Program Bimbingan dan Konseling 2023/2024
Program Bimbingan dan Konseling 2023/2024
Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan YME, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun program Bimbingan dan Konseling
tahun pelajaran 2023/2024.
Dalam Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 dijelaskan bahwa Bimbingan dan
Konseling adalah upaya sistematis, objektif, logis, dan berkelanjutan serta terprogram yang
dilakukan oleh konselor atau guru Bimbingan dan Konseling untuk memfasilitasi
perkembnagan peserta didik dalam mencapai kemandirian dalam kehidupannya. Bila dikaitkan
dengan Implementasi Kurikulum Merdeka adalah sebagai koordinator dalam mewujudkan
kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing) dan memfasilitasi perkembangan
peserta didik agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai
perkembnagan secara optimal. Selain itu, Bimbingan dan Konseling juga menjadi bagian dalam
penyusunan perencanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Penyusunan program Bimbingan dan Konseling ini di dahului dengan menyusun angket
kebutuhan yang telah di sesuaikan dengan kondisi kebutuhan di sekolah, agar dapat memenuhi
kebutuhan peserta didik.
Akhirnya kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada semua pihak yang mem
bantu mudah-mudahan segala bantuan yang diberikan kepada kami menjadi pahala dan mendap
at imbalan pahala yang sepantasnya dari Tuhan YME. Amin
COVER
LEMBAR PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A. Rasional
B. Visi dan Misi
C. Capaian Layanan BK
D. Tujuan Layanan dan Sasaran
E. Komponen Program
F. Sarana Prasarana
G. Anggaran Biaya
H. Rencana Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut
LAMPIRAN
1. Struktur Organisasi
2. Kalender Pendidikan
3. Mekanisme Penanganan Siswa
4. SK Pembagian Tugas Bimbingan dan Konseling
5. Anggaran Biaya
BAB I
PENDAHULUAN
A. Rasional
Bimbingan dan Konseling (BK) merupakan komponen integral sistem pendidikan pada setiap
satuan pendidikan, yang berupaya memfasilitasi dan memandirikan peserta didik agar mencapai
perkembangan yang utuh dan optimal. Sebagai komponen integral, wilayah bimbingan dan
konseling yang memandirikan secara terpadu bersinergi dengan wilayah layanan administrasi
dan manajemen, serta wilayah kurikulum dan pembelajaran yang mendidik. Pribadi mandiri
yang dimaksud adalah pribadi yang mampu mengendalikan diri dengan baik serta merespon
kebutuhan lingkungan dengan tepat. Peserta didik pada akhirnya diharapkan mampu mencapai
kesejahteraan dalam hidupnya (wellbeing).
Peran bimbingan dan konseling saat ini dipandang semakin penting manakala dikaitkan dengan
tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks. Pengaruh teknologi dan informasi
yang semakin canggih, perubahan orientasi kehidupan yang begitu cepat akan berdampak pada
perilaku peserta didik. Tidak dipungkiri juga saat ini berkembang trans-ideology yang bisa
berseberangan dengan ideologi Pancasila sehingga perlu adanya upaya-upaya untuk
mengantisipasi hal tersebut. Dalam konteks perubahan yang terjadi saat ini peran bimbingan
dan konseling perlahan semakin eksis dan diakui, baik secara keilmuan maupun praksis dan
praktiknya. Bimbingan dan konseling dalam setting pendidikan semakin penting dan sinergis
untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang holistik.
Eksistensi bimbingan dan konseling dapat dilihat dari capaian layanan bimbingan dan konseling
(CLBK) dengan upaya mewujudkan kesejahteraan hidup (wellbeing), profil pelajar Pancasila
dan penguatan pendidikan karakter peserta didik. Dimensi wellbeing mencakup penerimaan diri
(self acceptance), hubungan positif dengan orang lain (positive relationship with others),
otonomi (autonomy), penguasaan lingkungan (environmental mastery), tujuan hidup (purpose in
life), serta pertumbuhan pribadi (personal growth), (Ryff, 1989; 1995; 2014). Elemen Profil
Pelajar Pancasila mencakup
Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhak mulia, berkebhinekaan global,
gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Selanjutnya nilai utama penguatan
pendidikan karakter (PPK) mencakup religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong
dan integritas.
Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling pada setiap jenjang memiliki arah dan tujuan
sesuai tugas perkembangan konseli yang dirumuskan dalam bentuk standar kompetensi
kemandirian peserta didik (SKKPD). Dalam SKKPD terdapat 11 aspek perkembangan yaitu
(1) landasan hidup religius, (2) landasan perilaku etis, (3) kematangan emosi, (4) kematangan
intelektual, (5) kesadaran tanggung jawab sosial, [6] kesadaran gender, (7) pengembangan diri,
(8) perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis), (9) wawasan dan kesiapan karier,
(10) kematangan hubungan dengan teman sebaya, dan (11) kesiapan diri untuk menikah dan
berkeluarga (Departemen Pendidikan Nasional, 2007). Merujuk pada rumusan SKKPD maka
tujuan dan arah layanan bimbingan dan konseling di SMA adalah memfasilitasi tercapainya
sebelas aspek perkembangan secara utuh dan optimal.
Masa bersekolah di SMA merupakan waktu yang terbaik bagi peserta didik untuk
mengembangkan jatidiri (identitas) sebagai pribadi yang unik dan efektif, pembelajar sepanjang
hayat, insan yang produktif, dan manusia yang hidup harmonis dalam keragaman.
Pengembangan jatidiri tersebut dapat diupayakan dalam penyusunan program bimbingan dan
konseling secara terencana dan sistematis melalui layanan bimbingan dan konseling pribadi,
belajar, sosial, dan karir.
Program bimbingan dan konseling memberikan layanan yang terintegrasi dengan program
pengembangan semua aspek hidup peserta didik di sekolah. Bimbingan dan konseling di SMA
diupayakan untuk mengidentifikasi kebutuhan bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan aktivitas esensial dalam menghadapi rintangan dalam mencapai prestasi sesuai
potensi masing-masing peserta didik. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan pribadi, sosial,
belajar, dan karir merupakan kunci keberhasilan bagi keberhasilan hidup peserta didik
selanjutnya.
Kebutuhan kehidupan saat ini menghendaki adanya peranan layanan bimbingan dan konseling
yang inspiratif di SMA, mengingat kompleksitas dan keragaman program pendidikannya.
Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik SMA, kebutuhan akan layanan bimbingan
dan konseling semakin mendesak sehingga penyiapan panduan penyelenggaraan bimbingan
dan konseling di SMA merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi.
Dengan demikian, sejak awal satuan pendidikan memiliki arah yang jelas yang akan diikuti
oleh setiap penyelenggara layanan bimbingan dan konseling di SMA. Oleh karena itu perlu
dikembangkan sebuah model layanan yang akan menjadi referensi bagi sekolah untuk
diadaptasi atau diadopsi oleh sekolah penggerak.
Model layanan bimbingan dan konseling yang sepenuhnya menstimulasi perkembangan
kompetensi dan karakter secara holistik, yang dapat dilaksanakan melalui proses pelayanan
secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik dalam
berdinamika berpikir, merasa, bersikap, bertindak, dan bertanggung jawab. Program bimbingan
dan konseling yang disusun harus mewadahi seluruh kegiatan layanan untuk diberikan kepada
peserta didik dalam rangka menyelesaikan tahap capaian layanan dalam rangka menyelesaikan
tugas perkembangan sesuai jenjang usianya.
Oleh karena itu layanan bimbingan dan konseling harus dirancang agar sejalan dengan standar
kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD) yang dijabarkan dalam capaian layanan
bimbingan dan konseling pada fase E dan F, serta terintegrasi dalam struktur kurikulum untuk
mendukung terwujudnya profil pelajar Pancasila.
Generasi ini juga senang bersosialisasi melalui media sosial dan mementingkan popularitas
dengan melakukan hal-hal yang penuh sensasi. Karakteristik generasi ini adalah (1) lebih
menyukai kegiatan sosial jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, (2) multitasking, (3)
sangat menyukai teknologi, (4) ahli dalam mengoperasikan teknologi tersebut, dan peduli
terhadap lingkungan (Mark McCrindle, 2020) Generasi Z merupakan generasi yang up-ageing
karena mereka tumbuh lebih cepat. The World Health Organisation (WHO) memperkirakan
bahwa anak memulai pubertas tiga bulan lebih cepat pada setiap dekade. Mereka juga masuk
sekolah lebih cepat, terekspos pasar lebih muda sehingga mereka merupakan konsumen
terbesar jika dibandingkan dengan anak sebelumnya. Generasi Z merupakan generasi yang
memiliki literasi digital yang baik, dapat pindah tugas dengan cepat (multi-tasking) mereka
hanya memahami wireless, hyperlinked, user-generated world dan menggunakan klik untuk
memperoleh teknologi.
Kurikulum paradigma baru merupakan penerus dari proses peningkatan kualitas pembelajaran
yang telah diinisiasi kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pada
kurikulum ini tercakup tujuan pembelajaran secara umum yang akan dicapai pada aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dirangkai sebagai satu kesatuan proses yang
berkelanjutan sehingga akan membangun kompetensi yang utuh yang dinyatakan sebagai
Capaian Pembelajaran (CP).
Dalam layanan bimbingan dan konseling tujuan pencapaian kompetensi ini ini disebut
Capaian Layanan (CL) yang dikembangkan dari SKKPD. Capaian Pembelajaran disusun
dalam fase E dan F sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar sesuai dengan
tingkat pencapaian, kebutuhan, kecepatan, dan gaya belajarnya. Muatan atau konten dikurangi
agar peserta didik memiliki waktu yang memadai untuk menguasai kompetensi yang
ditargetkan.
1) Arah Kurikulum di Kelas 10
a. Pada Fase E di kelas 10 semua peserta didik mengikuti semua mata pelajaran dalam
kelompok mata pelajaran umum yang disediakan.
b. Peserta didik kelas 10 menyiapkan diri untuk menentukan pilihan mata pelajaran di
kelas 11 yang tentunya harus terkait juga dengan arah pilihan jurusan studi lanjut
peserta didik. Peserta didik kelas 10 sudah diarahkan untuk menggali informasi
tentang karakteristik mata pelajaran dan prasyarat jurusan dari studi lanjut yang
menjadi arah karirnya. Guru BK harus memiliki pengetahuan yang luas serta
informasi yang tepat mengenai berbagai jurusan dan studi lanjut agar dapat
memberikan saran pilihan kepada peserta didik sesuai dengan potensi, bakat, dan
minatnya.
c. Mata pelajaran kelas 10 terdiri atas: 1) kelompok IPA (Fisika, Kimia dan Biologi,
total 6 JP) dan 2) kelompok IPS (Ekonomi, Sosiologi, Sejarah dan Geografi, total 8
JP), masing-masig 2JP /minggu.
d. Mata pelajaran Sejarah Indonesia dan Sejarah Dunia, digabung menjadi Sejarah.
e. Minimal 25% jam pelajaran dari setiap mata pelajaran wajib dialokasikan untuk
projek kokurikuler, kurikulum ini menuntut tidak hanya kemapuan akademik saja
namun peserta didik juga diharapkan memiliki project dalam bentuk kokurikuler.
Guru BK berkolaborasi dengan guru mata pelajaran untuk dapat menggali potensi
peserta didik.
f. Sekolah dapat menentukan pengorganisasian IPA dan IPS berdasarkan sumber daya
yang tersedia.
1. Sistem blok-team teaching dalam perencanaan namun guru Fisika, Kimia, Biologi
mengajar bergantian, begitu juga guru Ekonomi, Sosiologi dan Geografi.
g. Setiap tengah dan akhir semester ada unit inquiry yang mengintegrasikan mata
pelajaran dalam masing-masing IPA dan IPS.
h. Peserta didik diwajibkan untuk menulis essai sebagai salah satu syarat kelulusan.
a. Peserta didik kelas 11 memilih mata pelajaran yang diminati dari minimal 2
kelompok pilihan, hingga syarat minimal jam pelajaran terpenuhi, yaitu total JP : 40/
minggu; JP mapel pilihan: 22 JP/Minggu.
c. Kolaborasi guru BK, wali kelas dan guru mata pelajaran akan membantu peserta
didik dalam mengambil keputusan memilih mata pelajaran. Ada 5 kelompok mata
pelajaran:
4. Kelompok mata pelajaran Bahasa dan Budaya: Bahasa dan sastra Indonesia,
bahasa dan sastra Inggris, dan Bahasa asing lainnya. Kelompok mata pelajaran
ini dibuka sesuai dengan sumberdaya yang tersedia di satuan Pendidikan.
Dari sisi eksternal, peserta didik yang notabene berada dalam rentang usia anak persiapan
menuju remaja awal juga dihadapkan dengan perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam
skala global. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat dan massif seringkali
memberikan dampak negatif bagi perkembangan pribadi-sosial peserta didik di sekolah.
Sebagai contoh, akses tak terbatas dalam dunia maya seringkali melahirkan budaya instan
dalam mengerjakan tugas, maraknya pornografi, dan problem lainnya.
Namun demikian, pada dasarnya setiap individu memiliki kecenderungan untuk menata diri
dan mencapai tujuan hidup yang lebih bermakna, tidak terkecuali peserta didik di sekolah.
Dari berbagai problem yang ada, masih terdapat harapan yang besar terhadap keunggulan-
keunggulan yang dimiliki oleh peserta didik. Beberapa peserta didik memiliki potensi untuk
dikembangkan bakat dan minatnya, aktif dalam kegiatan olahraga, berbakat dalam bidang seni
dan lain-lainnya. Di samping itu, daya dukung yang dapat dikatakan cukup baik. Hal ini
didukung oleh fakta bahwa sebagian besar orang tua/wali peserta didik memiliki profesi
beragam dan telah menyatakan kesediaan untuk turut berkontribusi dengan kemampuan
profesionalnya masing-masing.
Kondisi ini merupakan modal yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan layanan
bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu pula dari segi daya dukung sarana dan prasarana
yang dimiliki sekolah memiliki kecukupan fasilitas untuk menopang kegiatan pengembangan
bakat dan minat peserta didik melalui berbagai wadah kegiatan intra maupun ekstrakurikuler.
B. VISI DAN MISI
Visi
Adapun makna insan religius, cerdas, berbudaya, dan peduli lingkungan adalah sebagai
berikut :
1. Insan Religius adalah insan yang mampu menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya
dalam beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun lingkungan hidup,
sehingga tampak sebagai insan yang berbudi pekerti luhur.
2. Insan Cerdas adalah insan yang tajam pikirannya, cerdik, pandai, tanggap,
berpengetahuan luas, terampil, berpikir ilmiah, kreatif, inovatif dan logis.
3. Insan Berbudaya adalah insan yang menyadari bahwa kehidupan di dunia ini melingkupi
seluruh makhluk, baik hidup maupun kebendaan sehingga harus dilakukan proses
pelestarian budaya dan tetap dijaga keserasiannya untuk generasi yang akan datang.
4. Insan Peduli Lingkungan adalah insan yang menyadari bahwa kehidupan di dunia ini
melingkupi seluruh makhluk, baik hidup maupun kebendaan sehingga harus dilakukan
proses pelestarian lingkungan dan tetap dijaga keserasiannya untuk generasi yang akan
datang.
Misi
Dengan mempertimbangkan visi SMA Negeri 15 Bandar Lampung, maka misi SMA Negeri 15
Bandar Lampung adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan cerdas, terampil, beriman, bertaqwa,
berkarakter, beretika dengan tata karma dan budaya Lampung, peduli terhadap lingkungan,
memiliki jiwa kewirausahaan, dan memiliki keunggulan kompetitif.
Representasi dari Visi : Religius
Elemen : Beriman bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak Mulia (Akhlak
Beragama) , Berkebhinnekaan Global.
2. Mewujudkan proses pembelajaran dengan perangkat kurikulum yang lengkap, mutakhir,
dan berwawasan lingkungan.
Representasi dari Visi : Cerdas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Bernalar Kritis
3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan yang aktif, inovatif, kreatif, efektif,
menyenangkan dan kontekstual.
Representasi dari Visi : Cerdas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Bernalar Kritis, Kreatif.
4. Mewujudkan jumlah murid yang diterima di perguruan tinggi berkualitas tingkat nasional
maupun internasional yang semakin tinggi.
Representasi dari Visi : Cerdas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Bernalar Kritis, Berkebhinekaan Global
5. Mewujudkan lulusan yang cerdas dan kompetitif dengan penilaian otentik dan
pembelajaran aktif, kreatif, inovatif , menyenangkan dan kontekstual.
Representasi dari Visi : Cerdas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Bernalar Kritis, Mandiri
6. Mewujudkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi yang tangguh , kemampuan
research yang cerdas dan kompetitif.
Representasi dari Visi : Cerdas
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Bernalar Kritis, Mandiri, Berkebhinekaan Global.
7. Mewujudkan proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan yang berbudaya,
kurikulum merdeka dan penguatan profil pelajar Pancasila.
Representasi dari Visi : Berbudaya
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak
Mulia (Akhlak kepada Alam)
8. Mewujudkan proses pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan yang
berpeduli lingkungan, kurikulum merdeka dan penguatan profil pelajar Pancasila.
Representasi dari Visi : Peduli lingkungan
Elemen Profil Pelajar Pancasila : Beriman bertaqwa kepada Tuhan YME dan Berakhlak
Mulia (Akhlak kepada Alam)
Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 15 Bandar Lampung
a. Visi Bimbingan Konseling
Visi pelayanan bimbingan dan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan
perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara optimal,
mandiri dan bahagia, serta menjadi insan yang Religius, Cerdas, Berbudaya, dan Peduli
Lingkungan.
Pada jenjang SMA dibagi menjadi dua Fase yaitu Fase E dan F yang merupakan lanjutan Fase
D di SMP. Setiap Aspek Perkembangan dideskripsikan dalam sebuah alur capaian yang
didalamnya terinternalisasi dimensi wellbeing, Profil Pelajar Pancasila dan pengembangan
karakter. Alur Capaian ini menunjukkan tahapan kompetensi yang harus dilalui peserta didik
sehingga dikatakan aspek perkembangan tertentu dapat terpenuhi dengan baik. Tahapan
kompetensi dapat tercapai mellau pemberian layanan bimbingan dan konseling yang
memandirikan pada setiap jenjang kelas. Dalam fase ini, harus dilalui peserta didik sehingga
dikatakan aspek perkembangan tertentu dapat terpenuhi dengan baik.
Pada akhir fase E ini peserta didik mampu menerapkan pengetahuan keberagaman atas
dasar keyakinan yang dimiliki secara konsisten melalui sikap dan perilaku sehari-hari,
berperilaku berdasarkan keragaman sumber norma dan aspek etis dalam kehidupan
sehari-hari, mengembangkan ragam ekspresi perasaan diri sendiri secara bebas dan
terbuka tanpa menimbulkan konflik, mampu mengembangkan ragam alternatif
pengambilan keputusan
dan pengentasan masalah secara objektif, menggunakan konsep ilmu pengetahuan dan
perilaku belajar, dapat berinteraksi secara harmonis dengan orang lain sesuai hak dan
kewajiban, menunjukkan kolaborasi secara harmonis dengan lain jenis sesuai peran sosial,
beperilaku secara tepat sesuai dengan kemampuan dan keunikan diri dalam lingkungan
sosial yang lebih luas, dapat mempraktikkan nilai- nilai hidup hemat, ulet, kompetitif, dan
kolaboratif untuk mencapai hidup mandiri.
Peserta didik juga telah mampu mengembangkan alternatif perencanaan karir dengan
mempertimbangkan kemampuan, nilai-nilai, persyaratan, peluang dan ragam pendidikan
lanjutan, menunjukkan jalinan persahabatan dengan teman sebaya antarbudaya dengan
memperhatikan norma-norma dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi bersama serta
mengeksplorasi norma-norma dan persiapan yang dibutuhkan dalam pernikahan dan
berkeluarga (agama, fisik, psikologis, sosial-ekonomi, ilmu pengetahuan).
Tabel Alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling Fase E Kelas X
Aspek
No Perkembanga Alur Capaian Layanan BK
1 Landasan
n Menerapkan pengetahuan keberagamaan atas dasar
Hidup Religius keyakinan yang dimiliki secara konsisten melalui sikap dan
perilaku sehari-hari
Pada akhir Fase F ini peserta didik dapat menerapkan pengetahuan keberagaman serta
mengajak teman sebaya atas dasar keyakinan yang dimiliki secara konsisten melalui sikap dan
perilaku sehari-hari, berperilaku atas dasar keputusan yang, mengintegrasikan keragaman
norma dan aspek etis dalam kehidupan sehari-hari, menyesuaikan ekspresi perasaan diri dan
orang lain secara tepat untuk menyelesaikan konflik. Mengembangkan ragam alternatif
pengambilan keputusan dan pengentasan masalah secara objektif menggunakan konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar beserta konsekuensinya, menunjukkan kesamaan (equality)
dan/atau kesetaraan (equity) dalam berinteraksi dengan orang lain sesuai hak dan kewajiban.
Tabel Alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling Fase F Kelas XI dan
Kelas XII SMA
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik dan hasil
asesmen kebutuhan yang dilakukan. Dalam melaksanakan tugasnya, guru Bimbingan dan
Konseling terlebih dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan penyusunan
instrumen tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan Konseli.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan
Konseli, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas Perkembangan (ITP), Alat
Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan (ATP), Identifikasi Kebutuhan dan
Masalah Konseli (IKMS), Anlisis Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) dan lain-lain. Selain itu
pengalaman Konselor dalam melaksanakan program pelayanan konseling dan masukan dari
berbagai fihak terkait juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan
peserta didik.
Angket masalah Konseli atau peserta didik dibuat dan disusun sendiri oleh Guru Bimbingan
dan Konseling sesuai dengan lingkungan dan masalah/kebutuhan peserta didik di Sekolah.
Dalam pelaksanaannya Guru Bimbingan Konseling menggunakan Angket Kebutuhan Peserta
Didik . (ANGKET AKPD KELAS X, XI, XII TERLAMPIR)
E. RUMUSAN TUJUAN
Setelah Deskripsi Kebutuhan Peserta Didik dirumuskan dilakukan perumusan tujuan layanan
bimbingan dan konseling. Tujuan layanan merupakan kompetensi yang akan dicapai peserta
didik setelah memperoleh layanan bimbingan dan konseling. Tujuan layanan dirumuskan
berdasarkan hasil asesmen dan analisis kebutuhan yang diselaraskan dengan stadar
kompetensi kemandirian peserta didik (SKKPD).
Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan pada Capaian Layanan
Bimbingan dan Konseling. Tujuan layanan Bimbingan dan Konseling yaitu: pengenalan
(pengetahuan), akomodasi (sikap), dan tindakan (keterampilan). Peserta didik/konseli harus
memiliki dalam satu atau lebih kegiatan layanan, yang menjadi prasyarat untuk dapat
mencapai Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling.
Peserta didik mencapai tugas perkembangan yang terdapat pada Capaian Layanan Bimbingan
dan Konseling yang dikaitkan dengan upaya mewujudkan peserta didik/konseli yang
memiliki Psychological Well Being, dan Profil Pelajar Pancasila. Guru Bimbingan dan
Konseling/konselor dalam menyusun rancangan Kegiatan Layanan Bimbingan dan Konseling
mengacu pada alur Capaian Layanan Bimbingan dan Konseling seperti yang tercantum tabel
dibawah ini.
No Aspek Deskripsi
Perkembang
an
1 Landasan Hidup Landasan Hidup Religius adalah pondasi yang dimiliki
Religius peserta didik/konseli dalam mengamalka nilai-nilai
keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa
sesuai dengan agama dan keyakinannya dalam kehidupan
sehari-hari
2 Landasan Perilaku Landasan Perilaku Etis merupakan dasar keyakinan yang
Etis dimiliki peserta didik/konseli dalam mengembangkan kata
hati, moral dan nilai-nilai sebagai pedoman berperilaku
sesuai dengan norma yang berlaku dan didasari dengan
penuh tanggung jawab.
3 Kematangan Emosi Kematang emosi ada kemampuan peserta didik/konseli
dalam mengekspresikan dan mengelola emosinya secara
wajar dan tepat, menerima berbagai aspek yang ada dalam
dirinya, serta memiliki karakter yang tangguh
4 Kematangan Kematangan intelektual adalah kemampuan peserta
Intelektual didik/konseli dalam memperoleh dan mengelola informasi,
memechkan masalah dan mengambil keputusan serta
mengembangkan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat.
5 Kesadaran Kesadaran Tanggung Jawab adalah kemampuan
Tanggungjawab peserta didik/konseli untu bertanggung jawab dalam
melaksanakan hak dan kewajiban dengan sebaik mungkin
pada setiap perannya.
6 Kesadaran Gender Kesadaran Gender adalah kemampuan peserta didik/konseli
dalam membangun kesadaran dirinya akan peran, fungsi
dan peran sosial sebagai laki-laki dan perempuan,
menghargai perbedaan, bekerjasama, serta memiliki
solidaritas dalam keragaman peran.
7 Pengembangan Pengembangan Pribadi adalah kemampuan peserta
Pribadi didik/konseli dalam mengembanngkan kesadaran akan
keunikan diri, minat, potensi, serta menampilkan
kemandirian dalam berperilaku sesuai dengan keberadaan
dirinya.
8 Perilaku Perilaku kewirausahaan/kemandirian perilaku ekonomis
Kewirausahaan/Ke adalah kemampuan peserta didik/konseli dalam
mewujudkan jiwa kewirausahaan yang mandiri, inovatif,
mandirian Perilaku memiliki etos kerja yang tinggi, serta cerdas dalam
Ekonomis mengelola keuangan.
9 Wawasan Kesiapan Wawasan Kesiapan Karir adalah kemampuan
Karir peserta didik/konseli dalam menetapkan tujuan dan rencana
strategis pengembangan diri dengan memanfaatkan
informasi lingkungan karir untuk mengembangkan konsep-
konsep yang diperlukan dalam kehidupannya.
10 Kematangan Kematangan hubungan dengan teman sebaya adalah
Hubungan dengan kemampuan peserta didik/konseli dalam membangun
hubungan sosial dengan teman sebayanya yang ditandai
Teman Sebaya dengan memiliki keterampilan sosial, emosional, kognitif,
kaarakter positif, serta solidaritas persahabatan dalam
menjalin hubungan tersebut
11 Kesiapan Diri untuk Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga adalah
menikah dan kemampuan peserta didik/konseli dalam memahami nilai,
norma serta pengetahuan tentang kesiapan diri dalam dunia
Berkeluarga pernikahan dan keluarga berdasarkan agama, fisik,
psikologis, sosial-ekonomi, dan ilmu pengetahuan
F. KOMPONEN PROGRAM
Komponen program bimbigan dan konseling di SMA meliputi : (1) Layanan Dasar, (2)
Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) Dukungan
Sistem. Berikut penjelasan mengenai masing-masing komponen :
1) Layanan Dasar
Layanan dasar adalah proses pemberian bantuan kepada semua peserta didik/konseli yang
berkaitan dengan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam bidang pribadi,
sosial, belajar, dan karir sebagai pengejawantahan tugas-tugas perkembangan mereka. Layanan
dasar merupakan inti pendekatan perkembangan yang diorganisasikan berkenaan dengan
pengetahuan tentang diri dan orang lain, perkembangan belajar, serta perencanaan dan
eksplorasi karir. Layanan dasar pada sekolah dasar dilaksanakan dalam aktivitas yang langsung
diberikan kepada peserta didik/konseli adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan
bimbingan lintas kelas. Aktivitas yang dilaksanakan melalui media adalah papan bimbingan,
leaflet dan media inovatif bimbingan dan konseling. Bagi guru kelas yang menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan klasikal dapat diintegrasikan dalam
kegiatan pembelajaran tematik.
2) Layanan Responsif
Layanan responsif adalah layanan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek peserta didik,
atau masalah-masalah yang dialami peserta didik/konseli yang bersumber dari lingkungan
kehidupan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Layanan terdiri atas konseling individual,
konseling kelompok, konsultasi, konferensi kasus, referal dan advokasi. Sementara aktivitas
layanan responsif melalui media adalah konseling melalui elektronik dan kotak masalah. Pada
konteks layanan responsif di Sekolah Dasar, guru bimbingan dan konseling atau konselor
memberikan intervensi secara singkat. Pada layanan responsif juga dilakukan advokasi yang
menitikberatkan pada membantu peserta didik/konseli untuk memiliki kesempatan yang sama
dalam mencapai tugas-tugas perkembangan.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor menyadari terdapat rintangan-rintangan bagi
peserta didik yang disebabkan oleh disabilitas, jenis kelamin, suku bangsa, bahasa,
orientasi seksual, status sosial ekonomi, pengaruh orangtua, keberbakatan, dan sebagainya.
Guru bimbingan dan konseling atau konselor harus memberikan advokasi agar semua peserta
didik/konseli mendapatkan perlakuan yang setara selama menempuh pendidikan di Sekolah
Dasar.
3) Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual Peserta Didik
Layanan peminatan dan perencanaan individual merupakan proses pemberian bantuan kepada
semua peserta didik/konseli dalam membuat dan mengimplementasikan rencana pribadi,
sosial, belajar, dan karir. Tujuan utama layanan ini ialah membantu peserta didik belajar
memantau dan memahami pertumbuhan dan perkembangannya sendiri dan mengambil
tindakan secara proaktif terhadap informasi tersebut Layanan peminatan dan perencanaan
individual berisi aktivitas membantu setiap peserta didik untuk mengembangkan dan meninjau
minat dan perencanaan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Aktivitas dimulai sejak peserta didik
masih di sekolah dasar dan berlanjut terus sampai di sekolah menengah. Rencana yang telah
dibuat oleh peserta didik ditinjau dan diperbaharui secara berkala dan didokumentasikan di
dalam profil peserta didik, misalnya dalam bentuk grafik. Aktivitas layanan peminatan dan
perencanaan individual yang langsung diberikan kepada peserta didik dapat berupa kegiatan
bimbingan klasikal, konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelas besar atau
lintas kelas, bimbingan kelompok, konsultasi dan kolaborasi. Aktivitas peminatan dan
perencanaan individual di Sekolah Dasar terintegrasi dengan kegiatan ekstrakurikuler.
Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menggambarkan minat peserta didik pada
aktivitas tertentu. Guru bimbingan dan konseling atau konselor dapat memberikan informasi
tentang perencanaan pribadi, akademik dan karir dalam pemilihan kegiatan ekstra kurikuler
bagi peserta didik.
4) Dukungan Sistem
Dukungan sistem merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja
infrastruktur dan pengembangan keprofesionalan konselor secara berkelanjutan yang secara
tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta didik atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan peserta didik. Aktivitas yang dilakukan dalam dukungan sistem adalah (1)
administrasi, yang di dalamnya termasuk melaksanakan dan menindaklanjuti asesmen,
kunjungan rumah, menyusun dan melaporkan program bimbingan dan konseling, membuat
evaluasi, dan melaksanakan administrasi dan mekanisme bimbingan dan konseling, serta (2)
kegiatan tambahan dan pengembangan profesi, bagi konselor atau guru kelas yang berfungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling, kegiatan pengembangan profesi dilaksanakan sesuai
dengan tugasnya sebagai guru kelas dengan diperkaya oleh kegiatan pelatihan atau lokakarya
tentang bimbingan dan konseling untuk memperkuat kompetensi dalam menjalankan fungsi
sebagai guru bimbingan dan konseling atau konselor.
G. BIDANG LAYANAN
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu
bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir yang
merupakan satu kesatuan utuh dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli.
1. Pribadi
Suatu proses pemberian bantuan dari guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada
peserta didik / konseli untuk memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan
merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang perkembangan aspek
pribadinya, sehingga dapat mencapai perkembangan secara optimal dan mencapai
kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) memahami potensi
diri dan memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2)
mengembangkan potensi untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima
kelemahan kondisi diri dan mengatasinya secara baik.
2. Sosial
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli untuk memahami
lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial,
mampu mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan
memiliki keserasian hubungan dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan
dan kebermaknaan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan peserta didik/konseli yang dikembangkan meliputi (1) berempati
terhadap kondisi orang lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya, (3) menghormati
dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, (5)
berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung jawab,
dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan.
3. Belajar
Proses pemberian bantuan kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk
belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan, memiliki
kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar
secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam
kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi;
(1) Menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan belajar;
(2) Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif;
(3) Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat;
(4) Memiliki keterampilan belajar yang efektif;
(5) Memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan selanjutnya;
(6) Memiliki kesiapan menghadapi ujian
4. Karir
Proses pemberian bantuan oleh guru bimbingan dan konseling atau konselor kepada peserta
didik/konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan
pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara rasional dan realistis berdasar
informasi potensi diri dan kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya.
Aspek perkembangan yang dikembangkan meliputi; (1) pengetahuan konsep diri yang positif
tentang karir, (2) kematangan emosi dan fisik dalam membuat keputusan karir, (3) Kesadaran
pentingnya pencapaian prestasi untuk mendapatkan kesempatan karir, (4) Kesadaran hubungan
antara pekerjaan dan belajar, (5) Keterampilan untuk memahami dan menggunakan informasi
karir, (6) Kesadaran hubungan antara tanggung jawab personal, kebiasaan bekerja yang baik
dan kesempatan karir, (7) Kesadaran bagaimana karir berhubungan dengan fungsi dan
kebutuhan di masyarakat, (8) Kesadaran tentang perbedaan pekerjaan dan perubahan peran laki-
laki dan perempuan.
Rencana kegiatan (action plan) bimbingan dan konseling merupakan rencana detail yang
menguraikan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, yang disajikan dalam
bentuk tabel. Komponen rencana kegiatan berisi tujuan besar bimbingan konseling yang
merupakan deskripsi kondisi peserta didik/konseli serta capaian layanan bimbingan dan
konseling. Rencana kegiatan bimbingan konseling terdiri dari komponen :
1. Aspek Perkembangan; tugas perkembangan peserta didik fase SMA, yang di dalamnya
terinternalisasi dimensi profil Pelajar Pancasila, student wellbeing, dan pengembangan
karakter
2. Capaian layanan; alur capaian yang menunjukkan tahapan kompetensi yang harus
dilalui peserta didik pada jenjang SMA. Alur capaian terbagi atas 2 fase yaitu fase E dan
F,
3. Kelas; tingkat kelas yang akan mendapatkan layanan bimbingan dan konseling
4. Komponen Program; terdiri atas empat komponen yaitu layanan dasar, layanan responsif,
perencanaan individual, dan dukungan sistem
6. Materi, berisi tentang tema/topik materi yang akan dibahas untuk mencapai tujuan.
7. Metode, berisi teknik/strategi kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang akan
dilakukan, termasuk penjelasan moda daring atau luring.
8. Alat/Media, berisi alat dan media yang akan digunakan guru misalnya power point
presentation, kertas kerja dan sebagainya.
9. Evaluasi, berisi jenis dan alat evaluasi yang digunakan untuk memastikan capaian layanan
bimbingan dan konseling.
10. Ekuivalensi, berisi penyetaraan kegiatan bimbingan dan konseling yang dilakukan dengan
jumlah ja
ASPEK CAPAIAN LAYANAN KELAS KOMPONEN STRATEGI MATERI METODE ALAT/M EVALUASI EKUIVA
PERKEMBANGAN PROGRAM LAYANAN EDIA LENSI
Landasan Hidup Religius Menerapkan pengetahuan Dasar Bimbingan Klasikal Membangun Sosiodram Film Proses dan 2 Jam
keberagamaan atas dasar kerjasama antar a,Diskusi Pendek, Hasil
keyakinan yang dimiliki X umat beragama skenario
secara konsisten melalui
sikap dan perilaku sehari-
hari
Landasan Perilaku Etis Berperilaku berdasarkan Responsif Konseling Menghindari Disesuaikandengan Proses dan 2 Jam
keragaman sumber norma dan Kelompok pergaulan yang pendekatanyang Hasil
aspek etis dalam kehidupan sehari- X
kurang baik digunakan
hari
Kematangan Emosi Mengembangkan ragam ekspresi Responsif Konseling Mengendalikan Disesuaikandengan Proses dan 2 Jam
perasaan diri sendiri secara bebas Kelompok emosi pendekatanyang Hasil
dan terbuka tanpa menimbulkan X
digunakan
konflik
Kematangan Intelektual Mengembangkan ragam Dasar Bimbingan Klasikal Peran Mind Video Proses dan 2 Jam
alternatif pengambilan keputusan IQ,EQ,AQ,CQ dan Mapping, Hasil
dan pengentasan masalah secara X SQ dalam belajar Diskusi
objektif menggunakan konsep
Ilmu pengetahuan dan perilaku
belajar
Kesadaran Tanggungjawab Beriteraksi secara harmonis dengan Dasar Bimbingan Menghidari Disesuaikandengan Proses dan 2 Jam
orang lain sesuai hak dan kewajiban Kelompok terjadinya tawuran pendekatanyang Hasil
X dikalangan pelajar digunakan
Kesadaran Gender Menunjukkan kolaborasi secara Dasar Bimbingan Klasikal Kiat sukses hidup Jigzaw, Slide Proses dan 2 Jam
harmonis dengan lain jenis sesuai bermasyarakat Diskusi Power Hasil
peran sosial X
Point
Pengembangan Pribadi Berperilaku secara tepat sesuai Dasar Bimbingan Klasikal Membangun Team Papan Proses dan 2 Jam
dengan kemampuan dan keunikan optimisme untuk Game Touname Hasil
diri dalam lingkungan sosial yang X Tourname
lebih luas. lulus ujian. nt nt,stiker
Perilaku Mempraktikkan nilai-nilai hidup Peminatan dan Konseling Mampu untuk Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
Kewirausahaan/Keman hemat, ulet, kompetitif, dan Perencanaan Kelompok hidup hemat pendekatanyang Hasil
dirian Perilaku Ekonomis kolaboratif untuk mencapai hidup X
mandiri. Individual digunakan
Wawasan Kesiapan Karir Mengembangkan alternatif Peminatan dan Bimbingan Klasikal Kiat di terima Role Slide Proses dan 2 Jam
perencanaan karir dengan Perencanaan bekerja di Playing, Power Hasil
mempertimbangkan kemampuan, X Individual perusahaan yang Diskusi Point
nilai-nilai, persyaratan, peluang dan sesuai dengan
ragam pendidikan lanjutan. programkeahlian
Kematangan Hubungan Menunjukkan jalinan persahabatan Peminatan dan Bimbingan Klasikal Memilih profesi Ceramah, Slide Proses dan 2 Jam
dengan Teman Sebaya dengan teman sebaya antarbudaya Perencanaan dengan cara Diskusi Power Hasil
dengan memperhatikan norma- X Individual SMART Point
norma dan nilai-nilai yang dijunjung
tinggi bersama.
Kesiapan Diri untuk Mengeksplorasi norma-norma dan Dasar Bimbingan Klasikal Dampak Psikodrama Slide Proses dan 2 Jam
menikah dan Berkeluarga persiapan yang dibutuhkan dalam pernikahan diusia , Diskusi Power Hasil
pernikahan dan berkeluarga (agama, X muda Point
fisik, psikologis, sosial- ekonomi, ilmu
pengetahuan)
Landasan Hidup Religius Melaksanakan berbagai bentuk dan Responsif Konseling Mengikatkan Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
tata cara ibadah sehari-hari atas Kelompok kualitas ibadah pendekatanyang Hasil
dasar keyakinan yang dimiliki secara XI
pada Tuhan YME digunakan
konsistendisertai sikap toleransi.
Landasan Perilaku Etis Berperilaku atas dasar keputusan Dasar Bimbingan Klasikal Etika dan budaya Jigzaw Slide Proses dan 2 Jam
yang mengintegrasikan keragaman tertib berlalu Power Hasil
norma danaspek etis dalam XI
kehidupan sehari-hari. lintas Point
Kematangan Emosi Menyesuaikan ekspresi perasaan diri Dasar Bimbingan Klasikal Stress dan cara Bingo, Slide Proses dan 2 Jam
sendiri dan orang lain secara tepat mengatasinya Game, Power Hasil
untuk menyelesaikan konflik XI
Diskusi Point
Kematangan Intelektual Mengembangkan ragam alternatif Dasar Bimbingan Macam-macam Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
pengambilan keputusan dan Kelompok kecerdasan pendekatanyang Hasil
pengentasan masalah secara objektif XI
dalam belajar digunakan
menggunakan konsep ilmu
pengetahuan dan perilaku belajar
beserta konsekuensinya.
Kesadaran Menunjukkan kesamaan (equality) Responsif Konseling Membiasakan Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
Tanggungjawab dan/atau kesetaraan (equity) dalam Kelompok mengucapkan kata pendekatanyang Hasil
berinteraksi dengan orang lain sesuai XI maaf, kata tolong
hak dan kewajiban dan kata terima digunakan
kasih dalam
bergaul
Kesadaran Gender Mendesain bentuk kolaborasi secara Dasar Bimbingan Klasikal Kiat sukses hidup Jigzaw, Slide Proses dan 2 Jam
harmonis dengan lain jenis dalam bermasyarakat Diskusi Hasil
keberagaman peran sosial Power
XI
Point
Pengembangan Pribadi Mengelola dan mengembangkan Dasar Bimbingan Klasikal Motivasi diri dan Think Pair Video Proses dan 2 Jam
kemampuan dan keunikan diri yang pengaruhnya and Share “YouCan” Hasil
dimiliki dalam lingkungan sosial yang XI
dalam kehidupan (TPS)
lebih luas.
Perilaku Berperilaku hemat, ulet, Peminatan dan Konseling Mampu untuk Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
Kewirausahaan/Keman kompetitif, dan kolaboratif sesuai Perencanaan kelompok menyelesaikan pendekatanyang Hasil
dirian Perilaku Ekonomis dengan karakteristik wirausaha Individual studi sampai lulus digunakan
XI meskipun ekonomi
atas dasar kesadaran diri.
keluarga
tidakmendukung
Wawasan Kesiapan Karir Menentukan alternatif perencanaan Peminatan dan Bimbingan Klasikal Pilihan karirsesuai Ceramah, Slide Proses dan 2 Jam
karir dengan mempertimbangkan Perencanaan tipe kepribadian Diskusi Power Hasil
kemampuan, nilai-nilai, persyaratan, XI Individual Point
peluang dan ragam pendidikan
lanjutan.
Kematangan Hubungan Mengembangkan kemampuan Peminatan dan Bimbingan Klasikal Profesi pekerjaan Ceramah, Slide Proses dan 2 Jam
dengan Teman Sebaya kerjasama yang harmonis Perencanaan dalam Diskusi Power Hasil
dengan teman sebaya XI meningkatkan
Individual Point
antarbudaya tanpa stereotip taraf hidup
dan prasangka
Kesiapan Diri untuk Menunjukkan pemahaman tentang Responsif Konseling Menyelesaikan Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
menikah dan Berkeluarga bentuk bentuk kesiapan pernikahan Kelompok konflik dengan pendekatanyang Hasil
serta peran dan taanggung jawab XI
teman dekat digunakan
dalam pernikahan dan berkeluarga
(pacar)
(agama, fisik, psikologis, sosial-
ekonomi)
Landasan Hidup Religius Menerapkan pengetahuan Responsif Konseling Mengikatkan Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
keberagamaan serta mengajak Kelompok kualitas ibadah pendekatanyang Hasil
teman sebaya atas dasar keyakinan XII
yang dimiliki secara konsisten pada Tuhan YME digunakan
melalui sikap dan perilaku sehari-
hari
Berperilaku atas dasar keputusan
Landasan Perilaku Etis Dasar Bimbingan Klasikal Etika dan budaya Jigzaw Slide Proses dan 2 Jam
yang mengintegrasikan keragaman tertib berlalu Power Hasil
norma dan aspek etis dalam XII
kehidupan sehari-hari lintas Point
Kematangan Emosi Menyesuaikan ekspresi perasaan diri Dasar Bimbingan Klasikal Stress dan cara Bingo Slide Proses dan 2 Jam
sendiri dan orang lain secara tepat mengatasinya Game, Power Hasil
untuk menyelesaikan konflik XII
Diskusi Point
Kematangan Intelektual Mengembangkan ragam alternatif Dasar Bimbingan Memanfaatkan Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
pengambilan keputusan dan Kelompok teknologi pendekatanyang Hasil
pengentasan masalah secara objektif XII
informasi untuk digunakan
menggunakan konsep ilmu
meraih prestasi
pengetahuan dan perilaku belajar
beserta konsekuensinya.
Kesadaran Menunjukkan kesamaan (equality) Responsif Konseling Berkomunikasi Role Playing Video Proses dan 2 Jam
Tanggungjawab dan/atau kesetaraan (equity) dalam Kelompok secara lancar Hasil
berinteraksi dengan orang lain sesuai XII
hak dan kewajiban
Kesadaran Gender Mendesain bentuk kolaborasi secara Dasar Bimbingan Menghindari diri Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
harmonis dengan lain jenis dalam Kelompok dari sex bebas, pendekatanyang Hasil
keberagaman peran sosial XII LGBT dan penyakit
HIV/AIDS digunakan
Pengembangan Pribadi Mengelola dan mengembangkan Responsif Konseling Menghilangkan Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
kemampuan dan keunikan diri yang Kelompok ketergantungan pendekatanyang Hasil
dimiliki dalam lingkungan sosial XII
main games digunakan
yang lebih luas.
Perilaku Berperilaku hemat, ulet, kompetitif, Peminatan dan Bimbingan Klasikal Menjadi remaja Critical Slide Proses dan 2 Jam
Kewirausahaan/Keman dan kolaboratif sesuai dengan Perencanaan kreatif dan Debating, Power Hasil
dirian Perilaku Ekonomis karakteristik wirausaha atas dasar XII
Individual inovatif Diskusi Point
kesadaran diri.
Wawasan Kesiapan Karir Menentukan alternatif perencanaan Peminatan dan Bimbingan Klasikal Meraih sukses Ceramah, Slide Proses dan 2 Jam
karir dengan mempertimbangkan Perencanaan dengan konsep Diskusi Power Hasil
kemampuan, nilai-nilai, persyaratan, XII
peluang dan ragam pendidikan Individual ABCD Point
lanjutan.
Kematangan Hubungan Mengembangkan kemampuan Peminatan dan Bimbingan Hubungan antara Disesuaikan dengan Proses dan 2 Jam
dengan Teman Sebaya kerjasama yang harmonis dengan Perencanaan Kelompok potensi,minat, pendekatanyang Hasil
XII
teman sebaya antarbudaya tanpa Individual bakat,kemampua digunakan
stereotip dan prasangka n dengan
pemilihan
program keahlian
Kesiapan Diri untuk Menunjukkan pemahaman tentang Dasar Bimbingan Klasikal Dampak Psikodrama Slide Proses dan 2 Jam
menikah dan Berkeluarga bentuk bentuk kesiapan pernikahan pernikahan diusia , Diskusi Power Hasil
serta peran dan taanggung muda Point
jawabdalam pernikahan dan XII
berkeluarga (agama, fisik,
psikologis, sosial- ekonomi, ilmu
pengetahuan)
I. SARANA DAN PRASARANA BIMBINGAN DAN KONSELING
Prasarana pokok yang diperlukan ialah ruang bimbingan dan konseling yang cukup
memadai. Ruang dimaksud hendaknya diatur sedemikian rupa sehingga peserta
dididk yang berkunjung merasa senang dan nyaman, serta ruangan tersebut dapat
digunakan untuk pelaksanaan berbagai jenis kegiatan layanan bimbingan dan
konseling baik individu maupun kelompok sesuai dengan asas-asas dan kode etik
bimbingan dan konseling.
Sedangkan Sarana dan prasarana berisi fasilitas dan perlengkapan yang mendukung
terhadap keterlaksanaan program bimbingan dan konseling. Sarana yang akan
digunakan dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling meliputi :
a. Alat pengumpul data, baik tes maupun non tes, yaitu :
1) Angket Kebutuhan Peserta Didik / Aplikasi AKPD
2) Sosiometri
3) Alat Ungkap Pemahaman Diri
4) Alat Penelusuran Minat Peserta Didik SMA
5) Alat Ungkap Masalah Seri PTSDL
6) Inventori Tugas Perkembangan
7) _______________________
8) _______________________
9) Catatan Anekdot
b. Kelengkapan penunjang teknis yaitu :
1) Data informasi meliputi: Peta Peserta Didik
2) Paket bimbingan meliputi : Paket Materi Klasikal
3) Alat bantu bimbingan meliputi : Buku Saku, Poster.
c. Perlengkapan administrasi, yaitu :
1) Alat tulis
2) Format rencana kegiatan
3) Blanko laporan kegiatan
4) Blangko Surat Panggilan Orang Tua
5) Blangko Homevisit
1. EVALUASI
Evaluasi merupakan langkah penting dalam manajemen pelayanan bimbingan dan
konseling (BK). Evaluasi secara umum ditujukan untuk mengetahui tingkat
keterlaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan program yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi program bimbingan dan konseling terdapat 2 (dua) jenis evaluasi,
yaitu evaluasi proses dan evaluasi hasil.
Evaluasi proses adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan melalui analisis hasil
penilaian proses selama kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling brlangsung.
Fokus penilaian adalah keterlibatan unsur-unsur dalam pelaksanaan kegitan
bimbingan dan konseling.
Evaluasi hasil adalah kegiatan evaluasi yang dilakukan untuk memperoleh informasi
tentang keefektifan layanan bimbingan dan konseling dilihat dari hasilnya. Evaluasi
hasil pelayanan bimbingan dan konseling ditujukan pada hasil yang diacapi oleh
peserta didik yang menjalin pelayanan bimbingan dan konseling. Fokus penilaian
dapat diaragakan pada berkembangnya :
a. Pemahaman diri, sikap, dan prilaku yang diperoleh berkaitan dengan materi /
topik / masalah yang dibahas.
b. Perasaan positif sebagai dampak dari proses atau meteri/topik/masalah yang
dibahas.
c. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pasca layanan dalam rangka
mewujudkan upaya pengembangan/pengetasan masalah.
Langkah-langkah pelaksanaan :
a. Penyusunan rencana evaluasi
b. Pengumpulan Data
c. Analisa dan interpretasi data
2. PELAPORAN
Pelaporan merupakan langkah lanjutan setelah evaluasi. Isi dalam pelaporan lebih
bersifat mendeskripsikan dan memberi uraian analisis terhadap hasil-hasil yang telah
dicapai dalam kegiatan evaluasi sebelumnya. Pelaporan pada hakikatnya merupakan
kegiatan menyusun dan mendeskripsikan seluruh hasil yang telah dicapai dalam
evaluasi proses maupun hasil dalam format laporan yang dapat memberikan
informasi kepada seluruh pihak yang terlibat tentang keberhasilan dan kekurangan
dari program bimbingan dan konseling yang telah dilakukan.
Terdapat tiga aspek pokok yang perlu diperhatikan dalam penyusunan laporan yiatu :
a. Sistematika laporan hendaknya logis dan dapat dipahami
b. Deskripsi laporan yang disusun hendaknya memperhatikan kaidah penulisan
dan kebahasan yang telah dilakukan
c. Laporan pelaksanaan program bimbingan dan konseling harus dilaporkan
secara akurat dan tepat waktu.
Langkah-langkah dalam penyusunan laporan :
a. Tahap persiapan
b. Pengumpulan dan penyajian data
c. Penulisan laporan
d. Sistematika laporan
3. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dalam kegiatan evaluasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
menindaklanjuti hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling. Berdasarkan
data dan informasi yang diperoleh dari hasil evaluasi, guru BK atau konselor dapat
memikirkan ulang keseluruhan program yang telah dilaksanakan denganc ara
membuat desain ulang atau merevisi seluruh program atau beberapa bagian dari
program yang dianggap belum begitu efektif.
Langkah-langkah tindak lanjut :
a. Menentukan aspek-aspek perbaikan atau peningkatan yang akan dilakukan.
b. Menyusun ulang desain program secara umum atau layanan bimbingan dan
konseling tertentu dalam rangka perbaikan atau pengembangan
c. Melaksanakan kegiatan tindak lanjut sesuai dengan aspek-aspek yang akan
diperbaiki atau dikembangkan dan alokasi waktu yang telah ditentukan.
Setelah membuat rencana kegiatan yang akan dilakukan selama satu tahun, kemudian
mendistribusikan komponen layanan dan strategi kegiatan dalam porgam semesteran
dalam bentuk yang lebih rinci
Terdapat beberapa komponen dalam program semesteran, yaitu :
1. Bulan dan komponen program
2. Layanan Dasar
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema layanan dalam komponen layanan
dasar, seperti bimbingan klasikal dengan tema yang sudah dibuat dalam rencana
kegiatan
3. Layanan Peminatan dan Perencanaan Individual
Berisi tentang strategi layanan dan topik/tema dalam komponen layanan
perencanaan individual misalnya bimbingan klasikal dengan tema memilih
sekolah / studi lanjutan ke jenjang yang lebih tinggi
4. Layanan Responsif
Berisi strategi layanan dan topik/tema (bila ada) dalam komponen layanan
responsif, misalnya : konseling kelompok dengan tema/topik “3 Kata Penting
dalam Pergaulan”
5. Dukungan sistem
Berisi tentang strategi kegiatan dalam dukungan sistem seperti pengembangan
jejaring, kegiatan manajemen dan PKB
A. PROGRAM SEMESTER GANJIL
Bidang
Jenis Fungsi Sasa Wak
No Bimbingan Tujuan
Kegiatan/Layanan BK Ran tu
P S B K
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas Tercapainya efektivitas
1 guru bimbingan dan layanan bimbingan dan KLS XII Juli
konseling/konselor konseling
Assesmen
2 kebutuhan (Angket Terungkapnya kebutuhan KLS XII Juli
Masalah Siswa) peserta didik/konseli
Menyusun program Layanan bimbingan dan
3 bimbingan dan konseling lebih terarah dan KLS XII Juli
konseling tetap sasaran
Konsultasi program
4 bimbingan dan Mendapat dukungan dari KLS XII Juli
konseling Kepala dan Komite Sekolah
Terpenuhinya kebutuhan
5 Pengadaan sarana / sarana yang menunjang KLS XII Juli
prasarana BK keberhasilan layanan BK
B. LAYANAN BK
1
LAYANAN DASAR
.
a. Bimbingan
Klasikal
Peserta didik/konseli
memahami pentingnya
Membangun kerjasama antara umat
Pemaha
kerjasama antar V beragama serta mampu KLS XII Juli
man
umat beragama hidup rukun melakukan
hubungan kerjasama yang
baik antar umat beragama
Peserta didik/konseli dapat
mengetahui dan memahami
Pemaha
pentingnya memiliki budaya
Etika dan budaya man dan
V tertib berlalu lintas di jalan KLS XII Juli
tertib berlalu lintas pencega
serta mampu menumbuhkan
Han
budaya tertib berlalu lintas di
jalan
Peserta didik/konseli
Pemaha memahami tentang stress,
Stess dan cara man dan gejala-gejala stress dan
V KLS XII Agst
mengatasinya pencega faktor-faktor penyebabnya
Han serta mampu mengatasi
stress yang dihadapi
Peserta didik/konseli
memahami pentingnya
menjaga kesehatan tubuh
Cara menjaga Pemaha
V serta mampu untuk KLS XII Agst
kesehatan tubuh man
membiasakan diri dengan
pola hidup bersih dan sehat
Bidang
No Jenis Fungsi Sasar Wak
Bimbingan Tujuan
. Kegiatan/Layanan BK an tu
P S B K
A. PERSIAPAN
Pembagian tugas Tercapainya efektivitas
KLS
1 guru bimbingan dan layanan bimbingan dan Jan
XII
konseling/konselor konseling
Konsultasi program Tercapainya keberhasilan
KLS
2 bimbingan dan layanan bimbingan dan Jan
XII
konseling konseling
Terpenuhinya kebutuhan
KLS
3 Pengadaan sarana / sarana yang menunjang Jan
XII
prasarana BK keberhasilan layanan BK
B. LAYANAN BK
1
LAYANAN DASAR
.
a. Bimbingan Klasikal
Peserta didik/konseli
memahami tentang seluk beluk
perguruan tinggi serta mampu
Kiat studi lanjut ke Pemah KLS
V menentukan pilihan yang tepat Feb
perguruan tinggi aman XII
dalam melanjutkan studi dan
sukses dalam pelaksanaan
ujiannya
Peserta didik/konseli
memahami tentang kepribadian
Pilihan karir sesuai Pemah dan memahami tipe-tipe KLS
V Feb
tipe kepribadian aman kepribadian serta pilihan karir XII
yang sesuai dengan kepribadian
tersebut
Peserta didik/konseli
memahami pentingnya cara
Meraih sukses untuk meraiah kesuksesan serta
Pemah KLS
dengan konsep V mampu memahami konsep Feb
aman XII
ABCD ABCD untuk menumbuhkan
semangat meraih sukses masa
depan
Peserta didik/konseli
memahami tentang pentingnya
Memilih profesi Pemah KLS
V suatu profesi serta mampu Mar
dengan cara SMART aman XII
memilih atau menentukan jenis
profesi dengan cara smart
Peserta didik/konseli
memahami profesi atau
pekerjaan setiap orang dalam
Profesi pekerjaan
Pemah meningkatkan taraf hidupnya KLS
dalam meningkatkan V Mar
aman serta dapat memilih dan XII
taraf hidup
menentukan jenis profesi atau
pekerjaan yang akan ditekuni di
masa mendatang
Peserta didik/konseli
memahami beberapa pilihan
Pilihan karir setelah Pemah karir setelah lulus SMA/MA, KLS
V Apr
lulus SMA/MA aman serta mampu memahami XII
konsekuensi dari setiap
keputusan pilihan karir tersebut
b. Kelas
besar/Lintas Kelas
Peserta didik/konseli memiliki
Berbagai jalur seleksi KLS
V pemahaman tentang berbagai Jan
masuk PTN/PTS XII
jalur seleksi masuk PTN/PTS
c. Bimbingan
Kelompok
Memanfaatkan Peserta didik/konseli mampu
teknologi informasi Pemah memanfaatkan teknologi KLS
V Feb
untuk meraih aman informasi untuk meraih prestasi XII
prestasi belajarnya
Hubungan antara Peserta didik/konseli
potensi, minat, mengidentifikasi hubungan
Pemah KLS
bakat, kemampuan V antara potensi, minat, bakat, Jan
aman XII
dengan pemilihan kemampuan dengan pemilihan
program studi program studi
Syarat masuk Pemah Peserta didik/konseli memiliki KLS
V Mar
perguruan tinggi aman pemahaman tentang syarat XII
masuk perguruan tinggi
kedinasan
kedinasan
d. Papan Bimbingan
Pemah
Tips dan Trik Sukses
aman Peserta didik/konseli KLS Jan-
dalam V V V V
penceg memperoleh informasi melalui XII Jun
Pengembangan diri
ahan media tulis
Terbantunya memecahkan
2. Konseling Pengen KLS
masalah peserta didik melalui
Kelompok tasan XII
kelompok
Pemah
aman Terbantunya memberikan KLS
3. Konsultasi
pengen informasi yang dibutuhkan oleh XII
tasan peserta didik
Diperolehnya kesepakatan
Pengen bersama mengenai masalah KLS
4. Konferensi Kasus
tasan peserta didik XII
Terentaskannya masalah
Pengen konseli yang terkait dengan KLS
5. Advokasi
tasan pihak lain agar hak-hak konseli XII
tetap terlindungi
Terselenggaranya layanan
6. Konseling Pengen Bimbingan dan Konseling yang KLS
elektronik tasan lebih efektif XII
Tertampungnya masalah
Pengen peserta didik/konseli yang KLS
7. Kotak masalah
tasan introvert XII
3 PEMINATAN DAN
PERENC.
INVIDIVUAL
DUKUNGAN
4 SISTEM
a. Melaksanakan dan
Pengumpulan data dan KLS Jan-
menindaklanjuti
kebutuhan peserta didik XII Jun
assesmen
Mengetahui langsung kondisi
KLS Jan-
b. Kunjungan rumah peserta didik di lingkungan
XII Jun
rumah
c. Menyusun dan
melaporkan program Pertanggungjawaban kinerja KLS Jan-
bimbingan dan kepada kepala sekolah XII Jun
konseling
Penilaian ketercapaian program
KLS Jan-
d. Membuat evaluasi layanan bimbingan dan
XII Jun
konseling
e. Melaksanakan
administrasi Bukti fisik pelaksanaan KLS Jan-
bimbingan dan bimbingan dan konseling XII Jun
konsleing
f. Pengembangan KLS Jan-
Pengembangan diri / profesi
keprofesian konselor XII Jun
2. Tahap Inti
a. Kegiatan peserta di 1. Mengamati tayangan slide ppt (tulisan, gambar, video)
dik 2. Melakukan Brainstorming/curah pendapat
3. Mendiskusikan dengan kelompok masing-masing
4. Setiap kelompok mempresetasikan tugasnya kemudian
kelompok lain menanggapinya, dan seterusnya
bergantian sampai selesai.
b. Kegiatan Guru BK/ 1. Menayangkan media slide power point yang
Konselor berhubungan dengan materi layanan
2. Mengajak peserta didik untuk brainstorming/curah
pendapat
3. Membagi kelas menjadi beberapa kelompok (6
kelompok)
4. Memberi tugas (untuk diskusi kelompok)
5. Menjelaskan cara mengerjakan tugas
6. Mengevaluasi hasil diskusi peserta didik
7. Membuat catatan-catatan observasi selama proses
layanan
3. Tahap Penutup 1. Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan
2. Peserta didik merefleksi kegiatan dengan
mengungkapkan kemanfaatan dan kebermaknaan
kegiatan secara lisan
3. Guru BK memberi penguatan dan rencana tindak lanjut
4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak
peserta didik bersyukur/berdoa dan mengakhiri dengan
salam
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan
memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan di kertas yang sudah disiapkan.
2. Mengamati sikap peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Mengamati cara peserta didik dalam menyampaikan
pendapat atau bertanya
4. Mengamati cara peserta didik dalam memberikan
penjelasan terhadap pertanyaan guru BK
2. Evaluasi Hasil Evaluasi dengan instrumen yang sudah disiapkan, antara
lain :
1. Evaluasi tentang suasana pertemuan dengan instrumen:
menyenangkan/kurang menyenangkan/tidak
menyenangkan.
2. Evaluasi terhadap topik yang dibahas : sangat
penting/kurang penting/tidak penting
3. Evaluasi terhadap cara Guru BK dalam menyampaikan
materi: mudah dipahami/tidak mudah/sulit dipahami
4. Evaluasi terhadap kegiatan yang diikuti : menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk diikuti
A
:
Komponen Layanan Layanan Dasar
B Bidang Layanan : Karir
C Topik / Tema Layanan Berbagai jalur seleksi masuk
:
PTN/PTS
D Fungsi Layanan : Pemahaman
E Tujuan Umum Peserta didik/konseli memiliki
: pemahaman tentang berbagai jalur
seleksi masuk PTN/PTS
F Tujuan Khusus 1 Peserta didik/konseli mengenal
tentang berbagai macam jalur
seleksi di perguruan tinggi
2 Peserta didik/konseli dapat
memahami jalur seleksi masuk
PTN/PTS
3 Peserta didik/konseli memiliki
strategi untuk bisa masuk
perguruan tinggi yang dicita-
citakan
G Sasaran Layanan Kelas XII MIPA
H Materi Layanan Pengertian seleksi masuk PTN/PTN
Jenis dan macam jalur seleksi
masuk PTN/PTS
Strategi masuk perguruan tinggi
yang dicita-citakan
I Waktu 2 X 45 menit
J Sumber Panduan masuk pergutuan tinggi
Leaflet dari PTS
K Metode/Teknik Ceramah, dan tanya jawab
L Media / Alat LCD, Power Point
M PELAKSANAAN
1 Tahap Awal/Pendahuluan
a Pernyataan Tujuan - Salam
- Menanyakan kabar
- Ice breaker ( berbagai macam
variasi).
- Menyampaikan tujuan yang akan
dicapai
b Penjelasan tentang langkah-langkah - Memberikan langkah-langkah
kegiatan kegiatan, tugas dan tanggung
jawab peserta didik
- Kontrak layanan ( kesepakatan
layanan ), hari ini kita akan
melakukan kegiatan selama 1 jam
pelayanan, kita sepakat akan
melakukan dengan baik.
c Mengarahkan kegiatan (konsolidasi) - Guru BK/Konselor memberikan
penejelasan tentang topik yang
akan dibicarakan
d Tahap peralihan ( Transisi) - Guru BK/Konselor menanyakan
kesiapan peserta didik
melaksanakan kegiatan, dan
memulai ke tahap inti
2 Tahap Inti
a Kegiatan Peserta Didik - Peserta didik melakukan kegiatan
sesuai dengan langkah dan
b Kegiatan Guru BK/Konselor - Guru Bimbingan dan
Konseling/Narasumber menyajikan
materi dengan menggunakan
media BK (bila ada)
3 Tahap Penutup - Guru Bimbingan dan Konseling
atau Konselor memberikan
penguatan terhadap pengalaman
belajar peserta didik
N Evaluasi
1 Evaluasi Proses - Melakukan Refleksi hasil, setiap
peserta didik menuliskan di kertas
yang sudah disiapkan.
- Sikap atau atusias peserta didik
dalam mengikuti kegiatan
- Cara peserta didik dalam
menyampaikan pendapat atau
bertanya
- Cara peserta didik memberikan
penjelasan dari pertanyaan guru BK
2 Evaluasi Hasil - Merasakan suasana pertemuan:
menyenangkan/kurang
menyenangkan/tidak
menyenangkan
- Topik yang dibahas:sangat
penting/kurang penting/tidak
penting
- Penyampaian Guru BK/Konselor:
mudah dipahami/sulit dipahami
- Kegiatan yang
diikuti:menarik/kurang
menarik/tidak menarik untuk
diikuti
1 Nama Konseli
2 Kelas/Semester XII MIPA 2 / Semester 1
3 Hari, Tanggal
4 Pertemuan ke- 1 ( pertama )
5 Waktu 2 x 45 Menit
6 Tempat Ruang Konseling BK SMAN 15 Bandar Lampung
7 Gejala yang nampak/keluhan 1. Konseli terlihat agak gelisah
2. Konseli sulit untuk mengemukakan masalahnya
3. Konseli menangis
Keterangan :
Dokumen ini bersifat rahasia
LAMPIRAN A.
PROSES PENYUSUNAN BUTIR INSTRUMEN ANGKET KEBUTUHAN PESERTA DIDIK KELAS 12 (Lihat lebih lengkap di CD Aplikasi Angket Kebutuhan Peserta Didik)
Tataran/Internalisasi Tujuan NO
NO BIDANG SKKPD BUTIR ANGKET KONSELI BIDANG
Pengenalan Akomodasi Tindakan ITEM
1 PRIBADI Landasan Hidup Mempelajari hal Mengembangkan Melaksanakan ibadah atas 1 Saya belum paham bentuk toleransi dan P
Religius ihwal ibadah pemikiran tentang keyakinan sendiri disertai sikap kerjasama antar umat beragama
kehidupan beragama toleransi
2 Kualitas ibadah saya masih rendah pada P
Tuhan YME
Landasan Perilaku Etis Mengenal keragaman Menghargai Keragaman Berperilaku atas dasar 3 Saya masih sering terbawa arus pergaulan P
sumber norma yang sumber norma sebagai keputusan yang yang kurang baik
berlaku di rujukan pengambilan mempertimbangkan aspek-
masyaraakat aspek etis
4 Saya kadang-kadang sering melanggar P
budaya tata tertib berlalu lintas
Kematangan Emosi Mempelajari cara- Bersikap toleran Mengekspresikan perasaan 5 Saya masih sulit untuk mengendalikan P
cara menghindari terhadap ragam dalam cara-cara yang emosi
konflik dengan orang ekspresi perasaan diri bebas,terbuka dan tidak
lain sendiri dan orang lain menimbulkan konflik
6 Saya merasa tertekan (stress) akan P
menghadapi USBN / Ujian Nasional
Pengembangan Pribadi Mempelajari Menerima keunikan diri Menampilkan keunikan diri 7 Saya merasa khawatir/takut tidak dapat P
keunikan diri dalam dengan segala secara harmonis dalam lulus sekolah
konteks kehidupan kelebihan dan keragaman
sosial kekurangannya
8 Saya kurang mendapatkan motivasi dari P
tokoh-tokoh yang bisa menginspirasi hidup
saya
9 Saya masih sulit mengendalikan P
ketergantungan main games atau games
online
10 Saya merasa sulit menghilangkan P
kebiasaan merokok
11 Saya merasa tidak nyaman tinggal di rumah P
sendiri
12 Saya merasa sulit menghilangkan P
kebiasaan keluar malam
(bermain,begadang)
13 Kondisi keluarga saya sedang tidak P
harmonis
14 Saya belum tahu cara menjaga kesehatan P
agar tetap fit menghadapi waktu ujian
15 Saya jenuh dan enggan masuk sekolah P
Kesiapan Diri untuk Mengenal norma- Mengharagai norma- Mengekspresikan keinginannya 16 Saya belum tahu dampak Pernikahan di P
Menikah dan norma pernikahan norma pernikahan dan untuk mempelajari lebih usia dini/usia muda
Berkeluarga dan berkeluarga berkeluarga sebagai intensif tentang norma
landasan bagi pernikahan dan berkeluarga
terciptanya kehidupan
masyarakat yang
harmonis
2 SOSIAL Kesadaran Tanggung Mempelajari Menyadari nilai-nilai Berinteraksi dengan orang lain 17 Saya belum tahu lebih banyak akibat S
Jawab Sosial keragaman interaksi persahabatan dan atas dasar kesamaan tawuran di kalangan pelajar
sosial keharmonisan dalam
konteks keragaman
interaksi sosial
18 Saya kadang masih lupa mengucapkan kata S
maaf, tolong dan terimakasih dalam
pergaulan
19 Saya masih merasa belum lancar S
berkomunikasi di hadapan banyak orang
20 Saya belum aktif mengikuti S
organisasi/kegiatan di lingkungan tempat
tinggal
21 Saya merasa belum paham tentang jenis S
obat-obat terlarang yang terbaru
Kematangan Mempelajari cara- Menghargai nilai-nilai Mempererat jalinan 22 Saya sulit meninggalkan ketergantungan S
Hubungan dengan cara membina dan kerjasama dan toleransi persahabatan yang lebih akrab dengan media sosial (fc, wa, ig, dll)
Teman Sebaya kerjasama dan sebagai dasar untuk dengan memperhatikan norma
toleransi dalam menjalin persahabatan yang berlaku
pergaulan dengan dengan teman sebaya
teman sebaya
23 Saya ingin menyelesaikan konflik dengan S
sahabat dekat (pacar)
24 Saya masih belum bisa menjaga sebuah S
persahabatan agar tetap langgeng
25 Saya belum tahu etika menjalin S
persahabatan yang baik melalui medsos
Kesadaran Gender Mempelajari perilaku Menghargai keragaman Berkolaborasi secara harmonis 26 Saya belum tahu dampak atau akibat dari S
kolaborasi antar jenis peraan laki-laki atau dengan lain jenis dalam Sek Bebas, LGBT dan HIV/AIDS
dalam ragam perempuan sebagai keragaman peran
kehidupan aset kolaborasi dan
keharmonisan hidup
27 Saya belum memahami peran laki-laki dan S
perempuan dalam norma hidup
bermasyarakat
3 BELAJAR Kematangan Mempelajari cara- Menyadari akan Mengambil keputusan dan 28 Saya ingin mengerti peran IQ,EQ,AQ,CQ B
Intelektual cara pengambilan keragaman alternatif pemecahan masalah atas dasar dan SQ dalam belajar
keputusan dan keputusan dan informasi/data secara obyektif
pemecahan masalah konsekuensi yang
secara objektif dihadapinya
29 Saya belum paham peran macam-macam B
kecerdasan dalam belajar
30 Saya belum bisa memanfaatkan teknologi B
infomasi untuk meraih prestasi belajar
31 Saya belum menguasai kiat sukses dalam B
menghadapi Ujian
32 Kadang-kadang saya merasa semangat B
belajarnya menurun
33 Saya belum bisa mengevaluasi hasil B
prestasi belajar
34 Saya merasa belum paham strategi belajar B
dari berbagai sumber belajar
4 KARIR Perilaku Mempelajari strategi Menerima nilai-nilai Menampilkan hidup hemat, 35 Saya belum mampu hidup hemat K
Kewirausahaan/Kema dan peluang untuk hidup hemat,ulet ulet, sungguh- sungguh dan
ndirian Perilaku berperilaku sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar
Ekonomis hemat,ulet, sengguh- kompetitif sebagai aset kesadaran sendiri
sungguh dan untuk mencapai hidup
kompetitif dalam mandiri
keragaman
kehidupan
36 Saya masih bingung melanjutkan studi K
karena masalah ekonomi keluarga
37 Daya kreatifitas dan inovasi yang saya K
miliki masih rendah
Wawasan dan Mempelajari Internalisasi nilai- niolai Mengembangkan alternatif 38 Saya belum tahu strategi masuk Perguruan K
Kesiapan Karir kemampuan diri, yang melandasi perencanaan karir dengan Tinggi
peluang dan ragam pertimbangan mempertimbangkan
pekerjaan, pemilihan alternatif kemampuan, peluang dan
pendidikan, dan karir ragam karir
aktifitas yang terfokus
pada pengembangan
alternatif karir yang
lebih terarah
39 Saya belum tahu pilihan karir yang sesuai K
dengan tipe kepribadain yang dimiliki
40 Saya belum menemukan cara terbaik untuk K
meraih sukses dimasa depan
41 Saya masih bingung menentukan pilihan K
profesi/pekerjaan di masa depan
42 Saya merasa belum tahu profesi pekerjaan K
dalam meningkatkan taraf hidup
43 Saya belum tahu tata cara bekerja atau K
studi lanjut ke luar negeri
44 Saya belum paham hubungan potensi, K
minat, bakat, kemampuan dan pemilihan
Program studi
45 Saya belum mengerti jalur-jalur dalam K
proses pendaftaran masuk PTN/PTS
46 Saya belum tahu cara syarat masuk K
perguruan tinggi kedinasan
47 Cita-cita atau rencana karir saya masih K
selalu berubah-rubah
48 Saya belum tahu cara menentukan pilihan K
karir setelah lulus dari SMA/MA
49 Saya bingung memilih lembaga kursus K
pelatihan untuk masa depan
50 Setelah lulus SMA/MA saya ingin bekerja K
untuk membantu ekonomi orang tua