BALANCING RODA MOBIL
A. Pengertian Balance
Roda Balance adalah kondisi yang seimbang dari sebuah obyek yang berputar.
Balance dibagi menjadi dua jenis yaitu static balance dan dynamic balance.
Static balance adalah keseimbangan bobot dalam arah radial pada kondisi statis,
Dynamic balance adalah keseimbangan bobot dalam arah aksial pada kondisi
berputar
Gambar 1. Ilustrasi tipe balan roda
Static Balance
Titik yang berjarak/berjari-jari sama dari poros harus mempunyai bobot yang sama,
sehingga jika roda diputar titik sembarang/ tertentu dari roda akan dapat berhenti pada
sembarang posisi. Kondisi inilah yang disebut static balance
Gambar 2. Ilustrasi tipe unbalance roda
Gambar 3. Kondisi balance dan unbalance
Jika roda yang dalam keadaan unbalance berputar maka gaya centrifugal yang bekerja pada
titik unbalance akan lebih besar, sehingga akan cenderung menarik keluar dari poros dan
menyebabkan gaya pada poros menjadi tidak seimbang. Hal tersebut dapat menyebabakan
poros menjadi bengkok dan atau menyebabkan getara radial pada saat roda berputar.
Gambar 4. Ilustrasi kondisi unbalance saat berputar
Dengan menempelkan beban yang sama dengan bobot unbalance pada titik yang posisinya
berlawanan (180 derajat ) maka ketidakbalanan (unbalance) dapat dihilangkan sehingga
efeknya juga akan ikut hilang, karena gaya centrifugal yang bekerja pada semua arah sama
besarnya.
Gambar 5. Pengimbangan gaya menjadikan kondisi balan
Pada aplikasinya, memasangkan bobt balance di telapak ban sangat sulit dilakukan,
sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut pemasangan bobot balance dibagi menjadi 2
dan di pasang pada sisi pelek.
Gambar 6. Pemasangan bobot balan
Dynamic Balance
Keseimbangan bobot dalam arah aksial pada saat roda berputar dinamakan dynamic
balance.
Gambar 7. Kondisi unbalance
Dari gambar di atas misalnya, bobot ekstra A dan B menyebabkan roda tidak balance. Garis
yang mengubungkan pusat bobot dari gaya berat G1 dan G2 tidak berada pada sekeliling
garis pusat roda, sehingga saat berputar titik g1 dan g2 cenderung mendekati garis pusat
roda.
Setiap roda berputar 180 derajat seluruh gaya yang ditimbulkan oleh kecenderungan
tersbut menjadikan timbulnya getaran lateral mengikuti ayunan putaran roda. Kondisi ini
menyebabkan steering wheel shimmy, yaitu ayunan menlingkar dari steering wheel.
Gambar 8. Dynamic balance
Pemasangan bobot balance pada kondisi dynamic unbalance adalah dengan memasangkan
bobot yang sebanding dengan ketidakbalannnya pada arah yang berseberangan. Pada
aplikasinya di roda, bobot dipasangkan pada pelek roda, sebagaimana terlihat pada gambar
berikut :
Gambar 9. Pemasangan bobot balan untuk dynamic unbalance
B. Dimensi Roda
Pengenalan dimensi/ukuran roda diperlukan untuk melakukan proses balancing roda dengan
menggunakan mesin balancer. Ukuran roda yang dijadikan informasi saat melakukan
balancing adalah diameter pelek dan lebar pelek. Dengan membaca dimensi yang tertulis
pada sisi pelek kita dapat mengetahui ukurannya.
Misalkan tertulis 5.00 S x 20 F.B. mempunyai arti :
5.00 : Lebar pelek dalam inch
S : Bentuk flens pelek (lihat tabel)
20 : Diameter pelek
F.B. : Nama pelek (Flat Base)
Misalkan pada sisi ban tertulis 195/ 70 R 14 86 H mempunyai arti :
195 : lebar ban dalam mm
70 : persentase perbandingan antara tinggi dan lebar ban
R : ban jenis radial
14 : diameter pelek dalam inch
86 : indek beban (lihat tabel load index)
H : indek kecepatan (lihat tabel speed index)
C. Mesin Balance
Alat yang digunakan untuk mengetahui besarnya unbalance/imbalance dari suatu roda
dinamakan mesin balance. Mesin balance ada dua tipe yaitu on the car balance dan off the
car balance. Untuk menjamin hasil yang optimal sebaiknya menggunakan mesin balance
yang off the car karena ketelitiannya tinggi dan lebih mudah dioperasionalkan. Mesin
balance sekarang ini merk dan modelnya bermacam-macam.
Gambar 10. Mesin balan
Dalam menjalankan mesin balance secara umum membutuhkan empat macam input data
yaitu : tipe pelek, diameter pelek, lebar pelek dan jarak roda dari acuan mesin balance.
Secara urutan proses balancing dengan mesin balancer dapat dilihat pada postingan
dibawah ini
Cara Membalance Roda Menggunakan Wheel Balancer
D. Run-Out
Hal lain yang perlu diperhatikan pada pengecekan roda adalah run-out. Lingkaran roda tidak
benar-benar bundar. Variasi radius putar (run-out) yang belebihan akan mengakibatkan
getaran pada body, sehingga harus dibatasi nilainya.
Gambar 11. Pemeriksaan Run-Out
Run-out adalah frekuensi dimensi roda selama berputar.
Ada dua macam run-out yaitu radial run-out dan lateral run-out.
1. Radial run-out adalah kesempurnaan bentuk lingkaran dari roda. Ketidaksempurnaan
tersebut disebabkan oleh kondisi ban, pelek dan posisi axle hub yang tidak tepat.
Roda dengan radial run-out jika berputar, radius putarnya akan berubah-ubah
sehingga akan menggetarkan body dan steering.
2. Lateral run-out adalah fluktuasi ban pada arah aksial yang akan mengakibatkan
keausan ban tidak normal pada ban dan pengemudian menjadio tidak stabil.
Penyebab lateral runout adalah dinding sampin ban yang bengkok, rim yang rusak
dan posisi axle hub yang tidak tepat