0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan4 halaman

Proses Keperawatan untuk Herniasi Tulang Belakang

Dokumen ini membahas aplikasi proses keperawatan yang mencakup pengkajian data pasien terkait aktivitas, eliminasi, integritas ego, neurosensori, rasa nyaman, dan rasa aman. Prioritas keperawatan meliputi pengurangan nyeri, pemulihan fungsi, serta dukungan rehabilitasi. Intervensi yang diusulkan termasuk teknik relaksasi, pembatasan pergerakan, dan kolaborasi dengan ahli gizi untuk mengatasi masalah kesehatan terkait herniasi tulang belakang.

Diunggah oleh

maffenalmafudz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan4 halaman

Proses Keperawatan untuk Herniasi Tulang Belakang

Dokumen ini membahas aplikasi proses keperawatan yang mencakup pengkajian data pasien terkait aktivitas, eliminasi, integritas ego, neurosensori, rasa nyaman, dan rasa aman. Prioritas keperawatan meliputi pengurangan nyeri, pemulihan fungsi, serta dukungan rehabilitasi. Intervensi yang diusulkan termasuk teknik relaksasi, pembatasan pergerakan, dan kolaborasi dengan ahli gizi untuk mengatasi masalah kesehatan terkait herniasi tulang belakang.

Diunggah oleh

maffenalmafudz
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Aplikasi proses keperawatan

Pengkajian
Data yang didapatkan tergantung pada tempat, severity, keadaan akut atau kronis, efek
dari kerusakan struktur, dan jumlah akar syaraf yang mengalami kompresi.

Aktivitas & Istirahat


Subyektif : Riwayat okupasi saat mengangkat benda berat, duduk, mengendarai mobil
dalam jangka waktu lama.
Keinginan untuk tidur pada bed board/papan matras yang keras
Penurunan ROM dari ekstremitas pada satu sisi
Ketidakmampuan beraktivitas
Obyektif : Atropi otot pada sisi yang terkena
Kesulitan berjalan

Eliminasi
Subyektif : Konstipasi, kesulitan defekasi
Inkontinensia urine/retensi

Integritas Ego
Subyektif : Kecemasan terhadap paralisis
Ketakutan terhadap beban finansial
Obyektif : Ansietas, depresi, penolakan terhadap keluarga

Neorosensory
Subyektif : Tingling, numbness, kelemahan lengan dan kaki
Obyektif : Penurunan refleks tendon ; kelemahan otot, hipotoni
Spasme dari otot paravertebral
Penurunan persepsi nyeri (sensori)

Rasa Nyaman/Nyeri
Subyektif : Nyeri seperti nyeri tersayat, yang dicetuskan karena batuk, bersin, mengangkat,
defekasi, fleksi bahu.
Keterbatasan aktivitas
Obyektif : Kesukaran berdiri, berjalan, elevasi hip pada area afected
Nyeri tekan

Rasa Aman
Subyektif : Riwayat masalah pada punggung

Kebutuhan Belajar
Subyektif : Gaya hidup yang overaktif

PRIORITAS KEPERAWATAN
1. Menurunkan stress spinal, spasme otot dan nyeri
2. Mengembalikan fungsi secara optimal
3. Mendukung pasien/keluarga dalam menjalani proses rehabilitasi
4. Memberi informasi tentang kondisi/prognosis dan kebutuhan pengobatan

Gangguan pergerakan fisik se-hubungan nyeri akibat terjadi herniasi pada tulang belakang.

INTERVENSI RASIONAL
 Membantu klien untuk menentukan batas Pengetahuan terhadap skala nyeri untuk
nyeri dengan skala 1 - 10. dapat melakukan tindakan sesuai dengan
intensitas nyeri.
 Mengajarkan tehnik untuk menu-runkan
ambang nyeri. Tehnik relaksasi, mengatur pernapasan
 Mengajarkan metode relaksasi. dapat menurunkan ambang rasa nyeri.
 Mengatur pernapasan. Obat dapat menghambat reseptor nyeri yang
 Menggunakan obat analgetika sejarang ada di otak.
mungkin.
 Mengkaji respon klien terhadap gambaran Respon nyeri klien dapat diperlihatkan
nyeri-nya. melalui respon verbal dan non verbal.
 Mengkaji tanda vital. Perubahan tanda vital dapat digunakan
sebagai indikator adanya perubahan
intensitas nyeri.
 Membatasi pergerakan klien.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut
pada syaraf tulang belakang dan
 Mengalasi tempat tidur klien dengan alas mengurangi nyeri
yang keras (tripleks) Untuk menjaga posisi tulang punggung
tidak berubah.

Potensial cedera berulang sehubungan dengan kurangnya pengetahuan terhadap kondisi,


prognosis dan pengobatan.

Berikan penjelasan tentang proses dan prognosis, Menjelaskan dan memberikan pengertian
pembatasan aktivitas ; contoh tidak melakukan tentang perubahan gaya hidup, hal tersebut
olah raga berat. dapat meningkatkan pengetahuan klien se-
hingga klien dapat memilih sesuai dengan
gaya hidupnya.
Berikan informasi tentang latihan tubuh yang Mengurangi resiko kambuh kembali.
harus dilakukan, berdiri, duduk dan menggunakan
sepatu tinggi.

Diskusi pengobatan dan efek samping, contoh Mengurangi resiko kompilikasi atau injuri .
obat yang dapat menurunkan rasa nyeri.
(analgetika, relaksan otot).

Anjurkan klien untuk menggunakan alas yang Hal ini dapat mengurangi ketegangan otot,
keras, bantal kecil di bawah leher, tidur dengan sehingga membentuk posisi tulang
lutut fleksi dengan posisi terlentang. punggung normal dan mencegah hiper
extensi punggung.

Kolaborasi dengan petugas kesehatan (ahli gizi) Diet tinggi serat dapat mengurangi
Diskusi dengan klien tentang diet. konstipasi, kalori rendah mengurangi BB
sehingga dapat menuruknan tekanan tulang
belakang.

Anda mungkin juga menyukai