0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan22 halaman

Desain Rotary Dryer untuk Katalis

Dokumen ini menjelaskan desain dan perhitungan untuk rotary dryer yang digunakan untuk mengeringkan padatan katalis dengan suhu operasi 190 °C. Terdapat analisis neraca massa dan panas, serta pemilihan bahan konstruksi stainless steel SA-167 tipe 321 grade 10 yang tahan korosi dan suhu tinggi. Selain itu, dokumen ini juga mencakup perhitungan terkait beban panas yang diperlukan untuk proses pengeringan.

Diunggah oleh

Ningrum Arum Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan22 halaman

Desain Rotary Dryer untuk Katalis

Dokumen ini menjelaskan desain dan perhitungan untuk rotary dryer yang digunakan untuk mengeringkan padatan katalis dengan suhu operasi 190 °C. Terdapat analisis neraca massa dan panas, serta pemilihan bahan konstruksi stainless steel SA-167 tipe 321 grade 10 yang tahan korosi dan suhu tinggi. Selain itu, dokumen ini juga mencakup perhitungan terkait beban panas yang diperlukan untuk proses pengeringan.

Diunggah oleh

Ningrum Arum Sari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai XLSX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ROTARY DRYER-01 (RD-01)

Tugas : Mengeringkan padatan katalis menggunakan udara panas pada suhu 190 °C
Jenis : Direct contact - counter current rotary dryer

Kondisi Operasi : T = 190 °C


P = 1 atm
Bahan : Stainless steel SA-167 tipe 321 grade 10

Udara kering Padatan basah

Udara kering

H2O

Udara

Padatan kering
H2O

Umpan Masuk
BM Laju mol Laju massa ρ ρ . xi
Komponen xi
(gram/mol) kmol/jam kg/jam kg/m3 kg/m3
C5H10O2 102.133 0.0050 0.5063 0.00 904.5880 0.8046
CH4O 32.042 0.6423 20.5795 0.12 754.0760 86.9069
C6H12O2 116.160 0.0659 7.6497 0.01 839.3833 9.9192
H2O 18.015 3.8898 70.0753 0.70 994.9603 694.4816
C18H18O3S 314.399 0.9699 304.9418 0.17 1200.0000 208.8534
Total 134.175 5.5728 403.7526 1.00 4693.0076 87.7115
Diketahui :
- Laju massa H2O umpan masuk = 70.0753 kg/jam
- Laju massa SiO2 = 304.9418 kg/jam

asumsi kehilangan solid 1% (Ludwig : 165)


produk solid = berat solid - kehilangan solid
Maka komposisinya menjadi

Neraca massaTotal Rotary Dryer


Masuk Keluar
kg/jam kmol/jam Terbawa Udara Ke Produk
Komponen BM
Laju massa Laju mol Laju massa Laju mol Laju massa
kg/jam kmol/jam kg/jam kmol/jam kg/jam
C5H10O2 102.133 0.5063 0.0050 0.5063 0.0050 0.0000
CH4O 32.042 20.5795 0.6423 20.5795 0.6423 0.0000
C6H12O2 116.160 7.6497 0.0659 7.6497 0.0659 0.0000
H2O 18.015 70.0753 3.8898 66.9951 3.7189 3.0802
C18H18O3S 314.399 304.9418 0.9699 0.0000 0.0000 304.9418
Total 582.749 403.7526 5.5728 95.7306 4.4319 308.0220

kadar H2O pada produk = maksimum 1.00%


Kadar Amberlyst diinginkan = 99.00%
Berat produk solid = 0.9699
Berat akhir Produk Solid = 99/100 x 0.9699
= 0.971864359263
Berat air pada feed = 0.1710
Berat air menguap = 3.7189

Menentukan jenis rotary dryer


Dalam perancangan ini dipilih jenis rotary dryer direct heat rotary dryer dengan arah
aliran counter current, dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Cocok untuk bahan padatan granular, crystalline, atau fibrous solid yang mengijinkan konta
langsung antara bahan dengan gas.
- Unit pemanasan langsung memberikan konstruksi yang lebih ekonomis daripada indirect he
- Aliran counter current dapat memberikan persebaran panas lebih merata.

Menentukan jenis bahan konstruksi


Bahan konstruksi digunakan Stainless steel SA-167 tipe 321 grade 10 dengan
pertimbangan sebagai berikut :
- Ketahanan terhadap korosi yang baik
- Tahan terhadap kenaikan suhu hingga 300°F
- Allowable stress - 1,85 psi

Perhitungan dimensi alat


Dalam perancangan rotary dryer perlu dipertimbangkaan beberapa hal di antaranya (Perry, 1984) :
- Panjang dari silinder bervariasi dari 4 - 10 kali diameternya (L/D = 4).
- Diameter rotary dryer berkisar 0,3 - 3 meter.
- Secara komersial, rotary dryer biasanya bekerja pada kecepatan perpheral shell antara
60-70 ft/menit

Menentukan kadar air dalam udara lingkungan


Suhu : 25-350C
Kelembaban : 40-90%
Berdasarkan Tabel 7.1., Treyball, R.E., "Mass Transfer Operations", ed III, 1981, hal. 234,
diperoleh data sifat udara sebagai berikut :
- Kapasitas panas udara (Cpu) = 1.005 kJ/kg.K
- Kapasitas panas uap air (Cps) = 1.887 kJ/kg.K
- Suhu referensi (Tref) = 298 K
- Panas laten penguapan (Hvap) = 2210.194 kJ/kg.K
- Massa molekul udara (Bmu) = 28.97 kg/kmol
- Massa molekul air (Bma) = 18.02 kg/kmol
- Tekanan = 1 atm
- Suhu udara lingkungan = 86 0
F

Asumsi yang digunakan :


- Perpindahan kalor hanya terjadi diantara udara panas dalam rotary dryer
- Rotary dryer beroperasi pada keadaan steady state
- Kelembapan realtif rerata 90%
- Suhu udara lingkungan rerata 300C

Menentukan kadar air dalam udara

Dari humidity chart, pada T = 300C = 860F dan kelembaban relatif 90% diperoleh kadar air
dalam udara (Y') = 0.024 kg H2O/kg udara kering (humidity udara)
sebelum masuk rotary dryer udara lingkngan dipanaskan sampai suhu 110 0C= 383 K =

Menentukan suhu bola basah (Tw)


Suhu bola basah merupakan suhu kesetimbangan antara perpindahan kalor dari udara panas
ke padatan dengan panas yang digunakan untuk penguapan air dari padatan ke udara.
P_w=e^(a+b/
T+[Link](T)+d.T^e )
dengan a = 72.55
b = -7206.7
c = -7.1385
d = 4.06E-06
e = 2
T = 383 K (suhu operasi)
Pw = tekanan uap air (Pa) = 142780.031485 Pa = 1.409129 atm

Untuk sistem air-udara nilai Hg/Ky = 0.95 kNm/kg.K


Trial Nilai Suhu Bola Basah
Tw = 88.5 °C
= 361.5 K

P_w=e^(a+b/
Menghitung Nilai Pw

T+[Link](T)+d.T^e )
Pw = 6.60E+04 pa = 0.651599 atm
Menghitung Nilai Yw
Yw = BM air . Pw
BM udara (Pt - Pw)
= 18.02 x 6.52E-01
29 x (1- 6.52E-01 )
= 0.5339

Menghitung nilai Tr
Tw = Suhu bola basah= 88.5 0C = 361.5098 K
Tc = Suhu kritis = 373.946 0C = 646.946 K
Tr = Tw
Tc
= 361.5
646.946
= 0.5588

Menghitung nilai Hvap


A = 52.053
Tc = 647.13

H_vap =A∗(1−T/Tc)^n
n = 0.321

= 40.0337 kJ/kg
Perhitungan suhu bola basah dilakukan dengan cara iteratif sampai diperoleh
(Perry 8th ed, hal. 12-8)
0.95 ( 383 - 361.5 ) = 40.0337 ( 0.5339 - 0.024 )
20.415732059 = 20.4129155015
1
Dengan metode iterasi, diperoleh nilai Tw = 361.5 K

Menentukan suhu udara keluar (Tg2)


Dihitung menggunakan konsep NTU (Number Transfer Unit)
Nilai NTU berkisar antara 1,5 - 2,5 (Perry, R.H., "chemica ed. VII, hal 12-54)

Dipilih NTU = 1.5

Dimana, Tw = 361.5 K
Tg1 = 383 K
Tg2 = 361.5 + 383 - 361.5
( )
exp 2
Maka, Tg2 = 364.4181 K = 91.41814 0C

NERACA PANAS BAHAN

Mencari nilai Qin tiap bahan


Panas masuk - panas keluar + panas reaksi = panas akumulasi
Karena tidak ada reaksi yang terjadi pada rotary dryer maka persamaan diatas menjadi :
Qin - Qout = Qacc
Suhu udara masuk = 383 K
Suhu udara keluar = 364.418 K
Tw = 361.5 K
Tref = 298 K

Dari Yaws, diketahui Cp untuk masing - masing komponen adalah sebagai berikut :
Cp (J/mol.K)
Komponen
A B C D
C5H10O2 79.976 0.88728 -0.0022799 0.0000024715
CH4O 40.152 0.31046 -0.0010291 0.0000014598
C6H12O2 91.175 0.99902 -0.0029032 0.0000036712
H2O 92.053 -0.039953 -0.00021103 0.00000053469
Cp = A+B.T+C.T2+D.T3
[Link] = A.T+B.T2+C.T3+D.T4

Nilai Qin tiap bahan


Masuk ∫[Link] n∫[Link]
Komponen kg/jam kmol/jam
kcal/kmol kJ/jam
Laju massa Laju mol
C5H10O2 0.5063 0.0050 1.8E+04 9.1E+01
CH4O 20.5795 0.6423 7.2E+03 4.6E+03
C6H12O2 7.6497 0.0659 2.0E+04 1.3E+03
H2O 70.0753 3.8898 6.4E+03 2.5E+04
Total 98.8108 4.6029 5.2E+04 3.1E+04
Qin = 30940.3038215 kJ/jam = 32637.4512885 BTU/jam

Nilai Qout tiap bahan


Keluar ∫[Link] n∫[Link]
Komponen kg/jam kmol/jam
kcal/kmol kJ/jam
Laju massa Laju mol
C5H10O2 0.0000 0.0000 1.42E+04 0.00E+00
CH4O 0.0000 0.0000 5.53E+03 0.00E+00
C6H12O2 0.0000 0.0000 1.58E+04 0.00E+00
H2O 3.0802 0.1710 5.00E+03 8.54E+02
C18H18O3S 304.9418 0.9699 0.00E+00 0.00E+00
Total 308.0220 1.1409 4.05E+04 8.54E+02
Qout = 854.161090038 kJ/jam = 901.013808057 BTU/jam

Menghitung Beban Panas


Dihitung dengan persamaan :
Qt = Qs1 + Qvap + Qs2
Dimana :
Qt = beban panas total (kJ/jam)
Qs1 = beban panas untuk menaikkan suhu padatan dari suhu masuk sampai
suhu bola basah (kJ/jam)
Qvap = beban panas untuk pengeringan pada bola basah (kJ/jam)
Qs2 = beban panas untuk menaikkan suhu padatan dari suhu bola basah
sampai suhu keluar (kJ/jam)
Menghitung beban panas untuk menaikkan suhu masuk (Ts1) sampai suhu bola basah (Tw)
Ts1 = 68.1 0C = 341.1455 K ΔT = 20.4 K
Tw = 88.51 C =
0
361.5 K
Masuk ∫[Link] n∫[Link]
Komponen
kg/jam kmol/jam kcal/kmol kJ/jam
C5H10O2 0.5063 0.004957 -2800.1359888 -13.879848607
CH4O 20.5795 0.642266 -923.96012277 -593.42806378
C6H12O2 7.649748 0.065855 -1236.052797 -81.400586859
H2O 70.07532 3.889832 2218.44661888 8629.38422651
Total 98.81081 4.60291 -2741.7022896 7940.67572726
Qs1 = 7.94E+03 kJ/jam = 8.38E+03 BTU/jam

Menghitung beban panas untuk penguapan air pada suhu bola basah
Qvap = massa air x Hvap
Qvap = 66.9951 kg/jam x 40.0337 kJ/kg
Qvap = 2682.0618364 kJ/jam

Menghitung beban panas untuk menaikkan suhu padatan dari suhu bola basah (Tw) sampai
suhu keluar (Ts2)
Ts2 = 91.4 0C = 364.4181 K ΔT = 2.9 K
Tw = 88.5 0C = 361.5 K

Masuk ∫[Link] n∫[Link]


Komponen
kg/jam kmol/jam kcal/kmol kJ/jam
C5H10O2 0.506258 0.004957 4.07E+02 2.0164619223
CH4O 20.57948 0.642266 1.36E+02 87.6337907233
C6H12O2 7.649748 0.065855 7.18E+02 47.281242319
H2O 70.07532 3.889832 2.19E+02 852.081201861
Total 98.81081 4.60291 937.010367305 899.36244418
Qs2 = 937.010367305 kJ/jam = 988.407560448 BTU/jam
Maka beban panas total :
Qt = Qs1 + Qvap + Qs2
Qt = 7940.67572726 + 2682.0618364 + 937.010367305
Qt = 11559.747931 kJ/jam

Mengitung kecepatan massa udara (G)


Panas yang diterima dari udara = Beban panas
Mencari nilai G, didapat dari persamaan :

Diketahui :
Y'/YG = 0.024 kg H2O/Kg udara kering
Cpu = 1.005 kJ/kg.K
Cps = 1.887 kJ/kg.K
m H2O masuk = 70.075 kg/jam
Tg2 = 364.418 K
Tg1 = 383.000 K
Qt = 11559.748 kJ/jam 1405423.22069 122
Dari persamaan di atas, dengan menggunakan metode trial error didapat nilai G (kecepatan massa
udara) sebesar :
G = 8887.071 kg/jam

Mencari Kelembaban Udara Keluar Rotary Dryer


Y2 = (G.Y' + mH2O masuk)
G
Y2 = ( 8887.071 x 0.024 + 70.075 )
8887.071
Y2 = 0.03188508653 kg H2O/ kg udara kering

Menghitung Diameter Rotary Dryer


Fluks massa udara berkisar antaaara 0,5 kg/m2.s sampai 5 kg/m2.s (Perry, ed VIIhal. 12-55)
Dirancang flux massa udara (G")= 0.7 kg/m2.s
Kecepatan udara keluar (G') = Kecepatan massa udara + uap air yang dibawa
= 8887.07051803 + 7.6497
= 8894.7203 kg/jam
= 2.4707556294 kg/s
Luas penampang dryer (A) = kecepatan massa udara (G')
flux massa (G")
= 2.4707556294 kg/s
0.7 kg/m2 s
= 3.52965089914 m2

(4×𝐴)^0,
5/𝜋
(4×𝐴)^0,
5/𝜋
Diameter (D) =

= 2.1205 m

Menghitung Koefisien Perpindahan Panas Rotary Dryer


Koefisien perpindahan kalor antara padatan dan udara

Ua = 0.08801019524 kJ/m3.s.K

Menghitung TG" dan TG'


- Pada Zona pemanasan 1
Qs1 = G(Cpu + [Link]) x (TG' - TG")
Tg" = Tg2 + Qs1
G ( Cpu + Y2 x Cps)
= 364.4181 + 7940.67572726412
8887.071 ( 1.005 + 0.031885 x 1.89 )
= 365.257 K
- Pada Zona Pengeringan
Tg' = Tg" + Qvap
G ( Cpu + Y' x Cps )
= 365.257 + 2682.06183639885
8887.071 ( 1.005 + 0.024 x 1.89 )
= 365.5443 K

Beda suhu rerata log


- Zona pemanasan 1
Suhu atas (dT1) Suhu bawah (dT2)
Fluida Panas Tg" = 365.257 Tg2 = 364.4181
Fluida Dingin Tw = 361.5 Ts1 = 341.1455
dT1 = 3.7 dT2 = 23.27262
∆𝑇𝐿𝑀𝑇𝐷 =
(∆𝑇1−∆𝑇2)/𝑙𝑛(∆𝑇2/∆𝑇
1)

ΔT LMTD 1 = 10.69146 K

- Zona Penguapan
Suhu atas (dT1) Suhu bawah (dT2)
Fluida Panas Tg' = 365.5443 Tg" = 365.257
Fluida Dingin Tw = 361.5098 Ts1 = 341.1455
dT1 = 4.034576 dT2 = 24.11147
∆𝑇𝐿𝑀𝑇𝐷 =
(∆𝑇1−∆𝑇2)/𝑙𝑛(∆𝑇2/∆𝑇
1)
∆𝑇𝐿𝑀𝑇𝐷 =
(∆𝑇1−∆𝑇2)/𝑙𝑛(∆𝑇2/∆𝑇
1)

ΔT LMTD 2 = 11.23003 K

- Zona Pemanasan 2
Suhu atas (dT1) Suhu bawah (dT2)
Fluida Panas Tg1 = 383 Tg' = 365.5443
Fluida Dingin Ts2 = 364.4181 Tw = 361.5098
dT1 = 18.58186 dT2 = 4.034576

∆𝑇𝐿𝑀𝑇𝐷 =
(∆𝑇1−∆𝑇2)/𝑙𝑛(∆𝑇2/∆𝑇
1)

ΔT LMTD 3 = 9.524932 K

Maka, beda suhu rerata log sebagai berikut :

1 = 7940.676 x 1 + 2682.062 x 1 + 937.0104 x 1


ΔTm 11559.75 x 11 11559.75 x 11 11559.75 x 9.52

1 = 0.09342036692
ΔTm

ΔTm = 10.7043 K

Menghitung Dimensi Rotary Dryer


V = Qt
Ua.ΔTm
V = 11559.7479309677 kJ/jam 1 jam
x
0.08801 kJ/m3.s.K x 11 K 3600 s
V = 3.408431 m3

Panjang Rotary Dryer


L = V = 3.408431
A 3.529651
= 0.965657 m
Rasio
L 0.965657
= = 0.455399
D 2.1205
Kisaran nilai L/D antara 4 sampai 10, maka Rasio L/D memenuhi syarat (Perry., 7th
edition, hal 12-54)
Menghitung Kecepatan Putar Rotary Dryer
Berdasarkan Perry, 1997, kecepatan putar rata-rata adalah 0,25 - 0,5 m/s, maka dipilih kecepatan
putar sebesar 0.45 m/s

N = Navg
πxD
= 0.5 m/s
3.14 x 2.1205 m
= 0.0751 rps
= 4.52314610484 rpm

Menghitung Kemiringan Rotary Dryer


Berdasarkan Perry, 1997 halaman 12-56, kemiringan berkisar antara 0 - 8 cm/m. Maka,
dirancang = 8 cm/m
S = 8 cm/m x 0.01 m/cm
= 0.08
tan α = 0.08
α = 0.001396

Waktu Tinggal

(Perry, R.H.,"Chemical Engineers Handbook", ed. VII, hal 12-55)


θ = Waktu tingga (menit)
B = Konstanta = 5 x (Dp)-0,5 = 5 x (500)-0,5 = 0.223607
D = Diameter Dryer = 2.1205 m = 6.956905 ft
L = Panjang Dryer = 0.965657 m = 3.168165 ft
N = Kecepatan putar (Rpm), 4.523146 rpm
G = Flux massa gas = 0.7 Kg/m2.s
= 368.6629 lb/[Link]
F = Flux massa padatan = Kecepatan massa padatan
A
= 7.649748 kg/jam 1 jam
x
3.529651 m2 3600 s
= 0.000602 Kg/m2.s
= 0.443887 lb/[Link]
S = Kemiringan Dryer, berdasarkan Perry, 1997, hal. 12-56, berkisar antara 0
sampai 8cm/m, maka dirancang 8cm/m x 0,01m/cm = 0.08 m/m
Maka waktu tinggal dapat dihitung sebagai berikut :
θ = 0.23 x 3.168165 ft 0.22 x 3.168165 ft x 368.6629
± 0.6
0.08 ft/ft x 4.523146 0.9 7 ft 0.44388686498 lb/[Link]
θ = 353.3581 menit
= 5.8893 jam

Perhitungan Tebal Shell


Rotary dryer memakai shell Stainless steel SA-167 tipe 321 dengan spesifikasi (Brownell&Young) :
Allowable stress = 18750 psi
Effisiensi (E) = 80%
Faktor korosi (C) = 0.125 in

tshell= Pxr + C (Brownell&Young)


f x E - 0,6 . P
= 16.17 lbf/in2 x 83.4827 in + 0.125
18750 lbf/in2 x 80% - 0.6 x 16.17 lbf/in2
= 0.2151 in
= 0.0055 m

Menghitung Isolasi
Jenis isolasi = batu setebal 4 in
Diameter dalam (ID) = 2.1205 m
Diameter (OD) = ID x (2 x tshell)
= 2.1205 m +( 2x 0.0055 m)
= 2.1314 m
= 83.913 in

Menghitung Daya Penggerak Dryer


Range, Hp = 0,5 D2 sampai 1 D2
Dipilih = 1 D2
= 1 x 2.1205 2
= 4.496 Hp
= 3.353 kW
Dengan daya penggerak sebesar 3.353 Kw
Efisiensinya yaitu sebesar 80 %
Daya = 3.353 = 4.191 HP
0.8
Daya motor penggerak standar yang diperoleh dari buku Ludwig E.F., vol 3 hal 628

Maka digunakan daya penggerak standar NEMA sebesar 5 HP


KESIMPULAN ROTARY DRYER-01

Udara kering Padatan basah

Udara kering

H2O

Udara

Padatan kering
H2O

Tugas : Mengeringkan padatan SiO2 menggunakan udara panas


Jenis : Direct contact - counter current rotary dryer

Dimensi : Volume = 3.4084 m³ = 900.412090192 gall


Luas penampang = 3.52965089914 m² = 37.9928460806 ft2
Panjang = 0.96565655756 m
Diameter dalam = 2.1205 m
Diameter luar = 2.1314 m
Tebal shell = 0.0055 m
Daya = 5 HP

Udara Pengeringan : Suhu udara masuk (T= 383 K


Suhu udara keluar (T = 364.4181 K
Suhu bola basah (Tw)= 361.5 K
Kec. Udara masuk = 8887.07051803 kg/jam
Fluks massa udara = 0.7 kg/m².s
suhu 190 °C

ρ . xi
kg/m3
0.8046
86.9069
9.9192
694.4816
208.8534
87.7115

Ke Produk
Laju mol
kmol/jam
0.0000
0.0000
0.0000
0.1710
0.9699
1.1409 403.7526 5.5728

ang mengijinkan kontak

mis daripada indirect heat.

nya (Perry, 1984) :

heral shell antara


230 0F (Tg1)
basah (Tw)

(Tw) sampai
patan massa
h kecepatan
368.6629 lb/[Link]
lb/[Link]

nell&Young) :

ownell&Young)

0.125 in

Anda mungkin juga menyukai