0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Penilaian Risiko K3 Metode HIRARC

Penelitian ini menganalisis risiko K3 pada PT. Tri Jaya Teknik menggunakan metode HIRARC untuk mengidentifikasi 30 potensi risiko dalam proses pabrikasi. Hasil penilaian menunjukkan 13,3% risiko ekstrem, 30% tinggi, 13,3% sedang, dan 43,4% rendah, dengan rekomendasi pengendalian risiko melalui penggunaan alat pelindung diri dan prosedur standar. Tujuan penelitian adalah untuk mengurangi kecelakaan kerja dan meningkatkan keamanan lingkungan kerja.

Diunggah oleh

Khairun Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan7 halaman

Penilaian Risiko K3 Metode HIRARC

Penelitian ini menganalisis risiko K3 pada PT. Tri Jaya Teknik menggunakan metode HIRARC untuk mengidentifikasi 30 potensi risiko dalam proses pabrikasi. Hasil penilaian menunjukkan 13,3% risiko ekstrem, 30% tinggi, 13,3% sedang, dan 43,4% rendah, dengan rekomendasi pengendalian risiko melalui penggunaan alat pelindung diri dan prosedur standar. Tujuan penelitian adalah untuk mengurangi kecelakaan kerja dan meningkatkan keamanan lingkungan kerja.

Diunggah oleh

Khairun Nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62

p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

PENILAIAN RISIKO K3 PADA PROSES PABRIKASI


MENGGUNAKAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK
ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC)
Ghika Smarandana*, Ade Momon, Jauhari Arifin
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
Email: [Link]@[Link]: [Link]@[Link]; jharifin@[Link]

Artikel masuk : 03-11-2020 Artikel direvisi : 27-06-2021 Artikel diterima : 29-06-2021


*Penulis Korespondensi

Abstrak -- PT. Tri Jaya Teknik merupakan perusahaan pabrikasi yang selama tiga tahun masih
mengalami kecelakaan kerja selama proses produksinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
potensi bahaya yang terjadi selama proses pabrikasi. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC
untuk mengidentifikasi, menilai dan mengendalikan risiko. Model HIRARC digunakan untuk
mengidentifikasi bahaya primer dan sekunder yang mungkin terjadi pada kegiatan pekerjaan yang
berdampak pada ancaman serius pada kegiatan operasi. Kegiatan pabrikasi pada PT. Tri Jaya Teknik
teridentifikasi mempunyai 30 potensi risiko yang terjadi di proses stamping, trolley, milling, gerinda dan
welding. Hasil penilaian menunjukkan 13,3% mempunyai tingkat risiko extreme, 30% high risk, 13,3%
medium risk dan 43,34% low risk. Pengendalian risiko untuk pencegahan kecelakaan kerja dapat
dilakukan dengan menggunakan di alat pelindung diri di lingkungan pabrik, rekayasa di setiap proses
produksi untuk meminimalisir bahaya dan administrasi seperti standard operating procedure agar
sesuai dengan standar yang sudah ditentukan perusahaan.

Kata kunci: HIRARC; Kecelakaan Kerja; Risiko

Abstract -- PT. Tri Jaya Teknik is a manufacturing company that still had work accidents during the
production process for three years. This study aims to identify potential hazards that occur during the
manufacturing process. This study uses the HIRARC method to identify, assess and control risks. The
HIRARC model is used to identify primary and secondary hazards that may occur in work activities that
seriously impact operations. Manufacturing activities at PT. Tri Jaya Teknik has been identified as
having 30 potential risks in stamping, trolley, milling, grinding, and welding processes. The assessment
results show 13.3% have extreme risk, 30% high risk, 13.3% medium risk and 43.4% low risk. Risk
control for the prevention of work accidents can be done by using personal protective equipment in the
factory environment, engineering in every production process to minimize hazards and administr ation
such as standard operating procedures to comply with standards that the company has determined.

Keywords: HIRARC; Work Accident; Risk

PENDAHULUAN Proses pekerjaan PT. Tri Jaya Teknik terdiri


[Link] Jaya Teknik Karawang, merupakan dari stamping, welding, bubut, milling, cutting.
perusahaan engineering yang bergerak di bidang Berdasarkan data perusahaan, terdapat beberapa
fabrikasi, machining, dan part stamping. Aktivitas beberapa risiko kecelakaan kerja seperti jari
produksi yang sudah berjalan kurang lebih hampir tangan putus, terjepit, jari tangan terhisap mesin,
11 tahun masih mempunyai potensi kecelakaan jari tangan terpotong dan luka bakar selama
yang berdampak pada pekerja. Identifikasi periode Tahun 2018-2020 (Tabel 1). Pengelolaan
bahaya diperlukan untuk memastikan keamanan manajemen risiko mempunyai peranan yang
proses produksi baik bagi pekerja, peralatan dan besar agar risiko dan bahaya yang terjadi tidak
lingkungan dari terjadinya kecelakaan kerja berdampak besar pada proses operasi
(Putranto, 2010). perusahaan (Supriyadi et al., 2015). Manajemen

56 DOI: [Link]
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021,56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

risiko yang baik akan mampu meminimalisir responden sebanyak 5 orang, yaitu 1 operator
tingkat risiko menjadi lebih rendah sehingga stamping, 1 operator welding, 1 operator bubut, 1
mampu meminimalkan potensi kecelakaan kerja operator milling, dan 1 operator cutting.
(Urrohmah & Riandadari, 2019) dan insiden lain Proses identifikasi, penilaian dan pengen-
yang memakan biaya, waktu, stres dan ketidak- dalian risiko menggunakan HIRARC imodel yang
nyamanan (Ahmad et al., 2016). terdiri dari hazards identification, risk assessment
dan control. Hazards identification merupakan
Tabel 1. Data Kecelakaan Kerja
proses penilaian pihak manajemen dari suatu
Pekerjaan Risiko Tahun proses pekerjaaan dan penentuan tindakan ter-
Stamping Jari tangan putus 2018 hadap bahaya yang terjadi (Pertiwi et al., 2019).
Trolley Terjepit 2019 Tahap ini merupakan proses pemeriksaan setiap
Jari tangan terhisap area dan proses kerja untuk mengidentifikasi
Milling 2018 semua potensi bahaya pada suatu pekerjaan.
mesin
Gerinda Jari tangan terpotong 2018 Bahaya mempunyai hubungan yang erat
Luka bakar akibat dengan risiko. Risiko adalah ukuran untuk meng-
Welding 2020 analisis dan mengevaluasi bahaya (Al-Hammad &
percikan api
Assaf, 1996). Penilaian risiko merupakan rangkai-
Metode HIRARC (Hazard Identification and an proses analisis, penilaian dan pengendalian
Risk Assessment Control) merupakan salah satu risiko suatu pekerjaan. Hasil penilaian risiko yang
metode yang efektif terkait dengan identifikasi dan disajikan dalam matriks risiko sangat penting
pengendalian risiko sebagai bagian dari upaya untuk pengambilan keputusan pengendalian risiko
pencegahan cedera dan penyakit akibat kerja (Ahmad et al., 2016). Penilaian risiko melibatkan
(Sari et al., 2017). Metode ini sebagai proses evaluasi tingkat risiko yang harus dipertimbang-
penentuan probabilitas dan konsekuensi dari kan untuk mengendalikan potensi risiko yang ada.
peristiwa berbahaya yang diidentifikasi dan Evaluasi risiko harus dihitung dengan kemungkin-
risikonya bagi pekerja (Agwu, 2012). HIRARC an insiden berbahaya yang terjadi dalam suatu
membagi prosesnya menjadi beberapa tahapan periode dan dalam keadaan keparahan cedera
yaitu mengklasifikasikan jenis pekerjaan, meng- atau kerusakan (Tabel 2 dan Tabel 3) berdasar-
identifikasi jenis bahaya, melakukan penilaian kan pedoman sistem manajemen K3.
risiko dan menentukan peringkat risiko (Suhardi et Tingkat keparahan yang mungkin terjadi
al., 2016; Suma’mur, 2000). diukur untuk memprioritaskan bahaya yang di-
Implementasi HIRARC mampu membagi identifikasi. Alat penilaian risiko yang berupa
beberapa jenis risiko ke dalam kriteria risiko peringkat matriks risiko yang merupakan kombi-
ringan, risiko sedang, risiko tinggi dan risiko nasi dari parameter likelihood dan severity (Tabel
ekstrim (Ramadhan, 2017; Supriyadi & Ramdan, 4) dengan E (risiko ekstrim), T (risiko tinggi), S
2017). Pengkategorian ini memudahkan penentu- (risiko sedang) dan R (risiko rendah). Kombinasi
an pengendalian risiko yang dilakukan. Prioritas likelihood (L) dan severity (S) dapat menentukan
pengendalian risiko sesuai dengan hirarki mampu penilaian risiko karena hasil perhitungan risiko
meminimalkan risiko yang ada melalui penurunan yang dirumuskan sebagai L X S disajikan dengan
nilai risiko yang ada. cara yang efektif untuk memberi perkiraan risiko
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan atau peringkat risiko sebagai dasar pengambilan
penilaian risiko dengan metode HIRARC terhadap tindakan pengendalian risiko dengan memilih
jenis pekerjaan yang dilakukan pada PT. Tri Jaya tindakan pengendalian yang diperlukan.
Teknik Karawang, sehingga diperoleh nilai risiko Tabel 3. Kriteria Likelihood
bahaya yang mungkin timbul pada pekerjaan
tersebut. Hasil pengendalian risiko diharapkan Tingkat Uraian Keterangan
mampu menurunkan tingkat kecelakaan yang 5 Hampir Dapat terjadi dalam
terjadi dan mampu meningkatkan keamanan pasti terjadi kondisi normal
pekerjaan. Pengendalian risiko yang tepat juga 4 Sering Terjadi beberapa kali
dapat meningkatkan rasa aman pekerja dari terjadi dalam periode waktu
tingkat kecelakaan yang tinggi. tertentu
METODE PENELITIAN 3 Dapat Risiko dapat terjadi
Penelitian ini menggunakan survei kuesi- terjadi namun tidak sering
oner dan wawancara untuk pengumpulan data 2 Kadang Kadang-kadang terjadi
kadang
dalam mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko
dan pengendalian risiko yang diterapkan di [Link] 1 Jarang Dapat terjadi dalam
Jaya Teknik Karawang. Penelitian menggunakan sekali keadaan tertentu

DOI: [Link] 57
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

Tabel 3. Kriteria Severity suatu pekerjaan. Berdasarkan hasil pengamatan


Tingkat Uraian Keterangan lapangan, wawancara, dan dokumentasi dengan
pihak perusahaan, diperoleh hasil identifikasi
5 Bencana Mengakibatkan korban
bahaya di bagian proses pekerjaan PT. Tri Jaya
meninggal dan kerugian
Teknik, pada bagian stamping, welding, bubut,
parah bahkan dapat
milling, dan cutting.
menghentikan kegiatan
Potensi bahaya pada bagian stamping
selamanya
adalah terbentur bodi mesin stamping dikarena-
4 Berat Menimbulkan cedera
kan jarak antara mesin hanya 90 cm. Potensi
parah dan cacat tetap
bahaya lainnya yaitu terjepit mesin stamping,
dan dampak serius
terpotong mesin stamping, tersandung batang
terhadap kelangsungan
besi dan terkena percikan material dan potensi
perusahaan
lainnya termasuk jenis bahaya mekanik. Proses
3 Sedang Cedera berat dan
stamping juga mempunyai jenis bahaya ergonomi
dirawat dirumah sakit,
dengan potensi bahaya cedera pendengaran
tidak menimbulkan
Pada saat proses pengelasan, pekerja
cacat tetap, kerugian
terkadang melepaskan kacamata khusus las. Hal
finansial sedang
ini dapat menyebabkan mata pekerja terkena
2 Kecil Menimbulkan cedera
radiasi sinar las dari proses pengelasan. proses
ringan, kerugian kecil
pengelasan dapat menimbulkan percikan api.
dan tidak menimbulkan
Percikan api pengelasan mempunyai potensi
dampak serius terhadap
ledakan atau kebakaran. Asap pengelasan juga
perusahaan
mempunyai potensi yang membahayakan per-
1 Tingkat Kejadian tidak
napasan pekerja. Kabel mesin las yang tidak
signifikan menimbulkan kerugian
tertata dengan rapi, dapat menyebabkan kaki
atau cidera pada
pekerja tersandung atau terjatuh. Mesin las yang
manusia
menggunakan energi listrik bertegangan tinggi jika
Tabel 4. Matrik Risiko terkelupas dapat menyebabkan pekerja tersengat
atau tersetrum listrik.
Konsekuensi Hasil pengamatan pada proses bubut di
Kemungkinan Tidak lapangan, menunjukkan terdapat banyak batang
Kecil Sedang Berat Bencana
Signifikan besi yang berserakan pada lantai. Potensi bahaya
1 T T E E E pada proses ini antara lain kaki pekerja ter-
2 S T T E E sandung dan tangan pekerja dapat tergores
3 R S T E E serbuk sisa material pada saat proses bubut.
4 R R S T E Perputaran chuck pada mesin bubut mempunyai
5 R R S T T
potensi bahaya tergulung putaran mesin.
Dari hasil pengamatan di lapangan saat
Bahaya yang teridentifikasi harus dikendali- proses milling, pekerja menggunakan sarung
kan sedemikian rupa untuk menghilangkan atau tangan yang mudah tersangkut di benda kerja
meminimalkan risiko yang menimbulkan ancaman yang tajam atau belum rata. Hal sangat ber-
bagi K3 dengan mengendalikannya pada sumber- bahaya bila mesin sedang beroperasi, sehingga
nya (Muhamad et al., 2020). Dalam penelitian ini, tangan berpotensi terkena putaran mata pahat
tindakan pengendalian ditentukan berdasarkan atau tersayat mata pahat milling. Proses milling
hubungan dengan sumber bahaya dan penerapan menghasilkan sisa-sisa material yang tajam, yang
pengendalian teknik, pengendalian administratif, mempunyai potensi bahaya terkena percikan sisa-
dan alat pelindung diri. Kontrol yang digunakan sisa material dari proses milling tersebut. Ruang
untuk memverifikasi dan mengatur pengendalian gerak dari operator terbatas dapat menyebabkan
bahaya dengan melakukan percobaan paralel pekerja tertimpa batang besi. Panel listrik pada
atau dengan membandingkan dengan standar ruang kontrol mempunyai potensi bahaya korsle-
untuk mengurangi atau mencegah bahaya (Saedi ting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran
et al., 2014). bahkan ledakan.
Pada proses cutting, terdapat banyak plat
HASIL DAN PEMBAHASAN besi serta perkakas di bagian mesin cutting yang
Identifikasi Bahaya berserakan di lantai, batang besi yang akan
Hazard identification dilakukan dengan dipotong dan selesai dipotong tidak tertata
cara memeriksa tiap area kerja dan proses kerja dengan rapi, maka dapat menyebabkan kaki
untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya pekerja tersandung. Gerak operator yang sedikit

58 DOI: [Link]
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021,56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

terbatas karena ruang yang sempit dan terdapat 68/RIG 99 dari kegiatan RIG service serta masih
bahan baku yang tercecer di lantai dapat belum menyeluruh dalam melakukan identifikasi
menyebabkan pekerja dapat terbentur bodi mesin potensi risiko kecelakaan kerja.
atau tangan pekerja terpotong.
Secara keseluruhan PT. Tri Jaya Teknik Penilaian Risiko (Risk Assessment)
sudah menerapkan kesehatan dan keselamatan Cara menentukan nilai risiko (risk
kerja dalam proses produksinya hanya saja dari assessmentt) yaitu dengan menggunakan matrik
beberapa pekerja tidak mematuhi aturan yang risk assessment, dengan cara mengalikan nilai
sudah dibuat, contohnya: tidak menggunakan tingkat kemungkinan (Likelihood) dan nilai tingkat
APD yang telah disediakan, tidak menghiraukan keparahan (Severity) (Soehatman, 2010). Setelah
himbauan perihal penerapan K3 dalam pekerjaan, mendapatkan hasil identifikasi potensi bahaya
melepas APD pada saat proses pekerjaan dari setiap proses pekerjaan di PT. Tri Jaya Teknik
berlangsung. Selain itu di PT. Tri Jaya Teknik maka tahap selanjutnya pada metode HIRARC
masih lemah dalam penerapan sistem dan aturan yaitu penilaian risiko. Penilaian ini digunakan
K3, bahkan belum departemen K3 yang memang untuk mengetahui tingkatan risiko dari bahaya
dikhususkan untuk mengurusi perihal K3. Pekerja yang telah diidentifikasi. Tingkatan risiko dalam
yang ahli di bidang K3 merangkap jabatan penilaian ini berdasarkan perbandingan tingkat
menjadi direktur operasional sehingga penerapan kemungkinan terjadinya suatu risiko (likelihood)
K3 tidak bisa berjalan dengan maksimal. Seperti dengan tingkat keparahan terjadinya risiko
penelitian yang dilakukan Trisaid, (2020) bahwa (severity). Hasil risk assessment pada proses
pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja pekerjaan ini mendapatkan 4 kategori risk level,
pada pekerjaan persiapan material dan fasilitas yaitu: risiko rendah (low risk), risiko sedang
penunjang masih kurang baik mengacu pada (medium risk), risiko tinggi (high risk), dan risiko
kecelakaan kerja yang terjadi di sumur KAS ekstrim (extreme risk) (Tabel 5).

Tabel 5. Penilaian Potensi Bahaya pada PT. Tri Jaya Teknik


Jenis
Proses Hazard Identification L C S Risk Level
Bahaya
Proses Terbentur bodi mesin stamping Mekanik 2 1 2 Low risk
Stamping Terjepit mesin stamping Mekanik 4 3 12 High risk
Terpotong mesin stamping Mekanik 4 4 16 Extreme risk
Tersandung batang besi Mekanik 2 2 4 Low risk
Terkena percikan sisa material (scarp) Mekanik 4 2 8 High risk
Cedera pendengaran Ergonomi 4 3 12 High risk
Proses Terkena radiasi sinar ultraviolet Kimiawi 1 1 1 Low risk
Welding Terkena percikan api las Mekanik 1 1 1 Low risk
Kebakaran Kimiawi 5 5 25 Extreme risk
Menghirup asap mesin las Kimiawi 3 2 6 Medium risk
Tersandung kabel mesin las Mekanik 2 2 4 Low risk
Tersengat arus listrik Listrik 4 3 12 High risk
Proses Tersandung batang besi Mekanik 2 2 4 Low risk
Bubut Tergores sisa material bubut Mekanik 2 1 2 Low risk
Aktivitas tangan berlebih Ergonomi 1 1 1 Low risk
Kejatuhan batang besi Mekanik 2 2 4 Low risk
Tergulung putaran mesin bubut Mekanik 4 3 12 High risk
Korsleting listrik Listrik 4 1 4 Medium risk
Proses Tergulung putaran mata pahat mesin Mekanik 4 3 12 High risk
Milling Tersayat mata pahat milling atau end mill Mekanik 4 2 8 High risk
Terkena percikan serbuk gram Mekanik 4 2 8 High risk
Terbentur bodi mesin milling Mekanik 2 1 2 Low risk
Tertimpa batang besi Mekanik 2 2 4 Low risk
Korsleting listrik Listrik 4 1 4 Medium risk
Proses Tersandung batang besi Mekanik 2 2 4 Low risk
Cutting Terbentur bodi mesin cutting Mekanik 2 1 2 Low risk
Terpotong mesin cutting Mekanik 4 4 16 Extreme risk
Terkena percikan sisa material (scarp) Mekanik 4 2 8 High risk
Korsleting listrik Listrik 4 1 4 Medium risk
Kebakaran Kimiawi 5 5 25 Extreme risk

DOI: [Link] 59
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

risk) dan sebanyak 13% atau 4 kasus potensi


Presentase Risk Assesment bahaya dengan risiko ekstrim (Gambar 1).
Extreme risk Pengendalian Risiko (Risk Control)
13,3%
High risk Potensi bahaya yang terdapat di PT. Tri
43,4%
30,0% Jaya Teknik kemudian dibagi menjadi 5 jenis
Medium risk sumber bahaya, yaitu: bahaya mekanik, bahaya
13,3% listrik, bahaya fisik, bahaya kimiawi, dan bahaya
Low risk
ergonomi. Pengendalian risiko merupakan lang-
Gambar 1. Persentase Risiko kah meminimalkan potensi bahaya yang terdapat
dalam dalam lingkungan kerja. Pengendalian
Dari hasil perhitungan, tercatat sebanyak potensi bahaya berdasarkan hasil skala prioritas
30 kasus potensi bahaya yang ada di PT. Tri Jaya dalam hirarki pengendalian risiko (Wijaya et al.,
Teknik dengan persentase tiap risikonya yaitu 2015). Hirarki atau metode yang dilakukan untuk
sebanyak 43% atau 13 kasus potensi bahaya mengendalikan risiko antara lain: eliminasi, sub-
dengan risiko rendah (low risk), lalu sebanyak stitusi, rekayasa, administrasi, dan alat pelindung
13% atau 8 kasus potensi bahaya dengan risiko diri. Pengendalian risiko pada penelitian ini ber-
sedang (medium risk), sebanyak 30% atau 9 fokus pada proses yang mempunyai risk level
kasus potensi bahaya dengan risiko tinggi (high medium, high dan extreme (Tabel 6).

Tabel 6. Pengendalian Potensi Bahaya di PT. Tri Jaya Teknik


Proses Hazard Identification Risk Level Risk Control
Stamping Terjepit mesin High risk Memasang display K3 bahaya terjepit/terpotong
stamping
Terpotong mesin Extreme Memasang display K3 bahaya terjepit/terpotong
stamping risk
Terkena percikan sisa High risk Menggunakan APD (googles dan sarung tangan)
material (scrap)
Cedera pendengaran High risk Menggunakan APD (ear plug)
Welding Kebakaran Extreme Memasang display K3 mudah terbakar, pengecekan
risk lingkungan sekitar agar terhindar dari bahan yang mudah
terbakar
Menghirup asap mesin Medium Menggunakan APD (Masker)
las risk
Tersengat arus listrik High risk Menggunakan APD (sarung tangan), menggunakan
peralatan listrik sesuai standar
Bubut Tergulung putaran High risk Memasang shield atau pelindung pada mesin bubut
mesin bubut
Korsleting listrik Medium Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar, ukuran
risk kabel harus sesuai dengan yang dibutuhkan, isolator yang
dipakai harus sesuai dengan kegunaannya.
Milling Tergulung putaran High risk Menggunakan APD (sarung tangan kulit)
mata pahat mesin
milling
Tersayat mata pahat High risk Memasang display K3 bahaya terjepit/terpotong
milling atau end mill
Terkena percikan High risk Menggunakan APD (goggles)
serbuk material (scarp)
Korsleting listrik Medium Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar, ukuran
risk kabel harus sesuai dengan yang dibutuhkan, isolator yang
dipakai harus sesuai dengan kegunaannya.
Terpotong mesin Extreme Memasang display K3 bahaya terjepit/terpotong
cutting risk
Terkena percikan sisa High risk Menggunakan APD (goggles)
material (scarp)
Korsleting listrik Medium Menggunakan peralatan listrik yang sesuai standar, ukuran
risk kabel harus sesuai dengan yang dibutuhkan, isolator yang
dipakai harus sesuai dengan kegunaannya.
Cutting Kebakaran Extreme Memasang display K3 mudah terbakar, pengecekan
risk lingkungan sekitar agar terhindar dari bahan yang mudah
terbakar

60 DOI: [Link]
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021,56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa Identification, Risk Assessment and Risk


area kerja yang kondisi lantai yang tidak aman, Control (HIRARC) Accidents at Power Plant.
karena adanya kabel, plat pipa ataupun benda lain MATEC Web of Conferences, 66, 1–6.
yang belum tertata dengan rapi di area kerja. [Link]
Pengendalian risiko bahaya yang dilakukan PT. 105
Tri Jaya Teknik masih belum efektif. Beberapa hal Al-Hammad, A., & Assaf, S. (1996). Assessment
yang dapat dilakukan untuk pencegahan ke- of Work Performance of Maintenance
celakaan kerja di PT. Tri Jaya Teknik yaitu: meng- Contractors in Saudi Arabia. Journal of
gunakan APD di lingkungan pabrik, rekayasa Management in Engineering, 12(2), 44–49.
(engineering) di setiap proses produksi untuk [Link]
meminimalisir bahaya dan administrasi seperti 597X(1996)12:2(44)
SOP pada setiap prosesnya agar sesuai dengan Koreawan, O. A., & Basuki, M. (2019). Identifikasi
standar yang sudah ditentukan perusahaan. Bahaya Bekerja Dengan Pendekatan
Pengendalian risiko yang dilakukan sama dengan Hazard Identification Risk Assessment And
Koreawan & Basuki (2019) terhadap mitigasi Risk Control (HIRARC) Di PT. Prima Alloy
risiko pada PT. Prima Alloy Steel Universal Steel Universal. Prosiding SENIATI, 161–
dengan cara menggunakan alat pelindung diri 165.
berstandar SNI, perbaikan metode kerja dengan [Link]
menambah alat mekanik. Pada penelitian yang icle/view/421
dilakukan Pujiono et al. (2013) perbaikan proses Muhamad, M. N. Bin, Mohammad, R., Othman, N.,
dilakukan dengan pembuatan Standard Operating & Kadir, Z. A. (2020). Risk assessment of
Procedure (SOP), jadwal pelatihan APD, dan abrasive blasting environment in pressure
lembar kontrol penggunaan APD. vessel fabrication plants. J. Environ. Treat.
Tech, 8(1), 455–470.
KESIMPULAN [Link]
Hasil identifikasi awal, menunjukkan peru- sue 1/html/Risk Assessment of Abrasive
sahaan sudah menerapkan prosedur kesehatan Blasting Environment in Pressure Vessel
dan keselamatan kerja dalam proses produksinya, Fabrication [Link]
hanya saja dari beberapa pekerja tidak mematuhi Pertiwi, P., Nurhantari, Y., & Budihardjo, S. (2019).
aturan yang sudah dibuat. Potensi bahaya yang Hazard identification, risk assesment and
ada pada kegiatan pekerjaan di PT. Tri Jaya risk control serta penerapan risk mapping
Teknik teridentifikasi 30 kejadian dengan persen- pada rumah sakit hewan Prof. Soeparwi
tase tiap risiko sebanyak 43% atau 13 kasus Universitas Gadjah Mada. Berita Kedokteran
potensi bahaya dengan risiko rendah, 13% atau 8 Masyarakat, 35(2), 55–64.
kasus potensi bahaya dengan risiko sedang, 30% [Link]
atau 9 kasus potensi bahaya dengan risiko tinggi Pujiono, B. N., Tama, I. P., & Efranto, R. Y. (2013).
dan sebanyak 13% atau 4 kasus potensi bahaya Analisis Potensi Bahaya Serta Rekomendasi
dengan risiko ekstrim. Pengendalian risiko bahaya Perbaikan Dengan Metode Hazard and
dapat dilakukan dengan menggunakan APD di Operability Study (HAZOP) Melalui
lingkungan pabrik, rekayasa (engineering) di Perangkingan OHS Risk Assessment and
setiap proses produksi untuk meminimalisir Control (Studi Kasus: Area PM-1 PT.
bahaya dan administrasi seperti SOP pada setiap Ekamas Fortuna). Jurnal Rekayasa Dan
prosesnya agar sesuai dengan standar yang Manajemen Sistem Industri, 1(2), p253-263.
sudah ditentukan perusahaan. Penelitian lanjutan [Link]
sebaiknya tentang desain budaya K3 yang sesuai /jrmsi/article/view/32
dengan kondisi PT Tri Jaya Teknik, atau Putranto, N. M. (2010). Identifikasi Bahaya
identifikasi penyebab terjadinya potensi bahaya Pekerjaan Pada Daerah Bertegangan
menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Switchyard 150 Kv Dengan Pendekatan Job
Safety Analysis (Jsa) Dan Hazard
DAFTAR PUSTAKA Identification Risk Assessment And Risk
Agwu, M. (2012). The Effects of Risk Assessment Control (HIRARC)(Case Study: PT. PJB Unit
(Hirarc) on Organisational Performance in Pembangkitan Gresik). Tugas Akhir.
Selected Construction Companies in Surabaya: Teknik Keselamatan dan
Nigeria. British Journal of Economics, Kesehatan Kerja Politeknik Perkapalan ITS.
Management & Trade, 2(3), 212–224. [Link]
[Link] 3100010040958/14869
Ahmad, A. C., Mohd Zin, I. N., Othman, M. K., & Ramadhan, F. (2017). Analisis Kesehatan dan
Muhamad, N. H. (2016). Hazard Keselamatan Kerja (K3) Menggunakan

DOI: [Link] 61
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655

Hazard Identification Risk Assessment and pada Tindakan Perawatan & Perbaikan
Risk Control (HIRARC). Prosiding Seminar Menggunakan Metode HIRARC (Hazard
Nasional Riset Terapan| SENASSET, 164– Identification and Risk Assesment Risk
169. [Link] Control) pada PT. X. Prosiding Seminar
[Link]/[Link]/senasset/a Nasional Riset Terapan| SENASSET, 281–
rticle/view/443 286. [Link]
Saedi, A. M., Thambirajah, J. J., & Pariatamby, A. [Link]/[Link]/senasset/a
(2014). A HIRARC model for safety and risk rticle/view/474
evaluation at a hydroelectric power Supriyadi, S., & Ramdan, F. (2017). Hazard
generation plant. Safety Science, 70, 308– Identification and Risk Assessment In Boiler
315. Division using Hazard Identification Risk
[Link] Assessment and Risk Control (HIRARC).
Sari, R. M., Syahputri, K., Rizkya, I., & Siregar, I. Journal of Industrial Hygiene and
(2017). Identification of Potential Hazard Occupational Health, 1(2), 161–177.
using Hazard Identification and Risk [Link]
Assessment. IOP Conference Series: /JIHOH/article/view/892
Materials Science and Engineering, 180, Trisaid, S. N. (2020). Analisis risiko kecelakaan
12120. [Link] kerja pada kegiatan rig service
899x/180/1/012120 menggunakan metode HIRARC dengan
Soehatman, R. (2010). Petunjuk Praktis pendekatan FTA. Jurnal Ilmiah Teknik
Manajemen Kebakaran. Jakarta: Dian Industri, 8(1), 25–33.
Rakyat. [Link]
[Link] Urrohmah, D. S., & Riandadari, D. (2019).
12154 Identifikasi Bahaya Dengan Metode Hazard
Suhardi, B., Estianto, A. A. V, & Laksono, P. W. Identification, Risk Assessment and Risk
(2016). Analysis of potential work accidents Control (Hirarc) Dalam Upaya Memperkecil
using hazard identification, risk assessment Risiko Kecelakaan Kerja Di Pt. Pal
and risk control (HIRARC) method. 2016 2nd Indonesia. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin,
International Conference of Industrial, 8(1), 34–40.
Mechanical, Electrical, and Chemical [Link]
Engineering (ICIMECE), 196–200. -pendidikan-teknik-mesin/article/view/27090
[Link] Wijaya, A., Panjaitan, T. W. S., & Palit, H. C.
457 (2015). Evaluasi Kesehatan dan
Suma’mur, P. K. (2000). Keselamatan Kerja dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC
Pencegahan Kecelakaan. Jakarta: Gunung pada PT. Charoen Pokphand Indonesia.
Agung. Jurnal Titra, 3(1), 29–34.
[Link] [Link]
ALLI000000000000099/Description k-industri/article/view/2979
Supriyadi, S., Nalhadi, A., & Rizaal, A. (2015).
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko K3

62 DOI: [Link]

Anda mungkin juga menyukai