0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Notasi E dan Format Output dalam FORTRAN

Dokumen ini menjelaskan tentang format output dan input data dalam pemrograman, termasuk notasi riil, karakter, dan penggunaan pernyataan PRINT dan READ. Terdapat contoh-contoh format yang digunakan untuk menampilkan data dalam berbagai bentuk, serta penjelasan mengenai pernyataan WRITE untuk menyimpan data. Selain itu, terdapat tugas akhir berupa program untuk matriks transpos.

Diunggah oleh

Meli Siahaan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Notasi E dan Format Output dalam FORTRAN

Dokumen ini menjelaskan tentang format output dan input data dalam pemrograman, termasuk notasi riil, karakter, dan penggunaan pernyataan PRINT dan READ. Terdapat contoh-contoh format yang digunakan untuk menampilkan data dalam berbagai bentuk, serta penjelasan mengenai pernyataan WRITE untuk menyimpan data. Selain itu, terdapat tugas akhir berupa program untuk matriks transpos.

Diunggah oleh

Meli Siahaan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

Output Riil – Notasi E

Data riil dapat ditampilkan dengan notasi pangkat dengan


bentuk umum:
rEw.d
disini nilai riil biasanya ditampilkan dengan urutan tanda
negative (kosong kalau positif), angka nol, titik, angka
decimal sebanyak d digit, huruf E untuk tanda pangkat, tanda
positif/negative, dan pangkat. Sebagai contoh, apabila
variabel-variabel mempunyai nilai seperti dibawah: (lihat
program FORMAT2)
REAL A,B,C,D
A = .12345E8
B = .0237
C = 4.6E-12
D = -76.1684E12
2
dengan pernyataan,
PRINT60,A,B,C,D
60 FORMAT(1X,2E15.5,2E15.4)

menghasilkan output seperti berikut,


_ _ _ _ 0 .12345E+08_ _ _ _ 0 .23700E-01_ _
_ _ _0 .4600E-11 _ _ _ -0 .7617E+14
Sebagai pedoman untuk notasi Ew.d harus dipenuhi
syarat: w ≥ d + 7

3
Output Karakter
Konstanta karakter dapat didisplaikan dalam format identifier.
Misalnya apabila X dan Y masing-masing mempunyai nilai
.3 dan 7.9, maka: (lihat program FORMAT3)
X = .3
Y = 7.9
PRINT70,X,Y
70 FORMAT(1X,'X=',F6.2,1X,'Y=',F6.2)
menghasilkan output,
X=_ _ 0.30_ Y= _ _ 7 .90
Data karakter dapat ditampilkan dengan menggunakan
notasi A dalam bentuk umum,
rA atau rAw

4
untuk bentuk pertama , jumlah digit yang akan dipakai
ditentukan oleh jumlah karakter yang akan ditampilakan.
Sebagai contoh, output seperti diatas juga dapat dihasilkan
dari, (lihat program FORMAT3 / sama hasilnya dengan
print70)
X = .3
Y = 7.9
PRINT71,'X=',X,'Y=',Y
71 FORMAT(1X,A,F6.2,1X,A,F6.2)

5
Penentu Posisi - X
X berfungsi untuk menyediakan spasi pada sebuah baris
dan mempunyai bentuk umum,
nX
sebagai ilustrasi, anggap NUMBER adalah variable interger
dan pikirkan kenyataan dibawah, (lihat program FORMAT4)
NUMBER =141
PRINT75,'JOHN [Link]','CPSC',NUMBER
75 FORMAT(1X,A11,3X,A4,2X,I3)
Apabila NUMBER mempunyai nilai 141, maka output yang
dihasilkan adalah:
J HON Q.DOE_ _ _ CPSC_ _ _ _ _1 41

6
Notasi slash (/)
Output dapat dinyatakan dalam beberapa baris dengan
menggunakan tanda slash (/). Tanda ‘/’ membuat
pergantian baris dan dapat diulang beberapa kali. Tidak
diperlukan koma untuk memisahkan antara satu ‘/’ dan ‘/’
yang lain. (lihat program FORMAT5)

N = 5173
A = 617.2
M = 7623
B = 29.25
C = 37.555
D = 5.2813

7
PRINT*,'VALUES'
PRINT*
PRINT*
PRINT85,N,A,M,B
PRINT86,C,D
85 FORMAT(1X,2(I10,F10.2))
86 FORMAT(1X,2E15.7)
Pernyataan diatas dapat digabungkan menjadi, (lihat
program FORMAT5)
PRINT 87,'VALUE',N,A,M,B,C,D
87 FORMAT (1X,A ///1X,2(I10,F10.2)/1X,2E15.7)

(Perhatikan tanda 1X yang mengikuti ‘/’megidentifikasikan


karakter pengontrol untuk tiap baris baru). Apabila nilai dari
N,A,M,B,C dan D adalah:

8
N = 5173
A = 617.2
M = 7623
B = 29.25
C = 37.555
D = 5.2813
maka output yang dihasilkan adalah:
V ALUES_ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __
_ _ _ __
_ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ _
_ _ __ _ _ _ _
_ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ __ _ _ _ _
_ _ __ _ _ _ _
_ _ _ _ _ _ 5173 _ _ _ _617.20 _ _ _ _ _ _ 7623_ _ _ _ _
29.25

_ _ 0 .3755500E+02_ _ 0 .5281300E+01 __ _ __ _ _ _ _
9
4.2. Input dengan Format Tertentu
Pada bagian sebelumnya bahwa input dihasilkan dengan
menggunakan pernyataan READ. Pernyataan READ
mempunyai dua bentuk dimana bentuk paling sederhana
adalah:
READ format-identifier, input-list
Input-list adalah variable tunggal atau deretan variable yang
dipisahkan dengan koma. Format-identifier menentukan
format nilai untuk setiap input. Seperti halnya pada kasus
untuk output maka format identifier dapat berupa:
1. Asterisk (*)
2. Nomor label dari suatu baris yang berisi format penulisan
3. Notasi END

10
Disini format indentifier yang paling sering digunakan untuk
input adalah asterisk (*) karena memberi keleluasaan untuk
memberikan format pada bagian yang diinputkan.
Penggunaan format identifier yang kedua sama persis dengan
yang digunakan pada output yaitu kemudian menambahkan
pernyataan FORMAT dengan label sesuai format identifier.

4.3. Pernyataan WRITE dan Pernyataan READ Umum


Perintah output (PRINT) dan perintah (READ) yang digunakan
diatas adalah dalam bentuk yang paling sederhana yang
hanya dapat digunakan menampilkan data dimonitor atau
membaca data dari keyboard. Untuk menyimpan data
digunakan pernyataan WRITE dan untuk membaca data dari
disket atau hard disk digunakan READ juga tetapi dengan
bentuk yang lebih kompleks.

11
Pernyataan WRITE
Bentuk umum pernyataan dari pernyataan WRITE
WRITE (control-list) output-list
Dimana output-list mempunyai bentuk yang sama dengan yang
digunakan pada PRINT, sedangkan control-list bias mengandung
hal-hal berikut,
[Link]-specifier (nomor unit) yang menunjukan nomor peralatan
output
[Link] specifier seperti pada bagian sebelumnya
[Link]-hal lain yang erat kaitannya dengan file processing
Nomor unit adalah angka interger atau asterisk yang mempunyai
bentuk umum,
UNIT = unit-specifier
Atau secara sedehana
unit-specifier
Format specifier mempunyai bentuk umum,
FMT = format-identifier
Atau singkatnya
format-identifier 12
dimana format-identifier adalah sama bentuknya dengan
yang dipakai pada pernyataan PRINT. Sebagai contoh, nilai
variable GRAV dan WEIGHT akan ditampilkan pada
peralatan output yang bernomor 6. Pernyataan,
WRITE (6,*)GRAV, WEIGHT
pernyataan yang sepadan seperti,
WRITE (6,FMT=*)GRAV, WEIGHT
WRITE(UNIT=6, FMT=*)GRAV, WEIGHT
WRITE(NOUT,*)GRAV, WEIGHT
WRITE(UNIT=NOUT, FMT=*)GRAV, WEIGHT
Dimana NOUT adalah variable interger yang sebelumnya
telah didefenisikan sebagai 6. apabila nomor 6 adalh
peralatan standart dari system FORTRAN (biasanya adalah
monitor) maka angka 6 dapat digantikan dengan asterik.
WRITE (*,*)GRAV, WEIGHT
13
WRITE (*,*)GRAV, WEIGHT
dalam hal ini sama dengan pernyataan
PRINT*,GRAV, WEIGHT
Output berformat dari nilai-nilai ini dapat dihasilkan sari
pernyataan sebagai berikut,
WRITE (6,30)GRAV, WEIGHT
30 FORMAT(1X,2F10.2)
WRITE (UNIT=6, FMT=30)GRAV, WEIGHT
30 FORMAT(1X,2F10.2)

Pernyataan READ
Bentuk umnya adalah,
READ (control-list) input list
Dimana control-list sama dengan yang dipakai pada
pernyataan WRITE.
14
Ujian Akhir Semester

Buatlah suatu program yang berisi matriks transpos


Dikumpul sewaktu ujian
16

Common questions

Didukung oleh AI

The READ statement in FORTRAN is used for data input, taking in variables from an input list specified by a format-identifier, which can be simple like an asterisk (*) or more defined with line label identifiers. The WRITE statement, on the other hand, is used for data output, capable of more complex operations with control-list options including unit-specifier and format-specifier. Both statements use similar control structures, but WRITE extends functionalities specifically for directing data to output units like files or devices .

The format identifier in WRITE statements specifies how the data output should be formatted, including layout details like width and decimal precision. Both WRITE and PRINT use these identifiers; however, WRITE can be linked to any I/O unit, unlike PRINT, which defaults to the monitor. For instance, 'WRITE (6,30) GRAV, WEIGHT' uses a format identifier for converting data, similar to 'PRINT, GRAV, WEIGHT' but is more decentralized .

Variable output positioning in FORTRAN is achieved by using the FORMAT specifier to precisely define spaces and alignments. For instance, the FORMAT '(1X,A11,3X,A4,2X,I3)' combines output positioning by creating space before text and numbers, aligning the display over several fields. In this arrangement, 'JOHN Q.DOE' is separated by three spaces from 'CPSC', and the integer value, carefully aligned to the right by two spaces, appears aligned for presentation .

A WRITE statement in FORTRAN can print data to the system's default device (usually the monitor) by specifying the unit number as an asterisk (*). For example, "WRITE (*,*) GRAV, WEIGHT" achieves the same as using explicitly numbered device "WRITE (6,*) GRAV, WEIGHT" when 6 is the standard output device in FORTRAN systems. It simplifies the syntax while still directing the output to typical default I/O channels .

Using notations like A (for characters), X (for spaces), and / (for new line breaks) substantially enhances data readability and presentation in a FORTRAN program. 'A' ensures character ordering, 'X' facilitates structured spacing between outputs, and '/' promotes line separation for logical data grouping. This multi-notation application assists in tailoring presentations for clarity, making formatted outputs easily interpretable for end-users .

In FORTRAN, 'X' is used in formats as a positional specifier to insert spaces in a printed output. For example, if you have a variable NUMBER set to 141 and the format 'FORMAT(1X,A11,3X,A4,2X,I3)', the '3X' creates three space positions between 'JOHN Q.DOE' and 'CPSC', and '2X' adds two spaces before NUMBER. Thus, it helps in aligning or spacing items in the output .

In FORTRAN, real numbers are displayed using scientific notation with the format Ew.d, where 'E' signifies the scientific notation, 'w' is the total width of the field including the decimal point, the digits, and the exponent, 'd' is the number of digits after the decimal point. The constraints for Ew.d require that w must be greater than or equal to d + 7 to accommodate the sign, exponent, and other elements of the notation accurately .

In FORTRAN, the slash ('/') is used to create a line break or vertical alignment in the output, essentially allowing information to be displayed starting from the next line. Tthe example 'PRINT 87,'VALUE',N,A,M,B,C,D \ 87 FORMAT (1X,A ///1X,2(I10,F10.2)/1X,2E15.7)' shows that the slashes make 'VALUES' appear at the top line, with N, A, and M on a new line in a specified format, and B, C, and D on subsequent lines .

Programmers may use an asterisk '*' as a format identifier because it allows for minimal constraints and maximum flexibility in formatting, automatically adapting to any variable data type or size. This flexibility is beneficial when input/output formats are indeterminate or when quick prototyping is required, providing a default, safe formatting without explicitly defining dimensions, which can be designed later for optimization .

The format-specifier in FORTRAN is crucial for controlling the appearance of output data by defining how variables are displayed, including numeric formats with defined widths and precisions, right justification, spacing, and line breaks. The format-specifier essentially directs the display formatting of numeric, character, and real data types using defined pattern identifiers, thereby ensuring data is presented as intended by the programmer .

Anda mungkin juga menyukai