0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Definisi dan Tingkatan Pengetahuan

Dokumen ini membahas tentang pengetahuan sebagai bagian esensial dari eksistensi manusia yang dipengaruhi oleh pendidikan, serta klasifikasi dan tingkat pengetahuan. Selain itu, dijelaskan juga tentang media sebagai perantara dalam proses komunikasi dan pembelajaran, termasuk jenis-jenis media dan fungsinya dalam meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat membantu pelajar mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih efektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan22 halaman

Definisi dan Tingkatan Pengetahuan

Dokumen ini membahas tentang pengetahuan sebagai bagian esensial dari eksistensi manusia yang dipengaruhi oleh pendidikan, serta klasifikasi dan tingkat pengetahuan. Selain itu, dijelaskan juga tentang media sebagai perantara dalam proses komunikasi dan pembelajaran, termasuk jenis-jenis media dan fungsinya dalam meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Media pembelajaran yang dirancang dengan baik dapat membantu pelajar mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih efektif.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengetahuan
2.1.1 Definisi Pengetahuan
Pengetahuan (knowleadge) adalah bagian yang esensial dari eksistensi
manusia, kerena pengetahuan merupakan buah dan aktivitas berfikir yang
dilakukan manusia berpikir (athqiyyah) yang memisahkan manusia arigenus
lainnya yaitu seperti hewan (Nasution, 2017). Pengetahuan merupakan domain
yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Berdasarkan
pengalaman dan penelitian tebentuknya perilaku yang didasari oleh pengetahuan
akan lebih awet dari pada perilaku yang tidak disadari oleh pengetahuan.
Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang
makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi (Ratnawati, 2019).
Adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan
karena tidak dapat dipungkiri bahwa makin tinggi pendidikan seseorang semakin
tinggi pula mereka menerima informasi dan pada akhirnya makin banyak pula
pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya jika seseorang tingkat pendidikannya
rendah, akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap penerimaan
informasi dan nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Pengetahuan yang dipengaruhi
oleh pendidikan, untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi maka tingkat
pengetahuannya juga lebih baik (Dharmawati, 2017).
Manusia memiliki rasa ingin tahu yang besar, ketika muncul rasa ingin tahu
tersebut manusia pun akhirnya mencari tahu dan menggali rasa penasaran tersebut
sampai akhirnya dia tahu, sehingga dari sikap manusia tersebut yang di dorong oleh
rasa ingin tahu muncullah pengetahuan. Pengetahuan merupakan berbagai gejala
yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan
muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau
kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya (Sari,
2018).

5
6

Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya


tindakan seseorang (over behavior). Karena dari pengalaman dan penelitian
ternyata perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada
perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan kesehatan gigi dan
mulut sebaiknya diberikan sejak usia dini, karena pada usia dini anak mulai
mengerti akan pentingnya kesehatan serta larangan yang harus dijauhi atau
kebiasaan yang dapat mempengaruhi keadaan giginya (Almujadi, 2017). Pemberian
pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya diberikan pada anak usia sekolah
sejak usia dini karena pada usia dini anak mulai mengerti akan
pentingnya kesehatan serta larangan yang harus dijauhi atau kebiasaan yang dapat
memengaruhi kondisi rongga mulutnya. Pengetahuan tersebut dapat diperoleh
secara alami maupun secara terencana, salah satunya melalui proses pendidikan
(Lossu, 2017).
2.1.2 Tingkat Pengetahuan
Tingkatan pengetahuan mencakup 6 tingkatan (Sunaryo, 2016), yaitu:
[Link] Tahu
Merupakan tingkatan pengetahuan paling rendah. Tahu artinya dapat mengingat
atau mengingat kembali suatu materi yang telah dipelajari sebelunya. Ukuran
bahwa seseorang itu tahu, adalah ia dapat menyebutkan, menguraikan,
mendefinisikan, dan menyatakan.
[Link] Memahami
Kemampuan untuk menjelaskan interpretasikan dengan benar tentang objek yang
diketahui. Seseorang, yang telah paham tentang sesuatu harus dapat menjelaskan,
memberikan contoh, dan menyimpulkan.
[Link] Penerapan
Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan
kondisi nyata atau dapat menggunakan hukum-hukum, rumus, metode, dalam
situasi nyata.
[Link] Analisis
7

Kemampuan untuk menguraikan objek ke dalam bagian-bagian lebih kecil, tetapi


masih terkait satu sama lain. Ukuran kemampuan adalah ia dapat menggambarkan,
membuat bagan, membedakan, memisahkan, membuat bagan proses adopsi
perilaku, dan dapat membedakan pengertian psikologis dengan fisiologis.
[Link] Sintesis
suatu kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk
keseluruhan yang baru atau kemampuan untuk menyusun formulasi baru atau
kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.
Ukuran kemampuan adalah ia dapat menyusun, meringkaskan, merencanakan, dan
menyesuaikan suatu teori atau rumusan yang telah ada.
[Link] evaluasi
kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu objek. Evalusi dapat
menggunakan kriteria yang telah ada.
2.1.3 Klasifikasi Pengetahuan
Dilihat dari berbagai sudut pandang klasifikasi pengetahuan dibagi menjadi
tiga. Pertama Pengetahuan dengan kehadiran, kedua yakni dari sumbernya, ketiga
pengetahuan dominatif (Sari, 2018).
[Link] Pengetahuan dengan kehadiran
Pengetahuan dengan kehadiran (knowledge by present/ al-ilm al-Hudlury) objeknya
dapat disaksikan lansung pada diri perilaku persepsi. Hal lain yang perlu dicatat
ialah kenyataan bahwa kasus kasus pengetahuan dengan kehadiran sebenarnya
berbeda-beda dari aspek kekuatan dan kelemahan. Sebagian pengetahuan dengan
kehadiran terasa sangat kuat dan dahsyat dalam kesadaran seseorang, sedangkan
sebagaian lain terasa lemah dan pudar sehingga orang setengah sadar atau tidak
sadar tentangnya. Perbedaan tingkat pengetahuan dengan kehadiran ini terkadang
disebabkan oleh perbedaan tingkat keberadaan subjek-subjek pelaku persepsi.
[Link] Pengetahuan dilihat dari sumbernya atau Pengetahuan Indrawi
Pengetahuan perlu dibuktikan dengan sarana yang digunakan untuk memperoleh
pengetahuan yang terkait. Kebenaran pengetahuan indrawi (penglihatan) harus
dibuktikan dengan kemampuan indra untuk menangkap hal atau obyek inderawi
dengan segala kelebihan dan kekuranganya.
8

[Link] Pengetahuan Dominatif


Pengetahuan Dominatif dimana pengetahuan ini digunakan untuk melakukan
dominasi kekuasaan yang kedua yaitu pengetahuan deskriptif pengetahuan yang
digunakan unuk mendeskrisikan fenomena dan yang terakhir yaitu pengetahuan
emansipatoris yaitu pengetahuan yang digunakan sebagai sarana pemberdayaan
masyarakat tertindas.
2.2 Media
2.2.1 Definisi Media
Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengatar”.
Association for education and communication technology (AECT) mendefinisikan
media yaitu segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk suatu proses
penyaluran pesan. Sedangkan menurut national education association (NEA)
mendefinisikan media sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar,
dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik-baik.
Dalam pengertian ini guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media
(Satrianawati, 2018).
Media lahir dari revolusi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan
pembelajaran. Jadi istilah media mengacu pada segala sesuatu yang berfungsi
untuk membawa dan menyampaikan informasi antara sumber dan penerima
informasi. Misalnya video, televisi, bahan cetak, komputer dan instruktur diangap
sebagai media karena berfungsi membawa pesan untuk tujuan pembelajaran.
Tujuan media adalah memfasilitasi berlangsungnya komunikasi (Yaumi, 2018).
Istilah media sering digunakan secara sinonim dengan teknologi
pembelajaran. Dalam studi komunikasi, istilah media sering diletakan pada kata
massa, masa media, yang perwujudannya dapat dilihat dalam bentuk surat kabar,
majalah, radio, vidio, televisi, komputer, internet dan intranet dan sebagainya.
Sering dengan kemajuan teknologi informasi, media menjadi suatu kajian menarik
dan banyak diminati pada hampir diminati seluruh disiplin ilmu walaupun dengan
penamaan yang sedikit berbeda (Yaumi, 2018).
Media juga berfungsi untuk membantu penyuluh kesehatan dalam
menyampaikan pesan kesehatan sehingga sasaran penyuluhan mendapatkan materi
9

dan informasi dengan jelas dan lebih terarah. Kegunaan dari alat peraga (media),
antara lain (Nurmala, 2018):
[Link] Meningkatkan ketertarikan sasaran penyuluhan.
[Link] Menjangkau sasaran yang lebih luas.
[Link] Mengurangi hambatan penggunaan bahasa.
[Link] Mempercepat penerimaan informasi oleh sasaran.
[Link] Meningkatkan minat sasaran untuk menerapkan isi pesan kesehatan dalam
berperilaku kesehatan.
Terkadang media merujuk pada istilah-istilah seperti sensory mode, channel
of communication, dan type of stimullus. Beberapa istilah yang berkenaan dengan
media adalah sebagai berikut :
[Link] sensory mode: alat indera yang digunakan dalam suatu komunikasi (mata,
telingan, dan sebagainya).
[Link] channel of commuication: alat indera yang digunakan dalam suatu
komunikasi (visual, auditori, alat peraba, kinestetik, alat penciuman dan
sebagainya).
[Link] type of stimulus: peralatan tapi bukan mekanisme komunikasi, yaitu kata-
kata lisan (suara asli atau rekaman), penyajian kata (yang ditulis dalam buku atau
yang masih tertulis di papan tulis), gambar bergerak (vidio atau film).
[Link] media: peralatan fisik komunikasi(buku, bahan cetak seperti modul, naskah
yang diprogramkan, komputer, slide, film, vidio dan sebagainya (Yaumi, 2018).
2.2.2 Jenis-jenis Media
Menurut (Satrianawati, 2018) jenis media terbagi menjadi 4 yaitu:
[Link] Media Visual
Media visual adalah media yang bisa dilihat, media ini mengandalkan indra
penglihatan, contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poter, majalah,
buku alat peraga dan sebagainya.
[Link] Media Audio
Media audio adalah media yang bisa didengar. Media ini mengandalkan indra
telinga sebagai salurannya. Contoh : suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio,
dan kaset suara, atau CD dan sebagainya.
10

[Link] Media Adio Visual


Media audio visual adalah media yang bisa di dengar dan dilihat secara bersamaan.
Media ini menggerakan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan.
Contohnya : media drama, pementasan, film, televisi dan media yang sekarang
menjamur yaitu VCD.
[Link] Multimedia
Multimedia adalah semua jenis media yang terangkum menjadi satu, contohnya:
internet, belajar dengan menggunakan media internet artinya mengaplikasikan
semua media yang ada, termasuk pembelajaran jarak jauh.
Gerlach dan ely mengelompokan media berdasarkan ciri-ciri fisiknya ke
dalam delapan kelompok.
[Link] benda sebenarnya (termasuk orang, kejadian dan benda tertentu)
[Link] presessentasi verbal (mencakup media cetak, kata-kata yang diproyeksikan
melalui slide, transparansi ohp, catatan di papan tulis, majalah dinding)
[Link] presentasi grafis (mencakup chart, grafik, peta, diagram, lukisan dan
gambar)
[Link] gambar diam (potret)
[Link] gambar gerak (film dan vidio)
[Link] rekaman suara
[Link] pengajaran terprogram
[Link] simulasi (peniruan situasi)
2.2.3 Penggunaan Media Dalam Pembelajaran
Gagne (1985) menggolongkan media menjadi benda unktuk
dikomunikasikan, komunikasi lisan, gambar diam, gambar bergerak, film bersuara,
dan mesin belajar. Penggolongan media pembelajaran tersebut dikaitan dengan
kemampuan memenuhi fungsi menurut hirarki belajar seperti perilaku belajar,
memberi kondisi eksternal, menuntun cara berpikir, memasukan alih ilmu, menilai
prestasi dan pemberian umpan balik (Pakhapahan, 2020).
Media dalam proses pembelajaran merupakan perantara atau pengantar
sumber pesan dengan penerima pesan, merangsang pikiran , perasaan, perhatian
dan kemauan sehingga terdorong serta terlibat dalam pembelajaran. Proses
11

pembelajaran pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media


yang digunakan dalam pembelajaran disebut media pembelajaran (Nurfadhillah,
2021).
Edgar Dale mengadakan klasifikasi media menurut tingkatan dari yang
paling konkret ke yang paling abstrak dan dinamakan dengan kerucut pengalaman
(cone exsperience)

Gambar2.1. Klasifikasi media menurut Edgar Dale


Dari kerucut Edgar Dale (Jalius, 2016) dapat dijelaskan sebagai berikut :
[Link]. pengalaman langsung, Siswa pada tahap ini perlu berhubungan langsung
dengan keadaan dan kejadian yang sebenarnya.
[Link] pengalaman melalui tiruan, materi pengajaran disajikan dalam bentuk
drama. Peran yang diperankan agara menarik anak didik, sehingga isi
pengajaran dapat diterima .
[Link] pengalaman melalui dramatisi, materi pengajaran disajikan dalam bentuk
drama.
[Link] pengalaman melalui contoh, materi pengajaran disajikan dengan demontrasi
pada bagian-bagian tertentu.
[Link] pengalaman melalui darmawisata, dalam hal-hal tertentu, pengalaman yang
diperoleh anak didik melalui darmawisata untuk memperluas pengalaman
belajar.
[Link] pengalaman melalui pameran, dalam pengalaman melalui pameran, siswa
dapat memperlihatkan dan memamerkan kemampuan serta kemajuan-
kemajuan mereka secara individu atau kelompok.
12

[Link] pengalaman melalui televisi, televisi dalam program pendidikan, dalam era
reformasi merupakan medium yang baik, kerna minat anak didik, dimana
mereka dapat memperoleh informasi-informasi yang autentik, peristiwa
terjadi atau yang sedang terjadi.
[Link] pengalaman melalaui gambar hidup, anak didik dapat memperoleh
pengalaman melalui gambar atau film.
[Link] pengalaman melalui rekaman, gambar diam, dan radio, pengalaman anak
melalui rekaman, radio dan kaset.
[Link] pengalaman melalui lambang visual, pengalaman melalui visual benda-
benda berdimensi dan karikatur.
[Link] pengalaman melalui lambang kata, tahapan ini anak didik sudah mamapu
memperoleh pengalaman belajar, atau mampu memperoleh pengetahuan
hanya melalui lambang kata.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara
tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut
berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau
perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media
pembelajaran atau disebut juga sebagai media instruksional. Fungsi media dalam
proses belajar mengajar adalah untuk memperjelas penyajian pesan agar tidak
bersifat verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera,
menghilangkan sikap pasif pada subjek belajar, dan membangkitkan motivasi pada
subjek belajar (Nuryanto, 2017).
Media pembelajaran yang dirancang dengan baik akan sangat membantu
pelajar mencapai tujuan pembelajaran. Penafsiran informasi dan pesan materi dapat
disamakan antara penyampai pesan dan penerima pesan. Media pembelajaran
menjembatani adanya perbedaan persepsi dan penafsiran suatu materi
pembelajaran. Materi yang bersifat materi yang bersifat abstrak tidak hanya
diangan-angan saja tetapi dapat divisualkan dan dikonkretkan melalui media
pembelajaran. Unsur media pembelajaran terdiri dari alat perangkat kerasnya serta
13

isi pesan (konten) yang akan disampaikan atau disalurkan oleh media tersebut
(Hamid, 2020).
2.2.4 Penggunaan Media dalam Promosi Kesehatan
Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk
menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik
melalui media cetak, elektronika dan media luar ruang. Pada pelaksanaannya,
promosi kesehatan tidak dapat lepas dari media. Karena melalui media tersebut
pesan-pesan kesehatan yang disampaikan menjadi menaik dan mudah dipahami,
sehingga sasaran dapat dengan mudah menerima pesan yang disampaikan (Jatnika,
2019).
Sebagai negara berkembang, kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia
mengalami perkembangan yang cukup baik, hal ini bisa dilihat dari meningkatnya
animo masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS di Indonesia
sebagai bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan yang
disertai perkembangan jumlah fasilitas kesehatan. Salah satu fasilitas pendukung
kesehatan yang saat ini bisa dirasakan oleh masyarakat antara lain adalah media
promosi kesehatan. Sarana promosi kesehatan mendapat dukungan dari BOK
(Bantuan Operasional Kesehatan) yang merupakan bantuan pemerintah pusat
kepada pemerintah daerah untuk percepatan MDGs bidang kesehatan (Yuliu, 2016).
Pelayanan kesehatan di Indonesia yang memakai media promosi kesehatan
antara lain bisa dilihat dalam program pemerintah yakni Program Pelaksanaan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS merupakan suatu tindakan
pencegahan agar masyarakat terhindar dari penyakit dan gangguan kesehatan.
Adapun PHBS yang telah dilakukan mempunyai target sasaran yaitu masyarakat
umum dan anak-anak, dengan program yang dilakukan antara lain seperti
menggosok gigi dengan baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun,
karies gigi, kecacingan, kelainan refraksi/ketajaman penglihatan serta masalah gizi
dan penyakit (Yuliu, 2016).
Gambaran tentang sasaran penyuluhan yang akan dituju dengan
menggunakan alat peraga penting untuk dipahami dalam proses persiapan yang
dilakukan. Artinya penggunaan alat peraga harus didasarkan pada pengetahuan
14

yang dimiliki oleh sasaran penyuluhan. Menurut (Nurmala, 2018) ada beberapa hal
yang harus diketahui tentang sasaran dalam kegiatan penyuluhan
[Link] Individu (personal) atau kelompok (masyarakat atau komunitas tertentu).
[Link] Penggolongan sasaran, misalnya kependudukan (demografi) dan social
ekonomi.
[Link] Bahasa yang digunakan oleh sasaran.
[Link] Adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku di masyarakat.
[Link] Minat dan perhatian sasaran
Pesan dalam media yang digunakan bertujuan untuk mempengaruhi sasaran
serta mengajak khalayak untuk mengimplementasikan ide yang diberikan ke
sasaran (Nurmala, 2018).
[Link] Imbauan Rasional
Imbauan rasional yang disampaikan dengan alasan sasaran penyuluhan merupakan
makhluk rasional. Misalnya imbauan berisi ajakan untuk datang ke posyandu,
“Datanglah ke posyandu untuk mengimunisasikan anak.” Ibu terkadang memahami
pesan tersebut, tetapi tidak bertindak sesuai anjuran pesan oleh sebab ragu dengan
manfaat imunisasi.
[Link] Imbauan Emosional
Pesan dengan menggunakan imbauan emosional kemungkinan berhasil lebih tinggi
dibanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. Hal ini Promosi Kesehatan
disebabkan oleh pemikiran sasaran penyuluhan khususnya ibu cenderung
berdasarkan pada emosi dari hasil pemikiran rasional.
[Link] Imbauan Ketakutan
Penyampaian imbauan pesan yang menimbulkan ketakutan harus digunakan
dengan hati-hati tergantung dari karakter sasaran yang dituju. Sasaran dengan
kepribadian kuat kurang efektif dengan diberikan imbauan emosional dibandingkan
pada sasaran dengan tingkat kecemasan tinggi.
[Link] Imbauan Ganjaran
Penyampaian informasi dengan imbauan ganjaran ditujukan untuk memberikan
pernyataan kesediaan dan kesanggupan untuk melakukan hal yang menjadi harapan
15

penerima informasi. Metode ini akan berdaya guna pada sasaran yang mau
perilakunya apabila memperoleh imbalan sesuai harapan.
[Link] Imbauan Motivasional
Penyampaian informasi dilakukan dalam bentuk dorongan yang mengena dan
sampai pada sasaran pesan. Sasaran akan tergerak melalui dorongan kebutuhan
yang menjadi dasar dalam pemenuhan kesejahteraan hidup.
2.2.5 Pemilihan Media
Pemilihan media merupakan keputusan yang menarik dan menentukan
terhadap ketepatan jenis media yang akan digunakan, yang selanjutnya sangat
mempengaruhi efektvitas dan efisiensi proses pembelajaran. Menentukan ketepatan
media yang akan dipersiapkan dan digunakan melakui proses pengambilan
keputusan adalah berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki oleh media
termasuk kelebihan dari karakteristik media yang bersangkutan dihubungkan
dengan berbagai komponen pembelajaran. Tujuan penggunaan media dapat
bermacam-macam, seperti sekedar pengisi waktu, untuk hiburan, untuk
informasi umum, untuk pembelajaran (Abidin, 2016).
Selain itu, sebelum mengembangkan kriteria dan melaksanakan pemilihan
media harus diketahui jenis media yang akan dipilih apakah termasuk media by
design ataukah by utilization. Karena konsekuensi dan jenis media tersebut
berdampak pada penentuan kriteria atau norma yang dipakai. Media by utilization
yang dimaksud adalah media yang telah tersedia secara umum dan banyak di
lapangan atau dipasaran, tinggal menyesuaikan untuk dimanfaatkan dalam
pembelajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan media by design adalah media
yang sengaja dirancang dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu (Abidin, 2016).
Menurut Rahma (2019) pemilihan media hendaknya tidak dilakukan secara
sembarangan. Kesalahan dalam pemilihan media baik jenis media dan materi yang
akan disampaikan akan berdampak pada ketidaksampaian informasi yang
diberikan. Maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
media seperti:
[Link] Tujuan penggunaan
16

Tujuan penggunaan ini adalah sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu


standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dicapai pada materi. Media
pembelajaran yang digunakan apakah dapat mencapai ketercapaian tujuan
pembelajaran pada domain kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Jadi pemilihan
media harus disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan, apakah
menggunakan media audio, visual diam, visual gerak, audio visual gerak atau
sebagainya.
[Link] Sasaran pengguna media
Sasaran pengguna media adalah siapakah yang akan menggunakan media.
Bagaimanakah karakteristik pengguna media, berapa jumlahnya, bagaimana
motivasi dan minat belajar mereka. Mengetahui sasaran pengguna media ini
sangat penting dilakukan karena akan berdampak pada manfaat penggunaan media
sebagai media dalam menyampaikan informasi. Serta pengguna media dapat
mengambil manfaat dari penggunaan media.
[Link] Karakteristik
Media Sebelum menggunakan media, guru harus karakteristik media yang
digunakan. Karakteristik media yang digunakan harus sesuai dengan sasaran
pengguna media dan tujuan penggunaan media. Kelebihan dan kelemahan media
yang digunakan juga harus diperhatikan. Maka diperlukan perbandingan berbagai
media pembelajaran sebelum memilih media pembelajaran yang tepat.
[Link] Waktu
Waktu yang dimaksudkan mulai dari persiapan, pengadaan media serta waktu
penyajian media pembelajaran. Jangan sampai media yang telah kita pilih memakan
banyak waktu pada saat kegiatan pembelajaran.
[Link] Biaya
Penggunaan media pada dasarnya dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pembelajaran. Maka dari itu faktor biaya juga harus diperhatikan, jangan
sampai media yang kita pilih memakan banyak biaya.
[Link] Ketersediaan
Media yang akan digunakan apakah tersedia di lingkungan sekitar baik itu tersedia
di sekolah atau di pasaran. Jika belum tersedia apakah guru bias membuatnya
17

sendiri dengan kemampuan, waktu, tenaga dan sarana yang tersedia untuk
membuatnya. Sekalipun efektivitas dan efisiensi media tidak dapat diragukan lagi
dalam pengajaran di kelas, pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya adalah
faktor aksesibilitas (accessibility) yang menyangkut apakah media tersebut dapat
diakses atau diperoleh dengan mudah atau tidak. Hal ini penting mengingat
sejumlah media tidak dapat diperoleh karena mahalnya biaya yang harus
dikeluarkan. Selain itu, di daerah terpencil, sejumlah media terkadang sulit didapat
karena terbatasnya fasilitas transportasi yang tersedia di daerah tersebut, di samping
persoalan lainnya, misalnya keamanan, perawatan, dan sebagainya (Mahnun,
2016).
2.3 Busy book
2.3.1 Pengertian busy book
Seiring dengan perkembangan zaman yang modern, banyak hal
yang menjadikan orang-orang menjadi kreatif untuk mengembangkan
sebuah media pembelajaran yang mendukung proses belajar membaca. Salah satu
alat permainan edukatif yang dikembangkan yaitu media busy book. Belum
diketahui secara pasti penemu media busy book namun ditemukan beberapa gambar
media busy book dalam aplikasi Pinterest. Begitu juga dengan temuan dalam jurnal
yang menyebutkan bahwa media busy book dipopulerkan oleh Diana yaitu sebuah
buku pembelajaran yang berbahan dasar kain (dominasi kain flanel) yang terdiri
dari beberapa halaman dan memuat berbagai aktivitas kegiatan pembelajaran yang
menarik (Ayu, 2021).
18

Gambar 2.2 Busy book [Link]


healthy-teeth-belajar-gigi
Busy Book sebuah buku yang terbuat dari kain flanel yang berisi gambar,
tulisan yang bertujuan untuk melatih anak baik aspek bahasa, kognitif maupun
motorik anak. Manfaat busy book bila diberikan kepada anak usia dini adalah dapat
menumbuhkan rasa ingin tahu, bisa melatih motorik anak, kreatifitas anak,
kesabaran dan ketelatenan anak. Anak lebih cenderung tertarik dengan buku-buku
yang banyak gambar dibandingkan dengan buku-buku yang banyak teksnya.
Mereka bisa menemukan informasi yang dapat menyenangkan hatinya pada buku
tersebut. Dengan adanya busy book yang disertai aktivitas permainan dapat
memotivasi anak dalam belajar merangkai huruf menjadi kalimat sederhana dan
belajar akan jauh lebih menyenangkan bagi anak (Safitri, 2019).
Sedangkan menurut (Annisa, 2018) busy book yaitu pengembangan dari
buku edukatif. Busy book terbuat dengan bahan kain flanel dengan warna yang
menarik dan tidak berbahaya untuk anak, dengan ukuran 25 x 25 cm. proyek
mengembangkan keterampilan anak seperti mengancingkan, beberapa konsep juga
mengajarkan seperti menghitung, mengenal ukuran, bentuk dan warna,
mengelompokan bentuk dan warna .
Penggunaan media pembelajaran busy book dapat digunakan sesuai
kebutuhan kita yang tentunya sesuai tahap perkembangan anak. Dalam artian,
penggunan busy book dapat diterapkan di semua tema dalam pembelajaran.
19

Keunggulan media pembelajaran busy book dapat digunakan untuk semua tema,
dapat dibuat sendiri sesuai kreasi kita, setiap gambarnya dapat diatur
sendiri, dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak, dapat digunakan
berkali-kali, menghemat waktu dan tenaga. Jadi, Peserta didik dapat
melakukan aktivitas seperti mencocok gambar, mengenal, merangkai huruf
atau angka, belajar berhitung dan banyak permainan interaktif lainnya
yang tentunya mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi, berbahasa,
kemampuan sosial serta mampu meningkatkan kemandirian pada anak. Membantu
meningkatkan keterampilan motorik halus anak (Rosa, 2021) .
Aktifitas-aktifitas sederhana seperti puzzle, maze, membuka reselting, dan
lain-lain. busy book ini merupakan media yang efektif untuk mengajarkan kosakata
sederhana secara menarik antara lain: color, animals, numbers, dan shape. Selain
mengajarkan kosakata, busy book juga dapat merangsang kognitif dan keterampilan
halus (fine motor) anak usia dini. Bentuk dari busy book yang terbuat dari kain, dan
bentuknya yang warna warni akan menjadikan pembelajaran tentang kosa kata
menjadi menyenangkan dan tentunya materi yang diajarkan akan diserap dengan
mudah oleh anak anak. Pembelajaran dengan menggunakan busy book memiliki
beberapa keunggulan, yakni :
2.3.1 Guru mudah menentukan materi ajar, tinggal disesuaikan dengan perintah
yang disesuaikan dengan konten yang ada di dalam busy book.
2.3.2 Guru dapat dengan mudah mengevaluasi siswa karena dengan sendirinya
aktivitas yang terdapat di dalam buku dapat mengeksplorasi kemampuan masing
masing siswa.
2.3.3 Siswa tanpa diminta, melakukan aktivitas yang dituntut dilakukan di dalam
busy book.
2.3.4 Akan timbul rasa ingin tau dari para siswa dan cenderung langsung melakukan
sendiri tanpa pertolongan dari guru.
2.3.5 sifat media tahan lama karena terbuat dari kain sehingga tidak gampang kotor,
kusut, maupun robek.
2.3.6 pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan dan aktif.
2.3.7 Pembelajaran menjadi menyenangkan karena
20

banyak warna, banyak aktivitas, dan memancing kreativitas siswa untuk melakukan
aktivitas yang ada menjadi lebih baik dan sistematis (Mufliharsi, 2017).
2.4 Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut
Kesehatan gigi dan mulut sangat bermanfaat bagi kesejahteraan anak di
lingkungan sekolah sehingga anak terbebas dari sakit gigi dan pihak sekolah perlu
mendukung untuk mempromosikan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan
kesehatan gigi dan mulut suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk
mendapatkan kesehatan gigi anak sehat dan dapat meningkat taraf hidup. Upaya
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok anak usia sekolah perlu
mendapatkan perhatian khusus sebab pada usia ini anak sedang menjalani proses
tumbuh kembang dan hal ini dapat berpengaruh pada usia dewasa nanti (Obi, 2021).
2.4.1 Menyikat Gigi
Tujuan menyikat gigi adalah untuk membersihkan sisa-sisa makanan, debris
atau stein. Tapi, menyikat gigi dengan baik adalah menyikat gigi yang tidak
menimbulkan kerusakan pada gigi atau sering disebut dengan abrasi gigi. Hal-hal
penting yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kebersihan mulut sehingga
bakteri tidak dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan pada gigi adalah
dengan menyikat gigi 2 kali sehari yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur
malam, mengganti sikat gigi 3-4 bulan sekali, pemakaian obat kumur anti bakteri
untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut, menggunakan benang gigi
secara rutin untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi, dan berkunjungan
teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan gigi dan pembersihan
karang gigi secara rutin (Notohartojo, 2016).
Menyikat gigi sebagai salah satu kebiasaan dalam upaya menjaga kesehatan
gigi dan mulut. Banyak metode atau teknik yang diperkenalkan para ahli dan
kebanyakan metodenya dikenal dengan namanya sendiri seperti bass, stillman,
charters atau disesuaikan dengan gerakannya. Namun kebanyakan dari masyarakat
menggunakan teknik horizontal dan vertical (Sitanaya, 2017).
[Link] Teknik menyikat gigi secara horizontal merupakan gerakan menyikat gigi
ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual. Letak bulu sikat tegak
lurus pada permukaan labial, bukal, palatinal, lingual dan oklusal dikenal sebagai
21

scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi
permukaan kunyah.
[Link] Teknik menyikat gigi secara vertikal merupakan cara yang mudah dilakukan
sehingga orang- orang yang belum diberi pendidikan biasa menyikat gigi dengan
teknik ini. Arah gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah dalam keadaan rahang
atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke
bukal/labial, sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lingual/palatal,
gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah dalam keadaan mulut tertutup.
2.4.2 Makanan yang Menyehatkan Gigi
[Link] Buah dan sayur
Sayuran dan buah-buahan memiliki manfaat bagi tubuh antara lain sebagai
sumber vitamin dan serat, dan yang penting adalah menopang kehidupan manusia
untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Buah dan sayuran tidak hanya enak dimakan,
akan tetapi juga menjanjikan untuk kesehatan kita. Buah dan sayuran mengandung
vitamin dan mineral yang menawarkan perlindungan dari penyakit kronis. Buah
mengandung serat tinggi. Sehingga mengkonsumsi buah juga membantu
membersihkan gigi. Buah dan sayuran tidak mengandung gula buatan dan
mengandung mineral dan nutrisi lainnya serta vitamin yang bermanfaat membantu
mempertahankan tingkat energi, antioksidan yang terdapat dalam buah dan sayur
akan lebih optimal jika mereka dikonsumsi bersama. Jadi buah dan sayur
merupakan makanan wajib dalam menu harian kita (Senjaya, 2017).
Salah satu cara mudah untuk mencegah karies gigi adalah mengatur pola
makan dengan memperbanyak mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur sawi,
wortel dan buah buah-buahan seperti papaya, apel, bengkoang karna mempunyai
daya pembersih gigi yang baik membersihkan gigi dari penyebab [Link]
yang bersifat seperti pada nanas, apel, stroberi, papaya, bengkoang mengandung
banyak air dan serat, serta kaya dengan gizi. Selain kaya dengan gizi buah dan sayur
juga bisa menyehatkan gigi (Nurasik, 2017).
Menurut (Hamidah, 2015) bahan makanan nabati seperti sayur dan buah-
buahan ini diperlukan oleh manusia karena kandungan seratnya atau fiber. Serat ini
merupakan komponen jaringan yang pada tanaman yang tidak dapat dicerna oleh
22

enzim pencernaan. Artinya tidak ada enzim pencernaan yang mampu mengurai
serat menjadi komponen yang mudah diserap. Keadaan ini memberi keuntungan
bagi manusia seperti :
a. Membuat makanan rendah kalori. Serat adalah rendah kalori maka jumlah
serat membantu membuat menu rendah kalori.
b. Makanan untuk program penurunan berat badan. Adanya rasa kenyang
setelahmengkonsumsi seratdalam jumlah yang cukup menjadikan orang tidak
mudah untuk megkonsumsi makanan lainnya.
c. Didalam usus serat ini dapat mengikat glukosa, maka serat memiliki fungsi
memberi efek hipoglemik. Yaitu memberi efek pada penurunan gula darah
sehingga cocok untuk penderita diabetes.
d. Adanya konsumsi serat yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran asam
empedu lebih banyak mengeluarkan kolesterol dan lemak yang dikeluarkan
lewat feses. Ini sangat membantu bagi saat orang mengkonsumsi makanan
dengan lemak dan kolesterol tinggi ataupun kelebihan kedua zat tersebut.
e. Serat menjegah penyerapan kembali asam empedu, kolesterol dan lemak.
Atau memberi efek hipolipidemik yang bermanfaat bagi diet penderita
hipokolesterolemik. Efek dari keadaan ini adalah dapat mengurangi resiko
terkena jantung koroner.
f. Jumlah konsumsi sayuran cukup 1 mangkuk saja, karena bila lebih akan
mengganggu atau menghalangi penyerapan zat besi.
Konsumsi buah dan sayuran segar yang kaya akan vitamin, mineral, serat
dan air dapat melancarkan pembersihan sendiri pada gigi, sehingga luas permukaan
plak dapat dikurangi dan pada akhirnya karies gigi dapat dicegah. Buah-buahan
segar seperti apel, bengkoang, pear, semangka serta sayuran seperti caisim dan
wortel dan lain-lain, dapat merangsang fungsi pengunyahan dan meningkatkan
sekresi air ludah. Adanya efek positif konsumsi buah-buahan segar terhadap efek
pembersihan gigi. Buah-buahan segar berperan sangat efektif untuk membantu
kebersihan gigi apabila dikonsumsi sesudah makan (Hidayanti, 2017).
23

2.5 Anak Sekolah Dasar


Anak sekolah dasar adalah anak yang berada dalam fase usia 6-11 tahun
atau biasa di sebut dengan fase kanak-kana tengah. Fase kanak- kanak tengah, anak
memiliki kemampuan dasar berhitung, menulis, serta membaca. Fase
perkembangan anak SD dapat dilihat dari beberapa aspek utama kepribadian
individu anak, yaitu: fisik-motorik, kognisi, sosio-emosional, bahasa, moral
keagamaan (Khaulani, 2020).
2.5.1 Fisik-motorik
Pertumbuhan fisik anak pada usia SD ditandai dengan anak menjadi lebih
tinggi, berat, dan kuat dibandingkan pada saat anak berada di PAUD/TK, hal ini
tampak pada perubahan system tulang, otot dan keterampilan gerak. Anak lebih
aktif dan kuat untuk melakukan kegiatan fisik seperti berlari, memanjat,melompat,
berenan dan kegiatan luar rumah lainnya. Kegiatan fisik ini dilakukan oleh anak
dalam upaya melatih koordinasi, motorik, kestabilan tubuh maupun penyaluran
energi yang tertumpuk. Aspek perkembangan fisik-motorik ini berpengaruh
terhadap aspek perkembangan lainnya, sebagai contoh, keadaan fisik anak yang
kurang normal misalnya anak terlalu tinggi atau terlalu pendek, anak terlalu kurus
atau gemuk akan mempengaruhi rasa kepercayaan diri anak. Rasa kepercayaan ini
akan berkaitandengan emosi, kepribadian, dan sosial anak (Latifa, 2017).
2.5.2 Kognisi
Aspek perkembangan kognisi merupakan perkembangan yang berhubungan
dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh anak, yakni kemampuan untuk
berpikir dan memecahkan masalah. Anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik
berpikir yang khas. Cara berpikir mereka berbeda dengan anak pra sekolah dan
orang dewasa. Cara mengamati lingkungan sekitar dan mengorganisasi dunia
pengetahuan yang mereka dapatpun berbeda dengan anak prasekolah dan orang
dewasa. Teori perkembangan Piaget merupakan salah satu teori perkembangan
kognitif yang terkenal. Dalam teorinya, Piaget menjelaskan anak usia SD yang pada
umumnya berusia 7 sampai 11 tahun, berada pada tahap ketiga dalam tahapan
perkembangan kognitif yang dicetuskannya yaitu tahap operasional konkret. Pada
tahap ini, anak dinilai telah mampu melakukan penalaran logis terhadap segala
24

sesuatu yang bersifat konkret, tetapi anak belum mampu melakukan penalaran
untuk hal-hal yang bersifat abstrak (Trianingsih, 2016).
2.5.3 Perkembangan sosio-emosional.
Ciri khas dari fase ini ialah meningkatnya intensitas hubungan anak dengan teman-
teman sebayanya serta ketergantungan anak terhadap keluarga menjadi berkurang.
Pada fase ini hubungan atau kontak social lebih baik dari sebelumnya sehingga anak
lebih senang bermain dan berbicara dalam lingkungan sosialnya. Dari penjelasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa teman sebaya memiliki peranan yang penting
dalam perkembangan social anak, karena melalui teman sebaya anak bisa belajar
dan mendapat informasi mengenai dunia anak di luar keluarga (Murni, 2017).
2.5.4 Perkembangan Bahasa
Bahasa merupakan suatu alat untuk berkomunikasi dalam suatu interaksi
sosial. Perkembangan bahasa anak akan berkembang dari awal masa sekolah dasar
dan mencapai kesempurnaan pada akhir masa remaja. Usia late primary (7-8 tahun),
bahasa anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Anak telah memahami
tata bahasa, sekalipun terkadang menemui kesulitan dan menunjukkan kesalahan
tetapi anak dapat memperbaikinya. Anak telah mampu menjadi pendengar yang
baik. Anak mampu menyimak cerita yang didengarnya, dan selanjutnya mampu
mengungkapkan kempali dengan urutan dan susunan yang logis. Anak telah
menunjukkan niatanya terhadap puisi, dan juga mampu mengungkapkan perasaan
dan pikirannya dalam bentuk puisi. Anak memiliki kemampuan untuk memahami
lebih dari satu arti, dan memperkaya kata menjadi sebuah humor. Salah satu faktor
yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak SD ialah faktor lingkungan. Anak
SD telah banyak belajar dari orang disekitar lingkungannya khususnya lingkungan
keluarga yang merupakan lingkungan terdekat anak. Oleh karena itu, hendaknya
orang tua dan masyarakat menggunakan istilah-istilah bahasa yang lebih selektif
dan lebih baik jika berada disekitar anak, karena pada dasarnya bahasa anak akan
dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya (Khaulani, 2020).
25

2.5.5 Perkembangan Moral keagamaan


Konsep perkembangan moral menjelaskan bahwa norma dan nilai yang ada
dilingkungan sosial siswa akan mempengaruhi diri siswa untuk memiliki moral
yang baik atau buruk (Trianingsih, 2016). Pada masa perkembangan kanak-kanak
awal, moral anak belum berkembang pesat karena disebabkan oleh perkembangan
kognitif anak yang belum mencapai pemahaman menganai prinsip benar salah
menganai suatu hal, pada masa ini anak belum mampu membedakan hal-hal yang
benar untuk dilakukan dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan (Murni, 2017).
2.5.6 Keadaan Mulut anak Sekolah Dasar
Umumnya keadaan kebersihan mulut anak sekolah dasar lebih buruk dan anak
lebih banyak makan makanan dan minuman yang menyebabkan karies dibanding
orang dewasa. Anak-anak umumnya senang gula-gula, apabila anak terlalu banyak
makan gula-gula dan jarang membersihkannya, maka gigi-giginya banyak yang
mengalami karies (Kawuryan, 2018).
2.6 Landasan Teori
Metode pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan yaitu
dengan penyuluhan, penyuluhan dengan menggunakan media busy book dapat
diberikan pada anak sekolah dasar agar dapat meningkatkan pengetahuan
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Anak sekolah dasar adalah anak yang
berada dalam fase usia 6-11 tahun atau biasa disebut dengan fase kanak-kanak
tengah memiliki kemampuan dasar berhitung, menulis, serta membaca.
Umumnya keadaan kebersihan mulut anak sekolah dasar lebih buruk dan anak
lebih banyak makan makanan dan minuman yang menyebabkan karies dibanding
orang dewasa. Anak-anak umumnya senang gula-gula, apabila anak terlalu banyak
makan gula-gula dan jarang membersihkannya, maka gigi-giginya banyak yang
mengalami karies.
(Dirangkum : Kawuryan, 2018, Khaulani, 2020, Rosa,2021)
26

2.7 Kerangka Teori

Media Busy Book - Cara menggosok gigi


- Makanan yang menyehatkan
gigi
- Jenis-jenis sikat gigi

Anak Sekolah Dasar

Pengetahuan Pemeliharaan
Kesehatan Gigi Dan Mulut

(sumber : Ayu, (2021), Khaulani, (2020), Lossu, (2017).

Anda mungkin juga menyukai