0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan24 halaman

Rencana Pembelajaran Keruangan dan Waktu

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Proyek IPA di kelas X yang berfokus pada konsep keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan proyek dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kondisi geografis dan sosial Indonesia serta kerja sama antarnegara. Metode yang digunakan mencakup diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, dan presentasi, dengan penekanan pada nilai-nilai berkebinekaan global, gotong royong, dan bernalar kritis.

Diunggah oleh

irawatis01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
204 tayangan24 halaman

Rencana Pembelajaran Keruangan dan Waktu

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk mata pelajaran Proyek IPA di kelas X yang berfokus pada konsep keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan proyek dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang kondisi geografis dan sosial Indonesia serta kerja sama antarnegara. Metode yang digunakan mencakup diskusi kelompok, eksplorasi lapangan, dan presentasi, dengan penekanan pada nilai-nilai berkebinekaan global, gotong royong, dan bernalar kritis.

Diunggah oleh

irawatis01
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : ……………….


Mata Pelajaran : Proyek IPA
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : X/Genap
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (5 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Peserta didik memiliki beragam kesiapan belajar.


Pengetahuan awal mereka mengenai konsep ruang dan waktu, kondisi
geografis Indonesia, kondisi sosial, dan kerja sama antarnegara bervariasi.
Minat belajar peserta didik cenderung pada pembelajaran berbasis proyek
dan aplikasi konsep dalam kehidupan nyata. Latar belakang sebagai siswa
menunjukkan kecenderungan pada aplikasi konsep dalam konteks spasial
dan sosial. Kebutuhan belajar peserta didik meliputi bimbingan dalam
menganalisis interaksi keruangan dan waktu, mendeskripsikan bentang alam,
menjelaskan kondisi sosial-budaya, ekonomi, dan politik, serta
mengklasifikasikan bentuk kerja sama antarnegara. Beberapa peserta didik
mungkin memerlukan pendampingan khusus untuk memastikan pemahaman
yang menyeluruh dan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan proyek.

MATERI PELAJARAN: Materi pelajaran ini berfokus pada elemen


"Keruangan serta Konektivitas Antarruang dan Waktu". Analisis materi
menunjukkan bahwa materi ini memiliki jenis pengetahuan konseptual
(konsep keruangan dan waktu, kondisi geografis, kondisi sosial, kerja sama
antarnegara) dan prosedural (merancang riset pusat pertumbuhan,
mendeskripsikan bentang alam, menganalisis kondisi sosial,
mengidentifikasi kerja sama). Relevansinya sangat tinggi dengan kehidupan
nyata peserta didik dalam memahami lingkungan sekitar dan hubungan
global. Tingkat kesulitan bervariasi dari penjelasan konsep dasar hingga
analisis data dan implementasi proyek. Struktur materi disusun secara
sistematis, dimulai dengan konsep ruang dan waktu, dilanjutkan dengan
kondisi geografis dan sosial Indonesia, dan diakhiri dengan kerja sama
antarnegara. Integrasi nilai dan karakter ditekankan pada pentingnya
berkebinekaan global, gotong royong, dan bernalar kritis.

DIMENSI PROFIL LULUSAN:

1. Berkebinekaan Global
2. Gotong Royong
3. Bernalar Kritis
4. Kreatif

DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Peserta didik menjelaskan fenomena-


PEMBELAJARAN fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya dilihat dari berbagai aspek
seperti keruangan dan konektivitas antar ruang dan waktu. Peserta didik
diharapkan dapat memahami pengetahuan ilmiah dan menerapkannya , atau
membuat prediksi sederhana disertai dengan pembuktiannya.

TOPIK PEMBELAJARAN: Keruangan serta Konektivitas Antarruang dan


Waktu

TUJUAN PEMBELAJARAN:

 Peserta didik dapat menjelaskan konsep keruangan dan waktu.


 Peserta didik dapat menjelaskan interaksi keruangan dan waktu.
 Peserta didik dapat menjelaskan pengaruh interaksi keruangan dan
waktu.
 Peserta didik dapat menghubungkan keterkaitan antara interaksi
ruang dan waktu.
 Peserta didik dapat mengklasifikasikan bentuk interaksi keruangan.
 Peserta didik dapat menjelaskan luas, batas dan letak wilayah
Indonesia.
 Peserta didik dapat mendeskripsikan bentang alam Indonesia.
 Peserta didik dapat menjelaskan karakteristik wilayah Indonesia.
 Peserta didik dapat menjelaskan kondisi sosial-budaya, sosial-
ekonomi dan sosial-politik masyarakat Indonesia.
 Peserta didik dapat menjelaskan kerja sama bilateral, regional dan
multilateral.

PRAKTIK PEDAGOGIS:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek


2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan (jika relevan dengan proyek),
wawancara (jika relevan dengan proyek), dan presentasi.

MITRA PEMBELAJARAN:

1. Guru bidang studi lain (misalnya Guru Geografi, Sejarah, atau


Ekonomi).
2. Peserta didik lain (kolaborasi kelompok).
3. Tokoh masyarakat atau ahli di bidang urbanisasi atau tata kota (jika
proyek terkait riset pusat pertumbuhan).
4. Pemerintah daerah atau lembaga terkait data geografis dan sosial.
5. Organisasi internasional atau kedutaan besar (jika memungkinkan
untuk materi kerja sama antarnegara).

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:

1. Ruang Fisik: Ruang kelas, perpustakaan, lingkungan sekitar sekolah


untuk observasi kondisi sosial dan geografis.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk diskusi kelompok,
pengumpulan informasi, dan presentasi (misalnya Google Classroom,
Zoom/Meet).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan menumbuhkan
rasa ingin tahu.

PEMANFAATAN DIGITAL:

1. Perencanaan: Perangkat lunak presentasi (misalnya Power Point,


Canva), lembar kerja digital.
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran, penggunaan QR code untuk
sumber informasi, aplikasi pengolah data (spreadsheet).
3. Asesmen: Kuis online (misalnya Google Form, Quizizz), rubrik
penilaian laporan dan presentasi.

PENGALAMAN Langkah-Langkah Pembelajaran


BELAJAR
Pertemuan 1 (Alokasi Waktu: 200 menit) Modul Ajar 5a: Konektivitas
Antarruang dan Waktu

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru dan melakukan doa bersama


yang dipimpin salah seorang siswa.
2. Peserta didik menjawab presensi guru sebagai sikap disiplin.
3. Peserta didik menyimak apersepsi dengan pertanyaan pemantik untuk
mengetahui kompetensi awal: "Apakah yang kamu ketahui jika
mendengar kata ruang dan waktu?".
4. Peserta didik menyimak asesmen diagnostik non-kognitif dan
kognitif di awal pertemuan.
5. Peserta didik menyimak gambaran umum tentang konektivitas
antarruang dan waktu.
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah (Waktu disesuaikan)


1. Guru memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk
memusatkan perhatian pada topik: "Apa yang kamu pikirkan
jika mendengar kata ruang?" dan "Apa yang kamu pikirkan
jika mendengar kata waktu?".
2. Peserta didik diminta menulis jawaban atas pertanyaan
tersebut.
3. Peserta didik diminta memahami materi secara garis besar
dari presentasi guru dan sumber lain mengenai konektivitas
antarruang dan waktu.
 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik (Waktu disesuaikan)

1. Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri atas 5-6


orang.
2. Peserta didik bersama teman sekelompok diminta memahami
proyek mini mengenai riset pusat pertumbuhan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok


(Waktu disesuaikan)
1. Guru memberikan instruksi agar peserta didik melakukan
tugas dalam proyek mini.
2. Guru berkeliling untuk melihat proses perencanaan praktik
dan diskusi peserta didik.
3. Guru melihat lembar perencanaan dan pengamatan peserta
didik serta diskusi yang dilakukan.
4. Guru memberikan bantuan terbatas, apabila ada peserta
didik/kelompok yang mengalami kesulitan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan mengenai konektivitas antarruang
dan waktu.
2. Guru mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya yaitu kondisi geografis Indonesia.
3. Guru memberikan tugas rumah untuk mengembangkan kemampuan
literasi peserta didik.

Pertemuan 2 (Alokasi Waktu: 200 menit) Modul Ajar 5b: Kondisi


Geografis Indonesia

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru dan melakukan doa bersama


yang dipimpin salah seorang siswa.
2. Peserta didik menjawab presensi guru sebagai sikap disiplin.
3. Peserta didik dikonfirmasi oleh guru tentang tugas pertemuan 1 dan
diberikan apresiasi atau motivasi.
4. Peserta didik menyimak apersepsi dengan pertanyaan pemantik:
"Apakah yang kamu ketahui tentang letak wilayah Indonesia?" dan
"Apakah yang kamu ketahui tentang batas wilayah Indonesia?".
5. Peserta didik menyimak gambaran umum tentang kondisi geografis
Indonesia.
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah (Waktu disesuaikan)


1. Guru memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk
memusatkan perhatian pada topik: "Indonesia berada diantara
dua benua yaitu?" dan "Indonesia berada diantara dua
samudra yaitu?".
2. Peserta didik diminta untuk menjawab dua pertanyaan
tersebut.
3. Peserta didik diminta untuk memahami materi secara garis
besar dari presentasi guru dan sumber lain mengenai kondisi
geografis Indonesia.
 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik (Waktu disesuaikan)

1. Peserta didik dibagi dalam kelompok terbatas (teman


sebangku).
2. Peserta didik bersama teman sebangku diminta membaca dan
memahami materi mengenai kondisi geografis Indonesia.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
(Waktu disesuaikan)

1. Guru memberikan instruksi agar peserta didik memahami


materi tersebut dan membuat ringkasan singkat mengenai
kondisi geografis Indonesia.
2. Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
3. Guru melihat lembar kerja peserta didik dan diskusi yang
dilakukan.
4. Guru memberikan bantuan terbatas, apabila ada peserta
didik/kelompok yang mengalami kesulitan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


(Waktu disesuaikan)
1. Guru meminta dengan sukarela perwakilan peserta didik
untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
2. Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
3. Guru meminta perwakilan peserta didik dari kelompok lain
untuk mempresentasikan hasil diskusi yang dilakukan.
4. Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.
 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah (Waktu disesuaikan)

1. Guru meminta semua peserta didik untuk saling melakukan


apresiasi terhadap peserta didik yang telah sukarela
mempresentasikan hasil diskusi dan peserta didik yang sudah
terlibat aktif dalam pembelajaran.
2. Guru memberikan penguatan apabila ada jawaban peserta
didik yang kurang sesuai.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu mengenai kondisi geografis
Indonesia.
2. Guru memberikan tugas rumah untuk mengembangkan pengetahuan
peserta didik.
3. Guru mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya yaitu kondisi sosial Indonesia.

Pertemuan 3 (Alokasi Waktu: 200 menit) Modul Ajar 5c: Kondisi Sosial
Indonesia

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru dan melakukan doa bersama


yang dipimpin salah seorang siswa.
2. Peserta didik menjawab presensi guru sebagai sikap disiplin.
3. Peserta didik dikonfirmasi oleh guru tentang tugas pertemuan 2 dan
diberikan apresiasi atau motivasi.
4. Peserta didik menyimak apersepsi dengan pertanyaan pemantik:
"Apakah yang kamu ketahui tentang kondisi sosial Indonesia?" dan
"Apakah kamu bisa memberikan contoh kondisi sosial yang ada di
Indonesia?".
5. Peserta didik menyimak gambaran umum mengenai kondisi sosial
Indonesia.
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah (Waktu disesuaikan)


1. Guru memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk
memusatkan perhatian pada topik: "Apa sajakah pembagian
kondisi sosial di Indonesia?" dan "Berikan satu contoh dari
kondisi sosial budaya?".
2. Peserta didik diminta untuk menjawab dua pertanyaan
tersebut.
3. Peserta didik diminta untuk memahami materi secara garis
besar dari presentasi guru dan sumber lain mengenai kondisi
sosial Indonesia.
4. Peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas sebagai
pemahaman awal materi.
 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik (Waktu disesuaikan)

1. Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri atas 5-6


orang.
2. Peserta didik bersama teman kelompok diminta mengerjakan
tugas kolaborasi mengenai kondisi sosial.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
(Waktu disesuaikan)

1. Guru memberikan instruksi agar peserta didik


mendeskripsikan kondisi-ekonomi masyarakat pada tugas
kolaborasi.
2. Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
3. Guru melihat hasil pengamatan pekerjaan peserta didik dan
diskusi ringan jika diperlukan.
4. Guru memberikan bantuan terbatas, apabila ada peserta didik
yang mengalami kesulitan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


(Waktu disesuaikan)
1. Guru meminta dengan sukarela perwakilan 2 peserta didik
berbeda kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
2. Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
3. Guru meminta perwakilan peserta didik lain untuk
mempresentasikan hasil diskusinya.
4. Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.
 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah (Waktu disesuaikan)

1. Guru meminta semua peserta didik untuk saling melakukan


apresiasi terhadap peserta didik/kelompok yang telah sukarela
mempresentasikan hasil diskusi dan peserta didik yang sudah
terlibat aktif dalam pembelajaran.
2. Guru memberikan penguatan jika ada jawaban peserta didik
yang kurang sesuai.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu sumber kondisi sosial
Indonesia.
2. Guru mengkonfirmasi materi yang akan dibahas pada pertemuan
berikutnya yaitu kerja sama antarnegara.
3. Guru memberikan tugas rumah pada peserta didik agar meningkatkan
kemampuan literasi.

Pertemuan 4 (Alokasi Waktu: 200 menit) Modul Ajar 5d: Kerja Sama
Antarnegara

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru dan melakukan doa bersama


yang dipimpin salah seorang siswa.
2. Peserta didik menjawab presensi guru sebagai sikap disiplin.
3. Peserta didik dikonfirmasi oleh guru tentang tugas pertemuan 3 dan
diberikan apresiasi atau motivasi.
4. Peserta didik menyimak apersepsi dengan pertanyaan pemantik:
"Coba kamu jelaskan secara singkat apa yang dimaksud kerja sama
antarnegara?" dan "Cobalah Anda berikan contoh dari kerja sama
antarnegara?".
5. Peserta didik menyimak gambaran umum tentang kerja sama
antarnegara.
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)

 Langkah 1. Orientasi masalah (Waktu disesuaikan)


1. Guru memberikan rangsangan kepada peserta didik untuk
memusatkan perhatian pada topik: "Apakah contoh yang
kamu ketahui tentang kerja sama antarnegara?" dan "Apa saja
bentuk dari kerja sama antarnegara?".
2. Peserta didik diminta menulis jawaban atas pertanyaan
tersebut.
3. Peserta didik diminta memahami materi secara garis besar
dari presentasi guru dan sumber lain mengenai kerja sama
antarnegara.
4. Guru mengarahkan peserta didik untuk memindai QR code
pada sumber belajar untuk memahami lebih lanjut mengenai
daftar negara yang menjalin hubungan bilateral dengan
Indonesia dan contoh-contoh kerja sama regional Indonesia
dengan negara lain.
 Langkah 2. Mengorganisasi peserta didik (Waktu disesuaikan)

1. Peserta didik dibagi dalam kelompok yang terdiri atas 5-6


orang.
2. Peserta didik bersama teman kelompok diminta mengerjakan
tugas kolaborasi mengenai kerja sama antarnegara.
 Langkah 3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
(Waktu disesuaikan)

1. Guru memberikan instruksi agar peserta didik


mendeskripsikan kondisi-ekonomi masyarakat dalam tugas
kolaborasi.
2. Guru berkeliling untuk melihat proses diskusi peserta didik.
3. Guru melihat hasil pengamatan pekerjaan peserta didik dan
diskusi ringan jika diperlukan.
4. Guru memberikan bantuan terbatas, apabila ada peserta didik
yang mengalami kesulitan.

Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)

 Langkah 4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya


(Waktu disesuaikan)
1. Guru meminta dengan sukarela perwakilan 2 peserta didik
berbeda kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
2. Peserta didik/kelompok lain diminta menanggapi dan
memberikan argumen apa yang dipresentasikan.
3. Guru meminta perwakilan peserta didik lain untuk
mempresentasikan hasil diskusinya.
4. Peserta didik/kelompok lain diminta kembali untuk
menanggapi dan memberikan argumen apa yang
dipresentasikan.
 Langkah 5. Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah (Waktu disesuaikan)

1. Guru meminta semua peserta didik untuk saling melakukan


apresiasi terhadap peserta didik/kelompok yang telah sukarela
mempresentasikan hasil diskusi dan siswa yang sudah terlibat
aktif dalam pembelajaran.
2. Guru memberikan penguatan jika ada jawaban peserta didik
yang kurang sesuai.
3. Sebagai refleksi, guru meminta peserta didik untuk
mengerjakan lembar refleksi untuk mengecek pemahaman
peserta didik dan memberikan umpan balik pembelajaran.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi mengenai


pembelajaran yang telah dilakukan yaitu kerja sama antarnegara.
2. Guru memberikan tugas rumah untuk meningkatkan literasi peserta
didik.
3. Guru memberitahu bahwa pada pertemuan berikutnya diadakan
asesmen sumatif, peserta didik diminta belajar dan mencoba dahulu
soal latihan bab yang relevan.

Pertemuan 5 (Alokasi Waktu: 200 menit) Asesmen Sumatif Bab


Keruangan serta Konektivitas Antarruang dan Waktu

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru dan melakukan doa bersama


yang dipimpin salah seorang siswa.
2. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
3. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran hari ini yaitu asesmen
sumatif.
4. Guru memberikan motivasi dan penguatan kepada peserta didik
sebelum asesmen.

Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)

 Asesmen Sumatif (Waktu disesuaikan)


1. Peserta didik mengerjakan soal asesmen sumatif yang
mencakup seluruh materi pada bab Keruangan serta
Konektivitas Antarruang dan Waktu (konsep keruangan dan
waktu, interaksi, pengaruh, bentuk interaksi, luas, batas, letak,
bentang alam, karakteristik wilayah, kondisi sosial-budaya,
ekonomi, politik, serta kerja sama bilateral, regional, dan
multilateral).
2. Soal asesmen dapat berupa kombinasi pilihan ganda, isian
singkat, dan uraian yang mendorong penalaran kritis.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan peserta didik melakukan refleksi singkat mengenai


pelaksanaan asesmen.
2. Guru memberikan gambaran umum tentang topik yang akan
dipelajari pada modul berikutnya.
3. Guru memuliakan peserta didik atas usaha mereka dalam
pembelajaran.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel

Matahari Bulan Purnama


BAHAN AJAR: Keruangan serta Konektivitas Antarruang dan Waktu

Bab ini membahas tentang konsep keruangan dan waktu, serta bagaimana keduanya saling
terhubung dan memengaruhi berbagai interaksi dalam kehidupan sosial dan geografis. Kita
akan menjelajahi aspek-aspek ini dalam konteks Indonesia, termasuk kondisi geografis dan
dampaknya pada masyarakat.

A. Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik yang saling memengaruhi antara dua atau lebih
individu atau kelompok, yang pada akhirnya dapat membentuk sebuah organisasi mandiri
dalam domain dinamika sosial. Dalam konteks ruang dan waktu, interaksi sosial sangat
dipengaruhi oleh kondisi geografis dan temporal.

1. Aspek Ruang dan Waktu


o Aspek Ruang merujuk pada tempat di muka bumi yang dapat dimanfaatkan
untuk kegiatan individu maupun kelompok. Ruang meliputi daratan, perairan,
dan udara, serta kelengkapan berbagai organisme biotik dan abiotik yang ada
di dalamnya. Interaksi antarwilayah, seperti interaksi antara penduduk wilayah
pantai dengan pegunungan, sering kali terjadi untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat masing-masing.
 Perbedaan karakteristik ruang antarwilayah juga merupakan faktor
penting dalam interaksi. Karakteristik ini meliputi kandungan unsur
hara lapisan tanah, keanekaragaman hayati, kandungan mineral, dan
lapisan atmosfer. Contohnya, kondisi lingkungan yang sesuai membuat
wilayah pegunungan cocok dibudidayakan perkebunan teh.
o Aspek Waktu mengacu pada semua rangkaian ketika suatu proses
berlangsung. Waktu dapat dibagi menjadi waktu lampau, waktu sekarang, dan
waktu yang akan datang.
2. Interaksi Keruangan dan Waktu Terjadinya interaksi keruangan didasari oleh
beberapa prasyarat dasar:
o Complementarity (Saling Melengkapi): Adanya perbedaan ketersediaan
sumber daya atau kebutuhan antarwilayah yang mendorong terjadinya
interaksi dan pertukaran.
o Intervening Opportunity (Kesempatan Antara): Adanya alternatif lokasi
yang dapat memenuhi kebutuhan dengan biaya yang lebih rendah, yang dapat
melemahkan intensitas interaksi antara dua wilayah asal.
o Transferability (Kemudahan Perpindahan Barang atau Orang):
Kemudahan dalam memindahkan barang atau orang, yang sangat dipengaruhi
oleh kualitas infrastruktur transportasi dan jaringan komunikasi.

Interaksi keruangan dan waktu memiliki beberapa pengaruh signifikan, antara


lain:

o Perkembangan pusat perdagangan dan produksi lokal, seperti pusat produksi


gerabah di Kasongan, Yogyakarta, dan pusat grosir pakaian di Pasar Tanah
Abang, Jakarta.
o Perkembangan sarana dan prasarana.
o Perubahan penggunaan lahan.
o Perubahan orientasi pekerjaan.
o Perubahan sosial.
3. Bentuk Interaksi Keruangan Bentuk-bentuk interaksi keruangan meliputi:
o Perpindahan Penduduk (Migrasi): Ini adalah bentuk interaksi antarruang
yang mengakomodasi pergerakan orang dari satu wilayah ke wilayah lain
dengan tujuan tertentu. Jenis-jenis migrasi meliputi imigrasi, emigrasi,
urbanisasi (perpindahan dari desa ke kota), ruralisasi (perpindahan dari kota ke
desa), komutasi (ulang-alik), sirkulasi (berpindah untuk sementara waktu),
evakuasi, dan transmigrasi.
o Komunikasi: Bentuk interaksi antarruang yang melibatkan pertukaran ide
atau gagasan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh pertukaran
informasi ini termasuk siaran televisi,

streaming, penggunaan website, dan marketplace.

o Transportasi: Bentuk interaksi antarruang dalam pergerakan barang dan jasa


dari satu daerah ke daerah lain. Contohnya adalah perdagangan internasional
berupa ekspor dan impor, serta pengiriman komoditas perdagangan melalui
jalur laut, darat, dan udara.

B. Kondisi Geografis Indonesia

Kondisi geografis Indonesia sangat unik dan strategis, memengaruhi berbagai aspek
kehidupan, termasuk sosial dan ekonomi.

1. Luas dan Batas Wilayah Indonesia Luas total wilayah Indonesia diperkirakan
sekitar 7,81 juta km², membentang dari Sabang di ujung barat hingga Merauke di
ujung timur. Batas-batas wilayah Indonesia meliputi:
o Batas Darat: Dapat berupa batas alami (misalnya pegunungan atau sungai)
atau batas buatan (misalnya pagar atau patok batas).
o Batas Laut: Terdiri dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), zona laut teritorial,
dan zona landas kontinen.
o Batas Udara: Meliputi ruang udara di atas wilayah daratan dan perairan
Indonesia.
2. Letak Wilayah Indonesia Indonesia memiliki letak yang sangat strategis secara
geografis dan geologis.
o Letak Geografis: Indonesia berada di antara Benua Asia dan Benua Australia,
serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Secara astronomis, garis
lintang Indonesia terletak di antara 6° Lintang Utara (LU) dan 11° Lintang
Selatan (LS), sementara garis bujur terletak di antara 95° Bujur Timur (BT)
dan 141° Bujur Timur (BT).
o Letak Geologis: Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng
tektonik besar dunia, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan
Lempeng Pasifik. Kondisi geologis ini menyebabkan Indonesia kaya akan
sumber daya mineral dan sering mengalami aktivitas vulkanik serta gempa
bumi.
3. Bentang Alam Indonesia Bentang alam Indonesia sangat beragam dan
mempengaruhi pola kehidupan masyarakat. Bentang alam utama meliputi:
o Gunung dan Pegunungan: Indonesia dilalui oleh dua sabuk pegunungan
besar, yaitu Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania, yang menyebabkan
banyaknya gunung berapi.
o Bukit dan Perbukitan: Area yang lebih rendah dari gunung namun memiliki
ketinggian yang bervariasi.
o Dataran Tinggi: Wilayah dataran yang dikelilingi oleh pegunungan,
terbentuk dari hasil erosi dan sedimentasi atau kaldera. Umumnya sebagai
tempat bercocok tanam.
o Dataran Rendah: Wilayah yang relatif datar dengan ketinggian rendah,
sering menjadi pusat permukiman dan kegiatan ekonomi.
4. Karakteristik Wilayah Daratan dan Perairan Indonesia Indonesia memiliki
karakteristik wilayah daratan dan perairan yang khas. Wilayahnya bersuhu hangat
sepanjang tahun. Pergantian musim penghujan dan kemarau relatif stabil karena
dipengaruhi oleh angin monsun barat dan timur. Indonesia juga relatif terbebas dari
embusan angin topan, serta memiliki kelembapan udara yang tinggi.

C. Kondisi Sosial Indonesia

Kondisi sosial masyarakat Indonesia merupakan cerminan dari interaksi keruangan dan
waktu, serta kondisi geografis yang memengaruhinya.

1. Kondisi Sosial-Budaya Masyarakat Indonesia memiliki beragam kondisi sosial-


budaya. Pada masyarakat pedesaan, sistem kekerabatan sangat erat, dan pola pikirnya
menjunjung tinggi norma-norma sosial. Seringkali, gotong royong masih menjadi
bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam membangun rumah.
Sementara itu, taraf pendidikan masyarakat desa cenderung lebih rendah dari
perkotaan. Di wilayah perkotaan, mobilitas masyarakatnya cenderung tinggi.
2. Kondisi Sosial-Ekonomi Struktur lapangan pekerjaan utama di Indonesia didominasi
oleh sektor pertanian, perdagangan, dan industri. Data sensus penduduk tahun 2020
menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 270.203.917 jiwa, dengan
distribusi usia dan gender yang bervariasi antar generasi (Pre Generasi Z, Generasi Z,
Milenial, Generasi X, Boomer, Pre-boomer).
3. Kondisi Sosial-Politik Indonesia menganut bentuk pemerintahan Republik, di mana
kedaulatan berada di tangan rakyat, dan Presiden bertindak sebagai kepala negara.
o Sistem Politik: Sistem politik dalam negeri berdasarkan asas demokrasi.
Sistem politik luar negeri Indonesia menganut prinsip politik bebas aktif.
o Aktivitas Politik: Aktivitas politik dalam negeri mencakup pemilihan umum
sebagai wujud demokrasi, unjuk rasa sebagai sarana penyampaian aspirasi
rakyat, dan dialog politik terbuka. Sementara itu, aktivitas politik luar negeri
meliputi pertukaran duta negara dan membina persahabatan serta kerja sama
antarnegara dalam berbagai bidang seperti sosial budaya, ekonomi, IPTEK,
dan pertahanan keamanan.

D. Kerja Sama Antarnegara

Kerja sama antarnegara merupakan bagian penting dari interaksi sosial global untuk
mencapai berbagai tujuan bersama. Ada tiga bentuk utama kerja sama antarnegara:

1. Kerja Sama Bilateral Ini adalah kerja sama yang dilakukan antardua negara yang
melibatkan aktivitas timbal balik antara kedua belah pihak.
o Motif Kerja Sama: Motif utama kerja sama bilateral adalah untuk mencapai
kesejahteraan ekonomi, menjaga perdamaian, dan menjaga kepentingan
nasional masing-masing negara.
o Bidang Kerja Sama: Kerja sama bilateral antara Indonesia dan negara lain
ditingkatkan di berbagai bidang, termasuk:
 Hukum: Meliputi kerja sama penanganan masalah hukum, seperti
interpol, perjanjian ekstradisi, dan pertukaran tahanan.
 Ekonomi: Mencakup perdagangan ekspor-impor, penanaman modal,
utang-piutang, dan aspek lain yang berkaitan dengan pemenuhan
kebutuhan masyarakat.
 Pendidikan dan Sosial Budaya: Meliputi pertukaran pelajar,
pemberian beasiswa, pertukaran guru dan dosen, pertukaran
pementasan budaya, serta pertukaran tenaga ahli.
 Pertahanan: Meliputi latihan militer bersama, pembelian alat utama
sistem persenjataan (alutsista), kerja sama pengamanan daerah
perbatasan, serta kerja sama intelijen.
2. Kerja Sama Regional Kerja sama regional adalah kerja sama antarnegara di suatu
kawasan yang umumnya berdekatan.
o Association of Southeast Asian Nations (ASEAN):
 Pendirian: ASEAN didirikan melalui perjanjian kerja sama Deklarasi
Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara
pendiri: Indonesia (diwakili Adam Malik), Malaysia (Tun Abdul
Razak), Singapura (S. Rajaratnam), Filipina (Narciso Ramos), dan
Thailand (Thanat Khoman).
 Latar Belakang: Berdirinya ASEAN dilatarbelakangi oleh persamaan
letak geografis, persamaan budaya, persamaan nasib (sebagai negara
bekas jajahan), dan persamaan tujuan untuk menciptakan stabilitas dan
kesejahteraan di kawasan Asia Tenggara.
 Tujuan: Tujuan ASEAN adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi
serta kemajuan sosial budaya di kawasan, mengupayakan perdamaian
dan stabilitas regional, mengupayakan kerja sama aktif dan bantuan
timbal balik untuk kepentingan bersama, saling memberikan bantuan
dalam pelatihan dan fasilitas penelitian, bekerja sama secara lebih
efektif dalam pemanfaatan pertanian dan industri, perluasan
perdagangan, peningkatan fasilitas transportasi dan komunikasi,
peningkatan standar hidup masyarakat, serta mempromosikan
pertukaran pelajar dan memelihara kerja sama yang erat dengan
organisasi internasional dan regional lain.
o Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC):
 Tujuan: APEC didirikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan
meningkatkan kesejahteraan di Asia Pasifik dengan memfasilitasi
perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka, serta menjalin kerja
sama ekonomi dan teknik (ecotech).
 Prinsip Kerja Sama: Prinsip kerja sama APEC meliputi konsensus
(kesepakatan bersama), voluntary and non-binding (sukarela dan tidak
mengikat), concerted unilateralism (upaya unilateral yang
terkoordinasi), dan differentiated time frame (kerangka waktu yang
berbeda untuk mencapai tujuan). APEC memiliki sejumlah negara
anggota dari kawasan Asia Pasifik.
3. Kerja Sama Multilateral Kerja sama multilateral adalah kerja sama yang melibatkan
lebih dari dua negara atau kelompok. Contoh organisasi kerja sama multilateral adalah
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), World Trade Organization (WTO), International
Monetary Fund (IMF), dan Organization of Islamic Cooperation (OIC).
o Struktur Organisasi PBB: PBB memiliki beberapa struktur utama, antara
lain Majelis Umum (General Assembly), Dewan Keamanan (Security
Council), Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council), Dewan
Perwalian (Trusteeship Council), Mahkamah Internasional (International
Court of Justice), dan Sekretariat (Secretariat).
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ……………………


KELAS / SEMESTER : X / GENAP
MATA PELAJARAN : PROYEK IPAS

TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1. Menjelaskan konsep keruangan dan waktu.
2. Menjelaskan interaksi keruangan dan waktu serta pengaruhnya.
3. Menghubungkan keterkaitan interaksi ruang dan waktu dalam kehidupan masyarakat.
4. Mengklasifikasikan bentuk interaksi keruangan di Indonesia.
5. Menjelaskan luas, batas, dan letak wilayah Indonesia serta karakteristik sosial dan
alamnya.
6. Menjelaskan kondisi sosial-budaya, sosial-ekonomi, sosial-politik, serta kerja sama
antarnegara.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Level
Kognitif
1 Mengidentifikasi konsep ruang dan waktu C1
2 Menjelaskan bentuk interaksi ruang dalam kehidupan masyarakat C2
3 Menganalisis pengaruh konektivitas antarruang terhadap ekonomi C4
wilayah
4 Mengklasifikasikan kerja sama internasional Indonesia berdasarkan C2
wilayah
5 Mengevaluasi manfaat kerja sama regional dan global bagi Indonesia C5

KISI-KISI SOAL
No IPK Materi Level Bentuk
Soal
1 Menjelaskan ruang dan waktu Konsep Ruang C2 Pilihan
Ganda
2 Menjelaskan bentuk interaksi keruangan Interaksi Keruangan C2 Pilihan
Ganda
3 Menganalisis hubungan ruang-waktu Interaksi Ruang- C4 Pilihan
terhadap ekonomi Waktu Ganda
4 Menghubungkan konektivitas dan Sosial dan Budaya C4 Pilihan
sosial-budaya Ganda
5 Menjelaskan posisi dan batas wilayah Geografi Indonesia C2 Pilihan
Indonesia Ganda
6 Menguraikan karakteristik wilayah Karakteristik C3 Pilihan
Indonesia Wilayah Ganda
7 Menjelaskan kerja sama bilateral dan Kerja Sama C2 Pilihan
regional Internasional Ganda
8 Mengevaluasi kerja sama ASEAN Regional Politik C5 Pilihan
ASEAN Ganda
9 Menganalisis dampak globalisasi Konektivitas C4 Pilihan
ekonomi Ekonomi Ganda
10 Menjelaskan potensi sosial-ekonomi di Sosial-Ekonomi C3 Pilihan
daerahnya Daerah Ganda

SOAL PILIHAN GANDA

1. Dalam pengembangan aplikasi transportasi online berbasis lokasi, penting memahami


ruang sebagai:
A. Hubungan antara manusia dengan waktu
B. Tempat terjadinya aktivitas manusia
C. Sistem komputerisasi wilayah
D. Wilayah kerja pusat kota
E. Interaksi pengguna dengan aplikasi
2. Ketika sebuah perusahaan logistik memperluas layanan antar pulau, bentuk interaksi ruang
yang terjadi adalah…
A. Perdagangan digital
B. Transportasi barang
C. Perpindahan sosial
D. Intervensi budaya
E. Urbanisasi teknologi
3. Kawasan industri digital tumbuh pesat di daerah pinggiran kota karena adanya jaringan
internet dan infrastruktur jalan. Fenomena ini menunjukkan…
A. Transformasi budaya
B. Inovasi lokal
C. Pengaruh interaksi ruang terhadap pembangunan ekonomi
D. Keterbatasan akses wilayah
E. Polusi akibat teknologi
4. Penduduk daerah pantai utara Pulau Jawa banyak berprofesi sebagai nelayan, sementara di
pegunungan sebagai petani. Kondisi ini menunjukkan…
A. Perubahan politik wilayah
B. Pemerataan pembangunan
C. Ketimpangan ekonomi
D. Pengaruh karakteristik wilayah terhadap pekerjaan
E. Pemindahan penduduk
5. Wilayah Indonesia dibatasi langsung oleh negara-negara tetangga. Di sebelah utara,
Indonesia berbatasan dengan…
A. Australia
B. Filipina dan Malaysia
C. Timor Leste
D. Samudra Hindia
E. India dan Pakistan
6. Karakteristik alam Indonesia sebagai negara kepulauan berdampak pada…
A. Rendahnya budaya literasi
B. Lambatnya pembangunan teknologi
C. Beragamnya budaya dan adat istiadat
D. Kesamaan ekonomi antar daerah
E. Terbatasnya jumlah tenaga kerja
7. Bentuk kerja sama antara Indonesia dan Jepang dalam pengembangan startup digital
tergolong dalam…
A. Multilateral
B. Regional
C. Bilateral
D. Tradisional
E. Lokal
8. Salah satu manfaat kerja sama Indonesia dengan negara-negara ASEAN di bidang
ekonomi adalah…
A. Menyebabkan perang dagang
B. Menurunkan kualitas sumber daya
C. Meningkatkan ekspor dan investasi
D. Membatasi inovasi lokal
E. Menghapuskan pajak daerah
9. Akses internet cepat di desa menyebabkan munculnya lapangan kerja baru seperti content
creator dan reseller online. Hal ini mencerminkan…
A. Keterbatasan ruang digital
B. Dampak positif konektivitas ruang terhadap sosial ekonomi
C. Hilangnya budaya lokal
D. Ketergantungan pada ekspor
E. Krisis energi
10. Anda diminta memetakan potensi sosial-ekonomi daerah Anda melalui aplikasi GIS.
Langkah awal yang harus dilakukan adalah…
A. Menghapus data lama
B. Membeli data satelit mahal
C. Mengumpulkan data lokasi dan aktivitas masyarakat
D. Membangun peta 3D secara langsung
E. Menyusun narasi visualisasi

KUNCI JAWABAN
1. B
2. B
3. C
4. D
5. B
6. C
7. C
8. C
9. B
10. C
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Skor Maksimal
Ketepatan Jawaban (10 soal x 100
10)
Total Nilai 100
📘 ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : ……………………………
KELAS / SEMESTER : X / GENAP
MATA PELAJARAN : PROYEK IPAS

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik dapat:
 Menjelaskan konsep keruangan, waktu, serta pengaruhnya.
 Mengaitkan interaksi ruang dan waktu dengan dinamika sosial dan wilayah Indonesia.
 Mengklasifikasikan bentuk interaksi antarruang.
 Menjelaskan kondisi wilayah dan kerja sama internasional.
 Mengembangkan proyek berbasis solusi lokal melalui pemanfaatan teknologi.

✅ INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


No Indikator Pencapaian

Mengidentifikasi konsep ruang, waktu, dan bentuk interaksinya dalam kehidupan sehari-
1
hari

2 Menganalisis pengaruh letak geografis Indonesia terhadap kondisi sosial dan budaya

3 Menganalisis data sosial-ekonomi dan menghubungkannya dengan kondisi ruang

Mengembangkan proyek peta interaktif (digital) untuk menunjukkan konektivitas


4
antarruang

5 Menyusun laporan dan menyampaikan hasil proyek secara kolaboratif


📊 KISI-KISI SOAL PROYEK
No IPK (Indikator Pencapaian Kompetensi) Materi Level
Kognitif
1 Mengidentifikasi bentuk konektivitas ruang Konsep ruang dan C2
waktu
2 Menganalisis pengaruh konektivitas Interaksi keruangan C4
antarruang terhadap sosial ekonomi
3 Mengembangkan solusi teknologi berbasis Karakteristik wilayah C6
data wilayah Indonesia
4 Mendesain dan menyajikan proyek digital Kerja sama dan C6
berbasis data spasial interaksi ruang

🧠 SOAL PROYEK
Sebagai siswa jurusan Teknologi Informatika, kamu diminta membantu kelurahan atau desa
dalam membuat peta digital berbasis konektivitas ruang untuk mendukung perencanaan
pembangunan infrastruktur dan kerja sama antarwilayah.

📌 TUGAS PROYEK
Judul Proyek: Pemetaan Konektivitas dan Potensi Sosial-Ekonomi Wilayah Sekitar Sekolah
Deskripsi Tugas:
Lakukan observasi lingkungan sekitar sekolah atau tempat tinggalmu. Gunakan perangkat
lunak peta digital (seperti Google My Maps, QGIS, atau Canva Map) untuk memetakan:
 Lokasi penting (jalan utama, pasar, sekolah, kantor desa, dll)
 Potensi sosial-ekonomi (UMKM, pertanian, pariwisata lokal, dll)
 Hambatan atau kendala interaksi ruang (akses jalan rusak, tidak ada sinyal, banjir, dll)
Langkah-langkah Pengerjaan:
1. Identifikasi & observasi: Kumpulkan informasi keruangan dan waktu melalui
wawancara singkat atau pengamatan.
2. Pengolahan data: Visualisasikan data pada peta digital (diperbolehkan manual jika
tidak tersedia perangkat lunak).
3. Analisis: Hubungkan data spasial dengan karakteristik sosial-budaya masyarakat
sekitar.
4. Rekomendasi: Tulis 3 solusi inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan
konektivitas ruang dan kerja sama antardaerah.
5. Presentasi: Sajikan hasil akhir melalui presentasi digital atau poster interaktif.

✅ KUNCI JAWABAN (PANDUAN PENILAIAN KARYA PROYEK)


Jawaban akan bervariasi sesuai hasil observasi dan kreativitas peserta didik. Namun,
penilaian akan berfokus pada:
 Kesesuaian data spasial yang dipetakan
 Ketepatan analisis hubungan ruang-waktu
 Orisinalitas solusi yang ditawarkan
 Keterpaduan antara data, visualisasi, dan rekomendasi
📏 RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Skor Maksimal
Kesesuaian isi dengan topik dan tujuan proyek 20
Ketepatan pemetaan dan visualisasi data spasial 20
Analisis keterkaitan ruang, waktu dan sosial 20
Kreativitas solusi dan inovasi teknologi 20
Presentasi hasil dan penyampaian gagasan 20
Total Skor 100
📘 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

SATUAN PENDIDIKAN : ………………………


KELAS / SEMESTER : X / GENAP
MATA PELAJARAN : PROYEK IPAS

🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik mampu:
 Menjelaskan konsep keruangan, interaksi ruang dan waktu.
 Mengklasifikasikan bentuk interaksi keruangan.
 Menganalisis pengaruh interaksi ruang terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya
masyarakat.
 Menjelaskan letak, batas wilayah, serta karakteristik geografis Indonesia.
 Mendesain representasi visual kondisi wilayah dengan memanfaatkan teknologi
digital.

🧪 ALAT DAN BAHAN


 Peta Indonesia (dapat berupa cetak/digital)
 Laptop atau ponsel pintar
 Internet (untuk akses data spasial atau sosial)
 Aplikasi digital (Google Maps, Canva, Infogram, Mindmap Tool, dll)
 Kertas A4, alat tulis
 Buku sumber atau modul IPAS
🔍 TUGAS / SOAL
Pemerintah daerah setempat sedang mengembangkan sistem informasi wilayah berbasis
digital untuk mengetahui potensi sosial dan ekonomi yang tersebar di setiap kecamatan.
Kamu diminta membantu menyajikan data tersebut secara ringkas dan visual.

Tugas Proyek
Judul Proyek: Analisis Interaksi Keruangan dan Konektivitas Wilayah di Sekitarku
Langkah Kerja:
1. Identifikasi Wilayah
Pilih satu kecamatan atau kelurahan di sekitar tempat tinggalmu.
2. Pemetaan Data
Sajikan secara visual letak, batas wilayah, dan fasilitas penting (pasar, sekolah, kantor
desa, dll) menggunakan peta digital/manual.
3. Analisis Keruangan
o Jelaskan bentuk interaksi antarruang (transportasi, ekonomi, sosial).
o Jelaskan pengaruh kondisi geografis (pegunungan, dataran, pesisir) terhadap
aktivitas masyarakat.
4. Koneksi Sosial Budaya & Ekonomi
Identifikasi kegiatan ekonomi utama masyarakat, serta aspek sosial-budaya yang
berkembang.
5. Visualisasi Proyek
Buat mindmap, poster digital, atau infografis yang memuat seluruh hasil
pengamatanmu.
6. Rekomendasi Teknologi
Berikan usulan sederhana mengenai bagaimana teknologi (misalnya aplikasi, sistem
informasi geografis) dapat digunakan untuk mempermudah interaksi ruang.

✅ KUNCI JAWABAN (PANDUAN)


Jawaban terbuka dan bervariasi, namun penilaian akan mempertimbangkan:
 Keakuratan dan relevansi data wilayah
 Kemampuan menghubungkan kondisi ruang dengan interaksi sosial-ekonomi
 Kejelasan visualisasi dan logika berpikir
 Relevansi dan kreativitas solusi teknologi yang diusulkan
📏 RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Skor Maks
Ketepatan pengidentifikasian wilayah dan data spasial 20
Analisis keterkaitan ruang dan kondisi sosial ekonomi 20
Kreativitas dalam menyajikan informasi secara visual 20
Ketepatan penggunaan teknologi/alat bantu dalam proyek 20
Relevansi solusi dan usulan teknologi 20
TOTAL 100

Anda mungkin juga menyukai