Rencana Keselamatan Konstruksi RKK
Rencana Keselamatan Konstruksi RKK
DISUSUN OLEH :
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI ( RKK )
DAFTAR ISI
4 Kebersihan area Penyediaan Water Tank Kinerja Internal Threat Surat Keinginan : Keinginan :
pekerjaan Perintah ̶ Area pekerjaan bersih ̶ Tidak mengganggu
Kerja ( SPK dan rapi sehingga aktifitas
) memudahkan pekerjaan
juga kesesuaian
terhadap mutu
pekerjaan
Harapan : Harapan :
̶ Sebelum pekerjaan ̶ Metode Kerja aman
dilakukan, area sudah terhadap lingkungan
bersih
̶ Tidak terjadi
kecelakaan & penyakit
akibat kerja
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Dalam rangka pengadaan Pekerjaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi DI. Semangko Kec. Marangkayu, pada Pokja
Pemilihan 31 Sekretariat Daerah Kab. Kutai Kartanegara berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan
demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi :
ELFIAN LUBIS
Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
CV. LASIDOS sebagai Penyedia Jasa pada Pemeliharaan Jaringan Irigasi DI. Semangko Kec. Marangkayu, pada
Pokja Pemilihan 31 Sekretariat Daerah Kab. Kutai Kartanegara, membuat Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko,
Skala Prioritas, Pengendalian Risiko, Penanggung Jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak sesuai lingkup pekerjaan yang dilaksanakan.
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko K3, Skala Prioritas K3, Pengedalian Resiko K3, dan
Penanggung Jawab K3 terdapat pada tabel berikut ini :
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang
TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3
NAMA PERUSAHAAN : CV. LASIDOS
KEGIATAN : PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DI. SEMANGKO KEC. MARANGKAYU
LOKASI : KECAMATAN MARANGAYU
TANGGAL DIBUAT : 19 Juni 2022
Uraian Kegiatan : Tahapan kegiatan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan pekerjaan rutin dan non rutin
Identifikasi Bahaya / Tipe Kecelakaan : Menetapkan karakteristik kondisi bahaya / tindakkan bahaya sesuai dengan peraturan terkait
Dampak Bahaya : Paparan / konsekuensi yang timbul akibat kondisi bahaya dan tindakkan bahay
Kekerapan : Tingkat frekuensi terjadinya peristiwa bahaya Keselamatan Konstruksi ( skala 1 - 5)
Keparahan : Tingkat keparahan / kerugian / dampak kerusakkan yang ditinbulkan oleh bahaya Keselamatan Konstruksi ( skala 1 - 5)
Tingkat Resiko : perpaduan Nilai Tingkat Kekerapan dan Nilai Tingkat Keparahan
Skala Prioritas : Urutan pelaksanaan pengendalian yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat resiko ( besar, sedang dan kecil)
Perundangan atau persyaratan lain : Acuan dalam melakukan pengendalian resiko
Pengendalian Resiko : Kegiatan yang dapat mengendalikan baik mengurangi maupun menghilangkan dampak bahaya yang timbul
Peluang Perbaikkan : Nilai positif yang dapat dikembangkan berdasarkan dampak bahaya yang timbul
Skala Konsekuensi
Tingkat Keselamatan
Lingkungan
Keparahan
Manusia ( pekerja ) & Masyarakat Peralatan Material
Timbul Fatality Terdapat peralatan utama yang rusak Material rusak dan perlu mendatangkan Menimbulkan pencemaran udara / air / tanah / suara yang mengakibatkan keluhan dari
total lebih dari satu dan berhenti material baru yang membutuhkan waktu pihak masyarakat, atau
lebih dari 1 orang meninggal dunia selama lebih dari 1 minggu lebih dari 1 minggu dan mengakibatkan
atau pekerjaan terhenti Terjadi kerusakkan lingkungan di Taman Nasional yang berhubungan dengan Flora dan
5 Fauna, atau
lebih dari 1 orang cacat tetap
Rusaknya aset masyarakat sekitar keseluruhan. Terjadi kerusakkan yang parah terhadap
akses jalan masyarakat
Timbul Fatality Material rusak dan perlu mendatangkan Menimbulkan pencemaran udara / air / tanah / suara yang mengakibatkan keluhan dari
1 orang meninggal dunia Terdapat peralatan utama yang rusak
material baru yang membutuhkan waktu pihak masyarakat, atau
atau total lebih dari satu dan berhenti
lebih dari 1 minggu dan mengakibatkan
1 orang cacat tetap selama 1 minggu Terjadi kerusakkan lingkungan di Taman Nasional yang berhubungan dengan Flora dan
pekerjaan terhenti
4 Fauna, atau
Rusaknya sebagian aset masyarakat sekitar. Terjadi kerusakkan sebagian akses jalan
masyarakat
Material rusak dan perlu mendatangkan Menimbulkan pencemaran udara / air / tanah / suara yang mempengaruhi lingkungan
Terdapat insiden yang mengakibatkan lebih
material baru yang membutuhkan waktu kerja, atau
dari 1 pekerja dengan penanganan Terdapat lebih dari 1 peralatan yang
lebih dari 1 minggu dan mengakibatkan
perawatan medis rawat inap, kehilangan rusak dan memerlukan perbaikkan Terjadi kerusakkan lingkungan yang berhubungan dengan tumbuhan di lingkungan
3 pekerjaan terhenti
waktu kerja dan mengakibatkan pekerjaan berhenti kerja, atau
selama kurang dari 7 hari
Terjadi kerusakkan akses jalan di lingkungan kerja
Material rusak dan perlu mendatangkan Menimbulkan pencemaran udara / air / tanah / suara yang mempengaruhi sebagian
Terdapat insiden yang mengakibatkan lebih material baru yang membutuhkan kurang lingkungan kerja, atau
dari 1 pekerja dengan penanganan Terdapat 1 peralatan yang rusak dan dari 1 minggu, namun tidak mengakibatkan
2 perawatan medis rawat inap, kehilangan memerlukan perbaikkan dan Terjadi kerusakkan sebagian akses jalan di lingkungan kerja
pekerjaan terhenti
waktu kerja mengakibatkan pekerjaan berhenti
selama lebih dari 1 hari
1 Terdapat insiden yang penanganannya Terdapat 1 peralatan yang rusak dan Tidak menakibatkan kerusakkan material Tidak mengakibatkan gangguan lingkungan
hanya melaui P3K, tidak kehilangan waktu memerlukan perbaikkan dan
kerja mengakibatkan pekerjaan berhenti
selama kurang dari 1 hari
Tabel Penetapan Tingkat Resiko
Keparahan keterangan
1-4 : Tingkat resiko kecil
Kekerapan 1 2 3 4 5
5 -12 : Tingkat resiko sedang
1 1 2 3 4 5 15 - 25 : Tingkat resiko besar
2 2 4 6 8 10 * Resiko
3 3 6 9 12 15 Untuk menentukan kebutuhan Ahli K3 Konstruksi dan/atau
4 4 8 12 16 20 Petugas Keselamatan Konstruksi, tidak untuk menentukan
5 5 10 15 20 25 kompleksitas atau segmentasi pasar Jasa Konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)
1 3 4 5 4 6 7 9 8 10
Pemeriksaan secara berkala pada kesehatan badan, UU No. 1 Tahun 1970 Tentang
2 Pasal 8
kondisi mental dan kemampuan fisik tenaga kerja Keselamatan Kerja
Pengendalian terhadap sumber berbahaya tekanan panas ( Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang
10 APD, penggunaan tabir surya, penyediaan air minum, dsb Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 9
) Lingkungan Kerja
Pengendalian terhadap sumber bahaya kurangnya Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang
12 pencahayaan ( APD, pembuatan sarana pencahayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 16 - 19
buatan/darurat, dsb, ) Lingkungan Kerja
Pengendalian terhadap sumber bahaya bahan Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang
13 kimia/terpecik adukkan beton ( APD, membatasi sumber Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 21
potensi bahaya kimia, dsb. ) Lingkungan Kerja
Peraturan Perundangan & Persyaratan Pasal sesuai dengan
No. Pengendalian Resiko
Lainnya Pengendalian Resiko
Pengendalian terhadap sumber bahaya faktor ergonomi ( Permenaker No. 5 Tahun 2018 Tentang
14 menggunakan alat bantu, hindari posisi kerja janggal, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pasal 23
memodifikasi tempat kerja, dsb. ) Lingkungan Kerja
Personel ( Operator, rigger, teknisi, dsb. ) wajib memiliki Permenaker No. 8 Tahun 2020 Tentang
18 sertifikat kompetensi sesuai peraturan perundang- Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Pasal 140
undangan Angkat dan Angkut
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Memuat Sertifikat Kelaikkan Peralatan Konstruksi lainnya yang digunakan pada Pemeliharaan Jaringan Irigasi DI. Semangko Kec. Marangkayu
C.1.2 Material
Memuat Informasi terkait dengan pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun ( B3 ) berupa Lembar Data Keselamatan Bahan ( LDKB ) dari pemasok.
C.1.3 Biaya
C.2. Kompetensi
a. Daftar Personil
Memuat daftar personil yang ikut dalam Pelaksanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi DI. Semangko Kec. Marangkayu.
b. Sertifikat Personil
Memuat Sertifikat personil yang ikut dalam Pemeliharaan Jaringan Irigasi DI. Semangko Kec. Marangkayu
C.3. Kepedulian
Penerapan program keselamatan konstruksi juga memperhatikan hal-hal rinci lainnya sepertitata ruang seluruh tempat kerja, tanda-tanda di tempat
berjalan, fasilitas penyimpanan yang memadai, dan pemeliharaan housekeeping yang baik juga merupakan dasar dari pencegahan kebakaran dan
kecelakaan. Untuk menghindari bahaya-bahaya tersebut, tempat kerja harus dipelihara sesuai dengan aturan mengenai Sistem Manajemen
Keselamatan Konstruksi dan dilakukan secara menyeluruh setiap hari kerja.
C.4. Komunikasi
a. Tujuan Komunikasi
• Guna menjamin penerapan Keselamatan Kerja, maka CV. LASIDOS perlu menyusun sistem komunikasi untuk mendukung
pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi yang baik di lingkungan proyek konstruksi.
• Untuk mengontrol komunikasi antara pimpinan ( Safety Health Officer ), manajer dan lain - lainnya dengan pekerja mereka terkait
pengetahuan dan kemampuan guna menghindari kecelakaan yang diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan berkaitan dengan K3 (
Keselamatan dan Kesehatan Kerja )
b. Prosedur
1. Prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi ( safety induction )
Membuat prosedur dan/atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Konstruksi ( safety induction ) yang ditandatangani oleh
Penanggung Jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Induksi Keselamatan Konstruksi (
construction safety induction ) dilakukan untuk pekerja baru/ pekerja yang dipindah tugaskan, tamu, pemasok, dan pihak-pihak
terkait pada pelaksanaan pekerjaan yang akan masuk ke dalam area Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
→ Untuk pekerja baru/ pekerja yang dipindah tugaskan dijelaskan mengenai komitmen dan kebijakkan Keselamatan Konstruksi,
resiko, dan bahaya yang dihadapi dalam melakukan pekerjaan, pengendalian resikoyang dapat dilakukan serta program
penerapan SMKK pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi.
→ Untuk tamu, pemasok , dan pihak-pihak terkait dijelaskan mengenai peraturan Keselamatan Konstruksi yang berlaku di lokasi
pekerjaan, prosedur evakuasi dalam keadaan darurat, dan menjelaskan area-area yang berbahaya.
4. Prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi ( construction safety meeting )
Membuat Prosedur dan/atau petunjuk kerja Rapat Keselamatan Konstruksi ( construction safety meeting ) yang ditandatangani oleh
Penanggung jawab Keselamatan Konstruksi dan Kepala Pelaksana Pekerjaan Konstruksi. Rapat Keselamatan Konstruksi (
construction safety meeting ) dipimpin oleh Penanggung jawab Keselamatan Konstruksi dan/atau Kepala Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi dan diikuti oleh seluruh Kepala Unit Kerja.
5 Pekerja 1). Mengikuti prosedur yang berlaku serta berperan aktif dalam
menjaga diri sendiri maupun kelompok kerjanya
2). Menghadiri orentasi keselamatan konstruksi, safety talk,
toolbox meeting, dan trainning-trainning yang
diselenggarakan
PROTECTIVE EQUIPMENT REQUIRED TO PERFORM THIS JOB ( ALAT PELINDUNG YANG DIPERLUKAN UNTUK MELAKSANAKAN PEKERJAAN INI )
ü Helmet/ Safety Helmet ü Rompi Keselamatan/ Safety Vest Pelindung Wajah/ Face Sheild Lain - Lain/ Others….........
ü Sepatu/ Safety Shoes Pelindung di Ketinggian/ Full Body Harness Penutup Telinga/ Ear Mufs Lain - Lain/ Others….........
ü Sarung Tangan/ Safety Gloves ü Kacamata Pengaman/ Safety Glasses Penyumbat Telinga/ Ear Plug Lain - Lain/ Others….........
ü Masker pernafasan/ Respiratory Baju Kerja Las/ Appron Lain - Lain/ Others….........
Kecelakaan akibat operasional alat berat baik di tempat lokasi galian, transportasi
Lapis Pondasi Agregat Kelas B Kecil Melakukan pelatihan kepada pekerjan (penggunaan APD dan P3K) Petugas Keselamatan Konstruksi
maupun di tempat pembuangan
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
• Mutu Peralatan
→ Bahan - bahan yang mudah terbakar
̶ Bahan - bahan yang mudah terbakar seperti debu/serbuk gergaji berminyak dan potongan kayu yang tidak terpakai tidak boleh
ditimbun atau terkumpul di tempat kerja
̶ Baju kerja tidak boleh ditempatkan di tempat yang tertutup
̶ Bahan - bahan kimia yang bisa tercampur air dan memecah harus dijaga supaya tetap kering. Pada bangunan, sisa-sisa oli
harus disimpan dalam kaleng yang mempunyai alat penutup
̶ Dilarang merokok, menyalakan api, dekat dengan bahan yang mudah terbakar
→ Pemantauan Kesehatan
̶ Kesehatan tenaga kerja yang bekerja di tempat kerja yang mengandung bahaya harus dipantau
→ Kebisingan dan getaran ( vibrasi )
̶
Kebisingan dan getaran ( vibrasi ) yang membahayakan bagi tenaga kerja harus dikurangi sampai di bawah dan ambang batas
→ Penanganan wabah penyakit ( Virus pandemic Covid - 19 )
Demi menjaga kesehatan bersama di area lokasi proyek, berikut himbauan kewaspadaaan terkait wabah penyakit ( Virus pandemic
Covid - 19 )
̶
Setiap karyawan/pekerja wajib melakukan pemeriksaan melalui formulir pernyataan kesehatan ( internal ) oleh petugas K3
̶ Apabila karyawan/pekerja mengalami gejala terkait covid-19, silahkan melaporkan dengan inisiatif dan jujur ke petugas K3,
serta mengisolasikan diri secara mandiri
̶ Setiap karyawan/pekerja wajib menggunakan masker ( jenis kain ) yang dapat dicuci sehari sekali tanpa terkecuali selama
virus ini belum dinyatakan aman oleh pemerintah
̶ Setiap karyawan/pekerja wajib menjaga jarak, melakukan kontak antar pekerja atau orang lain ( tidak berkerumun )
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Daftar Dokumen
No. Nomor Dokumen Disahkan oleh
( Prosedur, Instruksi Kerja )
Mekanisme Organisasi
Sumber Daya
Kepedulian
komunikasi
4 201/KL2/INT/2020 Prosedur dan/ atau petunjuk kerja induksi Keselamatan Penanggung Jawab
Konstruksi ( safety induction ) Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi
5 202/KL2/INT/2020 Prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan pagi hari ( Penanggung Jawab
safety morning ) Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi
6 203/KL2/INT/2020 Prosedur dan/ atau petunjuk kerja pertemuan kelompok Penanggung Jawab
kerja ( toolbox meeting ) Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi
7 204/KL2/INT/2020 Prosedur dan/ atau petunjuk kerja rapat keselamatan Penanggung Jawab
Konstruksi ( construction safety meeting ) Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi
8 205/KL2/INT/2020 Prosedur dan/ atau petunjuk kerja penerpan informasi Penanggung Jawab
bahaya-bahaya Keselamatan Konstruksi
dan Kepala Pelaksana
Pekerjaan Konstruksi
Informasi Terdokumentasi
Daftar Dokumen
No. Nomor Dokumen Disahkan oleh
( Prosedur, Instruksi Kerja )
Pengelolaan Keselamatan Kerja
13 138/PL2/EXT/2020 Prosedur dan/ ataupetunjuk kerja pengelolaan Ahli terkait dan Kepala
kesehatan Pelaksana Pekerjaan
Konstruksi
→ Lembar Periksa
Lembar Periksa ditandatangani pada satu periode waktu tertentu (harian, mingguan, bulanan), Lembar Periksa ditandatangani
oleh ahli terkait dan penaggung jawab keselamatan konstruksi. Lembar periksa dimuat dalam lampiran.
Apabila pada saat pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ditemukan hal yang membahayakan setiap personil dapat menyerukan untuk
menghentikan pekerjaan. Pimpinan Tertinggi Penyedia Jasa memberikan kewenangan kepada Pimpinan Unit Keselamatan
Konstruksi dan/ atau Pimpinan Tertinggi Pekerjaan Konstruksi dan/ atau Petugas Keselamatan Konstruksi dan/ atau Petugas
Keselamatan Konstruksi untuk melakukan verifikasi penghentian pekerjaan. Dalam melakukan verifikasi pihak berwenang
mengisi lembar penghentian pekerjaan ditandatangani oleh pihak-pihak yang ditunjuk oleh Pimpinan Tertinggi Penyedia Jasa.
c. Audit
→ Prosedur dan/ atau petunjuk kerja audit internal
Audit dilakukan untuk memeriksa secara sistematis dan independen terhadap pemenuhan kreteria yang telah ditetapkan
(berdasarkan standar sistem) untuk mengukur suatu hasil kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan dalam penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi dilingkungan proyek. Audit internal dilakukan dan ditetapkan secara berkala oleh
Pelaksan Pekerjaan Konstruksi dengan melibatkan auditor independen. Audit internal dilakukan 1 x dalam 6 bulan dan mengikuti
peraturan perundangan yang berlaku.
bulan Ke -
No. Kegiatan PIC
1 2 3
Inspeksi Keselamatan Petugas Keselamatan
1
Konstruksi Konstruksi
Petugas Keselamatan
3 Audit Internal
Konstruksi
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
Untuk memenuhi kebijakkan keselamatan dan kesehatan kerja dan peraturan perundangan yang berlaku, perusahaan melakukan
identifikasi bahaya, penilaian resiko dan penerapan langkah pengendalian yang berjalan. Hal ini berlaku terhadap aktifitas rutin dan
non rutin, aktifitas semua orang memiliki akses ke tempat kerja (termasuk sub kontraktor dan pengunjung), fasilitas ditempat kerja,
baik yang diberikan pihak organisasi maupun pihak lainnya.
CV. LASIDOS melaksanakan tinjauan manajemen dilaksanakan oleh pimpinan project dan dilaksanakan secara berkala yang secara
umum dilakukan minimal 1 tahun sekali untuk meninjau penerpan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perusahaan
berjalan secara tepat.
Hal - hal yang dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Tinjauan Manajemen antara lain :
Laporan keadaan darurat ( termasuk kejadian serta pelatihan/ simulasi/ pengujian tanggap
1).
darurat). Survey kepuasan tenaga kerja terhadap penerpan K3 di tempat kerja.
2). Statistik insiden kerja ( termasuk kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja)
3). Hasil - hasil Inspeksi
4). Hasil dan rekomendasi pemantauan dan pengukuran kinerja K3 di tempat kerja
5). Kinerja K3 Kontraktor
6). Kinerja K3 pemasok ( supplier )
7). Informasi perubahan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan
penerapan K3 di tempat kerja.
Hal - hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peninjauan ulang untuk diambil tindakkan
perbaikkan.
Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi dilakukan penyedia jasa untuk memastikan program peningkatan kinerja keselamatan
konstruksi berdasarkan hasil Tinjauan Manajemen (pemantauan, pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3) secara periodek
serta ditindaklanjuti pada pekerjaan konstruksi yang akan datang.
Skala Penilaian
Saran dan Tindak
No. Uraian A B C D Catatan
Lanjut
(100-80) (79-60) (59-40) (39-0)
Upaya Meningkatkan
1
Kinerja
3 Partisipasi Pekerja
4 Komunikasi SMKK