0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan56 halaman

Panduan Lengkap Diabetes Melitus

Diabetes Melitus adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi atau kerja insulin. Gejala utama meliputi poliuria, polidipsia, dan polifagia, dengan faktor risiko seperti obesitas dan riwayat keluarga. Penatalaksanaan diabetes melitus melibatkan edukasi, terapi nutrisi, aktivitas fisik, dan terapi farmakologis untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi.

Diunggah oleh

aboutalchemy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan56 halaman

Panduan Lengkap Diabetes Melitus

Diabetes Melitus adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat kelainan sekresi atau kerja insulin. Gejala utama meliputi poliuria, polidipsia, dan polifagia, dengan faktor risiko seperti obesitas dan riwayat keluarga. Penatalaksanaan diabetes melitus melibatkan edukasi, terapi nutrisi, aktivitas fisik, dan terapi farmakologis untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah komplikasi.

Diunggah oleh

aboutalchemy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIABETES MELITUS

DEFINISI
• Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan :
- Sekresi insulin
- Kerja insulin
- Atau kedua - duanya
KAPAN DIKATAKAN DM?
1. Keluhan TRIAS
a. Poliuria → BAK terus –menerus
b. Polidipsia → Sering merasa kehausan
c. Polifagia → Makan berlebihan akibat rasa lapar
yang berlebih atau nafsu meningkat
2. Kadar gula darah pada waktu puasa > 126 mg/dl
3. Kadar gula darah dua jam sesudah makan > 200
mg/dl
PERAN INSULIN
• Mendorong penyerapan
gula lewat dinding usus
kedalam darah
• Mendorong gula masuk
dalam sel
• Mendorong proses
pembentukan energi
• Bila glukosa terlalu banyak
dalam darah, insulin
mendorong penyimpanan
glukosa ( glikogen ) di hati (
lever) dan sel otot.
FAKTOR RESIKO DM
✓ Riwayat keluarga
✓ Obesitas atau kegemukan
kegemukan bisa menyebabkan tubuh seseorang
mengalami resistensi terhadap hormon insulin
✓ Kurangnya aktivitas fisik
✓ Merokok
✓ Mengkonsumsi makanan tinggi gula
✓ Terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan kimia (
THIAZIDE DIURETIK & BETA BLOKER) karena
merusak pankreas.
MANIFESTASI KLINIS
• Keluhan khas DM
1. Poliuria → BAK terus -menerus
2. Polidipsia → Sering merasa kehausan
3. Polifagia → Makan berlebihan akibat rasa
lapar yang berlebih atau nafsu meningkat.
4. BB menurun dengan cepat
• Keluhan lain : lemas, kesemutan , gatal,
mata kabur, disfungsi ereksi pada pria, serta
pruritus pada wanita
KLASIFIKASI DIABETES
DIABETES TIPE I
DIABETES TIPE II
DIABETES GESTASIONAL
KLASIFIKASI DIABETES
• Diabetes Melitus Tipe I (Tergantung Insulin)
• Pada diabetes tipe I terdapat
ketidakmampuan untuk menghasilkan insulin
karena sel-sel beta pankreas telah
dihancurkan oleh proses autoimun.
Hiperglokemi puasa terjadi akibat produksi
glukosa yang tidak terukur oleh hari
Gejala Diabetes tipe I
• Diabetes tipe I banyak ditemukan pada anak-
anak. Anak dengan diabetes tipe I biasanya
memiliki gejala awal sebagai berikut :
1. sering berkemih
2. banyak minum
3. berat badan berkurang
4. mudah lelah
KLASIFIKASI DIABTES
• Diabetes Melitus tipe II (Tidak Tergantung
Insulin)
• Terdapat msalah resistensi insulin dan gangguan
insulin. Noemalnya insulin akan terikat oelh
resptor khusu pada permukaan sel, sebagai
akibat terikatnya insulin dengan reseptor tersebut
terjadi suatu reaksi metabolisme glukosa dalam
sel
• Resistensi ini penurunan reaksi intra sel, sehingga
insulin tidak efektif untuk menstimulasi
pengambilan glukosa oleh jaringan.
Gejala Diabetes tipe II
• Diabetes tipe II merupakan tipe diabetes yang
paling umum dapat terjadi pada usia
berapapun dan umumnya dapat dicegah. Ada
beberapa faktor yang mempengaruhinya
adalah
1. Berat badan turun dengan cepat
2. Sering kesemutan
3. Luka yang sulit sembuh
High
blood
pressu
High re
fat &
DM type smoki
choles
2 ng
terol
levels Lifesty
le &
overw
eight
KLASIFIKASI DIABTES GESTASIONAL

• Pada diabetes jenis ini terjadi pada


wanita selama kehamilan yang
disebabkan oleh hormon yang di
sekresikan plasenta dan menghambat
kerja insulin
ETIOLOGI
• DM TIPE I
Destruksi → infeksi virus, lingkungan
(zat kimia, dll) → predisposisi genetik →
respon autoimun → kerusakan sel β
pankreas
(Lebih sering pada anak dan remaja)
LANJUTAN
• DM TIPE II tiga faktor :
– sekresi insulin
– resistensi insulin di perifer
– peningkatan produksi glukosa di hepar.
• 90% → Obesitas
• ↓ kemampuan insulin → Obesitas + Genetik
• Sensitivitas jaringan thd insulin ↓
• Resistensi insulin → glukoneogenesis →
hiperglikemi ↑ →cadangan glikogen ↓
LANJUTAN
o Resistensi insulin terjadi → akibat perubahan
proses metabolisme pada akhir masa
kehamilan → kebutuhan hormon insulin ↑
o Faktor resiko DM gestasional :
o Obesitas
o Riwayat DM di keluarga
o Menderita DM gestasional sebelumnya
o Pernah melahirkan anak besar > 4000 gram
DIAGNOSIS DM
1. Gula darah puasa
• Normal : <108 mg/dl
• Prediabetes : 108- 125 mg /dl
• Diabetes : > 200 mg / dl
2. Gula darah sewaktu
Normal : <200 mg/dl
Diabetes : > 200 mg /dl
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Bukan DM Belum pasti DM


DM

Kadar glukosa Plasma vena < 100 100 – 199 >200


sewaktu Darah kapiler < 90 90 - 199 > 200
(mg/dl)

Kadar glukosa Plasma vena < 100 100 -125 >126


darah puasa Darah kapiler < 90 90- 99 > 100
(mg/ dl)
Obat JIKA TIDAK
diabetes MINUM
MINUM
tidak OBAT,
OBAT
menyembu KADAR
SEUMUR
hkan, GULA
HIDUP
hanya KEMBALI
mengontrol TINGGI
KOMPLIKASI KRONIK
MIKROANGIOPATI:
• Mata : Retinopati Diabetik
• Ginjal : Nefropati Diabetik
• Syaraf : Neuropati Diabetik
KOMPLIKASI KRONIK
MAKROANGIOPATI:
• Penyakit jantung koroner
• Penyakit pembuluh darah otak
• Penyakit pembuluh darah perifer
• Neuropati
KOMPLIKASI KRONIK
RENTAN INFEKSI, dipengaruhi oleh
• Hiperglikemia (GD >200mg/dl,)
• Neuropati sensorik →hilang rasa
Neuropati motorik →perubahan bentuk kaki
• Mekanik
TUJUAN TATALAKSANA DM
• Menghilangkan keluhan dan tanda DM
• Mempertahankan rasa nyaman dan mencapai
target glukosa darah (jangka pendek)
• Mencegah dan menghambat progresivitas
penyulit mikroangiopati, makroangiopati, dan
neuropati (jangka panjang).
TATALAKSANA DM
• Evaluasi medik terarah
• Evaluasi berkala/pemantuan
• Pilar penatalaksanaan DM
✓Edukasi
✓TNM (terapi nutrisi medik)
✓Aktivitas fisik
✓Terapi farmakologis
EVALUASI MEDIK TERARAH
• Meliputi :
- Riwayat penyakit
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan penunjang :
❖GDP, GD2PP, HbA1c, profil lipid pada keadaan
puasa, kreatinin serum, albuminuria, keton,
sedimen, protein urin, EKG, rontgen dada
- Rujukan apabila diperlukan
EVALUASI MEDIK
BERKALA/PEMANTAUAN
• Pemeriksaan :
✓ GDP
✓ GD2PP
✓ HbA1c setiap 3-6 bulan
✓ Pemeriksaan fisik serta penunjang lainnya
TERAPI NON FARMAKOLOGI
• Perubahan pola hidup :
- Edukasi berbagai masalah terkait penyakit DM
- Pengaturan pola makan / Terapi Nutrisi Medik
(TNM)
- Latihan fisik
EDUKASI
• Pengertian DM
• Promkes prilaku hidup sehat
• Pemantauan glukosa darah mandiri
• Tanda dan gejala hipoglikemi beserta cara
mengatasinya
SEPULUH PETUNJUK POLA HIDUP
SEHAT
• Meliputi pola makan dan pola latihan fisik,
disingkat menjadi → GULOH SISAR =
SINDROMA 10
• GULOH – SISAR dilaksanakan dengan
pedoman BNI (Batasi, Nikmati, Imbangi)
GULOH - SISAR
• G (Gula)
- Untuk diabetes : pantang gula, bagi Non –DM
batasi gula
U (Urat)
- Untuk mencegah atasi hiperurisemia maka batasi
JAS-BUKET ( Jeroan, Alkohol, Sarden, Unggas,
kaldu, kacang2an, emping, tape)
L (Lemak)
- Batasi TEK – KUK-CS2 : telor, keju, kepiting,
udang, kerang, cumi, susu, santan
LANJUTAN
• O (obesitas)
- Lakukan penurunan BB bila terjadi obesitas
• H (Hipertensi)
- Untuk pasien hipertensi batasi ekstra garam, ikan
asin, kacang asin, dll
• S (Sigaret)
- Stop merokok
• I (inaktivitas)
- Lakukan olahraga setiap hari yang bisa
mengeluarkan kalori kurang lebih 300 kcal
LANJUTAN
• S (Stress)
- Hindari stress
• A (Akohol)
- Stop alkohol
• Regular (Regular Check-up)
- Lakukan kontrol secara teratur, bagi umur > 40
tahun, setiap 3, 6, 12 bulan, konsultasi kepada
dokter
TNM/TERAPI NUTRISI MEDIK
• TNM → melakukan pengaturan pola makan
yang didasarkan pada status gizi, kebiasaan
makan, kondisi/komplikasi yang telah ada
• Dapat digunakan sebagai :
- Preventif bagi yang memiliki faktor resiko
diabetes
- Kuratif bagi yang sudah mengalami diabetes
- Cegah/ perlambat perkembangan komplikasi
TUJUAN TNM
• Untuk mencapai dan mempertahankan :
- Kadar glukosa darah dalam batas normal tanpa efek
samping hipoglikemia :
• Glukosa darah sebelum makan pagi (prepandial) anatara
70-130 mg/dL
• Glukosa darah 1 jam sesudah makan (peak postprandial) <
180 mg/dl
• Profil lipid untuk mencegah risiko penyakit kardiovaskuler
- LDL < 100 mg/dL
- HDL > 40 mg/dL
- Trigliserida < 150 mg/dL
TERAPI FARMAKOLOGIS
• Terapi farmakologi diberikan bersama dengan
pengaturan makan dan latihan jasmani (pola
hidup sehat)
Terapi farmakologi terdiri dari
1. Obat hipoglikemik oral
2. Suntikan
3. kombinasi
OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO)
• Berdasarkan cara kerjanya, OHO dibagi menjadi 5
golongan :
a. Pemicu sekresi insulin (insulin secrtagog
Ue)
b. Peningkat sensitivitas terhadap insulin :
metformin dan tiazolidindion
c. Penghambat glukoneogenesis (metformin)
d. Penghambat absorbsi glukosa : penghambat
glukosidase alfa
e. DPPIV inhibitor
CARA PEMBERIAN OHO
• OHO dimulai dengan dosis kecil dan ditingkatkan
secara bertahap sesuai respons kadar glukosa darah,
dapat diberikan sampai dosis optimal
• Sulfonilurea : 15-30 menit sebelum makan
• Rapaglinid, Nateglinid : sesaat sebelum makan
• Penghambat glukosidase (Acarbose) : bersama makan
suapan pertama
• Tiazolidindion : tidak bergantung pada jadwal makan
• DPPIV inhibitor dapat diberikan bersama makan dan
atau sebelum makan
SUNTIKAN
1. Insulin
2. Agonis GLP1/incretin
mimetic
INSULIN
diperlukan pada keadaan:
• Penurunan berat badan yang cepat
• Hiperglikemia berat yang disertai ketosis
• Ketoasidosis diabetik
• Hiperglikemia hiperosmolar non ketotik
• Hiperglikemia dengan asidosis laktat
• Gagal dengan kombinasi OHO dosis hampir maksimal
• Stres berat (infeksi sitemik, operasi besar, IMA, stroke)
• Kehamilan dengan DM/diabetes melitus gestational yang
tidak terkendali dengan TGM
• Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat
• Kontraindikasi dan atau alergi terhadap OHO
INSULIN
• Berdasarkan lama kerja, insulin terbagi menjadi
empat jenis :
1. Insulin kerja cepat (rapid acting insulin)
2. Insulin kerja pendek (short acting insulin)
3. Insulin kerja menengah (intermediate acting
insulin)
4. Insulin kerja panjang (long acting insulin)
5. Insulin campuran tetap, kerja pendek dan
menengah (promixed insulin)
AGONIS GLP-1
• Dapat bekerja sebagai perangsang pelepasan insulin
yang tidak menimbulkan hipoglikemi ataupun
peningkatan berat badan yang biasanya terjadi pada
pengobatan dengan insulin ataupun sulfonilurea.
• Agonis GLP1 bahkan menurunkan berat badan
• Efek agonis GLP1→ menghambat pelepasan glukagon
yang diketahui berperan sebagai glukoneogenesis
• Terbukti memperbaiki cadangan sel beta pankreas
• Efek sampng → mual dan muntah
TERAPI KOMBINASI
• Pemberian OHO maupun insulin selalu dimulai
dengan dosis rendah, untuk kemudian dinaikan
secara bertahap sesuai dengan respon kadar
glukosa darah.
• Terapi OHO kombinasi (secara terpisah) ataupun
fixed-combination dalam bentuk tablet tunggal),
harus dipilih 2 macam obat dari kelompok yang
mempunyai mekanisme kerja berbeda
• Bila sasaran kadar glukosa darah belum tercapai,
dapat diberikan kombinasi 3 OHO dari kelompok
yang berbeda atau kombinasi OHO dengan insulin
LANJUTAN
• Pada pasien yang disertai dengan alasan klinis,
insulin tidak memungkinkan untuk dipakai. Terapi
dengan kombinasi 3 OHO dapat menjadi pilihan
• Untuk kombinasi OHO dan insulin yang banyakn
digunakan yaitu (insulin kerja menengah atau
insulin kerja panjang) yang diberikan pada malam
hari menjelang tidur.
• Dapat diperoleh kendali glukosa darah yang baik
dengan dosisi insulin cukup kecil
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan
diuresis osmotik (dari hiperglikemia)
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan
dengan ketidakadekuatan insulin, penurunan
masukan oral
3. Kelelahan berhubungan dengan penurunan
produksi energi metabolik
4. Kurang pengetahuan mengnai penyakit,
prognosis dan kebutuhan penubunggobatan
berhubungan dengan kurangnya informasi
INTERVENSI
1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan
diuresis osmotik (dari hiperglikemia)
INTERVENSI :
a. Observasi nadi perifer, pengisian kapiler, turgor
kulit, dan membran mukosa
b. Pantau tanda-tanda vital
c. Pantau masukan dan pengeluaran, catat berat
jenis urin
d. Ukur berat badan setiap hari
INTERVENSI
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan dengan
ketidakadekuatan insulin, penurunan masukan oral
INTERVENSI :
a. Observasi status nutrisi pasien
b. Auskultasi bising usus,catat adanya nyeri
abdomen/perut kembung, mual
c. Beri porsi makan dalam bentuk porsi kecil tapi sering
d. Kolaborasi dengan petugas kesehatan : pantauan
laboraturium : glukosa darah,
INTERVENSI
3. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi
energi metabolik
• INTERVENSI :
1. Diskusikan dengan pasien kebutuhan akan aktivitas,
buat jadwal perencanaan aktivitas
2. Berikan aktivitas alternatif dengan periode istirahat
yang cukup
3. Pantau nadi, frekuensi pernapasan dan tekanan darah
sebelum atau sesudah melakukan aktivitas
4. Tingkatkan partisipasi pasien dalam melakukan
aktivitas
INTERVENSI
4. Kurang pengetahuan mengnai penyakit, prognosis dan
kebutuhan penubunggobatan berhubungan dengan
kurangnya informasi
• INTERVENSI :
1. Ciptakan salingpercaya dengan mendengarkan penuh
perhatian kepada pasien
2. Bekerja sama dengan pasien dalam menata tujuan
belajar yang diharapkan
3. Beri pendidikan kesehatan mengenai penyakit dan
pencegahnnya
4. Evaluasi tingkat pemahaman pasien setelah diberi
penjelasan mengenai penyakit yang dialaminya
EVALUASI HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Tanda vital dalam batas normal
2. Berat badan stabil, menghabiskan sesuai porsi
3. Hasil laboraturim dalam batas normal
4. Energi, menunjukan partisipasi dalam aktivitas
5. Mengingkapkan pemahaman tentang penyakit,
mengidentifikasi hubungan tanda dan gejala
dengan proses penyakit dan menghubungkan
gejala dengan faktor penyebab.

Anda mungkin juga menyukai