Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen
Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen
MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
B. KOMPETENSI AWAL
Peserta didik menjadi pribadi yang memiliki spiritualitas (beriman, percaya, taat) yang
baik, yang tidak hanya memahami ajaran agamanya tetapi juga mempraktikkannya
dalam hidup sehari-hari, mengasihi dan menghargai sesama, bertanggung jawab pada
kehidupan dan kelestarian alam ciptaan Tuhan, bernalar kritis (mampu menganalisa
ecara kritis dan bersikap bijaksana tanpa memaksakan kehendaknya sendiri), dan
memiliki komitmen untuk bersikap kritis, inovatif dan berdaya juang.
Sarana Prasarana
Fasilitas pembelajaran yang diperlukan diantaranya LCD Projector, multimedia
pembelajaran interaktif, laptop, printer, alat pengeras suara, jaringan internet.
Sumber Utama/Sekunder
Alkitab, Buku Siswa, Teks lagu, Internet, Pendeta, Majelis gereja, Ketua
remaja/Pemuda, Orang tua, Alam/lingkungan hidup
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan
memahami materi ajar.
F. MODEL PEMBELAJARAN
KOMPONEN INTI
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan peserta didik (dalam keluarga, di
sekolah, di masyarakat dan dalam pergaulan remaja), seiring dengan perubahan yang
terus berlangsung, karena apabila manusia tidak melakukan perubahan dalam hidupnya,
maka besar kemungkinan dia tidak akan mampu bertahan menjalani hidupnya ke arah
yang lebih baik. Allah sendiri menyatakan melalui para nabi akan mengadakan
perubahan bagi umat-Nya.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
a. Perubahan apa yang terjadi dalam hidup kalian dalam satu tahun terakhir ini?
b. Sebutkan bentuk-bentuk perubahan yang ada di sekitar kalian?
c. Apakah penting melakukan perubahan?
d. Mengapa perlu melakukan perubahan
e. Perubahan apa yang sebaiknya kalian lakukan hingga hidup kalian berkenan di
hadapan Tuhan dan memuliakan Tuhan?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Kegiatan Pendahuluan
Guru menyapa peserta didik dan mengkondisikan kelas sebelum memulai pelajaran.
Guru memastikan kehadiran peserta didik.
Guru memilih salah seorang peserta didik memimpin pujian dan doa pembukaan.
Guru melakukan apersepsi : manusia dalam menjalani hidup di dunia ini perlu
melakukan berbagai perubahan agar memperolah hidup yang lebih baik. Perubahan
apa saja yang kalian amati terjadi dalam lingkungan sekitar kalian? Seperti di rumah,
di sekolah atau dalam masyarakat. Perubahan apa yang harus kalian lakukan agar
hidup kalian lebih bermanfaat bagi sesama? Setiap orang perlu melakukan perubahan
dalam hidupnya seiring dengan perubahan yang terus berlangsung, karena apabila
manusia tidak melakukan perubahan dalam hidupnya, maka besar kemungkinan dia
tidak akan mampu bertahan menjalani hidup ke arah yang lebih baik. Allah sendiri
menyatakan melalui para nabi, akan mengadakan perubahan bagi umat-Nya.
Menyanyikan pujian (gerak dan lagu): “Aku Berubah”
Kegiatan Inti
Kegiatan 1: Menyimak syair lagu dan Diskusi.
Guru bersama peserta didik menyanyikan lagu : Aku Berubah
KPRI 84
(Kidung Persekutuan Reformed Injili 2004)
Aku berubah, sungguh ku berubah
Waktu kusrahkan hatiku.
Aku berubah sungguh kuberubah
Waktu kusrahkan semua
Yang kukasihi kini lenyap
Peserta didik diberi kesempatan untuk membahas lagu di atas bersama teman di
sampingnya, gunanya diskusi adalah untuk mendorong setiap anak mengeluarkan
idenya dan aktif dalam pembelajaran.
Guru berperan sebagai fasilitator, biarkan peserta didik aktif mengeluarkan
pendapatnya masing-masing.
Dari hasil diskusi, guru dapat menyimpulkan, apakah peserta didik sungguh-sungguh
menyadari betapa pentingnya melakukan perubahan dalam hidupnya hingga
memperoleh hidup yang lebih baik dan diberkati Tuhan.
dan bertahan hidup, maka Umat Allah harus berubah dan Allah sendiri melakukan
perubahan bagi Umat-Nya.
Kegiatan 3: Membuat Refleksi Pribadi.
Pada kegiatan ini, guru menugaskan peserta didik untuk membuat Refleksi pribadi.
Setelah memahami materi ini, perubahan apa yang perlu dilakukan peserta didik yang
berkaitan dengan ibadahnya kepada Tuhan?
Tuliskan secara singkat!
Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengadakan pengamatan
tentang peribadahan yang dilakukan di gerejanya menurutnya, perubahan apa yang
perlu dilakukan di gerejanya yang menyangkut peribadahan?
Membuat kesimpulan tentang kedua topik ini, dilakukan bersama-sama.
3. Gereja Umat Allah Yang Baru
Dalam materi ini guru menjelaskan bahwa Tuhan Yesus sebelum naik ke Surga, telah
menjanjikan akan mengutus Seorang Penolong yang lain. Hal inilah yang digenapi
ketika hari Pentakosta/hari turunnya Roh Kudus. Dan inilah sejarah terbentuknya
Umat Allah yang baru dan yang diperbaharui oleh Roh Kudus, karena sejak saat
itulah semua orang/pengikut Kristus memiliki Roh Kudus dalam pribadinya, semua
pengikut Kristus memilikinya ketika ia mengaku dan menerima Yesus Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya. Orang percaya memiliki status yang
luar biasa, yaitu Umat Pilihan Allah dan memiliki tugas/ menyaksikan tentang apa
yang telah dilakukan Tuhan dalam hidupnya, hingga berita keselamatan itu sampai
kepada orang lain.
Kegiatan 4: Berbagi Pengalaman.
Guru memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk menceritakan
pengalaman masing-masing ketika pertama kali menerima Yesus sebagai Tuhan dan
Juru selamatnya secara pribadi atau pengalaman ketika mengikuti suatu ibadah dan
mengambil keputusan untuk bertobat, meninggalkan kehidupan yang lama yang tidak
berkenan di hadapan Tuhan dan menjalani kehidupan baru di dalam Kristus.
Guru memberi kesempatan kepada setiap peserta didik untuk menceritakan
pengalamannya ketika di Baptis Selam bagi yang gerejanya melakukan baptis selam.
Apa yang harus dilakukan sebelum di baptis (apakah mengikuti pendalaman Alkitab
atau pelajaran lain yang diprogramkan gereja masing-masing).
Guru memberikan kesempatan kepada setiap peserta didik untuk menceritakan
pengalamanya ketika mengikuti Angkat Sidi bagi yang gerejanya melakukan Angkat
Sidi di gerejanya. Apa yang dilakukan sebelumnya? (apakah belajar Alkitab atau
kegiatan lainnya yang diprogramkan gereja masing-masing).
Kegiatan Penutup
Guru dan peserta didik menyimpulkan materi pelajaran.
Bernyanyi dan Berdoa bersama dipimpin seorang peserta didik atau guru.
Pertemuan kedua
Kegiatan Pendahuluan
Guru menyapa peserta didik dan mengkondisikan kelas sebelum memulai pelajaran.
Guru memastikan kehadiran peserta didik.
Guru memilih salah seorang peserta didik memimpin pujian dan doa pembukaan.
Guru melakukan apersepsi : manusia dalam menjalani hidup di dunia ini perlu
melakukan berbagai perubahan agar memperolah hidup yang lebih baik. Perubahan
apa saja yang kalian amati terjadi dalam lingkungan sekitar kalian? Seperti di rumah,
di sekolah atau dalam masyarakat. Perubahan apa yang harus kalian lakukan agar
hidup kalian lebih bermanfaat bagi sesama? Setiap orang perlu melakukan perubahan
dalam hidupnya seiring dengan perubahan yang terus berlangsung, karena apabila
manusia tidak melakukan perubahan dalam hidupnya, maka besar kemungkinan dia
tidak akan mampu bertahan menjalani hidup ke arah yang lebih baik. Allah sendiri
menyatakan melalui para nabi, akan mengadakan perubahan bagi umat-Nya.
Menyanyikan pujian (gerak dan lagu): “Aku Berubah”
Kegiatan Inti
4. Gereja yang Diperbaharui
Dalam materi ini dijelaskan bahwa Gereja; didirikan, ditumbuhkan, dipimpin dan
dimiliki oleh Kristus sendiri. Yesus berkata: “Di atas batu karang ini Aku akan
mendirikan jemaat-Ku (Matius 16:18). Lukas menyaksikan bahwa pertumbuhan
Gereja bukan karena usaha kesaksian umat percaya saja, tetapi karena Tuhan
menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kisah Para Rasul
2:47). Dan Tuhan Yesus sendiri berkata: “Bukan kalian yang memilih Aku, tetapi
Akulah yang memilih kalian” (Yohanes 15:16). Dalam hal ini jelas bahwa
kehadiran gereja di dunia dan juga kehadiran orang percayaadalah atas panggilan
dan pilihan mutlak dari Yesus Kristus. Gereja dipanggil dan dipilih Allah untuk
menjadi pembawa kabar baik bagi dunia, untuk itu gereja harus menyatakan peran
sertanya di tengah-tengah bangsa dan negara.
Kegiatan 5: Mencari dari Internet/Tugas mandiri dan Wawancara.
Guru memberi tugas kepada peserta didik untuk mencari di Internet tentang Gerakan
Reformasi yang dipelopori Marti Luther, apa saja yang dilakukan Martin Luther,
bagaimana ia sampai membuat ada 95 dalil yang mendapat perlawanan dari gereja
pada waktu itu.
Guru juga dapat memberikan tugas kepada peserta didik untuk melakukan
wawancara dengan Pendeta atau Majelis di gereja masing-masing tentang jasa dari
Martin Luther dalam gereja Protestan, sebagai pelopor Gerakan Reformasi.
5. Peribadahan yang Diperbaharui
Ibadah kaum muda dan Remaja yang Kreatif dan Efektif.
Materi ini menjelaskan bahwa Liturgi adalah tata cara kebaktian, urutan-urutan acara
ibadah. Setiap gereja memiliki bentuk liturgi yang berbeda-beda, disesuaikan dengan
dogma yang dianut gereja tersebut. Masalah yang sering terjadi dalam pelayanan
pemuda remaja adalah pelayanan yang berfokus pada liturgi yang ada dalam gereja
masing-masing. Yang mereka butuhkan sebenarnya adalah hati mereka dipuaskan
dan mereka dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dalam hatinya.
Remaja perlu dilibatkan dalam kegiatan gerejawi di gereja masing-masing hingga
kelak mereka menjadi generasi penerus pelayanan dalam gereja.
Kegiatan 6: Membuat laporan tentang peribadahan di gereja masingmasing.
Guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk memperhatikan peribadahan di
gereja masing-masing dan membuat laporannya. Apakah sudah melibatkan remaja
E. REFLEKSI
Refleksi
Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan refleksi pribadi.
Setelah mengikuti pembelajaran dari awal sampai akhir tentang melakukan
perubahan,tanyakan pada diri kalian sendiri, dalam hal apa kalian perlu melakukan
perubahan, apa yang harus kalian rubah dalam hidup ini sebagai remaja Kristen,
sehingga hidup kalian menjadi berkat bagi sesama?
Tuliskanlah di dalam sehelai kertas!
Berdoalah secara pribadi kepada Tuhan, agar kalian mampu melakukan perubahan
tersebut!
F. PENILAIAN
Interaksi yang dapat dilakukan oleh guru terhadap orang tua peserta didik dalam hal
ini adalah untuk memberikan masukan kepada orang tua agar orang tua membiasakan
diri beribadah dalam keluarga, memotivasi peserta didik untuk aktif dalam kegiatan di
gereja serta memberikan peluang untuk peserta didik mengembangkan kompetensinya
dalam hal bermain musik. Tujuannya agar peserta didik sejak dari remaja ditanamkan
kebiasaan untuk menjalani kehidupan yang memiliki nilai-nilai Kristiani.
LAMPIRAN
Guru dan peserta didik mencari berbagai informasi tentang gereja : wujud karya
allah yang membawa perubahan media atau website resmi dibawa nauangan
kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
Buku Panduan Guru dan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk
SMP Kelas IX : Penerbit, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Tahun 2022
C. GLOSARIUM
antroposentris adalah sebuah pandangan atau anggapan bahwa manusia sebagai pusat dari
semuanya. Manusia mengangap bahwa manusia adalah makhluk yang paling istimewa.
biosentris adalah sebuah keyakinan bahwa manusia memiliki hubungan yang sangat erat terhadap
makhluk lainnya di alam semesta.
dinar mata uang Romawi. Satu dinar ialah upah pekerja harian dalam satu hari.
ekofeminis adalah suatu paham tentang keterkaitan antara perempuan dan alam terutama dalam
ketidakberdayaan dan ketidakadilan perlakuan kepada keduanya.
ekosentris adalah sebuah keyakinan bahwa semua pandangan harus selaras dan tidak bertentangan
dengan alam sekitar.
euangelion adalah bahasa yunani untuk injil yang berarti kabar baik fenomena adalah hal-hal yang
dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah
gamelan adalah musik ansambel tradisional Jawa, Sunda, dan Bali di Indonesia yang memiliki
tangga nada pentatonis dalam sistem tangga nada slendro dan pelog. Terdiri dari instrument musik
perkusi yang digunakan pada seni musik karawitan.
hedonisme adalah pandangan hidup yang mengangangap bahwa kesenangan dan kenikmatan
materi adalah tujuan hidup.
hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa
menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan hara nutrisi bagi
tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik
lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.
intoleransi adalah tidak tengga rasa; tidak toleran. Intoleransi adalah sebua paham atau pandangan
yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dalam toleransi yaitu perasaan empati kepada orang.
kecerdasan majemuk adalah salah satu teori belajar yang dikemukakan oleh Howard Gardner,
yang menyatakan bahwa individu memiliki paling tidak 8 jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan verbal
linguistik, logis matematis, visualspasial, kinestetik, musik, intrapribadi, antarpribadi, dan naturalis.
komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan,
umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama.
konsep diri adalah pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri. Pandangan diri terkait
dengan dimensi fisik, karakteristik individual, dan motivasi diri. Pandangan diri tidak hanya
meliputi kekuatan-kekuatan individual, tetapi juga kelemahan bahkan kegagalan dirinya.
konsumtif adalah perilaku individu yang ditujukan untuk konsumsi atau membeli secara
berlebihan terhadap barang atau jasa, tidak rasional, secara ekonomis menimbulkan pemborosan,
lebih mengutamakan kesenangan daripada kebutuhan dan secara psikologis.
legion adalah nama sekelompok roh jahat yang merasuki seorang pria yang tinggal di Gadara,
daerah Gerasa, dan kemudian diusir ke luar dari orang itu oleh Yesus Kristus.
materialisme adalah pandangan hidup yang semata-mata hanya mencari, kesenangan, dan
kekayaan/kebendaan merupakan satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi.
pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan
Bumi
permisif adalah bersifat terbuka (serba membolehkan; suka mengizinkan segala-galanya).
rendah hati adalah hal (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh.
sola fide adalah keselamatan hanya didapat dari iman kepada Yesus Kritus
sola gratia adalah keselamatan adalah anugerah Tuhan
sola sciptura adalah yang mengakui bahwa otoritas yang tertinggi adalah Alkitab, bukan tradisi
gereja atau magisterium, yakni pihak yang dianggap memiliki wewenang untuk menetapkan ajaran
gereja.
solidaritas adalah kesadaran akan kepentingan, tujuan, standar, dan simpati bersama yang
menciptakan rasa persatuan psikologis kelompok atau kelas.
talenta adalah bakat yang dimiliki atau keolehan yang dipunya dan menjadi nilai lebih bagi setiap
orang yang dianugerahkan Tuhan pada setiap orang.
teladan adalah sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh.
timotius artinya adalah memuliakan Tuhan
toleransi adalah sikap menghargai pendapat atau pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita,
seta saling tolong menolong antar sesama atau hidup berdampingan tanpa memandang suku, ras,
agama, dan antar golongan.
D. DAFTAR PUSTAKA
Buku
Alkitab. 2018. Lembaga Alkitab Indonesia.
Aryati. 2015. “Game Interaktif Mencegah Terjadinya Pemanasan Global Untuk Anak” Jurnal
SIMETRIS.
Asih Racmani Endang Sumiwi. Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Orang Percaya Masa Kini.
Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup.
Basuki, Yusuf Eko. 2014. Pertumbuhan Iman yang Sempurna. Yogyakarta: Garudhawaca Online
Books.
Buku lagu: Mazmur dan Kidung Jemaat. YAMUGER: PT BPK GUNUNG [Link].
Chris Marantika. 2008. Kristologi. Yogyakarta: Iman Press.
Christoper J.H. Wright. 2017. Becoming Like Jesus, Jawa Timur: Literatur Perkantas Jawa Timur.
Cornelius Kuswanto. 2003. Perspektif Alkitab untuk Kehidupan Remaja Kristen: Cornelius
Kuswanto.
Daniel Fajar Panuntun. 2019. “Tinjauan Alkitabiah Pemuridan Kontekstual Paulus Kepada Jemaat
Korintus Dan Relevansinya Bagi Pemuridan Di Era Postmodern,”. jurnal Umparan Mali 6.
Daniel Fajar Panuntun and Eunike Paramita. 2019. “HUBUNGAN PEMBELAJARAN ALKITAB
TERHADAP NILAI-NILAI HIDUP BERBANGSA DALAM PEMURIDAN KONTEKSTUAL
(KELOMPOK TUMBUH BERSAMA KONTEKSTUAL),”. Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika
1.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kalians Besar Bahasa Indonesia. PT Gramedia Pustaka
Utama.
Deputi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman
Doglas John. 2015. The Steward a Biblical Symbol Come of Age dalam buku Politik Bukan
Monofonik karangan Dr. Ebenhaizer I. Nuban Timo Salatiga: Satya Wacana.
Donald Guthrie. 1995. Teologi Perjanjian Baru II. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Donal Lantu, Erich Pesiwarissa, dan Augusman Rumahorbo. 2007. Servant Leadership. Jakarta:
Gradien Books.
[Link]. 1984. ETIKA KRISTEN BAGIAN UMUM. Jakarta: Bpk. Gunung Mulia
Dyck, A. 1982. Tantangan dan Kebutuhan Remaja. Malang: Departemen Pembinaan Anak dan
Pemuda YPPII.
Eko Setiawan, David. 2019. “Dampak Injil Bagi Transformasi Spiritual Dan Sosial,”. Jurnal BIA :
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2.
Enggar Objantoro. STT Simson.
Ester and Lunanta. “Pengaruh Pelayanan Remaja Terhadap Pertumbuhan Rohani Remaja Usia 12-
15 Tahun Di Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Antutan Kalimantan Utara,” 3.
Fransiska Mulyono. 2010. “Materialisme: Penyebab dan Konsekuensi,”. Bina Ekonomi Majalah
Ilmiah Fakultas Ekonomi Unpar 15.
Franz Magnis Suseno. 1991. Berfilsafat Dari Konteks. Jakarta: Gramedia.
Gunung Mulia.1996. Lima Dokumen Keesaan Gereja. Jakarta: Gunung Mulia.
Haskarlianus Pasang. 2010. Mangasihi Lingkungan. Jakarta: Literatur Perkantas.
Harkarlianus Pasang dalam bukunya: “Mengasihi Lingkungan”.
Herlianto. 2006. Teologi Sukses: antara Allah dan Mamon. Jakarta: Gunung Mulia.
Heward-Mills, Dag. 2017. Melayani Tuhan adalah Hal yang Luar Biasa. Parchment House.
Hope Antone. 2010. Pendidikan Kristiani Kontekstual. Jakarta: Gunung Mulia.
Irene Ludji, Budiharso, DienSumiyaningsih. 2011. Pendidikan Agama Kristen Kelas IX: Sahabat
Kehidupan. Penerbit Andi.
Jalaludin Rakhmat. 1993. Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Jenson, Ron & Steven. Dinamika Pertumbuhan Gereja.
Jimmy Swaggart. 2005. The Cross of Christ Study Guide Series: How the Holy Spirit Works. Baton
Rouge, LA: World Evangelism Press.
John Wesley Brill. Dasar yang Teguh. Bandung: Kalam Hidup.
Junifrius Gultom dan Frans Pantan. 2014. Reaffirming Our Identity. Jakarta: Bethel Press.
Junus E.E Inabuy. 1994. Agama-agama Kerabat Dalam Semesta. Flores: Nusa Indah.
Kalis Stevanus. 2020. “Karya Kristus Sebagai Dasar Penginjilan Di Dunia Non- Kristen,”. Fidei :
Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 3, no. [Link] Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Kartikasari, Fani. 2009. Mindset Revolution. Jakarta: Pt Elex Media Komputindo.
Kemdikbud. 2016. Panduan Pembelajaran untuk Sekolah Menengah Pertama,
Kurikulum 2013 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
Kemdikbud. 2011. Buku Pendidikan Agama Kristen Kelas 9.
Kemdikbud. 2015. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9.
Kemdikbud. 2016. Buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 8.
Kemdikbud. 2017. Buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 8.
Kemdikbud. 2018. Buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 8.
Lauer, Robert H. 2001, Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Leight, Ronald W. 2007. Melayani dengan Efektif. Jakarta: BPK. Gunung Mulia.
Matthew Henry and Thomas Scott. 1997. Matthew Henry’s Concise Commentary. Oak Harbor, WA:
Logos Research Systems.1997).
Myles Munroe dalam bukunya berjudul The Spirit of Leadership, menuliskan bahwa: Leadership is
not a technique, a style, or the acquisition of skill, but manifestitation spirit. 20
Patrecia Hutagalung. 2020. “PEMURIDAN SEBAGAI MANDAT MISI MENURUT MATIUS 28:18-
20,”. Pengarah : Jurnal Teologi Kristen 2.
Paulus Wiinarto. Maximizing Your Talent, Menemukan & Memaksimalkan
Potensi Diri Anda. [Link]
Rambitan, Stanley R. 2017. “Pluralitas Agama Dalam Pandangan Kristen,”
Shanan Journal Pendidikan Agama Kristen 1.
Robi Panggarra and Leonard Sumule. 2019. “Pengaruh Pelayanan Pemuda Berbasis Kontekstual
Terhadap Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Di Kota Samarinda The Effect of
Contextual Based Youth Services on the Growth of the Gereja Kemah Injil Indonesia in
Samarinda City” 1, no. 1.
Salwa Muin. 2015. “Peran Pola Asuh Permisif, Iklim Sekolah, dan Motivasi Berprestasi Terhadap
Perilaku Membolos Siswa,”. PSIKOPEDAGOGIA 4, no. 2.
Sandy Ariawan. 2018. “Pengaruh Apresiasi Gereja Berbentuk Materi Dan Non Materi Terhadap
Kualitas Pelayanan Musik Gereja Di Kota Yogyakarta”. Didaktikos: Jurnal Pendidikan
Agama Kristen Duta Harapan 1.
Sarah Andrianti. 2013. “Yesus, Taurat Dan Budaya,”. Jurnal Antusias (2013).
Sonny Keraf. 2002. Etika Lingkungan.
Rambitan, Stanley R. “Pluralitas Agama Dalam Pandangan Kristen.”.
Sudomo. 2005. Ciri Utama Kepemimpinan Sejati. Yogyakarta: ANDI.
Susanto. 2001. Potret-Potret Gaya Hidup Metropolis. Jakarta: Kompas, 2001.
Syamsu Yusuf. 2002. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung: Rosdakarya.
Tri dan Pujiwati Subekti. 2019. “Pemuridan Misioner Dalam Menyiapkan Perluasan Gereja Loka,”.
Epigraphe 3, no. 2.
Upaya Pastoral Untuk Meningkatkan Peran Kaum Perempuan Dalam Kehidupan Menggereja,”
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, no. 10 (2018): 204–218. Hal, 209)
Winarto, Paulus. 2007. The Power Of Hope. Jakarta: Pt Elex Media Komputindo.
Winfrid Prayoga. Mencari Esensial dan Misi Gereja dalam Konteks Indonesia Awal Abad 21.
Wolterstorff, Nicholas P. 2010. Refleksi mengenai Pengajaran dan pembelajaran Kristen. Mendidik
untuk Kehidupan. Penerbit Gandum Mas.
Yulia Citra dan Lenda Dabora JF. Sagala. 2016. Penginjilan dan Pendidikan Agama Kristen dalam
Masyarakat Majemuk. Ungaran: Sekolah Tinggi Teologia Simpson. Hlm. 81., Talizaro
Tafona’o. 2012. Pendidikan Agama Kristen Dalam Masyarakat Majemuk. Yogyakarta:
Illumi Nation.
Yushak Soesilo. 2011. “Gereja Dan Pluralisme Agama Dalam Konteks Di Indonesia,”. Jurnal
Antusias.
Yusuf. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja.
Yusuf Eko Basuki. 2014. Meraih Kemenangan dengan Strategi Allah.
Yogyakarta: Garudhawaca.
Website
CMP Official. 25 Oktober 2016. Simbolon Kids-Ku Tak Pandang Dari Gereja Mana (Medley
Version) [Video]. YouTube. [Link]
Forest Watch Indonesia. 15 November 2021. “FWI: DEFORESTASI TANPA HENTI DI
INDONESIA - YouTube. 13 Mar. 2018, [Link]
Fritswel Music, 15 November 2021. “KPRI 84- AKU BERUBAH (New Arragement) Cover Bass -
YouTube.” 27 Jun. 2021, [Link]
Getsemani. 21 Mei 2019. (172) Pentakosta-turunnya Roh Kudus || Kristen [Video]. YouTube.
[Link]
Kidung Rohani. 22 Agustus 2017. Bagaikan Bejana Siap Di Bentuk-Lagu Rohani [Video]. YouTube.
[Link]
Michael L. Williams, 15 November 2021. “Timothy in the Bible: Character Profile - What Christians
Want To Know.” 12 Jan. 2016, [Link] in the
bible character profile/
Maranathaindonesia Official. 11 Maret 2016. Hidup Kita Yang Benar-Herlin Pirena (Video) [Video].
YouTube. [Link]
Maranathaindonesia Official. 5 Agustus 2017. JanjiMu Seperti Fajar Pagi Hari-Nikita (Video)
[Video]. YouTube. [Link]
Maranathaindonesia Official. 26 Mei 2017. Ku Tak Dapat Jalan Sendiri-Nikita (Video Lyric)
[Video]. YouTube. [Link]
Maranathaindonesia Official. 16 November 2017. Hidup Ini Adalah Kesempatan-Herlin Pirena
(Video) [Video]. YouTube. [Link]
Maranathaindonesia Official. 4 Agustus 2018. Walk With God-FirmanMu Pelita Bagi Kakiku-Victor
Retraubun (Video) [Video]. YouTube. [Link]
Maranathaindonesia Official. 5 April 2020. Allahku Dahsyat-Franky Sihombing (with lyric) [Video].
YouTube. [Link]
NDC Worship. 18 Februari 2018. NDC Worship-Berkat KemurahanMu [Video]. YouTube.
[Link]
Robert P. Borrong. 15 November 2021. “Etika Lingkungan Hidup dari Perspektif Teologi Kristen
SOTeRI.” 28 Aug, 2009,
[Link]
Ryan, J. 18 April 2017. Melayani, Mengasihi Lebih Sungguh [Video]. YouTube.
[Link]
The Precious. 28 Juli 2017. KJ 424-Yesus Menginginkan Daku [Video]. YouTube.
[Link]
Tim [Link]. 15 November 2021. “[Link]-Situs berita lingkungan:
[Link].” [Link]
Yoshia Benedict Parasian. 15 November 2021. “KJ 61- Sungguh Indah Alam YouTube.” 21 May.
2021, [Link]
NIP.197805022006042030 NIPPPK.199607192023212021