FOGGING
No. Dokumen : 100.1/
/D.02.3/PUSKES/I/20
SOP 25
No. Revisi :0
Tanggal Terbit : 2 Januari 2025
Halaman : 1/2
dr. Ansye A.P.
UPT
Regar,[Link]
PUSKESMAS
NIP.19820418
SARIO
201102 2 001
1. Adalah alat yang diperlukan untuk memutuskan rantai
Pengertian penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk baik nyamuk
penyebab penyakit dbd, Malaria DLL.
2. Tujuan Untuk memutuskan mata rantai penyakit yang diakibatkan
oleh nyamuk
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sario Nomor
100.1/1/D.02.3/I/2025 Tentang Penyelenggaraan Integrasi
Layanan Primer Puskesmas Sario.
4. Referensi 1. Depkes Ri 2005 Pencegahan dan Pemberantasan Demam
Berdarah Dengue di Indonesia
2. Depkes Ri 2007 Modul Pelatihan bagi pengelolah
program pengendalian penyakit Demam Berdarah
Dengue di Indonesia
3. WHO 2003 Pencegahan dan penanggulangan penyakit
Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue
4. Alat 1. Alat :
dan - Mesin fogging
Bahan - Perlengkapan Mesin seperti : obeng , busi, batre,
Kunci-kunci
2. Bahan :
- Bensin
- Solar
- Bahan Kimia (
5. Langkah- Prosedur Pelaksanaan Fogging Focus :
langkah/ 1. Adanya Laporan penderita DBD dari Dinas Kesehatan /
Prosedur kepala lingkungan dan masyarakat di wilayah kerja
puskesmas sario
2. Petugas puskesmas melakukan Penyelidikan
Epidemiologi (PE) di lingkungan penderita DBD untuk
mengetahui adakah penderita DBD lainnya dan penderita
demam dalam kurun waktu 1 Minggu sebelumnya
3. Bila ditemukan penderita demam tanpa sebab yang jelas
pada saat itu dilakukan tindakan pemeriksaan uji
Tourniquet
4. Melakukan pemeriksaan jentik pada tempat
penampungan Air (TPA) dan tempat-tempat lain yang
dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes
Aegypti baik didalam maupun diluar rumah/bangunan
pada radius 100 meterdari lokasi tempat tinggal
penderita
5. Hasil pemeriksaan adanya penderita DBD lainya dan
hasil pemeriksaan terhadap penderita demam
(Tersangka DBD) dan Pemeriksaan jentik di catat dalam
formulir PE
6. Hasil PE di laporkan ke kepala puskesmas dan dinas
kesehatan
7. Berdasarkan Hasil PE dilakukan penamggulangan focus,
sebagai berikut :
8. Bila ditemukan penderita DBD lainnya ( 1 atau lebih )
atau ditemukan 3 atau lebih tersangka DBD dan
ditemukan jentik ( ≥ 5% ) dari rumah/bangunan yang
diperiksa, maka dilakukan penggerakan masyarakat
dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD,
Larvasida, penyuluhan dan pengasapan dengan
insektisida di rumah penderita DBD dan rumah/bangunan
sekitarnya dalam radius 200 meter
9. Bila tidak di temukan penderita lainnya tetapi ditemukan
jentik, maka dilakukan penggerakan masyarakat dalam
PSN DBD, Larvasida dan Penyuluhan .
10. Bila tidak ditemukan penderita lainnya dan tidak
ditemukan jentik, maka dilakukan penyuluhan kepada
masyarakat
11. Diagra
m alir
[Link] Seluruh Unit diwilayah kerja puskesmas sario
Terkait
2/2