0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT

Dokumen ini membahas iman kepada kitab-kitab Allah SWT sebagai rukun iman ketiga dalam Islam, yang mencakup pengertian, tujuan, dan jenis-jenis kitab yang diturunkan kepada para nabi. Kitab-kitab tersebut termasuk Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur'an, masing-masing memiliki peran dan isi yang penting sebagai pedoman hidup umat manusia. Iman kepada kitab-kitab ini adalah kewajiban bagi umat Islam untuk meyakini kebenarannya dan mengikuti petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Diunggah oleh

ahmad yani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan15 halaman

Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT

Dokumen ini membahas iman kepada kitab-kitab Allah SWT sebagai rukun iman ketiga dalam Islam, yang mencakup pengertian, tujuan, dan jenis-jenis kitab yang diturunkan kepada para nabi. Kitab-kitab tersebut termasuk Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur'an, masing-masing memiliki peran dan isi yang penting sebagai pedoman hidup umat manusia. Iman kepada kitab-kitab ini adalah kewajiban bagi umat Islam untuk meyakini kebenarannya dan mengikuti petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Diunggah oleh

ahmad yani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

Iman Kepada Kitab-kitab Allah SWT

1. Pengertian Iman kepada Kitab-kitab Allah SWT

Secara bahasa, ‫ كتب‬adalah bentuk jamak dari ‫ب كتا‬. Sedangkan kitab adalah mashdar
yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ditulisi didalamnya. Ia pada awalnya adalah
nama shahifah (lembaran) bersama tulisan yang ada di dalamnya.

Sedangkan menurut syariat, ‫ كتب‬adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada rasul-rasul-
Nya agar mereka menyampaikannya kepada manusia dan yang membacanya bernilai ibadah.

Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah salah satu rukun iman yang ke 3. Maksudnya yaitu
membenarkan dengan penuh keyakinan bahwa Allah s.w.t. mempunyai kitab-kitab yang
diturunkan kepada hamba-hamba-Nya dengan kebenaran yang nyata dan petunjuk yang jelas.
Dan bahwasanya ia adalah kalam Allah yang Ia firmankan dengan sebenarnya, seperti apa
yang Ia kehendaki dan menurut apa yang Ia ingini.

Allah berfirman,
“Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada
siapa yang Ia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya “(An-Nahl: 2)

Iman kepada-Nya adalah wajib, secara ijmal (global) dalam hal yang diijmalkan dan secara
tafshil (rinci) dalam hal yang dirincikan
a. Pengertian Iman

Menurut bahasa, iman berasal dari bahasa Arab yaitu ‫ ِإْيَمان‬- ‫ ُيْؤِمُن‬- ‫ َأَمَن‬artinya
“membenarkan”. Sedangkan menurut istilah, iman ialah kepercayaan dalam hati, meyakini
dan membenarkan adanya Tuhan dan membenarkan semua yang dibawa oleh Nabi
Muhammad SAW.

b. Pengertian Kitab-Kitab Allah swt.


Kitab Allah ialah wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada para Rasul untuk
diajarkan kepada umat manusia sebagai petunjuk dan pedoman [Link] Allah

1
menurunkan kitab-kitab itu agar digunakan sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia
menuju jalan hidup yang benar dan diridhai-Nya

Jadi, iman kepada kitab-kitab Allah SWT adalah mempercayai dan meyakini dengan
sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada rasul yang berisi
wahyu untuk disampaikan dan diajarkan kepada umat manusia.

2. Suhuf

Selain kitab-kitab, di dalam al-Quran disebutkan adanya Suhuf atau Sahifah (halaman), yang
berjumlah seratus Sahifah. Suhuf adalah firman Allah swt. yang diturunkan kepada para Nabi
atau rasul-Nya yang berisi hukum-hukum dasar sebagai petunjuk dan pedoman dalam
menjalankan agama-Nya. Sahifah ini diberikan Allah SWT kepada tiga orang Nabi-Nya,
masing-masing dengan rincian sebagai berikut:

- 60 Sahifah kepada nabi Syits a.s.

- 30 Sahifah kepada nabi Ibrahim a.s.

- 10 Sahifah kepada nabi Musa a.s.

-10 sahifah kepada nabi Adam a.s.

Firman Allah swt.:

)18( ‫ِإَّن َهَذا َلِفى الُّصُحِف ْاُألْوَلى‬

)19(. ‫ُصُحِف ِإْبَر ِهْيَم َوُمَس‬

Artinya: “Sesungguhnya ini semua benar-benar terdapat di dalam suhuf yang pertama(yaitu)
suhuf-suhuf Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Musa a.s.”([Link]-a’la: 18-19).

2. Dalil-dalil Naqli yang terkait dengan Iman kepada Kitab-kitab Allah

[Link] Naqli :
Al-Qur’an

2
Artinya:

“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan
kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan
adanya (kehidupan) akhirat”. (QS. Al-Baqarah:4).

Hadits Nabi SAW.:

Artinya:

“ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada
Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau
beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, (HR. Muslim). (dikutip dari
himpunan hadits Arba’in karya Imam An-Nawawi)

[Link] Aqli :

Allah SWT Maha ‘Alimun (=Tahu) bahwa manusia adalah makhluk yang dha’if
(=lemah). Sedangkan Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Rahman (=Pengasih) dan Maha
Rahim (=Penyayang). Atas hal itulah Allah SWT berkehendak memberikan bimbingan
kepada manusia agar tetap menjadi makhluk paling mulia di sisi-Nya dengan memberikan
pedoman berupa kitab suci lengkap dengan uswah hasanah (contoh tauladan) yang berupa
seorang Nabi dan Rasul.

Beriman kepada kitab-kitab Allah SWT. merupakan rukun iman yang ketiga. Umat Islam
wajib percaya dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa semua kitab yang telah
diturunkan Allah [Link] para Rasul-Nya pasti benar. Firman Allah swt.:

( . … ‫يَاَأُّيَها اَّلِذْيَن َأَمُنْوا ِباللِه َوَر ُس ْوِلِه َوْالِكَتِب َّالِذْي َنَّز َل َعَلى َر ُس ْوِلِه َوْالِكَتِب َّالِذْي َأْنَز َل ِمْن َقْبُل‬
136 : ‫(النساء‬

3
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah kamu sekalian beriman kepada Allah
dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya dan kitab-kitab yang
diturunkan sebelumnya.”([Link]-Nisa’:136)

Firman Allah swt.:

Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran,
membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan
batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut
apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan
meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu,
Kami berikan aturan dan jalan yang terang, niscaya Allah menghendaki niscaya kamu
dijadikan satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya
kepadamu. Maka berlomba-lombalah bebuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali
kamu semuanya….(al-Maidah :48)

Kitab-kitab yang dimaksud dalam ayat di atas berisi peraturan, ketentuan, perintah dan
larangan yang dijadikan pedoman bagi umat manusia dalam menjalankan kehidupan agar
tercapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Kitab-kitab Allah swt. diturunkan pada
masa yang berlainan, namun di dalamnya terkandung ajaran pokok yang sama, yaitu ajaran
tauhid atau ajaran tentang keesaan Allah swt. Yang berbeda hanyalah dalam hal syariat yang
disesuaikan dengan zaman dan keadaan umat pada waktu itu.

4. Nama-nama kitab Allah swt. dan Rasul yang menerimanya

Di antara kitab-kitab Allah swt. yang wajib kita imani ada empat (4) yaitu:

a. Kitab Taurat

Kitab Taurat diwahyukan Allah swt. kepada nabi Musa a.s. sebagai pedoman hidup bagi
kaum Bani Israil.

Taurat berasal dari bahasa ibrani, dalam agama adalah syariat, diturunkan kepada Nabi
Musa AS, dibukit Tursina ketika Nabi Musa beribadah sebagai mana yang telah
dilakukan oleh para nabi sebelumnya, sebagai pedoman dan petunjuk bagi kaum bani
isroil, hal ini sesuai dengan firman Allah SWT :Artinya : Dan kami berikan kepada Musa

4
kitab (taurat), dan kami jadikan kitab taurat itu petunjuk bagi bani isroil. (dengan
firmannya) ; “ janganlah kamu mengambil penolong selain aku”. (Al-qur’an, surat Al-Isro
;2)

Isi pokok kitab taurat dikenal dengan sepuluh hukum perintah Tuhan, baik berupa
larangan dan perintah yang sesuai dengan tempat dan kondisi saat itu. Sepuluh hukum
dalam kitab taurat yaitu :
a. Menjelaskan aqidah yang benar yaitu mengesakan Tuhan
b. Larangan menyebut nama Allah dengan main-main
c. Memuliakan hari sabtu
d. Menghormati kedua orang tua
e. Larangan mencuri
f. Larangan membunuh manusia
g. Larangan berbuat syieik
h. Larangan melakukan zinah
i. Larangan menjadi saksi palsu
j. Larangan memiliki keinginan atas hak orang lain

Firman Allah swt:

(44:‫ِإَّنا َأْنَز ْلَنا اَّلتْوَر اَة ِفْيَها ُهًدى َّوُنْوٌر …(المائدة‬

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada )petunjuk
dan cahaya(yang menerangi)”….( Q.S Al-Ma’idah: 44)

Taurat asli yang berisikan akidah dan hukum-hukum syariat sudah tidak ada lagi. Yang
beredar di kalangan orang-orang Yahudi saat ini bukanlah Taurat asli, melainkan palsu.
Sebab, mereka telah melakukan perubahan-perubahan isinya (ajarannya). Para ulama pun
sepakat bahwa taurat yang murni sudah tidak ada lagi. Taurat yang beredar saat sekarang
lebih tepat dikatakan sebagai karangan atau tulisan orang-orang Yahudi pada waktu dan masa
yang berbeda.

Allah berfirman:

( 75 :‫ِمَن اَّلِذْيَن َهاُدْوا ُيَح ِّر ُفْوَن ْالَكِلَم َعْن َمَواِضِعِه…(النساء‬


5
Artinya: “Yaitu orang-orang Yahudi mereka mengubah perkataan dari tempat-
tempatnya.”(Qs. An-Nisa’46).

b. Kitab Injil

Kitab Injil diwahyukan oleh Allah swt. kepada Nabi Isa a.s. Kitab Injil yang asli memuat
keterangan-keterangan yang benar dan nyata yaitu perintah-perintah Allah SWT agar
manusia mengesakannya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, juga
menjelaskan bahwa di akhir zaman akan lahir Nabi yang terakhir.

Kitab Injil yang beredar sekarang hanyalah hasil pikiran manusia bukan wahyu Allah .
Misalnya Kitab Injil matius, Injil lukas dan Injil Johanes. Antar Injil tersebut banyak terdapat
perbedaan dan bahkan bertentangan. Menurut para ahi, isi dari kitab Injil adalah biografi
Nabi isa a.s. dan keyakinan yang ada di dalam ajarannya merupakan pikiran paulus, bukan
pendapat orang-orang harawi (pengikut-pengikut nabi isa a.s.) . Ada juga yang dinamakan
Injil Bernabas, oleh para ulama dianggap sesuai dengan ajaran tauhid. Namun Injil jenis ini
tidak dipakai oleh orang-orang Kristen (Nasrani). Dengan demikian, yang wajib dipercayai
oleh umat islam hanyalah Injil yang diturunkan Allah [Link] nabi isa a.s.

Firman Allah swt.:

( 46 : ‫َوَأَتْيَنُه ْاِإلْنِج ْيَل ِفْيِه ُهَدى َّوُنْوٌر …(المائدة‬

Artinya: “Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) kitab Injil sedang didalamnya (ada)
petunjuk dan cahaya (yang menerangi)” …(al-Maidah 46)

c. Kitab Zabur

Kitab zabur diturunkan Nabi Daud AS. Untuk disampaikan kepada umatnya dan dijadikan
sebagai pedoman hidup bagi umat yahudi. Firman Allah SWT : Artinya : Dan Tuhan-mu
lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. dan Sesungguhnya Telah kami
lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan kami berikan Zabur kepada
Daud (Q.S. Al-isro ; 55 )

Kitab zabur berisi nyanyian, pujian kepada Allah atas segala rahnatnya, juga berisi dzikir,
doa, nasihat dan hikmat-hikmat. Sedangkan syariatnya mengikuti syariat yang ada dalam

6
kitab taurat. Menurut orang yahudi dan nasrani kitab zabur sekarang ada pada kitab perjanjian
lama yang terdiri dari 150 pasal.

Firman Allah swt.:

( 55 : ‫َوَاَتْيَنا َداُوَد َزُبْوًر ا (االءسراء‬

Artinya: “Dan kami berikan Zabur kepada Daud a.s“(al-Isra’ : 55)

d. Kitab al-Quran

Al-qur’an merupakan mujizat terbesar yang dimiliki Nabi Muhammad saw. Yang merupakan
petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh manusia sampai akhir zaman. Al-qur’an memiliki
nama-nama yang lain yang terdapat didalam Al-qur’an diantaranya :

1. Al-qur’an bisa juga disebut Adzikru artinya : Mengingat


2. Al-qur’an bias juga disebut Al furqon artinya : Pembeda
3. Al-qur’an bias juga disebut Al kitab artinya : Tulisan
4. Al-qur’an bias juga disebut Al Huda artinya : Petunjuk

Disebut al-Quran karena ia mencakup inti (buah), kitab-kitab Allah kesemuanya,


sebagaimana firman Allah,

“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an). Untuk menjelaskan segala sesuatu dan
petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An-Nahl:
89).
Sedangkan menurut istilah al-Quran itu adalah Kalam Allah yang mu‘jiz (yang
melemahkan dan menundukkan orang-orang yang menentangnya) yang diturunkan kepada
Rasul-Nya, Muhammad, dalam bentuk wahyu, yang ditulis di dalam mushhaf dan dihafal di
dalam dada, yang dibaca dengan lisan dan didengar oleh telinga, yang dinukil kepada kita
secara mutawatir, tanpa ada keraguan, dan membacanya dinilai ibadah.

Al-Quran diturunkan Allah [Link] Nabi Muhammad saw. Melalui malaikat Jibril
itu tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur, yang waktu turunnya selama 22 tahun

7
2 bulan 22 hari. Terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6666 ayat, 74.437 kalimat, dan 325.345 huruf.
Turunnya al-Quran disebut Nuzulul Quran. Wahyu pertama berupa surat Al-‘Alaq ayat 1-5,
diturunkan pada malam 17 Ramadhan tahun 610 m. Di Gua Hira ketika Nabi Muhammad
sedang berkhalwat. Pada saat itu pula Nabi Muhammad saw. dinobatkan sebagai Rasulullah
atau utusan Allah swt. untuk menyampaikan risalahNya kepada seluruh umat. Sedangkan
ayat yang terakhir turun adalah surat al-Maidah ayat 3, ayat tersebut turun pada tanggal 9
Dzulhijjah tahun 10 hijriyah di padang ‘Arafah ketika beliau sedang menunaikan haji wada’
(haji perpisahan), karena beberapa hari sesudah menerima wahyu tersebut nabi Muhammad
saw wafat. Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Sebahagian isinya
menghapus sebahagian syari’at yang tertera dalam kitab-kitab terdahulu dan melengkapinya
dengan hukum yang sesuai dengan hukum syariat yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Al-Quran merupakan kitab suci terlengkap dan abadi sepanjang masa , berlaku bagi semua
umat manusia sampai akhir zaman, serta pedoman dan petunjuk bagi manusia dalam
menjalankan kehidupan di dunia agar tercapai kebahagiaan di akhirat. Oleh karena
itu,sebagai muslim kita tidak perlu meragukannya sama sekali. Firman Allah:

(48: ‫َوَاْنَز ْلَنا ِاَلْيَك ْالِكَتَب ِباْلَح ِّق ُمَصِّدَقا ِّلَماَبْيَن َيَدْيِه ِمَن اْلِكَتِب َوُمَهْيِمًنا َعَلْيِه…(المائدة‬

Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran,
membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan
batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu…(al-Maidah : 48)

Firman Allah swt.:

(2:‫َذِلَك اْلِكَتُب َالَر ْيَب ِفْيِه ُهًدى ِلْلُمَّتِقْيَن (البقره‬

Artinya: “Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa”.([Link]-Baqarah:2)

Ciri – ciri ayat yang diturunkan di mekah antara lain :


1. Ayatnya pendek-pendek
2. Di mulai dengan lafadh Ya Ayyuan naas
3. Isinya tentang perintah berirman kepada Allah
Ciri-ciri ayat yang diturunkan di madinah antara lain :
1. Ayatnya panjang-panjang

8
2. dimulai ayatnya dengan lafadh Ya Ayyuha Ladzina Aamanu
3. Isinya tentang hukum-hukum
Adapun surat dan ayat yang terakhir turun kepada nabi yaitu surat Al-maidah ayat 3.
firman Allah : Artinya : Pada hari ini telah ku kumpulkan untuk kamu agamamu. Dan telah
ku cukupkan kepadamu nikmatku. Dan kuridhoi islam itu menjadi agama bagimu. (Q.S. Al-
Maidah ; 3 )

Ayat ini turun pada haru jum’at tanggal 9 zulhijah tahun 10 H (16 maret 632 M). ketika itu
nabi berusia ± 63 tahun, dalam menjalankan ibadah haji terakhir yang disebut haji wada.

Isi pokok kandungan al-Quran adalah:

1. aqidah atau keimanan

2. Ibadah baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah

3. Akhlak seorang hamba kepada khaliq, kepada sesama manusia dan alam sekitarnya

4. Mu’amalah yaitu hubungan manusia dengan sesama manusia

5. Wa’ad dan wa’id

6. Kisah kisah nabi dan rasul, orang-orang shaleh dan orang-orang yang inkar

7. Ilmu pengetahuan.

Keistimewaan- keistimewaan Al-qur’an


Alqur’an sebagai kitab suci umat islam, mempunyai kelebihan atau keistimewaan yang
sangat tinggi dibandingkan dengan kitab-kitab lainnya. Diantaranya :

1. membacanya mendapat pahala


2. memegangnya harus suci dar hadas kecil dan hadas besar
3. memberi ketentraman jiwa, kebahagiaan serta pengobat hati bagi sipembacanya.
4. mengangkat drajat bagi orang-orang yang membacanya
5. merupakan mujizat terbesar sepanjang sejarah dunia
6. menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya

9
Keistimewaan kitab suci al-Quran dibanding dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya
adalah sebagai berikut:

a. Al-Quran sebagai kitab suci yang terakhir dan terjamin keasliannya. Al-Quran sebagai
kitab suci yang terakhir selalu dijaga kemurnian dan keasliannya oleh Allah swt. sampai akhir
zaman.

firman Allah swt.:

(9:‫ِإَّنا َنْح ُن َنَّز ْلَنا الِّذْكَر َوِإَّناَلُه َلَحِفُضْوَن (الحجر‬

Artinya: “Sesungguhnya kamilah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami


benar-benar memeliharanya.”(al-hijr:9)

b. Al-Quran memiliki isi kandungan yang paling lengkap dan sempurna. Isi al-Quran
mencakup segala aspek kehidupan manusia.

c. Al-Quran tidak dapat ditiru dan dimasuki oleh ide-ide manusia yang ingin
menyimpangkannya karena Allah swt. yang selalu memeliharanya.

Allah swt. Berfirman:

‫َأ‬ ‫َأ ْأ‬


‫ُقْل َلِئِن اْجَتَمَعِت ْاِإلْنُس َواْلِجُّن َعَلى ْن َّي ُتْوا ِبِمْثِل َهَذا ْالُقْر َن َال َْيأُتْوَن ِبِمْثِلِه َوَلْو َكاَن َبْعُضُهْم‬
88: ‫ِلَبْعٍض َظِهْيًر ا ( اإلسراء‬

Artinya: “Katakanlah, sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang
serupa al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia.
Sekalipun sebahagian mereka menjadi pembantu bagi sebahagian yang lainnya.”( [Link]-
Isra’88)

d. Al-quran isinya sesuai dengan perkembangan zaman, berlaku sepanjang masa dan untuk
seluruh umat manusia.

e. Membaca dan mempelajari isi al-Quran adalah ibadah. Masih banyak keistimewaan al-
Quran dibanding dengan kitab-kitab sebelumnya.

10
Oleh karena itu, sebagai kitab suci umat Islam, kita harus berusaha mempelajari dan
mengkaji al-Quran dengan sungguh-sungguh, insya Allah akan diperoleh berbagai
keuntungan untuk hidup di dunia dan di akhirat. Karena dengan hanya membaca saja sudah
merupakan ibadah kepada Allah apalagi jika kita dapat memahami dan mengamalkannya.

Sabda Rasulullah saw.:

(‫َعَلْيَك ِبِتَالَوِة ْالُقْر َأَن َفِإَّنُه ُنْوٌر َّلَك ِفى ْاَألْر ِض َوُذْخ ُر َلَك ِفى الَّسَماِء (رواه ابن ماجه‬

Artinya: “atas engkau membaca al-Quran adalah cahaya bagimu dibumi dan simpananmu
dilangit.”(HR. Ibn Majah)

5. Menjadikan al-Quran sebagai sumber hukum mutlak

Dalam kehidupan sehari-hari banyak problem kehidupan yang tidak dapat diatasi oleh
[Link]:

- Berbagai macam jenis penyakit timbul tanpa diketahui cara pengobatannya,

- terjadinya bencana yang tidak disangka-sangka,

- terjadinya gejolak sosial,dsb.

Semuanya itu merupakan dampak sikap sikap manusia yang meninggalkan al-Quran. Padahal
Rasulullah saw. Telah berpesan dalam sabdanya yang berbunyi:

‫ (رواه حكيم‬.‫َتَر ْكُت ِفْيُكْم َأْمَر ْيِن َما ِإْن َتَمَس ْكُتْم ِبِهَما َلْن َتِضُّلْوا َأَبًدا ِكَتااللِه َوُس َنَة َر ُس ْوَلُه‬

Artinya: “kutinggalkan untukmu dua perkara (pusaka), kalian tidak akan tersesat selama
berpegang kepada keduanya, yaitu (al-Quran) dan sunnnah rasulNya.”(al-Hakim) Dengan
membaca dan mempelajari dan menggali isi kandungan ilmu pengetahuan yang ada dalam al-
Quran,akan:

- Menghilangkan kegelisahan bathin, bahkan penyakit jiwa yang erat kaitannya dengan
penyakit jasmani.

- Meningkatkan kewaspadaan diri untuk selalu menjalankan segala perintah-Nya dan


meninggalkan segala larang-Nya.

11
- Meningkatkan kesadaran bahwa apa yang diperbuat di atas dunia ini akan dipertanggung
jawabkan di akhirat kelak.

Dengan demikian, selaku seorang muslim haruslah kita:

- Menjadikan al-Quran sebagai petunjuk dan pedoman hidup ini, dan jangan berpedoman
dengan yang lainnya,

- Berusaha untuk selalu menghormati, memuliakan dan menjunjung tinggi kitab suci al-
Quran.

- Senantiasa membaca al-Quran dalam segala kesempatan di kala suka maupun duka.

- berusaha untuk memahami arti dan isi kandungannya

- berusaha untuk mengamalkan isi kandungannya di dalam kehidupan sehari-hari.

6. Fungsi beriman kepada kitab-kitab Allah swt.

a. Mempertebal keimanan kepada Allah swt. Karena banyak hal-hal kehidupan manusia yang
tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan akal manusia, maka kitab-kitab Allah mampu
menjawab permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan manusia, baik yang
nampak maupun yang gaib.

b. Memperkuat keyakinan seseorang kepada tugas Nabi Muhammad saw. Karena dengan
meyakini kitab-kitab Allah swt. Maka akan percaya terhadap kebenaran al-Quran dan ajaran
yang dibawa oleh nabi Muhammad saw.

c. Menambah ilmu pengetahuan. Karena di dalam kitab-kitab Allah, di samping berisi tentang
perintah dan larangan Allah, juga menjelaskan tentang pokok-pokok ilmu pengetahuan untuk
mendorong manusia mengembangkan dan memperluas wawasan sesuai dengan
perkembangan zaman.

d. Menanamkan sikap toleransi terhadap agama lain. Karena dengan beriman kepada kitab-
kitab Allah maka umat Islam akan selalu menghormati dan menghargai orang lain. Hal ini
sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam al-Quran dan hadits.

12
BAB III

Kesimpulan

13
1. Iman kepada kitab Allah swt. adalah rukun iman yang ketiga.

2. Pengertian Iman kepada kitab Allah swt adalah meyakini dan membenarkan bahwa Allah
swt telah menurunkan Wahyu-Nya kepada para Rasul, yang termuat di dalam Kitab-
kitabNya.(Taurat, Zabur, Injil dan al-Quran).

3. Isi pokok dari semua kitab Allah swt ini sama yaitu bertauhid dan mengesakan Allah swt.

4. Kitab al-Quran memiliki keistimewaan dibanding kitab yang lainnya, di antara


keistimewaan itu adalah, bahwa: – Al-Quran berlaku untuk seluruh umat manusia – Al-Quran
terjamin pemeliharaannya sampai akhir zaman.

5. Fungsi utama beriman kepada kitab Allah swt adalah sebagai pedoman bagi umat manusia
untuk memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat

DAFTAR PUSTAKA

[Link] agama islam 28% beriman kepada kitab allah 29%

[Link] kepada kitab allah

14
LKS Pendidikan Agama Islam untuk SMA, penerbit : Kharisma

. Jakarta Departemen Agama RI. 2000. Fiqih

15

Anda mungkin juga menyukai