0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan7 halaman

Modul Pembelajaran Demokrasi Pancasila

Modul ajar Pendidikan Pancasila untuk kelas XI membahas Demokrasi Pancasila dan budaya demokrasi, dengan tujuan agar siswa mampu menganalisis dan mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning dan metode problem-based learning, serta melibatkan diskusi, simulasi, dan presentasi. Penilaian dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi.

Diunggah oleh

wiendinegara17
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan7 halaman

Modul Pembelajaran Demokrasi Pancasila

Modul ajar Pendidikan Pancasila untuk kelas XI membahas Demokrasi Pancasila dan budaya demokrasi, dengan tujuan agar siswa mampu menganalisis dan mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning dan metode problem-based learning, serta melibatkan diskusi, simulasi, dan presentasi. Penilaian dilakukan melalui asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi.

Diunggah oleh

wiendinegara17
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul DL 1 / SMK /XI

MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA

Nama Sekolah :

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila

Kelas/Fase : XI (Fase F)

Semester : Ganjil

Alokasi Waktu : 4 x 45 menit (2 Pertemuan)

Materi Pokok : Demokrasi Pancasila dan Budaya Demokrasi

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu menganalisis secara mendalam berbagai perspektif tentang demokrasi
Pancasila sebagai sistem nilai dan praksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta
menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai budaya demokrasi dalam berbagai
konteks kehidupan pribadi, sosial, dan global.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran dengan pendekatan deep learning, peserta didik
diharapkan mampu:

1. Menganalisis secara komprehensif konsep dan prinsip Demokrasi Pancasila


sebagai landasan filosofis dan operasional kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Pemahaman Mendalam)
2. Mengidentifikasi secara kritis tantangan dan peluang implementasi budaya
demokrasi dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia. (Berpikir Kritis)
3. Menghubungkan nilai-nilai Demokrasi Pancasila dengan berbagai isu kontemporer
(misalnya, intoleransi, hoaks, partisipasi publik) yang terjadi di lingkungan sekitar.
(Koneksi Antar Konsep)
4. Menunjukkan sikap proaktif dan bertanggung jawab dalam mewujudkan budaya
demokrasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. (Penerapan Nilai & Karakter)
5. Menginternalisasi pentingnya musyawarah untuk mufakat dan toleransi sebagai ciri
khas Demokrasi Pancasila melalui refleksi diri. (Refleksi)

6 Profil Pelajar Pancasila “ 8 Profil Lulusan “

 Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia


 Berkebinekaan Global
 Gotong Royong

1
 Mandiri
 Bernalar Kritis
 Kreatif

Materi Ajar

1. Konsep Dasar Demokrasi Pancasila: Sejarah, ciri-ciri, prinsip, dan perbandingan


dengan sistem demokrasi lainnya.
2. Nilai-nilai Budaya Demokrasi: Musyawarah mufakat, toleransi, kebebasan
berpendapat yang bertanggung jawab, partisipasi, akuntabilitas.
3. Implementasi Demokrasi Pancasila dalam Berbagai Aspek Kehidupan: Politik,
ekonomi, sosial, budaya, hukum.
4. Tantangan dan Peluang Demokrasi di Indonesia: Polarisasi, hoaks, partisipasi
politik, peran pemuda.

Model Pembelajaran

 Pendekatan: Deep Learning, Konstruktivisme


 Model: Problem-Based Learning (PBL) / Project-Based Learning (PjBL)
 Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, refleksi, simulasi.

Media, Alat, dan Sumber Belajar

 Media: Video dokumenter, artikel berita, infografis, poster, aplikasi presentasi


interaktif (misalnya Mentimeter, Miro).
 Alat: Laptop, proyektor, papan tulis, spidol.
 Sumber Belajar: Buku teks PKn, UUD 1945, jurnal ilmiah, website resmi lembaga
negara (KPU, DPR, Mahkamah Konstitusi), berita daring, pengalaman nyata siswa.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1: Membedah Demokrasi Pancasila (2 x 45 menit)

Kegiatan Pembuka (15 menit)

1. Pengkondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan


memastikan kesiapan belajar.
2. Apersepsi (Stimulasi Pemikiran Mendalam):

2
o Guru menayangkan video pendek/gambar tentang fenomena sosial terkait
kebebasan berpendapat atau partisipasi publik (misalnya, demonstrasi,
diskusi di media sosial, atau pemilihan ketua OSIS).
o Guru mengajukan pertanyaan pancingan: "Apa yang kalian lihat dari
video/gambar ini? Apakah ini mencerminkan nilai-nilai demokrasi? Mengapa
penting bagi kita untuk berdemokrasi?" (Mendorong koneksi awal).

3. Motivasi: Guru menyampaikan relevansi materi Demokrasi Pancasila dengan


kehidupan sehari-hari dan masa depan peserta didik.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.

Kegiatan Inti (60 menit)

1. Orientasi Masalah (Deep Inquiry):

o Guru menyajikan sebuah studi kasus/problem kontekstual yang kompleks


terkait implementasi Demokrasi Pancasila di Indonesia (misalnya, kasus
intoleransi, penggunaan hak pilih, atau masalah kebijakan publik).
o Peserta didik diminta untuk membaca dan mengidentifikasi isu-isu inti dalam
kasus tersebut.

2. Organisasi Belajar (Kolaborasi Mendalam):

o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).


o Setiap kelompok diberikan lembar kerja yang berisi pertanyaan-pertanyaan
panduan untuk menganalisis studi kasus dari berbagai perspektif (misalnya,
sudut pandang Pancasila, UUD 1945, hak asasi manusia, dampak sosial).
o Guru memfasilitasi diskusi kelompok, mendorong peserta didik untuk
menggali informasi dari berbagai sumber (buku teks, internet, diskusi).

3. Penyelidikan Individual dan Kelompok (Deep Exploration):

o Peserta didik melakukan riset singkat secara mandiri atau berkelompok untuk
memperdalam pemahaman tentang konsep-konsep kunci (misalnya,
perbedaan demokrasi Pancasila dengan liberal, prinsip musyawarah mufakat).
o Guru berkeliling, memberikan bimbingan, dan memprovokasi pemikiran
kritis dengan pertanyaan lanjutan.

4. Pengembangan dan Penyajian Hasil (Deep Synthesis):

3
o Setiap kelompok merumuskan hasil analisis mereka dan menyiapkan
presentasi (bisa berupa peta konsep, infografis, atau narasi singkat) yang
memuat:
 Identifikasi masalah dan akar masalah dalam studi kasus.
 Keterkaitan dengan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila.
 Solusi atau rekomendasi berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas.

Kegiatan Penutup (15 menit)

1. Analisis dan Evaluasi (Deep Reflection):

o Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membandingkan dan mengevaluasi


hasil presentasi antar kelompok.
o Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan konsep yang masih
keliru.

2. Refleksi Diri:

o Guru mengajukan pertanyaan reflektif: "Apa hal baru yang kalian pelajari
hari ini tentang Demokrasi Pancasila? Bagaimana kalian bisa menerapkan
nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari?"
o Peserta didik menuliskan satu kalimat refleksi di kertas atau melalui platform
digital.

3. Rencana Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya,


yaitu mencari contoh-contoh nyata penerapan budaya demokrasi di lingkungan
sekitar.

Pertemuan 2: Mewujudkan Budaya Demokrasi (2 x 45 menit)

Kegiatan Pembuka (15 menit)

1. Pengkondisian Kelas: Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran.


2. Apersepsi (Review & Koneksi): Guru meminta beberapa peserta didik untuk
menyampaikan hasil tugasnya mengenai contoh penerapan budaya demokrasi di
lingkungan sekitar. Guru menghubungkan kembali dengan materi pertemuan
sebelumnya.

4
3. Motivasi: Guru menyampaikan pentingnya internalisasi nilai-nilai demokrasi dalam
setiap aspek kehidupan.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai pada pertemuan ini.

Kegiatan Inti (60 menit)

1. Eksplorasi Konsep Budaya Demokrasi (Deep Dive):

o Guru menayangkan berbagai skenario singkat/video (misalnya, musyawarah


OSIS, diskusi kelas, atau debat kandidat) yang menunjukkan atau tidak
menunjukkan praktik budaya demokrasi.
o Peserta didik diminta mengidentifikasi nilai-nilai demokrasi apa yang
terkandung (atau tidak terkandung) dalam skenario tersebut.

2. Simulasi/Role Play (Experiential Deep Learning):

o Peserta didik dibagi menjadi kelompok. Setiap kelompok diberikan sebuah


situasi problematik yang membutuhkan penyelesaian dengan pendekatan
musyawarah mufakat (misalnya, menentukan program kerja kelas,
menyelesaikan konflik antarsiswa, atau merencanakan kegiatan sosial).
o Setiap kelompok diminta untuk melakukan simulasi musyawarah untuk
mencapai mufakat. Mereka harus menerapkan nilai-nilai toleransi,
menghargai perbedaan pendapat, dan mengutamakan kepentingan bersama.

3. Presentasi dan Evaluasi Simulasi:

o Setiap kelompok mempresentasikan hasil musyawarahnya (keputusan yang diambil

dan bagaimana prosesnya).


o Kelompok lain memberikan tanggapan dan masukan terhadap proses
musyawarah yang dilakukan (misalnya, apakah semua anggota terlibat,
apakah ada yang dominan, bagaimana konflik diselesaikan).

Kegiatan Penutup (15 menit)

1. Generalisasi (Deep Understanding):

o Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menyarikan ciri-ciri budaya


demokrasi yang ideal berdasarkan pengalaman simulasi.
o Guru mengaitkan kembali materi dengan Profil Pelajar Pancasila.

2. Refleksi & Komitmen (Deep Internalization):

5
o Guru meminta setiap peserta didik untuk menuliskan komitmen pribadi
tentang satu tindakan nyata yang akan mereka lakukan untuk mewujudkan
budaya demokrasi di lingkungan sekolah atau di rumah.
o Beberapa peserta didik diminta untuk membacakan komitmennya.

3. Umpan Balik & Penutup: Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta
didik dan memberikan umpan balik konstruktif. Guru menutup pelajaran dengan doa.

Asesmen / Penilaian

1. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran)

 Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang demokrasi dan


isu-isu kewarganegaraan.
 Bentuk: Kuesioner singkat, pertanyaan lisan.

2. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)

 Tujuan: Memantau perkembangan pemahaman dan keterampilan peserta didik.


 Bentuk:

o Observasi partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan kelas (skala


penilaian).
o Penilaian produk: Peta konsep, infografis, atau presentasi kelompok (rubrik
penilaian).
o Penilaian proses: Kemampuan berargumen, menghargai pendapat, dan
bekerja sama dalam simulasi (rubrik penilaian).
o Jurnal refleksi: Catatan refleksi pribadi peserta didik.

3. Asesmen Sumatif (Akhir Bab/Unit)

 Tujuan: Mengukur capaian pembelajaran secara keseluruhan.


 Bentuk:

o Proyek Individu/Kelompok: Membuat kampanye mini tentang pentingnya


budaya demokrasi di sekolah/masyarakat, analisis mendalam terhadap isu
demokrasi kontemporer, atau penulisan esai reflektif.
o Tes Tertulis: Soal uraian yang membutuhkan analisis, sintesis, dan evaluasi
terhadap konsep Demokrasi Pancasila dan budaya demokrasi.

6
Rubrik Penilaian Proyek (Esai Analitis):

Aspek
Sangat Baik (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1)
Penilaian
Menganalisis masalah Menganalisis Analisis masih
secara komprehensif, masalah dengan dangkal, hanya Tidak mampu
Kedalaman
mengaitkan dengan cukup baik, mengidentifikasi menganalisis
Analisis
berbagai konsep dan mengaitkan dengan sebagian kecil masalah.
perspektif. beberapa konsep. masalah.
Menghubungkan
Menghubungkan secara
antar konsep,
eksplisit dan relevan Koneksi antar Tidak ada
Koneksi Antar namun
antar konsep konsep kurang jelas koneksi antar
Konsep relevansinya
Demokrasi Pancasila atau tidak relevan. konsep.
kadang kurang
dengan isu.
mendalam.
Menunjukkan Menunjukkan
Pemikiran kritis Tidak
pemikiran kritis yang pemikiran kritis,
Kritis & masih terbatas, menunjukkan
kuat, disertai refleksi namun refleksi
Reflektif refleksi pribadi pemikiran kritis
pribadi yang pribadi kurang
minim. dan reflektif.
mendalam. menonjol.
Merekomendasika
Merekomendasikan Rekomendasi solusi Tidak ada
n solusi yang
solusi yang sangat kurang relevan atau rekomendasi
Penerapan cukup relevan dan
relevan dan sesuai kurang sesuai solusi atau tidak
Nilai sesuai dengan
dengan nilai-nilai dengan nilai sesuai nilai
nilai-nilai
Pancasila. Pancasila. Pancasila.
Pancasila.
Tersusun baik, Struktur kurang
Tersusun rapi, bahasa Struktur dan
Struktur & bahasa cukup jelas, rapi, bahasa kurang
jelas, koheren, dan bahasa sangat
Bahasa ada sedikit jelas, banyak
minim kesalahan. buruk.
kesalahan. kesalahan.

Kudus, 17 Juni 2025

Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mapel

Anda mungkin juga menyukai