0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Penyusunan SOP untuk Pelayanan Kesehatan

Dokumen ini membahas pentingnya Standar Operating Procedure (SOP) dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta langkah-langkah penyusunannya. SOP berfungsi untuk memastikan konsistensi dan kualitas layanan, serta meningkatkan kinerja sumber daya manusia. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan manfaat SOP bagi praktikan, sekolah, dan perusahaan, serta memberikan gambaran tentang LKP Al-Qolam sebagai lembaga pelatihan.

Diunggah oleh

mitrafc.creative
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan17 halaman

Penyusunan SOP untuk Pelayanan Kesehatan

Dokumen ini membahas pentingnya Standar Operating Procedure (SOP) dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta langkah-langkah penyusunannya. SOP berfungsi untuk memastikan konsistensi dan kualitas layanan, serta meningkatkan kinerja sumber daya manusia. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan manfaat SOP bagi praktikan, sekolah, dan perusahaan, serta memberikan gambaran tentang LKP Al-Qolam sebagai lembaga pelatihan.

Diunggah oleh

mitrafc.creative
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Standar Operating Procedure (SOP) adalah pedoman tertulis yang harus
dipatuhi dan ditaati. Selain itu, SOP berguna untuk mengevaluasi pekerjaan
yang telah terlaksana apakah berjalan sesuai dengan procedure atau tidak.
Segala kendala dan hambatan dapat diamati jika SDM tidak mematuhi SOP
yang dibebankan kepadanya. Mengetahui begitu pentingnya SOP, oleh sebab
itu penyusunan SOP harus dilakukan melalui beberapa tahapan dan prosedur.
Dalam pelayanan kebidanan, standar sangat membantu bidan untuk
mencapai asuhan yang berkualitas, sehingga bidan harus berpikir realistis
tentang pentingnya evaluasi sistematis terhadap semua aspek asuhan yang
berkualitas tinggi. Namun keberhasilan dalam mengimplemetasikan standar
sangat tergantung pada individu bidang itu sendiri, usaha bersama dari semua
staf dalam suatu organisasi ,
Sumber daya manusia kesehatan merupakan aset penting dan terbesar
dalam mentukan kualitas pelayanan kesehatan, untuk mendukung dan
mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, maka kapasitas tenaga
kesehatan perlu terus ditingkakan. Langkah-langkah startegi, taktis dan
aplikatif diperlukan agar tenaga kesehatan yang berkontribusi dalam
memberikan pelayanan di Rumah Sakit dapat berperan dan siap bersaing di
tatanan dunia kesehatan regional, nasional dan global.
Peningkatan kinerja pelayanan kesehatan telah menjadi tema utama di
seluruh dunia. Dengan tema ini, organisasi pelayanan kesehatan dan kelompok
profesional kesehatan sebagai pemberi pelayanan harus menampilkan
akontabilitas sosial mereka dalam memberikan pelayanan yang mutakhir
kepada konsumen yang berdasarkan standar profesionalisme, sehingga
diharapkan dapat mnemenuhi harapan masyarakat. Sebagai konsekuensinya
peningkatan kinerja memerlukan persyaratan yang diterapkan dalam
melaksanakan pekerjaan yang berdasarkan standar tertulis.

1
Standard Operating Prosedur (SOP) atau Sistem Tata Kerja merupakan
perangkat yang memandu setiap individudan unit kerja di dalam institusi untuk
melaksanakan aktivitasnya secara konsisten, dalam rangka mencapai tujuan
yang diinginkan. Jadi SOP merupakan panduan yang digunakan untuk
memastikan kegiatan operasional institusi berjalan dengan lancer. Penggunaan
SOP dalam institusi bertujuan untuk memastikan institusi beroperasi secara
konsisten, efektif, efisien, sistematis dan terkelola dengan baik, untuk
menghasilkan produk/jasa yang dimiliki konsisten dengan standar yang telah
ditetapkan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa Prinsip Dalam Penyusunan SOP ?
2. Bagaimana Tahap Penyusunan SOP ?
3. Apa Fase Perumusan Dalam Penyusunan SOP ?
4. Bagaimana fase Audit Dalam Penyusunan SOP ?

C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Prinsip Dalam Penyusunan SOP
2. Untuk Mengetahui Bagaimana Tahap Penyusunan SOP
3. Untuk Mengetahui Fase Perumusan Dalam Penyusunan SOP
4. Untuk Mengetahui Bagaimana fase Audit Dalam Penyusunan SOP

D. Manfaat Penulisan Laporan


1. Manfaat Bagi Praktikan
Dilaksanakannya prakerin ini memiliki manfaat besar bagi siswa
praktikan yang di antaranya :

a. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian


profesional, dengan keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang
sesuai dengan tuntutan zaman.
b. Mengasah keterampilan yang di berikan sekolah menengah kejuruan
(SMK).

2
c. Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan – gagasan seputar
dunia usaha serta industri yang professional.
d. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait,
baik dalam dunia usaha maupun dunia Industri.
e. Mengenalkan siswa – siswi pada pekerjaan lapangan di dunia industri
dan usaha sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan
yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.
f. Dapat lebih mendalami materi khususnya bagian design
2. Manfaat Bagi Sekolah
a. Tercapainya tujuan pendidikan yaitu untuk memberikan keahlian
professional bagi peserta didik lebih terjamin pencapainya.
b. Terdapat kesesuaian yang lebih pas antara program pendidikan
dengan kebutuhan lapangan kerja (sesuai dengan prinsip link and
match)
c. Memberikan kepuasan bagi penyelenggara pendidikan sekolah
karena tamatannya lebih terjamin memperoleh bekal yang
bermanfaat, baik untuk kepentingan tamatan, kepentingan dunia
kerja, dan kepentingan bangsa.

3. Manfaat Praktek Kerja Industri Bagi Perusahaan


a. Perusahaan dapat memberi tugas kepada peserta prakerin untuk
kepentingan perusahaan sesuai kompetensi dan kemampuan yang
dimiliki.
b. Selama proses pendidikan melalui kerja industri, peserta prakerin
lebih mudah diatur dalam hal disiplin berupa kepatuhan terhadap
peraturan perusahaan. Karena itu, sikap peserta prakerin dapat
dibentuk sesuai dengan ciri khas tertentu industri.
c. Ikut memberikan konstribusi dengan mendukung program
pendidikan demi masa depan bangsa.

3
BAB II
GAMBARAN PERUSAHAAN

A. Sejarah Berdirinya LKP Al-Qolam


LKP AL-QOLAM Center megang sakti merupakan
lembaga kursus dan lepatihan (LKP) yang
menyelenggarakan pelatihan komputer, bahasa asing, dan
teknisi komputer. LKP AL-QOLAM terlah berdiri pada 27 Mei
2007.
Lembaga pendidikan Al-Qolam adalah lembaga pendidikan dan
pelatihan di Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas dan melaksanakan
kegiatan pendidikan dan pelatihan dan pembelajaran dengan mengacu pada
kurikulum yang berlaku.
Untuk mencapai hasil yang maksimal, lembaga pendidikan AL-
Qolam melakukan upaya peningkatan mutu untuk di semua jenjang
[Link] mutu adalah sebuah rantai prasyarat yang di
dalamnya membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari orang tua,
wali siswa, masyarakat dan pihak-pihak yang peduli terhadap kemajuan
pendidikan.
Dalam peningkatan mutu tersebut, di samping program-program
non-akademis juga harus mendapatkan [Link] itu, tersedianya
fasilitas penunjangan juga menjadi penentu keberhasilan pembelajaran.
Lembaga pendidikan dan pelatihan LKP AL-Qolam Megang Sakti
Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan merupakan salah satu
lembaga swasta pelatihan untuk mencetak dan mendidik tenaga ahli di
bidangnya dan siap untuk memasuki dunia kerja.

B. Dasar Hukum Berdirinya Kantor

Akta Notaris Ida Kesuma, SH No. 44 Tanggal 08 Maret 2010

Dinas Pendidikan no:421.9/3661/Disdik/2017

4
Dinas Tenaga Kerta No: 49/JJJ/Nakertrans/2017

C. Luas Wilayah Lahan Kantor


Luas Wilayah Lahan Kantor 120 M2 dengan luas bangunan
32 M2

D. Jumlah Pegawai Kantor


1. Tenaga pengajar : 1 Orang
2. Tenaga administrasi : 1 Orang

E. Sarana Prasarana Kantor


Sarana / fasilitas dalam penyelenggaraan pendidikan ini
adalah :
1. Luas bangunan :4Mx8M
2. Jenis bangunan : Permanen
3. Jumlah Komputer : 13 unit kompter
4. Jumlah printer : 4 unit
5. Meja komputer : 13 unit komputer
6. Kursi komputer : 13 unit
7. Papan tulis : 1 unit
8. Listrik : 3.000 Wat

F. Sistem Pelayanan Kantor

Di kantor LKP Al-Qolam terdapat juga prosedur pelayanan yang


berupa sebagai berikut:
1. Service Computer
2. Pendidikan Dan Pelatihan Singkat
3. Pendidikan Professional 1 Tahun
4. POD dan Maintenance Peralatan Elektronik

G. Kedudukan Kantor Di Masyarakat

5
Kedudukannya adalah sebagai tempat kependidikan dan pelatihan
computer dan kegunaanya dan sebagai tempat belajar bagi siswa/siswi
yang ingin mendalami hal-hal computer terutama bidang design.

H. Struktur Organisasi

KETUA LKP

ABDUL QODIR

SEKERTARIS BENDAHARA
SUPANDI, SE MARIA ULFA
SEKERTARIS

HUMAS KEPENDIDIKAN USAHA


EDIYANTO BISRI MUSTOFA ACMAD SAIFUL

WARGA BELAJAR MASYARAKAT

6
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK

A. Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Praktik


Awal pelaksanaan praktik kerja industry pada tanggal 03 Januari 2023
sampai dengan tanggal 31 Maret 2023 dan tempat pelaksanaanya di gedung
LKP al-qolam, alamat : Jl. Syahri wahab Ba. Megang Sakti II Kec, Megang
Sakti Kab. Musi Rawas Provinsi Sumatra Selatan.

B. Bahan Dan Alat Yang Di Gunakan


Bahan dan alat yang digunakan berupa sebagai berikut:
1. Personal computer
2. Printer
3. Proyektor
4. Meja computer
5. Kursi belajar
6. Meja tutor
7. Kursi tutor

C. Pembahasan
1. Prinsip Penyusunan SOP
Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku dalam institusi harus
memenuhi tujuh prinsip dasar sebagai berikut :
a. SOP dinyatakan secara tertulis dan disusun secara lengkap serta
sistematis
b. SOP dikomunikasikan secara sistematis kepada seluruh unit kerja dan
individu dalam institusi
c. SOP harus sesuai dengan kebijakan institusi dan patuh terhadap standar
yang menjadi acuan institusi serta peraturan perundangan yang berlaku
d. SOP harus mencerminkan huerarki dalam institusi dan proses
pelayanan yang berlangsung dalam institusi

7
e. SOP harus dapat mendorong pelaksanaan rangkaian aktivitas institusi
untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien
f. SOP harus memiliki mekanisme untuk memantau dan mengendalikan
pelaksanaan rangkaian aktivitas agar tidak terjadi pelanggaran atau
penyimpangan
g. SOP harus dievaluasi secara periodik dan disesuaikan dengan kondisi
terkini atau kebutuhan institusi.
Prinsip merupakan asas atau kebenaran yang menjadi pokok dasar
berpikir dan bertindak. Pemahaman mengenai prinsip juga mengarah pada
pengertian prinsip sebagai suatu kondisi yang harus ada atau di eksekusi.
Prinsip berarti aturan umum yang digunakan sebagai panduan atau pedoman.
Prinsip berfungsi sebagai dasar dan sebagai acuan untuk proses. Proses tersebut
memiliki tujuan akhir, yaitu pencapaian keberhasilan. Berprinsip sama artinya
dengan memegang teguh prinsip.
Dalam penyusunan SOP terdapat beberapa prinsip yang harus
diperhatikan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar dalam penyusunan standar
operasional prosedur. Prinsip penyusunan SOP dapat diartikan sebagai
petunjuk atau hal-hal yang membatasi esensi penyusunan standar operasional
prosedur. Dengan demikian, penting untuk memahami, mengerti, dan
menerapkan prinsip-prinsip penyusunan standar operasional prosedur atau
SOP. Penjelasan mengenai prinsip penyusunan SOP diuraikan sebagai berikut :
a. Prinsip Efisiensi
Efisiensi dapat diartikan sebagai usaha untuk mencapai hasil tanpa
terjadi pemborosan. Efisiensi seringkali dimaknai dengan usaha mencapai
tujuan akhir secara maksimal dengan menggunakan kemungkinan-
kemungkinan yang tersedia. Efisiensi merupakan perbandinganantara
output dan input. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua segi, yaitu
suatu kegiatan dapat dikatakan efisien apabila suatu usaha memberikan
hasil yang maksimum dan suatu kegiatan di sebut efisien, apabila suatu
hasil tertentu tercapai dengan usaha yang minimum.
Prinsip efisiensi dalam Penyusunan SOP maksudnya adalah
menerapkan prosedur-prosedur yang di standarkan ketepatan cara dalam

8
proses pelaksanaan tugas. Efisiensi sebagai suatu ukuran yang
membandingkan rencana penggunaan yang direalisasikan. Dalam
penyusunan SOP, prinsip efisiensi harus menjadi pedoman. Penerapan
prinsip efisiensi bertujuan membuat pekerjaan lebih cepat selesai dan lebih
murah.
b. Prinsip efektivitas
Efektivitas merupakan tingkat keberhasilan suatu kinerja untuk
mencapai tujuan akhir. Efektivitas tersebut sebagai ukuran dari output.
Efektivitas adalah kemampuan untuk memilih sasaran yang tepat atau
peralatan yang tepat untuk mencapai tujuan sesuai ketepatan. Efektivitas
menunjukan tingkatan keberhasilan kegiatan kegiatan manajemen di dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam penyusunan
SOP dibutuhkan keefektivitasan. Sebab, efektifitas terkait erat dengan
efisien dalam menentukan standar prosedur. Prinsip efektivitas dalam
penyusunan SOP berarti menerapkan prosedur-prosedur keaktifan, daya
guna, dan adanya kesesuaian dalam melaksanakan tugas dengan sasaran
yang dituju.
Pada dasarnya efektivitas menunjukkan pada tercapainya hasil.
Efektifitas mencakup pemanfaatan sumber daya, sarana, dan prasarana
dalam jumlah tertentu yang ditetapkan sebelumnya. Tujuan untuk
menghasilkan sejumlah barang atas jasa kegiatan yang dijalankan.
Efektivitas menunjukkan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran
yang telah [Link] hasil kegiatan semakin mendekati sasaran,
artinya efektivitasnya semakin tinggi.
c. Prinsip berorientasi pada pengguna
Orientasi memiliki arti peninjauan untuk menentukan sikap yang
tepat dan benar. Selain itu, orientasi berarti pandangan yang mendasari
pikiran, perhatian, atau kecenderungan. Berorientasi maksudnya adalah
kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pendangan terhadap
sesuatu. Di dalam penyususnan SOP, orientasinya adalah pengguna.
Prinsip berorientasi pada pengguna dapat diartikan bahwa prosedur-
prosedur yang dikembangkan SOP harus mempertimbangkan kebutuhan

9
pengguna. Dengan demikian, prosedur-prosedur tersebut akan memberikan
kepuasan pengguna. Penyusunan SOP seharusnya mempunyai
kecenderungan pandangan atau menitikberatkan pandangan pada
pengguna.
d. Prinsip kejelasan
Kejelasan dapat diartikan tidak ada keraguan dalam bertindak. Jelas
dapat diartikan sama dengan nyata. Prinsip kejelasan diperlukan dalam
penyusunan SOP. Kejelasan dapat pula diartikan sebagai kegamblangan
atau kejernihan pemikiran. Prinsip kejelasan dimaksudkan agar prosedur-
prosedur standar yang disusun dapat dengan mudah dipahami pengguna
sehingga dalam penerapannya tidak ada keraguan. Dengan demikian, tugas
dapat terlaksana dengan baik dan mencapai hasil maksimal sesuai dengan
harapan.
e. Prinsip kemudahan
Kemudahan adalah segala sesuatu yang tidak memerlukan banyak
tenaga atau pikiran dalam pelaksanaannya. Dalam SOP, kemudahan
dibutuhkan sebagai prinsip penyusunan. Prinsip kemudahan dalam
penyusunan SOP maksudnya adalah SOP dapat dengan mudah digunakan
oleh seluruh pegawai, termasuk pegawai baru tanpa mengalami kendala
dalam pelaksanaan tugasnya. Kemudahan yang mendasari penyusunan
SOP dianggap sebagai hal penting. Pengguna tidak dilibatkan dalam
kerumitan memahami dan menerapkan prosedur-prosedur standar.
f. Prinsip keselarasan
Keselarasan sama artinya dengan kesesuaian. Prinsip keselarasan
dalam penyusunan SOP dspst diartikan bahwa penyusunan SOP harus
mempertimbangkan kesesuaian satu prosedur dengan prosedur lainnya.
Prosedur-prosedur yang distandarkan harus memiliki kecocokan dengan
prosedur-prosedur standar lain yang terkait. Dengan prinsip keselarasan
ini, SOP dapat terlaksana dengan baik dan tidak menimbulkan tumpang
tindih dalam pemahaman dan penerapannya.

10
g. Prinsip keterukuran
Prinsip keterukuran mengandung arti kemampuan sebuah sistem
yang berguna untuk meningkatkan kapasitas dengan tujuan menyampaikan
informasi atau data. Prinsip keterukuran terdiri atas hasil, waktu dan proses
pencapaian hasil pekerjaan. Pencapaian hasil pekerjaan itulah yang
kemudian dapat diukur kuantitas serta kualitasnya. Prinsip keterukuran
menjadi sangat penting dalam SOP. Hal ini disebabkan output dari
prosedur-prosedur yang terstandardisasi mengandung kualitas mutu
tertentu yang dapat diukur pencapaian keberhasilannya.
h. Prinsip dinamis
Prinsip dinamis dalam penyusunan SOP dibutuhkan agar prosedur-
prosedur yang ada dapat dengan mudah disesuaikan. Penyesuaian tersebut
merupakan penyesuain prosedur dengan perkembangan kebutuhan
peningkatan kualitas pelayanan yang berkembang. Dengan prinsip dinamis
prosedur-prosedur selalu bergerak untuk meningkatkan kualitas
pencapaian hasil.
i. Prinsip kepatuhan dan kepastian hukum
Prinsip kepatuhan hukum mengandung arti bahwa dalam penyusunan
SOP harus memenuhi ketentuan-ketentuan dan peraturan pemerintah yang
berlaku. Selain itu, dalam penyusunan SOP harus memperoleh kepastian
hukum. Kepastian hukum tersebutlah yang ditaati oleh pegawai.
Tujuannya untuk melindungi pegawai apabila terjadi tuntutan hukum.
Dengan demikan, prosedur-prosedur yang di standarkan semestinya
ditetapkan oleh pimpinan sebagai sebuah produk hukum yang ditaati dan
dilaksanakan.
2. Tahap Penyusunan SOP
Tahap Penyusunan SOP merupakan proses menyusun SOP oleh tim
sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Tahap ini terdiri dari 5
langkah. Kelima langkah tersebut adalah sebagai berikut :
a. Mengumpulkan metode pendekatan sistem atau resiko kegiatan
Setelah mendapat persetujuan, aka tim dapat segera bekerja. Langkah
pertama yaitu mengumpulkan informasi mengenai metode sistem yang

11
ada di dalam perusahaan. Misalnya alur kerja pembelian bahan baku,
alur kerja produksi, alur kerja pengepakan, alur kerja distribusi barang,
alur kerja QC ( Quality Control ) dan lain sebagainya.
b. Mengumpulkan informasi alur otorisasi, kebijakan, pihak yang terlibat,
formulir, dan keterkaitan dengan prosedur lain.
Mengumpulkan informasi mengenai alur otorisasi, yaitu alur bagan yang
berguna dalam penanggung jawab atas suatu kegiatan/ operasi.
Mengetahui pihak-pihak yang terlibat, lalu menetapkan formulir-
formulir apa saja yang digunakan dalam operasional, serta keterkaitan
dengan prosedur lainnya, misalnya keterkaitan prosedur pembelian
bahan baku dengan prosedur mengeluarkan kas untuk membeli bahan
baku.
c. Menetapkan metode dan tekhnik penulisan SOP
Menetapkan langkah-langkah dalam menulis SOP serta teknik penulisan
yang digunakan. Secara garis besar ada 5 ragam format SOP. Namun
yang paling sering digunakan oleh perusahaan yang birokratis adalah
format narasi karena lebih lengkap, bahasa lebih baku dan dilengkapi
dengan flowchart atau bagan untuk mempermudah para pembaca
memahaminya.
d. Menulis SOP
Menulis SOP sesuai dengan informasi, metode dan teknik yang
digunakan. Dalam penulisan SOp memerlukan waktu yang lama,
tergantung dari banyak sedikitnya SOP, serta panjang pendeknya alur
kerja, serta banyak sedikitnya keterlibatan dengan unit kerja lain.
e. Membuat draf pedoman SOP
Draft pedoman SOP disini harus memuat unsur-unsur yang ada dalam
dokumen SOP, serta berpedoman pada informasi-informasi yang telah
dikumpulkan agar SOP menjadi seragam dan tidak tumpang tindih.
Dalam penyusunan draft SOP biasanya tim akan mengelompokkan ke
dalam bagian-bagian tertentu agar lebih jelas dan memudahkan dalam
pencariannya :
1) Judul SOP

12
2) Kata Pengantar
3) Daftar Isi
4) Bab 1 Pendahuluan
5) Latar Belakang
6) Rumusan Masalah
7) Tujuan, yang terdiri dari : tujuan umum dan tujuan khusus
8) Manfaat
9) Bab II Pembahasan
10) SOP

3. Fase Perumusan SOP


Fase perumusan SOP yaitu fase yang dihasilkan dari pengembangan SOP
dalam penerapannya pada praktek penyelenggaraan tugas dan fungsi
organisasi. Rumusan judul SOP dilakukan dengan menggabungkan aspek
kegiatan dengan output final (end-product). Penggabungan aspek kegiatan
secara keseluruhan (makro) dengan output final menjadi judul SOP makro dan
penggabungan aspek persial (mikro) menjadi judul SOP mikro.
4. Fase Audit
Fase audit merupakan tahap akhir dari seluruh tahap teknis penyusunan
SOP. Tujuan fase audit adalah untuk mengaudit pelaksanan penerapan SOP
selama periode yang ditentukan. Ada beberapa hal yang dihasilkan dalam
tahapan ini, diataranya adalah laporan perbaikan rutin dan laporan perbaikan
besar atas SOP. Langkah—langkah yang harus dilakukan dalam tahap ini
adalah sebagai berikut :
a. Merencanakan kegiatan audit atas pedoman SOP yang diterapkan
b. Mempersiapkan tim audit
c. Melaksanakan audit
d. Membuat laporan setiap kegiatan audit
e. Menyimpulkan temuan-temuan didalam laporan kegiatan audit dalam
menyusun perencanaan perbaikan yang diperlukan.
f. Melaksanakan perbaikan segera mungkin jika perbaikan yang
dilakukan kecil dan bersifaat rutin.

13
g. Melaksanakan tahap-tahap teknis penyusunan SOP dari awal jika
perbaikan yang harus dilakukan bersifat besar dan tidak rutin.

14
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Standard Operating Prosedur (SOP) atau Sistem Tata Kerja merupakan
perangkat yang memandu setiap individudan unit kerja di dalam institusi untuk
melaksanakan aktivitasnya secara konsisten, dalam rangka mencapai tujuan
yang diinginkan. Jadi SOP merupakan panduan yang digunakan untuk
memastikan kegiatan operasional institusi berjalan dengan lancer. Penggunaan
SOP dalam institusi bertujuan untuk memastikan institusi beroperasi secara
konsisten, efektif, efisien, sistematis dan terkelola dengan baik, untuk
menghasilkan produk/jasa yang dimiliki konsisten dengan standar yang telah
ditetapkan.
Prinsip-prinsip dalam menyusun standard operating prosedur (SOP)
harus memenuhi tujuh prinsip dasar sebagai berikut: SOP dinyatakan secara
tertulis dan disusun secara lengkap serta sistematis, SOP dikomunikasikan
secara sistematis kepada seluruh unit kerja dan individu dalam institusi, SOP
harus sesuai dengan kebijakan institusi dan patuh terhadap standar yang
menjadi acuan institusi serta peraturan perundangan yang berlaku, SOP harus
mencerminkan hierarki dalam institusi dan proses pelayanan yang berlangsung
dalam institusi, SOP harus dapat mendorong pelaksanaan rangkaian aktivitas
institusi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien, SOP harus memiliki
mekanisme untuk memantau dan mengendalikan pelaksanaan rangkaian
aktivitas agar tidak terjadi pelanggaran atau penyimpangan. SOP harus
dievaluasi secara periodik dan disesuaikan dengan kondisi terkini atau
kebutuhan institusi.
1. Tahapan penyusunan SOP yaitu mengumpulkan metode pendekatan sistem
atau resiko kegiatan, mengumpulkan informasi alur otorisasi, kebijakan,
pihak yang terlibat, formulir, dan keterkaitan dengan prosedur lain.
Menetapkan metode dan tekhnik penulisan SOP, menulis SOP, dan
membuat draf pedoman SOP.

15
B. Saran
1. Bagi Institusi
Diharapkan agar dapat memberi masukan berupa kritik dan saran yang
bersifat membangun tentang Pencapaian Mutu Hasil Kerja dalam Pelayanan
Kebidanan Berdasarkan SOP
2. Bagi Mahasiswa
Diharapkan agar lebih mengembangkan wawasan dan ilmu
pengetahuan tentang Pencapaian Mutu Hasil Kerja dalam Pelayanan
Kebidanan Berdasarkan SOP

16
DAFTAR PUSTAKA

Gomes, Faustino Cardoso, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit Andi


Offset, Jakarta, Tahun 2000, Halaman 162

Handoko, Hani, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, Edisi Kedua,
Penerbit BPFE-UGM, Yogyakarta, Halaman 69.

Mangkunegara, Anwar Prabu, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,


Penerbit PT, Remaja Rosdakarya, Bandung, Tahun 2000 Halaman 164.

Mangkunegara, Anwar Prabu, Op-cit, Halaman 107.

Nawawi, H. Hadari, Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit Gajah Mada


University Press, Yogyakarta, Tahun 1997, Halaman 89.

17

Anda mungkin juga menyukai