BASIC VERTICAL RESCUE
VERTICAL
RESCUE
Apa itu VERTICAL RESCUE:
Penyelamatan Vertical atau lebih dikenal dengan sebutan Vertical Rescue
adalah teknik memindahkan (evakuasi) korban atau obyek pada medan
terjal (High Angle / Vertical) dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih
rendah, atau sebaliknya. Dalam sebuah operasi SAR (Search And Rescue),
Vertical Rescue adalah satuan dengan kemampuan khusus yang diterjunkan
jika korban/obyek berada pada medan curam atau bahkan vertical (Hi-Angle
Surface).
SAFETY
• KEGIATAN DI KETINGGIAN ADALAH KEGIATAN YANG SANGAT BERBAHAYA
• IKUTILAH PROSEDUR
• DILARANG BERCANDA RIA
• GUNAKAN APD
ALAT PELINDUNG DIRI(APD)
SEAT HARNESS HELM
SARUNG TANGAN TALI PENGAMAN
KACA MATA SAFETY SEPATU SAFETY
PERALATAN YANG DI GUNAKAN
CARABINER FIGUR
Figure 8/Figure eight
1 Alat yang digunakan
untuk abseiling satu
Carabiner orang(rappelling)
berfungsi sebagai 2 Berfungsi juga
penghubung antar sebagaibelai device
peralatan
AUTOSTOP PULLEY
Autostop Pulley dirancang terutama
adalah alat yang dirancang untuk mengurangi friksi tali,Pulley dapat
untuk membuat friksi yang digunakan untuk mechanical advantage
secara otomatis akan system,
mengunci dan berhenti jika merubah arah baik
terbebani dan akan terbuka horizontal/diagonal
jika kait pengunci ditekan
DESCENDER ASCENDER
Descender
1 alat yang berfungsi untuk Ascerder
abseiling (rappelling) untuk meniti medanvertical, pemasangannya yaitu
2 Dapat berfungsi sebagai pada tali utama yang digunakan sebagai jalur sistem,
belay device adapun fungsi handle yaitu sebagai media untuk
membantu mendorong keatas pada saat peralatan
tidak terbebani.
TALI KARAMANTEL WEBBING/TALI PITA
Pita/Webbing
TaliKernmantel Pita atau webing adalahsalah satu peralatan
Berfungsi sebagai mediautama yang serbaguna untuk kegiatan
dalam pertolongan diketinggian dilingkungan vertikal,
sebagai alat untukmengikat
ataumenyambung (sling)
TRIPOD STRETCHER/BASKET
RESCUE
TRIPOD
Berguna untuk menghindari gesekan tali
Untuk proses evakuasi korban atau STRETCHER
obek dari lubang atau dari medan MENGEVAKUASI KORBAN
sempit
Secara garis besar, ada dua teknik yang harus dikuasai
dalam Vertical Rescue yaitu Teknik:
1. Menjangkau Korban
[Link] Evakuasi Korban.
Sementara untuk korban yang belum ditemukan atau
belum diketahui kondisinya adalah tugas dari tim SAR.
Setelah korban ditemukan dan dipastikan dalam kondisi
terjebak di lembah,tebing ataupun di medan lain dengan
karakter yang memerlukan keahlian khusus untuk
menjangkau dan mengevakuasinya barulah tugas vertical
rescue dimulai.
A. TEKNIK MENJANGKAU KORBAN
Dalam menjangkau korban ada beberapa keahlian
teknis yang harus dikuasai,,
ada 3 teknik dalam menjangkau korban antara lain
[Link] :
adalah teknik menjangkau korban
dengan cara melakukan
pemanjatan rintisan dari bawah ke
atas dengan memasang
pengaman di sepanjang lintasan
pada jarak tertentu.
2. ABSEILING :
Biasa disebut juga dengan
Rapling adalah teknik
menjangkau korban dari titik
yang lebih tinggi ke rendah
dengan cara menuruni tali.
3. TRAVERSING :
yaitu teknik menjangkau korban dengan cara bergerak
menyamping, teknik ini hampir sama dengan teknik
leading perbedaannya adalah pada arah gerakannya.
Teknik traversing dilakukan saat posisi korban berada
sejajar dengan posisi rescuer.
B. TEKNIK EVAKUASI KORBAN
Setelah berhasil menjangkau korban tahap
selanjutnya adalah mengevakuasi.
Ada 3 cara dalam mengevakuasi korban pilihannya
tergantung pada posisi korban,
1. HAULING :
Teknik evakuasi yang dilakukan
ketika korban berada di bawah dan
akan dinaikkan ke atas, salah satu
keahlian yang harus dikuasai pada
teknik ini adalah menguasai
system pulley tujuannya adalah
untuk membuat berat korban lebih
ringan sehingga lebih mudah untuk
ditarik keatas. System pulley yang
biasa digunakan seperti A system
(1:1), Z system (3:1), dan M
system (5:1).
Contoh teknik HAULING
2. LOWERING :
Teknik evakuasi korban kebalikan dari hauling
system, dimana pada teknik ini posisi korban
berada di tempat yang lebih tinggi dan akan
diturunkan ke titik yang lebih rendah. Instalasi
pada hauling dan lowering sama tetapi
sistemnya yang berbeda. Pada teknik hauling
diharuskan mengurangi friksi (gesekan)
sementara pada teknik lowering harus
memperbesar friksi, oleh karena itu pada
lowering system menggunakan alat bantu
untukmenuruni tali seperti alat descender.
Contoh teknik lowering
3. SUSPENTION :
Teknik evakuasi korban dengan cara
diseberangkan, teknik ini
membutuhkan lebih banyak peralatan
dalam instalasinya juga memakan
banyak waktu. Tetapi dalam beberapa
kasus teknik ini menjadi pilihan yang
harus digunakan walaupun sering
menjadi alternative terakhir. Teknik ini
bisa digunakan untuk memindahkan
korban ke tempat yang lebih tinggi,
sejajar atau pun ke tempat yang lebih
rendah.
SIMPUL
Simpul adalah bentuk ikatan pada
tali yang bisa bersifat fungsional
maupun dekoratif. Macam simpul
dibuat dengan puntiran, untaian,
dan ikatan.
Beberapa contoh simpul yang sering digunakan
dalam VERTICAL RESCUE.
1. SIMPUL PANGKAL 2. SIMPUL MATI
3. SIMPUL HIDUP
4. SIMPUL JANGKAR 5. SIMPUL 8
6. SIMPUL 8 GANDA
7. SIMPUL PITA
ANCHORING
Anchor atau dalam bahasa indonesianya penambat sering
juga disebut angker adalah sebuah system pengaman
dalam instalasi tali-telami yang dianggap beresiko tinggi.
1. ANCHOR DI MEDIA KERAS
CONTOHNYA :
A. BETON
B. TEMBOK
C. BATU ATAU TEBING ALAM YANG DAPAT DIPASANG PENGAMAN.
1 2 3
1. ANCHOR DI MEDIA LUNAK
CONTOHNYA :
A. TANAH
B. PASIR
C. LUMPUR
D. SALJU