Penilaian Risiko K3 Metode HIRARC
Penilaian Risiko K3 Metode HIRARC
Abstrak -- PT. Tri Jaya Teknik merupakan perusahaan pabrikasi yang selama tiga tahun masih
mengalami kecelakaan kerja selama proses produksinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
potensi bahaya yang terjadi selama proses pabrikasi. Penelitian ini menggunakan metode HIRARC
untuk mengidentifikasi, menilai dan mengendalikan risiko. Model HIRARC digunakan untuk
mengidentifikasi bahaya primer dan sekunder yang mungkin terjadi pada kegiatan pekerjaan yang
berdampak pada ancaman serius pada kegiatan operasi. Kegiatan pabrikasi pada PT. Tri Jaya Teknik
teridentifikasi mempunyai 30 potensi risiko yang terjadi di proses stamping, trolley, milling, gerinda dan
welding. Hasil penilaian menunjukkan 13,3% mempunyai tingkat risiko extreme, 30% high risk, 13,3%
medium risk dan 43,34% low risk. Pengendalian risiko untuk pencegahan kecelakaan kerja dapat
dilakukan dengan menggunakan di alat pelindung diri di lingkungan pabrik, rekayasa di setiap proses
produksi untuk meminimalisir bahaya dan administrasi seperti standard operating procedure agar
sesuai dengan standar yang sudah ditentukan perusahaan.
Abstract -- PT. Tri Jaya Teknik is a manufacturing company that still had work accidents during the
production process for three years. This study aims to identify potential hazards that occur during the
manufacturing process. This study uses the HIRARC method to identify, assess and control risks. The
HIRARC model is used to identify primary and secondary hazards that may occur in work activities that
seriously impact operations. Manufacturing activities at PT. Tri Jaya Teknik has been identified as
having 30 potential risks in stamping, trolley, milling, grinding, and welding processes. The assessment
results show 13.3% have extreme risk, 30% high risk, 13.3% medium risk and 43.4% low risk. Risk
control for the prevention of work accidents can be done by using personal protective equipment in the
factory environment, engineering in every production process to minimize hazards and administr ation
such as standard operating procedures to comply with standards that the company has determined.
56 DOI: [Link]
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021,56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655
risiko yang baik akan mampu meminimalisir responden sebanyak 5 orang, yaitu 1 operator
tingkat risiko menjadi lebih rendah sehingga stamping, 1 operator welding, 1 operator bubut, 1
mampu meminimalkan potensi kecelakaan kerja operator milling, dan 1 operator cutting.
(Urrohmah & Riandadari, 2019) dan insiden lain Proses identifikasi, penilaian dan pengen-
yang memakan biaya, waktu, stres dan ketidak- dalian risiko menggunakan HIRARC imodel yang
nyamanan (Ahmad et al., 2016). terdiri dari hazards identification, risk assessment
dan control. Hazards identification merupakan
Tabel 1. Data Kecelakaan Kerja
proses penilaian pihak manajemen dari suatu
Pekerjaan Risiko Tahun proses pekerjaaan dan penentuan tindakan ter-
Stamping Jari tangan putus 2018 hadap bahaya yang terjadi (Pertiwi et al., 2019).
Trolley Terjepit 2019 Tahap ini merupakan proses pemeriksaan setiap
Jari tangan terhisap area dan proses kerja untuk mengidentifikasi
Milling 2018 semua potensi bahaya pada suatu pekerjaan.
mesin
Gerinda Jari tangan terpotong 2018 Bahaya mempunyai hubungan yang erat
Luka bakar akibat dengan risiko. Risiko adalah ukuran untuk meng-
Welding 2020 analisis dan mengevaluasi bahaya (Al-Hammad &
percikan api
Assaf, 1996). Penilaian risiko merupakan rangkai-
Metode HIRARC (Hazard Identification and an proses analisis, penilaian dan pengendalian
Risk Assessment Control) merupakan salah satu risiko suatu pekerjaan. Hasil penilaian risiko yang
metode yang efektif terkait dengan identifikasi dan disajikan dalam matriks risiko sangat penting
pengendalian risiko sebagai bagian dari upaya untuk pengambilan keputusan pengendalian risiko
pencegahan cedera dan penyakit akibat kerja (Ahmad et al., 2016). Penilaian risiko melibatkan
(Sari et al., 2017). Metode ini sebagai proses evaluasi tingkat risiko yang harus dipertimbang-
penentuan probabilitas dan konsekuensi dari kan untuk mengendalikan potensi risiko yang ada.
peristiwa berbahaya yang diidentifikasi dan Evaluasi risiko harus dihitung dengan kemungkin-
risikonya bagi pekerja (Agwu, 2012). HIRARC an insiden berbahaya yang terjadi dalam suatu
membagi prosesnya menjadi beberapa tahapan periode dan dalam keadaan keparahan cedera
yaitu mengklasifikasikan jenis pekerjaan, meng- atau kerusakan (Tabel 2 dan Tabel 3) berdasar-
identifikasi jenis bahaya, melakukan penilaian kan pedoman sistem manajemen K3.
risiko dan menentukan peringkat risiko (Suhardi et Tingkat keparahan yang mungkin terjadi
al., 2016; Suma’mur, 2000). diukur untuk memprioritaskan bahaya yang di-
Implementasi HIRARC mampu membagi identifikasi. Alat penilaian risiko yang berupa
beberapa jenis risiko ke dalam kriteria risiko peringkat matriks risiko yang merupakan kombi-
ringan, risiko sedang, risiko tinggi dan risiko nasi dari parameter likelihood dan severity (Tabel
ekstrim (Ramadhan, 2017; Supriyadi & Ramdan, 4) dengan E (risiko ekstrim), T (risiko tinggi), S
2017). Pengkategorian ini memudahkan penentu- (risiko sedang) dan R (risiko rendah). Kombinasi
an pengendalian risiko yang dilakukan. Prioritas likelihood (L) dan severity (S) dapat menentukan
pengendalian risiko sesuai dengan hirarki mampu penilaian risiko karena hasil perhitungan risiko
meminimalkan risiko yang ada melalui penurunan yang dirumuskan sebagai L X S disajikan dengan
nilai risiko yang ada. cara yang efektif untuk memberi perkiraan risiko
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan atau peringkat risiko sebagai dasar pengambilan
penilaian risiko dengan metode HIRARC terhadap tindakan pengendalian risiko dengan memilih
jenis pekerjaan yang dilakukan pada PT. Tri Jaya tindakan pengendalian yang diperlukan.
Teknik Karawang, sehingga diperoleh nilai risiko Tabel 3. Kriteria Likelihood
bahaya yang mungkin timbul pada pekerjaan
tersebut. Hasil pengendalian risiko diharapkan Tingkat Uraian Keterangan
mampu menurunkan tingkat kecelakaan yang 5 Hampir Dapat terjadi dalam
terjadi dan mampu meningkatkan keamanan pasti terjadi kondisi normal
pekerjaan. Pengendalian risiko yang tepat juga 4 Sering Terjadi beberapa kali
dapat meningkatkan rasa aman pekerja dari terjadi dalam periode waktu
tingkat kecelakaan yang tinggi. tertentu
METODE PENELITIAN 3 Dapat Risiko dapat terjadi
Penelitian ini menggunakan survei kuesi- terjadi namun tidak sering
oner dan wawancara untuk pengumpulan data 2 Kadang Kadang-kadang terjadi
kadang
dalam mengidentifikasi bahaya, penilaian risiko
dan pengendalian risiko yang diterapkan di [Link] 1 Jarang Dapat terjadi dalam
Jaya Teknik Karawang. Penelitian menggunakan sekali keadaan tertentu
DOI: [Link] 57
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655
58 DOI: [Link]
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021,56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655
terbatas karena ruang yang sempit dan terdapat 68/RIG 99 dari kegiatan RIG service serta masih
bahan baku yang tercecer di lantai dapat belum menyeluruh dalam melakukan identifikasi
menyebabkan pekerja dapat terbentur bodi mesin potensi risiko kecelakaan kerja.
atau tangan pekerja terpotong.
Secara keseluruhan PT. Tri Jaya Teknik Penilaian Risiko (Risk Assessment)
sudah menerapkan kesehatan dan keselamatan Cara menentukan nilai risiko (risk
kerja dalam proses produksinya hanya saja dari assessmentt) yaitu dengan menggunakan matrik
beberapa pekerja tidak mematuhi aturan yang risk assessment, dengan cara mengalikan nilai
sudah dibuat, contohnya: tidak menggunakan tingkat kemungkinan (Likelihood) dan nilai tingkat
APD yang telah disediakan, tidak menghiraukan keparahan (Severity) (Soehatman, 2010). Setelah
himbauan perihal penerapan K3 dalam pekerjaan, mendapatkan hasil identifikasi potensi bahaya
melepas APD pada saat proses pekerjaan dari setiap proses pekerjaan di PT. Tri Jaya Teknik
berlangsung. Selain itu di PT. Tri Jaya Teknik maka tahap selanjutnya pada metode HIRARC
masih lemah dalam penerapan sistem dan aturan yaitu penilaian risiko. Penilaian ini digunakan
K3, bahkan belum departemen K3 yang memang untuk mengetahui tingkatan risiko dari bahaya
dikhususkan untuk mengurusi perihal K3. Pekerja yang telah diidentifikasi. Tingkatan risiko dalam
yang ahli di bidang K3 merangkap jabatan penilaian ini berdasarkan perbandingan tingkat
menjadi direktur operasional sehingga penerapan kemungkinan terjadinya suatu risiko (likelihood)
K3 tidak bisa berjalan dengan maksimal. Seperti dengan tingkat keparahan terjadinya risiko
penelitian yang dilakukan Trisaid, (2020) bahwa (severity). Hasil risk assessment pada proses
pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja pekerjaan ini mendapatkan 4 kategori risk level,
pada pekerjaan persiapan material dan fasilitas yaitu: risiko rendah (low risk), risiko sedang
penunjang masih kurang baik mengacu pada (medium risk), risiko tinggi (high risk), dan risiko
kecelakaan kerja yang terjadi di sumur KAS ekstrim (extreme risk) (Tabel 5).
DOI: [Link] 59
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655
60 DOI: [Link]
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021,56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655
DOI: [Link] 61
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 7 No 1, Juni 2021, 56-62
p-ISSN 2407-781X, e-ISSN 2655-2655
Hazard Identification Risk Assessment and pada Tindakan Perawatan & Perbaikan
Risk Control (HIRARC). Prosiding Seminar Menggunakan Metode HIRARC (Hazard
Nasional Riset Terapan| SENASSET, 164– Identification and Risk Assesment Risk
169. [Link] Control) pada PT. X. Prosiding Seminar
[Link]/[Link]/senasset/a Nasional Riset Terapan| SENASSET, 281–
rticle/view/443 286. [Link]
Saedi, A. M., Thambirajah, J. J., & Pariatamby, A. [Link]/[Link]/senasset/a
(2014). A HIRARC model for safety and risk rticle/view/474
evaluation at a hydroelectric power Supriyadi, S., & Ramdan, F. (2017). Hazard
generation plant. Safety Science, 70, 308– Identification and Risk Assessment In Boiler
315. Division using Hazard Identification Risk
[Link] Assessment and Risk Control (HIRARC).
Sari, R. M., Syahputri, K., Rizkya, I., & Siregar, I. Journal of Industrial Hygiene and
(2017). Identification of Potential Hazard Occupational Health, 1(2), 161–177.
using Hazard Identification and Risk [Link]
Assessment. IOP Conference Series: /JIHOH/article/view/892
Materials Science and Engineering, 180, Trisaid, S. N. (2020). Analisis risiko kecelakaan
12120. [Link] kerja pada kegiatan rig service
899x/180/1/012120 menggunakan metode HIRARC dengan
Soehatman, R. (2010). Petunjuk Praktis pendekatan FTA. Jurnal Ilmiah Teknik
Manajemen Kebakaran. Jakarta: Dian Industri, 8(1), 25–33.
Rakyat. [Link]
[Link] Urrohmah, D. S., & Riandadari, D. (2019).
12154 Identifikasi Bahaya Dengan Metode Hazard
Suhardi, B., Estianto, A. A. V, & Laksono, P. W. Identification, Risk Assessment and Risk
(2016). Analysis of potential work accidents Control (Hirarc) Dalam Upaya Memperkecil
using hazard identification, risk assessment Risiko Kecelakaan Kerja Di Pt. Pal
and risk control (HIRARC) method. 2016 2nd Indonesia. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin,
International Conference of Industrial, 8(1), 34–40.
Mechanical, Electrical, and Chemical [Link]
Engineering (ICIMECE), 196–200. -pendidikan-teknik-mesin/article/view/27090
[Link] Wijaya, A., Panjaitan, T. W. S., & Palit, H. C.
457 (2015). Evaluasi Kesehatan dan
Suma’mur, P. K. (2000). Keselamatan Kerja dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRARC
Pencegahan Kecelakaan. Jakarta: Gunung pada PT. Charoen Pokphand Indonesia.
Agung. Jurnal Titra, 3(1), 29–34.
[Link] [Link]
ALLI000000000000099/Description k-industri/article/view/2979
Supriyadi, S., Nalhadi, A., & Rizaal, A. (2015).
Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko K3
62 DOI: [Link]