Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
http:/[Link]/[Link]/ijpnp
Volume 5, Nomor 2 , September, 2022
p-ISSN : 2656-3215
e-ISSN : 2615-6903
Formulasi Sediaan Lip Balm Minyak Zaitun Halal dan Uji Kestabilan Fisik
Halal Olive Oil Lip Balm Preparation Formulation and Physical Stability Test
Yuyun Darma Ayu Ningrum(1), Nurul Hidayah Azzahra (2)
(1) (2)
Program Studi Profesi Apoteker, Universitas Sultan Agung Semarang
Email Korespondensi: Yuyundarma@[Link]
ABSTRAK
Lip Balm merupakan sediaan kosmetik dengan komponen utama seperti lilin, lemak dan minyak
dari ekstrak alami atau yang disintesis dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kekeringan pada
bibir dengan meningkatkan kelembaban bibir dan melindungi pengaruh buruk lingkungan pada
bibir. Berdasarkan pemaparan diatas tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan
sediaan lip balm dengan menggunakan minyak zaitun dan ditinjau hasil uji stabilitas fisiknya.
Peneliti melakukan formulasi dengan modifikasi berdasarkan Simplex Lactis Design dengan
menggunakan kombinasi cera alba dan cera flava sebagai basis formulasi dengan konsentrasi cera
alba 16,25% dan cera flava 8,75% . Pengamatan yang dilakukan pada lip balm minyak zaitun
meliputi uji pH, uji homogenitas, uji lebur sediaan, uji daya lekat dan uji stabilitas sediaan. Hasil
analisis yang didapatkan menunjukan lip balm minyak zaitun memiliki nilai pH, Homogenitas,
lebur sediaan dan daya lekat yang baik, serta stabil dalam uji stabilitas.
Kata kunci : Lip Balm, Minyak Zaitun, Cera Alba, Cera Flava
ABSTRACT
Lip Balm is a cosmetic preparation with the main components such as wax, fat and oil from natural
or synthesized extracts with the aim of preventing dryness of the lips by increasing lip moisture
and protecting the adverse effects of the environment on the lips. Based on the explanation above,
the purpose of this study was to formulate lip balm preparations using olive oil and review the
results of physical stability tests. Researchers made a modified formulation based on Simplex
Lactis Design by using a combination of cera alba and cera flava as the basis of the formulation
with a concentration of 16.25% cera alba and 8.75% cera flava. Observations were made on olive
oil lip balm including pH test, homogeneity test, melting test of the preparation, adhesion test and
stability test of the preparation. The results of the analysis showed that olive oil lip balm had a
good pH value, homogeneity, melting preparation and adhesion, and was stable in the stability
test.
Keywords: Lip Balm, Olive Oil, Cera Alba, Cera Flava
PENDAHULUAN mengandung antioksidan berupa asam lemak
Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan esensial polifenol yang baik bagi tubuh dari
dilakukan selain dengan cara dikonsumsi ujung rambut hingga ujung kaki. (Iswardi,
secara langsung dapat juga dijadikan obat 2020). Keistimewaan minyak zaitun
maupun sebagai sarana perawatan diri. Salah diriwayatkan oleh HR Ahmad dan Tarmizi
satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan "Makanlah buah zaitun dan gunakanlah ia
yakni minyak zaitun, yang berasal dari buah sebagai minyak, karena ia tumbuh dari pohon
[Link] zaitun mengandung yang diberkahi.".
Submitted: 10 Agustus 2022 Revised : 30 Agustus 2022 Accepted : 31 Agustus 2022 137
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
http:/[Link]/[Link]/ijpnp
Volume 5, Nomor 2 , September, 2022
p-ISSN : 2656-3215
e-ISSN : 2615-6903
Salah satu manfaat yang digunakan Rancangan formula berdasarkan
dari Minyak zaitun yaitu dijadikan sebagai Modifikasi Simplex Lattice Design setelah
kosmetik. Kosmetik merupakan sediaan atau dilakukan uji optimasi dengan
paduan bahan yang berfungsi untuk mengkombinasikan basis yakni cera alba dan
membersihkan, menambah daya tarik, cera flava yang dibuat menjadi 3 replikasi.
mengubah penampilan, melindungi supaya Tabel 1. Formulasi Sediaan Lip Balm
tetap dalam keadaan baik, memperbaiki (Handayani et al., 2021)
tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati Bahan Fungsi F
ataupun menyembuhkan suatu penyakit.
(Pangaribuan, 2017). Minyak Zaitun Zat Aktif 9%
Salah satu jenis kosmetik yakni Lip Gliserin Humektan 8%
Balm, Lip Balm sendiri merupakan sediaan Cera Alba Pengisi 16,25%
kosmetik dengan komponen utama seperti Cera Flava Pengisi 8,75%
lilin, lemak dan minyak dari ekstrak alami Propil Paraben Pengawet 0,2%
atau yang disintesis dengan tujuan untuk BHT Antioksidan 0,02%
mencegah terjadinya kekeringan pada bibir Vaselin Albun Emolien Ad 5gr
(Handayani et al., 2021). Berdasarkan
pemaparan diatas tujuan dari penelitian ini Pembuatan Lip Balm
untuk memformulasikan minyak zaitun Menimbang bahan sesuai dengan
sebagai bahan dasar pelembab alami dengan rancangan formula. yaitu minyak zaitun,
modifikasi berdasarkan Simplex Lactis gliserin, cera alba,cera flava, propil paraben,
Design menggunakan kombinasi antara cera BHT, dan vaselin album. Cera alba dan cera
alba dan cera flava sebagai basis dalam flava dilebur diatas penanggas air pada suhu
formulasi sediaan lip balm. 62𝑜C hingga melebur sempurna,. Dilebur
vaselin album ke dalam cawan di atas
METODE PENELITIAN penangas air pada suhu 33𝑜C hingga melebur
Alat dan Bahan sempurna kemudiaan dimasukkan ke dalam
Alat yang digunakan adalah Batang Massa I pada suhu leburnya. Masukkan
pengaduk, cawan penguap, sendok tanduk, gliserin, propil paraben, dan BHT kemudian
anak timbangan, penggaris, oven, gelas ukur aduk homogen lalu diamkan sediaan hingga
(Iwaki), kaca objek, neraca analitik (Excelent tidak terlalu panas kemudian dimasukkan ke
DJ- Series), penangas air (Memmert), Alat dalam wadah dan dibiarkan sampai mengeras
pH meter (Mettler Toledo), pipet tetes, (Laila, 2020).
spatula, dan wadah lip balm.
Bahan yang digunakan yakni minyak Uji Evaluasi sediaan Lip Balm
zaitun, gliserin, cera alba, cera flava, butil Uji pH
hidroksitoluen (BHT) , propil paraben, Menimbang 1 g sediaan dan larutkan
vaselin album. dalam 100 ml akuades, lalu dipanaskan.
Metode Penelitian Setelah suhu larutan normal, elektroda
Penelitian ini menggunakan metode dicelupkan dalam larutan tersebut. Dibiarkan
penelitian eksperimental. Lokasi penelitian alat menunjukkan harga pH sampai konstan.
dilakukan di Laboratorium Teknologi Penentuan pH sediaan dilakukan dengan
Farmasi Universitas Islam Sultan Agung menggunakan alat pH meter, Sampel dibuat
Semarang pada bulan Januari 2022 dalam konsentrasi 1% (Hanum et al., 2021).
Rancangan Formula
Submitted: 10 Agustus 2022 Revised : 30 Agustus 2022 Accepted : 31 Agustus 2022 138
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
http:/[Link]/[Link]/ijpnp
Volume 5, Nomor 2 , September, 2022
p-ISSN : 2656-3215
e-ISSN : 2615-6903
Uji Homogenitas Tabel 3. Hasil Uji Lebur Sediaan
Mengoleskan lip balm pada sekeping Replikasi 0C
kaca atau bahan transparan lain yang cocok, R1 58
sediaan harus menunjukkan susunan yang R2 62
homogen dan tidak terlihat adanya butiran R3 65
kasar. (Rasyadi et al., 2021).
Tabel 4. Hasil Uji Daya Lekat
Uji Lebur Sediaan Replikasi Waktu
Menimbang Lip Balm sebanyak 1 R1 2 menit 6 detik
gram, letakkan pada cawan, kemudian R2 2 menit 2 detik
dimasukan kedalam oven dengan suhu awal R3 2 menit 13 detik
500C selama 15 menit, diamati apakah
melebur atau tidak, setelah itu suhu dinaikkan Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas
10C setiap 15 menit dan diamati pada suhu Replikasi Hasil
berapa lip balm mulai melebur (Ambari et al., R1 Homogen
2020). R2 Homogen
R3 Homogen
Uji Daya Lekat
Menimbang sediaan lip balm Pembahasan
sebanyak 0,5 gram, kemudian diletakan pada Hasil Uji Sifat Fisik Sediaan Lip Balm
plat kaca dan diberi beban seberat 250 gram Uji pH
selama 5 menit. Beban diangkat dan dua plat pH sediaan Lip Balm yang didapatkan
kaca berlekatan dilepaskan sambal dicatat yakni pada replika 1 5,49, replika 2 5,30 dan
waktu sampai kedua plat saling lepas replika 3 5,38, hal ini berada di rentang pH
(Supartiningsih et al, 2017). fisiologis kulit yaitu 4,5-6,5. Sediaan Lip
Balm yang dibuat aman dan tidak
Uji Stabilitas Sediaan menyebabkan iritasi pada bibir. Semakin
Dilakukan pengamatan sediaan yang alkalis atau semakin asam bahan yang
dievaluasi selama 28 hari di suhu ruang mengenai kulit, semakin sulit kulit untuk
meliputi pengamatan organoleptis (warna, menetralisirnya dan kulit dapat menjadi
bau, bentuk) apakah terjadi perubahan kering, pecah-pecah, sensitif dan mudah
selama penyimpanan (Nazliniwaty et al., terkena infeksi. Oleh karena itu pH
2019). kosmetika diusahakan sama atau sedekat
mungkin dengan pH fisiologis kulit yaitu
HASIL DAN PEMBAHASAN antara 4,5-6,5 (Tranggono dan Latifah,
Hasil 2007).
Pada penelitian Formulasi LipBalm
minyak zaitun didapatkan hasil evaluasi yaitu
Tabel 2. Hasil Uji pH sediaan Lip Balm
Replikasi pH
R1 5.49
R2 5.30
R3 5.38
Submitted: 10 Agustus 2022 Revised : 30 Agustus 2022 Accepted : 31 Agustus 2022 139
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
http:/[Link]/[Link]/ijpnp
Volume 5, Nomor 2 , September, 2022
p-ISSN : 2656-3215
e-ISSN : 2615-6903
Uji Homogenitas sampai kedua plat saling lepas. Sediaan Lip
Balm dikatakan memenuhi persyaratan uji
daya lekat apabila kaca objek melekat tidak
kurang dari 60 detik (Supartiningsih et al,
2017).
Uji Stabilitas Sediaan
Berdasarkan hasil pengamatan
bentuk, diketahui bahwa sediaan lip balm
yang dibuat memiliki bentuk yang baik yaitu
Gambar 1. Hasil Uji Homogenitas tidak meleleh pada penyimpanan suhu
Hasil uji homogenitas menunjukkan kamar. Warna dan bau lip balm juga stabil
bahwa sediaan yang dibuat memiliki susunan dalam penyimpanan selama 28 hari
yang homogen yang ditandai dengan tidak pengamatan pada suhu kamar yaitu warna
adanya butir- butiran kasar dan gumpalan putih kekuningan dan aroma khas minyak
pada saat sediaan dioleskan pada kaca zaitun
transparan. Hal ini menandakan bahwa
semua bahan yang digunakan tercampur SIMPULAN
dengan sempurna. Homogenitas sendiri Berdasarkan hasil penelitian yang
merupakan salah satu faktor yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa,
mempengaruhi kualitas sediaan Lip Balm. minyak zaitun dengan menggunakan
(Hanum et al., 2021). kombinasi cera alba dan cera flava dapat
Uji Lebur Sediaan diformulasikan dalam sediaan lip balm.
Hasil evaluasi suhu lebur lip balm Minyak zaitun dapat diformulasikan dalam
menunjukkan bahwa sediaan lip balm sediaan lip balm dan mempunyai susunan
minyak zaitun berkisar antara 58-65 [Link] yang homogen, pH yang sesuai (5,30-5,49),
lebur lip balm berdasarkan SNI 16-5769- suhu lebur yang baik (58-65°C), memiliki
1998 yaitu 50-700C (Limanda et al., 2018). daya lekat yang baik dan stabil dalam
Suhu lebur lip balm yang ideal sesungguhnya penyimpanan.
diatur hingga suhu yang mendekati suhu
bibir, bervariasi antara 36-38°C, akan tetapi UCAPAN TERIMA KASIH
dikarenakan harus memperhatikan faktor Terimakasih kepada Universitas
ketahanan terhadap suhu cuaca sekelilingnya, Islam Sultan Agung Semarang yang telah
terutama suhu daerah tropis, suhu lebur lip memfasilitasi penelitian ini.
balm dibuat lebih tinggi, yaitu berkisar 55-
75°C agar tidak meleleh apabila disimpan DAFTAR PUSTAKA
pada suhu ruang dan mempertahankan Ambari, Y., Nanda, F., Hapsari, D., Ningsih,
bentuknya selama proses distribusi, A. W., Nurrosyidah, I. H., & Sinaga, B.
penyimpanan dan pemakaian (Supartiningsih (2020). Studi Formulasi Sediaan Lip
et al, 2017). Balm Ekstrak Kayu Secang (
Uji Daya Lekat Caesalpinia sappan L .) dengan Variasi
Hasil uji daya lekat didapatkan Beeswax. 5(2), 36–45.
sediaan dapat melekat dengan baik yang Ditjen POM RI. 1979. Farmakope Indonesia.
memiliki nilai >60 detik setelah sediaan Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan
ditempelkan diantara 2 plat kaca yang di Republik Indonesia. Halaman 33.
berikan beban kemudian dicatat waktunya
Submitted: 10 Agustus 2022 Revised : 30 Agustus 2022 Accepted : 31 Agustus 2022 140
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
http:/[Link]/[Link]/ijpnp
Volume 5, Nomor 2 , September, 2022
p-ISSN : 2656-3215
e-ISSN : 2615-6903
Ditjen POM. 1985. Formularium Kosmetik Emolien. Prosiding Simposium
Indonesia. Jakarta: Departemen Penelitian Bahan Obat Alami (SPBOA)
Kesehatan RI. Halaman 195-197 XIV dan Muktamar XII PERHIPBA
Handayani, R., Sriarumtias, F. F., Sofwan, S. 2014. Yogyakarta: Leutikaprio.
S., Article, I., & Handayani, R. (2021). Halaman 2.
Formulasi Sediaan Lipbalm dari Rowe, R.C., Sheskey, P.J., Quin. 2009.
Ekstrak Biji Kopi Arabika ( coffea Handbook of Pharmaceutical Excipient.
arabica l .) Java preanger (1), 105–111. 6th Edition. London: Pharmaceutical
Hanum, C. F., Anastasia, D. S., & Desnita, R. Press and American Pharmacist
(2021). Formulasi dan Evaluasi Association. Halaman 20, 81, 301, 466.
Sediaan Lip Balm Avocado Sebagai Supartiningsih, & Nurita. (2017). Formulasi
Pelembab Bibir. Jurnal Mahasiswa dan Evaluasi Sediaan Lip Balm dengan
Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN, Pewarna Ekstrak Ubi Jalar Ungu (
5(1), 4–16. Ipomoea batatas ( L .) Lamk .). 4(2), 11–
Laila, L. (2020). Pemanfaatan Ekstrak Kulit 16.
Buah Delima ( Punica granatum L .) Tranggono, R.I., Latifah, F. 2007. Buku
dalam Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Pegangan Ilmu Pengetahuan
Delima ( Punica granatum L .) dalam Kosmetik. Jakarta: [Link]
Formulasi Sediaan Lip Balm The Pusaka Utama. Halaman 11-30.
Utilization of Pomegranate ( Punica
granatum L .) Rind Extract in Lip Balm
Dosage Form For. November 2019.
[Link]
Limanda, D., Anastasia, D. S., Desnita, R.,
Farmasi, P. S., Kedokteran, F.,
Tanjungpura, U., & Barat, K. (2018).
Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Fisik
Sediaan Lip Balm Minyak Almond (
Prunus amygdalus dulcis ).
Nazliniwaty, Laila, L., & Wahyuni, M.
(2019). Pemanfaatan Ekstrak Kulit
Buah Delima (Punica granatum L.)
dalam Formulasi Sediaan Lip Balm.
Jurnal Jamu Indonesia, 4(3),87–92.
[Link]
Rasyadi, Y., Agustin, D., Aulia, G.,
Merwanta2, S., & Hanifa, D. (2021).
Formulasi Lip Balm Ekstrak Etanol
Bunga Kecombrang (Etlingera elatior
(Jack)) dan Uji Stabilitas Menggunakan
Metode Freeze and Thaw. Parapemikir:
Jurnal Ilmiah Farmasi, 10(2), 54–61.
Ratih, H., Titta, H., Ratna, C.P. 2014.
Formulasi Sediaan Lip Balm Minyak
Bunga Kenanga (Cananga Oil ) Sebagai
Submitted: 10 Agustus 2022 Revised : 30 Agustus 2022 Accepted : 31 Agustus 2022 141