LAPORAN PROYEK MANAJEMEN PERANGKAT
LUNAK
Pengembangan dan Implementasi Learning Management System
(LMS) Universitas XYZ
Metodologi yang Digunakan: Scrum (Agile SDLC)
Proyek ini menggunakan pendekatan Scrum, bagian dari metodologi Agile, yang
memungkinkan pengembangan bertahap (iteratif) dan adaptif. Scrum cocok digunakan
karena proyek LMS bersifat kompleks dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.
1. Inisiasi Proyek
Identifikasi Pemangku Kepentingan
No Stakeholder Peran dalam Proyek Ekspektasi
Wakil Rektor LMS berjalan lancar dan
1 Sponsor proyek
Akademik modern
Infrastruktur dan integrasi
2 Kepala Pusat TI Sistem aman dan terintegrasi
sistem
Mudah digunakan, dukungan
3 Dosen Pengguna sistem
fitur
4 Mahasiswa Pengguna akhir Akses cepat, mobile-friendly
5 Admin Fakultas Pengelola konten Panel kontrol mudah dipahami
No Stakeholder Peran dalam Proyek Ekspektasi
Spesifikasi jelas, feedback
6 Tim Pengembang Tim teknis pelaksana
cepat
Pengumpul dan perancang Detail kebutuhan
7 Analis Sistem
kebutuhan terdokumentasi
Memastikan proses sesuai Dokumentasi lengkap dan tepat
8 Konsultan PM
PMBOK waktu
Piagam Proyek (Project Charter)
Tujuan: Membangun sistem LMS yang mendukung pembelajaran daring secara
terintegrasi.
Ruang Lingkup: Analisis kebutuhan, pengembangan sistem, pengujian, pelatihan,
dokumentasi, dan implementasi.
Deliverables:
Dokumen kebutuhan sistem
UI/UX prototype
Sistem LMS fungsional
Dokumentasi teknis dan panduan pengguna
Batasan dan Asumsi:
Anggaran: Rp500.000.000
Durasi: 15 Mei - 15 Juli 2025
Asumsi: Akses ke stakeholder tersedia, infrastruktur disediakan kampus
2. Perencanaan
Struktur Rincian Kerja (WBS)
Level 1 - 4.0 Penutupan
Level 1 Level 2 Level 3
1.0 1.1 Identifikasi Stakeholder 1.1.1 Daftar stakeholder, 1.1.2 Peran
1.2 Penetapan Tim 1.2.1 Manajer proyek, 1.2.2 Struktur tim
1.3 Piagam Proyek 1.3.1 Ruang lingkup, 1.3.2 Deliverables
2.0 2.1 WBS dan Jadwal 2.1.1 Tasking, 2.1.2 Gantt Chart
2.2 Rencana Risiko 2.2.1 Identifikasi, 2.2.2 Mitigasi
2.3 Rencana Komunikasi 2.3.1 Media, 2.3.2 Jadwal
3.0 3.1 Workshop Kebutuhan 3.1.1 Brainstorm, 3.1.2 Interview
3.2 Pengembangan 3.2.1 Coding, 3.2.2 Testing, 3.2.3 Deployment
4.0 4.1 Evaluasi & Penutupan 4.1.1 Lessons learned, 4.1.2 Transfer
Gantt Chart
Risk Register
Risiko Kemungkinan Dampak Mitigasi
Keterlambatan pengumpulan Jadwalkan workshop dan
Sedang Tinggi
kebutuhan follow-up
Kebutuhan tidak sesuai Validasi berkala melalui
Sedang Sedang
harapan pengguna prototipe
Koordinasi awal dengan tim
Gangguan server kampus Rendah Tinggi
TI kampus
Pelatihan pengguna tidak Video tutorial + pelatihan
Tinggi Sedang
efektif sinkron
Kegagalan integrasi sistem Siapkan fallback dan
Rendah Tinggi
lama dokumentasi teknis detail
3. Simulasi Eksekusi
Workshop Pengumpulan Kebutuhan
Teknik yang Digunakan:
1. Brainstorming bersama dosen dan admin fakultas
2. Interview langsung dengan 3 perwakilan mahasiswa
Contoh User Stories:
Sebagai dosen, saya ingin dapat mengunggah materi kuliah agar mahasiswa dapat
mengakses kapan saja.
Sebagai mahasiswa, saya ingin melihat nilai dan progres saya secara real-time.
Sebagai admin, saya ingin dapat mengelola kelas dan pengguna secara efisien.
Rencana Komunikasi Stakeholder
Stakeholder Metode Frekuensi Konten
Wakil Rektor Laporan progres dan isu
Email + Rapat Dua Mingguan
(Sponsor) strategis
Status teknis dan integrasi
Tim TI Kampus Zoom + Email Mingguan
sistem
Dosen & Admin WhatsApp + Sesuai
Pelatihan, feedback fitur
Fakultas Workshop kebutuhan
Email Massal + Panduan penggunaan dan
Mahasiswa Pasca live
FAQ pelaporan bug
4. Penutupan Proyek
Lessons Learned
1. Kolaborasi Antartim Menentukan Keberhasilan
Selama pelaksanaan proyek, kami menyadari bahwa kolaborasi lintas peran (PM,
developer, stakeholder, dosen) sangat krusial. Komunikasi yang rutin dan terbuka
membantu menyelesaikan hambatan teknis dan fungsional secara cepat.
Perbaikan ke Depan:
Gunakan lebih banyak alat kolaborasi visual (mis. Miro, Figma live) untuk diskusi desain
dan skenario pengguna di fase awal.
2. Fase Elicitation Harus Lebih Mendalam
Beberapa kebutuhan pengguna baru muncul saat implementasi berlangsung, yang
seharusnya bisa terdeteksi saat sesi awal.
Perbaikan ke Depan:
Sediakan lebih banyak waktu untuk sesi eksplorasi bersama pengguna, serta validasi
kebutuhan secara bertahap menggunakan prototipe interaktif.
3. Pelatihan dan Sosialisasi Harus Disesuaikan
1. Tujuan
Menjamin LMS tetap berjalan efektif pasca proyek, dan tim operasional universitas dapat
mengelola sistem secara mandiri tanpa ketergantungan pada tim proyek.
2. Komponen Rencana Transfer
Komponen Deskripsi
Dokumentasi Berisi arsitektur sistem, database schema, API, dan panduan
Teknis deploy ulang.
Panduan Pengguna Manual penggunaan LMS untuk dosen, admin, dan mahasiswa.
Pelatihan Langsung Sesi sinkron (zoom/offline) untuk operator utama.
Video Tutorial Modul pembelajaran berdurasi 3–7 menit per topik.
Sesi Tanya Jawab Q&A mingguan selama 1 bulan setelah go-live.
Tim Dukungan 1 teknisi dan 1 support dari tim proyek stand-by 2 minggu setelah
Awal rilis.
3. Garis Waktu Transisi
Fase Tanggal Pelaksanaan
Penyerahan Dokumentasi 2 Juli 2025
Pelatihan Internal (Admin) 3–5 Juli 2025
Pelatihan Dosen & Mahasiswa 6–10 Juli 2025
Dukungan Teknis Transisi 11–25 Juli 2025