DECODER :
Merupakan rangkaian logika yang berfungsi mengkode ulang atau menafsirkan kode biner yang
ada pada inputnya menjadi data asli pada outputnya dan fungsinya merupakan kebalikan dari fungsi
Encoder.
Contoh :
Encoder 2 ke 4 berfungsi menafsirkan kode-kode biner 2 bit menjadi data asli bilangan
desimal 0 sampai 3.
Decoder biner ke oktal atau 3 ke 8 berfungsi menafsirkan kode-kode biner 3 bit menjadi data
asli sistem oktal.
Decoder BCD ke desimal atau 4 ke 10 berfungsi menafsirkan kode-kode BCD menjadi
bilangan desimal.
Decoder BCD terperaga 7 Segmen,berfungsi mengubah kode-kode BCD menjadi kode-kode
penggerak peraga 7 Segmen.
DECODER 2 KE 4
Dari defenisi, dapat disusun tabel kebenaran suatu decoder misalnya decoder 2 ke 4 dengan input
dan output jenis aktif high seprti ditujukkan tabel berikut:
Tabel kebenaran decoder 2 ke 4
INPUT Output
A B Y0 Y1 Y2 Y3
0 0 1 0 0 0
0 1 0 1 0 0
1 0 0 0 1 0
Simbol decoder 2 ke 4, input dan output aktif high
1 1 0 0 0 1
Keterangan: pada baris ke1 terlihat bahwa output Yo brnilai tinggi dan output lainnya
rendah jika inputnya berupa kode 00. Hal itu berarti decoder menafsirkan kode 00 biner
sebagai 0 desimal. Demikian pula jika inputnya berupa kode 01 pada baris ke2 maka
output Y1 bernilai 1 dan output lainnya 0 yang berarti decoder menafsirkan kode 01
sebagai 1 desimal. Selanjutnya jika imputnya berupakode biner 10, decoder akan
menafsirkan menjadi 2 desimal yang ditandai Y2 bernilai 1 dan output yang lainnya
bernilai 0. Untuk input berupa kode biner 11 outputnya Y3 bernilai 1 dan output yang
lainnya bernilai 0 yang menunjukkan bahwa decoder menafsirkan kode biner 11 sebagai
desimal 3.
Terlihat bahwa pada decoder dengan output jenis aktif high , hanya terdapat 1
buah output yang bernilai tinggi untuk suatu input tertentusedangkan output yang
lainnya bernilai 0. Demikian pada decoder yang memiliki output jenis aktif low , hanya
terdapat 1 buah output yang bernilai 0 dn output yang lainnya bernilai 1 untuk suatu
keadaan input tetentu. Berdasarkan tabel kebenaran diataas maka didapatkan rangkaian
decoder 2 ke 4 sebagai berikut
Persamaan output decoder 2 ke 4
A
Yo = Ᾱ
AB = Yo
o
Y1 = ᾹB
Y2 = A
B
AB = Y1 1
Y3 = AB
AB = Y2
AB = Y3 3
Perhatikan tabel kebenaran rangkaian decoder 2 ke 4 bentuknya mirip dengan tabel kebenaran
rangkaian DMUX 1 ke 4 hal tsb menunjukkan bahwa rangkaian decoder pada dasarnya adalah
rangkaian DMUX. Jika DMUX akan difungsikan sebagai rangkaian decoder maka input Demultiplexer
difungsikan sebagai input Enable diDecoder dan pemilih DMUX menjadi input [Link] ini
menunjukkan hubungan antara DMUX dan Decoder.
Pada umumnya input-input decoder dalam kemasan IC berjenis aktif high , sedangkan outputnya
bervariasi diantara aktif high dan aktif low. Tabel kebenaran IC 74139 yang menyediakan fungsi
decoder 2 ke 4 ditunjukkan pada tabel dibawah ini:
Tabel Kebenaran decoder 2 ke 4 dengan enable dan output jenis aktif low dan simbol
DECODER BINER KE OKTAL ( DECODER 3 KE 8)
Decoder biner ke oktal atau 3 ke 8 berfungsi menafsirkan kode-kode biner 3 bit menjadi data
asli sistem oktal.
TUGAS
Dengan cara yang sama seperti uraian atau contoh Decoder 2 ke 4 , saudara rancang decoder
3 ke 8 untuk jenis input dan output jenis aktif high. Untuk proses perancangan diawali dengan
membuat tabel kebenaran , persamaan logika dan gambar rangkaiannya serta simbol.
Kemudian tambahkan dengan uraian kalimat dan persamaan logika cara pengujiannya.
DECODER BCD KE DESIMAL ( DECODER 4 KE 10)
Decoder yang berfungsi menafsirkan kode-kode BCD ke nilai desimal atau dinamakan decoder 4
ke 10 disediakan oleh IC TTL dengan seri 7442,7445,74145,74445 dan 74141. Tabel kebenaran decoder
BCD ke desimal dari berbagai IC tersebut ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel Kebenaran decoder BCD ke Desimal dengan output aktif low
Gambar berikut menunjukkan Decoder BCD ke Desimal (a) Rangkaian internal IC 7442,7445, 74145
dan 74445, (b) Spesifikasi pin dan (c) simbol tanpa input enable.