Laporan RANJO di Apotek Siaga 21
Laporan RANJO di Apotek Siaga 21
Disusun oleh:
Uliyana Syarifah/3217
Desember 2024 sampai dengan 09 Maret 2025, dan disusun untuk memenuhi
Hari :
Tanggal :
NIK.[Link]
Mengetahui,
Kepala SMK
NIK.[Link]
i
KATA PENGANTAR
mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini
1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi kemudahan kepada penulis dalam
2. Yth. Ibu Prisillia Mutiara Sari, [Link].,Gr, selaku kepala SMK Citra Bangsa
Mandiri Purwokerto.
3. Yth. Ibu Apt. Rina Mulyani, S. Farm, selaku Apoteker Penanggung Jawab
4. Yth. Ibu Apt. Feliana Dwi Agustin, [Link], selaku pembimbing lahan di
5. Yth. Ibu Siti Nurochmah, S. [Link], selaku kaproli SMK Citra Bangsa
6. Yth. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto.
dilahan PKL.
ii
8. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
serangkaian kelulusan serta sebagai bukti bahwa telah melaksanakan Real On Job
(RANJO) .
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa laporan ini masih jauh dari kata
sempurna. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan laporan ini sangat penulis harapkan. Mudah – mudahan laporan ini
Penulis
…………………………….
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.....................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................................
KATA PENGANTAR...................................................................................................
DAFTAR ISI................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................
A. Latar Belakang...................................................................................................
B. Tujuan ...............................................................................................................
1. Tujuan Umum..............................................................................................
2. Tujuan Khusus.............................................................................................
C. Manfaat..............................................................................................................
2. Bagi Sekolah................................................................................................
A. Pengertian Apotek..............................................................................................
iv
B. Profil Apotek Siaga 21 ............................................................................ 9
BAB IV PEMBAHASAN............................................................................................
A. Uraian Kegiatan................................................................................................
B. Permasalahan ...................................................................................................
BAB V PENUTUP.......................................................................................................
A. Kesimpulan.......................................................................................................
B. Saran.................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................
LAMPIRAN ................................................................................................................
v
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya manusia yang berkualitas saat ini adalah sebuah keharusan,
bukan saja untuk menompang kesejahteraan dirinya, tetapi secara luas untuk
kepentingan pembangunan bangsa dan negara. Hal ini dirasa penting karena
Pendidikan yang secara nyata berperan dalam membentuk peserta didik yang
takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menyikapi kondisi ini perlu kiranya
memenuhi pasar tenaga kerja yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan dunia
1
bentuk Praktik Kerja Lapangan dan Industri (Prakerlin) SMK Citra Bangsa
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
industri.
h. Sarana aktualisasi bahwa apa yang dimiliki berguna bagi dirinya dan orang
lain.
usaha/industri.
2
2. Tujuan Khusus
berinteraksi dan memiliki rasa tanggung jawab serta disiplin yang tinggi.
yang berkelanjutan.
lingkungannya.
C. Manfaat
Hasil belajar peserta RANJO akan lebih bermakna, karena setelah tamat
secara berkelanjutan.
rasa percaya diri tamatan, yang selanjutnya akan mendorong mereka untuk
3
2. Bagi Sekolah
kepentingan bangsa.
b. Umumnya peserta RANJO telah ikut dalam proses pelayanan secara aktif
sehingga pada pengertian tertentu peserta RANJO adalah tenaga kerja yang
memberi keuntungan.
institusi pasangan.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Apotek
Kesehatan, bahan medis habis pakai, serta pelayanan klinik yang bertanggung
5
1. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan
tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotik sebagaimana telah
kebutuhan hukum.
6
5. Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
Nomor 5679)
3781)
7
Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara
BAB III
TINJAUAN UMUM
Jl. Ks. Tubun No. 95B. Kemudian Apotek dan semua asetnya dijual pada akhir
desember 2013 kepada ibu Apt. Rina Mulyani, [Link]. Pada bulan Januari
2014 Apotek tersebut berpindah tempat yaitu di Jl. Ks. Tubun No. 98B dan
mulai di renovasi. Hingga pada tanggal 3 Juni 2014 Apotek tersebut baru
dibuka dengan nama Apotek Siaga 21 karena Apotek tersebut siap siaga
melayani pasien sampai pukul 21.00 WIB dan mempunyai slogan “Murah
bernama Apt. Rina Mulyani, S. Farm, sebagai Apoteker Pengelola Apotek dan
bernama Apotek Persada. Apotek tersebut mulai beroperasi pada hari Senin,
18 September 2020 yang beralamat di Jl. Jend. Soedirman Barat No. 33/37 Rt.
yaitu “Sahabat Sehat Keluarga” dan “Gunakan Obat Secara Tepat, Baca
Informasi Dengan Cermat”. Apotek Persada dikelola oleh Apt. Veby Tri
Yulianti, S. Farm, sebagai Apoteker Pengelola Apotek dan Apt. Rifka Notiana
8
B. Profil Apotek Siaga 21
ada beberapa jenis barang yang dapat diambil sendiri oleh pasien, misalnya
dot bayi, skincare, madu, tisu, popok bayi, susu box, obat nyamuk, hot in
cream, pasta gigi, sikat gigi, sabun batang, sabun cair, shampo, permen,
obat bebas terbatas, salep, pampers dan alat kesehatan yang harganya mahal
Alat kesehatan yang di jual di Apotek Siaga 21 ada kasa potong, kasa
gulung, kasa steril, alkohol swab, alkohol 70%, rivanol, nacl, rl, cairan d5,
kolostomi, urin bag, celana sunat, medicrape, tensocrape, pembalut siku, nasal
kesehatan seperti cek tensi, cek gula darah, cek kolesterol dan cek asam urat,
Di Apotek Siaga 21 terdapat beberapa ruangan yang yang terdiri dari ruang
tunggu pasien, meja kerja apoteker, ruang penyimpanan obat, seperti obat
keras, salep dan tetes mata, obat fast moving, obat saluran pencernaan, gudang
obat generik, gudang obat bermerek, ruang meracik obat dan kamar mandi.
9
C. Struktur Organisasi Apotek Siaga 21
Owner
Bapak Sulardi
[Link]
APA APING
Apt. Rina Apt. Feliana Dwi
Mulyani A.
tugas dan tanggung jawab masing – masing jabatan adalah sebagai berikut:
undang apotik.
10
Membuat visi misi apotek.
kemajuan apotek.
psikotropika.
geriatri, gangguan fungsi hati dan/atau ginjal, ibu hamil dan menyusui,
11
pasien dengan terapi jangka panjang/penyakit kronis, pasien yang
4. Bagian Keuangan
5. Bagian Administrasi
6. Bagian Marketing
12
Memberikan pelayanan yang unggul.
kegiatan farmasi ini, maka didalam pengelolaan APA dibantu oleh Apoteker
13
ketentuan peraturan perundang – undangan. Dalam melaksanan kegiatan
pengadaan barang, hal – hal yang perlu diperhatikan sebelumnya,
meliputi :
a. Buku habis (buku defecta)
b. Rencana anggaran belanja (anggaran pembelian)
c. Pemilihan PBF yang sesuai, yaitu dengan pertimbangan.
Pengadaan perbekalan farmasi dapat berasal dari beberapa sumber, yaitu :
a. Pengadaan Rutin.
Merupakan cara pengadaan perbekalan farmasi yang paling utama.
Pembelian rutin adalah pembelian barang kepada distributor
perbekalan farmasi untuk obat – obat yang kosong berdasarkan data
dari buku defecta.
b. Pengadaan Mendesak (CITO)
Merupakan pengadaan yang dilakukan apabila barang yang
diminta tidak ada dalam persediaan serta menghindari penolakan
obat / resep. Biasanya dilakukan dengan pembelian ke apotek lain
terdekat sesuai dengan jumlah sediaan farmasi yang di butuhkan dan
dilebihkan untuk keperluan stok di apotek.
Dalam pemesanan obat kepada PBF atau distributor harus disertakan
dengan Surat Pesanan (SP) obat yang di tanda tangani oleh apoteker. Surat
Pesanan terdiri atas 5 jenis, yaitu : Surat Pesanan Reguler, Surat Pesanan
Prekursor, Surat Pesanan Obat – Obat Tertentu, Surat Pesanan
Psikotropika, Surat Pesanan Narkotika. Pemesanan barang di Apotek
Siaga 21 dilakukan setiap hari berdasarkan daftar barang habis atau barang
kosong yang tercacat di dalam buku defecta, dan ada juga pemesanan
barang yang dilakukan 2 kali dalam satu minggu yaitu setiap hari Senin
dan hari Kamis. Pemesanan biasanya kepada PBF atau Non PBF, dan
kemudian obat atau barang yang diperlukan dipesan menggunakan Surat
Pesanan (SP) yang ditujukan kepada distributor farmasi. Pemesanan ke
beberapa distributor dilakukan melalui sales dengan membuat surat
pesanan. Jika barang yang dipesan menggunakan SP reguler, terdiri dari 2
14
rangkap, rangkap pertama untuk distributor, rangkap kedua untuk arsip
apotek. Jika menggunakan SP OOT, terdiri dari 2 rangkap, rangkap
pertama untuk distributor, rangkap kedua untuk arsip apotek. Jika
menggunakan SP prekursor, terdiri dari 3 rangkap, rangkap pertama untuk
distributor, rangkap kedua dan ketiga untuk arsip apotek.
3. Penerimaan
Penerimaan barang di apotek adalah kegiatan menerima obat dan alat
Kesehatan yang telah dipesan. Tujuan penerimaan barang di apotek adalah
memastikan kesesuaian barang yang diterima dan barang yang dipesan.
Penerimaan dilakukan setelah dilakukan pemesanan, kemudian perbekalan
farmasi akan dikirim oleh PBF disertai fakturnya. Barang yang datang
akan diterima dan diperiksa oleh petugas bagian penerimaan barang.
Penerimaan barang Di Apotek Siaga 21 dilakukan oleh apoteker atau
Asisten Tenaga Teknis Kefarmasian (ATTK). Lalu apoteker atau ATTK
melakukan pengecekan barang apakah sudah sesuai dengan jumlah barang
yang dipesan, dan juga dilakukan pengecekan tanggal kadaluwarsa, nomor
batch, dan juga kondisi barang. Setelah itu apoteker akan menandatangani
faktur dengan menuliskan nama apoteker, nomor SIPA, tanda tangan
penerima barang dan juga diberi stampel apotek di setiap rangkap faktur.
Biasanya faktur dari PBF terdiri dari tiga rangkap untuk kertas warna
putih atau rangkap pertama, merupakan faktur asli yang akan diberikan
kepada apotek apabila sudah melakukan pelunasan, rangkap kedua akan
diberikan kepada PBF untuk dijadikan arsip, dan rangkap ketiga akan
diberikan kepada apotek untuk digunakan sebagai arsip apotek.
4. Penyimpanan Barang
Penyimpanan barang di apotek adalah kegiatan mengatur dan
memelihara obat agar terhindar dari kerusakan fisik dan kimia. Tujuan
utama dari penyimpanan adalah untuk menjaga kualitas obat, serta
memastikan barang tetap aman untuk digunakan oleh pasien. Barang yang
masuk kemudian diletakkan di gudang. Metode penyimpanan dapat
dilakukan berdasarkan kelas terapi, bentuk sediaan dan jenis sediaan
15
farmasi disusun secara alfabetis dengan menerapkan prinsip First Expired
First Out (FEFO) dan First In First Out (FIFO). Penyimpanan yang
penampilan dan penamaan yang mirip harus diberi penandaan khusus
LASA (Look Alike Sound Alike) untuk mencegah terjadinya kesalahan
pengambilan obat. Penyimpanan barang datang di Apotek Siaga 21
biasanya barang langsung masuk ke gudang dan ditempatkan sesuai jenis
obatnya, misalnya obat generik di susun di gudang generik penyusunannya
berdasarkan abjad, obat generik bermerek disusun digudang generik
bermerek penyusunannya berdasarkan efek farmakologi, dan ada juga
barang datang yang langsung didisplay karena barang sudah kosong atau
sudah limit. Apotek Siaga 21 menggunakan sistem First In First Out
(FIFO) atau barang yang datang lebih dulu maka akan dikeluarkan terlebih
dahulu.
Penyimpanan barang di Apotek Siaga 21 dibedakan berdasarkan
bentuk sediaan, berdasarkan efek farmakologi, dan juga berdasarkan
abjad. Di Apotek Siaga 21 obat bebas, obat bebas terbatas, disusun
kombinasi berdasarkan bentuk sediaan. Obat keras sediaan tablet disusun
berdasarkan abjad. Antibiotik tablet dan sirup disusun berdasarkan abjad
dan terpisah dari obat keras lainnya. Salep kulit, salep mata, tetes mata,
tetes telinga disusun berdasarkan abjad. Dan obat keras sediaan sirup
disusun berdasarkan efek farmakologi dan berdasarkan abjad.
5. Pemusnahan
Obat yang kadaluwarsa atau rusak harus dimusnahkan sesuai dengan
jenis dan bentuk sediaan nya. Pemusnahan juga dapat dilakukan terhadap
resep obat yang telah disimpan melebihi jangka waktu lima tahun.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan pemusnahan adalah :
a. Obat kadaluwarsa atau rusak harus dihancurkan sesuai dengan jenis
dan bentuk sediaan. Pemusnahan obat kadaluwarsa atau kerusakan
yang mengandung narkotika atau psikotropika dilakukan oleh apoteker
dan disaksikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Pemusnahan
obat selain narkotika dan psikotropika dilakukan oleh apoteker dan
16
disaksikan oleh tenaga kefarmasian lain yang memiliki surat izin
praktik atau surat izin kerja dan dibuktikan dengan Berita Acara
Pemusnahan
b. Resep yang telah disimpan melebihi jangka waktu lima tahun dapat
dirusak. Pemusnahan resep dilakukan oleh apoteker yang disaksikan
oleh sekurangkurangnya petugas lain di apotek dengan cara dibakar
atau cara pemusnahan lain yang dibuktikan dengan Berita Acara
Pemusnahan Resep dan selanjutnya dilaporkan kepada dinas kesehatan
kabupaten/kota
c. Penarikan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar/ketentuan
peraturan perundang - undangan dilakukan oleh pemilik izin edar
berdasarkan perintah penarikan oleh BPOM (mandatory recall) atau
berdasarkan inisiasi sukarela oleh pemilik izin edar (volunteer recall)
dengan tetap memberikan laporan kepada Kepala BPOM. Cara
memusnahkan obat di Apotek Siaga 21 selain obat psikotropika dan
narkotika adalah sebagai berikut:
1) Obat Sirup atau Sediaan Cair.
a) Kemasan digunting.
b) Tutup botol dibuka.
c) Cairannya dibuang ke wastafel.
2) Obat Tablet atau Sediaan Tablet.
a) Kemasan digunting.
b) Tablet dihancurkan (digerus atau di blender).
c) Lalu tanam ditanah.
6. Pencatatan, Pelaporan dan Pengarsipan
Di Apotek Siaga 21 daftar obat pesanan yang tertera pada faktur
disalin dalam buku penerimaan barang, di Apotek Siaga 21 memiliki 3
jenis buku penerimaan barang, yaitu buku plus (+) buku barang datang
PBF biasa pada faktur tetera Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) apotek,
menyertakan tanggal kadaluwarsa barang, buku minus (-), dan buku
konsinyasi. Pencatatan dan pelaporan di Apotek Siaga21 dilakukan
17
bertujuan untuk mengetahui data-data obat baik masuk maupun yang
keluar dalam jangka waktu tertentu, pelaporan merupakan sekumpulan
data-data yang telah dicatat sebagai pendataan administrasi yang
kemudian akan dilaporkan kepada pihak yang berkenan, di Apotek Siaga
21 terdapat 2 jenis laporan yaitu laporan internal dan eksternal, laporan
internal yaitu melakukan pelaporan penjualan dan pembelian kepada
owner apotek yang dilakukan setiap hari dan laporan eksternal yaitu
pelaporan obat Psikotropika dan Narkotika melalui aplikasi Sistem
Pelaporan Narkotika dan Psikotropika (SIPNAP), dan pelaporan
pelayanan kefarmasian melalui aplikasi Sistem Informasi Monitoring dan
Pembinaan Fasilitas Pelayanan Kefarmasian (SIMONA) ke Menteri
Kesehatan yang dilakukan setiap bulan.
7. Pembayaran
Pembayaran yang dilakukan oleh Apotek Siaga 21 dilakukan dengan
menggunakan sistem tempo, yaitu akan dibayarkan jika sudah jatu tempo,
setiap distributor mempunyai jatuh tempo yang berbeda-beda, ada yang 14
hari, 21 hari, atau 30 hari, dan faktur akan dititipkan 1 minggu sebelum
tanggal jatuh tempo. Ada juga sebagian barang yang dibayarkan
menggunakan sistem Cash On Delivery (COD) atau langsung dibayarkan
pada saat barang sudah datang. Dan ada yang menggunakan sistem
konsinyasi yaitu akan dibayarkan pada saat barang yang dititipkan telah
terjual. Obat atau barang yang dibayarkan menggunakan sistem tempo
biasanya termasuk obat keras, obat bebas, vitamin, yang dibayarkan
dengan sistem COD bisanya minuman, pempers, dan pembalut. Dan untuk
barang yang dibayarkan secara konsinyasi biasanya merupakan produk-
produk herbal.
8. Pendistribusian
Di Apotek Siaga 21 melakukan pendistribusian obat dengan metode
swamedikasi dan menggunakan strategi cross selling dan up selling agar
dapat mendistribusikan barang kepada pasien dan untuk meningkatkan
omset Apotek Siaga 21.
18
Cross selling adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan
jumlah penjualan dengan menawarkan obat/barang tambahan kepada
pasien, misalnya pasien yang awalnya hanya ingin membeli kain kasa
namun ditawari untuk membeli rivanol, hansaplast, atau betadine sebagai
produk tambahan itu merupakan cross selling.
Sedangkan up selling adalah kegiatan yang dilakukan untuk
meningkatkan nilai transaksi dengan menawarkan produk yang lebih
mahal, misalnya pasien ingin membeli cetirizin namun apoteker
menawarkan produk prosix dengan kandungan cetirizin kepada pasien
dengan harga yang lebih mahal namun memiliki efek yang lebih cepat, itu
merupakan up selling.
9. Pengendalian
Pengendalian stok obat di Apotek Siaga 21 menggunakan kartu stok
yang memuat nama obat, tanggal kadaluwarsa, jumlah pemasukan, jumlah
pengeluaran, dan sisa persediaan yang ada di gudang, menggunakan kartu
stok digital pada sistem. Tujuan dari pengendalian stok adalah agar stok
obat di gudang tetap ada sehingga tidak terjadi kekurangan stok obat pada
setiap harinya, atau obat yang stoknya masih banyak di gudang tidak akan
dialakukan pemesanan obat untuk obat tersebut.
19
BAB IV
PEMBAHASAN
A. Uraian Kegiatan
datang dari PBF lalu mengeceknya sesuai dengan faktur dan surat
pesanan atau tidak. Setelah itu menyimpan dan menyusun secara FIFO,
2. Kegiatan shift siang hampir sama dengan kegiatan shift pagi, seperti
mengecek stok obat dan menerima barang datang dari PBF. Pada shift
20
3. Perlengkapan di Apotek Siaga 21:
a. Perlengkapan Apotek
1) Perlengkapan Administrasi
a) Surat Pesanan
21
diberikan kepada PBF dan untuk rangkap kedua digunakan
22
PBF (Pedagang Besar Farmasi), Sedangkan buku barang
datang minus untuk barang datang dari non PBF seperti alkes
dan minuman.
bukan berupa faktur tetapi struk atau nota biasa, dan tidak
pajak.
bulan di Apotek Siaga 21. Isi buku barang datang plus dan
23
1. Buku Barang Datang Plus PBF
jumlah tagihan.
b. Kartu Stok.
c. Buku Kwitansi.
24
kwitansi saat sedang bertransaksi di apotek, atau ketika
d. Buku Penjualan.
e. Buku Defecta
f. Buku Swamedikasi.
obat.
25
g. Buku Resep.
c. Farmakope Indonesia.
4) Perlengkapan Lain
SIA.
26
1. Di Apotek Siaga 21 terdapat 2 lemari pendingin/kulkas.
b. Penataan Ruangan.
Penataan ruang di suatu apotek itu penting dan harus ditata sebaik
Siaga 21:
2) Etalase obat paten, obat generik, obat bebas, obat bebas terbatas,
27
3) Rak yang berisi pampers, susu, tisu, kosmetik, peralatan bayi,
gudang obat.
lainnya.
c. Pengelolaan Barang
1) Pengelolaan Barang
a) Kartu Stok
b) Stok Opname
28
4. Mengatur mutase barang dari dalam dan keluar apotek.
5. Pengendalian internal.
2) Pengelolaan Administrasi.
berlaku.
penggunaan obat.
B. Permasalahan
sebagai berikut:
1. Terkadang kami masih tidak hafal tempat obat dan alat kesehatan di
Apotek.
3. Terkadang ada teman kita yang tidak mengerjakan tugas dari karyawan
Apotek.
29
4. Terkadang dari kami kurang aktif dalam bertanya.
5. Terkadang kami masih belum tau harga – harga obat dan alat kesehatan.
1. Kami harus belajar untuk menghafal tempat – tempat obat dan alat
kesehatan.
2. Kami harus memberi dukungan kepada teman kita tersebut, agar rajin
berangkat kembali.
3. Kami harus membicarakan baik – baik kepada teman kita alasan tidak
tugasnya.
4. Kami harus lebih aktif kembali dalam bertanya dan saling mendukung
30
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
industri, serta karakter yang baik. Pendidikan dirancang agar sesuai dengan
terhadap pengalaman kerja, serta pengembangan etos kerja dan kepribadian yang
utuh.
Pembelajaran dunia kerja juga difokuskan pada siswa agar siap kerja,
mandiri, berdaya saing tinggi, dan mampu melanjutkan pendidikan. Siswa juga
B. Saran
karyawan yang ada dilahan dan lebih meningkatkan kerja sama dengan
31
teman yang satu lahan, mengurangi rasa egois masing – masing. Saat ada
2. Bagi sekolah
Bagi sekolah sebaiknya lahan yang digunakan untuk siswa RANJO tidak
hanya di rumah sakit dan apotek saja akan tetapi ditambah industry obat
atau distributor obat agar siswa tidak hanya mengerti pengelolaan obat di
32
DAFTAR PUSTAKA
Kesehatan RI.
Indonesia.
33
LAMPIRAN
Membuat kapsul dengan alat Rak otc sirup dan suplemen vitamin
34
Gambar 1.5 Gambar 1.6
35
Gambar 1.11 Gambar 1.12
36
Gambar 1.15 Gambar 1.16
37
Gambar 1.19 Gambar 1.20
38
Gambar 1.23 Gambar 1.24
Rak salep, tetes mata dan tetes telinga Rak keras obat tablet
39