :
1. Menginformasikan kepada seluruh personil baik internal dan eksternal perusahaan mengenai tanggung jawabnya
dalam pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan perusahaan
2. Mematuhi perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta mengintegrasikannya
kedalam semua aspek kegiatan operasi perusahaan
3. Meminimalkan jumlah terjadinya kesalahan kerja, terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja
Kebijakan ini dibuat untuk dapat dipahami oleh seluruh karyawan dan menjadi acuan dalam pelaksanaan seluruh
kegiatan operasi perusahaan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar
Makam Imam Bonjol
Menyediakan fasilitas yang memadai dan sumber daya sehingga kebijakan kesehatan dan keselamatan dapat
diimplementasikan dengan baik -termasuk anggaran, personil, pelatihan, kesempatan meningkatkan kualitas dan
wadah untuk berpartisipasi dalam perencanaan, evaluasi pelaksanaan, dan tindakan menuju perbaikan
Pelatihan K3 harus dimulai dengan orientasi karyawan, ketika seorang karyawan baru atau ditransfer ke pekerjaan
baru. Sesi orientasi yang berkaitan dengan K3 biasanya harus mencakup:
1. Prosedur darurat;
2. Lokasi pertolongan pertama;
3. Tanggung Jawab K3 ;
4. Pelaporan cedera, kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman;
5. Penggunaan peralatan pelindung diri (APD);
6. Hak untuk menolak pekerjaan yang berbahaya;
7. Bahaya, termasuk di luar area kerja mereka sendiri;
8. Alasan untuk setiap aturan K3.
Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam K3. Mereka bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan
dan kesehatan mereka sendiri di tempat kerja sehingga mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan
berfungsinya kebijakan K3. Untuk melakukan ini, mereka perlu menyadari dan memahami berbagai bahaya
kesehatan dan keselamatan, standar dan praktek praktek yang relevan dengan pekerjaan mereka.
C.1.1 Peralatan
Daftar Peralatan Utama yang digunakan Meliputi :
No. Jenis Peralatan Jumlah Kapasitas
1 DUMP TRUCK 1 4-6 M3
2 PICK UP 1 1-1,5 TON
3 GENSET 1 3 Kva
4 TANDON AIR 1 1 M3
C.1.2 Material
Daftar Bahan / Material yang digunakan Meliputi :
No. Jenis Bahan Dalam Negeri Luar Negeri
TERLAMPIR DI RAB
C.1.3 Biaya
Biaya Untuk Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Makam Imam Bonjol Telah Tertuang pada Analisa Biaya Item
Penyelenggaraan Keamanan dan Kesehatan Kerja Serta Keselamatan Konstruksi (K3) dengan Nilai Sebesar : Rp.
4.080.000,-
C.2 Kompetensi
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan
wajib melaksanakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan
sarana produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan,
mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.
Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk
berbagai bidang keahlian dan bidang kegiatan.
Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya
dan muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pada Paket Pekerjaan Ini Kami Menyiapkan Pelaksana, Petugas K3 Serta Pekerja dilapangan sesuai dengan yang
diperisyaratkan.
Daftar Personil Manajerial :
Riwayat Pendidikan Terakhir Jabatan Pengalaman
No. Nama Dalam
( Tahun Lulus ) ( Tahun )
Pekerjaan
1 FAJAR ANGGIT NUGROHO SMK Pelaksana 2
Petugas K3
2 AHMAD SYUKRON YUNIZAR SMK 0
Konstruksi
C.3 Kepedulian
Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
kegiatan operasional dan bisnis perusahaan yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di
perusahaan.
Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONSTRUKSI
yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja dengan penerapan program perbaikan berkelanjutan
melalui Sistem, Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001) sehingga dapat tercipta tempat
kerja yang aman serta nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja
10. Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya, termasuk
mengendalikan potensi bahaya terhadap pekerja
11. Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya
12. Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan
13. Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan
dan penyakit akibat kerja
14. Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja dapat bekerja secara
aman dan selamat
15. Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya
C.4 Komunikasi
Faktor Komunikasi memiliki unsur yang penting dalam mengkoordinasikan pelaksanaan K3 di Lapangan.
Karena hal itu, maka Kami akan membuat Prosedur Operasi Standard sebagai acuan dalam pelaksanaan di
lapangan
Dalam ISO 9001:2015 dijelaskan bahwa persyaratan mengenai Informasi Terdokumentasi adalah sbb :
1. Membuat dan memperbarui informasi didokumentasikan,
2. Dikontrol dan tersedia khususnya dan sesuai dengan yang diperlukan oleh organisasi,
3. Perlindungan yang memadai,
4. Ketentuan Distribusi yang berlaku misalnya akses, pengambilan, penggunaan, penyimpanan
5. pengendalian perubahan, retensi dan disposisi.
Ada beberapa informasi terdokumentasi yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2015
1. Bukti untuk menunjukkan kesesuaian produk / Jasa
2. Hasil kajian persyaratan yang berkaitan dengan produk dan jasa
3. Konfirmasi bahwa persyaratan desain dan pengembangan telah dipenuhi
4. Output dari proses desain dan pengembangan
5. Perubahan desain dan pengembangan
6. Hasil evaluasi, pemantauan kinerja, dan re-evaluasi penyedia eksternal
7. Definisi karakteristik produk dan jasa, termasuk kegiatan yang akan dilakukan dan hasil yang akan dicapai
8. Informasi yang diperlukan untuk mempertahankan traceability
9. Hasil perubahan ketentuan produksi dan pelayanan
10. Tindakan yang diambil pada output yang tidak sesuai baik itu pada proses, produk, dan jasa, termasuk
konsesi yang diperoleh
11. Hasil kegiatan pemantauan dan pengukuran
12. Bukti pelaksanaan program audit dan hasil audit
13. Bukti hasil tinjauan manajemen
14. Bukti ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil, dan hasil dari setiap tindakan korektif
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar
Makam Imam Bonjol
Kegiatan Konstruksi pada pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Makam Imam Bonjolmerupakan
suatu kegiatan yang sangat kompleks dengan perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan Spesifikasi
Teknis yang di dalamnya terdapat interaksi antara peralatan, bahan dan sumber daya manusia.
Interaksi tersebut sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, penyakit akibat
kondisi tempat kerja serta dapat menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan oleh
pembuangan limbah dari proses produksi sehingga terjadi ketidak sesuaian antara mutu produk dengan
spesifikasi yang dipersyaratkan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antisipasi untuk
meminimalisasi terjadinya resiko kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tidak sehat
demi pemenuhan dan peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstruksi di
proyek yang disusun oleh Penyedia Jasa dan diajukan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan yang
selanjunya dijadikan sebagai kerangka acuan antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta pihak-pihak
yang terkait dalam rangka penyelenggaraan dan penerapan K3 Konstruksi pada Paket Pekerjaan Pembangunan
Pagar Makam Imam Bonjol.
Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor : 09/PER/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.
2 Pekerja Membuat Pondasi Dimulai dari Menimbun Pasir urug untuk dasar dan selanjutnya
dipasang pondasi Tersedia petugas lalu lintas (Flagman), Memakai
Terkena peralatan kerja, tertimpa material bangunan, Pengecekan Kondisi alat berat dan Peralatan Personil : Petugas K3 Konstruksi
Tahapan Pekerjaan : • luka ringan • Pendukung Lainnya, dan Pelaksana
3. Hasil Opname/Proggres
4. Pembuatan Laporan
Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
[Link]
Memakai APD lengkap sesuai standar SNI,Rambu -
- Request/Instruksi Kerja
- Metode Kerja
• Rambu Terpasang Lengkap
- Personil
Tersedia petugas lalu lintas (Flagman), Memakai
- Alat & Bahan Kerja
• APD lengkap sesuai standar SNI,Rambu - Rambu
2. Pelaksanaan Pekerjaan Terpasang Lengkap
- Mengikutin Gambar Kerja
- Dokumentasi
3. Hasil Opname/Proggres
4. Pembuatan Laporan
Analisis Keselamatan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
[Link]
Memakai APD lengkap sesuai standar SNI,Rambu -
- Request/Instruksi Kerja
- Metode Kerja
0 Rambu Terpasang Lengkap
- Personil Tersedia petugas lalu lintas (Flagman), Memakai
- Alat & Bahan Kerja
0 APD lengkap sesuai standar SNI,Rambu - Rambu
Terpasang Lengkap
2. Pelaksanaan Pekerjaan
- Mengikutin Gambar Kerja
- Dokumentasi
3. Hasil Opname/Proggres
4. Pembuatan Laporan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Makam Imam
Bonjol
Pengukuran kinerja K3 dapat berupa pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K3 di tempat kerja.
1. Melacak perkembangan dari pertemuan-pertemuan K3, pemenuhan Tujuan K3 dan peningkatan berkelanjutan.
2. Memantau pemenuhan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya berkaitan dengan penerapan K3 di tempat kerja.
5. Menyediakan data untuk mengukur kinerja K3 Perusahaan baik secara proaktif maupun secara reaktif.
6. Menyediakan data untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan kerja Perusahaan.
Hasil dari pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat keberhasilan kinerja K3
ataupun kebutuhan perlunya tindakan perbaikan ataupun tindakan-tindakan peningkatan kinerja K3 lainnya.
Pengukuran kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dan metode pengukuran reaktif di tempat kerja. Prioritas pengukuran
kinerja K3 menggunakan metode pengukuran proaktif dengan tujuan untuk mendorong peningkatan kinerja K3 dan mengurangi
kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.
6. Keefektivan hasil audit internal dan audit eksternal Sistem Manajemen K3.
7. Jadwal penyelesaian rekomendasi-rekomendasi penerapan K3 di tempat kerja.
8. Penerapan Program - program K3
9. Tingkat keefektivan partisipasi tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja
10. Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di tempat kerja.
Perusahaan menyediakan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan pemantauan dan pengukuran kinerja K3 seperti alat
pengukur tingkat kebisingan, pencahayaan, gas beracun dan alat-alat lainnya sesuai dengan aktivitas operasi perusahaan yang berkaitan
dengan K3.
Perusahaan juga menggunakan komputer dan program-program komputer sebagai alat untuk menganalisa hasil pemantauan dan
pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
Keseluruhan alat-alat yang digunakan dalam pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dikalibrasi secara berkala dan disesuaikan
pengaturan nilai besaran satuannya sesuai dengan standar nilai besaran satuan yang berlaku baik Internasional maupun secara lokal.
Perusahaan tidak menggunakan alat-alat yang tidak dikalibrasi dengan tepat ataupun yang sudah mengalami kerusakan untuk
melaksanakan pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja.
Kalibrasi dan perawatan alat ukur pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dilaksanakan oleh personil ahli terhadap pelaksanaan kalibrasi
dan perawatan alat-alat ukur yang digunakan.
Bulan Ke -
No. Kegiatan PIC Keterangan
1 2 3 4 5 6
1 Inspeksi Keselamatan Konstruksi Petugas K3 Konstruksi √ √ √ √ √ √ Setiap Hari
2 Patroli Keselamatan Konstruksi Petugas K3 Konstruksi √ √ √ √ √ √ Setiap Minggu
3 Audit Internal Petugas K3 Konstruksi √ √ √ √ √ √ Setiap Akhir Bulan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Digunakan untuk Usulan Penawaran Paket Pekerjaan Pembangunan Pagar Makam Imam
Bonjol
Tinjauan Manajemen fokus terhadap keseluruhan kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan memperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. Kesesuaian Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap operasional dan aktivitas Perusahaan.
2. Kecukupan pemenuhan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja terhadap Kebijakan K3 Perusahaan.
3. Keefektivan penyelesaian tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan serta hasil-hasil lain yang dicita-citakan.
Tinjauan Manajemen dilaksanakan oleh Pimpinan Perusahaan dan dilaksanakan secara berkala yang secara umum dilaksanakan minimal 1
(satu) tahun sekali untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan berjalan secara tepat.
Hal-hal yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain :
Peninjauan yang dilakukan terhadap manajemen perusahaan diantaranya tentang evaluasi kepatuhan terhadap persyaratan peraturan,
kinerja K3, pencapaian sasaran K3, komunikasi yang terjalin dengan pihak luar berkaitan dengan kritik dan saran yang membangun,
status penyelidikan IBPR serta persyaratan perundang-undangan yang terkait dengan K3.
Untuk menjamin kesesuaian dan kefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan SMK3, pengusaha dan/atau pengurus
perusahaan atau tempat kerja harus:
AHMAD SARPUDIN
Direktur