0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Simulasi PPh 21 Tahun 2024

Mulai tahun 2024, pemerintah akan menerapkan tarif efektif rata-rata (TER) untuk penghitungan PPh Pasal 21, yang terdiri dari tiga komponen: TER bulanan untuk pegawai tetap/pensiunan, TER untuk bukan pegawai tetap, dan TER pegawai harian. Contoh perhitungan menunjukkan bahwa Richard Budiono, dengan status TK/0 dan penghasilan Rp 9.000.000, akan membayar PPh Pasal 21 sebesar Rp 202.500 per bulan menggunakan skema baru. Pada masa pajak terakhir, tarif Pasal 17 tetap digunakan untuk menghitung pajak terutang.

Diunggah oleh

TheUserqwer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Simulasi PPh 21 Tahun 2024

Mulai tahun 2024, pemerintah akan menerapkan tarif efektif rata-rata (TER) untuk penghitungan PPh Pasal 21, yang terdiri dari tiga komponen: TER bulanan untuk pegawai tetap/pensiunan, TER untuk bukan pegawai tetap, dan TER pegawai harian. Contoh perhitungan menunjukkan bahwa Richard Budiono, dengan status TK/0 dan penghasilan Rp 9.000.000, akan membayar PPh Pasal 21 sebesar Rp 202.500 per bulan menggunakan skema baru. Pada masa pajak terakhir, tarif Pasal 17 tetap digunakan untuk menghitung pajak terutang.

Diunggah oleh

TheUserqwer
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

simulasi perhitungan PPh Pasal 21 Tahun

2024
admin News 0

Mulai awal tahun 2024, pemerintah berencana menerapkan tarif efektif rata-rata (TER) sebagai
skema baru untuk penghitungan, pemungutan dan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh
Pasal 21). Dengan adanya skema baru ini, pemerintah berharap para pemotong atau pemungut
PPh Pasal 21 akan lebih mudah melakukan penghitungan pajak atas subjek pajak orang pribadi
dalam negeri.

Nantinya komponen TER terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. TER bulanan untuk Pegawai Tetap/Pensiunan


2. TER Bukan Pegawai Tetap
3. TER Pegawai Harian

TER bulanan untuk pegawai tetap/pensiunan rencananya akan menggunakan tiga tabel tarif
berdasarkan PTKP dengan rincian yaitu:

a. TER A, untuk PTKP TK/0 (Rp 54 juta), TK/1 dan K/0 ( Rp 58,5 juta)
b. TER B, untuk PTKP TK/2 dan K/1 (Rp 63 juta); TK/3 dan K/2 (Rp 67,5 juta)
c. TER C, untuk PTKP K/3 (Rp 72 juta)

Untuk Bukan Pegawai Tetap akan menggunakan satu tabel TER dimana rencananya akan
terdapat 35 lapisan tarif berdasarkan jumlah penghasilan bruto.

TER Pegawai Harian akan menggunakan dua jenis tarif yaitu:

a. Tarif 0% untuk penghasilan bruto kurang dari Rp 450 ribu


b. Tarif 0,5% untuk penghasilan bruto lebih dari Rp 450 ribu s.d. Rp 2,5 juta.

Mekanisme penerapan TER adalah dengan mengalikan TER dengan Penghasilan Bruto untuk
masa pajak selain masa pajak terakhir. Untuk masa pajak terakhir, kita tetap menggunakan tarif
Pasal 17 ayat 1 huruf a UU PPh.

Ilustrasi Perbedaan Perhitungan PPh Pasal 21 Tahun 2023 dan 2024

Richard Budiono, status TK/0, mempunyai penghasilan gaji dan tunjangan per bulan sebesar Rp
9.000.000, serta membayar iuran pensiun sebesar Rp100.000 per bulan.

Perhitungan PPh Pasal 21 Tahun 2023:

Keterangan Jumlah (Rp)


Gaji dan tunjangan sebulan 9.000.000
Pengurang:
Biaya jabatan 5% 450.000
Iuran pensiun 100.000
Jumlah pengurang 550.000
Penghasilan neto sebulan 8.450.000
Penghasilan neto setahun 101.400.000
PTKP TK/0 54.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 47.400.000
PPh Pasal 21 setahun (Tarif pasal 17 x PKP) 2.370.000
PPh Pasal 21 sebulan 197.500

Perhitungan PPh Pasal 21 Tahun 2024:

Gaji dan tunjangan sebulan Rp 9.000.000. Selanjutnya, berdasarkan tabel kita akan mengetahui
bahwa PTKP TK/0 ada dalam golongan TER A dan atas penghasilan bruto sebesar Rp 9.000.000
mempunyai tarif 2,25% sehingga penghitungan PPh Pasal 21 sebulan adalah 2,25% x Rp
9.000.000 = Rp 202.500.

Jadi PPh Pasal 21 untuk masa Januari s.d. November adalah sebesar Rp 202.500 per bulan.

Masa Desember 2024

Keterangan Jumlah (Rp)


Gaji dan tunjangan setahun (12 x Rp 9.000.000) 108.000.000
Pengurang:
Biaya jabatan 5% 5.400.000
Iuran pensiun 1.200.000
Jumlah pengurang 6.600.000
Penghasilan neto setahun 101.400.000
PTKP TK/0 54.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) 47.400.000
PPh Pasal 21 terutang setahun (Tarif Psl 17 x PKP) 2.370.000
PPh Pasal 21 masa Januari s.d. November yang telah disetor 2.227.500
PPh Pasal 21 masa Desember 142.500

(faz)

Anda mungkin juga menyukai