Definisi dan Tingkatan Pengetahuan
Definisi dan Tingkatan Pengetahuan
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengetahuan
2.1.1 Definisi Pengetahuan
Pengetahuan (knowleadge) adalah bagian yang esensial dari eksistensi
manusia, kerena pengetahuan merupakan buah dan aktivitas berfikir yang
dilakukan manusia berpikir (athqiyyah) yang memisahkan manusia arigenus
lainnya yaitu seperti hewan (Nasution, 2017). Pengetahuan merupakan domain
yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Berdasarkan
pengalaman dan penelitian tebentuknya perilaku yang didasari oleh pengetahuan
akan lebih awet dari pada perilaku yang tidak disadari oleh pengetahuan.
Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seseorang
makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi (Ratnawati, 2019).
Adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan
karena tidak dapat dipungkiri bahwa makin tinggi pendidikan seseorang semakin
tinggi pula mereka menerima informasi dan pada akhirnya makin banyak pula
pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya jika seseorang tingkat pendidikannya
rendah, akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap penerimaan
informasi dan nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Pengetahuan yang dipengaruhi
oleh pendidikan, untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi maka tingkat
pengetahuannya juga lebih baik (Dharmawati, 2017).
Manusia memiliki rasa ingin tahu yang besar, ketika muncul rasa ingin tahu
tersebut manusia pun akhirnya mencari tahu dan menggali rasa penasaran tersebut
sampai akhirnya dia tahu, sehingga dari sikap manusia tersebut yang di dorong oleh
rasa ingin tahu muncullah pengetahuan. Pengetahuan merupakan berbagai gejala
yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan
muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau
kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya (Sari,
2018).
5
6
dan informasi dengan jelas dan lebih terarah. Kegunaan dari alat peraga (media),
antara lain (Nurmala, 2018):
[Link] Meningkatkan ketertarikan sasaran penyuluhan.
[Link] Menjangkau sasaran yang lebih luas.
[Link] Mengurangi hambatan penggunaan bahasa.
[Link] Mempercepat penerimaan informasi oleh sasaran.
[Link] Meningkatkan minat sasaran untuk menerapkan isi pesan kesehatan dalam
berperilaku kesehatan.
Terkadang media merujuk pada istilah-istilah seperti sensory mode, channel
of communication, dan type of stimullus. Beberapa istilah yang berkenaan dengan
media adalah sebagai berikut :
[Link] sensory mode: alat indera yang digunakan dalam suatu komunikasi (mata,
telingan, dan sebagainya).
[Link] channel of commuication: alat indera yang digunakan dalam suatu
komunikasi (visual, auditori, alat peraba, kinestetik, alat penciuman dan
sebagainya).
[Link] type of stimulus: peralatan tapi bukan mekanisme komunikasi, yaitu kata-
kata lisan (suara asli atau rekaman), penyajian kata (yang ditulis dalam buku atau
yang masih tertulis di papan tulis), gambar bergerak (vidio atau film).
[Link] media: peralatan fisik komunikasi(buku, bahan cetak seperti modul, naskah
yang diprogramkan, komputer, slide, film, vidio dan sebagainya (Yaumi, 2018).
2.2.2 Jenis-jenis Media
Menurut (Satrianawati, 2018) jenis media terbagi menjadi 4 yaitu:
[Link] Media Visual
Media visual adalah media yang bisa dilihat, media ini mengandalkan indra
penglihatan, contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poter, majalah,
buku alat peraga dan sebagainya.
[Link] Media Audio
Media audio adalah media yang bisa didengar. Media ini mengandalkan indra
telinga sebagai salurannya. Contoh : suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio,
dan kaset suara, atau CD dan sebagainya.
10
[Link] pengalaman melalui televisi, televisi dalam program pendidikan, dalam era
reformasi merupakan medium yang baik, kerna minat anak didik, dimana
mereka dapat memperoleh informasi-informasi yang autentik, peristiwa
terjadi atau yang sedang terjadi.
[Link] pengalaman melalaui gambar hidup, anak didik dapat memperoleh
pengalaman melalui gambar atau film.
[Link] pengalaman melalui rekaman, gambar diam, dan radio, pengalaman anak
melalui rekaman, radio dan kaset.
[Link] pengalaman melalui lambang visual, pengalaman melalui visual benda-
benda berdimensi dan karikatur.
[Link] pengalaman melalui lambang kata, tahapan ini anak didik sudah mamapu
memperoleh pengalaman belajar, atau mampu memperoleh pengetahuan
hanya melalui lambang kata.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu
proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara
tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut
berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau
perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media
pembelajaran atau disebut juga sebagai media instruksional. Fungsi media dalam
proses belajar mengajar adalah untuk memperjelas penyajian pesan agar tidak
bersifat verbalistis, mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera,
menghilangkan sikap pasif pada subjek belajar, dan membangkitkan motivasi pada
subjek belajar (Nuryanto, 2017).
Media pembelajaran yang dirancang dengan baik akan sangat membantu
pelajar mencapai tujuan pembelajaran. Penafsiran informasi dan pesan materi dapat
disamakan antara penyampai pesan dan penerima pesan. Media pembelajaran
menjembatani adanya perbedaan persepsi dan penafsiran suatu materi
pembelajaran. Materi yang bersifat materi yang bersifat abstrak tidak hanya
diangan-angan saja tetapi dapat divisualkan dan dikonkretkan melalui media
pembelajaran. Unsur media pembelajaran terdiri dari alat perangkat kerasnya serta
13
isi pesan (konten) yang akan disampaikan atau disalurkan oleh media tersebut
(Hamid, 2020).
2.2.4 Penggunaan Media dalam Promosi Kesehatan
Media promosi kesehatan adalah semua sarana atau upaya untuk
menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator, baik
melalui media cetak, elektronika dan media luar ruang. Pada pelaksanaannya,
promosi kesehatan tidak dapat lepas dari media. Karena melalui media tersebut
pesan-pesan kesehatan yang disampaikan menjadi menaik dan mudah dipahami,
sehingga sasaran dapat dengan mudah menerima pesan yang disampaikan (Jatnika,
2019).
Sebagai negara berkembang, kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia
mengalami perkembangan yang cukup baik, hal ini bisa dilihat dari meningkatnya
animo masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai anggota BPJS di Indonesia
sebagai bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan yang
disertai perkembangan jumlah fasilitas kesehatan. Salah satu fasilitas pendukung
kesehatan yang saat ini bisa dirasakan oleh masyarakat antara lain adalah media
promosi kesehatan. Sarana promosi kesehatan mendapat dukungan dari BOK
(Bantuan Operasional Kesehatan) yang merupakan bantuan pemerintah pusat
kepada pemerintah daerah untuk percepatan MDGs bidang kesehatan (Yuliu, 2016).
Pelayanan kesehatan di Indonesia yang memakai media promosi kesehatan
antara lain bisa dilihat dalam program pemerintah yakni Program Pelaksanaan.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS merupakan suatu tindakan
pencegahan agar masyarakat terhindar dari penyakit dan gangguan kesehatan.
Adapun PHBS yang telah dilakukan mempunyai target sasaran yaitu masyarakat
umum dan anak-anak, dengan program yang dilakukan antara lain seperti
menggosok gigi dengan baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun,
karies gigi, kecacingan, kelainan refraksi/ketajaman penglihatan serta masalah gizi
dan penyakit (Yuliu, 2016).
Gambaran tentang sasaran penyuluhan yang akan dituju dengan
menggunakan alat peraga penting untuk dipahami dalam proses persiapan yang
dilakukan. Artinya penggunaan alat peraga harus didasarkan pada pengetahuan
14
yang dimiliki oleh sasaran penyuluhan. Menurut (Nurmala, 2018) ada beberapa hal
yang harus diketahui tentang sasaran dalam kegiatan penyuluhan
[Link] Individu (personal) atau kelompok (masyarakat atau komunitas tertentu).
[Link] Penggolongan sasaran, misalnya kependudukan (demografi) dan social
ekonomi.
[Link] Bahasa yang digunakan oleh sasaran.
[Link] Adat istiadat serta kebiasaan yang berlaku di masyarakat.
[Link] Minat dan perhatian sasaran
Pesan dalam media yang digunakan bertujuan untuk mempengaruhi sasaran
serta mengajak khalayak untuk mengimplementasikan ide yang diberikan ke
sasaran (Nurmala, 2018).
[Link] Imbauan Rasional
Imbauan rasional yang disampaikan dengan alasan sasaran penyuluhan merupakan
makhluk rasional. Misalnya imbauan berisi ajakan untuk datang ke posyandu,
“Datanglah ke posyandu untuk mengimunisasikan anak.” Ibu terkadang memahami
pesan tersebut, tetapi tidak bertindak sesuai anjuran pesan oleh sebab ragu dengan
manfaat imunisasi.
[Link] Imbauan Emosional
Pesan dengan menggunakan imbauan emosional kemungkinan berhasil lebih tinggi
dibanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. Hal ini Promosi Kesehatan
disebabkan oleh pemikiran sasaran penyuluhan khususnya ibu cenderung
berdasarkan pada emosi dari hasil pemikiran rasional.
[Link] Imbauan Ketakutan
Penyampaian imbauan pesan yang menimbulkan ketakutan harus digunakan
dengan hati-hati tergantung dari karakter sasaran yang dituju. Sasaran dengan
kepribadian kuat kurang efektif dengan diberikan imbauan emosional dibandingkan
pada sasaran dengan tingkat kecemasan tinggi.
[Link] Imbauan Ganjaran
Penyampaian informasi dengan imbauan ganjaran ditujukan untuk memberikan
pernyataan kesediaan dan kesanggupan untuk melakukan hal yang menjadi harapan
15
penerima informasi. Metode ini akan berdaya guna pada sasaran yang mau
perilakunya apabila memperoleh imbalan sesuai harapan.
[Link] Imbauan Motivasional
Penyampaian informasi dilakukan dalam bentuk dorongan yang mengena dan
sampai pada sasaran pesan. Sasaran akan tergerak melalui dorongan kebutuhan
yang menjadi dasar dalam pemenuhan kesejahteraan hidup.
2.2.5 Pemilihan Media
Pemilihan media merupakan keputusan yang menarik dan menentukan
terhadap ketepatan jenis media yang akan digunakan, yang selanjutnya sangat
mempengaruhi efektvitas dan efisiensi proses pembelajaran. Menentukan ketepatan
media yang akan dipersiapkan dan digunakan melakui proses pengambilan
keputusan adalah berhubungan dengan kemampuan yang dimiliki oleh media
termasuk kelebihan dari karakteristik media yang bersangkutan dihubungkan
dengan berbagai komponen pembelajaran. Tujuan penggunaan media dapat
bermacam-macam, seperti sekedar pengisi waktu, untuk hiburan, untuk
informasi umum, untuk pembelajaran (Abidin, 2016).
Selain itu, sebelum mengembangkan kriteria dan melaksanakan pemilihan
media harus diketahui jenis media yang akan dipilih apakah termasuk media by
design ataukah by utilization. Karena konsekuensi dan jenis media tersebut
berdampak pada penentuan kriteria atau norma yang dipakai. Media by utilization
yang dimaksud adalah media yang telah tersedia secara umum dan banyak di
lapangan atau dipasaran, tinggal menyesuaikan untuk dimanfaatkan dalam
pembelajaran. Sedangkan yang dimaksud dengan media by design adalah media
yang sengaja dirancang dan dikembangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran
tertentu (Abidin, 2016).
Menurut Rahma (2019) pemilihan media hendaknya tidak dilakukan secara
sembarangan. Kesalahan dalam pemilihan media baik jenis media dan materi yang
akan disampaikan akan berdampak pada ketidaksampaian informasi yang
diberikan. Maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
media seperti:
[Link] Tujuan penggunaan
16
sendiri dengan kemampuan, waktu, tenaga dan sarana yang tersedia untuk
membuatnya. Sekalipun efektivitas dan efisiensi media tidak dapat diragukan lagi
dalam pengajaran di kelas, pertimbangan lain yang tidak kalah pentingnya adalah
faktor aksesibilitas (accessibility) yang menyangkut apakah media tersebut dapat
diakses atau diperoleh dengan mudah atau tidak. Hal ini penting mengingat
sejumlah media tidak dapat diperoleh karena mahalnya biaya yang harus
dikeluarkan. Selain itu, di daerah terpencil, sejumlah media terkadang sulit didapat
karena terbatasnya fasilitas transportasi yang tersedia di daerah tersebut, di samping
persoalan lainnya, misalnya keamanan, perawatan, dan sebagainya (Mahnun,
2016).
2.3 Busy book
2.3.1 Pengertian busy book
Seiring dengan perkembangan zaman yang modern, banyak hal
yang menjadikan orang-orang menjadi kreatif untuk mengembangkan
sebuah media pembelajaran yang mendukung proses belajar membaca. Salah satu
alat permainan edukatif yang dikembangkan yaitu media busy book. Belum
diketahui secara pasti penemu media busy book namun ditemukan beberapa gambar
media busy book dalam aplikasi Pinterest. Begitu juga dengan temuan dalam jurnal
yang menyebutkan bahwa media busy book dipopulerkan oleh Diana yaitu sebuah
buku pembelajaran yang berbahan dasar kain (dominasi kain flanel) yang terdiri
dari beberapa halaman dan memuat berbagai aktivitas kegiatan pembelajaran yang
menarik (Ayu, 2021).
18
Keunggulan media pembelajaran busy book dapat digunakan untuk semua tema,
dapat dibuat sendiri sesuai kreasi kita, setiap gambarnya dapat diatur
sendiri, dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak, dapat digunakan
berkali-kali, menghemat waktu dan tenaga. Jadi, Peserta didik dapat
melakukan aktivitas seperti mencocok gambar, mengenal, merangkai huruf
atau angka, belajar berhitung dan banyak permainan interaktif lainnya
yang tentunya mampu meningkatkan kemampuan konsentrasi, berbahasa,
kemampuan sosial serta mampu meningkatkan kemandirian pada anak. Membantu
meningkatkan keterampilan motorik halus anak (Rosa, 2021) .
Aktifitas-aktifitas sederhana seperti puzzle, maze, membuka reselting, dan
lain-lain. busy book ini merupakan media yang efektif untuk mengajarkan kosakata
sederhana secara menarik antara lain: color, animals, numbers, dan shape. Selain
mengajarkan kosakata, busy book juga dapat merangsang kognitif dan keterampilan
halus (fine motor) anak usia dini. Bentuk dari busy book yang terbuat dari kain, dan
bentuknya yang warna warni akan menjadikan pembelajaran tentang kosa kata
menjadi menyenangkan dan tentunya materi yang diajarkan akan diserap dengan
mudah oleh anak anak. Pembelajaran dengan menggunakan busy book memiliki
beberapa keunggulan, yakni :
2.3.1 Guru mudah menentukan materi ajar, tinggal disesuaikan dengan perintah
yang disesuaikan dengan konten yang ada di dalam busy book.
2.3.2 Guru dapat dengan mudah mengevaluasi siswa karena dengan sendirinya
aktivitas yang terdapat di dalam buku dapat mengeksplorasi kemampuan masing
masing siswa.
2.3.3 Siswa tanpa diminta, melakukan aktivitas yang dituntut dilakukan di dalam
busy book.
2.3.4 Akan timbul rasa ingin tau dari para siswa dan cenderung langsung melakukan
sendiri tanpa pertolongan dari guru.
2.3.5 sifat media tahan lama karena terbuat dari kain sehingga tidak gampang kotor,
kusut, maupun robek.
2.3.6 pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan dan aktif.
2.3.7 Pembelajaran menjadi menyenangkan karena
20
banyak warna, banyak aktivitas, dan memancing kreativitas siswa untuk melakukan
aktivitas yang ada menjadi lebih baik dan sistematis (Mufliharsi, 2017).
2.4 Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut
Kesehatan gigi dan mulut sangat bermanfaat bagi kesejahteraan anak di
lingkungan sekolah sehingga anak terbebas dari sakit gigi dan pihak sekolah perlu
mendukung untuk mempromosikan kesehatan gigi dan mulut. Pendidikan
kesehatan gigi dan mulut suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk
mendapatkan kesehatan gigi anak sehat dan dapat meningkat taraf hidup. Upaya
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada kelompok anak usia sekolah perlu
mendapatkan perhatian khusus sebab pada usia ini anak sedang menjalani proses
tumbuh kembang dan hal ini dapat berpengaruh pada usia dewasa nanti (Obi, 2021).
2.4.1 Menyikat Gigi
Tujuan menyikat gigi adalah untuk membersihkan sisa-sisa makanan, debris
atau stein. Tapi, menyikat gigi dengan baik adalah menyikat gigi yang tidak
menimbulkan kerusakan pada gigi atau sering disebut dengan abrasi gigi. Hal-hal
penting yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kebersihan mulut sehingga
bakteri tidak dapat berkembang dan menyebabkan kerusakan pada gigi adalah
dengan menyikat gigi 2 kali sehari yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur
malam, mengganti sikat gigi 3-4 bulan sekali, pemakaian obat kumur anti bakteri
untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut, menggunakan benang gigi
secara rutin untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi, dan berkunjungan
teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan gigi dan pembersihan
karang gigi secara rutin (Notohartojo, 2016).
Menyikat gigi sebagai salah satu kebiasaan dalam upaya menjaga kesehatan
gigi dan mulut. Banyak metode atau teknik yang diperkenalkan para ahli dan
kebanyakan metodenya dikenal dengan namanya sendiri seperti bass, stillman,
charters atau disesuaikan dengan gerakannya. Namun kebanyakan dari masyarakat
menggunakan teknik horizontal dan vertical (Sitanaya, 2017).
[Link] Teknik menyikat gigi secara horizontal merupakan gerakan menyikat gigi
ke depan ke belakang dari permukaan bukal dan lingual. Letak bulu sikat tegak
lurus pada permukaan labial, bukal, palatinal, lingual dan oklusal dikenal sebagai
21
scrub brush. Caranya mudah dilakukan dan sesuai dengan bentuk anatomi
permukaan kunyah.
[Link] Teknik menyikat gigi secara vertikal merupakan cara yang mudah dilakukan
sehingga orang- orang yang belum diberi pendidikan biasa menyikat gigi dengan
teknik ini. Arah gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah dalam keadaan rahang
atas dan bawah tertutup. Gerakan ini untuk permukaan gigi yang menghadap ke
bukal/labial, sedangkan untuk permukaan gigi yang menghadap lingual/palatal,
gerakan menyikat gigi ke atas dan ke bawah dalam keadaan mulut tertutup.
2.4.2 Makanan yang Menyehatkan Gigi
[Link] Buah dan sayur
Sayuran dan buah-buahan memiliki manfaat bagi tubuh antara lain sebagai
sumber vitamin dan serat, dan yang penting adalah menopang kehidupan manusia
untuk menjaga agar tubuh tetap sehat. Buah dan sayuran tidak hanya enak dimakan,
akan tetapi juga menjanjikan untuk kesehatan kita. Buah dan sayuran mengandung
vitamin dan mineral yang menawarkan perlindungan dari penyakit kronis. Buah
mengandung serat tinggi. Sehingga mengkonsumsi buah juga membantu
membersihkan gigi. Buah dan sayuran tidak mengandung gula buatan dan
mengandung mineral dan nutrisi lainnya serta vitamin yang bermanfaat membantu
mempertahankan tingkat energi, antioksidan yang terdapat dalam buah dan sayur
akan lebih optimal jika mereka dikonsumsi bersama. Jadi buah dan sayur
merupakan makanan wajib dalam menu harian kita (Senjaya, 2017).
Salah satu cara mudah untuk mencegah karies gigi adalah mengatur pola
makan dengan memperbanyak mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur sawi,
wortel dan buah buah-buahan seperti papaya, apel, bengkoang karna mempunyai
daya pembersih gigi yang baik membersihkan gigi dari penyebab [Link]
yang bersifat seperti pada nanas, apel, stroberi, papaya, bengkoang mengandung
banyak air dan serat, serta kaya dengan gizi. Selain kaya dengan gizi buah dan sayur
juga bisa menyehatkan gigi (Nurasik, 2017).
Menurut (Hamidah, 2015) bahan makanan nabati seperti sayur dan buah-
buahan ini diperlukan oleh manusia karena kandungan seratnya atau fiber. Serat ini
merupakan komponen jaringan yang pada tanaman yang tidak dapat dicerna oleh
22
enzim pencernaan. Artinya tidak ada enzim pencernaan yang mampu mengurai
serat menjadi komponen yang mudah diserap. Keadaan ini memberi keuntungan
bagi manusia seperti :
a. Membuat makanan rendah kalori. Serat adalah rendah kalori maka jumlah
serat membantu membuat menu rendah kalori.
b. Makanan untuk program penurunan berat badan. Adanya rasa kenyang
setelahmengkonsumsi seratdalam jumlah yang cukup menjadikan orang tidak
mudah untuk megkonsumsi makanan lainnya.
c. Didalam usus serat ini dapat mengikat glukosa, maka serat memiliki fungsi
memberi efek hipoglemik. Yaitu memberi efek pada penurunan gula darah
sehingga cocok untuk penderita diabetes.
d. Adanya konsumsi serat yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran asam
empedu lebih banyak mengeluarkan kolesterol dan lemak yang dikeluarkan
lewat feses. Ini sangat membantu bagi saat orang mengkonsumsi makanan
dengan lemak dan kolesterol tinggi ataupun kelebihan kedua zat tersebut.
e. Serat menjegah penyerapan kembali asam empedu, kolesterol dan lemak.
Atau memberi efek hipolipidemik yang bermanfaat bagi diet penderita
hipokolesterolemik. Efek dari keadaan ini adalah dapat mengurangi resiko
terkena jantung koroner.
f. Jumlah konsumsi sayuran cukup 1 mangkuk saja, karena bila lebih akan
mengganggu atau menghalangi penyerapan zat besi.
Konsumsi buah dan sayuran segar yang kaya akan vitamin, mineral, serat
dan air dapat melancarkan pembersihan sendiri pada gigi, sehingga luas permukaan
plak dapat dikurangi dan pada akhirnya karies gigi dapat dicegah. Buah-buahan
segar seperti apel, bengkoang, pear, semangka serta sayuran seperti caisim dan
wortel dan lain-lain, dapat merangsang fungsi pengunyahan dan meningkatkan
sekresi air ludah. Adanya efek positif konsumsi buah-buahan segar terhadap efek
pembersihan gigi. Buah-buahan segar berperan sangat efektif untuk membantu
kebersihan gigi apabila dikonsumsi sesudah makan (Hidayanti, 2017).
23
sesuatu yang bersifat konkret, tetapi anak belum mampu melakukan penalaran
untuk hal-hal yang bersifat abstrak (Trianingsih, 2016).
2.5.3 Perkembangan sosio-emosional.
Ciri khas dari fase ini ialah meningkatnya intensitas hubungan anak dengan teman-
teman sebayanya serta ketergantungan anak terhadap keluarga menjadi berkurang.
Pada fase ini hubungan atau kontak social lebih baik dari sebelumnya sehingga anak
lebih senang bermain dan berbicara dalam lingkungan sosialnya. Dari penjelasan
tersebut dapat disimpulkan bahwa teman sebaya memiliki peranan yang penting
dalam perkembangan social anak, karena melalui teman sebaya anak bisa belajar
dan mendapat informasi mengenai dunia anak di luar keluarga (Murni, 2017).
2.5.4 Perkembangan Bahasa
Bahasa merupakan suatu alat untuk berkomunikasi dalam suatu interaksi
sosial. Perkembangan bahasa anak akan berkembang dari awal masa sekolah dasar
dan mencapai kesempurnaan pada akhir masa remaja. Usia late primary (7-8 tahun),
bahasa anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Anak telah memahami
tata bahasa, sekalipun terkadang menemui kesulitan dan menunjukkan kesalahan
tetapi anak dapat memperbaikinya. Anak telah mampu menjadi pendengar yang
baik. Anak mampu menyimak cerita yang didengarnya, dan selanjutnya mampu
mengungkapkan kempali dengan urutan dan susunan yang logis. Anak telah
menunjukkan niatanya terhadap puisi, dan juga mampu mengungkapkan perasaan
dan pikirannya dalam bentuk puisi. Anak memiliki kemampuan untuk memahami
lebih dari satu arti, dan memperkaya kata menjadi sebuah humor. Salah satu faktor
yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak SD ialah faktor lingkungan. Anak
SD telah banyak belajar dari orang disekitar lingkungannya khususnya lingkungan
keluarga yang merupakan lingkungan terdekat anak. Oleh karena itu, hendaknya
orang tua dan masyarakat menggunakan istilah-istilah bahasa yang lebih selektif
dan lebih baik jika berada disekitar anak, karena pada dasarnya bahasa anak akan
dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya (Khaulani, 2020).
25
Pengetahuan Pemeliharaan
Kesehatan Gigi Dan Mulut