Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.
1 | 2023
ANALISIS KUALITAS LAYANAN INTERNET WLAN PADA BIZNET
DENGAN MENGHITUNG DELAY, TROUGHPUT, DAN PACKET LOSS
UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB HAMBATAN INTERNET
BERDASARKAN QUALITY OF SERVICE (QOS)
Inria Isby Istiqlalia 1), Nuniek Fahriani 2), Ashr Hafiizh Tantri 3)
1), 2), 3)
Program Studi Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Surabaya
Jl Sutorejo No. 59, Surabaya
Email : inriaisby@gmail.com1), nuniekfahriani@[Link].id2), [Link]@[Link] 3)
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet, telah memberikan kontribusi signifikan bagi
masyarakat dan pemerintah. PT. Supra Primatama Nusantara, melalui produknya, Biznet, menyediakan layanan
internet, dan teknologi kabel serta nirkabel. Penggunaan jaringan nirkabel memiliki manfaat tersendiri, termasuk
komunikasi jarak jauh dan pengendalian perangkat. Namun, penerapan jaringan wireless harus mematuhi Quality Of
Service (QoS) untuk mengevaluasi kualitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Action Research (AR) dengan
pengukuran Troughput, packet loss, dan Delay menggunakan Wireshark dan Axence Nettools 5. Pengujian ini
bertujuan untuk mengetahui penyebab hambatan internet yang berada di jalan lebak jaya indah pengujian dilakukan di
4 titik dimana hasil dari pengujian tersebut titik paling bagus adalah titik 1 dengan nilai delay terendah yakni 24 ms
dan packet loss 0% serta titik 3 yang mencapai throughput tertinggi 947 Kbps dari nilai tersebut biznet dapat
dikategorikan bagus menurut standrisasi tiphon dan penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah router agar
meminimalisir hambatan internet secara merata pada keempat titik tersebut.
Kata kunci:Pemodelan, ledakan, serious games, visualisasi.
Abstract
The development of information and communication technology, particularly the internet, has made a significant
contribution to both society and the government. PT. Supra Primatama Nusantara, through its product, Biznet, provides
internet services and both wired and wireless technologies. The use of wireless networks has its own benefits, including
long-distance communication and device control. However, the implementation of wireless networks must adhere to
Quality of Service (QoS) standards to assess their quality. This research employs the Action Research (AR) method with
measurements of throughput, packet loss, and delay using Wireshark and Axence Nettools [Link] testing aims to identify
the causes of internet obstacles along the Lebak Jaya Indah road. The testing is conducted at four points, and the
results show that the most optimal point is Point 1 with the lowest delay value of 24 ms and 0% packet loss.
Additionally, Point 3 achieves the highest throughput of 947 Kbps. Based on these values, Biznet can be categorized as
good according to the TIPHON standard. Further research is recommended to add routers to minimize internet
obstacles evenly across all four points.
Keywords : Biznet,Delay,Packet Loss,Quality Of Service, Troughput
[Link]
Internet merupakan suatu jaringan yang menghubungkan media elektronik yang berbeda, dan berfungsi
untuk mentransfer data dengan cepat dan akurat melalui frekuensi yang ditentukan[6] Penggunaan internet di seluruh
dunia mengadopsi standar global seperti Internet Protocol (IP) atau Transmission Control Protocol (TCP) untuk
mengatur dan mengontrol lalu lintas data.
Perkembangan teknologi internet sangat krusial dalam komunikasi modern dan menjadi fondasi utama bagi
e-commerce serta jaringan data komersial global. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah pelanggan, kecepatan
koneksi, serta munculnya aplikasi baru, teknologi internet seringkali menjadi sorotan karena lambatnya koneksi.
Keterbatasan ini menjadi salah satu penyebab utama dari buruknya kualitas layanan yang disediakan oleh penyedia
layanan internet (ISP)[3].
Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai penyebab buruknya
kualitas layanan internet, dan pengujian berdasarkan Quality of Service (QoS) menjadi pendekatan yang tepat. Salah
28|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
satunya dengan cara tes menggunakan wireshark dan axence nettools 5 sehingga dapat di diagnose penyebab
hambatan pertama setelah itu dilakukan pengujian yang mana hasilnya akan di olah dan dinilai dengan standarisasi
tiphon[1]. Salah satu hambatan lain adalah jumlah pengguna yang terkoneksi pada Access Point dan jarak antara
pengguna dengan Access Point. Implementasi QoS dapat membantu mengatasi kendala tersebut dengan cara
mengatur alokasi sumber daya secara efisien dan tepat[11].
QoS digunakan sebagai metode untuk mengukur sejumlah atribut kinerja yang telah ditentukan dalam suatu
layanan. Hal ini bertujuan untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari layanan tersebut serta menentukan
seberapa baik jaringan tersebut dalam memberikan layanan[8]. Penerapan jaringan nirkabel (Wireless LAN)
memerlukan standar layanan yang dikenal sebagai QoS, yang bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi
kualitas jaringan pada layanan Biznet. Karena jumlah pelanggan yang meningkat, kecepatan koneksi yang
meningkat, trafik backbone yang meningkat, dan aplikasi baru yang muncul, teknologi Internet telah berkembang
menjadi sangat penting untuk komunikasi modern dan menjadi dasar untuk e-commerce dan jaringan data komersial
global[2].Lambatnya internet menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas layanan dari ISP sehingga perlu analisa
lebih lanjut mengenai penyebab buruknya kualitas layanan internet dengan cara menguji berdasarkan Quality Of
Service (QOS)[9].
Ada pula penyebab terhambatnya layanan internet, mulai dari banyaknya user yang terkoneksi dengan
Access Point, hingga jarak antara user dan Access Point , QoS di implementasikan guna untuk mengatur hal tersebut
sehingga hambatan tersebut dapat teratasi dengan tepat[10].Qos digunakan untuk mengukur sekumpulan atribut
kinerja yang telah dispesifikasikan dan diasosiasikan dengan suatu servis. Ini adalah metode pengukuran seberapa
baik jaringan dan bertujuan untuk mendefenisikan karakteristik dan sifat dari suatu servis[5].
Implementasi jaringan nirkabel membutuhkan standar layanan yang dikenal sebagai Quality Of Service
(QoS), yang bertujuan untuk menganalisis jaringan Wireless LAN (Local Area Network) pada layanan Biznet dan
mengevaluasi kualitasnya. Penelitian ini menggunakan metode Action Research (AR) untuk mengukur parameter
Troughput, paket loss, dan Delay menggunakan aplikasi pengukuran seperti Wireshark dan Axence Nettools 5
[5][10]. Hasil penelitian ini akan menghasilkan data pengukuran QoS pada layanan Biznet, dengan menggunakan
standar Tiphon.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis pada kualitas layanan internet pada biznet di Jl.
Lebak indah yang mencakup parameter seperti throughput, packet loss, delay, dan jitter. Pengumpulan sampel data
secara real time dilakukan dengan menggunakan aplikasi Wireshark dan Axcense Nettools 5 dan memantau hasil
paket data yang diterima sesuai dengan waktu data terakhir pemantauan. Selanjutnya, hasil jaringan akan dihitung
menggunakan metode Quality Of Service untuk menentukan nilai index kategori yang sudah ditetapkan oleh
tiphon[5].
Penelitian ini menggunakan metode Action Research (AR) dengan tujuan mengukur parameter Troughput,
packet loss, dan Delay melalui aplikasi pengukuran seperti Wireshark dan Axence Nettools 5. Data yang dihasilkan
akan diinterpretasikan dengan standar Tiphon untuk menilai kualitas layanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
memberikan analisis mendalam terhadap kualitas layanan internet pada Biznet di Jl. Lebak Indah, dari hasil tersebut
akan diketahui penyebab terjadinya hambatan yang mana hasil tersebut akan di jalankan solusi yang dapat
meminimalisir hambatan yang terjadi salah satu cara adalah menambahkan router atau repeater di titik tertentu agar
dapat menjangkau semua area yang diinginkan.
Hasil tersebut juga akan menjadi data sehingga dapat diperbaiki untuk kedepannya agar dapat meningkatkan
kualitas layanan internet yang di sediakan biznet serta memberikan kontribusi berharga bagi pengembangan
teknologi khususnya pada layanan Biznet. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam
bagi penyedia layanan dan peneliti dalam memahami kualitas layanan yang diberikan oleh jaringan internet.
penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan teknologi, terutama bagi Biznet.
[Link] Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Action Research (AR) yang bertujuan untuk meningkatkan
kualitas layanan WLAN Biznet. Tahapan penelitian meliputi perencanaan dengan identifikasi masalah
kualitas layanan, perumusan tujuan perbaikan yang spesifik, dan perancangan metode pengumpulan data
dari pelanggan Biznet yang menggunakan layanan WLAN. Langkah selanjutnya adalah melakukan
tindakan, di mana data dari kuesioner, wireshark, dan axence nettools 5 diambil dari 4 titik dan waktu
yang berbeda, kemudian diolah secara statistik untuk menemukan satu nilai yang akan dibandingkan pada
standarisasi tiphon. Data tersebut akan dipaparkan dalam bentuk diagram guna memudahkan analisis.
Tahap berikutnya adalah evaluasi, di mana model dan metode yang dikembangkan untuk meningkatkan
kualitas layanan WLAN akan diuji dalam lingkungan relevan dengan pengukuran seperti kehilangan
paket, keterlambatan, dan throughput. Dari hasil evaluasi ini akan ditentukan langkah-langkah lanjutan
untuk perbaikan yang lebih lanjut[7].
29|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
Pengumpulan data dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan memberikan kuesioner ke beberapa
karyawan biznet, yang mana nantinya akan di olah sebagai data kuesioner penelitian dan data yang lain
diperoleh dengan cara pengetesan menggunakan aplikasi wireshark dan Axence Nettools 5.
Pengolahan awal data dari pengumpulan data dari tahap sebelumnya lalu data tersebut dikelola
sesuai standar tiphon , data diambil beberapa kali dan di beberapa waktu sehingga data bisa diambil rata
rata nya dan dikelola lebih lanjut. Adapun rumus yang digunakan untuk mengolah data untuk mencari
delay, throughput, dan packet loss adalah sebagai berikut:
Tenggang waktu antara pengiriman dan penerimaan data, dikenal sebagai 'delay', dipengaruhi oleh
berbagai faktor seperti hambatan komunikasi dan jarak, sehingga menyebabkan peningkatan nilai delay
berikut rumus yang dapat digunakan untuk mencari delay dapat di lihat pada persamaan dibawah [9].
Throughput adalah ukuran jumlah data yang berhasil dikirim dari satu stasiun ke stasiun lain dalam
jaringan dalam rentang waktu tertentu. Ini mencerminkan kapabilitas sebenarnya jaringan dalam
mentransmisikan data.
Berikut rumus yang dapat digunakan untuk mencari Throughput dapat di lihat pada persamaan
dibawah [9].
Packet loss merupakan parameter yang mengindikasikan situasi di mana sejumlah paket data hilang,
bisa disebabkan oleh tabrakan data dan faktor-faktor hambatan lain seperti kapasitas penggunaan yang
tinggi pada waktu bersamaan, mengakibatkan peningkatan besarnya kehilangan paket. berikut rumus yang
dapat digunakan untuk mencari Packet Loss dapat di lihat pada persamaan dibawah [9].
Desain pengujian dilakukan di 4 titik pengujian dilakukan di Jalan Lebak Indah Jaya yang dapat
dilihat pada gambar 1.
30|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
Dapat dilihat pada gambar 1. Acess Point ditempatkan di suatu bangunan lalu pengujian di lakukan
di beberapa titik yang mana titik tersebut adalah sebuah tempat atau area seperti halaman dan rumah
warga, untuk jarak antara titik tersebut dan Access Point dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Skor Pretes dan Postes Pemahaman Pembagian
Titik Pengujian Jarak Terhadap Acces Point (m)
Titik 1 1
Titik 2 10
Titik 3 20
Titik 4 40
[Link] dan Pembahasan
Pada bagian ini akan dilakukan penelitian dan pengujian yang melibatkan perhitungan troughput,
Delay, dan Packet Loss, pengujian ini dilakukan melalui dua aplikasi yakni axcense nettools dan
wireshark, pengujian akan dilakukan menggunakan beberapa domain sebagai target pengujiannya yakni
[Link], [Link], dan [Link], ketiga domain tersebut menjadi target pengujian karena
ketiga domain tersebut yang umum dan lumayan sering digunakan.
Proses pengujian ini memerlukan waktu yang terbilang cukup signifikan, yakni sekitar 20 menit, untuk
melakukan pengambilan data secara menyeluruh. Setelah periode waktu yang telah ditentukan tersebut
berakhir, seluruh data yang berhasil terkumpul akan diproses lebih lanjut dengan menghitung throughput-
nya. Perlu ditekankan bahwa pengujian ini direncanakan dan dilaksanakan di empat titik spesifik yang
telah ditetapkan sebelumnya, sesuai dengan informasi yang tertera pada tabel 1 yang dapat diakses untuk
referensi lebih lanjut.
Dari beragam data yang telah dianalisis dan dipresentasikan sebelumnya, gambaran yang terbentuk
menunjukkan rentang yang signifikan dalam performa jaringan dari titik 1 hingga titik 4. Analisis
menyeluruh mengenai delay, throughput, dan kehilangan paket (packet loss) menyoroti titik 1 sebagai
puncak dari segi kualitas jaringan. Titik ini secara konsisten menampilkan performa yang optimal,
menonjol dalam keandalan, efisiensi, serta responsivitas jaringan. Sebaliknya, pada titik 4, terlihat
kecenderungan sebaliknya dengan indikasi performa yang kurang memuaskan, bahkan lebih rentan
terhadap masalah delay maupun kehilangan paket data.
Pentingnya informasi ini tergambar pula dari representasi grafis pada Gambar 2 yang
mengilustrasikan secara visual perbandingan performa antara titik-titik yang diamati. Grafik tersebut
memberikan insight mendalam tentang variasi performa jaringan dari sudut pandang berbagai metrik yang
telah diukur, memperlihatkan perbedaan drastis antara titik 1 dan titik 4. Dengan demikian, pemahaman
ini menjadi kunci dalam mengevaluasi dan memahami kondisi jaringan, memungkinkan pengambilan
keputusan yang lebih tepat terkait perbaikan atau peningkatan kualitas jaringan di titik-titik tertentu guna
memastikan kinerja yang lebih stabil dan responsif.
Lebih jauh lagi, penekanan pada analisis ini memungkinkan untuk merencanakan strategi perbaikan
atau peningkatan dalam infrastruktur jaringan. Dari sudut pandang manajerial, informasi ini juga dapat
memberikan panduan dalam alokasi sumber daya yang tepat untuk memperbaiki area-area yang
memerlukan perhatian lebih, mengoptimalkan kinerja jaringan secara keseluruhan, dan menghadirkan
pengalaman pengguna yang lebih konsisten dan memuaskan. Lebih jelasnya grafik delay dapat dilihat
pada grafik gambar 2.
31|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
Gambar 2. Grafik Delay (Axence Nettools 5)
Dari gambar 2 diatas sudah menunjukkan bahwa untuk delay terbaik berada di titik 1 , dan titik
terburuk di titik 3 lalu selanjutnya untuk grafik packet loss bisa dilihat pada gambar 3.
Gambar 3. Grafik Packet Loss (Axence Nettools 5)
Di gambar 3 adalah grafik packet loss menunjukkan bahwa titik 4 adalah titik terburuk
sebaliknya titik 1 adalah titik terbaik yang dimiliki. Selanjutnya adalah grafik yang menampilkan
throughput yang ditunjukkan pada gambar 4.
32|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
Gambar 4. Grafik Delay (Axence Nettools 5)
Proses pengujian menggunakan Wireshark pada kali ini difokuskan pada analisis paket yang
dikirim, bukan terkait dengan waktu tertentu. Pengujian ini akan tetap melibatkan tiga domain yang
akan diuji dalam satu rangkaian pengujian. Dalam konteks ini, pengujian akan ditargetkan pada
sekitar 5000 paket yang dikirim, dengan fokus pada pengukuran delay, throughput, dan packet loss
dari paket-paket tersebut.
Wireshark, sebagai perangkat lunak pemantau jaringan yang handal, memungkinkan analisis
mendalam terhadap setiap paket yang dikirim dan diterima dalam jaringan. Dengan menetapkan
jumlah paket yang akan dikirim, pengujian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa jaringan
terkait dengan aspek delay, throughput, dan packet loss dalam kondisi pengiriman yang terkendali.
Proses pengujian akan memungkinkan pengguna untuk menilai seberapa efisien jaringan
dalam mengirimkan sejumlah paket tertentu, memperoleh informasi tentang waktu yang diperlukan,
serta mengevaluasi seberapa banyak paket yang berhasil dikirimkan dan diterima secara utuh. Dari
data yang terkumpul, dapat dievaluasi performa jaringan dan identifikasi apakah terdapat delay yang
signifikan, seberapa besar throughput yang tercapai, serta apakah terdapat packet loss dalam proses
pengiriman paket.
Analisis yang dihasilkan dari pengujian menggunakan Wireshark akan memberikan
wawasan yang sangat berharga terkait dengan stabilitas, keandalan, dan responsivitas jaringan dalam
mengelola sejumlah paket data yang ditetapkan. Hasil dari pengujian ini kemudian dapat digunakan
untuk mengidentifikasi area-area perbaikan yang diperlukan dalam jaringan, meningkatkan kualitas
layanan, serta memastikan pengalaman pengguna yang lebih baik dalam menggunakan layanan-
layanan yang terhubung dengan domain-domain yang diuji.
Dalam pengujian menggunakan Wireshark kali ini, pengujian tetap melibatkan keempat titik
yang sudah terdefinisi sebelumnya, seperti yang terdokumentasi pada Tabel 1 Sama seperti
pengujian sebelumnya, keempat titik ini memiliki peran penting dalam analisis dan evaluasi
performa jaringan dari berbagai sudut pandang.
Pengujian terhadap keempat titik yang telah ditetapkan sebelumnya pada Tabel 1 akan
memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai performa jaringan secara menyeluruh.
Dalam pengujian ini, fokusnya akan difokuskan pada analisis paket-paket yang dikirim dan diterima
dari masing-masing titik tersebut. Melalui analisis menggunakan Wireshark, aspek delay,
throughput, dan packet loss dari paket-paket yang melalui keempat titik ini akan dievaluasi secara
teliti.
Dari hasil analisis yang telah dilakukan terhadap keempat titik yang menjadi fokus pengamatan,
tergambar dengan jelas bahwa terdapat perbedaan yang mencolok dalam kualitas performa di antara titik-
titik tersebut. Salah satu temuan yang menonjol adalah bahwa titik yang menunjukkan performa paling
33|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
optimal, yang secara khusus diperoleh dari pemantauan dan analisis yang dilakukan melalui Wireshark,
adalah titik pertama. Namun, sebaliknya, terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada performa titik
keempat yang tergolong sebagai titik dengan kualitas paling rendah.
Penting untuk dicatat bahwa pada titik keempat ini, terdapat pola Request Time Out yang cukup
tinggi, yang dapat diidentifikasi sebagai hasil dari jarak yang relatif jauh antara titik pengujian dengan
akses poin. Fenomena ini secara langsung mempengaruhi keandalan sinyal dan mengakibatkan
ketidakstabilan serta kegagalan dalam transmisi data. Detil lebih lanjut terkait dengan temuan ini, serta
gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi jaringan, dapat dipahami dan dianalisis secara lebih
mendalam melalui grafik yang terdokumentasi pada Gambar 5.
Analisis yang teliti terhadap perbedaan performa ini penting untuk mendapatkan wawasan yang
lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi stabilitas jaringan pada setiap titik. Hal ini juga
dapat menjadi landasan yang kuat untuk merumuskan strategi perbaikan yang lebih efektif, seperti
penyesuaian posisi akses poin atau peningkatan infrastruktur, guna memastikan kualitas dan kehandalan
jaringan yang lebih baik di masa mendatang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 5.
Gambar 5. Rekap Metadata Wireshark
Dapat dilihat pada gambar 5 memberikan gambaran yang sangat menggambarkan perbedaan
performa antara keempat titik yang diamati. Dari hasil monitoring melalui Wireshark, terlihat bahwa titik 4
menunjukkan performa yang paling buruk, sementara titik 1 menghadirkan performa paling optimal dalam
berbagai aspek jaringan yang diamati.
Titik 4 terlihat memiliki indikasi yang jauh lebih rendah dalam segi kualitas jaringan. Dalam
pemantauan ini, terdapat banyak Request Time Out yang mengindikasikan adanya gangguan dalam
pengiriman data. Hal ini umumnya disebabkan oleh jarak yang jauh antara titik uji dengan akses poin,
yang mengakibatkan ketidakstabilan sinyal dan kegagalan transmisi data.
Di sisi lain, titik 1 menonjol sebagai yang terbaik dalam performa jaringan. Dari analisis melalui
Wireshark, titik ini menunjukkan kualitas yang sangat tinggi dalam mentransmisikan data, dengan
keandalan yang baik dan respon yang cepat.
[Link]
Dari rangkaian pengujian yang dilakukan di Jl. Lebak Indah Jaya, hasilnya menunjukkan kondisi
jaringan yang bervariasi di berbagai titik pengamatan. Analisis melalui Wireshark mengungkapkan
perbedaan yang signifikan dalam hal delay, throughput, dan packet loss di tiap titik. Titik 4 tercatat
memiliki delay tertinggi sebesar 39,6 ms, menandakan adanya hambatan dalam respons jaringan di lokasi
34|COMPUTING INSIGHT
Jurnal Ilmiah Computing Insight Vol.5 No.1 | 2023
tersebut. Sebaliknya, titik 3 menampilkan delay terendah dengan nilai hanya 7,11 ms, menunjukkan
respons jaringan yang lebih cepat. Selain itu, titik 4 juga memperlihatkan throughput terendah dalam
pengujian, dengan kecepatan hanya 99 Kbps, sementara titik 3 menghadirkan angka tertinggi dalam hal
throughput, mencapai 947 Kbps, menandakan kemampuan transfer data yang lebih baik. Secara kontras,
ketika menggunakan Axence Nettools, titik 3 menampilkan delay tertinggi, khususnya pada domain
Google, dengan nilai 288 ms, sementara titik 1 menghadirkan delay terendah dengan nilai 24 ms untuk
semua domain. Dalam hal throughput pada Axence Nettools, titik 1, terutama pada domain Google,
menunjukkan kinerja tertinggi mencapai 10,79 Kbps, sedangkan titik 4 menampilkan kinerja terendah
untuk semua domain dengan nilai 8,36 Kbps. Terakhir, untuk packet loss, titik 3 menunjukkan tingkat
tertinggi dengan 7,9%, sedangkan titik 4 mencatatkan tingkat terendah dengan 5%. Sebaliknya, pada
Axence Nettools, titik 4 menampilkan packet loss tertinggi pada domain YouTube dan Google, yaitu 32%,
sementara titik 1 menunjukkan tingkat packet loss terendah untuk domain Google dan Gmail, mencapai
0%. Analisis mendalam atas data-data ini dapat memberikan wawasan yang diperlukan untuk
merumuskan langkah-langkah perbaikan yang sesuai guna meningkatkan kualitas dan kehandalan jaringan
di masing-masing titik. Dari kesemua nilai jika diambil rata rata maka biznet masih dikategorikan bagus
menurut standarisasi tiphon
Daftar Pustaka
[1]Dwi Kuncoro, I., Arif Widodo, S., & Widatama, K. (2022). Analisis Kualitas QOS Pada Jaringan Wireless
Universitas Muhammadiyah Purworejo European Telecommunications Standards Institude (ETSI). Jurnal
INTEK , 5(1), 53–62. [Link]
[2]Fatoni. (2022). Analisis Kualitas Layanan Jaringan Intranet (Studi Kasus Universitas Bina Darma). Universitas
Bina Darma, 1–15. [Link]
[3]Hasbi, M., & Rafli Saputra, N. (2021). Analisis Quality Of Service (QOS) Jaringan Internet Kantor Pusat King
Bukopin Dengan Menggunakan Wireshark. Just IT : Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informasi Dan
Komputer, 12(1), 17–23. [Link]
[4]Misinem, & Praja Mukti, G. (2021). Analisis Kualitas Jaringan Nirkabel Dengan Metode Quality Of Service
(Studi Kasus : Bapeda Provinsi Sumatera Selatan). Jurnal Bina Komputer JBK, 3(1), 1–7.
[Link]
[5]Permata Sari, I. (2022). Evaluasi Kualitas Jaringan Internet Pemerintah Daerah Kota Padang Panjang
Menggunakan Metode Quality of Service. Jurnal Sistim Informasi Dan Teknologi, 5(1), 25–29.
[Link]
[6]Purwahid, M., & Triloka, J. (2019). Analisis Quality of Service (QOS) Jaringan Internet Untuk Mendukung
Rencana Strategis Infrastruktur Jaringan Komputer Di SMK N I Sukadana. JTKSI, 02(03), 100–109.
[Link]
[7]Restu Utami, P. (2020). Analisis Perbandingan Quality Of Service Jaringan Internet Berbasis Wireless Pada
Layanan Internet Serive Provider (ISP) Indihome dan First Media. Jurnal Ilmiah Teknologi Dan Rekayasa,
25(2), 125–137. [Link]
[8]Ryan Kamil, M., Arzalega, F., Rosalinda, & Sani, A. (2023). Analisis Kualitas Layanan Jaringan Internet Wifi
[Link] dengan Metode QoS (Quality of Service). JBPI : Jurnal Bidang Penelitian Informatika, 1(2), 77–88.
[Link]
[9]Setiawan, E., Pagiling, L., & Nadzirin Anshari Nur, M. (2022). Analisis Kualitas Jaringan Internet Provider
Telekomunikasi Dengan Menggunakan Parameter Quality of Service (QoS) Di Kota Kendari. Jurnal Fokus
Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika Dan Kendali, 7(1), 55–60.
[Link]
[10]Yulia Pusvita, W., & Huda, Y. (2019). Analisis Kualitas Layanan Jaringan Internet [Link] Menggunakan
Parameter QOS (Quality Of Service). Voteknika : Jurnal Vokasional Teknik Elektronika Dan Informatika, 7(1),
54–60. [Link]
[11]Yusniah, Supit, I., & Rahimi, A. (2023). Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Analisis Kualitas Jaringan Internet di Perpustakaan UINSU sebagai Sumber Informasi bagi Pengguna. Journal
of Communication and Islamic Broadcasting, 3(4), 813–820. [Link]
35|COMPUTING INSIGHT