PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : ……………….
Mata Pelajaran : Proyek IPA
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : X/Gasal
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (5 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Peserta didik memiliki berbagai tingkat kesiapan
belajar. Pengetahuan awal mereka meliputi ciri-ciri sumber energi tak
terbarukan dan terbarukan, konsep usaha dalam sains, serta sumber energi
pada peralatan bengkel dan rumah tangga. Mereka juga dapat menghitung
menggunakan operasi hitung sederhana dan memahami dasar penghitungan
pemakaian energi listrik rumah tangga. Kebutuhan belajar peserta didik
meliputi bimbingan dalam menganalisis dan mengambil keputusan melalui
data yang dikumpulkan. Minat belajar peserta didik cenderung pada
pembelajaran berbasis proyek dan aplikasi praktis. Beberapa peserta didik
mungkin memerlukan pendampingan khusus untuk memastikan pemahaman
yang menyeluruh dan keterlibatan aktif dalam setiap tahapan proyek.
MATERI PELAJARAN: Materi pelajaran ini berfokus pada elemen
"Menjelaskan fenomena secara ilmiah" pada aspek Energi dan
Perubahannya, "Mendesain dan mengevaluasi penyelidikan Ilmiah" pada
aspek Energi dan Perubahannya, dan "Menerjemahkan data dan bukti-bukti
secara ilmiah" pada aspek Energi dan Perubahannya. Analisis materi
menunjukkan bahwa materi ini memiliki jenis pengetahuan konseptual
(konsep energi dan usaha, sumber energi terbarukan dan tak terbarukan) dan
prosedural (menganalisis keterkaitan energi dan usaha, menjelaskan
perubahan energi, merancang proyek alat konversi energi, menganalisis data,
mempresentasikan proyek, membuat rekomendasi perbaikan). Relevansinya
sangat tinggi dengan kehidupan nyata peserta didik, terutama dalam
memahami sumber energi listrik rumah tangga dan alat-alat di bengkel kerja.
Tingkat kesulitan bervariasi dari penjelasan konsep dasar hingga
perancangan proyek alat konversi energi dan analisis kelayakan. Struktur
materi disusun secara sistematis, dimulai dengan pengenalan konsep energi,
diikuti dengan aplikasi dalam proyek konversi energi, dan diakhiri dengan
analisis dan rekomendasi. Integrasi nilai dan karakter ditekankan pada
kearifan dan kebijaksanaan dalam pemanfaatan energi agar tetap lestari.
DIMENSI PROFIL LULUSAN:
1. Bernalar Kritis
2. Kreatif
3. Gotong Royong
4. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Peserta didik diharapkan dapat memahami
PEMBELAJARAN pengetahuan ilmiah dan menerapkannya; atau membuat prediksi sederhana
disertai dengan pembuktiannya. Peserta didik menjelaskan fenomena-
fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya dilihat dari berbagai aspek
seperti energi dan perubahannya; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi
sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan. Peserta
didik juga mengaitkan fenomena-fenomena tersebut dengan keterampilan
teknis pada bidang keahliannya.
TOPIK PEMBELAJARAN: Energi dan Perubahannya
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Menjelaskan konsep energi dan usaha melalui pengamatan pada
fenomena-fenomena alam.
Menganalisis keterkaitan energi dan usaha melalui pengamatan pada
fenomena alam.
Menjelaskan sumber-sumber energi tak terbarukan.
Menjelaskan sumber-sumber energi terbarukan.
Menjelaskan perubahan energi pada aktivitas bengkel kerja siswa.
Berkolaborasi merancang projek pembuatan alat konversi energi.
Menganalisis data hasil projek alat konversi energi.
Mempresentasikan projek kerja alat konversi energi dan
menyimpulkan data hasil uji kelayakan projek kerja alat konversi
energi.
Membuat Rekomendasi perbaikan pada projek kerja.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi lapangan (pengamatan fenomena alam
dan aktivitas bengkel kerja), wawancara (jika relevan dengan
proyek), dan presentasi.
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Guru bidang studi lain (untuk interdisipliner jika proyek
memungkinkan, misalnya guru fisika atau teknik listrik)
2. Peserta didik lain (kolaborasi kelompok)
3. Orang tua (jika proyek melibatkan penggunaan energi rumah tangga)
4. Komunitas/Tokoh Masyarakat (jika relevan dengan teknologi energi
terbarukan atau konservasi energi)
5. Dunia Usaha dan Dunia Industri Kerja (khususnya yang terkait
dengan bidang keahlian DPIB dan teknologi energi, misalnya
perusahaan pembangkit listrik atau manufaktur alat konversi energi)
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Lingkungan sekolah (termasuk bengkel kerja),
lingkungan sekitar sekolah, area yang memungkinkan untuk
pengamatan fenomena alam terkait energi.
2. Ruang Virtual: Platform daring untuk diskusi kelompok dan
pengumpulan informasi (misalnya Google Classroom, Zoom/Meet
untuk diskusi).
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, partisipasi aktif, berpikir kritis, dan
menumbuhkan rasa ingin tahu.
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: Perangkat lunak untuk presentasi, lembar kerja digital.
2. Pelaksanaan: Kamera ponsel untuk dokumentasi visual (foto/video
proyek alat konversi energi), aplikasi spreadsheet untuk tabel
pengamatan dan analisis data.
3. Asesmen: Soal diagnostik awal (misalnya melalui kuis online), rubrik
penilaian laporan dan presentasi (dapat diadaptasi ke platform
digital).
PENGALAMAN Langkah-Langkah Pembelajaran
BELAJAR
Pertemuan 1 (Alokasi Waktu: 240 menit)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar dengan
menanyakan kondisi kesehatan dan hal-hal yang memuat hati tidak
nyaman.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran pada pertemuan ini
yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Peserta didik mengikuti tes diagnostik untuk mengetahui
pengetahuan dasar mereka tentang energi. Contoh soal: "Berikut ini
merupakan sumber energi alternative yang dapat diperbarui" atau
"Biaya energy listrik pada rumah tangga dihitung berdasarkan …".
9. Peserta didik membentuk kelompok dengan bimbingan guru.
Kegiatan Inti (Memahami – Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi Siswa pada Masalah (45 menit)
1. Guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik:
"Dari mana sumber energy listrik rumah kita?", "Bagaimana
cara menghasilkan energy listrik tersebut?", "Dapatkah kita
mengkonversi energi listrik ke bentuk lain?".
2. Peserta didik berdiskusi tentang pertanyaan guru.
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar (90 menit)
1. Peserta didik bersama guru membuat kesepakatan untuk
menentukan proyek yang tepat berkaitan dengan hasil diskusi
tersebut.
2. Guru melakukan pendampingan dan pembimbingan kepada
peserta didik.
3. Peserta didik berdiskusi menyusun rencana pembuatan proyek
pemecahan masalah meliputi pembagian tugas, persiapan alat,
bahan, media, dan sumber yang dibutuhkan.
Membimbing Penyelidikan Individual dan Kelompok (45 menit)
1. Guru dan peserta didik membuat kesepakatan tentang jadwal
pembuatan proyek (tahapan-tahapan dan pengumpulan).
2. Peserta didik menyusun jadwal penyelesaian proyek dengan
memperhatikan batas waktu yang telah ditentukan bersama.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru melakukan konfirmasi terhadap rencana proyek tiap kelompok
untuk mendapatkan validasi sebagai bukti bahwa proyek siap
dilaksanakan pada pertemuan selanjutnya.
2. Guru mengingatkan peserta didik untuk mencari sumber literasi
ilmiah relevan sebagai bahan triangulasi dari data pengamatan yang
akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
3. Guru menutup pertemuan dengan mengajak peserta didik kembali
bersyukur atas pembelajaran yang telah terlaksana.
Pertemuan 2 (Alokasi Waktu: 255 menit)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum melanjutkan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar, serta
melaporkan jika ada permasalahan yang mengganggu kenyamanan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak pemeriksaan kelengkapan anggota kelompok
dan sarana pelaksanaan proyek oleh guru.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
Memonitor Keaktifan dan Perkembangan Proyek (235 menit)
1. Guru memantau keaktifan peserta didik selama melaksanakan
proyek, memantau realisasi perkembangan, dan membimbing
jika mengalami kesulitan.
2. Peserta didik melakukan pembuatan proyek sesuai jadwal
yang telah disepakati.
3. Peserta didik mencatat setiap tahapan pelaksanaan proyek.
4. Peserta didik mendiskusikan masalah yang muncul selama
penyelesaian proyek dengan guru.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru mengingatkan peserta didik untuk membuat laporan dan
paparan dalam bentuk slide yang akan dipaparkan pada pertemuan
berikutnya.
2. Guru menutup pertemuan dengan mengajak peserta didik kembali
bersyukur atas pembelajaran yang telah terlaksana.
Pertemuan 3 (Alokasi Waktu: 260 menit)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum melanjutkan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar, serta
melaporkan jika ada permasalahan yang mengganggu kenyamanan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak pemeriksaan kelengkapan anggota kelompok
dan kelengkapan laporan dan paparan proyek oleh guru.
Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)
Evaluasi Pengalaman Belajar (240 menit)
1. Guru membimbing proses pemaparan proyek, menanggapi
hasil, selanjutnya guru dan peserta didik
merefleksi/menyimpulkan.
2. Setiap peserta didik memaparkan laporan, peserta didik yang
lain memberikan tanggapan, dan bersama guru menyimpulkan
hasil proyek.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru mengingatkan peserta didik untuk menyempurnakan laporan
yang telah disusun untuk dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
2. Guru menutup pertemuan dengan mengajak peserta didik kembali
bersyukur atas pembelajaran yang telah terlaksana.
Pertemuan 4 (Alokasi Waktu: 240 menit)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum melanjutkan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar, serta
melaporkan jika ada permasalahan yang mengganggu kenyamanan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak penguatan dari guru terhadap hasil presentasi
proyek yang telah dilakukan sebelumnya.
Kegiatan Inti (Mengaplikasi – Bermakna, Menggembirakan)
Pengembangan Proyek Lanjutan (210 menit)
1. Guru memfasilitasi diskusi tentang potensi perbaikan pada
proyek kerja yang telah dibuat.
2. Peserta didik berdiskusi dan merancang perbaikan atau
pengembangan lebih lanjut pada alat konversi energi
berdasarkan masukan dari presentasi sebelumnya dan literatur
ilmiah.
3. Guru memantau proses perancangan dan memberikan
bimbingan sesuai kebutuhan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru memberikan penugasan untuk melengkapi data atau melakukan
percobaan tambahan jika diperlukan untuk perbaikan proyek.
2. Guru menutup pertemuan dengan mengajak peserta didik kembali
bersyukur atas pembelajaran yang telah terlaksana.
Pertemuan 5 (Alokasi Waktu: 240 menit)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum melanjutkan pembelajaran.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar, serta
melaporkan jika ada permasalahan yang mengganggu kenyamanan
belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.
5. Peserta didik menyimak informasi mengenai asesmen sumatif yang
akan dilakukan.
Kegiatan Inti (Merefleksi – Berkesadaran, Bermakna)
Asesmen Sumatif (210 menit)
1. Peserta didik mengerjakan laporan proyek dan presentasi
akhir yang telah disempurnakan.
2. Asesmen Sumatif Laporan Siswa: Peserta didik membuat
laporan sesuai dengan kaidah penyusunan laporan ilmiah pada
proyek penelitian mereka. Penilaian meliputi fisik laporan,
sistematika laporan, ketersambungan, latar belakang,
pengambilan data, dan kedalaman analisis.
3. Asesmen Sumatif Penampilan saat Pemaparan Hasil
Penelitian: Peserta didik membuat paparan dalam bentuk slide
presentasi untuk menyampaikan laporan mereka di depan
kelas. Penilaian meliputi fisik paparan, keaktifan anggota, isi
presentasi, sikap penyajian, dan interaksi dengan audiens.
4. Asesmen Sumatif Tes Tertulis: Peserta didik mengerjakan
soal akhir bab yang relevan.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru memberikan penguatan umum mengenai topik energi dan
perubahannya.
2. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik untuk terus
mengembangkan kemampuan di bidang energi dan teknologi.
3. Guru menutup pertemuan dengan mengajak peserta didik kembali
bersyukur atas pembelajaran yang telah terlaksana.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama
BAHAN AJAR : Energi dan Perubahannya
Energi adalah konsep fundamental dalam ilmu pengetahuan alam dan merupakan
kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa
energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan; jumlahnya selalu tetap, tetapi bentuknya
dapat berubah-ubah.
A. Energi dan Usaha
1. Konsep Energi Energi hadir dalam berbagai bentuk di alam, masing-masing dengan
karakteristik dan aplikasinya sendiri.
o Energi Mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena gerak atau
kedudukannya. Hukum kekekalan energi mekanik menyatakan bahwa jumlah
energi potensial (EP) dan energi kinetik (EK) suatu sistem adalah konstan (
EM=EP+EK=Konstan).
Energi Potensial (EP) adalah energi yang dimiliki benda akibat
kedudukannya. Rumus untuk menghitung energi potensial adalah
EP=mgh, di mana m adalah massa (kg), g adalah percepatan gravitasi
(m/s²), dan h adalah ketinggian (m).
Energi Kinetik (EK) adalah energi yang dimiliki suatu benda karena
terjadinya perpindahan atau gerakannya. Rumus untuk menghitung
energi kinetik adalah
EK=21mv2, di mana m adalah massa (kg) dan v adalah kecepatan
benda (m/s).
o Energi Kalor/Termal adalah bentuk energi yang terkait dengan panas.
Contohnya, lilin yang terbakar menghasilkan energi kalor.
o Energi Listrik adalah energi yang dimiliki oleh muatan listrik yang mengalir
atau oleh benda bermuatan listrik yang statis.
Energi Potensial Listrik adalah energi yang dimiliki oleh benda
bermuatan listrik (statis). Energi ini dihitung dengan rumus
W=qV, di mana W adalah energi listrik (J), q adalah muatan listrik (C),
dan V adalah potensial listrik (V).
Energi Listrik dalam Rangkaian adalah energi yang dimiliki oleh
muatan listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian. Energi ini
dihitung dengan rumus
W=I2Rt, di mana W adalah energi listrik (J), I adalah kuat arus listrik
(A), R adalah hambatan (Ω), dan t adalah waktu (s).
o Energi Kimia adalah energi yang tersimpan dalam ikatan molekul zat. Baterai
merupakan salah satu contoh sumber energi kimia.
o Energi Nuklir adalah energi yang dihasilkan dari inti atom. Energi ini
dilepaskan melalui reaksi fisi (pemisahan isotop uranium-235 dan plutonium-
239) atau reaksi fusi (penggabungan deuterium dan tritium). Energi nuklir
yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghasilkan listrik, keperluan
kedokteran, konstruksi, dan bangunan. Plutonium adalah salah satu sumber
energi nuklir.
2. Konsep Usaha Usaha adalah besarnya energi yang ditransfer atau diubah ketika suatu
gaya menyebabkan perpindahan. Jika gaya (
F) menarik benda dengan arah kemiringan θ hingga benda berpindah sejauh s, usaha
(W) yang dilakukan gaya tersebut adalah W=Fscosθ. Di sini,
W adalah usaha (J), F adalah gaya (N), s adalah perpindahan (m), dan θ adalah sudut
antara gaya dan perpindahan (°).
3. Hubungan Energi dan Usaha Energi dan usaha memiliki hubungan yang erat.
Energi merupakan kemampuan untuk melakukan usaha.
o Usaha sebagai Perubahan Energi Potensial: Sistem energi yang melakukan
kerja memiliki perubahan energi potensial. Usaha (
W) dapat dihitung sebagai perubahan energi potensial: W=ΔEP=EP2–EP1.
o Usaha sebagai Perubahan Energi Kinetik: Usaha (W) juga dapat dihitung
sebagai perubahan energi kinetik: W=ΔEK=EK2–EK1.
o Usaha sebagai Output Kinerja Mesin: Usaha (W) dapat dinyatakan dalam
kaitannya dengan daya keluaran (Pout) dan waktu penggunaan (t) sebagai
W=Poutt. Efisiensi mesin (
η) menunjukkan seberapa efektif energi masukan (E atau Pin) diubah menjadi
usaha atau daya keluaran, dihitung dengan η=EW×100% atau η=PinPout
×100%.
B. Sumber Energi Tidak Dapat Diperbarui
Sumber energi tidak dapat diperbarui adalah sumber daya yang terbatas dan terbentuk dalam
jangka waktu yang sangat lama, sehingga tidak dapat diperbaharui dalam skala waktu
manusia.
1. Minyak Bumi Minyak bumi (
crude oil) harus melalui proses pengolahan agar dapat dimanfaatkan.
o Pengolahan Tahap Awal (Primary Process) dilakukan melalui distilasi
bertingkat. Fraksi pertama menghasilkan gas dengan titik didih kurang dari
25°C, fraksi kedua menghasilkan nafta, fraksi ketiga menghasilkan kerosin
dan avtur, fraksi keempat menghasilkan solar, dan fraksi kelima menghasilkan
residu yang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti aspal atau minyak
pelumas.
o Pengolahan Tahap Kedua (Secondary Process) meliputi perengkahan
(cracking), proses ekstraksi, proses kristalisasi, dan pembersihan (treating).
2. Batu Bara Batu bara terbentuk dari pepohonan mati yang tidak mengalami
pembusukan secara sempurna.
o Pengolahan Batu Bara: Proses pengolahan batu bara melibatkan beberapa
tahapan:
Persiapan (preparation): Mengurangi ukuran butir dengan alat
pemecah (crusher) atau penggiling (grinder).
Pemisahan (concentration): Menggunakan metode seperti gravity
concentration (termasuk flowing film concentration dan jigging) dan
flotasi.
Dewatering: Proses penghilangan air yang meliputi thickening, filtrasi,
dan drying.
o Pemanfaatan Energi Batu Bara: Batu bara dapat dimanfaatkan untuk
berbagai keperluan, seperti produksi dimetil eter (DME), batu bara cair (coal
liquid), briket batu bara, bahan bakar pada industri semen, dan bahan bakar
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
o Proses Pencairan Batu Bara: Batu bara dapat diubah menjadi cair melalui
proses pyrolisis, solvent extraction, catalytic liquefaction, dan konversi batu
bara menjadi cair secara tidak langsung (indirect liquefaction).
C. Sumber Energi Dapat Diperbarui
Sumber energi terbarukan adalah sumber energi yang dapat replenished secara alami dan
terus-menerus.
1. Matahari Energi matahari dimanfaatkan melalui panel surya. Panel surya mengubah
sinar matahari menjadi arus DC, yang kemudian diubah menjadi arus AC oleh
inverter untuk digunakan di rumah. Kelebihan listrik yang tidak digunakan dapat
dikembalikan ke jaringan.
o Komponen SHS (Solar Home System): Perangkat yang dibutuhkan untuk
sistem sel surya di rumah meliputi modul panel surya, regulator (controller),
baterai, dan inverter.
o Instalasi SHS: Proses instalasi melibatkan penentuan banyaknya modul sel
surya (WP) yang dibutuhkan, dihitung dengan rumus
Modul Sel Surya (WP)=Lama penyinaran (h)Kebutuhan (Wh). Penentuan
banyaknya baterai juga penting, dengan rumus
Lama waktu (h)=Kuat arus listrik (A)Muatan baterai (Ah) atau
Muatan baterai (Ah)=Kuat arus listrik (A)×Lama waktu (h) dan
Kuat arus (A)=VP. Tahapan instalasi meliputi pemilihan area yang dapat
menampung panel surya, penyambungan panel surya ke regulator lalu ke
baterai, pengubahan arus DC dari baterai menjadi AC melalui inverter,
sehingga arus listrik siap digunakan pada peralatan rumah tangga.
2. Air Energi air dimanfaatkan terutama melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro
(PLTMH).
o Jenis PLTMH: PLTMH diklasifikasikan berdasarkan kapasitas output
dayanya menjadi kapasitas minihidro, kapasitas mikrohidro, dan kapasitas
pikohidro.
o Komponen PLTMH: Komponen utama PLTMH meliputi bendungan, saluran
terbuka, bak penenang, pipa pesat (penstock), turbin, generator, dan instalasi
kabel.
3. Angin Energi angin dimanfaatkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA).
o Syarat Angin: Daerah yang cocok untuk pembangunan PLTA adalah daerah
dengan kecepatan angin di atas 5 m/s, berdasarkan karakteristik angin.
o Komponen PLTA: Komponen utama PLTA meliputi turbin, tower (menara),
generator, baterai, dan controller (regulator).
4. Bioenergi Bioenergi adalah energi yang berasal dari biomassa. Jenis-jenis bioenergi
meliputi biodiesel, bioetanol, dan biogas.
o Bahan-bahan Penghasil Bioenergi: Berbagai bahan organik dapat menjadi
sumber bioenergi, seperti kelapa, kelapa sawit, jarak pagar, tebu, sagu, ubi
kayu, jagung, dan kotoran ternak.
o Proses Konversi Biomassa menjadi Bioenergi: Biomassa dapat diolah
melalui konversi termokimia (pirolisis, gasifikasi, likuifikasi), konversi
biokimia (bioetanol, biodiesel, biogas), dan konversi biologis (pencernaan
anaerob, pengomposan, fermentasi, dan metana).
D. Perubahan Energi
Perubahan energi adalah transformasi energi dari satu bentuk ke bentuk lain, yang menjadi
dasar kerja berbagai teknologi dan fenomena alam.
1. Perubahan Energi Mekanik Perubahan energi mekanik menjadi bentuk energi lain
sering terjadi. Contohnya, generator AC dan DC berfungsi untuk mengubah energi
mekanik gerak menjadi energi listrik.
2. Perubahan Energi Kimia Energi kimia dapat diubah menjadi bentuk energi lain. Aki
(
Accumulator) dan elemen kering/baterai adalah contoh alat yang berfungsi untuk
mengubah energi kimia menjadi energi listrik.
3. Perubahan Energi Listrik Energi listrik adalah salah satu bentuk energi yang paling
serbaguna dan dapat diubah menjadi berbagai bentuk energi lain. Contohnya, motor
listrik mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Pada lampu, terjadi perubahan
energi listrik menjadi cahaya. Pada kompor induksi, energi listrik diubah menjadi
panas. Sedangkan pada televisi, energi listrik diubah menjadi cahaya dan suara.
4. Perubahan Energi Kalor Energi kalor atau panas juga dapat diubah menjadi bentuk
energi lain. Contohnya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
memanfaatkan energi kalor dari panas bumi untuk diubah menjadi energi gerak.
Mesin uap juga mengubah energi kalor dari pembakaran kayu menjadi gerak
mekanik.
ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : …………………
KELAS / SEMESTER : X / GASAL
MATA PELAJARAN : PROYEK IPAS
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Menjelaskan konsep energi dan usaha melalui pengamatan pada fenomena-fenomena
alam.
Menganalisis keterkaitan energi dan usaha.
Menjelaskan sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan.
Menjelaskan perubahan energi dalam aktivitas bengkel siswa.
Berkolaborasi membuat dan menguji alat konversi energi.
📈 INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
Mengidentifikasi bentuk-bentuk energi dan perubahannya.
Menganalisis penggunaan energi dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi.
Menyimpulkan hubungan antara energi, usaha, dan aktivitas fungsional alat.
Menilai kelayakan alat konversi energi yang dibuat siswa.
📋 KISI-KISI SOAL
No Indikator Level Kognitif Bentuk Soal
1 Menjelaskan konsep energi C2 (Memahami) Pilihan Ganda
2 Mengidentifikasi bentuk energi C2 (Memahami) Pilihan Ganda
3 Menganalisis perubahan energi C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda
4 Menghubungkan konsep usaha dan energi C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda
5 Menyimpulkan sumber energi C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda
6 Menentukan jenis energi terbarukan C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda
7 Mengevaluasi penggunaan energi di bengkel C5 (Mengevaluasi) Pilihan Ganda
8 Menentukan perubahan energi pada alat C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda
9 Menganalisis hasil uji alat konversi C5 (Mengevaluasi) Pilihan Ganda
10 Memberi rekomendasi perbaikan alat C6 (Mencipta) Pilihan Ganda
🧠 SOAL PILIHAN GANDA (10 Soal, 5 Pilihan Jawaban)
1. Saat laptop digunakan untuk coding, tubuh baterai terasa hangat dan kipas pendingin
menyala otomatis.
Apa bentuk perubahan energi yang terjadi?
A. Energi listrik menjadi energi kimia
B. Energi panas menjadi energi listrik
C. Energi listrik menjadi energi gerak dan panas
D. Energi kimia menjadi energi cahaya
E. Energi cahaya menjadi energi mekanik
2. Sebuah kelompok siswa membuat charger HP tenaga surya menggunakan panel surya dan
powerbank.
Komponen manakah yang berperan sebagai alat konversi utama?
A. Kabel USB
B. Saklar
C. Panel surya
D. Powerbank
E. LED indikator
3. Pada pelajaran IPAS, siswa membandingkan energi dari bahan bakar minyak dan sinar
matahari.
Mengapa energi matahari disebut energi terbarukan?
A. Dapat habis dalam waktu dekat
B. Harganya lebih murah
C. Ketersediaannya terbatas
D. Tersedia terus menerus secara alami
E. Tidak menghasilkan energi listrik
4. Ketika siswa menyalakan kipas dari listrik PLN, terjadi konversi energi dari…
A. Energi gerak ke energi panas
B. Energi listrik ke energi bunyi
C. Energi panas ke energi gerak
D. Energi listrik ke energi gerak
E. Energi cahaya ke energi kimia
5. Seorang siswa membuat prototipe alat pendingin laptop dari kipas USB. Hasil pengamatan
menunjukkan suhu berkurang 5°C dalam 10 menit.
Apa kesimpulan dari hasil percobaan tersebut?
A. Alat bekerja dengan baik dan efisien
B. Energi listrik tidak efektif digunakan
C. Suhu meningkat karena sirkulasi udara
D. Kipas perlu diganti karena lambat
E. Perlu ditambahkan lampu LED
6. Dalam aktivitas prakarya IPAS, siswa mengamati bahwa motor DC menghasilkan panas
setelah digunakan 10 menit nonstop.
Apa penyebab panas tersebut?
A. Energi panas berasal dari sistem pendingin
B. Perubahan energi dari gerak ke listrik
C. Energi listrik berubah menjadi energi panas karena gesekan
D. Motor bekerja dalam sistem tertutup
E. Arus listrik berubah menjadi arus searah
7. Dalam pembuatan alat pompa air tenaga surya mini, kesalahan pemasangan menyebabkan
alat tidak berfungsi.
Apa langkah evaluasi yang tepat?
A. Mengecat ulang casing alat
B. Membeli alat baru
C. Mengukur kembali tegangan keluaran panel surya
D. Mengganti semua kabel
E. Menyalakan alat di tempat gelap
8. Laptop siswa tiba-tiba mati setelah penggunaan 4 jam. Hasil diagnosis: suhu CPU tinggi
dan kipas mati.
Apa hubungan antara panas dan tidak bekerjanya kipas?
A. Energi panas berubah menjadi listrik
B. Pendinginan aktif terganggu, panas tidak dibuang
C. Panas meningkatkan kecepatan sistem
D. Kipas membuat energi listrik tambahan
E. Laptop tidak membutuhkan pendingin
9. Setelah membuat alat charger tenaga surya, siswa menguji waktu penuh pengisian daya
powerbank selama 6 jam.
Data ini digunakan untuk:
A. Menentukan harga jual alat
B. Memprediksi masa garansi produk
C. Menghitung biaya perawatan alat
D. Mengevaluasi efisiensi konversi energi
E. Menentukan warna kabel penghubung
10. Jika alat konversi energi tidak dapat menyalakan lampu selama lebih dari 5 menit, maka
saran perbaikannya adalah…
A. Ganti warna casing agar menarik
B. Tambahkan elemen pemanas
C. Perbesar kapasitas baterai atau panel
D. Cabut semua kabel untuk efisiensi
E. Matikan lampu dan ganti speaker
✅ KUNCI JAWABAN
1. C
2. C
3. D
4. D
5. A
6. C
7. C
8. B
9. D
10. C
📊 RUBRIK PENILAIAN
Aspek Bobot Kriteria Penilaian
Ketepatan Jawaban 80 Setiap soal bernilai 10 poin (10 soal x 10)
Ketelitian & Alur 20 Dinilai dari proses analisis dalam diskusi
Berpikir kelas/pemaparan lisan
Total Nilai 100
📘 ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : …………………
KELAS / SEMESTER : X / GASAL
MATA PELAJARAN : PROYEK IPAS
TOPIK PEMBELAJARAN : Energi dan Perubahannya
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Menjelaskan konsep energi dan usaha.
Menganalisis keterkaitan energi dan usaha melalui fenomena.
Menjelaskan energi terbarukan dan tak terbarukan.
Menganalisis perubahan energi dalam aktivitas bengkel siswa.
Merancang, mempresentasikan, dan mengevaluasi alat konversi energi.
📈 INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Level Kognitif
1 Menjelaskan bentuk dan konsep energi C2 (Memahami)
2 Menganalisis perubahan energi dalam aktivitas bengkel C4 (Menganalisis)
3 Mendesain alat sederhana konversi energi C6 (Mencipta)
4 Menguji dan mengevaluasi alat konversi energi yang dibuat C5 (Mengevaluasi)
5 Menyusun laporan dan rekomendasi perbaikan alat hasil proyek C6 (Mencipta)
📋 KISI-KISI SOAL PROYEK (HOTS)
No IPK Bentuk Level Penilaian
Tugas
1 Mendesain alat konversi energi Proyek C6 Kreativitas,
terbarukan sederhana fungsionalitas
2 Menganalisis efisiensi konversi energi Proyek C5 Logika, evaluasi
pada alat yang dirancang hasil
3 Menyusun dokumentasi dan Presentasi C5 Komunikasi, isi
menyampaikan presentasi alat konversi materi
4 Memberikan rekomendasi perbaikan dari Tertulis C6 Solusi, argumentasi
hasil uji coba alat
🧠 SOAL PROYEK ASESMEN AKHIR
STIMULUS:
Seiring meningkatnya kebutuhan akan energi ramah lingkungan, pemerintah dan industri
teknologi digital mulai mengadopsi penggunaan panel surya dan alat energi terbarukan dalam
operasional harian. Siswa jurusan Teknologi Informasi diminta berkontribusi aktif melalui
desain alat konversi energi sederhana yang dapat digunakan untuk kebutuhan teknologi
ringan, misalnya mengisi daya perangkat elektronik atau menyalakan alat kecil.
💡 TUGAS PROYEK (ASESMEN AKHIR)
Instruksi:
Laksanakan proyek kelompok dengan langkah sebagai berikut:
1. Rancang alat konversi energi terbarukan (contoh: solar charger sederhana, kipas
bertenaga surya, senter dari energi mekanik, dsb.) yang berfungsi dan sesuai
kebutuhan lingkungan sekolah atau rumah.
2. Tentukan sumber energi yang digunakan, metode konversi, dan bentuk energi
hasil.
3. Uji coba alat yang dibuat dan dokumentasikan hasilnya (foto, video, data efisiensi
penggunaan energi).
4. Analisis performa alat: Kecepatan pengisian, durasi daya tahan, dan efisiensi
konversi energi.
5. Susun laporan proyek yang berisi:
o Tujuan proyek
o Alat dan bahan
o Langkah kerja
o Hasil uji
o Analisis hasil
o Kelebihan dan kekurangan alat
o Rekomendasi perbaikan alat ke depannya
6. Presentasikan proyek di depan kelas dengan media visual (powerpoint, infografik,
atau poster digital).
✅ KUNCI JAWABAN (Kriteria Keberhasilan Proyek)
Alat berfungsi sesuai desain
Menggunakan sumber energi terbarukan
Dokumentasi lengkap dan akurat
Analisis data hasil uji jelas dan logis
Presentasi komunikatif dan sistematis
Rekomendasi perbaikan realistis dan relevan
📊 RUBRIK PENILAIAN PROYEK (TOTAL 100)
Komponen Kriteria Penilaian Skor
Maks
Desain dan fungsional alat Kreativitas, relevansi, dan efektivitas 25
Data uji coba dan analisis Ketepatan, kedalaman analisis 20
hasil
Laporan tertulis proyek Struktur, isi, dan sistematika 20
Rekomendasi perbaikan Ketepatan solusi, relevansi teknis 15
Presentasi dan komunikasi Visualisasi, keterampilan menyampaikan 20
ide
TOTAL 100
📄 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
SATUAN PENDIDIKAN : …………………
KELAS / SEMESTER : X / GASAL
MATA PELAJARAN : PROYEK IPAS
TOPIK : Energi dan Perubahannya
🎯 TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menjelaskan konsep energi dan usaha melalui pengamatan fenomena alam.
2. Menganalisis keterkaitan energi dan usaha dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menjelaskan sumber energi terbarukan dan tak terbarukan.
4. Menjelaskan perubahan energi yang terjadi dalam aktivitas kerja bengkel.
5. Merancang dan membuat alat konversi energi sederhana.
6. Menganalisis data uji coba alat konversi energi.
7. Mempresentasikan hasil proyek alat konversi energi dan memberikan rekomendasi
perbaikan.
🧪 ALAT DAN BAHAN
Disesuaikan dengan rancangan proyek (misalnya):
Panel surya mini / dinamo sepeda
Motor DC
LED / lampu kecil
Kabel, saklar
Multimeter
Stopwatch
Kipas mini / power bank / perangkat elektronik kecil
Kertas laporan, laptop untuk presentasi
📘 TUGAS / SOAL (
Di lingkungan sekolah, masih banyak siswa yang kesulitan mengisi daya perangkat
elektronik saat listrik padam. Anda dan kelompok diminta merancang alat konversi energi
terbarukan yang dapat dimanfaatkan secara praktis di lingkungan sekolah atau rumah.
💡 Petunjuk Tugas:
1. Identifikasi jenis energi yang tersedia di lingkungan sekitar Anda (panas, cahaya,
gerak, angin, dll).
2. Pilih satu jenis energi terbarukan yang dapat Anda konversi menjadi energi listrik.
3. Rancang alat konversi energi sederhana (misalnya: alat charger dari panel surya mini
atau dinamo).
4. Lakukan percobaan dan uji coba alat tersebut.
o Catat data hasil uji: waktu pengisian, daya tahan alat, efisiensi.
5. Susun laporan proyek yang berisi:
o Tujuan dan latar belakang proyek
o Gambar/desain alat
o Alat dan bahan
o Langkah kerja
o Hasil uji coba
o Analisis performa
o Kesimpulan
o Rekomendasi perbaikan alat ke depannya
6. Presentasikan hasil proyek di depan kelas menggunakan poster/slide.
✅ KUNCI JAWABAN (KRITERIA KESEMPURNAAN)
Proyek alat fungsional dan relevan (jenis energi → hasil konversi).
Uji coba dilakukan dan dicatat dengan baik.
Laporan berisi semua elemen yang diminta.
Analisis logis dan menyeluruh.
Presentasi menarik, komunikatif, dan sesuai waktu.
Rekomendasi perbaikan menunjukkan pemahaman teknis.
📊 RUBRIK PENILAIAN (TOTAL SKOR 100)
Komponen Penilaian Kriteria Skor
Maks
Desain & Alat dirancang sesuai prinsip konversi energi, relevan 25
Fungsionalitas Alat dengan masalah, dan berfungsi dengan baik
Data Uji & Analisis Data lengkap, analisis akurat, membandingkan 20
performa, menyimpulkan efisiensi alat
Laporan Tertulis Laporan sistematis, isi lengkap, argumentasi logis, 20
bahasa ilmiah
Rekomendasi Memberikan solusi teknis, rasional, dan sesuai hasil 15
Perbaikan percobaan
Presentasi Proyek Penguasaan materi, visualisasi menarik, komunikasi 20
jelas, mampu menjawab pertanyaan
TOTAL NILAI 100