MODUL 1
1. Konsep atau bagian mana yang paling menarik perhatian saya adalah penerapan konsep
koding dan KA dalam proses pembelajaran mengapa begitu menarik karena koding
memungkinkan peserta didik memahami konsep logika, matematika, dan sistem secara
konkret. Misalnya, konsep looping (pengulangan) membantu memahami pola dalam
matematika serta KA dapat mensimulasikan pemikiran manusia dan menunjukkan
bagaimana mesin "belajar", sehingga mempermudah pemahaman tentang pemrosesan
data, pengambilan keputusan, selain itu mendorong pembelajaran aktif, meningkatkan
keterampilan peserta didik,meningkatkan motivasi dan rasa ingin tahu peserta didik.
2. Bagian yang membuat saya bingung yaitu bagian menyusun pembelajaran koding dan
KA yang berkontribusi pada pencapaian dimensi profil lulusan karena hal ini merupakan
hal yang baru menghubungkan pembelajaran Koding dan KA dengan kurikulum pada
pencapaian dimensi profil lulusan mengapa demikian karena kebutuhan sinkronisasi
antara kompetensi teknologis dan nilai-nilai profil sementara koding dan KA sering kali
dianggap sebagai keterampilan teknis yang bebas nilai atau terlalu teknokratis.
Menyatukan aspek nilai-nilai luhur dengan pembelajaran yang cenderung logis-teknis
membutuhkan perencanaan yang kreatif dan kontekstual, keterbatasan sumber daya dan
kompetensi guru, sulitnya mendesain proyek atau aktivitas yang relevan, keterbatasan
kurikulum dan waktu, kurangnya contoh yyata atau best practice.
MODUL 2
1. Bagian yang paling menarik perhatian saya adalah berpikir komputasional diterapkan
dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan sehari-hari. pendekatan ini
memungkinkan kita untuk menyelesaikan masalah secara sistematis, efisien, dan kreatif,
tidak hanya dalam bidang teknologi, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sehari-
hari. Berikut beberapa alasan mengapa berpikir komputasional begitu menarik adalah
membantu menyelesaikan masalah komplek, bersifat universal, mendorong pola pikir
logis dan kritis,relevan di era digital,meningkatkan kreatif dan inovatif contohnya
memasak resep baru, mencari rute tercepat
2. Bagian yang membuat saya bingung yaitu keterkaitan berpikir komputasional dengan
cara berpikir logis dan pemecahan masalah dalam berbagai konteks karena harus
mengkaitkan antara ketiga konsep tersebut yaitu berfikir logis karena merupakan dasar
menganalisis masalah secara benar, kemudian berfikir komputasional ini merupakan
pendekatan sistematis dan terstruktur menyelesaikan malalah, hal yang terakhir yaitu
pemecahan masalahnya sehingga harus menemukan solusi hal ini membuat bingung
mengkaitkan tiga hal tersebut.
MODUL 3
1. Prinsip etika dalam penggunaan kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan sekolah menjadi
topik yang menarik bagi saya karena menyentuh banyak aspek penting dalam dunia
pendidikan yang sedang berubah cepat akibat kemajuan teknologi mengapa demikian
karena melibatkan masa depan pendidikan, menjaga keadilan maksudnya memperkuat
bias, menjaga privasi dan keamanan data pribadi siswa, mengembangkan pemikiran kritis
siswa dan guru. Prinsip etika dalam penggunaan AI di sekolah bukan sekadar topik
teknis, tapi menyentuh aspek kemanusiaan, keadilan, dan masa depan pendidikan. Inilah
yang membuatnya sangat menarik dan relevan untuk dibahas, terutama di kalangan
pendidik, siswa, dan pembuat kebijakan pendidikan.
2. Bagian yang membuat saya bingung yaitu limitasi kecerdasan artifisial mengapa
demikian karena sulit untuk sepenuhnya menyamai atau menggantikan kecerdasan
manusia dalam banyak aspek, dan bagian ini sulit diatasi jika kita kurangnya pemahaman
kontekstual dan emosional, ketergantungan pada data, kurangnya penalaran umum,
kesulitan dalam generalisasi, maslah etika dan kemanan, tidak punya intuisi atau naluri,
keterbatasan energy sehingga membuat saya masih bingung untuk mengkaitkan semua
itu.
MODUL 4
1. Bagian yang menarik adalah bagian Tantangan di dalam Pemanfaatan Kecerdasan
Artifisial karena menyentuh berbagai aspek kritis dari teknologi, etika, sosial, hingga
ekonomi antara lain kompleksitas teknologi yang mendorong inovasi terus-menerus dan
membuka peluang, membuka diskusi lintas bidang (teknologi, hukum, sosiologi, filsafat)
dan memaksa kita untuk berpikir tentang “apa itu keadilan” dalam keputusan mesin,
Mendorong pengembangan AI yang bisa dijelaskan (explainable AI) agar manusia bisa
memahami dan memercayai sistem otomatis, menantang kita untuk merancang sistem
pendidikan dan ekonomi yang adaptif terhadap perubahan zaman, membuka diskusi
tentang batasan penggunaan teknologi dan pentingnya regulasi global, mendorong upaya
kolaborasi internasional dan inklusi digital agar manfaat AI bisa dirasakan secara merata.
2. Bagian yang membuat saya bingung yaitu rekomendasi pemahaman dan pemanfaatan
kecerdasan artifisial (KA) karena AI punya banyak istilah seperti machine learning,
deep learning, neural networks, algoritma, dll. Ini bisa bikin bingung kalau tidak ada
konteks yang jelas, banyak jenis dan bidangnya, kurangnya pemahaman dasar computer,
takut AI akan menggantikan manusia.
MODUL 5
1. Bagian yang menarik adalah bagian implementasi pembelajaran memiliki beberapa
alasan penting baik dari sisi peserta didik, pendidik maupun perkembangan teknologi
mengapa demikian karena AI bukan sekadar topik akademik, tapi sudah menjadi bagian
dari kehidupan sehari-hari—dari media sosial, asisten digital (seperti Siri, Alexa),
kendaraan otonom, hingga rekomendasi film. Belajar tentang AI membuat pembelajaran
terasa nyata, relevan, dan kontekstual dengan tantangan abad ke-2, pembelajaran AI
mendorong siswa untuk mengidentifikasi maslah, menganalisi data, membangun solusi
berbasis teknologi, interaktif dan eksperiensial AI membuka peluang untuk pembelajaran
yang interaktif dan berbasis proyek (project-based learning). Misalnya Menggunakan
platform seperti Teachable Machine (Google), Bermain dengan model Machine Learning
sederhana, Simulasi game AI atau pengenalan suara/wajah, persiapan masa depan dan
karier siswa lebih siap menghadapi dunia kerja, AI tidak hanya soal pemrograman. Ia
menyatukan matematika, logika, etika, bahasa, dan seni. Dalam implementasinya, siswa
bisa bekerja dalam tim lintas minat. Serta mendorong literasi teknologi dan etika digital.
2. Bagian yang membuat saya masih kesulitan adalah pembelajaran berorientasi pada
keterampilan berfikir tingkat tinggi karena menuntut siswa untuk menganalisis (bukan
menghafal), mengevaluasi informasi secara kritis, serta menciptakan solusi atau ide baru
sehingga membuat saya masih mengalami kesulitan, tidak semua siswa bisa cepat dalam
menganalisis, mengavaluasi, menciptakan. Karakter siswa yang berbeda-beda sehingga
tidak semua siswa mampu untuk itu.