LOGO SEKOLAH
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH
(RKAS)
SMP .................
KABUPATEN JEPARA
TAHUN PELAJARAN 2021
LOGO KABUPATEN JEPARA
Alamat Sekolah : ...................................
1
BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Pada bagian ini dijelaskan mengenai gambaran umum penyusunan RKAS agar
substansi pada bab-bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.
Mengemukakan pengertian ringkas tentang RKAS, proses penyusunan RKAS dan
perlunya dokumen RKAS sebagai pedoman dalam mengelola managemen sekolah.
Contoh :
Salah satu pelayanan yang dikategorikan sebagai pelayanan publik adalah
pelayanan pada urusan [Link] bidang pendidikan, upaya
meningkatkan pelayanan diawali dengan diterbitkannya Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 129a/U/2004 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Pendidikan. Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan
Minimal Pendidikan Dasar Di Kabupaten/kota, hal terbut sebagai upaya
menjembatani pencapaian SNP yang dituangkan ke dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang SNP yang selanjutnya
dijabarkan ke dalam beberapa Permendiknas. Permendiknas tersebut
meliputi: (i) Permendiknas nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI);
(ii) Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi
Lulusan (SKL); (iii) Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar
Pendidik dan Tenaga Kependidikan; (iv) Permendiknas Nomor 19 Tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan; (v) Permendiknas Nomor 20 tahun
2007 tentang Standar Penilaian; (vi) Permendiknas No. 24 tahun 2007
tentang Standar Sarana dan Prasarana; (vii) Permendiknas nomor 41
tahun 2007 tentang Standar Proses; (iix) Permendiknas nomor 69 tahun
2009 tentang Standar Pembiayaan. Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan selanjutnya dijabarkan ke dalam beberapa Permendiknas,
sebagai berikut: (i) Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar
Pengawas Sekolah; (ii) Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 tentang
Standar Kepala Sekolah/Madrasah; (iii) Permendiknas no. 16 tahun 2007
tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru; (iv)
Permendiknas no. 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi
2
Sekolah/Madrasah; dan (v) Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah. Guna mempercepat
pencapaian standar Pelayanan Minimal SPM yang dibebankan pada
satuan pendidikan adalah sebanyak 13 ( tiga belas ) indikator dan harus
sudah tercapai 100 % pada tahun 2017- 2018. Untuk itu diperlukan upaya
maksimal dari seluruh komponen pemangku kepentingan/stakeholders
pada satuan pendidikan, yang selanjutnya dirumuskan kedalam program –
program prioritas sekolah guna percepatan pencapaian SPM 100 % pada
2014 – 2015, dengan tetap mempertimbangkan kondisi, permasalahan
sekolah dan sumber daya yang dimiliki, adapun program prioritas beserta
penganganggarannya selanjutnya dituangkan dalam bentuk dokumen
Rencana Kegiatan dan Anggaran Kekolah RKAS SMP………………tahun
ajaran 2017 – 2018
2. LANDASAN PENYUSUNAN
Memuat penjelasan tentang undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan
daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang SOTK,
kewenangan Sekolah,.
Urutkan berdasarkan hirarkhi yaitu :
3
1. Undang undang ( urutkan berdasarkan tahun dikeluarkannya)
2. Peraturan pemerintah ( urutkan berdasarkan tahun dikeluarkannya)
3. Permendiknas ( urutkan berdasarkan tahun dikeluarkannya)
4. Peraturan daerah( urutkan berdasarkan tahun dikeluarkannya)
Contoh :
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran
Negara Republik Indonesia tahun 2009 Nomor 112 , Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5038)
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang
Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410)
4. Permendiknas No.22 Tahun 2006 dan Perubahannya Permendikbud No.64
Tahun 2013 tentang SI Pendidikan Dasar dan Menengah
5. Permendiknas No.23 Tahun 2006 dan Perubahannya Permendikbud No.54
Tahun 2013 tentang SKL Pendidikan Dasar dan Menengah
6. Permendiknas No.41 Tahun 2007 dan Perubahannya Permendikbud No.65
Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah
7. Permendiknas No.20 Tahun 2007 dan Perubahannya Permendikbud No.66
Tahun 2013 tentang Standar Penilaian
8. Permendiknas No.19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan
9. Permendiknas No.24 Tahun 2007 tentang standar Sarana Prasarana
10. Permendiknas No.16 Tahun 2007 Tentang Standar Pendidik
11. Permendiknas No.24 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Administrasi S/M
12. Permendiknas No.25 Tahun 2008 tentang Tenaga Perpustakaan S/M
4
13. Permendiknas No.26 Tahun 2008 Tentang Tenaga Laboratorium dan
Permendiknas No.27 Tahun 2007 tentang Konselor
14. Permedibud No.81 A Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum
15. Perda No.1 Tahun 2011 Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
16. Perbub No.11 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Perda Kab. Jepara No.10
Tahun 2006 Tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
17. Surat Keputusan Kepala SMP ......... Nomor ........... tentang Penunjukan Tim
Pengembang dan Penelaah KTSP SMP ............ Tahun 2017/2018
18. Surat Keputusan Kepala SMP....... Nomor ...... tentang Pengurus Komite SMP......
Periode ...............
19. Surat Keputusan Kepala SMP............. Nomor ......... Tentang Kode Etik Pendidik
dan Tenaga Kependidikan SMP .........
20. Surat Keputusan Kepala SMP....... Nomor ...... tentang Peraturan Akademik
SMP.....
3. DAFTAR ISI
Ditulis pokok – pokok bahasan pada masing – masing sub bab yang di urutkan
mulai Bab I samapai Bab IV penutup
4. VISI , MISI
Visi, misi adalah :
4.1. Visi , Misi dinas
Visi
Terwujudnya pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdaya saing
dengan berbasis pada potensi local
Misi
Meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan dan kependidikan di
semua jenjang pendidikan
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pendidikan
Meningkatkan kualitas dan prestasi lembaga pendidikan, siswa,
pendidik, dan tenaga kependidikan berbasis potensi lokal
5
Meningkatkan prestasi dan peran serta pemuda dibidang seni dan olah
raga
4.2. Visi, Misi sekolah
Visi.
Misi
5. TUJUAN PENYUSUNAN RKAS
Rencana Kegiatan Anggaran Sekoloh (RKAS) 2021/2022 disusun dengan tujuan
sebagai berikut :
5.1. Untuk memberikan gambaran tentang kondisi dan permasalahan sekolah
5.2. Untuk memberikan gambaran tentang asumsi asumsi dasar dalam kebijakan
penyusunan program kegiatan, prioritas kegiatan target dan sasaran serta
upaya-upaya dalam mencapai target kinerja sekolah
5.3. Merumuskan kebijakan perencanaan pendapatan dan belanja sekolah dalam
satu tahun
5.4. Sebagai pedoman dalam menjalankan manajemen dan kegiatan sekolah
dalam satu tahun Anggaran
6
BAB II
KONDISI DAN PERMASALAHAN
1. Kondisi
Jelaskan secara umum kondisi sekolah sumberdaya yang dimiliki baik Infrastruktur
pendukung : jumlah ruang kelas, meja kursi, peralatan yang dimiliki dll sesuai
dengan kondisi ( pastian data tersebut sama dengan DAPODIK) dalam bentuk tabel
dan diberikan narasi penjelasan
Contoh :
Ketersediaan infrastruktur pendukung merupakan faktor penting dalam
kesuksesan proses belajar mengajar dalam institusi sekolah/ satuan
pendidikan karena dengan ketersediaan infrastruktur yang cukup akan
mampu memberikan kemudahan dalam melakukan peningkatan proses
belajar mengajar. Adapun secara rinci sebagaimana tabel I dibawah ini :
TABEL 1
7
INFRASTRUKTUR PENDUKUNG PADA …….TAHUN 2021
JUMLA KONDISI
NO URAIAN H Rusak Rusak Rusak
Baik
RUANG ringan sedang berat
1 2 3 4 5 6 7
1 Ruang kelas
2 Kamar WC
3 LCD
Sumber : Dapodik ………..2020
Jelaskan Jumlah tenaga pendidik, tenaga kependidikan, jumlah murid ( pastian data
tersebut sama dengan DAPODIK) dalam bentuk tabel dan diberikan narasi
penjelasan
Contoh :
Tenaga Pendidik merupakan faktor kunci dalam keberhasilan proses
belajar mengajar, baik dari sisi kecukupan kuantitas tenaga pendidik,
terlebih kecukupan kualitas tenaga pendidik, dan juga faktor penting lainya
adalah ketersediaan tenaga kependidikan. Adapun rincian dapat dilihat
pada Tabel II dibawah ini.
TABEL II
TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN PADA ……TAHUN 2021
PENDIDIKAN
NO URAIAN JUMLAH
SD/SMP SLTA DII/III S1 S2 S3
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Tenaga
1
Pendidik
Pns
GTT
8
Tenaga
2
Kependidikan
Pns
PTT
Sumber : Dapodik
Sekolah………mengalami perkembangan yang cukup baik dan banyak diminati
masyarakat, hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah siswa setiap
tahunnya. Adapun jumlah siswa dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini
TABEL 3
JUMLAH SISWA …….TAHUN 2021
N0 URAIAN JUMLAH LAKI – LAKI PEREMPUAN
1 Jumlah siswa
2 Siswa kurang mampu 50 20 30
Dari tabel tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa.1). Ruang kelah sebanyak 10
ruang dalam kondisi baik sebanyak 5 ruang, rusak ringan 2 ruang, rusak sedang 2,
ruang, rusak berat 1 ruang, sedangkan perbandingan ketersedian ruang kelas
dengan jumlah siswa adalah 1/32 artinya masih dibutuhkan ruang kelas baru untuk
menampung kelebihan siswa. 2). kamar WC sebanya 2 unit dalam kondisi 1 baik
dan 1 rusak sedang, sedangkan perbandingan kamar WC dengan jumlah siswa
adalah 1/30 siswa dst………………
2. Evaluasi Diri
Diuraikan hal – hal / program kegiatan yang tidak tercapai padan tahun
sebelumnya pada masing – masing satuan pendidikan
3. Analisis Permasalahan
9
Diuraikan permasalahan – permasalahan yang timbul dari perkembangan kondisi
sekolah yang telah dituangkan padan poin 1 dan poin 2 di atas. Alat analisis tidak
perlu dicantumkan dan hanya dicantumkan hasil analisisnya saja.
Contoh :
Hasil analisis kondisi sekolah……..adalah sebagai berikut :
3.1. Masih adanya ruang kelas yang rusak baik rusak ringan, sedang ,
maupun rusak berat
3.2. Masih terbatasnya ruang kelas untuk menampung siswa dalam
proses belajar mengajar
3.3. Dst………………….
4. Kebijakan Program
Diuraikan kebijakan program dari hasil analisis permasalahan
Contoh :
Dari hasil analisis permasalahan sekolah…… dapat dilakukan kebijakan
program sebagai berikut :
4.1. Perlunya dilaksanakan rehab ruang kelas ringan, sedang , dan
berat
4.2. Perlunya pembangunan ruang kelas baru untuk menampung
kelebihan siswa dalam pemenuhan standar pelayanan minimal
(SPM)
4.3. Dst………………………..
5. Program Prioritas
Perlunya memilih program program prioritas yang bersifat mendesak dan harus
segera dilaksanakan pada tahun rencana, yang telah termuat dalam kebijakan
program di atas
Contoh :
5.1. Pembangunan ruang kelas baru 2 ruang
5.2. Dst…………………..
10
BAB III
ANALISIS PENDAPATAN DAN BELANJA
1. Pendapatan
A. Analisis Sumber Pendapatan
Adalah uraian inventarisasi sumber – sumber pendapatan sekolah serta upaya
untuk mendapatkannya
Contoh :
Dalam rangka penyelenggaraan proses belajar mengajar yang sesuai
dengan standar minimal yang diharuskan, dibutuhkan pembiayan yang
besar , untuk itu perlu digali sumber – sumber pembiayaan melalui
intensifikasi atau mengoptimalkan potensi sumber pendapatan yang
berasal dari dalam yaitu penggalian yang berasala dari sumbangan
wali murid, dan juga melalui ekstensifikasi yaitu penggalian sumber
pendapatan yang berasal dari luar sekalah, baik dari pemerintah
Kabupaten, Propinsi, pemerintah Pusat, maupun fihak lain yang peduli
terhadap dunia pendidikan
B. Rencana Pendapatan
TABEL
SUMBER PENDAPATAN
NO URAIAN Rp
1 APBD Kabupaten Rutin
2 Pendampingan BOS Propinsi
3 BOS Pusat
4 SPP/SOT/sos
5 Sumbangan wali murid
6 DAK/ APBD kabupaten lainnya
7 Dana Propinsi lainnya
8 Dana APBN Lainnya
9 Sumbangan fihak ke tiga yang syah
2. Analisis Kebutuhan Belanja
Merupakan gambaran kebutuhan penyelenggaraan sekolah yang telah dihitung
dengan menggunakan pendekatan Kebutuhan belanja, baik kebutuhan Belanja yang
11
bersifat tetap, seperti, Listrik, air, honor guru GTT, PTT, Honorer, honor Tenaga
Kependidikan , penjaga dll….,serta kebutuhan belanja yang bersifat Variabel, serti
Kebutuhan kertas, alat tulis lainnya, honor yang berbentuk kegiatan ( penulisan
ijasah) dll…. selanjutnya jumlah tersebut dibagi jumlah siswa , sehingga dapat di
ketahui berapa Rp biaya per 1 siswa/tahun, seandainya pendapatan yang
bersumber dari pemerintah tidak mencukupi, maka kekurangan tersebut dapat
ditawarkan pada fihak – fihak yang peduli terhadap pendidikan dengan prinsip –
prisip pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabilitasnya dapat dijaga
dengan baik
3. Belanja
A. Lampiran I. Rencana Pengeluaran
1.1. Rencana Pengeluan yang ber Sumber dari APBD
Buat Matrik Tabel yang berisi pokok – pokok belanja dengan indikator 1
tahun
Contoh
NO URAIAN TARGET Rp
01 Belanja pegawai 1 tahun
02 Belanja Bahan habis pakai 1 tahun
03 Belanja Bahan/material 1 tahun
04 Belanja Jasa Kantor 1 tahun
05 Belanja Makan dan Minum 1 tahun
06 Belanja Perjalanan Dinas 1 tahun
07 Belanja Pemeliharaan 1 tahun
08 Belanja Modal 1 tahun
1.2. Rencana Pengeluaran yang ber sumber dari BOS Propinsi
Buat Matrik Tabel yang berisi pokok – pokok belanja dengan indikator 1
tahun
Sebagaimana Contoh pada poin 1.1
1.3. Rencana Pengeluaran yang ber Sumber dari BOS Pusat
Buat Matrik Tabel yang berisi pokok – pokok belanja dengan indikator 1
tahun
Sebagaimana contoh pada poin 1.1
12
1.4. Rencana Pengeluaran yang ber sumber dari Bantuan
Buat Matrik Tabel yang berisi pokok – pokok belanja dengan indikator 1
tahun
1.5. Dll…………………..
B. Lampiran II Rincian Pengeluaran
2.1. Rincian Pengeluaran yang ber Sumber dari APBD
Buat matrik tabel yang berisi rincian belanja dengan indicator yang terukur
Contoh :
Rekekening kegiatan Honorarium ( pangkat/golongan, jumlah orang,
jumlah hari/kali, dikalikan indek harag Rp)
Rekening pembelian alat tulis kantor/kerta ( jumlah Rim, dikali indek harga
Rp )
Contoh
HARGA
NO URAIAN SATUAN VOLUME TOTAL
SATUAN
1 Belanja pegawai 28,
200,000
1.1 Belanja Honorarium 3,
PNS 000,000
Honorarium
Kepanitiaan
Ketua 1 orang 5 kali
125,000 625,000
Wakil Ketua 1 orang 5 kali
100,000 500,000
Sekretaris 1 orang 5 Kali
75,000 375,000
Anggota 6 orang 5 kali 1,
50,000
500,000
1.2 Belanja Honorarium 25,
non PNS 200,000
Honor guru GTT,PTT 3 orang 12 bulan 25,
700,000
200,000
2 Belanja Bahan habis
4,580,000
pakai
2.1 Belanja alat tulis
4,120,000
Kantor
Kerta HVS 70 gram 20 pak 4 kali 50,000 4,000,000
Stop Map Folio kertas 50 buah 4 kali 600 120,000
13
HARGA
NO URAIAN SATUAN VOLUME TOTAL
SATUAN
2.2 Belanja Bahan Bakar/
minyak/gas/pelumas
BBM untuk 20 liter 10 kali
12000 2,400,000
operasional
2.3 Belanja Alat Listrik 460,000
Lampu Elektrik 13 5 buah 4 kali
460,000
Watt 23,000
3 Belanja
450,000
Bahan/material
3.1 Belanja
perlengkapan 450,000
/peralatan computer
Flashdisc 2 buah 1 kali
450,000
225,000
4 Belanja Jasa Kantor 16,800,000
4.1 Belanja telepon 4,800,000
Langganan Telepon 1 unit 12 bulan 400,000 4,800,000
4.2 Belanja Listri 12,000,000
Langganan Listrik 1 unit 12 bulan 1,000,000 12,000,000
5 Belanja Makan dan
3,000,000
Minum
Belanja Minum dan 30 dos 5 kali
Makanan Kecil (Rapat) 8,000 1,200,000
Belanja Minum dan 30 dos 5 kali
makan (Rapat) 12,000 1,800,000
6 Belanja Perjalanan
22,200,000
Dinas
6.1 Perjalanan Dinas luar
22,200,000
daerah
dalam propinsi Gol III 5 orang 5 kali 300,000 7,500,000
dalam propinsi Gol IV 5 orang 5 kali 300,000 7,500,000
Luar Propinsi Gol III 3 orang 4 kali 530,000 3,600,000
Luar Propinsi Gol IV 3 orang 4 kali 530,000 3,600,000
7 Belanja Pemeliharaan 12,400,000
7.1 Belanja Pemeliharaan
peralatan dan mesin 12,400,000
Service AC 3 buah 2 kali 400,000 2,400,000
Perbaikan Meja 50 buah 1 kali 100,000 5,000,000
Perbaikan kursi 50 buah 1 kali 100,000 5,000,000
8 Belanja Modal 32,
peralatan dan mesin 500,000
8.1 Belanja Modal
Peralatan Kantor
14
HARGA
NO URAIAN SATUAN VOLUME TOTAL
SATUAN
Kamera Digital 1 buah 1 kali 7,000,000 7,000,000
8.2 Belanja Modal
Komputer
Komputer 8,500 25,
3 buah 1 kali ,000 500,000
2.2. Rincian pengeluaran yang ber sumber dari BOS Propinsi
2.3. Rincian pengeluaran yang ber sumber dari
2.4. Rencana Pengeluaran yang bersumber dari
15
BAB IV
PENUTUP
Berisikan uraian penutup, berupa:
1. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam rangka pelaksanaannya
maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan.
2. Kaidah-kaidah pelaksanaan.
3. Rencana tindak lanjut.
16