Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham
Return adalah hasil yang didapat dari investasi sedangkan saham adalah tanda bukti
kepemilikan dalam suatu perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas. Return saham
itu berarti pembayaran yang diterima karena hak kepemilikannya yang diperoleh dari
harga perubahan pada harga pasar dibagi dengan harga awal. Komponen return saham
terdiri dari dua jenis yaitu pendapatan lancar (current income) dan keuntungan selisih
harga (Verawati Rika. 2014) Sumber-sumber return saham menurut Hartono (2016)
dalam (Jaya & Kuswanto, 2021) ada dua.
yaitu capital gain (accrual return) dan yield. Capital gain merupakan hasil yang diperoleh
dari selisih harga pembelian atau dalam hal ini adalah kurs beli dengan harga penjualan
dengan kata lain adalah kurs jual. Melihat hal tersebut capital gain terjadi jika adanya
selisih antara kurs beli dan kurs jual. Yield merupakan persentase penerimaan kas
periodik terhadap harga investasi periode tertentu dari suatu investasi. Melihat hal
tersebut. yield pada saham merupakan persentase dividen terhadap harga saham
periode sebelumnya. Menurut Gunawan Dkk. (2013) dalam (Anam et al.,
2021) tujuan investor dalam berinvestasi adalah untuk meningkatkan nilai kekayaan
dengan cara memaksimalkan return tanpa melupakan faktor risiko yang dihadapinya.
Return saham yang tinggi dapat mengidentifikasikan bahwa saham tersebut aktif
diperdagangkan. Apabila saham aktif diperdagangkan. maka agen tidak akan lama
menyimpan saham tersebut sebelum saham tersebut diperdagangkan. Saham dikenal
dengan karakteristik high risk. high return yang artinya saham merupakan surat
berharga yang memberikan peluang keuntungan tinggi namun juga berpotensi risiko
tinggi. membuat pemodal mengalami kerugian dalam waktu yang singkat. / Gambar 1.1
Grafik Return Saham PT. PWON dan PT.
MTLA Tahun 2017-2021 Berdasarkan Tabel 1.1 dan Grafik di atas Terlihat ada Tahun
informasi Return saham yang terdapat pada perusahaan Jasa Sektor Property dan Real
Estate dalam Periode tahun 2017-2021. Pada Tahun 2017 PT. PWON (Pakuwon Jati. Tbk)
Sebesar 0.212389 dan PT. MTLA (Metropolitan Land. Tbk) Sebesar 0.124294. Pada Tahun
2018 PT. PWON (Pakuwon Jati. Tbk) Sebesar -0.09489 dan PT. MTLA (Metropolitan Land.
Tbk) Sebesar 0.125628. Pada Tahun 2019 PT. PWON (Pakuwon Jati. Tbk) Sebesar
-0.08065 dan PT. MTLA (Metropolitan Land. Tbk) Sebesar 0.294643. Pada Tahun 2020 PT.
PWON (Pakuwon Jati. Tbk) Sebesar -0.015026 dan PT. MTLA (Metropolitan Land. Tbk)
Sebesar -0.25862. Pada Tahun 2021 PT. PWON (Pakuwon Jati. Tbk) Sebesar -0.0902 dan
PT.
MTLA (Metropolitan Land. Tbk) Sebesar 0.069767. Pada Tahun 2017 PT. PWON sempat
mendapatkan Return Namun di tahun 2018 hingga 2021 PT. PWON Tidak pernah
mendapatkan return (rugi) dan jatuh di angka 0 bahkan minus. Berbeda dengan PT.
MTLA Pada tahun 2017.2018.2019.2021 PT. MTLA Masih mendapatkan return. hanya di
tahun 2020 PT. MTLA tidak mendapatkan return (rugi). Yang mana pada tahun 2020
memang tahun dimana terjadinya covid-19 yang kemungkinan kerugian ini salah satu
penyebabnya adalah covid-19 karena rata-rata perusahaan mengalami kerugian atau
tidak mendapatkan return. Selain return.
investasi dalam bentuk saham mempunyai risiko. sehingga investor tidak sepenuhnya
menerima return dari investasi saham. Risiko merupakan kemungkinan penyimpangan
tingkat keuntungan sesungguhnya (actual return) dari tingkat keuntungan yang
diharapkan. Risiko saham sebagai instrumen investasi capital loss dan risiko likuidasi.
Capital loss adalah selisih negatif antara harga beli saham dengan harga jual saham.
Risiko likuiditas adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki. dinyatakan bangkrut oleh
pengadilan. atau perusahaan tersebut dibubarkan. Untuk memperoleh keuntungan yang
tinggi. seorang investor harus dapat menganalisis laporan keuangan perusahaan yang
baik sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan. Dalam kondisi
perekonomian yang tidak menentu.
menjadikan informasi keuangan menjadi hal penting bagi para investor dalam
mengambil keputusan. Penggunaan informasi keuangan yang akurat oleh pihak luar
(investor. kreditor dan calon kreditor) memiliki peran yang besar yaitu sebagai dasar
pertimbangan apakah investasi yang akan dilakukan nantinya akan mendapatkan hasil
keuntungan dan melihat kinerja keuangan. Perusahaan juga harus senantiasa menjaga
dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaannya agar tetap diminati oleh investor
ataupun calon investor.
Penelitian ini menggunakan rasio profitabilitas yaitu Penelitian ini menggunakan rasio
profitabilitas yaitu return on asset (ROA) yang digunakan sebagai variabel independen.
Kashmir (2012) Dalam jurnal (Carolin Simorangkir, 2019) Menjelaskan Bahwa Return On
Asset Adalah rasio yang menunjukan hasil (return) atas julmlah asset yang digunakan
dalam perusahaan Semakin tinggi ROA semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk
menghasilkan laba bersih. Nilai ROA yang mengalami penurunan menyebabkan total
aktiva tidak menghasilkan laba dan berpengaruh terhadap return saham.
Laba perusahaan yang tidak stabil dan cenderung fluktuasi dari tahun ke tahun
menyebabkan investor tidak yakin dengan hasil ROA yang didapat sehingga tidak dapat
meningkatkan nilai perusahaan. Terjadinya kenaikan laba bersih yang diikuti dengan
kenaikan jumlah aset perusahaan sehingga rasio ROA cenderung stagnan. Ukuran
perusahaan akan menjalankan faktor penting dalam penelitian karena dapat
mempengaruhi kinerja perusahaan. Selain [Link] perusahaan dinyatakan dengan
total aset yaitu semakin besar total aset yang dimiliki perusahaan maka akan semakin
besar pula ukuran perusahaan tersebut.
Perusahaan yang memiliki total aset yang besar menunjukkan bahwa perusahaan
tersebut relatif lebih stabil dan mampu menghasilkan laba yang lebih besar
dibandingkan perusahaan yang memiliki total aset sedikit atau rendah. Perusahaan yang
relatif besar kinerjanya akan dilihat oleh publik sehingga perusahaan tersebut akan lebih
berhati-hati dalam melaporkan kondisi keuangannya. lebih menunjukkan keinformatifan
informasi yang terkandung di dalamnya dan lebih transparan dalam melakukan
pelaporan. Oleh karena itu. semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan memiliki
laba yang lebih tinggi.
Perusahaan juga harus mempertimbangkan jumlah keuntungan yang akan didapat. jika
perusahaan ada sedikitnya menyimpang dalam sebuah keuntungan. itu akan menjadi
resiko yang cukup besar bagi perusahaan terhadap investor. ada kemungkinan akan
terjadinya image yang buruk serta kebangkrutan bagi perusahaan. Bentuk dari ukuran
perusahan sangat mempengaruhi tinggi rendahnya minat investor. untuk ukuran
perusahaan yang pertumbuhannya cenderung tidak stabil atau malah menurun akan
membuat investor lebih mempertimbangkan sebelum melakukan investasi.
Selain itu ukuran perusahaan juga dapat menentukan tingkat kemudahaan perusahaan
memperoleh dana dari pasar modal karena cenderung memiliki akses mudah dalam
mendapatkan dana. baik itu berupa pinjaman dari kreditur atau dana investasi dari
investor dan sumber dana eksternal lainnya. Perusahaan kecil cenderung kurang
mendapat kepercayaan yang lebih dari calon investor. Dikarenakan investor
menganggap bahwa perusahaan yang berukuran besar lebih dapat membalikan
modalnya lebih cepat dan investor akan mendapatkan keuntungan yang tinggi pula.
Besar kecilnya perusahaan juga dapat dijadikan jaminan hutang.
Perusahaan besar cenderung memiliki kapasitas meminjam relatif baik karena jaminan
yang dimiliki berupa aset bernilai lebih besar dibandingkan perusahaan kecil. Hal ini
sesuai dengan signaling theory yang menyatakan bahwa perusahaan akan memberikan
signal pada pihak eksternal. Signal positif akan menarik pihak eksternal untuk
berinvestasi. sebaliknya jika negatif investo bn nr tidak akan menanamkan modalnya.
Jika suatu perusahaan dirasa mampu mengatasi masalah yang terjadi maka auditor akan
percaya bahwa perusahaan akan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di
masa mendatang.
Penelitian yang dilakukan oleh (Jaya & Kuswanto, 2021) dengan menggunakan ROA
(Return on asset) sebagai variabel bebas dan Return saham sebagai Variabel terikat
menghasilkan bahwa Terdapat pengaruh negatif dan signifikan return on asset terhadap
Return saham. Penelitian yang dilakukan oleh (Dewi & Ratnadi, 2019) dengan
menggunakan ukuran perusahaan sebagai variabel bebas dan return saham sebagai
variabel terikat menghasilkan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada return
saham perusahaan terindeks LQ45.
Penelitian yang dilakukan (Wahyudi et al., 2021) Profitabilitas (ROA) memiliki pengaruh
secara positif serta signifikan pada return saham. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh
posisitf tetapi tidak signifikan terhadap return saham. Penelitian yang dilakukan oleh
(Lovian et al., 2022) Ukuran perusahaan SIZE berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap return saham. Penelitian yang dilakukan oleh (Lesmana et al., 2021) Ukuran
perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Penelitian yang
dilakukan oleh (Lovian et al., 2022) Profitabilitas (ROA) memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap return saham.
Penelitian yang dilakukan oleh (Setiyono & Amanah, 2021) Kinerja Keuangan (ROA)
berpengaruh positif terhadap return saham. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh
terhadap return saham. Berdasarkan uraian diatas. penulis tertarik untuk membahas dan
meneliti lebih dalam mengenai permasalahan tersebut dengan memberi judul penelitian
“Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perushaan Terhadap Return Saham Pada
Perusahaan Jasa Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
(BEI) Periode 2017-2021” Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut.
muncul berbagai permasalahan.
Adapun permasalahan tersebut dapat penulis identifikasi sebagai berikut : Retun saham
yang aktif diperdagangkan berpotensi risiko tinggi membuat pemodal mengalami
kerugian dalam waktu yang singkat Return Saham Mengalami Penurunan selama
Pandemi Covid-19. Nilai ROA yang mengalami penurunan Laba perusahaan yang tidak
stabil dan cenderung fluktuasi Ukuran perusahaan yang pertumbuhannya tidak stabil
bahkan cenderung menurun akan membuat investor lebih mempertimbangkan sebelum
melakukan investasi Dalam ukuran perusahaan masih ada perusahaan yang memilki
total aset yang negatif. Pembatasan Masalah Agar permasalahan dalam pembahasan ini
tidak meluas. maka perlu dilakukan pembatasan masalah.
Dalam penelitian ini yang berjudul “Pengaruh Kinerja Keuangan Dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Jasa Sektor Properti Dan Real Estate Yang
Terdaftar Di BEI Tahun 2017-2021” penulis membatasi ruang lingkup masalah terhadap
variabel kinerja keuangan hanya pada return on asset (ROA). ukuran perusahaan hanya
pada total aset. dan return saham. Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah
yang penulis jelaskan di atas. maka penulis dapat merumuskan permasalahan dalam
penelitian kali ini yaitu sebagai berikut : Apakah Kinerja Keuangan Return On Asset
(ROA) berpengaruh terhadap Return Saham pada Perusahaan Jasa Sektor Properti Dan
Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2021 ? Apakah
Ukuran Perusahaan Total Asset berpengaruh terhadap Return Saham pada Perusahaan
Jasa Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Periode 2017-2021 ? Apakah Kinerja Keuangan Return On Asset (ROA).
dan Ukuran Perusahaan Total Asset berpengaruh terhadap Return Saham pada
Perusahaan Jasa Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
(BEI) Periode 2017-2021 ? Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah diatas. maka tujuan penelitian ini adalah : Untuk
mengetahui pengaruh Return On Asset (ROA) terhadap return saham pada Perusahaan
Jasa Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Untuk
mengetahui pengaruh ukuran perusahaan terhadap return saham pada Perusahaan Jasa
Sektor Properti Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Untuk
mengetahui pengaruh Return On Asset (ROA).
ukuran perusahaan pada Perusahaan Jasa Sektor Properti Dan Real Estate Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Kegunaan Penelitian Aspek Teoritis Bagi penulis.
sebagai tambahan ilmu pengetahuan tentang laporan keuangan yang mempunyai
pengaruh kinerja keuangan dan ukuran perusahaan terhadap return saham. Bagi
lingkungan akademik. dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa sekolah tinggi STIE La Tansa
Mashiro sebagai acuan dan pengembangan penelitian dimasa yang akan dating Aspek
Praktis Bagi perusahaan yang menjadi objek peneliti.
Sinyal yang diberikan perusahaan dapat berupa kinerja perusahaan dalam segi
keuangan atau non-keuangan. Menurut Zainudin dan Hartono (1999) dalam (Setiyono
& Amanah, 2016) “Informasi yang di publikasikan sebagai suatu pengumuman akan
memberikan signal bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Manajemen
perusahaan memberikan sinyal terhadap pencapaian yang telah direalisasikan oleh
perusahaan untuk mewujudkan harapan ataupun keputusan para pemegang saham.
Dengan begitu dengan adanya sinyal yang baik akan direspon oleh para investor atau
pihak lain dan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Teori sinyal adalah
tindakan yang dilakukan oleh pemilik lama dalam mengkomunikasikan informasi yang
dimilikinya kepada investor. Pemilik lama memiliki motivasi untuk mengungkapkan
informasi privat secara sukarela karena mereka berharap informasi tersebut dapat
diinterpretasikan sebagai sinyal positif mengenai kinerja perusahaan dan mampu
mengurangi asimetri informasi.
Hubungan antara kinerja keuangan terhadap return saham dengan teori sinyal adalah
jika dalam suatu perusahaan atau entitas memiliki kinerja keuangan yang baik maka
akan memiliki dampak terhadap harga saham serta return saham. dimana perusahaan
akan memberikan sinyal atau informasi-informasi kepada pihak eksternal atau investor.
Sinyal ini akan membantu pihak eksternal untuk melihat kondisi keuangan atau kinerja
keuangan pada suatu perusahaan. nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan dalam
menanamkan saham-saham perusahaan.
Return Saham Pengertian Return saham Menurut (Yocelyn & Christiawan, 2013)
mendefinisikan bahwa “Return saham merupakan pendapatan yang berhak diperoleh
investor karena menginvestasikan dananya.” Return memungkinkan investor untuk
membandingkan keuntungan aktual ataupun keuntungan yang diharapkan yang
disediakan oleh berbagai investasi pada tingkat pengembalian yang di inginkan.
Menurut Akhmad Syarifudin (2021:16) mendefinisikan “Return saham adalah
keuntungan yang didapatkan atas investasi saham yang ditanam oleh pemegang
saham.”
Sumber keuntungan investasi pada sekuritas saham adalah dari dividen ditambah
dengan selisih kenaikan harga saat pembelian dan harga jual saham (capital gain).
Return saham dapat berupa return realisasi dapat berupa retun realisasi yang telah
terjadi atau return ekspektasi yang merupakan keuntungan yang diharapkan dimasa
mendatang. Menurut Ana Sopanah (2021:336) mendefinisikan “Return saham
merupakan tingkat pengembalian saham yang diharapkan atas investasi yang dilakukan
dalam saham atau beberapa kelompok saham melalui portopolio.”
Return saham ini dapat dijadikan sebagai indikator dari kegiatan perdagangan di pasar
modal. Secara umum. return saham adalah keuntungan yang diperoleh dari kepemilikan
saham investor atas investasi. Menurut (Setiyono & Amanah, 2016) mendefinisikan
“Return saham merupakan hasil yang diperoleh dari investasi yang dilakukan investor.
Return yang maksimal adalah hal yang diinginkan setiap investor dalam investasinya.”
Return saham menurut penulis adalah keuntungan yang diperoleh dari hasil investasi
saham. return saham di dapatkan dari selisih antara harga jual dan harga beli.
Jenis-Jenis Saham Menurut Ana Sopanah (2021:336) jenis-jenis return saham dibedakan
menjadi 2 (dua). yaitu: Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah
terjadi. Return realisasi dihitung berdasarkan data histori. Return realisasi penting karena
digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return ekspektasi
(expected return) merupakan return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di
masa mendatang. Berbeda dengan return return realisasi yang sifatnya sudah terjadi.
return ekspetasi sifatnya belum terjadi.
Return dibedakan menjadi dua yaitu Return Realisasi (return yang terjadi atau dapat
juga disebut return sesungguhnya) dan return ekspektasi (return yang diharapkan oleh
investor). Return realisasi (realized return) merupakan return yang telah terjadi. Return
realisasi dihitung menggunakan data historis. Return realisasi penting karena digunakan
sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan. Return realisasi atau return historis
ini juga berguna sebagai dasar penentuan Return ekspektasi (expected return) dan
resiko dimasa akan dating.
Return ekspektasi (Ekspekted return) adalah return yang diharapkan akan diperoleh
Oleh investor dimasa yang datang (Jogiyanto. 2015) dalam (Susanty & Bastian, 2018).
Rumus Return Saham Return saham adalah tingkat keuntungan yang dinikmati oleh
pemodal atas suatu investasi saham yang dilakukan. Tujuan investor dalam berinvestasi
adalah untuk meningkatkan nilai kekayaan dengan cara memaksimalkan return tanpa
melupakan faktor risiko yang dihadapinya. Return saham yang tinggi
mengidentifikasikan bahwa saham tersebut aktif diperdagangkan.
Untuk menghitung Return Saham menurut (Setiyono & Amanah, 2016) dapat
dirumuskan sebagai berikut : Rit = Pt – (Pt-1) Pt – 1 Keterangan: R = Return sekarang Pt
= harga saham sekarang Pt-1 = harga saham periode lalu Return Saham yang
dirumuskan (Jogiyanto. 2000:108) dalam (Pratiwi & Putra, 2015) : Return Saham = Pt –
(Pt-1) Pt – 1 Kinerja Keuangan Pengertian Kinerja Keuangan Menurut Fathul Rizki
Khoironi. (2021:27) “Kinerja keuangan merupakan suatu analisis untuk menggambarkan
kondisi keuangan suatu perusahaan dalam menjalankan usahanya secara finansial yang
ditunjukan dalam laporan keuangan.”
Kinerja keuangan perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon
investor untuk menentukan investasi saham. Kinerja keuangan perusahaan dapat
menjadi petunjuk arah naik turunnya harga saham suatu perusahaan. Baik dan buruknya
suatu perusahaan dapat digambarkan melalui kinerja keuangan suatu perusahaan. Hal
ini dapt diketahui dengan menganalisis menggunakan alat-alat analisis keuangan untuk
mengetahui baik buruknya kondisi keuangan dan prestasi keuangan sebuah perusahaan
dalam waktu tertentu (Wibowo. 2014) dalam (Setiyono & Amanah, 2016).
Rasio Aktivitas : Total Asset Turnover (Total perputaran aktiva). Working Capital
Turnover (Total Perputaran Aktiva) Rasio Profitabilitas : Profit Margin. Net Profit Margin.
Return On Invesment (ROI). Retun On Asset (ROA). Return On Equitiy (ROE) Return On
Asset (ROA) Menurut Wenner R Murhadi (2013:64) Return On Asset (ROA)
Mencerminkan seberapa besar return yang dihasilkan atas setiap rupiah uang yang
ditanamkan dalam bentuk aset. Menurut Tandelin (2010-315) dalam (Mayuni &
Suarjaya, 2018) ROA Digunakan Untuk Menggambarkan sejauh mana kemampuan
Aset-aset yang dimiliki perusahaan bias menghasilkan laba. Menurut Widasari.
(2017) “Return On Asset (ROA) adalah rasio yang mencerminkan seberapa besar
pengembalian yang diterima perusahaan dalam bentuk keuntungan atas investasi yang
telah ditanamkan dalam perusahaan. Semakin tinggi nilai Return On Asset (ROA) maka
akan semakin baik keadaan perusahaan.” Menurut Toto Prihadi. (2019:82) Return On
Asset (ROA) mengukur tingkat laba dihitung aset yang digunakan dalam menghasilkan
laba tersebut. Rumus ini banyak variasinya. ROA dapat diartikan dengan dua cara yaitu :
Mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset untuk memperoleh laba
Mengukur hasil total untuk seluruh penyedia sumber dana. yaitu kreditor dan investasi.
Menurut Penulis ROA Merupakan Hasil Keuntungan perusahaan dalam mengelola aktiva
nya dengan baik. semakin baik dalam pengelolaan aktivanya maka akan semakin
meningkat nilai ROA perusahaannya. Faktor- Faktor yang mempengaruhi ROA : Menurut
Munawir (2010:89) Dalam (Kamal, 2017) ROA dipengaruhi Oleh Dua Faktor Yaitu :
Turnover dari operating asset (tingkat perputaran aktiva yang digunakan untuk
beroperasi) yaitu merupakan ukuran tentang sampai seberapa jauh aktiva ini yang telah
dipergunakan didalam kegiatan perusahaan atau menunjukkan berapa kali operating
asset berputar dalam satu periode tertentu. biasanya satu tahun. Profit margin.
yaitu besarnya keuntungan operasi yang dinyatakan dalam persentase dan jumlah
penjualan. Profit margin ini mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh
perusahaan dihubungkan dengan penjualannya. Tujuan penggunaan Return on Asset
bagi perusahaan maupun bagi pihak luar yaitu : Untuk mengukur atau menghitung laba
yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Untuk menilai posisi laba
perusahaaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang. Untuk menilai perkembangan
laba dari waktu ke waktu. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan
modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang
digunakan baik modal sendiri. Menurut Setiyono dan Amanah.
(2016) ROA dapat dirumuskan sebagai berikut : ROA = Laba Tahun Berjalan Total Aset
Menurut Lestari dan Sugiharto (2007:196) dalam (Salsabilah & Amanah, 2021) Rumus
Yang Digunakan Adalah Sebagai Berikut: ROA = Laba Bersih Total Asset Ukuran
Perusahaan Pengertian Ukuran Perusahaan Menurut Erfan Effendi. (2021:29)
menyatakan bahwa “Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya suatu perusahaan
yang diukur berdasarkan menggunakan logaritma natural total aset yang dimiliki oleh
perusahaan.” Menurut Hery (2017:11) menyatakan bahwa “ukuran perusahaan adalah
suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai
cara antara lain dengan total aset. nilai pasar saham. dan lain-lain.
atau merupakan bagian secara langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah
atau besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana yang dimaksud dalam
Peraturan Pemerintahan ini. Usaha menengah adalah suatu usaha ekonomi produktif
yang berdiri sendiri. yang dilaksanakan oleh orang perorangan atau badan usaha yang
bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. dikuasai. dan
menjadi bagian baik secara langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil
ataupun usaha besar yang memiliki banyaknya jumlah kekayaan bersih atau hasil
penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintahan ini.
Menurut Peraturan Pemerintah Republik indonesia nomer 7 tahun 2021 pasal 35 Usaha
Mikro. Kecil. Menengah dikelompokkan 32 berdasarkan kategori modal usaha atau hasil
penjualan tahunan: Usaha Mikro mempunyai hasil penjualan tahunan dan Paling banyak
Rp2.[Link] (dua miliar rupiah) Usaha Kecil mempunyai hasil penjualan tahunan
lebih dari Rp2.[Link] (dua miliar rupiah) dan Paling banyak Rp15.
[Link] (lima belas miliar rupiah) Usaha Menengah mempunyai hasil penjualan
tahunan lebih dari Rp15. [Link] (lima belas miliar rupiah) dan paling banyak
Rp.[Link].00 (lima puluh miliar rupiah).
Kategori diatas dapat menunjukkan bahwa perusahaan besar mempunyai asset (tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) atau lebih dari sepuluh miliar rupiah
dengan penjualan tahunan lebih dari lima puluh miliar rupiah. Tujuan Ukuran
Perusahaan Menurut (Setiyono & Amanah, 2016) Ukuran Perusahaan Bertujuan Untuk
Menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan. Ukuran perusaan yang menunjukan
besar kecilnya perusahaan dapat diihat dari besar kecilnya modal yang digunakan. total
aktiva yang dimilki. atau total penjualan yang diperoleh. Perusahaan yang besar akan
lebih mudah memperoleh dana tambahan dipasar modal apabila dibandingkan dengan
perusaan kecil (Sartono.
2010-249) Dalam (Mayuni & Suarjaya, 2018) Menurut Penulis Ukuran perusahaan
digunakan Untuk memberi tahu kepada pihak eksternal khususnya investor bagaimana
karakteristik keuangan perusahaan tersebut. apabila kondisinya baik atau bagus maka
perusahaan tersebut akan sangat mudah mendapatkan modal dari para investor. Rumus
Ukuran Perusahaan Ukuran perusahaan (Firm Size) merupakan ukuran besarnya total
aset atau total aktiva yang dimiliki pada setiap perusahaan.
Menurut (Salsabilah & Amanah, 2021) Ukuran perusahaan dapat diukur menggunakan
rumus sebagai berikut: Size = Ln x Total Asset Menurut (Alviansyah, Muhammad Reza;
Suzan, 2018) Penentuan Ukuran Perusahaan dapat dihitung denggan menggunakan
logaritma natural dari total aset dengan rumus sebagai berikut : Ukuran Perusahaan =
Ln X Total Aset Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian (Jaya & Kuswanto, 2021) dengan
judul Pengaruh Return On Asset (ROA). Debt To Equity Ratio (DER). Dan Price To Book
Value Terhadap Return Saham Perusahaan LQ45 Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Periode 2016-2018. Populasi berjumlah 34 Perusahaan. Menggunakan data sekunder.
Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Pada Return Saham Perusahaan Terindeks LQ45.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan terindeks LQ45 yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia pada periode penelitian dengan jumlah 55 perusahaan. Sampel
yang digunakan yaitu 34 perusahaan. Metode penentuan sampel yang digunakan
adalah purpose sampling. Teknik analisis data menggunkakan Uji statistik Deskriptif.
Analisis Linier berganda. Hasil penelitian Inflasi berpengaruh negatif pada return saham
perusahaan terindeks LQ45. Profitabilitas tidak berpengaruh pada return saham
perusahaan terindeks LQ45. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada return saham
perusahaan terindeks LQ45.
Penelitian Penelitian (Chandra & Darmayanti, 2022) dengan judul Pengaruh
Profitabilitas. Likuiditas. Penilaian Pasar Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return
Saham. Jumlah Populasi perusahaan 14 perusahaan. Adapun penentuan sampelnya
menggunakan sensus dan metode observasi non partisipan sebagai metode
pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.
analisis statistik deskriptif. Uji normalitas. Uji autokorelasi. Uji [Link]
Heterokedastisitas. Uji F. Uji T. Hasil penelitian Profitabilitas (ROA) berpengaruhh secara
positif serta signifikan terhadap Return saham. Likuiditas berpengaruh negatif serta
tidak signifikan terhadap return saham.
Penilaian pasar berpengaruh secara negatife tidak signifikan terhadap return saham.
Ukuran perusahaan memiliki suatu pengaruh secara positif tidak signifikan terhadap
return saham. Penelitian (Lovian et al., 2022) dengan judul Kinerja Keuangan dan Ukuran
perusahaan terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel
Interventing (Studi Pada perusahaan Manufaktur Propety Dan Real Estate yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2019. Sampel perusahaan berjumlah 57 perusahaan
dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Analisis data menggunakan Uji
Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas. Uji Autokorelasi. Uji Koefisien
determinasi tipe I.
Uji koefisien determinasi Tipe II. Uji statistik Tipe I. Uji statistik tipe II. Hasil penelitian ini
adalah Kinerja Keuangan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Return saham.
Ukuran Perusahaan tidak berdampak langsung secara signifikan terhadap Return saham.
Kebijakan Deviden tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham.
Penelitian (Lesmana et al., 2021). Dengan judul Pengaruh Likuiditas dan Ukuran
Perusahaan terhadap return saham pada perusahaan Manufaktur sub sektor makanan
dan minuman. Populasi penelitian berjumlah 26 perusahaan. sampel penelitian
berjumlah 11 perusahaan.
Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Industri Barang
Konsumsi Di BEI Tahun 2019-2020. Populasi Berjumlah 54 Perussahaan. Sampelnya
berjumlah 21 perusahaan. Teknik Analisis data menggunakan analisis regresi linier
berganda dengan menggunakan Uji Statistik Deskriptif. Uji T. Uji F. Uji Determinasi. Hasil
Penelitian ini adalah Profitabilitas. Laverage dan Ukuran Perusahaan Memiliki pengaruh
Yang Signifikan TerhadapReturn Saham. Penelitian (Carolin Simorangkir, 2019) dengan
judul Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Perusahaan Pertambangan.
Sampel yang digunakan adalah 13 perusahaan.
Teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linier berganda. Statistik deskriptif. Uji
asumsi Klasik. Uji Normalitas. Uji multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas. Uji
Autokorelasi. Uji determinasi. Uji kesesuaian Model. Uji T. Hasil Penelitian Profitabilitas
(ROA) Tidak berpengaruh Terhadap return saham. Leverage Berpengaruh negatif
terhadap return saham. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh tterhadap return saham.
Pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif terhadap return saham. Laba akuntasi
berpengaruh positif terhadap return saham. Penelitian (Suryani Ulan Dewi & Sudiartha,
2018) Dengan Judul Pengaruh [Link] Ukuran Perusahaan
Terhadap Return Saham.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang dikategorikan ke dalam sektor
Food and Beverage tahun 2013-2016 di bursa efek Indonesia (BEI) Sebanyak 16
populasi. sampelnya sebanyak 14 perusahaan. Teknik yang di gunakan Purposive
sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Metode observasi non partisipan
(data seconder dan dokumentasi). Teknik analisis data menggunakan Analisis linier
berganda. Uji statistik deskriptif. Uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini adalah
Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Likuiditas
berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. leverage berpengaruh Negatif
signifikan terhadap return saham.
Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap return saham. Penelitian
(Salsabilah & Amanah, 2021) Dengan Judul Pengaruh Kinerja Keuangan. Struktur Modal
Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Perusahaan yang Melakukan Akuisisi.
Populasi Dalam penelitian ini adalah perusahaan yang Melakukan Akuisisi yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian 2015-2018 penelitian ini
menggunakan data kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yaitu laporan
keuangan. teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Teknik
analisis data menggunakan analisis regresi Linier Berganda. analisis statistika deskriptif.
Uji Asumsi Klasik. Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Autokorelasi. Uji
Heterokedastisitas.
Koefisien determinasi. Uji F. Uji T. Hasil penelitian ini adalah Variabel Curreent Ratio (CR)
tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Variabel Return On Asset (ROA)
berpengaruh positif terhadap Retun saham. Variabel Return On Equity (ROE)
Berpengaruh Negativ terhadap Return Saham. Variabel Struktur modal (DER) Tidak
Berpengaruh terhadap Retun aham. Varriabel Ukuran Perusahaan Tidak Berpengaruh
Terhadap Return Saham. Tabel 2.2 Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan NO _Nama
Peneliti _Judul _Persamaan _Perbedaan _ _1 _Eka Putra Jaya dan Randy Kuswanto (2021)
_Pengaruh Return On Asset (ROA). Debt To Equity Ratio (DER).
Dan Price To Book Value Terhadap Return Saham Perusahaan LQ45 Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia Periode 2016-2018. _Sama-sama Menggunakan data sekunder. Metode
Penelitian menggunakan metode kuantitatif metode Analisis deskriptif. Teknik Analisis
data menggunakan Statistik deskriptif. Analisis regresi linier berganda. Uji T. Uji
Koefisien Determinasi. Uji F. _Penelitian kami Tidak menggunakn pendekatan Asosiatif
dan Deskriptif. Penelitian ini tidak menggunakan uji normalitas. uji [Link]
multikolinearitas. Uji autokorelasi. analisis korelas. koefisien determinasi. _ _2 _Ida Ayu
Laksmi Dewi dan Ni Made Dwi Ratnadi (2019) _Pengaruh Inflasi. Profitabilitas.
Dan Ukuran Perusahaan Pada Return Saham Perusahaan Terindex LQ45 _Sama-sama
menggunakan teknik purpose sampling. Teknik analisis data menggunkakan Uji statistik
Deskriptif. Analisis Linier berganda. _Penelitian ini tidak menggunakan Uji normalitas. Uji
heterokedastisitas. uji multikolinearitas. uji auto korelasi. analisis korelasi. koefisien
[Link] t. uji f. _ _3 _Penelitian Penelitian Alicia artha Chandra dan Ni putu ayu
dharmayanti (2020) _Judul Pengaruh Profitabilitas. Likuiditas. Penilaian Pasar Dan
Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham. _Teknik analisis data menggunakan analisis
regresi linier berganda. Uji normalitas. Uji autokorelasi. Uji [Link]
Heterokedastisitas. Uji F.
Uji T _Penelitian ini penentuan sampelnya menggunakan sensus dan metode observasi
non partisipan sebagai metode pengumpulan data. Teknik analisis data analisis statistik
deskriptif. penelitian ini tidak menggunakan analisis korelasi. kefisien determinasi. _ _4
_Merizka Lovian. Sri Hermuningsih. Alfiatul Maulida (2022) _Kinerja Keuangan dan
Ukuran perusahaan terhadap Return Saham Dengan Kebijakan Dividen Sebagai Variabel
Interventing _Sama-sama menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Analisis data
menggunakan Uji Normalitas. Uji Multikolinearitas. Uji Heterokedastisitas. Uji
Autokorelasi. Uji Koefisien determinasi tipe I. Uji koefisien determinasi Tipe II. _Penelitian
kami tidak menggunakan Uji statistik Tipe I.
Uji statistik tipe II. Penelitian ini tidak menggunakan ujit. uji f. _ _5 _Penelitian Hendra
lesmana. Wati erawati. Husni Mubarok dan Ery Suryanti (2021). _Dengan judul Pengaruh
Likuiditas dan Ukuran Perusahaan terhadap return saham pada perusahaan Manufaktur
sub sektor makanan dan minuman. _Sama-sama menggunakan teknik purposive
sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder dan metode
dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Analisis regresi linier berganda.
deskriptif penelitian. Uji normalitas. Uji autokorelasi. Uji heterokedastisitas. Uji
determinasi. Uji f. Uji t _Penelitian ini tidak menggunakkan analisis korelasi.
_ _6 _Sri Sandra Devy dan Richad Friendly Simbolon (2021). _Pengaruh Profitabilitas.
Laverage. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Industri
Barang Konsumsi Di BEI Tahun 2019-2020 _Sama-sama Teknik Analisis data
menggunakan analisis regresi linier berganda dengan Uji T. Uji F. Uji Determinasi.
_Penelitian ini menggunakan menggunakan Uji Statistik Deskriptif. Penelitian ini tidak
menggunakan uji normalitas. uji heterokedastisitas. Uji multikolinearitas. uji autokorelasi.
analisis autokorelasi.
Uji koefisien determinasi. _Penelitian ini tidak menggunakan uji normalitas. uji
heterokedastisitas. ujimultikolinearitas. uji autokorelasi. analisis korelasi. uji [Link] f.
penelitian kami tidak menggunakan uji statistika deskriptif. _ _10 _Defi Amalia Noviani
Salsabilah dan Lailatul Amanah (2021) _Pengaruh Kinerja Keuangan. Struktur Modal Dan
Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Perusahaan yang Melakukan Akuisisi.
_penelitian ini sama-sama menggunakan data kuantitatif dengan menggunakan data
sekunder yaitu laporan keuangan. teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive
sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi Linier Berganda. Uji Asumsi
Klasik.
Hal tersebut akan menyebabkan harga saham perusahaan akan meningkat dengan kata
lain ROA akan berdampak positif terhadap return saham. Hal ini dibuktikan dari
penelitian yang dilakukan oleh (Chandra & Darmayanti, 2022) Profitabilitas (ROA)
berpengaruhh secara positif serta signifikan terhadap Return saham dan (Salsabilah &
Amanah, 2021) Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap Retun saham.
Hubungan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Ukuran perusahaan merupakan
suatu skala yang mengklasifikasikan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat diukur
melalui nilai ekuitas. nilai penjualan atau nilai aktiva dan lain-lain.
Pada penelitian ini ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan total aktiva.
Tingkat pengembalian (return) saham perusahaan besar lebih besar dibandingkan return
saham pada perusahaan berskala kecil. Oleh sebab itu. investor akan lebih memilih
perusahaan besar dengan harapan memperoleh keuntungan (return) yang besar pula.
Perusahaan yang mempunyai total aktiva dalam jumlah yang besar maka perusahaan
tersebut telah mencapai tahap kedewasaan karena pada tahap tersebut arus kas telah
positif dan dianggap mempunyai prospek yang lebih baik dalam jangka panjang.
Hal ini di buktikan oleh penelitian yang dilakukan Penelitian yang dilakukan oleh (Devy
& Simbolon, 2021) Ukuran perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
return saham Hubungan Return On Asset (ROA). Ukuran Perusahaan Terhadap Return
Saham Return On Asset (ROA) digunakan untuk mengetahui besar kecilnya laba bersih
yang dapat diperoleh dari operasional perusahaan. Return On Asset (ROA) yang positif
menunjukkan bahwa dari total aset yang digunakan untuk operasional perusahaan
mampu memberikan laba bagi perusahaan.
Hal tersebut akan menyebabkan harga saham perusahaan akan meningkat dengan kata
lain ROA akan berdampak positif terhadap return saham. Menurut (Suryaputra &
Christiawan, 2016) Ukuran perusahaan adalah ukuran atas besarnya aset yang dimiliki
oleh perusahaan. Dimana untuk menentukan sebuah perusahaan itu besar atau kecil
maka dapat dilihat dari total aset. penjualan bersih. ataupun kapitalisasi pasar. Semakin
besar ukuran perusahaaan maka bertambah besar pula modal yang disimpan dalam
berbagai jenis usaha dan memperoleh penilaian kredit yang lebih tinggi agar mudah
memasuki pasar modal yang dimana dapat mempengaruhi keberadaan total asetnya.
maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menghasilakan laba. hal ini akan
menarik minat investor untuk menanamkan dananya sehingga akan berdampak pada
meningkatnya return saham yang akan dinikmati oleh pemegang saham. Ukuran
perusahaan merupakan suatu skala yang dapat mengklasifikasikan besar kecilnya suatu
perusahaan. Ukuran perusahaan dapat diukur dengan menggunakan logaritma natural
total aset yang dimiliki oleh perusahaan. Tingkat pengembalian return saham
perusahaan besar lebih besar dibandingkan return saham pada perusahaan kecil. karena
tingkat pertumbuhan perusahaan besar relatif lebih besar dibanding perusahaan kecil.
Gambar 2.4
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190. Waktu Penelitian Waktu melakukan pengambilan
data untuk proses penelitian dapat dilihat dari tabel dibawah ini. Tabel 3.1.2 _ _ _Waktu
Penelitian _ _ _No _Kegiatan _2022 _ _ _ _ _Maret _April _Mei _Juni _Juli _Agustus _ _1
_Persiapan _ _ _ _ _ _ _ _2 _Observasi _ _ _ _ _ _ _ _3 _Kegiatan Penelitian
_ _ _ _ _ _ _ _4 _Pengumpulan Data _ _ _ _ _ _ _ _5 _Penyusunan Laporan
_ _ _ _ _ _ _ _6 _Sidang Proskip _ _ _ _ _ _ _ _7 _Penyusunan skripsi _ _ _ _ _ _ _ _8
_Siding skripsi _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _Metode Penelitian Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah kuantitatif.
Metode penelitian kuantitatif salah satu metode dapat diartikan sebagai metode yang
penelitiannya sangat berlandaskan pada filsafat positivisme. digunakan untuk salah satu
meneliti pada suatu populasi atau sampel tertentu. pengumpulan data menggunakan
teknik instrumen penelitian. analisis data bersifat kuantitatif/statistik. dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah ditetapakan (Sugiyono. 2013:8). Jenis data
digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang telah dipublikasikan dan
diterbitkan di website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu [Link] berupa data
laporan keuangan setiap 31 Desember pada perusahaan yang terdaftar di bursa Efek
Indonesia dalam bentuk laporan keuangan tahunan pada perusahaan properti dan real
estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia di tahun 2017-2021.
maka populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan properti dan real estate yang
terdaftar 78 Perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Tabel 3.3.1
Populasi Penelitian No _Kode Perusahaan _Nama Perusahaan _ _1 _ADCP _PT. Adhi
Commuter Properti Tbk _ _2 _AMAN _PT. Makmur Berkah Amanda Tbk _ _3 _APLN _PT.
Agung Podomoro Land Tbk _ _4 _ARMY _PT. Armidian Karyatama Tbk _ _5 _ASPI _PT.
Andalan Sakti Primaindo Tbk _ _6 _ASRI _PT. Alam Sutera Realty Tbk _ _7 _ATAP _PT.
Trimitra Prawara Goldland Tbk _ _8 _BAPA _PT. Bekasi Asri Pemula Tbk _ _9 _BAPI _PT.
Bhakti Agung Propertindo Tbk _ _10 _BBSS _PT. Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk _
_11 _BCIP _PT. Bumi Citra Permai Tbk _ _12 _BEST _PT.
Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk _ _13 _BIKA _PT. Binakarya Jaya Abadi Tbk _ _14 _BIPP
_PT. Bhuwanatala Indah Permai Tbk _ _15 _BKDP _PT. Bukit Darmo Property Tbk _ _16
_BKSL _PT. Sentul City Tbk _ _17 _BSDE _PT. Bumi Serpong Damai Tbk _ _18 _CITY _PT.
Natura City Developments Tbk _ _19 _COWL _PT. Cowell Development Tbk _ _20 _CPRI
_PT. Capri Nusa Satu Properti Tbk _ _21 _CPRI _PT. Capri Nusa Satu Properti Tbk _ _22
_CTRA _PT. Ciputra Development Tbk _ _23 _DADA _PT. Diamond Citra Propertindo Tbk _
_24 _DART _PT. Duta Anggada Realty Tbk _ _25 _DART _PT. Duta Anggada Realty Tbk _
_26 _DILD _PT. Intiland Development Tbk _ _27 _DUTI _PT. Duta Pertiwi Tbk _ _28 _DMAS
_PT. Puradelta Lestari Tbk _ _29 _EMDE _PT.
Megapolitan Developments Tbk _ _30 _EMDE _PT. Megapolitan Developments Tbk _ _31
_FMII _PT. Fortune Mate Indonesia Tbk _ _32 _FMII _PT. Fortune Mate Indonesia Tbk _
_33 _GMTD _PT. Gowa Makassar Tourism Development Tbk _ _34 _GPRA _PT. Perdana
Gapuraprima Tbk _ _35 _GWSA _PT. Greenwood Sejahtera Tbk _ _36 _HOMI _PT. Grand
House Mulia Tbk _ _37 _INDO _PT. Royalindo Investa Wijaya Tbk _ _38 _IPAC _PT. Era
Graharealty Tbk _ _39 _JRPT _PT. Jaya Real Property Tbk _ _40 _KBAG _PT. Karya Bersama
Anugerah Tbk _ _41 _KIJA _PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk _ _42 _LAND _PT. Trimitra
Propertindo Tbk _ _43 _LPCK _PT. Lippo Cikarang Tbk _ _44 _LPKR _PT. Lippo Karawaci
Tbk _ _45 _MABA _PT. Marga Abhinaya Abadi Tbk _ _46 _MDLN _PT.
Modernland Realty Tbk _ _47 _MKPI _PT. Metropolitan Kentjana Tbk _ _48 _MMLP _PT.
Mega Manunggal Property Tbk _ _49 _MPRO _PT. Maha Properti Indonesia Tbk _ _50
_MTLA _PT. Metropolitan Land Tbk _ _51 _MTSM _PT. Metro Realty Tbk _ _52 _MYRX _PT.
Hanson International Tbk _ _53 _NIRO _PT. City Retail Developments Tbk _ _54 _NZIA
_PT. Nusantara Almazia Tbk _ _55 _MORE _PT. Indonesia Prima Property Tbk _ _56
_PAMG _PT. Bima Sakti Pertiwi Tbk _ _57 _PLIN _PT. Plaza Indonesia Realty Tbk _ _58
_POLI _PT. Pollux Hotels Group Tbk _ _59 _POLL _PT. Pollux Properties Indonesia Tbk _
_60 _POSA _PT. Bliss Properti Indonesia Tbk _ _61 _PPRO _PT. PP Properti Tbk _ _62
_PURI _PT. Puri Global Sukses Tbk _ _63 _PWON _PT.
Pakuwon Jati Tbk _ _64 _RBMS _PT. Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk _ _65 _RDTX _PT.
Roda Vivatex Tbk _ _66 _RISE _PT. Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk _ _67 _ROCK _PT.
Rockfields Properti Indonesia Tbk _ _68 _RODA _PT. Pikko Land Development Tbk _ _69
_SATU _PT. Kota Satu Properti Tbk _ _70 _SMDM _PT. Suryamas Dutamakmur Tbk _ _71
_SMRA _PT. Summarecon Agung Tbk _ _72 _SWID _PT. Saraswanti Indoland
Development Tbk _ _73 _TARA _PT. Agung Semesta Sejahtera Tbk _ _74 _TARA _PT.
Agung Semesta Sejahtera Tbk _ _75 _TRIN _PT. Perintis Triniti Properti Tbk _ _76 _TRUE
_PT. Triniti Dinamik Tbk _ _77 _URBN _PT. Urban Jakarta Propertindo Tbk _ _78 _WINR
_PT.
Winner Nusantara Jaya Tbk _ _7 Teknik Sampling Menurut syahrum salim. (2014:113)
“Sampel adalah bagian dari populasi yang menjadi objek peneliti (sampel secara harfiah
berarti contoh). Dalam penerapan/pengambilan sampel dari salah satu populasi
mempunyai beberapa ruang aturan. yaitu sampel itu reseprentatif (mewakili) terhadap
populasinya.” Pengambilan sampel yang baik akan sangat dipengaruhi oleh teknik yang
digunakan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
purpose sampling yang artinya teknik pengambilan sampel dengan menggunkan
kriteria-kriteria dan data yang akan dijadikan sebagai sampel penelitian untuk
digunakan oleh penulis.
Adapun kriteria-kriteria dalam purpose sampling adalah sebagai berikut : Tabel 3.3.2
Kriteria Sampel No _Kriteria _Jumlah _ _ _ _Sesuai Kriteria _Tidak Sesuai Kriteria _ _1
_Perusahaan sub sektor properti yang terdaftar di BEI periode 2017-2021 _78 _0 _ _2
_Perusahaan properti yang memiliki laporan keuangan berturut-turut dari periode
2017-2021 _30 _48 _ _3 _Perusahaan yang Tidak mengalami Devisit laba selama lima
tahun berturut turut periode 2017-2021 _13 _17 _ _Perusahaan yang digunakan _13 _
_Tahun Penelitian _5 _ _Total Sampel 13X5 _65 _ _Sumber : Diolah oleh penulis
(22-juni-2022) Setelah dilakukan kriteria penelitian. maka diperoleh perusahaan
sebanyak 13 perusahaan sesuai dengan kriteria yang dilakukan penelitian. Berikut ini
penelitian merupakan nama perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Tabel 3.3.2
operasional variabel ini dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 3.4 Operasional variabel
Penelitian Variabel _Indikator _Skala _Sumber _ _Variabel Y Return Saham Ana Sopanah
(2021-336) _Return Saham = Pt – (Pt-1) Pt – 1 _Rasio _Laporan Keuangan _ _Variabel X1
Reurn On Asset (ROA) Setiyono dan Amanah (2016) _ROA = Laba Tahun Berjalan Total
Aset _Rasio _Laporan Keuangan _ _Ukuran Perusahaan Total asset Defi Amalia.
(2021) _Log (Total Asset) _Rasio _Laporan Keuangan _ _Sumber : Diolah oleh penulis
(2022) Instrumen Penelitian Menurut Sugiono (2018:101) dalam penelitian kuantitatif.
kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan relibilitas instrumen dan
kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data. Oleh karena itu instrumen yang telah teruji validitas dan
reliabilitasnya. belun tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel. apabila
instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Tabel 3.5
Menurut Juliansyah Noor (2014:141) “Sejumlah Besar Fakta dan Data tersimpan dalam
bahan yang berbentuk dokumentasi” Teknik Analisis Data Teknik analisis data penelitian
yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan Penelitian deskriptif. Menurut
Sudaryono (2018:82) “Penelitian Deskriptif adalah (Deskriptif Research) ditujukan untuk
mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Penelitian
deskriptif adalah penelitian terhadap masalah-masalah berupa Fakta-fakta saat ini dari
suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau pendapat terhadap individu.
dari suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau pendapat terhadap
individu. organisasi. keadaan. ataupun prosedur. Untuk Analisa Data Menggunakan SPSS
2.0 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Juliansyah Noor (2011:174)
mendefinisiakan bahwa “uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang
diambil berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak.” Sedangkan menurut
Imam Ghozali (2013:160) “Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model
regresi. variabel pengganggu atau residual memiliki distrubusi normal.”
Jika ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap.
maka disebut Homokedastisitas dan jika jauh berbeda disebut Heterokedastisitas.
Model regresi yang baik adalah yang Heterokedastisitas atau tidak terjadi
Heterokedastisitas. Kebanyakan data crossection mengandung banyaknya situasi
Heterokedastisitas dikarnakan data ini banyak menghimpun data yang mewakili
berbagai ukuran (kecil. sedang dan besar). Dalam pengujian ini dapat dilihat dengan
menggunakan grafik plot. Jika adanya pola seperti halnya membentuk titik-titik
beberapa pola tertentu yang sangat teratur (bergelombang. melebar kemudian
menyempit) maka akan mengindikasi telah terjadi Heterokedastisitas.
Tetapi jika tidak dapat terlihat adanya pola yang sangat terlihat jelas. serta beberapa
titik-titik yang jumlahnyan menyebar diatas bawah angka 0 pada sumbu Y. maka tidak
terjadi heterokedastisitas. Uji Multikolonieritas Menurut Ghozali (2013:105) “Uji
multikolineritas bertujuan untuk menguji apakah rangkapan model regresi ditemukan
adanya beberapa korelasi antara variabel bebas (independen).” Model cara regresi yang
cukup baik seharusnya tidak akan terjadinya korelasi diantara satuan variabel
independent dengan melihat nilai variance inlation factor VIF) dan tolance.
Uji Autokorelasi Menurut Imam Gozali (2013:110) “Uji Autokorelasi bermaksud dan
bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier akan adanya rekapan
korelasi antara kesalahan dan pengganggu pada periode t dengan kesalahan dan
pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya).” Model regresi yang sangat baik adalah
regresi yang bisa sangat bebas dari satuan autokorelasi maka digunakan uji
Durbin-Watson (DW test). dengan hipotesis yang akan di uji adalah sebagai berikut : H0
= Tidak ada auto korelasi (r=0) HA = Ada autokorelasi (r = 0) Pengambilan Keputusan
pada DW test menurut juliandi et al (2014 : 163-164) sebagai berikut : Jika Nilai DW di
bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.
Jika nilai DW di antara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi Jika nilai DW di atas
+2 berarti ada autokorelasi negative Uji Analisi Data Uji Regresi Linier Berganda
Menurut Sugiyono (2017: 275) yang dimaksud dengan analisis liner berganda dimana
peneliti meramalkan bagaimana keadaan naik turunnya variable dependen (ktiterium).
bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predator yang dimanipulasi
(dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis liner berganda dapat dilakukan jika jumlah
variabel independennya dua variabel atau lebih.
Adapun rumus analisis regresi liner berganda sebagai berikut : Y = a + ß1X1 + ß2X2 +E
Keterangan : Y = Return Saham a = Konstanta b = Koefisien Regresi (Beta) X1 = ROA X2
= Ukuran Perusahaan E = Error Analisis Korelasi Analisis korelasi bertujuan untuk
mengukur banyaknya kekuatan asosiasi (hubungan) linear antara dua variabel. Korelasi
tidak bisa menunjukan hubungan fungsional atau dengan kata lain analisis korelasi tidak
akan membedakan antara hubungan variabel dependen dengan variabel independen
(Ghozali. 2018:96). Nilai koefisien korelasi : Jika. koefisien korelasi bernilai 0 (nol). maka
tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Jika. koefisien korelasi bernilai
negatif (-).
maka tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut negatif atau saling berbanding
negatif. Jika koefisien korelasi bernilai positif (+). maka hubungan antara kedua variabel
tersebut positif atau saling berbanding lurus. Tabel 3.7 Interpretasi Korelasi Interval
Koefisien _Tingkat Hubungan _ _0.00 - 0.199 _Sangat Rendah _ _0.20 - 0.399 _Rendah _
_0.40 - 0.599 _Sedang _ _0.60 - 0.799 _Kuat _ _0.80 - 0.100 _Sangat Kuat _ _ Koefisien
Determinasi Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh jangka
dan langkah kemampuan model dalam menerangkan serta menerapkan beberapa
variasi variabel dependen.
Nilai angka koefisien determinasi antara nol; dan satu. Nilai R2 yang sangat kecil berarti
mempunyai kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi
variabel dependen amat sangat terbatas. Nilai yang sngat mendekati satu berarti
variabel independen memberikan hampir samua banyaknya informasi yang sangat
dibutuhkan untuk memprediksi dalam variasi variabel dependen. Secara umum koefisien
determinasi untuk data silang (crossection) relative sangat rendah karena adanya variasi
yang cukup lumayan besar antara masing-masing sebuah pengamatan.
sedangkan untuk data runtun waktu (time series) biasanya mempunyai nilai koefisien
determinasi yang sangat tinggi (Ghazali. 2018:97). Dalam kenyataan nilai adjusuted R2
dapat bernilai negatif. walaupun yang dikehendaki harus bernilai positif. Menurut
Gujarat (2003) kutipan dari Ghozali (2018:97) “jika dalam uji empiris terdapat nilai
adjusted R2 negatif maka nilai adjusted R2 bisa dianggap bernilai nol. Secara matematis
jika satuan nilai R2-1. maka adjusted R2 = R2 =1 sedangkan satuan jika nilai R2 = 0.
maka adjusted R2 =(1-k)/(n-k). jika k> 1. maka dengan ini adjusted R2 akan bernilai
negatif.”
Rumus koefesien determinasi adalah: (KD) adalah KD = r2x 100%) Uji Hipotesa Uji
Parsial (Uji t) Menurut Ghozali (2013:98) uji statistik t pada dasarnya menunjukan dan
memperlihatkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel penjelas atau independen
secara individual atau menerangkan variasi variabel dependen. dikarna kepengaruhan
dari variabel sangat penting. Dalam penelitian ini. uji statistik t akan dihitung dengan
salah satu cara yaitu membandingkan nilai statistik dengan titik kritis menurut tabel. Jika
nilai Thitung Ttabel maka hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa suatu variabel
independen secara individual mempengaruhi variabel dependen dan nilai
signifikansinya 0.05 atau 5 %.
(2013:98) “Uji Statistik F merupakan pengujian untuk mengetahui apakah semua variabel
bebas (dependen) berpengaruh secara simultan atau bersamaan terhadap variabel
terkait.” Kriteria pengujian hipotesis untuk uji statistik F adalah sebagai berikut : Bila F
signifikan < 0.05 maka secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap
variabel dependen. Bila F signifikan > 0.05 maka secara simultan variabel independen
tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan rumus menurut Sugiyono
(2018:284): ??h= ??2/?? (1-??2)/(??-??-1) Keterangan : R = Koefisien Korelasi Berganda K
= Jumlah Variabel Independen N = Jumlah Anggota Sampel Membandingkan nilai F
dengan hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel. Apakah variabel-variabel
koefisien signifikan atau [Link] tersebut akan diperoleh F pembilang K dan
Penyebut dk (nk-1) dengan ketentuan sebagai berikut : Jika Fhitung >Ftabel maka H3
diterima (signifikan) Jika Fhitung <Ftabel maka H03 ditolak (tidak signifikan)
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Objek
Penelitian Penelitian ini menggunakan Populasi perusahaan jasa sektor property dan
real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2017-2021.
Sampel penelitian ini berjumlah 13 perusahaan yang terpilih sesuai dengan kriteria
sampel yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan Penelitian. Berikut ini adalah
sejarah dari BEI dan 13 perusahaan yang digunakan dalam penelitain ini. Sejarah Singkat
Bursa Efek Indonesia (BEI) Secara historis. pasar modal telah hadir jauh sebelum
Indonesia merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial
Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu didirikan oleh
pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah kolonial atau VOC. Meskipun
pasar modal telah ada sejak tahun 1912. perkembangan dan pertumbuhan pasar modal
tidak berjalan seperti yang diharapkan.
bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami kevakuman. Hal
tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang dunia ke I dan II. perpindahan
kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada pemerintah Republik Indonesia. dan
berbagai kondisi yang menyebabkan operasi bursa efek tidak dapat berjalan
sebagaimana mestinya. Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar
modal pada tahun 1977. dan beberapa tahun kemudian pasar modal mengalami
pertumbuhan seiring dengan berbagai insentif dan regulasi yang dikeluarkan
pemerintah. Struktur Organisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Gambar 4.1
Struktur Organisasi BEI Visi Misi Bursa Efek Indonesia (BEI) Visi : Menjadi Bursa yang
kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia Misi : Menciptakan infrastuktur pasar
keuangan yang terpercaya dan kredibel untuk mewujudkan pasar yang teratur. wajar.
dan efisien. serta dapat diakses oleh semua pemangku kepentingan melalui produk dan
layanan inovatif. Sejarah Singkat Sampel Perusahaan Penelitian PT. Bumi Serpong Damai
Tbk (BSDE ) PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) didirikan pada 16 Januari 1984 oleh
pemegang saham pendiri. Dalam rentang 1984-1989. perusahaan mulai menjalankan
bisnis dengan konsep kota mandiri. Seiring berkembangnya usaha.
perusahaan mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 Juni 2008
PT. Ciputra Development Tbk (CTRA) PT Ciputra Development Tbk (CTRA) adalah salah
satu perusahaan properti Indonesia terkemuka. Didirikan pada tahun 1981.
pengembangan properti perumahan skala besar dan komersial adalah keahlian bisnis
dan inti perusahaan. Properti komersial dikembangkan meliputi pusat perbelanjaan.
hotel. apartemen dan lapangan golf. PT. Puradelta Lestari Tbk (DMAS) Puradelta Lestari
Tbk (Deltamas) (DMAS) didirikan tanggal 12 November 1993 dan mulai beroperasi
komersial pada tahun 2003. Kantor pusat Puradelta Lestari Tbk berlokasi di Jl. Kali Besar
Barat No.8. Kel. Roa Malaka. Kec. Tambora.
Jakarta Barat 11230 – Indonesia. PT. Duta Pertiwi Tbk (DUTI ) PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI)
merupakan entitas anak dari PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) yang didirikan pada
29 Desember 1972 dan diakuisisi BSDE pada 2010. Perusahaan memulai usaha real estat
pada 1987 dengan mengembangkan area komersial lewat beberapa rumah toko di
sekitar Jalan Pangeran Jayakarta. Jakarta. PT. Perdana Gapuraprima Tbk (GPRA ) Perdana
Gapuraprima Tbk (GPRA) didirikan tanggal 21 Mei 1987 dengan nama PT Perdana
Gapura Mas dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1994. Kantor pusat
GPRA terletak di The Bellezza. Permata Hijau. Jl.
Arteri Permata Hijau No. 34. Jakarta 12210. PT. Jaya Real Property Tbk (JRPT ) Jaya Real
Property Tbk (JRPT) didirikan tanggal 25 Mei 1979 dan memulai kegiatan usaha
komersialnya pada tahun 1980. Kantor pusat Jaya Property terletak di CBD Emerald Blok
CE/A No. 1. Boulevard Bintaro Jaya Tangerang – 15227. Banten dan proyek berlokasi di
Jakarta dan Tangerang. PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Kawasan Industri
Jababeka Tbk (KIJA) didirikan tanggal 12 Januari 1989 dan memulai kegiatan usaha
komersialnya pada tanggal 1989. Kantor pusat Jababeka berdomisili di Menara Batavia.
Lantai 25. Jln. K.H.
Mas Mansyur Kav. 126. Jakarta 10220 – Indonesia. PT. Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI )
Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) didirikan 29 Maret 1972 dan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 1975. Kantor pusat MKPI berlokasi di Jalan Metro Duta Niaga Blok
B5 Pondok Indah. Jakarta Selatan. PT. Metropolitan Land. Tbk (MTLA) Metropolitan Land
Tbk (Metland) (MTLA) didirikan tanggal 16 Pebruari 1994 dan mulai beroperasi secara
komersial pada Desember 1994. Kantor pusat Metland beralamat di Gedung Ariobimo
Sentral Lt. 10. Jl. HR. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5.
Jakarta 12950 – Indonesia. PT. PP Properti Tbk (PPRO) PP Properti Tbk (PPRO) didirikan
tanggal 12 Desember 2013 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2013.
Kantor Pusat PPRO beralamat di Plaza PP – Gedung Wisma Subiyanto. Lantai 2. Jl.
Letjend TB Simatupang No. 57. Pasar Rebo. Jakarta 13760 – Indonesia. PT. Pakuwon Jati.
Tbk (PWON ) PT Pakuwon Jati Tbk didirikan sesuai Akta Notaris No. 281. tanggal 20
September 1982 dari Kartini Muljadi. SH. notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No.
C2-308. [Link].83. tanggal 17 Januari 1983. serta diumumkan dalam Berita Negara
No. 27. tanggal 8 April 1983 Tambahan No. 420. PT.
Deskripsi Data Penelitian Return Saham Berikut ini adalah hasil perhitungan return
saham Pada perusahaan jasa sektor property dan real estate selama lima tahun dari
tahun 2017-2021. Tabel 4.1 Hasil perhitungan Return saham NO _Kode Perusahaan
_Tahun _Return Saham _ _1 _BSDE _2017 _-0.031339031 _ _ _ _2018 _-0.261764706 _ _ _
_2019 _0 _ _ _ _2020 _-0.023904382 _ _ _ _2021 _-0.175510204 _ _2 _CTRA _2017
_-0.112359551 _ _ _ _2018 _-0.147679325 _ _ _ _2019 _0.02970297 _ _ _ _2020
_-0.052884615 _ _ _ _2021 _-0.015228426 _ _3 _DMAS _2017 _-0.256521739 _ _ _ _2018
_-0.070175439 _ _ _ _2019 _0.86163522 _ _ _ _2020 _-0.168918919 _ _ _ _2021
_-0.223577236 _ _4 _DUTI _2017 _-0.1 _ _ _ _2018 _-0.187037037 _ _ _ _2019
_0.138952164 _ _ _ _2020 _-0.24 _ _ _ _2021 _-0.107894737 _ _5 _GPRA _2017
_-0.43715847 _ _ _ _2018 _0.067961165 _ _ _ _2019 _-0.309090909 _ _ _ _2020
_-0.013157895 _ _ _ _2021 _0.16 _ _6 _JRPT _2017 _0.028571429 _ _ _ _2018
_-0.177777778 _ _ _ _2019 _-0.189189189 _ _ _ _2020 _0 _ _ _ _2021 _-0.133333333 _ _7
_KIJA _2017 _-0.012834787 _ _ _ _2018 _-0.034965035 _ _ _ _2019 _0.057971014 _ _ _
_2020 _-0.267123288 _ _ _ _2021 _-0.224299065 _ _8 _MKPI _2017 _0.423001949 _ _ _
_2018 _-0.383561644 _ _ _ _2019 _-0.28 _ _ _ _2020 _0.728395062 _ _ _ _2021
_-0.109821429 _ _9 _MTLA _2017 _0.213414634 _ _ _ _2018 _0.125628141 _ _ _ _2019
_0.294642857 _ _ _ _2020 _-0.25862069 _ _ _ _2021 _0.069767442 _ _10 _PPRO _2017
_-0.443765767 _ _ _ _2018 _-0.380952381 _ _ _ _2019 _-0.418803419 _ _ _ _2020
_0.382352941 _ _ _ _2021 _-0.382978723 _ _11 _PWON _2017 _0.212389381 _ _ _ _2018
_-0.094890511 _ _ _ _2019 _-0.080645161 _ _ _ _2020 _-0.105263158 _ _ _ _2021
_-0.090196078 _ _12 _SMDM _2017 _0.394736842 _ _ _ _2018 _0.301886792 _ _ _ _2019
_-0.137681159 _ _ _ _2020 _-0.134453782 _ _ _ _2021 _0.902912621 _ _13 _SMRA _2017
_-0.286792453 _ _ _ _2018 _-0.148148148 _ _ _ _2019 _0.248447205 _ _ _ _2020
_-0.22386007 _ _ _ _2021 _0.070484508 _ _Sumber : Data diolah oleh penulis (2022) BSDE
PT. Bumi Serpong Damai Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2018 pada PT.
Bumi Serpong Damai Tbk sebesar -0.261764706 dan Nilai Maksimum retrn sahamnya
tahun 2019 sebesar 0. Artinya PT.
Bumi Serpong Damai Tbk tidak pernah mendapatkan return selama 5 tahun
berturut-turut penyebabnya adalah disebabkan oleh kecilnya harga closing price per
tahun di banding tahun sebelumnya. CTRA PT. Ciputra Development Tbk Nilai minimum
Return Saham terjadi tahun 2018 pada PT. Ciputra Development Tbk sebesar
-0.147679325 dan Nilai Maksimum retrn sahamnya tahun 2019 sebesar 0.02970297.
Artinya PT. Ciputra Development Tbk pernah mendapatkan return hanya pada tahun
2019 sisanya selama 4 tahun berturut-turut tidak mendapatkan return penyebabnya
adalah disebabkan oleh kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun
sebelumnya. DMAS PT.
Puradelta Lestari Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2017 pada PT.
Puradelta Lestari Tbk sebesar -0.147679325 dan Nilai Maksimum retrn sahamnya tahun
2019 sebesar 0.86163522. Artinya PT. Puradelta Lestari Tbk pernah mendapatkan return
hanya pada tahun 2019 sisanya selama 4 tahun berturut-turut tidak mendapatkan return
penyebabnya adalah disebabkan oleh kecilnya harga closing price per tahun di banding
tahun sebelumnya. DUTI PT. Duta Pertiwi Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun
2018 pada PT. Duta Pertiwi Tbksebesar -0.187037037 dan Nilai Maksimum retrn
sahamnya tahun 2019 sebesar 0.138952164. Artinya PT.
Duta Pertiwi Tbk pernah mendapatkan return hanya pada tahun 2019 sisanya selama 4
tahun berturut-turut tidak mendapatkan return penyebabnya adalah disebabkan oleh
kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya. GPRA PT. Perdana
Gapuraprima Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2017 pada PT. Perdana
Gapuraprima Tbk sebesar -0.43715847 dan Nilai Maksimum return sahamnya tahun
2021 sebesar 0.16. di tahun 2017 juga mendapatkan return sebesar 0.067961165 Artinya
PT. Perdana Gapuraprima Tbk pernah mendapatkan return hanya pada tahun 2019 dan
2017 sisanya selama 3 tahun tidak mendapatkan return penyebabnya adalah
disebabkan oleh kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya.
JRPT PT.
Jaya Real Property Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2019 pada PT. Jaya
Real Property Tbk sebesar -0.189189189 dan Nilai Maksimum return sahamnya tahun
2017 sebesar 0.028571429. Artinya PT. Jaya Real Property Tbk pernah mendapatkan
return hanya pada tahun 2017 sisanya selama 4 tahun tidak mendapatkan return
penyebabnya adalah disebabkan oleh kecilnya harga closing price per tahun di banding
tahun sebelumnya. KIJA PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk Nilai minimum Return
Saham terjadi tahun 2020 pada PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk sebesar
-0.267123288 dan Nilai Maksimum return sahamnya tahun 2019 sebesar 0.057971014.
Artinya PT.
Kawasan Industri Jababeka Tbk pernah mendapatkan return hanya pada tahun 2019
sisanya selama 4 tahun tidak mendapatkan return penyebabnya adalah disebabkan oleh
kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya. MKPI PT.
Metropolitan Kentjana Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2018 pada PT.
Metropolitan Kentjana Tbk sebesar -0.383561644 dan Nilai Maksimum return sahamnya
tahun 2020 sebesar 0.728395062 namun pernah juga mendapatkan return di tahun
2017 sebesar 0.423001949. Artinya PT. Metropolitan Kentjana Tbk pernah mendapatkan
return pada tahun 2017 dan 2020 sebesar 0.728395062 dan 2017 sebesar 0.423001949,
sisanya selama 3 tahun tidak mendapatkan return penyebabnya adalah disebabkan oleh
kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya. MTLA PT.
Metropolitan Land. Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2020 pada PT.
Metropolitan land. Tbk sebesar -0.25862069 dan Nilai Maksimum return sahamnya
tahun 2019 sebesar 0.294642857 namun pernah juga mendapatkan return di tahun
2017 sebesar 0.213414634, tahun 2018 sebesar 0.125628141, tahun 2021 sebesar
0.069767442. Artinya PT. Metropolitan land Tbk pernah mendapatkan return pada tahun
2017,2018,2019,2021 namun pada tahun 2020 tidak mendapatkan return penyebabnya
adalah disebabkan oleh kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun
sebelumnya. PPRO PT. PP Properti Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2017
pada PT. PPRO PP Properti Tbk sebesar -0.443765767dan Nilai Maksimum return
sahamnya tahun 2020 sebesar 0.382352941. Artinya PT.
PPRO PP Properti Tbk pernah mendapatkan return hanya pada tahun 2017 sisanya
selama 4 tahun tidak mendapatkan return penyebabnya adalah disebabkan oleh
kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya. PWON PT.
Pakuwon Jati. Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2020 pada PT. Pakuwon
Jati. Tbk sebesar -0.105263158 dan Nilai Maksimum return sahamnya tahun 2017
sebesar 0.212389381. Artinya PT. Pakuwon Jati. Tbk pernah mendapatkan return hanya
pada tahun 2017 sisanya selama 4 tahun tidak mendapatkan return penyebabnya adalah
disebabkan oleh kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya.
SMDM PT.
Suryamas Dutamakmur Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2019 pada PT.
Suryamas Dutamakmur Tbk sebesar -0.137681159 dan Nilai Maksimum return
sahamnya tahun 2021 sebesar 0.902912621 namun pernah juga mendapatkan return di
tahun 2017 sebesar 0.394736842, tahun 2018 sebesar 0.30188679. Artinya PT. Suryamas
Dutamakmur Tbk pernah mendapatkan return pada tahun 2017,2018,2021 namun pada
tahun 2019,2020 tidak mendapatkan return penyebabnya adalah disebabkan oleh
kecilnya harga closing price per tahun di banding tahun sebelumnya. SMRA PT.
Summarecon Agung Tbk Nilai minimum Return Saham terjadi tahun 2017 pada PT.
Summarecon Agung Tbk sebesar -0.286792453 dan Nilai Maksimum return sahamnya
tahun 2019 sebesar 0.248447205. Artinya PT. Summarecon Agung Tbk pernah
mendapatkan return pada tahun 2017 dan 2021 sisanya selama 3 tahun tidak
mendapatkan return penyebabnya adalah disebabkan oleh kecilnya harga closing price
per tahun di banding tahun sebelumnya. Kinerja Keuangan Berikut ini adalah hasil
perhitungan Kinerja Keuangan Pada perusahaan jasa sektor property dan real estate
selama lima tahun dari tahun 2017-2021. Tabel 4.2
Bumi Serpong Damai Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada tahun 2017.
adapun penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat
per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. CTRA
PT. Ciputra Development Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2017 pada PT. Ciputra
Development Tbk sebesar 0.032124007 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2021
sebesar 0.051335077. Artinya PT. Ciputra Development Tbk pernah mendapatkan nilai
ROA tertinggi pada tahun 2021 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh
kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva
yang dimiliki perusahaan. DMAS PT.
Puradelta Lestari Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2018 pada PT. Puradelta Lestari
Tbk sebesar 0.066181701 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2020 sebesar
0.199722868. Artinya PT. Ciputra Development Tbk pernah mendapatkan nilai ROA
tertinggi pada tahun 2020, penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya
Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki
perusahaan. DUTI PT. Duta Pertiwi Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada PT.
Duta Pertiwi Tbk sebesar 0.046418845 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2019
sebesar 0.093555388. Artinya PT.
Duta Pertiwi Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada tahun 2019 penyebab
nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan
kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. GPRA PT. Perdana
Gapuraprima Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada PT. Perdana Gapuraprima
Tbk sebesar 0.02011879 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2018 sebesar 0.032819214.
Artinya PT. Perdana Gapuraprima Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada
tahun 2018 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di
dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
JRPT PT.
Jaya Real Property Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2021 pada PT. Jaya Real
Property Tbk sebesar 0.066965986 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2017 sebesar
0.117931334. Artinya PT. Jaya Real Property Tbk pernah mendapatkan nilai ROA
tertinggi pada tahun 2017 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya
Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki
perusahaan.
KIJA PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada
PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk sebesar 0.003708953 dan Nilai Maksimum ROA nya
tahun 2017 sebesar 0.013299868. Artinya PT.
Kawasan Industri Jababeka Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada tahun
2017 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat
per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. MKPI
PT. Metropolitan Kentjana Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada PT.
Metropolitan Kentjana Tbk sebesar 0.0303183 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2017
sebesar 0.174814249. Artinya PT. Metropolitan Kentjana Tbk pernah mendapatkan nilai
ROA tertinggi pada tahun 2017 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh
kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva
yang dimiliki perusahaan. MTLA PT.
Metropolitan Land. Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada PT. Metropolitan
Land. Tbk sebesar 0.048260905 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2017 sebesar
0.113054982. Artinya PT. Metropolitan Land. Tbk pernah mendapatkan nilai ROA
tertinggi pada tahun 2017 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya
Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki
perusahaan. PPRO PT. PP Properti Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2021 pada PT.
PP Properti Tbk sebesar 0.002185014 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2017 sebesar
0.039781742. Artinya PT.
PP Properti Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada tahun 2017 penyebab
nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan
kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. PWON PT. Pakuwon
Jati. Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada PT. Pakuwon Jati. Tbk sebesar
0.04229643 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2019 sebesar 0.124153178. Artinya PT.
Pakuwon Jati. Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada tahun 2019 penyebab
nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan
kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. SMDM PT.
Suryamas Dutamakmur Tbk Nilai minimum ROA terjadi tahun 2020 pada PT. Suryamas
Dutamakmur Tbk sebesar 0.005842364 dan Nilai Maksimum ROA nya tahun 2021
sebesar 0.035612797. Artinya PT. Suryamas Dutamakmur Tbk pernah mendapatkan nilai
ROA tertinggi pada tahun 2021 penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh
kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva
yang dimiliki perusahaan. SMRA PT. Summarecon Agung Tbk Nilai minimum ROA terjadi
tahun 2020 pada PT. Summarecon Agung Tbk sebesar 0.00986694 dan Nilai Maksimum
ROA nya tahun 2018 sebesar 0.029641463. Artinya PT.
Summarecon Agung Tbk pernah mendapatkan nilai ROA tertinggi pada tahun 2018
penyebab nilai ROA rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per
tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
Ukuran Perusahaan Berikut ini adalah hasil perhitungan Kinerja Keuangan Pada
perusahaan jasa sektor property dan real estate selama lima tahun dari tahun 2017-2021
Tabel 4.3 Hasil Perhitungan Ukuran Perusahaan NO _Kode Perusahaan _Tahun _Ukuran
Perusahaan _ _1 _BSDE _2017 _31.45860083 _ _ _ _2018 _31.58421471 _ _ _ _2019
_31.62820936 _ _ _ _2020 _31.73964535 _ _ _ _2021 _31.74956568 _ _2 _CTRA _2017
_17.27202164 _ _ _ _2018 _17.35033566 _ _ _ _2019 _17.40445984 _ _ _ _2020
_17.48559415 _ _ _ _2021 _17.52096221 _ _3 _DMAS _2017 _29.64204215 _ _ _ _2018
_29.64592859 _ _ _ _2019 _29.6613999 _ _ _ _2020 _29.54089442 _ _ _ _2021
_29.44159279 _ _4 _DUTI _2017 _29.9895783 _ _ _ _2018 _30.16811657 _ _ _ _2019
_30.25483626 _ _ _ _2020 _30.25232353 _ _ _ _2021 _30.35945701 _ _5 _GPRA _2017
_28.03612751 _ _ _ _2018 _28.06049801 _ _ _ _2019 _28.16512508 _ _ _ _2020
_28.17761632 _ _ _ _2021 _28.19664821 _ _6 _JRPT _2017 _22.97167799 _ _ _ _2018
_23.0785618 _ _ _ _2019 _23.13604391 _ _ _ _2020 _23.16400474 _ _ _ _2021
_23.18696143 _ _7 _KIJA _2017 _30.05283889 _ _ _ _2018 _30.09774447 _ _ _ _2019
_30.13119493 _ _ _ _2020 _30.13247149 _ _ _ _2021 _30.13997711 _ _8 _MKPI _2017
_29.55205973 _ _ _ _2018 _29.57810983 _ _ _ _2019 _29.61549716 _ _ _ _2020
_29.66218036 _ _ _ _2021 _29.70974771 _ _9 _MTLA _2017 _22.30714595 _ _ _ _2018
_15.46300755 _ _ _ _2019 _15.62500581 _ _ _ _2020 _15.5959534 _ _ _ _2021
_15.67329931 _ _10 _PPRO _2017 _30.16153289 _ _ _ _2018 _30.43290893 _ _ _ _2019
_30.60576877 _ _ _ _2020 _30.54862 _ _ _ _2021 _30.67965068 _ _11 _PWON _2017
_23.8742361 _ _ _ _2018 _23.94286461 _ _ _ _2019 _23.98501544 _ _ _ _2020
_23.99885485 _ _ _ _2021 _24.08593308 _ _12 _SMDM _2017 _28.77577891 _ _ _ _2018
_28.78053004 _ _ _ _2019 _28.79828007 _ _ _ _2020 _28.79476891 _ _ _ _2021
_28.82600718 _ _13 _SMRA _2017 _23.79885828 _ _ _ _2018 _23.87168667 _ _ _ _2019
_23.91955478 _ _ _ _2020 _23.93903822 _ _ _ _2021 _23.98327273 _ _Sumber : Data
diolah oleh penulis (2022)
BSDE PT. Bumi Serpong Damai Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun
2017 pada PT. Bumi Serpong Damai Tbk sebesar 31.45860083 dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 31.74956568.
Artinya PT. Bumi Serpong Damai Tbk pernah mendapatkan nilai Ukuran perusahaan
tertinggi pada tahun 2021 penyebab nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan
oleh kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva
yang dimiliki perusahaan. CTRA PT. Ciputra Development Tbk Nilai minimum ukuran
perusahaan terjadi tahun 2017 pada PT. Ciputra Development Tbk sebesar 17.27202164
dan Nilai Maksimum ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 17.52096221. Artinya
PT.
Ciputra Development Tbk pernah mendapatkan nilai Ukuran perusahaan tertinggi pada
tahun 2021 penyebab nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya
Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki
perusahaan.
DMAS PT. Puradelta Lestari Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun 2021
pada PT. Puradelta Lestari Tbk sebesar 29.44159279 dan Nilai Maksimum ukuran
perusahaan nya tahun 2019 sebesar 29.6613999. Artinya PT. Puradelta Lestari Tbk
pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2019 penyebab nilai
ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per
tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
DUTI PT. Duta Pertiwi Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun 2017 pada
PT. Duta Pertiwi Tbk sebesar 29.9895783 dan Nilai Maksimum ukuran perusahaan nya
tahun 2021 sebesar 30.35945701. Artinya PT. Duta Pertiwi Tbk pernah mendapatkan nilai
ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021 penyebab nilai ukuran perusahaan rendah
adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya
pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
GPRA PT. Perdana Gapuraprima Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun
2017 pada PT. Perdana Gapuraprima Tbk sebesar 28.03612751 dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 28.19664821. Artinya PT.
Perdana Gapuraprima Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada
tahun 2021 penyebab nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya
Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki
perusahaan. JRPT PT. Jaya Real Property Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi
tahun 2017 pada PT. Jaya Real Property Tbk sebesar 22.97167799 dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 23.18696143. Artinya PT. Jaya Real Property
Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021 penyebab
nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per
tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
KIJA PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun
2017 pada PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk sebesar 30.05283889 dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 30.13997711. Artinya PT. Kawasan Industri
Jababeka Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021
penyebab nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di
dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
MKPI PT. Metropolitan Kentjana Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun
2017 pada PT. Metropolitan Kentjana Tbk sebesar 29.55205973dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 29.70974771. Artinya PT.
Metropolitan Kentjana Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada
tahun 2021 penyebab nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya
Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki
perusahaan. MTLA PT. Metropolitan Land. Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi
tahun 2018 pada PT. Metropolitan Land. Tbk sebesar 15.46300755dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2017 sebesar 22.30714595. Artinya PT. Metropolitan Land.
Tbk pernah mendapatkan nilai Kinerja keuangan tertinggi pada tahun 2017 penyebab
nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per
tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. PPRO PT.
PP Properti Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun 2017 pada PT. PP
Properti Tbk. Tbk sebesar 30.16153289 dan Nilai Maksimum ukuran perusahaan nya
tahun 2021 sebesar 30.67965068. Artinya PT. PP Properti Tbk pernah mendapatkan nilai
ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021 penyebab nilai ukuran perusahaan rendah
adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per tahun dan kurang maksimalnya
pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. PWON PT. Pakuwon Jati. Tbk Nilai
minimum ukuran perusahaan terjadi tahun 2017 pada PT. Pakuwon Jati. Tbk. Tbk
sebesar 23.8742361 dan Nilai Maksimum ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar
24.08593308. Artinya PT. Pakuwon Jati.
Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021 penyebab
nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per
tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan. SMDM PT.
Suryamas Dutamakmur Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun 2017 pada
PT. Suryamas Dutamakmur Tbk. Tbk sebesar 28.77577891 dan Nilai Maksimum ukuran
perusahaan nya tahun 2021 sebesar 28.82600718. Artinya PT. Suryamas Dutamakmur
Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021 penyebab
nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di dapat per
tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
SMRA PT. Summarecon Agung Tbk Nilai minimum ukuran perusahaan terjadi tahun
2017 pada PT. Summarecon Agung Tbk. Tbk sebesar 23.79885828 dan Nilai Maksimum
ukuran perusahaan nya tahun 2021 sebesar 23.98327273. Artinya PT. Summarecon
Agung Tbk pernah mendapatkan nilai ukuran perusahaan tertinggi pada tahun 2021
penyebab nilai ukuran perusahaan rendah adalah disebabkan oleh kecilnya Laba yang di
dapat per tahun dan kurang maksimalnya pengelolaan aktiva yang dimiliki perusahaan.
Deskriptif Statistik Tabel 4.4 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Deskriptive Statistic
Descriptive Statistics _ _ _N Minimum _Maximum _Mean _Std. Deviation _ _ _Statistic
_Statistic _Statistic _Statistic _Statistic _ _ROA _65 _.00 _.20 _.0564 _.04577 _ _UKURAN
PERUSAHAAN _65 _15.46 _31.75 _26.4533 _4.85990 _ _RETURN SAHAM _65 _-.44 _.90
_-.0342 _.27938 _ _Valid N (listwise) _65 _ _ _ _ _ _Sumber : Output SPSS 20.
Diolah Oleh Penulis (2022) Dari Hasil analisis statistik deskriptif diatas dengan jumlah
data yang dimiliki 65 (N) Dengan 2 variabel Independen Yaitu Kinerja Keuangan (ROA).
Ukuran perusahaan. dan Variabel Dependen yaitu Return saham. Maka dapat dijelaskan
beberapa kesimpulan Sebagai Berikut : Jika dilihat dari Tabel 4.4 Menjelaskan bahwa
variabel Kinerja keuangan (ROA) Mempunyai nilai minimum 0.00 di tahun 2020 Pada PT.
Bumi Serpong Damai Tbk. PT. Kawasan Industri Jababeka Tbk tahun 2018,2020 dan
2021, PT. PP Properti Tbk tahun 2020 dan 2021. PT. Suryamas Duta Makmur Tbk tahun
2017 dan 2020. PT. Summarecon Agung Tbk tahun 2020.
Turunnya nilai ROA disebabkan Laba penjualan yang tidak stabil dan pengelolaan aktiva
yang menurun. Nilai Maksimum sebesar 0.20 tahun 2019,2020 Pada PT. Puradelta Lestari
Tbk. PT. Metropolitan Kentjana Tbk tahun 2017. Dikarenakan laba dan total asset
meningkat. Nilai rata-rata sebesar 0.0564 dan memperoleh standard deviasi 0.04577
pada perusahaan property dan real estate periode 2017-2021 dengan jumlah 65 Data.
Jika dilihat dari Tabel 4.4 Menjelaskan bahwa variabel Ukuran Perusahaan Mempunyai
nilai minimum 15.46 di tahun 2018 Pada PT. Metropolitan Land Tbk. Turunnya nilai
Ukuran Perusahaan disebabkan oleh pengelolaan aktiva yang menurun. Nilai Maksimum
sebesar 31.75 tahun 2021 Pada PT.
Bumi Serpong Damai Tbk. Dikarenakan total Aset meningkat. Nilai rata-rata sebesar
26.4533 4 dan memperoleh standard deviasi 4.85990 pada perusahaan property dan
real estate periode 2017-2021 dengan jumlah 65 Data. Jika dilihat dari Tabel 4.4
Menjelaskan bahwa variabel Return Saham Mempunyai nilai minimum -0.44 di tahun
2017 Pada PT. PP Properti Tbk. Turunnya nilai Return Saham disebabkan oleh
Menurunnya harga saham penutupan Th ini dengan tahun sebelumya . Nilai Maksimum
sebesar 0.90 tahun 2021 Pada PT. Suryamas Dutamakmur Tbk. Dikarenakan Harga
saham penutupan th ini lebih besar daripada tahun sebelumnya. Nilai rata-rata sebesar
-0.034 dan memperoleh standard deviasi 0.27938 pada perusahaan property dan real
estate periode 2017-2021 dengan jumlah 65 Data. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Bedasarkan table 4.5
berikut adalah hasil Uji Normalitas pada data perusahaan jasa sektor property dan real
estate tahun 2017-2021 dengan menggunakan SPSS V20 Menggunakan tranformasi
log.. Tabel 4.5 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi menggunakan Log One-Sample
Kolmogorov-Smirnov Test _ _ _LOG_X1 _LOG_X2 _LOG_Y _ _N _65 _65 _20 _ _Normal
Parametersa.b _Mean _-3.2705 _1.4139 _-.7389 _ _ _Std. Deviation _1.00649 _.09090
_.45047 _ _Most Extreme Differences _Absolute _.102 _.260 _.120 _ _ _Positive _.062 _.167
_.120 _ _ _Negative _-.102 _-.260 _-.108 _ _Kolmogorov-Smirnov Z _.821 _2.099 _.538 _
_Asymp. Sig. (2-tailed) _.510 _.000 _.934 _ _a. Test distribution is Normal. _ _b.
Calculated from data. Sumber Output SPSS 24 Di Olah Oleh Penulis (2022) _ _Dari Tabel
4.5 hasil Uji Normalitas Setelah menggunakan Tranformasi Log diatas dapat diketahui
bahwa Kinerja Keuangan (ROA) 0.510>0.05 artinya terdistribusi dengan Normal. Ukuran
perusahaan. (Total Aset) 0.000<0.05 artinya tidak terdistribusi dengan Normal. dan
Return Saham 0.934>0.05 artinya terdistribusi dengan normal. Karena masih ada data
yang tidak terdistribusi dengan normal akhirnya dilakukan transformasi menggunakan
LN.
Berikut adalah hasil Uji Normalitas pada data perusahaan jasa sektor property dan real
estate tahun 2017-2021 dengan menggunakan SPSS V20 Setelah Transformasi
Menggunakan LN. Tabel 4.6 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi menggunakan LN
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test _ _ _LN_X1 _LN_X2 _LN_Y _ _N _65 _65 _20 _
_Normal Parametersa.b _Mean _-3.2705 _3.2556 _-1.7015 _ _ _Std. Deviation _1.00649
_.20931 _1.03725 _ _Most Extreme Differences _Absolute _.102 _.260 _.120 _ _ _Positive
_.062 _.167 _.120 _ _ _Negative _-.102 _-.260 _-.108 _ _Kolmogorov-Smirnov Z _.821
_2.099 _.538 _ _Asymp. Sig. (2-tailed) _.510 _.000 _.934 _ _a. Test distribution is Normal. _
_b.
Calculated from data. Sumber : Hasil Output SPSS 20. Data diolah oleh penulis (2022) _
_Dari Tabel 4.6 hasil Uji Normalitas Setelah menggunakan Tranformasi LN diatas dapat
diketahui bahwa Kinerja Keuangan (ROA) 0.510>0.05 artinya terdistribusi dengan
Normal. Ukuran perusahaan. (Total Aset) 0.000<0.05 artinya tidak terdistribusi dengan
Normal. dan Return Saham 0.934>0.05 artinya terdistribusi dengan normal. Karena
masih ada data yang tidak terdistribusi dengan normal akhirnya dilakukan transformasi
menggunakan SQRT.
Berikut adalah hasil Uji Normalitas pada data perusahaan jasa sektor property dan real
estate tahun 2017-2021 dengan menggunakan SPSS V20 Setelah Transformasi
Menggunakan SQRT. Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas Setelah Transformasi menggunakan
SQRT One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test _ _ _SQRT_X1 _SQRT_X2 _SQRT_Y _ _N _65
_65 _22 _ _Normal Parametersa.b _Mean _.2177 _5.1191 _.4383 _ _ _Std. Deviation
_.09542 _.50174 _.26609 _ _Most Extreme Differences _Absolute _.090 _.252 _.106 _ _
_Positive _.090 _.152 _.106 _ _ _Negative _-.070 _-.252 _-.077 _ _Kolmogorov-Smirnov Z
_.729 _2.035 _.495 _ _Asymp. Sig. (2-tailed) _.662 _.001 _.967 _ _Test distribution is
Normal.
Calculated from data. _ _Sumber : Hasil Output SPSS 20. Data diolah oleh penulis (2022)
_ _Dari Tabel 4.7 hasil Uji Normalitas Setelah menggunakan Tranformasi SQRT diatas
dapat diketahui bahwa Kinerja Keuangan (ROA) 0.662>0.05 artinya terdistribusi dengan
Normal. Ukuran perusahaan. (Total Aset) 0.001<0.05 artinya tidak terdistribusi dengan
Normal. dan Return Saham 0.967>0.05 artinya terdistribusi dengan normal. Karena
masih ada data yang tidak terdistribusi dengan normal akhirnya dilakukan Uji
Normalitas secara simultan.
Berikut adalah hasil Uji Normalitas pada data perusahaan jasa sektor property dan real
estate tahun 2017-2021 dengan menggunakan SPSS V20 Setelah Transformasi
Menggunakan uji normalitas secara parsial. Berikut adalah hasil Uji Normalitas pada
data perusahaan jasa sektor property dan real estate tahun 2017-2021 dengan
menggunakan SPSS V20 Secara Parsial. Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas _one sampel
Kolmogorov - Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test _ _ _ROA _UKURAN
PERUSAHAAN _RETURN SAHAM _ _N _65 _65 _65 _ _Normal Parametersa.b _Mean
_.0564 _26.4533 _-.0342 _ _ _Std. Deviation _.04577 _4.85990 _.27938 _ _Most Extreme
Differences _Absolute _.159 _.243 _.144 _ _ _Positive _.159 _.138 _.144 _ _ _Negative
_-.118 _-.243 _-.075 _ _Kolmogorov-Smirnov Z _1.283 _1.960 _1.158 _ _Asymp. Sig.
(2-tailed) _.074 _.001 _.137 _ _Test distribution is Normal.
Calculated from data _ _Sumber Output SPSS 24 Di Olah Oleh Penulis (2022) _
_Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa Kinerja Keuangan (ROA) 0.074>0.05
artinya terdistribusi dengan Normal. Ukuran perusahaan. (Total Aset) 0.001<0.05 artinya
tidak terdistribusi dengan Normal. dan Return Saham 0.137>0.05 artinya terdistribusi
dengan normal. Karena ada data yang belum terdistribusi dengan normal akhirnya
dilakukan uji normalitas secara simultan. Berikut adalah hasil Uji Normalitas pada data
perusahaan jasa sektor property dan real estate tahun 2017-2021 dengan menggunakan
SPSS V20 Setelah menggunakan uji normalitas secara simultan. Tabel 4.9
Uji Normalitas secara simultan One - Sampel Kolmogorov – Smirnov test One-Sample
Kolmogorov-Smirnov Test _ _ _Unstandardized Residual _ _N _65 _ _Normal
Parametersa.b _Mean _0E-7 _ _ _Std. Deviation _.27581803 _ _Most Extreme Differences
_Absolute _.134 _ _ _Positive _.134 _ _ _Negative _-.078 _ _Kolmogorov-Smirnov Z _1.077
_ _Asymp. Sig. (2-tailed) _.197 _ _Test distribution is Normal. Calculated from data _
_.Sumber : Hasil Output SPSS 20. Data diolah oleh penulis (2022) _ _Dari Tabel 4.8 Hsil
Uji Normalitas dengan menggunakan hasil uji statistik non parametik
Kolmogrov-smirnov diatas. dapat diketahui bahwa model regresi terdistribusi dengan
Normal nilai signifikasinya 0.197>0.05.
Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil Hasil Output SPSS 20 Data diolah Oleh Penulis
Gambar 4.1 Hasil Uji Heterokedastisitas Scatterplot Berdasarkan Hasil Uji
Heterokedastisitas Sebagaimana yang terlihat di gambar 4.1 Scatterplot di atas
menggambarkan titik-titik yang menyebar (tidak teratur) Mengindikasikan tidak terjadi
Heterokedastisitas. Uji Multikolinearitas Tabel 4.10 Uji Multikolinearitas Coefficientsa _
_Model _Collinearity Statistics _ _ _Tolerance _VIF _ _1 _ROA _.993 _1.007 _ _ _UKURAN
PERUSAHAAN _.993 _1.007 _ _Dependent Variable: RETURN SAHAM Sumber : Hasil
Output SPSS 20 Data diolah oleh penulis (2022) _ _Berdasarkan Pengujian
Multikolinearitas sebagaimana yang terlihat pada Tabel 4.9
di atas Menjelaskan bahwa hasil tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Variabel
Kinerja Keuangan (ROA) memiliki nilai tolerance 0.993>0.10 dengan nilai VIF sebesar
1.007>10 Variabel Ukuran Perusahaan (Total Aset) memiliki nilai tolerance 0.993>0.10
dengan nilai VIF sebesar 1.007>10. Artinya hasil Uji Multikolinearitas ini menunjukan
bahwa tidak ada korelasi yang tinggi atau dengan kata lain tidak terjadi
multikolinearitas. Uji Autokorelasi Tabel 4.11 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb _
_Model _Durbin-Watson _ _1 _.857 _ _a. Predictors: (Constant). Unstandardized Residual
_ _b. Dependent Variable: RETURN SAHAM _ _Berdasarkan Hasil pengolahan data SPSS
pada tabel 4.10 dapat diketahui bahwa nilai Durbin Waston dalam penelitian ini sebesar
0.857 nilai ini terletak antara -2 sampai +2 yang menunjukan tidak terdapat gejala
Autokorelasi. Hasil Uji Regresi Linier Berganda Uji Regresi Linier Berganda Tabel 4.12 Uji
Regresi Linier Berganda Coefficientsa _ _Model _Unstandardized Coefficients
_Standardized Coefficients _t _Sig. _ _ _B _Std. Error _Beta _ _ _ _1 _(Constant) _-.017 _.203
_ _-.085 _.933 _ _ _ROA _.909 _.768 _.149 _1.184 _.241 _ _ _UKURAN PERUSAHAAN _-.003
_.007 _-.045 _-.357 _.723 _ _Dependent Variable: RETURN SAHAM Sumber : Hasil Output
SPSS 20 Data diolah oleh penulis (2022) _ _Berdasarkan Hasil rekapitulasi pada tabel
4.11 dapat diketahui persamaan regresi adalah sebagai berikut : Y= -0.017 + 0.909X1+
-0.003X2 Interpretasi model regresi adalah sebagai berikut : Nilai konstanta (a) sebesar
-0.017 mengindikasikan jika variabel independen yaitu ROA dan Ukuran perusahaan
bernilai 0 atau tidak mengalami perubahan. Jika nilai ROA dan ukuran perusahaan 0
maka nilai return saham turun sebesar -0.017.
Nilai koefisien regresi untuk variabel Kinerja keuangan ROA (X1) yaitu memiliki nilai
positif sebesar 0.909 hal ini menunjukan jika ROA naik sebesar 1% maka return saham
akan naik sebesar 0.909 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan.
Tanda positif artinya menunjukan pengaruh yang searah antara variabel independen
dengan dependen. Nilai Koefisien regresi untuk variabel Ukuran perusahaan (X2) yaitu
sebesar -0.003. Nilai tersebut menunjukan pengaruh Negatif (berlawanan arah) antara
variabel ukuran perusahaan dengan return saham. Hal ini artinya jika variabel ukuran
perusahaan mengalami kenaikan 1% maka variabel return saham akan mengalami
penurunan sebesar 0.003.
Dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap konstan. Analisis korelasi Tabel 4.13
Analisis Korelasi Model Summaryb _ _Model _R _R Square _Adjusted R Square _Std. Error
of the Estimate _ _1 _.159a _.025 _-.006 _.28023 _ _Predictors: (Constant). UKURAN
PERUSAHAAN. ROA Dependent Variable: RETURN SAHAM Sumber : Hasil Output SPSS
20 Data diolah oleh penulis (2022) _ _Dari data tabel 4.12 diatas dapat disimpulkan
bahwa kinerja keuangan (ROA) dan Ukuran perusahaan (Total asset) terhadap Return
saham memiliki nilai korelasi atau nilai keeratan (R) yang Sangat rendah sebesar 0.159
berada dalam Interval koefisien dan tingkat hubungan antara (0.00 – 0.199). Koefisien
determinasi Tabel 4.14 Koefisien Determinasi Model Summaryb _ _Model _R _R Square
_Adjusted R Square _Std. Error of the Estimate _ _1 _.159a _.025 _-.006 _.28023 _
_Predictors: (Constant). UKURAN PERUSAHAAN. ROA Dependent Variable: RETURN
SAHAM Sumber : Hasil Output SPSS 20 Data diolah oleh penulis (2022) _ _Berdasarkan
tabel 4.13 diatas nilai Adjusted R square adalah sebesar 0.025 atau dalam bentuk persen
2.5%.
Pengaruh Ukuran perusahaan (Total Aset) terhadap return saham berdasarkan tabel 4.14
memperoleh bahwa Ukuran Perusahaan (Total Aset) memiliki thitung -0.357 dan ttabel
1.66980 dan nilai signifikansi 0.723 dimana nilai signifikansi 0.723>0.05 dengan
demikian H2 ditolak artinya ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh
terhadap Return saham Uji Simultan (F) Tabel 4.16 Uji Simultan (F) ANOVAa _ _Model
_Sum of Squares _Df _Mean Square _F _Sig. _ _1 _Regression _.126 _2 _.063 _.805 _.452b
_ _ _Residual _4.869 _62 _.079 _ _ _ _ _Total _4.995 _64 _ _ _ _ _Dependent Variable:
RETURN SAHAM Predictors: (Constant). UKURAN PERUSAHAAN.
ROA _ _Sumber : Hasil Output SPSS 20 Data diolah oleh penulis (2022) _ _Berdasarkan
hasil perhitungan SPSS yang ditunjukan oleh ANNOVAa diatas, dapat diketahui nilai
Fhitung 0,805 Ftabel 3,145 pada tingkat signifikansi 4.869>0.05 dengan demikian dapat
di interpretasikan bahwa Kinerja keuangan (ROA) dan ukuran perusahaan (Total aset)
terhadap Variabel dependen (return saham) maka H3 ditolak. Pembahasan Pengaruh
Kinerja Keuangan Terhadap Return Saham Koefisien regresi sebesar 0.909 untuk kinerja
keuangan (ROA) menyatakan bahwa setiap perubahan kinerja keuangan sebesar 1%
maka kinerja keuangan akan naik sebesar 0.909 pada tahun berikutnya. Uji t
memperoleh hasil bahwa kinerja keuangan dengan nilai thitung 1.184 dan ttabel
1.66980 dan nilai signifikansi 0.241 dimana nilai signifikansi 0.241>0.05 dengan
demikian H1 ditolak artinya kinerja keuangan (ROA) secara parsial tidak berpengaruh
terhadap Return saham.
Hasil penelitian ini sejalan dengan (Wahyudi, 2022) menyatakan bahwa ROA tidak
berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dimana nilai thitung ttabel dan
signifikansinya lebih dari 0.05. hal ini kemungkinan dikarenakan perusahaan tidak efektif
dalam mengelola aset yang dimiliki untuk mendapatkan laba sehingga berdampak pada
kurangnya minat investor untuk menanam saham di perusahaan. Pengaruh Ukuran
Perusahaan Terhadap Return Saham Koefisien regresi sebesar -0.003 untuk ukuran
perusahaan menyatakan bahwa setiap perubahan kinerja keuangan sebesar 1% maka
kinerja keuangan akan turun sebesar -0.003 pada tahun berikutnya.
Uji t memperoleh hasil bahwa ukuran perusahaan dengan nilai thitung -0.357 dan ttabel
1.66980 dan nilai signifikansi 0.723 dimana nilai signifikansi 0.723>0.05 dengan
demikian H2 ditolak artinya ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh
terhadap Return saham. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Wahyudi, 2022) menyatakan
bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dimana
nilai thitung ttabel dan signifikansinya lebih dari 0.05.
hal ini kemungkinan dikarenakan perusahaan tidak efektif dalam mengelola aset yang
dimiliki untuk mendapatkan laba sehingga berdampak pada kurangnya minat investor
untuk menanam saham di perusahaan. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Ukuran
perusahaan Terhadap Return Saham Berdasarkan hasil Uji F bahwa nilai Fhitung 0,805
Ftabel 3,145 pada tingkat signifikansi 4.869>0.05 dengan demikian dapat di
interpretasikan bahwa Kinerja keuangan (ROA) dan ukuran perusahaan (Total aset)
terhadap Variabel dependen (return saham) maka H3 ditolak.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Setiyono & Amanah, 2016) yang
menyatakan bahwa ROA dan Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return
saham. Dimana nilai thitung ttabel dan signifikansinya lebih dari 0.05. hal ini
kemungkinan dikarenakan perusahaan tidak efektif dalam mengelola aset yang dimiliki
untuk mendapatkan laba sehingga berdampak pada kurangnya minat investor untuk
menanam saham di perusahaan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasi analisis data
menggunakan SPSS 20 maka penulis dapat menyimpulkan : Hasil Uji t memperoleh hasil
bahwa kinerja keuangan dengan nilai thitung 1.184 dan ttabel 1.66980 dan nilai
signifikansi 0.241 dimana nilai signifikansi 0.241>0.05 dengan demikian H1 ditolak
artinya kinerja keuangan (ROA) secara parsial tidak berpengaruh terhadap Return saham
pada perusahaan jasa sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2017-2021.
Hasil Uji t memperoleh hasil bahwa Ukuran perusahaan dengan nilai thitung -0.357 dan
ttabel 1.66980 dan nilai signifikansi 0.723 dimana nilai signifikansi 0.723>0.05 dengan
demikian H2 ditolak artinya ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh
terhadap Return saham pada perusahaan jasa sektor property dan real estate yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021. Hasil Uji F memperoleh hasil bahwa
Kinerja keuangan (ROA) dan ukuran perusahaan dengan nilai Fhitung 0,805 Ftabel 3,145
pada tingkat signifikansi 4.869>0.05 dengan demikian dapat di interpretasikan bahwa
Kinerja keuangan (ROA) dan ukuran perusahaan (Total aset) terhadap Variabel
dependen (return saham) maka H3 ditolak artinya kinerja keuangan dan ukuran
perusahaan secara simultan tidak berpengaruh terhadap Return saham pada
perusahaan jasa sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2017-2021.
Saran Bagi Perusahaan Bagi perusahaan diharapkan dapat mengelola aset perusahaan
dengan baik dan efektif sehingga dapat meningkatkan laba perusahaan sehingga
memberi dampak pada investor untuk berinvestasi menanamkan sahamnya pada
perusahaan. Laba perusahaan yang tidak stabil dan cendrung menurun menyebabkan
investor tidak percaya dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola asetnya.
Menyajikan data dengan tranparan dan ril tanpa manipulasi Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat dari perusahaan lain seperti sector perusahaan
manufaktur,batu bara dll.
INTERNET SOURCES:
-------------------------------------------------------------------------------------------
<1% - [Link] › 169 › 1
1% - [Link] › 1607 › 2
<1% - [Link] › market-news › apa-itu-pasar
<1% - [Link] › 699 › 3
<1% - [Link] › featured › return-saham-adalah
1% - [Link] › 2022 › 06
<1% - [Link] › document › ozlmxxd2y-jenis
1% - [Link] › JBA › article
<1% - [Link] › index › JPEB
<1% - [Link] › 2015 › 07
<1% - [Link] › 2021/09/09 › laporan-keuangan
<1% - [Link] › read › 20211112/192/1465342
<1% - [Link]
<1% - [Link] › weekend › 371982
<1% - [Link] › risiko-investasi-pada-pasar
<1% - [Link] › investasi › pengertian-saham
<1% - [Link] › blog › manfaat-laporan-keuangan-bagi
<1% - [Link] › baiqriyanauinmataram6965 › 5ee
1% - [Link] › index › jira
<1% - [Link] › 2012 › 12
<1% - [Link] › akuntansi › pengertian-laporan
<1% - [Link] › bitstream › handle
<1% - [Link] › 93540 › 2
1% - [Link] › ejurnal › index
<1% - [Link] › 2020 › 12
<1% - [Link] › blog › beda-antara-laba-ditahan-dan-laba
<1% - [Link] › pengertian-roa-return
<1% - [Link] › article › ukuran-perusahaan-size
<1% - [Link] › article
<1% - [Link] › 1819 › 6
<1% - [Link] › business › finance
<1% - [Link] › index › ama
<1% - [Link] › mengapa-harus-tqm-7-keuntungan-besar
<1% - [Link] › mengetahui-faktor-yang
<1% - [Link] › baca-artikel › 344
<1% - [Link] › 2021/07/13 › teori-sinyal
<1% - [Link] › blog › detail
<1% - [Link] › document › 4yrgvejqo-penelitian
<1% - [Link] › shani › penelitian-yang
<1% - [Link] › index › AKUNTABEL
<1% - [Link] › publication › 343227921
<1% - [Link] › 82160 › 1
<1% - [Link] › ii-tinjauan-pustaka-penelitian-yang
<1% - [Link] › file › p3r8cjf
<1% - [Link] › index › Organum
<1% - [Link] › keuangan › investasi
<1% - [Link] › 2020 › 12
1% - [Link] › download › pdf
<1% - [Link] › id › blog
<1% - [Link] › 51222 › 3
<1% - [Link] › terms › r
<1% - [Link] › index › jem
<1% - [Link] › pengertian-rumusan-masalah
<1% - [Link] › 1620 › 1
<1% - [Link] › sub-sektor-property-realestate
<1% - [Link] › stie › press-release-e
<1% - [Link] › file › p481khp6
<1% - [Link] › question › selain-pihak
<1% - [Link] › 20302 › 8
<1% - [Link] › id-id › blog
<1% - [Link] › 16163 › 8
<1% - [Link] › publication › 265554191
<1% - [Link] › 154/13/12
<1% - [Link] › 454/5/5
<1% - [Link] › cgi › viewcontent
<1% - [Link] › 2022 › 04
<1% - [Link] › file › p7qhacf
<1% - [Link] › pengertian-return-saham
<1% - [Link] › pengaruh-kepemilikan-manajerial
<1% - [Link] › perbedaan-dividen-dan-capital-gain
<1% - [Link] › 2019 › 05
<1% - [Link] › 2022/02/22 › return-saham
<1% - [Link] › 2018/12/02 › return-skripsi
<1% - [Link] › 2019 › 08
<1% - [Link] › document › lzg24v6yo-earning
<1% - [Link] › cara-menghitung-return-saham
<1% - [Link] › publication › 322694360
<1% - [Link] › profile › Muhammad-Fahmi-31
<1% - [Link] › kinerja-keuangan
<1% - [Link] › 357 › 2
<1% - [Link] › pengertian-pengukuran-dan
<1% - [Link] › 2018 › 04
<1% - [Link] › 4439/6/10
<1% - [Link] › blog › rasio-aktivitas-adalah
<1% - [Link] › belajar › saham-pemula
<1% - [Link] › 11151 › 10
<1% - [Link] › pengertian-return-on-assets-roa
<1% - [Link] › return-on-asset-adalah
<1% - [Link] › return-on-assets-roa
<1% - [Link] › publication › 327383233
<1% - [Link] › 2016 › 07
<1% - [Link] › 2017 › 08
<1% - [Link] › 2019 › 07
<1% - [Link] › 1022 › 6
<1% - [Link] › definisi-return-on-assets-roa
<1% - [Link] › 2021/08/09 › pengertian
<1% - [Link] › Akrual › article
<1% - [Link] › blog › jenis-modal-perusahaan
<1% - [Link] › teori-pecking-order
<1% - [Link] › 2020 › 04
<1% - [Link] › detil › 113
<1% - [Link] › 10245 › usaha-ekonomi-produktif
<1% - [Link] › wiki › Usaha_Kecil_dan_Menengah
<1% - [Link] › pengertian › usaha-menengah
<1% - [Link] › sustainable-finance › id
<1% - [Link] › klasifikasi-umkm-menurut-pp-no-7
<1% - [Link] › pulse › pentingnya-perizinan-dalam
<1% - [Link] › klasifikasi-usaha-mikro-kecil
<1% - [Link] › ukuran-perusahaan
<1% - [Link] › topik › contoh-soal-perhitungan-total
<1% - [Link] › blog › cara-mendapatkan-modal-usaha
<1% - [Link] › 2019 › 09
<1% - [Link] › bab-iii-metode-penelitian-asosiatif
<1% - [Link] › file › p3av4e40
<1% - [Link] › article › pengaruh-price-to-book-value
<1% - [Link] › publication › 334275904
<1% - [Link] › document › 6zkoeepyx-metode
<1% - [Link] › 81537 › 3
<1% - [Link] › 1709 › 6
<1% - [Link] › document › myjvn2kyl-uji
<1% - [Link] › wp-content › uploads
<1% - [Link] › index › jam
<1% - [Link] › id › purposive
<1% - [Link] › article › uji-koefisien-determinasi
<1% - [Link] › file › p1mkh9hf
<1% - [Link] › article › normalitas-statistik
<1% - [Link] › jurnal › index
<1% - [Link] › article › uji-regresi-linier-berganda
<1% - [Link] › teknik-purposive-sampling
<1% - [Link] › publication › 352408024
<1% - [Link] › 72795 › 4
<1% - [Link] › berita-hari-ini › analisis-regresi
<1% - [Link] › 45158
<1% - [Link] › index › opt
<1% - [Link] › observasi-non-partisipan
<1% - [Link] › document › 9yngn43lz-populasi
<1% - [Link] › 79629 › 4
<1% - [Link] › document › lq5m46d7y-uji
<1% - [Link] › publication › 343739086
<1% - [Link] › article › penelitian-terdahulu-yang
<1% - [Link] › article › analisis-regresi-linier
<1% - [Link] › 680 › 1
<1% - [Link] › file › p5etng1o
<1% - [Link] › 2008 › 08
<1% - [Link] › publications › 196434
<1% - [Link] › article › uji-asumsi-klasik-teknik
<1% - [Link] › article › uji-statistik-f-objek-dan
<1% - [Link] › document › eqo36vo0q-statistik
<1% - [Link] › apa-itu-uji-statistik-deskriptif
<1% - [Link] › author › RONA-TUMIUR-MAULI
<1% - [Link] › article › hasil-uji-hipotesis-analisis
<1% - [Link] › index › jakb
<1% - [Link] › teknik-analisis-data-yang-tepat
<1% - [Link] › document › dzxm7jvyr-uji
<1% - [Link] › document › zglgkj6q-analisis
<1% - [Link] › document › wyer55lrq-uji
<1% - [Link] › 51848 › 4
<1% - [Link] › 1983 › 18
<1% - [Link] › pengaruh-return-on-asset-roa-price
<1% - [Link] › article › penelitian-yang-relevan
<1% - [Link] › 24196 › 1
<1% - [Link] › 2019 › 03
<1% - [Link] › file › p4i0cbl
<1% - [Link] › file › p72b20bq
<1% - [Link] › 2010 › 09
<1% - [Link] › oikonamia › article
<1% - [Link] › index › JRIMK
<1% - [Link] › file › p3fck0hg
<1% - [Link] › index › id
<1% - [Link] › 7609 › 1
<1% - [Link] › 23828
<1% - [Link] › id › eprint
<1% - [Link] › laporan-keuangan-dan-tahunan
<1% - [Link] › document › 4zpwwdnvy-lokasi-dan
<1% - [Link] › contoh-bab-3-metode
<1% - [Link] › 2022 › 01
<1% - [Link] › info-pintar › -
<1% - [Link] › article › jenis-dan-sumber-data
<1% - [Link] › 2019/11/06 › panduan
<1% - [Link] › document › myje5j02q-populasi
<1% - [Link] › file › 12692463
<1% - [Link] › file › p68gvroo
<1% - [Link] › 1346 › 1
<1% - [Link] › data › equities
<1% - [Link] › our-company
<1% - [Link] › city › pt-natura-city
<1% - [Link] › PT-Duta-Anggada-Realty-Tbk
<1% - [Link]
<1% - [Link] › business-directory › company-profiles
<1% - [Link] › investor-center
<1% - [Link] › pages › cms_12
<1% - [Link] › finance › quote
<1% - [Link] › about
<1% - [Link]
<1% - [Link] › teknik-pengambilan-sampel-sampling
<1% - [Link] › purposive-sampling-adalah
<1% - [Link] › 38894 › 4
<1% - [Link] › protected › storage
<1% - [Link] › 40095 › 4
<1% - [Link]
<1% - [Link] › article › definisi-operasional-variabel
<1% - [Link] › 39466 › 4
<1% - [Link] › pengertian-rasio
<1% - [Link] › 705 › 1
<1% - [Link] › 38764 › 4
<1% - [Link] › VARIABEL-DAN-INSTRUMEN-PENELITIAN
<1% - [Link] › kenali-sumber-data-sekunder-dan
<1% - [Link] › 3991 › 1
<1% - [Link] › document › eqod3lmjz-metode
<1% - [Link] › document › nzw1n6vlq-variabel
<1% - [Link] › id › penelitian
<1% - [Link] › 667 › 7
<1% - [Link] › 2020 › 03
<1% - [Link] › publication › 345243635_Uji
<1% - [Link] › 38891 › 4
<1% - [Link] › article › uji-normalitas-kolmogorov
<1% - [Link] › watch
<1% - [Link] › document › dy49vxkzn-uji
<1% - [Link] › 2012 › 11
<1% - [Link] › document › wyeem787y-metode
<1% - [Link] › document › 4zp0vmg4q-jika-ada
<1% - [Link] › article › regresi-linear-berganda-jika
<1% - [Link] › 2014 › 02
<1% - [Link] › 2019 › 04
<1% - [Link] › 15753 › 5
<1% - [Link] › apa-yang-dimaksud-dengan
<1% - [Link] › file › p3djbhnm
<1% - [Link] › file › p2qrar2r
<1% - [Link] › document › 7q0xkgdlq-analisis
<1% - [Link] › file › p124f7bm
<1% - [Link] › blog › uncategorized
<1% - [Link] › Mencari-Koefisien-Korelasi
<1% - [Link] › analisis-korelasi
<1% - [Link] › 847 › 7
<1% - [Link] › 15818 › 5
<1% - [Link] › file › p4qpctak
<1% - [Link] › 2019/08/12 › koefisien-deter
<1% - [Link] › article › koefisien-determinasi-teknik
<1% - [Link] › document › 8ydjpn9ey-koefisien
<1% - [Link] › 2019/08/12 › koefisien
<1% - [Link] › file › p7b7t2c
<1% - [Link] › file › p308blp
<1% - [Link] › 8180 › 1
<1% - [Link] › file › p5ukkas
<1% - [Link] › soal-1 › jenis-uji-statistik-apa-yang
<1% - [Link] › tabel-t-statistik
<1% - [Link] › article › uji-signifikansi-simultan-uji
<1% - [Link] › file › p611sjrc
<1% - [Link] › document › wyevlgd1z-uji
<1% - [Link] › file › p1jfccpg
<1% - [Link] › 2020 › 12
<1% - [Link] › matematika › tugas17991907
<1% - [Link] › article › deskripsi-objek-penelitian
<1% - [Link] › tentang-bei › sejarah-dan-milestone
<1% - [Link] › sebelum-investasi-simak-dulu-5-fakta
<1% - [Link] › market › 20220810164917-17
<1% - [Link] › finance › pengertian-bursa
<1% - [Link] › tentang-bei › ikhtisar
<1% - [Link] › file › 52696145
<1% - [Link] › id_ID › our-profile
<1% - [Link] › 244/4/062411022_Bab4
<1% - [Link] › id › DUTI
<1% - [Link] › langkah-memulai-bisnis-real-estate
<1% - [Link] › 2022 › 05
<1% - [Link] › index › 2012
<1% - [Link] › id › kija
<1% - [Link] › id › MKPI
<1% - [Link] › 12 › sejarah-dan-profil-singkat-mkpi
<1% - [Link] › 09 › sejarah-dan-profil-singkat-mtla
<1% - [Link] › id › ppro
<1% - [Link] › en › portfolioe
<1% - [Link] › id › pages
<1% - [Link] › PT-Suryamas-Dutamakmur-Tbk
<1% - [Link] › jalan-jenderal-sudirman-kav-76
<1% - [Link] › 07 › sejarah-dan-profil-singkat-smra
<1% - [Link] › article › deskripsi-data-hasil
<1% - [Link] › document › yrkrewoz-lampiran-3
<1% - [Link] › prospek-saham-bumi-serpong-damai-bsde
<1% - [Link] › quote › stock
<1% - [Link] › read › 20190401/192/906787
<1% - [Link] › id › news
<1% - [Link] › DUTI › PT-Duta-Pertiwi-Tbk
<1% - [Link] › quote › GPRA
<1% - [Link] › aboutus › index
<1% - [Link] › entity › pt-kawasan-industri
<1% - [Link] › file › p4o3eir2
<1% - [Link]
<1% - [Link]
<1% - [Link] › berita › kinerja-tertekan-pandemi
<1% - [Link] › file › armyor2017-97a91
<1% - [Link] › file › p1h4uiki
<1% - [Link] › 1 › corporate-announcements
<1% - [Link] › public › files
<1% - [Link] › upload › 19364-Full
<1% - [Link] › publication › 335035902
<1% - [Link] › PT-Ciputra-Development-Tbk
<1% - [Link] › Perdana-Gapuraprima-Tbk
<1% - [Link] › 21017/4/4_bab1
<1% - [Link] › 2021
<1% - [Link] › return-on-assets-roa
<1% - [Link] › term › ROA
<1% - [Link] › file › p3h1cmso
<1% - [Link]
<1% - [Link] › 15749 › 11
<1% - [Link] › pt-bumi-serpong-damai-tbk
<1% - [Link] › 2017 › 07
<1% - [Link] › en › release-pt-puradelta-lestari-tbk
<1% - [Link] › perusahaan › PT PERDANA GAPURAPRIMA TBK
<1% - [Link] › publication › 350318070
<1% - [Link] › publication › 361623570
<1% - [Link] › investor-info › annual-reports
<1% - [Link] › repository › penelitian
<1% - [Link] › article › hasil-uji-statistik
<1% - [Link] › index
<1% - [Link] › article › analisis-statistik-deskriptif
<1% - [Link] › bab-v-penutup-beberapa-kesimpulan
<1% - [Link] › business-creation › 2020
<1% - [Link] › blog › cara-mencari-rata-rata
<1% - [Link] › bumi-serpong-damai-assets
<1% - [Link] › file › p57fp040
<1% - [Link] › 66665139 › Dimensi_Struktur_Modal
<1% - [Link] › article › uji-normalitas-data-hasil-dan
<1% - [Link] › document › dy4mklryn-uji
<1% - [Link] › bitstream › 123456789/15922/4
<1% - [Link] › file › p1ce8m99
<1% - [Link] › MohamadHamdan › tranformasi
<1% - [Link] › file › p5j6htc
<1% - [Link] › 2020 › 03
<1% - [Link] › document › eqoomp3jq-syarat
<1% - [Link] › file › p4nbmte9
<1% - [Link] › docs › SSLVMB_sub
<1% - [Link] › files › perpage
<1% - [Link] › 2021 › 03
<1% - [Link] › homework-help › questions-and
<1% - [Link] › file › p5buv1i4
<1% - [Link] › document › wyen7dg1y-uji
<1% - [Link] › article › analisis-korelasi-pearson
<1% - [Link] › index › mb
<1% - [Link] › 2021/08/06 › memahami-uji
<1% - [Link] › 2021 › 09
<1% - [Link] › blog › 2022/04/25
<1% - [Link] › return-on-assets-roa
<1% - [Link] › 2021/08/12 › memahami
<1% - [Link] › file › p45scfp3
<1% - [Link] › 1303/3/3
<1% - [Link] › document › zw0gvx0y-bab-vi-bab
<1% - [Link] › document › 7q05d8lxy-variabel
<1% - [Link] › index › JIMM
<1% - [Link] › ejournal › index
<1% - [Link] › article › uji-signifikansi-parsial-uji
<1% - [Link] › 2019 › 01
<1% - [Link] › document › oy80xw32q-pengaruh
<1% - [Link] › index › jimen
<1% - [Link] › publication › 360640025
<1% - [Link] › apa-yang-biasa-perusahaan-lakukan-dalam
<1% - [Link] › article › uji-t-parsial-uji-hipotesis
<1% - [Link] › file › p7231sa
<1% - [Link] › id › eprint
<1% - [Link] › 50669 › 8
<1% - [Link] › bab-v-kesimpulan-dan-saran-bab-v
<1% - [Link] › 2839
<1% - [Link] › article › hasil-pengujian-grafik
<1% - [Link] › publications › 77507
<1% - [Link] › 6-alasan-pentingnya-manajemen-aset
<1% - [Link] › file › p14brjcm
<1% - [Link] › 97762/9/9 DAFTAR PUSTAKA
<1% - [Link] › publication › 327672338
Profitability, measured by ROA, consistently shows a positive and significant impact on stock returns, emphasizing efficient resource utilization leads to investor confidence and higher stock prices. However, some studies suggest that profitability alone may not significantly influence returns if not combined with other factors like company size or market conditions .
Return on Asset (ROA) positively affects stock returns as it indicates efficient company operations; a higher ROA suggests that the company is effectively generating profits from its assets, leading to higher stock prices and improved investor confidence. This relationship is supported by studies showing a significant positive impact of ROA on stock returns .
The size of a company significantly impacts stock returns, as larger companies are perceived to have better growth prospects and stability, attracting more investors, which in turn increases stock returns. Larger companies tend to have more resources and a positive cash flow, making them more appealing to investors seeking security and profitable returns .
The debt to equity ratio (DER) generally shows no significant positive effect on stock returns, indicating that leverage might not be a crucial factor for investors when considering stock investment, which might be due to the associated risks of financial instability in highly leveraged companies .
Quantitative methods such as regression analysis and descriptive statistics are employed to assess financial impacts on stock returns. Their strengths lie in the ability to handle large datasets and provide objective measurement of relationships between variables, allowing for reliable prediction and hypothesis testing .
Yes, company growth affects investor perception and stock returns by indicating future earnings potential and competitive advantage. Research suggests that larger, growing companies attract investors seeking improved returns due to anticipated stability and profitability, although this perception can vary with market volatility .
Dividend policy does not significantly impact stock returns, suggesting that investors might focus more on other financial performance indicators or economic conditions rather than dividend payouts when valuing a stock's potential returns .
Statistical models like multiple linear regression, F-tests, and T-tests help elucidate the relationships between financial metrics and stock returns by quantifying impacts and determining significance, allowing researchers to isolate the effects while controlling for other variables, thus enhancing the understanding of determinant factors .
Market valuation impacts stock returns by reflecting investor perception of company value. A negative or non-significant relationship implies that investors do not regard market valuation as a primary determinant of stock performance, possibly due to external market conditions or valuation biases .
Inflation negatively affects stock returns as it reduces purchasing power and profitability, leading to less favorable investment conditions. High inflation rates can increase costs and lower consumer spending, thus negatively impacting corporate earnings and depressing stock returns .