1.
4 Mutu Material yang digunakan
1.4.1 Mutu Balok
Untuk Material Yang di gunakan pada balok sebagai berikut:
Beton f'c 25 Mpa
Baja Tulangan Longitudinal BJTS 420
Fy 420 Mpa
Fu 525 Mpa
Baja Tulangan Transversal BJTP 280
Fy 280 Mpa
Fu 350 Mpa
1.4.2 Mutu Pelat Lantai
Untuk Material Yang di gunakan pada Pelat lantai sebagai berikut:
Mutu Bahan Pelat Lantai
Beton f'c 25 Mpa
Baja Tulangan Longitudinal BJTS 420
Fy 420 Mpa
Fu 525 Mpa
1.4.2 Mutu Kolom
Untuk Material Yang di gunakan pada Kolom lantai sebagai berikut:
Beton f'c 25 Mpa
Baja Tulangan Longitudinal BJTS 420
Fy 420 Mpa
Fu 525 Mpa
Baja Tulangan Transversal BJTP 280
Fy 280 Mpa
Fu 350 Mpa
2. Pleliminery Design
Perencanaan dimensi elemen struktur awal berupa kolom, balok dan pelat mengkuti
SNI 2847:2019 ;
2.1 Pleliminery Balok
2.1.1 Peraturan Yang Digunakan
Berdasarkan SNI 2847:2020 pasal 9.3.1 tabel [Link], Tebal minimum balok non-prategang
2.1.2 Analisis Balok Lantai 1 sampai Atap
Lx = 3500 mm
Ly = 3500 mm
1
Tinggi Balok = x 3500 mm
16
= 218,75 mm
dipakai = 300 mm (dibulatkan)
Lebar Balok = 1
x 300
2
= 150 mm
dipakai = 200 mm (dibulatkan)
2.1 Pleliminery Pelat Lantai
2.2.1 Data Perencanaan
- Tebal plat (hf) = 120 mm (minimum)
- Ln x = 3300 mm panjang bersih plat (arah x)
- Ln y = 3300 mm panjang bersih plat (arah y)
Balok 200 x 300
bw = 300 , hb = 180
be = bw + [Link] ≤ bw + [Link]
be = 660 ≤ 1260
be = 660 mm
2
A bidang 1 (sayap) = be x hf = 660 x 120 = 79.200 mm
2
A bidang 2 (badan) = bw x hb = 300 x 180 = 54.000 mm
2
A total = 79.200 + 54.000 = 133.200 mm
(A1 x titik berat A1)+(A2 x titik berat A2)
Titik berat (y) = =
A total
79.200 x 60 + 54.000 x 240
Titik berat (y) =
133.200
Titik berat (y) = 132,973 mm
= 133 mm
Momen inersia
3 2
Ib = 1/12 x bh x A.y
3 2
Ib 1 = 1/12 x 660 x 120 + 79.200 x 73
2
= 517.096.800 mm
3 2
Ib 2 = 1/12 x 300 x 180 + 54.000 x 107
2
= 764.046.000 mm
Ib = Ib 1 + Ib 2
= 517.096.800 + 764.046.000
4
= [Link] mm
2.2.2 Menentukan jenis pelat atap
- Panjang Bersih pelat (ln) - Menentukan jenis pelat
Lx = 3300 mm jenis pelat = 3300
= 1
Ly = 3300 mm 3300
jenis pelat = 1 < 2 maka, Pelat 2 Arah
2.2.3 Menentukan Tebal Pelat
- Mementukan Persamaan yang digunakan
Berdasarkan tabel diatas dan mutu tulangan, maka Rumus tebal pelat =
Ln Ln1 3300
β = = = = 1
Sn Ln2 3300
3
Is = 1/12 x ly x hf
3 4
= 1/12 x 3300 x 120 = 475.200.000,00 mm
Ecb Ib
αB =
Ebp Ip
Ecb Ib 4700 √ 25 x [Link],00
αB = =
Ebp Ip 4700 √ 25 x 475.200.000,00
Ecb Ib [Link],00
αB = = = 2,696
Ebp Ip 475.200.000,00
- Penentuan Tebal pelat Lantai
Ln = 3300 mm
Ln x ( 0,8 + ( fy / 1400 ))
h min =
36 + 9β
= 3300 x 0,8 + 420 / 1400
36 + 9 x 1
= 80,67 mm
Dipakai = 100 mm ( Untuk pelat dak/ lantai atap )
= 120 mm ( Untuk pelat lantai 1 sampai 3 )
2.3 Pleliminery Dimensi Kolom
2.3.1 Rumus Dimensi Kolom
- Dimensi Kolom (S) = √A
- Luas Penampang (A) = 3 P
f'c
Keterangan
-S = Sisi Kolom - f'c = kuat tekan beton
-P = berat total yang dipikul oleh kolom
-A = luas penampang kolom
2.3.2 Perhitungan Pembebanan Pada Kolom
Lantai 1-3
Ukuran Element (m) Massa jenis Jumlah Massa
NO Element 3 2
P L T kN/m /m /m' elemen kN
1 Beban Mati
- Pelat Lantai 3,5 3,5 0,1 24 1 29,4
- Balok arah X 3,5 0,2 0,3 24 1 5,04
- Balok arah Y 3,5 0,2 0,3 24 1 5,04
Berat total Beban Mati Atap 39,48
2 Beban Mati Tambahan
- Waterproofing (bitominous) 3,5 3,5 4,3 0,26 1 3,185
- Mecanical Electrical & plumbing 3,5 3,5 0,24 1 2,94
- plafound 3,5 3,5 0,18 1 2,205
Berat total Beban Mati Tambahan Atap 8,33
3 Beban Hidup
- Pelat Lantai 3,5 3,5 0,96 1 11,76
Berat total Beban Hidup Atap 11,76
Lantai 1-3
Ukuran Element (m) Massa jenis Jumlah Massa
NO Element 3 2
P L T kN/m /m /m' elemen kN
1 Beban Mati
- Pelat Lantai 3,5 3,5 0,10 24 1 29,4
- Balok arah X 3,5 0,2 0,30 24 1 5,04
- Balok arah Y 3,5 0,2 0,30 24 1 5,04
Berat total Beban Mati Atap 39,48
2 Beban Mati Tambahan
- Keramik (19 mm) + Mortar (13 mm) 3,5 3,5 0,26 1 3,185
- Dinding Pada Balok Arah x 3,5 4,3 2,35 1 35,368
- Dinding Pada Balok Arah y 3,5 4,3 2,35 1 35,368
- Mecanical Electrical & plumbing 3,5 3,5 0,24 1 2,94
- plafound 3,5 3,5 0,18 1 2,205
Berat total Beban Mati Tambahan Atap 79,07
3 Beban Hidup
- Pelat Lantai 3,5 3,5 2,4 1 29,40
Berat total Beban Hidup Atap 29,40
- Jumlah Beban Pada Setiap Lantai
No Lantai Beban Mati Beban Mati Tambahan Beban Hidup Satuan
1 Lantai Atap 39,48 8,33 11,76 kN
4 Lantai 3 39,48 79,07 29,40 kN
5 Lantai 2 39,48 79,07 29,40 kN
Total Beban Yang Ditahan Lantai 1 118,44 166,46 70,56 kN
2.4 Kombinasi Pembebanan
2.4.1 Kombinasi Pembebanan
1. 1,4 x D + 1,4 x SIDL =
1,4 x 118,4 + 1,4 x 166,5 = 398,9 kN
2. 1,2 x D + 1,2 x SIDL + 1,6 x L =
1,2 x 118,4 + 1,2 x 166,5 + 1,6 x 70,6 =
= 454,8 kN
Dipakai = 454,8 kN
2.5 Analisis dimensi kolom
2.5.1 kolom
luas penampamg (A) = 3 x p
f'c
Beban Tekan kolom L1 = 454,776 kN = 454.776 N
Mutu Beton (f'c) = 25 N/mm2
2
Luas dimensi kolom (A) = 3 x 454.776 = 54.573,12 mm
25
sisi kolom (S)= = √ 54.573,12 = 233,6 mm
dipakai 300 mm
2.7 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Pleliminery
2.7.1 Dimensi Balok
Dimensi
Kode Satuan
b h
BL1 300 200 mm
2.7.2 Dimensi Pelat Lantai
Dimensi
Kode Satuan
t
PL1 100 mm
PL2 120 mm
2.7.3 Dimensi Kolom
Dimensi
Kode Satuan
b h
K1 300 300 mm
3. Pembebanan
3.1 Tabel Daftar Berat Jenis
Berdasarakan SNI 1727 : 2020 (Tabel C3.1-1 - Beban mati desain minimum)
No. Jenis Beban Mati Massa satuan
3
1 Baja 78,500 kN/m
2 Beton Bertulang 2,400 3
kN/m
2
3 Dinding Pasangan bata 1/2 batu + Plasteran 2,350 kN/m
2
4 Langit-langit dan penggantung 0,190 kN/m
2
5 Keramik atau kuari (19 mm) pada lapisan mortar 13 mm 1,100 kN/m
2
6 Intalasi (Plumbing + ME ) 0,240 kN/m
2
7 Waterproofing 0,260 kN/m
3.2 Tabel Daftar Beban Mati Tambahan
3.2.1Perhitungan Beban Mati Tambahan
- Berat Dinding (BMT) Lantai 2-3. pada balok
berat dinding per 1m panjang dengan tinggi 4 m
Berat per 1m' = Panjang x Tinggi x Massa Jenis
Berat per 1m' = 1 x 4,20 x 2,350
= 9,870 kN/m'
- Berat Dinding (BMT) Lantai atap, pada balok
berat dinding per 1m panjang dengan tinggi 4 m
Berat per 1m' = Panjang x Tinggi x Massa Jenis
Berat per 1m' = 1 x 1,25 x 2,350
= 2,94 kN/m'
- Berat beban mati tambahan yang ditahan oleh pelat lantai 2-3 (kN/m2)
2
Keramik atau kuari (19 mm) pada lapisan mortar 13 mm 1,10 kN/m
2
Langit- langit dan penggantung 0,19 kN/m
2
Instalasi (Plumbing + ME) 0,24 kN/m
2 2
BMT lantai per 1 m 1,53 kN/m
- Berat beban mati tambahan yang ditahan oleh pelat lantai atap (kN/m2)
2
Waterproofing 0,26 kN/m
2
Langit- langit dan penggantung 0,19 kN/m
2
Instalasi (Plumbing + ME) 0,24 kN/m
2 2
BMT lantai per 1 m 0,69 kN/m
3.3 Berat Beban Hidup Lantai
berat beban hidup lantai 2 sampai 3 = 2,4 kN/m
2
berat beban hidup Koridor = 3,83 kN/m2
berat beban hidup lantai atap = 0.96 kN/m2
Rekapitulasi beban yang bekerja pada struktur pada lantai 2 sampai atap
Jenis Beban
Beban Mati Tambahan Beban Hidup
NO Lantai
Balok Pelat (lantai) Pelat (lantai)
2 2
kN/m' kN/m kN/m
1 Lantai 2 - 3 9,87 1,53 2,40
2 Koridor - 1,53 3,83
3 Dak Atap 2,94 0,69 0.96