DEEP
LEARNING
Membuat Pembelajaran lebih
Menyenangkan, dan Bermakna
Rizqy Rahmat
Head of Cerita Guru Belajar
Founder Jangan Jadi Guru
Founder Akademi Guru Influencer
Penerima Rohana Kudus Award - Guru Konten Kreator
Penerima Alumni Favorit di FBS Awards - Unnes
Penyusun Model Kompetensi Pengawas Sekolah
Kemdikbudristek
Penyusun modul transformasi peran Pengawas Sekolah
Kemdikbudristek
Menjadi narasumber di berbagai Universitas (UI, IPB, ITB, dll)
@rizqyrahmat
Tujuan Hari Ini
Memahami konsep Deep Learning
Merancang Pembelajaran “Deep Learning”
Merefleksikan “Pembelajaran Deep Learning”
REFLEKSI PEMBELAJARAN
7 SETUJU
0 TIDAK SETUJU
DEEP LEARNING ITU
KURIKULUM BARU
DEEP LEARNING ITU
HANYA BISA
DITERAPKAN DI
KURIKULUM NASIONAL
SEKARANG
Deep Learning itu hanya
dapat diterapkan pada
mata pelajaran tertentu.
Siswa yang terbiasa belajar
secara deep learning akan
kesulitan mengerjakan soal-
soal tes yang bersifat
teoritis.
Deep Learning itu harus
memakai teknologi.
Deep Learning harus
dilakukan di luar ruang
kelas.
BELAJAR DARI TIGA
ORANG GURU
SAYA GURU SAYA GURU
DINA SAYA GURU HUDA
ARI
Bagaimana rasanya Anda diajar oleh guru ini?
Pak Huda adalah seorang guru yang sudah mengajar belasan
tahun. Setiap pagi, ia datang ke sekolah dengan jadwal yang
selalu rapi. Biasanya, kelas dimulai dengan membaca buku
pelajaran secara bergiliran. Setelah itu, ia memberikan
penjelasan, lalu diakhiri dengan mengerjakan soal-soal di LKS.
Semua sudah tertata dengan baik, persis seperti yang ia yakini
sebagai cara belajar yang benar.
Bagi Pak Huda, ukuran keberhasilan seorang siswa sederhana
saja: nilai ujian. Selama anak-anak paham teori dari buku dan
mampu menjawab soal dengan benar, itu sudah cukup. Ia
sering berkata, “Belajar yang rajin, kuasai isi buku, dan
kerjakan soal-soal dengan baik. Kalau begitu, masa depan
kalian pasti cerah.”
Guru Ari adalah guru SMA yang dikenal menyenangkan. Kelasnya
dikenal sebagai kelas yang seru, dan selalu aktif murid di kelas.
Hari ini di kelasnya, Guru Aritelah menyiapkan lagu yang ia buat tentang
Sistem Pencernaan dengan nada balonku ada lima agar murid-
muridnya mudah untuk menghafal.
Ia padukan juga dengan gerakan-gerakan tubuh, agar anak bergerak-
gerak. Aktivitasnya gerak dan menyanyi ini terinspirasi dari temannya
yang guru PAUD.
Setelah kegiatan menghafalkan sistem pencernaan melalui gerak dan
lagu. Ia juga menyelipkan beberapa ice breaking yang seru di setiap
aktivitasnya.
Di akhir pembelajaran untuk mengukur pemahaman mruid, ia
mengajak murid untuk menjawab soal-soal yang sudah ia buat
menggunakan aplikasi. Murid juga akan mengetahui langsung hasilnya
melalui aplikasi tersebut. Guru Ari menyampaikan bahwa 3 besar nilai
akan mendapatkan hadiah yang menarik. Di akhir peringkat semua
murid kelihatan. Setelahnya pada pertemuan berikutnya Guru Ari sudah
pindah materi.
Bu Dina mengajarkan konsep gaya dan gravitasi di kelas sains. Sebelum memulai
kegiatan, ia melakukan asesmen awal dengan mengajak siswa berbagi pengalaman
tentang benda-benda yang melayang, seperti layang-layang atau balon udara. Dari
diskusi tersebut, Bu Dina menyadari bahwa murid-muridnya lebih antusias belajar
jika langsung praktik daripada hanya mendengarkan penjelasan teori.
Berdasarkan temuan itu, Bu Dina meminta siswa melakukan eksperimen
sederhana dengan membuat parasut dari bahan-bahan seperti kain, benang, dan
kertas. Siswa merancang parasut agar benda yang diikat di bawahnya, seperti koin,
dapat turun dengan lambat. Eksperimen ini dilakukan di halaman sekolah, dan
siswa diminta mencatat serta menganalisis hasilnya untuk memahami bagaimana
ukuran parasut memengaruhi kecepatan jatuh benda.
Di akhir kegiatan, Bu Dina memberikan asesmen berbasis proyek. Siswa dinilai
berdasarkan proses dan hasil eksperimen mereka, kemampuan mereka
menganalisis data, serta kemampuan mereka untuk mengaitkan konsep gravitasi
dengan pengalaman sehari-hari. Dengan pendekatan ini, siswa lebih antusias dan
mudah memahami materi.
Apa yang membedakan
tiga guru tersebut?
Guru Huda, ARI
Surface
mempraktikan
Learning
Surface learning.
Guru Dina
Deep
mempraktikan
Learning
Deep learning.
Surface Learning
Surface Learning adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa
menghafal informasi atau memahami konsep secara permukaan
tanpa menghubungkannya dengan pemahaman yang lebih dalam
atau menerapkannya dalam konteks lain.
Kapan Surface Learning Diperlukan?
Surface Learning tetap penting sebagai langkah awal dalam
pembelajaran, terutama saat siswa:
Memperoleh informasi baru.
Mengenal konsep dasar sebelum melangkah lebih jauh ke
pemahaman yang lebih dalam.
Apakah cukup jika
seseorang ingin jago
berkendara hanya belajar
aturan lalu lintas dan
dasar mengemudi?
MENYENANGKAN
TAPI DI PERMUKAAN,
MENYENANGKAN,
TAPI KURANG BERMAKNA.
HATI-HATI JIKA HANYA
SERU SAJA!
DEEP LEARNING
Deep Learning adalah pendekatan pembelajaran yang mendorong
siswa untuk memahami konsep secara mendalam,
menghubungkan ide, dan menerapkan pengetahuan di situasi
baru.
Kapan Deep Learning Diperlukan?
Deep Learning sangat penting untuk tahap eksplorasi dan aplikasi
setelah siswa:
Menguasai dasar-dasar dari Surface Learning.
Siap untuk menganalisis, mengevaluasi, dan berinovasi
menggunakan pengetahuan yang dimiliki.
Sumber Belajar
Deep Learning
Saya marah
besar pada anak
yang nggak
ngerjain LKS!
“Melihat anak yang
nggak ngerjain LKS,
membantu ayahnya buat
batu bata di sawah..”
Dulu
Proses Produk
Baca buku paket, Mengerjakan soal
tentang Gurindam. LKS tentang
Gurindam.
Berubah....
Maka Kamu tak
akan kalah~
Sekarang
Proses Produk
Membuat kampanye
Mengaplikasikan
sosial.
menjadi lagu Vlog
Rap. Komik
Observasi sekitar. Lagu
Contoh Kampanye Lingkungan
memakai Format Gurindam.
6 Kompetensi Murid
yang perlu dituju
dalam Deep Learning
menurut Fullan.
Bagaimana agar pembelajaran
mencapai 6 kompetensi itu dan
menjadi Deep?
Praktik
Pembelajaran Mitra
Komponen
Kunci dari
Deep Learning
Pemanfaatan Lingkungan
Teknologi Belajar
Elemen Sebelum Deep Learning Sesudah Deep Learning
- Orang tua hanya menerima laporan - Orang tua diundang ke sekolah untuk berpartisipasi
Kemitraan
perkembangan anak setiap bulan. menjadi guru tamu.
- Ruang kelas memiliki sudut baca dengan buku cerita,
- Ruang kelas hanya berisi meja, kursi, dan
area bermain peran (misalnya dapur mini), dan taman
papan tulis.
Lingkungan kecil untuk eksplorasi alam.
Belajar
- Anak diajak belajar di luar ruangan (outdoor learning)
- Anak hanya belajar di dalam ruangan.
untuk mengetahui permasasalahan yang ada di sekitar.
- Guru mengajarkan warna dengan - Guru mengajak anak mencari benda berwarna di sekitar
menunjukkan kartu bergambar dan meminta sekolah, lalu membuat kolase dari daun dan bunga
Praktik anak menghafal. berwarna-warni.
Pedagogis
- Anak pasif, hanya mendengarkan dan - Anak aktif diskusi, melakukan observasi, menganalisis,
mengikuti instruksi. dll
- Guru memutar video pendek tentang siklus hidup kupu-
Pemanfaatan - Pembelajaran hanya menggunakan buku
kupu, lalu anak-anak membuat gambar kupu-kupu
Digital bergambar.
menggunakan aplikasi menggambar di tablet.
Aspek PENGAJAR FASILITATOR
Peran Guru Sebagai sumber utama ilmu Sebagai pendamping proses belajar
Cara Mengajar Ceramah, drilling, dan latihan terstruktur Diskusi, eksplorasi, dan refleksi
Keterlibatan Siswa Pasif, hanya mendengarkan dan mencatat Aktif, berpartisipasi dalam proses belajar
Memahami konsep mendalam dan menerapkan dalam
Tujuan Pembelajaran Menguasai materi untuk ujian
kehidupan nyata
Evaluasi Fokus pada hasil (nilai ujian atau tes) Fokus pada proses berpikir dan pemahaman siswa
Memberikan pertanyaan pemantik untuk memancing siswa
Strategi Memberikan jawaban langsung
berpikir
KERANGKA
KERJA
PEMBELAJARAN
MENDALAM
Deep Learning
Berkesadaran Bermakna Menggembirakan
Berkesadaran
Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki
kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri.
Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk
belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
Contoh kegiatan :
Guru mengajak siswa mendiskusikan mengapa materi ini penting dan
bagaimana mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Guru meminta siswa menuliskan refleksi singkat di jurnal belajar tentang
perasaan mereka saat memecahkan masalah, strategi yang digunakan, dan
perbaikan yang bisa dilakukan di masa depan.
Bermakna
Peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata.
Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi/
penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi
pengetahuan.
Contoh kegiatan :
Guru mengajak murid melakukan observasi di lingkungan sekitar.
Guru mengajak siswa diskusi singkat tentang berbagai sumber energi yang
mereka gunakan sehari-hari, seperti listrik, baterai, dan bahan bakar.
Guru juga mendorong siswa untuk memikirkan solusi nyata seperti
pemanfaatan energi terbarukan di rumah atau sekolah
Menggembirakan
Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif,
menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar
membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah
memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Contoh Kegiatan
Guru memulai kelas dengan menanyakan kondisi murid, kesiapan belajar.
Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil dan memberikan tantangan
yang sesuai.
Guru dan siswa lain memberikan apresiasi dan umpan balik positif
terhadap kreativitas dan ekspresi setiap kelompok.
8 Dimensi Lulusan Penalaran
Keimanan dan Ketakwaan
terhadap Tuhan YME Kewargaan Kritis Kreativitas
Kolaborasi Kemandirian Kesehatan Komunikasi
Pengalaman Belajar
Memahami
Mengaplikasikan
Merefleksikan
Memahami
Guru menayangkan media pembelajaran video lagu dengan
mengaplikasikan Gurindam.
Guru memberikan pertanyaan pemantik : “Coba analisis lirik yang ada
dalam lagu tadi? Perhatikan bagaimana rimanya, bagaimana jumlah
barisnya, bagaimana polanya?”
Murid melakukan diskusi kelompok untuk menemukan hal-hal yang
ditanyakan guru.
Setiap kelompok melakukan presentasi dan saling memberikan
feedback
Guru menyimpulkan hasil presentasi, dan mengenalkan apa itu
Gurindam.
Mengaplikasikan
Guru meminta murid untuk melakukan Observasi Sekolah, melihat permasalahan
apa yang ada di sekitar sekolah.
Sebelum Observasi, guru memberikan rubrik observasi, sehingga apa yang
diobservasi sesuai.
Kelompok murid melakukan observasi : tempat parkir, perpustakaan, kantin,
pembuangan sampah, taman sekolah, dll.
Setelah observasi, murid mempresentasikan penemuannya di kelas.
Guru dan murid bersama-sama menuliskan masalah-masalah yang ditemukan di
sekolah. Dan sepakat untuk membuat kampanye sosial untuk mengatasi masalah
itu.
Kampanye sosial akan diolah dan disampaikan menggunakan format Gurindam
“Sebab - Akibat” dan dikemas ke dalam berbagai bentuk produk : poster, video,
komik, vlog, dll.
Merefleksikan
Guru Memberikan Feedback karya murid.
Guru memandu diskusi reflektif dengan mengajukan pertanyaan,
Apa yang membuat karya kalian bermakna?
Bagaimana proses ini memengaruhi cara kalian berpikir tentang isu
sosial?
Apa yang dapat kalian terapkan di kehidupan nyata dari
pembelajaran ini?
Antarmurid memberikan apresiasi
Jadi pembelajaran
apa yang paling
cocok pada Deep
Learning?
Dapatkan
Sertifikat 32 JP
4 Slide Presentasi Deep Learning
E Book : 49 Ide Deep Learning
Rekaman Sesi + Bonus lainnya
[Link]
Dapatkan
Sertifikat 32 JP
4 Slide Presentasi Deep Learning
E Book : 10 Ide Aktivitas Fasilitator Deep Learning
Rekaman Sesi + Bonus lainnya
[Link]/KlaimFasilitasDL
Posting Mention
insight @rizqyrahmat
Hari ini @janganjadiguru