0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Panduan Rumusan Masalah Penelitian

Dokumen ini adalah modul pengantar penelitian yang membahas langkah-langkah dalam penelusuran ide dan rumusan masalah penelitian. Terdapat penjelasan mengenai jenis-jenis rumusan masalah, cara memilih topik tesis, dan pentingnya pertanyaan penelitian yang kuat. Selain itu, modul ini juga menjelaskan desain penelitian dan variabel penelitian yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian.

Diunggah oleh

alisyarafiani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

Panduan Rumusan Masalah Penelitian

Dokumen ini adalah modul pengantar penelitian yang membahas langkah-langkah dalam penelusuran ide dan rumusan masalah penelitian. Terdapat penjelasan mengenai jenis-jenis rumusan masalah, cara memilih topik tesis, dan pentingnya pertanyaan penelitian yang kuat. Selain itu, modul ini juga menjelaskan desain penelitian dan variabel penelitian yang diperlukan untuk mencapai tujuan penelitian.

Diunggah oleh

alisyarafiani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KIM.23.

219
Pengantar Penelitian

Modul 3
Penelusuran Ide dan Hipotesa
Dosen Pengampu:
Alissya Rafiani, [Link]., M.T.

Program Studi Teknik Kimia


Universitas Setia Budhi Rangkasbitung
Email: alisyarafiani@[Link]
1
Rumusan Masalah Penelitian
1. Deskriptif 🡪 pertanyaan tentang gambaran suatu variabel tanpa menghubungkan variabel
tersebut dengan variabel lain (independen)
2. Komparatif 🡪 pertanyaan membandingkan variabel satu atau lebih dengan sampel yang
berbeda
3. Asosiatif 🡪 pertanyaan yang besifat hubungan antara dua atau lebih variabel secara simetris
atau kausal

2
Langkah Menentukan Rumusan
Masalah
Langkah 1: Identifikasi area masalah yang luas
Saat Anda membahas dan membaca tentang topik Anda, carilah aspek-aspek yang belum
dieksplorasi dan area yang menjadi perhatian, konflik, atau kontroversi. Tujuan Anda adalah
untuk menemukan celah yang dapat diisi oleh proyek penelitian Anda 🡪 research gap
- Masalah penelitian praktis
- Masalah penelitian teoritis

3
Langkah 2: Pelajari lebih lanjut tentang masalah tersebut
Cari tahu apa yang sudah diketahui tentang masalah tersebut, dan tentukan aspek pasti yang akan dibahas dalam
penelitian Anda.
• Konteks dan latar belakang
• Siapa yang terpengaruh oleh masalah tersebut?
• Apakah masalah tersebut sudah lama ada, atau baru ditemukan?
• Penelitian apa yang sudah dilakukan?
• Apakah ada solusi yang diusulkan?
• Apa saja perdebatan terkini tentang masalah tersebut, dan menurut Anda apa yang kurang dari perdebatan
tersebut?
Kekhususan dan relevansi
• Tempat, waktu, dan/atau orang tertentu mana yang akan menjadi fokus Anda?
• Aspek apa yang tidak dapat Anda tangani?
• Apa saja konsekuensinya jika masalah tersebut tidak diselesaikan?
• Siapa yang akan diuntungkan dengan penyelesaian masalah tersebut (misalnya manajemen organisasi atau
peneliti masa depan)?
4
Memilih topik tesis
Mulailah dengan bidang minat yang luas, lalu persempit ide-ide Anda. Pastikan untuk
mempertimbangkan relevansi dan kewajaran topik Anda.

Cara menulis pernyataan masalah


Pernyataan masalah adalah penjelasan singkat dan jelas tentang masalah yang akan diteliti.
Pernyataan ini menetapkan konteks, relevansi, dan tujuan.

Mengembangkan pertanyaan penelitian yang kuat


Pertanyaan penelitian memberikan fokus yang jelas pada proyek Anda. Pertanyaan tersebut
harus spesifik dan layak, tetapi cukup rumit untuk mendapatkan jawaban yang terperinci.

5
Mengembangkan pertanyaan
penelitian yang kuat
Pertanyaan penelitian yang baik sangat penting untuk memandu karya ilmiah Anda. Pertanyaan
tersebut menunjukkan dengan tepat apa yang ingin Anda temukan dan memberikan fokus dan
tujuan yang jelas pada pekerjaan Anda. Semua pertanyaan penelitian harus:
• Berfokus pada satu masalah atau isu
• Dapat diteliti menggunakan sumber primer dan/atau sekunder
• Layak dijawab dalam jangka waktu dan batasan praktis
• Cukup spesifik untuk dijawab secara menyeluruh
• Cukup kompleks untuk mengembangkan jawaban dalam ruang makalah atau tesis
• Relevan dengan bidang studi Anda dan/atau masyarakat secara lebih luas
• Dalam makalah atau esai penelitian, Anda biasanya akan menulis satu pertanyaan penelitian
untuk memandu bacaan dan pemikiran Anda.

6
Apa yang membuat pertanyaan
penelitian menjadi kuat?
• Menulis pertanyaan bukanlah tugas yang sulit, tetapi bisa jadi sulit untuk dikerjakan jika Anda memiliki
pertanyaan penelitian yang bagus. Pertanyaan penelitian menjadi landasan bagi seluruh proyek Anda, jadi
penting untuk meluangkan waktu untuk menyempurnakannya. Kriteria di bawah ini dapat membantu Anda
mengevaluasi kekuatan pertanyaan penelitian Anda.

Terfokus dan dapat diteliti


Dapat dilakukan dan spesifik
Kompleks dan dapat diperdebatkan
Relevan dan orisinal

7
Desain Penelitian
Desain penelitian adalah kerangka kerja untuk merencanakan penelitian dan menjawab pertanyaan
penelitian Anda. Membuat desain penelitian berarti membuat keputusan tentang:
• Jenis data yang Anda butuhkan
• Lokasi dan skala waktu penelitian
• Partisipan dan sumber
• Variabel dan hipotesis (jika relevan)
• Metode untuk mengumpulkan dan menganalisis data

Desain penelitian menetapkan parameter proyek Anda: menentukan dengan tepat apa yang akan dan
tidak akan disertakan. Desain juga menentukan kriteria yang akan Anda gunakan untuk mengevaluasi
hasil dan menarik kesimpulan. Keandalan dan validitas studi Anda bergantung pada cara Anda
mengumpulkan, mengukur, menganalisis, dan menginterpretasikan data Anda. Desain penelitian yang
kuat sangat penting untuk proposal penelitian, makalah ilmiah, atau disertasi yang berhasil.

8
Cara membuat desain penelitian
Langkah 1: Pertimbangkan prioritas dan kepraktisan Anda
Untuk sebagian besar masalah penelitian, tidak hanya ada satu kemungkinan desain penelitian,
tetapi berbagai kemungkinan untuk dipilih. Pilihan yang Anda buat bergantung pada prioritas
Anda dalam penelitian, dan sering kali melibatkan beberapa trade off – desain penelitian yang
kuat di satu area mungkin lebih lemah di area lain.
Eksperimen laboratorium memungkinkan Anda untuk menyelidiki sebab dan akibat dengan
validitas internal yang tinggi, tetapi mungkin tidak secara akurat menggambarkan cara kerja
berbagai hal di dunia nyata (validitas eksternal).

9
Selain pertimbangan ilmiah, Anda juga perlu berpikir praktis saat merancang penelitian
Anda.

• Berapa banyak waktu yang Anda miliki untuk mengumpulkan data dan menulis
penelitian?
• Apakah Anda akan dapat memperoleh akses ke data yang Anda butuhkan (misalnya
dengan bepergian ke lokasi tertentu atau menghubungi orang tertentu)?
• Apakah Anda memiliki keterampilan penelitian yang diperlukan (misalnya analisis
statistik atau teknik wawancara)?
• Jika Anda menyadari bahwa secara praktis tidak memungkinkan untuk melakukan
jenis penelitian yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda, Anda
harus menyempurnakan pertanyaan Anda lebih lanjut.

10
Langkah 2: Tentukan jenis data yang Anda butuhkan

Anda mungkin sudah memiliki gambaran tentang jenis penelitian yang perlu Anda lakukan
berdasarkan pernyataan masalah dan pertanyaan penelitian Anda. Ada dua pilihan utama yang
perlu Anda mulai: kualitatif atau kuantitatif

Langkah 3: Putuskan bagaimana Anda akan mengumpulkan data

Setelah Anda mengetahui jenis data yang Anda butuhkan, Anda perlu memutuskan bagaimana, di
mana, dan kapan Anda akan mengumpulkannya. Ini berarti Anda perlu menentukan metode
penelitian Anda – alat, prosedur, bahan, dan teknik spesifik yang akan Anda gunakan

11
Langkah 4: Tentukan bagaimana Anda akan menganalisis data
Untuk menjawab pertanyaan penelitian Anda, Anda harus menganalisis data yang Anda kumpulkan.
Langkah terakhir dalam merancang penelitian adalah mempertimbangkan metode analisis data Anda.

Analisis data kuantitatif


Untuk menganalisis data numerik, Anda mungkin akan menggunakan metode statistik. Metode ini
umumnya memerlukan aplikasi seperti Excel, SPSS atau SAS.
Metode statistik dapat digunakan untuk menganalisis rata-rata, frekuensi, pola, dan korelasi antar
variabel. Saat membuat desain penelitian Anda, Anda harus mendefinisikan variabel Anda dengan jelas
dan merumuskan hipotesis tentang hubungan di antara variabel tersebut. Kemudian, Anda dapat memilih
metode statistik yang tepat untuk menguji hipotesis ini.

Analisis data kualitatif


Menganalisis kata atau gambar sering kali merupakan proses yang lebih fleksibel yang melibatkan
penilaian subjektif peneliti. Anda dapat berfokus pada mengidentifikasi dan mengkategorikan tema-tema
utama, menafsirkan pola dan narasi, atau memahami konteks dan makna sosial.

Saat membuat desain penelitian Anda, Anda harus mempertimbangkan pendekatan apa yang akan Anda
ambil untuk menganalisis data. Tema dan kategori utama mungkin baru muncul setelah Anda
mengumpulkan data, tetapi Anda perlu memutuskan apa yang ingin Anda capai dalam analisis.

12
Langkah 5: Tulis proposal penelitian Anda

Desain penelitian merupakan komponen penting dari proposal Anda. Desain ini menjelaskan
secara rinci apa yang akan Anda lakukan dan bagaimana Anda akan melakukannya, yang
menunjukkan kepada pembimbing Anda bahwa proyek Anda secara praktis dapat dilaksanakan
dan mampu menjawab pertanyaan penelitian Anda.

Dalam proposal, langkah-langkah penelitian Anda yang belum diselesaikan harus ditulis dalam
bentuk lampau. Di sisi lain, bagian desain penelitian atau metodologi dari makalah Anda yang
telah selesai, menjelaskan langkah-langkah penelitian dalam bentuk lampau.

13
Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah komponen yang sudah ditentukan oleh seorang peneliti untuk diteliti
agar mendapatkan jawaban yang sudah dirumuskan yaitu berupa kesimpulan penelitian.
Variabel adalah objek yang menjadi pusat perhatian penelitian.

14

Anda mungkin juga menyukai