Teknik Sampling Minyak Berdasarkan ASTM
Teknik Sampling Minyak Berdasarkan ASTM
ASTM D 4057
PPSDM MIGAS
RUANG LINGKUP
◼ Metode ini mencakup prosedur manual untuk mendapatkan
contoh yang mewakili.
◼ Contoh yang dimaksud bisa berupa produk dari petroleum cair,
semi-cair, atau bahkan dalam bentuk padatan (solid state) yang
memiliki tekanan uap 101 kPa pada kondisi ambient.
◼ Jika sampling dimaksudkan untuk menentukan volatility dari
minyak, maka bisa digunakan metode sampling ASTM D 5842.
◼ Sedangkan untuk metode handling dan mixing dari contoh hasil
sampling bisa merujuk pada metode uji ASTM D 5854.
TABEL TIPIKAL PROSEDUR SAMPLING DAN
APLIKASINYA
TERMINOLOGI
◼ ALL LEVEL SAMPLE :
Sample yang diperoleh dengan
menenggelamkan botol contoh yang
tertutup ke titik yang paling dekat dengan
draw off , kemudian tutup botol sample dibuka
dan botol sample ditarik ke atas dengan laju
tetap sehingga botol sample terisi ¾ bagian.
◼ Running Sample :
suatu sample yang diperoleh dengan
menurunkan botol sample yang terbuka
ke level bagian bawah dari outlet
connection atau swing line dan
menariknya kembali ke bagian atas minyak
(top oil) dengan laju penarikan sedemikian
rupa sehingga botol sample terisi ¾ bagian
ketika dikeluarkan dari tangki.
◼ Spot Sample :
suatu sample yang diambil dari lokasi/titik
tertentu dari suatu tangki atau dari suatu
aliran yang mengalirdi dalam pipa dengan
waktu yang tertentu
◼ Bottom Sample :
Suatu spot sample yang didapatkan dari
bagian bottom tangki, kontainer atau pipa
bagian yang terbawah. Biasanya adalah 15
cm dari bagian dasar tangki
◼ Bottom Water Sample :
Suatu spot sample dari air bebas yang diambil
dari bagian dasar kontainer minyak yang ada
di kapal atau kompartemen atau tangki
simpan.
◼ Clearance Sample :
Suatu spot sample yang diambil pada 10 cm (4 in)
(beberapa diantaranya mensyaratkan 15 cm (6 in))
dibawah tank outlet
◼ Composite Sample :
Campuran dari beberapa spot sample yang di
campur dengan perbandingan volume yg sama.
◼ Dipper Sample :
Suatu sample yang diperoleh dengan meletakkan
suatu dipper atau vessel kolektor di jalur suatu aliran
yang mengalir bebas untuk mendapatkan sejumlah
volume tertentu dengan waktu interval yang teratur
dan dengan laju alir yang konstan, atau waktu
intervalnya bervariasi.
◼ Drain Sample
Suatu sample yang diperoleh dari valve water
draw off pada tangki simpan
◼ Floating Roof Sample
suatu spot sample yang diambil tepat
dibawah permukaan minyak. Sampling ini
digunakan untuk menentukan density dari
liquid dari atap tangki minyak yang
mengambang (floating).
◼ Flow Proportional Sample
suatu sample yang diambil dari pipa
sedemikian rupa sehingga laju sampling
sebanding dengan laju alir fluida di pipa
dengan periode pengambilan tertentu.
◼ Grab Sample
suatu sample yang diperoleh dengan
mengumpulkan sejumlah kuantiti yang sama
dari bagian-bagian yang banyak atau
kemasan-kemasan yang banyak
◼ Lower Sample
suatu spot sample liquid yang diambil dari
bagian tengah dari 1/3 bagian isi tangki yang
bawah ( atau titik samplingnya berjarak 5/6
dari bagian permukaan minyak)
◼ Middle Sample
suatu spot sampling yang diambil dari bagian
tengah dari isi tangki
◼ Upper Sample
suatu spot sample yang yang diambil dari
bagian tengah dari 1/3 bagian isi tangki yang
atas.
◼ Multiple Tank Composite Sample
suatu campuran dari sample-sample individu
atau sample-sample komposit yang telah
didapatkan dari beberapa tangki atau
kompartemen kapal, dimana isi dari
kompartemen kapal atau isi tangki tersebut
memiliki jenis dan grade sample yang sama.
◼ Tank Composite Sample
Suatu campuran sample yang dibuat dari titik
sampling upper, middle dan lower dari satu
tangki.
◼ Tap Sample
suatu spot sample yang diambil dari kran
pengambil sambil pada sisi samping tangki.
Sampling ini juga bisa disebut sebagai Tank
Side sample
◼ Tube or Thief Sample
suatu sample yang diperoleh dengan suatu
alat sampling tube atau thief khusus. Sample
bisa diambil sebagai core sample atau spot
sample dari titik pengambilan tertentu di
suatu tangki atau kontainer
Tap Composite Sample
Kapasitas Tanki/Level Cairan Komposisi Sample Hasil Tap Sampling
✓ Jika level cairan diatas upper Sample diambil dari upper Tap, Middle Tap, dan Lower Tap dan
Tap dikomposit dengan porsi yang sama
b. Tangki Kapasitas lebih dari Sampling Tap titik sampling nya mengikuti tabel 1.2. Bilamana level
1590 m3 (10.000 bbls) cairan dan level pipa Tap tidak memungkinkan untuk dilakukan sampling
Tap
◼ Automatic Sampler
suatu peralatan yang digunakan untuk
mengambil sample yang mewakili dari suatu
aliran yang mengalir di pipa
Automatic sampler umumnya terdiri dari :
– Probe
– Sample extractor
– Controller
– Flow measuring device
– Sample receiver
◼ Metode Automatic Sampling bisa dilihat di
ASTM D 4177
◼ Dissolve Water
air yang terlarut di minyak
◼ Emulsion
suatu campuran air-minyak yang belum
terpisahkan
◼ Entrained Water
air yang tersuspensi di minyak
◼ Entrained Water termasuk emulsi tapi
tidak termasuk dissolve water
◼ Free Water
air yang terpisah dari minyak
SPOT SAMPLE UNTUK HORIZONTAL TANK
SPOT SAMPLE UNTUK TANGKI TEGAK
Peralatan Sampling
◼ Sample Container
◼ Bottle sampling
◼ Mixer
◼ Graduated Glass Cylinder
◼ Dipping Stick/Roll meter
◼ Tali
◼ APD
SAMPLE CONTAINER
◼ Sample container harus cukup besar sehingga sample bisa
mengisi container sebanyak 80% dari total kapasitas container
◼ Sisa 20% dari total container digunakan untuk expansi thermal
dan mixing
◼ Pada bagian bawah container harus berbentuk sedemikian rupa
sehingga sampel bisa dikeluarkan lewat bagian bawah container
secara keseluruhan
Sampel Container (lanjutan)
◼ Bagian dalam container harus bebas dari adanya pocket
atau dead spot
◼ Bagian permukaan dalamnya harus di design tahan
terhadap korosi, enkrustasi dan menghindari lengketnya
air/endapan di container
◼ Ukuran tutup dari kontainer harus memungkinkan untuk
melakukan inspeksi, pengisian dan pembersihan
kontainer
Sample Container (lanjutan)
◼ Kontainer juga harus di design supaya bisa melakukan persiapan
homogenitasi sample serta mencegah adanya losses yang mana
nantinya bisa mempengaruhi keakurasian hasil uji
◼ Kontainer juga harus di design untuk mempermudah proses
pemindahan sample ke peralatan uji sehingga sample yang di
pindahkan itu bisa mewakili dari keseluruhan sample yang ada di
kontainer.
MATERIAL BOTOL SAMPLE
◼ BOTOL GELAS
– Botol gelas harus jernih sehingga bisa memantau secara visual
kebersihan dari contoh, impuritis serta adanya air bebas dalam
bentuk kabut
– Botol gelas warna gelap digunakan bila sample yang terekspose
sinar bisa mempengaruhi hasil uji
MATERIAL BOTOL SAMPLE
(lanjutan)
◼ BOTOL PLASTIK
– Cocok digunakan untuk sample seperti gas oil (solar),
diesel oil (minyak solar/ minyak diesel), fuel oil
(minyak bakar) dan lubricating oil (minyak lumas)
– Botol sample dari material plastik TIDAK BOLEH
DIGUNAKAN untuk sample gasoline (avgas dan
mogas), aviation jet fuel (avtur), kerosine (minyak
tanah), crude oil, white spirit (solvent), medicinal
white oil, dan beberapa produk dengan boiling pint
khusus kecuali bila hasil ujinya tidak memiliki masalah
kelarutan, kontaminasi atau losses komponen ringan
MATERIAL BOTOL SAMPLE
(lanjutan)
◼ BOTOL PLASTIK
– Bahan polyethylene tidak boleh
digunakan sebagai container sample
hydrokarbon, hal ini dikarenakan untuk
menghindari kontaminasi dan kebocoran
kontainer
– Minyak lumas bekas yang mengalami fuel
dillution TIDAK BOLEH menggunakan
kontainer berbahan plastik
– Keuntungan kontainer plastik adalah
tidak mengalami korosi
MATERIAL BOTOL SAMPLE
(lanjutan)
◼ KALENG
– Bagian yang tersolder di permukaan luar
kaleng dengan menggunkan flux rosin
sebagian bisa hilang akibat terlarut di
gasoline
– Flux rosin juga dapat mengkontaminasi
sample bila sample tersebut dimaksudkan
untuk diuji dielectric strength, oxidation
resistance, dan sludge formation.
– Epoxi line pada bagian dalam kaleng dapat
mengkontaminasi sample yang
menghasilkan residu
– Untuk sample Aviation Fuel ikuti aturan di
ASTM D 4306
MATERIAL BOTOL SAMPLE
(lanjutan)
REKOMENDASI MATERIAL BOTOL SAMPLE UNTUK BBM AVIASI
PENUTUP BOTOL SAMPLE
◼ Untuk botol sample yang terbuat dari gelas,
penutup direkomendasikan dari bahan cork
stopper (gabus), plastik berulir atau dari bahan
metal.
◼ Bahan cork harus berkualitas baik, bersih dan
bebas dari lubang-lubang
◼ JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN CORK
DARI BAHAN KARET.
◼ Untuk mencegah kontak antara sample dan
cork, maka gunakan aluminium foil untuk
membungkus cork sebelum ditutupkan ke botol.
PENUTUP BOTOL SAMPLE
(lanjutan)
◼ Untuk penutup botol yang berulir, penutup
berulir harus dilengkapi dengan seal penjerat
uap hidrokarbon
◼ Penutup botol berulir pada bagian dalamnya
juga harus dilengkapi dengan disk sehingga
sample tidak terkontaminasi dan terdeteriorasi.
◼ Untuk sample yang akan diuji Densitasnya,
maka botol sample harus di lengkapi dengan
penutup yang berulir.
Prosedur Membersihkan Container
◼ Container harus bersih dan jangan sampai menyebabkan
kontaminasi terhadap sample yang akan di ambil.
◼ Container yang akan digunakan lagi, spt : kaleng dan
botol harus di bilas terlebih dahulu dengan solvent yang
sesuai.
◼ Gunakan solvent yang sesuai yang bisa menghilangkan
sludge dan sediment.
◼ Setelah di cuci dengan solvent cucilah
dengan larutan sabun yang kuat,
kemudian bilaslah dengan air kran, dan
terakhir bilaslah dengan air distilat
◼ Keringkan container dengan
menyemprotnya udara hangat yang bersih
atau dengan menempatkan container di
oven pada suhu ≥ 40 oC
◼ Umumnya container baru tdk perlu dicuci.
◼ Catatan Penting Pencucian Container
– Pencucian container bergantung pada
keperluannya, receiver yang digunakan untuk
automatic sampler perlu di cuci dengan
solvent diantara/disela sela penggunaannya.
Di beberapa aplikasinya, pencucian tidak
menggunakan sabun dan air sehingga
kebersihannya sebelum digunakan harus di
pastikan lebih dulu.
– Jika melakukan sampling Aviation Fuel,
gunakan prosedur yang ada di ASTM D 4306,
terutama bila sampling terkait dg uji MSEP,
Copperstrip Corrosion, Electrical conductivity,
Thermal Stability, Lubricity, dan Trace metal
content
MIXER
(SAMPLE MIXING SYSTEM)
◼ Sample harus kompatibel dengan mixer sehingga sample
dapat tercampur secara homogen dengan baik sebelum
di pindahkan ke alat uji atau ke container intermediate.
◼ Mixing sangat diperlukan khususnya untuk sample crude
oil, product minyak gelap, dan kondensat untuk uji
seperti sediment dan kandungan air.
◼ Persyaratan untuk melakukan sejumlah pencampuran
dan tipe dari peralatan mixing adalah berbeda-beda
bergantung pada petroleum, produk petroleumnya dan
jenis analisis yang akan dilaksanakan.
◼ Untuk detail Mixing setelah sampling bisa dilihat pada
ASTM D 5854
◼ Jika sampling dengan stratifikasi yang
tidak begitu penting, maka sample hasil
sampling cukup di kocok secara manual
saja atau menggunakan shear mixer
◼ Pengocokan sample hasil sampling secara
manual dan secara mekanis TIDAK
DIPERBOLEHKAN untuk sample yang
akan diuji BS&W
Instruksi Khusus Untuk Material Khusus
◼ Aplikasi :
– Cocok untuk sampling liquid yang memiliki RVP ≤ 101
kPa
– Bisa dilakukan di mobil tangki (tank car), truk tangki
(tank truck), tangki darat (shore tank), tangki kapal
(ship tank), dan barge tank.
– Bisa untuk material sampling solid atau semi solid
yang dapat di cairkan asalkan saat di sampling benar-
benar dalam kondisi liquid
– Running/all level sampling bukanlah sample
yang bisa mewakili dalam satu tangki karena
volume tangki bisa saja tidak sama di setiap
kedalamannya. Selain itu belum tentu operator
samplingnya mendapatkan proporti sample
yang sama dengan laju tarikan tali ke
permukaan
RUNNING ATAU ALL LEVEL SAMPLING
1,25
cm
◼ Prosedur Extended Tube Bottom Sampling
– Pasangkan extended tube sampler sesuai manualnya
– Pancing pompa dan tube/selang dengan mengisi air
dan tutup pada bagian ujungnya shg saat diturunkan
air tidak keluar
– Lekatkan selang pada weighted (pemberat) spt
gambar diatas.
– Hubungkan kabel grounding ke kapal atau barge tank
atau storage tank.
– Turunkan weighted end (ujung pemberat) dari
sampler ke bagian bottom tangki
– Mulailah operasi sampling sesuai manual pompa.
– Untuk mengurangi kontaminasi, lakukan purging awal
sebanyak lebih dari 2 kali isi dari rangkaian peralatan.
– Tampung segera sample di botol/kontainer yg bersih
dan kering
◼ Prosedur Extended Tube Bottom Sampling
– Jika sample yang diambil pada lapisan air berada pada
level yang berbeda, maka angkatlah pemberat dan ujung
selang bawah ke posisi level yg di tuju. Lakukan purging
juga sebanyak lebih dari 2 kali isi rangkaian peralatan.
– Tampung sample yg diambil pada level baru tsb
– Setelah setiap level di lapisan air sudah diambil dan telah
di pindahkan semua ke kontainer, maka tutuplah
kontainer dan berilah label pada kontainer, kemudian
bawa ke laboratorium
– Setelah sampling selesai bersihkan semua alat dan
lepaskanlah semua komponen peralatan samplingnya
◼ Scraper Sampling (Bottom
Water dan ROB/OBQ)
– Botol sampler ini biasanya
terbuat dari material tembaga
atau kuningan (lebih disarankan
dari stainless steel).
– Botol sample ini digunakan
untuk mengambil sample di
kompartemen kapal dimana
produk yang diambil berjumlah
sangat sedikit.
– Umumnya produk bottom yang
termabil adalah produk itu
semdiri, air, sludge dan residu
DRUM OR BARREL SAMPLER
SAMPLING AND HANDLING OF
FUELS FOR VOLATILITY
MEASUREMENT
ASTM D 5842
◼ Ruang Lingkup
– Mencakup prosedur dan peralatan untuk
memperoleh, mencampur dan perlakuan
contoh yang representatif dari bahan bakar
mudah menguap yang akan digunakan untuk
pengujian sifat volatilitas.
– Prosedur ini dapat digunakan untuk fuel
dengan range antara 13 – 105 kPa (2 – 16
psia).
◼ Petunjuk Umum
– Wadah contoh dan peralatan sampling masih
mengacu pada ASTM D 4057
– Penanganan Contoh Volatile secara umum
adalah :
▪ Bahan bakar ringan dijaga dari kemungkinan
adanya penguapan.
▪ peralatan sampling adalah wadah contoh untuk
tekanan uap, wadah ditutup rapat setelah contoh
terkumpul.
◼ Petunjuk Umum (lanjutan)
– Penanganan Contoh Volatile secara umum
adalah :
▪ Adanya kebocoran wadah contoh, maka tidak
dapat digunakan untuk pengujian
▪ Diinginkan contoh sampai 0 – 10C (32 – 34 0F)
setelah dikirim ke laboratorium dan sebelum
wadah dibuka untuk pengujian
▪ Wadah contoh tidak diisi anatara 70-85%
kapasitas untuk pemuaian
▪ Segera diberi label dengan jelas
◼ TAP SAMPLING VOLATILE SAMPLE
– Sama halnya dengan Tap Sampling pada
ASTM D 4057
– Yang perlu diperhatikan adalah
▪ Sampling untuk RVP, maka wadah harus
didinginkan sampai suhu sama dengan suhu
material dalam tangki, atau sampai 00C (320F)
▪ Pendinginan wadah seperti gambar berikut :
◼ TAP SAMPLING (lanjutan)
– Prosedur :
▪ sebelum contoh dialirkan, bilas sample tap dan
tube kurang lebih tiga kali.
▪ Sampling untuk RVP, maka wadah harus
didinginkan sampai suhu sama dengan suhu
material dalam tangki, atau sampai 00C (320F)
▪ Isi dan kosongkan wadah contoh sebanyak tiga
kali
▪ Alirkan upper, middle, dan lower sample secara
langsung dari masing-masing tap setelah dilakukan
pembilasan
▪ Tutup dan beri label secepatnya dan kirim ke
laboratorium.
Prosedur :
◼ Nozzle Sampling • secepatnya setelah fuel
dipompakan dan pompa
telah di reset hubungkan
pump nozzle dengan
nozzle extension
• isilah wadah sample
secara perlahan melalui
nozzle extension, sampai
70-85% kapasitas wadah
• pindahkan nozzle
extension dan tutup
wadah sample, cek
adanya kebocoran, beri
label dan kirim ke
laboratorium.
Standard Practice for
Automatic Sampling of
Petroleum and Petroleum
Products
ASTM D 4177
◼ Terminologi
– Automatic Sampler
▪ Suatu peralatan yang digunakan untuk
mengekstrak sample representatif dari aliran
cairan dalam pipa.
▪ Automatic sampler biasanya terdiri atas : probe,
sample extractor, controller, alat ukur aliran dan
wadah contoh.
– Automatic sampling system
▪ Suatu sistem yang terdiri atas : stream
conditioning, automatic sampler dan pencampur
contoh.
– Probe
▪ Bagian dari automatic sampler yang diperpanjang
kedalam pipa dan secara langsung sebagian dari
cairan masuk ke sampler extractor
◼ Terminologi(lanjutan)
–Sampler controler
Suatu peralatan yang menentukan
beroperasinya sample extractor
–Grab
Volume contoh terekstrak dari
suatu perpipaan dengan satu
gerakan atau langkah tunggal
dari sample extractor.
◼ Terminologi (lanjutan)
– Stream Conditioning
Pengadukan dari suatu aliran sedemikian
rupa sehingga contoh representatif dapat
diekstrak.
– Sample Extractor
Suatu alat yang memindahkan contoh (grab)
dari suatu perpipaan, sample loop atau
tangki
– Sample Loop
Suatu bypass volume rendah yang dialirkan
dari pipa utama
◼ Automatic Sampling System
– Sistem Pengambilan Contoh Otomatis terdiri
atas :
▪ Stream conditioning dari lokasi sampling
▪ Alat untuk ekstrak secara fisika dari aliran
▪ Alat ukur aliran
▪ Pengontrol volume total dari contoh yang
terekstrak
▪ Penampang contoh
Sistem Automatic Sampling
◼ Frekwensi Pengambilan Contoh
– Pedoman untuk frekuensi pengambilan contoh
dinyatakan dengan istilah “Grab per lineal
distance of pipeline volume” .
– Untuk melayani pekapalan dan perpipaan
pedoman minimum dapat dinyatakan dalam
barel per grab :
◼ Frekwensi Pengambilan Contoh (lanjutan)
– Formula persamaan tersebut untuk satu grab
setiap 25 lineal meter ( 80 ft) dari volume
pipa.
– Frekuansi pengambilan contoh harus
didasarkan pada grab maksimal untuk ukuran
penampung yang sesuai, secara umum
digunakan unit LACT (lease automatic costody
transfer) atau ACT (automatic costody
transfer) adalah langkah pada 1 grab per 1
sampai 10 bbl.
◼ Probe
– Lokasi Probe :
▪ Derah pengambilan contoh dianjurkan pada 1/3
penampang pipa
◼ Probe (lanjutan)
– Lokasi Probe :
▪ Probe terbuka menghadap arah aliran dan
diletakkan pada daerah dimana hasil pengadukan
cukup memadai
▪ Bila digunakan vertical piping loop, lokasi probe
setelah belokan ketiga dari elbow 90 dengan
jarak maksimum 3x diameter pipa dari bengkokan
atas dan tidak lebih dekat dari ½ diameter pipa
dari belokan terakhir (gambar 4)
◼ Desain Probe
– Desain mekanis untuk probe harus cocok
dengan kondisi operasi dari pipa dan cairan
yang akan disampling.
– Terdapat 3 desain dasar seperti gambar
berikut :
Automatic Sampling Component
Extractor
◼ Suatu automatic sample extractor adalah suatu alat
yang meng-ekstrak contoh (grab) dari aliran
medium. Ekstraktor bisa berupa atau bukan berupa
bagian integral dari probe.
Controller
◼ Suatu sample controller adalah suatu peralatan yang
mengatur beroperasinya sample extractor
108
Primary Sample Receiver
109
Stationary Receiver
111
Portable Receiver
112